The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

mini book to fulfill the assignment for the sociology course given by Mr. Abu Amar Bustomi, this mini book contains the basics of sociology that we have learned during this second semester.

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Febbiani Siti Nur Ngarofah, 2023-07-02 13:34:38

Entitas Sosiologi

mini book to fulfill the assignment for the sociology course given by Mr. Abu Amar Bustomi, this mini book contains the basics of sociology that we have learned during this second semester.

Keywords: sosiologi

i ENTITAS SOSIOLOGI Penulis Febbiani Siti Nur Ngarofah Editor Febbiani Siti Nur Ngarofah Cover Febbiani Siti Nur Ngarofah Pembimbing Abu Amar Bustomi M.Si PRODI KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL SURABAYA TAHUN 2023


ii KATA PENGANTAR َوبَ َر َكا تُهُ َو َر ْح َمةُ هللاِ ْم ْيكُ اَل َّسََلُم َعلَ Bismillahirahmanirrahim, Alhamdulillahi Robbil’Alamin, segala puji syukur penulis haturkan kepada yang Maha Rahman Allah SWT, karena rahmat,taufik,hidayah,juga inayahNya lah kita semua masih bisa merasakan nikmat iman,ihsan,islam, serta sehat lahir maupun batin. Tidak lupa juga sholawat serta salam semoga selalu tercurahkan kepangkuan beliau Nabi Agung Muhammad SAW yang kita nantikan syafaatnya di yaumul akhir nanti,Amiin Ya Robbal’Alamin. Berkat rahmat Allah SWT juga lantaran Nabi Muhammad SAW penulis dapat menyusun minibook ini dengan judul “Entitas Sosiologi” sehingga dapat terpenuhinya tugas UAS semester 2 pada mata kuliah Sosiologi ini. Tidak terlupakan juga penulis haturkan terimakasih kepada Bpk. Abu Amar Bustomi,M.Si selaku dosen pengampu mata kuliah sosiologi yang telah membimbing penulis, juga memberi kesempatan penulis menjelaskan materi yang telah di pelajari pada semester ini. Penulis ucapkan terimakasih juga kepada semua pihak yang telah mendukung penulis dalam proses penyusunan minibook ini. Juga penulis ucapkan banyak maaf jika pada makalah ini terdapat salah kata, ataupun kurang dalam penjelasan maupun segi yang lain, selaku penulis yang semata mata hanya manusia biasa yang pastinya banyak salah dan khilaf karena kesempurnaan hanya milik Allah SWT. Penulis berharap kritik dan saran pembaca guna kebikan penulis kedepannya, penulis juga berharap dengan adanya minibook ini dapat bermanfaat bagi saudara semua yang membutuhkan. Amiin Ya Robbal’Alamin. َوبَ َر َك َو َر ْح َمةُ هللاِ ْي ُكْم ُم عَلَ َوال َّسالَ اتُهُ Tulungagung, 1 Juli 2023 Penulis Febbiani Siti Nur Ngarofah


iii DAFTAR ISI JUDUL ..................................................................................................................................i KATA PENGANTAR............................................................................................................ii DAFTAR ISI........................................................................................................................iii A. Definisi Sosiologi........................................................................................................... 1 B. Ruang Lingkup Sosiologi............................................................................................... 1 C. Objek Kajian Sosiologi .................................................................................................. 3 D. Sejarah Sosiologi di Dunia ............................................................................................. 3 E. Perkembangan Sosiologi Di Dunia ................................................................................. 5 F. Awal Mula dan Perkembangan Sosiologi di Indonesia.................................................... 7 G. Penelitian sosiologi..................................................................................................... 8 1. Metode penelitian sosiologi ........................................................................................... 8 H. Jenis sosiologi .......................................................................................................... 10 I. Masyarakat dan Kelompok Sosial ................................................................................ 12 1. Pengertian Kelompok Sosial ........................................................................................ 12 2. Ciri-Ciri Kelompok Sosial ........................................................................................... 13 3. Pengertian Masyarakat................................................................................................. 14 4. Ciri-Ciri Masyarakat.................................................................................................... 15 5. Fungsi Kelompok Sosial Bagi Masyarakat ................................................................... 16 6. Contoh Kelompok Sosial Yang Ada Pada Masyarakat.................................................. 16 DAFTAR PUSTAKA.......................................................................................................... 17 BIOGRAFI SINGKAT PENULIS ....................................................................................... 19


1 A. Definisi Sosiologi Menurut bahasa, sosiologi berasal dari bahasa latin Socius yang arti nya kawan, dan Logos yang artinya ilmu pengetahuan. Sedangkan menurut istilah ada beberapa pengertian ilmu sosiologi, yang diantaranya adalah : Ilmu sosiologi adalah ilmu pengetahuan tentang masyarakat. Sosiologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang perilaku masyarakat, perilaku sosial antara individu dengan kelompok, individu dengan individu, kelompok dengan kelompok Selan itu juga ada pengertian sosiologi menurut beberapa ahli, antara lain : 1. Max Weber Sosiologi adalah ilmu yang berupaya memhami tindakan-tindakan sosial. 2. Wiliam F. Ogburn dan Mayer F. Nimkopf Sosiologi adalah penelitian tentang struktur-struktur dan proses-proses kemasyarakatan yang bersifat stabil. 3. Pitirim Sorokin Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antar aneka macam gejala sosial. 4. Roucek dan Warren Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dalam kelompokkelompok. 5. Paul B. Horton Sosiologi adalah ilmu yang memusatkan penelaahan pada kehidupan kelompok dan produk kehidupan kelompok tersebut. 6. Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi Sosiologi adalah ilmu kemasyarakatan yang mempelajari struktur sosial dan prosesproses sosial termasuk perubahan sosial. 7. Soerjono Soekanto Sosiologi adalah ilmu yang memusatkan perhatian pada segi-segi kemasyarakatan yang bersifat umum dan berusaha untuk mendapatkan pola-pola umum kehidupan masyarakat. B. Ruang Lingkup Sosiologi Ruang lingkup sosiologi yang meliputi pengetahuan dasar pengkajian adalah sebagai berikut :


2 1. Kedudukan serta peran sosial individu dalam keluarga, kelompok, dan masyarakat secara luas. 2. Nilai serta norma sosial yang menjadi dasar dan memberi pengaruh terhadap sikap dan perilaku suatu anggota masyarakat dalam berhubungan sosialnya. 3. Masyarakat, kebudayaan daerah, serta kebudayaan nasional Indonesia yang menjadi submasyarakat dalam ilmu sosiologi. 4. Tetap berlangsungnya perubahan sosial budaya yang disebabkan faktor internal maupun eksternal. 5. Banyaknya masalah sosial budaya yang ditemui dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari. Selain itu, karena pada dasarnya penelitian sosiologi menggabungkan data dari berbagai ilmu pengetahuan, maka ruang lingkup sosiologi pun dapat dibagi menjadi 3 poin, diantaranya adalah : 1. Ruang lingkup sosiologi ekonomi. Pada ruang lingkup ekonomi, sosiologi dapat meliputi kegiatan usaha secara mendasar dan berhubungan dengan produksi, distribusi, hingga pemakaian sumber daya alam. 2. Ruang lingkup sosiologi persoalan sejarah. Hal ini tentulah berhubungan dengan catatan suatu peristiwa. Misalnya, usaha dari kegiatan seorang individu beserta dengan prestasi yang didapatkan, dan lain sebagainya. 3. Ruang lingkup sosiologi masalah manajemen. Masalah manajemen adalah pihak yang membuat kajian sosiologi dan berkaitan pada apa yang dialami oleh warga negara dan sekitarnya. Soerjono Soekanto, yang merupakan sosiolog juga menjelaskan tentang ruang lingkup sosiologi menurut versinya. Menurutnya, ruang lingkup sosiologi dapat dikelompokkan menjadi 2 jenis, yaitu: 1. Sosiologi umum, pada bagian ini mempelajari tentang bagaimana menyelidiki tingkah laku manusia pada umumnya dalam menjalin suatu hubungan kedekatan dengan masyarakat sekitarnya. 2. Sosiologi khusus, ini mempelajari dan menyelidiki perihal berbagai macam sektor kehidupan di masyarakat. Hal ini diambil dari suatu segi tertentu dalam kehidupan.


3 C. Objek Kajian Sosiologi Karena kedudukan sosiologi adalah sebagai ilmu sosial maka objek kajian sosiologi juga memiliki kedudukan yang sama yang artinya adalah masyarakat dilihat dari hubungan antar manusia dan proses yang timbul dalam hubungan tersebut. Dengan hal tersebut, sosiologi pada hakikatnya mempelajari masyarakat dan perilaku sosial manusia denga cara meneliti kelompok-kelompok yang dibangun. Dengan kata lain yang menjadi kajian sosiologi adalah sebagai berikut : 1. Hubungan timbal balik antara manusia satu dengan yang lain. 2. Hubungan antara individu dengan kelompok. 3. Hubungan antara kelompok satu dengan kelompok lainnya. 4. Sifat/karakter dari kelompok-kelompok sosial yang berbeda-beda coraknya. Menurut Mayer F. Nimkoff lapangan studi ada 7 objek besar, antara lain : 1. Faktor-faktor pada kehidupan manusia. 2. Kebudayaan yang ada. 3. Human Nature (sifat asli manusia) 4. Lembaga-lembaga sosial di sekitar 5. Social change (perubahan sosial) Objek dari sosiologi adalah masyarakat, jika dilihat dari hubungan antara manusia dan proses yang ditimbulkan dari hubungan manusia pada masyarakat. Menurut Selo Sumardjan menyatakan bahwa masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama dan menghasilkan kebudayaan. Sedangkan menurut Ralfh Linton menganggap bahwa masyarakaat merupakan setiap kelompok manusia yang telah hidup dan bekerja cukup lama sehingga mereka dapat mengatur hidup mereka dan menganggap diri mereka sebagai satu kesatuan sosial dengan batas-batas yang dirumuskan dengan jelas. D. Sejarah Sosiologi di Dunia Sosiologi atau yang biasa kita kenal dengan ilmu bermasyarakat, dalam Encyclopedia Britannica dipaparkan. Bahwa sosiologi juga merupakan ilmu yang mempelajari status sosial, gerakan sosial, perubahan sosial, dan societal disorder seperti kriminalitas, penyimpangan, dan revolusi. Sebenarnya pemikiran mengenai sosiologi sudah dipelopori oleh para ilmuwan Yunani Kuno namun belum ada perkembangan setelahnya. Sesuai yang disebutkan Encyclopedia Britadinnica bahwa lahirnya sosiologi puan karegna adanya peristiwa Revolusi Industri yang terjadi di benua Eropa atau tepatnya di negara Inggris


4 dan Prancis. Pada masa itu pun seorang filsuf yang bernama Auguste Comte menemui peristiwa tersebut yang bertepatan dengan periode Napoleon. Pada saat itu, kehidupan sosial stabil, ilmu pengetahuan dan teknologi pun modern, serta Revolusi Industri mulai menyebabkan transformasi di tengah warga Eropa. Sebelum masa Revolusi, Prancis menggunakan sistem pemerintahan teokrasi, dengan kaisar sebagai wakil tuhan dan tidak tercela hal ini membuat kesewenang-wenangan dialami oleh rakyat Prancis. Penjara Bastile yang merupakan simbol kekejaman pemerintahan Prancis dijebol, dengan seiring rakyat yang mulai menuju pencerahan dan berpikir secara rasional untuk meraih kesejahteraan bersama. Meskipun pemerintahan tirani runtuh setelah Revolusi Prancis, orang-orang Eropa pada saat itu sudah mengalami konflik kekerasan, namun menurut Comte, orang-orang Eropa ssat itu masih ragu dalam menetapkan perasan, pikiran, dan tindakan apa yang harus dilakukan. Di sisi lain, Revolusi Industri di Inggris membuat orang di sekitar daerah industri mengalami peningkatan ekonomi, sementara orang daerah berkekurangan. Lalu Comte berpikir bagaimana kesenjangan tersebut dapat diperkecil ataupun ditiadakan. Menurut Auguste, banyak orang Eropa saat itu kurang percaya diri dalam menetapkan pandangan atau keyakinan, atau hal yang bisa mengganti pandangan atau keyakinan yang sudah ada. Masa revolusi tersebut menurut Comte sangat menentukan bagi sejarah manusia, termasuk di Prancis dan keseluruhan Eropa. Revolusi Industri mengakibatkan pergeseran nilai dan norma sosial di tengah masyarakat. Untuk mengantisipasi gejolak tersebut, maka dibutuhkan seperangkat ilmu. Lalu Comte pun berpendapat dan akhirnya memutuskan bahwa perlu ada ilmu yang mempelajari masyarakat yang bisa mengarahkan masyarakat. Harapannya, perkembangan yang terjadi dapat diarahkan menuju hal yang lebih baik atau sesuai dengan tujuan kehidupan Bersama. Hasil pemikiran Comte tersebut dituangkan dalam buku Positive Philosophy pada tahun 1838. Comte menyebarkan ilmu yang mempelajari perkembangan masyarakat dan dampak yang ditimbulkan oleh perubahan sosial itu dengan sebutan sosiologi. Dengan demikian, sosiologi lahir di Eropa pada abad ke-19 yang dilatar belakangi oleh peristiwa Revolusi Industri di Inggris dan Revolusi Prancis. Itulah mengapa, Auguste Comte dikenal sebagai Bapak Sosiologi. Istilah sosiologi kemudian dipopulerkan oleh Herbert Spencer dalam bukunya, Principles of Sociology.


5 E. Perkembangan Sosiologi Di Dunia Seperti yang sudah tertera diatas bahwa aslinya sudah ada sejak masa Yunani Kuno, oleh karena itu berikut adalah perkembangan sosiologi dari masa Yunani Kuno hingga abad ke-20: 1. Sejarah Perkembangan Sosiologi Masa Kejayaaan Filsafat Yunani Pada masa ini, sosiologi dipandang sebagai bagian tentang kehidupan bersama secara filsafati. Pada masa ini seorng filsuf asal Yunani yang bernama Plato, dalam pencariannya mengenai makna negara ia berhasil membuat rumusan teori organis tentang masyarakat. Pencariannya mencakup kehidupan sosial dan ekonomi. Ia juga menjelaskan bahwa institusi dalam masyarakat saling bergantung secara fungsional. Sementara, Aristoteles menganggap bahwa masyarakat adalah suatu organisme hidup, seperti pandangan kaum biologis. Lalu, dengan landasan kehidupannya, adalah moral yang baik. Masa inilah kaum agamawan berkuasa sehingga kehidupan sosial diwarnai oleh keputusan kaum agamawan dengan kekuasaannya. 2. Sejarah Perkembangan Sosiologi Masa Renaissance (1200-1600) Pada masa ini, seorang tokoh yang bernama Machiavelli menjadi orang pertama yang memisahkan antara politik dan moral. Ia membuat cara itu sehingga terjadi suatu pendekatan terhadap masyarakat yang ada. Setelah itu, pada masa ini muncul berbagai ajaran bahwa teori teori politik dan sosial lah yang memusatkan perhatian, pada mekanisme pemerintahan. Sejak saat itulah, dimana masa atau zaman Renaissance yang memberi pengaruh kepada kaum agamawan untuk mulai dalam memperoleh tantangan. 3. Sejarah Perkembangan Sosiolog i Abad Pencerahan (Abad ke 16 dan Abad ke 17) Pada abad ini, muncul tokoh yang bernama Thomas Hobbes yang mengarang sebuah buku yang berjudul The Laviathan. Dimana pokok penting ajarannya dipengaruhi oleh hukum alam, fisika, dan matematika. Pada abad inilah, pengaruh keagamaan mulai ditinggalkan. Kemudian, digantikan dengan pandangan-pandangan yang lebih bersifat hukum sebagai kodrat duniawi yang ada atau keduniawiannya.Atas dasar pandangan pada kelompok inilah, muncul kesepakatan antar sesama manusia atau kelompok yang dikenal dengan sebutan kontrak sosial. 4. Sejarah Perkembangan Sosiologi Abad ke 18 Pada abad ini, muncul tokoh yaitu John Locke yang pada saat itu dianggap sebagai Bapak Hak Asasi Manusia (HAM). Ia memberikan pernyataan bahwa, pada dasarnya setiap manusia itu memiliki hak-hak dasar yang sangat pribadi. Dimana hak itu tidak dapat dirampas atau direbut


6 oleh orang lain, termasuk oleh negara. Misalnya seperti hak hidup, hak berpikir, dan hak berbicara. Kemudian, juga hak berserikat, dan masih banyak lagi hak-hak dasar yang dimiliki seseorang manusia. Pada saat itu juga ada tokoh lain yang muncul, yaitu J J Rousseau yang masih berpegang teguh pada ide kontrak sosialnya Hobbes. Ia berpendapat bahwa kontrak antara pemerintah atau negara dengan yang diperintah atau masyarakat bisa menyebabkan munculnya suatu kerja sama atau kolektivitas. Dimana kerja sama ini mempunyai keinginankeinginan tersendiri, yang kemudian menjadi keinginan umum, atau keinginan masyarakat luas. Nah keinginan umum yang mendasar inilah menjadi dasar penyusunan kontrak sosial antara negara dengan masyarakat atau warganya. 5. Sejarah Perkembangan Sosiologi Abad ke 19 Pada abad ini baru dimulai perkembangan Sosiologi. Apalagi sesudah Aguste Comte memperkenalkan istilah sosiologi. Comte memperkenalkan istilah sosiologi merupakan suatu upaya dalam menjawab adanya perkembangan interaksi sosial di masa industrialisasi. Masa ini sosiologi sudah dinggap berdiri secara mandiri, keadaan ini disebabkan karena sosiologi dapat memperlihatkan adanya objek. Dimana objek inilah yang dijadikan fokus pembahasan (interaksi manusia). Namun, memang dalam perkembangan ilmunya, masih menggunakan metode ilmu lain. Misalnya seperti ilmu ekonomi dan ilmu sejenis lainnya. 6. Sejarah Perkembangan Sosiologi Abad ke 20 Pada abad ini, baru sosiologi benar-benar berdiri secara mandiri, karena telah mempunyai objek khusus yaitu interaksi manusia yang ada. Yang pada akhirnya, mampu mengembangkan teoriteori sosiologi. Selain itu juga mampu mengembangkan metode khusus sosiologi untuk pengembangan sosiologi itu sendiri. Yang mana sosiologi menjadi sangat relevan dengan makin banyaknya kegagalan pembangunan karena tidak adanya dasar, serta tidak ada memperhatikan masukan dari sosiologi. Pada abad ini, tokoh yang menjadi pelopor utamanya yaitu Anthony Giddens. Ia sebagai tokoh ilmu sosial memberikan pengaruh kuat pada perkembangan sosiologi. Selanjutnya, fokus sosiologi bergeser dari structures ke agency atau dari regional ke independent. Itulah perkembangan sosiologi yang mulai masa Yunani sampai abad ke 20, meskipun banyak kita ketahui bahwa sosiologi lahir pada abad ke-19 yang dicetuskan oleh Auguste Comte di Eropa, namun ternyata sebelum itu sudah mulai ada.


7 F. Awal Mula dan Perkembangan Sosiologi di Indonesia Sosiologi di Indonesia sudah ada sejak lama. Pada masa raja Sri Paduka Mangkunegoro IV yang berasal dari Surakarta, terdapat ajaran Wulang Reh yang mengajarkan tentang tata hubungan antara para anggota masyarakat Jawa yang berasal dari golongan-golongan berbeda. Dalam ajaran tersebut terdapat banyak aspek sosiologi, khususnya pada bidang hubungan antar golongan. Selain karena hal tersebut, Ki Hadjar Dewantara, yang merupakan Bapak Pendidikan Indonesia juga telah menyumbangkan sosiologi dalam konsep-konsepnya tentang kekeluargaan dan kepemimpinan. Praktik dari ajaran ini diterapkan dalam organisasi pendidikan Taman Siswa. Saat itu sosiologi belum dianggap sebagai ilmu yang penting untuk dipelajari. Tetapi, hanya dianggap sebatas ilmu pembantu untuk ilmu pengetahuan lainnya. Hal ini dikarenakan banyaknya karya orang Belanda, seperti tulisan-tulisan ter Haar dan Duyvendak yang mencakup unsur-unsur sosiologis namun, pada ssat itu dikupas secara ilmiah dari aspek nonsosiologis dan belum menjadi ilmu pengetahuan yang berdiri sendiri. Sebelum perang dunia kedua, Indonesia hanya memiliki Sekolah Tinggi Hukum (Rechtshogeschool) di Jakarta, satu-satunya lembaga perguruan tinggi sebelum era kemerdekaan yang memberikan perkuliahan tentang sosiologi di Indonesia. Karena belum adanya spesialisasi sosiologi baik di Indonesia maupun di Belanda, maka para pengajar kala itu tidak berasal dari latar belakang psikologi. Adapun teori yang diajarkan bersifat filsafat sosial dan teoretis, berdasarkan bukubuku karya Leopold Von Wiese, Bierens de Haan dan lainnya. Kegiatan perkuliahan di sekolah tersebut sempat ditiadakan pada 1934 hingga 1935. Hal tersebut disebabkan karena para guru besar mempunyai pendapat bahwa pengetahuan tentang bentuk dan susunan masyarakat juga proses-proses yang terjadi di dalamnya tidak diperlukan dalam hubungan dengan pelajaran hukum. Mereka juga berpikir bahwa yang penting untuk dipelajari adalah hukum positif, yakni peraturan-peraturan yang berlaku dengan sah pada suatu waktu dan suatu tempat tertentu. Setelah proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945, sosiologi di Indonesia mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Soenario Kolopaking merupakan tokoh yang pertama kali memberikan kuliah sosiologi dalam bahasa Indonesia pada tahun 1948 di Akademi Ilmu Politik Yogyakarta (sekarang menjadi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UGM). Oleh karena itu, sosiologi mulai mendapat tempat pada insan akademisi di Indonesia apalagi setelah semakin terbukanya kesempatan bagi masyarakat Indonesia untuk menuntut ilmu di luar negeri sejak tahun 1950. Banyak para pelajar Indonesia yang ingin khusus memperdalam sosiologi di luar negeri, kemudian mengajarkan ilmu itu di Indonesia. Buku sosiologi dalam bahasa Indonesia pertama kali diterbitkan oleh Djody Gondokusumo dengan judul “Sosiologi Indonesia” yang


8 memuat beberapa pengertian mendasar tentang sosiologi. Kehadiran buku tersebut mendapat sambutan baik dari golongan terpelajar di Indonesia, mengingat situasi revolusi yang terjadi saat itu. Buku itu seakan mengobati kehausan mereka akan ilmu yang dapat membantu mereka dalam usaha memahami perubahan-perubahan yang terjadi demikian cepat dalam masyarakat Indonesia saat itu. Selepas itu, muncul buku sosiologi yang diterbitkan oleh Bardosono yang merupakan sebuah diktat kuliah sosiologi yang ditulis oleh seorang mahasiswa. G. Penelitian sosiologi Penelitian merupakan proses penyelidikan yang disusun secara sistematis dan dengan metode tertentu. Penelitian berguna sebagai pemecah suatu masalah dan menemukan solusi dari masalah yang diteliti. Dengan adanya penelitian bisa meningkatkan wawasan atau pengetahuan yang tidak terduga dan mengurangi rasa ingin tahu seseorang. Sedangkan penelitian sosiologi itu sendiri, yaitu jenis penelitian yang dilakukan oleh seorang sosiolog untuk menjawab berbagai pertanyaan mengenai aspek sosial sehingga bisa menambah pengetahuan sosial dan objek kajiannya, yaitu masyarakat. Kata sosial di sini merujuk pada hubungan antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, maupun kelompok dengan kelompok. Penelitian sosiologi bermanfaat untuk menyelidiki gejala soial yang terjadi pada masyarakat dan menambah pengetahuan tentang ilmu sosial. Adapun tujuan penelitian sosiologi secara umum menurut Husssey, 1997 : - Meneliti dan menggabungkan kembali ilmu pengetahun yang telah ada - Memerikasa beberapa masalah dari suatu keadaan - Memberikan soluis dari pemasalahan - Menganalisa topik-topik yang berkembang secara luas - Membangun prosedur yang baru - Memaparkan fenomena yang belum terjadi - Memperluas wawasan Metode penelitian sosiologi Secara umum ada tiga langkah dalam melakukan metode penelitian. Pertama, mengajukan pertanyaan. Pertanyaan ini muncul karena ada sesuatu hal yang menarik atau tidak biasa dan dianggap janggal yang menuntut adanya jawaban atau pemahaman yang lebih mendalam. Kedua, pengambilan data. Pengambilan data dapat dilakukan dengan observasi, wawancara,


9 dan angket dengan tujuan mendapatkan informasi sehingga menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dianggap janggal. Ketiga, menyajikan data atau jawaban yang diperoleh dengan metode tertentu. Metode dalam penelitian sosiologi dapat dibagi menjadi beberapa hal. Ada yang berdasarkan pendekatan, berdasarkan waktu, dan berdasarkan sumber data yang digunakan. 1. Berdasarkan pendekatan Berdasarkan pendekatan, metode sosiologi dibagi lagi menjadi dua, yaitu metode kualitatif dan metode kuantitatif a.Metode kualitatif Metode kualitatif adalah metode yang cenderung menekankan terjadinya interaksi yang membentuk tindakan dan kondisi sosial tertentu. Dalam metode ini cara pengumpulan data yaitu berupa narasi bukan berupa angka-angka. Metode yang dapat digunakan, yaitu - Observasi Observasi bertujuan untuk mendapatkan infomasi dan mendeskripsikan suatu aktivitas, individu, serta kejadian berdasarkan sudut pandang individu. - Biasa (non participant) Proses pengamatan yang melibatkan kegiatan pengamatan terhadap partisipan tanpa berpartisipasi secara aktif dan digunakan untuk memahami suatu kejadian dengan memasuki komunitas atau sistem sosial yang terlibat, sambil tetap terpisah dari aktivitas yang diamati. - Ikut serta (participant) Peneliti mengamati dengan berinteraksi langsung atau terlibat dengan partisipan. Peneliti ikut melakukan apa saja yang dikerjakan oleh sumber data dan ikut merasakan suka dukanya. Dengan observasi partisipan ini, maka data yang diperoleh lebih lengkap dan tajam sehingga memudahkan memperoleh data yang akurat. -Wawancara - Terstruktur (list interview) - Tidak terstruktur


10 Pengambilan sampel pada penelitian metode kualitatif ini menggunakan non random sampling (tidak acak) kepada informan. Teknik yang digunakan, yaitu : - Snowbold sampling (data sudah jenuh) - Purposive sampling (sampel bertujuan) - Kuota sampling (harus dibatasi) b.Metode kuantitatif Berbeda dengan metode kualitatif. Metode kuantitatif ini lebih banyak menggunakan angkaangka. Sehingga, dalam pengambilan data lebih mudah menggunakan angket. Ada tiga macam angket yang dapat digunakan, yaitu angket tertutup, angket terbuka, dan angket semi terbuka. Dalam pengambilan sampel metode kuantitatif menggunakan random sampling (acak) Area sampling (satu waktu) Cluster sampling (perwilayahan) Stratified sampling (strata) 2. Berdasarkan waktu - Cross-sectional - Longitudinal 3. Berdasarkan sumber data - Primer - Skunder H. Jenis sosiologi Sosiologi mengkaji segala aktiviyas dan interaksi sosial antara individu dengan individu, individu dengan kelompo, dan kelompok dengan kelompok secara mendalam. Sosiologi bersifat gabungan antara ilmu sosial dan ilmu lainnya. Adapun jenis-jenis sosiologi, yaitu : 1. Sosiologi politik Sosiologi penting bagi studi politik. Ilmu sosiologi memberikan pengetahuan yang berharga mengenai masyarakat yang mana sistem politik dijalankan. Sosiologi politik mengkaji relasi antara kehidupan masyarakat dengan keputusan- keputusan yang diambil oleh penguasa. Manfaat terbesar dari sosiologi politik, yaitu mencerdaskan seseorang dalam menganalisis keadaan sosial politik yang ada disekitarnya. Sosiologi politik bersifat dinamis, artinya


11 mengikuti perkembangan zaman sehingga Sosiologi politik ini menarik perhatian siapa saja yang mengikuti dinamika politik. 2. Sosiologi pendidikan Sosiologi pendidikan adalah sosiologi yang digunakan untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapi oleh pendidikan yang sangat fundamental. Sosiologi pendidikan adalah suatu kajian yang mempelajari hubungan antara masyarakat dan di dalamnya terjadi interaksi sosial dengan pendidikan. Hubungan antara sosiologi dengan pendidikan dapat dilihat bagaimana masyarakat mempengaruhi pendidikan. Sosiologi pendidikan memandang permasalahan yang ada pada pendidikan sebagai bagian dari struktur sosial masyarakat. 3. Sosiologi agama Sosiologi digunakan sebagai salah satu seseorang dalam memahami ajaran agama. Melalui sosiologi, memahmi agama semakin mudah karena pada dasarnya agama diturunkan untuk kepentingan sosial. Dalam Al-Qur’an misalnya, kita jumpai beberapa ayat yang menjelaskan hubungan manusia dengan makhluk lain, hal yang menyebabkan kesengsaraan, dll. Semua itu jelas baru dapat dijelaskan apabila yang memahaminya tahu betul mengenai sejarah sosial pada saat ajaran agama itu diturunkan. 4. Sosiologi pembangunan mempelajari bagaimana pembangunan memengaruhi tatanan sosial dalam masyarakat. Pembangunan memang tidak selalu berdampak positif di masyarakat. Sebab terkadang pembangunan justru dapat merusak keberadaan suatu kelompok tertentu. Jadi, Kajian sosiologi pembangunan juga mencakup evaluasi dampak pembangunan terhadap masyarakat dan menelaah apakah suatu pembangunan bermanfaat bagi masyarakat di sekitarnya. 5. Sosiologi industry Sosiologi industri mempelajari perkembangan masyarakat di era industrialisasi yang mencakup kegiatan ekonomi masyarakat dan bagaimana pengaruhnya terhadap lingkungan sosial. Cabang ilmu ini juga membahas bagaimana perkembangan era industri memengaruhi perekonomian masyarakat. 6. Sosiologi hukum


12 sosiologi hukum mempelajari bagaimana hukum dalam pranata sosial, cara hukum memengaruhi tindakan manusia dalam tatanan sosial, peran lembaga hukum di masyarakat. 7. Sosiologi keluarga Sosiologi keluarga mempelajari interaksi antar anggota keluarga maupun fenomena yang terjadi dalam masyarakat memengaruhi sebuah keluarga. Cabang ilmu ini juga membahas tentang peran keluarga dalam bermasyarakat, peran keluarga dalam membentuk pandangan individu dalam bersosialisasi, peran keluarga dalam perubahan sosial, serta bentuk keluarga dalam masyarakat. 8. Sosiologi pedesaan Cabang ilmu sosiologi ini mempelajari pola hubungan antar warga di desa, sikap dan sifat masyarakat pedesaan, bagaimana lingkungan sosial memengaruhi perilaku warga desa serta mata pencaharian masyarakatnya. 9. Sosiologi perkotaan Sama halnya dengan sosiologi pedesaan, cabang ilmu sosiologi perkotaan juga membahas tentang pola interaksi masyarakat di daerah perkotaan. Materi yang dipelajari adalah tentang pola hubungan antar individu dengan lingkungan sosialnya, mata pencaharian masyarakat perkotaan, hingga pola pikir masyarakatnya dalam menyikapi suatu masalah. 10. Sosiologi kesehatan Cabang ilmu sosiologi ini mempelajari kesehatan pada setiap individu, baik fisik maupun mental, memengaruhi lingkungan sosialnya. Sosiologi kesehatan juga mengaji perilaku sakit atau sehat pada setiap individu, bagaimana peran lembaga kesehatan terhadap masyarakat, serta jaminan kesehatan sosial memengaruhi perilaku masyarakat. I. Masyarakat dan Kelompok Sosial Pengertian Kelompok Sosial Manusia adalah makhluk yang hidup secara individu namun tidak dapat terlepas dari hubungannya dengan manusia lain. Sebagai hasil dari interaksi antara individu-individu (manusia), terbentuklah kelompok-kelompok sosial yang didasari oleh adanya kepentingan bersama. Kelompok atau grup adalah kumpulan orang yang saling berinteraksi satu sama lain, biasanya untuk melakukan tugas tertentu, memperkuat hubungan antar individu, atau bahkan keduanya. Sedangan sosial menurut bahasa adalah berasal dari bahasa Latin yaitu "socius",


13 yang berarti segala sesuatu yang lahir, tumbuh, dan berkembang dalam kehidupan secara bersama-sama. Dalam arti lain, sosial juga dapat diartikan sebagai sikap suka memperhatikan kepentingan umum, seperti suka menderma, menolong, dan sebagainya. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), sosial berhubungan dengan segala hal yang berkaitan dengan masyarakat. Pengertian sosial bisa memiliki makna yang luas, tetapi secara umum, sosial dapat diartikan sebagai sesuatu yang terkait dengan kehidupan masyarakat atau sikap dan perilaku yang berkaitan dengan kehidupan bersama dalam masyarakat secara umum. Sebuah kelompok bisa dilihat sebagai suatu kesatuan, sekelompok orang yang memiliki kesamaan dalam kegiatan umum namun dengan tingkat interaksi yang lebih kecil. Dalam perspektif sosiologi, kelompok sosial bisa diartikan sebagai sekelompok orang yang memiliki hubungan dan berinteraksi satu sama lain, sehingga muncul perasaan persatuan dan kesatuan. Menurut Josep S. Roucek dan Roland S. Warren, kelompok sosial adalah sekelompok orang yang terdiri dari dua atau lebih individu, di antara mereka terjadi interaksi yang membentuk pola-pola tertentu yang bisa dimengerti oleh anggota kelompok atau orang lain secara umum. Dari definisi-definisi diatas, dapat disimpulkan bahwa kelompok sosial adalah sekelompok manusia yang saling berinteraksi dan menyadari keanggotaannya dalam suatu kelompok. Kelompok sosial terbentuk karena adanya perasaan yang sama sebagai hasil dari interaksi yang sering terjadi di antara mereka. Dalam kehidupan bermasyarakat, terdapat banyak kelompok sosial dengan dasar pembentukan yang beragam. Sejak lahir, manusia memiliki dua dorongan utama, yaitu keinginan untuk berhubungan dengan manusia lain dan keinginan untuk berhubungan dengan lingkungan alam di sekitarnya. Pembentukan kelompok sosial merupakan salah satu cara bagi manusia untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut. Juga dalam (Brym & Lie, 2018) disebutkan bahwa kelompok sosial (social group) terbentuk karena adanya satu atau lebih jaringan individu yang teridentifikasi sama dengan yang lainnya yang saling mengikat membentuk norma-norma, peran, dan status sosial. Ciri-Ciri Kelompok Sosial Ada beberapa yang menjadi ciri-ciri kelompok sosial, diantaranya adalah : • Individu antar individu memiliki dorongan atau motivasi yang serupa satu sama lain. • Interaksi antara individu dengan individu tersebut memiliki akibat yang berbeda-beda tergantung pada perasaan dan keterampilan yang berbeda di antara mereka.


14 • Kelompok memiliki struktur dan organisasi yang jelas, dengan peran dan posisi yang ditetapkan bagi setiap anggota. • Norma-norma ditegakkan untuk mengatur perilaku anggota kelompok dalam interaksi mereka untuk mencapai tujuan yang ada. • Kepentingan bersama hadir dalam kelompok. • Pergerakan kelompok berjalan secara dinamis. 3. Syarat-Syarat Kelompok Sosial Berikut adalah syarat-syarat kelompok sosial : a. Setiap anggota kelompok harus menyadari bahwa mereka bagian dari kelompok tersebut. b. Ada hubungan saling mempengaruhi antara anggota satu dengan anggota lainnya. c. Terdapat faktor-faktor yang dibagikan oleh anggota-anggota kelompok tersebut, sehingga hubungan di antara mereka menjadi lebih erat. Faktor tersebut bisa berupa nasib yang sama, kepentingan yang sama, tujuan yang sama, ideologi politik yang sama, dan sebagainya. d. Kelompok memiliki struktur, aturan, dan pola perilaku yang diikuti oleh anggotanya. Pengertian Masyarakat Salah satu definisi awal dari masyarakat adalah "a union of families" atau kumpulan dari keluarga-keluarga. Masyarakat berasal dari hubungan antar individu yang kemudian berkembang menjadi kelompok yang lebih besar yang disebut sebagai masyarakat. Masyarakat adalah suatu kesatuan yang selalu berubah dan hidup melalui proses sosial. Masyarakat terbentuk melalui interaksi yang terus-menerus antar individu. Dalam kehidupan bermasyarakat, terdapat saling pengaruh antara kehidupan individu dan kehidupan bermasyarakat. Definisi masyarakat juga dapat merujuk pada kelompok manusia yang sengaja dibentuk secara rasional untuk memenuhi kebutuhan tertentu. Masyarakat adalah totalitas orang-orang yang saling tergantung dan mengembangkan kebudayaan mereka sendiri. Meskipun penggunaan istilah "masyarakat" masih samar dan umum, hal itu menunjukkan bahwa manusia secara intrinsik ingin hidup bersama dengan orang lain. Pengertian masyarakat tidak bisa dipisahkan dari nilai-nilai, norma-norma tradisi, kepentingan, dan faktor lainnya. Oleh karena itu, masyarakat tidak bisa dipisahkan dari kebudayaan dan kepribadian. Berdasarkan pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa


15 masyarakat adalah hubungan antara individu atau sekelompok orang yang hidup secara berkelompok maupun individu dan saling berinteraksi, saling mempengaruhi, dan menimbulkan perubahan sosial dalam kehidupan. Dalam perspektif sosiologi, masyarakat tidak hanya dipandang sebagai sekumpulan individu. Masyarakat adalah suatu bentuk kehidupan yang terbentuk karena manusia hidup bersama. Masyarakat merupakan sistem yang terbentuk melalui hubungan antara anggotanya. Dengan kata lain, masyarakat adalah sistem yang muncul dari kehidupan bersama manusia, yang sering disebut sebagai sistem kemasyarakatan. Emile Durkheim (1951) menyatakan bahwa masyarakat adalah kenyataan yang ada secara independen, terlepas dari individu-individu yang menjadi anggotanya. Ciri-Ciri Masyarakat Adapun beberapa ciri-ciri masyrakat adalah sebagai berikut : a. Manusia yang hidup bersama minimal terdiri dari dua orang. b. Dalam hidup bersama yang berlangsung lama, terbentuk sistem komunikasi dan peraturan yang mengatur hubungan antar manusia. c. Terdapat kesadaran bahwa setiap manusia adalah bagian dari suatu kesatuan. d. Hidup bersama yang dapat menghasilkan perkembangan kebudayaan. 6. Jenis Kelompok Sosial Yang Ada Pada Masyarakat a. kelompok statistik, yaitu kelompok yang tidak dianggap sebagai organisasi, tidak memiliki hubungan sosial, dan tidak memiliki kesadaran jenis antara anggotanya. b. kelompok kemasyarakatan, yaitu kelompok yang memiliki kesamaan tertentu, tetapi tidak memiliki organisasi dan hubungan antara anggotanya. c. kelompok sosial, di mana anggotanya memiliki kesadaran yang serupa dan memiliki hubungan antara satu sama lain, tetapi tidak terikat dalam sebuah organisasi. d. kelompok asosiasi, yaitu kelompok di mana anggotanya memiliki kesadaran yang serupa, memiliki kepentingan yang sama, dan terhubung dengan organisasi formal. Dalam kelompok asosiasi, setiap anggota akan menjalin hubungan sosial, kontak sosial, dan komunikasi sosial. Namun secara umum, kelompok sosial pada masyarakat dapat dibagi menjadi 2 jenis yaitu kelompok primer dan kelompok sekunder. Kelompok primer adalah kumpulan orang atau


16 individu dengan jumlah anggota yang sedikit. Sementara itu, kelompok sekunder adalah kumpulan orang atau individu dengan jumlah anggota yang banyak. Fungsi Kelompok Sosial Bagi Masyarakat Fungsi kelompok sosial bagi masyarakat adalah memberikan norma dan adat kepada anggotanya. Selain itu, kelompok sosial juga bertugas membangun struktur sosial di dalamnya. Kelompok sosial juga berperan sebagai tempat pengawasan terhadap anggotanya. Contoh Kelompok Sosial Yang Ada Pada Masyarakat Beberapa contoh kelompok sosial yang ada dalam masyarakat adalah: a) Keluarga: Keluarga merupakan kelompok sosial terkecil dan paling utama dalam masyarakat. Anggota keluarga saling berinteraksi dan saling membutuhkan satu sama lain untuk mencapai tujuan bersama. b) Paguyuban: Di setiap daerah, terdapat paguyuban yang memiliki kesamaan dalam hal agama, daerah, suku, dan sebagainya. Dalam paguyuban, anggota memiliki peran yang berbeda dan terdapat peraturan yang harus diikuti. c) Partai Politik: Kelompok ini terdiri dari individu-individu yang memiliki pandangan politik yang sama. Partai politik termasuk dalam kelompok sosial sekunder, di mana bergabung atau tidak bergabung dalam partai tersebut tidak menjadi kewajiban. Anggota partai politik umumnya memiliki ketertarikan terhadap jabatan atau kegiatan politik.


17 DAFTAR PUSTAKA Karina Jayanti,S.Ikom., M.Si. ”Pengertian Sosiologi” Sumartono. “Pengertian dan Ruang Lingkup Sosiologi” Prof. Dr.C.Dewi Wulansari, SH, MH, SE, MM. “Sosiologi Konsep & Teori” , 2013 Yesi Marince.S.IP., M. Si. “Pengantar Sosiolgi” https://www.gramedia.com/literasi/ruang-lingkup-sosiologi/#Ruang_Lingkup_Sosiologi Bustomi Rahman. (n.d.). Perkembangan Sosiologi di Indonesia. Drs.Andreas Soeroso, M. (n.d.). Sosiologi 1. Mulyono, D. (n.d.). Peminatan Ilmu Ilmu Sosial. Soekanto, S. (2013). Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.hlm 48-58 Widya Lestari Ningsih. (2022). Sejarah Lahirnya Ilmu Sosiologi. Fitria Dewi, Susi, Sosiologi Politik (yogyakarta: Gre Publishing, 2017) <https://books.google.co.id/> Hussey, Business Research, 1997 Khoiruddin, M.Arif, ‘PENDEKATAN SOSIOLOGI DALAM STUDI ISLAM’, Pendekatan Sosialogi Dalam Studi Islam, 25.September (2014), 393–408 Maksum M. Ag. M. Si., Ali, ‘Sosiologi Pendidikan’, Sosiologi Pendidikan, 2000, 14 <https://digilib.uns.ac.id/dokumen/detail/2157%0Ahttps://digilib.uns.ac.id/dokumen/downl oad/2157/NjU0Mg==/Sosiologi-Pendidikan-H.pdf> Muchta, Amrie, ‘Teknik Pengumpulan Data Observasi’, 2019 <utoexpose.org> R. Semiawan, Conny, Metode Penlitian Kualitatif (Jakarta: Grasindo, 2010) <books.google.co.id> Seftin Oktriwina, Alifia, ‘Jenis Penelitian Sosial Dan Manfaatnya’, 2022 <zenius.net>


18 Silalahi, Ulber, ‘Metode Penelitian’, Metode Penelitian Kualitatif, 17, 2017, 43 <http://repository.unpas.ac.id/30547/5/BAB III.pdf> Yulistiawaty, Nadya Try, ‘Kegiatan Pramuka Di Sdn 1 Hadiluwih Berbasis Patriotisme Untuk Menumbuhkan Rasa Nasionalisme’, Doctoral Dissertation STKIP PGRI PACITAN, 2020, 28–43 Angela, Nofia. 2018. "Kelompok Sosial." Sosiologi 4. Dirjosisworo, S. 1982. Pokok-Pokok Sosiologi Sebagai Penunjang Studi Hukum. Bandung: Osfte Alumni. Ghifari, Muhammad Fikri Khailifsyah. 2022. "Fungsi Kelompok Sosial Bagi Individu dan Masyarakat." Jurnal Pendidikan Geografi 7-8. Ginintasasi, Rahayu. 2012. "Kelompok Sosial." Jurnal Psikologi 2-3. Heryana, Ade. 2020. "Kelompok Sosial." 2-3. Khairuddin. 2008. Sosiologi Keluarga. Yogyakarta: Liberty. Mayangsari, Ayu Senja. 2017. "Kajian Kesejahteraan Masyarakat." Geografi 1-7. Soerjono, Soekanto. 2009. Sosiologi Keluarga. Jakarta: Rineka Cipta. Surjono, Soekanto. 2006. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.


19 BIOGRAFI SINGKAT PENULIS Febbiani Siti Nur Ngarofah, merupakan gadis 19 tahun yang lahir di salah satu desa kecil di kabupaten Tulungagung pada tanggal 6 Februari 2004. Gadis yang biasa dipanggil Febbi ini merupakan anak perempuan pertama dan satu-satunya dari pasangan suami istri Sugianto dan Ninik Roiba. Riwayat pendidikan nya dimulai dari PAUD Putra Cendana, dilanjuktkan pada TK Dharma Wanita Ngrendeng, lalu berlanjut menempuh pendidikan dasar di SDN 1 Ngrendeng, setelah itu berlanjut ke SMPN 1 Kauman, dan mengakhiri pendidikan wajibnya di SMAN 1 Kauman, saat SMA anak sulung dikeluarganya ini juga sambil mondok di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Wonokromo Tulungagung, dan saat ini sedang menempuh pendidikan pada Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) pada jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam juga sebagai santri Pesantren Mahasiswa An Nur Surabaya. Dalam bidang perlombaan gadis berhijab ini pernah juara 1 pidato putri yang diselenggarakan Jam’iyah Roudhotut Tholibin dan juara 3 Da’i dalam Smansaka Islamic Festival. Untuk organisasi kampus saat ini menjadi anggota PMII rayon Dakwah dan Komunikasi, serta pernah mengikuti volunteer pengabdian mahasiswa dan volunteer-volunteer yang lain.


Click to View FlipBook Version