Helva Febriana
  • 5
  • 0
Aura Kata Aura Yvonne de Fretes - Mengenal Yvonne de Fretes dengan Karya
ISBN: 978–623–8105–85–4 (cetak terbatas)
DOI: 10.5281/zenodo.18371667 (online)
_____
Aura Kata Aura Yvonne de Fretes
Oleh: Helva Febriana Putri
____
Sastra Indonesia telah menapaki perjalanan yang sangat panjang beriringan dengan perkembangan zaman. Dari Sastra Melayu angkatan Balai Pustaka hingga kini sastra dapat diakses secara digital. Setiap angkatan sastra melahirkan penulis dengan berbagai macam ciri khas dan keunikan masing-masing, baik dalam berbahasa, penulisan maupun kepribadian yang mereka salurkan ke dalam tulisan sastra. Sastra bukan hanya sekumpulan estetika, tetapi juga menjadi tempat untuk menyuarakan pendapat, perlawanan, identitas, ataupun refleksi diri.

Seiring perkembangan zaman tentu membawa banyak perubahan terhadap bentuk, isi, dan makna karya sastra. Namun, yang tetap bertahan ialah “eager” atau hasrat, keinginan untuk menyampaikan dan menciptakan sesuatu yang lebih dalam daripada hanya sekadar kata—yang membentuk suatu kalimat.

Dalam perjalanan panjang kesusastraan Indonesia, muncul sosok-sosok penting yang bukan hanya mengikuti arus, tetapi menciptakan jalurnya sendiri. Salah satunya adalah Yvonne de Fretes.

Tahun 1979, Yvonne de Fretes memulai kariernya sebagai jurnalis di Bob Hasan Sportif. Ketika wawancara kerja pun pertanyaan yang dilontarkan kepadanya adalah seputar membaca sastra karya sastrawan terkenal pada masa itu.

Selain menjadi penulis artikel dan esai untuk koran dan majalah, Yvonne de Fretes menjadi penulis sastra puisi dan cerpen. Cerpen pertama Yvonne terbit pada tahun 1983. Yvonne de Fretes disebut sebagai jurnalis perupa, yaitu berkarya di bidang sastra dan melakukan liputan, serta menulis berita terkait sastra dan seni. Sebagai bentuk menghormati dan melestarikan karya sastra, Yvonne beberapa kali menjadi koordinator pameran karya seni rupa dan lukisan. Yvonne juga menjadi kolumnis di berbagai media cetak nasional dan daerah. Karyanya banyak menghiasi halaman majalah Horison dan kolom lensa pada koran Harian Terbit Minggu sejak tahun 1988.

Kemampuan dan hasrat Yvonne dalam kesusastraan dan kesenian sangatlah kuat yang mengharuskannya mempelajari seni bidang lain, contohnya menjadi produser Teater Que pada tahun 1992, serta menciptakan karya baru sebagai penyair. Tak hanya sebagai pembuat karya, Yvonne memiliki peran penting dalam berbagai organisasi sastra. Pernah menjabat sebagai sekretaris himpunan Pengarang Indonesia AKSARA, ketua umum Wanita Penulis Indonesia dari 2007 hingga 2010. Aktif di Dewan Buku Nasional serta mendirikan Forum Wanita Sastra di Padang. Juga memeroleh gelar magister filsafat dan menjadi pengajar perguruan tinggi serta konselor.

Hal tersebut menunjukkan dedikasi Yvonne dalam dunia pendidikan dan literasi. Sebagai sastrawan, Yvonne telah membuahkan sejumlah karya penting yang banyak mendapatkan perhatian dari para sastrawan dan seniman, dari Antalogi Monolog (1994), Bulan di Atas Lovina (1995), Resonansi Indonesia (2001), hingga Dunia Perempuan (2002). Yvonne dikenal sebagai penulis yang memiliki gaya penulisan khas, yaitu tajam, tetapi lembut.

Tema-tema yang diangkat kebanyakan tentang perempuan, tubuh, ruang, kemanusiaan, dan pengalaman eksistensial. Sebagai bentuk pengakuan atas kontribusi dalam dunia sastra, Yvonne menerima penghargaan Citra Kartini Award (2001) serta penghargaan oleh Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi sebagai dedikasi yang tinggi selama 40 tahun berkarya dalam bidang kesusastraan.

Biografi ini bukan membahas kehidupan pribadi seorang sastrawan, bukan juga sekadar dokumentasi karya dan pencapaian, lebih dari itu terdapat penelusuran terhadap proses kreatif seorang wanita yang menjadikan hidupnya sebagai bagian dari seni itu sendiri.

Yvonne tidak membatasi dirinya pada satu bentuk ekspresi karya, semua dirangkul dengan hasrat dan gairah yang sama—dari jurnalis ke lukisan, dari penulis artikel ke sastra, dari reportase ke pertunjukkan. Apapun bentuk karyanya, semua saling terhubung dan berkaitan satu sama lain.

Dalam buku ini, kita diajak untuk menyelam menikmati suasana sejuk dan nyaman dunia Yvonne de Fretes yang penuh dengan karya, warna, refleksi dan pembelajaran yang tidak akan ada habisnya. Semoga buku ini menjadi pengantar yang penuh inspirasi dan memahami bahwa sastra dan seni adalah ruang hidup yang tak berujung, selalu ada tempat untuk berkarya dengan menyuarakan kegelisahan juga harapan.

31 Agustus 2025
View Text Version Category : 49
  • Follow
  • 0
  • Embed
  • Share
  • Upload
Related publications