The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Rangkuman IPA SMP Ibrahimy 1 Sukorejo Kelas 7 (Daring Pandemi) 2021

Definisi IPA
IPA merupakan singkatan dari Ilmu Pengetahuan Alam (Natural Science)
IPA juga dikenal dengan sebutan Sains yang berasal dari kata bahasa inggris Science.” Science sendiri berasal dari
bahasa latin “scientia” yang artinya pengetahuan.
IPA bisa di definisikan sebagai “Ilmu yang fokus kajiannya digunakan untuk menjelaskan fenomena
alam dengan fakta yang dapat dikonfirmasi kebenarannya”

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by ZAINUL HASAN, 2023-04-03 00:12:07

Rangkuman IPA SMP Ibrahimy 1 Sukorejo (Daring Pandemi) 2021

Rangkuman IPA SMP Ibrahimy 1 Sukorejo Kelas 7 (Daring Pandemi) 2021

Definisi IPA
IPA merupakan singkatan dari Ilmu Pengetahuan Alam (Natural Science)
IPA juga dikenal dengan sebutan Sains yang berasal dari kata bahasa inggris Science.” Science sendiri berasal dari
bahasa latin “scientia” yang artinya pengetahuan.
IPA bisa di definisikan sebagai “Ilmu yang fokus kajiannya digunakan untuk menjelaskan fenomena
alam dengan fakta yang dapat dikonfirmasi kebenarannya”

Keywords: ipa,zainul hasan s.si,rimbasadewo,rangkuman ipa,SMP Ibrahimy 1 Sukorejo,Daring,Covid pandemy,Daring Version,SMPI 1 Sukorejo,Zainul Hasan,Pondok Pesantren salafiyah syafi'iyah sukorejo,P2S3,salafiyah Syafi'iyah

Rangkuman Pelajaran IPATerpadu Kelas 7 SMP Ibrahimy 1 Sukorejo | (2021) ©Zainul Hasan Part 1. Objek IPA dan Pengamatannya Definisi IPA IPA merupakan singkatan dari Ilmu Pengetahuan Alam (Natural Science) IPA juga dikenal dengan sebutan Sains yang berasal dari kata bahasa inggris Science.” Science sendiri berasal dari bahasa latin “scientia” yang artinya pengetahuan. IPA bisa di definisikan sebagai “Ilmu yang fokus kajiannya digunakan untuk menjelaskan fenomena alam dengan fakta yang dapat dikonfirmasi kebenarannya” Objek IPA Hal yang diamati dalam IPA (Objek pembelajaran IPA) adalah seluruh benda di alam dengan segala interaksinya untuk dipelajari pola-pola keteraturannya. Objek tersebut dapat berupa benda yang sangat kecil (renik), misalnya bakteri, virus, bahkan partikel-partikel penyusun atom, juga dapat berupa benda-benda yang berukuran sangat besar, misalnya lautan, bumi, matahari hingga jagat raya. Cabang Ilmu IPA Objek Ilmu IPA yang sangat luas mengharuskan IPA dibagi lagi menjadi berbagai cabang keilmuan untuk mempermudah mempelajarinya. Walaupun saat ini di bangku MTs kalian mempelajari dalam kesatuan ilmu bernama IPA Terpadu di tingkat lanjut kalian akan mempelajari cabang dari ilmu IPA serara lebih rinci lagi. Cabang Ilmu IPA diantaranya adalah: Biologi adalah Ilmu tentang makhluk hidup yang mempelajari organisme hidup, perkembangannya, dan interaksinya. Cabang ilmu biologi cukup banyak, diantaranya: Zoologi (Ilmu tentang hewan), Botani (Ilmu tentang tumbuhan), Mikologi (Ilmu tentang jamur), Ekologi (Ilmu tentang ekosistem), Anatomi (ilmu tentang struktur tubuh), Virologi (ilmu tentang virus), Bakteriologi (ilmu tentang bakteri). Fisika adalah ilmu alam yang berkaitan tentang sifat interaksi waktu, ruang, energi, dan materi. Fisika mempelajari tentang bagaimana alam terbentuk. Kimia adalah cabang ilmu alam yang berkaitan dengan komposisi zat, unsur, sifat, dan reaksinya. Ilmu Bumi disebut juga Geologi yang mempelajari bumi dan perkembangannya serta berbagai fenomena di dalamnya (cuaca, Iklim, lautan, batuan.Cabang ilmu bumi diantaranya geografi, meteorologi, oseanografi. Astronomi adalah Ilmu yang mempelajari tentang benda-benda langit (Bintang, Komet, Planet, galaksi) dan fenomena yang berasal dari luar atmosfer bumi. Penyelidikan Ilmiah dan Metode Ilmiah Penyelidikan Ilmiah adalah kegiatan yang dilakukan untuk menyelidiki suatu permasalahan dibidang sains. Penyelidikan atau penelitian ilmiah harus dilakukan secara terencana dengan menggunakan metode ilmiah. Metode ilmiah adalah langkah-langkah tertentu yang sitematis (teratur) yang digunakan ilmuwan untuk memecahkan masalah ilmiah yang ditelitinya. Langkah-langkah metode ilmiah di antaranya adalah melakukan observasi (Pengamatan), mempertanyakan (merumuskan masalah), membuat jawaban/dugaan sementara (hipotesis), kemudian merancang


Rangkuman Pelajaran IPATerpadu Kelas 7 SMP Ibrahimy 1 Sukorejo | (2021) ©Zainul Hasan dan melakukan percobaan (Eksperimen), kemudian menganalisis hasil, menarik kesimpulan (Inferensi), dan langkah terakhir adalah mengomunikasikan atau mempublikasikan hasil penelitian baik secara lisan ataupun tulisan. Observasi atau pengamatan dapat dilakukan dengan menggunakan pancaindra, termasuk melakukan pengukuran dengan alat ukur yang sesuai. Pengamatan (Observasi) dilakukan peneliti untuk mengumpulkan data dan informasi. Hasil pengamatan atau observasi yang telah dilakukan disebut dengan data. Data hasil pengamatan dibagi menjadi 2: Data kualitatif : Diperoleh dari pengamatan menggunakan alat indra saja. Contoh : Cantik, Enak, Tampan, Buruk, Pintar, Malas, Rajin, Jujur. Data Kuantitatif : Diperoleh dari hasil pengukuran menggunakan alat ukur yang bisa dinyatakan dengan angka. Contoh : Panjang, Massa, Waktu, Luas, Volume, Lebar, Tinggi. Sikap ilmiah yaitu sikap yang dijunjung tinggi masyarakat ilmiah (Ilmuwan) dalam melaksanakan metode ilmiah atau melakukan penelitiannya. Diantara sikap ilmiah yang diperlukan sebagai Dapat membedakan fakta (keadaan yang terbukti kebenarannya) dan opini (tanggapan pribadi yang belum pasti kebenaranya). Selalu ingin tahu. Berani mencoba dan tidak takut gagal Jujur dan teliti dalam mencatat dan mengolah data Tekun, Ulet, Objektif (Sikap teguh mengenai keadaan sebenarnya tanpa dipengaruhi pendapat atau pandangan pribadi dan orang lain), dan Tidak mudah putus asa Bertanggung jawab terhadap hasil penelitiannya Selalu bersyukur terhadap karunia Allah


Nama : ________________________________________________ 2021 SMP Ibrahimy 1 Sukorejo (kelas VII) ©zainul_hasan Soal Part 1. Objek IPA dan Pengamatannya PONDOK PESANTREN SALAFIYAH SYAFI’IYAH SUKOREJO SMP Ibrahimy 1 Sukorejo A. Pilihlah jawaban paling tepat darisoal-soal di bawah ini! 1. Berikut adalah cabang dari IPA, kecuali… a. Biologi b. Fisika c. Geologi d. Sejarah 2. Bidang biologi yang khusus mempelajari tentang jamur adalah….. a. Mikologi b. Zoologi c. Botani d. Ekologi 3. Melakukan pengamatan dalam penyelidikan ilmiah disebut dengan istilah… a. Observasi b. Inferensi c. Komunikasi d. Hipotesis 4. Salah satu cabang IPA yang bidang kajiannya mengenai benda-benda langit adalah…. a. Fisika b. Kimia c. Geologi d. Astronomi 5. Langkah-langkah sistematis yang digunakan ilmuwan untuk memecahkan masalah adalah…. a. Metode ilmiah b. Hipotesis c. Eksperimen d. Inferensi 6. Dugaan sementara tentang hal yang diteliti disebut dengan… a. Metode ilmiah b. Hipotesis c. Eksperimen d. Inferensi 7. Apa langkah paling akhir dalam penyelidikan ilmiah… a. Hipotesis b. Analisis data c. Menyimpulkan d. Mengomunikasikan 8. Sains berasal dari kata scientia yang merupakan bahasa….. a. Asing b. Latin c. Yunani d. Inggris 9. Berikut dapat digolongkan data kuantitatif adalah… a. Pintar b. Tinggi c. Cantik d. Enak 10. Berikut adalah data kuantitatif, kecuali….. a. Jarak b. Luas c. Rajin d. Volume 11. Bidang biologi yang mempelajari tentang struktur tubuh makhluk hidup adalah…. a. Virologi b. Farmasi c. Anatomi d. Bakteriologi 12. Hal yang dilakukan untuk membuktikan suatu dugaan ilmiah benar atau salah yaitu…. a. Eksperimen b. Menyimpulkan c. Observasi d. Mengomunikasikan 13. Berikut adalah sikap ilmiah yang harus dimiliki ilmuwan, kecuali…... a. Ulet b. Tekun c. Jujur d. Malas 14. Suatu hal yang telah terbukti kebenarannya secara ilmiah disebut…. a. Opini b. Mitos c. Fakta d. Informasi 15. Sikap ilmiah yang memegang teguh fakta sesuai data tanpa dipengaruhi pendapat pribadi disebut…. a. Opini b. Objektif c. Tekun d. Ulet B. Jawablah pertanyaan dibawah ini dan diskusikan dengan teman-temanmu jika mengalami kesulitan. 1. Apa yang bisa kalian bayangkan dan ceritakan saat ini tentang ilmu IPA?. 2. Sebutkan fenomena yang terjadi disekitarmu yang kamu tertarik untuk meneliti dan menemukan jawaban atas fenomena tersebut……. 3. Sebutkan hasil pengamatan (observasi) tentang fenomena yang kamu alami saat tinggal dipondok yang membedakannya saat berada dirumah…. 4. Jika kamu boleh bermimpi menjadi ilmuwan, ilmuwan bidang apa yang kamu minati dan sebutkan alasannya?. 5. Apa manfaat IPA menurut pandanganmu secara pribadi?.


Rangkuman Pelajaran IPA Kelas 7 SMP Ibrahimy 1 Sukorejo | (2021) ©Zainul Hasan Part 2. Pengukuran Besaran dan Satuan Pengukuran adalah proses membandingkan suatu besaran menggunakan alat ukur sebagai standarnya Besaran adalah sesuatu yang dapat diukur dan dinyatakan dengan angka. Contoh : Panjang, waktu, suhu, dll Satuan adalah sesuatu yang digunakan untuk menyatakan suatu besaran/standar ukuran dari suatu besaran. Contoh : meter, kilogram, kilometer, dll Alat ukur adalah alat yang digunakan untuk melakukan pengukuran. Contoh : Penggaris, meteran, timbangan, termometer, dll. Macam-macam Besaran Besaran Pokok adalah besaran yang menjadi dasar besaran lainnya. (Ada 7 besaran pokok yang wajib dihafal) Besaran Turunan adalah Besaran yang diturunkan dari besaran pokok Besaran Vektor adalah besaran yang memiliki nilai dan arah. (kecepatan, gaya, percepatan) Besaran Skalar adalah besaran yang hanya memiliki nilai saja.(semua besaran pokok tergolong juga sebagai besaran skalar) Catatan : Untuk tingkat MTs/SMP kalian akan lebih fokus mempelajari besaran pokok dan turunan sementara besaran lain akan diajarkan lebih dalam di tingkat lanjut. Macam –macam Satuan dan Mengenal Satuan Internasional (SI) Secara umum satuan dibedakan menjadi 2, yaitu: ● Satuan baku adalah satuan yang diakui dan disepakati sehingga dalam melakukan pengukuran akan menghasilkan nilai yang sama. Contoh : meter, kilogram, detik ● Satuan tidak baku adalah satuan yang tidak berlaku secara internasional dan hanya berlaku di wilayah tertentu saja serta hasil pengukuran bisa menghasilkan nilai yang berbeda. Contoh : Depa, hasta, lengan, jengkal. Satuan sebenarnya dapat digunakan secara sembarangan, tetapi untuk memberikan hasil yang sama dalam tiap pengukuran, maka diperlukan standar dan kesepakatan untuk penggunaan satuan yang berlaku umum, nilainya tetap dan tidak terpengaruh apa pun, serta mudah diaplikasikan oleh setiap orang. Standar yang digunakan dalam pengukuran disepakati menggunakan sistem satuan internasional (SI) yang diadopsi dari sebuah pertemuan di paris tahun 1960. Sistem SI dibedakan menjadi sistem mks (meter, kilogram, sekon) dan cgs (sentimeter, gram, sekon).


Rangkuman Pelajaran IPA Kelas 7 SMP Ibrahimy 1 Sukorejo | (2021) ©Zainul Hasan Besaran Pokok dan Cara Menghafalnya Besaran pokok adalah besaran yang menjadi dasar dari besaran lainnya, berikut adalah tujuh besaran pokok yang wajib kalian hafalkan Besaran Satuan dan Lambangnya Alat Ukur Jumlah zat mole (mol) - Intensitas cahaya candela (cd) Lux meter/light meter Waktu sekon (s) Arloji, stopwatch Arus listrik ampere (a) Amperemeter Suhu kelvin (k) Termometer Massa kilogram (kg) Timbangan, neraca Panjang meter (m) Penggaris, mistar, jangka sorong, micrometer sekrup Catatan : Untuk mempermudah menghafal 7 besaran pokok kalian bisa menyingkatnya dengan kata “JIWA SMP” ● Jumlah zat adalah ukuran cuplikan zat elementer yang dapat berupa elektron, atom, ion, molekul. Belum ada alat yang bisa mengukur jumlah zat secara langsung. ● Intensitas cahaya adalah besaran yang mengukur daya yang dipancarkan oleh suatu sumber cahaya pada arah tertentu per satuan sudut ● Waktu adalah selang antara dua kejadian atau peristiwa. Satuan SI untuk waktu adalah detik atau sekon (s). ● Arus listrik adalah banyaknya muatan listrik yang mengalir pada kawat penghantar tiap satuan waktu ● Suhu adalah ukuran panas dinginnya suatu benda. Satuan suhu dalam SI adalah kelvin yang didefinisikan sebagai suhu mutlak dalam termodinamika. ● Massa adalah ukuran jumlah materi dalam suatu benda. Massa 1 kg setara dengan 1 liter air pada suhu 4oC. ● Panjang adalah besaran yang menyatakan jarak antara dua titik. Panjang menggunakan satuan dasar SI yaitu meter (m). Besaran Turunan Besaran turunan adalah besaran yang diturunkan dari satu atau lebih besaran pokok. Berikut adalah contoh besaran turunan yang akan kalian pelajari di pertemuan IPA berikutnya: Catatan : Selain tujuh besaran pokok yang kalian hafalkan, semua besaran lain digolongkan sebagai besaran turunan. Sehingga, kalian tidak perlu repot menghafalnya selain besaran pokok.


Nama : ________________________________________________ 2021 SMP Ibrahimy 1 Sukorejo (kelas VII) ©zainul_hasan Soal Part 2. Pengukuran, Besaran, dan Satuan PONDOK PESANTREN SALAFIYAH SYAFI’IYAH SUKOREJO SMP Ibrahimy 1 Sukorejo A. Pilihlah jawaban paling tepat darisoal-soal di bawah ini! 1. Kegiatan membandingkan suatu besaran dengan menggunakan alat ukur disebut… a. Pengukuran b. Pengamatan c. Menimbang d. Menganalisa 2. Berikut yang tidak tergolong besaran fisika adalah….. a. Panjang b. Luas c. Massa d. Lusin 3. Sesuatu yang digunakan untuk menyatakan suatu besaran disebut… a. Alat ukur b. Pengukuran c. Notasi d. Satuan 4. Tinggi badan Toni = 155 cm. Dari kalimat disamping yang tergolong satuan adalah…. a. Tinggi b. Toni c. 155 d. cm 5. Termometer menunjukkan suhu pagi ini = 25 oC. Dari kalimat disamping yang tergolong nilai adalah …. a. Termometer b. Suhu c. 25 d. oC 6. Besaran yang menjadi dasar besaran lainnya adalah besaran… a. Pokok b. Turunan c. Vektor d. Skalar 7. Berikut termasuk satuan dari besaran pokok, kecuali… a. m b. m2 c. kg d. s 8. Berikut yang termasuk besaran vektor adalah….. a. Arus lisrik b. Gaya c. Panjang d. Luas 9. Berikut adalah satuan baku, kecuali… a. meter b. depa c. gram d. Kelvin 10. Berikut adalah alat ukur panjang, kecuali….. a. Neraca b. Mistar c. Jangka sorong d. Mikrometer sekrup 11. Alat ukur untuk mengukur perubahan suhu adalah…. a. Termometer b. Anemometer c. Higrometer d. Spedometer 12. Alat ukur untuk mengukur intensitas cahaya suatu ruangan yang tepat adalah…. a. Multimeter b. Ohmmeter c. Lightmeter d. Refraktometer 13. Untuk memperoleh hasil pengukuran yang sama, maka disepakati penggunaan sistem satuan…... a. Internasional b. Universal c. Nasional d. Standar 14. Berikut adalah macam-macam besaran, kecuali besaran…. a. Pokok b. Turunan c. Vektor d. Sakelar 15. Ukuran cuplikan zat elementer yang dapat berupa elektron, atom, ion, molekul disebut…. a. Jumlah zat b. Volume c. Massa d. Luas B. Jawablah pertanyaan dibawah ini dan diskusikan dengan teman-temanmu jika mengalami kesulitan. 1. Apa tujuan dari pengukuran menurut kalian?. 2. Menurut kalian, perlukah hasil pengukuran memiliki standar nilai yang sama?. Jelaskan ……. 3. Jelaskan cara kalian jika mendapat tugas mengukur keliling gelas dengan penggaris…… 4. Bisakah mengukur berat 1 kilogram beras dengan penggaris?. Jelaskan pendapat kalian…. 5. Apa pendapat kalian jika melihat pedagang yang menggunakan anak timbangan yang tidak seperti biasanya, seperti menggunakan batu, botol berisi pasir?. Apakah pengukurannya sama?.


Rangkuman Pelajaran IPATerpadu Kelas 7 SMP Ibrahimy 1 Sukorejo | (2021) ©Zainul Hasan Part 3. Menggunakan Alat Ukur dan Konversi Satuan Kesalahan Mengukur Mengukur adalah kegiatan membandingkan suatu besaran dengan alat ukur. Untuk saat ini sudah banyak alat ukur yang menggunakan sistem digital, sehingga hasil pengukuran dapat langsung dilihat di layar yang tertera. Untuk alat ukur manual terkadang terjadi kesalahan dalam mengukur, salah satunya disebut kesalahan paralaks. Kesalahan paralaks adalah kesalahan yang terjadi saat pembacaan skala posisi pengamat tidak tegak lurus dengan titik ukur. Posisi pembacaan alat ukur yang salah menyebabkan hasil pengukuran kurang atau lebih dari hasil yang sebenarnya. Mistar Mistar yang biasa kita gunakan memiliki panjang antara 20 cm hingga 30 cm. Mistar ini biasanya menggunakan dua skala yaitu : cm dan mm. Skala terkecil atau ketelitian mistar adalah 1 mm. Menghitung menggunakan mistar harus menempatkan titik awal benda tepat pada titik nol dan menghitung nilainya di titik akhir benda. Pada gambar dapat dinyatakan panjang kayu adalah 3,7 cm. Jangka Sorong Jangka sorong (Vernier caliper) merupakan alat ukur yang dapat digunakan untuk mengukur panjang, diameter luar, diameter dalam, serta kedalaman lubang pada benda yang tidak terlalu panjang.


Rangkuman Pelajaran IPATerpadu Kelas 7 SMP Ibrahimy 1 Sukorejo | (2021) ©Zainul Hasan Membaca hasil pengukuran jangka sorong harus melihat skala utama dan skala nonius (vernier) yang dapat dilihat di gambar. Pada gambar, besar skala utama adalah yang ditunjukkan pada gambar tangan bagian kiri yaitu 1,1 cm dan skala noniusnya adalah skala yang ditunjukkan gambar tangan bagian kanan yaitu garis yang berhimpit antara skala utama dan nonius yaitu 6,5 (ingat skala nonius ditulis 2 angka setelah koma, karena ketelitian jangka sorong 0,01 cm) sehingga Hasil pengukuran = 1,1 cm + 0,065 cm = 1,165 cm. Mikrometer Sekrup Mikrometer sekrup merupakan alat ukur besaran panjang yang paling teliti dibandingkan alat ukur yang telah dibahas sebelumnya. Ketelitiannya mencapai0,01 mm. Biasanya digunakan mengukur ketebalan suatu benda yang sangat tipis atau kecil. Perhatikan gambar micrometer sekrup diatas. Sama halnya dengan jangka sorong membaca skala mikrometer sekrup harus melihat skala utama yaitu 6,5 cm dan skala nonius yaitu garis yang lurus dengan garis skala nonius yaitu 0,34 cm. Jadi Hasil pengukuran = skala utama + skala nonius = 6,5 cm + 0,34 cm = 6,84 cm Konversi Satuan ● Konversi secara umum berarti mengubah nilai suatu sistem satuan ke nilai satuan lain. ● Contoh : Tinggi badan Andi 152 cm. 152 cm dapat juga ditulis menjadi 1,52 m Konversi Satuan Panjang dan Massa Cara Menghafal Satuan Panjang : kucing hitam dalam mobil desi centil mondar-mandir Cara Menghafal Satuan Massa : kucing hitam dalam got desi centil mondar-mandir. Satuan panjang dan satuan massa memiliki cara pengerjaan yang sama yaitu tiap turun satu tangga dikalikan 10 dan tiap naik satu tangga dibagi 10. Skala Utama Skala Nonius


Rangkuman Pelajaran IPATerpadu Kelas 7 SMP Ibrahimy 1 Sukorejo | (2021) ©Zainul Hasan Contoh : 1) 5 m =………… cm (dari tangga kalian mengetahui bahwa dari m ke cm turun dua tangga sehingga dikalikan 100). Jadi 5 x 100 = 500. Hasilnya adalah 500 cm 2) 70.000 m = ……. km (dari tangga kalian mengetahui bahwa dari m ke km naik tiga tangga sehingga dibagi 1000). Jadi 70.000 : 1000 = 70. Hasilnya adalah 70 km 3) 2,5 km = …….. m (dari tangga kalian mengetahui bahwa dari km ke m turun tiga tangga sehingga dikalikan 1000). Jadi 2,5 x 1000 = 2500. Hasilnya adalah 2500 m 4) 175 cm = …… m (dari tangga kalian mengetahui bahwa dari cm ke m naik dua tangga sehingga dibagi 100). Jadi 175 : 100 = 1,75. Hasilnya adalah 1,75 m 5) 0,5 kg = ……. g (dari tangga kalian mengetahui bahwa dari kg ke g turun tiga tangga sehingga dikali 1000). Jadi 0,5 x 1000 = 500. Hasilnya adalah 500 g 6) 15 mg = …….g (dari tangga kalian mengetahui bahwa dari mg ke g naik tiga tangga sehingga dibagi 1000). Jadi 15 : 1000 = 0,015. Hasilnya adalah 0,015 g Konversi Satuan Waktu Konversi Satuan Luas dan Volume Untuk menghitung satuan luas sama halnya dengan menghitung satuan panjang atau massa. Namun yang membedakan pada satuan luas tiap turun dikali 100 dan tiap naik dibagi 100. Begitupun untuk satuan volume dihitung dengan cara yang sama dengan perbedaaan bahwa tiap turun tangga dikali dengan 1000 dan tiap naik tangga dibagi dengan 1000. Contoh : 1) 7 km2 = …….. m2 (turun 3 tangga, sehingga dikalikan 1.000.000. Jadi 7 x 1.000.000 = 7.000.000 m 2 ) 2) 3000 m3 = ………. hm3 (naik 2 tangga, sehingga dibagi 1.000.000. Jadi 3000 : 1.000.000 = 0,003 hm3 ) Tangga Satuan Luas Tangga Satuan Volume Contoh: 1) 2 jam = ……. menit (2 x 60 = 120 menit) 2) 300 menit = …….. jam (300 : 60 = 5 jam) 3) 2 jam = …….. detik (2 x 60 menit x 60 detik = 7200 detik)


Nama : ________________________________________________ 2021 SMP Ibrahimy 1 Sukorejo (kelas VII) ©zainul_hasan Soal Part 3. Menggunakan Alat Ukur & Konversi Satuan PONDOK PESANTREN SALAFIYAH SYAFI’IYAH SUKOREJO SMP Ibrahimy 1 Sukorejo A. Tentukan hasil pengukuran dari alat ukur berikut! ……………………… cm …………………… cm ……………………….. cm …………………….. cm ………………………….cm ……………………..cm ……………….. cm ………………….. cm B. Tentukan hasil konversi dari soal-soal di bawah in!. 1) 55 m = ……………. cm 10). 2,5 menit = …………….. detik 2) 7.5000 m = …………… km 11). 0,2 jam = ………………. menit 3) 9 cm = ………………. m 12). 30 detik = ……………… menit 4) 2.500 g = ……………. kg 13). 20 m2 = ………………… hm2 5) 4,5 hg = ……………….. dag 14). 15 dm2 = ………………. m2 6) 125 mg = …………….…. dg 15). 0,0175 km3 = …………….. dam3 7) 1,5 dag = ……………... g 8) 600 detik = ………………. menit 9) 5 jam = ………………. detik 1). 3). 5). 7). 2). 4). 6). 8).


Rangkuman Pelajaran IPATerpadu Kelas 7 SMP Ibrahimy 1 Sukorejo | (2021) ©Zainul Hasan Part 4. Klasifikasi Benda dan Makhluk Hidup Benda-benda yang terdapat di alam semesta dapat dikelompokkan sebagai benda hidup dan benda tak hidup. Benda hidup terdiri atas komponen biotik yang meliputi semua jenis makhluk hidup, sedangkan benda tak hidup terdiri atas komponen abiotik. Makhluk hidup memiliki beberapa ciri yang menunjukkan proses kehidupan, yaitu: bernapas, bergerak, makan, tumbuh, peka terhadap rangsangan, beradaptasi, mengeluarkan zat sisa, dan dapat berkembang biak. Ciri-ciri tersebutlah yang membedakan makhluk hidup dengan benda tak hidup. Ciri-ciri Makhluk Hidup Bernapas (Respirasi) • Bernapas adalah proses mengambil oksigen (O2 ) dari lingkungan dan mengeluarkan karbondioksida (CO2 ) dari dalam tubuh. Menarik napas disebut juga Inspirasi dan menghembuskan napas disebut juga ekspirasi • Oksigen (O2 ) sangat diperlukan makhluk hidup untuk pembakaran makanan dalam tubuh dan menghasilkan energi yang diperlukan tubuh atau disebut juga oksidasi tubuh. Energi ini digunakan tubuh untuk bergerak dan melakukan aktivitas lainnya. Bergerak • Bergerak merupakan salah satu ciri makhluk hidup. Gerak pada manusia dan hewan disebut gerak aktif dan pada tumbuhan disebut gerak pasif. Membutuhkan Makan • Seluruh makhluk hidup membutuhkan makanan. Makanan yang dimakan harus mengandung zat-zat makanan yang dibutuhkan oleh tubuh. Contohnya, karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral. Berdasarkan cara mendaparkan makanannya makhluk hidup dibedakan menjadi dua, yaitu: makhluk hidup yang dapat membuat makanannya sendiri disebut dengan autotrof, contohnya adalah tumbuhan membuat makanan sendiri melalui proses fotosintesis serta makhluk hidup yang tidak bisa membuat makanannya sendiri yang disebut heterotrof, contohnya manusia dan hewan Iritabilitas (Peka terhadap rangsang) • Salah satu ciri makhluk hidup adalah respons terhadap rangsangan. Kemampuan makhluk hidup memberi tanggapan terhadap rangsangan disebut iritabilitas. Tumbuh dan Berkembang • Tumbuh adalah bertambahnya volume atau ukuran makhluk hidup yang irreversible (tidak dapat balik). Berkembang adalah proses menuju kedewasaan yang dipengaruhi oleh hormon, nutrisi dan lingkungan. Berkembang Biak • Berkembang biak atau reproduksi adalah kemampuan makhluk hidup untuk memperoleh keturunan. • Perkembangbiakan ini berguna untuk melestarikan keturunan jenisnya. • Cara perkembangbiakan pada hewan dibagi menjadi dua macam, yaitu secara generatif (kawin) dan secara vegetatif (tak kawin). Pada hewan tingkat tinggi umumnya berkembang biak secara kawin, sedangkan pada hewan tingkat rendah berkembang biak dengan vegetatif (tak kawin).


Rangkuman Pelajaran IPATerpadu Kelas 7 SMP Ibrahimy 1 Sukorejo | (2021) ©Zainul Hasan Beradaptasi Adaptasi adalah cara makhluk hidup untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannnya. Adaptasi dibedakan menjadi tiga yaitu: adaptasi morfologi (berdasarkan bentuk tubuh) contohnya kaki bebek berselaput karena hidupnya di air dan digunakan untuk berenang. Adaptasi fisiologi (Berdasarkan fungsi tubuh) contohnya adalah keluarnya keringat saat cuaca panas karena kerja respon tubuh untuk menyesuaikan suhu. Terakhir adalah adaptasi tingkah laku, contohnya cicak memutuskan ekor untuk mengelabuhi pemangsanya. Mengeluarkan Zat Sisa (Eksresi) Zat sisa dikeluarkan tubuh agar tidak membahayakan dan meracuni tubuh. Ada 4 organ eksresi manusia yaitu hati, ginjal, kulit, dan paru-paru. Hati mengeluarkan cairan empedu, ginjal mengeluarkan urine, kulit mengeluarkan keringat, paru-paru mengeluarkan gas CO2 . Pengeluaran zat sisa pencernaan berupa tinja atau feses disebut dengan defekasi. Klasifikasi Makhluk Hidup Klasifikasi merupakan suatu cara yang sistematis dalam mempelajari objek dengan melihat persamaan dan perbedaan ciri-ciri makhluk hidup. Ilmu yang mempelajari klasifikasi makhluk hidup disebut taksonomi. Bapak taksonomi yaitu Carolus Linnaeus. Dalam sistem klasifikasi, makhluk hidup dikelompokkan dalam suatu tingkatan (takson). Dalam takson, makhluk hidup dikelompokkan berdasarkan persamaan ciri-ciri yang umum hingga khusus. Bila semakin sedikit persamaannya, maka semakin jauh kekerabatannya. Kunci determinasi merupakan petunjuk yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi kelompok maupun jenis organism. Kunci determinasi bermanfaat untuk menentukan jenis kelompok dan nama hewan atau tumbuhan yang belum diketahui. Tata nama binomial adalah nama latin atau nama yang dilatinkan untuk menyebut suatu spesies makhluk hidup. Nama ini berlaku secara internasional. Aturan penulisan nama ilmiah yaitu Terdiri dari dua kata latin. Kata pertama menunjukkan genus, huruf pertama ditulis dengan huruf capital. Kata kedua merupakan petunjuk spesies yang diawali huruf kecil. Ditulis dengan huruf miring atau jika ditulis tangan nama ilmiah bisa diberi garis bawah. Contoh: Nama latin padi = Oriza sativa Manfaat Klasifikasi = Memudahkan mengenal makhluk hidup, Memudahkan mempelajari makhluk hidup, Mengetahui adanya hubungan kekerabatan antar makhluk hidup Sistem Klasifikasi 5 Kingdom 1. Monera Anggota Kingdom Monera adalah makhluk hidup bersel satu (uniseluler) yang tidak memiliki membran inti (prokariotik). Pada umumnya, organisme ini berkembang biak dengan cara membelah diri. Anggota Kingdom Monera, meliputi bakteri dan ganggang biru (Cyanobacteria). Urutan klasifikasi makhluk hidup dari tingkatan yang terbesar hingga terkecil. Yang membedakan klasifikasi Tumbuhan dan Hewan adalah tingkat ke-2 yaitu tumbuhan disebut divisi dan hewan disebut filum


Rangkuman Pelajaran IPATerpadu Kelas 7 SMP Ibrahimy 1 Sukorejo | (2021) ©Zainul Hasan 2. Monera Protista memiliki membran inti (eukariotik), bersel tunggal, dan multiseluler. Protista dibedakan menjadi protista mirip hewan (Protozoa), Protista mirip tumbuhan (alga atau ganggang), dan Protista mirip jamur. 3. Fungi Anggota Fungi adalah berbagai macam jamur. Fungi memiliki membran inti, dinding sel terbuat dari zat kitin, tidak memiliki kloroplas sehingga tidak dapat berfotosintesis, dan ada yang uniseluler maupun multiseluler. Tubuh jamur tersusun atas benang-benang yang disebut hifa; kumpulan hifa disebut miselium, tubuh jamur disebut talus. Jamur hidup sebagai saprofit atau parasit, dan berkembang biak dengan spora. 4. Plantae Lumut = Memiliki akar, batang dan daun yang bukan sejati dan belum memiliki berkas pembuluh. Akar lumut disebut rizoid. Rizoid berfungsi menempelkan tubuh lumut pada substrat dan hidup di tempat lembap. Berkembang biak dengan kawin dan tak kawin yang disebut dengan pergiliran keturunan (metagenesis). Tumbuhan Paku = Memiliki akar, batang, dan daun sejati serta memiliki berkas pembuluh, Pada daun dewasa terdapat bulatan berwarna cokelat disebut sorus. Sorus merupakan kumpulan kotak spora yang dibungkus indusium. Perkembangbiakannya secara kawin dan tak kawin yang disebut pergiliran keturunan. Tumbuhan Berbiji = Tumbuhan biji memiliki akar, batang dan daun sejati serta memiliki berkas pembuluh. Menghasilkan biji yang digunakan sebagai alat perkembangbiakannya. Berdasarkan letak bakal bijinya, tumbuhan biji dibagi menjadi dua macam, yaitu: Tumbuhan biji terbuka (Gymnospermae): letak bakal biji tidak terlindungi oleh daun buah, tetapi menempel pada daun buah; pohon berakar tunggang, daunnya berbentuk seperti jarum, kecil tebal, atau tipis lebar; alat kelamin jantan dan alat kelamin betina disebut strobilus yang mengandung sporangium. Tumbuhan biji tertutup (Angiospermae): alat perkembangbiakannya berupa bunga; akar, batang, dan daun sudah dapat dibedakan dengan jelas; susunan tulang daun menyirip, menjari, atau sejajar; bakal biji terlindung di dalam daun buah; mengalami pembuahan ganda. 5. Animalia Secara umum kingdom animalia dikelompokkan menjadi dua yaitu vertebrata dan avertebrata. Avertebrata adalah hewan yang tidak memiliki tulang belakang • Porifera (Hewan berpori), contoh: hewan spons, Euspongia sp. • Coelenterata (Hewan berongga), contoh: Hydrozoa, Schypooa, Anthozoa • Platyhelminthes (Cacing pipih), contoh: Planaria, cacing hati. • Nematoda (Cacing giling), contoh: cacing perut, cacing kremi, cacing tambang. • Annelida (Cacing gelang), contoh: cacing tanah, lintah, pacet. • Arthropoda (Hewan berbuku-buku), contoh: udang, kepiting, serangga • Echinodermata (Hewan berkulit duri), contoh: bintang laut, landak laut, teripang • Mollusca (Hewan lunak), contoh: bekicot, cumi-cumi, kerang Vertebrata adalah hewan yang memiliki tulang belakang, vertebrata dibagi lagi berdasarkan kelasnya yaitu: • Super kelas Pisces (ikan), contoh: ikan mujair, ikan bandeng, ikan lele, ikan mas. • Kelas Amphibia (Hewan yang hidup di dua alam), contoh: katak. • Kelas Reptilia, contoh: buaya, kadal, penyu, ular. • Kelas Aves (Burung), contoh: burung pipit, merpati, elang. 1) Kelas Mammalia (Hewan menyusui), contoh: gajah, singa, orang utan, kelelawar, lumba-lumba.


Nama : ________________________________________________ 2021 SMP Ibrahimy 1 Sukorejo (kelas VII) ©zainul_hasan Soal Part 4. Klasifikasi Benda dan Makhluk Hidup PONDOK PESANTREN SALAFIYAH SYAFI’IYAH SUKOREJO SMP Ibrahimy 1 Sukorejo A. Pilihlah jawaban paling tepat dari soal-soal di bawah ini! 1. Berikut yang tergolong komponen biotik, kecuali… a. Hewan b. Tumbuhan c. Mikroorganisme d. Batu 2. Istilah biologi dari pernapasan adalah….. a. Respirasi b. Inspirasi c. Ekspirasi d. Reboisasi 3. Udara yang dihembuskan saat kita bernapas sebagai hasil sisa pernapasan adalah… a. Oksigen b. Nitrogen c. Karbondioksida d. Hidrogen 4. Berdasarkan cara memperoleh makanannya, manusia termasuk makhluk…. a. Autotrof b. Heterotrof c. Omnivora d. Herbivora 5. Tumbuhan dapat membuat makanannya sendiri melalui peristiwa …. a. Sintesis b. Fotosintesis c. Hidrolisis d. Overdosis 6. Peka terhadap rangsang dalam istilah biologi disebut… a. Iritabilitas b. Refleks c. Sensorik d. Motorik 7. Ciri-ciri makhluk hidup yaitu berubahnya volume atau ukuran yang bersifat irreversibel, disebut… a. Tumbuh b. Berkembang c. Adaptasi d. Eksresi 8. Berkembang biak tanpa proses kawin disebut juga dengan perkembangbiakan….. a. Generatif b. Vegetatif c. Mitosis d. Meiosis 9. Ikan Paus berkembang biak dengan cara… a. Bertelur b. Melahirkan c. Bertelur-beranak d. Membelah diri 10. Adaptasi berdasarkan bentuk alat tubuh disebut dengan….. a. Morfologi b. Fisiologi c. Tingkah laku d. Fungsional 11. Alat eksresi yang berfungsi menghasilkan urine adalah…. a. Ginjal b. Hati c. Paru-paru d. Kulit 12. Berikut penulisan nama latin dari tanaman jagung yang benar adalah…. a. Zea Mays b. Zea mays c. Zea Mays d. Zea mays 13. Makhluk hidup bersel satu dan tidak memiliki membrane inti tergolong kingdom…... a. Monera b. Protista c. Plantae d. Animalia 14. Dalam sistem lima kingdom, manusia tergolong kingdom…. a. Monera b. Protista c. Fungi d. Animalia 15. Ular digolongkan dalam kingdom animalia dengan kelas…. a. Aves b. Reptilia c. Pisces d.Amphibia B. Jawablah pertanyaan dibawah ini dan diskusikan dengan teman-temanmu jika mengalami kesulitan. 1. Mengapa sepeda motor tidak digolongkan makhluk hidup padahal bisa bergerak dan membutuhkan bahan bakar bensin untuk bisa dinyalakan?. 2. Mengapa salah satu cirri makhluk hidup adalah membutuhkan makanan?. 3. Menurut kalian apa manfaat mengelompokkan makhluk hidup?. 4. Apa perbedaan fungi dan tumbuhan sehingga mengharuskan fungi digolongkan pada kingdom berbeda dengan tumbuhan?. 5. Menurut kalian manusia digolongkan dalam kingdom apa?. Jelaskan alasannya…..


Click to View FlipBook Version