UNJUK KERJA DAN KARYA
LAPORAN
GERAKAN MEMBUANG SAMPAH
PADA TEMPATNYA DI SD MUHAMMADIYAH 20
SURABAYA
Oleh :
ALI HAIDAR AZIZI
ASADDULLAH THERIZINO SUKATENDEL
MUHAMMAD FARREL FADLILLAH UMAR
MUHAMMAD NAJMUTS TSAQIB WIDAGDO
AUREL FARDHAN AZHARI KRISFIANTO
Guru Pembimbing
ELOK PUJIASTUTI, S.T., S.Pd.
SD MUHAMMADIYAH 20 SURABAYA
2021
LEMBAR PENGESAHAN
LAPORAN
UNJUK KERJA DAN KARYA
GERAKAN MEMBUANG SAMPAH PADA TEMPATNYA
DI SD MUHAMMADIYAH 20 SURABAYA
Oleh
ALI HAIDAR AZIZI
ASADDULLAH THERIZINO SUKATENDEL
MUHAMMAD FARREL FADLILLAH UMAR
MUHAMMAD NAJMUTS TSAQIB WIDAGDO
AUREL FARDHAN AZHARI KRISFIANTO
Pada Tanggal, 25 Maret 2021
Mengesahkan
Penguji Pembimbing
Endang Amaliyah, S.Si. Elok Pujiastuti, S.T., S.Pd.
NBM. 1109.661 NBM. 970.242
Mengetahui,
Kepala SD Muhammadiyah 20
Muhammad Ain, M.Pd.I.
NBM. 970.231
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis ucapkan kepada hadirat Allah SWT yang telah
memberikan rahmat dan karunia, sehingga kelompok kami dapat
menyelesaikan laporan kegiatan Unjuk Kerja dan Karya (UKK) ” Gerakan
Membuang Sampah pada Tempatnya” sebagai salah satu syarat
kelulusan kami di kelas 6.
Kelompok kami menyadari sepenuhnya bahwa penyusunan laporan ini
dapat terselesaikan berkat bantuan dari berbagai pihak baik secara
langsung maupun tidak langsung. Untuk itu patutlah kiranya penulis
menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :
Guru pembimbing kami, Ustadah ElokPujiastuti, S.T., S.Pd. yang telah
memberi arahan dan bimbingan dalam menyusun pelaksanaan Unjuk
Kerja dan Karya ini.
Guru peenguji Ustd. Endang Amaliyah, S.Si. yang telah memberi
kesempatan, saran, dan masukan dalam pelaksanaan Unjuk Kerja dan
Karya ini.
Kelompok Unjuk Kerja dan Karya yang sudah sama-sama bekerjasama
menyelesaikan proyek ini.
Keluarga tercinta yang senantiasa memberikan dukungan dalam
penyusunan laporan ini.
Semoga semua kebaikan yang telah diberikan kepada penulis
mendapatkan balasan yang selayaknya dari Allah SWT. Penulis
menyadari sepenuhnya bahwa penyusunan laporan ini masih terdapat
kekurangan-kekurangan karena keterbatasan penulis. Oleh karena itu
sudilah kiranya apabila ada yang memberikan saran dan kritik demi
kesempurnaan penulisan mendatang.
Akhirnya kelompok kami berharap semoga apa yang disajikan dalam
karya tulis ini memberikan manfaat kepada berbagai pihak pada
umumnya dan kelompok kami khususnyaSurabaya,
Surabaya,
20 Maret
2021
Kelompok 6
DAFTAR ISI
Halaman Judul i
Lembar Pengesahan ii
Kata Pengantar iii
Daftar Isi iv
BAB I PENDAHULUAN
Latar Belakang 1
Tujuan 2
Deskripsi Proyek Akhir 2
Anggaran Kegiatan 3
BAB II SUMBER INFORMASI
Pentingnya Melestraikan Lingkungan 4
Usaha Untuk Melestarikan Lingkungan 5
Membuang Sampah pada Tempatnya 6
Pentingnya Memilah Sampah Organik dan Anorganik 7
BAB III DESAIN KEGIATAN
Waktu Pembuatan 10
Tempat Kegiatan 10
Proses Pengumpulan Bahan 10
BAB IV PELAKSANAAN DESAIN KEGIATAN
Langkah-langkah Implementasi 11
Dokumentasi Pengalaman Belajar 11
BAB V PENUTUP
Simpulan 12
Saran 12
LAMPIRAN
Foto Proses Pembuatan
Foto Kegiatan Presentasi
BAB I
PENDAHULUAN
a. Latar Belakang
Melestarikan lingkungan merupakan kebutuhan yang tidak
bisa ditunda lagi dan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah
melainkan tanggung jawab kita semua. Setiap orang harus melakukan
usaha untuk menyelamatkan lingkungan di sekitarnya sesuai dengan
kapasitasnya masing-masing. Di sekolah, seluruh warganya mulai dari
kepala sekolah, guru, karyawan dan juga siswa harus menjaga
kelestarian lingkungan sekolah agar dapat beraktifitas dengan nyaman.
Salah satu cara menjaga kelestarian lingkungan adalah menjaga
kebersihannya.
Menjaga kebersihan lingkungan sangatlah berguna karena
dengan lingkungan yang bersih tercipta kehidupan yang aman, sejuk
dan sehat. Salah satu bentuk menjaga kebersiahan adalah bagaiana
semua siswa bisa membuang sampah pada tempatnya.
Lingkungan sekolah adalah sasaran yang tepat untuk mengajari cara
melestarikan lingkungan hidup sejak dini. Contohnya dengan cara
membuang sampah ditempatnya, mendaur ulang sampah, merawat
taman sekolah, dll. Hal yang paling mudah dilakukan adalah membuang
sampah pada tempatnya. Untuk mendukung hal tersebut, dapat
dilakukan dengan menyediakan tempat sampah di berbagai tempat di
sekolah dan menempel poster buang sampah pada tempatnya di
mading sekolah
SD Muhammadiyah 20 tempat kami menuntut ilmu terletak
di Jalan Tembok Dukuh Surabaya yang memiliki beberapa kelas, setiap
hari para siswa belajar dari pagi hari mulai pukul 07.30 sampai dengan
pukul 15.30. Karena siswa belajar full day sehingga para siswa
membawa bekal dari rumah berupa nasi dan jajanan ringan. Di Sekolah
juga ada katering dan kantin bagi siswa yang tidak membawa bekal dari
rumah. Banyak siswa yang setelah jajan dan minum dan bungkusnya
dibuang di halaman Sekolah padahal sudah disediakan tempat sampah
dan akhirnya halaman Sekolah penuh dengan
sampah dan apabila hujan turun terjadilah banjir dikarenakan
selokan tersumbat oleh sampah.
Kondisi itu harus diubah cara membuang sampah dimulai
kebiasaan dari rumah setiap hari lakukan buang sampah pada
tempatnya, begitu juga di Sekolah buang sampah harus pada
tempatnya. Untuk itu kita harus menyiapkan tempat sampah di
masing-masing kelas, di halaman, di Ruang Guru, di Musholla dan di
Toilet. Untuk peduli lingkungan kita harus memulai dari hal kecil dengan
memilah sampah basah dan kering
Budaya membuang sampah pada tempatnya masih cukup
sulit dilakukan oleh masyarakat Indonesia, tak terkecuali pada tingkat
sekolah atau anak-anak. Berbagai cara perlu dilakukan agar anak-anak
tergerak untuk melakukan gerakan membuang sampah apda
tempatnya, salah satunya adalah dengan menghias tempat sampah
yang ada pada sekolah dan juga menambahkan slogan kalimat agar
anak-anak lebih semangat dalam menjaga kebersihan lingkungannya.
Dengan mengajak anak untuk mau membuang samapah pada
tempatnya, sekolah akan tampak bersih bebas dari samapah
berserakan.
Pemisahan sampah organik dan organik agar memudahkan
pembuangan dan pengolahan kembali, memisahkan pembuangan
sampah organik dan non-organik dapat menghindari terjadinya
penumpukan sampah. Sampah yang menumpuk bisa menjadi sarang
kuman dan bakteri yang merupakan penyebab utama penyakit.
b. Tujuan
Tujuan kelompok mengadakan gerakan membuang sampah
pada tempatnya adalah:
Siswa tertarik membuang sampah pada tempatnya karena ada kalimat
himbauan untuk membuang sampah pada tempatnya.
Lingkungan sekolah yang bersih dan sehat karena terbebas sampah
Pemisahan sampah organik dan anorganik pada pembuangan sampah
akan memudahkan proses pengolahan sampah.
c. Deskripsi Proyek Akhir
Gerakan membuang sampah pada tempatnya kami fokuskan di lokasi
mushola bawah. Pemilihan tempat ini karena mushola bawah belum
ada tempat
sampah, padahal merupakan tempat yang senantisa harus kita jaga
kebersihannya.
Gerakan ini kami mulai dengan membuat poster dan kalimat
himbauan yang berisi ajakan untuk senantiasa membuang sampah pada
tempatnya. Kami berharap dengan adanya poster dan kalimat himbauan
untuk membuang sampah pada tempatnya semua siswa akan
mematuhi untuk senantiasa membuang sampah pada tempatnya.
Kelompok kami akan menempatkan dua tempat sampah
organik dan anorganik , dengan tujuan setiap siswa akan membuang
sampah sesuai dengan kelompoknya. Pemisahan pada saat membuang
sampah akan memudahkan pembuangan dan pengolahan kembali,
memisahkan pembuangan sampah organik dan non-organik dapat
menghindari terjadinya penumpukan sampah. Pasalnya, sampah yang
menumpuk bisa menjadi sarang kuman dan bakteri yang merupakan
penyebab utama penyakit.
d. Anggaran Kegiatan
1. Pembuatan poster dan kalimat himbauan = Rp 25.000,00
2. Pembelian 2 tong bekas = Rp 60.000,00
3 Pembelian cat = Rp 65.000,00
Rak sampah = Rp150.000,00
Cuter = Rp 5.000,00
Jumlah Rp 305.000,00
BAB II
SUMBER INFORMASI
a. Pentingnya Melestarikan Lingkungan
Pentingnya melestarikan lingkungan wajib harus kita
tanamkan sejak dini. Penebangan hutan, polusi udara dari limbah
industri dan pertambangan, polusi udara di daerah perkotaan, dan
masalah mengenai rusaknya lingkungan kita, khususnya di Indonesia
bukan masalah yang baru lagi, yang seharusnya dibenahi sesegera
mungkin. Bagaimana tidak, masalah ini tidak luput dari peran
pemerintah dan masyarakat yang harus menjaga lingkungan kita ini.
Lingkungan yang merupakan tempat tinggal semua makhluk
hidup yang ada di muka bumi, termasuk manusia, hewan, dan
tumbuhan harus kita jaga kelestariannya. Lingkungan sangat penting
bagi kelangsungan hidup bagi makhluk hidup. Karena lingkungan tidak
ada maka manusia, dan tumbuhan tidak dapat bertahan hidup. Namun,
sekarang lingkungan mengalami kerusakan. Itu semua akibat ulah dari
manusia yang tidak bertanggung jawab. Misalnya saja seperti
menebang pohon secara pembohong yang tidak diselingi dengan
penanaman kembali sehingga hutan menjadi gundul dan tanah tidak
dapat menyerap udara bahkan pohon tidak dapat menyerap udara
bahkan pohon tidak dapat menghirup karbondioksida diudara,
penambangan batu bara secara terus-menerus yang dapat
menyebabkan tanah yang dikeruk semakin habis dan akan rusak
, penggunaan kendaraan bermotor dan pendirian industri yang
menyebabkan asap pabrik pada rumah kaca sehingga emisi gas buang
diudara yang mengakibatkan polusi udara dan penghapusan suhu
dibumi, serta mencampakkan sampah yang berdampak buruk pada
kehidupan makhluk hidup. Ulah manusia tersebut dapat berakibat fatal,
mereka berani mengatasnamakan bisnis dan mengesampingkan
lingkungan tanpa masalah anak cucu mereka kelak. Mungkin banget itu
sangat mudah tapi kalau kalau mengembalikannya seperti semula
sangat sulit. mereka berani mengatasnamakan bisnis dan
mengesampingkan lingkungan tanpa masalah anak cucu mereka
kelak. Mungkin banget itu sangat mudah tapi kalau kalau
mengembalikannya seperti semula sangat sulit. mereka berani
mengatasnamakan bisnis dan mengesampingkan
lingkungan tanpa masalah anak cucu mereka kelak. Mungkin banget itu
sangat mudah tapi kalau kalau mengembalikannya seperti semula
sangat sulit.
Oleh sebab itu, agar bencana alam tidak terulang terus
menerus, kita sebagai manusia yang dimuka bumi yang telah diberikan
kekayaan alam yang melimpah, seharusnya kita kasih sayang kepada
Tuhan dengan cara menjaga dan melestarikan lingkungan ini. Mulai dari
sekarang marilah kita membenahi lingkungan kita.
b. Usaha untuk melestarikan Lingkungan
Usaha-usaha pelestarian lingkungan hidup merupakan
tanggung jawab kita bersama. Dalam hal ini, usaha pelestarian
lingkungan hidup tidak hanya merupakan tanggung jawab pemerintah
saja, tanggung jawab bersama antara pemerintah dengan
masyarakat. Pelaksanaannya, pemerintah telah mengeluarkan kebijakan
yang dapat digunakan sebagai payung hukum bagi aparat pemerintah
dan masyarakat dalam bertindak untuk melestarikan lingkungan hidup.
Beberapa kebijakan yang telah dikeluarkan pemerintah
tersebut, antara lain termasuk hal-hal berikut ini. 1. Undang-Undang
Nomor 4 Tahun 1982 tentang Ketentuan- Ketentuan Pokok Pengelolaan
Lingkungan Hidup. 2. Surat Keputusan Menteri Perindustrian Nomor
148/11 / SK / 4/1985 tentang Pengamanan Bahan Beracun dan
Berbahaya di Perusahaan Industri. 3. Peraturan Pemerintah (PP)
Indonesia Nomor 29 Tahun 1986 tentang Analisis Mengenai Dampak
Lingkungan Hidup. 4. Pembentukan Badan Pengendalian Lingkungan
Hidup pada tahun 1991. Selain itu, usaha-usaha pelestarian lingkungan
hidup dapat dilakukan dengan cara-cara berikut ini:
1. melakukan pengolahan tanah sesuai kondisi dan kemampuan lahan,
serta pembantuan sistem irigasi atau drainase sehingga aliran udara
tidak tergenang.
2. Pemberian perlakuan khusus kepada limbah, seperti diolah terlebih
dahulu sebelum dibuang, agar tidak mencemari lingkungan.
3. melakukan reboisasi pada lahan kritis, tandus dan gundul, serta
melakukan sistem tebang pilih atau tebang tanam agar kelestarian
hutan, sumber air kawasan pesisir, dan fauna yang ada di dalamnya
dapat dijaga.
4. Menciptakan dan menggunakan barang-barang hasil industri yang
ramah lingkungan.
5. melakukan pengawasan dan evaluasi perilaku para pemegang Hak
Pengusahaan Hutan (HPH) agar tidak mengeksploitasi hutan secara
besar-besaran.
Sementara itu, sebagai seorang pelajar apa upaya yang dapat
kalian lakukan dalam usaha pelestarian lingkungan hidup? Beberapa hal
yang dapat kalian lakukan sebagai bentuk upaya pelestarian lingkungan
hidup, antara lain sebagai berikut:
1. Menghemat penggunaan kertas dan pensil,
2. Membuang sampah pada tempatnya,
3. Memanfaatkan barang-barang hasil daur ulang,
4. Menghemat penggunaan listrik, air, dan BBM, serta,
5. Menanam dan merawat pohon di sekitar lingkungan rumah tinggal.
Pelestarian lingkungan hidup ini harus dimulai dari setiap individu
dengan menitikberatkan pada kesadaran akan pentingnya lingkungan
bagi kehidupan manusia dan pelestarian alam.
c. Membuang Sampah pada Tempatnya
Sampah merupakan material sisa yang tidak terpakai lagi dan
dilepaskan ke alam dalam bentuk padatan,cair maupun gas.begitu juga
besar dampaknya jika kita membuang sampah sembarangan seperti di
jalanan,di sungai, di selokan fan lain-lain.untuk itu perlu adanya
kesadaran diri dan rasa tanggung jawab bagi setiap masyarakat,akan
pentingnya kebersihan dan kesehatan lingkungan sekitar. Ini sesuatu hal
yang sangat penting untuk itu pengetahuan tentang arti dari membuang
sampah pada tempatnya itu dapat bermanfaat sehingga masyarakat
tahu tentang arti membuang sampah pada tempatnya.
Manfaat membuang sampah pada tempatnya
1. Menjaga kebersihan
Bersih pangkal sehat, jika menginginkan diri sendiri, keluarga dan
lingkungan sekitar untuk sehat, maka kebersihan yang harus menjadi
awal untuk mencapai tujuan tersebut.
.
2. Mencegah banjir
Banjir merupakan bencana. Sampah yang berhamburan bisa
menghambat aliran air dan resapan air. Perlu diperhatikan disini, agar
setiap keluarga menyediakan bak sampah, agar bisa meminimalisir
sampah berhamburan di tempat yang tidak seharusnya.
3. Mencegah bau tidak sedap
Bau tidak sedap dari sampah yang dihasilkan sangat mengganggu dan
mengundang bibit penyakit ke dalam tubuh manusia pada khususnya.
4. Agar terlihat rapi dan indah
Kerapian dan keindahan dambaan setiap orang dalam mengelola
lingkungan sekitar. Sampah bisa merusak pandangan dan membuat hati
menjadi tidak nyaman ketika sampah bertebaran dimana-mana.
5. Memudahkan daur ulang sampah
Sudah banyak yang bisa dihasilkan dari manfaat sampah yang dipilih
dan diolah kembali menjadi produk berguna. Semakin banyak kita
peduli akan bermanfaatnya membuang sampah pada tempatnya, maka
akan membantu program dan proses daur ulang sampah menjadi baik.
6. Mencegah kerusakan tanah dan air
Sampah yang berasal dari logam, kimia atau plastik bisa merusak unsur
pada tanah dan air sehingga kemurnian dan kesuburan dari tanah dan
air semakin tercemar. Dengan selalu membuang sampah tersebut pada
tempatnya, maka kita akan mengurangi peluang tercemarnya tanah dan
air yang selalu menjadi salah satu penopang hidup.
Membuang sampah pada tempatnya merupakan perbuatan
baik yang positif yang harus dijadikan sebagai suatu kebiasaan sehari-
hari agar dapat menjadi teladan bagi orang lain.
d. Pentingnya Memilah Sampah Organik dan Anorganik
Perilaku memilah sampah di Indonesia ternyata masih buruk.
Masyarakat masih sulit membiasakan diri membuang sampah sesuai
jenis. Padahal, memilah sampah penting agar sampah dapat kembali
dimanfaatkan menjadi barang yang bernilai guna. Indonesia tampaknya
masih berkutat di fase “buanglah sampah pada
tempatnya”, belum naik level ke fase pemilahan dan mendaur ulang
sampah. Walau begitu, problem ini sebenarnya terjadi secara global:
populasi bumi memproduksi sekitar 300 juta ton plastik tiap tahun, dan
hanya 11 persen yang didaur ulang, sedangkan diindonesia sendiri, dilansir
dari CNNIndonesia data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
mencatat saat ini jumlah sampah di Indonesia mencapai 64 juta ton per
tahun dan sebanyak 64 persen berakhir di TPA. Berdasarkan data BPS,
tingkat perilaku tidak memilah sampah sebelum dibuang masih sangat tinggi
yakni 81,16 persen.
Keberhasilan suatu pengelolaan sampah termasuk daur ulang ditentukan
Pemilahan Sampah langsung dari sumbernya. Melakukan kegiatan memilah
sampah organik dan anorganik merupakan kegiatan yang mudah dan tanpa
biaya. Selain itu bisa mendatangkan manfaat bagi kehidupan sendiri dan
orang lain.
Dibeberapa negara pemilahan sampah dilakukan dengan beragam
jenis, salah satunya Jepang, warga jepang menjadikan kegiatan pemilahan
sampah menjadi salah satu budaya kehidupan sehari-hari. Indonesia yang
hanya diminta memilah dua jenis sampah saja yaitu smapah organik dan
sampah non organik, masih belum mampu menjalankan program ini.
Padahal pemerintah di beberapa daerah di Indonesia sudah mulai
menjalankan program pemilahan sampah ini salah satunya dengan
menyediakan tempat sampah sesuai dengan jenis sampah.
Sampah organik adalah sisa buangan yang berasal dari mahkluk
hidup, baik manusia, hewan maupun tumbuhan dan sifatnya mudah
membusuk dan mudah terurai.
Sedangkan sampah anorganik adalah sampah yang dihasilkan dari proses
teknologi yang bisa dibilang sangat susah diuraikan jika dibandingkan
dengan sampah organik. Sampah-sampah anorganik yang telah dipilah,
nantinya akan dibagi kembali sesuai jenisnya untuk didaur
ulang. Untuk sampah organikbisa langsung diolah menjadi pupuk tanaman.
Maka dari itu, memilah sampah dapat membuat sampah menjadi barang
yang punya nilai. Kebiasaan kita yang
menampur sampah organik dan anorganik membuat sampah tersebut tidak
bisa didaur ulang karena nilai dan kualitasnya sudah berkurang.
Jika manusia tidak mulai membiasakan diri untuk memilah
sampahnya dan tetap tidak peduli akan lingkungan dengan membuang
sampah sembarangan tanpa melakukan pengelolaan sampah yang baik
diperkirakan pada tahun 2020
J
umlah sampah akan meningkat menjadi 67,8 juta ton dan 70,8 juta ton pada
tahun 2025. Bisa dibayangkan apa jadinya bumi ini nanti yang berubah menjadi
daratan dan lautan sampah. Jika sudah demikian, penyesalan tiada guna.
BAB III
DESAIN KEGIATAN
a. Waktu Pembuatan
Pembuatan poster
Pembuatan poster gerakan membuang sampah pada tempatnya
dilaksanakan 18 Februari 2021
Pengecatan bak sampah
Pengecatan bak sampah organik dan anorganik dilakuan pada tanggal
26 Februari 2021
Pemasangan bak sampah dan poster
Gerakan membuang sampah pada tempatnya dimulai dengan
pemasangan postrer dan bak sampah tanggal 9 Maret 2021
b. Tempat Kegiatan
Kegiatan dilaksanakan di Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 20
Surabaya
c. Proses Pengumpulan Bahan
Poster
Bahan yang digunakan
Kertas A3
Krayon
Spidol hitam
Bahan pembuatan ini sudah ada di setiap kelompok kami.
Bak sampah
Bahan bak sampah
tong bekas cat 2 buah
cat acrylic warna merah, hijau, dan hitam
peyangga besi untuk tempat sampah
Pemilihan bahan tempat sampah menggunkan bahan bekas dari bekas
cat disamping harganya lebih murah juga sebagai bentuk mendaur
ulang sampah menjadi barang yang bermanfaat. Tong tempat sampah
ini kami dapatkan dari penjual barang-barang bekas di dekat Pasar
Atom..
BAB IV
PELAKSANAAN DESAIN KEGIATAN
a. Langkah-Langkah Implementasi
a. Proses pembuatan poster
Pembuatan poster dimulai dengan pencarian ide tentang gambar yang
sesuai dan kalimat himbauan yang sesuai dengan tema. Setelah
menemukan kesesuai kami membuat sketsa poster, selanjutnya adalah
pewarnaan. Karena poster akan kami panjang di tempat umum poster
kali laminating supaya lebih tahan lama tidak rusak jika kena air.
b. Proses pembuatan bak sampah
Proses pembuatan dimulai dari pembelian bahan tong sampah bekas
cat. Tong sampah bekas ini kondisinya kotor, maka kami perlu mencuci
yang bersih agar memudahkan ketika proses pengecatan. Cat yang kami
gunakan adalah warna hijau untuk mengecat bak sampah organik dan
warna merah untuk mengecat bak sampah anorganik. Cat warna hitam
untuk membuat tulisan organik dan anorganik. Proses membuat tulisan
ini kita mulai dari tulisan tersebut kita print, kemuadian kita temple di
kertas bekas kalender. Untuk selanjutnya tulisan tersebut dengan
menggunakan cuter dilubangi, agar menjadi cetakan huruf. Proses
pengecatan bak sampah dilakukan dihalaman sekolah, dengan memberi
alas pada bak sampah yang akan dicat agar tidak menimbukan
tumpahan cat ketika proses pengecatan. Setelah kering catnya baru kita
lakuan penulisan organik dan anorganik pada bak sampah dengan cara
cetakan tulisan yang sudah dibuat ditempelkan di bak sampah yang
sudah kering, lalu tulisan tersebut kita semprotkan cat warna hitam.
b. a. Dokumentasi Pengalaman Belajar
Pengalaman belajar yang kami dapatkan pada proses pembuaatan bak
sampah adalah ternyata cukup sulit untuk proses pengecatan. Cat yang
kami gunakan adalah pylox. Jarak ketika mengecat ternyata ada
aturannya. Proses pengecatan juga harus dilakuan beberapa tahap.
Tahap pertama seluruh
permukaan harus kita semprotkan cat dulu. Setelah rata dan kering
baru kita semprotkan lagi.
Meskipun sudah dijelaskan sebelumnya bagaimana jarak
menyemprotkan cat, kami masih sering terlupa, akibatnya hasil
pengecatan tidak merata. Deikian juga tahap yang harus dilalui kalau
harus dicat merata dulu baru ke tahap berikutnya kami juga terlewat.
Hasil pengecatan yang kurang maksimal tidak menyurutkan
untuk terus menyelesaikan tahap akhir, yaitu menempelkan kertas
tulisn organik dan anorganik untuk kita semprotkan cat warna hitam
sebagai akhir dari proses pembuatan bak sampah. Setelah kering catnya
baru kita buka kertas cetakannya, dan jadilah tulisan organik dan
anorganik sudah menempel di bak sampah tersebut. Meskipun hasilnya
kurang maksimal kami sangat bangga dengan hasil kerja kelompok
kami.
Setelah proses pengecatan selesai tahap akhir dari unjuk kerja
kelompok kami adalah pemasangan bak sampah dan poster di area
depan mushola baru. Tempat ini kami pilih karaena merupakan tempat
yang harus senantiasa kita jaga kebersihannya dan belum tampak
BAB V
PENUTUP
Simpulan
Simpulan dari Unjuk Kerja dan Karya dari kelompoK kami adalah
1. Perlu disiapkan sarana dan prasarana untuk melakukan gerakan
sampah pada tempatnya di Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 20
berupa poster untuk senantiasa membuang sampah pada tempatnya
dan ketersediaan bak sampah yang mencukupi.
2. Pembuatan bak sampah dengan pemilihan bahan dari bahan bekas
tempat cat sebagai bentuk kepedulian memanfaatkan barang bekas
menjadi bahan yang bermanfaat.
3. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal pada proses pengecatan
tong sampah sebaiknya pada tahap pertama pengecatan dilakukan
dengan memberikan warna dasar pada seluruh permukaan bak sampah
atau pada tahap ini pengecatan dilakukan dengan meratakan seluruh
permukaan bak sampah setelah merata dan kering dilakukan
pengecatan tahap kedua.
4. Penggunaan cat semprot juga perlu diperhitungkan jarak
penyemprotan, sebaiknya tidak terlalu dekat karena akan menyebabkan
terjadi penumpukan warna tidak merata.
Saran
1. Gerakan membuang sampah pada tempatnya merupakan tanggung
jawab semua pihak, hendaknya setiap warga sekolah saling peduli
untuk senantiasa membuang sampah pada tempatnya.
2. Diperlukan kalimat himbauan untuk senantiasa membuang sampah
pada tempatnya di berbagai tempat di sekolah.
3. Pemanfaatan barang bekas sebagai tempat sampah sebagai bentuk
kepedulian terhadap pengolahan barang bekas menjadi barang
bermanfaat dan sekaligus bisa menjadi solusi tercukupinya tempat
4. sampah di sekolah
Untuk menghasilkan warna yang bagus ketika proses pengecatan
dengan menggunakan cat semprot sebaiknya di berikan warna dasar
dan saat menyemprotkan cat jarak penyemprotatan minimal 30 cm.
Lampiran
1. Foto Proses Kegiatan
Lampiran
1. Foto Proses Kegiatan
a. Poster Gerakan Membuang Sampah Pada Tempatnya
b. Proses Pemasangan Himbauan Membuang Sampah pada
Tempatnya
Ab. Proses Pemasangan Himbauan Membuang Sampah pada
Tempatnya
Ab. Proses Pemasangan Himbauan Membuang Sampah pada
Tempatnya