BAHAN AJAR
KOMPETENSI
KEJURUAN
AKUNTANSI
KOMPETENSI DASAR 1
Memahami Dasar-Dasar Akuntansi
• Pengertian, Tujuan Dan Fungsi
Akuntansi
• Pihak-Pihak Yang Membutuhkan
Informasi Akuntansi
• Spesialisasi Dalam Bidang Akuntansi
• Jabatan Dalam Bidang Akuntansi
• Prinsip -Prinsip Akuntansi
Tujuan Kegiatan Pembelajaran
Peserta Didik mampu:
(1) Menjelaskan Pengertian, Tujuan dan Peran Akuntansi
(2) Mengidentifikasi pihak-pihak yang membutuhkan informasi akuntansi
(3) Menyebutkan indikator dalam spesialisasi akuntansi
(4) Mendeskripsikan jabatan dalam bidang akuntansi
(5) Menjelaskan prinsip-prinsip
DAFTAR ISI 1
1
1. Pengertian, Tujuan Dan Peran Akuntansi......................................................... 2
Pengertian Akuntansi ........................................................................................ 2
Tujuan Akuntansi.............................................................................................. 3
Peran Akuntansi ................................................................................................ 3
4
2. Pihak-Pihak Yang Berkepentingan Terhadap Laporan Keuangan ................... 5
Pihak Internal Perusahaan................................................................................. 6
Pihak Eksternal Perusahaan .............................................................................. 7
3. Spesialisasi Dalam Bidang Akuntansi ..............................................................
4. Profesi Akuntan.................................................................................................
5. Prinsip-Prinsip Akuntansi .................................................................................
i
1. Pengertian, Tujuan dan Peran Akuntansi
Pengertian Akuntansi
Untuk menjelaskan pengertian akuntansi dalam modul ini mengacu pada definisi
akuntansi yang dikemukakan oleh ahli sebagai berikut:
American Accounting Association memberikan definisi yang diartikan secara bebas
sebagai berikut:
“Akuntansi adalah proses mengidentifikasi, mengukur dan melaporkan informasi
ekonomi, untuk memungkinkan adanya penilaian dan keputusan yang jelas dan tegas
bagi mereka yang menggunakan informasi tersebut”
Al Haryono, Memberikan definisi akuntansi sebagai berikut:
“Akuntansi adalah proses pencatatan, penggolongan, peringkasan, pelaporan dan
penganalisaan data keuangan suatu organisasi”. Definisi ini menunjukkan bahwa
kegiatan akuntansi merupakan tugas yang kompleks dan menyangkut macam-macam
kegiatan”.
Pengertian yang terkandung dalam pernyataan di atas adalah:
1) Bahwa akuntansi merupakan proses
yang meliputi pengidentifikasian,
pencatatan, penggolongan,
peringkasan dan pelaporan informasi
ekonomi (menjelaskan tentang
kegiatan akuntansi)
2) Bahwa informasi ekonomi yang
dihasilkan oleh akuntansi diharapkan berguna dalam penilaian dan pengambilan
keputusan mengenai perusahaan (menjelaskan kegunaan informasi yang dihasilkan
akuntansi).
1
Tujuan akuntansi
Tujuan utama dari akuntansi adalah
menghasilkan informasi ekonomi
(economic information) dari
kesatuan ekonomi (economic
entity) untuk pihak-pihak yang
berkepentingan. Informasi ekonomi
yang dihasilkan oleh akuntansi
adalah laporang keungan yang
terdiri dari neraca dan perhitungan
rugi laba.
Informasi ekonomi ini berguna bagi pihak yang berkepntingan/pemangku kepentingan
(Internal maupun ekternal organisasi). Kegunaan informasi ekonomi bagi pihak
internal organsisasi (manajemen yaitu orang yang diberikan tugas untuk memimpin
perusahaan) terutama adalah untuk pengambilan keputusan dan pertanggungjawaban,
dan juga pengambilan keputusan bagi pihak ekternal organisasi (investor yaitu orang
yang menanamkan modalnya dan kreditor yaitu orang yang memberi pinjaman kepada
perusahaan dan pihak lainnya). Untuk menghasilkan informasi ekonomi perusahaan
perlu menciptakan metode untuk mencatat, menggolongkan dan mengikhtisarkan
semua kegiatan keuangan perusahaan, kemudian melaporkan hasilnya.
Peran Akuntansi
James M. Reeve dkk. memberikan pengertian akuntansi secara umum sebagai berikut:
“Akuntansi adalah suatu sistem informasi yang menyediakan laporan keuangan
untuk para pemangku kepentingan mengenai aktivitas dan kondisi ekonomi
perusahaan”.
2
Dalam Pengertian Akuntansi diatas, akuntansi berperan sebagai penyedia informasi bagi
para pemangku kepentingan dalam perusahaan melalui proses sebagai berikut:
• Mengidentifikasi pemangku
kepentingan
• Menilai kebutuhan pemangku
kepentingan
• Merancang sistem informasi
akuntansi untuk memenuhi
kebutuhan pemangku kepentingan
• Mencatat sistem informasi akuntansi untuk memenuhi kebutuhan pemangku
kepentingan
• Menyiapkan laporan akuntansi bagi para pemangku kepentingan
2. Pihak-pihak yang berkepentingan terhadap laporan keuangan
Pihak Internal Perusahaan :
1) Pemimpin (manajemen) perusahaan
Laporan keuangan berfungsi sebagai:
a) Bukti pertanggungjawaban kepada pemilik perusahaan atas kepercayaan yang
diberikan kepadanya untuk mengelola perusahaan.
b) Alat penilaian pelaksanaan kegiatan perusahaan
c) Bahan pertimbangan untuk pengambilan keputusan dan penetapan rencana
kegiatan untuk periode yang akan datang.
3
2) Pemilik perusahaan atau para pemegang saham
Laporan keuangan berfungsi sebagai:
a) Alat untuk menilai keberhasilan dan mengawasi perilaku pemimpin (manajemen)
perusahaan
b) Dasar penetapan taksiran keuntungan akan diterima di masa datang
c) Bahan untuk mengetahui perkembangan dan kondisi perusahaan
3) Karyawan dan para buruh perusahaan
Laporan keuangan bagi karyawan perusahaan sangat penting, untuk melihat prospek
dan kondisi perusahaan tempat mereka mencari nafkah. Hal ini erat kaitannya
dengan keterjaminan kerja mereka.
Pihak Eksternal Perusahaan :
1) Investor dan kreditur atau calon kreditur
Laporan keuangan berfungsi sebagai informasi untuk mengetahui posisi atau
prospek keuangan suatu perusahaan sebelum investor menanamkan modalnya atau
kreditor sebelum memberikan pinjaman/menetapkan besarnya jumlah pinjaman
yang akan diberikan.
2) Pemerintah
Terutama dalam hubungannya dengan perhitungan pajak, karena penentuan besar-
kecilnya pajak dapat dilihat dari besar-kecilnya laba yang diperoleh peruahaan yang
bersangkutan.
4
3. Spesialisasi Dalam Bidang Akuntansi
Sejalan dengan perkembangan ekonomi yang semakin pesat menuntut
perkembangan di bidang kegiatan akuntansi. Untuk itu diperlukan pengkhususan
bidang-bidang kegiatan akuntansi antara lain sebagai berikut:
1) Akuntansi keuangan/Akuntansi Umum (Finansial Accounting/General Acconting),
yaitu akuntansi yang objek kegiatannya adalah menyangkut perubahan harta,
hutang dan modal suatu perusahaan, yang bertujuan menghasilkan informasi
(laporan) keuangan untuk kepentingan pihak intern perusahaan (manajemen)
maupun pihak ekstern perusahaan misalnya: bank, investor dan pemerintah.
2) Akuntansi Biaya (Cost Accounting), yaitu akuntansi yang kegiatannya adalah
transaksi keuangan yang berhubungan dengan biaya-biaya pembuatan dan
penjualan suatu produk. Akuntansi biaya bertujuan untuk menyediakan informasi
biaya yang diperlukan untuk kepentingan intern (Pimpinan) perusahaan.
3) Akuntansi Perpajakan (Tax Accounting), yaitu akuntansi yang kegiatannya
berhubungan dengan penentuan objek pajak yang menjadi beban perusahaan serta
perhitungannya untuk kepentingan penyusunan laporan pajak.
4) Akuntansi Anggaran (Budgetary Accounting), yaitu akuntansi yang kegiatannya
berhubungan dengan pengumpulan dan pengolahan data operasi keuangan yang
sudah terjadi, serta taksiran kemungkinan yang akan terjadi untuk kepentingan
penetapan rencana operasi keuangan perusahaan (anggaran) dalam suatu periode
tertentu. Dengan membandingkan antara rencana operasi keuangan yang telah
ditetapkan sebelumnya dengan pelaksanaannya merupakan alat bantu bagi
manajemen dalam melaksanakan fungsi pengawasan.
5
5) Akuntansi Pemeriksaan (Auditing), yaitu akuntansi yang kegiatanya berhubungan
dengan pemeriksaan catatan-catatan hasil kegiatan akuntansi keuangan, unruk
menguji kelayakan laporan keuangan yang dihasilkannya.
6) Akuntansi pemerintah (Govermental Accounting), yaitu akuntansi yang
kegiaatannya berhubungan dengan masalah penyelenggaraan keuangan negara,
atau sering disebut dengan administrasi kaungan negara.
4. Profesi Akuntan
Yang berhak melaksanakan praktik akuntan adalah Sarjana Ekonomi (SE) yang
bergelar akuntan dan telah bersertifikat.
Dipandang dari sudut pekerjaannya akuntan dapat digolongkan sebagai berikut:
1) Akuntan Publik, yaitu akuntan swasta
yang berprofesi sebagai pemeriksa
bebas (independent) terhadap laporan
keuangan perusahaan-perusahaan atau
organisasi lain.
2) Akuntansi Intern, adalah akuntan yang
bekerja pada perusahaan-perusahaan,
sehingga menjadi bagian dan mendapat gaji dari perusahaan tempat mereka bekerja.
Tugas akuntan intern diantaranya merencanakan sistem akuntansi, mengatur
pembukuan, membuat ikhtisar-ikhtisar keuangan, atau bertindak sebagai pemeriksa
intern (internal auditor).
3) Akuntan Pemerintah, adalah akuntan yang bertugas pada Badan Usaha Milik Negara
(BUMN), direktirat Jendral Pajak, Direktirat Jendral Pengawas Keuangan Negara
dan lain-lain.
4) Akuntan Pendidik, yaitu akuntan yang bertugas dalam pendidikan akuntansi yaitu
mengajar,m menyusun kurikulum pendidikan akuntansi dan melakukan penelitian di
bidang akuntansi.
6
5. Prinsip-Prinsip Akuntansi
Yang dimaksud dengan prinsip akuntansi (the principle of accounting) ialah
landasan-landasan yang dipakai sebagai pedoman dalam melaksanakan kegiatan
akuntansi.
Prinsip-prinsip akuntansi yang dimaksud sebagai adalah:
1) Dapat dibuktikan secara
obyektif (Objectivity)
artinya laporan keuangan
yang dibuat dapat
dibuktikan kebenarannya.
2) Berhati-hati
(concervatism) terutama
dalam pengakuan laba.
Selalu berhati-hati memperhitungkan segala yang diperkirakan merugikan.
3) Tetap tidak berubah-ubah (cosistency), prinsip ini mengharuskan menaati suatu
metode atau system yang telah dipilih dan tidak berubah-ubah tampa alasan yang
dapat diterima, setidak-tidaknya dalam satu periode akuntansi.
4) Lengkap tidak menyembunyikan sesuatu (Completnes/full limitation). Artinya
laporan keuangan harus disusun secara lengkap, tidak ada yang disembunyikan.
5) Cukup berarti (materiality), meskipun laporan keuangan harus lengkap tidak berati
laporan keuangan harus sampai sekecil-kecilnya hingga menimbulkan keruwetan
dan tidak mudah dimengerti. Misalnya piutang sebesar Rp 32.465.750,00 cukup
dilaporkan sebesar Rp 32.400.000,00 atau Rp 32.460.000,00 sudah dianggap layak.
6) Dapat dimengerti (understandability), bahwa laporan keuangan itu dapat dimengerti
oleh siapa saja yang membaca laporan tersebut.
7) Batas waktu penyusunan laporan keuangan (time limitation), bahwa laporan
keuangan yang dibuat harus menunjukkan batas waktu (periode) tertentu dari tanggal
tertentu sampai tanggal waktu tertentu pula.
8) Terus menerus (contunuity), bahwa penyusunan laporan keuangan itu disusun setiap
periode secara terus menerus, sehingga laporan rahun berjalan dapat dibandingkan
dengan laporan tahun lalu.
7
DAFTAR PUSTAKA
1, T. G. (2015). Kompetensi Keujuruan Akuntansi Semester 1. kendari.
8