Program Pendidikan
Guru Penggerak
PAKET MODUL 1
PARADIGMA DAN VISI GURU
PENGGERAK
MODUL 1.3
VISI GURU PENGGERAK
1
VISI GURU PENGGERAK
Disusun oleh:
Aditya Dharma
Ibrena Merry Sella Purba
Penafian (Disclaimer): Buku ini merupakan modul pegangan untuk peserta
Program Pendidikan Guru Penggerak. Modul ini disusun dan ditelaah oleh
berbagai pihak di bawah koordinasi Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan. Buku ini merupakan “dokumen hidup” yang senantiasa
diperbaiki, diperbarui dan dimutakhirkan sesuai dengan dinamika
kebutuhan dan perubahan zaman. Masukan dari berbagai kalangan
diharapkan dapat meningkatkan kualitas modul ini.
2
Kata pengantar Direktur Jenderal Guru & Tenaga Kependidikan
Guru Penggerak merupakan episode kelima dari rangkaian kebijakan
Merdeka Belajar yang diluncurkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
(Kemendikbud) dan dijalankan melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga
Kependidikan (Ditjen GTK). Program Guru Penggerak ini bertujuan untuk
menyiapkan para pemimpin pendidikan Indonesia masa depan, yang
mampu mendorong tumbuh kembang murid secara holistik; aktif dan
proaktif dalam mengembangkan guru di sekitarnya untuk
mengimplementasikan pembelajaran yang berpusat kepada murid; serta
menjadi teladan dan agen transformasi ekosistem pendidikan untuk
mewujudkan profil Pelajar Pancasila.
Untuk mendukung tercapainya tujuan itu, Program Pendidikan Guru
Penggerak (PPGP) dijalankan dengan menekankan pada kompetensi
kepemimpinan pembelajaran ( instructional leadership) yang mencakup
komunitas praktik, pembelajaran sosial dan emosional, pembelajaran
berdiferensiasi yang sesuai perkembangan murid, dan kompetensi lain dalam
pengembangan diri dan sekolah. Kompetensi tersebut dituangkan ke dalam
tiga paket modul, yaitu paradigma dan visi Guru Penggerak; praktik
pembelajaran yang berpihak pada murid; dan pemimpin pembelajaran
dalam pengembangan sekolah. Selanjutnya, ketiga paket modul tersebut
diperinci menjadi 10 bagian, termasuk modul yang Anda baca sekarang.
Program pendidikan ini dijalankan selama sembilan (9) bulan yang terdiri dari
kelas pelatihan daring, lokakarya, dan pendampingan. Proses pendidikan ini
mengedepankan coaching dan on-the-job training, yang artinya selama
belajar, guru tetap menjalankan perannya di sekolah sekaligus menerapkan
pengetahuan yang didapat dari ruang pelatihan ke dalam pembelajaran di
kelas. Dengan demikian, kepala sekolah dan pengawas menjadi mitra
3
seorang calon guru penggerak dalam mempersiapkan diri menjadi
pemimpin.
Di dalam proses pelaksanaan PPGP, Calon Guru Penggerak (CGP) akan
sering diajak untuk merefleksikan praktik pembelajaran yang sudah dijalankan
serta berdiskusi dan berkolaborasi dengan sesama CGP maupun komunitas di
sekitarnya. Keseluruhan pengalaman belajar itu diramu dalam siklus
MERRDEKA, yang diawali dengan Mu lai dari Diri, lalu dilanjutkan dengan
Eksplorasi Konsep; Ruang Kolaborasi; Re fleksi Terbimbing; D emonstrasi
Kontekstual; E l aborasi Pemahaman; Koneksi Antarmateri; dan ditutup dengan
Aksi Nyata. Diharapkan model pembelajaran yang berbasis pengalaman
seperti ini dapat mewujudkan guru dan murid yang menjadi pembelajar
sepanjang hayat.
Kami ucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya
kepada tim penyusun dan berbagai pihak yang telah bekerja keras dan
berkontribusi positif mewujudkan penyelesaian modul ini serta membantu
terlaksananya PPGP. Semoga Allah Yang Mahakuasa senantiasa memberkati
upaya yang kita lakukan demi pendidikan Indonesia. Amin.
Jakarta, Juli 2020
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga
Kependidikan,
Iwan Syahril, Ph.D.
4
SURAT DARI INSTRUKTUR
“A nak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri.
Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun
tumbuhnya k odrat itu.”
Ki Hajar Dewantara
Selamat datang Bapak/Ibu Calon Guru Penggerak di Modul 1.3!
Dunia mengalami perubahan yang sangat ekstrim saat ini.
Perubahannya begitu cepat dan mampu mempengaruhi berbagai
sendi kehidupan baik perilaku individu, struktur sosial maupun praktek
berorganisasi. D alam melihat dunia yang berkembang dengan sangat
cepat ini, kita perlu belajar melihat dengan jernih apa yang
sungguh-sungguh bermakna buat kita sekarang dan di masa depan.
Derasnya rutinitas dunia membuat kita lupa akan makna. Kita
jarang menilik kembali makna hidup kita dan harapan kita. Padahal,
harapan itu bagaikan bahan bakar untuk tetap berputarnya dunia
seorang manusia. Manusia yang berpengharapan akan memiliki
peluang untuk mencapai lebih banyak ketimbang mereka yang tidak
berpengharapan.
Murid yang memiliki pengharapan tinggi dapat
mengonseptualisasikan tujuan mereka dengan jelas, sedangkan murid
yang memiliki pengharapan rendah lebih ragu-ragu dan tidak jelas
akan tujuan mereka. Murid dengan pengharapan tinggi menentukan
tujuan mereka berdasarkan kinerja mereka sebelumnya. Mereka
memasang target belajar dan standar kinerja yang sedikit lebih tinggi
5
dari apa yang dapat mereka capai, karena mereka dapat
menyelaraskan diri dengan tujuan mereka sendiri dan mengendalikan
bagaimana mereka akan mencapainya. Murid seperti itu termotivasi
secara intrinsik dan berkinerja baik secara akademis (Snyder et.al.,
2002, p.824). Murid yang bertumbuh.
Dari kenyataan empirik tersebut, kemudian muncullah
pertanyaan mengenai bagaimana kita sebagai guru dapat
mendesain lingkungan belajar yang memungkinkan tumbuhnya murid
yang memiliki kemandirian dan motivasi intrinsik yang tinggi? Maka atas
pertanyaan itulah, guru perlu terus berlatih meningkatkan kapasitas
dirinya dalam memvisualisasikan harapan, menggandeng sesama dan
mentransformasikannya menjadi harapan bersama. Dari sana, baru
kemudian dilanjutkan dengan segala upaya gotong-royong yang
diperlukan demi pencapaian harapan bersama tersebut. Harapan kita
adalah visi kita. Visi kita sekarang adalah masa depan murid kita. Masa
depan murid kita adalah masa depan bangsa kita, Indonesia.
Pada Modul 1.3 ini, Anda sekalian diajak untuk menelusuri visi
mendasar dari pendidikan, betapa pentingnya pendidik memiliki visi,
dan mengembangkan visi untuk mewujudkan keberpihakan pada
murid-murid di daerah Anda sehingga mereka bertumbuh dengan
maksimal.
Selamat belajar!
Salam,
Instruktur.
6
7
DAFTAR ISI
VISI GURU PENGGERAK 2
Kata pengantar Direktur Jenderal Guru & Tenaga Kependidikan 3
DAFTAR ISI 7
9
CAPAIAN YANG DIHARAPKAN 11
RINGKASAN ALUR BELAJAR MERRDEKA 14
GLOSARIUM 16
PEMBELAJARAN 1 - MULAI DARI DIRI ( 1 JP) 21
PEMBELAJARAN 2 – EKSPLORASI KONSEP (3 JP) 31
PEMBELAJARAN 3 – RUANG KOLABORASI ( 4 JP) 36
PEMBELAJARAN 4 – REFLEKSI TERBIMBING (1 JP) 45
PEMBELAJARAN 5 – DEMONSTRASI KONTEKSTUAL (2 JP) 50
PEMBELAJARAN 6 – ELABORASI PEMAHAMAN (2 JP) 53
PEMBELAJARAN 7 – KONEKSI ANTAR MATERI ( 1 JP) 55
PEMBELAJARAN 8 – AKSI NYATA (1 JP)
61
62
PENUTUP
DAFTAR PUSTAKA
8
CAPAIAN YANG DIHARAPKAN
Capaian Umum Modul 1.3
Secara umum, profil kompetensi yang ingin dicapai dari modul ini
adalah Calon Guru Penggerak mampu:
1. mengembangkan visi yang lebih jelas mengenai murid yang
memiliki Profil Pelajar Pancasila dan pentingnya memetakan
kekuatan y ang dimiliki CGP demi mewujudkan visi pendidik yang
berpihak pada murid.
2. memetakan dan mengimplementasikan strategi pengelolaan
perubahan melalui kekuatan yang dimiliki dari dalam diri dan luar
diri untuk mewujudkan visi pendidik yang berpihak pada murid.
Capaian Khusus Modul 1.3
Secara khusus, modul ini diharapkan dapat membantu Calon Guru
Penggerak untuk dapat:
1. merumuskan visinya mengenai lingkungan belajar yang berpihak
pada murid.
2. mengidentifikasi kekuatan yang dimiliki CGP dalam mendukung
penumbuhan potensi m urid.
3. membuat rencana manajemen perubahan (menggunakan
paradigma dan model inkuiri apresiatif) di tempat di mana mereka
berkarya.
9
4. menjalankan rencana manajemen perubahan (menggunakan
paradigma dan model i nkuiri apresiatif) di tempat di mana mereka
berkarya.
10
RINGKASAN ALUR BELAJAR MERRDEKA
Mulai dari diri (1 JP)
● CGP menyampaikan pendapatnya mengapa guru perlu memiliki
visi.
● CGP diajak untuk berkreasi merumuskan visi pribadi mengenai murid
yang mereka impikan.
Ek splorasi konsep (3 JP)
Eksplorasi konsep mandiri (1 JP)
● CGP menyimak bacaan “Visi: Mengelola Perubahan yang Positif”
kemudian mengkorelasikan visi yang telah mereka susun di
pembelajaran sebelumnya dengan paradigma inkuiri apresiatif
dalam penumbuhan murid di sekolah.
● CGP menyimak video model inkuiri apresiatif BAGJA (5D).
● CGP melakukan refleksi mengenai pengalaman nyata mewujudkan
mimpi pribadi berdasarkan kekuatan.
Eksplorasi konsep bersama lewat forum diskusi (2 JP)
● Berbagi tanggapan tentang visi sekolah impian pada pembelajaran
sebelumnya dan paradigma i nkuiri apresiatif dalam menumbuhkan
murid.
● Berbagi kesimpulan mengenai materi inkuiri apresiatif.
Ruang Kolaborasi (4 JP)
● Berkolaborasi membuat format untuk pemetaan kekuatan dan
potensi dari dalam diri dan luar diri di lingkungan sekolah.
11
● Mengisi format pemetaan kekuatan serta kontribusi kekuatan
tersebut bagi penumbuhan murid di sekolah.
Re fleksi Terbimbing (1 JP)
● Melakukan refleksi mengenai ciri murid yang diimpikan dan cara
pencapaian visi mengenai murid berdasarkan pendekatan inkuiri
apresiatif.
● Melakukan refleksi individu 4P (peristiwa, perasaan, pembelajaran,
perubahan) mengenai proses pembelajaran yang telah dilalui dan
mendiskusikannya bersama dengan fasilitator.
De monstrasi Kontekstual (2 JP)
● Berlatih membuat prakarsa perubahan menggunakan pendekatan
inkuiri apresiatif pada kasus yang ditentukan: “S trategi Pengenalan
Kekuatan dan Potensi Murid” .
● Berlatih melakukan umpan balik secara terstruktur terhadap
pekerjaan rekan CGP lain dalam membuat prakarsa perubahan
pada kasus yang diberikan.
Elaborasi Pemahaman (2 JP)
● Melakukan refleksi secara mandiri dalam menghubungkan maksud
Profil Pelajar Pancasila pada anak dengan penumbuhan murid dan
paradigma inkuiri apresiatif.
● CGP mendiskusikan pemahaman yang dimiliki mengenai kodrat
anak, penumbuhan murid melalui visi pribadi, serta paradigm inkuiri
apresiatif bersama rekan CGP lain dan Instruktur.
12
Koneksi Antar Materi (1 JP)
● Menentukan 5 langkah perubahan yang akan CGP lakukan
berdasarkan materi pembelajaran yang telah diterima dan
dipahami.
● Membuat rencana manajemen perubahan sederhana berdasarkan
visi pribadi yang telah dicanangkan untuk menumbuhkan murid
dengan menerapkan paradigma dan model inkuiri apresiatif.
Ak si Nyata (1 JP)
● Eksekusi rencana manajemen perubahan dengan menerapkan
paradigma inkuiri apresiatif dan membuat dokumentasi pribadi
untuk proses pendampingan individu oleh Pengajar Praktik.
13
GLOSARIUM
CGP Calon Guru Penggerak
Inkuiri Apresiatif Sebuah paradigma sekaligus model
manajemen perubahan yang memegang
prinsip psikologi positif dan pendidikan positif,
dan pendekatan berbasis kekuatan.
B-A-G-J-A Model manajemen perubahan yang
merupakan akronim dari Bu at pertanyaan
utas utama, A m bil pelajaran, Ga li mimpi, J abarkan
tautan rencana, A tur eksekusi sebagai terjemahan
bebas yang diadaptasi dari model 5D sebagai
bagian dari inkuiri apresiatif (Define, Discover,
Dream, Design, Deliver)
Terjemahan kata thread y ang digunakan
menjelaskan tempat menuliskan respon dalam
forum diskusi virtual dalam jaringan (o nline)
Terjemahan kata l ink yang jika di-klik akan
mengarahkan pembaca ke alamat tujuan atau
situs dalam jaringan (online)
rubrik alat penilaian otentik yang dapat sekaligus
difungsikan sebagai pemandu untuk
menggambarkan kualitas tagihan yang
diharapkan
14
PEMBELAJARAN 1 - MULAI DARI DIRI
Durasi : 1 JP
Moda : Mandiri
TUJUAN PEMBELAJARAN KHUSUS
(1) CGP mampu merumuskan visi pribadi mengenai murid dan
bagaimana sekolah yang berpihak pada murid di masa depan.
Bapak/Ibu Calon Guru Penggerak!
Dalam Pembelajaran 1 ini kita akan menggali pemahaman kita
atas visi. Ingatkah Bapak/Ibu CGP, pada masa kecil, kita pernah
ditanya mengenai cita-cita. Pertanyaan yang sering diajukan adalah,
“Mau jadi apa jika sudah besar?”. Pada masa itu, sebagian besar dari
kita dapat menjawab dengan percaya diri. Kita menjawab dengan
bersemangat tentang profesi yang ingin kita geluti di masa depan.
Padahal, kita belum tahu apakah hal itu dapat dicapai atau tidak.
Seperti itulah visi. Visi itu bagaikan membayangkan sebuah lukisan
lengkap pada kanvas yang masih kosong. Visi juga dapat diibaratkan
sebagai bintang penunjuk arah yang memandu penjelajah untuk
mencapai tujuannya. Visi adalah sesuatu yang belum terjadi saat ini,
namun kita yakini akan terwujud di masa depan.
15
Refleksi Mandiri 1.1
Saat ini kita akan mencoba membayangkan tanggung jawab
kita sebagai seorang guru, terlebih dengan peran sebagai guru
penggerak. Kita memiliki peran untuk dapat mengembangkan diri dan
orang lain, memimpin pembelajaran, memimpin manajemen sekolah,
dan memimpin pengembangan sekolah. Peran ini memunculkan
harapan bahwa ada hal besar yang kita harap dapat kita capai di
masa depan nanti. Hal besar yang kita harapkan di masa depan inilah
yang kita sebut sebagai visi. Untuk membantu Bapak/Ibu
memahaminya, ada beberapa pertanyaan yang perlu kita ajukan
pada diri sendiri mengenai visi ini.
1. A pa arti penting visi bagi Anda sebagai seorang guru?
2. V isi seperti apa yang Anda miliki sebagai guru?
16
Ketika membayangkan tentang visi kita sebagai seorang guru,
apakah ada di antara Bapak/Ibu yang melibatkan murid di dalam visi
tersebut? Mari kita mengingat lagi bahwa sebagai seorang guru,
mendidik bukan sekedar pekerjaan administrasi. Target pekerjaan kita
bukan sebuah dokumen kertas saja. Mendidik juga tidak hanya
berbicara tentang waktu sekarang. Sasaran pekerjaan kita adalah
seorang manusia. Target pekerjaan kita adalah pertumbuhan seorang
manusia. Sedangkan, hasil pekerjaan kita baru akan terlihat saat
manusia ini berkarya di masa depan nanti. Oleh karena itu, memiliki visi
tentang pertumbuhan murid menjadi hal yang sangat penting bagi
seorang guru. Murid seperti apa yang Bapak/Ibu harapkan terwujud
pada mereka di masa depan. Visi mengenai murid inilah yang
nantinya menjadi bintang penunjuk arah bagi guru dalam menentukan
strategi pengajaran.
Untuk membantu Anda dalam memaknai bagaimana
pentingnya visi tentang murid kita, mari kita membuat “lukisan”. Lukisan
ini bertemakan “I majiku tentang Muridku di Masa Depan”. B uatlah satu
gambar mengenai murid seperti apa yang Bapak/Ibu dambakan.
Dalam gambar itu, sertakan juga lingkungan pembelajaran yang
sesuai untuk murid seperti apa yang Bapak/Ibu cita-citakan.
Gambarkan situasi murid, peran guru, juga suasana sekolah sesuai
dengan cita-cita Bapak/Ibu. K etika membuat gambar ini, Anda dapat
melihat kembali ilustrasi yang telah dibuat dalam tahap Demonstrasi
Kontekstual di modul 1.2. Bebaskan diri untuk ‘melukis’ masa depan
sekolah menurut Anda.
17
Refleksi Mandiri 1.2
Bagaimana perasaan Bapak/Ibu setelah membuat “lukisan”?
Lukisan mengenai mimpi tentang murid d an lingkungan pembelajaran
di masa depan ini mendatangkan perasaan bahagia dalam diri
sebagai guru. Lukisan yang Bapak/Ibu buat sesungguhnya adalah visi
yang menggambarkan seperti apa layanan dan lingkungan
pembelajaran di masa depan yang akan kita berikan pada murid kita.
Ketika kita menggambar visi, maka akan muncul keyakinan dalam diri
untuk mewujudkannya. Akhirnya, kita terpacu untuk melakukan
peningkatan kualitas diri serta menguatkan kolaborasi di lingkungan
sekolah sehingga terjadi upaya perbaikan dan perubahan yang
berkesinambungan.
Anda telah memiliki lukisan masa depan mengenai murid d an
kelas/sekolah Anda. Saat ini, mari merangkai mimpi tersebut dalam
bentuk kata-kata yang jelas sebagai sebuah visi. Kalimat rumpang
dalam paragraf berikut ini adalah panduan untuk menuliskan visi yang
telah Anda gambar. Ini akan membantu Anda dalam menyingkap visi
apa yang sebetulnya telah dan perlu terus diyakini demi kebaikan
murid-murid. Silahkan lengkapi kalimat rumpang ini sehingga tersusun
18
sebuah paragraf utuh yang dapat menggambarkan visi tentang
sekolah yang Anda impikan. Sebuah sekolah yang mewujudkan
keberpihakan pada murid!
Saya memimpikan murid-murid yang …………………………………….
…….………………………………………………………………………………..
Saya percaya bahwa murid adalah ………………………….……………
…….………………………………………………………………………………..
Di sekolah, saya mengutamakan ………………………………..…..…....
…….………………………………………………………………………………..
Murid di sekolah saya sadar betul bahwa …………………………..……
…….………………………………………………………………………………..
Saya dan guru lain di sekolah saya yakin untuk ……………....……….
…….………………………………………………………………………………..
Saya dan guru lain di sekolah saya paham bahwa ……………..…….
…….………………………………………………………………………………..
Tugas Individu 1.3
Setelah Anda mencoba mengisi kalimat rumpang di atas, Anda
semakin memiliki gambaran yang jelas mengenai mimpi tentang murid
dan sekolah di masa depan. Saat ini, rumuskanlah visi Anda dalam
bentuk kata-kata yang jelas. Visi ini cukup terdiri dari 1 kalimat pendek.
Lalu, fotolah hasil karya Anda yang telah dituliskan rumusan visi dalam
format JPG dan unggah melalui LMS.
19
PEMBELAJARAN 2 – EKSPLORASI KONSEP
Durasi : 3 JP
Moda : Belajar Mandiri dan Forum Diskusi
TUJUAN PEMBELAJARAN KHUSUS
(1) CGP memahami pentingnya melakukan manajemen perubahan
dengan pola pikir positif melalui pendekatan inkuiri apresiatif.
(2) CGP mampu menghubungkan visinya dengan pendekatan inkuiri
apresiatif dalam membantu pertumbuhan murid di masa depan.
Bapak/Ibu Calon Guru Penggerak, selamat datang di pembelajaran
kedua! Kali ini, kita akan mengeksplorasi mengapa lingkungan belajar
yang bermakna dan berpihak pada murid itu harus ditumbuhkan.
Bapak/Ibu CGP telah membuat lukisan mimpi dan narasi visi mengenai
murid dan lingkungan belajar di masa depan yang sesuai murid yang
Bapak/Ibu impikan. Nah, kali ini kita akan membahas lanjutan
mengenai visi, bagaimana mewujudkannya dengan sebuah
pendekatan perubahan. Mari menyimak bacaan berikut ini.
a) Kegiatan eksplorasi konsep mandiri
VISI: MENGELOLA PERUBAHAN YANG POSITIF
Bapak/Ibu Calon Guru Penggerak sekalian,
Menjadikan sekolah sebagai rumah yang aman, nyaman dan
bermakna bagi murid sepertinya sudah menjadi hal yang umum
diinginkan semua pihak. Mungkin saja, sebagian dari Bapak/Ibu juga
menuliskan mimpi itu pada gambaran visinya. Namun, dalam
prakteknya, kalimat tersebut bukan kalimat yang mudah untuk
20
diwujudkan. Perlu perubahan yang mendasar dan upaya yang
konsisten. Inilah salah satu tujuan visi, yaitu untuk mencapai
perubahan yang lebih baik dari kondisi saat ini. Visi membantu kita
untuk melihat kondisi saat ini sebagai garis “s tart” dan
membayangkan garis “f inish” seperti apa yang ingin dicapai. Ini
bagaikan seorang pelari yang perlu mengetahui garis “start” dan
garis “f inish” bahkan sebelum ia benar-benar berlari melintasi jalur lari
tersebut.
Menurut Evans (2001), untuk memastikan bahwa perubahan
terjadi secara mendasar dalam operasional sekolah, maka para
pemimpin sekolah hendaknya mulai dengan memahami dan
mendorong perubahan budaya sekolah. Budaya sekolah berarti
merujuk pada kebiasaan-kebiasaan yang selama ini dilakukan di
sekolah. Kebiasaan ini dapat berupa sikap, perbuatan, dan segala
bentuk kegiatan yang dilakukan warga sekolah. Walaupun sulit,
reformasi budaya sekolah bukanlah hal yang tidak mungkin. Untuk
melakukannya diperlukan orang-orang yang bersedia untuk terus
berinovasi dan terbuka terhadap perubahan zaman. Untuk
mewujudkan hal ini seorang pemimpin membutuhkan partisipasi dari
semua warga sekolah.
Perubahan yang positif dan konstruktif di sekolah biasanya
membutuhkan waktu dan bersifat bertahap. Oleh karena itu, sebagai
pemimpin, Bapak/Ibu CGP hendaknya terus berlatih mengelola diri
sendiri sambil terus berupaya menggerakkan orang lain yang berada
di dalam pengaruh Anda untuk menjalani proses perubahan ini
21
bersama-sama. Hal ini perlu dilakukan dengan niatan belajar yang
tulus demi mewujudkan visi sekolah impian.
Untuk dapat mewujudkan visi sekolah impian d an melakukan
proses perubahan, maka perlu sebuah pendekatan atau paradigma.
Pendekatan ini dipakai sebagai alat untuk mencapai tujuan. Jika
diibaratkan seperti seorang pelari yang memiliki tujuan mencapai
garis “f inish” , maka ia butuh peralatan yang mendukung selama
berlatih seperti alat olahraga. Dalam pembelajaran kali ini, kita akan
mengeksplorasi paradigma yang disebut Inkuiri Apresiatif (IA). IA
dikenal sebagai pendekatan manajemen perubahan yang
kolaboratif dan berbasis kekuatan. Konsep IA ini pertama kali
dikembangkan oleh David Cooperrider (Noble & McGrath, 2016). Kita
akan memakai pendekatan IA sebagai ‘alat olahraga’ untuk kita
berlari mencapai garis “finish” kita yaitu visi yang kita impikan.
Dalam sebuah video di Youtube, Cooperrider, yang adalah
tokoh yang mengembangkan IA, menyatakan bahwa pendekatan
IA dapat membantu membebaskan potensi inovatif dan kreativitas,
serta menyatukan orang dengan cara yang tidak dapat dilakukan
oleh proses manajemen perubahan yang biasa. Manajemen
perubahan yang biasa dilakukan lebih menitikberatkan pada
masalah apa yang terjadi dan apa yang salah dari proses tersebut
untuk diperbaiki. Hal ini berbeda dengan IA yang berusaha fokus
pada kekuatan yang dimiliki setiap anggota dan menyatukannya
untuk menghasilkan kekuatan tertinggi.
IA menggunakan prinsip-prinsip utama psikologi positif dan
22
pendidikan positif. Pendekatan IA percaya bahwa setiap orang
memiliki inti positif yang dapat memberikan kontribusi pada
keberhasilan. Inti positif ini merupakan potensi dan aset organisasi.
Dengan demikian, dalam implementasinya, IA dimulai dengan
menggali hal-hal positif, keberhasilan yang telah dicapai dan
kekuatan yang dimiliki organisasi, sebelum organisasi menapak pada
tahap selanjutnya dalam melakukan perencanaan perubahan.
Menurut Cooperrider, saat ini kita hidup pada zaman yang
membutuhkan mata yang dapat melihat dan mengungkap hal yang
benar dan baik. Mata yang mampu membukakan kemungkinan
perbaikan dan memberikan a presiasi atas hal yang sudah berjalan
baik. Bila organisasi lebih banyak membangun sisi positif yang
dimilikinya, maka kekuatan sumber daya manusia dalam organisasi
tersebut dipastikan akan meningkat dan kemudian organisasi akan
berkembang secara berkelanjutan.
Dalam video di Youtube tersebut, Cooperider juga
menceritakan bahwa pendapatnya ini sejalan dengan pendapat
Peter Drucker, seorang Begawan dalam dunia kepemimpinan dan
manajemen. Menurut Drucker, kepemimpinan dan manajemen
adalah keabadian. Oleh sebab itu, seorang pemimpin bertugas
menyelaraskan kekuatan yang dimiliki organisasi. Caranya adalah
dengan mengupayakan agar kelemahan suatu sistem dalam
organisasi t idak menjadi penghalang, karena semua aspek dalam
organisasi fokus pada penyelarasan kekuatan.
Di sekolah, pendekatan IA dapat dimulai dengan
23
mengidentifikasi hal baik apa yang telah ada di sekolah, mencari
cara bagaimana hal tersebut dapat dipertahankan, dan
memunculkan strategi untuk mewujudkan perubahan ke arah lebih
baik. Nantinya, kelemahan, kekurangan, dan ketiadaan menjadi
tidak relevan lagi. Berpijak dari hal positif yang telah ada, sekolah
kemudian menyelaraskan kekuatan tersebut dengan visi sekolah
impian d an visi setiap warga sekolah.
Perubahan yang positif di sekolah tidak akan terjadi jika
pertanyaan yang diajukan mengenai kondisi sekolah saat ini diawali
dengan permasalahan yang terjadi atau mencari aktor sekolah yang
melakukan kesalahan. Pertanyaan yang sering diajukan adalah,
“Mengapa capaian hasil belajar siswa rendah?”, “Apa yang
membuat rencana kegiatan sekolah tidak berjalan lancar?”, dan
sebagainya. Motivasi untuk melakukan perubahan tentu akan
berangsur menurun jika diskusi diarahkan pada permasalahan.
Suasana psikologis yang terbangun tentu akan berbeda jika
pertanyaan diawali dengan pertanyaan positif seperti ini :
● Hal-hal baik apa yang pernah dicapai murid di kelas?
● Apa pelajaran menarik yang dapat dipetik dari setiap guru
di kelas?
● Bagaimana mengembangkan praktik baik setiap guru untuk
dipertahankan sebagai budaya sekolah?
Dalam modul 1.3 ini, kita mempelajari IA lebih dalam sebagai
salah satu model manajemen perubahan d i lingkungan
pembelajaran, baik itu di kelas maupun sekolah. Kita akan mencoba
24
menerapkannya melalui tahapan dalam IA yang di dalam bahasa
Indonesia disebut dengan BAGJA (Buat Pertanyaan, Ambil Pelajaran,
Gali Mimpi, Jabarkan Rencana, Atur Eksekusi). Silakan simak dan
pelajari videonya terlebih dahulu melalui tautan berikut ini [tautan
video BAGJA pusdatin].
Inilah langkah-langkah yang perlu Anda ikuti dalam
menerapkan perubahan sesuai dengan visi yang Anda telah impikan
berdasarkan tahapan BAGJA. Tahap pertama, Buat Pertanyaan
Utama. Di tahap ini, Anda merumuskan pertanyaan sebagai penentu
arah penelusuran terkait perubahan yang diinginkan atau diimpikan.
Tahap kedua, A mbil Pelajaran. Pada tahapan ini, Anda
mengumpulkan berbagai pengalaman positif yang telah d icapai di
kelas maupun sekolah serta pelajaran apa yang dapat diambil dari
hal-hal positif tersebut. Tahap ketiga, Gali Mimpi. P ada tahapan ini,
Anda dapat menyusun narasi tentang kondisi ideal apa yang
diimpikan dan diharapkan terjadi di lingkungan pembelajaran.
Disinilah visi benar-benar dirumuskan dengan jelas. Tahap ketiga,
Jabarkan Rencana. D i tahapan ini, Anda dapat merumuskan
25
rencana tindakan tentang hal-hal penting apa yang perlu dilakukan
untuk mewujudkan visi. Tahapan terakhir, A tur Eksekusi. Di bagian ini,
Anda memutuskan langkah-langkah yang akan diambil, siapa yang
akan Anda ajak dan pasti mau untuk terlibat, bagaimana
strateginya, dan aksi lainnya demi mewujudkan visi perlahan-lahan.
Semoga semua yang telah Anda pelajari memperkaya
“persenjataan” Anda dalam meniti langkah-langkah kecil hingga
terwujudnya visi Anda mengenai murid yang telah Anda jabarkan di
Pembelajaran 1. Pada awal penerapannya, mungkin Anda akan
merasakan kejanggalan atau meragukan keberhasilannya. Namun,
kami mengajak Anda untuk mencobanya dan menikmati kurva
belajarnya. Kurva belajar yang Anda akan alami mirip seperti seekor
anak burung yang belajar terbang. Pada saat pertama kali terbang,
jalur terbang anak burung tidak akan langsung ke atas, tapi akan ke
bawah dahulu kemudian meliuk ke atas sebagaimana terlihat pada
gambar berikut.
Dengan merujuk pada kurva belajar ini, maka marilah terus
percaya bahwa pendekatan positif akan membuahkan hasil yang
lebih luar biasa. Ini adalah kebiasaan baru.
26
Refleksi Mandiri 2.1
Berdasarkan penjelasan mengenai Inkuiri Apresiatif dan video
BAGJA sebelumnya, mari Bapak/Ibu CGP refleksikan kepada
pengalaman pribadi. Pertanyaan utama untuk refleksi kali ini adalah:
“Pernahkah Anda bermimpi tinggi dan memulai mewujudkannya dari
kekuatan pribadi yang Anda miliki?” . Pengalaman pribadi tersebut
mungkin terjadi bertahun-tahun yang lalu. Pengalaman tersebut bisa
saja terjadi di masa bersekolah dahulu. Sesederhana bermimpi
mendapatkan prestasi yang bagus pada mata pelajaran yang disukai
saat bersekolah dulu. Refleksikan pengalaman tersebut dan unggahlah
di media sosial Anda sebagai pengingat pribadi tentang pencapaian
mimpi. Ceritakan kekuatan apa yang Anda miliki dan strategi apa
yang Anda lakukan sehingga mimpi tersebut dapat tercapai.
Pengalaman ini akan menjadi pengingat bagi Anda dalam mencapai
visi Anda mengenai murid yang telah dijabarkan di Pembelajaran 1.
b) Kegiatan eksplorasi konsep bersama
Forum Diskusi Asinkron 2.2
Usai menyimak bacaan Inkuiri Apresiatif dan video BAGJA di
atas, Anda akan berdiskusi secara asinkron melalui forum. Dalam forum
tersebut, buatlah sebuah kesimpulan sepanjang 200-400 kata dengan
menggunakan pertanyaan pemandu berikut:
● Apa saja yang menurut Anda menjadi informasi utama dalam
bacaan dan video tersebut?
● Informasi apa yang paling dapat membantu Anda dalam peran
sebagai guru penggerak kelak?
27
Setelah selesai memberikan kesimpulan tertulis di atas, Anda
akan masuk ke dalam forum diskusi. Forum ini dimaksudkan untuk
memberikan Anda kesempatan mendiskusikan gagasan, pemikiran
dan pertanyaan-pertanyaan yang Anda miliki bersama Fasilitator.
Sebelum masuk dalam forum diskusi, mohon memperhatikan hal ini:
1. Diskusi ini bertujuan untuk mengembangkan pemahaman
bersama mengenai inkuiri apresiatif sebagai model manajemen
perubahan demi mewujudkan keberpihakan pada murid.
2. Peserta forum diskusi diharapkan dapat bersikap terbuka
terhadap pendapat dan menunjukkan sikap saling menghargai.
3. Fasilitator akan menjadi moderator diskusi yang akan memandu
sesi berbagi dan memastikan semua CGP mendapat
kesempatan menyampaikan opininya.
4. Fasilitator juga akan memberikan gambaran umum, berbagi visi,
dan menguatkan pemahaman di akhir sesi.
Forum diskusi di LMS ini akan dibagi ke dalam dua bagian, yaitu:
1) Bagian Pertama: Berbagi visi murid impian (dari Pembelajaran 1)
2) Bagian Kedua: Berbagi tugas kesimpulan tentang inkuiri apresiatif.
28
PEMBELAJARAN 3 – RUANG KOLABORASI
Durasi : 4 JP
Moda : Penugasan kelompok
TUJUAN PEMBELAJARAN KHUSUS
(1) CGP dapat mengidentifikasi kekuatan dari dalam diri dan luar diri
yang dapat mendukung terwujudnya visi pribadi untuk
menumbuhkan murid di masa depan.
PEMETAAN KEKUATAN
“Tugas kepemimpinan adalah menciptakan
keselarasan kekuatan, dengan cara membuat
kelemahan suatu sistem menjadi tidak relevan.”
Peter F. Drucker
Selamat datang Bapak/Ibu Calon Guru Penggerak pada sesi
pembelajaran ketiga!
Mari kita mengingat kembali visi yang telah dilukiskan dan
dirumuskan mengenai murid Anda di masa depan di Pembelajaran 1.
Untuk mencapai visi ini, tentu Anda tidak dapat berjalan sendiri. Pada
pembelajaran sebelumnya, kita telah mengetahui bahwa perubahan
dapat terjadi dengan adanya keterlibatan dari berbagai aktor di
dalam lingkungan tersebut. Begitu pun pada mimpi yang telah Anda
lukiskan, terdapat aktor-aktor lain yang juga turut berperan.
29
Berdasarkan pendekatan inkuiri apresiatif, ini adalah aset atau sumber
kekuatan yang dapat Anda manfaatkan untuk menggapai mimpi
tersebut. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk membuat
pemetaan kekuatan. Pemetaan kekuatan ini dilakukan untuk
mengetahui siapa yang dapat ikut berperan mendukung Anda dan
bentuk dukungan seperti apa yang bisa dimanfaatkan.
Pemetaan kekuatan ini tidak dimaksudkan agar Anda
bergantung pada banyaknya aktor di lingkungan Anda untuk
mewujudkan mimpi pribadi Anda mengenai murid. Pada saat
membuat pemetaan kekuatan, aktor penting pertama yang perlu
dipertimbangkan adalah Anda dan murid Anda. Bayangkanlah diri
Anda sebagai aktor kunci dan aset pertama yang Anda miliki dalam
mewujudkan mimpi. Kemudian, bayangkanlah juga murid Anda
sebagai aset utama dan harta yang Anda miliki karena Anda sedang
bermimpi tentang mereka.
Hari Pertama: Forum Diskusi 3.1
Kali ini Anda akan dibagi dalam kelompok kolaborasi yang akan
berdiskusi secara langsung dalam pembelajaran sinkronus. Anda dan
anggota kelompok akan ditantang bersama-sama untuk membuat
pemetaan kekuatan. Pemetaan ini dibuat dalam bentuk kategorisasi
atau pengelompokan aset yang kelompok Anda miliki. Aset ini dapat
berupa tempat, benda, orang, komunitas, lembaga atau yang lainnya.
Di dalam format tersebut, kategori pertama yang perlu dicantumkan
adalah diri Anda sendiri dan murid Anda sebagai aset pertama dan
utama. Kemudian, tentukan kategorisasi yang lain. Bersama anggota
30
kelompok, temukan kekuatan apa saja yang dimiliki setiap kelompok
aset (kategori) secara spesifik. Setelah pengelompokan (kategorisasi)
tersebut dilakukan, kemudian jabarkan peran dan manfaat penting
apa yang dimiliki sebagai sumber kekuatan. Diskusi ini dilakukan melalui
LMS dengan panduan dari fasilitator.
Tugas Individu 3.2
Setelah format dipresentasikan dan disepakati, masing-masing
anggota kelompok kemudian melanjutkan mengisi format tersebut
dengan menyebutkan secara spesifik nama orang, benda, tempat,
komunitas, lembaga, dan lainnya yang dapat Anda andalkan sebagai
aset di sekolah Anda. Tuliskan secara spesifik kekuatan apa yang
dimiliki oleh masing-masing aset tersebut. Tentu saja yang pertama kali
perlu anda rincikan adalah kekuatan apa yang Anda dan murid Anda
miliki sebagai aset utama dalam mencapai mimpi Anda. Unggahlah
dokumen Anda dalam bentuk JPG ke dalam LMS.
Hari Kedua: Forum Diskusi 3.3
Pada hari berikutnya, Anda akan mendiskusikan hasil pemetaan
ini melalui pembelajaran sinkronus bersama CGP lain serta memberikan
umpan balik atas pekerjaan CGP lain yang telah dilihat melalui gallery
walk dalam LMS. Diskusi ini dilakukan secara sinkronus melalui LMS.
Dukungan sistem manajemen belajar
● Alokasi penyerahan tagihan digital individu yang dapat diakses oleh
CGP lain dalam kelompok yang berbeda. Mereka akan membaca
31
dan memberikan umpan balik positif dan mengajukan
pertanyaan-pertanyaan reflektif (mungkin berbentuk utas forum
diskusi yang dapat direspon oleh CGP lain, dan dapat upload
lampiran dokumen).
● Mengatur sedemikian rupa sehingga setiap CGP dapat
memberikan respon lisan pada pekerjaan minimal 3 orang CGP
lainnya.
32
PEMBELAJARAN 4 – REFLEKSI TERBIMBING
Durasi : 1 JP
Moda : Asinkron
TUJUAN PEMBELAJARAN KHUSUS
1) CGP dapat merefleksikan proses pembelajaran yang telah dilalui.
2) CGP dapat mengambil pembelajaran dari proses kolaborasi dan
hasil pekerjaannya sendiri.
Selamat Bapak/Ibu Calon Guru Penggerak, kita telah berada di
tengah Modul 1.3. Banyak hal telah coba dipelajari melalui 3
pembelajaran sebelumnya. Mari kita membuat r efleksi individu 4P
(rubrik di bagian akhir pembelajaran ini) atas proses kolaborasi yang
telah kelompok Anda lalui di Pembelajaran 3 dalam menyelesaikan
tugas pembuatan pemetaan kekuatan dari setiap aset yang dimiliki.
Gunakan poin-poin panduan (4P) berikut untuk menyusun refleksi
Anda:
● Peristiwa- peristiwa apa saja yang terjadi dalam diskusi?
● P erasaan apa yang muncul saat proses pembelajaran?
● P embelajaran apa saja yang diperoleh melalui peta kekuatan?
● Jika saya ingin membuat perubahan dengan konsep inkuiri
apresiatif: Apa saja yang perlu saya pelajari lebih lanjut? Apa saja
strategi yang dilakukan untuk melaksanakan perubahan?
33
Berikut ini terdapat rubrik yang dapat Anda gunakan sebagai
panduan untuk menjawab pertanyaan di atas. Refleksi ini merupakan
tugas dengan penilaian pribadi ( self-assessment) namun tetap perlu
dilakukan dengan sungguh-sungguh.
Setelah Anda melakukan refleksi, unggahlah hasil refleksi tersebut
ke dalam LMS dan diskusikan bersama rekan CGP lain dan juga
fasilitator.
34
PEMBELAJARAN 5 – DEMONSTRASI KONTEKSTUAL
Durasi : 2 JP
Moda : Penugasan mandiri
TUJUAN PEMBELAJARAN KHUSUS
(1) CGP berlatih menerapkan Inkuiri Apresiatif untuk mengidentifikasi
potensi murid dan membuat strategi untuk menumbuhkannya.
(2) CGP berlatih memberikan umpan balik secara terstruktur terhadap
pekerjaan CGP lainnya.
Menerapkan Inkuiri Apresiatif Pada Kasus Yang Ditentukan
Selamat datang kembali di sesi pembelajaran ke-5!
Pada bagian ini, Bapak/Ibu Calon Guru Penggerak akan
ditantang untuk menjalankan model manajemen perubahan Inkuiri
Apresiatif BAGJA secara nyata. Sebagai latihan, Anda diminta untuk
menjalankan tahapan BAGJA untuk menghasilkan sebuah
rekomendasi perubahan.
Sebagai tambahan, Anda juga dapat menyimak terlebih dahulu
paparan Jon Townsin seorang Psikolog Organisasi yang menjelaskan
inkuiri apresiatif dalam videonya (tautan: http://youtu.be/apqKi_m6Ejs)
sebagai filosofi dan proses untuk memanfaatkan kekuatan dan
pengalaman semua orang yang berada dalam suatu sistem untuk
mewujudkan yang diinginkan. Menurut Townsin, inkuiri apresiatif dapat
menyuntikkan energi, harapan dan optimisme ketika kebutuhan untuk
perubahan telah teridentifikasi. Kali ini, sebagai latihan, kita tentukan
kebutuhan perubahan tersebut.
35
Tugas Individu 5.1
Merekomendasikan “Strategi Pengenalan Kekuatan dan Potensi
Murid” .
Sebagai pendidik, merupakan hal yang lumrah terjadi ketika
perhatian kita lebih banyak tertuju pada murid yang secara akademik
berprestasi atau malah lebih memfokuskan perhatian pada murid
‘bermasalah’ atau murid yang mengalami kesulitan untuk dididik.
Namun, seringkali kita lupa bahwa mayoritas murid yang kita miliki
adalah murid-murid yang tampak biasa saja. Murid-murid ini memiliki
kemungkinan untuk kita abaikan karena tidak ada hal menonjol yang
mereka miliki. Namun, perlu ada perubahan dalam memandang
mereka dan mendidik mereka. Ingat kembali tujuan pendidikan
nasional yang telah dinyatakan dalam Undang-Undang Republik
Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
Pasal 3, bahwa pendidikan diselenggarakan agar setiap individu
dapat menjadi manusia yang “beriman dan bertakwa kepada Tuhan
Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif,
mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis dan
bertanggung jawab”. Pedoman ini adalah Profil Pelajar Pancasila
yang diharapkan menjadi pegangan untuk para pendidik di ruang
belajar yang lebih kecil. Profil ini tidak hanya dimiliki oleh murid
berprestasi secara akademik atau murid yang menonjol dalam bakat
lainnya, profil pelajar Pancasila ini diharapkan dimiliki oleh seluruh murid
Anda di dalam kelas.
Oleh karena itu, pada Tugas Individu kali ini, Bapak/Ibu diminta
membuat rancangan tindakan perubahan berdasarkan tahapan
36
B-A-G-J-A untuk mulai mengubah arah didikan dengan lebih adil dan
berpihak pada murid, khususnya pada murid yang selama ini jarang
diperhatikan. Temukan potensi dan kekuatan yang mereka miliki serta
temukan juga hal baru apa yang dapat Anda lakukan untuk menggali
potensi mereka.
Fokuskan diri Anda untuk menjalankan B-A-G-J-A tahap demi
tahap. Susunlah pertanyaan-pertanyaan yang dapat mengungkap hal
paling menyenangkan, positif atau menarik apa yang Anda temukan
saat berinteraksi dengan murid yang tampak biasa ini. Bukalah ruang
dialog bersama murid-murid ini untuk menghasilkan
pertanyaan-pertanyaan yang sesuai di tiap tahapan B-A-G-J-A Anda.
Model B-A-G-J-A merupakan praktik membawakan proses perubahan
berbasis kekuatan.
Untuk memperjelas gambaran tugas yang harus Anda kerjakan,
pada kesempatan ini kita akan ambil contoh di tahapan B uat
pertanyaan utama (inisial B dalam B-A-G-J-A). Tahapan ini adalah
tahap menemukan apa yang ingin Anda selidiki menjadi bentuk
pertanyaan. Misalnya: Kita akan menyelidiki apa saja yang potensi
yang murid-murid biasa ini tunjukkan ketika belajar. Oleh karena itu,
pertanyaan utama penyelidikannya antara lain adalah:
● Hal baik apa yang dapat Anda temukan dari murid rata-rata ini
dalam kegiatan belajar?
● Hal menarik apa yang dapat Anda pelajari dari respon, aktivitas,
dan hasil belajar yang murid rata-rata ini?
Jalankan setiap tahapan dan pertanyaan dalam model
B-A-G-J-A secara lengkap. Pada pembelajaran sebelumnya, Anda
37
telah membuat pemetaan kekuatan. Nah, Anda dapat
memanfaatkan informasi dalam daftar tersebut. Kemudian susunlah
dengan sungguh-sungguh sebuah rencana rekomendasi seolah-olah
Anda akan segera melaksanakannya.
Berikut ini hanyalah contoh tabel untuk mengumpulkan
pertanyaan utama dan kegiatan apa saja yang ada di setiap tahapan
B-A-G-J-A sebagai dasar pertimbangan Anda ketika merumuskan
rekomendasi untuk mengenali serta menumbuhkan potensi
murid-murid tersebut.
PRAKARSA Strategi Pengenalan Kekuatan dan Potensi Murid
PERUBAHAN
TAHAPAN Pertanyaan Daftar tindakan yang perlu
dilakukan untuk menjawab
pertanyaan
B-uat pertanyaan
(Define)
A-mbil pelajaran
(Discover)
G-ali mimpi
(Dream)
J-abarkan
rencana (Design)
A-tur eksekusi
(Deliver)
Forum Diskusi 5.2
38
Setelah Anda membuat rekomendasi perubahan berdasarkan
tahapan B-A-G-J-A, maka proses berikutnya adalah Anda diminta
untuk mengunggah Tugas Individu 5.1 ini pada LMS dalam bentuk
forum. F orum diskusi kali ini merupakan kesempatan bagi Bapak/Ibu
CGP dalam berlatih untuk saling memberikan masukan secara
sistematis dan terstruktur. Hal ini penting dilakukan dalam rangka
mengevaluasi proses pembelajaran pribadi berdasarkan pengamatan
rekan lain. Masukan yang diberikan dari rekan lain akan membantu kita
untuk mengembangkan diri lebih baik lagi sebagai guru penggerak.
Aktivitas ini disebut juga umpan balik.
Umpan Balik: Peran Dan Dampaknya Bagi Proses Belajar
Umpan balik adalah informasi yang diberikan oleh seseorang
mengenai aspek kinerja atau pemahaman orang lain. Hal ini
biasanya terjadi seusai pembelajaran yang bertujuan untuk
memberikan pengetahuan dan keterampilan atau untuk
mengembangkan sikap tertentu (Hattie & Timperley, 2007).
Hattie & Timperley (2007) menyimpulkan bahwa umpan balik
yang efektif akan:
● membahas tujuan dari tugas yang diberikan
● mengarahkan perhatian pada elemen positif dari proses kerja
● memberikan informasi tentang seberapa baik tugas telah
dilakukan dan seberapa efektif tugas telah dikerjakan
● menyertakan kritik yang membangun melalui saran-saran yang
dapat memprovokasi peningkatan kualitas unjuk kerja
● mengacu pada perbaikan kinerja
39
● mendorong perbaikan proses belajar yang diperlukan untuk
memahami dan menyelesaikan tugas
● mencakup unsur penilaian diri sebagai bagian dari proses untuk
mendorong kemandirian dan tanggung jawab
● menginspirasi bagaimana penyelesaian tugas dapat
direncanakan, dimonitor dan dikelola dengan
strategi/pendekatan tertentu (AITSL, n.d., p.8).
Setelah memahami konsep mengenai umpan balik, saat ini kita
akan belajar mempraktekkannya. Anda diminta untuk memberikan
umpan balik yang efektif terhadap pekerjaan CGP lain mengenai
rekomendasi perubahan berdasarkan tahapan B-A-G-J-A. Dalam
memberikan umpan balik, perhatikan hal-hal yang dibahas dalam
tulisan di atas tadi. Tuliskan umpan balik Anda pada utas jawaban
pada forum diskusi, sesuai utas milik rekan yang ditugaskan kepada
Anda.
Pastikan Anda fokus pada apa yang berhasil dilakukan dengan
baik oleh rekan CGP lain dan berikan pertanyaan reflektif yang dapat
memantik ide mereka untuk meningkatkan kualitas pekerjaan pada
Tugas Individu ini. Umpan balik Anda juga dapat mengacu pada rubrik
berikut. Rubrik ini digunakan sebagai panduan untuk membuat dan
menilai tugas yang telah Anda dan rekan CGP lainnya buat pada
Tugas Individu. Umpan balik harus memenuhi komponen yang ada di
rubrik.
40
4 3 2 1
Rencana
meliputi
hal-hal
berikut:
Tujuan Tujuan khusus yang Tujuan khusus yang Tujuan khusus yang Tujuan khusus
khusus dibuat memperjelas dibuat memperjelas dibuat belum
tujuan utama tujuan utama memperjelas tujuan memperjelas
rekomendasi rekomendasi utama tujuan utama
perubahan dan perubahan rekomendasi
selaras dengan rekomendasi
konteks dimana meskipun perubahan perubahan
rencana akan pertimbangan yang
dieksekusi dibuat belum selaras
dengan konteks
dimana rencana
akan dieksekusi
Pertanyaan Pertanyaan yang Pertanyaan yang Pertanyaan yang Pertanyaan yang
dalam tiap dibuat selaras dibuat belum selaras dibuat selaras dibuat tidak
dengan pertanyaan dengan
tahapan dengan pertanyaan selaras dengan
BAGJA utama yang dipilih utama yang dipilih pertanyaan utama pertanyaan
yang dipilih namun
dan secara jelas namun dapat utama yang
memandu memandu belum dapat dipilih
memandu
menentukan apa menentukan apa
aksi tindak lanjutnya aksi tindak lanjutnya menentukan apa
aksi tindak
lanjutnya
Pemetaan Terdapat rincian Terdapat rincian Terdapat rincian Tidak terdapat
Kekuatan identifikasi kekuatan identifikasi kekuatan identifikasi rincian identifikasi
yang dimiliki pada
yang dimiliki oleh kekuatan yang kekuatan yang
setiap murid serta beberapa murid dimiliki pada dimiliki pada
saja serta strategi murid di kelas
strategi untuk untuk meningkatkan beberapa murid
meningkatkan saja namun belum
kekuatan dan kekuatan dan
potensi tersebut potensi tersebut disertai strategi
peningkatan
kekuatan dan
potensi
Peran murid Ada rencana yang Ada rencana untuk Ada rencana untuk Tidak ada
jelas dan rinci untuk menempatkan menempatkan rencana untuk
menempatkan murid murid sebagai murid sebagai menempatkan
sebagai kontributor, kontributor kontributor murid sebagai
perubahan kontributor utama
pemeran utama, perubahan namun
dan target belum dijadikan meskipun rencana perubahan
pemeran utama perubahan belum
perubahan dalam dan target utama
rencana perubahan perubahan jelas
41
PEMBELAJARAN 6 – ELABORASI PEMAHAMAN (2 JP)
Durasi : 2 JP
Moda : Mandiri dan forum diskusi
TUJUAN PEMBELAJARAN KHUSUS
1) CGP dapat menghubungkan visi CGP dengan pemikiran Ki Hajar
Dewantara serta pendekatan inkuiri apresiatif.
Kebutuhan Perubahan Di Sekolah
Bapak/Ibu Calon Guru Penggerak sekalian, berikut ini adalah
materi belajar mandiri yang akan menjadi bahan pertimbangan awal
dalam mengelaborasi pemahaman Anda mengenai bagaimana guru
penggerak dapat berkontribusi dalam mewujudkan murid dengan
Profil Pelajar Pancasila di sekolah.
Refleksi Mandiri 6.1
Bapak/Ibu CGP tentu mengingat materi pada Modul 1.2
mengenai Profil Pelajar Pancasila. Pelajar Pancasila disini berarti pelajar
sepanjang hayat yang kompeten dan memiliki karakter sesuai nilai-nilai
Pancasila. Karakter tersebut adalah 1) Beriman, bertakwa kepada
Tuhan yang Maha Esa dan berakhlak mulia; 2) Mandiri; 3)
Bergotong-royong; 4) Berkebinekaan global; 5) Bernalar kritis; 6) Kreatif.
Profil ini diharapkan juga menjadi cita-cita Bapak/Ibu yang tertuang
dalam visi pribadi mengenai murid dan sekolah di masa depan.
Kali ini, Bapak/Ibu diminta untuk merefleksikan pemahaman dari
materi pembelajaran dan melakukan elaborasi pemahaman dengan
beberapa pertanyaan pemandu berikut:
● Apa yang Anda pahami tentang paradigma inkuiri apresiatif (IA)?
42
● Apa yang Anda pahami mengenai peran sebagai pendidik dalam
mewujudkan murid dengan Profil Pelajar Pancasila di sekolah Anda?
● Sebagai seorang guru yang mendidik, apa yang harus Anda
lakukan berdasarkan konsep IA dan Profil Pelajar Pancasila dalam
memahami murid yang Anda ajar?
● Jika masih terdapat hal-hal yang belum Anda pahami, silahkan
mengajukan pertanyaan untuk dibahas dalam forum diskusi
bersama Instruktur.
Forum Diskusi 6.2
Setelah melakukan refleksi secara mandiri, Anda akan diminta
untuk berdiskusi langsung bersama CGP lain dan Instruktur melalui
pembelajaran sinkronus. Anda dan kelompok diminta untuk membahas
tentang pemahaman yang dimiliki masing-masing terkait materi yang
telah dipelajari dan saling memberikan umpan balik, mulai dari profil
pelajar Pancasila serta kaitannya dengan paradigm IA. Mintalah
Instruktur dan rekan CGP lain untuk memberikan contoh pengalaman
pribadi dan b est practice yang dapat menginspirasi Anda dalam
mempraktekkan materi ini di sekolah Anda.
43
PEMBELAJARAN 7 – KONEKSI ANTAR MATERI
Durasi : 1JP
Moda : Mandiri
TUJUAN PEMBELAJARAN KHUSUS
1) CGP dapat mengaitkan materi-materi yang telah dipelajari dan
materi lain yang relevan ke dalam rencana manajemen perubahan
yang menerapkan paradigma dan model inkuiri apresiatif.
2) CGP dapat menunjukkan penggalian seluruh kekuatan dan
potensi dari dalam dan luar diri pada rencana manajemen
perubahannya.
MENGAITKAN SEMUANYA DALAM RENCANA INKUIRI APRESIATIF
Selamat Bapak/Ibu Calon Guru Penggerak sekalian, ini adalah
tahapan terakhir sebelum tahapan eksekusi. Sebagai CGP, Anda
ditantang untuk membuat rencana perubahan nyata untuk
mewujudkan visi pribadi Anda mengenai murid. Anda perlu
mempertimbangkan semua materi dan tugas sepanjang Modul 1.3 ini
menggunakan model manajemen perubahan Inkuiri Apresiatif. Anda
juga ditantang untuk menunjukkan koneksi dengan materi lain yang
relevan di luar modul ini.
Refleksi Mandiri 7.1
Setelah melihat keterkaitan berbagai materi, Anda tentu memiliki
perspektif yang lebih luas yang dapat memperkaya Anda dalam
44
membuat perubahan di lingkungan Anda berkarya. Pada tahapan
pembelajaran setelah ini, Anda diminta untuk melakukan sebuah
tindakan sebagai implementasi dari pemahaman yang sudah didapat.
Oleh karena itu, sebelum melakukan tindakan, rumuskanlah kembali visi
yang telah Anda rancang di awal pembelajaran Modul ini. Kaitkan
kembali dengan materi yang telah Anda pelajari sebelumnya baik di
Modul 1.3 ini maupun di modul sebelumnya (Modul 1.1 mengenai
Filosofi Pendidikan dan Modul 1.2 mengenai Nilai dan Peran Guru
Penggerak).
Rumuskan dengan penuh keyakinan, visi sekolah impian Anda di
masa depan dalam 1 kalimat yang singkat, padat, dan jelas.
Anda telah menentukan visi dengan sangat yakin. Keputusan
akan visi ini harus Anda jalankan berdasarkan proses perencanaan
Inkuiri Apresiatif menggunakan tahapan B-A-G-J-A. Proyeksikan
implementasi rencana Anda sampai pada dampak nyata yang akan
diperoleh murid Anda atas perubahan yang Anda lakukan tersebut.
Pastikan kembali, bahwa i ni bukan sekedar untuk menyelesaikan tugas
pendidikan sebagai CGP, namun ini Anda lakukan untuk
menumbuhkan murid-murid di sekolah/kelas Anda. Oleh karena itu,
pertimbangkanlah bagaimana Anda memastikan kontribusi suara dan
pandangan murid Anda dalam pembuatan rencana implementasi
Anda.
45
Tugas Individu 7.2
Setelah memutuskan visi pribadi yang ingin Anda capai
mengenai murid dan sekolah Anda di masa depan, maka buatlah
rancangan mengenai strategi perubahan yang akan Anda lakukan
berdasarkan pendekatan IA dengan tahapan B-A-G-J-A. Ingat kembali
latihan yang telah Anda lakukan pada studi kasus di Pembelajaran 5 :
Demonstrasi Kontekstual. Kemudian, unggahlah rancangan perubahan
tersebut di LMS.
46
PEMBELAJARAN 8 – AKSI NYATA (1 JP)
Durasi : 1 JP
Moda : Mandiri
TUJUAN PEMBELAJARAN KHUSUS
1) CGP mampu menjalankan rencana manajemen perubahan yang
telah dibuat.
Eksekusi Rencana Inkuiri Apresiatif
Bapak/Ibu Calon Guru Penggerak,
Ki Hajar Dewantara dalam majalah “Keloearga” tahun 1937
menyatakan sebuah frasa “peralatan pendidikan”. Beliau menjelaskan,
peralatan pendidikan merupakan cara-cara mendidik yang beragam
bentuknya. Namun, beliau membaginya menjadi 6 cara utama
sebagai berikut:
1. memberi contoh
2. pembiasaan
3. pengajaran
4. perintah, paksaan dan hukuman
5. laku
6. pengalaman lahir dan batin
Beliau menyatakan bahwa alat-alat itu tidak perlu dipergunakan
semua. Beliau pun menyampaikan bahwa ada yang tidak sepakat
terutama dengan penggunaan cara nomor 4. Beliau pun menyatakan
47
penggunaan cara-cara tersebut harus dihubungkan dengan jenjang
usia dan perkembangan murid yang merupakan kodrat mereka.
Dari pernyataan Ki Hajar Dewantara tersebut, kita dapat
menyimpulkan bahwa prakarsa yang Anda telah buat dalam bentuk
rencana manajemen perubahan berdasarkan pendekatan IA,
dimaksudkan untuk menumbuhkan murid yang memiliki Profil Pelajar
Pancasila. Kemudian, tindakan untuk mewujudkan pertumbuhan murid
ini perlu diejawantahkan dalam cara mendidik yang beragam dan
disesuaikan dengan kondisi murid maupun situasi di sekolah Anda.
Bapak/Ibu Calon Guru Penggerak, pada tahapan akhir dari siklus
pembelajaran MERRDEKA, kali ini Bapak/Ibu akan mendapat
kesempatan untuk menjalankan rancangan yang sudah dibuat pada
tahap Koneksi Antarmateri. Ingatlah bahwa penerapan Aksi Nyata ini
bukan semata penugasan modul Program Pendidikan Guru
Penggerak, melainkan sebuah praktik dalam pengembangan profesi
berkelanjutan.
Selamat menjalankan Aksi Nyata, buatlah dokumentasi untuk
Anda pribadi mengenai proses yang terjadi. Utamakan dokumentasi
tersebut pada tahapan-tahapan yang Anda anggap penting.
Dokumentasi dapat berupa foto atau video. Kemudian, setiap
minggunya, buatlah jurnal cerita singkat dimana Anda dapat
menceritakan pengalaman berkesan yang Anda peroleh selama
menjalankan aksi nyata. Jurnal ini dapat berupa cerita 1 paragraf
tentang 1 hal menarik yang Anda temukan dalam proses Aksi Nyata.
48
Selain menjadi catatan pengembangan profesi Anda, jurnal singkat ini
akan membantu Anda saat hendak menulis artikel refleksi di akhir
paket modul dan melakukan pendampingan individu bersama
Pengajar Praktik.
49
PENUTUP
Bapak/Ibu Calon Guru Penggerak. Selamat! Anda telah
menyelesaikan Modul 1.3 ini. Terimakasih atas semangat dan
upaya Anda yang maksimal dalam menyelesaikan semua
tantangan yang diberikan. Semoga segala proses yang Anda
jalani dalam Modul 1.3 ini dapat membawa manfaat bagi mimpi
Anda pada murid-murid Anda di masa depan kelak.
Anda tetap harus memperhatikan bahwa sama dengan
Modul 1.2, status penyelesaian Modul 1.3 juga sangat bergantung
pada bagaimana Anda menyelesaikan Pembelajaran 8 Aksi Nyata
masing-masing. Semoga modul ini berhasil membuat Anda
memberanikan diri untuk bermimpi dan terlebih penting lagi
mewujudkan mimpi untuk menyediakan lingkungan belajar terbaik
bagi bertumbuhnya murid-murid Anda secara maksimal. Selamat
menemukan, menumbuhkan dan menguatkan jati diri Anda
sebagai Guru Penggerak. Salam belajar!
50