The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Destrina Sinambela, 2023-05-25 20:56:38

MODUL KELOMPOK 7 BELA DIRI

MODUL KELOMPOK 7 BELA DIRI

BELA DIRI Novi kristina Purba Nabilla Destrina Sinambela Vitri Yashinta Pardosi BELA DIRI Modul Bela Diri untuk anak SD


Modul PJOK BELA DIRI MATA KULIAH TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI 1 Modul PJOK, BELA DIRI MODUL BELA DIRI Untuk anak SD PGSD C UNIMED PENYUSUN DESTRINA SINAMBELA VITRI YASHINTA PARDOSI NABILLA NOVI KRISTINA PURBA DOSEN PENGAMPU Dr. Winara.,S.Si.,M.Pd


Modul PJOK BELA DIRI MATA KULIAH TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI 2 DAFTAR ISI PENYUSUN................................................................................................................................................ 2 DAFTAR ISI................................................................................................................................................ 3 PETA KONSEP.......................................................................................................................................... 5 PENDAHULUAN ...................................................................................................................................... 6 A. Identitas Modul..............................................................................................................6 B. Kompetensi Dasar..........................................................................................................6 C. Deskripsi Singkat Materi ...............................................................................................6 D. Petunjuk Penggunaan Modul.........................................................................................6 E. Materi Pembelajaran......................................................................................................7 KEGIATAN PEMBELAJARAN.............................................................................................................. 8 A. Tujuan Pembelajaran .....................................................................................................8 B. Uraian Materi.................................................................................................................8 C. Penugasan Mandiri ......................................................................................................18 D. Latihan Soal.................................................................................................................20 E. Penilaian Diri...............................................................................................................21 EVALUASI................................................................................................................................................22 DAFTAR PUSTAKA...............................................................................................................................26


Modul PJOK BELA DIRI MATA KULIAH TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI 3 PETA KONSEP TAKTIK MENYERANG SERANGAN LANGSUNG SERANGAN TIDAK LANGSUNG BERTAHAN BERTAHAN PASIF BERTAHAN AKTIF


Modul PJOK BELA DIRI MATA KULIAH TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI 4 PENDAHULUAN A. Identitas Modul Mata Pelajaran : Pendidikan Jasmani Olahraga dan KesehatanMateri Belajar : Dasar dasar Bela Diri dan Keselamatan Judul Modul : Modul Bela Diri Untuk anak sd B. Kompetensi Dasar 3.5 Menganalisis konsep latihan dan pengukuran komponen kebugaran jasmani terkait bela diri 4.5 Mempraktikkan hasil analisis konsep latihan dan pengukuran komponen kebugaran jasmani terkait bela diri C. Deskripsi Singkat Materi “Mensana in Corpore Sano” artinya Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Ungkapan tersebut tentu benar jika kita dalam keadaan sehat dan bugar. Untuk itu mari kita menjaga kebugaran jasmani kita. Manfaat yang bisa kita dapatkan bila kebugaran jasmani kita bagus adalah : (1) mencegah terjadinya obesitas, (2) mencegah terjadinya penyakit jantung, (3) mencegah terjadinya penyakit diabetes, (4) menurunkan tekanan darah tinggi, (5) menambah kecerdasan otak, (6) menurunkan resiko terserang kanker, (7) membuat awet muda, (8) meningkatkan kualitas fisik. Seni bela diri adalah seni yang timbul sebagai salah satu cara seseorang untuk mempertahankan atau membela diri, yang mengutamakan ketahanan dan kekuatan fisik. Seni bela diri telah lama ada dan berkembang dari masa ke masa D. Petunjuk Penggunaan Modul Salam PJOK ... Salam olahraga ... Salam sehat ... Kebermanfaatan modul ini bergantung sepenuhnya dari cara kalian menggunakan dan memanfaatkannya. Agar pembelajaran yang dilakukan dapat berhasil secara optimal, maka baca dan pelajari petunjuk penggunaan modul di bawah ini secara cermat. 1. Pelajari modul ini secara berurutan halaman demi halaman. Jangan mamaksakan diri untuk menyelesaikan modul ini, sebelum menguasai bagian demi bagian dalam modul ini secara baik; 2. Modul ini dapat kalian pelajari secara mandiri atau berkelompok (di sekolah maupun di luar sekolah), melalui diskusi, demonstrasi, simulasi atau tanya jawab; 3. Pelajari modul ini dengan membaca, melihat dan mengamati contoh-contoh dari gambar atau jika memungkinkan, kalian dapat mengakses informasi dari website yang tertulis pada modul ini;


Modul PJOK BELA DIRI MATA KULIAH TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI 1 4. Pelajari sumber-sumber belajar lainnya tentang pembelajaran atau latihan berkenaan dengan materi pokok. Pilihlah materi yang tepat dan sesuaikan dengan kompetensi serta tujuan pembelajaran yang diharapkan; 5. Jika ada kesulitan dalam mempelajari modul ini, kalian bisa berdiskusi dengan teman. Jika belum mendapatkan jawaban yang memuaskan, tanyakan kepada guru atau sumber lainnya yang ada di sekitar kalian; 6. Setiap kegiatan belajar dilengkapi dengan tugas mandiri, latihan soal, dan penilaian diri untuk lebih menguasai materi pembelajaran. Kerjakan tugas mandiri, latihan soal, dan penilaian diri yang ada pada modul ini; 7. Apabila hasil tugas mandiri, latihan, dan peniaian diri yang kalian lakukan belum mencapai target 70% dari setiap kegiatan, maka kalian harus mengulang mempelajari kegiatan pembelajaran yang belum tuntas; 8. Untuk mengukur pencapaian target pembelajaran keseluruhan dari modul ini kalian harus mengerjakan evaluasi di akhir pembelajaran modul; 9. Kalian dapat melihat pembahasan dan jawaban terkait tugas mandiri, latihan soal, dan evaluasi di halaman akhir setiap kegiatan pembelajaran/evaluasi setelah kalian selesai mengerjakannya (Ingat! kerjakan semua tugas terlebih dahulu); 10. Jangan lupa untuk melakukan pemanasan/pendinginan dan peregangan otot/persendian secara baik dan benar, setiap kalian melakukan aktivitas latihan fisik agar terhindar dari cedera. E. Materi Pembelajaran Modul ini dikemas dalam 1 kegiatan pembelajaran dan di dalamnya terdapat uraian materi, contoh soal, soal latihan dan soal evaluasi. Kebugaran jasmani Seni bela diri adalah seni yang timbul sebagai salah satu cara seseorang untuk mempertahankan atau membela diri, yang mengutamakan ketahanan dan kekuatan fisik. Seni bela diri telah lama ada dan berkembang dari masa ke masa


Modul PJOK BELA DIRI MATA KULIAH TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI 2 KEGIATAN PEMBELAJARAN A. Tujuan Pembelajaran 1) Memberikan pemahaman bagi siswa pentingnya untuk mengetahui sejarah pencak silat. 2) Memberikan pengetahuan berkaitan dengan praktek teknik pengenalan dari yang telah dipelajari. 3) Mahasiswa dapat mengembangkan teknik pencak silat yang telah dipelajari. 4) Memperkenalkan konsep bela diri kepada anak-anak SD. 5) Mengajarkan teknik-teknik dasar bela diri yang sederhana dan efektif. 6) Meningkatkan keterampilan fisik, koordinasi, dan konsentrasi anak-anak. 7) Mengajarkan nilai-nilai etika dan keselamatan dalam praktik bela diri. B. Uraian Materi 1. Bela diri Pencak silat merupakan olahraga bela diri asli Indonesia yang diwariskan oleh nenek moyang secara turun temurun sebagai budaya bangsa Indonesia yang perlu dilestarikan, dibina dan dikembangkan. Dalam kamus besar bahasa Indonesia, pencak silat memiliki pengertian 'permainan' (keahlian) dalam mempertahankan diri dengan kepandaian menangkis, menyerang, dan pembelaan diri, baik dengan atau tanpa senjata. Abdus Syukur (dalam Maryono, 1998) menyatakan: pencak silat adalah gerakan langkah keindahan dengan menghindar, yang disertakan gerakan berunsur komedi, pencak silat dapat dipertontonkan sebagai sarana hiburan, sedangkan silat adalah unsur teknik bela diri menangkis, menyerang, dan mengunci yang tidak dapat diperagakan di depan umum. Kemudian ketua IPSI yang pertama Mr. Wongsonegoro mengatakan bahwa pencak silat adalah gerakan serang bela yang berupa tari dan berirama dengan berupa peraturan adat kesopanan tertentu yang bisa dipertontonkan di depan umum. Silat adalah inti sari dari pencak, ilmu untuk perkelahian atau membela diri mati-matian yang tidak dapat dipertontonkan di depan umum. Pada tahun 1975 PB IPSI beserta BAKIN mendefinisikan pencak silat adalah hasil budaya manusia Indonesia untuk membela, mempertahankan eksistensi (kemandiriannya) dan integritasnya (manunggal) terhadap lingkungan hidup sekitarnya guna mencapai keselarasan hidup dalam meningkatkan iman & taqwa terhadap Tuhan YME. Pencak silat Indonesia sudah ada sejak abad ke-7, yang merupakan hasil pengembangan


Modul PJOK BELA DIRI MATA KULIAH TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI 3 dan keterampilan suku asli di Indonesia dalam berburu dan perang dengan menggunakan alat perang seperti parang, perisai, dan tombak yang tujuannya untuk membela diri dan mempertahankan diri. Memasuki masa kemerdekaan, sejarah pencak silat di Indonesia tercatat terus mengalami perkembangan. Hingga dibentuk organisasi resmi Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSSI) pada 10 Mei 1948 di Surakarta melalui musyawarah para pendekar di masa tersebut. Saat organisasi IPSSI ini diketuai oleh Mr. Wongsonegoro, kemudian berubah nama menjadi IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia) dan menjadi nama organisasi yang dikenal masyarakat sampai sekarang. 2. Gerakan Dasar Bela Diri A. Posisi dan Keseimbangan a) Posisi Kaki yang Kokoh dan Stabil Salah satu aspek yang penting dalam Pencak Silat adalah kuda-kuda, posisi kaki yang merupakan dasar dari gerakan dan teknik dalam seni bela diri ini. Kuda-kuda dalam Pencak Silat memainkan peran yang vital dalam memberikan stabilitas, keseimbangan, dan kekuatan pada setiap gerakan. Kuda-kuda dalam Pencak Silat sangat beragam, dan masing-masing memiliki karakteristik yang unik.Posisi kaki yang kuat dan tegap memberikan dasar yang solid bagi praktisi Pencak Silat untuk melakukan serangan, pertahanan, dan pergerakan yang efektif. Kuda-kuda terbagi jadi 6 jenis, yaitu: 1. Kuda-kuda Tengah Posisi kuda-kuda ini memanfaatkan berat badanmu sebagai tumpuan. Untuk melakukan kuda-kuda tengah, posisi kedua kaki harus terbuka lebar dan dalam kondisi tertekuk. 2. Kuda-kuda Depan Gerakan kuda-kuda selanjutnya adalah kuda-kuda depan. Berbeda dari kuda-kuda tengah yang menumpukan berat badan bagian tengah, kuda-kuda ini menggunakan tumpuan kaki depan. Untuk teknik ini, posisikan salah satu kaki ke bagian depan. Telapak kaki harus dalam kondisi lurus mengarah ke depan. Sedangkan kaki belakang memiliki posisi lurus. 3. Kuda-kuda Belakang Selain kuda-kuda depan dan kuda-kuda tengah, jenis kuda-kuda belakang juga lumayan banyak digunakan. Ada 2 variasi buat posisi kuda-kuda ini:


Modul PJOK BELA DIRI MATA KULIAH TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI 4 • Yang pertama adalah posisi kaki mirip dengan posisi kuda-kuda depan. Tapi, tumpuan berat badan berada di kaki bagian belakang • Yang kedua pun menggunakan kaki belakang sebagai tumpuan berat badan. Bedanya, posisi tumit dari kaki tumpuan itu tegak dan setara dengan pinggul. Posisi badan juga condong ke bagian depan sambil berjinjit hingga menampakkan tumit. 4. Kuda-kuda Samping Untuk teknik ini, tekuk salah satu kaki di bagian depan. Sedangkan, kaki yang lain diposisikan lurus ke arah samping. Kuda-kuda ini banyak digunakan saat kamu akan meluncurkan jurus tendangan. 5. Kuda-kuda Silang Depan Untuk teknik dasar pencak silat satu ini, posisi kaki bertumpu pada silangan kaki di bagian depan. Buat melakukan teknik kuda-kuda ini, kamu perlu menginjakkan kaki kiri ke arah depan atau belakang. 6. Kuda-kuda Silang Belakang Berlawanan dari teknik kuda-kuda silang depan, kuda-kuda silang belakang dilakukan dengan posisi salah satu kaki menyilang. Sedangkan, kaki yang lain menjadi tumpuan di bagian belakang. Postur tubuh harus tegak lurus saat memilih kuda-kuda ini. Tujuannya, supaya kamu tetap stabil dan nggak terjengkang ke belakang.


Modul PJOK BELA DIRI MATA KULIAH TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI 5 b. Latihan Keseimbangan dan Pengendalian Tubuh Latihan keseimbangan dan pengendalian tubuh dalam beladiri SD sangat penting untuk mengembangkan kestabilan, koordinasi, dan kepekaan sensorik. Berikut adalah beberapa latihan yang dapat dilakukan dalam beladiri SD untuk meningkatkan keseimbangan dan pengendalian tubuh: 1. Berdiri Pada Satu Kaki: Siswa dapat melatih keseimbangan dengan berdiri pada satu kaki. Mereka dapat mencoba mempertahankan posisi tersebut selama beberapa detik, 2. Gerakan Keseimbangan: Siswa dapat melakukan gerakan keseimbangan yang melibatkan perpindahan berat badan dari satu kaki ke kaki yang lain. Contohnya adalah melakukan gerakan seperti mengangkat kaki ke depan, ke samping, atau ke belakang sambil menjaga keseimbangan tubuh. 3. Latihan Stance: Siswa dapat melatih stance (posisi kaki) yang berbeda, seperti horse stance atau cat stance. Mereka perlu memperhatikan distribusi berat badan dan menjaga keseimbangan dalam posisi tersebut. Latihan ini membantu memperkuat otot-otot kaki dan meningkatkan stabilitas tubuh. 4. Peregangan dan Fleksibilitas: Latihan peregangan dan fleksibilitas juga penting untuk menjaga keseimbangan dan pengendalian tubuh. Siswa dapat melakukan peregangan otot-otot kaki dan tubuh secara teratur untuk meningkatkan rentang gerak dan mengurangi ketegangan otot. 5. Pengendalian Pernapasan: Latihan pengendalian pernapasan juga berkontribusi pada keseimbangan dan pengendalian tubuh. Siswa dapat belajar mengatur pernapasan mereka dengan baik saat melakukan gerakan bela diri. Pernapasan yang teratur dan dalam membantu menjaga fokus dan keseimbangan tubuh. 6. Latihan Koordinasi Mata dan Tangan: Siswa dapat melatih koordinasi mata dan tangan dengan latihan seperti mengikuti gerakan tangan instruktur atau teman latihan. Latihan ini membantu meningkatkan keseimbangan dan pengendalian tubuh, serta memperbaiki koordinasi antara mata dan tangan. 7. Gerakan Lambat dan Kontrol: Siswa dapat melatih gerakan bela diri secara perlahan dan dengan kontrol yang baik. Fokus pada gerakan yang tepat, kontrol pernapasan, dan pengaturan kekuatan yang sesuai membantu meningkatkan keseimbangan dan pengendalian tubuh.


Modul PJOK BELA DIRI MATA KULIAH TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI 6 c. Gerakan Dasar Bela Diri 3. Pukulan dan Tendangan Teknik pukulan dan tendangan dalam bela diri adalah keterampilan fisik yang digunakan dalam pertahanan diri atau olahraga pertarungan. Teknik pukulan melibatkan penggunaan tangan atau lengan untuk menyerang lawan dengan kekuatan dan kecepatan yang tepat. Tendangan, di sisi lain, melibatkan penggunaan kaki atau kaki untuk menyerang lawan dengan tenaga dan akurasi yang efektif. Kedua teknik ini biasanya diajarkan dalam berbagai seni bela diri seperti karate, taekwondo, muay thai, dan lain-lain. Mereka membutuhkan latihan yang konsisten dan pengawasan yang baik untuk menguasainya dengan baik dan menjadi efektif dalam situasi nyata atau dalam pertandingan. a. Teknik Pukulan Teknik pukulan dalam bela diri dibagi menjadi 2,yaitu: ❖ Teknik Pukulan Depan Teknik pukulan depan dalam bela diri untuk anak SD sering kali mengacu pada pukulan jarak pendek yang dilakukan dengan menggunakan tinju setengah kepalan atau tinju terbuka. Berikut adalah cara pelaksanaan teknik pukulan depan: 1. Posisi Awal: - Berdiri dengan kaki selebar bahu, kedua tangan di depan dada dengan sikap siap. - Pastikan kaki dan tubuh stabil, dengan pandangan fokus pada sasaran. 2. Konsentrasi dan Pernapasan: - Fokuskan pikiran dan konsentrasi pada sasaran yang akan dipukul. - Tarik napas dalam-dalam dan konsentrasikan energi ke pukulan. 3. Pukulan depan dengan Tinju Setengah Kepalan: - Regangkan tangan dan jari-jari Anda dengan kencang. - Tekuk jari-jari di persendian tengah sehingga ibu jari terletak di luar dan jari-jari yang lain terletak di dalam. - Dorong tangan dengan kekuatan ke depan secara lurus, sementara ibu jari tetap terjepit di luar. - Tarik tangan kembali dengan cepat setelah pukulan. 4. Pukulan depan dengan Tinju Terbuka: - Regangkan tangan dan buka jari-jari Anda dengan kencang. - Dorong tangan ke depan dengan kekuatan secara lurus, menggunakan permukaan telapak tangan sebagai sasaran pukulan.


Modul PJOK BELA DIRI MATA KULIAH TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI 7 - Tarik tangan kembali dengan cepat setelah pukulan. 5. Latihan dan Pengulangan: - Latih teknik ini secara berulang-ulang, fokus pada kekuatan, kecepatan, dan akurasi pukulan. - Perlahan-lahan tingkatkan intensitas latihan seiring dengan meningkatnya kemampuan. ❖ Teknik Pukulan Samping Teknik pukulan samping dalam bela diri untuk anak SD adalah teknik dasar yang melibatkan penggunaan tangan untuk menyerang samping tubuh lawan. Berikut adalah langkah-langkah umum untuk melaksanakan teknik pukulan samping: 1. Posisi Awal: - Berdiri dengan kaki selebar bahu dan sikap tubuh tegap. - Letakkan tangan yang tidak digunakan di depan tubuh sebagai penyeimbang. 2. Sikap Tangan: - Angkat tangan dominan ke samping tubuh dengan siku sedikit ditekuk. - Kepalkan tangan dengan kuat, sambil menjaga jari-jari tetap rileks. 3. Pukulan: - Pusingkan pinggul dan bahu ke arah sasaran. - Luncurkan tangan dengan cepat dan lurus ke samping tubuh lawan. - Pukul dengan menggunakan permukaan tengah jari-jari, sekitar daerah perut atau rusuk. 4. Kekuatan dan Kecepatan: - Latihan secara berkala untuk meningkatkan kekuatan dan kecepatan pukulan. By:HaloEdukasi.com


Modul PJOK BELA DIRI MATA KULIAH TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI 8 - Latihan dengan memperhatikan teknik yang benar dan konsentrasi penuh. b. Teknik Tendangan Teknik tendangan dalam bela diri ada 2, yaitu: ❖ Tenik tendangan Depan Tendangan depan adalah salah satu teknik dasar dalam bela diri yang sering diajarkan kepada anak-anak SD. Berikut adalah cara pelaksanaan teknik tendangan depan dan beberapa pustaka yang dapat Anda jadikan referensi: 1. Posisi Awal: - Berdiri tegak dengan kaki terbuka selebar bahu. - Kedua tangan berada di depan tubuh dalam posisi bertahan (penjagaan). 2. Langkah-langkah pelaksanaan: a. Angkat kaki yang akan melakukan tendangan, tekuk lutut, dan bawa ke depan secara cepat. b. Saat kaki mencapai posisi puncak, luruskan lutut dengan kuat untuk menghasilkan \ tendangan yang kuat. c. Tendang dengan bagian terdepan kaki (area di antara mata kaki dan jari kaki). d. Setelah tendangan, bawa kaki kembali ke posisi awal dengan cepat dan mantap. 3. Tips penting: - Pastikan keseimbangan tubuh tetap baik selama melaksanakan tendangan. - Latih koordinasi antara gerakan kaki dan penjagaan tangan. - Latihan peregangan dan pemanasan sebelum melaksanakan tendangan untuk mencegah cedera. By:HaloEdukasi.com


Modul PJOK BELA DIRI MATA KULIAH TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI 9 ❖ Teknik Tendangan Samping Teknik tendangan samping dalam bela diri untuk anak SD adalah salah satu gerakan dasar yang dapat meningkatkan kekuatan kaki dan keseimbangan. Berikut adalah langkah-langkah pelaksanaannya: 1. Mulailah dengan posisi awal yang tepat: Berdiri dengan kaki selebar bahu dan posisi tubuh menghadap ke depan. 2. Angkat kaki yang akan menendang, tekuk lutut sedikit, dan arahkan kaki ke samping. 3. Pindahkan berat tubuh ke kaki penopang yang kuat dan stabil. 4. Keluarkan tendangan dengan mengayunkan kaki ke samping secara lateral dengan tenaga yang cukup. 5. Sasaran tendangan bisa berupa bagian tubuh lawan atau target seperti bantalan tinju atau bantalan penendang. 6. Setelah menendang, tarik kembali kaki dengan cepat ke posisi awal untuk mempertahankan keseimbangan. 7. Latihan secara berulang-ulang untuk meningkatkan kekuatan, kecepatan, dan akurasi dalam tendangan samping.


Modul PJOK BELA DIRI MATA KULIAH TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI 10 5. Pembelaan dan Pertahanan Teknik pembelaan dan pertahanan dalam bela diri adalah metode dan keterampilan yang digunakan untuk melindungi diri dan menghadapi ancaman fisik atau serangan dari pihak lain. Tujuan utama teknik-teknik ini adalah untuk melindungi diri sendiri atau orang lain, menghindari atau mengurangi cedera, dan mengatasi situasi konflik dengan cara yang efektif. Teknik-teknik pembelaan dan pertahanan dalam bela diri biasanya meliputi gerakan fisik, penggunaan kekuatan dan kecepatan tubuh, serta memanfaatkan kelemahan atau titik lemah lawan. Selain itu, latihan bela diri juga mencakup pengembangan kekuatan mental, konsentrasi, keterampilan pengamatan, dan reaksi yang cepat. Banyak gaya bela diri yang mengajarkan teknik pembelaan dan pertahanan, termasuk tetapi tidak terbatas pada karate, taekwondo, kungfu, judo, jujitsu, capoeira, krav maga, dan banyak lainnya. Setiap gaya memiliki pendekatan yang berbeda dalam pengajaran teknik-teknik ini, tetapi semuanya bertujuan untuk memberikan keterampilan efektif dalam situasi yang berbahaya atau mengancam. Beberapa teknik pembelaan dan pertahanan dalam bela diri, sebagai berikut:


Modul PJOK BELA DIRI MATA KULIAH TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI 11 ❖ Teknik blokade untuk menghindari serangan lawan. Teknik blokade dalam bela diri digunakan untuk melindungi diri dari serangan lawan. Berikut adalah beberapa teknik blokade yang umum digunakan dalam bela diri self-defense: 1. Blokade Tangan (Hand Block): Melibatkan penggunaan tangan untuk menghalangi serangan lawan dengan cara menahan, mengalihkan, atau menutupi serangan yang diarahkan ke arah tubuh bagian atas. 2. Blokade Lengan (Forearm Block): Menggunakan lengan bawah untuk menahan serangan lawan dengan menempatkan lengan melintang di depan tubuh, sehingga menghalangi serangan menuju tubuh. 3. Blokade Kaki (Leg Block): Digunakan untuk menghalangi serangan dengan menggunakan kaki atau kaki dan tangan secara bersamaan untuk menahan atau memblokir serangan lawan. 4. Blokade Tumpuan (Stance Block): Melibatkan perubahan posisi tubuh dan berat badan untuk mengalihkan atau menahan serangan lawan dengan menggunakan posisi dan gerakan tubuh yang tepat. 5. Blokade Penyapu (Sweeping Block): Melibatkan gerakan melingkar atau melintang dengan lengan atau kaki untuk mengalihkan serangan lawan. 6. Blokade Siku (Elbow Block): Menggunakan siku untuk menahan atau memblokir serangan lawan dengan memanfaatkan kekuatan siku yang kuat. 7. Blokade Tulang (Bone Block): Menggunakan bagian keras tubuh, seperti tulang di lengan atau kaki, untuk menahan atau memblokir serangan lawan. ❖ Teknik melepas cengkeraman atau pegangan lawan. Teknik melepas cengkraman atau pegangan dalam bela diri SD dapat bervariasi tergantung pada gaya bela diri yang dipelajari. Beberapa teknik umum yang dapat digunakan meliputi: 1. Menggunakan tekanan pada titik lemah: Identifikasi titik lemah pada tubuh lawan, seperti pergelangan tangan, jari, atau tekanan pada bagian leher. Tekan atau pukul area tersebut untuk melepas cengkraman. 2. Gerakan melingkar atau putaran: Dengan cepat dan kuat, putar lengan atau tubuh Anda untuk melepaskan pegangan lawan. Pastikan untuk mengarahkan tenaga dan momentum dengan benar. 3. Menggunakan leverage atau daya ungkit: Manfaatkan prinsip daya ungkit dengan


Modul PJOK BELA DIRI MATA KULIAH TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI 12 memanfaatkan bahu, pinggul, atau bagian tubuh lainnya untuk mengubah sudut dan melepaskan cengkraman. 4. Melakukan serangan ke titik vital: Jika memungkinkan, serang titik-titik vital seperti mata, tenggorokan, atau daerah sensitif lainnya untuk membuat lawan melepaskan pegangan. 5. Pelatihan fisik dan kelincahan: Tingkatkan kekuatan, fleksibilitas, dan kelincahan Anda melalui latihan fisik yang teratur untuk meningkatkan kemampuan melepas cengkraman. ❖ Latihan pembelaan dan pertahanan sederhana. Berikut adalah latihan pembelaan dan pertahanan sederhana yang cocok untuk siswa SD: 1. Latihan Posisi Tubuh: Ajarkan siswa untuk mengadopsi posisi tubuh yang benar saat bertahan. Latih mereka untuk menjaga kaki selebar bahu, dengan berat badan merata di kedua kaki. Dorong siswa untuk menjaga posisi tubuh yang tegap dan tegak lurus. 2. Latihan Penghindaran: Latih siswa untuk menghindari serangan dengan menggerakkan tubuh mereka secara lincah. Ajarkan mereka untuk melompat, berguling, atau bergerak ke samping untuk menghindari serangan musuh. 3. Latihan Penangkapan dan Penguncian: Ajarkan siswa teknik penangkapan dan penguncian sederhana. Misalnya, mereka dapat belajar cara menangkap dan memegang tangan lawan atau menahan lengan lawan dengan aman. 4. Latihan Memperkuat: Latih siswa untuk memperkuat tubuh mereka agar lebih kuat dalam bertahan. Latihan seperti push-up, sit-up, dan squat dapat membantu membangun kekuatan tubuh secara keseluruhan. 5. Latihan Kecepatan Reaksi: Ajarkan siswa untuk bereaksi dengan cepat terhadap serangan lawan. Gunakan latihan yang melibatkan sinyal atau perintah cepat yang harus diikuti oleh siswa, seperti "tangkis" atau "hindar". Pastikan untuk selalu mengawasi dan memberikan bimbingan kepada siswa selama latihan untuk memastikan keamanan mereka. Selain itu, penting juga untuk menekankan nilai-nilai seperti kerjasama, rasa saling menghormati, dan tidak menggunakan kekerasan di luar konteks latihan pembelaan diri. 6. Etika dan Keselamatan A. Menjelaskan pentingnya etika dan sikap sopan dalam berlatih bela diri. Pentingnya etika dan sikap sopan dalam berlatih bela diri untuk siswa SD adalah sebagai berikut: 1. Membangun Sikap Menghormati: Etika dan sikap sopan dalam berlatih bela diri membantu siswa untuk mengembangkan sikap menghormati terhadap instruktur, rekan latihan, dan


Modul PJOK BELA DIRI MATA KULIAH TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI 13 lawan. Ini melibatkan mendengarkan dengan saksama, menghormati perintah, dan tidak menggunakan kekerasan berlebihan. 2. Mengendalikan Emosi dan Konflik: Etika dalam bela diri mengajarkan siswa untuk mengendalikan emosi mereka dan tidak menggunakan keterampilan bela diri untuk intimidasi atau balas dendam. Mereka belajar untuk menggunakan kekuatan mereka hanya dalam situasi yang memerlukan pertahanan diri. 3. Mendorong Kerjasama dan Rasa Saling Menghormati: Etika dan sopan santun dalam berlatih bela diri mendorong siswa untuk bekerja sama dengan rekan latihan, saling membantu, dan membangun rasa saling menghormati. Mereka belajar untuk mendukung dan menghargai kemajuan rekan-rekan mereka, serta menghormati perbedaan dalam kemampuan dan bakat. 4. Memahami Tanggung Jawab dan Konsekuensi: Etika dalam bela diri mengajarkan siswa untuk memahami tanggung jawab mereka atas kekuatan yang mereka miliki. Mereka menyadari bahwa menggunakan keterampilan bela diri dengan tidak benar dapat menyebabkan cedera serius pada orang lain. Sikap sopan membantu mereka menghormati peraturan dan keamanan yang ditetapkan untuk melindungi diri sendiri dan orang lain. 5. Memupuk Disiplin dan Kendali Diri: Etika dan sopan santun dalam bela diri membantu siswa untuk memupuk disiplin dan kendali diri. Mereka belajar untuk mengikuti peraturan, menjaga kebersihan dan kerapihan, serta mengendalikan emosi mereka. Disiplin ini juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari siswa di luar latihan bela diri. Melalui pengajaran etika dan sikap sopan dalam berlatih bela diri, siswa SD dapat memperoleh manfaat yang luas, seperti pengembangan sikap menghormati, kontrol diri yang baik, kerjasama, dan pemahaman tentang tanggung jawab. Ini akan membantu mereka menjadi individu yang bertanggung jawab, terampil, dan memiliki sikap positif dalam menghadapi tantangan dalam kehidupan sehari-hari. B. Penekanan pada keselamatan dan pentingnya menjaga diri sendiri dan teman latihan. Keselamatan adalah aspek yang sangat penting dalam berlatih bela diri untuk siswa SD. Berikut adalah penekanan pada keselamatan dan pentingnya menjaga diri sendiri dan teman latihan dalam bela diri SD: 1. Prioritaskan Keselamatan: Ajarkan kepada siswa bahwa keselamatan adalah yang terpenting dalam berlatih bela diri. Mereka harus selalu menjaga keamanan diri sendiri dan orang lain saat berlatih. Menghindari cedera harus menjadi prioritas utama. 2. Kenali Batas Kemampuan: Dorong siswa untuk mengenal dan menghormati batas kemampuan mereka sendiri. Mereka


Modul PJOK BELA DIRI MATA KULIAH TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI 14 harus memahami tingkat kekuatan dan keterampilan mereka saat berlatih. Jangan memaksakan diri untuk melakukan gerakan atau teknik yang terlalu sulit dan berpotensi menyebabkan cedera. 3. Gunakan Peralatan dan Perlindungan dengan Benar: Pastikan siswa menggunakan peralatan dan perlindungan dengan benar saat berlatih bela diri. Ini termasuk mengenakan pelindung mulut, pelindung kepala, penutup siku, dan perlengkapan lain yang sesuai. Mengajarkan mereka untuk merawat dan memeriksa perlengkapan mereka secara teratur. 4. Jaga Jarak Aman: Latih siswa untuk menjaga jarak aman saat berlatih. Mereka harus menyadari ruang di sekitar mereka dan memastikan tidak ada bahaya yang dapat menyebabkan cedera kepada diri mereka sendiri atau teman latihan. 5. Komunikasi yang Jelas: Ajarkan siswa untuk berkomunikasi secara jelas dengan rekan latihan saat berlatih. Mereka harus saling memberi tahu tentang intensitas gerakan, memperingatkan saat ada ketidaknyamanan, atau meminta istirahat jika diperlukan. 6. Menghormati Batasan Rekan Latihan: Dorong siswa untuk menghormati batasan dan kenyamanan teman latihan mereka. Jika ada larangan tertentu atau batasan fisik yang dimiliki rekan latihan, siswa harus menghormatinya dan tidak melampaui batas tersebut. 7. Responsif terhadap Sinyal Darurat: Ajarkan siswa untuk mengenali sinyal darurat dan cara meresponsnya. Jika ada cedera atau keadaan darurat lainnya, siswa harus tahu cara menghentikan aktivitas dan memberikan bantuan atau meminta bantuan segera. Dengan penekanan yang kuat pada keselamatan dan pentingnya menjaga diri sendiri dan teman latihan, siswa SD akan menjadi lebih sadar akan lingkungan sekitar mereka dan akan memiliki pemahaman yang lebih baik tentang cara berlatih bela diri secara aman dan bertanggung jawab. 7. Simulasi dan Permainan 1. Serangan tangan a. Pukulan Depan Cara melakukan sebagai berikut. a). Posisi tubuh berdiri kuda-kuda, yaitu salah satu kaki di depan, kaki yang lain di belakanglurus. b) Salah satu tangan mengepal diluruskan ke arah sasaran dan tangan yang lain


Modul PJOK BELA DIRI MATA KULIAH TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI 15 ditekuk di depan dada dengan jari-jari rapat. 2. Pukulan Tebah Cara melakukan sebagai berikut. a. Posisi awal, berdiri kaki kuda-kuda, salah satu kaki di depan dengan lutut ditekuk dan kaki yang lain lurus ke belakang. b. Salah satu tangan memukul dengan telapak tangan, tangan yang lain ditekuk dengan jari-jari rapat. 3. Pukulan Celah atau Tusuk Cara melakukan sebagai berikut. a. Posisi awal, berdiri dengan kuda-kuda, yaitu salah satu kaki di depan dengan lutut ditekuk, kaki yang lain lurus ke belakang. b. Salah satu tangan melakukan pukulan dengan ujung jari dan tangan yang lain ditekuk di samping badan dengan jari-jari rapat. 4.Pukulan Pedang a. Posisi awal, berdiri dengan kuda-kuda arah serong. b. Gerakan pukulan dengan sisi telapak tangan, tangan yang lain ditekuk di samping badan dengan jari-jari rapat menghadap ke depan.


Modul PJOK BELA DIRI MATA KULIAH TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI 16 5. Pukulan Bandul Cara melakukan sebagai berikut. a. Posisi awal, berdiri dengan kuda-kuda, yaitu salah satu kaki di depan dengan lutut ditekuk dan kaki yang lain lurus ke belakang. b. Pukulannya, yaitu dengan ayunan kepalan tangan. 6. Pukulan Tampar Cara melakukan sebagai berikut. a. Posisi awal, berdiri dengan kuda-kuda, yaitu salah satu kaki di depan dengan lutut ditekuk dan kaki yang lain lurus ke belakang. b. Salah satu tangan memukul ke sasaran dengan telapak tangan dan tangan yang lain ditekuk di depan dada dengan telapak tangan rapat menghadap ke depan. 7. Pukulan Kepret a. Posisi awal, berdiri dengan kuda-kuda, yaitu salah satu kaki di depan dengan lutut ditekuk dan kaki yang lain lurus ke belakang. b. Salah satu tangan melakukan pukulan dengan punggung tangan dan tangan yang lain ditekuk di depan dada dengan telapak tangan rapat menghadap ke depan.


Modul PJOK BELA DIRI MATA KULIAH TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI 17 8. Serangan Siku Depan a. Posisi awal, berdiri dengan kuda-kuda, yaitu kaki kiri di depan dengan lutut ditekuk dan kaki kanan lurus ke belakang. b.Untuk melakukan serangan kepada lawan, yaitu siku tangan kiri ditekuk lurus ke depan dan tangan kanan ditekuk di depan dada jari-jari rapat dalam posisi berdiri. Berikut adalah gambar dari serangan siku depan: 9. Serangan Siku Belakang Cara melakukan sebagai berikut. a. Posisi awal, berdiri dengan kaki kiri di belakang dalam keadaan ditekuk dan kaki kanan di depan dengan lutut agak ditekuk. b. Untuk melakukan serangan kepada lawan dengan siku tangan kanan ditekuk lurus ke belakang dan siku tangan kiri ditekuk di depan dada dengan jari-jari rapat dengan telapak tangan berdiri tegak. Berikut adalah gambar dari serangan siku belakang: 10. Serangan Siku Serong a. Posisi awal, berdiri serong ke kiri dengan sikap kuda-kuda, yaitu kaki kanan di depan dengan lutut ditekuk dan kaki kiri lurus ke belakang.


Modul PJOK BELA DIRI MATA KULIAH TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI 18 b. Untuk melakukan serangan kepada lawan siku kanan ditekuk, kemudian dilemparkan ke arah sasaran dan tangan kiri ditekuk di depan dada. 11. Serangan Siku Bawah a. Posisi awal berdiri dengan sikap kuda-kuda, yaitu kaki kiri dengan lutut ditekuk dan kaki kanan lurus ke belakang. b. Untuk melakukan serangan kepada lawan, tangan kiri ditekuk di depan dada dalam keadaan tegak lurus, kemudian dipukulkan ke bawah, yaitu ke arah sasaran, sedangkan tangan kanan ditekuk di samping badan. 12. Tendangan Lurus a. Posisi awal berdiri dengan salah satu kaki sebagai tumpuan. b. Kaki lain diangkat dengan lutut ditekuk kemudian tungkai bawah diluruskan sasaran dikenakan pada jari-jari kaki bagian dalam. c. Salah satu tangan ditekuk, sedangkan yang lain harus menutup tubuh bagian bawah dan atas.


Modul PJOK BELA DIRI MATA KULIAH TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI 19 13. Tendangan samping a. Posisi awal berdiri dengan salah satu kaki sebagai tumpuan. b. Kaki tendang diangkat dengan lutut sedikit ditekuk dengan jari-jari kaki diluruskan. c. Kemudian kaki tendang diangkat dari bawah ke atas atau ke arah sasaran yang dikenakan pada punggung kaki. d. Tangan untuk menutup tubuh bagian atas dan bawah.


Modul PJOK BELA DIRI MATA KULIAH TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI 20 8. Jatuhan a. Sapuan: meniadakan tumpuan badan lawan dengan sapuan usaha menjatuhkan lawan dengan cara menyapu kaki lawan menggunakan kaki. Dapat dilakukan dengan posisi tegak, rebah dan lingkar. b. Kaitan: Meniadakan tumpuan lawan dengan kaitan, adalah usaha untuk menjatuhkan lawan dengan cara mengait kaki lawan dengan menggunakan kaki. Dapat dilakukan dengan arah luar, dalam dan juga belakang. c. Angkatan: adalah meniadakan tumpuan badan lawan dengan angkatan, adalah usaha menjatuhkan lawan dengan cara mengangkat kaki lawan dengan menggunakan kaki, dilakukan dari dalam atau dari belakang. d. Ungkitan: Usaha meniadakan tumpuan badan lawan dengan ungkitan, adalah usaha menjatuhkan lawan dengan cara mengungkit/mengganjal kaki lawan dengan menggunakan kaki disertai dengan dorongan tangan. e. Guntingan: Usaha meniadakan tumpuan badan lawan, dapat juga dilaksanakan dengan guntingan, yaitu usaha menjatuhkan lawan dengan cara menggunting kaki lawan dengan menggunakan kaki. Dilakukan dengan merebahkan diri. C. Evaluasi kemajuan individu dalam bela diri. Lakukanlah tugas di bawah ini dengan rasa ingin tahu, tanggung jawab, dan disiplin yang tinggi dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran! 1. Dari materi yang telah dipaparkan mengenai serangan dalam bela diri , coba kalian peragakan teknik-teknik dasar menyerang dengan tangan secara mandiri! 2. Dari materi yang telah dipaparkan mengenai serangan dalam bela diri, coba kalian peragakan teknik-teknik dasar menyerang dengan tungkai secara mandiri! 3. Dari materi yang telah dipaparkan mengenai serangan dalam bela diri, coba kalian peragakan teknik-teknik dasar menyerang dengan jatuhan secara mandiri! D. Latihan Soal Kerjakan dan jawablah soal-soal di bawah ini dengan cara memberikan uraian singkat dengan jelas! 1. Uraikan perbedaan serangan langsung dengan serangan tidak langsung dalam bela diri! 2. Susunlah sebuah pola penyerangan dengan menggunakan tangan dengan 3 serangan kemudian deskripsikan! 3. Susunlah sebuah pola penyerangan dengan menggunakan tungkai dengan 3 serangan kemudian deskripsikan! 4. Susunlah sebuah pola penyerangan dengan menggunakan tangan, tungkai dan jatuhan kemudian deskripsikan! E. Penilaian Diri Berilah tanda ceklis (√) pada kolom ‘Ya’ jika kalian sudah menguasai materi/melakukan hal tersebut dan pada kolom ‘Tidak’ jika kalian belum menguasai materi/melakukan hal tersebut! No Pertanyaan/pernyataan Ya Tidak


Modul PJOK BELA DIRI MATA KULIAH TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI 21 1 Apakah kamu membaca seluruh modul ini secara berurutan dari awal sampai akhir? 2 Apakah kamu memahami pemaparan dari materi kegiatan pembelajaran 1 ini? 3 Apakan kamu bisa melakukan praktik setelah mempelajari materi kegiatan pembelajaran 1 ini 4 Dalam pengerjaan latihan soal, apakah kamu mengerjakan dulu latihan kemudian melihat kunci jawaban? Kunci Jawaban: 1. Taktik bertahan pasif untuk menghadapi serangan langsung kemudian melakukan serangan balik, sedangkan taktik bertahan aktif untuk menghadapi serangan tidak langsung atau memancing lawan untuk menyerang terlebih dahulu kemudian bertahan dan menyerang balik. 2. Untuk bertahan jika mendapatkan serangan pukulan depan kanan dan kiri dengan menggunakan tangkisan dalam, tangkisan luar, untuk serangan pukulan tebah dengan hindaran sisi melangkah ke samping samping dan untuk pukulan sikudengan hindaran silang melangkah ke belakang kemudian melakukan serangan balik dengan tendangan lurus. 3. Untuk bertahan jika mendapatkan serangan tendangan samping dengan menggunakan hindaran silang melangkah ke belakang, serangan tendangan T dengan elakan bawah, serangan tendangan lurus dengan hindaran sisi dan lakukan serangan balik dengan tendangan T. 4. Untuk bertahan dari serangan pukulan tebah dengan elakan samping, serangan tendangan lurus dengan tangkisan silang ke bawah, serangan sapuan bawah dengan hindaran angkat kaki atau loncat kemudian melakukan serangan balik dengan tendangan samping. Pembahasan: Taktik bertahan pasif dan aktif perlu dikuasai keduanya penggunaannya digunakan disesuaikan dengan karakter lawan, untuk bertahan dari serangan harus mempunyai reflek yang bagus, untuk mendapatkan reflek yang bagus harus sering berlatih agar mendapatkan teknik hindaran yang tepat dan cepat kemudian bisa melakukan serangan balik.


Modul PJOK BELA DIRI MATA KULIAH TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI 22 Rubrik Penilaian Skor maksimal setiap soal adalah 25 Kriteria jawaban Skor Jika jawaban memuat setiap aspek yang ditanyakan Pemilihan teknik hindaran tepat di deskripsikan setiap langkah hindaran penyusunan kalimat mudah dipahami 25 Minus satu kriteria jawaban 20 Minus dua kriteria jawaban 15 Minus tiga kriteria jawaban 10 Pengolahan nilai= nilai akhir= skor yang diperoleh X 100 Skor maksimal (100)


Modul PJOK BELA DIRI MATA KULIAH TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI 23 MODUL PEMBELAJARAN BELA DIRI SD


Click to View FlipBook Version