i
K.D IPA 1
EBOOK
Tata Surya
Dosen Pengampu : Evinna Cinda Hedriana, S.pd., M.Pd.
Kelompok 7
1. Ayu Ardela Sintiana Putri
2. Dedi Damburi
3. Ng Siau Cin
4. Rani
5. Selpy
6. Sulaiha
Program Studi
Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) 1B
STKIP Singkawang
Jl. STKIP Kelurahan Naram, Singkawang Utara 2020
ii
Tujuan Pembelajaran
Siswa dapat memahami konsep tentang tata surya.
Siswa dapat mengetahui bahwa matahari adalah pusat dari tata surya yang dikelilingi oleh planet
– planet.
Siswa dapat menyebutkan nama – nama planet sesuai dengan urutannya.
Siswa dapat membedakan hipotesis – hipotesis yang terdapat dalam materi tata surya.
PEMBAHASAN
TATA SURYA
A. Sejarah Penemuan
Lima planet terdekat dengan Matahari dari Bumi (Merkurius, Venus, Mars, Jupiter dan
Saturnus) telah dikenal sejak zaman dahulu karena mereka semua bisa dilihat dengan mata
telanjang. Banyak negara di dunia memiliki nama sendiri untuk masing-masing planet.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pengamatan pada lima abad yang lalu
membawa manusia untuk memahami benda langit terbebas dari selubung mitologi. Galileo
Galilei (1564-1642) dengan teleskop refraktornya mampu membuat mata manusia “lebih
tajam” dalam mengamati benda langit yang tidak bisa diamati dengan mata telanjang.
1
Karena teleskop Galileo bisa mengamati lebih tajam, ia bisa melihat berbagai perubahan
dalam penampilan Venus, seperti Venus Crescent Moon atau Venus sebagai akibat dari
perubahan posisi Venus terhadap matahari. Penalaran Venus mengelilingi Matahari semakin
memperkuat teori heliosentris, yaitu bahwa matahari adalah pusat alam semesta, bukan Bumi,
yang sebelumnya digagas oleh Nicolaus Copernicus (1473-1543). Sun setting heliosentris
dikelilingi oleh Mercury ke Saturnus.
Pada 1781, William Herschel (1738-1822) menemukan Uranus. Perhitungan yang cermat dari
orbit planet Uranus menyimpulkan bahwa ada yang mengganggu. Neptunus ditemukan pada
bulan Agustus 1846. Penemuan Neptunus ternyata tidak cukup untuk menjelaskan orbit
gangguan Uranus. Pluto ditemukan pada tahun 1930.
Ketika Pluto ditemukan, ia dikenal sebagai satu-satunya objek angkasa setelah Neptunus.
Kemudian pada tahun 1978, Charon, Pluto satelit ditemukan, sebelumnya dikira sebuah planet
yang sebenarnya karena tidak jauh berbeda dari Pluto.
Para astronom kemudian menemukan sekitar 1.000 objek kecil lainnya tergeletak di luar
Neptunus (disebut objek trans-Neptunus), yang juga mengelilingi matahari. Mungkin ada
sekitar 100.000 objek serupa yang dikenal sebagai objek Sabuk Kuiper (Kuiper adalah bagian
dari objek trans-Neptunus). Puluhan benda langit termasuk Kuiper Belt Object Quaoar (1.250
km pada Juni 2002), Huya (750 km pada Maret 2000), Sedna (1.800 km pada Maret 2004),
Orcus, Vesta, Pallas, Hygiea, Varuna, dan 2003 EL61 ( 1.500 km Mei 2004).
Penemuan 2003 EL61 menghebohkan karena objek Sabuk Kuiper ini diketahui juga memiliki
satelit pada Januari 2005, meskipun lebih kecil dari Pluto. Dan puncaknya adalah penemuan
UB 313 (2700 km pada Oktober 2003), bernama Xena oleh penemunya. Selain lebih besar
dari Pluto, obyek ini juga memiliki satelit.
B. Pengertian Tata Surya
Sistem tata surya adalah susunan benda-benda langit seperti planet, asteroid dan satelit
yang bergerak mengelilingi matahari. Sistem tata surya termasuk dalam bagian alam semesta yang
sangat luas. Tata surya terletak dalam salah satu galaksi yang ada di alam semesta ini bernama
2
galaksi bimasakti (Milky Way). Galaksi bimasakti terdiri dari miliaran bintang dengan diameter
sekitar 100.000 tahun cahaya dan sistem tata surya terletak disalah satu sabuk minor bernama
orion. Dalam sabuk orion inilah sistem tata surya terdiri dari matahari, planet-planet dan benda-
benda langit lainnya membentuk susunan yang teratur. Susunan dalam tata surya terdiri dari
anggota sistem tata surya.
C. Teori
1. Hipotesis Nebula
• Menurut hipotesis Nebula, tata surya berasal dari kabut raksasa yang tersusun atas debu, es,
dan gas yang disebut dengan istilah nebula yang kebanyakan zat penyusunnya adalah gas
hidrogen. Teori Nebula ditemukan sekitar tahun 1734 oleh Emanuel Swedenborg dan
disempurnakan pada Tahun 1775 oleh Immanuel Kant.
2. Hipotesis Planetisimal
• Menurut hipotesis Planetisimal, tata surya berasal dari reaksi yang terjadi pada matahari dan
bintang – bintang lainnya. Kedekatan jarak matahari dengan bintang lainnya ini diprediksi
menyebabkan timbulnya tonjolan – tonjolan dan benda – benda padat yang menitari wilayah
sekitar Matahari. Tonjolan dan benda – benda padat ini lah yang diperkirakan berubah
menjadi 8 planet yang ada di tata surya.
3. Hipotesis Pasang Surut Bintang
• Menurut hipotesis Pasang Surut Bintang, planet yang ada di tata surya terbentuk sebagai
dampak mendekatnya bintang lain ke arah Matahari yang menimbulkan tabarakan tertentu.
Tabrakan ini mengahsilkan berbagai macam serpihan yang nantinya akan terkondensasi
menjadi planet – planet yang ada di tata surya.
4. Hipotesis Bintang Kembar
Menurut hipotesis Bintang Kembar, tata surya pada awalnya hanya terdiri atas dua bintang
dengan ukuran dan bentuk yang sama persis. Seiring berjalannya, waktu salah satu dari dua
3
bintang ini mengalami ledakan dan terbagi menjadi serpihan – serpihan kecil berupa planet
– planet di tata surya.
5. Hipotesis Proto Planet
Menurut hipotesis Proto Planet, planet yang ada di tata surya terbentuk dari fenomena
gumpalan awan gas dan gebu yang betebaran selama jutaan tahun di angkasa.
6. Hipotesis The Big Bang
Menurut hipotesis The Big Bang, tata surya berasal dari ledakan yang sangat besar. sangking
besarnya ledakan tersebut, partikel – partikel sisa ledakan pada akhirnya terpisah dan setelah
jutaan tahun lamanya partikel ini membentuk berbagai macam benda (planet, bintang, satelit,
dan berbagai macam benda angkasa lainnya) yang saat ini ada di sistem tata surya.
D. Anggota Sistem Tata Surya
1. Matahari
• Matahari memiliki diameter sekitar 1,4 juta km dengan temperature permukaan sekitar 1 juta
K. Semakin mendekati inti matahari, suhunya semakin meningkat hingga mencapai 15 juta K.
Matahari memiliki massa sebesar 332.830 kali massa bumi, dengan massa yang besar ini
matahari mampu mengalami kepadatan inti yang mendukung terjadinya reaksi fusi nuklir dan
mampu menghasilkan jumlah energi yang besar. Energi yang dihasilkan ini merambat melalui
4
luar angkasa dalam bentuk gelombang elektromagnetik yang kita kenal sebagai cahaya tampak.
Lapisan-lapisan matahari terdiri dari :
a. Bagian inti
Inti matahari adalah lapisan yang paling dalam dengan suhu yang sangat tinggi sekitar15
juta K. Lapisan inti merupakan tempat terjadinya reaksi fusi nuklir yang digunakan untuk
menghasilkan energi yang sangat dahsyat.
b. Fotosfer
• Fotosfer adalah lapisan yang terletak setelah inti memilki suhu 6000 K dan ketebalan
sekitar 300 km.
c. Kromosfer
• Kromosfer adalah lapisan pada matahari yang memilki suhu 4500 K dan memiliki
ketebalan 2000 km
d. Korona
Korona adalah lapisan terluar pada bagian matahari. Lapisan ini memiliki ketebalan
700.000 km dengan suhu sekitar 1 juta K.
2. Planet-planet
Planet adalah benda angkasa yang tidak dapat menghasilkan cahaya sendiri dan beredar
mengelilingi matahari. Terdapat delapan planet yang berputar mengelilingi matahari seperti
berikut :
a. Merkurius
Merkurius adalah planet yang paling dekat dengan matahari. Jarak dari Merkurius ke
matahari hanya sekitar 58 juta km. Dengan
jarak yang dekat ini, pada siang hari suhu
permukaan Merkurius mencapai 450 derajat
Celcius dan pada malam hari sekitar 180
derajat Celcius. Planet merkurius adalah
5
planet terkecil disistem tata surya karena hanya memiliki diameter 4862 km dan tidak
memiliki satelit alami. Oleh karena itu, merkurius membutuhkan waktu 88 hari untuk
mengelilingi matahari dan memiliki periode rotasi 59 hari.
b. Venus
Venus adalah planet kedua terdekat dengan matahari yang berjarak sekitar 108 juta km. Planet
Venus tidak memiliki satelit seperti bumi tetapi Venus adalah benda langit paling terang
setelah matahari dan bulan. Bentuk dan
ukuran venus hampir mirip dengan bumi.
Tidak hanya itu saja komposisi planet, dan
gravitasi mirip dengan planet Bumi. Namun
kenyataannya venus dan bumi adalah planet
yang berbeda. Venus memiliki tekanan
atmosfer 92 kali lipat lebih besar dari bumi.
Planet Venus memiliki orbit mengelilingi matahari selama 224,7 hari. Selain itu, Venus adalah
planet terpanas di tata surya karena suhu permukaannya bisa mencapai 735 derajat kelvin.
c. Bumi
Bumi adalah planet ketiga setelah Venus yang mengelilingi matahari dan satu-satunya
planet yang memiliki kehidupan. Hal ini ditandai dengan adanya sumber kehidupan berupa
air, oksigen, karbon dioksida, lapisan ozon dan unsur kehidupan lainnya. Interaksi bumi
dengan objek lain diluar angkasa
disebabkan karena adanya gravitasi.
Gravitasi ini yang menyebabkan bumi
dapat berinteraksi dengan matahari dan
bulan yang merupakan satelit alami bumi.
Planet bumi memiliki orbit mengelilingi
matahari atau berevolusi selama 365,26
hari, yang kita kenal selama 1 tahun. Revolusi bumi terhadap matahari menyebabkan
terjadinya pergantian musim, sedangkan rotasi bumi adalah perputaran bumi yang
6
menyebabkan terjadinya siang dan malam. Bumi tidak berbentuk seperti bola atau lingkaran
sempurna. Melainkan terdapat tonjolan pada daerah khatulistiwa yang disebabkan karena
perputaran bumi. Ukuran bumi dirangkum sebagai berikut,
• Diameter bumi : 12.756 km
• Jari Jari bumi : 6.378 km
• Keliling bumi : 40.070 km (24.900 miles)
d. Mars
Planet mars adalah planet keempatdari matahari dan planet kedua terkecil setelah
merkurius yang memiliki diameter sekitar 6.800 km. Mars memiliki jarak ke matahari sekitar
228 juta km dengan waktu satu kali orbit selama 687 hari dan periode rotasi sekitar 24,6 jam.
Kata Mars diambil dari bahasa Romawi
yang berarti dewa perang, selain itu Mars
juga sering disebut sebagai planet merah
karena permukaannya yang berwarna
merah ketika dilihat dengan mata telanjang,
hal ini disebabkan karena reaksi oksida besi
yang terjadi pada permukaan mars. Mars memiliki dua satelit alami yaitu Phobos dan Deimos
yang berukuran kecil dan berbentuk tidak teratur. Karakteristik planet mars yaitu planet
berbatu dengan lapisan atmosfer tipis, terdapat kawah, arus lahar gunung berapi yang dahsyat,
lembah-lembah, padang pasir, dan es di kutubnya.
e. Jupiter
Jupiter adalah planet kelima dari matahari
dan merupakan planet yang terbesar dalam
sistem tata surya. Jupiter memiliki diameter
pada permukaannya sekitar 142.860 km dan
memiliki volume yang mampu menampung
7
1.300 kali bumi. Jupiter adalah gas raksasa yang sebagian besar tersusun dari helium dan
hidrogen dengan massa seperseribu massa Matahari dan 2,5 kali jumlah massa seluruh planet
di Tata Surya. Jupiter memiliki gas berwarna merah yang berputar mengelilingi tengah-tengah
planet jupiter sehingga akan membentuk ikat
pinggang merah raksasa yang menyebabkan terjadinya badai besar di permukaan Jupiter.
Perlu diketahui bahwa rotasi Jupiter terjadi selama 9,8 jam yang sekitar 2,5 kali lebih cepat
dari bumi dan mempunyai waktu revolusi sekitar 12 tahun.
f. Saturnus
Saturnus adalah planet keenam dari
Matahari dan merupakan planet terbesar
kedua setelah Jupiter. Kita tahu bahwa
planet Saturnus adalah planet paling
cantik diantara planet lainnya karena
saturnus memiliki cincin yang
mengelilingi planet. Cincin pada saturnus tersusun dari komponen cincin-cincin kecil yang
berjumlah sangat banyak. Cincin-cincin kecil ini tersusun dari gas beku dan butiran-butiran.
Menurut para ahli Astronomi butiran-butiran ini merupakan peninggalan dari satelit yang
hancur karena benturan dengan planet-planet yang lainnya. Jika kita mengamati dari Bumi,
pengamatan terhadap Saturnus tidak terlalu tampak hal ini dikarenakan letak Saturnus sangat
jauh dari Matahari sehingga cahaya pantulan Saturnus kurang jelas. Dalam satu kali berevolusi
mengelilingi matahari, planet Saturnus membutuhkan waktu selama 29,46 tahun. Planet
Saturnus juga melakukan rotasi atau berputar pada porosnya. Dalam sekali berotasi Saturnus
membutuhkan waktu 10 jam 40 menit 24 detik, sangat singkat dibandingkan dengan Bumi.
Dan setiap 378 hari, Planet Bumi dan Planet Saturnus serta Matahari berada dalam satu garis
lurus.
8
g. Uranus
Uranus adalah planet ketujuh dari
matahari dan termasuk planet terbesar
ketiga setelah Jupiter dan Saturnus. Planet
Uranus terkenal dengan sebutannya sebagai
planet paling dingin di tata surya. Hal ini
karena suhu minimun disana bisa mencapai
-224 celsius. Selain menjadi planet
terdingin, Planet Saturnus mempunyai keunikan dalam rotasinya. Planet ini berotasi atau
berputar ke porosnya dengan arah ke depan sehingga salah satu kutub menghadap ke arah
matahari. Menurut para astronom salah satu kutub yang mengarah ke matahari tersebut
disebabkan karena tumbukan dengan suatu objek yang besar sehingga mengakibatkan arah
rotasinya bergeser dan berbeda dengan planet-planet lainnya. Objek Astronomi ini hancur dan
membekas ketika benturan dengan uranus. Sisa dari kehancuran ini membentuk awan dan uap
air batu-batu di sekeliling uranus yang berbentuk cincin tipis. Planet Uranus memiliki jarak
dari matahari sekitar 2.870 juta km yang mempunyai diameter sekitar 50.100 km. Sekali
berotasi Uranus membutuhkan waktu selama 11 jam dan dalam revolusinya Uranus
membutuhkan waktu mengelilingi matahari sekitar 4 tahun.
h. Neptunus
a. Planet Neptunus adalah planet
kedelapan yang dihitung dari Matahari.
Neptunus merupakan planet terbesar
keempat di tata surya yang memiliki
diameter sekitar 49.530 km. Menurut
para ahli Astronomi massa Neptunus 17
kali lipat lebih besar daripada Bumi dan
sedikit lebih besar dari pada Planet Uranus.
9
b. Neptunus mengelilingi matahari pada jarak 4.450 juta kilo metermeter sehingga
membutuhkan waktu sekitar 164,8 tahun dalam sekali berevolusi dan dalam sekali putaran,
Neptunus membutuhkan waktu 16,1 jam.
c. Neptunus dinobatkan sebagai planet paling berangin di tata surya hal ini dikarenakan
Neptunus memiliki angin yang badai yang sangat sering terjadi, sehingga kapan saja badai
besar bisa terjadi di planet ini.
d. Hampir sama dengan Saturnus dan Uranus, Planet Neptunus juga emiliki cincin yang tipis.
Disamping itu, jarak Neptunus dengan Matahari sangat jauh sehingga atmosfer Neptunus
terluar merupakan tempat yang sangat dingin di dalam Tata Surya dengan suhu minus 218
derajat celcius.
3. benda – benda langit
1. Asteroid : benda langit dan padat yang terdapat dalam sistem tata surya kita. Asteroid adalah
contoh dari sejenis planet kecil(atau disebut juga planetoida), namun jauh lebih kecil
dari sebuah planet. Asteroid berada dalam sebuah sabuk antara Mars dan Jupiter yang
disebut planet.
2. Satelit : untuk susunan tata surya lainnya, ada yang namanya satelit. Satelit ini adalah yang
versi alam. Dimana satelit pada suatu planet yang mana planet itu menjadi pusat dari
satelit. Untuk mengelilingi planet, planet ini mempunyai rotasi atau berputar pada
porosnya. Misalnya, satelit dari bumi adalah bulan yang selalu berubah sesuai dengan
fasenya. Yang kedua ada satelit buatab manusia yang bertebaran di angkasa dengan
fungsi sebagai alat untuk bisa berkomunikasi seperti radio, televisi, serta pemetaan
bumi.
3. komet : dikenal juga dengan bintang berekor dimana jumlahnya sangat banyak. Komet
merupakan debu salju yang besarnya layaknya gunung, namun tidak bisa terlihat
mata.
10
4. meteoroid : terkadang satu asteroid dapat menambrak satelit lainnya. Tabrakan ini dapat
menyebabkan sebagian kecil asteroid terpotong. Potongan – potongan itu disebut
meteoroid. Meteoroid juga bisa bersal dari komet.
5. Meteor : jika sebuah meteoroid mendekati bumi da memasuki atmosfer bumi, ia terbakar dan
berubah menjadi meteor. Kita kerap menyebutnya dengan istilah “bintang jatuh”,
peristiwa munculnya bola api bercahaya dilangit. Meskipun sebenarnya meteor
bukanlah bintang.
6. meteorit : terkadang meteoroid tidak menguap sepenuhnya di atmoster. Bahkan kadang – kadang
mereka mampu bertahan melalui atmosfer bumi hingga berhasil mendarat di
permukaan bumi. Ketika mencapai bumi, maka mereka disebut meteorit.
E. Struktur Tata Surya
Perbanding massa relatif planet ini. Jupiter adalah 71% dari total dan Saturnus 21%. Mercury
dan Mars, yang bersama-sama total kurang dari 0,1% tidak muncul dalam diagram di atas.
Komponen utama dari Tata Surya adalah Sun, kelas G2 bintang deret utama yang berisi 99,86
persen dari massa seluruh sistem dan mendominasi gaya gravitasi. Yupiter dan Saturnus, dua
komponen terbesar mengelilingi matahari, yang mencakup sekitar 90 persen dari massa diam.
Hampir semua benda besar yang mengorbit Matahari terletak pada bidang edaran bumi, yang
umumnya disebut ekliptika. Semua planet terletak sangat dekat dengan ekliptika sementara
komet dan objek Sabuk Kuiper biasanya memiliki sudut yang sangat berbeda dari ekliptika.
Planet dan benda-benda tata surya juga mengorbit di sekitar Matahari berlawanan bila dilihat
dari atas Matahari kutub utara, dengan pengecualian Komet Halley.
Zona meliputi Tata Surya, planet-planet bagian dalam, sabuk asteroid, planet luar dan sabuk
Kuiper. (Gambar tidak sesuai skala)
11
Zona planet, matahari adalah pusat tata surya dan terletak paling dekat dengan planet
Merkurius (jarak dari Matahari 57,9 × 106 km, atau 0,39 SA), Venus (108,2 × 106 km, 0,72
SA), Bumi (149,6 × 106 km, 1 SA) dan Mars (227,9 × 106 km, 1,52 SA). Sebuah diameter
antara 4.878 km dan 12 km 756, dengan kepadatan antara 3,95 g / cm3 dan 5,52 g / cm3.
Antara Mars dan Jupiter ada sebuah daerah yang disebut sabuk asteroid, koleksi logam dan
mineral batuan. Kebanyakan asteroid hanya beberapa kilometer dengan diameter (lihat: Daftar
asteroid), dan beberapa memiliki diameter 100 km atau lebih. Ceres, bagian dari koleksi
asteroid ini, berukuran sekitar 960 km dan diklasifikasikan sebagai planet kerdil. Asteroid
orbit sangat elips, bahkan beberapa menyimpang Mercury (Icarus) dan Uranus (Chiron).
Zona planet luar, ada sebuah planet gas raksasa Jupiter (778,3 × 106 km, 5,2 SA), Uranus
(2875 × 109 km, 19,2 SA) dan Neptunus (4504 × 109 km, 30,1 SA) dengan kepadatan antara
0,7 g / cm3 dan 1,66 g / cm3.
12
RANGKUMAN
Sistem tata surya adalah susunan benda-benda langit seperti planet, asteroid dan satelit
yang bergerak mengelilingi matahari. Sistem tata surya termasuk dalam bagian alam semesta yang
sangat luas. Tata surya terletak dalam salah satu galaksi yang ada di alam semesta ini bernama
galaksi bimasakti (Milky Way).
Beberapa Teori Tata Surya hingga saat ini, belum ada satu teori pun yang secara pasti dapat
menggambarkan proses terbentuknya tata surya. Meskipun begitu, hingga saat ini setidaknya
sudah ada 6 hipotesis yang coba diungkapkan oleh para ahli :
1. Hipotesis Nebula
2. Hipotesis Planetisimal
3. Hipotesis Pasang Surut Bintang
4. Hipotesis Bintang Kembar
5. Hipotesis Proto Planet
6. Hipotesis The Big Bang
Anggota sistem tata Surya :
1. Matahari
Lapisan-lapisan matahari terdiri dari :
a. Bagian inti
b. Fotosfer
c. Kromosfer
d. Korona
13
2. Planet-planet
Planet adalah benda angkasa yang tidak dapat menghasilkan cahaya sendiri dan beredar
mengelilingi matahari. Terdapat delapan planet yang berputar mengelilingi matahari seperti
berikut :
a. Merkurius f. Saturnus
b. Venus g. Uranus
c. Bumi h. neptunus
d. Mars
e. Jupiter
3. Benda – Benda Langit
Benda langit adalah suatu sebutan dari berbagai macam benda yang ada dilangit atau luar
angkasa. Benda langit terdiri dari berbagai macam, antara lain :
a. Asteroid
b. Satelit
c. Komet
d. Meteoroid
e. Meteor
f. Meteorit
Struktur tata surya
a. Perbanding massa relatif planet ini. Jupiter adalah 71% dari total dan Saturnus 21%.
Mercury dan Mars, yang bersama-sama total kurang dari 0,1% tidak muncul dalam
diagram di atas.
b. Komponen utama dari Tata Surya adalah Sun, kelas G2 bintang deret utama yang berisi
99,86 persen dari massa seluruh sistem dan mendominasi gaya gravitasi. Yupiter dan
Saturnus, dua komponen terbesar mengelilingi matahari, yang mencakup sekitar 90
persen dari massa diam.
c. Hampir semua benda besar yang mengorbit Matahari terletak pada bidang edaran bumi,
yang umumnya disebut ekliptika. Semua planet terletak sangat dekat dengan ekliptika
14
d. sementara komet dan objek Sabuk Kuiper biasanya memiliki sudut yang sangat berbeda
dari ekliptika.
e. Planet dan benda-benda tata surya juga mengorbit di sekitar Matahari berlawanan bila
dilihat dari atas Matahari kutub utara, dengan pengecualian Komet Halley.
TUGAS
Pilihlah salah satu jenis planet yang kau ketahui sebagai topik pembahasan dan uraikan!
15
TES FORMATIF
1. Hipotesis tata surya yang berasal dari kabut raksasa yang tersusun atas debu,es,dan gas
disebut dengan hipotesis...
A. nebula
B. planetisimal
C. pasang surut bintang
D. bintang kembar
E. big bang
2. Hipotesis yang menjelaskan tentang tata surya berasal dari ledakan yang sangat besar...
A. nebula
B. planetisimal
C. bintang kembar
D. proto planet
E. big bang
3. Manfaat dari mempelajari tata surya adalah kecuali...
A. Mempekirakan perubahan musim
B. Membantu penanggalan
C. Membantu penumbuhan beberapa unsur kimia
D. Untuk mengetahui planet-planet ditata surya
E. Untuk mengetahui kapan hujan
4. Perhatikan pernyataan – pernyataan berikut.
1) tidak memancarkan cahaya sendiri
2) memancarkan cahaya sendiri
3) tidak memiliki orbit yang jelas
4) mengorbit matahari
16
Berdasarkan pernyataan di atas, yang merupakan ciri – ciri planet adalah...
A. (1) dan (2)
B. (1) dan (3)
C. (1) dan (4)
D. (2) dan (3)
E. (3) dan (4)
5. Satu – satunya planet di tata surya yang dapat dihuni manusia adalah...
A. Neptunus
B. Merkurius
C. Venus
D. Bumi
E. Mars
6. Planet – planet yang berada di tata surya tidak bertabakan karena...
A. Mempunyai berat sendiri – sendiri
B. Mempunyai satelit sendiri – sendiri
C. Mempunyai rotasi sendiri – sendiri
D. Mempunyai orbit sendiri – sendiri
E. Mempunyai cahaya sendiri – sendiri
7. Garis edar yang dimiliki setiap planet disebut...
A. Satelit
B. Planet
C. Orbit
D. Meteorit
E. Komet
8. Benda langit yang terlihat berkelip memancarkan cahaya pada malam hari adalah...
A. Planet
B. Komet
C. Bintang
D. Satelit
E. Orbit
17
9. Atmosfer merkurius terdiri dari gas natrium dan kalium sehingga...
A. Banyak hewan hidup di atasnya
B. Tidak ada makhluk hidup di atasnya
C. Sedikit tumbuhan yang hidup
D. Ada banyak jenis hewan luar angkasa
E. Banyak tumbuhan yang hidup
10. Kumpulan dari matahari, planet, dan benda langit lainnya disebut...
A. Galaksi
B. Tata surya
C. Bima sakti
D. Satelit
E. Planet
18
LEMBAR KERJA PRAKTIK
I. Tugas : Membuat kreasi miniatur tata surya dengan menggunakan plastisin atau
tanah liat.
II. Nama Kelompok : .....................
Anggota : 1. .................
2. .................
3. .................
4. .................
III. Alat dan Bahan :
1. Sterofoam
2. Tanah liat
3. Tusuk gigi
4. Kertas origami
5. Gunting
6. Double tip
7. Spidol
IV. Langkah – langkah Kegiatan :
1. Siapkan alat dan bahan, pastikan sudah lengkap semua.
2. Lalu mulai bentuk tanah liat sesuai dengan yang ada di sistem tata surya.
3. Jika sudah beri satu persatu sistem tata surya itu tusuk gigi .
4. Kemudian potong kertas origami dan tulis masing – masing nama menggunakan spidol.
5. Lalu tempelkan nama itu sesuai dengan namanya.
6. Setelah itu tancapkan sistem tata surya yang telah dibuat tadi ke sterofoam sesuai urutannya
dan orbitnya.
19
KUNCI JAWABAN
1. A
2. E
3. E
4. C
5. D
6. D
7. C
8. C
9. B
10. B
20
DAFTAR PUSTAKA
https://idschool.net/contoh-soal-tata-surya-smp-1/
balkopites.blogspot.com/2018/08/soal-sistem-tata-surya.html?m=1
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Tata_Surya
https://www.slideshare.net/mobile/septiavitha/ppt-tata-surya-kelompok-6
https://www.google.com/amp/s/amp.kompas.com/skola/read/2019/12/09/15290169/mengenal-
anggota-tata-surya-dari-yang-terbesar-sampai-yang-terkecil
https://alnairaldebaran-wordpress-com.cdn.ampproject.org
https://rumuspintar.com/tata-surya/
https://wirahadie.com/sistem-tata-surya/
https://farhanirs.blogspot.com/2016/06/ringkasan-materi-tata-surya.html?m=1
21
22