ANGGARAN DASAR (AD) ANGGARAN RUMAH TANGGA (ART) BADAN USAHA MILIK DESA MEKAR MANDIRI DESA SUKAMULYA Bergerak Bersama Membangun Desa TAHUN 2023
Pengantar Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa BUMDes Mekar Mandiri Sukamulya telah Menyusun Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART). Anggaran Dasar (AD) adalah keseluruhan aturan yang mengatur secara langsung kehidupan sebuah organisasi serta hubungan antara organisasi dan para anggotanya. Sementara, Anggaran Rumah Tangga (ART) adalah peraturan yang mengatur urusan rumah tangga sehari-hari dan menjadi penjabaran lebih lanjut dari Anggaran Dasar. AD ART menjadi pedoman baik bagi pengurus maupun anggota organisasi. Siapa pun yang terikat dalam organisasi tersebut harus mengikuti pedoman pada AD ART. Alasannya AD ART memuat ketentuan yang akan menjadi dasar kehidupan suatu organisasi. AD memiliki suatu kedudukan yang penting karena menjadi pegangan dalam menyusun peraturan suatu organisasi. Khususnya organisasi yang mendapat pengakuan atau pengesahan dari pemerintah. Menurut pasal 23 Undang-Undang nomor 25 tahun 1992, yang berwenang menetapkan AD ART adalah rapat anggota. Anggota menentukan isi, bobot, dan kualitas AD ART ini. Maka anggota harus memahami hal-hal seputar organisasi termasuk hak dan kewajibannya menurut UU No.25 tahun 1992 sehingga perumusan AD dapat dilakukan dengan cara yang benar. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga dalam sebuah organisasi berfungsi untuk menggambarkan mekanisme kerja suatu organisasi. Anggaran Dasar berfungsi juga sebagai dasar pengambilan sumber peraturan atau hukum dalam konteks tertentu dalam organisasi. Anggaran Rumah Tangga berfungsi menerangkan hal-hal yang belum spesifik pada Anggaran Dasar atau yang tidak diterangkan dalam Anggaran Dasar. Tujuan Dibentuknya AD ART: a. Memberi kekuatan hukum bagi lembaga. b. Sebagai pedoman dalam pengelolaan usaha lembaga. c. Mengatur hubungan antara anggota dengan anggota.
d. Mengatur hubungan anggota dengan bisnis lembaga. e. Mengatur hubungan anggota dengan pengurus, pengawas, dan manajer. f. Mengatur hubungan antara lembaga dengan pihak ketiga. g. Menunjukkan keteraturan lembaga yang telah disepakati anggota berdasar UU Nomor 25 Tahun 1992. h. Mewujudkan ketertiban pelaksanaan kegiatan lembaga dan keuangan baik oleh anggota, pengurus, pengawas, dan pengelola lembaga. Dari serangkaian urain di atas, BUMDes Mekar Mandiri Sukamulya telah berupaya untuk mensejajarkan diri dengan Badan dan Kelembagaan Formal lainnya, sebagai Lembaga bentukan pemerintah yang bergerak dalam pemberdayaan, pengelolaan, pemanfaatan dan pengolahan Sumber Daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Manusia (SDA) di wilayah Desa Sukamulya, yang akan diguanakan sebesar-besarnya untuk peningkatan kualitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Desa SUkamulya. Besar harapan melalui kiprah para pengurus BUMDes Mekar Mandiri Desa Sukamulya, dapat memberi dampak dan perkembangan yang positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat terutam yang bergerak dalam model Usaha Ekonomi Kreatif dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Semoga Allah SWT. Senantiasa meridhoi semua Langkah kita menuju pembangunan Desa Sukamulya disegala asfek baik di bidang Fisik, Mental, Sosial, Keagamaan, kebudayaan, prekonomian, ketahanan pangan, pertanian, perkebunan dan asfek-asfek penunjang lainya. BUMDES MEKAR MANDIRI DESA SUKAMULYA
ANGGARAN DASAR (AD) “ BUMDES MEKAR MANDIRI “ DESA SUKAMULYA KECAMATAN NARINGGUL KAB. CIANJUR BAB I NAMA, TEMPAT KEDUDUKAN, DAN TANGGAL PEMBENTUKAN Pasal 1 a) Nama Organisasi : BUM Desa MEKAR MANDIRI b) Tempat Kedudukan : Desa Sukamulya Kecamatan Naringgul c) Tanggal Pendirian : …………………………… BAB II ASAS DAN LAMBANG BADAN USAHA MILIK DESA Pasal 2 Asas dan Landasan Yuridis 1) BUMDes MEKAR MANDIRI belandaskan Pancasila dan UUD (UndangUndang Dasar) 1945. Pasal 3 Lambang dan Makna Lambang Kelembagaan
2) Makna Filosofi: a) Nama MEKAR MANDIRI diambil dari Filosofi Bunga “Mekar artinya merekah menuju penampakan keindahan wujud bunga yang sebebnarnya”. Sedangkan “Mandiri artinya merujuk pada sifat dan sikap yang berkemampuan untuk melakukan sesuatu dengan kekuatan sendiri dengan tidak selalu bergantung kepada pihak lain”. MEKAR MANDIRI berarti simbol dimana kebebasan berpikir, menggali ide dan gagasan terbuka seluas-luasnya untuk kemajuan dengan memanfaatkan dan memberdayakan segenap kemampuan yang dimiliki untuk mencapai tujuan. Tujuan yang dimaksud adalah kemajuan dari perkembangan BUM Des yang diproyeksikan untuk meningkatkan ekonomi kesejahtraan masyarakat Desa Sukamulya. b) Identitas Kelembagaan berwana hitam bermakna kejelasan c) Dua Bintang Emas kiri dan kanan bermakna tingginya ragam upaya terhadap target capaian kemajuan dalam kelembagaan. Makna lain adalah sebagai ilustrasi lahirnya ide, gagasan serta aktualisasi kemajuan kelembagaan, d) Motif Lingkaran Bergerigi bermakna proses perjuangan dan upaya pembenahan penuh dengan dinamika dan problematika dalam menyatukan perbedaan persfektif kemajuan, namun jika secara perlahan penataan tersebut terus dilakukan akan tercipta kekuatan yang terkahir dari perbedaan. e) Latar Berwarna Putih bermakna landasan semua hal yang dilakukan di kelembagaan BUMDes Mekar Mandiri beasaskan nilai-nilai kebaikan. f) Partisi Segi Enam Berwarna Merah bermakna sinergitas antar unsur kelembagaan yang berada di wilayah Desa Sukamulya dan atau pihak lain yang memiliki peranan dalam kemajuan BUMDes Mekar Mandiri. g) Garis dan Bulatan Putih di tengah bermmakna beragam alternatif solusi dan upaya terbaik untuk mewujudkan tujuan demi kemajuan BUMDes Mekar Mandiri.
BAB III VISI, MISI, MOTTO DAN TUJUAN KELEMBAGAAN Pasal 4 Visi BUMDes MEKAR MANDIRI “Mewujudkan kesejahteraan melalui pengembangan usaha untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Sukamulya.” Pasal 5 Misi BUMDes MEKAR MANDIRI Misi BUMDes Mekar Mandiri adalah: a) Meningkatkan perekonomian desa; b) Meningkatkan usaha masyarakat dalam pengelolaan potensi ekonomi desa; c) Meningkatkan pendapatan masyarakat desa dan Pendapatan Asli Desa; d) Mengelola dana program yang masuk ke Desa bersifat dana bergulir terutama dalam rangka memberantas kemiskinan dan pengembangan usaha ekonomi pedesaan; e) Memberdayakan dan memanfaatkan semua asset yang dimiliki desa sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat khususnya masyarakat Desa Sukamulya; Pasal 6 Motto BUMDes MEKAR MANDIRI MOTEKAR (MODAL, TEKAD, KADAEK, Jeung RANCAGE) Pasal 7 Tujuan BUMDes MEKAR MANDIRI
Tujuan pembentukan BUMDes MEKAR MANDIRI adalah : a) Meningkatkan perekonomian Desa; b) Mengoptimalkan aset Desa agar bermanfaat untuk kesejahteraan warga Desa; c) Meningkatkan usaha masyarakat dalam pengelolaan potensi ekonomi Desa; d) Mengembangkan rencana kerjasama usaha antar desa dan / atau pihak ketiga yang saling menguntungkan; e) Menciptakan peluang dan jaringan pasar yang mendukung kebutuhan layanan umum warga Desa; f) Membuka lapangan kerja; g) Meningkatkan kesejateraan masyarakat melalaui perbaikan pelayanan umum, pertumbuhan dan pemerataan ekonomi Desa; dan h) Meningkatkan pendapatan masyarakat Desa, Pendapatan Asli Desa sebagai wadah kerja sama, wadah belajar dan wahana produksi dibidang Pertanian, Perkebunan, Perdagangan, Perternakan, Perikanan dan Kewirausahaan lainya yang dapat menunjang dalan peningkatkan pendapatan, keswadayaan, dan kemandirian dalam upaya mengembangkan dan memanfaatkan Sumber Daya Alam dan Sumber daya Manusia yang berdaya dan berasil guna. BAB IV BENTUK DAN FUNGSI Pasal 8 BUMDes MEKAR MANDIRI berbentuk Badan Usaha Milik Desa yang dilegalisasi melalui Peraturan Desa.
Pasal 9 BUMDes MEKAR MANDIRI berfungsi sebagai lembaga ekonomi Desa yang mengembangkan usaha dalam rangka mewujudkan kesejahtraan masyarakat khususnya rumah tangga miskin Desa Sukamulya. BAB V STATUS KEPEMMILIKAN Pasal 10 a) BUMDes MEKAR MANDIRI adalah Badan Usaha Milik Desa yang dimiliki oleh pemerintah Desa dan masyarakat dengan komposisi kepemilikan mayoritas oleh pemerintah Desa. b) Yang dimaksud dengan masyarakat pada awal pendirian BUMDes MEKAR MANDIRI adalah Masayarakat Desa Sukamulya. c) Dalam perkembangannya, masyarakat dapat berperan dalam kepemilikan BUMDes MEKAR MANDIRI melalui penyertaan modal. Seperti yang dimaksud dalam bagian ayat a maksimal 40 %. BAB VI STRUKTUR KELEMBAGAAN Pasal 11 1) Struktur organisasi BUMDes MEKAR MANDIRI terdiri dari Badan Pengurus, Badan Pengelola, Badan Penasihat dan Badan Pengawas. 2) Badan Pengurus terdiri dari seorang ketua dan dua orang anggota. 3) Pemilihan pengurus untuk pertama kali dilaksanakan melalui testing dan ditetapkan dengan peraturan Desa. 4) Yang dapat dipilih menjadi pengurus BUMDes MEKAR MANDIRI adalah mereka yang memenuhi syarat–syarat sebagai berikut : a) Masyarakat Desa yang memiliki jiwa wirausaha;
b) Berdomisili dan menetap di Desa; c) Berpendidikan minimal setingkat SMU/SMK atau sederajat; dan d) Memiliki sikap jujur, aktif, trampil, perhatian dan berdedikasi terhadap BUMDes MEKAR MANDIRI; e) Mempunyai wawasan yang cukup untuk dapat mengelola dan mengembangkan BUMDes MEKAR MANDIRI. 5) Pengurus sekurang – kurangnya terdiri seorang ketua, seorang sekretaris dan seorang bendahara. 6) Pengelola adalah orang yang ditunjuk dengan mempertimbangkan bakat, minat, kompetensi dan dedikasi yang dimiliki untuk memegang peranan dalam pengembangan kewirausahaan. 7) Pengurus BUMDes MEKAR MANDIRI dapat diganti apabila : a) Meninggal Dunia b) Mengundurkan diri c) Terbukti melakukan penyimpangan pengelola BUMDes MEKAR MANDIRI d) Tidak mampu memimpin organisasi dan tidak mampu mengembangkan BUMDes sesuai dengan target atau tujuan yang ingin dicapai. 8) Untuk mengisi pengurus yang kosong sebelum habis masa baktinya, mekanisme pemilihannya dilakukan melalui Musdes. 9) Masa bakti pengurus BUMDes MEKAR MANDIRI selama 5 (Lima) Tahun dan dapat dipilih kembali sampai berumur 56 Tahun. 10) Pegawai dan /atau karyawan BUM Desa MEKAR MANDIRI, diangkat dan diberhentikan oleh Pengurus atas persetujuan dan rekomendasi Penasehat. 11) Pengurus BUMDes akan dievaluasi setiap tahun untuk mengukur kinerjanya apakah Rencana kerja yang dibuat tercapai atau tidak.
Pasal 12 OPERASIONAL 1) Biaya – biaya yang timbul akibat kegiatan dan operasional BUMDes MEKAR MANDIRI diambil dari hasil pendapatan yang diperoleh BUMDes pada setiap bulannya. 2) Pendapatan setiap bulan yang diperoleh BUMDes MEKAR MANDIRI pengeluarannya diatur sebagai berikut : a. Untuk Biaya Operasional ( Honor, Alat tulis kantor, Rumah Tangga Kantor, jasa simpan pinjam, dll ) 3) Pendapatan sebagaimana disebut diatas adalah pendapatan dari pengelola yang diperoleh BUMDes MEKAR MANDIRI termasuk pendapatan administrasi, jasa pendapatan bunga dari bank dan pendapatan lain – lainnya. BAB VII KEWAJIBAN, HAK DAN TANGGUNG JAWAB PENGURUS Pasal 13 1) Pengurus mempunyai kewajiban : a) Bertanggung jawab dalam pengelolaan dan usaha BUMDes MEKAR MANDIRI b) Menyelenggarakan pembukuan keuangan, inventaris dan pencatatan – pencatatan lain yang dianggap perlu secara tertib dan teratur. c) Membuat rencana kerja, anggaran pendapatan dan pengeluaran BUMDes MEKAR MANDIRI setiap tahun dan rencana kerja ini harus dievaluasi setiap tiga bulan sekali. d) Memberi pelayanan kepada anggota. e) Memberi pembinaan administrasi dan manajemen usaha anggota f) Menyelenggarakan Musdes Pertanggungjawaban setiap akhir tahun.
2) Pengurus mempunyai hak : a) Mengambil keputusan yang dipandang tepat dalam pengelolaan BUMDes dalam rangka mencapai tujuan. b) Memperoleh honor tetap setiap bulan disesuaikan dengan besarnya pendapatan BUMDes MEKAR MANDIRI c) Pengurus mendapat bagian Sisa Hasil Usaha (SHU) tahunan yang besarnya sudah ditentukan dalam anggaran Dasar. d) Memperoleh tunjangan hari raya setiap tahun sekali yang besarnya maksimum 1 kali gaji satu bulan. 3) Tugas dan Tanggung Jawab Ketua: a) Memimpin organisasi BUMDes b) Melakukan pengendalian kegiatan BUMDes c) Bertindak atas nama lembaga untuk mengadakan perjajian kerjasama dengan pihak ketiga dalam pengembangan usaha atau lain – lain kegiatan yang dipandang perlu dilaksanakan. d) Melaporkan kepada keuangan BUMDes setiap bulan kepada Sektap. e) Melaporkan keadaan keuangan BUMDes setiap triwulan melalui Mudes. f) Melaporkan keadaan keuangan BUMDes akhir tahun melalui Mudes Pertanggungjawaban. 4) Tugas dan Tanggung Jawab Sekretaris: a) Melaksanakan tugas kesekretarisan untuk mendukung kegiatan ketua. b) Melaksanakan administrasi umum kegiatan operasional BUMDes. c) Melaksanakan administrasi pembukuan keuangan BUMDes. d) Bersama ketua meneliti kebenaran dari berkas – berkas pengajuan permohonan pinjaman pengecekan di lapangan. (Dalam hal BUMDes Simpan Pinjam). e) Bersama ketua dan bendahara membahas dan memutuskan permohonan pinjaman yang layak direalisasi. (Dalam hal BUMDes
simpan pinjam) dan juga pengecekan kebenaran saldo tabungan dan deposito (Kegiatan ini dapat dilakukan setiap saat sesuai dengan kebutuhan). 5) Tugas dan Tanggung Jawab Sekretaris Bendahara: a) Menerima, menyimpan dan membayar uang berdasarkan bukti – bukti yang sah. b) Membantu ketua dalam mebahas dan memutuskan permohonan pinjaman yang layak direalisasikan (dalam hal BUMDes Simpan Pinjam) c) Melaporkan posisi keuangan kepada ketua secara sistematis, dapat dipertanggungjawabkan dan menujukan kondisi keuangan dan kelayakan BUMDes yang sesungguhnya. d) Mengeluarkan uang berdasarkan bukti – bukti yang sah e) Mengatur likwiditas sesuai dengan keperluan. f) Menyetorkan uang ke Bank setelah mendapat persetujuan dari Ketua. BAB VIII PENASIHAT DAN PENGAWAS Pasal 14 PENASIHAT (1) Penasehat sebagaimana dimaksud dijabat secara exofficio oleh Perbekel Desa Sukamulya. (2) Penasehat sebagaimana dimaksud pada ayat(1) berkewajiban: a) Memberikan nasehat kepada Pelaksana Operasional dalam melaksanakan pengelolaan BUM Desa; b) Memberikan saran dan pendapat mengenai masalah yang dianggap penting bagi pengelolaan BUM Desa; dan c) Mengendalikan pelaksanaan kegiatan pengelolaan BUM Desa.
(3) Penasehat sebagaimana dimaksuh pada ayat (1) berwenang : a. Meminta penjelasan dari pelaksana operasional mengenai persoalan yang menyangkut pengelolaan usaha Desa;dan b. Melindungi usaha Desa terhadap hal-hal yang dapat menurunkan kinerja BUM Desa. 4) Masa jabatan Penasehat sebagaimana dimaksud pada ayat(1) adalah selama menjabat dan/atau masih memangku jabatam sebagai Perbekel Desa Blandingan. Pasal 15 PENGAWAS (1) Pengawas BUM Desa MEKAR MANDIRI sebagaimana dimaksud direkrut dan/atau dipilih oleh peserta musyawarah Desa dan ditetapkan dengan Keputusan Perbekel atas persetujuan BPD. (2) Susunan Pengawas BUM Desa MEKAR MANDIRI a) Ketua; b) Wakil Ketua merangkap anggota; c) Sekretaris merangkap anggota d) Anggota. (3) Pengawas sebagaimana dimaksud pada point 1 berwenang : a) Menyelenggarakan rapat umum untuk membahas kenerja BUM Desa sekurang-kurangnya 1(sau) tahun sekali; b) Memberikan rekomendasi dalam pengangkatan Pengurus dan Pengawai BUM Desa; c) Penetapan kebijakan pengembangan kegiatan usaha BUM Desa;dan d) Melakukan pemantauan, pengawasan dan evaluasi terhadap kinerja Pengurus Bum Desa.
(4) Pengawas BUM Desa MEKAR MANDIRI bertugas untuk masa bakti 5 (lima) tahun dan dapat dipilih kembali sampai dengan usia 56 ( Lima puluh lima tahun). (5) Pengawas BUM Desa MEKAR MANDIRI dapat diberikan Insentip sesuai kemampuan keuangan BUM Desa. BAB IX MODAL USAHA Pasal 16 Modal Usaha BUMDes MEKAR MANDIRI bersumber dari : a. Modal Awal; b. Modal Pinjaman; c. Penyertaan Modal dari Pemerintah Desa; d. Bantuan Pemerintah, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten; e. Kerjasana Usaha dengan pihal lain;dan f. Modal Donasi. BAB X PENGGUNAAN HASIL USAHA Pasal 17 (1) Hasil Usaha BUM Desa MEKAR MANDIRI merupakan pendapatan yang diperoleh dari hasil transaksi dikurangi dengan pengeluaran biaya dan kewajiban pada pihak lain serta penyusutan atas barang-barang inventaris dalam 1(satu) tahun. (2) Alokasi Pembagian Hasil Usaha BUM Desa MEKAR MANDIRI adalah : a. Untuk oprasional BUMdes = 5 % (Lima Persen) b. Untuk penambahan modal = 15 % (Lima Belas Persen )
c. Untuk pendapatan asli desa = 30 % (Tiga Puluh persen) d. Untuk dana santunan = 10 % (Sepuluh Persen ) e. Untuk pengasilan pengurus = 40 % (empat puluh persen ) (3) Alokasi Pembagian Hasil Usaha BUM Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (2) disetor langsung masing-masing lembaga oleh Pengurus BUM Desa setiap akhir tahun tutup buku. BAB XI FORUM PENGAMBILAN KEPUTUSAN Pasal 18 Forum pengambilan keputusan terdiri dari : a. Musyawarah Anggota, sebagai forum pengambilan keputusan tertinggi, forum ini dapat memilih dan memberhentikan pengurus BUMDes maupun menetapkan pembubaran BUMDes. b. Musyawarah Anggota Khusus, adalah forum penyelesaian terhadap penyelewengan dan hal – hal lain yang dapat merugikan lembaga BUMDes. c. Rapat Anggota Tahunan, sebagi forum laporan pertanggung jawaban pengurus dan penyusunan rencana strategis pengembangan BUMDes. d. Rapat pengurus, sebagi forum pengambilan keputusan untuk menentukan kebijakan operasional pengelolaan dan pengembangan lembaga maupun usaha. BAB XII PERUBAHAN ANGGARAN DASAR (AD) Pasal 19 1) Anggaran Dasar berlaku sejak ditetapkan dalam musyawarah Desa. 2) Secara Operasional (AD) diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.
Pasal 14 1) Perubahan atau Penyempunaan Anggaran Dasar AD dan ART dapat dilalukan sesuai perkembangan BUM Desa. 2) Perubahan atau Penyempunaan Anggaran Dasar AD dan ART dapat dilalukan dilakuakan dalam Musyawarah Desa yang dihadiri oleh sekurang-kurangnya 2/3 (dua pertiga) dari jumlah Anggota pesrta Musyawarah Desa. Ditetapkan di : ………………………………. Pada Tanggal : ………………………………. BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDES) MEKAR MANDIRI DESA SUKAMULYA Ketua, ……………………………… Sekretaris, ……………………………. DISETUJUI DAN DI SYAHKAN OLEH Kepala Desa Sukamulya ……………………………… BPD Desa Sukamulya Ketua …………………………….
ANGGARAN RUMAH TANGGA (ART) “ BUMDES MEKAR MANDIRI “ DESA SUKAMULYA KECAMATAN NARINGGUL KAB. CIANJUR KAB. CIANJUR BAB I NAMA, TEMPAT KEDUDUKAN, DAN TANGGAL PEMBENTUKAN Pasal 1 Sudah jelas BAB II VISI, MISI, MOTTO DAN TUJUAN BUM DESA Pasal 2 Sudah jelas BAB III USAHA DAN JENIS KEGIATAN Pasal 3 (1) BUM Desa dalam mengelola kegiatan usaha Simpan Pinjam dengan ketentuan sebagai berikut : a) Memberikan Pinjaman Kepada Anggota; b) Memberikan Pinjaman Kepada masyarakat yang tergabung dalam kelompok-kelompok usaha kecil; c) Memberikan Pinjaman Kepada warga Desa Sukamulya yang memenuhi persyaratan; d) Setiap nasabah/peminjam dapat dikenakan biaya administrasi dan bunga pinjaman yang besarnya disesuaikan dengan kebijakan manajemen Pengurus BUM Desa. (2) BUM Desa dalam mengelola kegiatan usaha Simpan Pinjam, dapat menerima tabungan berjangka dan tabungan sukerela.
(3) Usaha simpan pinjam dilaksanakan jika pertimbangan terhadap segala asfek kelancaran perguliran modal dapat dipenuhi oleh semua pihak yang berkepentingan. Pasal 4 Mekanisme Usaha Simpan Pinjam 1) Usaha simpan pinjam BUMDes diberikan hanya untuk usaha yang produktif. 2) Sistim pengelola usaha simpan pinjam BUMDes setiap bulan semua anggota / Pokmas membayar angsuran uang pokok + jasa kepada BUMDes dengan menggunakan buku yang disediakan. 3) Sistem pelaporan usaha simpan pinjam BUMDes setiap bulanya memberikan laporan perkembangan simpan pinjam kepada Perbekel, Pengawas dan Setkap Kabupaten. 4) Dalam perkembangannya BUMDes bisa memberikan pinjaman kepada perorangan tanpa harus melalui Pokmas. 5) Pokmas atau perorangan yang akan mengajukan pinjaman harus datang ke kantor BUMDes pada jam yang telah ditentukan. 6) Pokmas atau perorangan yang akan mengajukan pinjaman harus mengisi surat permohonan pinjaman, rencana usaha anggota, rencana angsuran anggota dan menyerahkan anggunan/jaminan. 7) Pinjaman yang diterima oleh pokmas/perorangan harus di monitoring oleh pengurus pokmas agar kelancaran pembayaran angsuran pokok maupun bunganya. 8) Pinjaman yang diterima oleh pokmas /perseorangan setelah jatuh tempo dapat diperpanjang atau pengakadan kembali jika dipandang perlu oleh pengurus BUMDes 9) Anggota atau pokmas yang meninggal dunia tidak akan menerima penghapusan piutang dari BUMDes. 10) Jika pinjaman yang diterima oleh Pomas/perorangan mengalami kemacetan (Kredit macet) maka akan mendapatkan sanksi administrasi tidak mendapatkan pelayanan aministrasi di kantor Perbekel) dan
sanksi dari Desa Sukamulya seperti tidak mendapatkan pelayanan sampai pinjamannya lunas atau jaminan yang diserahkan akan disita atau dilelang. Pasal 5 Usaha Swakelola 2. Usaha Swakelola Unit Pengelola Sarana( UPS) Air Bersih a. Dalam pengelolaan UPS air bersih menyelenggarakan pencatatan administrasi terpisah dengan usaha simpan pinjam. b. Pendapatan yang masuk ke UPS adalah Pendapatan bersih usaha sektor air bersih c. Secara periodik usaha sector UPS memberikan laporan keuangan dan perkembangan usahanya kepada BUMDes. d. Ketentuan lebih terperinci mengenai pengelolaan UPS ada pada Anggaran Dasa dan Anggaran Rumah Tangga UPS itu sendiri (Terlampir) Pasal 6 (1) BUM Desa dalam mengelola kegiatan usaha Perdagagan melaksanakan kegiatan : a. Perantara Perdagangan; dan b. Kegiatan Perdagangan lain yang tidak bertentangan dengan ketentuan hukum yang berlaku. (2) Dalam melaksanakan usaha Perdagangan, Pengurus BUM Desa dalam menentukan nilai beli dan jual selalu memperhatikan resiko ekonomi usaha dan situasi perkembangan harga pada saat itu.
Pasal 8 (1) BUM Desa dalam mengelola kegiatan Usaha Pertanian dan Perkebunan melaksanakan kegiatan : a. Penyediaan Bibit Unggul; b. Penyediaan Pupuk dan Obat Hama Tanaman; c. Pembelian Gabah dan usaha lain terkait bidang Pertanian dan Perkebunan; BAB IV PERUBAHAN ANGGARAN DASAR Pasal 9 dan 10 Sudah jelas Ditetapkan di : ………………………………. Pada Tanggal : ………………………………. BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDES) MEKAR MANDIRI DESA SUKAMULYA Ketua, ……………………………… Sekretaris, ……………………………. DISETUJUI DAN DI SYAHKAN OLEH Kepala Desa Sukamulya ……………………………… BPD Desa Sukamulya Ketua …………………………….