The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Perpus Kota Semarang, 2018-10-30 17:43:13

Depresi No Way

Depresi No Way

PSIKOPOP REMA.JA

Depresi? No way!



PSIKOPOP REMA~A

Depresi? No way!

Wahyu Bramastyo

Penerbit ANDI Yogyakarta

Depresi? No Way!
Oleh: Wahyu Bramastyo

Hok Cipto © 2009 podo Penulis

Editor : Renoti Winong Rosori

Selling : Alek

Deso in Cover : Chrismostuti
Korektor
: Artiko Mayo I Alek

Hok Cipto dilindungi undong-undong.
Dilorong memperbonyok otou memindohkon sebogion otou seluruh isi buku ini dolom bentuk opopun,
boik secoro elektronis moupun mekonis, termosuk memfotocopy, merekom otou dengon sistem
penyimponon loinnyo, tanpa izin tertulis dori Penulis.

Penerbit: C.V AND I OFFSET (Penerbit AND I)
Jl. Bee 38-40, Telp. (0274) 561881 (Hunting), Fax. (0274) 588282 Yogyakarta 55281

Percetakon: AND I OFFSET
Jl. Bee 38-40, Telp. (0274) 561881 (Hunting), Fox. (0274) 588282 Yogyakorta 55281

Perpustakaan Nasional: Katalog dalam Terbitan (KDT)

Bramastyo, Wahyu 11 10 09
32
Depresi? No Way! I Wahyu Bramastyo;
DDC'21 : 362.25
- Ed. I . - Yogyakorta: ANDI,
18 17 16 15 14 13 12

xii + 164 him.; 13 x 19 Cm.

10 9 8 7 6 5 4
ISBN: 978- 979- 29 - 0587- 8

Judul
I. Depression

(jntuk para remaja di mana pun.........

l)uat Mamah, Fapah, semua keluargaku,

Ocit, Mbak Hati, Mu-Chan, sahabat-
sahabatku, dan semua orang :lang kehadirann:Ja

membuat hidupku diwarnai cinta dan rasa
S:Jukur...



Buku ini saya tulis setelah mengetahui fakta yang terpapar
yang menyatakan bahwa jumlah penderita depresi dari tahun
ke tahun terus meningkat. Dengan niat ikut berpartisipasi
dalam upaya preventif terhadap fenomena tersebut, saya ingin
berbagi topik ini dengan kalian, para remaja di mana pun juga.

Jika diketahui muncul potensi depresi pada masa-masa remaja
seperti kalian sekarang ini, biasanya gejala yang tampak belum
begitu parah sehingga masih relatif bisa dicegah. Dengan me-
ngenal apa itu depresi lebih dekat lagi, saya berharap para
remaja bisa memahami gejala-gejala depresi dengan lebih baik
sehingga pada akhirnya mampu membangun mekanisme per-
tahanan terhadap depresi. Depresi adalah sesuatu yang sangat
mungkin terjadi pada setiap orang. Mengenalinya sejak dini
memungkinkan kita untuk mengetahui langkah-langkah apa
yang sebaiknya kita lakukan dan kepada siapa kita bisa me-
minta pertolongan jika memang membutuhkannya.

VI Depresi? No Way!

Meskipun demikian, buku ini bukan semata-mata ditujukan
untuk kaum remaja. Saya berharap orangtua, guru, maupun
orang-orang dewasa lainnya yang tidak pernah berhenti ber-
hubungan dengan para remaja juga ikut membekali diri dengan
pengetahuan tentang depresi. Dengan demikian, pada akhir-
nya mereka mampu menjadi teman diskusi yang tepat bagi
anak-anak remaja mereka, siswa-siswa di sekolah, ataupun
remaja di lingkungan sekitar tempat tinggal mereka.
Salam sayang selalu,

Penulis

.,AJTA~I!I

PENGANTAR- v

DAFTAR lSI- vii
MASA REMAJA - 1
DEPRESI, SANG PENGHISAP KEBAHAGIAAN - 7
PENYEBAB DEPRESI-WASPADAI DATANGNYA
Sl MONSTER - 13
PENTINGNYA MENGENALI GEJALA DEPRESI- 19
MENCOBA MENGENALI GEJALA DEPRESI - 21
VARIASI DEPRESI - 29
BENTUK-BENTUK PENGOBATAN DEPRESI - 37
DEPRESI DAN FISIK- 43
MEREKA YANG RENTAN DEPRESI- 47

Pribadi Introvert- 47
Kepribadian Tipe C- 49
Kepribadian Tipe A- 52
Anak-anak dengan Orangtua Depresi - 55
Mereka yang Merasa Kesepian - 57
Anak-anak Rejected - 62

VIII Depresi? No Way!

Perempuan pada Saat Tertentu- 65
Penderita Long Diseases - 67

LANGKAH-LANGKAH AMAN & MURAH
MENCEGAH DEPRESI - 73

Pahami lni Dulu: Ada Hubungan Antara Pikiran dan Tubuh
(Psikoneuroimunologi) - 73
Hindari Zat-zat Pemicu Depresi- 75
Olahraga - 79
Makan Makanan Sehat - 82
Bersihkan Kamarmu - 84
Menjadi Aktif- 86
Hindari Berlart-larut dalam Kesedihan Saat Si Dia
Meninggalkanmu - 89
Tertawa & Humor - 90
Bersyukur- 96
Warna dan Musik - 99
Bergaullah - 101
Dapatkan Lebih Banyak Sentuhan - 104
Tidur yang Cukup - 107
Lepaskan, Jangan Mengekang -111
Hiduplah untuk Hari lni - 114
Makan Cokelat - 117
Nikmati Bangun Pagi - 119
Sadari Bahwa Masalah Adalah Sesuatu yang Wajar dalam
Hidup lni - 121
Bersikap Asertif- 123

Daftar lsi IX

Berhentilah Menjadi Penunda- 125
Buat Para Pembosan -129
Jangan Takut - 130
Tidak Perlu Menjadi Sempurna - 132
Nonton Film Komedi - 136
Akui Kesalahanmu dan Minta Maaflah - 138
Memaafkan Diri Kita Sendiri - 140
Tinggalkan Kebiasaan Buruk yang Merusak- 142
Gunakan Sudut Pandang Positif- 144
lkutilah Momen-momen Pengembangan Diri- 146
Lakukan Sesuatu untuk Orang Lain- 147
Perkuat Sisi Spiritualmu - 149

SIAPA YANG BISA KAMU DATANGI? -153
PENUTUP- 157
DAFTAR PUSTAKA -161

X Depresi? No Way!

MA!A ltiMAJA

Remaja adalah suatu periode ketika kamu mengalami transisi
dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa. Wajar saja bila
itu bukan waktu yang mudah untuk kamu lalui. Para psikolog

sering menyebut masa-masa tersebut sebagai fase storm and
stress mengingat begitu banyaknya tekanan, baik dari luar

maupun dari dalam tubuhmu sendiri, yang membuatmu men-
jadi sosok yang begitu rentan secara emosional. Tekanan dari
ternan sebaya, banyaknya PR dan ulangan di sekolah, tuntutan
orangtua dan guru, keinginan untuk berprestasi sekaligus ber-
aktualisasi, mode yang harus kamu pilih untuk diikuti, ataupun
pencarian identitas diri, semua itu harus terjadi justru di saat
tubuhmu sedang sibuk dengan masalah pemasakan harmon
dan mulai aktifnya fungsi-fungsi organ seksual.

Tidak sedikit memang yang harus dihadapi remaja sepertimu.
Terkadang, patah hati membuatmu seperti disambar petir di
siang hari. Remaja lain mengira dunia kiamat ketika mereka
ditolak dari kelompok sebayanya. Sementara itu, remaja te-
tanggamu mengira hidupnya benar-benar hancur ketika ia
gagal dalam pelajaran olahraga. Saya sendiri pernah merasa
begitu tertekan dan memilih tidur seharian setelah sehari
sebelumnya mengangkat tangan dengan penuh percaya diri
untuk menjadi relawan menjawab soal-soal bahasa lnggris di
depan kelas, tetapi ternyata saya salah menuliskan kata

thirteen di papan tulis.

2 Depresi? No Way!

Kadang-kadang, hal-hal yang kelihatannya sepele bagi orang
dewasa memang bisa jadi merupakan sesuatu yang penting
bagi remaja. Salah satu tugas perkembangan pada masa-masa
remaja sepertimu adalah menemukan identitas dirimu sendiri.
Remaja yang berhasil menemukan identitas dirinya dengan
jelas biasanya akan memiliki konsep diri yang jauh lebih positif
dibandingkan mereka yang mengalami kebingungan akan iden-
titasnya. Mereka menjadi lebih percaya diri, mudah bergaul,
memiliki banyak ternan, lebih santai, dan tidak tertekan saat
menjalani keseharian mereka. Oleh karena itu, hal-hal sekecil
apa pun yang berkaitan dengan pembentukan konsep diri
biasanya menjadi sangat penting. Peristiwa yang membuat
malu, ejekan, olok-olok, atau penolakan bisa membuat mereka
serasa hancur bak tertimpa meteor.

Masa remaja adalah masa ketika egomu masih belum ber-
kembang dengan sempurna dan justru di masa-masa itu kamu
harus berhadapan dengan begitu banyak hal baru yang kadang
tampak menyenangkan bagimu, tetapi juga terkadang me-
nakutkan. Masa-masa itu adalah masa yang rentan dan begitu
penting untuk perkembangan kepribadianmu di saat dewasa.
Hal itu dikarenakan perkembangan individu menganut prinsip
life span development, yang berarti jika ada satu kendala pada
satu fase kehidupan, baik itu fase kanak-kanak, remaja, atau
dewasa, maka itu akan memengaruhi perkembangan sese-
orang di fase berikutnya.

Masa remaja seperti masa ketika kupu-kupu -yang tadinya
adalah seekor ulat- mencoba untuk pertama kalinya menyo-
bek kepompong yang membungkus dirinya. ltu adalah waktu
yang sangat penting di mana kupu-kupu melatih otot-otot
sayapnya dengan menyobek selaput kepompongnya sendiri

Masa Remaja 3

sehingga beberapa detik kemudian ia dapat terbang dengan
sepasang sayap yang kuat. Masa itu adalah masa transisi, dari
ulat menjadi kupu-kupu -dari anak-anak menuju kedewasaan.

Perubahan-perubahan harmon yang terjadi di dalam tubuh
pada masa remaja membuatmu terkadang merasa aneh ter-
hadap dirimu sendiri. Suatu ketika kamu menjadi begitu sensi-
tif dan iritable sehingga semua orang dan hal-hal kecil mem-
buatmu meledak tak terkendali. Pada lain waktu, tanpa alasan
yang jelas kamu menjadi blue feeling, murung seharian dan
tidak ingin bicara dengan siapa pun juga.

Dengan begitu banyaknya tekanan yang kamu alami, bukan
suatu hal yang aneh jika tidak sedikit dari remaja terjebak da-
lam kebingungan yang luar biasa, merasa gaga!, tidak berdaya
dan tersedot ke dalam arus kesedihan berlebihan yang akhir-
nya berkembang menjadi depresi.

Padahal, semua keanehan yang sedang kamu alami adalah
suatu hal yang sepenuhnya WAJAR!

Kamu hanya perlu mengetahui apa yang sebenarnya sedang
terjadi sehingga kamu tidak terjebak dalam rasa takut, frustasi,
bingung, dan akhirnya justru melangkahkan kakimu ke arah
yang salah. Memperbanyak membaca buku yang bermanfaat,
berbicara dengan orang yang lebih dewasa yang mengerti,
psikolog, dokter, bahkan orangtuamu sendiri (jika mereka
sedang tidak menjadi sumber konflikmu), akan sangat berarti
buatmu.

Masalah-masalah psikologis sangat sering terjadi di masa-masa
remaja. Menemui seorang psikolog atau psikiater untuk ber-
konsultasi bukan suatu hal yang menakutkan. Bukan berarti

4 Depresi? No Way!

kamu gila atau menderita gangguan kejiwaan, tetapi itu berarti
kamu mengambil langkah bijak untuk mendapatkan informasi
dari sumber yang berkompeten dalam bidangnya.

Buku ini merupakan salah satu seri dari rangkaian seri psikologi
klinis bagi remaja yang kali ini akan membahas topik DEPRESI,
sebuah kondisi patologis yang sangat mungkin kamu alami di
masa-masa remaja. Dalam seri yang lainnya, kamu akan belajar
tentang topik-topik psikologi klinis lainnya, seperti stres,
anorexia dan bulimia, anxiety disorder (gangguan kecemasan),
phobia, dsb. Hanya karena kamu masih duduk di sekolah me-
nengah dan belum duduk di bangku kuliah, bukan berarti kamu
tidak memiliki kesempatan untuk mempelajari masalah-masa-
lah psikis tersebut.

Harapan saya, buku ini bisa membantumu mengenali dan
memahami beberapa bentuk gejala psikologi klinis yang sangat
mungkin terjadi di masa-masa remaja.

Mengenali gejala-gejala klinis tersebut lebih dekat lagi mem-
buatmu lebih mahir dalam mendeteksi dan menghindarinya,
mengetahui apa yang sebaiknya dilakukan jika itu terjadi pada-
mu atau teman-temanmu, dan siapa yang sebaiknya kamu
hubungi. ltu semua akan membantumu melewati masa-masa
remaja dengan lebih nyaman sehingga kamu memasuki ke-
dewasaanmu dengan mantap.

Selain itu, buku ini juga akan mengajakmu belajar menemukan
kebahagiaan masa remajamu dengan cara yang lebih positif,
dengan menjadi sosok remaja yang peduli terhadap orang lain,
bermanfaat, percaya diri, suka membantu, dan bertanggung
jawab.

Masa Remaja 5

Bacalah buku ini, pahami baik-baik, dan gunakan untuk mem-
bantu dirimu sendiri atau teman-temanmu yang mungkin
menunjukkan gejala depresi. Ada beberapa tip ringan yang bisa
kamu ikuti dalam buku ini guna membantumu mengurangi

risiko terkena depresi. Sementara untuk treatment dan peng-

obatan lebih lanjut kamu bisa menghubungi psikolog atau
psikiater yang ada di daerahmu. Mengingat depresi menjadi
salah satu perhatian organisasi kesehatan dunia (WHO) karena
merupakan penyakit mental masyarakat yang jumlahnya sema-
kin lama semakin meningkat, kamu bisa berperan serta untuk
membantu mengupayakan kesehatan mental dunia dengan
memberikan kontribusi apa saja sebisamu. Cara yang paling
terjangkau adalah dengan menyehatkan mentalmu sendiri
terlebih dahulu. Kita baru akan bisa membantu memenuhi
kebutuhan orang lain jika kita sendiri sudah terpenuhi. Nikmati
buku ini dan berperanlah sebagai 'asisten psikolog' di sekolah
atau di lingkungan sekitar dengan memberikan wacana ten-
tang depresi kepada teman-teman dan orang-orang di seke-
lilingmu. Jika perlu, berkenalanlah dengan psikolog atau psi-
kiater yang membuatmu nyaman dan berdiskusilah dengan
mereka mengenai apa saja yang bisa kamu lakukan untuk ikut
membantu meningkatkan kesehatan mental remaja-remaja di
dunia. Siapa tahu, kalian berminat menjadi seperti mereka.

Selamat belajar dan bersenang-senanglah.

6 Depresi? No Way!

D!PR!!I, !ANe P!Neiii!AP
IC!RAIIAeiAAJIII

Jika kamu seorang penggemar Harry Potter, tentu kamu me-
ngenal makhluk mengerikan bernama Dementor. Mengapa J.K
Rawling menggunakan dementor, makhluk penghisap harapan
dan kebahagiaan, untuk menjaga penjara Azkaban? Sedemi-
kian ngeri kah kehidupan seseorang yang telah kehilangan
harapan dan kebahagiaannya sehingga para penjahat sihir
kelas berat pun menjadi ciut nyalinya jika harus be~urusan
dengan para dementor?

Dalam buku "Magical World of Harry Potter" diceritakan bah-
wa Dementor yang diciptakan J.K Rawling dalam karyanya
merupakan gambaran dari depresi yang pernah ia alami.

Mungkin sekali waktu kamu bisa menyempatkan diri berkun-
jung ke Rumah Sakit Jiwa terdekat yang ada di kotamu atau ke
klinik perawatan jiwa yang ada di Rumah Sakit Umum, me-
minta izin salah seorang perawat untuk mengantarmu men-
jenguk pasien penderita depresi. ltu akan membantumu men-
jawab seberapa pentingnya kebahagiaan dan harapan dalam
kehidupan seseorang.

Depresi bukan sekedar kesedihan biasa. Emosi sedih, dalam
kadar yang wajar, justru merupakan sesuatu yang menyehat-
kan diri kita. Emosi sedih adalah emosi yang membantu kita
merasa berduka. Emosi tersebut membantu melepaskan atau

8 Depresi? No Way!

menguras diri kita dari penderitaan mendalam akibat kehilang-
an sesuatu atau seseorang dalam hidup kita. Perubahan kimia-
wi yang bersamaan dengan reaksi sedih membantu otak kita
untuk melepaskan perasaan sakit sehingga kita bisa melanjut-
kan hidup yang baru. Hanya dengan merasa sedih kita bisa
bersikap "merelakan" untuk kemudian menjalin hubungan
baru dengan orang-orang dan kehidupan. Tidak demikian
halnya dengan depresi, yang membuatmu seolah-olah tersedot
ke dalam pusaran kesedihan berkelanjutan yang mengerikan
dan sepertinya tak bisa membangunkanmu lagi. Dalam ilmu
psikologi, depresi termasuk ke dalam salah satu kategori gang-
guan mood (mood disorder) yang menduduki peringkat paling
tinggi sebagai penyebab kematian seseorang dibandingkan
mood disorder yang lainnya. Depresi adalah sebuah kondisi da-
lam kurun waktu tertentu yang melibatkan menurunnya mood
(suasana hati), perhatian yang menjadi selektif hanya terhadap
hal-hal negatif di lingkungan, keyakinan pesimistik, perilaku
menyalahkan diri sendiri, juga gangguan pola makan dan tidur.

Tidak sedikit penderita depresi yang memutuskan untuk meng-
akhiri hidupnya sendiri dengan berbagai macam upaya bunuh
diri. Sekitar 15% penderita depresi mayor meninggal karena
bunuh diri, 20%-40% melakukan percobaan bunuh diri, dan
80% memiliki gagasan untuk bunuh diri.

Sedemikian mengerikannya beban emosi yang ditanggung se-
orang penderita depresi sehingga mampu menggerakkan sese-
orang untuk mengakhiri hidupnya sendiri tanpa perlu bantuan
orang lain. Seperti Dementor yang datang tiba-tiba dan meng-
hisap seluruh harapan dan kebahagiaan kita, depresi pada
tingkatan yang berat memang bisa menjadi pembunuh yang
mengerikan. Depresi mampu membuat kita membunuh diri

Depresi, Sang Penghisap Kebahagiaan 9

kita sendiri cepat atau lambat karena kita merasa tidak ada lagi
yang bisa diharapkan dalam hidup ini.

Dengan gaya hidup masyarakat seperti sekarang ini, terutama
bagi mereka yang hidup di kota-kota besar, depresi ditengarai
sebagai masalah kesehatan masyarakat yang cukup serius.
WHO (Wealth Health Organization) yang merupakan organisasi
kesehatan dunia menempatkan depresi sebagai penyakit yang
berada di urutan keempat di dunia. Diperkirakan saat ini ada
ratusan juta jiwa di dunia yang mengalami depresi. Depresi
merupakan penyakit psikis yang bisa menyerang semua lapisan
usia, mulai dari anak-anak sampai lansia.

Perempuan juga diduga lebih rentan terhadap depresi di-
bandingkan laki-laki. Sekitar 10-25% wanita dan 5-12% pria di-
duga pernah mengalami depresi pada satu kurun waktu ter-
tentu dalam hidupnya. Namun, meski depresi lebih banyak
terjadi pada perempuan, kasus bunuh diri akibat depresi
ditengarai lebih sering dijumpai pada laki-laki, terutama pada
mereka yang berusia muda dan usia tua.

Depresi memiliki jenis yang beragam. Ia bertingkat-tingkat
mulai dari yang ringan, sedang, hingga berat. Depresi juga bisa
hadir menyertai gangguan kesehatan fisik yang lain, seperti
penyakit diabetes, stroke, dan jantung, atau hadir pada saat-
saat rentan ketika tubuh kita mengalami perubahan harmon.
Pada perempuan, depresi bisa hadir menyertai haid atau kon-
disi pasca persalinan. Yang sering terjadi di masyarakat, depresi
biasanya dipicu oleh faktor-faktor psikologis, seperti adanya
tekanan perasaan bersalah yang cukup berat, perasaan tidak
berguna, kehilangan harapan, atau ketidakberdayaan.

10 Depresi? No Way!

Pada remaja sepertimu, depresi seringkali erat kaitannya de-
ngan adanya perubahan harmon dan stressor-stressor dalam
keseharian, seperti tugas-tugas sekolah, konflik dengan ternan,
orangtua, beban untuk berprestasi, atau tuntutan-tuntutan
sosiallain yang membebanimu.

Namun, jangan kamu khawatir sekalipun depresi menduduki
peringkat keempat dunia dan peringkat paling atas sebagai
mood disorder pembunuh. Kabar baiknya, depresi juga me-
rupakan salah satu gangguan psikologis yang oleh para psi-
kiater dan psikolog diklaim sudah memiliki treatment yang
paling memadai. Artinya, bentuk treatment bagi penderita
depresi yang ada selama ini merupakan bentuk penanganan
yang memiliki catatan keberhasilan cukup tinggi bagi kesem-
buhan penderitanya. Jadi, kamu tidak perlu terlalu khawatir
akan hal itu karena pada dasarnya depresi bisa disembuhkan
dan bahkan dihindari.

Seperti halnya Harry Potter yang nggak pengin dikalahkan oleh
para dementor, tentunya kamu juga nggak pengin dirimu di-
taklukkan oleh depresi, bukan? Jadi, nggak ada salahnya kalau
kamu belajar mantra patronus-nya.

Mengingat depresi adalah penyakit yang sangat menganggu,
menjadi masalah dalam kesehatan masyarakat, membutuhkan
biaya mahal dalam pengobatannya, dan jika tidak diobati bisa
berakibat fatal, seperti kematian dengan cara bunuh diri, maka
tidak ada salahnya kamu ikut mengambil peran secara aktif
untuk menanggulangi masalah tersebut. Paling tidak dengan
menghindarkan dirimu sendiri dari serangannya.

Depresi, Sang Penghisap Kebahagiaan II

Buat kamu yang ngeraso terlanjur terkena depresi, percayalah
bahwa kekuatan masih tertinggal di dalam dirimu. Memang
butuh waktu, tetapi yakinlah semuanya dijamin akan membaik.
Berapa banyak orang yang dulu di Sekolah Dasar pernah kita
cintai, lalu menolak kita, dan ...hei. .. kita masih hidup sampai
sekarang dan menemukan kesenangan-kesenangan baru. Kese-
dihan seringkali cuma masalah waktu. Bertahanlah!

Semua ada solusinya. Mulailah dengan mempelajari topik ini
lebih jauh supaya kamu memperoleh informasi yang cukup
untuk mengambil tindakan yang tepat guna mengatasinya.
Ok?! Lanjutkan membaca buku ini.

12 Depresi? No Way!

PINYIIAI DIPRI!I-WA!PADAI
DATANCNYA!IMGN!TIR

Panglima Sun Tzu, ahli strategi militer Cina legendaris yang ter-
kenal dengan karya besarnya, The Art of War, menulis dalam
kumpulan strategi militernya tersebut bahwa salah satu poin
penting dalam mempersiapkan diri untuk mencapai kemenang-
an dalam perang adalah dengan mengenali baik-baik segala
sesuatu yang menyangkut musuh-musuhmu.

Agar bisa menaklukkan depresi dengan lebih baik, kamu juga
harus mengetahui faktor-faktor penyebabnya. Dengan begitu,
kita bisa menumpas monster jelek itu dari dasar liang tempat
dia lahir. Mmmmm ..... paling tidak, kamu bisa mewaspadai hal-
hal yang berisiko memicu lahirnya monster itu dalam kehidup-
anmu.

Ada beberapa hal yang oleh para ahli diduga menjadi
penyebab seseorang mengalami depresi. Setidaknya, ada dua
sudut pandang yang digunakan untuk melihat hal itu.

1. SECARA PSIKIS
Adanya stressor psikis yang berat
Stresor psikis adalah segala sesuatu yang membuat kondisi
mental kita menjadi tertekan, seperti permasalahan yang
sangat berat yang membuat jiwamu begitu terguncang.
Misalnya, peristiwa kehilangan sesuatu yang sangat kita

14 Depresi? No Way!

cintai dalam hidup. Bentuknya bisa bermacam-macam,
mulai dari putus dengan pacarmu, kematian salah satu
anggota keluarga, kematian hewan peliharaan, hilangnya
benda yang sangat kamu sayangi, kekayaan, hasil kerja
keras, kesulitan ekonomi yang menghimpit, atau bisa juga
karena permasalahan psikis lainnya, seperti perasaan
rendah diri yang berlebihan, perasaan bersalah, rasa tidak
berdaya, atau adanya distorsi kognitif (kesalahan cara
berpikir, biasanya dalam menilai diri sendiri atau suatu
peristiwa secara negatif).

2. SECARA BIOLOGIS

Gangguan Neurobiologi Otak

Pernah denger orang bilang, "Semuanya ada di otak"?
Emosi juga diatur di otak, tepatnya di Sistem limbik, yang
meliputi banyak bagian, seperti amigdala dan hypocampus
yang terletak di lobus temporalis, terus ada cerebelum,
entorhinal cortex, cingulate cortex, sebagian hipothala-
mus, dan thalamus-nah lo, bingung 'kan? Nggak usah
dipikir banget-banget, sementara ini serahkan saja nama-
nama tersebut kepada guru Biologimu. Mengingat hampir
semua aktivitas tubuh kita diatur oleh otak, maka kalau
ada yang nggak beres dikit aja sama otak kita, ya ... tau
sendiri, deh. Akibatnya bisa sangat fatal.

Menurut sudut pandang ini, depresi disebabkan oleh ada-
nya kelainan pada bagian-bagian saraf tertentu dari otak
kita. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa
pusat kendali emosi kita juga berada di otak, gangguan
pada salah satu bagian otak bisa menjadi penyebab ada-
nya gangguan emosi, termasuk depresi.

Penyebab Depresi-Waspadai Datangnya si Monster IS

Sekarang, siapkan mentalmu. Kita akan belajar sedikit
tentang sesuatu yang berada dalam otak kita.

Salah satu sistem neurobiologi yang paling sering dipe-
ngaruhi oleh adanya stressor adalah aksis HPA (Hypo-
thalamic Pituitary Adrenal}. Otak memiliki fungsi, salah
satunya adalah membantu kita menghadapi stressor-
stressor dari kejadian sehari-hari, seperti peristiwa-peris-
tiwa yang mengancam keselamatan jiwa kita, masalah
sehari-hari, atau apa pun juga yang menyebabkan muncul-
nya ancaman terhadap dirimu secara fisik maupun psikis.

Jika seseorang dipaksa untuk berhadapan dengan stressor
yang berlebihan, HPA-nya bisa mengalami hiperaktivitas
(bekerja secara berlebihan), yang berdampak pada me-
ningkatnya kadar glukokortikoid. Kenaikan kadar g/uko-
kortikoid tersebut mengakibatkan berhentinya siklus sel
sehingga volume hipokampus kita berkurang. Padahal,
hipokampus adalah salah satu bagian otak yang berfungsi
mempertahankan perhatian, kemampuan belajar, memori,
emosi, dan mengatur endokrin. Berkurangnya volume
hipokampus pada seseorang berdampak pada berkurang-
nya kemampuan untuk berkonsentrasi dan ketajaman
daya ingat. ltulah sebabnya kenapa mereka yang meng-
alami gejala depresi seringkali mengeluh sulit mengingat,
sulit berkonsentrasi, serta menurunnya kemampuan
belajar.

Stressor-stressor yang terjadi pada masa kanak-kanak,
seperti peristiwa traumatis, pelecehan seksual, kekerasan,
dsb, diduga juga dapat memicu terjadinya hiperaktivitas
HPA sehingga menyebabkan seseorang menjadi rentan

16 Depresi? No Way!

terhadap penyakit-penyakit yang berkaitan dengan
stressor (seperti depresi) ketika ia dewasa nanti.

Ketidakseimbangan Hormon

Beberapa neurotransmitter diduga oleh para ahli terkait
dengan munculnya depresi. Penurunan kadar harmon
endorphin, serotonin, dopamin, GABA, dan glutamat di-
duga menjadi penyebab munculnya depresi dalam diri
seseorang.

Kamu tahu 'kan kalau endorphin adalah neurotransmitter
otak yang berfungsi mengurangi rasa sakit dan membuat
kita ...... .fee/ing soooo..... good. Jika kamu mungkin pernah
keheranan dengan orang-orang yang kecanduan morfin,
nah sekarang saatnya kamu tahu bahwa martin bekerja
mengurangi rasa sakit dengan cara menstimulasi endor-
phin alami di dalam otak. Endorphin sendiri sebenarnya
adalah kependekan dari endogeneous morphin atau mar-
fin yang dihasilkan di dalam tubuh. Nah, depresi adalah
kondisi di mana tubuh kita kekurangan endorphin.

Pada perempuan, ketidakseimbangan harmon juga bisa
terjadi di masa-masa sebelum datang bulan, yang sering
dikenal dengan istilah PMS (premenstruasi sindrome},
pada saat menstruasi, atau setelah melahirkan (post
partum depression). Yang dialami tubuh pada masa-masa
itu sebenarnya adalah juga kondisi di mana tubuh kurang
memproduksi endorphin. Ngerti 'kan sekarang kenapa
kadang-kadang anak-anak perempuan di kelasmu menjadi
sangat sensitif, mudah marah, atau tiba-tiba bluefeeling
seharian.

P!I'ITII'ICI'IYA M!I'IC!I'IAll
C!JAlA D!PII!!I

Terkadang seseorang tidak menyadari bahwa dirinya s~dang
terkena depresi, begitu juga dengan keluarga dan orang-orang
di sekitarnya. Orang-orang tidak habis pikir kenapa Risa terlihat
begitu sedih hanya karena masalah yang tidak seberapa. Ke-
luarga dan orangtuanya malah marah-marah ketika Risa mulai
terlihat sering mengurung diri di dalam kamar, kehilangan
minat terhadap banyak hal, tampak begitu tertekan, dan tidak
mau makan. Orangtua Risa menganggap anaknya terlalu ber-
lebihan dalam mendramatisir masalah, saudara-saudaranya
yang lain berpikiran bahwa Risa terlalu 'melo'.

Banyak orang tidak mengerti bahwa depresi berbeda dengan
kesedihan biasa. Depresi adalah sesuatu yang berbahaya,
bahkan mengancam keselamatan jiwa seseorang jika tidak di-
tangani dengan benar. Beberapa orang bisa mengalami depresi
karena permasalahan neurotransmitter di otak atau ketidak-
seimbangan harmon sehingga masalah yang bagi orang lain
tidak begitu besar terlihat begitu mengerikan bagi penderita
depresi. Dalam beberapa kasus, depresi memang lebih di-
sebabkan oleh hal-hal yang yang bersifat biologis semacam itu
dan bukan semata-mata karena adanya stressor dari lingkung-
an.

18 Depresi? No Way!

Kamu mungkin pernah melihat di televisi atau membaca di
surat kabar berita tentang siswa sebuah sekolah dasar yang
tewas bunuh diri hanya karena belum membayar uang iuran
prakarya, atau setelah diejek oleh ternan sepermainannya.
Seorang remaja putri di Amerika bahkan sama sekali tidak me-
nunjukkan penyebab yang jelas. Ia tiba-tiba saja pamit kepada
orangtuanya hendak bepergian dengan mobilnya dan ditemu-
kan sudah menembak dirinya sendiri di dalam mobil tanpa
alasan yang jelas. Orangtuanya menengarai tidak ada masalah
dengan putrinya selama ini. Ia memiliki banyak ternan dan
berprestasi di sekolah. Namun, dokter yang melakukan otopsi
menduga adanya ketidakseimbangan neurotransmittter dalam
otak sang anak yang membuatnya merasakan kesedihan secara
mendalam dalam kurun waktu yang lama. Beberapa kasus
bunuh diri akibat depresi, setelah diteliti, penyebabnya ter-
nyata bukanlah sebuah masalah yang besar.

Mengingat salah satu dari tanda depresi adalah munculnya ide-
ide untuk bunuh diri dan puncaknya adalah perilaku bunuh diri
itu sendiri, maka mengetahui tanda-tanda depresi menjadi
sangat penting.

Jika kamu mendapati ternan atau orang-orang di dekatmu me-
nunjukkan gejala-gejala depresi, seperti mulai mengungkapkan
keinginan-keinginan mereka untuk bunuh diri. ltu bukanlah
suatu hal yang sepele. Kamu harus mulai memberikan per-
hatian lebih kepada mereka agar dapat mengetahui apa alasan
mereka berpikiran seperti itu, apa yang mereka rasakan saat
ini, dan tanyakan juga kepada mereka apa yang bisa kamu
lakukan untuk membantu meringankan bebannya.

Pentingnya Mengenali Gejala Depresi 19

Jika saat ini kamu sendiri yang sedang memiliki dorongan untuk
bunuh diri, sadari sekarang juga bahwa kamu membutuhkan
pertolongan. Kadang-kadang, itu bukan karena besarnya masa-
lah yang kamu hadapi, tetapi karena faktor-faktor biologis di
dalam tubuhmu, seperti kelainan syaraf otak, ketidakseim-
bangan harmon, atau karena kekurangan nutrisi tertentu. Jadi,
saya sarankan agar kamu menghubungi orang-orang yang bisa
kamu percaya, sahabat, guru atau akan lebih baik jika kamu
mendatangi psikolog atau psikiater untuk berbagi beban yang
kamu rasakan. Solusinya bisa jadi tidak hanya sekedar dengan
konseling, tetapi juga dengan beberapa penanganan medis
atau diet pola makan dan perubahan gaya hidupmu.

Perlu dicatat bahwa penyebab depresi seringkali bukan se-
mata-mata stressor psikis. Sewaktu kuliah, saya pernah merasa
sangat kesal dengan salah seorang ternan saya yang tidak
henti-hentinya tertimpa masalah. Setiap saat dia meminta
waktu untuk menceritakan masalah-masalah yang menurut
saya sebenarnya tidak seberapa parah, tetapi disampaikan
seolah-olah dunia akan berakhir karena masalah tersebut.
Lama-kelamaan, saya baru menyadari bahwa yang salah bukan
pada peristiwa-peristiwa yang terjadi di sekitar ternan saya
tersebut, tetapi yang bermasalah adalah sesuatu di dalam
tubuhnya.

Untuk beberapa orang yang berbakat depresi, hal-hal kecil
sekalipun bisa diterima sebagai beban yang sangat berat. Oleh
karena itu, daripada menghabiskan waktu untuk menyelesai-
kan masalah-masalah mereka (yang tidak akan pernah berhenti
karena kepandaian mereka melihat segala sesuatu sebagai
masalah), kita harus mulai berpikir untuk menyelesaikan akar
masalahnya-kemungkinan orang yang bersangkutan. Yang

20 Depresi? No Way!

perlu kita lakukan seringkali tidak berhubungan sama sekali
dengan masalah-masalah yang ia hadapi, tetapi lebih kepada
perubahan gaya hidup, cara pandang, pola makan, dan kese-
hatan fisik. Apa pun yang bisa menyeimbangkan kadar endor-
phin di otaknya. Kamu bisa melihat saran-saran di bab "Langkah-
langkah Aman & Murah mencegah Depresi" dan mengajak
temanmu untuk mulai melakukannya.

Bagi seorang penderita depresi, mengenali bahwa diri mereka
sendiri sedang mengalami depresi adalah suatu langkah awal
yang baik. Bagi mereka yang masih berada dalam taraf depresi
ringan, mengenali bahwa diri mereka mulai terkena serangan
depresi bisa mengurangi risiko meningkatnya gejala menjadi
lebih parah.

M!N(ODA M!NC!NAll
CIJAlA DIPitl!l

COBA JAWAB KUIS SINGKAT BERIKUT INI.

1. Apakah kamu merasa tertekan akhir-akhir ini?

A. Ya B. Tidak

2. Apakah kamu merasa tidak ingin lagi mengerjakan hobi

atau hal-hal yang selama ini kamu sukai?

A. Ya B. Tidak

3. Apakah mengerjakan sesuatu sedikit saja sudah membuat-

mu kecapekan?

A. Ya B. Tidak

4. Apakah kamu merasa sulit berkonsentrasi ketika guru

sedang menerangkan di depan kelas, teman-teman sedang

berbicara denganmu, atau ketika kamu sedang berusaha

mengerjakan pekerjaan rumah?

A. Ya B.Tidak

5. Apa kamu merasa kurang percaya diri?

A. Ya B.Tidak

22 Depresi? No Way!

6. Menurutmu apakah kamu seorang pendosa? Atau kamu

sering merasa bersalah atas sesuatu yang telah kamu

lakukan?

A. Ya B.Tidak

7. Seandainya kamu hilang dari dunia ini, menurutmu adakah

yang akan kehilangan dirimu?

A. Ya B.Tidak

8. Apakah kamu merasa sebagai orang yang tidak berguna?

A. Ya B.Tidak

9. Jika di depanmu ada sebuah bola kristal yang dapat me-
nunjukkan masa depanmu, kira-kira apa yang akan terlihat
olehmu di bola kristal tersebut?

10. Apakah kamu jadi tidak berselera makan?

A. Ya B.Tidak

11. Apakah kamu sulit untuk tidur nyenyak akhir-akhir ini

meskipun kamu merasa sangat mengantuk?

A. Ya B.Tidak

Mencoba Mengenali Gejala Depresi 23

12. Pernahkah terlintas di pikiranmu keinginan untuk bunuh

diri?

A. Ya B.Tidak

Dari kuis singkat di atas, kamu bisa mencoba mengukur kese-
hatan mentalmu sendiri. Jika sebagian besar jawabanmu
adalah A dan jawaban uraian nomor 9 menggambarkan masa
depan yang menyedihkan, maka diperkirakan kamu memiliki
kecenderungan mengalami depresi.

Jangan panik, semuanya masih bisa diubah. Jika kamu memang
sedang mengalami depresi, menyadari bahwa dirimu sedang
dilanda depresi adalah suatu langkah awal yang menguntung-
kan untuk mencegah semakin parahnya gejala tersebut.

Secara umum, gejala-gejala depresi tergambar dari beberapa
kondisi. Kamu dapat mengamatinya paling tidak dari tiga sisi,
yaitu sisi emosi, kognitif, dan fisiknya.

1. KONDISI EMOSI
a. Mood yang buruk, sedih, atau terlihat murung

b. Mengalami anxiety atau kecemasan

c. lritable (mudah merasa terganggu dengan hal-hal ke-
cil, biasanya jadi gampang marah, tersinggung, pokok-
nya kelewat sensitif)

d. lkatan emosi berkurang, sering menjauh dari orang
lain

24 Depresi? No Way!

e. Menarik diri dari hubungan, suka menyendiri, dan
enggan bergaul

f. Preokupasi dengan kematian (ide-ide kematian yang
datang terus-terusan di kepala)

2. KONDISI KOGNITIF
a. Suka mengkritik diri sendiri
b. Merasa bersalah
c. Merasa tidak berharga
d. Sulit berkonsentrasi
e. Mudah lupa
f. Bingung
g. Merasa putus asa dan kehilangan harapan
h. Pesimis
i. Melihat masa depan sebagai sesuatu yang suram

3. KONDISI FISIK

a. Mudah capek
b. Terlihat lesu, tidak bertenaga
c. Tidak berselera makan atau malah makan dalam jum-

lah sangat banyak
d. Gelisah saat tidur, tetapi seringkali juga menjadi lebih

banyak tidur, tidur terus-menerus
f. Penurunan atau peningkatan berat badan secara

drastis

Mencoba Mengenali Gejala Depresi 25

g. Variasi diurnal (kondisi gejala yang bisa berubah-ubah
atau bervariasi di siang hari, kadang gejala muncul
dan kadang hilang)

h. Gerakan fisiknya terlihat lambat

i. Wajah sedih, kadang berlinang air mata

j. Mulut kering

k. Kulit kering

I. Konstipasi (gerak peristaltik usus menjadi lambat
sehingga bisa tahan tidak buang air besar selama
berhari-hari)

Psikiater dan psikolog menggunakan PPDGJ (Pedoman Peng-
golongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa) atau DSM (Diagnostic
and Statistical Manual) sebagai pedoman dalam menetapkan
diagnosa adanya gangguan jiwa dalam diri seseorang. Sebelum
menjadi mahasiswa psikologi atau kedokteran, nggak ada
salahnya kok kamu sekedar mengenal cara diagnosa depresi
berdasarkan PPDGJ 10. Selanjutnya, kamu bisa bertanya kepa-
da psikolog atau psikiater yang lebih ahli melakukan hal
terse but.

Pertama-tama, perhatikan baik-baik 'GEJALA UTAMA' dan
'GEJALA LAINNYA' berikut ini.

4. GEJALA UTAMA
a. Perasaan tertekan

b. Kehilangan minat dan kegembiraan

26 Depresi? No Way!

c. Mudah Ieiah (rasa Ieiah yang nyata setelah melakukan
sedikit pekerjan saja) dan menurunnya aktivitas

2. GEJALA LAINNYA
a. Konsentrasi dan perhatian berkurang
b. Harga diri dan rasa percaya diri berkurang
c. Gagasan tentang rasa bersalah dan tidak berguna
d. Pandangan masa depan yang suram dan pesimistik
e. Gagasan atau perbuatan membahayakan diri atau
bunuh diri
f. Tidur terganggu
g. Nafsu makan berkurang

Setelah itu, berdasarkan daftar 'gejala utama' dan 'gejala lain-
nya', kita bisa membagi depresi ke dalam tiga kategori, yaitu
ringan, sedang, dan berat.

1. DIDIAGNOSA SEBAGAI DEPRESI RINGAN JIKA MEMENUHI
SYARAT:
a. Minimal harus ada 2 'gejala utama' yang tampak
b. Ditambah dengan minimal 2 'gejala lainnya'
c. Tidak ada gejala berat
d. Lama gejala tampak sekurang-kurangnya 2 minggu
e. Hanya ada sedikit kesulitan dalam melakukan pekerja-
an dan kegiatan sosiallainnya yang biasa dilakukan

Mencoba Mengenali Gejala Depresi 27

2. TERMASUK DEPRESI SEDANG JIKA MEMENUHI SYARAT:
a. Minimal ditemukan 2 'gejala utama'

b. Ditambah sekurang-kurangnya 3 dari 'gejala lainnya'

c. Seluruh gejala minimal tampak selama 2 minggu

d. Menghadapi kesulitan nyata untuk meneruskan ke-
giatan sosial, pekerjaan sehari-hari, dan urusan rumah
tangga

3. TERMASUK KATEGORI DEPRESI BERAT JIKA MEMENUHI
SVARAT:
a. Harus ditemukan ketiga gejala utama

b. Ditambah minimal 4 'gejala lainnya' dan beberapa di
antaranya berintensitas berat

c. Minimal telah tampak selama dua minggu, tetapi jika
gejala-gejala yang tampak benar-benar menunjukkan
tingkat intensitas yang parah, maka itu bisa dikate-
gorikan sebagai depresi berat meskipun belum tam-
pak selama dua minggu

d. Penderita sangat tidak mungkin meneruskan kegiatan
sosial, pekerjaan, atau urusan rumah tangga lainnya,
kecuali pada tingkat yang sangat terbatas

Nggak terlalu sulit, bukan? Kamu cuma memerlukan sedikit
latihan.

Perhatikan kondisi mana dari ketiga gejala depresi di atas yang
paling sesuai dengan kondisi seseorang yang kamu amati.
Karena kamu belum menjadi seorang dokter atau psikolog,
sementara pengetahuan di atas sekadar untuk menambah

28 Depresi? No Way!

wawasanmu saja, kamu bisa mulai mengenali dan belajar mulai
dari sekarang. Diagnosa yang sesungguhnya hanya boleh di-
lakukan oleh mereka yang sudah berkompeten di bidang ter-
sebut, seperti dokter, psikiater, dan psikolog. Untuk menegak-
kan sebuah diagnosa, syarat-syarat yang dicantumkan pada
masing-masing tingkat depresi harus benar-benar dipenuhi.
Diagnosa sebuah gejala penyakit harus dilakukan secara cer-
mat dan tidak boleh dilakukan sembarangan karena diagnosa
yang ditegakkan seorang dokter akan memengaruhi bentuk
pengobatan dan treatment yang hendak diberikan kepada
pasien. Tertarik mempelajari lebih lanjut? Kalau iya, belajarlah
dengan rajin, selesaikan sekolahmu dengan baik, lalu ambilah
jurusan psikologi atau kedokteran di bangku kuliah.

YAitiA!ID!Pit!!l

Monster yang sedang kamu pelajari ini rupanya memiliki
kemampuan 1mimikri' yang membuatnya bisa tampil dalam
berbagai bentuk. Bener-bener seperti siluman, ia menyusup
dalam setiap kemungkinan. Ia bisa hadir untuk memelukmu
dan menghadiahkan ciuman mautnya kepadamu.

1. DEPRESI PASCA MELAHIRKAN {POSTPARTUM
DEPRESSION}
Adalah depresi yang hadir setelah seorang ibu melahirkan
bayinya. Biasanya, itu termasuk kategori depresi berat.
Dalam beberapa kasus, postpartum depression bisa sangat
berbahaya, baik bagi keselamatan sang ibu maupun bayi
yang baru lahir. Di beberapa negara, ditemukan kasus ten-
tang para ibu yang membunuh sendiri bayi yang baru saja
dilahirkannya akibat mengalami postpartum depression
yang parah. Broke Shield adalah salah satu artis yang
pernah menjadi korban pelukan maut sang depress setelah
ia melahirkan bayinya.

2. SAD (SEASONAL AFEKTIF DISORDER)
Di beberapa negara yang memiliki empat musim, terkadang
ditemukan depresi jenis ini. Hal itu ditandai dengan
terjadinya depresi berpola musiman. Gejala-gejala depresi
muncul setiap musim gugur atau musim dingin dan
kembali normal pada saat musim semi atau musim panas.
Gangguan SAD sering dialami oleh para wanita muda

30 Depresi? No Way!

dengan gejala-gejala seperti banyak tidur, banyak makan,
dan berat badan meningkat. Gangguan SAD seringkali
berhasil diatasi dengan pemberian terapi cahaya buatan.
Sekedar ngasih tahu, kalau kamu kurang terkena cahaya
matahari, itu bisa memengaruhi munculnya badmood, lho.
Makanya, sering-seringlah menyempatkan diri berjalan-
jalan keluar ruangan pada jam 8-10, saat cahaya matahari
masih bersahabat dengan tubuh kita.

3. PREMENSTRUASI SYNDROME
Pernah merasa sedih, tertekan, atau menjadi begitu sen-
sitif dan mudah tersinggung saat hendak datang bulan? ltu
tandanya kamu terkena serangan PMS. 'Anjlok'nya kadar
estrogen di dalam tubuhmu pada siklus akhir ikut meme-
ngaruhi menurunnya kadar serotonin dan endorphin da-
lam otak. Situasi saat tubuhmu kekurangan serotonin dan
endorphin menjadi 'saat yang tepat' bagi depresi untuk
datang menyerang. Banyak kaum wanita berhasil meng-
atasi masalah PMS dengan treatment yang serupa dengan
penanganan depresi, seperti pengobatan yang meningkat-
kan serotonin, latihan olahraga, diet tinggi karbohidrat dan
rendah protein, mengelola stres dan melakukan relaksasi,
serta menghindari beberapa jenis stimulan (seperti
kafein).

Banyak perempuan yang kemudian mengonsumsi makanan-
makanan manis ketika mengalami PMS. Tujuan sebenar-
nya adalah untuk meningkatkan serotonin di otak. Kenyata-
annya, keinginan untuk memakan sesuatu yang manis
sebenarnya merupakan tanda bahwa otak kita kekurangan
serotonin. Begini cerita selengkapnya.

Variasi Depresi 31

Serotonin diproduksi di otak dari asam amino tryptophan.
Agar bisa sampai ke otak, tryptophan harus berjuang me-
nembus pertahanan darah otak, yang berfungsi melin-
dungi otak dari substansi-substansi berbahaya yang ke-
mungkinan ikut terbawa bersama aliran darah. Agar bisa
menembus pertahanan tersebut, Tryptophan harus ber-
saing dengan asam amino lain yang terkandung di dalam
makanan-makanan berprotein. Jika terlalu banyak asam
amino lainnya sebagai pesaing, tryptophan menghadapi
masalah dalam perjalanannya menuju di otak dan akhirnya
produksi serotonin pun gagal dilakukan.

Solusinya?! Mengonsumsi cukup karbohidrat atau makan-
an yang mengandung gula akan membantu menekan asam
amino pesaing dan mempermudah tryptophan mencapai
otak. Sebagai catatan, sebaiknya jangan tertalu banyak
mengonsumsi gula. Bagi penderita depresi, kecemasan
mood justru bisa anjlok akibat menurunnya kadar gula
yang beberapa jam sebelumnya sempat naik setelah
mengonsumsi gula.

4. MANIC DEPRESIF (BIPOLAR DISORDER)
Sebagai tambahan, depresi juga bisa hadir disertai gang-
guan manic. Manic merupakan kondisi berkebalikan, nya-
ris 180 derajat dengan depresi. Ciri-cirinya:

a. Mood meningkat, euforia (gembira berlebihan)

b. Emosi labil, grandiosity

c. Kepercayaan diri meningkat, seringkali berlebihan

d. Grandiositas (merasa diri orang besar, penting, dsb)

32 Depresi? No Way!

e. Banyak bicara (klanging)

f. Berbicara dengan nada mendesak

g. Munculnya lompatan-lompatan gagasan di otak {tiba-
tiba mendapat ide untuk melakukan ini dan itu, kamu
bisa tiba-tiba pengen belanja dan membeli begitu
banyak barang dengan gembira tanpa pertimbangan
kebutuhan)

h. Kadang disertai halusinasi

i. Erotomania (terobsesi pada objek yang dicintai)

j. Tenaga meningkat

k. Nafsu makan menurun

I. lmsomnia; kebutuhan untuk tidur berkurang.
Gangguan depresi yang kemudian dilanjutkan dengan
gangguan manic sering dikenal dengan istilah bipolar
disorder (gangguan dua kutub) atau manic-depresif
disorder.

5. DEPRESI YANG MENYERTAI GANGGUAN FISIK
Depresi juga tidak jarang menyertai beberapa gangguan
fisik yang dialami seseorang. Para penderita long diseases
atau penyakit-penyakit yang membutuhkan perawatan
jangka panjang seringkali mengalami depresi karena seca-
ra psikis merasa tertekan. Mereka yang didiagnosa mende-
rita penyakit berat tertentu biasanya mengalami fase-fase
psikologis berikut ini, sebelum akhirnya mampu menerima
sakitnya:

Variasi Depresi 33

a. Penyangkalan

b. Kemarahan

c. Bargaining (tawar-menawar)

d. Penerimaan

Di antara penyakit-penyakit berat seperti kanker, diabetes,
AIDS, jantung koroner, dan yang lainnya, dua jenis penyakit
berikut ini sangat sering disertai munculnya depresi.

1. TUMOR OTAK
Tumor otak merupakan salah satu penyakit yang tergolong
berat. Mereka yang didiagnosis mengalami tumor otak
biasanya mengalami kecemasan akan kematian, ke-
tergantungan pada orang lain, menjadi cacat, mengalami
gangguan dalam hubungan interpersonal dengan orang
lain, kehabisan uang karena biaya pengobatan yang relatif
mahal, dan mengalami gangguan fungsi organ tubuh. Res-
pons stres akut biasanya merupakan reaksi pertama pada
seseorang yang didiagnosa menderita kanker otak. Biasa-
nya, respons itu sangat kuat, tetapi hanya berlangsung
sementara. Terkadang, depresi pada penderita tumor atau
kanker dianggap gejala biasa yang menyertai penyakit
berat. Padahal, jika dibiarkan saja, depresi akan memper-
parah progresif kanker dan mempercepat kematian. Para
penderita penyakit-penyakit berat, seperti tumor otak
hendaknya diberi bantuan dalam mengatasi masalah-
masalah psikis mereka. Bantuan semacam itu mampu
mengatasi kecemasan dan membantu pasien bertahan
hidup lebih lama, bahkan sembuh dari penyakitnya.

34 Depresi? No Way!

2. STROKE
Penderita stroke sangat sering dikaitkan dengan depresi.
Biasanya, itu dikenal dengan istilah DPS (Depresi Pasca
Stroke). Kamu bisa membayangkan jika pembuluh darah di
otak pecah sehingga ada beberapa ketidakmampuan me-
lakukan fungsi-fungsi fisik tertentu, seperti menggerakkan
anggota tubuh bagian tertentu. Tentunya, hal itu me-
nimbulkan perasaan tertekan dengan sendirinya. Ada be-
berapa sudut pandang dalam melihat penyebab terjadinya
DPS. Menurut sudut pandang psikodinamika, pasien stroke
kemungkinan menderita perasaan kehilangan yang nyata,
misalnya kemampuannya menggerakkan tubuh secara
normal seperti sebelumnya. Pasien bereaksi dengan ke-
marahan terhadap peristiwa kehilangan tersebut, yang
kemudian diarahkan kepada diri sendiri sehingga me-
nyebabkan penurunan harga diri dan terjadinya depresi.
Sementara itu, secara biologis bisa diterangkan bahwa
penderita DPS kemungkinan mengalami lesi di hemisfer
kanan otaknya atau di bagian lobus parietal. Sebanyak 15-
25 pasien stroke di masyarakat menderita depresi dan
sekitar 30-40% pasien stroke yang dirawat di rumah sakit
menderita depresi, baik mayor ataupun minor.

Penanganan pasien long diseases di rumah sakit sebaiknya
memang disertai dengan penanganan psikis pasien. Jika salah
satu anggota keluarga atau temanmu ada yang menderita
penyakit-penyakit dengan proses treatment jangka panjang,
usahakan agar mereka juga memperoleh pendampingan psiko-
logis. Percayalah karena kondisi emosi, pikiran, dan tubuh
secara fisik saling berhubungan satu sama lain, maka upaya

Variasi Depresi 35

menyeimbangkan dan menyehatkan kondisi psikis seseorang
akan memiliki dampak positif terhadap kesehatan tubuhnya.

36 Depresi? No Way!

III'ITUK-III'ITUK PII'ICOIATAI'I
DIPRI!I

Jika seseorang mengalami depresi, maka memeriksakan dirinya
ke psikiater atau psikolog adalah suatu langkah yang tepat dan
rasional. Biasanya, ada beberapa jenis terapi yang bisa dijalani
sebagai upaya penyembuhan. Oleh karena penyebab depresi
bisa berupa faktor psikis maupun biologis, maka terapi yang
digunakan pun bisa jadi berupa terapi psikis (psikoterapi),
terapi biologis-medis, atau tidak jarang merupakan gabungan
dari keduanya. Berikut beberapa bentuk terapi untuk pen-
derita depresi yang bisa kamu kenali.

1. PSIKOTERAPI
Psikoterapi adalah terapi yang digunakan untuk meng-
hilangkan keluhan-keluhan dan mencegah kambuhnya
gangguan psikologis atau perilaku yang tidak sesuai pada
pasien. Terapi tersebut dilakukan secara profesional, bisa
dalam bentuk individual (antara klien dengan terapis),
berkelompok, atau berpasangan, sesuai dengan kebutuh-
an. Bentuk psikoterapi bermacam-macam. Biasanya, psiko-
terapi diberikan sebagai penyerta dari pengobatan medis.
Beberapa contoh psikoterapi untuk penderita depresi,
antara lain:


Click to View FlipBook Version
Previous Book
Menguasai Pembuatan Laporan Dengan Crystal Report Dalam 24 Jam
Next Book
Efek Animasi Robot, Ekspresikan Fantasimu Di Dunia Robot Dengan Adobe Flash CS4