AANNAALLIISSIISS SSTTUUDDI KASUS I KASUS OLEH RETNO INDRI ASTUTI CGP Angkatan 7 Kab. Tegal TTuuggaass 33..11..aa..44..11 EEkksspplloorraassii KKoonnsseepp MMoodduull 33..11
CGP mampu menganalisis pengambilan keputusan berdasarkan 4 paradigma, 3 prinsip, dan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan dalam studi kasus yang mereka dapatkan dan memberikan tanggapan pada studi kasus CGP lainnya dan bersikap reflektif , kritis dan kreatif dalam proses tersebut. TTuujjuuan Pembelajaran an Pembelajaran
KKaassuuss 0033 4 hari lagi adalah hari pembagian rapor Semester 1 di SMA Penggerak Bangsa. Sebelumnya, semua guru telah menyerahkan daftar nilai murid-murid pada pelajaran yang diampunya pada kepala sekolah, Ibu Rosdiana. Ibu Rosdiana adalah Kepala Sekolah yang baru bertugas di SMA Penggerak Bangsa di tahun ajaran ini.
Hari ini Ibu Rosdiana mengadakan rapat guru. Ia membuka pertemuan dengan berterima kasih atas kerja keras para guru dalam mengajar murid-murid selama ini dan juga telah mengumpulkan nilai rapor dengan tepat waktu. Kemudian ia menyampaikan bahwa secara umum, nilai rapor yang diberikan oleh guru-guru terlalu rendah dan tidak mencukupi untuk mendukung murid-murid masuk perguruan tinggi negeri (PTN) melalui jalur nilai rapor atau jalur tanpa tes. Ia dengan tegas menyatakan, kalau nilai rapor tetap seperti itu, maka murid-murid SMA Penggerak Bangsa sampai kapan pun tidak pernah bisa diterima di PTN dengan jalur nilai rapor. Ia juga menyatakan bahwa salah satu target kerjanya di SMA Penggerak Bangsa adalah membuat 25% murid diterima di PTN dengan jalur rapor. Oleh karena itu, sejak murid-murid di kelas 10, nilai rapor mereka harus dibuat baik, dan menunjukkan grafik peningkatan.
Ibu Rosdiana akhirnya meminta guru-guru untuk menaikkan nilai murid-murid 10 poin, maka bila nilai murid 70 maka akan menjadi 80, dan seterusnya, demi membantu masa depan murid-murid, dan juga demi nama baik sekolah agar kepercayaan masyarakat meningkat bila banyak murid-murid sekolah ini yang diterima di PTN dengan jalur nilai rapor.
BBiillaa AAnnddaa bbeerraaddaa ddii ppoossiissii IIbbuu RRoossddiiaannaa,, aappaakkaahh AAnnddaa aakkaann mmeellaakkuukkaann hhaall yyaanngg ssaammaa aattaauu bbeerrbbeeddaa?? AAppaa aallaassaannnnyyaa??
Paradigma yang terjadi pada situasi tersebut yaitu individu lawan kelompok ( individual vs community) pada kasus ini terjadi dilema etika antara kepala sekolah dengan kelompok guru Akan tetapi juga dapat digolongkan pada rasa keadilan lawan rasa kasihan (justice vs mercy) karena jika menaikkan nilai maka akan menjadi tidak sesuai lagi antara kemampuan dengan hasil akan tetapi disisi lain jika tidak dinaikkan maka akan menghambat masa depan murid untuk dapat melanjutkan ke PTN. JJiikkaa ssiittuuaassiinnyyaa aaddaallaahh ssiittuuaassii ddiilleemmaa eettiikkaa,, ppaarraaddiiggmmaa mmaannaa yyaanngg tteerrjjaaddii ppaaddaa ssiittuuaassii tteerrsseebbuutt?? AAppaa nniillaaii--nniillaaii yyaanngg ssaalliinngg bbeerrtteennttaannggaann ddaallaamm ssttuuddii kkaassuuss tteerrsseebbuutt?? 1.. Nilai-nilai yang saling bertentangan dalam situasi tersebut yaitu nilai kejujuran, kepedulian, kasih sayang, dan tanggung jawab.
Menurut saya ada unsur pelanggaran hukum dalam situasi tersebut karena kepala sekolah meminta guru untuk mengganti nilai yang sebenarnya. 2. Apakah ada unsur pelanggaran hukum dalam situasi tersebut? (Uji legal).
Menurut saya tidak ada pelanggaran peraturan/kode etik profesi dalam kasustersebut karena penambahan nilai raport diberikan kepada semua murid secara adil serta sudah ada kesepakatan antara semua guru dan kepala sekolah. 3. Apakah ada pelanggaran peraturan/kode etik profesi dalam kasus tersebut? (Uji regulasi).
Menurut perasaan dan intuisi saya yaitu ada yang salah dalam situasi ini karena penambahan nilai raport diberikan kepada semua murid tanpa proses melakukan penilaian sesuai dengan kemampuan murid yang sebenarnya. 4. Berdasarkan perasaan dan intuisi Anda, apakah ada yang salah dalam situasi ini? (Uji intuisi).
Saya merasa tidak nyaman apabila keputusan yang saya buat dipublikasikan di media cetak/elektronik. Karena keputusan yang diambil akan menjadi polemic dikalangan masyarakat. Apalagi bagi yang tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi . Oleh karena itu menurut saya cukup didiskusikan saja dengan pihak terkait agar dapat menemukan solusinya untuk jalan keluarnya. 5. Apa yang Anda rasakan bila keputusan Anda dipublikasikan di media cetak/elektronik atau menjadi viral di media sosial? Apakah Anda merasa nyaman?
Menurut saya keputusan yang akan diambil oleh panutan/idola dalam situasi ini adalah mengambil keputusan dengan musyawarah bersama untuk memperoleh solusi yang terbaik agar tidak saling dirugikan sehingga kedepannya bisa mencapai target sesuai yang diharap dari pihak sekolah. 6. Kira-kira, apa keputusan yang akan diambil oleh panutan/idola Anda dalam situasi ini?
Ya ada sebuah penyelesaian yang kreatif dan tidak terpikir sebelumnya untuk menyelesaikan masalah ini dengan mengadakan rapat dengan semua guru untuk menghimbau melaksanakan pembelajaran menggunakan media pembelajaran interaktif agar murid dapat menyerap pembelajaran dengan mudah dan menyenangkan, jika murid yang nilainya rendah diadakan remedial agar mencapai KKM sesuai yang diharapkan, serta dapat membuat projek atau penugasan sebagai tambahan nilai. 7. Apakah ada sebuah penyelesaian yang kreatif dan tidak terpikir sebelumnya untuk menyelesaikan masalah ini (Investigasi Opsi Trilemma)?
Keputusan yang saya ambil adalah memberi himbauan untuk melaksanakan pembelajaran menggunakan media pembelajaran interaktif agar murid dapat menyerap pembelajaran dengan mudah dan menyenangkan, jika murid yang nilainya rendah diadakan remedial agar mencapai KKM sesuai yang diharapkan, serta dapat membuat projek atau penugasan sebagai tambahan nilai. Penilaian diambil dari seluruh kompetensi yaitu KI 1 (Spiritual), KI 2 ( Sosial), KI 3 (Pengetahuan), dan KI 4 (Keterampilan). 8. Apa keputusan yang Anda ambil?
Prinsip yang saya gunakan adalah berpikir berbasis rasa peduli (care-based thinking) karena kepedulian terhadap sesama kita akan menjadi peka dan bersimpati. Saya sebagai guru harus mampu menuntun murid-murid ke masa depan yang mereka inginkan dan cita-citakan. 9. Prinsip mana yang Anda gunakan, dan mengapa?
Terima Kasih Terima Kasih Retno Indri Astuti youtube#Retno Indri Astutii SALAM DAN BAHAGIA