PROPOSAL USAHA
USAHA TEMPAT PENSIL
BERBAHAN DASAR LIMBAH KARDUS
“Make New Things with Used Things”
Disusun oleh :
Batrisha Humaira 06
XI MIPA 1
2020/2021
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah Swt. yang telah memberikan karunia dan rahmat-Nya
sehingga penulis dapat menyelesaikan proposal ini dengan judul “PROPOSAL USAHA
TEMPAT PENSIL BERBAHAN DASAR LIMBAH KARDUS” dengan tujuan
menyelesaikan tugas mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan (PKWU) tahun ajaran
2020/2021.
Penulisan menyedari bahwa dalam penulisan proposal ini masih banyak kesalahan dan
kekurangan, juga masih jauh dari kata sempurna. Maka dari itu penulis mengharapkan kritik
dan saran agar dapat menjadi lebih baik di kesempatan lainnya.
Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu
penulis, baik secara moral maupun spiritual, langsung ataupun tidak langsung dalam
menyelesaikan penulisan proposal ini. Semoga proposal ini dapat diterima dengan baik dan
dapat dijalan sesuai dengan rencana yang sudah disiapkan.
Jakarta, 18 September 2020
Penulis
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Tempat pensil suatu barang yang berfungsi untuk menaruh alat-alat tulis, tidak
hanya untuk pensil. Tempat pensil bisa dibagi menjadi dua jenis, tempat pensil portable
(yang dapat dibawa-bawa) dan juga tempat pensil terbuka (yang biasanya berada di atas
meja). Kita bisa menemukan berbagai macam tempat pensil dengan bentuk yang unik
dan berbahan dasar yang berbagai macam, seperti tempat pensil yag berbahan dasar
plastik, kayu, kaleng, dan bahkan kain.
Pada kesempatan kali ini, saya ingin membuka usaha untuk membuat tempat pensil
terbuka untuk diatas meja berbahan dasar kardus. Selain dapat menjadi barang dengan
nilai fungsi yang tinggi, produk ini juga dapat menjadi pendukung kegiatan 3R, yaitu
Reduce, Reuse, dan Recycle.
Tujuan utama saya membuka usaha ini adalah mengurangi sampah yang ada dan
menghasilkan penghasilan dari produk ini. Karna seperti yang kita sudah ketahui,
kardus dapat menghasilkan banyak barang berguna dan bernilai jual tinggi jika kita
dapat mengkreasikannya dengan baik.
Tema yang saya gunakan untuk produk in adalah “Make New Things with Used
things”. Saya menggunakan tema ini dengan harapan tidak hanya membuat barang baru
dari barang bekas, namun juga menjadikan barang baru tersebut bernilai jual tinggi.
Saya juga berharap barang baru (produk baru) tersebut dapat menjadi pendukung
kegiatan-kegiatan yang melestarikan bumi.
Saya berharap proposal ini dapat diterima dengan baik agar usaha “Tempat Pensil
Berbahan Dasar Limbah Kardus” ini dapat dilaksanakan dengan lancar sesuai dengan
yang telah direncakan sebelumnya.
1.2. Tujuan
Umum :
1. Mengurangi sampah yang ada.
2. Mendukung gerakan pelestarian bumi dan 3R (Reduce, Reuse, Recycle).
3. Mengembangkan kreativitas dan jiwa kewirausahaan.
Khusus:
Menyelesaikan tugas mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan (PKWU).
BAB II DESKRIPSI USAHA
2.1. Informasi Tentang Usaha
Usaha yang saya kembangkan adalah usaha yang menghasilkan tempat pensil yang
berbahan dasar limbah kardus yang tidak terpakai. Produk ini diolah dengan
semaksimal dan sebaik mungkin agar dapat menghasilkan nilai jual tinggi dan juga
menarik perhatian konsumen untuk membeli produk ini sehingga saya dapat
menghasilkan penghasilan dan mengembangkan lagi usaha ini di kemudian hari.
Usaha ini saya kembangkan di Jln. Prumpung Tengah yang mudah diakses dan
banyak calon pembeli, mulai dari anak kecil hingga anak-anak SMA maupun
mahasiswa dan pekerja, yang ada di sekitar lingkungan tersebut. Usaha saya buka dari
jam 08.00 hingga 18.00 WIB.
2.2. Visi, Misi, dan Tujuan Usaha
2.2.1. Visi :
Menciptakan produk baru dari bahan bekas yang dapat bernilai jual tinggi dan dapat
mendukung gerakan-gerakan untuk menyelamatkan bumi.
2.2.2. Misi :
1. Menciptakan produk tempat pensil yang unik dan dapat menarik minat pembeli.
2. Mendukung program-program untuk memelihara bumi.
3. Menumbuhkan jiwa kreativitas dan kewirausahaan.
4. Membuka lapangan kerja baru.
2.2.3. Tujuan Usaha :
Menghasilkan penghasilan dengan memanfaatkan barang-barang bekas dan bahan-
bahan yang ada di rumah sehingga dapat menahan pertambahan modal dan juga
menjalan protokol-protokol kesehatan untuk tidak keluar rumah di masa pandemi ini.
Juga menjadikan usaha yang dapat mendukung dan membantu pengurangan sampah
dan angka pengangguran.
2.3. Jenis Usaha
Usaha ini saya kembangkan di bidang pengolan limbah kardus berkas menjadi
suatu barang yang berguna. Usaha ini saya kembangkan dengan kondisi sekarang ini
dan juga melihat kemampuan dan bahan-bahan yang tersedia seta modal yang saya
miliki.
2.4. Produk yang Dihasilkan
Produk yang dihasilkan untuk usaha ini berbentuk tempat pensil yang berbahan
dasar limbah kardus yang nantinya akan dikreasikan dan dihias semenarik dan seunik
mungkin agar dapat menarik perhatian konsumen.
BAB III PASAR DAN PEMASARAN LINGKUNGAN USAHA
3.1. Lingkungan Usaha
Usaha dan produksi produk usaha ini saya kembangkan di Jln. Prumpung Tengah,
Cipinag Besar Utara, Jatinegara. Daerah ini mudah dijangkau dan banyak calon pemeli
di sekitarnya.
Dilihat dari kesehariannya, warga di lingkungan usaha ini memiliki gaya hidup
sederhana yang lebih mementingkan harga barang daripada kualitas barang. Oleh
karena itu, saya cukup yakin banyak pembali yang akan membeli produk usaha ini
karna produk ini saya buat sebaik dan seunik mungkin namun juga dengan harga yang
terjangkau.
3.2. Kondisi Pasar
Target penjualan dari usaha ini adalah anak-anak yang masih bersekolah, mulai
dari anak SD hingga anak SMA. Namun, target saya tidak menutup kemungkinan
bahwa orang-orang perkantoran atau orang-orang yang sudah bekerja membeli produk
dari usaha ini.
Analisis SWOT untuk usaha dan produk usaha ini adalah :
Strength (Kekuatan) Weakness (Kelemahan)
- Produk dijual dengan harga yang - Banyak penjual/pesaing yang
terjangkau. menjual produk seperti ini.
- Produk unik dan menarik sehingga - Masih kurangnya bahan-bahan
dapat mendatangkan banyak calon yang diperlukan
pembeli. - Produk dapat basah dan luntur jika
- Penjualan menggunakan media terkena air.
sosial sehinngga dapat menarik
banyak calon pembeli.
Opportunities (Kesempatan) Threats (Ancaman)
- Belum banyakk penjual yang - Hujan yang menyebabkan salah
menggunakan kertas satu strategi pemasaran harus
berwarna/origami untuk produk ini, dihentikan hingga hujan berhenti.
kebanyakann menggunakan koran. - Banyak penjual/pesaing yng
menjual produk ini.
- Permintaan produk akan terus ada - Dapat terjadi kecelakaan saat
karna produ unik dan harganya mengerjakan produk ini, misalnya
terjangkau tangan teriris cutter/gunting atau
terkena lem tembak
- Informasi akan tentang produk akan
cepat menyebar karena pemasaran
menggunakan media sosial.
3.3. Rencana Pemasaran
3.3.1. Penetapan Harga
Harga yang saya tetapkan untuk produk usaha ini sebesar Rp 10.000,00
sampai dengan Rp 15.000,00 mengingat target utama penjualan produk ini
adalah anak-anak yang masih bersekolah.
3.3.2. Strategi Pemasaran
Strategi pemasaran untuk usaha ini yaitu saya akan menaruh etalase yang
berisikan produk-produk usaha ini agar mudah terlihat oleh orang banyak dan
juga calon pembeli. Etalase tersebut akan saya taruh di depan rumah saya.
Strategi pemasaran lainnya adalah menaruh produk-produk ini di toko-
toko buku yang berada di sekitar lingkungan tempat produk diproduksi.
Strategi pemasaran yang menurut saya sangat ampuh dan sesuai dengan
kondisi pandemi saat ini adalah menggunakan media sosial untuk
mempromosikan produk ini. Dengan begitu, calon pembeli tidak harus keluar
rumah dan tetap mengikuti aturan pemerintah.
BAB IV ASPEK PRODUKSI
4.1. Lokasi Usaha
Lokasi produksi produk ini bertempat di Jln. Prumpung Tengah, Kelurahan
Cipinang Besar Utara, Kecamatan, Jatinegara, Kota Jakarta Timur, Provinsi DKI
Jakarta.
4.2. Fasilitas dan Peralatan Produk
Alat-alat yang akan digunakan dalam produksi produk usaha inni antar lain:
1. Penggaris
2. Gunting
3. Cutter
4. Lem tembak
5. Pensil
6. Penghapus
4.3. Kebutuhan Bahan Baku
Bahan yang diperlukan selama proses pembuatan produk usaha ini adalah:
1. Kardus bekas
2. Kertas warna/origami
3. Lem tembak
4. Selotip
5. Double tape
5.4. Kebutuhan Tenaga Kerja
Dalam proses produksi produk usaha ini saya menggunaka tenaga kerja
sendiri/pribadi.
5.5. Proses Produksi
Langkah-langkah dalam produksi pproduk usaha ini adalah:
1. Perkirakan seberapa besar produk yang akan dihasilkan.
2. Buatlah 4 buah persegi panjang (untuk sisi tempat pensil) dan satu buah persegi
(untuk alas tempat pensil). Usahakan ukuran persegi panjang tidak terlalu tinggi
mengingat ukuran panjang pensil/pulpen.
3. Tempelkan terlebih dahulu origami (warna yang sama) pada salah satu sisi pada
keempat persegi panjang dan persegi tersebut. Sisi ini nantinya kan menjadi bagian
dalam tempat pensil.
4. Hubungkan keempat persegi panjang tersebut hinngga menjadi menjadi sebuah
balok lalu di salah satu ujung balok tempelkan persegi.
5. Gulung origami-origami tersebut dan rekatkan dengan selotip agar tidak terlepas.
6. Tempelkan origami tersebut (yang ada selotipnya di bagian bawah) menggunakan
double tape di ujung-ujung tempat pensil seperti pada gambar dibawah ini.
Gunakan warna yang sama.
7. Lalu tempelkan lagi origami menggunakan double tape secara diagonal di sisi-sisi
tempat pensil seperti pada gambar di bawah ini.
Pastikan sisi-sisi tempat pensil tertutup oleh origami-origami tersebut sehingga
kardus tidak terlihat dan gunakan warna yang berbeda untuk origami-origami ini.
BAB V ASPEK KEUANGAN
5.1. Modal
Modal yang dibutuhkan untuk usaha ini diperkirakan sebesar Rp 500.000,00
dengan biaya tak terduga sebesar Rp 10.000,00 untuk membuat 100 unit.
5.2. Sumber Pembiayaan dan Penggunaan Dana
5.2.1. Sumber pembiayaan
Sumber daya yang akan saya gunakan untuk memproduksi produk usaha ini
berasal dari uang tabungan saya sendiri ditambah dengan pinjaman yang berasal
dari orang tua saya.
5.2.2. Penggunaan Dana
No. Rincian Penggunaan Dana Jumlah Biaya
1. Kardus 20 buah Rp 40.000,00
2. Origami 30 pack Rp 160.000,00
3. Double tape 30 buah Rp 120.000,00
4. Isi lem tembak 40 buah Rp 60.000,00
5. Selotip 10 buah Rp 70.000,00
6. Kemasan plastik 10 pack Rp 50.000,00
Total Rp 500.000,00
Break Even Point (BEP) usaha ini.
- Biaya Tetap (Fixed Cost) = Rp 500.000,00
- Biaya Variabel (Variable Cost) = Rp 10.000,00
- Harga jual per unit = Rp 15.000,00
- BEP Unit = 100 unit (sudah ditetapkan)
1. BEP Harga = BEP Unit × Harga jual per unit
= 100 × Rp 15.000,00
BEP Harga = Rp 1.500.000,00
2. Usaha ini harus mencapai penjualan sebesar Rp 1.500.000,00 dengan
menjual 100 unit untuk mencapai Break Even Point (BEP) nya.
BAB VI PENUTUP
6.1. Kesimpulan
Usaha ini merupakan usaha yang menghasilkan produk berbahan dasar limbah
kadus sehingga modal yang dikeluarkan tidak terlalu banyak dan juga harganya
terjangkau mengingat target adalah anak-anak yang masih sekolah.
Usaha ini dikembangkan dengan tujuan menghasilkan penghasilan dan juga
mendukung gerakan-gerakan melestarikan bumi.
6.2. Saran
Sebaiknya ketika ingin menaruh etalesa di depan rumah, perhatikan terlebih dahulu
cuacanya agar jika memang cuaca tidak mendukung, startegi pemasaran itu bisa
diundur dan dapat menjalan startegi pemasaran yang lainnya.
Dan juga sebaiknya ketika melakukan memproduksi produk usaha ini diawasi oleh
orang dewasa dan juga berhati-hati menggunakan gunting, cutter, dan juga lem tembak
karna benda-benda tersebut dapat menimbulkan kecelakaan jika tidak berhati-hati
menggunakannya.