The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

KD 3.7 Mengevaluasi peran pelajar, mahasiswa dan pemuda dalam perubahan politik dan ketatanegaraan


Tujuan Pembelajaran

1. Berperan serta dalam pembangunan politik dan ketatanegaran melalui organisasi atau perkumpulan di masyarakat sesuai minat atau bakat.

2. Mengenal tokoh pelajar, mahasiswa, dan pemuda yang berperan dalam perubahan politik dan ketetanegaran dari masa ke masa

3. Menganalisis lahirnya gerakan pelajar, mahasiswa, dan pemuda yang berdampak pada perubahan politik dan ketatanegaraan dari masa ke masa

4. Mengevaluasi peran pelajar, mahasiswa, dan pemuda dalam perubahan politik dan ketatanegaran Indonesia dari masa ke masa terutama mulai masa pemerintahan Demokrasi Terpimpin hingga masa Reformasi.

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by muhammadrifkimutawakil, 2021-11-10 10:06:11

Modul Pembelajaran Sejarah Indonesia

KD 3.7 Mengevaluasi peran pelajar, mahasiswa dan pemuda dalam perubahan politik dan ketatanegaraan


Tujuan Pembelajaran

1. Berperan serta dalam pembangunan politik dan ketatanegaran melalui organisasi atau perkumpulan di masyarakat sesuai minat atau bakat.

2. Mengenal tokoh pelajar, mahasiswa, dan pemuda yang berperan dalam perubahan politik dan ketetanegaran dari masa ke masa

3. Menganalisis lahirnya gerakan pelajar, mahasiswa, dan pemuda yang berdampak pada perubahan politik dan ketatanegaraan dari masa ke masa

4. Mengevaluasi peran pelajar, mahasiswa, dan pemuda dalam perubahan politik dan ketatanegaran Indonesia dari masa ke masa terutama mulai masa pemerintahan Demokrasi Terpimpin hingga masa Reformasi.

SEJARAH INDONESIA

Modul Pembelajaran SMA

UNTUK SISWA SMA/MA/SMK/MAK KELAS XIi SEMESTER GENAP

Muhammad Rifki Mutawakil
190210302069

DAFTAR ISI

Kata Pengantar II

Pendahuluan 2

Peran Pemuda Pada Masa 3
Pergerakan Kemerdekaan

Peran Pemuda Pada Masa 6
Demokrasi Terpimpin

Peran Pemuda Pada Masa 8
Orde Baru

13Peran Pemuda Pada Masa

Reformasi

Latihan Soal 15

I

Kata Pengantar

Puji Kehadirat Allah SWT Atas Berkat Limpahan Rahmat dan Karunianya
sehingga modul pembelajaran Sejarah Indonesia SMA Kelas XII telah
diselesaikan, Modul ini berisi mengenai analisis peran pemuda dalam
berbagai peristiwa pada masa pergerakan sampai masa reformasi.
Materi ini ditujukan untuk proses pembelajaran sejarah

Ucapan Terima Kasih Kepada pihak yang telah membantu selesainya
modul ini terutama Ibu Dr. Nurul Umamah, M.Pd serta ibu Riza Afita
Surya, S.Pd., M.Pd, selaku dosen pengampu mata kuliah Perencanaan
Pembelajaran Bidang Studi. saya menyadari dalam penulisan ini masih
terdapat banyak kekurangan kritik dan saran yang membangun sangat
diharapkan demi penyempurnaan buku, semoga dapat memberikan
manfaat untuk semua pihak yang membutuhkan bahan ajar.

Penulis

Muhammad Rifki Mutawakil

II

PETA KONSEP

lKD 3.7 3.7.1 Menganalisis Peran Pemuda dalam dalam
pergerakan kemerdekaan.
Mengevaluasi peran
pelajar, mahasiswa 3.7.2 Menganalisis Peran Pemuda Pada Masa
dan pemuda dalam Demokrasi Terpimpin
perubahan politik dan
ketatanegaraan 3.7.3 Menganalisis Peran Pemuda Pada Masa
Orde Baru

3.7.4 Menganalisis Peran Pemuda Pada Masa
Reformasi

1

pendahuluan

A . IDENTIFIKASI MODUL

Mata Pelajaran : Sejarah Indonesia
Kelas : XII
Alokasi Waktu : 4 x 45
Judul :Peran Pemuda Dalam Perubahan Politik dan
Ketatanegaraan Indonesia

B. KOMPETENSI DASAR’

KD 3.7 Mengevaluasi peran pelajar, mahasiswa dan pemuda dalam
perubahan politik dan ketatanegaraan.

Tujuan ini melakukan analisis peran pemuda dan pelajar dalam
pergerakan kemerdekaan hingga pasca reformasi dan menyajikan
dalam bentuk tertulis.

C. MATERI PEMBELAJARAN

Modul ini terbagi menjadi 3 fokus materi kegiatan pembelajaran dalam isi
modul terdapat uraian materi, latihan soal beserta jawaban. 3 materi
meliputi peran pemuda dalam pergerakan kemerdekaan yaitu Boedi
Oetomo, Kogres Sumpah Pemuda. Peran pemuda pada masa
demokrasi terpimpin. Peran Pemuda pada masa orde baru hingga
reformasi.

2

Perjuangan Pelajar dan Pemuda
Pada Masa Pergerakan Kemerdekaan

Kaum muda identik dengan Kaum muda dengan segala sifat
kumpulan orang-orang yang kepemudaannya dapat menyalurkan ide,
mempunyai jiwa, semangat, ide bakat, perhatian dan pikiran melalui
dan pemikiran-pemikiran yang wadah atau forum perkumpulan atau
segar dan visioner yang bisa organisasi, bahkan melalui kegitan
dipergunakan untuk memajukan tertentu. Pengalaman dalam berbagai
bangsa. Semangat inilah yang jenis dan corak organisasi itu yang
perlu Anda warisi agar dapat kemudian turut membentuk sikap Anda
meraih cita-cita dan kehidupan menjadi lebih dewasa. Ada banyak
yang lebih baik. Untuk mengasah contoh kesuksesan dari tokoh lokal,
semangat dan mencapai hal nasional, bahkan internasional yang
tersebut, tentu tidak bisa dimulai dari keaktifan dalam
dilakukan sendirian, berorganisasi atau perkumpulan tertentu.
perkumpulan atau organisasi Perjalanan sejarah bangsa Indonesia
dapat menjadi salah satu sarana dari masa ke masa tidak terlepas dari
mewujudkan perjuangan. keterlibatan kaum muda. Pemuda dan
mahasiswa merupakan ujung tombak
Saat ini tersedia beragam bagi pembangunan bangsa ini.
jenis perkumpulan atau
organisasi yang dapat Anda pilih Pergerakan kaum muda di Indonesia
sesuai bakat atau minat. Selain dapat ditelusuri mulai dari keterlibatan
melalui perkumpulan atau dalam mengusir para penjajah pada
organisasi tertentu, Anda bahkan masa kolonial Belanda sampai sekarang.
dapat terlibat secara aktif melalui Peran-peran para pemuda dan
kegiatan bersama secara mahasiswa mempunyai pengaruh kuat
spontan terutama ketika ketika terjadi beberapa peristiwa penting
menghadapi suatu situasi atau di Indonesia, terutama saat pemerintah
kondisi tertentu, misalnya sudah bersikap acuh tak acuh kepada
datangnya wabah penyakit atau rakyatnya. Nah, pada unit ini kita akan
bencana alam. Nah, apakah mencermati sejarah perjuangan pemuda
selama ini Anda sudah terlibat yang akan menjadi sumber inspirasi kita
aktif dalam suatu perkumpulan meraih cita-cita.
atau organisasi atau bahkan
melalui kegiatan yang ada di

3

Perjuangan Pelajar dan Pemuda
Pada Masa Pergerakan Kemerdekaan

Sejarah perjuangan pemuda di mahasiswa sebagai aktor terdepan
tahun 1908 diawali ketika pemuda yang dikenal dengan nama angkatan
mendirikan wadah perjuangan pembaharu. Perkumpulan Boedi
pertama kali di Jakarta dengan Oetomo didirikan pada tanggal 20 Mei
nama “Boedi Oetomo”. Tujuan 1908 atas inisiatif dari Dr. Wahidin
didirikannya perkumpulan Boedi Sudirohusodo yang kemudian disambut
Oetomo adalah propaganda oleh Soetomo dan rekan-rekannya di
kemerdekaan Indonesia melalui School Tot Opleiding Van Indische
pengembangan pendidikan dan Arsten (STOVIA) atau Sekolah Dokter
kebudayaan serta melakukan Pribumi. Wadah pergerakan pemuda
usaha peningkatan perekonomian. inilah yang menjadi awal dari semangat
Boedi Oetomo memandang bahwa persatuan dan kesatuan, semangat
intelektualitas dan budaya senasib dan seperjuangan, semangat
merupakan bagian dari jati diri untuk bergerak menuju “Indonesia
sebuah bangsa dan dari sanalah Merdeka”. Benih perjuangan para
maka kebijakan dan wawasan pemuda saat itu mengakar kuat dan
terhadap bangsa ditumbuhkan. tumbuh subur di kalangan para
pemuda.
Karakter penjajahan kolonial
yang menerapkan politik 4
diskriminatif bahkan menindas,
memeras, dan tidak memberikan
hak kepada kaum pribumi,
mendorong Boedi Oetomo untuk
berpartisipasi dalam masalah-
masalah politik yang menyangkut
nasib bangsanya sendiri. Hal
tersebut membuat Boedi Oetomo
disenangi oleh semua lapisan
masyarakat. Kehadiran
perkumpulan Boedi Oetomo pada
masa itu merupakan suatu periode
sejarah yang ditandai dengan
munculnya kaum terpelajar

Perjuangan Pelajar dan Pemuda
Pada Masa Pergerakan Kemerdekaan

Setelah 20 tahun lahirnya untuk menegaskan cita-cita
Boedi Oetomo, tepatnya pada berdirinya negara Indonesia. Harapan
tanggal 28 Oktober 1928 dari keputusan tersebut ialah agar
membuktikan bahwa semangat menjadi azas bagi setiap perkumpulan
pergerakan telah tumbuh kebangsaan Indonesia dan disiarkan
dengan kuat. Kebangkitan kaum dalam semua surat kabar serta
terpelajar, mahasiswa, dan dibacakan oleh perkumpulan setiap
aktivis pemuda itu menyelenggarakan pertemuan.
menumbuhkan generasi baru
pemuda Indonesia yang Peristiwa penting lain yang
melahirkan Sumpah Pemuda. membuktikan peran dan kiprah kaum
muda dengan semangat yang
Sumpah Pemuda mengelora berjuang untuk mewujudkan
menegaskan cita-cita akan kemerdekaan Indonesia adalah
adanya tanah air Indonesia, peristiwa Rengasdenglok. Peristiwa
bangsa Indonesia, dan bahasa Rengasdengklok adalah peristiwa
Indonesia yang dicetuskan penculikan terhadap Soekarno dan
melalui Konggres Pemuda II Mohammad Hatta yang dilakukan oleh
yang berlangsung di Batavia sejumlah pemuda, antara lain Soekarni,
atau Jakarta pada tanggal 26-28 Wikana, Chaerul Saleh ke
Oktober 1928 yang diprakarsai Rengasdengklok, Karawang. Tujuan
oleh Perhimpunan Pelajar penculikan itu adalah mendesak
Pelajar Indonesia (PPPI) yang Soekarno dan Mohammad Hatta agar
anggotanya merupakan pelajar mempercepat proklamasi kemerdekaan
dari seluruh wilayah Indonesia. Indonesia. Peristiwa tersebut
PPPI adalah suatu bentuk merupakan rangkaian dari kronologi
organisasi yang menghimpun proklamasi kemerdekaan Indonesia.
seluruh elemen gerakan
mahasiswa yang bersifat
kebangsaan.

Sumpah Pemuda merupakan
tonggak utama dalam sejarah
pergerakan kemerdekaan
Indonesia. Sumpah Pemuda
adalah ikrar yang dianggap
sebagai kristalisasi semangat

5

Perjuangan Pelajar dan Pemuda
Pada Masa Demokrasi Terpimpin

Setiap generasi menciptakan 1. Dibubarkannya Konstituante.
sejarahnya sendiri, artinya bahwa 2. Diberlakukannya kembali UUD
setiap generasi yang ada dan hidup
pada masanya telah 1945.
menggoreskan catatan emas di 3. Tidak berlakunya lagi UUDS 1950.
setiap eksistensinya dalam 4. D i b e n t u k n y a M a j e l i s
dinamika kehidupan masyarakat
Indonesia. Dalam buku “Gerakan Permusyawaratan Rakyat
30 September, pelaku, pahlawan Sementara (MPRS) dan Dewan
dan petualang” catatan Julius Pour Pertimbangan Agung Sementara
menjelaskan bahwa kondisi politik (DPAS) yang diberlakukan dalam
di Indonesia periode 60-an baru waktu yang sesingkat-singkatnya
lolos dari krisis. Pada masa
kecemerlangan kepemimpinan Melalui Dekrit Presiden maka
Soekarno, lambat laun terancam berakhirlah sistem pemerintahan
perpecahan atas kecaman Demokrasi Liberal dan kabinet
sejumlah panglima militer Angkatan parlementer. Adapun penggantinya
Darat (AD). adalah dengan ditetapkannya sistem
pemerintahan Demokrasi Terpimpin dan
Masa pemerintahan Demokrasi kabinet kembali dengan sistem
Terpimpin berlangsung antara presidensial.
tahun 1959 sampai 1966, dimulai
sejak Presiden Sukarno
mengeluarkan Dekrit Presiden 5
Juli 1959. Keluarnya Dekrit
Presiden ini merupakan upaya
pemerintah untuk menciptakan
keamanan dan keselamatan
negara. Dalam istilah hukum
ketatanegaraan, keluarnya Dekrit
Presiden berlandaskan pada
hukum keselamatan negara dalam
bahaya yang luar biasa yang
terpaksa dijalankan. Adapun isi
Dekrit Presiden 5 juli 1959 adalah:

6

Perjuangan Pelajar dan Pemuda
Pada Masa Demokrasi Terpimpin

Dalam perkembangan Sejak dicetuskannya Tritura, aksi-aksi
berikutnya, ternyata suhu politik demonstrasi mahasiswa berkembang
semakin panas karena saling semakin besar dan intens. Tuntutan ini
berebut pengaruh antar menjadi bermakna dengan dukungan
golongan Kondisi ini dengan pemuda, rakyat dan angkatan bersenjata.
cepat berimbas pada perubahan Pada Sidang Umum Majelis
kehidupan sosial politik Permusyawaratan Rakyat Sementara
termasuk pada aktivtas (MPRS) tahun 1966, mahasiswa berusaha
kelompok mahasiswa. Kondisi mendesak MPRS untuk meninjau kembali
perekonomian rakyat saat itu Dekrit Presiden.
cukup meresahkan karena
harga kebutuhan pokok Tujuan peninjauan kembali Dekrit
melambung tinggi. Situasi Presiden tersebut adalah untuk
tersebut memberi dorongan mengembalikan kekuasaan pemerintah
pada kaum mahasiswa sesuai amanat UUD 1945 mengingat saat
bersama-sama partai politik itu presiden selaku pemerintah mempunyai
melakukan gerakan moral kedudukan dan pengaruh yang besar
(moral force). Munculnya KAMI dalam sistem perpolitikan di Indonesia.
sebagai organisasi perjuangan Aksi-aksi Tritura yang diperjuangkan
seluruh mahasiswa ternyata mahasiswa secara konsisten sejak awal
membawa dampak bagi Januari 1966 akhirnya terbukti membawa
perjuangan kaum muda lainnya perubahan politik mendasar termasuk
proses suksesi kepemimpinan nasional
Berbagai kelompok kaum dari Soekarno ke Soeharto. Dengan kata
muda akhirnya mengikuti jejak lain, gerakan kaum muda pada masa itu
kelompok mahasiswa dengan ikut berperan mendorong terjadinya
membentuk organisasi masing- perubahan politik dan ketatanegaraan,
masing, antara lain Kesatuan yaitu berakhirnya masa pemerintahan
Aksi Pelajar Indonesia (KAPI), Demokrasi Terpimpin (Orde Lama) yang
Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar berkuasa sejak tahun 1959 sampai tahun
Indonesia (KAPPI), Kesatuan 1966.
Aksi Sarjana Indonesia (KASI),
dan lain-lain. Keberhasilan KAMI .
memformulasikan Tritura dalam
perkembangan selanjutnya 7
mampu menumbuhkan
perjuangan bersama seluruh

Perjuangan Pelajar dan Pemuda
Pada Masa Orde Baru

Setelah runtuhnya pemerintahan 'floating mass' atau Massa
Demokrasi Terpimpin dengan Mengambang sebagai kebijakan politik
terpilihlah Soeharto menjadi yang membatasi aktivitas politik (partai
Presiden yang menandai Indonesia politik) hanya sampai di tingkat
memasuki babak baru, yaitu masa kabupaten, bahkan ada larangan bagi
pemerintahan Orde Baru. Berbeda pelajar, mahasiswa, dan pemuda untuk
dengan pemerintahan sebelumnya ikut dalam politik praktis. Namun dalam
yang menerapkan sistem perjalanan waktu, pemerintahan Orde
D e m o k r a s i Te r p i m p i n m a k a Baru sudah mulai menyimpang dan
pemerintahan Orde Baru semakin menjauh dari pemerintahan
menerapkan sistem Demokrasi yang demokratis berdasarkan UUD
Pancasila. Dengan visi utama 1945 sesuai visi semula.
adalah untuk melaksanakan
Pancasila dan UUD 1945 secara Tidak ada perubahan subtantif dari
murni dan konsekuen dalam setiap kehidupan politik Indonesia antara
aspek kehidupan masyarakat pemerintahan Orde Baru dan Orde
Indonesia. Lama karena ternyata sama-sama
pemerintahan otoriter. Kekuasaan
Dengan visi tersebut, Orde Baru Presiden merupakan pusat dari seluruh
memberikan harapan bagi rakyat proses politik di Indonesia, bahkan
Indonesia terutama yang berkaitan menjadi pengontrol utama lembaga
dengan pembangunan ekonomi dan negara lain (DPR, MPR, DPA, BPK, dan
perubahan-perubahan politik. Pada MA) maupun lembaga lainnya (LSM,
bidang ekonomi, pemerintahan Partai Politik dan sebagainya). Isu
Orde Baru membuat rancangan pelanggaran hak asasi manusia
pembangunan ekonomi termasuk menjadi sorotan masyarakat Indonesia
pembangunan infrastruktur yang dan dunia internasional. Termasuk
tercantum dalam Rencana pada masalah kebebasan
P e m b a n g u n a n L i m a Ta h u n mengemukakan pendapat dan
(Repelita). Melalui rancangan ini kebebasan pers.
diharapkan dapat meningkatkan
kesejahteraan rakyat. Berbeda pada
bidang politik, pemerintah Orde
Baru menetapkan kebijakan

8

Perjuangan Pelajar dan Pemuda
Pada Masa Orde Baru

Beberapa media massa dicabut Catatan sejarah membuktikan bahwa pada
surat ijin penerbitannya atau dibredel situasi dan kondisi tertentu kaum muda selalu
setelah mengeluarkan laporan kasus tampil ke permukaan sebagai inisiator dan
penyelewengan oleh pejabat-pejabat pendobrak kemapanan. Salah satunya melalui
negara. Salah satu upaya pemerintah peristiwa Malari (Malapetaka Lima Belas Jaruari)
memperkuat kekuasaannya dengan adalah peristiwa kerusuhan yang terjadi pada 15 -
memberlakukan Undangundang 16 Januari 1974 di Jakarta pada saat kunjungan
Subversif. Seiring berjalannya waktu, Perdana Menteri Jepang,
pada awal tahun 1970, mahasiswa
mulai melancarkan berbagai kritik dan Kakuei Tanaka. Bermula dari aksi demonstrasi
koreksi terhadap praktik kekuasaan kemudian berkembanga menjadi kerusuhan yang
rezim pemerintah Orde Baru dengan membakar toko-toko di Jakarta, terutama miliki
melakukan golput (golongan putih) etnis Tionghoa. Peristiwa kerusuhan ini
yang menentang pelaksanaan pemilu menimbulkan kerusakan dan korban jiwa saat para
pertama pada masa Orde Baru tahun perusuh ditembak oleh pasukan keamanan.
1972 karena dinilai curang. Namun pemerintah menilai bahwa peristiwa aksi
demonstrasi kaum muda yang diikuti dengan
Pada awal tahun 1973 presiden kerusuhan ini didalangi kelompok sayap kanan
Soeharto mengambil keputusan besar seperti PNI dan Masyumi meskipun tidak terbukti
dalam kebijakan perekonomian dalam persidangan di pengadilan. Kerusuhan ini
Indonesia, dengan melakukan disebabkan oleh kondisi sosial pada masa ini,
kerjasama dengan pihak asing dimana mulai terjadi kesenjangan sosial dan
sebagai penanam modal di Indonesia kemiskinan pada kalangan masyarakat, terutama
terutama dalam pembangunan masyarakat miskin di perkotaan termasuk Jakarta.
infrastruktur. Tujuan utama kebijakan
tersebut adalah memecahkan Sebagai bentuk protes dan penentangan
masalah pengangguran dan terhadap pengaruh asing di Indonesia, khususn
pendapatan negara, namun ada Penyebab lain adalah adanya ketergantungan
golongan yang menganggap bahwa pada pihak asing terutama pengambilan pinjaman
Indonesia perlahan akan kembali asing dari Inter-Governmental Group. on Indonesia
dijajah melalui cara yang lebih halus. (IGGI). Sementara dari aspek politik, ada kebijakan
Kebijakan politik dan ekonomi yang yang ditetang oleh masyarakat khususnya kaum
ditetapkan pemerintah Orde Baru muda yaitu besarnya pengaruh ASPRI (asisten
menuai sikap prokontra, dimana ada pribadi) sebagai penasehat presiden yang dipimpin
sekelompok masyarakat yang oleh Jenderal Ali Moertopo dalam menetapkan
mendukung namun ada juga yang kebijakan pemerintah.
menolak

9

Perjuangan Pelajar dan Pemuda
Pada Masa Orde Baru

Pada masa berikutnya masih Banyak perusahaan yang
muncul aksi penolakan terhadap bangkrut yang berdampak pada
kebijakan pemerintahan Orde Baru. banyaknya buruh yang mengalami
Melalui tindakan represif dan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
tekanan kuat dari pemerintah maka Krisis ini juga dirasakan langsung
suara ketidakpuasan masyarakat oleh pelajar dan mahasiswa
tidak muncul ke permukaan. Namun terutama yang berada di perantauan,
ada sekelompok kaum muda yang seperti kenaikan kebutuhan pokok,
melakukan aksi demonstrasi di tarif kos, biaya transportasi. Kondisi
lingkungan kampus. tersebut menyebabkan proses
pendidikan terganggu, apalagi orang
Aksi demontsrasi kaum muda ini tua menjadi korban PHK, sehingga
merupakan gerakan intelektual memunculkan kembali aksiaksi
untuk menggugat strategi mahasiswa diantaranya menuntut
pembangunan Orde Baru beserta penurunan harga bahan pokok.
dampak yang ditimbulkan, seperti
kesenjangan sosial dan dominasi Tanggal 16 Januari 1998 lebih
modal asing. Pemerintah dianggap dari 500 mahasiswa Institut
tidak menjalankan pemerintahan Teknologi Bandung (ITB) menggelar
secara demokratis. Kebijakan yang aksi yang menuntut pemerintah
telah berjalan dalam waktu yang segera menyelesaikan krisis
sangat panjang tersebut akhirnya moneter dan menurunkan harga-
dianggap sebagai kebijakan yang harga. Aksi mahasiswa ITB tersebut
bertentangan dengan nilai-nilai kemudian disusul oleh aksi sekitar
demokrasi yang terdapat dalam 1000 mahasiswa Universitas
UUD 1945. Indonesia (UI) pada tanggal 19
Februari 1998 dengan melakukan
Sejak September 1997, krisis aksi demonstrasi di dalam kampus
ekonomi global ikut melanda UI Depok, Provinsi Jawa Barat.
Indonesia, yang mengakibatkan Tuntutan mahasiswa ITB dan UI ini
nilai rupiah terhadap dolar AS berkembang dan mendapat
melemah, harga-harga barang dukungan dari semua Perguruan
kebutuhan pokok mulai merangkak Tinggi di Indonesia dengan
naik, menyerukan lengsernya Orde Baru.

10

Perjuangan Pelajar dan Pemuda
Pada Masa Orde Baru

Gerakan mahasiswa di Garis besar tuntutan mahasiswa dalam
kampus-kampus, seperti ITB, aksinya menuntut penurunan harga
UI, dan PT lainnya semakin sembilan bahan pokok (sembako),
meningkat intensitasnya sejak penghapusan monopoli ekonomi, Korupsi,
terpilihnya kembali Soeharto Kolusi, dan Nepotisme (KKN) serta suksesi
sebagai Presiden RI melalui kepemimpinan nasional. Aksi-aksi
Sidang Umum MPR 1998 pada mahasiswa yang tidak mendapatkan
tanggal 2 Maret 1998. tanggapan dari pemerintah menyebabkan
para mahasiswa di berbagai provinsi
Pengangkatan kembali mengadakan aksi hingga ke luar kampus.
Soeharto yang ke-7 kalinya
sebagai presiden menyulut Maraknya aksi-aksi mahasiswa berlanjut
kemarahan mahasiswa. Aksi menjadi bentrokan dengan aparat keamanan
mahasiswa semakin meluas dan membuat Menteri Pertahanan dan
agresif serta mengakibatkan Keamanan/Panglima ABRI (Menhankam/ Pangab)
timbulnya demonstrasi besar- Jenderal Wiranto, mencoba meredamnya dengan
besaran di berbagai daerah menawarkan dialog. Dari dialog tersebut,
dengan melibatkan para staf diharapkan komunikasi antara pemerintah dan
akademis maupun pimpinan mahasiswa kembali terbuka. Namun mahasiswa
universitas. Dalam beberapa menganggap hal ini tidak efektif karena tuntutan
minggu setelah terpilihnya pokok mereka adalah reformasi politik dan ekonomi
kembali Soeharto sebagai serta pengunduran diri Presiden Soeharto. Dalam
Presiden RI, kekuatan oposisi pandangan mahasiswa, mitra dialog yang paling
(partai penentang) yang sejak efektif adalah lembaga kepresidenan dan MPR.
lama dibatasi mulai muncul ke
permukaan.

Pada tanggal 18 Mei 1998
mahasiswa mengadakan long
march (berjalan jauh) menuju
kompleks gedung MPR/DPR
Senayan, dan berhasil
menguasainya. Mahasiswa
melanjutkan aksi dengan
menggelar mimbar bebas
menuntut agenda reformasi dan
Sidang Istimewa MPR.

11

Perjuangan Pelajar dan Pemuda
Pada Masa Orde Baru

Namun dalam perkembangannya, aksi-aksi mahasiswa semakin keras. Di berbagai wilayah
terjadi bentrokan antara mahasiswa dengan militer yang mengakibatkan 6 mahasiswa Trisakti
gugur. Tragedi Trisakti menjadi simbol dan penanda perlawanan mahasiswa terhadap
pemerintahan Orde Baru. Akhirnya, setelah demonstrasi besar-besaran yang dipelopori
mahasiswa semakin agresif dan tidak bisa dibendung serta menimbulkan banyak korban, pada
bulan Mei 1998.

Akhirnya, setelah demonstrasi besar-besaran yang dipelopori mahasiswa semakin agresif
dan tidak bisa dibendung serta menimbulkan banyak korban, pada bulan Mei 1998 Dengan
Mundurnya Soeharto maka pemerintahan yang dalam sejarah bangsa Indonesia dikenal dengan
Orde Baru berakhir. Pengunduran diri Soeharto pada 21 Mei 1998 menandai runtuhnya
kekuasaan Orde Baru yang telah berkuasa selama 32 tahun di Indonesia. Masa selanjutnya
disebut sebagai era Reformasi.

12

Perjuangan Pelajar dan Pemuda
Pada Masa Reformasi

Memasuki masa Reformasi Semua komponen bangsa ini harus
tantangan bangsa dan negara mampu berperan optimal sesuai dengan
Indonesia termasuk pelajar/ bidang kemampuannya masing-masing.
mahasiswa dan pemuda Anda, sebagai seorang pelajar diharapkan
semakin besar mengingat masa dapat menuntut ilmu sampai ke jenjang
reformasi ditandai dengan era yang lebih tinggi. Ketekunan dan usaha
kebebasan yang sebelumnya keras menjadi jalan untuk meraih
belum pernah dirasakan. kehidupan yang dicita-citakan.
Kebebasan bahkan berpotensi
menjadi terbuka untuk bebas Sehingga dapat berperan aktif dalam
sebebas-bebasnya yang sangat mewujudkan reformasi yang dicita-
riskan berpotensi menyulut citakan. Memasuki era milineal ini
disintegrasi. pemikiran-pemikiran positif untuk
membangun bangsa sangatlah penting.
Inilah yang memerlukan Zaman telah berubah dengan
perhatian khusus dan sekaligus berkembangnya era globalisasi. Peran
menjadi tantangan nyata untuk pelajar, mahasiswa dan pemuda harus
tetap menjaga kelangsungan kembali dipertegas, harus memiliki
dan keutuhan Negara Kesatuan idealisme dan bersikap kritis. Dengan
Republik Indonesia. Sementara adanya sikap kritis diharapkan akan
itu, janji reformasi sampai saat muncul sikap korektif terhadap kondisi
ini belum usai, masih banyak bangsa ini.
yang belum terselesaikan.
Semangat reformasi yang Kepedulian dan nasionalisme terhadap
bergulir sejak 21 tahun lalu bangsa dapat pula ditunjukkan dengan
ternyata masih menghadapi keseriusan dalam menimba ilmu untuk
berbagai persoalan bangsa, menambah wawasan dan keterampilan di
yaitu kemiskinan, kesenjangan bidang tertentu, sehingga dapat berperan
sosial, pengganguran, korupsi, dalam kehidupan masyarakat. Kita sadari
kolusi, nepotisme, ketimpangan bahwa reformasi Mei 1998 telah
hukum, dan berbagai melahirkan harapan dan kecemasan.
problematika di bangsa ini. Melahirkan harapan karena dengan
Mewujudkan era reformasi yang reformasi perubahan ke arah perbaikan
dicita-citakan bukan hanya dapat segera dilakukan.
tanggungjawab pemerintah,
tetapi menjadi tanggungjawab 13
bersama.

Simpulan

,
Mahasiswa berusaha untuk meninjau kembali Dekrit Presiden. Tujuan
peninjauan kembali Dekrit Presiden tersebut adalah untuk memperlemah
kepemimpinan Soekarno, yang pada saat itu mempunyai kedudukan dan pengaruh
yang besar dalam sistem perpolitikan di Indonesia. Gerakan angkatan 66 pemuda
dan mahasiswa Indonesia banyak terlibat dalam perjuangan mendirikan Orde Baru.
Gerakan ini sebagai awal kebangkitan dan kesadaran mahasiswa secara nasional.
Tokoh-tokoh Angkatan 66 antara lain Cosmas Batubara, Sofyan Wanandi, Yusuf
Wanandi. Ketiga tokoh tersebut berasal dari PMKRI, sedangkan Akbar Tanjung
berasal dari HMI.

Sejak September 1997 krisis ekonomi global ikut menyapu Indonesia, nilai
rupiah terhadap dolar AS melemah, harga-harga barang kebutuhan pokok mulai
merangkak naik, banyak perusahaan yang bangkrut, akibatnya banyak buruh yang
mengalami pemutusan hubungan kerja. Demonstrasi-demonstrasi mahasiswa
berskala besar di seluruh Indonesia juga melibatkan para staf akademis maupun
pimpinan universitas. Garis besar tuntutan mahasiswa dalam aksi-aksinya di
kampus di berbagai kota, yaitu tuntutan penurunan harga sembako (sembilan
bahan pokok), penghapusan monopoli, kolusi, korupsi dan nepotisme (KKN) serta
suksesi kepemimpinan nasional. B.J. Habibie menerima tongkat estafet
kepemimpinan nasional maka dibentuklah kabinet baru yang bernama Kabinet
Reformasi Pembangunan. Presiden B.J. Habibie mengemban tugas untuk
mengatasi krisis ekonomi yang melanda Indonesia sejak pertengahan tahun 1997,
menciptakan pemerintahan yang bersih, berwibawa, bebas dari praktek korupsi,
kolusi, dan nepotisme.

14

Latihan Soal

A. Soal Pilihan Ganda
1. Berikut ini beberapa tujuan yang mendorong terbentuknya organisasi Boedi
Oetomo yang di prakarsai oleh mahasiswa STOVIA, Kecuali

A. Boedi Oetomo berupaya untuk meningkatkan inteletual masyarakat
pribumi melalui wadah organisasi

B. Menginginkan adanya persatuan dan kesatuan yang senasib
seperjuangan dalam membela hak – hak masyarakat pribumi.

C. Menumbuhkan wawasan yang ditumbuhkan dalam partisipasi
masyarakat pribumi untuk aktif dalam melawan politik diskriminasi,
menindas, memeras dan tidak memberikan hak pribumi untuk membela
kepentingannya sendiri

D. Masyarakat pribumi bangsawan yang mulai sadar akan peran dalam
memperjuangkan ketidakadilan yang dialami oleh masyarakat pribumi

E. Munculnya pengaruh pendidikan dari adanya politik etis sehingga
masyarakat pribumi lambat laun mengerti tentang pergerakan
kemerdekaan secara terorganisir melalui Organisasi yang di bentuk
oleh para pemuda

2. Apa faktor utama dari minat masyarakat pribumi yang ikut mendukung
terbentuknya organisasi Boedi Oetomo sebagai organisasi modern awal
kebangkitan masyarakat indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan……..

A. Boedi Utomo dapat berkejasama dengan Hindia Belanda untuk mulai
merundingkan kemerdekaan yang ingin diperoleh oleh masyarakat
Indonesia

B. Peran organisasi yang lebih condong untuk memperjuangkan
masyarakat pribumi akibat intimidasi yang dilakukan oleh pemerintah
hindia belanda'

C. Adanya maneuver dari pihak bangsawan yang lebih memperhatikan
pribumi sehingga mayarakat mulai tertarik dan percaya

D. Peran kaum bangsawan yang terdidik dan aktif untuk memperjuangkan
kepentingan bangsa melalui negosiasi kepada pemerintah hindia
belanda

E. Adanya dukungan dari para penguasa lokal terhadap Boedi Oetomo
yang disenangi oleh semua lapisan masyarakat

15

Latihan Soal

3. Adanya peristiwa Gestok ( Gerakan 1 Oktober ) membuat kondisi politik
Indonesia yang mulai tidak stabil sehingga munculnya berbagai demontrasi yang
melibatkan peran mahasiswa dari berbagai organisasi salah satunya KAMI
( Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia ) yang mendesak pengunduran dari
presiden Soekarno apa yang menjadi penyebab utama dari tuntutan tersebut……

A. Mahasiswa mulai merasa tuntutan yang disampaikan tidak pernah
dihiraukan oleh presiden Soekarno sehingga mendorong turunnya
massa yang lebih besar

B. Adanya krisis ekonomi yang mendera masyarakat dibuktikan dengan
adanya kenaikan harga – harga pokok di pasar

C. Adanya intervensi yang dilakukan asing dalam mencampuri urusan
politik dalam negeri pemerintah Indonesia

D. Adanya keterlibatan angkatan bersenjata dalam mendukung dari
gerakan dari kesatuan aksi mahasiswa

E. Tidak relevan gagasan demokrasi terpimpin yang dinilai tidak sesuai
dengan Undang Undang Dasar Negara Rebuplik Indonesia Tahun 1945

4. Adanya sidang Umum Majelis Permusyawaratan Rakyat sementara tahun 1966
berusaha untuk meninjau kembali Dekrit Presiden, apa yang melatar belakangi dari
peninjauan Dekrit Presiden yang didesak oleh mahasiswa……..

A. Adanya penyimpangan kekuasaan yang dilakukan oleh presiden
selaku mandataris dari MPRS

B. Menyalahi perundang – undangan yang terkait
C. Tidak adanya kebebasan bagi mahasiswa dalam menuntut kebijakan

yang dibuat oleh presiden Soekarno
D. Tidak lagi sejalan dengan prinsip yang sesuai dengan demokrasi yang

jujur dan adil
E. Kecaman dan kritikan dari masyarakat luas karena Dekrit Presiden

telah memperpuruk kehidupan politik, sosial maupun ekonomi
masyarakat

16

Latihan Soal

5. Boedi Oetomo dikenal sebagai organisasi yang banyak diikuti oleh para pemuda
khususnya pelajar dari STOVIA yang saat itu mulai merasa perlu untuk membentuk
sebuah organisasi yang dinilai dapat mewadahi aspirasi dari para bangsawan yang
memikirkan perjuangan kemerdekaan Indonesia. Siapakah tokoh yang
mencetuskan adanya Organisasi Boedi Oetomo

A. Dr. Wahidin Sudiro Husodo
B. Dowwes Dekker
C. Soetomo
D. Angka Prodjosoedirdjo
E. M. Soewarno

B. Soal Uraian

1. Pada masa orde baru banyak terjadi pelanggaran dalam bidang pers yang
dinilai sangat merugikan masyarakat dan media penerbitan. Apa saja dampak
yang ditumbulkan dari pembatasan Pers pada masa Orde Baru ?

2. Adanya peristiwa 1998 yang menimbulkan kerusuhan di Jakarta dan kota –
kota besar di seluruh Indonesia membuat kekacauan bagaimana dampak
yang ditimbulkan dari kerusuhan tersebut ?

3. selama masa transisi dari pemerintah Orde Baru hingga Reformasi telah
banyak perubahan dan pergantian lembaga negara yang ada, apa saja faktor
yang melatar belakangi dari perubahan dan penghapusan lembaga negara
setelah reformasi ?

4. Selama pemerintahan orde baru presiden dan wakil presiden dipilih melalui
perwakilan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat yang dinilai
mempresentasikan suara rakyat analisislah penyimpangan yang tidak sesuai
dengan UUD 1945 dari sistem pemilihan presiden dan wakil presiden
?.............

5. Peran pemuda setiap waktu selalui memiliki peran yang sangat penting dari
perjalanan sejarah Indonesia, apakah yang mendasari pemuda dan
mahasiswa selalu menjadi pendorong gerakan yang membawa perubahan
bagi politik di Indonesia ?

17

Daftar Pustaka

Azra, Azyumardi. (2011). “Nasionalisme, Etnisitas, dan Agama di Indonesia:
Perspektif Islam dan Ketahanan Budaya” dalam Thung Ju Lan dan M. 'Azzam
Manan, Nasionalisme dan Ketahanan Budaya di Indonesia sebuah
Tantangan. Jakarta: LIPI dan Obor.

Daya Negeri Wijaya. (2013). Mentalitas Pemuda Pada Masa Pergerakan Dan Masa
Reformasi Di Indonesia: Dari Berani Berpengetahuan Hingga Takut
Berpengetahuan. Jakarta: Jurnal Kajian Sejarah&Pendidikan Sejarah.
Volume1. Nomer 1.

Eko Noer Kritiyanto. (2013). Pemaksulan Presiden Republik Indonesia Pasca
Amandemen UUD 1945. Jakarta: Jurnal Rechtsvinding. Volume 2, nomer 3
Gonggong, Anhar. (2008) “Peranan Pemuda Di Dalam Sejarah Perjuangan
Bangsa”, Warta Sejarah, Vol.7.No. 11 Juni 2008.

Haris, Syamsuddin, (2011). “Nasionalisme Indonesia dan Keberagaman Budaya”
dalam Thung Ju Lan dan M. 'Azzam Manan, Nasionalisme dan Ketahanan
Budaya di Indonesia sebuah Tantangan. Jakarta: LIPI dan Obor.

Marta, A.G. dkk. (1984). Pemuda Indonesia Dalam Dimensi Sejarah Perjuangan
Bangsa. Jakarta: Kantor Menpora. Purwanto, Bambang, (2012) “Belajar dari
Mohammad Hatta: Nasionalisme Masa Lalu, Kebangsaan Masa Kini, dan
Indonesia Masa Depan”, Makalah, diseminarkan di UNY Yogyakarta

18

Modul ini sangat menarik bagi siswa kelas 12 sma
dalam menambah wawasan dan pengetahun. materi
yang dijelaskan mengenai peran pemuda selama
perjalanan periode sejarah yang mengkaji beberapa
masalah - masalah yang timbul dari kebijakan yang
diterapkan dari masa ke masa.
Pemuda sebagai tonggak dalam kemajuan sebuah
bangsa memiliki peran utama dalam menyikapi segala
dinamika yang ada dalam masyarakat. melalui modul
ini diharapkan dapat menarik minat peserta didik untuk
mampu menyikapi sebagai pemuda yang kritis dan
mampu dalam menjawab persoalan yang ada.
Dalam modul ini dijelaskan secara lengkap mulai dari
peran pemuda pada masa pergerakan kemerdekaan,
peran pemuda pada masa demokrasi terpimpin
maupun peran pemuda dalam menyikapi dinamika
perubahan politik pada masa orde baru dan
reformasi..

190210302069/ 10/ 11/ 21


Click to View FlipBook Version