Penyusutan Akumulasian adalah jumlah kumulatif penyusutan aktiva tetap dari
seluruh periode yang menikmati manfaat aktiva tetap.
Informasi 7
Ja 3 1.300.000
Biaya Gaji dan Upah Karyawan
n1
Hutang Biaya Gaji 1.300.000
(Mengakui biaya gaji dan upah yang
belum dibayar)
N. KERTAS KERJA
1. PENGERTIAN
Neraca Lajur atau work sheet adalah kertas kerja berkolom yang digunakan dalam
proses akuntansi manual sebagai alat bantu untuk penyusunan laporan keuangan.
Dalam siklus akuntansi pembuatan neraca lajur bukan merupakan prosedur yang
wajib. Pembuatan neraca lajur dilakukan setelah menyusun neraca saldo dan sebelum
membuat jurnal penyesuaian. Di dalam neraca lajur terdapat kolom nama akun,
kolom neraca saldo, kolom penyesuaian, kolom neraca saldo setelah penyesuaian,
kolom Laba-Rugi, dan kolom neraca, sehingga neraca lajur mempermudah proses
penyesuaian dan penyusunan laporan keuangan.
2. BENTUK NERACA LAJUR
Dalam penyusunan neraca lajur ditulis nama perusahaan (paling atas), neraca lajur,
dan periode yang dirangkum. Bentuk neraca lajur ada yang berformat 5 kolom ada
yang berformat 6 kolom. Tiap-tiap kolom terbagi atas debit dan sisi kredit. Berikut
ini disajikan perbandingan antara neraca lajur bentuk 5 kolom dan bentuk 6 kolom.
Neraca lajur bentuk 5 kolom terdiri dari kolom-kolom:
– Neraca Saldo
– Penyesuaian
– Neraca Saldo Setelah Penyesuaian (NSSP)
– Laba-Rugi
– Neraca
Nerac Penyesuai Laba- Nerac
a NSSP
an Rugi a
N Nama Saldo
o. Akun
DK DK DK
Dr Kr Dr Kr
rr rr
rr
Neraca lajur bentuk 6 kolom terdiri dari kolom-kolom:
– Neraca Saldo
– Penyesuaian
– Neraca Saldo Setelah Penyesuaian (NSSP)
– Laba-Rugi
– Perubahan Modal
– Neraca
Nerac Penyesuaian NSSP Rugi - Perubaha Nera
a Laba n ca
No Nama
. Akun Saldo Modal
DK D K DK DK
rr Dr Kr Dr Kr
r rrr rr
3. PENYUSUNAN NERACA LAJUR
Menyusun neraca lajur harus urut dari kolom paling kiri sampai dengan kolom paling
kanan. Dimulai dari mengisi kolom neraca saldo, mengisi kolom penyesuaian,
mengisi kolom neraca saldo setelah penyesuaian, mengisi kolom Laba-Rugi, dan
diakhiri mengisi kolom neraca untuk bentuk neraca lajur dengan bentuk 5 kolom.
Untuk bentuk neraca lajur dengan bentuk 6 kolom, setelah pengisian kolom Laba-
Rugi, kemudian diisi kolom perubahan modal, dan diakhiri kolom neraca. Berikut ini
dijelaskan cara menyusun neraca lajur bentuk 5 kolom, berdasarkan informasi pada
Contoh Soal 4.
TITIK-GARIS-BIDANG
NERACA SALDO
PER 30 JANUARI 2007
Nomor Nama Akun Saldo Kredit
Akun Debit
100 Kas 11.120.000
120
130 Piutang Usaha 3.000.000
160
Bahan Habis Pakai 1.600.000
Perlengkapan Kantor 2.000.000
200 Hutang Usaha 250.000 600.000
3.600.000
220 Hutang Bank 1.200.000 7.000.000
1.300.000 10.000.000
250 Modal Melati
500.000 21.200.000
290 Prive Melati 230.000
300 Pendapatan Jasa 21.200.000
400 Biaya Sewa Kantor
420 Biaya Gaji dan Upah
430 Karyawan
440 Biaya Listrik
Biaya Telepon
Jumlah
Ayat jurnal penyesuaian yang telah dibuat adalah: 40.000
Ja 3
40.000
Biaya Bunga
n1 200.000
1 Hutang Biaya Bunga
200.000
(Mengakui utang bunga bank BNI
periode Januari) 1.200.000
3
2 Biaya Iklan 1.200.000
1
Hutang Biaya Iklan
(Mengakui biaya iklan yang belum
dibayar oleh kantor)
3
3 Biaya Bahan Habis Pakai
1
Bahan Habis Pakai
(Mencatat pemakaian bahan habis pakai) 1.000.000
3
4 Pendapatan jasa 1.000.000
1
30.000
Pendapatan Jasa Diterima di Muka
(Mengakui pendapatan jasa yang 30.000
diterima di muka)
3 33.000
5 Kerugian Piutang
1 33.000
Cadangan Kerugian Piutang 1.300.000
(Mencatat taksiran kerugian piutang )
3 1.300.000
6 Biaya Penyusutan Perlengkapan Kantor
1
Penyusutan Perlengkapan Kantor
Akumulasian
(Mencatat penyusutan perlengkapan
kantor 1 bulan pertama)
3
7 Biaya Gaji dan Upah Karyawan
1
Hutang Biaya Gaji
(Mengakui biaya gaji dan upah yang
belum dibayar)
Tahap-tahap Penyusunan Neraca Lajur
1. Pengisian Kolom Neraca Saldo
Sebelum mengisi kolom neraca saldo, lakukan langkah berikut ini.
- Isilah kolom nomor dengan nomor akun yang urut
- Isilah nama akun sesuai urutan nomor akun
Setelah itu mengisi kolom neraca saldo, lakukan langkah berikut ini.
- Isilah semua saldo akun, saldo debit dimasukkan ke debit dan saldo kredit
dimasukkan ke kredit
2. Pengisian Kolom Penyesuaian
Kolom penyesuaian diisi dari informasi penyesuaian, isilah satu per satu secara
urut, angka-angka penyesuaian dimasukkan ke akun yang benar dan pada sisi
yang sesuai.
TITIK-GARIS-BIDANG
NERACA LAJUR
UNTUK BULAN YANG BERAKHIR 31 JANUARI 2007
DALAM RIBUAN RUPIAH
N Neraca Saldo Penyesuaian NSSP Laba- Neraca
o. Rugi
Nama Akun DK DK DK
rr rr rr
Dr Kr Dr Kr
1 11.12
0 Kas 0
0
1 3.000
2 Piutang Usaha
0 - (5) 30
1 1.600
2 Cadangan Kerugian Piutang 2.000 (3)
5 1.200
1
3 Bahan Habis Pakai - (6) 33
0
1
6 Perlengkapan Kantor
0
1
7 Peny. Peralatan Kantor Akumu.
0
TITIK-GARIS-BIDANG
NERACA LAJUR
UNTUK BULAN YANG BERAKHIR 31 JANUARI 2007
DALAM RIBUAN RUPIAH
2
0 Hutang Usaha 600
0
2
1 Hutang Biaya Bunga (1) 40
1
2
1 Hutang Biaya Iklan (2) 200
2
2 (7)
1 Hutang Biaya Gaji 1.300
3
2
2 Hutang Bank 3.600
0
2 Pendapatan Jasa Diterima di - (4)
3 Muka 1.000
0
2
5 Modal Melati 7.000
0
2
9 Prive Melati 250
0
3 10.00 (4).1.00
0 Pendapatan Jasa 0 0
0
4
0 Biaya Sewa Kantor 1.200
0
4
1 Biaya Iklan - (2) 200
0
4 1.300 (7)
2 Biaya Gaji dan Upah Karyawan 1.300
0
4
3 Biaya Listrik 500
0
4
4 Biaya Telepon 230
0
4 Biaya Penyusutan Perlengk. - (6) 33
5 Kantor
0
4 - (3)
6 Biaya Bahan Habis Pakai 1.200
0
TITIK-GARIS-BIDANG
NERACA LAJUR
UNTUK BULAN YANG BERAKHIR 31 JANUARI 2007
4 DALAM RIBUAN RUPIAH
7 Kerugian Piutang
0 - (5) 30
4
8 Biaya Bunga - 21.20 (1) 40 4.013
0 0 4.013
21.20
JUMLAH 0
Informasi Penyesuaian:
1. Biaya bunga terutang Rp250.000.
2. Biaya iklan terutang Rp200.000.
3. Biaya bahan habis pakai Rp1.200.000 (tersisa Rp400.000).
4. Pendapatan jasa diterima di muka Rp1.000.000.
5. Cadangan Kerugian Piutang Rp30.000.
6. Biaya penyusutan perlengkapan kantor 1 bulan pertama Rp33.000.
7. Biaya gaji dan upah terutang Rp1.300.000.
3. Pengisian Kolom NSSP
Untuk pengisian kolom neraca saldo setelah penyesuaian, lakukan langkah-
langkah berikut ini:
- Gabungkan angka-angka pada neraca saldo dengan angka-angka penyesuaian
dan masukkan pada sisi yang sesuai.
- Perhatikan akun pada neraca saldo dengan akun pada kolom Penyesuaian.
- Bila sama-sama bersaldo debit maka jumlahkan dan isikan di sisi debit kolom
NSSP.
- Bila yang satu bersaldo debit dan satunya kredit maka selisihkan dan hasil
selisih tersebut isikan ke sisi yang sesuai pada kolom NSSP.
- Bila sama-sama bersaldo kredit, maka gabungkan dan isikan pada sisi kredit
kolom NSSP.
TITIK-GARIS-BIDANG
NERACA LAJUR
UNTUK BULAN YANG BERAKHIR 31 JANUARI 2007
DALAM RIBUAN RUPIAH
Neraca Saldo Penyesuaian NSSP Laba- Neraca
Dr Kr Dr Kr Rugi
N Nama Akun 11.120
o. DK
rr D
Dr Kr r Kr
1 11.12
0
0 Kas
0
1
2 Piutang Usaha 3.000 3.000
0
1 Cadangan Kerugian - (5) 30 30
2 Piutang
5 (3)
1.200
1
3 Bahan Habis Pakai 1.600 400
2.000
0
1
6 Perlengkapan Kantor 2.000
0
1 Peny. Perlengk. Kantor - (6) 33 33
7 Akumulasian
0
2
0 Hutang Usaha 600 600
0
2
1 Hutang Biaya Bunga (1)40 40
1
2
1 Hutang Biaya Iklan (2) 200 200
(7) 1.300
2 3.600
1.300 1.000
2
(4)
1 Hutang Biaya Gaji 1.000
3
2
2 Hutang Bank 3.600
-
0
2 Pendapatan Jasa Diterima
3 di Muka
0
2
5 Modal Melati 7.000 7.000
9.000
0
22.803
2
9 Prive Melati 250 250
0 1.200
200
3 10.00 (4).1.0
0 00 2.600
0 Pendapatan Jasa 500
230
0 33
4 1.200
30
0 Biaya Sewa Kantor 1.200 40
0 22.803
4
1 Biaya Iklan - (2) 200
1.300
0 (7)
500 1.300
4 Biaya Gaji dan Upah
2 Karyawan
0
4
3 Biaya Listrik
0
4
4 Biaya Telepon 230
0
4 Biaya Peny. Perlengk. - (6) 33
5 Kantor
0
4 (3)
1.200
6 Biaya Bahan Habis Pakai -
0
4
7 Kerugian Piutang - (5) 30
0
4
8 Biaya Bunga - (1) 40
3.803
0 21.20
0
JUMLAH 21.20 3.803
0
Informasi Penyesuaian:
1. Biaya bunga terutang Rp250.000.
2. Biaya iklan terutang Rp200.000.
3. Biaya bahan habis pakai Rp1.200.000 (tersisa Rp400.000).
4. Pendapatan jasa diterima di muka Rp1.000.000.
5. Cadangan Kerugian Piutang Rp30.000.
6. Biaya penyusutan perlengkapan kantor 1 bulan pertama Rp33.000.
7. Biaya gaji dan upah terutang Rp1.300.000.
4. Pengisian Kolom Laba-Rugi
Pengisian kolom Laba-Rugi dilakukan dengan cara:
- Pindahkan semua akun pendapatan dan akun biaya yang ada di neraca saldo
setelah penyesuaian ke kolom Laba-Rugi sesuai kolom saldonya.
- Jumlahkan sisi debit dan sisi kredit.
- Bila jumlah sisi debit lebih besar maka perusahaan mengalami kerugian,
karena biaya lebih besar daripada pendapatan.
- Bila sisi debit lebih kecil maka perusahaan memperoleh laba karena biaya
lebih kecil dari pendapatan.
- Bila sisi debit sama dengan sisi kredit, maka impas karena biaya = pendapatan.
TITIK-GARIS-BIDANG
NERACA LAJUR
UNTUK BULAN YANG BERAKHIR 31 JANUARI 2007
DALAM RIBUAN RUPIAH
Neraca Saldo Penyesuaian NSSP Laba-Rugi Neraca
N Nama Akun D
o. r
Dr Kr Dr Kr Dr Kr Dr Kr Kr
10 Kas 11.1 11.12
0 20 0
12 Piutang Usaha 3.00 3.000
0 0
12 Cadangan Kerugian Piutang - (5) 30 30
5
13 Bahan Habis Pakai 1.60 (3) 400
0 0 1.200
16 Perlengkapan Kantor 2.00 2.000
0 0
17 Peny. Perlengkapan kantor - (6) 33 33
0 Akumulasian
20 Hutang Usaha 600 600
0
21 Hutang Biaya Bunga (1) 40 40
1
21 Hutang Biaya Iklan (2) 200 200
2
21 Hutang Biaya Gaji (7) 1.30
3 1300 0
22 Hutang Bank 3.60 3.60
0 0 0
23 Pendapatan Jasa Diterima - (4) 1.00
0 di Muka 1.000 0
25 Modal Melati 7.00 7.00
0 0 0
29 Prive Melati 250 250
0
30 Pendapatan Jasa 10.0 (4)1.00 9.00 9.0
0 00 0 0 00
40 Biaya Sewa Kantor 1.20 1.200 1.200
0 0
41 Biaya Iklan - (2) 200 200 200
0
42 Biaya Gaji dan Upah 1.30 (7)1.30 2.600 2.600
0 Karyawan 0 0
43 Biaya Listrik 500 500 500
0
44 Biaya Telepon 230 230 230
0
45 Biaya Peny. Perlengk. - (6) 33 33 33
0 Kantor
46 Biaya Bahan Habis Pakai - (3) 1.200 1.200
0 - 1.200
- (5) 30 30 30
47 Kerugian piutang
0 (1) 40 40 40
22.8 6.033
48 Biaya Bunga 3.803 22.80
0 3 03 2.967
JUMLAH 21.2 21.2 3.803 9.000 9.0
00 00 00
Ikhtisar Laba-Rugi -
9.0
00
Informasi Penyesuaian:
1. Biaya bunga terutang Rp250.000.
2. Biaya iklan terutang Rp200.000.
3. Biaya bahan habis pakai Rp1.200.000 (tersisa Rp400.000).
4. Pendapatan jasa diterima di muka Rp1.000.000.
5. Cadangan Kerugian Piutang Rp30.000.
6. Biaya penyusutan perlengkapan kantor 1 bulan pertama Rp33.000.
7. Biaya gaji dan upah terutang Rp1.300.000.
5. Pengisian Kolom Neraca
Pengisian kolon Neraca dilakukan paling akhir karena adanya penambahan
informasi baru pada kolom Laba-Rugi. Berikut ini langkah-langkah pengisian
kolom Neraca:
- Pindahkan saldo debit dan kredit semua akun aktiva, hutang, dan modal yang
ada di NSSP ke kolom neraca
- Pindahkan saldo debit akun ikhtisar laba-rugi pada baris terbawah yang ada di
kolom Laba-Rugi ke saldo kredit kolom neraca. Sebaliknya, pindahkan saldo
kredit akun ikhtisar laba-rugi baris terbawah ke saldo debit kolom neraca.
-
- TITIK-GARIS-BIDANG
- NERACA LAJUR
- UNTUK BULAN YANG BERAKHIR 31 JANUARI 2007
- DALAM RIBUAN RUPIAH
N Nama Akun Neraca Saldo Penyesuaian NSSP Laba-Rugi Neraca
o. Dr Kr Dr Kr Dr Kr Dr Kr Dr Kr
10 Kas 11.1 11.12 11.12
0 20 0 0
12 Piutang Usaha 3.00 3.000 3.000
0 0
12 Cadangan Kerugian - (5) 30 30 30
5 Piutang
13 Bahan Habis Pakai 1.60 (3) 400 400
0 0 1.200
16 Perlengkapan Kantor 2.00 2.000 2.000
0 0
17 Peny. Peralatan Kantor - (6) 33 33 33
0 Akumu.
20 Hutang Usaha 600 600 600
0
21 Hutang Biaya Bunga (1) 40 40 40
1
21 Hutang Biaya Iklan (2) 200 200
2 200
21 Hutang Biaya Gaji (7) 1.300 1.300
3 1300
22 Hutang Bank 3.60 PPP 3.600 3.600
0 0
23 Pendapatan Jasa Diterima - (4) 1.000 1.000
0 di Muka 1.000
25 Modal Melati 7.00 7.000 7.000
0 0
29 Prive Melati 250 250 250
0
30 Pendapatan Jasa 10.0 (4)1.0 9.000 9.00
0 00 00 0
40 Biaya Sewa Kantor 1.20 1.200 1.200
0 0
41 Biaya Gaji dan Upah - (2) 200 200
0 200
42 Karyawan 1.30 (7)1.3 2.600 2.600
0 0 00
43 Biaya Listrik 500 500 500
0
44 Biaya Telepon 230 230 230
0
45 Biaya Penyusutan Perl - (6) 33 33 33
0 kantor
46 Biaya Bahan Habis Pakai - (3)1.2 1.200 1.200
0 00
47 Kerugian piutang - (5) 30 30 30
0
48 Biaya Bunga - (1)40 40 40
0
JUMLAH 21.2 21.2 3.803 3.803 22.80 22.80 6.033 9.00 16.77 13.80
Ikhtisar Laba-Rugi 00 00 3 3 2.967 003
- 2.967
9.000
9.00 16.77 16.77
000
Informasi Penyesuaian:
1. Biaya bunga terutang Rp250.000.
2. Biaya iklan terutang Rp200.000.
3. Biaya bahan habis pakai Rp1.200.000 (tersisa Rp400.000).
4. Pendapatan jasa diterima di muka Rp1.000.000.
5. Cadangan Kerugian Piutang Rp30.000.
6. Biaya penyusutan perlengkapan kantor 1 bulan pertama Rp33.000.
7. Biaya gaji dan upah terutang Rp1.300.000.
O. JURNAL PENUTUP
1. PENYUSUNAN JURNAL PENUTUP
Prosedur penutupan akun temporer pada akhir periode akuntansi dilakukan sebagai
berikut.
1. Menutup akun pendapatan ke akun ikhtisar laba-rugi, dengan cara mendebit akun
pendapatan, dan mengkredit akun ikhtisar laba-rugi, dengan demikian akun
pendapatan menjadi bersaldo nol.
2. Menutup akun biaya ke akun ikhtisar laba-rugi, dengan cara mengkredit akun
biaya dan mendebit akun ikhtisar laba-rugi. Dengan mendebit akun biaya, maka
akhirnya akun biaya bersaldo nol.
3. Menutup akun ikhtisar laba-rugi ke akun modal pemilik. Sehubungan dengan
ikhtisar laba-rugi dikredit pada nomor 1 di atas dan didebit pada nomor 2, maka
selisihnya ditransfer ke akun modal pemilik.
4. Menutup akun prive ke akun modal pemilik. Caranya mengkredit akun prive dan
mendebit akun modal pemilik.
Tahap 1: Menutup Akun Pendapatan
Jurnalnya mendebit akun pendapatan dan kreditnya adalah akun ikhtisar rugi–laba.
Adapun jurnalnya adalah:
Ja 3 Pendapatan Jasa 9.000.000
n 1
Ikhtisar Laba-Rugi 9.000.000
(Menutup akun pendapatan)
Tahap 2: Menutup Akun Biaya
Jurnal penutupnya mendebit akun ikhtisar laba-rugi dan mengkredit akun biaya.
Adapun jurnalnya adalah:
Ja 3 Ikhtisar Laba-Rugi 6.033.000
n 1
Biaya Sewa Kantor 1.200.000
200.000
Biaya Iklan
2.600.000
Biaya Gaji dan Upah Karyawan 500.000
230.000
Biaya Listrik 33.000
Biaya Telepon 1.200.000
30.000
Biaya Penyusutan Perl. Kantor 40.000
Biaya Bahan Habis Pakai
Biaya Kerugian Piutang
Biaya Bunga
(Menutup akun-akun biaya)
Jika akun pendapatan dan biaya sudah diposting, maka akun-akun tersebut menjadi
nol. Sedangkan akun ikhtisar laba-rugi nampak sebagai berikut.
Ikhtisar Laba-Rugi
No. Akun: 500
Tanggal Keterangan Re Debit Kredit Saldo D/
f K
2007 3 Menutup akun pendapatan 9.000.00 9.000.00 K
1 0 0
Jan 3 Menutup akun biaya 6.033.00 2.967.00 K
1 0 0
Tahap 3: Menutup Akun Ikhtisar Rugi–Laba
Akun ikhtisar laba-rugi harus ditutup. Akun ikhtisar laba-rugi ditutup ke akun modal
pemilik. Karena akun ikhtisar laba-rugi bersaldo kredit Rp2.967.000, maka perlu
mendebit akun ikhtisar laba-rugi dan mengkredit akun modal Melati. Adapun
jurnalnya adalah:
Ja 3 Ikhtisar Laba-Rugi 2.967.000
n 1
Modal Melati 2.967.000
(Menutup akun ikhtisar laba-rugi)
Setelah jurnal tersebut diposting, maka akun ikhtisar laba-rugi dan akun modal Melati
tampak sebagai berikut.
Ikhtisar Laba-Rugi
No. Akun: 500
Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit Saldo D/
K
3 9.000.00
200 1 Menutup akun pendapatan 0 9.000.00 K
7 Menutup akun biaya 0
Jan 3 Ditutup ke modal
6.033.00 2.967.00 K
1 0 0
3
1 2.967.00 0-
0
Modal Melati
Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit No. Akun: 250
2007 1 Setoran tunai 1 7.000.000 Saldo D/K
Jan 31 Dari ikhtisar laba-rugi 2.967.000 7.000.000 K
9.967.000 K
Tahap 4: Menutup Akun Prive
Akun prive ditutup dengan cara mengkredit akun prive dan mendebit akun modal
pemilik. Jurnal penutup untuk transaksi pengambilan prive oleh pemilik:
Ja 3 250.000
Modal Melati
n1
Prive Melati 250.000
(Menutup akun prive)
Buku besar untuk akun modal Melati dan prive Melati akan berubah karena transaksi
ini, seperti yang disajikan berikut ini.
Modal Melati
No. Akun: 250
Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit Saldo D/K
2007 1 Setoran tunai 1 7.000.000 7.000.000 K
Jan 2.967.000 9.967.000 K
31 Dari ikhtisar laba-rugi
31 Penarikan prive Melati 250.000 9.717.000 K
Prive Melati
No. Akun: 290
Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit Saldo D/K
2007 28 Penarikan tunai 1 250.000
Jan 31 Penutupan ke akun Modal 250.000 D
250.000 0
2. NERACA SALDO SETELAH PENUTUPAN
Penyusunan neraca saldo setelah penutupan adalah merupakan tahapan terakhir dari
siklus akuntansi dengan tangan. Setelah penutupan maka dalam neraca saldo setelah
penutupan, yang ada hanyalah akun-akun riil. Dengan kata lain, semua akun yang
nampak setelah penutupan buku adalah semua akun yang ada di neraca.
Contoh Soal 6:
Berdasarkan informasi pada Contoh Soal 5 sebelumnya, susunlah neraca saldo setelah
penutupan untuk Biro Arsitektur Titik-Garis-Bidang per 31 Januari 2007.
Neraca saldo setelah penutupan untuk Biro Arsitektur Titik-Garis-Bidang (setelah
proses tutup buku) disajikan berikut ini.
TITIK-GARIS-BIDANG
NERACA SALDO SETELAH PENUTUPAN
UNTUK BULAN YANG BERAKHIR 31 JANUARI 2007
No. Nama Akun Dr Kr
100 Kas 11.120.000
120 Piutang Usaha 3.000.000
125 Cadangan Kerugian Piutang 30.000
130 Bahan Habis Pakai 400.000
160 Perlengkapan Kantor 2.000.000
170 Peny. Perlengkapan Kantor 33.000
Akumu.
200 Hutang Usaha 600.000
211 Hutang Biaya Bunga 40.000
212 Hutang Biaya Iklan 200.000
213 Hutang Biaya Gaji 1.300.000
220 Hutang Bank 3.600.000
230 Pendapatan Jasa Diterima di Muka 1.000.000
250 Modal Melati 9.717.000
Jumlah 16.520.000 16.520.000
P. LAPORAN KEUANGAN
1. LAPORAN LABA-RUGI
Laporan laba-rugi adalah laporan keuangan yang secara sistematis menyajikan hasil
usaha perusahaan dalam kurun waktu tertentu. Laporan laba-rugi menyajikan
pendapatan selama satu periode dan biaya-biaya untuk memperoleh pendapatan
tersebut pada periode yang sama, juga menyajikan untung dan rugi.
Setiap laporan laba-rugi harus mencantumkan informasi sebagai berikut.
a) Nama Perusahaan.
b) Laporan Laba-Rugi.
c) Periode Laporan.
d) Elemen Laba-Rugi (Pendapatan, Biaya, Untung, dan Rugi).
Bentuk Laporan Laba-Rugi
Bentuk laporan keuangan ada yaitu bentuk laporan laba-rugi satu tahap dan bentuk
laporan laba-rugi bertahap.
1) Laporan Laba-Rugi Satu Tahap. Laporan laba-rugi satu tahap tidak
mencerminkan kemampuan nyata perusahaan dalam mencapai laba. Laporan
bentuk ini mudah disusun. Di bawah ini disajikan laporan laba-rugi satu tahap:
TITIK-GARIS-BIDANG
LAPORAN LABA-RUGI
UNTUK BULAN YANG BERAKHIR 31 JANUARI 2007
Pendapatan:
Jasa Disain Rp 9.000.000
Biaya-biaya:
Biaya Sewa Kantor Rp1.250.000
Biaya Iklan 200.000
Biaya Gaji dan Upah Karyawan
Biaya Listrik 2.600.000
Biaya Telepon 500.000
Biaya Penyusutan Perlengkapan Kantor 230.000
Biaya Bahan Habis Pakai 33.000
Biaya Kerugian Piutang
Biaya Bunga 1.200.000
Total Biaya 30.000
40.000
6.033.000
Laba Bersih 2.967.000
2) Laporan Laba-Rugi Bertahap. Penyusunan laporan laba-rugi bertahap dilakukan
dengan cara sebagai berikut. Pertama, menyajikan laba-rugi dari kegiatan utama
perusahaan dalam mencapai laba. Kedua, menyajikan laba-rugi dari kegiatan di
luar usaha.
Berikut ini disajikan laporan laba-rugi bentuk bertahap:
TITIK-GARIS-BIDANG
LAPORAN LABA-RUGI
UNTUK BULAN YANG BERAKHIR 31 JANUARI 2007
Pendapatan:
Jasa Disain Rp 9.000.000
Biaya-biaya:
Biaya Sewa Kantor Rp1.250.000
Biaya Iklan 200.000
Biaya Gaji dan Upah Karyawan
Biaya Listrik 2.600.000
Biaya Telepon 500.000
Biaya Penyusutan Perlengkapan Kantor 230.000
Biaya Bahan Habis Pakai 33.000
Biaya Kerugian Piutang
Total Biaya 1.200.000
30.000
(5.993.000)
Laba Usaha 3.007.000
Untung dan Pendapatan di Luar Usaha:
-
Pendapatan Bunga -
Pendapatan Surat Berharga
Rugi dan Biaya di Luar Usaha: 40.000 (40.000)
Biaya Bunga -
Rugi Pelepasan Perlengkapan Kantor
Laba Rugi di Luar Usaha
Laba Bersih 2.967.000
2. LAPORAN PERUBAHAN MODAL
Laporan perubahan modal adalah laporan keuangan yang menyajikan informasi
mengenai perubahan posisi modal perusahaan selama satu periode tertentu.
TITIK-GARIS-BIDANG
LAPORAN PERUBAHAN MODAL
UNTUK BULAN YANG BERAKHIR 31 JANUARI 2007
Modal, per 1 Januari 2007 Rp7.000.000
Ditambah: 2.967.000
Laba Bersih Setelah Pajak 9.967.000
Dikurangi: (250.000)
Prive 9.717.000
Modal per 31 Januari 2007
3. NERACA
Neraca atau laporan posisi keuangan adalah laporan keuangan yang menyajikan
posisi keuangan perusahaan pada suatu saat tertentu. Neraca disusun untuk
menyajikan informasi keuangan mengenai aktiva, hutang, dan modal pemilik.
Bentuk Neraca
Neraca dapat disusun dalam bentuk staffel maupun dalam bentuk skontro. Setiap
neraca mencantumkan informasi:
1) Nama perusahaan
2) Neraca
3) Tanggal Neraca
4) Elemen Neraca
NERACA BENTUK STAFFEL
TITIK-GARIS-BIDANG
NERACA
PER 31 JANUARI 2007
Aktiva
Aktiva Lancar
Kas Rp3.000.000 Rp11.120.000
Piutang Usaha (30.000)
Dikurangi: 2.970.000
Cadangan Kerugian Piutang 2.000.000 400.000
Nilai Realisasi Bersih Piutang Usaha (33.000)
Bahan Habis Pakai 14.490.000
Total Aktiva Lancar
1.967.000
Aktiva Tetap Berwujud Rp16.457.000
Perlengkapan Kantor
Perlengkapan Kantor Akumulasian 6.740.000
Nilai Buku Perlengkapan Kantor
Total Aktiva
Hutang dan Modal Pemilik 600.000
Hutang Lancar 1.540.000
Hutang Usaha 3.600.000
Hutang Biaya (Bunga, Iklan & Gaji) 1.000.000
Hutang Bank
Pendapatan Diterima di Muka
Total Hutang Lancar
Hutang Jangka Panjang: --
Hutang Obligasi
9.717.000
Modal Pemilik Rp16.457.000
Modal Melati
Total Hutang dan Modal Pemilik
NERACA BENTUK SKONTRO
TITIK-GARIS-BIDANG
NERACA
PER 31 JANUARI 2007
Aktiva 11.120.000 Hutang dan Modal Pemilik 600.000
Aktiva Lancar Hutang Lancar 1.540.000
Kas Hutang Usaha 3.600.000
Piutang Usaha Hutang Biaya 1.000.000
3.000.000 Hutang Bank 6.740.000
Pendapatan Diterima di Muka
Dikurangi: 9.717.000
Cadangan Kerugian 2.970.000 Total Hutang Lancar
(30.000) 400.000
Nilai Realisasi Hutang Jangka Panjang
Bersih Piutang 14.490.000 Hutang Obligasi
Bahan Habis Pakai
- Modal Pemilik
Total Aktiva Lancar Modal Melati
Investasi Jangka Panjang
Aktiva Tetap Berwujud 1.967.000
Perlengkapan Kantor -
2.000.000
Peny. Perl. Kantor
Akumulasian
(33.000)
Nilai Buku Perl. Kantor
Aktiva Tetap Tidak Berwujud - Total Hutang dan Modal 16.457.00
Aktiva Lain-lain 16.457.000 Pemilik 0
Total Aktiva
4. LAPORAN ARUS KAS
Laporan Arus Kas menyajikan informasi keuangan tentang penerimaan dan
pengeluaran kas selama satu periode tertentu. Penerimaan dan pengeluaran kas
dikelompokkan menurut kegiatan operasi, kegiatan pendanaan, dan kegiatan
investasi.
TITIK-GARIS-BIDANG
LAPORAN ARUS KAS
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 31 JANUARI 2007
Arus Kas dari Aktivitas Operasional: 7.000.000
Penjualan Jasa Disain (1.200.000)
Membayar Sewa Kantor (1.300.000)
Membayar Gaji dan Upah
Membayar Biaya Listrik (500.000)
Membayar Biaya Telepon (230.000)
Membayar Utang Usaha (1.000.000)
Arus Kas Bersih dari Aktivitas
Operasional 2.270.000
Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan: 4.000.000
Dari Pinjaman Bank
Membayar Angsuran bank (400.000)
Pengambilan oleh Pemilik (Melati) (250.000)
Arus Kas Bersih dari Aktivitas
Pendanaan 3.350.000
Arus Kas dari Aktivitas Investasi: (2.000.000)
Membeli Perlengkapan Kantor
Arus Kas Bersih dari Aktivitas Investasi (2.000.000)
3.620.000
Penerimaan Kas Bersih (1) + (2) + (3) 7.000.000
Saldo Kas per 1 Januari Rp11.120.000
Saldo Kas per 31 Januari
5. HUBUNGAN ANTAR LAPORAN KEUANGAN
Laporan keuangan terdiri atas neraca (awal), laporan laba-rugi, laporan perubahan
modal, dan laporan arus kas. Laporan itu disusun berdasarkan sumber data yang sama.
Walaupun unsur-unsur yang dilaporkan berbeda, namun terdapat saling hubungan
antarlaporan tersebut. Saling hubungannya sebagai berikut.
TITIK-GARIS-BIDANG
LAPORAN LABA-RUGI
UNTUK BULAN YANG BERAKHIR 31 JANUARI 2007
Pendapatan: Rp 9.000.000
Jasa Disain
Biaya-biaya:
Biaya Sewa Kantor Rp1.250.000
Biaya Iklan 200.000
Biaya Gaji dan Upah Karyawan
Biaya Listrik 2.600.000
Biaya Telepon 500.000
Biaya Penyusutan Perlengkapan Kantor 230.000
Biaya Bahan Habis Pakai 33.000
Biaya Kerugian Piutang
Biaya Bunga 1.200.000
Total Biaya 30.000
40.000
6.033.000
Laba Bersih Rp2.967.000
TITIK-GARIS-BIDANG
LAPORAN PERUBAHAN MODAL
UNTUK BULAN YANG BERAKHIR 31 JANUARI 2007
Modal, per 1 Januari 2007 Rp7.000.000
Ditambah:
2.967.000
Laba Bersih Setelah Pajak 9.967.000
Dikurangi: (250.000)
Prive Rp9.717.000
Modal per 31 Januari 2007
TITIK-GARIS-BIDANG
NERACA
PER 31 JANUARI 2007
Aktiva 11.120.000 Hutang dan Modal Pemilik 600.000
Aktiva Lancar Hutang Lancar 1.540.000
Kas Hutang Usaha 3.600.000
Piutang Usaha Hutang Biaya 1.000.000
3.000.000 Hutang Bank 6.740.000
Pendapatan Diterima di Muka
Dikurangi: 9.717.000
Cadangan Kerugian 2.970.000 Total Hutang Lancar
(30.000) 400.000 16.457.000
Nilai Realisasi Hutang Jangka Panjang :
Bersih Piutang 14.490.000 Hutang Obligasi
Bahan Habis Pakai
Total Aktiva Lancar - Modal Pemilik
Modal Melati
Investasi Jangka Panjang
1.967.000
Aktiva Tetap Berwujud -
Perlengkapan Kantor
2.000.000
Peny. Perl. Kantor
Akumulasian
(33.000)
Nilai Buku Perl. Kantor - Total Hutang dan Modal
16.457.000 Pemilik
Aktiva Tetap Tidak Berwujud
Aktiva Lain-lain
Total Aktiva
BAB II STUDY KASUS
1. Transaksi Keuangan
1 Desember 2005, Ibu Fitria mendirikan sebuah Salon . Transaksi keuangan yang
terjadi sejak didirikan hingga akhir bulan Desember 2005:
– Tanggal 3 Desember 2005: Membayar sewa ruangan untuk bulan Desember
2005 sebesar Rp 480.000
– Tanggal 4 Desember 2005: Membeli secara tunai peralatan salon dengan
harga Rp 1.600.000
– Tanggal 5 Desember 2005: Membeli cleansing cream, hair-dye lotion dan
perlengkapan salon lainnya dengan kredit seharga Rp 400.000
– Tanggal 6 Desember 2005: Dibayar biaya pemasangan iklan mini di Harian
Malang Post sebesar Rp 600.000
– Tanggal 15 Desember 2005: Dibayar gaji karyawan untuk periode 1-15
Desember 2005 sebesar Rp 288.000
– Tanggal 15 Desember 2005: Diterima uang sebesar Rp 800.000 dari
penjualan jasa selama setengah bulan pertama kegiatannya
– Tanggal 19 Desember 2005: Dibayar kuitansi listrik dan telepon sebesar Rp
240.000
– Tanggal 20 Desember 2005: Permohonan Nona Fitria untuk mendapatkan
kredit investasi kecil (KIK) sebesar Rp 12.000.000 disetujui. Hari ini kredit
tersebut ditarik semuanya
– Tanggal 23 Desember 2005: Dibeli peralatan salon seharga Rp 15.200.000
– Tanggal 23 Desember 2005: Dibayar utang perlengkapan salon sebesar Rp
200.000
– Tanggal 31 Desember 2005: Diterima uang sebesar Rp 1.800.000 dari
penjualan tunai selama setengah bulan terakhir
– Tanggal 31 Desember 2005: Dibayar gaji karyawan untuk periode 16-31
Desember 2005 sebesar Rp 288.000
– Tanggal 31 Desember 2005: Fitria mengambil uang sebesar Rp 400.000
untuk keperluan pribadinya
2. JURNAL UMUM
Tanggal Keterangan Reff Debit Kredit
6.000.000 6.000.000
02 Des 2005 Kas
Modal Nona Fitri
Setoran Modal
03 Des 2005 Beban Sewa 480.000
1.600.000
Kas 400.000 480.000
200.000 1.600.000
04 Des 2005 Peralatan Salon 288.000 400.000
200.000
Kas 800.000 288.000
240.000 800.000
05 Des 2005 Perlengkapan 12.000.000
15.200.000 240.000
Utang Dagang 200.000 12.000.000
1.800.000 15.200.000
06 Des 2005 Beban Iklan 400.000 200.000
1.800.000
Kas 400.000
15 Des 2005 Beban Gaji
Kas
Pendapatan Jasa Salon
Kas
19 Des 2005 Beban listrik dan telepon
Kas
20 Des 2005 Kas
Utang Bank
23 Des 2005 Peralatan Salon
Kas
Utang Dagang
Kas
31 Des 2005 Kas
Pendapatan Jasa Salon
Prive
Kas
3. BUKU BESAR
KAS NOMOR AKUN 101
Reff
Tanggal Keterangan Debit Kredit SALDO
6.000.000
480.000 Debit Kredit
800.000 1.600.000
02 Des Modal 12.000.000 200.000 6.000.000
03 Des Beban Sewa 15.200.000 288.000
04 Des Peralatan Salon 1.800.000 240.000 480.000
06 Des Beban serba serbi
15 Des Beban Gaji 200.000 1.600.000
15 Des Pendapatan Salon 288.000
19 Des Beban listrik dan 400.000 200.000
telepon
20 Des Hutang bank 288.000
23 Des Peralatan Salon
23 Des Hutang Dagang 800.000
31 Des Pendapatan Salon
31 Des Beban Gaji 240.000
31 Des Prive
12.000.000 200.000
15.200.000
288.000
1.800.000 400.000
PERLENGKAPAN NOMOR AKUN 102
Tanggal Keterangan Reff Debit Kredit SALDO
05 Des
Debit Kredit
Perlengkapan Salon 400.000 400.000
PERALATAN NOMOR AKUN 103
Tanggal Keterangan Reff Debit Kredit SALDO
04 Des
23 Des Debit Kredit
Tanggal Peralatan Salon 1.600.000 1.600.000
05 Des Peralatan Salon 15.200.000
23 Des 15.200.000
Tanggal HUTANG USAHA NOMOR AKUN 201
20 Des
Keterangan Reff Debit Kredit SALDO
Tanggal 400.000
02 Des Debit Kredit
Perlengkapan 400.000
Hutang Usaha
200.000 200.000
HUTANG BANK NOMOR AKUN 202
Keterangan Reff Debit Kredit SALDO
12.000.000
Debit Kredit
Hutang Bank 12.000.000
MODAL NOMOR AKUN 301
Reff
Keterangan Debit Kredit SALDO
6.000.000
Debit Kredit
Modal Usaha 6.000.000
PRIVE NOMOR AKUN 302
Reff
Tanggal Keterangan Debit Kredit SALDO
31 Des Prive 400,000
Debit Kredit
Tanggal
15 Des 400.000
31 Des
PENDAPATAN NOMOR AKUN 401
Tanggal
15 Des Keterangan Reff Debit Kredit SALDO
31 Des
800.000 Debit Kredit
Tanggal 1.800.000
03 Des Pendapatan Salon 800.000
Pendapaan Salon
Tanggal 1.800.000
19 Des
BIAYA GAJI DAN UPAH NOMOR AKUN 501
Tanggal
06 Des Keterangan Reff Debit Kredit SALDO
Debit Kredit
Biaya Gaji 288.000 288.000
Biaya Gaji 288.000
288.000
BIAYA SEWA NOMOR AKUN 502
Keterangan Reff Debit Kredit SALDO
Debit Kredit
Biaya Sewa 480.000 480.000
BIAYA LISTRIK NOMOR AKUN 503
Keterangan Reff Debit Kredit SALDO
Debit Kredit
Biaya Listrik dan 240.000 240.000
Telepon
BIAYA SERBA SERBI NOMOR AKUN 504
Keterangan Reff Debit Kredit SALDO
Debit Kredit
Biaya serba - serbi 200.000 200.000
4.NERACA SALDO
SALON FITRIA
NERACA SALDO
PER 31 DESEMBER 2005
Saldo
No Akun Nama Akun Debet (Rp) Kredit (Rp)
101
102 Kas 1.704.000 -
103
201 Perlengkapan 400.000 -
202
301 Peralatan salon 16.800.000 -
302
401 Utang dagang - 200.000
501
502 Utang bank - 12.000.000
503
504 Modal Nona Fitria - 6.000.000
Prive Nona Fitria 400.000 -
Pendapatan jasa salon - 2.600.000
Beban gaji 576.000 -
Beban sewa 480.000 -
Beban listrik dan telepon 240.000 -
Biaya serba serbi 200.000 -
Jumlah 20.800.000 20.800.000
5.JURNAL PENYESUAIAN
SALON FITRIA
JURNAL PENYESUAIN
PER 31 DESEMBER
Tanggal Keterangan Ref. Debet Kredit
280.000
31 280.000
Desember Beban Penyusutan Peralatan Salon Ref. Debet Kredit
300.000
Akumulasi penyusutan Peralatan Salon 300.000
(Penyusutan Desember 2005) Ref. Debet Kredit
32.000
Tanggal Keterangan 32.000
31
Beban Pelengkapan 612.000 612.000
Desember Perlengkapan
(Pemakaian Perlengkapan Desember 2005)
Tanggal Keterangan
31
Beban Bunga
Desember Utang Bunga
Bunga 24-31 Desember 2005
Jumlah
6.NERACA LAJUR
SALON FITRIA
NERACA LAJUR
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2005
DALAM RIBUAN RUPIAH
Neraca Saldo Penyesuaian NSSP Laba-Rugi Neraca
No Akun Nama Akun Debet Kredit Debet Kredit Debet Kredit Debet Kredit Debet Kredit
101 Kas 1.704.000 - - - 1.704.000 1.704.000
102 Perlengkapan 400.000 - - 300.000 100.000 100.000
103 Peralatan salon 16.800.000 - - - 16.800.000 16.800.000
104 Penyusutan Akumulasi Peralatan Sa-lon - - 280.000 280.000 280.000
201 Hutang dagang - 200.000 - - 200.000 200.000
202 Hutang bank - 12.000.000 - - 12.000.000 12.000.000
203 Hutang Biaya Bunga - - - 32.000 32.000 32.000
301 Modal Nona Fitria - 6.000.000 - - 6.000.000 6.000.000
302 Prive Nona Fitria 400.000 - - - 400.000 400.000
401 Pendapatan jasa salon - 2.600.000 - - 2.600.000 2.600.000
501 Biaya gaji 576.000 - - - 576.000 576.000
502 Biaya sewa 480.000 - - - 480.000 480.000
503 Biaya listrik dan telepon 240.000 - - - 240.000 240.000
504 Biaya serba serbi 200.000 - - - 200.000 200.000
505 Biaya penyusutan Peralatan Salon - - 280.000 - 280.000 280.000
506 Biaya Perlengakapan - - 300.000 - 300.000 300.000
507 Biaya Bunga -- 32.000 - 32.000 32.000
20.800.000 20.800.000 612.000 612.000 21.112.000 21.112.000 2.108.000 2.600.000 19.004.000 18.512.000
492.000 492.000
2.600.000 2.600.000 19.004.000 19.004.000