The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

LKPD ASAM BASA ETNOSAINS BATIK

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Fitri Siami, 2023-05-01 12:09:45

LKPD ASAM BASA ETNOSAINS

LKPD ASAM BASA ETNOSAINS BATIK

268


269 PRAKATA Puji syukur kehadirat Allah SWT atas karunia dan rahmatNya sehingga penulis dapat menyelesaikan lembar kerja peserta didik (LKPD) kimia dengan terintegrasi etnosains batik untuk meningkatkan kemampuan literasi kimia SMA kelas XI. Penulis mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan LKPD ini. LKPD ini disusun dengan tujuan untuk membantu peserta didik dalam memahami konsep tentang materi Asam Basa. Penulis menyadari LKPD ini masih memiliki berbagai kekurangan. Kritik dan saran selalu penulis harapkan dari pembaca demi perbaikan LKPD. Akhir kata dengan penuh kerendahan hati, penulis berharap LKPD dengan terintegrasi etnosains batik untuk meningkatkan kemampuan literasi kimia SMA kelas XI ini dapat bermanfaat untuk melatih kemampuan literasi kimia peserta didik serta guru mampu meningkatkan kualitas pembelajaran menjadi lebih baik. Semarang, 25 Desember 2022 Penulis, Fitri Siami ii


270 DAFTAR ISI Cover .............................................................................................................i Prakata ..........................................................................................................ii Daftar Isi......................................................................................................iii Deskripsi LKPD Terintegrasi Etnosains Batik ...........................................iv Peta Konsep.................................................................................................. v Petunjuk Penggunaan LKPD....................................................................... vi KI & KD...................................................................................................... vi Pendahuluan ...............................................................................................vii Tinjauan Etnosains....................................................................................viii KEGIATAN I.............................................................................................. 1 Orientasi Masalah......................................................................................... 2 Pengorganisasian Pembelajaran................................................................... 3 Penyelidikan Kelompok ............................................................................... 4 Penyajian Hasil........................................................................................... 14 Evaluasi ...................................................................................................... 14 KEGIATAN 2 ........................................................................................... 16 Orientasi Masalah....................................................................................... 17 Pengorganisasian Pembelajaran................................................................. 19 Penyelidikan Kelompok ............................................................................. 19 Penyajian Hasil........................................................................................... 25 Evaluasi ...................................................................................................... 26 DAFTAR PUSTAKA ............................................................................... 27 GLOSARIUM........................................................................................... 28 iii


271 Deskripsi LKPD Terintegrasi Etnosains Batik Untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi Kimia Lembar kerja peserta didik (LKPD) ini terintegrasi pada pendekatan etnosains serta berbasis literasi kimia. Pendekatan etnosains merupakan suatu pendekatan pembelajaran yang memanfaatkan kearifan budaya lokal yang dijadikan sebagai salah satu sumber pembelajaran. Budaya sebagai sumber belajar diharapkan dapat meningkatkan minat dan motivasi peserta didik dalam mempelajari sains khususnya kimia berkaitan dengan materi Asam Basa. Budaya yang ada di Semarang salah satunya adalah batik semarang. Budaya-budaya tersebut masih sering dijumpai peserta didik dalam kehidupan masyarakat lingkungan mereka sehingga apa yang mereka pelajari terasa dekat, sehingga mudah untuk menumbuhkan rasa ingin tahu peserta didik sehingga pembelajaran di sekolah akan lebih bermakna. LKPD ini didesain bertujuan untuk melatih kemampuan literasi kimia peserta didik. Literasi kimia merupakan kemampuan peserta didik dalam mengidentifikasi, menganalisis, dan mengolah konsep kimia untuk menyelesaikan masalahhnya dalam kehidupan sehari-hari dan mengkomunikasikan setiap fenomena kimia yang berada di lingkungan sekitar secara ilmiah (Perkasa &Aznam, 2016). Sehingga kemampuan literasi kimia sudah menjadi suatu keterampilan khusus yang harus ditanamkan dalam diri peserta didik demi meningkatkan kualitas sumberdaya manusia dalam menghadapi persaingan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin berkembang pesat. iv


272 PETA KONSEP ASAM DAN BASA Teori Asam-Basa Teori BronstedLowry Teori Arrhenius Teori Lewis Kesetimbangan Larutan Asam-Basa dalam suatu larutan Senyawasenyawa Asam Basa Perhitungan Derajat Keasaman (pH) Indikator AsamBasa Indikator Alami Indikator Buatan Reaksi Asam Basa v


273 PETUNJUK PENGGUNAAN LKPD Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi 3.10 Menjelaskan konsep asam dan basa serta kekuatannya dan kesetimbangan pengionannya dalam larutan. 3.10.1 Menganalisis zat-zat yang bersifat asam dan basa dalam kehidupan sehari-hari. 3.10.2 Menjelaskan konsep asam basa menurut beberapa teori asam basa yang berkembang. 3.10.3 Mengidentifikasi indikator yang dapat digunakan untuk membedakan asam dan basa 3.10.4 Menganalisis trayek pH dengan beberapa indikator. 3.10.5 Menghitung pH beberapa larutan asam basa yang diberikan. 3.10.6 Menghitung konsentrasi, derajat keasaman dan derajat ionisasi pada larutan asam basa. 4.10 Menganalisis trayek perubahan PH indikator yang diekstrak dari bahan alam melalui percobaan. 4.10.1 Melakukan percobaan membuat indikator asam basa dari bahan alam. • Pahamilah setiap perintah yang ada pada LKPD untuk mempermudah dalam penggunaan LKPD ini. • Kerjakan setiap latihan yang ada di dalam LKPD sesuai instruksi guru. • Silahkan bertanya jika belum mengerti. • Bacalah doa sebelum mempelajari LKPD. • Pelajari materi yang disajikan dalam LKPD secara runtut. • LKPD ini menggunakan pendekatan etnosains (budaya lokal) yang dijadikan sebagai sumber pembelajaran. vi


274 Scan barcode di bawah untuk lebih mengenal tentang Salma batik Apa yang kalian bayangkan ketika mendengar kata batik? Tentunya kalian sudah tidak asing bukan mendengar kata batik? Gambar 1. Motif Batik Pewarna alam Sumber : dokumen pribadi Kata “batik” berasal dari gabungan bahasa Jawa yaitu “amba” yang berarti menulis dan “titik” yang artinya titik (Ardra, 2014). Batik merupakan budaya khas bangsa Indonesia yang sudah dikenal sejak jaman dulu dan diwariskan secara turun temurun. Masyarakat dunia pun mengakui bahwa batik adalah milik bangsa Indonesia karena adanya pengakuan dari UNESCO. Kini banyak masyarakat yang mulai melupakan batik tetapi banyak juga masyarakat daerah yang masih mengembangkan dan melestarikan batik tulis ataupun batik cap. Salah satunya adalah Kampung Alam Malon Gunungpati Semarang. Ciri khas batik dari Kampung Alam Malon yaitu batik pewarna alamnya. Salah satu batik yang cukup terkenal disana adalah Salma Batik. Batik yang dihasilkan Salma Batik menggambarkan pepohonan serta tanaman yang ada di Kampung Alam Malon. Pendahuluan Untuk lebih mengenal tentang batik, mari simak video dibawah ini! https://www.youtube.com/watch?v=HGKaSHs8sQQ&t=490s vii


275 TINJAUAN ETNOSAINS . Setelah menyaksikan video terkait batik, tentunya kalian lebih mengenal Batik dan mengetahui berbagai tahapan membatik yang memanfaatkan senyawa kimia. Salah satu tahapannya yaitu proses perwarnaan. Jadi kira-kira apa hubungan batik dengan materi kimia? Proses pembuatan batik tentu melibatkan larutan kimia yang bisa kita tinjau dari segi sains. Sebagai contoh para pengrajin batik menggunakan NaOH dalam proses perwarnaan batik tetapi masyarakat lebih mengenal senyawa tersebut dengan nama kostik soda. Pewarna alami seperti kulit manggis juga digunakan dalam perwarnaan batik akan tetapi membutuhkan tawas untuk mempertajam warna atau mengunci warna. Proses pewarnaan pada batik dapat ditinjau lebih lanjut untuk pembahasan materi Asam dan Basa. Menurut kalian bagaimana hubungan proses pembatikan dengan materi asam basa dalam kimia? Temukan jawabannya dengan menyimak materi yang disajikan pada LKPD ini. Proses pembuatan batik dimulai dari tahapan mendesain batik, dan melukis kain, Pada proses ini tidak terdapat kaitan dengan konsep kimia tertentu. Kemudian pada proses penutupan kain putih, digunakan suatu zat yang dinamakan lilin atau yang sering disebut malam. Malam digunakan untuk menutup motif yang tidak ingin dikenai warna saat pewarnaan berlangsung. Malam atau lilin tidak hanya terdiri dari satu macam bahan saja, melainkan terdiri dari campuran dari berbagai bahan pokok lilin. Sebagai bahan pokok lilin misalnya adalah gondorukem, damar (mata kucing), paraffin (putih dan kuning), microwax, lemak binatang (kendal, gajih), minyak kelapa, lilin tawon, lilin lancing (Abdul malik & Khairunnisa, 2016). Lanjut pada proses selanjutnya yaitu pewarnaan batik. Berdasarkan sumber atau asalnya, pewarna batik dibagi menjadi 2 golongan, yaitu berupa pewarna alami dan pewarna sintetis. Berikut ini beberapa contoh pewarna alami yang dapat digunakan antara lain kunyit, tanaman Indigofera, jalawe, secang, kulit manggis, kelapa, jambal, serta tegeran (Fitinline, 2018). Sementara untuk pewarna sintetis berupa naphthol (misalnya naphthol AS, naphthol ASG, naphthol ASGR, dll), zat warna indigosol yang mudah larut dalam air (misalnya IRD untuk warna coklat, IGK untuk kuning, IBL untuk abu-abu, IR untuk warna merah, IB untuk hijau, dll), zat warna remasol yang tidak mudah larut dalam air, zat warna rapid, dan zat warna direk. viii


276 KEGIATAN 1 Setelah melaksanakan kegiatan 1, peserta didik diharapkan dapat : • Menganalisis zat-zat yang bersifat asam dan basa dalam kehidupan sehari-hari terintegrasi budaya Batik Semarang. • Menjelaskan konsep asam basa menurut beberapa teori asam basa yang berkembang. • Mengidentifikasi indikator yang dapat digunakan untuk membedakan asam dan basa. • Menganalisis trayek pH dengan beberapa indikator. • Menghitung pH beberapa larutan asam basa yang diberikan. • Menghitung konsentrasi, derajat keasaman dan derajat ionisasi pada larutan asam basa. Tujuan LKPD Kegiatan 1 dilaksanakan dengan model pembelajaran Problem Based Learning dengan tahapannya sebagai berikut: 1. Orientasi terhadap masalah Berisi fenomena asam basa di kehidupan sehari-hari. Peserta didik diharapkan dapat mengidentifikasi fenomena tersebut. 2. Pengorganisasian Pembelajaran Peserta didik dapat merumuskan permasalahan berdasarkan fenomena yang diberikan di orientasi masalah. 3. Penyelidikan Kelompok Peserta didik memulai membuat kelompok kemudian bersama kelompok melakukan diskusi untuk menjawab beberapa pertanyaan yang telah disediakan. 4. Penyajian hasil Peserta didik menyajikan hasil dengan menyampaikan di depan kelas dengan kelompok masing-masing. 5. Evaluasi Peserta didik yang belum mendapatkan kesempatan menyajikan hasil diskusi memberikan pertanyaan atau saran. Pada tahap ini pula peserta didik menuliskan kesimpulan dari pelajaran yang didapatkan. Petunjuk Penggunaan LKPD 1


277 2 Pesona Salma Batik Semarang KEGIATAN I Salma Batik Semarang adalah salah satu pengrajin batik yang terdapat di Kampung Alam Malon Gunungpati Semarang. Kampung Alam Malon Gunungpati Semarang terkenal dengan ciri khas batik dengan pewarna alamnya. Salma Batik memproduksi batik dengan pewarna alami seperti kayu secang, kayu mahoni yang sudah mati, indigofera, jelawe, kulit pohon soga tingi dan sebagainya yang bisa digunakan untuk pewarna. Selain menggunakan dengan pewarna alami, tak jarang Salma Batik juga menggunakan pewarna sintetis untuk pesanan. Mari perhatikan tayangan video mengenai pembuatan batik Semarang dan menyaksikan pesona batik Semarang yang ada di Salma batik dengan mengunjungi tautan yang sama dengan halaman sebelumnya melalui link berikut ini https://bit.ly/PesonaSalmaBatik. Gambar 2. Pesona Salma Batik Sumber: Dokumen Pribadi Zat pewarna alam untuk bahan tekstil pada umumnya diperoleh dari hasil ekstrak berbagai bagian tumbuhan seperti akar, kayu, daun, biji ataupun bunga. Berbagai tumbuhan dapat menghasilkan pewarna alami yang mempunyai warna-warna yang indah untuk produk batik. Tumbuhan yang dapat menghasilkan pewarna alami batik tersebut diantaranya, jelawe (Terminalia bellirica), mahoni (Swietenia mahagoni), indigo (Indigofera tinctorium), mangrove (Rhizophora mucronata), soga (Peltophorum pterocarpum), tingi ((Ceriops tagal), serta tumbuhan lainya. Selain menggunakan pewarna alami, Salma batik juga menggunakan pewarna sintetis seperti naphtol dan indigosol untuk pesanan. Pewarna naphtol merupakan bahan kimia yang sering digunakan pada pewarnaan batik. Pada prosesnya, pewarna naphtol menggunakan zat kimia tambahan yaitu soda kaustik/soda api agar pewarna naphtol larut dalam air. Proses pewarnaan menggunakan pewarna naphtol selalu berpasangan dengan garamnya yang memiliki peran pembangkit warna atau fiksasi. Garam yang digunakan adalah garam diazo. Orientasi Masalah


278 bit.ly/Pengorganisasian _Keg1 bit.ly/Pengorganisasian _Keg1 Tuliskan pertanyaan yang kamu pikirkan melalui link berikut ya! Reaksi dan sifat yang dimiliki oleh garam-garam diazonium, yaitu larutan garam diazonium diperoleh dari asam mineral kuat bersifat netral, larutan garam benzenadiazonium klorida jika direaksikan dengan perak hidroksida, dihasilkan larutan yang terdapat endapan perak klorida (AgCl) dan larutannya bersifat sebagai basa kuat. Natrium hidroksida yang masyarakat kenal dengan sebutan soda kaustik/soda api merupakan zat kimia yang tergolong larutan basa. Reaksi ionisasi dari larutan soda kaustik atau NaOH yaitu sebagai berikut : NaOH(aq) → Na(aq) + + OH(aq) − Ada berbagai macam larutan asam basa yang dapat kalian pelajari melalui pembuatan khususnya pada pewarnaan batik. Yuk cari tahu lebih dalam dengan melakukan observasi pada kegiatan selanjutnya! KEGIATAN I Pengorganisasian Pembelajaran 1. Apakah yang dimaksud dengan larutan asam basa? 2. ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… 3. ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… 4. ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… 5. ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… 6. Apakah yang dimaksud dengan larutan asam basa? 7. ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… 8. ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… 9. ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… 10. ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… Ayo temukan kelompokmu! Ayo temukan kelompokmu! 1. Bentuklah kelompok dengan anggota 5-6 peserta didik. 2. Diskusikan pertanyaan yang terdapat pada kegiatan 1 (dibawah ini) dengan anggota kelompok masing-masing. 3. Kamu bisa mencari referensi di berbagai sumber untuk menemukan jawaban yang tepat. 4. Bentuklah kelompok dengan anggota 4-5 peserta didik. 5. Diskusikan pertanyaan yang terdapat pada kegiatan 1 (dibawah ini) dengan anggota kelompok masing-masing. 6. Kamu bisa mencari referensi di berbagai sumber untuk menemukan jawaban yang tepat. 3


279 Gambar 3. Wawancara dengan pemilik Batik Salma Sumber : Pribadi Batik Salma Semarang terletak dekat dengan lingkungan sekolah kalian. Sebagai anak yang tinggal di lingkungan Semarang kalian harus tahu tentang budaya yang ada di Semarang, salah satunya adalah budaya Batik Semarang yang dekat dengan kita yaitu Batik Salma. Tetapi kalian juga jangan hanya tahu bentuk batik itu seperti apa, namun juga harus tahu proses pembuatannya, dan yang paling penting kalian juga harus tahu sisi kimia di dalam batik. 1. Berdasarkan peristiwa yang terdapat di orientasi pembelajaran, jawablah pertanyaan berikut : a. Fitri sedang melakukan observasi ke sebuah pabrik batik di Kampung Malon Gunungpati Semarang. Kira-kira apa saja langkah-langkah dalam proses pembuatan Batik Semarang, carilah informasi tersebut dengan melakukan wawancara dengan pembatik, studi literatur melalui buku atau internet ya! (Isikan jawabanmu pada tabel rekonstruksi di halaman selanjutnya) ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………… KEGIATAN I KEGIATAN I Pada materi pembelajaran ini, kalian belajar tentang materi Asam Basa. Untuk lebih memahami tentang proses pembatikan yang dikaitkan dengan materi Asam Basa, lakukan observasi bersama dengan temanteman beserta guru. Amati gambar di samping! Apa yang kamu lihat dari gambar tersebut? Dari gambar tersebut terlihat bahwa seseorang sedang melakukan wawancara kepada pemilik batik. Amati gambar di samping! Apa yang kamu lihat dari gambar tersebut? Dari gambar tersebut terlihat bahwa seseorang sedang melakukan wawancara kepada pemilik batik. Penyelidikan Kelompok Penyelidikan Kelompok 4


280 Contoh Rekonstruksi Sains Masyarakat Menjadi Sains Ilmiah : No Sains Masyarakat Sains Ilmiah 1. Proses pertama dalam pembuatan batik adalah dimulai dengan “loyor” dan “kemplong”. Proses loyor dilakukan dengan cara merendam kain mori pada air mendidih. Kemudian pengrajin menggunakan asam klorida untuk membantu menghilangkan kanji tersebut. Karena kanji memiliki kakteristik yang kental dan mengikat apabila dicampurkan dengan air sehingga dapat menahan kain dari zat pewarna. Penghilangan kanji juga dapat dilakukan pula dengan soda kaustik tetapi memerlukan waktu yang cukup lama dan jarang dipakai (Hanna Lumban, 2022). Kemudian kain dijemur lalu dikemplong dengan cara memukul-mukul kain tersebut menggunakan kayu besar agar kain menjadi lebih lentur dan luwes untuk dibatik (Indreswari, 2016). 2. Proses penghilangan malam yang dinakaman dengan “nglorod” Proses membersihkan malam yang sebelumnya dipakai sebagai penangkal warna dengan cara dicelupkan pada air mendidih yang dicampur dengan soda api atau kostik soda (NaOH) selama 5-10 menit. Soda api dipilih karena memiliki sifat basa. Hal ini dapat mempermudah pelepasan malam yang menempel pada kain. Karena malam memiliki sifat yang tidak tahan terhadap larutan basa (Alamsyah, 2019). KEGIATAN I KEGIATAN I KEGIATAN ETNOSAINS KEGIATAN ETNOSAINS Dari hasil wawancara, studi literatur melalui buku, atau internet, tuliskanlah kembali mengenai proses pembuatan batik dan terjemahkan pengetahuan dari tradisi masyarakat ke dalam sains ilmiah! Isikan hasilnya melalui tautan yang telah disediakan di halaman berikutnya. Dari hasil wawawncara, studi literatur melalui buku, atau internet, tuliskanlah kembali mengenai proses pembuatan batik dan terjemahkan pegetahuan dari tradisi masyarakat ke dalam sains ilmiah! Isikan hasilnya melalui tautan yang telah disediakan. 5


281 Tuliskan hasil rekonstruksi sains masyarakat ke dalam sains ilmiah mu dalam tabel ini sebagaimana yang sudah dicontohkan dari tabel diatas! b. Bu Umi adalah satu pengrajin batik di Kampung Alam Malon Gunugpati. Selain menggunakan pewarna alami pada proses pewarnaan kain. Bu Umi juga menggunakan pewarna sintetis salah satunya yaitu naphtol. Naphtol adalah salah satu zat pewarna sintetis yang biasa digunakan oleh pengrajin batik pada proses pewarnaan kain untuk menghasilkan warna tua. Pada saat melakukan pewarnaan dengan larutan naphtol, biasanya pengrajin batik mencampurkan soda kaustik dengan larutan naphtol. Apa rumus kimia dari soda kaustik tersebut? Pada proses pewarnaan tersebut terdapat peristiwa kimia didalamnya, jelaskan apa tujuan pengrajin batik menambahkan soda kaustik tersebut? Bagaimana karakteristik soda kaustik jika ditinjau dari sifat asam basa nya? Berilah penjelasannya secara ilmiah! ………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………… No Sains Masyarakat Sains Ilmiah Upload hasil observasi serta hasil rekonstruksi kebudayaan masyarakat dan sains ilmiah melalui tautan/barcode berikut ini! Barcode tersebut juga digunakan untuk kalian mengisi no 1 b s.d 1 e ya. Semangat! Upload hasil observasi serta hasil rekonstruksi kebudayaan masyarakat dan sains ilmiah melalui tautan/barcoda berikut ini! Semangat! KEGIATAN I KEGIATAN I bit.ly/LapObser_ Keg1 bit.ly/LapObser_ Keg1 6


282 c. Pada proses pembuatan batik untuk menghilangkan kanji mori dalam kain, pengrajin batik biasanya menggunakan asam klorida atau yang biasa masyarakat kenal dengan air keras. Jika ditinjau melalui peristiwa kimia, bagaimana sifat dari asam klorida yang digunakan pengrajin batik menghilangkan kanji mori tersebut jika dikaitkan dengan teori Asam Arrhenius! ………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………… d. Asam klorida yang masyarakat kenal dengan sebutan air keras jika direaksikan dengan soda kaustik maka akan membentuk natrium klorida. Jelaskan bagaimana teori lewis menjelaskan reaksi tersebut, dan tentukan juga asam dan basa lewisnya! ………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………… e. Pada proses pewarnaan batik menggunakan pewarna sintetis naphtol akan dihasilkan suatu limbah sisa pewarnaannya. Jika limbah yang dihasilkan dari proses pewarnaan tersebut diketahui memiliki pH 9 dengan konsentrasi 10-2 . Tentukan besarnya derajat ionisasinya! ………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………… 2. Bacalah informasi mengenai penggunaan pewarna Indigosol berikut ini! Penggunaan Pewarna Indigosol pada Pembuatan Batik Semarang Pewarna indigosol merupakan pewarna sintetis kimia dalam bentuk serbuk yang biasanya digunakan pengrajin batik dalam proses pewarnaan batik sintetis. Pewarna indigosol memiliki rumus molekul C24H12Br2Na2O8S2. Proses pewarnaan menggunakan pewarna indigosol yaitu KEGIATAN I KEGIATAN I 7


283 bit.ly/Diskelno2_ Keg1 dilakukan dengan melarutkan pewarna tersebut dengan air panas kemudian difiksasi menggunakan air keras. Air keras yang masyarakat kenal tersebut merupakan suatu senyawa asam yang membantu dalam proses fiksasi pewarnaan dengan pewarna Indigosol. Setelah membaca informasi mengenai informasi penggunaan pewarna Indigosol, jawablah pertanyaan di bawah ini! d. Zat pewarna indigosol merupakan pewarna sintetis yang biasanya digunakan pengrajin batik pada proses pewarnaan batik. Larutan indigosol dibuat dengan cara melarutkan pewarna tersebut dengan air panas kemudian difiksasi dengan air keras. Pada proses fiksasi dengan air keras terdapat peristiwa kimia didalamnya. Jelaskan apa tujuan ditambahkannya air keras pada pewarna indigosol tersebut? Bagaimana karakteristik air keras jika ditinjau dari sifat asam basa nya? Berilah penjelasannya secara ilmiah! ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… e. Suatu hari Bu Umi pergi ke toko kimia untuk membeli air keras yang jenisnya asam klorida sebagai bahan campuran zat warna Indigosol kain batiknya. Namun ternyata penjual mengatakan bahwa stok larutan tersebut sedang habis. Kemudian, Bu Umi membeli asam sulfat sebagai penggantinya yang fungsinya sama dengan asam klorida tersebut. Pada proses pewarnaan, kain batik yang dicelupkan ke dalam zat warna indigosol belum menghasilkan warna yang diinginkan. Untuk itu diperlukan tambahan larutan asam sulfat (H2SO4) untuk menghasilkan warna-warna tersebut. Jika disedikan 2 liter asam sulfat dengan konsentrasi 0,2 M dianggap terionisasi sempurna, tentukan besarnya pH dari larutan tersebut! (log 4 =0,6) ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… KEGIATAN I KEGIATAN I 8


284 ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… f. Seorang siswa diminta untuk melakukan perhitungan pH mengenai air keras dengan jenis asam klorida yang digunakan pengrajin batik untuk fiksasi pewarna indigosol dengan direaksikan terhadap soda kaustik. Apabila terdapat sebanyak 100 mL air keras (asam klorida) dengan konsentrasi 0,03 M direaksikan dengan 100 mL soda kaustik 0,01 M. Hitunglah nilai pH dari larutan hasil reaksi tersebut! ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… 3. Perhatikan informasi mengenai Limbah Batik berikut ini! Limbah Batik Industri batik merupakan penghasil limbah cair dengan kuantitas yang cukup besar, warna yang pekat dan berbau menyengat. Selain itu, limbah cair batik memiliki karateristik suhu, derajat keasaman (pH), biological oxygen demand (BOD), chemical oxygen demand (COD), serta total suspended solid (TSS) yang tinggi (Rohasliney dan Subki, 2011). Proses pencelupan pada batik merupakan penyumbang zat warna yang kuat apabila tidak diberikannya pengolahan yang tepat. Salah satu proses pengolahan limbah batik adalah dengan cara elektrodegradasi. Terdapat konsep kimia asam basa di dalamnya, meskipun konsep kimia yang sangat kental dalam proses ini adalah reaksi reduksi dan oksidasi (redoks). Proses elektrodegradasi adalah suatu proses degradasi kontinyu dengan menggunakan arus listrik searah melalui peristiwa elektrolisis. Proses elektrolisis tersebut terjadi reaksi reduksi air menjadi gas hidrogen dan ion hidroksida pada katoda dan terjadi reaksi oksidasi ion Clmenjadi gas Cl2 pada anoda. Reaksi nya dapat dituliskan sebagai berikut : Reaksi Katoda : 2H2O(l) + 2e − → 2OH(aq) − + H2(g) Reaksi Anoda : 2Cl(aq) − → Cl2(g) + 2e − Reaksi Sel : 2H2O(l) + 2Cl(aq) − → 2OH(aq) − + H2(g) + Cl2(g) KEGIATAN I 9


285 https://bit.ly/Diskelno3_Keg1 Pada reaksi tersebut, terdapat ion hidroksida yang artinya menunjukan adanya sifat basa larutan yang digunakan. Beberapa cara lain untuk mengetahui sifat larutan apakah asam atau basa adalah dengan menggunakan indikator. Yuk kenali bagaimana cara pengolahan limbah batik menggunakan alat pengolahnya melalui link berikut https://www.youtube.com/watch?v=Iho7k1sdUO8. Gambar 4. Alat Pengolah Limbah Batik Sumber :Youtube Setelah membaca informasi mengenai informasi penggunaan pewarna Indigosol, jawablah pertanyaan di bawah ini! a. Seorang siswa diminta untuk melakukan percobaan pengukuran larutan limbah batik menggunakan kertas lakmus. Limbah batik tersebut berupa : ▪ Limbah 1(Napthol+ soda kostik) ▪ Limbah 2(Indigosol+ air keras) ▪ Limbah 3 (Soda Kostik) ▪ Limbah 4 (Air keras) Dan didapatkan hasil percobaan sebagai berikut: No Larutan Lakmus Merah Lakmus Biru 1 Limbah 1 (Napthol + soda kostik) Biru Biru 2 Limbah 2(Indigoso l + Air keras ) Biru Biru 3 Soda Kostik Biru Biru 4 Air keras Merah Merah Dari hasil percobaan tersebut tunjukanlah mana yang termasuk larutan asam dan larutan basa, jelaskan secara ilmiah! KEGIATAN I 10


286 ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… b. Menurut hasil observasi yang telah dilakukan oleh Fitri, didapatkan informasi sains masyarakat yang menjelakan bahwa limbah hasil batik pada proses pewarnaan sintetis berbahaya karena mengandung zat kimia di dalamnya. Jelaskan secara sains ilmiah mengapa limbah dari hasil penggunaan pewarnaan sintetis bisa berbahaya, dan apa saja kandungan yang terdapat dalam pewarna tersebut? ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… c. Limbah dari hasil proses pembatikan tersebut tentunya memiliki tingkat keasaman pada rentang nilai tertentu. Untuk mengetahui sifat suatu limbah tergolong asam atau basa, bagaimana cara kalian untuk mengukurnya? Jelaskan dengan konsep secara ilmiah! ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… d. Seorang siswa melakukan pengujian suatu limbah batik dengan beberapa indikator dan didapatkan data pengujian sebagai berikut: Indikator Trayek PH Perubahan warna Warna yang dihasilkan Fenolftalein 8,2-10,0 TB-M TB Metil Merah 4,2-6,3 M-K J Bromtimol Biru 6,0-7,6 K-B K Lakmus 4,7-8,3 M-B M Keterangan : K : Kuning M : Merah B : Biru J : Jingga TB : Tidak berwarna KEGIATAN I 11


287 https://bit.ly/Diskelno4_keg1 Dari tabel tersebut perkirakan trayek pH limbah batik tersebut! ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… 4. Bacalah informasi mengenai proses pelorodan kain batik berikut! Proses Nglorod Pada Kain Batik Nglorod dalam proses pembuatan batik merupakan tahap akhir pada proses pembuatan kain batik. Proses ini merupakan penghilangan/melepaskan seluruh lilin dengan cara memasukkan kain ke dalam air yang mendidih. Pada dasarnya ada beberapa yang bisa membuat malam rusak dan lepas dari kain yaitu salah satunya menggunakan larutan yang bersifat basa. Larutan yang biasa digunakan adalah larutan waterglass / natrium silikat, larutan soda api, larutan soda ash, larutan soda kue. Selain menggunakan larutan basa tersebut, pembatik juga menggunakan tepung kanji untuk membantu proses pelorodan. Yuk simak lebih lanjut bagaimana proses pelorodan kain batik pada tautan berikut ini http://bit.ly/3XzDzmo. Gambar 5. Proses Pelorodan Kain Batik Sumber : Youtube Setelah membaca informasi mengenai proses pelorodan pada kain batik, jawablah pertanyaan di bawah ini! Proses pelorodan kain batik yang dilakukan Salma Batik yaitu menggunakan larutan soda ash atau tepung kanji untuk membantu dalam penghilangan lilin atau malam yang menempel pada kain batik. Mengapa demikian ya? Carilah sumber referensi yang sesuai dan jelaskan secara sains ilmiah! ………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………… KEGIATAN I 12


288 https://bit.ly/Diskelno5_keg1 5. Kalian telah membaca informasi mengenai proses pelorodan pada kain batik yang menggunakan beberapa larutan basa seperti salah satunya adalah soda api. Soda api merupakan larutan basa kuat dimana ditandai dengan pelarutan sepenuhnya atau hampir sepenuhnya larut dalam air dan menghasilkan banyak ion OH– . Untuk mengetahui tentang kekuatan asam basa yang lain, kalian juga bisa melakukan uji coba menggunakan virtual lab pada tautan berikut……! Gambar 6. Virtual lab Sumber: phet.coloradu.edu Setelah melakukan uji coba menggunakan virtual lab, kamu bisa melaporkan hasilnya melalui link berikut! a. Tuliskan alat dan bahan yang terdapat dalam virtual lab tersebut! ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… b. Isilah tabel berikut ini! Jenis Larutan Besaran pH Nyala lampu KEGIATAN I http://bit.ly/3XwRfi1 13


289 c. Bagaimana besaran pH yang dihasilkan oleh larutan asam kuat, asam lemah, basa kuat, basa lemah dan air? Berikan kesimpulan dari hasil pengamatan pH larutan tersebut! ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… d. Bagaimana perubahan warna lakmus dari larutan yang kamu amati? Jelaskan! ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… e. Jelaskan perbedaan nyala lampu dengan mencelupkan sumbu positif dan negatif pada masing-masing larutan! Berikan kesimpulan dari pengamatanmu! ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… Berdasarkan hasil diskusi dapat disimpulkan bahwa : 1. …………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………… KEGIATAN I Laporkan hasil diskusi yang telah kalian laksanakan dengan anggota kelompok kalian. Sampaikan hasil diskusi kelompok kalian secara bergantian. Tanggapilah pertanyaan yang diajukan oleh guru dan kelompok lain dengan mendiskusikan bersama kelompok. Semangat! Penyajian Hasil dan Presentasi Evaluasi 14


290 2. …………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………… 3. …………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………… 4. …………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………… 5. …………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………… KEGIATAN I TUGAS INDIVIDU Halo semuanya! Hari ini kalian sudah banyak belajar mengenai konsep larutan asam basa ya. Untuk mengetahui sejauh mana pemahaman kalian mengenai materi yang kita pelajari hari ini, silahkan kerjakan soal berikut secara individu ya! Semangat! https://bit.ly/TugasIndividuKeg1 "Akar pendidikan itu pahit, tapi buahnya manis." - Aristoteles - 15


291 KEGIATAN 2 Setelah melaksanakan kegiatan 2, peserta didik diharapkan dapat : • Menganalisis zat-zat yang bersifat asam dan basa dalam kehidupan seharihari terintegrasi budaya Batik Semarang. • Melakukan percobaan membuat indikator asam basa dari bahan alam. Tujuan LKPD Kegiatan 2 dilaksanakan dengan model pembelajaran Problem Based Learning dengan tahapannya sebagai berikut: 1. Orientasi terhadap masalah Berisi fenomena asam basa di kehidupan sehari-hari. Peserta didik diharapkan dapat mengidentifikasi fenomena tersebut. 2. Pengorganisasian Pembelajaran Peserta didik dapat merumuskan permasalahan berdasarkan fenomena yang diberikan di orientasi masalah. 3. Penyelidikan Kelompok Peserta didik memulai membuat kelompok kemudian bersama kelompok melakukan diskusi untuk menjawab beberapa pertanyaan yang telah disediakan. 4. Penyajian hasil Peserta didik menyajikan hasil dengan menyampaikan di depan kelas dengan kelompok masing-masing. 5. Evaluasi Peserta didik yang belum mendapatkan kesempatan menyajikan hasil diskusi memberikan pertanyaan atau saran. Pada tahap ini pula peserta didik menuliskan kesimpulan dari pelajaran yang didapatkan. Petunjuk Penggunaan LKPD 16


292 Penggunaan Pewarna Alami Salma Batik Semarang KEGIATAN 2 Orientasi Masalah Salma Batik Semarang adalah salah satu pengrajin batik yang terdapat di Kampung Alam Malon Gunungpati Semarang yang terkenal dengan ciri khas batik dengan pewarna alamnya. Selain lebih ramah lingkungan, dengan menggunakan bahan pewama alami juga dapat menghasilkan warna-warna batik klasik yang alami. Bahan pewama alami batik bisa didapat dari bahan tumbuh-tumbuhan yang di ekstrak. Bahan tersebut bisa berasal dari akar, batang, kulit, daun, bunga maupun buahnya. Salma Batik memproduksi batik dengan pewarna alami seperti menggunakan kayu secang, kayu mahoni yang sudah mati, indigofera, jelawe, kulit pohon soga tingi, jambal, tegeran, daun jati dan sebagainya yang bisa digunakan untuk pewarna. Penggunaan pewarna dari ekstrak buah mahoni akan menghasilkan warna coklat kekuning-kuningan. Daun jati dapat digunakan sebagai pewarna alami yang menghasilkan warna coklat. Sedangkan warna biru, ungu, violet, magenta, merah, dan oranye juga dapat diperoleh pada bagian bunga, daun, akar, dan umbi tanaman. Tingi dan secang merupakan tumbuhan yang digunakan sebagai sumber pewarna merah. Kunyit selain dijadikan sebagai obat tradisional mengatasi asam lambung, juga dapat digunakan sebagai pewarna alami pada batik. Kunyit merupakan salah satu indikator alami yang dapat membedakan suatu larutan bersifat asam atau basa. Gambar 7. Serpihan kayu secang Gambar 8. Proses pewarnaan batik Sumber : pribadi Sumber : pribadi 17


293 KEGIATAN 2 Mari perhatikan tayangan video mengenai proses perebusan limbah kayu mahoni yang digunakan untuk pewarna alami dengan mengunjungi tautan berikut ini bit.ly/perebusankayumahoni. Kamu juga bisa menyaksikan video proses pewarnaan batik menggunakan pewarna alami melalui tautan berikut bit.ly/Pewarnaanpewarnaalami. Gambar 8. Video Proses Pewarnaan Sumber : Gdrive pribadi Gambar 9. Video Perebusan Warna Sumber : Gdrive pribadi Proses penguncian warna pada batik pewarna alami yaitu menggunakan kapur, tawas, dan tunjung. Karakteristik penggunaan pengunci warna terhadap perubahan warna yang terjadi antara lain: 1. Kapur untuk menghasilkan warna yang muda atau terang. 2. Tawas untuk memperoleh warna dasar atau asalnya. 3. Tunjung agar menghasilkan warna yang lebih tua Kapur yang biasanya digunakan sebagai pengunci adalah kapur tohor dengan rumus kimia CaO (D et al., 2015). Tawas yang digunakan sebagai pengunci warna batik mempunyai rumus kimia KAl(SO4)2.12H2O. Tunjung yang digunakan dalam proses pengunci warna batik mempunyai rumus kimia FeSO4 (Sudarmo & Mitayani, 2014). Ada berbagai macam larutan asam basa yang dapat kalian pelajari melalui pembuatan khususnya pada pewarnaan batik. Yuk cari tahu lebih dalam dengan melakukan observasi pada kegiatan selanjutnya! 18


294 https://bit.ly/PengorganisasianKeg2 Tuliskan pertanyaan yang kamu pikirkan melalui link berikut ya! 1. Berdasarkan peristiwa yang terdapat di orientasi pembelajaran, jawablah pertanyaan berikut : a. Fitri sedang melakukan observasi ke sebuah pabrik batik di Kampung Alam Malon Gunungpati Semarang. Kampung Alam Malon ini terkenal dengan ciri khas batik dengan pewarna alamnya. Kira-kira apa saja bahan alami yang digunakan pada proses pembuatan batik tersebut, carilah informasi tersebut dengan melakukan wawancara dengan pembatik, studi literatur melalui buku atau internet ya! (Tuliskan jawabanmu pada tabel rekonstruksi di halaman selanjutnya) ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… Pengorganisasian Pembelajaran KEGIATAN 2 1. Apakah yang dimaksud dengan indikator alami asam basa? 2. ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… 3. ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… 4. ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… 5. ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… Ayo temukan kelompokmu! 1. Bentuklah kelompok dengan anggota 5-6 peserta didik. 2. Diskusikan pertanyaan yang terdapat pada kegiatan 1 (dibawah ini) dengan anggota kelompok masing-masing. 3. Kamu bisa mencari referensi di berbagai sumber untuk menemukan jawaban yang tepat. Penyelidikan Kelompok 19


295 Contoh Rekonstruksi Sains Masyarakat Menjadi Sains Ilmiah : Sains Masyarakat Sains Ilmiah Tanaman indigo menghasilkan warna biru Indigo (Indigofera tinctoria) mengandung glukosida indikan yang dihidrolisis oleh asam mineral, mengubah indikan menjadi indoksil dan glukosa. Indoksil dapat dioksidasi menjadi indigo dengan warna biru (Tresnawati, 2018). Tuliskan hasil rekonstruksi sains masyarakat penggunaan pewarna alami batik ke dalam sains ilmiah mu dalam tabel ini sebagaimana yang sudah dicontohkan dari tabel diatas! Sains Masyarakat Sains Ilmiah KEGIATAN 2 KEGIATAN ETNOSAINS Dari hasil wawancara, studi literatur melalui buku, atau internet, tuliskanlah kembali mengenai bahan pewarna alami batik dan terjemahkan pegetahuan dari tradisi masyarakat ke dalam sains ilmiah! Isikan hasilnya melalui tautan yang telah disediakan pada halaman selanjutnya. Semangat! Salah satu tahapan pembuatan batik adalah tahapan mengunci warna (konsep sains pengetahuan asli masyarakat), mengunci warna diterjemahkan dalam konsep sains yaitu proses fiksasi (konsep ilmiah), dimana proses tersebut adalah proses pengikatan warna dengan cara direndam dengan larutan fiksasi yang berbeda-beda tergantung kandungan materi yang ada dalam pewarna alami tersebut. Perlu kamu tahu! 20


296 https://bit.ly/diskelno1_keg2 b. Proses pewarnaan bahan pewarna alami di Salma Batik dimulai dari penyiapan warna alami dengan cara yang biasa dilakukan yaitu perebusan bahan alami memakai panci/ drum dan perendaman dengan menggunakan air. Jelaskan dengan konsep ilmiah cara pengambilan zat warna alami yang berasal dari tumbuhan tersebut! Berikut ini adalah proses perebusan warna di Salma batik dapat dilihat melalui tautan berikut ini https://bit.ly/perebusankayumahoni ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… c. Dari hasil wawancara yang dilakukan oleh Fitri, didapatkan informasi dari pembatik bahwa pengunci warna pewarna alami yang biasa digunakan yaitu kapur, tawas, dan tunjung. Bagaimana menurut kamu pengaruh konsentrasi zat pengunci warna atau fiksasi terhadap kualitas warna batik yang dihasilkan? ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… d. Suatu hari Bu Umi (pemilik batik) melakukan proses pewarnaan dengan ekstrak daun jati yang difiksasi dengan larutan kapur 60 gram/liter. Proses fiksasi tersebut melibatkan peristiwa kimia, hitunglah molaritas dari larutan kapur tersebut! (Ar Ca=40, Ar O =16) KEGIATAN 2 Upload hasil observasi serta hasil rekonstruksi kebudayaan masyarakat dan sains ilmiah melalui tautan/barcode berikut ini! Barcode tersebut juga digunakan untuk kalian mengisi no 1 b s.d 1 e ya. Semangat! 21


297 ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… e. Apakah tawas dan tunjung yang biasa pengrajin batik gunakan untuk fiksasi dalam pewarna alami merupakan representasi dari suatu asam?Jelaskan secara ilmiah! ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… 2. Bacalah informasi mengenai penggunaan zat warna kayu secang pada batik! PEWARNA ALAMI KAYU SECANG Penggunaan pewarna alami batik bersumber dari jenis kayu-kayuan dan tumbuhan yang ada di lingkungan sekitar tempat kita tinggal. Kayu secang (Caesalpinia sappan Linn.) salah satu kayu-kayuan yang selama ini telah dimanfaatkan sebagai sumber pewarna alam merah pada kain batik. Pigmen warna alami kayu secang dipengaruhi oleh tingkat keasamannya. Pada suasana asam (pH 2-4) berwarna kuning sedangkan pada suasana netral dan basa (pH 6-8) berwarna merah. Pewarna alami dapat dijadikan sebagai indikator alami untuk mengetahui apakah suatu larutan bersifat asam atau basa. Beberapa jenis tanaman lainnya juga dapat dijadikan sebagai indikator alami, seperti kol ungu, kulit kayu mahoni, kulit manggis, bunga sepatu, bunga bougenvile, pacar air, serta juga kunyit. Mari perhatikan tayangan video mengenai proses perebusan kayu secang yang digunakan untuk pewarna alami dengan mengunjungi tautan berikut ini http://bit.ly/3XkrHoU. Gambar 10. Video proses perebusan Gambar 11. Proses Pewarnaan Kayu Secang kayu secang Sumber : Pribadi Sumber : Youtube KEGIATAN 2 22


298 https://bit.ly/Diskelno2_keg2 Setelah membaca informasi mengenai informasi pewarna alami kayu secang, jawablah pertanyaan di bawah ini! a. Carilah informasi, dan jelaskan secara ilmiah mengapa bahan alam seperti kayu secang dapat memberikan zat warna dengan melakukan observasi ataupun studi literatur dari berbagai sumber! ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… b. Zat warna merah yang dihasilkan dari kayu secang dapat dijadikan sebagai indikator alami asam basa untuk menentukan suatu larutan bersifat asam atau basa. Mengapa demikian ya? Berilah penjelasan menggunakan bahasamu sendiri! ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… c. Seorang siswa melakukan percobaan identifikasi sifat asam basa menggunakan indikator alami dan didapatkan hasil sebagai berikut : No Indikator Alami Warna Suasana Asam Suasana Basa 1. Kayu secang Kuning Merah Muda 2. Kubis ungu Merah muda Hijau Kebiruan 3. Kayu mahoni Merah Kecoklatan Coklat kehijauan 4. Umbi bit Biru Merah 5. Kulit Manggis Cokelat kemerahan Biru kehitaman KEGIATAN 2 23


299 http://bit.ly/3Hx0cll Dalam suatu percobaan kelompok di sekolah, kelompok 2 menguji dua larutan X dan Y dengan indikator alami yang digunakan sebagai pewarna alami batik. Larutan X setelah ditetesi indikator alami dapat berubah menjadi hijau kebiruan, sedangkan larutan Y berubah menjadi berwarna merah muda. Dari pengamatan tersebut buatlah kesimpulan mengenai kedua larutan tersebut! ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… 3. Bacalah informasi berikut! Seorang siswa diminta melakukan percobaan untuk mengidentifikasi sifat larutam asam basa menggunakan indikator alami asam basa. Indikator alami yang digunakan yaitu berasal dari pewarna alam batik seperti kunyit, mahoni dan secang. Bahan yang diujikan yaitu cuka, air jeruk, air sabun, air kapur, HCl dan NaOH. Berdasarkan informasi tersebut, diskusikan dengan kelompokmu dan rancanglah serta lakukanlah percobaan untuk dapat membuktikan sebuat larutan bersifat asam dan basa! Kamu bisa melihat video pada tautan berikut sebagai referensi ya! Gambar 12. Video percobaan indikator alami Sumber : youtube a. Tuliskan alat dan bahan yang kalian gunakan dalam percobaan ini! ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… b. Tuliskan langkah kerja yang akan kalian lakukan! ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… KEGIATAN 2 24


300 c. Tuliskan hasil percobaan yang kalian lakukan dalam tabel berikut No Bahan yang diuji Sifat Kunyit Mahoni Secang larutan 1. Cuka 2. Air Jeruk 3. Air Sabun 4. Air Kapur 5. HCl 6. NaOH d. Dari percobaan yang telah dilakukan perubahan warna apa yang terjadi pada ekstrak kunyit, mahoni, dan secang saat dicampurkan dengan larutan yang bersifat asam, basa atau netral?Jelaskan dan diskusikan bersama kelompokmu! ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… e. Buatlah kesimpulan dari percobaan yang telah kalian lakukan di atas! ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………… Setelah melakukan percobaan bersama kelompokmu, kamu bisa melaporkan hasilnya melalui link berikut! KEGIATAN 2 https://bit.ly/Diskelno3_keg2 25


301 Berdasarkan hasil diskusi dapat disimpulkan bahwa : 1. …………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………… 2. …………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………… 3. …………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………… 4. …………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………… 5. …………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………… KEGIATAN 2 Laporkan hasil diskusi yang telah kalian laksanakan dengan anggota kelompok kalian. Sampaikan hasil diskusi kelompok kalian secara bergantian. Tanggapilah pertanyaan yang diajukan oleh guru dan kelompok lain dengan mendiskusikan bersama kelompok. Semangat! Evaluasi TUGAS INDIVIDU Halo semuanya! Hari ini kalian sudah banyak belajar mengenai konsep larutan asam basa ya. Untuk mengetahui sejauh mana pemahama kalian mengenai materi yang kita pelajari hari ini, silahkan kerjakan soal berikut secara individu ya! Semangat! https://bit.ly/TugasIndividuKeg2 “Tanpa pengeTahuan, Tindakan Tidak berguna dan pengetahuan tanpa tindakan adalah sia-sia." - Abu Bakar- - Aristoteles - Penyajian Hasil dan Presentasi 26


302 DAFTAR PUSTAKA Abdullah. (2007). Pemanfaatan Tanah Gambut sebagai Koagulan untuk Menurunkan Warna pada Air Limbah Batik Nakula Sadewa. Universitas Islam Indonesia Press. Abdulmalik, & Khairunnisa, N. (2016). Pengaruh Komposisi Damar Mata Kucing pada Pembuatan Lilin Batik terhadap Kualitas Pewarnaan Hasil Pembatikan. Teknoin, 22(4), 252–260. Alamsyah, A. (2019). Perkembangan Motif Batik di Wonosobo. Endogami:Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi, 2(2), 158. https://doi.org/10.14710/endogami.2.2.158-175 Chang, R., & Overby, J. (2011). General Chemistry : the essential concepts sixth edition. McGraw-Hill. D, B. S. D., Wijana, S., & Priambodho, D. (2015). Pengaruh Konsentrasi dan Jenis Bahan Fiksasi dalam Pemanfaatan Daun Jati (ectona grandis Linn . f ) sebagai Bahan Pewarna Alami Batik. Prosiding Seminar Agroindustri Dan Lokakarya Nasional FKPT-TPI, September, 2–3. Hanna Lumban Gaol, N. (2022). Kajian Motif Batik Gonggong Cv Lawana di Tanjung Pinang. Ornamen, 19(1), 17–33. https://doi.org/10.33153/ornamen.v19i1.3904 Indreswari, A. G. (2016). Batik Topo Bantul: Konsisten dalam Pembuatan Kain Batik Tulis dan Cap. Corak, 5(1), 1–8. https://doi.org/10.24821/corak.v5i1.2372 Kroschwitz, J. I., Winokur, M., & Lees, A. B. (1995). Chemistry third edition. Wm C Brown Publishers. Pringgenies, D., Supriyantini, E., Azizah, R., Irwani, & Radjasa, O. . (2017). Aplikasi Pewarnaan Bahan Alam Mangrove untuk Bahan Batik sebagai Diversifikasi Usaha di Desa Binaan Kabupaten Semarang. Majalah Info, 15(1), 1–9. Sudarmo, U., & Mitayani, N. (2014). Kimia untuk SMA/MA kelas XI. Penerbit Erlangga. Tresnawati, N. (2018). Pembelajaran Sains Berbasis Kearifan Lokal dalam Upaya Peningkatan Konservasi Lingkungan pada Mahasiswa PGSD di Batik Tulis Ciwaringin Cirebon. Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI, 5(1), 69-82. 27


303 GLOSARIUM Asam : suatu zat yang dapat memberikan proton (ion H+ ) kepada zat lain (yang disebut basa),atau dapat menerima pasangan elektron bebas dari suatu basa. Basa : suatu zat yang dapat menerima proton dari zat lain (yang disebut asam), atau dapat mendonorkan pasangan elektron bebas kepada zat lain. Derajat Ionisasi : perbandingan antara jumlah zat yang mengion dengan jumlah zat mula-mula Ionisasi : Peristiwa terurainya suatu senyawa kovalen dalam larutan menjadi ion-ion positif dan ion negatif. pH : Derajat keasaman yang digunakan untuk menyatakan tingkat keasaman atau kebasaan yang dimiliki oleh suatu larutan. 28


304 Fitri aktif dalam kegiatan keorganisasian Himpunan Mahasiswa Kimia (Himamia) menjadi Staff Departemen Bakat Minat pada tahun 2020, dan menjadi Kepala Departemen Bakat Minat pada tahun 2021. E-mail : [email protected] Phone : (+62) 8386832538 Fitri Siami lahir di Semarang, 19 Desember 2000. Fitri merupakan anak kedua dari 2 bersaudara. Fitri menempuh pendidikan sekolah dasar di SD N Ngijo 01, SMP Negeri 24 Semarang, SMA Negeri 12 Semarang, dan sedang menempuh pendidikan S1 pada program studi Pendidikan Kimia di Universitas Negeri Semarang. TENTANG PENULIS


Click to View FlipBook Version