The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Rancangan Artikel Eggie Nugraha_Perencanaan Bahasa_Semester 2

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by eggienugraha, 2022-03-09 01:52:09

Rancangan Artikel Eggie Nugraha_Perencanaan Bahasa_Semester 2

Rancangan Artikel Eggie Nugraha_Perencanaan Bahasa_Semester 2

MENUMBUHKAN RASA CINTA TANAH AIR GENERASI MUDA MELALUI
BAHASA INDONESIA SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN EKSISTENSI

BAHASA INDONESIA

(Eggie Nugraha1), (Dadang Sunendar2)
Institusi/lembaga Penulis (1&2 Universitas Pendididikan Indonesia)

ABSTRAK

Sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia berfungsi sebagai lambang
kebanggaan kebangsaan, lambang identitas nasional, alat pemersatu, dan alat
komunikasi antardaerah dan antarkebudayaan. Sebagai lambang kebangsaan,
bahasa Indonesia mampu mencerminkan nilai-nilai sosial budaya yang mendasari
rasa kebanggaan kita sebagai lambang identitas nasional, bahasa Indonesia harus
kita junjung di samping bendera dan negara kita. Bahasa Indonesia juga harus
mampu sebagai alat pemersatu berbagai suku bangsa yang memiliki latar belakang
kebudayaan dan bahasa yang berbeda-beda. Bahasa Indonesia telah terbukti
mencapai keserasian hidup antar suku bangsa dalam satu bangsa, yaitu bangsa
Indonesia. Sebagai upaya menumbuhkan rasa cinta tanah air genrasi muda
diurakan permasalahan-permasalahan yang ada di Generasi Muda diantaranya 1)
Bahasa Indonesia dan Generasi Muda; 2) Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar;
3) Pennggunaan Bahasa di Generasi Muda; 4) Bahasa Indonesia di Media Sosial;
5) Peran Genari Muda dalam Upaya Eksistensi Bahasa; 6) Pengaruh Bahasa Gaul
terhadap Bahasa Indonesia; 7) Merunnya Derajat Bahasa Indonesia

Kata Kunci: Bahasa, Indonesia, Genarisi Muda

ABSTRACT
As a national language, Indonesian serves as a symbol of national pride, a symbol
of national identity, a unifying tool, and an interregional and intercultural
communication tool. As a symbol of nationality, the Indonesian language is able to
reflect the socio-cultural values that underlie our sense of pride as a symbol of
national identity, we must uphold the Indonesian language next to our flag and
country. Indonesian must also be able to become a unifying tool for various ethnic
groups with different cultural and linguistic backgrounds. Indonesian has been
proven to achieve harmony between ethnic groups in one nation, namely the
Indonesian nation. In an effort to foster a sense of love for the homeland of the
young generation, the problems that exist in the Young Generation are described,
including 1) Indonesian and the Young Generation; 2) Good and Correct
Indonesian; 3) Language Use in the Young Generation; 4) Indonesian on Social
Media; 5) The Role of Young Genari in Language Existence Efforts; 6) The Influence
of Slang on Indonesian; 7) Lowering of Indonesian Degrees

Keywords: Language, Indonesian, Young Generation

1

A. Pendahuluan terkecuali bahasa Indonesia sebagai
bahasa nasional bangsa Indonesia.
Era globalisasi ditandai, antara lain Bahasa Indonesia memegang
peranan penting pada semua aspek
dengan meningkatnya kontak budaya kehidupan sehari-hari warga negara
Indonesia dalam hal berkomunikasi.
dan komunikasi antarbangsa, Sering kali dengan alasan
mempermudah komunikasi, tidak
terutama dengan menggunakan sedikit orang menggunakan bahasa
Indonesia dengan tidak baik dan
bahasa internasional yaitu salah benar. Karena itu, perlu adanya
kepatuhan dalam penggunaan
satunya adalahah bahasa Inggris. bahasa Indonesia, agar pertahanan
bahasa Indonesia tetap terjaga,
Sehubungan dengan hal tersebut, mengingat banyak pengaruh
dikarenakan globalisasi.
kedudukan dan fungsi bahasa
Selain sebagai jati diri atau identitas
Indonesia perlu dikukuhkan karena bangsa, fungsi bahasa Indonesia yaitu
merupakan lambang kebangsaan
bahasa merupakan jati diri bangsa. nasional dan pemersatu berbagai
lapisan masyarakat yang berbeda
Hal tersebut sesuai dalam buku latar belakang sosial budaya. Seiring
dengan perkembangan zaman
Kumpulan Putusan Konggres Bahasa bahasa Indonesia mengalami
perkembangan, baik ke arah positif
Indonesia I-IX Tahun 1938- 2008, maupun negarif. Keadaan yang ada
sekarang adalah fungsi bahasa
bahwa bahasa Indonesia ditempatkan Indonesia mulai digantikan atau
tergeser oleh bahasa asing dan
sebagai alat pemersatu, pembentuk adanya perilaku yang cenderung
menyelipkan istilah asing, padahal
jati diri dan kemandirian bangsa, serta padanan dalam bahasa Indonesianya
ada, dikarenakan sikap yang
wahana komunikasi ke arah
2
kehidupan yang lebih modern dan

beradab (2011).

Era globalisasi merupakan

tantangan bagi bangsa Indonesia

untuk dapat mempertahankan diri di

tengah-tengah pergaulan

antarbangsa yang sangat rumit.

Bangsa Indonesia dituntut untuk dapat

mempersiapkan diri dengan baik dan

penuh perhitungan. Salah satu hal

yang perlu diperhatikan adalah

masalah jati diri bangsa yang

diperlihatkan melalui jati diri bahas.

Jati diri sebuah bangsa salah

satunya dapat dilihat dari bahasa, tak

menyakini bahwa akan terlihat yaitu mengadakan penelitian dengan

modern, dan terpelajar jika cara mempelajari literatur-literatur

menggunakan istilah atau bahasa yang ada hubungannya dengan

dalam berkomunikasi pada pergaulan permasalahan yang menjadi objek

sehari-hari. Hal tersebut berdampak penelitian.

pada eksistensi bahasa Indonesia. Dipilihnya metode studi

Generasi milenial ialah masaa pustaka dalam pembahasan artikel

danya peningkatan penggunaan dan ini karena penulis merasa bahwa

keakraban dengan komunikasi, media metode ini adalah metode yang

dan teknologi digital seperti sekarang paling cepat dan tepat untuk

ini. Generasi yang hidup di era menjawab masalah yang dihadapi.

milenial ini memiliki karakter yang Cepat karena proses pengumpulan

khas. Sejak di bangku sekolah sudah data dapat dilakukan dalam jangka

menggunakan gawai dan menjadikan waktu yang tidak begitu lama, dan

internet sebagai kebutuhan pokok, tepat karena tidak diperlukan akses

selalu terhubung dengan internet, khusus kepada pihak terkait (seperti

supaya dapat mengakses hal-hal baru dalam wawancara). Dengan

atau sekedar bersosialisasi dalam penggunaan metode studi pustaka

media sosial. Generasi saat ini disebut diharapkan penelitian akan

dengan generasi milenial, yaitu berlangsung secara lebih singkat

generasi yang lahir antara tahun 1980 tanpa mengabaikan masalah

sampai 2000-an. validitas karena penulis hanya akan

B. Metode Penelitian menggunakan sumber-sumber

Metode yang digunakan dalam terpercaya sebagai rujukan dalam

penelitian ini adalah metode penelitian. Sumber tersebut

kualitatif dalam bentuk studi bersumber dari buku dan

pustaka. “Studi pustaka adalah beberapa referensi terpercaya

teknik pengumpulan data dengan dari internet. Pada tahap lanjut

mengadakan studi penelaahan dilakukan pengolahan data dan atau

terhadap buku-buku, literatur- pengutipan referensi untuk

literatur, catatan-catatan, dan ditampilkan sebagai temuan

laporan-laporan yang ada penelitian, diabstraksikan untuk

hubungannya dengan masalah yang mendapatkan informasi yang utuh,

dipecahkan. Studi kepustakaan dan dinterpretasi hingga

3

menghasilkan pengetahuan untuk harus tetap mampu menunjukkan jati
penarikan kesimpulan. Adapun pada dirinya sebagai milik bangsa yang
tahap interpretasi digunakan analisis beradab dan berbudaya di tengah-
atau pendekatan, misalnya, filosofis, tengah pergaulan antarbangsa di
teologis, sufistik, tafsir, syarah, dan dunia. Hal ini sangat penting disadari,
lain-lain. (Darmalaksana, 2020). sebab modernisasi yang demikian
gencar merasuki sendi-sendi
C.Hasil Penelitian dan Pembahasan kehidupan bangsa dikhawatirkan akan
Sebagai bahasa nasional, bahasa menggerus jati diri bangsa yang
selama ini kita banggakan. Pada
Indonesia berfungsi sebagai lambang Sumpah Pemuda 1928, tepatnya butir
kebanggaan kebangsaan, lambang ketiga secara eksplisit para pemuda
identitas nasional, alat pemersatu, pada saat itu tidak sekedar untuk
dan alat komunikasi antardaerah dan mengangkat dan menyepakati bahasa
antarkebudayaan. Sebagai lambang Indonesia sebagai bahasa persatuan,
kebangsaan, bahasa Indonesia tetapi juga untuk menjunjungnya,
mampu mencerminkan nilai-nilai dimana secara tersirat mengandung
sosial budaya yang mendasari rasa makna yang sangat dalam. Artinya,
kebanggaan kita sebagai lambang bahasa Indonesia digunakan secara
identitas nasional, bahasa Indonesia cermat dan tetap memeliharanya agar
harus kita junjung di samping bendera bahasa Indonesia dapat tumbuh dan
dan negara kita. Bahasa Indonesia berkembang sebagai sarana
juga harus mampu sebagai alat komunikasi yang mantap dan
pemersatu berbagai suku bangsa sekaligus sebagai lambang jati diri
yang memiliki latar belakang bangsa Indonesia. Hal tersebut sesuai
kebudayaan dan bahasa yang dengan Undang-Undang Republik
berbeda-beda. Bahasa Indonesia Indonesia Nomor 24 tahun 2009
telah terbukti mencapai keserasian tentang Bendera, Bahasa, dan
hidup antar suku bangsa dalam satu Lambang Negara, serta lagu
bangsa, yaitu bangsa Indonesia. Kebangsaan. Pasal 25, menyatakan
bahwa: (1) Bahasa Indonesia yang
Bahasa Indonesia sesuai dengan dinyatakan sebagai bahasa resmi
fungsinya juga berperan sebagai negara dalam Pasal 36 Undang-
penyampai perasaan kepada orang undang Dasar Negara Republik
lain. Dalam kedudukannya sebagai
bahasa resmi, bahasa Indonesia 4

Indonesia Tahun 1945 bersumber dari 1) Bahasa Indonesia dan Generasi
bahasa yang diikrarkan dalam Muda
Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober Bahasa adalah suatu media yang
1928 sebagai bahasa persatuan yang
dikembangkan sesuai dengan digunakan untuk menyampaikan dan
dinamika peradaban bangsa; (2). memahami gagasan, pikiran, dan
Bahasa Indonesia sebagaimana yang pendapat. Bahasa juga media
dimaksud pada ayat (1) berfungsi komunikasi utama di dalam kehidupan
sebagai jati diri bangsa, kebanggaan manusia untuk berinteraksi. Secara
nasional, sarana pemersatu berbagai garis besar, bahasa dapat dilihat dari
bangsa, serta sarana komunikasi tiga sudut pandang, antara lain: sudut
antardaerah dan antarbudaya daerah; pandang bentuk dan sudut pandang
(3) Bahasa Indonesia sebagai bahasa makna (Martinet, 1987). Bentuk
resmi negara sebagaimana dimaksud bahasa berhubungan dengan
pada ayat (1) berfungsi sebagai keadaannya dalam mendukung
bahasa resmi kenegaraan, pengantar perannya sebagai sarana komunikasi
pendidikan, komunikasi tingkat untuk berbagai kepentingan
nasional,pengembangan kebudayaan komunikasi pemakai bahasa, dan
nasional, transaksi dan dokumentasi hubungannya dengan aspek nilai dan
niaga, serta sarana pengembangan aspek makna adalah perannya yang
dan pemanfaatan ilmu pengetahuan, terkandung dalam bentuk bahasa
teknologi, seni, dan bahasa media yang fungsinya sebagai alat
massa. komunikasi ketiga unsur tersebut
secara keseluruhan dimiliki oleh
Penanamah rasa kebanggan semua bahasa di dunia.
berbahasa Indonesi sangat diperlukan
dikalangan generasi muda. Karena Bahasa menunjukkan bangsa.
generasi muda sebagai penerus Itulah kata bijak yang sejak lama
peradaban bangsa ini. Generasi muda tertanam dalam benak kita. Bahasa
perlu menguasai bahasa Indonesia kita adalah bahasa Indonesia, bahasa
dengan baik dan benar. Berikut ini yang bukan hanya menjadi
akan diurakan permasalahan- kebanggaan dan identitas, tapi juga
permasalahan yang ada di Generasi alat persatuan yang berjasa dalam
Muda saat ini sebagai berikut. sejarah Indonesia. Namun bagaimana
sekarang? Di era milenial seperti saat
ini masihkah ada kebanggaan

5

menggunakan bahasa Indonesia? pengantar kegiatan belajar satu mata
Salah satu kelemahan orang pelajaran yang diajarkan hanya
Indonesia untuk bersaing dengan beberapa jam dalam seminggu.
orang luar negeri adalah bahasa.
Kultur bahasa Indonesia yang tidak Kehidupan dan interaksi anak
menggunakan bahasa asing sebagai muda milenial pun terlepas dari
bahasa pengantar membuat sebagian “kontaminasi bahasa”. Penggunaan
besar rakyat Indonesia hanya bisa istilah-istilah yang entah dari mana
berbahasa Indonesia. Kesadaran asalnya semakin menghilangkan
itulah yang kini mulai disadari wujud asli bahasa Indonesia. Di era
keinginan belajar dan menggunakan milenial saat ini, bahasa Indonesia
bahasa asing mulai tumbuh. Namun banyak tercampur dengan bahasa
seiring waktu keinginan belajar asing. `kids jaman now` menggantikan
bahasa asing justru membuat bahasa istilah remaja masa kini `woles` yang
Indonesia terpinggirkan. Banyak anak menggantikan santai, konon diambil
usia sekolah, terutama kaum milenial dari kata slow yang diucapkan
yang tinggal di kota besar, yang terbalik. Serta masih banyak istilah-
terlihat gagap berbahasa Indonesia. istilah yang sebelumnya tidak
Banyak diantara mereka yang bahkan terkenal. Secara umum, remaja
lebih fasih berbahasa asing daripada adalah waktu manusia berumur
berbahasa Indonesia. Mengapa itu belasan tahun. Pada masa remaja
bisa terjadi? manusia tidak dapat disebut sudah
dewasa tetapi tidak dapat pula disebut
Keinginan mempersiapkan anak anak-anak.
memasuki era globalisasi tentu boleh-
boleh saja. Namun jika itu Masa remaja adalah masa
mengorbankan jati diri bangsa apalah peralihan manusia dari anak-anak
gunanya. Namun yang terjadi tidak menuju dewasa, remaja merupakan
seperti yang diperkirakan, anak-anak peralihan antara masa anak dan masa
justru semakin asing dengan bahasa dewasa yang berjalan antara umur 12
lokal. Menjamurnya bahasa bilingual tahun sampai 21 tahun. Remaja
memperparah kondisi ini, beberapa memiliki tempat di antara anak-anak
sekolah yang berlabel “sekolah dan orang tua karena sudah tidak
Internasional” bahkan menggunakan termasuk golongan anak tetapi belum
bahasa asing sebagai bahasa juga berada dalam golongan dewasa
atau tua. Masa remja menunjukkan

6

dengan jelas sifat transisi atau menghasilkan kualitas yang baik pula.
peralihan karena remaja belum Kita perlu yakin kepada generasi
memperoleh status dewasa dan tidak muda bisa berbahasa dengan baik,
memiliki status anak. generasi muda perlu diberikan
2) Bahasa Indonesia yang Baik pemahaman terkait bahasa Indonesia
dengan baik. Kemudian diperlukannya
dan Benar kebiasaan yang baik terkai bahasa
3) Pennggunaan Bahasa di Indonesia. Generasi Milenial harus
mampu menggunakan bahasa
Generasi Muda Indonesia dengan baik dan benar
4) Bahasa Indonesia di Media sebagai bentuk perwujudan cinta
tanah air.
Sosial DAFTAR PUSTAKA
5) Peran Genari Muda dalam
Badan Pengembangan dan
Upaya Eksistensi Bahasa
6) Pengaruh Bahasa Gaul Pembinaan Bahasa. Kumpulan

terhadap Bahasa Indonesia Putusan Konggres Bahasa
7) Merunnya Derajat Bahasa
Indonesia I-IX Tahun 1938 - 2008.
Indonesia
D. Kesimpulan 2011. Jakarta: Kementerian

Penggunaan bahasa Indonesia di Pendidikan dan Kebudayaan.
kalangan remaja saat ini hampir
sudah tidak ada yang Hasan Alwi, 2011. Bahasa Indonesia
menggunakannya dengan benar,
sedikit sekali remaja yang Pemakai dan Pemakaiannya.
menggunakan bahasa Indonesia
dengan benar. Generasi muda saat ini Jakarta: Badan Pengembangan
banyak yang menggunakan bahasa
Prokem. Hal ini perlu menjadi dan Pembinaan Bahasa
renungan bagi kita semua.
Mengembalikan kecintaan terhadap Kementerian Pendidikan Nasional
bahasa Indonesia perlu ditanamkan
dengan baik. dan Kebudayaan.

Perencanaan bahasa untuk Putri, Nimas Permata. 2017.
menumbuhkan rasa cinta tanah air
perlu ditanamkan di generasi muda. Eksistensi Bahasa Indonesia pada
Perencanaan yang baik bisa
Generasi Milennial. Jurnal

Widyabastra, 5(1), 45-47.

Rahayu, Arum Putri. 2015.

Menumbuhkan Bahasa Indonesia

Yang Baik dan Benar dalam

Pendidikan dan Pengajaran. Jurnal

Paradigma, 2(1), 15-20

Undang-Undang Dasar 1945

UU No 24 Tahun 2009 Tentang

Bendera, Bahasa, dan Lambang

Negara serta Lagu Kebangsaan.

7


Click to View FlipBook Version