The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by putu.ic87, 2022-10-05 00:01:55

Topik Penilaian Investasi

Ni Luh Gede Erni Sulindawati

Luh Indrayani











































































TOPIK



Penilaian Investasi




i
UNDIKSHA UNDIKSHA
2022
2022

DAFTAR ISI





Halaman Judul
Daftar Isi


Langkah-Langkah Pembelajaran




1. Materi
1.1. Bentuk-Bentuk Investasi Aktiva Tetap

1.2. Kriteria Penilaian Investasi Aktiva Tetap

2. Rangkuman

3. Soal Latihan

4. Rubrik Penilaian




















































UNDIKSHA ii
2022

LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN





Fase 1 Pemberian rangsangan (Stimulation)
Pada awalnya pendidik menyampaikan Pendidik menjelaskan prosedur inkuiri, yaitu: (1) tujuan
dan cara mengajukan pertanyaan yang dapat dijawab ya atau tidak (yes no question), (2)
menyajikan masalah (puzzling situation).


Fase 2 Pernyataan/Identifikasi masalah (Problem Statement)
Sesudah itu pendidik meminta peserta didik Memfokuskan pebelajar pada: (1) sasaran utama
tentang Penilaian Investasi dan (2) memperluas inquiry pebelajar. Untuk lebih jelasnya pendidik
mengajak peserta didik untuk mengamati Modul Digital (PPT) tentang penilaian investasi.


Fase 3 Mengeksplorasi
Pendidik meminta peserta didik mengumpulkan data/informasi tentang bentuk-bentuk investasi
Aktiva Tetap, nilai investasi dengan metode Payback period, Net Present Value, Internal Rate of
return, dan Accounting Rate of Return, Keputusan menerima atau menolak investasi membaca
literatur


Fase IV Pengolahan data (Data Processing)
Pendidik meminta peserta didik mengorganisasikan data dan memformulasikan penjelasan
b. Meminta pebelajar mengungkapkan penjelasannya


Fase V Pembuktian (Verification)
Pendidik meminta peserta didik melakukan pemeriksanaan secara cermat untuk membuktikan
benar tidaknya hipotesis yang ditetapkan tadi dengan temuan alternative, dihubungkan engan
hasil data processing dengan cara melakukan verifikasi ke peserta


Fase VI Menarik simpulan
Meminta pebelajar menganalisis pola inkuiri yang dikerjakan



























UNDIKSHA iii
2022

Sintaks Pembelajaran




Fase Pembelajaran Aktivitas
Pendidik Peserta Didik (PD)
Pra Pembe-lajaran Menyiapkan dan memotivasi belajar Merapikan kelas, memberi,
untuk mengikuti proses salam dan menyimak manfaat
pembelajaran materi yang akan diperlajari
Menyampaikan capaian Membaca dan memahami
pembelajaran dan cakupan materi capaian pembelajaran &
cakupan materi
Fase I: Pemberian Pendidik pengajar menjelaskan Peserta didik mengikuti
rangsangan prosedur inkuiri, yaitu: (1) tujuan penjelasan dan memperhatikan
(Stimulation) dan cara mengajukan pertanyaan informasi
yang dapat dijawab ya atau tidak
(yes no question), (2) menyajikan
masalah (puzzling situation).
Fase II: Memfokuskan pebelajar pada: (1) Mengajukan pertanyaan yes-
Pernyataan/ sasaran utama tentang Penilaian no.
Identifikasi masalah Investasi dan (2) memperluas
(Problem Statement) inquiry pembelajar
Fase III: Pendidik meminta peserta didik Peserta didik mengumpulkan
Pengumpulan data mengumpulkan data/informasi data/informasi tentang bentuk-
(Data tentang bentuk-bentuk investasi bentuk investasi Aktiva Tetap,
Collection) Aktiva Tetap, nilai investasi dengan nilai investasi dengan metode
metode Payback period, Net Payback period, Net Present
Present Value, Internal Rate of Value, Internal Rate of return,
return, dan Accounting Rate of dan Accounting Rate of
Return, Keputusan menerima atau Return,, Keputusan menerima
menolak investasi membaca literatur atau menolak investasi dari
sumber yang relevan seperti
membaca literatur
Fase IV: Pendidik meminta peserta didik a. Mengorganisasikan data
Pengolahan mengorganisasikan data dan b. Mengajukan hipotesis
data (Data memformulasikan penjelasan c. Memformulasikan penjelasan
Meminta pembelajar
Processing) mengungkapkan penjelasannya
Fase V: Pendidik meminta peserta didik Peserta didik melakukan
Pembuktian melakukan pemeriksanaan secara pemeriksaan secara cermat
(Verification) cermat untuk membuktikan benar sesuai bidangnya dengan cara
tidaknya hipotesis yang ditetapkan melakukan verifikasi ke peserta
tadi dengan temuan alternative, didik yang lain.
dihubungkan engan hasil data
processing dengan cara melakukan
verifikasi ke peserta didik yang lain.
Fase VI: Meminta pebelajar menganalisis Menganalisis pola inkuiri
Menarik simpulan pola inkuiri yang dikerjakan




UNDIKSHA iv
2022

1. Materi




1.1. Bentuk-Bentuk Investasi Aktiva Tetap

Perusahaan melakukan investasi dalam aktiva tetap dengan harapan bahwa perusahaan

akan memperoleh kembali dana yang diinvestasikan tersebut. Investasi dalam aktiva tetap dapat
berbentuk tanah, bangunan-bangunan, mesin-mesin dan peralatan-peralatan lain. Keseluruhan

proses perencanaan dan pengambilan keputusan pengeluaran dana tersebut melebihi waktu
satu tahun dikatakan sebagai capital budgeting.(Riyanto, 2010; Sulindawati et al., n.d.;

Sulindawati, 2019)

Capital Budgeting mempunyai arti yang sangat penting bagi perusahaan karena (1) dana
yang dikeluarkan akan terikat untuk jangku waktu yang panjang; (2) investasi dalam aktiva tetap

menyangkut harapan terhadap hasil penjualan di waktu yang akan datang; (3) pengeluaran dana
untuk keperluan tersebut biasanya meliputi jumlah yang besar; dan (4) kesalahan dalam

pengambilan keputusan mengenai pengeluaran dana atau modal tersebut akan mempunyai
akibat yang panjang dan berat. Kesalahan dalam pengambilan keputusan di bidang ini tidak

dapat diperbaiki tanpa adanya kerugian.



Klik menuju:
Presentasi dalam format Ms. PPt



2.2. Kriteria Penilaian Investasi Aktiva Tetap
Keputusan dibidang investasi sangat penting karena akan memiliki pengaruh yang besar

terhadap perkembangan perusahaan di masa yang akan datang. Untuk menentukan layak

tidaknya suatu investasi ditinjau dari aspek keuangan perlu dilakukan pengukuran dengan
beberapa kreteria. Setiap penilaian layak diberikan nilai yang standar untuk usaha yang sejenis

dengan cara membandingkan dengan rata-rata industri atau target yang telah ditentukan. Dalam
prakteknya beberapa kreteria dapat digunakan untuk menentukan apakah suatu usaha layak

atau tidak untuk dijalankan ditinjau dari aspek keuangan. Kreteria ini sangat tergantung dari
kebutuhan masing-masing perusahaan dan metode mana yang digunakan. Setiap metode yang

digunakan mempunyai kelebihan dan kelemahannya masing-masing. Dalam penilaian suatu

usaha hendaknya penilai menggunakan beberapa metode sekaligus. Artinya semakin banyak
metode yang digunakan, maka semakin memberikan gambaran yang lengkap sehingga

diharapkan memberikan hasil yang akan diperoleh menjadi lebih sempurna.



UNDIKSHA 5
2022

Ada beberapa cara penilaian usulan investasi didasarkan pada aliran kas (cash Flow) dan

bukan pada keuntungan yang dilaporkan dalam buku karena untuk mendapatkan keuntungan
tambahan, kita harus mempunyai kas untuk ditanamkan kembali. Kita mengetahui bahwa

keuntungan yang dilaporkan dalam buku belum pasti dalam bentuk kas, sehingga dengan

demikian perusahaan dapat mempunyai jumlah kas yang lebih besar, atau lebih kecil daripada
jumlah keuntungan yang dilaporkan dalam buku. Setiap usulan pengeluaran modal selalu

mengandung dua macam aliran kas (cash Flow) yaitu aliran kas keluar netto yaitu kas yang
diperlukan untuk investasi baru dan aliran kas netto yaitu sebagai hasil dari investasi baru tersebut

yang sering disebut proceeds. Proceeds dapat dihitung dari Earning After taxes ditambah

penyusutan.
Adapun kreteria yang biasa digunakan untuk menentukan kelayakan suatu usaha atau

investasi adalah :(1) Payback Period (PP), (2) Average Rate Of Return (ARR), (3)Net Present

Value (NPV), (4) Internal Rate Of Return (IRR), (5) Profitability Index (PI), dan (6) Serta berbagai
rasio keuangan seperti ratio likuiditas, solvabilitas, aktivitas dan profitabilitas (Riyanto : 1995).

Penggunaan rasio keuangan ini sebaiknya digunakan atas pemberian pinjaman kepada usaha
yang sudah pernah berjalan sebelumnya atau sedang berjalan.

1. Payback Period (PP)

Metode ini mencoba mengukur seberapa cepat investasi bisa kembali. Karena itu
satuan hasilnya bukan persentase, tetapi satuan waktu ( bulan, tahun, dan sebagainya). Kalau

perode payback ini lebih pendek daripada yang disyaratkan, maka proyek dikatakan
menguntungkan, sedangkan kalau lebih lama proyek ditolak. Karena metode ini mengukur

cepatnya suatu investasi bisa kembali, maka dasar yang dipergunakan adalah aliran kas,

bukan laba, untuk itu harus terlebih dahulu dihitung aliran kas dari proyek tersebut.
Masalah utama dari metode ini adalah sulitnya menentukan periode payback

maksimum yang disyaratkan, untuk dipergunakan sebagai angka pembanding, memang tidak
ada pedoman yang bisa dipakai untuk menentukan payback maksimum ini. Dalam prakteknya

yang dipergunakan adalah payback umumnya dari perusahaan-perusahaan yang sejenis.
Kelemahan dari metode ini antara lain diabaikannya nilai waktu dari uang, dan diabaikannya

aliran kas setelah periode payback.

Meskipun diakui adanya kelemahan-kelemahan metode ini, dalam prakteknya
masih banyak organisasi yang menggunakan metode payback period sebagai pelengkap






UNDIKSHA 6
2022

penilaian investasi. Cara ini terutama dipergunakan untuk perusahaan-perusahaan yang

menghadapi problem likuiditas atau kelancaran keuangan jangka pendek.


2. Metode Average Rate Of Return

Metode ini mengukur tingkat keuntungan rata-rata yang diperoleh dari suatu investasi.
Angka yang diperlukan adalah laba setelah pajak dibandingkan dengan total atau average

invesment. Hasil yang diperoleh dinyatakan dalam persentase. Angka ini kemudian
dibandingkan dengan tingkat keuntungan yang disyaratkan. Apabila lebih besar daripada

tingkat keuntungan yang dipersyaratkan, maka proyek dikatakan menguntungkan, apabila

lebih kecil daripada tingkat keuntungan yang dipersyaratkan proyek ditolak.
Misalkan suatu proyek memerlukan investasi untuk aktiva tetap sebesar Rp.

800.000.000 dan Rp. 200.000.000,- untuk modal kerja. Aktiva tetap ini ditaksir mempunyai
umur ekonomis 8 tahun, tanpa nilai sisa dan disusut dengan metode garis lurus. Penghasilan

dan penjualan ditaksir sebesar 1.500.000.000,- per tahun. Biaya-biaya operasional tunai,
diperkirakan per tahun sebesar Rp. 1.000.000.000,-. Tarif sebesar 35%.

Untuk menghitung average rate of returnnya, kita perlu hitung terlebih dahulu laba setelah

pajak investasi ini

Klik menuju:
Perhitungan dalam format Ms. Excel


Penghasilan dari penjualan.................................................Rp. 1.500.000.000,-

Biaya-biaya:
Operasional yang tunai.......................Rp. 1.000.000.000

Penyusutan ( Rp. 800.000.000/8)= 100.000.000

Rp. 1.100.000.000,-
Laba Sebelum pajak........................................................ 400.000.000,-

Pajak (35%)..................................................................... 140.000.000,-
Laba Setelah Pajak.......................................................... Rp. 260.000.000,-

Dengan demikian maka rate of return pada setiap tahunnya adalah:
Rp. 260.000.000,- x 100% = 26%

Rp. 1.000.000.000,-





UNDIKSHA 7
2022

Karena laba setelah pajak yang diperoleh setiap tahunnya sama, maka average rate

of retunnya juga sama dengan 26%. Angka 26% ini merupakan angka yang diperoleh dari

initial invesment, yaitu Rp. 1.000.000.000,-. Beberapa analis berpendapat bahwa yang
dipergunakan lebih baik pengertian average invesmnet. Kalau menggunakan average

invesment, maka dihitung berapa rata-rata dana yang tertanam pada investasi tersebut.
Investasi pada aktiva tetap berkurang setiap tahunnya dengan Rp. 100.000.000,- karena

penyusutan. Denngan demikian, maka dana yang tertanam dalam investasi aktiva tetap

tersebut rata-rata adalah ( Rp 800.000.000 + 700000.000 + 600.000.000+500.000.000
+400.000.000 +300.000.000 +200.000.000 +100.000.000 +0)/9 = Rp. 400.000.000,-.

Sedangkan untuk modal kerjanya tetap tidak berubah, yaitu sebesar Rp. 200.000.000,-.
Dengan demikian, rata-rata dana yang tertanam pada investasi adalah Rp. 400.000.000,-

+ 200.000.000= Rp. 600.000.000,-
Sehingga, rata –rata tingkat keuntungan dari rata-rata investasi adalah

Rp. 260.000.000,- x 100% = 43,33%.

Rp. 600.000.000,-
Metode ini sangat sederhana, sehingga mudah digunakan, tetapi mengandung kelemahan

yaitu diabaikannya nilai waktu dari uang, dan digunakannya konsep laba akuntansi dan
bukan kas, dimana kas masuk dan kas keluar tidak selalu terjadi sesuai dengan pengakuan

biaya dan penghasilan.


3. Net Present Value (NPV)

Metode ini menghitung selisih antara nilai sekarang investasi dengan nilai sekarang
penerimaan-penerimaan kas bersih (operasional maupun terminal cash flow) dimasa yang

akan datang. Untuk menghitung nilai sekarang tersebut perlu ditentukan terlebih dulu tingkat

bunga yang dianggap relevan. Ada beberapa konsep untuk menghitung tingkat bunga yang
dianggap relevan. Pada dasarnya tingkat bunga tersebut adalah tingkat bunga pada saat kita

menganggap keputusan investasi masih terpisah dari keputusan pembelanjaan ataupun
waktu kita mulai mengaitkan keputusan investasi dengan keputusan pembelanjaan. Apabila

nilai sekarang penerimaan-penerimaan kas bersih dimasa yang akan datang lebih besar dari
nilai sekarang investasi, maka proyek ini dikatakan menguntungkan sehingga diterima.




UNDIKSHA 8
2022

Sedangkan apabila lebih kecil (NPV negative), proyek ditolak karena dinilai tidak

menguntungkan.
4. Internal Rate Of Return (IRR)

Metode ini menghitung tingkat bunga yang menyamakan nilai sekarang investasi dengan

nilai sekarang penerimaan-penerimaan kas bersih dimasa mendatang. Apabila tingkat suku
bunga ini lebih besar daripada tingkat bunga relevan (tingkat keuntungan yang disyaratkan),

maka investasi dikatakan menguntungkan , kalau lebih kecil dikatakan merugikan.


5. Profitability Index (PI)

Metode ini menghitung perbandingan antara nilai sekarang penerimaan-penerimaan
kas bersih dimasa datang dengan nilai sekarang investasi. Kalau Profitability Index (PI)-nya

lebih besar dari 1, maka proyek dikatakan menguntungkan, tetapi kalau kurang dikatakan tidak
menguntungkan. Kalau terdapat lebih dari satu investasi dapat dihitung PI gabungannya.

Sebagaimana metode NPV, maka metode ini perlu menentukan terlebih dulu tingkat bunga
yang akan dipergunakan

Berikut ini diberikan ilustrasi penggunaan metode penilaian ivsetasi tersebut diatas.

PT Makmur mengajukan dua proposal proyek untuk dianalisis. Data tentang kedua proposal
proyek tersebut adalah sebagai berikut:


Proyek A Proyek B

Kebutuhan Investasi RP. 250.000.000 RP. 200.000.000

Nilai Residu 50.000.000 Nihil
Umur Ekonomis 5 tahun 5 tahun

Bunga Modal 15% 15%
Pola Penjualan untuk lima tahun mendatang sebagai berikut:

Proyek A Proyek B

Tahun 1 Rp. 525.000.000 Rp. 400.000.000
Tahun 2 400.000.000 400.000.000

Tahun 3 550.000.000 200.000.000
Tahun 4 450.000.000 250.000.000

Tahun 5 150.000.000 250.000.000





UNDIKSHA 9
2022

Biaya dan pajak yang harus diperhitungkan dari masing-masing proyek setiap tahun adalah
sebagai berikut:

Proyek A Proyek B

Biaya tetap per tahun Rp. 100.000.000 Rp.75.000.000
Biaya Variabel 60% 50%

Pajak Keuntungan 40% 40%
Dalam biaya tetap sudah termasuk biaya penyusutan dan biaya bunga baik untuk proyek A

dan Proyek B


Dari data tersebut dihitung dulu Proceed untuk kedua proyek, seperti berikut ini:

Pola EAT Proyek A
Biaya
Tahun Penjualan Variabel Biaya Tetap EBT Pajak 40% EAT

1 525,000,000 315,000,000 100,000,000 110,000,000 44,000,000 66,000,000

2 400,000,000 240,000,000 100,000,000 60,000,000 24,000,000 36,000,000

3 550,000,000 330,000,000 100,000,000 120,000,000 48,000,000 72,000,000

4 450,000,000 270,000,000 100,000,000 80,000,000 32,000,000 48,000,000

5 150,000,000 90,000,000 100,000,000 (40,000,000) - (40,000,000)
Pola EAT Proyek B
Biaya
Tahun Penjualan Variabel Biaya Tetap EBT Pajak 40% EAT

1 400,000,000 200,000,000 75,000,000 125,000,000 50,000,000 75,000,000

2 400,000,000 200,000,000 75,000,000 125,000,000 50,000,000 75,000,000

3 200,000,000 100,000,000 75,000,000 25,000,000 10,000,000 15,000,000

4 250,000,000 125,000,000 75,000,000 50,000,000 20,000,000 30,000,000

5 250,000,000 125,000,000 75,000,000 50,000,000 20,000,000 30,000,000

Pola Proceed Proyek A Pola Proceed Proyek B

Tahun EAT Penyusutan Proceed EAT Penyusutan Proceed

1 66,000,000 40,000,000 106,000,000 75,000,000 40,000,000 115,000,000

2 36,000,000 40,000,000 76,000,000 75,000,000 40,000,000 115,000,000

3 72,000,000 40,000,000 112,000,000 15,000,000 40,000,000 55,000,000

4 48,000,000 40,000,000 88,000,000 30,000,000 40,000,000 70,000,000

5 (40,000,000) 90,000,000 50,000,000 30,000,000 40,000,000 70,000,000








UNDIKSHA 10
2022

Setelah mengetahui Proceed kita dapat menerapkan metode-metode tersebut diatas.

a. Metode Payback period

Dari proceed masing-masing proyek tersebut dapat dihitung payback periodnya masing-
masing.


Pola Proceed
Proyek A Pola Proceed Proyek B


Tahun 1 106,000,000 Tahun 1 115,000,000

Tahun 2 76,000,000 Total Out lay 200,000,000

Jumlah 182,000,000 kekurangan 85,000,000

Total Out lay 250,000,000

kekurangan 68,000,000

X 12 X 12
Waktu = 68,000,000 bulan Waktu = 85,000,000 bulan

112,000,000 115,000,000

Waktu = 7.29 bulan Waktu = 8.87 bulan

Payback Period Payback Period Proyek
Proyek A = 2 tahun 7.29 bulan B = 1 tahun 8.87 bulan



Setelah payback period dapat dihitung, maka tahap berikutnya ialah membandingkan

payaback period dari investasi yang diusulkan itu dengan maksimum payback period yang
dapat diterima. Apabila payback period dari suatu investasi yang diusulkan lebih pendek

daripada periode period maksimum maka usulan investasi dapat diterima. Sebaliknya kalau

payback periodnya lebih panjang daripada periode period maksimum maka usulan investasi
tidak dapat diterima. Konsep ini didasarkan pada pertimbangan likuiditas perusahaan atau

menghindari seajuh mungkin unsure ketidak pastian yang ada pada suatu investasi.
Selanjutnya apabila kita harus memilih salah satu dari beberapa usul investasi atas dasar

metode ini maka akan dipilih usul investasi yang mampunyai payback period yang paling

pendek. Jadi dari contoh usalan investasi tersebut diatas akan diplih proyek B yang memiliki
Payabck period yang lebih pendek.






UNDIKSHA 11
2022

b. Metode Net Present Value
Dalam Metode ini proceeds yang digunakan dalam menghitung NPV adalah proceeds

nilai sekarang dari discount rate yang ditetapkan. Misalkan Discount rate ditentukan sebesar

15% maka perhitungan net present value dapat dilakukan sebagai berikut:


Net Present value
Proyek A

Proceed D F 15% PV

106,000,000 0.870 92,220,000

76,000,000 0.756 57,456,000

112,000,000 0.658 73,696,000

88,000,000 0.572 50,336,000

50,000,000 0.497 24,850,000


PV Proceeds 298,558,000

PV Outlay 250,000,000

NPV 48,558,000
Net Present Value
Proyek B
Proceed D F 15% PV

115,000,000 0.870 100,050,000

115,000,000 0.756 86,940,000

55,000,000 0.658 36,190,000

70,000,000 0.572 40,040,000

70,000,000 0.497 34,790,000


PV Proceeds 298,010,000

PV Outlay 200,000,000

NPV 98,010,000




UNDIKSHA 12
2022

Proyek yang dipilih berdasarkan NPV adalah proyek B


C. Profitablity Indeks
Profitability Indek (PI)
Proyek A Proyek B


298,558,000 298,010,000
250,000,000 = 1.19 200,000,000 = 1.49

PI Gabungan = Rp. 596.568.000 = 1,33
450.000.000


Dari PI masing-masing proyek dan PI gabungan dapat diterima karena menghasilkan PI gabungan yang

lebih besar dari 1.

D. Internal Rate of Return (IRR)

Internal Rate of Return
Proyek A
Proceed D F 23% PV Proceed D F 25% PV

106,000,000 0.813 86,178,000 106,000,000 0.800 84,800,000

76,000,000 0.661 50,236,000 76,000,000 0.640 48,640,000

112,000,000 0.537 60,144,000 112,000,000 0.512 57,344,000

88,000,000 0.437 38,456,000 88,000,000 0.410 36,080,000

50,000,000 0.355 17,750,000 50,000,000 0.328 16,400,000

PV PV
Proceeds 252,764,000 Proceeds 243,264,000
PV PV
Outlay 250,000,000 Outlay 250,000,000

NPV 2,764,000 NPV (6,736,000)

Total PV 23% = 252,764,000
Total PV 25% = 243,264,000
Selisih 2 %
= 9,500,000

IRR = 2,764,000 X 2% = 0.58% +23% = 23.58%





UNDIKSHA 13
2022

9,500,000


Proyek B
Proceed D F 35% PV Proceed D F 40% PV

115,000,000 0.741 85,215,000 115,000,000 0.714 82,110,000

115,000,000 0.549 63,135,000 115,000,000 0.510 58,650,000

55,000,000 0.406 22,330,000 55,000,000 0.364 20,020,000

70,000,000 0.301 21,070,000 70,000,000 0.260 18,200,000

70,000,000 0.223 15,610,000 70,000,000 0.186 13,020,000

PV PV
Proceeds 207,360,000 Proceeds 192,000,000

PV Outlay 200,000,000 PV Outlay 200,000,000

NPV 7,360,000 NPV (8,000,000)


Total PV 35% = 207,360,000

Total PV 40% = 192,000,000
Selisih 5 %
= 15,360,000



IRR = 7,360,000 X 5% = 2.40% +35% = 37.40%

15,360,000

Proyek yang sebaiknya dipilih adalah proyek B karena menghasilkan IRR yang lebih besar.










KATA KUNCI







UNDIKSHA 14
2022

Payback Period, Average Rate Of Return , Net Present Value, Internal Rate Of Return,

Profitability Index






2. Rangkuman




Investasi dalam aktiva tetap dapat berbentuk tanah, bangunan-bangunan, mesin-mesin

dan peralatan-peralatan lain. Keseluruhan proses perencanaan dan pengambilan keputusan

pengeluaran dana tersebut melebihi waktu satu tahun dikatakan sebagai capital budgeting.
Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk melakukan penilaian terhadap investasi

dalam aktiva tetap antara lain:
1. Payback Period (PP) merupakan metode yang mendasarkan pada jumlah tahun yang

diperlukan untuk mengembalikan investasi awal. Kelemahan metode ini adalah
mengabaikan penerimaan setelah payback tercapai dan mengabaikan konsep time value

of money.

2. Average Rate of Return (ARR) merupakan metode yang mengukur tingkat keuntungan rata-
rata yang diperoleh dari suatu investasi. Angka yang diperlukan adalah laba setelah pajak

dibandingkan dengan total atau average invesment.

3. Net Present Value (NPV) merupakan metode yang mendasarkan pada nilai sekarang dari
pengembalian masa depan yang didiskontokan pada tariff biaya modal. Metode NPV

mengatasi kelemahan dari metode payback.
4. Internal Rate of Return (IRR) merupakan metode yang didasarkan pada tingkat suku bunga

yang menyeimbangkan nilai sekarang dari pengembalian masa depan dengan total biaya
investasi.

5. Profitability Index (PI) merupakan metode ini menghitung perbandingan antara nilai

sekarang penerimaan-penerimaan kas bersih dimasa datang dengan nilai sekarang
investasi








UNDIKSHA 15
2022

3. Soal Latihan




Pertanyaan


1. PT Sanur Jaya sedang mempertimbangkan proyek investasi yang membutuhkan dana

investasi sebesar Rp. 600.000.000,-. Dana tersebut akan digunakan untuk pembelian
aktiva tetap. Umur investasi diperkirakan 5 tahun. Proyeksi penjualan selama umur

investasi adalah sebagai berikut.


Tahun Omzet Penjualan Total Biaya


1 Rp. 500.000.000 245.000.000
2 Rp. 640.000.000 231.000.000
3 Rp. 480.000.000 207.000.000
4 Rp. 620.000.000 358.000.000
5 Rp. 560.000.000 269.000.000


Apabila tingkat pajak yang diperhitungan sebesar 30%, dan metode penyusutan

digunakan garis lurus.

Ditanyakan :
a. Pola EAT selama usia Investasi

b. Metode Payback Period

c. Net Present Value pada discount rate 20%
d. Internal Rate of return

e. Jelaskan apakah investasi itu layak digunakan.


2. PT Santika Sejati sedang mempertimbangkan proyek investasi yang membutuhkan dana
investasi sebesar Rp. 300.000.000,-. Dana tersebut akan digunakan untuk pembelian






UNDIKSHA 16
2022

aktiva tetap. Umur investasi diperkirakan 5 tahun. Proyeksi penjualan selama umur

investasi adalah sebagai berikut.


Tahun Omzet Penjualan Total Biaya


1 Rp. 200.000.000 145.000.000
2 Rp. 340.000.000 191.000.000
3 Rp. 480.000.000 200.000.000
4 Rp. 320.000.000 108.000.000
5 Rp. 360.000.000 129.000.000


Apabila tingkat pajak yang diperhitungkan sebesar 20%, dan metode penyusutan

digunakan garis lurus.

Ditanyakan :
a. Pola EAT selama usia Investasi

b. Metode Payback Period
c. Net Present Value pada discount rate 14%

d. Internal Rate of return
e. Jelaskan apakah investasi itu layak digunakan.


3. PT Sejahtera mengajukan dua porposal proyek untuk dianalisis. Data tentang kedua

proposal proyek tersebut adalah sebagai berikut:


Proyek A Proyek B

Kebutuhan Investasi RP. 250.000.000 RP. 200.000.000
Nilai Residu 50.000.000 Nihil

Umur Ekonomis 5 tahun 5 tahun

Bunga Modal 16% 16%
Pola Penjualan untuk lima tahun mendatang sebagai berikut:

Proyek A Proyek B
Tahun 1 Rp. 475.000.000 Rp. 300.000.000

Tahun 2 375.000.000 425.000.000
Tahun 3 550.000.000 200.000.000




UNDIKSHA 17
2022

Tahun 4 450.000.000 250.000.000

Tahun 5 150.000.000 250.000.000
Biaya dan pajak yang harus diperhitungkan dari masing-masing proyek setiap tahun adalah

sebagai berikut.


Proyek A Proyek B

Biaya tetap per tahun Rp. 100.000.000 Rp.75.000.000
Biaya Variabel 60% 50%

Pajak Keuntungan 40% 40%

Dalam biaya tetap sudah termasuk biaya penyusutan dan biaya bunga baik untuk proyek A
dan Proyek B


Ditanyakan:

1. Tentukan Proceed untuk kedua proyek
2. Tentukan proyek yang dipilih berdasarkan PayBack Period

3. Tentukan proyek yang dipilih berdasarkan NPV (discount rate 16%)

4. Hitunglah Profitability indek kedua proyek
5. Kesimpulan yang dapat diambil jika kedua proyek bersifat contingent? Dengan asumsi

dana cukup tersedia























UNDIKSHA 18
2022

4. Referensi







Riyanto, B. (2010). Dasar-dasar pembelanjaan perusahaan / Bambang Riyanto. In 1.
MANAJEMEN KEUANGAN,Dasar-dasar pembelanjaan perusahaan / Bambang Riyanto

(Vol. 2001, Issue 2001, pp. 1–99). https://doi.org/2001
Sulindawati, N.L.G. E, Yuniarta, A. G., & Purnamawati, I. G. A. (n.d.). Manajemen Keuangan

Sebagai Dasar Pengambilan Kepuutusan Bisnis (Depok: Pt Raja Grafindo. Persada, 2017),
h.38-39.

Sulindawati, Ni.Luh Gede Erni. (2019). Materi Manajemen Keuangan.

Https://Elearning.Undiksha.Ac.Id/Course/Info.Php?Id=3408.















































UNDIKSHA 19
2022


Click to View FlipBook Version