The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Tugas kuliah materi wktl dari diskusi kelompok 1 sampai 6

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by akil02058, 2022-05-23 07:51:31

Ebook _Tugas WKTL_Yusril matmaun_H0221324_MathB

Tugas kuliah materi wktl dari diskusi kelompok 1 sampai 6

Keywords: Ebook wktl

BAB 1
TEKNOLOGI(PENGERTIAN TEKNOLOGI DAN PERKEMBANGAN TEKNOLOGI)
Kehidupan manusia sekarang ini tak lepas dari kemajuan teknologi mengingat
zaman sudah berkembang pesat. Keberadaan teknologi telah mempengaruhi
masyarakat dan lingkungan disekitarnya seiring dengan perkembangan
zaman. Di mana dengan teknologi mampu membantu dalam berbagai hal,
seperti membantu memperbaiki ekonomi.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI, kata teknologi
mengandung arti metode ilmiah untuk mencapai tujuan praktis, ilmu
pengetahuan terapan atau keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-
barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia.
Secara etimologi, teknologi berasal dari kata technologia (bahasa Yunani)
techno artinya ‘keahlian’ dan logia artinya ‘pengetahuan’. Sementara secara
umum, pengertian teknologi adalah penerapan pengetahuan ilmiah untuk
tujuan praktis dalam kehidupan manusia atau pada perubahan dan
manipulasi lingkungan manusia.
Berikut ini ulasan mengenai pengertian teknologi menurut para ahli,
perkembangan, manfaat, dan jenis-jenisnya yang telah dirangkum oleh
Liputan6.com dari berbagai sumber, Senin (17/1/2022)
Pengertian Teknologi Menurut Para Ahli

Perbesar

Ilustrasi teknologi. (iStockphoto)

Berikut ini terdapat sejumlah pendapat menurut para ahli mengenai
pengertian teknologi, antara lain:

Capra
Pengertian teknologi ialah salah satu pembahasan sistematis atas seni terapan
atau pertukangan. Hal ini mengacu pada literature dari Yunani yang
menyinggung mengenai Technologia yang berasal dari kata techne yang
berarti wacana seni.
Manuel Castells
Pengertian teknologi ialah suatu kumpulan alat, aturan dan juga prosedur
yang merupakan penerapan dari sebuah pengetahuan ilmiah terhadap sebuah
pekerjaan tertentu dalam suatu kondisi yang dapat memungkinkan terjadinya
pengulangan.
Toynbee
Pengertian teknologi ialah ciri dari adanya sebuah kemuliaan manusia, di
mana hal ini membuktikan bahwa manusia tidak bisa hidup hanya untuk
makan semata, namun membutuhkan lebih dari itu.
Gary J. Anglin
Pengertian teknologi ialah penerapan ilmu-ilmu perilaku serta alam dan juga
pengetahuan lain dengan secara bersistem serta mensistem untuk
memecahkan masalah manusia.
Jacques Ellil
Pengertian teknologi ialah keseluruhan metode yang dengan secara rasional
mengarah serta memiliki ciri efisiensi dalam tiap-tiap kegiatan manusia.
Miarso
Pengertian teknologi ialah suatu bentuk proses yang meningkatkan nilai
tambah. Proses yang berjalan dapat menggunakan atau menghasilkan produk
tertentu, di mana produk yang tidak terpisah dari produk lain yang sudah ada.
Hal itu juga menyatakan bahwa teknologi merupakan bagian integral dari
yang terkandung dalam sistem tertentu.

Advertisement

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Perkembangan Teknologi

Perbesar

Ilustrasi perkembangan teknologi (unsplash)

Awalnya makna teknologi terbatas hanya pada benda-benda berwujud seperti
peralatan-peralatan atau mesin. Sejak teknologi muncul pertama kalinya terus
berkembang pesat hingga sekarang. Saat ini banyak manusia sangat
bergantung pada tekonologi, bahkan teknologi bisa menjadi kebutuhan dasar
bagi setiap orang. Mulai dari orang tua hingga anak-anak yang menggunakan
teknologi dari aspek kehidupannnya. Dengan adanya teknologi bisa
mempermudah orang untuk melakukan aktivitasnya atau lebih efesian dan
cepat.
Dikutip dari situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud),
teknologi saat ini merupakan hasil perkembangan dari ilmu pengetahuan dan
teknologi yang perkembangan secara drastis dan pesat. Hal ini dapat dilihat
dengan banyaknya inovasi dan penemuan yang bersifat sederhana hingga
rumit. Perkembangan teknologi juga sebagai dasar untuk mengembangkan
suatu negara. Di mana kemajuan suatu negara salah satunya didasarkan
dengan seberapa jauh ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikuasai.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Manfaat Teknologi dalam Kehidupan Sehari-Hari

Perbesar

Ilustrasi Penggunaan Webinar Credit: pexels.com/Julia

Ada beberapa manfaat teknologi dalam berbagai bidang, diantaranya:
1. Manfaat Teknologi dalam Bidang Bisnis
Orang-orang yang berkecimpung di dunia bisnis tentu akan memperoleh
banyak keuntungan, salah satunya kenaikan laba. Hal ini akan dirasakan oleh
pebisnis yang menjalankan usahanya dengan basis online. Dengan hanya
modal gadget dan kuota, Anda sudah bisa memulai usaha bahkan dari rumah.
Tentu saja, hal ini mampu menghemat biaya dan juga menekan biaya
operasional.
2. Manfaat Teknologi dalam Bidang Perbankan
Saat ini, penyetoran dan pengambilan uang bisa dilakukan secara online.
Dengan adanya teknologi informasi, Anda tidak perlu lagi repot untuk

menyetor atau mengambil uang di kantor pada jam kerja. Selain itu, banyak
sekali ATM dan mesin setor tunai yang bisa Anda jumpai di setiap sudut kota
dengan layanan 24 jam nonstop. Hal ini tentu sangat menghemat waktu dan
biaya.
3. Manfaat Teknologi dalam Bidang Telekomunikasi
Dengan adanya teknologi informasi, Anda sudah bisa menggunakan beragam
teknologi yang lebih mudah. Anda dapat melakukan komunikasi jarak jauh
dengan mudah dan cepat bahkan sampai mancanegara. Hingga sekarang Anda
sudah bisa merasakan kemudahan dalam berkomunikasi melalui media sosial
yang ada di smartphone ke semua orang yang ada di dunia.
4. Manfaat Teknologi dalam Bidang Pendidikan
Seiring dengan perkembangan teknologi, Anda dapat memanfaatkan media
internet untuk menambah wawasan dan pengetahuan yang mungkin tidak
bisa Anda temukan di buku. Selain itu, dalam hal pendaftaran sekolah yang
dahulunya harus datang langsung ke sekolah yang diinginkan, sekarang sudah
mulai menerapkan registrasi berbasis online yang dinilai sangat menghemat
waktu dan lebih efisien. Bahkan dalam kondisi pandemi saat ini, banyak
sekolah yang memberikan fasilitas belajar mengajar jarak jauh. Melalui
perantara internet, anda sudah bisa terhubung dengan guru maupun dosen
tanpa harus bertatap muka secara langsung.
5. Manfaat Teknologi dalam Bidang Kesehatan
Manfaat teknologi informasi lainnya yang bisa kamu rasakan dalam bidang
kesehatan. Dapat dikatakan teknologi amat sangat berjasa dalam perbaikan
manajemen di klinik atau rumah sakit. Jika dulu pencatatan riwayat kesehatan
pasien hanya ditulis dalam sebuah berkas, sekarang pencatatan juga
dilakukan dan diarsipkan di komputer. Hal ini akan sangat memudahkan
petugas untuk mengetahui rekam medis pasien dengan cepat. Rekam medis
berbasis komputer ini meliputi data klinis pasien dari hasil pemeriksaan
dokter ataupun hasil laboratorium.

Advertisement

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Jenis-Jenis Teknologi

Perbesar

Ilustrasi teknologi. (Doc: LinkedIn)

Melansir dari pendidikan.co.id, terdapat beberapa jenis teknologi, di
antaranya:
1. Teknologi informasi, yakni suatu teknologi yang dapat membantu manusia
untuk menyampaikan informasi kepada orang lain dengan cepat dan efektif.
2. Teknologi komunikasi, yakni suatu teknologi yang dapat membantu
manusia dalam berkomunikasi satu sama lain, di mana mereka saling
mengirimkan informasi menggunakan suatu perangkat tertentu.
3. Teknologi pendidikan, yakni teknologi yang berhubungan dengan dunia
pendidikan, di mana kegiatannya memanfaatkan alat bantu tertentu.
4. Teknologi transportasi, yakni suatu teknologi yang membantu manusia
untuk berpindah dari satu lokasi ke lokasi lainnya dalam waktu cepat.
5. Teknologi medis, yakni suatu teknologi yang berhubungan dengan ilmu
kedokteran, di mana kegiatan medis sudah memanfaatkan teknologi medis.
6. Teknologi konstruksi, yakni suatu teknologi yang berkaitan dengan struktur
bangunan.

BAB II

TEKNOLOGI(pekembangan tingkat kepuasan,pendekatan pemikiran)

Perkembangan Tingkat kepuasan

Alam sendiri telah menginsyaratakan bahwa semua fenomena alami yang berlangsung selalu
memenuhi suatu asas yang dikenal sebagai asas aksi terkecil. Aksi terkecil dapat berupa
penggunaan waktu tersingkat, jarak perpindahan terpendek atau penggunaan energy terhemat.
Penggunaan tekhnologi dalam suatu tugas minimal melibatkan waktu dan energy. Khusus bagi
penggunaan energy dalam suatu proses, maka tingkat efisiensi merupakan ukuran kualitas dalam
proses tersbut. Oleh karena itu efisiensi berkaitan erat dengan tingkat kepuasan dalam
pemanfaatan energy terhadap suatu karya Ilmu Pengetahuan dan tekhnologi

Sehubungan dengan pemenuhan tingkat kepuasan, maka kualitas tekhnologi selalu
ditingkatkan untuk mempertinggi nilai efisiensinya. Nilai efisiensi tersebut menurut Rizal
Astrawinata (1991) dapat didekati dngan data mengenai daya keluaran (output) yang terdiri atas :

a. Daya yang terkandung ddalam Produk

b. Daya yang terbuang melalui aliran limbah

c. Daya yang hilang melalui pertukaran kalor dengan lingkungan

d. Daya yang terdaur ulang

e. Daya yang termusnahkan karena proses irreversibel

Adapun mengenai daya keluaran (output power) sangat bergantung pada keberlangsungan
suatu proses dan kemudian daya masukan (Input power) dapat terdiri atas ;

a. Daya yang terkandung dalam bahan baku

b. Daya yang terbawa oleh fluida kerja, arus listrik, arus panas, penjalaran gelombang mekanik, dan laian
– lain

Seiring dengan bertambahnya waktu, daya yang hilang atau termusnakan karena proses
ireversibel akan menumpuk atau akan mengakumulasi menjadi energy yang tidak terbarukan
(nonrenewable energy) atau energy yang tidak dapat digunakan kembali, hal ini dalam
termodinamika dengan proses spontan dan sisertai dengan pembesaran atau bertambahnya
kuantitas entropi (kesetimbangan termodinamika) alam semesta. Akibatnya energy yang masih
dapat digunakan semakin menipis oleh karena tidak ada jalan lain demi kelangsungan hidup
manusia, eneegi harus dihemat dan tekhnologi proses yang dipakai harus mempertinggi efisiensi
penggunaan energinya. Keadaan inilah yang memotivasi manusia selalu mempertinggi kualitas
tekhnologi dewasa ini dan dimasa depan.

Suatu proses tidak hanya penggunaan energy yang menjadi masalah, akan tetapi produk
sampingan yang berupa bahan buangan yang berbentuk cair, padat dan gas merupakan masalah
besar yang harus pula ditangani agar dampaknya terhadap lingkungan dapat dikurangi.
Penanganan hal ini juga menjadi tugas tekhnologi proses terutama dalam pengolahan limbah
sebelum dilepas ke lingkungan oleh karena jenis material limbah yang berbeda akan membutuhkan
penanganan yang berbeda pula. Hal lain yang dapat kita lakukan kemudian adalah kita dapat juga
meomodifikasi produk sampingannya, untuk diolah menjadi bahan yang bernilai ekonomi.

Perkembangan tekhnologi terus berlangsung dalam mempertinggi nilai efisiensi, mereduksi
produk samping berupa bahan buangan atau limbah dengan cara mengolahnya sebelum dibuang.
Apabila pengembangan tekhnologi yang ramah lingkungan tidak diupayakan, maka laju degradasi
kualitas lingkungan akan semakin besar artinya kerusakan semakin parah dan kondisi ini tidak
boleh dibiarkan, harus dapat direduksi.

D. Pendekatan Pemikiran

Jenis – jenis tekhnologi yang dikembangkan umat manusia adalah implementasi praktis dari
kecerdasan manusia sehingga Fredderick Ferre (1988) menyebutkan bahwa nilai- nilai yang dimiliki
oleh manusia apakah yang baik maupun yang buruk terbawa dan tercermin dalam produk
tekhnologi yang dihasilkannya, atau paling tidak tercermin dalam penggunaan dan perawatan
barang – barang tekhnologi yang dimilikinya.

Hal lain yang berkaitan dengan tekhnologi dan metodologi praktis akan terus mengalami
penyempurnaan dan bahkan dapat berjalan diluar kontrol manusia melewati batas nilai – nilai
luhur budaya, sehingga muncul efek samping sebagai akibat dari hasil rekayasa manusia dan reaksi
berantai dengan alam dan manusia tidak dapat menghindarinya, karenanya dibutuhkan konsep
yang tertata dengan baik dalam pengembangannya

Menurut Aroef M (1966) bahwa konsep kebijakan manajemen pengembangan tekhnologi
memerlukan tahapan yaitu :

1. Memilih jenis – jenis tekhnologi yang akan dipergunakan dari jenis yang sudah dikenal atau dikuasai

2. Mengasimilikasikannya satu sama lain atau dengan tekhnologi maju yang terjangkau

3. Mengembangkan hasil asimilasi tersbut lebih lanjut dengan melakukan prose inovasi

4. Komersialisasi hasil asimilasi

Pendapat lain dikemukakan oleh Iskandar U (1996) bahwa tekhnologi yang akan dikembangkan
dapat ditinjau dari empat komponen yaitu :

1. Tekhnologi yang dapat meningkatkan kekuasaan dan kemampuan pengendalian (Technoware)

2. Tekhnologi yang dapat meningkatkan kemampuan pemanfaatan daya (Humanware)

3. Tekhnologi yang dapat mengorganisasikan kegiatan untuk mencapai target (Organware)

4. Tekhnologi yang dapat meningkatkan kepastian dari efisiensi (infoware)

Program pengembangannya, atau manajemen perubahan penguasaan tekhnologi, juga dapat
mengerti melalui 4 tahapan berikut :

1. Tahap adopsi tekhnologi yang kualitas produkasinya dikontrol oleh pihak pentransfer (perakitan
dengan komponen dan suku cadang yang diimpor)

2. Tahap subtitus sebagian dengan pengurangan impor komponen dan suku cadang yang kualitas produk
dikontrol dengan tolak ukur dan indicator hasil rumusan para ahli Indonesia sendiri.,

3. Tahap pengembangan awal dari tekhnologi yang sudah dikuasai pada tahap adopsi dan subtitusi.
Tahap pengembangan lanjutan untuk menemukan tekhnologi maju

BAB III
PERKEMBANGAN TEKNOLOGI( PENGANTAR PERKEMBANGAN
TEKNOLOGI,TEKNOLOGI MATERIAL)

Adakalanya, akan lebih memudahkan apabila membagi disiplin ilmu dan terknologi material ke dalam
dua sub divisi, yaitu ilmu material (material science) pada satu sisi, dan teknologi material (material
engineering) pada sisi yang lain. Bidang keilmuan material (material science) mencakup investigasi
mengenai keberadaan hubungan antara struktur material dengan sifatnya. Sedangkan, teknologi
material (material engineering), dengan didasarkan pada hubungan antara struktur material dengan
sifatnya tersebut, merupakan upaya merancang dan memanipulasi struktur material guna
menghasilkan suatu produk material dengan sifat – sifat tertentu. Apabila dilihat dari perspektif
fungsional, secara sederhana, peranan ilmuwan material adalah untuk mengembangkan dan
mensintesa material – material baru, sedangkan teknisi material punya andil dalam menciptakan
produk atau sistem baru dengan menggunakan material yang telah tersedia atau mengembangkan
teknik – teknik pegolahan material. Hal yang kemudian juga menjadi bagian penting dari bidang ini
adalah istilah “struktur” dan “sifat material”. “Struktur” material bisa memiliki berbagai definisi.
Akan tetapi, pada dasarnya, “strukktur” selalu berhubungan dengan susunan komponen – komponen
internal material. Dalam konteks ini, pengertian struktur akan berbeda – beda tergantung pada level
ukuran komponen material yang diacu. Struktur pada level sub atomik, dikenalkan sebagai berbagai
karakteristik elektron di dalam suatu atom secara individu, serta interaksi dengan nukleusnya (pusat
atom). Pada level atomik, struktur dijelaskan sebagai atom – atom atau molekul – molekul yang
membentuk kelompok secara relatif antara satu dengan yang lainnya. Pada tingkatan pengertian

struktur yang lebih tinggi, struktur merupakan pengelompokan dari kelompok atom – atom atau
molekul – molekul, dalam skala besar yang kemudian disebut sebagai skala mikroskopis. Kegiatan –
kegiatan struktur material pada level ini dapat diamati dengan bantuan mikroskop. Selanjutnya, ketika
struktur dapat diamati secara langsung oleh mata telanjang (visual), maka tingkatan struktur ini
disebut struktur makroskopis. Pengertian “sifat material” dapat dijelaskan melalui hubungan antara
material dengan lingkungan di sekitarnya. Dalam suatu kegiatan aplikasi, semua material akan
memberikan respon – respon tertentu terhadap suatu perlakuan eksternal yang diberikan. Misalnya,
spesimen material yang diberikan suatu pembebanan akan mengalami deformasi (perubahan bentuk),
sebuah material yang permukaannya dipoles akan mampu memantulkan cahaya, material logam yang
ditempatkan pada lingkungan yang korosif dalam jangka waktu tertentu akan megalami korosi.
Sebuah “sifat material” menggambarkan besarnya tanggapan material terhadap perlakuan spesifik
yang dibebankan. Pada umumnya, pengertian sifat material kemudian dibuat independen terhadap
faktor dimensi (ukuran dan bentuk). Sifat – sifat material tersebut kemudian dikelompokkan ke dalam
enam kategori berbeda, didasarkan jenis perlakuan yang diberikan. Ke enam kategori tersebut yaitu :
sifat mekanik, elektrik, termal, magnetik, optik, dan deterioratif. Untuk masing – masing jenis sifat
material ini terdapat sebuah tipe atau ciri karakteristik dari kemampuan material dalam memberikan
respon terhadap sebuah rangsangan perlakuan. Sifat mekanik, mengacu pada terjadinya perubahan –
perubahan bentuk material sebagai akibat adanya sebuah aplikasi pembebanan mekanik, misalnya
ditunjukkan melalui nilai modulus elastisitas, kekutan tarik, dan lain sebagainya. Sifat elektrik, seperti
misalnya konduktivitas atau konstanta dielektrik, media stimulusnya adalah medan listrik. Perilaku
yang unik dari berbagai jenis material solid ketika mendapat rangsangan termal, dapat diukur
misalnya melalui kapasitas panas atau konduktivitas termal. Sifat magnetik dapat dilihat dari respon
material terhadap medan magnet. Pada sifat optik, stimulusnya dapat berupa elektromagnetik atau
radiasi cahaya, dimana kemudian direpresentasikan sebagai nilai index refraksi (penghamburan) atau
reflektivitas (pemantulan). Terakhir, sifat deterioratif mengacu kepada reaktivitas kimia material.
Sebagai tambahan terhadap istilah “strukur” dan “sifat” seperti yang dijelaskan di atas, terdapat dua
istilah penting lainnya yang seringkali menjadi perbincangan dalam bidang ilmu dan teknologi
material. Kedua istilah tersebut yaitu “proses” dan “performa”. Ke empat istilah ini (struktur, sifat,
proses dan performa) kemudian membentuk suatu kesatuan hubungan. Struktur suatu material yang
terbentuk akan tergantung terhadap bagaimana material tersebut sebelumnya diproses. Struktur
material yang terbentuk kemudian akan mempengaruhi sifat dari material. Performa material dalam
suatu aplikasi merupakan suatu fungsi dari sifat – sifat material. Proses → struktur → sifat →
performa Pada taraf aplikasi hampir semua ilmuwan dan teknisi, baik itu dari bidang permesinan,
sipil, kimia, atau kelistrikan, pada suatu waktu akan selalu dihadapkan pada permasalahan
perancangan yang melibatkan pertimbangan terhadap material. Sebagai contoh, misalnya dalam suatu
perancangan sistim transmisi gear, struktur bangunan, komponen – komponen pada perlengkapan
pengolahan minyak bumi, atau pada sebuah chip integrated circuit (IC). Tentu saja, ilmuwan dan

teknologi material merupakan spesialis dalam kasus ini. Seringkali, permasalahan material biasanya
merupakan upaya menentukan material mana yang paling tepat dalam suatu aplikasi, diantara sekian
banyak variasi material yang tersedia. Terdapat beberapa kriteria yang kemudian mendasari
pengambilan keputusan. Pertama kondisi aplikasi harus bisa dikenal, yang kemudian akan diketahui
material dengan sifat seperti apa yang akan dibutuhkan dalam aplikasi tersebut. Dalam suatu peristiwa
yang sangat jarang terjadi, material akan memiliki kombinasi sifat yang maksimum atau ideal. Hal ini
memungkinkan pentingnya untuk mempertukarkan sifat yang satu dengan sifat yang lain untuk
mendapatkan sifat terbaik. Contoh klasik dari permasalahan ini adalah pada pembahasan tentang
kekuatan dan keuletan. Pada sebagaian besar kasus, material yang memiliki kekuatan (strength) yang
tinggi akan memiliki keuletan (ductility) yang rendah, begitu pula sebaliknya. Kriteria kedua adalah
kemungkinan adanya sejumlah reaksi kimia yang terjadi selama kegiatan aplikasi berlangsung.
Sebagai contoh, pengurangan kekuatan dan masa pemakaian secara signifikan perlengkapan –
perlengkapan mesin bisa disebabkan karena pemakaian pada temperatur yang terlampau tinggi dan
lingkungan yang korosif. Kriteria terakhir yang tidak kalah penting yaitu pertimbangan ekonomi.
Seringkali akan muncul pertanyaan mengenai berapa kemungkian biaya akhir yang dibutuhkan.
Sebuah material barangkali akan memenuhi secaara ideal dari sisi karakteristik, namun memiliki
biaya pengadaan yang terlampau mahal.

Sumber: http://www.alekkurniawan.com/2011/04/pengantar-ilmu-dan-teknologi-material.html?m=1
Konten adalah milik dan hak cipta www.alekkurniawan.com

BAB IV

PERKEMBANGAN TEKNOLOGI (NANOTEKNOLOGI,BIOTEKNOLOGI
MOLECULAR,TEKNOLOGI INFORMASI)

nanoteknologi , manipulasi dan pembuatan bahan dan perangkat pada skala atom atau
kelompok kecil atom. "nano" biasanya diukur dalam nanometer, atau sepersejuta meter
( nanos , kata Yunani untuk "kerdil," menjadi sumber awalan), dan bahan yang dibangun
pada skala ini sering menunjukkan sifat fisik dan kimia yang khas karena efek mekanika
kuantum . . Meskipun perangkat yang dapat digunakan sekecil ini mungkin beberapa dekade
lagi ( lihat sistem mikroelektromekanis ), teknik untuk bekerja pada skala nano telah
menjadi penting untuk rekayasa elektronik , dan bahan rekayasa nano telah mulai muncul
dalam produk konsumen. Misalnya, miliaran mikroskopis "nanowhiskers,” masing-masing
sekitar 10 nanometer panjangnya, telah dihubungkan secara molekuler ke serat alami
dan sintetis untuk memberikan ketahanan noda pada pakaian dan kain
lainnya; nanocrystals seng oksida telah digunakan untuk membuat tabir surya tak terlihat
yang menghalangi sinar ultraviolet; dan nanocrystals perak telah tertanam dalam perban
untuk membunuh bakteri dan mencegah infeksi.

Gabung

nanoteknologi

nanoteknologi , manipulasi dan pembuatan bahan dan perangkat pada skala atom atau
kelompok kecil atom. "nano" biasanya diukur dalam nanometer, atau sepersejuta meter
( nanos , kata Yunani untuk "kerdil," menjadi sumber awalan), dan bahan yang dibangun

pada skala ini sering menunjukkan sifat fisik dan kimia yang khas karena efek mekanika
kuantum . . Meskipun perangkat yang dapat digunakan sekecil ini mungkin beberapa
dekade lagi ( lihat sistem mikroelektromekanis ), teknik untuk bekerja pada skala nano

telah menjadi penting untuk rekayasa elektronik , dan bahan rekayasa nano telah mulai

muncul dalam produk konsumen. Misalnya, miliaran mikroskopis "nanowhiskers,” masing-
masing sekitar 10 nanometer panjangnya, telah dihubungkan secara molekuler ke serat

alami dan sintetis untuk memberikan ketahanan noda pada pakaian dan kain

lainnya; nanocrystals seng oksida telah digunakan untuk membuat tabir surya tak terlihat
yang menghalangi sinar ultraviolet; dan nanocrystals perak telah tertanam dalam perban
untuk membunuh bakteri dan mencegah infeksi.

sisir laba-laba

Sisir laba-laba menginspirasi alat baru untuk menangani serat nano lengket.

© American Chemical Society ( Mitra Penerbitan Britannica )Lihat semua video untuk

artikel ini

Kemungkinan untuk masa depan sangat banyak. Nanoteknologi memungkinkan pembuatan
bahan yang lebih ringan, lebih kuat, dan dapat diprogram yang membutuhkan lebih sedikit
energi untuk diproduksi daripada bahan konvensional, yang menghasilkan lebih sedikit

limbah dibandingkan dengan manufaktur konvensional , dan yang
menjanjikan efisiensi bahan bakar yang lebih besar dalam transportasi darat , kapal,
pesawat terbang, dan kendaraan luar angkasa . Lapisan nano untuk permukaan buram dan

tembus cahaya dapat membuatnya tahan terhadap korosi, goresan, dan radiasi. Perangkat

dan sistem elektronik, magnetik, dan mekanis berskala nano dengan tingkat pemrosesan
informasi yang belum pernah terjadi sebelumnyadapat dibuat, seperti halnya

sensor kimia, fotokimia, dan biologi untuk perlindungan, perawatan kesehatan, manufaktur,
dan lingkungan; bahan fotolistrik baru yang memungkinkan pembuatan panel energi surya
hemat biaya; dan perangkat hibrid molekul-semikonduktor yang mungkin menjadi mesin
untuk revolusi berikutnya di era informasi. Potensi peningkatan

kesehatan, keselamatan , kualitas hidup , dan pelestarian lingkungan sangat besar.

Pada saat yang sama, tantangan signifikan harus diatasi agar manfaat nanoteknologi dapat
direalisasikan. Ilmuwan harus belajar bagaimana memanipulasi dan mengkarakterisasi

individuatom dan kelompok kecil atom andal. Alat baru dan lebih baik diperlukan untuk

mengontrol sifat dan struktur bahan pada skala nano; perbaikan signifikan dalam simulasi
komputer struktur atom dan molekul sangat penting untuk memahami bidang
ini. Selanjutnya, alat dan pendekatan baru diperlukan untuk merakit atom dan molekul ke
dalam sistem skala nano dan untuk perakitan lebih lanjut dari sistem kecil menjadi objek
yang lebih kompleks. Selanjutnya, produk nanoteknologi harus memberikan tidak hanya

peningkatan kinerja tetapi juga biaya yang lebih rendah. Akhirnya, tanpa integrasi objek

skala nano dengan sistem pada skala mikro dan makro (yaitu, dari sepersejuta meter hingga
skala milimeter), akan sangat sulit untuk mengeksploitasi banyak sifat unik yang ditemukan
pada skala nano.

Sejarah Perkembangan Bioteknologi

Bioteknologi berasal dari 3 kata, yaitu Bios yang berarti hidup, Teknos yang
berarti penerapan, dan Logos yang berarti Ilmu. Dengan kata lain, Bioteknologi
merupakan cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang pemanfaatan
bagian makhluk hidup untuk menghasilkan barang atau jasa yang
bermanfaat bagi manusia. Penerapan bioteknologi sudah dilakukan oleh
nenek moyang kita sejak ribuan tahun lalu. Perkembangannya sendiri dapat
digolongkan menjadi 3 periode, yaitu:

1. Periode Bioteknologi Tradisional (6000 SM)

Ditandai dengan penggunaan mikroba (fermentasi) untuk pengolahan atau
pengawetan makanan dan minuman. Periode ini berlangsung sebelum tahun
1800 M diawali dengan pembuatan bir berbahan dasar ragi yang dilakukan

oleh masyarakat Babilonia. Selain bir, terdapat pula makanan dan minuman
yang diolah melalui proses fermentasi. Contohnya: roti, tempe, tape, sake,
oncom, dan kecap. Namun, masyarakat zaman dahulu belum mengenal istilah
bioteknologi, karena tidak ada ilmu yang menjelaskan tentang hal tersebut.

2. Periode Bioteknologi Ilmiah (1800 SM - pertengahan abad ke 19)

Manusia mulai menyadari bahwa proses fermentasi tidak terjadi begitu saja.
Berbekal rasa ingin tahu, mereka melakukan penelitian dengan menggunakan
prinsip-prinsip ilmiah. Hasilnya berupa penemuan enzim dari ekstrak ragi yang
dapat mengubah gula menjadi alkohol. Dilanjutkan dengan penggunaan istilah
bioteknologi oleh Karl Ereky di tahun 1919. Pada periode ini, hasil
bioteknologi tidak hanya makanan, melainkan juga obat-obatan, seperti
antibiotik dan penisilin.

3. Periode Bioteknologi Modern (setelah perang dunia II - sekarang)
Zaman semakin berkembang, kebutuhan manusia pun bertambah. Ada upaya
untuk menghasilkan bahan pangan dan obat-obatan melalui proses yang lebih efektif dan
efisien. Bioteknologi modern diawali dengan penemuan enzim endonuklease retriksi. Enzim
ini memungkinkan kita untuk memotong dan menyisipkan DNA ke makhluk hidup.

Jenis dan Produk Bioteknologi

Oke, Brainies. Kalau tadi kita sudah membahas perkembangan bioteknologi,
sekarang kita akan mengenal jenis bioteknologi berdasarkan prinsipnya.
Secara umum, ada 2 jenis bioteknologi yaitu konvensional dan modern.

1. Bioteknologi Konvensional

Bioteknologi konvensional menggunakan prinsip atau cara
tradisional dalam menghasilkan produk. Misalnya, pembuatan tape dengan
menaburkan ragi ke permukaan singkong dan mendiamkannya selama 3 hari.
Proses ini memerlukan bantuan mikroorganisme berupa
jamur Saccharomyces cerevisiae, jamur Aspergillus sp dan bakteri Acetobacter
aceti. Hasilnya, mikroorganisme tadi mengubah rasa singkong menjadi manis
dan mengeluarkan aroma yang khas.

2. Bioteknologi Modern

Bioteknologi modern menggunakan teknologi reproduksi atau rekayasa
genetika serta alat-alat yang canggih dalam menghasilkan produk di bidang
pangan, kesehatan, bahkan pertanian. Di dalam rekayasa genetika
terdapat rekombinasi DNA, yaitu proses penyatuan molekul DNA dari 2
spesies yang berbeda yang dilakukan di luar sel hidup. Hal ini bertujuan untuk
menghasilkan spesies baru yang lebih unggul. Contoh produk bioteknologi
modern antara lain: jagung BT, tomat Flavr Savr, vaksin, hormon insulin, hingga
bayi tabung.

Penerapan Bioteknologi di Berbagai Bidang

1. Pangan

Pembuatan makanan bergizi, penyedap rasa, dan bernilai jual tinggi.
Contohnya: keju, yoghurt, cuka, kecap, oncom, mentega, nata de coco, roti, dan
MSG.

2. Kedokteran & Farmasi

Pembuatan hormon insulin, vaksin, antibiotik, vitamin B2, vitamin B12,
antibodi monoklonal, terapi gen, transplantasi stem cell pasien leukimia, dan
teknologi IVF (bayi tabung).

3. Lingkungan

Memanfaatkan mikroorganisme ataupun tumbuhan dalam pengolahan limbah
sehingga konsentrasinya berada di bawah ambang batas maksimum yang
ditetapkan. Proses ini disebut dengan bioremediasi.

4. Pertambangan

Mengekstraksi logam dari bijihnya dengan bantuan bakteri Thiobaccilus
Ferrooxxidans. Proses ini disebut sebagai biohidrometalurgi.

5. Pertanian

Menghasilkan bibit unggul, tahan hama, serta meningkatkan produksi tanaman
dalam waktu singkat di lahan terbatas. Contoh: jagung BT, tomat Flavr Savr,
Golden Rice, kentang Russet Burbank.

6. Peternakan

Meningkatkan produktivitas dan kualitas hewan ternak, membantu
melestarikan spesies yang hampir punah, serta menjaga kesehatan hewan dari
serangan penyakit.

7. Bioenergi Terbarukan

Memanfaatkan kotoran hewan, sisa tumbuhan, serta limbah menjadi bahan
bakar alternatif, seperti: biogas, biodiesel, dan etanol.

Teknologi Informasi : Pengertian, Fungsi, Tujuan, dan

Manfaat Teknologi Informasi

By Marketing IDCloudHost

Semakin berkembangnya teknologi maka juga semakin banyak bidang yang ada
dan perlu untuk dikembangkan. Salah satunya adalah teknologi informasi. Ini
merupakan bidang yang berkaitan erat dengan perkembangan teknologi. Tanpa
adanya teknologi informasi mungkin perkembangan yang terjadi tidak akan semaju
ini. Pengertian teknologi informasi secara umum adalah suatu studi perancangan,
implementasi, pengembangan, dukungan atau manajemen sistem informasi
berbasis komputer terutama pada aplikasi hardware (perangkat keras) dan software
(perangkat lunak komputer).

Menurut Wikipedia, pengertian teknologi Informasi (IT) adalah istilah umum teknologi
untuk membantu manusia dalam membuat, mengubah, menyimpan,
mengomunikasikan, dan menyebarkan informasi. Teknologi informasi merupakan
suatu teknologi yang memiliki fungsi dalam mengolah data, memproses data,
memperoleh, menyusun, menyimpan, mengubah data dengan segala macam cara
untuk mendapatkan informasi yang bermanfaat atau juga berkualitas. Selain itu
fungsi dari teknologi informasi adalah untuk memecahkan suatu masalah, membuka
kreativitas, meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam aktivitas manusia.

Dapat dikatakan bahwa teknologi informasi adalah berbagai fasilitas yang terdiri dari
hardware dan software untuk mendukung dan meningkatkan kualitas informasi bagi
masyarakat dengan cepat dan berkualitas. Dari penjelasan singkat yang ada
pastinya sudah dapat diketahui betapa pentingnya teknologi informasi ini untuk
manusia. Untuk mengetahui pembahasan lebih lanjut mengenai pengertian, fungsi,
manfaat teknologi informasi maka simaklah penjelasan dibawah ini.

Pengertian Teknologi Informasi

Secara umum pengertian teknologi Informasi adalah suatu studi perancangan,
implementasi, pengembangan, dukungan atau manajemen sistem informasi
berbasis komputer, khususnya perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak
(software). Menurut ITTA (Information Technology Association of America),
Pengertian Teknologi Informasi adalah suatu studi, perancangan, implementasi,
pengembangan, dukungan atau manajemen sistem informasi berbasis komputer,
terkhususnya pada aplikasi perangkat keras dan perangkat lunak komputer.
Teknologi informasi memanfaatkan komputer elektronik dan perangkat lunak
komputer untuk mengubah, menyimpan, memproses, melindungi, mentransmisikan
dan memperoleh informasi secara aman.
Teknologi informasi tidak hanya penting sebagai alat komunikasi (baca: Pengertian
Komunikasi) via elektronik saja, melainkan merupakan perangkat penting yang

seharusnya dimiliki dalam bisnis sebagai sarana untuk berkoordinasi dan
pengarsipan dokumen-dokumen penting. Teknologi Informasi diterapkan guna untuk
pengelolaan informasi yang pada saat ini menjadi salah satu bagian penting karena
meningkatnya kompleksitas dari tugas manajemen, pengaruh ekonomi internasional
(globalisasi), perlunya waktu tanggap (response time) yang lebih cepat, tekanan
akibat dari persaingan bisnis.

Fungsi Teknologi Informasi

Tentunya adanya teknologi informasi memiliki fungsi penting. Tidak mungkin bahwa
dengan adanya teknologi informasi tidak berpengaruh penting dalam kehidupan.
Setidaknya terdapat enam fungsi teknologi informasi yaitu Menangkap (Capture),
Menyimpan (Storage), Mengolah (Processing), Transmisi (Transmission), Mencari
Kembali (Retrieval), Menghasilkan (Generating). Berikut ini terdapat penjabaran dari
keenam fungsi teknologi informasi adalah :

 Menangkap (Capture)

Menangkap disini dapat diartikan sebagai menginput. Misalnya, menerima
inputan dari mic, keyboard, scanner, dan lain sebagainya. Fitur Capturing
mungkin juga sudah tidak asing ketika Anda memakainya untuk menyimpan
informasi tertentu.

 Fungsi Teknologi Informasi sebagai Pengolah
(Processing)

Fungsi teknologi informasi ini mengkompilasikan catatan rinci aktivitas,
misalnya menerima input dari keyboard, scanner, mic dan sebagainya.
Dengan adanya Processing Anda akan lebih mudah mengolah file maupun
data Anda.

 Mengolah atau memproses data masukan yang diterima
untuk menjadi informasi.

Pengolahan atau pemrosesan data dapat berupa konversi (pengubahan data
ke bentuk lain), analisis (analisis kondisi), perhitungan (kalkulasi), sintesis
(penggabungan) segala bentuk data dan informasi. Dengan Adanya Fungsi
ini pasti akan lebih memudahkan User

 Fungsi Teknologi Informasi sebagai Menghasilkan
(Generating)

Fungsi generating adalah dimana teknologi berperan sebagai alat untuk
mengorganisasikan suatu informasi ke dalam sebuah bentuk yang lebih
terarah dan mudah dipahami. Contoh sederhananya adalah grafik dan table.

 Fungsi Teknologi Informasi sebagai Penyimpan (storage)

Fungsi teknologi informasi ini merekam atau menyimpan data dan informasi
dalam suatu media yang dapat digunakan untuk keperluan lainnya. Misalnya
saja disimpan ke harddisk, tape, disket, CD (compact disc) dan sebagainya.

 Fungsi Teknologi Informasi sebagai Pencari Kembali
(Retrieval)

Fungsi teknologi informasi ini menelusuri, mendapatkan kembali informasi
atau menyalin data dan informasi yang sudah tersimpan, misalnya mencari
supplier yang sudah lunas dan sebagainya. Adakalanya data yang tersimpan
sulit untuk ditemukan karena terlalu penuh dengan adanya fungsi ini dapat
memudahkan user serta menghemat waktu juga.

 Fungsi Teknologi Informasi sebagai Transmisi
(Transmission)

Fungsi teknologi informasi ini mengirim data dan informasi dari suatu lokasi
lain melalui jaringan komputer. Misalnya saja mengirimkan data penjualan
dari user A ke user lainnya. Sehingga kita tidak perlu menyalin satu persatu
cukup dengan saling sharing saja.

Baca Juga : Cara Investasi Saham Untuk Pemula Yang Menguntungkan dan
Aman

Tujuan Teknologi Informasi

Tujuan Teknologi Informasi adalah untuk memecahkan suatu masalah, membuka
kreativitas, meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam melakukan pekerjaan. Jadi
dapat dikatakan karena dibutuhkannya pemecahan masalah, membuka kreativitas
dan efisiensi manusia dalam melakukan pekerjaan, menjadi penyebab atau acuan
diciptakannya teknologi informasi. Dengan adanya teknologi informasi membuat
pekerjaan manusia menjadi lebih mudah dan efisien. Dengan kata lain, karena
sangat solusi, kreativitas, efektivitas dan efisiensi dibutuhkan dalam sebuah sistem
kerja maka teknologi informasi ini kemudian diciptakan.

Manfaat Teknologi Informasi

Manfaat teknologi informasi dalam aktivitas sehari-hari sangat penting. Manfaat ini
bisa digunakan sebagai penunjang kehidupan yang lebih baik dikarenakan ada

teknologi informasi yang bisa membantu aktivitas menjadi lebih efektif dan efisien.
Manfaat ini dapat digolongkan berdasarkan kebutuhannya seperti :

 Untuk Pendidikan

Dengan adanya teknologi informasi di dunia pendidikan terutama komputer,
membuat siswa lebih efektif dalam belajar. Komputer adalah sarana yang
memudahkan dalam menumbuhkan kreativitas siswa Sekaligus sumber
informasi.

 Untuk Industri dan Manufaktur

Teknologi informasi dapat membantu membuat rancangan desain sebuah
produk yang akan dikeluarkan pada industri serta bisa mengontrol mesin
produksi dengan ketepatan yang baik. Apalagi seperti yang kita ketahui
industri membutuhkan hal yang cepat untuk produksi dalam jumlah besar.

 Untuk Bisnis dan Perbankan

Dengan teknologi informasi bisa membantu dalam transaksi, menyimpan
berkas dengan lebih aman dan sistem perbankan yang lebih maju. Serta
akses nya dapat dikontrol dengan mudah cukup dengan teknologi saja.

 Untuk Militer

Dengan teknologi informasi yang maju, bisa dimanfaatkan untuk navigasi
pada kapal selam, mengendalikan pesawat luar angkasa dengan kemudi atau
tanpa kemudi. Dengan adanya teknologi Militer juga dapat membuat suatu
akses ketika berada dikeadaan genting.

 Untuk Teknik dan Pengetahuan

Teknologi informasi bisa digunakan dalam mempelajari struktur tanah, angin
dan juga cuaca. Dan bisa membantu dalam menghitung. Saat ini akses ilmu
pengetahuan pun bertebaran dimana-mana dan dapat di akses dengan
mudah cukup dengan jaringan internet. Begitupun dalam bidang Teknik dan
proyek-proyek tertentu.

 Untuk Kedokteran

Bisa dimanfaatkan dalam mendiagnosa suatu penyakit dan mengambil
gambar semua organ tubuh dengan komputer. Bahkan teknologi merupakan
bagian yang tidak bisa dipisahkan dengan bidang kedokteran saat ini seperti:
scan, Radiologi, maupun Usg.

 Untuk Pemerintahan

Teknologi informasi dapat diaplikasikan dalam mengolah suatu data dan
informasi yang ditujukan kepada masyarakat. Bisa meningkatkan hubungan
antara pemerintah dan masyarakatnya. Sehingga apa yang terjadi di suatu
daerah tertentu dapat diketahui dengan cepat menggunakan teknologi.

 Untuk Hiburan dan Permainan

Teknologi komputer bisa digunakan untuk membuat animasi, periklanan,
desain grafis dan juga audiovisual supaya menjadi lebih baik dan menarik.
Bahkan Kini banyak programer-programer tertentu sekaligus menciptakan
lapangan pekerjaan baginya.

 Untuk Bidang Kriminal

Teknologi bisa membuat mudah aparat dalam menyelesaikan permasalahan,
bisa dengan mudah terdeteksinya pelanggaran demi pelanggaran lalu lintas
dan sidik jari. Bahakn untuk kejahatan sekelas cyberCrime sekalipun dapat
dengan mudah dilacak lewat teknologi.

BAB V
DAMPAK PERKEMBANGAN TEKNOLOGI
Dampak Perkembangan Teknologi Yang Dapat Dirasakan

Perkembangan teknologi yang berkembang semakin pesat pastinya akan
merubah gaya hidup kita, dan seperti yang telah dibahas sebelumnya,
mempermudah hidup secara umum.
Namun, perkembangan teknologi layaknya pedang bermata dua. Artinya,
walaupun terdapat banyak dampak positif di satu sisi, ada juga beberapa
dampak negatif di sisi lainnya.

Dampak Positif Perkembangan Teknologi

Sisi dampak yang akan kami bahas pertama adalah dampak positif yang
diberikan oleh perkembangan teknologi dalam keseharian kita.

Beberapa pengaruh perkembangan teknologi yang dapat dikatakan
sebagai positif adalah sebagai berikut:

 Mempermudah dan mempersingkat proses pertukaran informasi

 Meningkatkan efisiensi dan efektivitas pekerjaan

 Memungkinkan pembelajaran online sepenuhnya

 Dapat berkomunikasi dengan orang lain walaupun tidak berada di lokasi
yang sama

Dampak Negatif Perkembangan Teknologi

Dampak positif yang dirasakan oleh berkembangnya teknologi dapat
mempermudah dan meningkatkan kenyamanan hidup kita. Namun,
terdapat beberapa pengaruh negatif dari perkembangan teknologi apabila
tidak digunakan dengan bijak.

Beberapa dampak negatif perkembangan teknologi dapat dilihat dibawah
ini:

 Membuat candu terhadap yang dimiliki dan aplikasi-aplikasi yang ada di
dalamnya

 Berkurangnya sosialisasi antar manusia karena terlalu fokus kepada dirinya
yang berinteraksi dengan teknologi.

 Meningkatnya jumlah pengangguran karena semakin banyak perusahaan
yang menggunakan teknologi dibandingkan manusia.

Dari pembahasan diatas, dapat disimpulkan bahwa teknologi yang terus
berkembang dapat membuat hidup kita lebih mudah dan nyaman. Meski
begitu, jika tidak digunakan secara bijak, terdapat beberapa dampak
negatif yang justru memperburuk kualitas hidup kita. Bagaimana kita
menyikapi dampak-dampak dari perkembangan teknologi tergantung
kepada diri kita sendiri.

Salah satu cara untuk menikmati dampak positif dari perkembangan
teknologi adalah dengan menggunakan GreatDay HR. Dengan fitur-fitur
berteknologi tinggi seperti absen menggunakan pemindai muka () hingga
fitur video interview yang sudah terintegrasi, GreatDay HR dapat
membantu perusahaan anda untuk berjalan lebih lancar di tengah pandemi
ini.

Masih banyak lagi fitur yang ditawarkan oleh GreatDay HR yang dapat
membuat anda merasakan dampak-dampak positif dari perkembangan
teknologi. Jadi tunggu apa lagi? Segera ajak kami untuk memberikan demo
bagi perusahaan anda! Mungkin saja kami mempermudah banyak proses
bisnis anda, dan membantu perusahaan anda berkembang lebih cepat.

BAB VI
KONSEP LINGKUNGAN

Konsep Lingkungan Hidup dan Berbagai Masalahnya,
Perlu Diketahui

Ilustrasi

Terumbu karang. Ilustrasi shutterstock.com

Konsep Lingkungan Hidup

©Pixabay/iluminoto

Cara Menjaga Lingkungan

 Mengurangi penggunaan barang sekali pakai yang dapat meningkatkan masalah
sampah. Gunakan barang-barang yang bisa dipakai berulang untuk
meminimalisir sampah. Seperti penggunaan tas belanja kain, sedotan kaca atau
stainless, atau berbagai barang lain yang ramah lingkungan.

 Melakukan daur ulang sebisa mungkin untuk mengurangi sampah. Misalnya
membuat ecobrick dengan memanfaatkan botol-botol plastik bekas,
menggunakan kembali kemasan minuman plastik yang tidak lain terpakai, dan
lain sebagainya.

 Menjadi relawan untuk menyebarkan informasi terkait lingkungan. Anda juga
bisa melakukan kampanye gerakan menjaga lingkungan dengan komunitas
untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.

 Menghemat penggunaan air, sumber daya air bumi yang bisa digunakan untuk
kehidupan sehari-hari sangat terbatas. Mengelola sampah dengan baik agar
tidak mencemari laut yang menjadi salah satu sumber air.

 Menggunakan bola lampu yang tahan lama untuk mengurangi emisi gas rumah
kaca yang berpengaruh pada kenaikan suhu bumi. Matikan lampu atau sumber
listrik lainnya ketika tidak digunakan.

 Menanam lebih banyak pohon di lingkungan sekitar rumah untuk meningkatkan
produksi oksigen. Hal ini dapat mendukung kesehatan lingkungan yang semakin
baik.

 Mengurangi penggunaan transportasi pribadi. Usahakan untuk lebih banyak
bersepeda atau jalan kaki ketika bepergian dengan jarak yang tidak terlalu jauh.
Selain itu, Anda bisa menggunakan transportasi umum untuk membantu
mengurangi polusi udara.

 Ikut gerakan seperti demonstrasi untuk menuntut kesehatan lingkungan yang
ditujukan oleh pemerintah. Cara ini dilakukan tidak lain untuk mendorong
pemerintah dalam berkomitmen menjaga lingkungan dengan baik.(mdk/ayi)

Pengertian Lingkungan Hidup Menurut Para Ahli dan
Jenisnya yang Perlu Diketahui

ilustrasi

desa. pinterest.com

Lingkungan adalah seluruh faktor luar yang memengaruhi suatu organisme, faktor-faktor
ini dapat berupa organisme hidup (biotic factor) atau variabel-variabel yang tidak hidup
(abiotic factor).

Lingkungan hidup sebagai kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan makhluk
hidup, termasuk manusia dan perilakunya, mempengaruhi alam itu sendiri. Dalam ilmu
ekologi, alam dilihat sebagai jalinan sistem kehidupan yang saling terkait satu sama lainnya.

by TaboolaSponsored Links

Artinya setiap makhluk hidup berada dalam suatu proses penyesuaian diri dalam sistem
kehidupan yang dipengaruhi oleh asas-asas dalam kelangsungan kehidupan ekologi
tersebut. Berikut pengertian lingkungan hidup menurut para ahli beserta jenisnya:

Advertisement

2 dari 4 halaman

Pengertian Lingkungan Hidup Menurut Para Ahli

Istilah Lingkungan Hidup pada BAB I, Pasal 1 ayat 1 Undang-undang No.32 Tahun 2009
Tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup dirumuskan sebagai berikut:

“Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan dan
makhluk hidup, termasuk manusia dan prilakunya, yang mempengaruhi alam itu sendiri,
kelangsungan prikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain”.

Dalam Ensiklopedia Indonesia, lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di luar suatu
organism, meliputi: (1) lingkungan mati (abiotik), yaitu lingkungan di luar suatu organisme
yang terdiri dari benda atau faktor alam yang tidak hidup, seperti bahan kimia, suhu,
cahaya, gravitasi, atmosfer dan lainnya. (2) Lingkungan hidup (Biotik) yaitu lingkungan yang
terdiri atas organisme hidup, seperti tumbuhan, hewan dan manusia.
Ensiklopedia Amerika, menyatakan bahwa lingkungan adalah faktor-faktor yang
membentuk lingkungan sekitar organisme, terutama komponen-komponen yang
mempengaruhi prilaku, reproduksi dan kelestarian organisme.

3 dari 4 halaman

Lingkungan Hidup Adalah

Menurut Munadjat Danusaputro, lingkungan atau lingkungan hidup adalah semua benda
dan daya serta kondisi, termasuk di dalamnya manusia dan tingkah-perbuatannya, yang
terdapat dalam ruang dimana manusia berada dan mempengaruhi kelangsungan hidup
serta kesejahteraan manusia dan jasad-jasad hidup lainnya.
Sementara itu, menurut Otto Soemarwoto, lingkungan hidup diartikan sebagai ruang yang
ditempati suatu makhluk hidup bersama dengan benda hidup dan tak hidup di dalamnya.
RM. Gatot P. Soemartono mengutip pendapat para pakar sebagai berikut:

“secara umum lingkungan diartikan sebagai segala benda, kondisi, keadaan dan pengaruh
yang terdapat dalam ruangan yang kita tempati, dan mempengaruhi hal yang hidup
termasuk kehidupan manusia. Batas ruang lingkungan menurut pengertian ini bisa sangat

luas, namun praktisnya dibatasi ruang lingkungan dengan faktor-faktor yang dapat
dijangkau oleh manusia seperti faktor alam, faktor politik, faktor ekonomi, faktor soasial
dan lain-lain”.

Pengertian lingkungan hidup menurut Sambah Wirakusumah adalah lingkungan hidup
adalah semua aspek kondisi eksternal biologis, dimana organisme hidup dan ilmu-ilmu
lingkungan menjadi studi aspek lingkungan organisme itu.
Menurut Emil Salim lingkungan hidup diartikan sebagai benda, kondisi, keadaan dan
pengaruh yang terdapat dalam ruang yang kita tempati dan mempengaruhi hal yang hidup
termasuk kehidupan manusia.
Sedangkan menurut Soedjono lingkungan hidup sebagai lingkungan fisik atau jasmani yang
terdapat di alam. Pengertian ini menjelaskan bahwa manusia, hewan dan tumbuh-
tumbuhan dilihat dan dianggap sebagai perwujudan fisik jasmani.

Jenis Lingkungan

Para ahli mengadakan pengelompokan lingkungan ini atas beberapa macam, secara garis
besarnya lingkungan hidup manusia itu dapat digolongkan atas 3 (tiga) jenis golongan:

a. Lingkungan fisik (physical environment)

Lingkungan fisik adalah segala sesuatu di sekitar kita yang berbentuk benda mati seperti
rumah, kendaraan, gunung, udara, sinar matahari dan lain lain yang semacamnya.

b. Lingkungan biologis (biolocal environment)

Lingkungan biologis adalah segala sesuatu yang berada di sekitar manusia yang berupa
organisme hidup lainnya selain dari manusia sendiri, binatang, tumbuh-tumbuhan, jasad
renik(plankton) dan lainlain.

c. Lingkungan sosial (social environment)

Lingkungan sosial adalah manusia lain yang berada disekitarnya seperti tetangga, teman
dan lain-lain.
Pentingnya Lingkungan
Lingkungan memainkan peran penting dalam hidup sehat dan keberadaan kehidupan di
planet bumi. Bumi adalah rumah bagi berbagai spesies makhluk hidup dan kita semua
bergantung pada lingkungan untuk makanan, udara, air, dan kebutuhan lainnya. Oleh
karena itu, penting bagi setiap individu untuk menyelamatkan dan melindungi lingkungan
kita.

Sumber: [23/5 11.28] : http://ririnpuspitasarifr.blogspot.com/2014/07/makalah-wastek.html?m=1
[23/5 12.28] : http://www.alekkurniawan.com/2011/04/pengantar-ilmu-dan-teknologi-
material.html?m=1

[23/5 12.55] : https://idcloudhost.com/teknologi-informasi-pengertian-fungsi-tujuan-dan-manfaat-
teknologi-informasi/

[23/5 13.00] : https://greatdayhr.com/id-id/blog/perkembangan-
teknologi/#:~:text=Dampak%20Positif%20Perkembangan%20Teknologi&text=Mempermudah%20da
n%20mempersingkat%20proses%20pertukaran,berada%20di%20lokasi%20yang%20sama

[23/5 13.01] : https://m.merdeka.com/jateng/konsep-lingkungan-hidup-dan-berbagai-masalanya-
perlu-diketahui-kln.html


Click to View FlipBook Version