The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

ini latihan flipbook

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Iwan Hanafi, 2023-02-28 10:59:25

latihan

ini latihan flipbook

Keywords: latihan

Presentasi Kelompok 2 RUANG KOLABORASI Slamet Widodo Nursuci Aprilianto Agus Tri Wahyuni Iwan Hanafie BUDAYA POSITIF


KASUS Kelompok 2


KASUS 1


Dalam kasus di atas, langkah-langkah restitusi apa saja yang sudah dijalankan oleh Ibu Santi? Langkah-langkah restitusi yang sudah dijalankan oleh Ibu Santi antara lain: • Menstabilkan Identitas. Dari kasus di atas belum nampak secara eksplisit langkah menstabilkan identitas diri murid oleh bu Santi.. • Validasi Tindakan yang Salah. Hal ini nampak dari tindakan bu Santi yang langsung mengkonfirmasi laporan bu Eni mengenai permasalahan Fifi dan Natali • Menanyakan Keyakinan. Hal ini nampak ketika bu Santi menanyakan apakah mereka bersedia melakukan restitusi? Fifi dan Natali sempat sedikit berdebat, namun pada akhirnya mengatakan akan meminta maaf. Ibu Santi menanggapi bahwa tindakan itu boleh saja dilakukan bila mereka sungguhsungguh ingin meminta maaf, dan menanyakan kembali, apa yang mereka bisa lakukan dengan restitusi. Baik Fifi dan Natali mengakui bahwa perilaku mereka tidak sesuai dengan keyakinan kelas.


Menurut Anda, apakah restitusi yang diusulkan Fifi dan Natali sudah sesuai dengan pelanggaran yang telah dibuat? Apakah langkahlangkah restitusi yang telah diusulkan mereka? • Restitusi yang diusulkan Fifi dan Natali sudah sesuai dengan pelanggaran yang telah dibuat. Fifi dan Natali sudah mempunyai niat akan meminta maaf. • Langkah-langkah restitusi yang diusulkan Fifi dan Natali adalah usulan pertama, untuk mengadakan sebuah diskusi kelas dengan teman-teman sekelasnya tentang bagaimana seharusnya sikap mereka dalam menjalankan keyakinan kelas terutama tentang sikap saling menghormati. Usulan kedua adalah mengirim email kepada Ibu Eni tentang gagasan mereka, bahwa mereka telah memberitahu Kepala Sekolah, bila lain waktu ada ketiadaan guru, maka mereka akan mengusulkan Ibu Eni sebagai guru pengganti.


Dalam kasus di atas, posisi apakah yang telah diambil oleh Ibu Eni dalam menangani Fifi dan Natali? Jelaskan jawaban Anda. Posisi kontrol bu Eni sebagai teman. Hal ini nampak ketika bu Eni mencoba mendekati kedua murid perempuan tersebut dan menegur mereka dengan halus, namun keduanya tetap berkelakuan tidak pantas. Mereka tetap tidak mengerjakan tugas dan malah mengobrol.


Jika Anda adalah Pak Hasan, bagaimana Anda menyikapi langkah yang ditempuh Ibu Santi? Mendukung apa yang dilakukan Ibu Santi dan menugaskannya untuk mengawasi dan memantau pelaksanaan dan perkembangan pada diri Fifi dan Natali pada proses pembelajaran selanjutnya.


REFLEKSI Berdasarkan kasus di atas, langkah-langkah restitusi sudah dijalankan Ibu Santi, walaupun ada beberapa kekurangan terutama pada langkah menstabilkan identitas. Murid perlu dilbatkan dalam mengambil langkah restitusi agar nantinya dapat lebih bertanggung jawab dalam pelaksanaannya. Penentuan posisi kontrol juga harus tepat agar lebih efektif dalam penyelesaian masalah murid. Kepala sekolah juga harus berperan aktif dalam penyelesaian permasalahan pada murid di sekolah.


KASUS 2


Dalam kasus di atas, sikap posisi apakah yang diambil oleh Bapak Lukman? Jelaskan, apakah indikatornya? 1. Penghukum ( Pak Lukman memberikan hukuman yang bersifat fisik dan verbal) Indikatornya adalah menyuruh Sabrina untuk tidak memakai sepatu dan bersikeras pada pendiriannya meskipun Sabrina sudah meminta maaf dan berjanji tidak mengulangi lagi. 2. Pembuat rasa bersalah (membuat murid merasa bersalah Ketika melakukan pelanggaran) Indikatornya adalah Sabrina pun dengan berat hati mencopot sepatunya dan memberikannya kepada pak Lukman. Seharian dia tidak berani berkeliling sekolah karena malu, dan lebih banyak berdiam diri di kelas tanpa alas sepatu.


Bila Bapak Lukman mengambil posisi seorang Manajer, apa yang akan dikatakannya, pertanyaan-pertanyaan seperti apakah yang akan diajukan ke Sabrina? Jelaskan • Perkataan yang akan dikatakan kepada Sabrina, jika Bapak Lukman mengambil posisi sebagai Manager : 1. “Sabrina, kenapa kamu terlambat dan tidak menggunakan sepatu yang berwarna hitam?” 2. “Nak, apakah kamu mengetahui keyakinan sekolah untuk menggunakan sepatu yang berwarna hitam?” 3. “Jika kamu tahu, hal apa yang akan kamu lakukan untuk memperbaiki kesalahanmu? • Pertanyaan seorang manager meMbuat murid mengerti kesalahan dan menbuat anak mmencari solusi


Kira-kira bila Anda adalah Kepala Sekolah di sekolah tersebut, Nilai kebajikan apa yang ingin dituju oleh peraturan harus berwarna hitam? • Komitmen • Tanggung jawab • Ketaatan • Kesetaraan Sosial (karena dengan menggunakan sepatu yang berwarna sama yaitu hitam, tidak ada kesenjangan sosial bagi murid yang tingkat ekonominya tinggi maupun rendah).


Bagaimana Anda menyikapi langkah yang diambil Pak Lukman mengenai kasus tersebut? Memanggil Pak Lukman dan Sabrina untuk mendudukkan permasalahan, megevaluasi dan mengambil Langkah terbaik untuk penyelesaian kasus. Salah satunya dengan menerapkan segitiga restitusi yaitu 1. Menstabilkan identitas : Menyampaikan ke Pak Lukman dan Sabrina bahwa Setiap orang pernah melakukan kesalahan dan Sabrina bukan orang pertama yang melakukan pelanggaran. 2. Validasi tindakan yang salah : Menyampaikan Ke Sabrina alasan tidak memakai sepatu sesuai dengan aturan dan memberikan konsekwensi atas tindakan Sabrina, misalnya dengan membuat pernyataan agar tidak mengulanginya lagi. 3. Menanyakan keyakinan : Menanyakan ke Sabrina tentang keyakinan apa yang telah disepakati mengenai peraturan di sekolah tentang pemakaian sepatu dan menyanyakan ke Sabrina tentang tujuan dari peraturan itu dibuat.


REFLEKSI 1. Setiap Tindakan pelanggaran disiplin yang dilakukan oleh murid hendaknya dicari latar belakang permasalahan dan menerapkan segitiga restitusi (Menstabilkan identitas, Validasi tindakan yang salah dan Menanyakan keyakinan) 2. Setiap Tindakan pelanggaran disiplin yang dilakukan oleh murid sebiknya tidak dilakukan tindakan menghukum yang bersifat fisik dan verbal karena akan membuat murid merasa bersalah dan trauma yang akan mepengaruhi mental untuk tumbuh kembang mereke di masa depan.


KASUS 3


Posisi kontrol apa yang diambil oleh Ibu Dani dalam pendekatannya kepada Fajar? Posisi kontrol yang diterapkan oleh bu Dani adalah 1. Penghukum Fajar coba jawab pertanyaan nomor 3. Maju ke depan dan kerjakan di papan tulis” 2. Pembuat Merasa bersalah. Hal ini ditunjukkan dari perkataan bu Dani “Gimana kamu Fajar, kamu tidak kasihan sama Ibu ya, Ibu sudah capek-capek mengajarkan kamu. Tidak kasihan sama Ibu?” dan Fajar pun diam membisu.


Membaca sikap Fajar, kira-kira kebutuhan apa yang diperlukan oleh Fajar? Kebutuhan yang diperlukan Fajar berkaca dalam kasusnya dengan bu Dani adalah kebutuhan Kebebasan “Freedom”. Fajar merasa jika ia dapat memilih untuk suka atau tidak suka dengan pelajaran Bahasa Inggris. Dalam hal Ia menunjukkan sikap yang tidak suka. “...Fajar malah tidur-tiduran dan tampak acuh tak acuh pada pelajarannya.”


Bilamana Ibu Dani mengambil posisi Pemantau, apa yang akan dilakukan atau dikatakan olehnya? Pertanyaan-pertanyaan seperti apa yang akan diajukan? Jelaskan. Bu Dani: “Fajar, apa yang sedang kamu lakukan?” “Mengapa kamu melakukannya?” “Kamu baru saja melanggar keyakinan kelas tentang menghormati orang lain. Tahukah kamu konsekuensi apa yang dilakukan jika melanggar hal tersebut?” Pemantau berarti mengawasi. Artinya Bu Dani bertanggung jawab terhadap perilaku Fajar. Posisi pemantau ini menggunakan sanki/konsekuensi, sehingga dapat memisahkan hubungan pribadi Guru dan Murid. Guru berperan memberikan stimulus sehingga murid memberikan respon yang dapat menjadi kontrol untuk murid tsb.


Apabila Anda adalah kepala sekolah di sekolah Fajar dan mengetahui hal ini, bagaimana tindak lanjut Anda? Sebagai kepala sekolah, tentu saja saya tidak akan turun langsung untuk bertemu dengan Fajar. Saya akan melibatkan Guru Bimbingan Konseling untuk dapat mengetahui lebih dalam mengapa Fajar berperilaku demikian. Peran yang dapat saya lakukan secara langsung adalah dengan berbincang dengan Bu Dani, agar mengetahui duduk perkara sebenarnya, dan mencari tahu apa yang sedang dialami oleh bu Dani sehingga beliau mengeluarkan kalimat yang menyebabkan Fajar merasa bersalah.


REFLEKSI Dalam menghadapi sebuah permasalahan, penting sekali untuk mengetahui latar belakang mengapa masalah itu terjadi. Sehingga penyelesaian masalah yang diharapkan lebih tepat. Belajar untuk menghormati dan mengerti satu dengan yang lain, dapat menciptakan hubungan Guru dan Murid lebih erat lagi.


KASUS 4


Posisi kontrol apa yang telah dipraktikkan oleh Kepala Sekolah Ibu Suti? Hal-hal apa saja yang dilakukannya sehingga Anda berkesimpulan demikian? Posisi manajer Hal-hal apa saja yang dilakukannya sehingga Anda berkesimpulan demikian? 1. Adanya komunikasi semua pihak 2. Ibu Suti menanyakan keyakinan Sekolah pada Dino 3. Menanyakan kebutuhan Anto saat itu, yang menandakan bahwa Ibu Suti mencoba fokus menjadikan murid sebagai manajer bagi dirinya sendiri 4. Memberi kesempatan pada Dino untuk memperbaiki kesalahan 5. Mempersilakan Dino untuk mempertanggungjawabkan perilakunya 6. Membimbing murid untuk mencari jalan keluar permasalahan 7. Memberi kesempatan Dino berkolaborasi dengan guru lain untuk mencari jalan keluar (Pak Irfan guru tata busana untuk mngajarinya menjahit)


Dalam kasus tersebut, bagaimana Dino dikuatkan, bagaimana Anto dikuatkan oleh Ibu Suti? Dalam kasus tersebut ibu Suti melakukan tindakan Restitusi yaitu: 1. Menstabilkan identitas dengan mengatakan Dino dan Anto “murid yang melakukan kesalahan adalah hal yang manusiawi dan mempertahankan diri adalah hal yang sangat penting. 2. Validasi tindakan yang salah dengan meminta Dino memikirkan cara lain yang mungkin lebih efektif. 3. Menanyakan keyakinan Apakah Dino bersedia memperbaiki kesalahan yang telah dilakukan terhadap Anto dan memberikan saran saat Anto merasa bingung. Untuk menguatkan Dino: Ibu Suti mengatakan bahwa membuat kesalahan adalah hal yang manusiawi. Ibu Suti bertanya apakah Dino bersedia memperbaiki kesalahan yang telah dilakukan terhadap Anto? Penguatan untuk Anto: Ibu Suti mengatakan bahwa mempertahankan diri adalah hal yang sangat penting. Ibu Suti bertanya kepada Anto, hal apa yang bisa dilakukan Dino untuk memperbaiki masalah?


Kira-kira nilai-nilai kebajikan (keyakinan sekolah) apa yang dituju dalam kasus tersebut? Jelaskan! Nilai kebajikan yang dituju dalam kasus ini adalah saling menghormati, keamanan, tanggungjawab, keadilan. 1. Saling menghormati: maksudnya tidak saling bermusuhan atau merugikan orang lain. 2. Keamanan: maksudnya setiap orang berhak merasa aman dan nyaman di sekolah 3. Tanggung jawab: maksudnya setiap orang wajib mempertanggungjawabkan apa yang telah dia lakukan. 4. Keadilan: maksudnya dalam kasus ini kedua belah pihak mendapat perlakuan yang adil yakni menang & menang dan merekapun bisa kembali akur.


REFLEKSI Berdasarkan kasus diatas, penerapan budaya positif sudah sesuai dengan teori perubahan paradigma stimulus kontrol ke teori kontrol, sudah mewujudkan nilai keyakinan kelas, kebutuhan anak terpenuhi, segitiga restitusi terjalankan serta Ibu Suti berada pada posisi manajer, di mana di posisi inilah murid dapat menjadi pribadi yang mandiri, merdeka, dan bertanggung jawab atas segala perilaku dan sikapnya, yang pada akhirnya dapat menciptakan lingkungan yang positif, nyaman, dan aman.


Terima Kasih


Click to View FlipBook Version