EBOOK GUIDELINEMANAJEMEN RISIKO
Kata PengantarPuji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karenaatas rahmat dan kemudahan-Nya, e-Book Guideline Manajemen Risikoini dapat disusun sebagai acuan bagi Unit Pemilik Risiko dalammeningkatkan kualitas pengelolaan risiko di lingkungan kerja.Penyusunan panduan ini dilatarbelakangi kebutuhan akan tata kelolayang lebih sistematis, terarah, dan selaras dengan dinamika organisasiyang semakin kompleks serta tuntutan akuntabilitas yang semakintinggi.E-book ini dirancang untuk memberikan pemahaman yang mudahdipraktikkan mengenai proses identifikasi, analisis, evaluasi, hinggapengendalian risiko agar setiap unit mampu menjalankan tugasnyadengan lebih terukur dan antisipatif. Selain itu, panduan ini diharapkandapat mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat,meningkatkan efektivitas kinerja, serta memperkuat budaya sadarrisiko di seluruh unit kerja.Kami menyadari bahwa penyusunan panduan ini masih memiliki ruangpengembangan seiring perubahan kebijakan dan kebutuhanorganisasi. Oleh karena itu, masukan dan saran dari berbagai pihaksangat kami harapkan demi penyempurnaan e-book ini di masamendatang. Semoga panduan ini dapat memberikan manfaat nyatadan menjadi rujukan yang konsisten dalam upaya menciptakan kinerjaorganisasi yang lebih adaptif, akuntabel, dan berkelanjutan.
Dasar Hukum1.Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang SistemPengendalian Intern Pemerintah (SPIP)2.Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan RakyatNomor 12/SE/M/2024 Tentang Pedoman Penerapan ManajemenRisiko di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat3.Surat Edaran Menteri PUPR Nomor 3/SE/M/2021 tentangPedoman Pendampingan Penerapan Manajemen Risiko diKementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat4.Peraturan Menteri PUPR Nomor 20/PRT/M/2018 tentangPenyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah diKementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat5.Peraturan Badan Pengawasan Keuangan dan PembangunanNomor 5 Tahun 2021 tentang Penilaian MaturitasPenyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern PemerintahTerintegrasi pada Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah
No TingkatNamaKonteksIndikatorSasaranKegiatan Utamayang MendukungCapaian IndikatorTujuanKegiatanUtama1 2 3 4 5 6Pakta Manajemen RisikoPakta Manajemen Risiko yang dibuat oleh Kepala BP3KP Sumatera IVmerupakan pernyataan komitmen formal untuk menerapkan manajemenrisiko secara konsisten sesuai ketentuan yang menegaskan bahwa seluruhtahapan telah dilaksanakan sesuai prinsip manajemen risiko.Petunjuk PengisianDiisi dengan pernyataan yang memastikan bahwa seluruh prosesManajemen Risiko (mulai dari penerapan sesuai prinsip dan kerangka,perumusan konteks, identifikasi, analisis, evaluasi, penyusunan rencanatindak pengendalian, hingga pemantauan dan pelaporan berkala)dilaksanakan secara konsisten dan sesuai ketentuan yang berlaku.Sasaran1Tabel Bagian Sasaran StrategisLangkah-langkah Pengisian ProfilManajemen Risiko
UPR Tingkat Kementerian UPR KementerianUPR Tingkat Unor UPR-T1UPR Tingkat Uker/UPT UPR-T22Langkah-langkah Pengisian ProfilManajemen Risiko2Tingkat3Nama KonteksMenggambarkan ruang lingkup yang dianalisis risikonya, apakah berada pada tingkatstrategis, program, kegiatan, atau output yang menjadi objek penilaian risiko.4Indikator SasaranMerupakan ukuran kinerja yang ingin dicapai pada konteks tersebut. Indikator inimenjadi dasar identifikasi risiko terkait potensi ketidaktercapaian sasaran.5Kegiatan UtamaDaftar aktivitas inti yang secara langsung berkontribusi terhadap pencapaian indikatorsasaran, sehingga menjadi titik perhatian dalam analisis risiko.6Tujuan Kegiatan UtamaMenjelaskan maksud atau hasil yang ingin dicapai dari setiap kegiatan utama, untukmemastikan keselarasan antara kegiatan, indikator,dan sasaran yang dianalisis risikonya.
3Langkah-langkah Pengisian ProfilManajemen RisikoNo Daftar Pemangku Kepentingan Keterangan1 2 3Pemangku Kepentingan InternalPemangku Kepentingan eksternalDaftar Pemangku KepentinganTabel Pemangku Kepentingan2Daftar Pemangku KepentinganPemangku Kepentingan Internal Merupakan pihak-pihak di dalam organisasi yangmemiliki peran langsung dalam perumusan kebijakan, pelaksanaan program,pengendalian kegiatan, serta tata kelola administrasi.Pemangku Kepentingan Eksternal Merupakan pihak-pihak di luar organisasi yangberinteraksi dengan program perumahan melalui dukungan kebijakan, perizinan,pelaksanaan teknis, pembiayaan, pengawasan sosial, atau sebagai penerima manfaat3KeteranganPenjelasan lebih lanjut mengenai setiap pemangku kepentingan
NoTujuanKegiatanUtamaPernyataanRisikoKategoriRisikoPenyebab Dampak1 2 3 4 5 64Langkah-langkah Pengisian ProfilManajemen RisikoTujuan PelaksanaanTujuan pelaksanaan diperlukan agar manajemen risiko memiliki arah yangjelas, memastikan setiap langkah pengelolaan risiko terukur, terkoordinasi,dan mendukung pencapaian sasaran organisasi secara efektif.Profil Risiko1. Bagian Identifikasi Risiko2Tujuan Kegiatan UtamaDiisi sesuai dengan Tujuan Kegiatan Utama yang ada pada Sasaran Strategis.3Pernyataan RisikoDiisi Pernyataan Risiko, yaitu sesuatu yang tidak diharapkan namun berpotensi kerugian,pelanggaran, kegagalan, atau kesalahan, serta sesuatu yang diharapkan namunberpotensi tidak terwujud berupa peluang yang tidak dapat dimanfaatkan.
Risiko KeuanganRisiko yang berkaitandengan kerangkapenganggaran,penerimaan negara bukanpajak (PNBP), danpengeluaran yangberkaitan dengankekayaan negara yangmeliputi BMN, kekayaannegara yang dipisahkan,investasi pemerintah, dankekayaan negara lainnya.Risiko ReputasiRisiko yang berkaitandengan persepsi atautingkat kepercayaanpemangku kepentinganeksternal terhadaporganisasi.Risiko KorupsiRisiko yang berkaitan dengan perbuatanyang mengandung unsur kesengajaan,niat, menguntungkan diri sendiri atauorang lain, penipuan, penyembunyianatau penggelapan, dan penyalahgunaankepercayaan yang bertujuan untukmemperoleh keuntungan secara tidaksah yang berupa uang, barang/harta,jasa, dan tidak membayar jasa, yangdilakukan oleh satu individu atau lebih dilingkungan organisasi.Risiko HukumRisiko yang berkaitandengan tuntutan/gugatanhukum dan upaya hukumlainnya kepadaorganisasi atau jabatan.Risko Kecelakaan KerjaRisiko yang berkaitandengan cedera dan/ataugangguan kesehatan baikfisik maupun mentalyang dialami pegawaidalam pelaksanaan tugaskedinasan.Risiko LayananRisiko yang berkaitan dengan simpangandari standar layanan yang ditetapkan.Risiko KinerjaRisiko yang berkaitandengan tidak tercapainyasasaran atau targetkinerja yang ditetapkandalam kontrak kinerjaatau target kinerja lainnya.Risiko SPBE (Sitem Pemerintahan Berbasis Elektronik)Risiko yang berkaitan dengan terjadinya suatu peristiwa yang akanmemengaruhi keberhasilan terhadap pencapaian tujuan penerapanSPBE.5Langkah-langkah Pengisian ProfilManajemen Risiko4Kategori Risiko
DampakPengendalian yangDilaksanakanNilai Risiko YangMelekatPrioritasRisikoResponRisikoUraianHasilPenilaianPengendalianK D Nilai6 7 8 9 10 11 12 13Diisi dengan informasi dampak yang menentukan seberapa serius risiko tersebut danapa yang diperlukan untuk menetapkan prioritas penanganannya.6Langkah-langkah Pengisian ProfilManajemen Risiko5PenyebabYaitu dapat diidentifikasi antara lain menggunakan laporan hasil pengawasan internal/eksternal, Pendapat ahli, Data Pembanding (Bencmark Data)6Dampak2. Bagian Analisis RisikoBagian Evaluasi Risiko
Diisi jenis pengendalian yang telah dilaksanakan (Existing Control), yang bertujuanmenurunkan level kemungkinan dan/atau level dampak. Pengendalian dapat berupatata kelola, standar prosedur operasi, reiviu berjenjang dan regulasi yang seluruhnyaharus dilaksanakan berdasarkan dasar hukum atau ketentuan yang berlaku dalampenyelenggaraan pengendalian dan manajemen risiko. Namun jika pengendalian belumada atau ada namun dianggap tidak memadai, maka besaran level risiko yang melekattidak dapat turun atau dengan kata lain besaran level risiko setelah pengendalian yangada sama dengan besaran level risiko yang melekat.7Langkah-langkah Pengisian ProfilManajemen Risiko7Uraian8Hasil Penilaian PengendalianDiisi Pernyataan Risiko, yaitu sesuatu yang tidak diharapkan namun berpotensi kerugian,pelanggaran, kegagalan, atau kesalahan, serta sesuatu yang diharapkan namunberpotensi tidak terwujud berupa peluang yang tidak dapat dimanfaatkan.9K (Kemungkinan)Diisi level kemungkinan terjadinya risiko(Sesuai tabel 2 - SE Menteri PUPR No.12Tahun 2024)
8Langkah-langkah Pengisian ProfilManajemen Risiko10D (Dampak)1. Kriteria Dampak Keuangan Negara(Sesuai tabel 4 - SE Menteri PUPR No.12Tahun 2024)2. Kriteria Dampak Reputasi (Sesuai tabel 5 - SE Menteri PUPR No.12 Tahun 2024)
9Langkah-langkah Pengisian ProfilManajemen Risiko3. Kriteria Dampak Hukum (Sesuai tabel 6 - SE Menteri PUPR No.12 Tahun 2024)
10Langkah-langkah Pengisian ProfilManajemen Risiko4. Kriteria Dampak Kecelakaan dan Penyakit Akibat Kerja (Sesuai tabel 7 - SE Menteri PUPRNo.12 Tahun 2024)5. Kriteria Dampak Gangguan Layanan Organisasi (Sesuai tabel 8 - SE Menteri PUPR No.12Tahun 2024)
Langkah-langkah Pengisian ProfilManajemen RisikoPengukuran dampak didasarkan pada data risiko yang terjadi pada tahun sebelumnya(Loss Event Database / LED).6. Kriteria Dampak Penurunan Kinerja (Sesuai tabel 9 - SE Menteri PUPR No.12 Tahun2024)11Kategori dampak risiko dipilih sesuai dengan kegiatan yang akan dilakukanpengendalian, agar penilaian risiko lebih tepat sasaran dan menggambarkankonsekuensi nyata yang mungkin timbul dari pelaksanaan kegiatan tersebut.7. Kriteria Dampak SPBE (SE Menteri PUPR No.12 Tahun 2024)Risiko SPBE merupakan Risiko yang berkaitan dengan terjadinya suatu peristiwa yang akanmemengaruhi keberhasilan terhadap pencapaian tujuan penerapan SPBE.Belum ada dasar penilaian dampak SPBE pada peraturan.
Langkah-langkah Pengisian ProfilManajemen Risiko11NilaiDiisi Nilai Risiko menggunakan Matriks Analisis Risiko/Peta Risiko(sesuai Tabel 10 - SE Menteri PUPR No.12 Tahun 2024)11Level Risiko Besaran Risiko WarnaSangat Tinggi (5) 21 - 25 MerahTinggi (4) 16 - 20 OrangeSedang (3) 11 - 15 KuningRendah (2) 6 - 10 Hijau MudaSangat Rendah (1) 1 - 5 Hijau Tua12
8Opsi PenjelasanMengurangiKemungkinanTindakan untuk menurunkan peluang terjadinyarisiko melalui pencegahan atau penguatan kontrol.MengurangiDampakTindakan untuk meminimalkan konsekuensi ataukerugian apabila risiko tetap terjadi.Membagi RisikoUpaya mengalihkan atau membagi risiko kepadapihak lain, misalnya melalui kontrak, kerja sama, atauasuransi.Menghindari RisikoMenghapus atau menghentikan aktivitas yangmenimbulkan risiko sehingga risiko tersebut tidakterjadi.Menerima RisikoKeputusan menerima risiko karena masih dalambatas toleransi, disertai pemantauan berkala.13Langkah-langkah Pengisian ProfilManajemen Risiko12Prioritas RisikoPrioritas Risiko ditentukan dengan mengurutkan besaran risiko dari yang tertinggi keterendah. Jika terdapat risiko dengan besaran yang sama, digunakan urutan areadampak risiko, kemudian kategori risiko. Apabila semuanya sama, penentuan prioritasdilakukan berdasarkan penilaian pimpinan UPR.13Respon Risiko
Opsi PenjelasanPenguatanMeningkatkan efektivitas pengendalian yang sudahada melalui perbaikan prosedur, penambahan sumberdaya, peningkatan kompetensi, atau penguatanpelaksanaan.InovasiMenggunakan cara, metode, atau teknologi baruuntuk menciptakan solusi yang lebih efektif dalammengurangi peluang atau dampak risiko.EskalasiMengalihkan atau menaikkan penanganan risikokepada tingkat organisasi yang lebih tinggi karenamelebihi kewenangan atau kapasitas unit saat ini.RencanaTindakPengendalian(RTP)AlokasiSumberDayaNilai RisikoyangDiharapkanPenanggungjawab RTPTargetWaktuIndikatorKeluaranJenis Uraian K D Nilai14 15 16 17 18 19 20 21 2214Langkah-langkah Pengisian ProfilManajemen Risiko14Jenis Rencana Tindak Pengendalian3. Bagian Pengendalian RisikoBagian Evaluasi Risiko
15Langkah-langkah Pengisian ProfilManajemen Risiko15Uraian Rencana Tindak PengendalianBerisi rincian langkah-langkah konkret yang akan dilakukan untuk merespon risikosesuai dengan jenis respon risiko yang dipilih (Mengurangi Kemungkinan, MengurangiDampak, Membagi Risiko, Menghindari Risiko, atau Menerima Risiko)16Alokasi Sumber DayaOpsi PenjelasanMan (SDM)SDM digunakan untuk memastikan pengelolaan risikodilakukan oleh personel yang kompeten danmemahami prosedur.Money (Anggaran)Anggaran disediakan untuk mendukung pelaksanaanmitigasi risiko, seperti pengadaan alat keselamatandan pelatihan.MaterialMaterial berupa peralatan dan perlengkapan kerjayang sesuai standar dipenuhi untuk mengurangipotensi bahaya.Method (Metode)Metode atau SOP menjadi pedoman kerja agarpenanganan risiko dilakukan secara sistematis dankonsisten.Machine (Mesin)Mesin atau teknologi digunakan untuk meningkatkankeselamatan, mengurangi kesalahan manual, danmendukung monitoring.
K, D, dan Nilai16Langkah-langkah Pengisian ProfilManajemen Risiko18Diisi nilai yang diharapkan setelah dilakukan pengendalian dan nilai risiko berada dibawah garis toleransi, dengan penurunan nilai pengendalian yang masih wajar17 1920Penanggung Jawab RTPberisi pihak atau unit yang memiliki tanggung jawab langsung dalam melaksanakanlangkah-langkah pengendalian risiko yang telah direncanakan. Penanggung jawab dipilihberdasarkan kewenangan, tugas, dan peran strategis yang berkaitan dengan risiko yangdihadapi.Apabila nilai risiko yang diharapkan masih berada di luar targetrisiko yang telah ditetapkan atau berada di atas garis toleransi, maka risikotersebut harus dikomunikasikan dan dikonsultasikan kepada UPR padatingkat yang lebih tinggi untuk memperoleh persetujuan atas mitigasi residualyang masih berada di atas garis toleransi.Catatan21Target WaktuDiisi rencana semester pelaksanaan atas rencana respon Risiko.22Indikator KeluaranDiisi indikator yang merupakan keluaran respon Risiko berupa dokumen, aplikasi, ataubentuk lainnya.
17Langkah-langkah Pengisian ProfilManajemen RisikoProfil Risiko KorupsiNoSubProsesBisnisPihakTerlibat PernyataanRisikoKorupsiSubKategoriRisikoKorupsiAlatBuktiPenyebabKorupsiI E J U1 2 3 4 5 6 7 8 91. Bagian Identifikasi Risiko Korupsi2Sub Proses BisnisDiisi dengan sub proses bisnis dari suatu Standar Operasional Prosedur (SOP) atauaturan terkait pelaksanaan kegiatan. Kolom ini dapat diisi bagian dari proses bisnis SOPyang diprediksi atau diduga terdapat celah korupsi berdasarkan Loss Event Database(LED) dan pertimbangan profesional.3I (Pihak Terlibat Internal)Diisi dengan Pejabat/Pegawai internal (I) Kementerian yang terlibat langsung pada subproses bisnis.4E (Pihak Terlibat Eksternal)Diisi dengan identitas dari pihak eksternal (E) yang berhubungan/terlibat langsungdengan Kementerian pada sub proses bisnis.
18Langkah-langkah Pengisian ProfilManajemen Risiko5Pernyataan Risiko KorupsiDiisi dengan modus dan skema perbuatan korupsi yang diduga/diprediksi terjadi padasub proses bisnis.6Sub Kategori Risiko KorupsiOpsi PenjelasanKerugian KeuanganNegaraTindakan yang menyebabkan hilangnya atauberkurangnya uang/barang milik negara.Suap MenyuapPemberian atau penerimaan sesuatu bernilai untukmempengaruhi keputusan atau tindakan pejabat.Penggelapan dalamJabatan / PenyalahgunaanWewenangPenggunaan kewenangan jabatan untuk keuntunganpribadi atau pihak lain secara tidak sah.PemerasanPermintaan imbalan dengan paksaan atau ancamanoleh pejabat/pegawai dalam menjalankan tugas.Perbuatan CurangTindakan penipuan atau manipulasi dokumen/datauntuk keuntungan pribadi dan merugikan negara.Benturan Kepentingandalam PengadaanSituasi di mana kepentingan pribadi mempengaruhiobjektivitas keputusan dalam proses pengadaan.GratifikasiPenerimaan hadiah atau pemberian terkait jabatanyang berpotensi memengaruhi integritas pegawai.
19Langkah-langkah Pengisian ProfilManajemen Risiko7Alat BuktiDiisi dengan alat bukti yang dapat digunakan (dokumen, laporan, hasil pengujian, dll.)8Jenis Penyebab KorupsiOpsi PenjelasanKesempatanTerjadinya korupsi karena adanya celah, kelemahansistem, atau kurangnya pengawasan sehingga pelakumerasa mudah melakukan penyimpangan.TekananKorupsi muncul akibat dorongan atau tuntutan, sepertikebutuhan ekonomi, target pekerjaan, atau tekananpihak lain.PembenaranPelaku meyakinkan diri bahwa tindakannya wajar ataudapat diterima, misalnya karena merasa kurangdihargai atau menilai sistem tidak adil.Kapabilitas/KemampuanKorupsi terjadi karena pelaku memiliki kemampuan,pengetahuan, atau posisi strategis yang memungkinkania menjalankan penyimpangan tanpa terdeteksi.ArogansiTindakan korupsi dipicu oleh rasa superioritas, merasakebal hukum, atau merasa memiliki kekuasaan yangtidak dapat diganggu gugat.
Diisi dengan uraian engkap penyebab hakiki dari korupsi.Pengendalianyang SudahBerjalan / yangSudah AdaNilai Risiko SetelahPengendalianNilai RisikoK D10 11 12 1320Langkah-langkah Pengisian ProfilManajemen Risiko9Uraian Penyebab Korupsi2. Bagian Analisis Risiko KorupsiDiisi dengan bentuk pengendalian yang sudah berjalan sebagai tindakan pengendalianatas Risiko melekat (inherent risk).10Pengendalian yang Sudah BerjalanDiisi level kemungkinan terjadinya risiko Korupsi(Sesuai tabel 4 - SE Menteri PUPR No.12 Tahun 2024)11K (Kemungkinan)
21Langkah-langkah Pengisian ProfilManajemen RisikoDiisi level kemungkinan terjadinya risiko Korupsi(SE Menteri PUPR No.12 Tahun 2024)12D (Dampak)Pengukuran dampak didasarkan pada data risiko yang terjadi pada tahun sebelumnya(Loss Event Database / LED).Risiko korupsi yang dituangkan pada Profil Risiko hanya sebatas sub kategori Risiko korupsi yangtelah diidentifikasi yang selanjutnya diuraikan dalam Profil Risiko korupsi.Belum ada dasar penilaian dampak Korupsi pada peraturan.
RencanaTindakPengendalianRisiko AtasRisikoKorupsiNilai RisikoyangDiharapkan NilaiRisikoIndikatorKecurangan/Red Flag/WarningSignWaktu PenanggungJawabRTPJ U K D Rc Rl14 15 16 17 18 19 20 21 2222Langkah-langkah Pengisian ProfilManajemen Risiko13NilaiDiisi Nilai Risiko Korupsi menggunakan Matriks Analisis Risiko/Peta Risiko(sesuai Tabel 10 - SE Menteri PUPR No.12 Tahun 2024)3. Bagian Pengendalian Risiko Korupsi
23Langkah-langkah Pengisian ProfilManajemen Risiko14J (Jenis RTP)Opsi PenjelasanPendidikanUpaya peningkatan pemahaman, kesadaran, danintegritas pegawai melalui sosialisasi, pelatihan, ataupembinaan antikorupsi.PencegahanTindakan untuk menutup celah korupsi melaluiperbaikan sistem, prosedur, penguatan pengawasaninternal, serta peningkatan transparansi.Penindakan/PengawasanLangkah pengawasan aktif dan penegakan aturanuntuk mendeteksi, menangani, dan memberikan sanksiatas pelanggaran yang mengarah pada korupsi.15U (Uraian RTP)Diisi dengan uraian konkret bentuk rencana tindak pengendalian Risiko korupsi.16K (Kemungkinan)Diisi dengan nilai perkiraan kemungkinan keterjadian risiko setelah rencana tindakpengendalian diterapkan.
24Langkah-langkah Pengisian ProfilManajemen Risiko17D (Dampak)Diisi dengan nilai perkiraan dampak keterjadian Risiko setelah rencana tindakpengendalian diterapkan.18Nilai RisikoDiisi Nilai Risiko Korupsi menggunakan Matriks Analisis Risiko/Peta Risiko(sesuai Tabel 10 - SE Menteri PUPR No.12 Tahun 2024))19Indikator KecuranganTekanan RasionalisasiKesempatan Gaya HidupKompetensi Arogansi
25Langkah-langkah Pengisian ProfilManajemen Risiko20Rc (Waktu Rencana)Diisi dengan rencana waktu pelaksanaan tindakan pengendalian.21Rl (Waktu Realisasi)Diisi dengan realisasi waktu pelaksanaan tindakan pengendalian.22Penanggung Jawab RTPDiisi dengan pejabat yang bertanggung jawab dalam melaksanakan rencana tindakpengendalian.Peta RisikoLetak pemetaan risiko pada bagian profil risiko akan terisi otomatis sesuaidengan nilai yang telah diinput pada profil risiko sebelumnya. denganpemetaan nilai risiko yang melekat hingga nilai risiko yang diharapkan
26Langkah-langkah Pengisian ProfilManajemen RisikoJadwal 2025Pengisian Jadwal 2025 Pelaksanaan Kegiatan UPR dilakukan secara mandirioleh masing-masing UPR. Mengacu dari Surat Edaran Menteri PekerjaanUmum dan Perumahan Rakyat Nomor 12/SE/M/2024 Tentang PedomanPenerapan Manajemen Risiko Di Kementerian Pekerjaan Umum danPerumahan Rakyat.
27Langkah-langkah Pengisian ProfilManajemen RisikoContoh Penyusunan ManajemenRisiko Balai Pelaksana PenyediaanPerumahan dan KawasanPermukiman Sumatera IVhttps://bit.ly/4aJ8ruy