The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Perpus Kota Semarang, 2018-10-09 11:43:43

Israel Undercover

Israel Undercover

USA ZIONISME UNDERCOVER

UPAYA YAHUDI AMERIKA MENGUASAI DUNIA



BY : ABU YOHANNES AL BAITLAHMI

DISTRIBUTED BY WWW.LENTERA-RAKYAT.SOS4UM.COM

Dokumen terakhir tentang pembuatan senjata pemusnah massal sedang dicari Amerika di
dua wilayah Arab yang sedang bergolak, Palestina dan Irak. Propaganda paling ganas
dan kuat keluar dari mulut-mulut "Zionis Gedung Putih". Mereka memaklumatkan
bahwa perang terhadap Irak memiliki tiga tujuan utama: pertama, perjuangan melawan
terorisme; kedua, pelucutan senjata pemusnah massal, dan ketiga, merealisasikan
demokrasi di Irak dan kawasan Arab pada tahap berikutnya.

Irak menjadi sasaran utama karena merupakan episode dalam sebuah mata rantai. Negara
ini memegang peranan penting dalam perang Arab – Israel dan juga letaknya di jantung
Arab baik secara peradaban, peninggalan dan sejarah umat Islam. Selain itu, posisi
negara ini sangat strategis dalam masalah perang eksistensi melawan Rasis Zionis Israel.

Irak menjadi sasaran juga karena timbunan kekayaan minyaknya. Yang dalam
pandangan Gedung Putih, negara adidaya ini adalah pewaris sah dan dunia telah
menganugerahkannya. Dan dengan penuh arogansi mereka rampas kekayaan itu dari
kehidupan bangsa Arab dengan harga rendah. Menurut pandangan mereka, dengan
mencampakan Irak dari kebangsaannya akan menjadikan eksistensi negara Zionis Israel
dengan mudah membuka kedua telapak tangannya di kawasan Arab. Jelas, mereka lalai
atau pura-pura tidak tahu realita yang menegaskan bahwa hubungan antara Irak dengan
Arab amatlah mendalam dan mendarah daging. Lebih kuat dibandingkan hubungan
antara dua wilayah di benua Amerika.

Perang Irak Perang Zionis Israel*

Teori persekongkolan ini muncul dalam bermacam bentuk mulai dari yang
menjijikan sampai pelecehan. Namun secara esensi menunjukan: bahwa di sana ada
sekolompok orang yang penuh semangat mewakili zionis Israel berada dalam lingkaran
parlemen Bush, juga di pusat-pusat informasi dan media Amerika. Di situ mereka telah
melakukan perencanaan sejak jauh-jauh hari, untuk menjadikan wilayah Timur Tengah
sebagai tempat yang aman bagi Israel. Yaitu dengan menjatuhkan rezim yang memusuhi
Israel di Irak. Kelompok ini pada akhirnya berhasil meletakkan agenda di atas meja
kepresidenan Bush.

Sebagai bukti terhadap persekongkolan ini adalah adanya dokumen berjudul
"Peristirahatan Suci: Strategi Baru Untuk Menjamin Keamanan Kerajaan", yang telah
disiapkan tahun 1996 oleh sekelompok pemikir di Pentagon untuk PM Israel yang
terkenal radikal, Benyamin Netanyahu. Kelompok ini mengusulkan agar Israel
mengadopsi strategi agresi (permusuhan) dan mencakup rencana untuk menggulingkan
Presiden Saddam Husain dari kursi kepresidenan. Termasuk dalam anggota kelompok ini
adalah Ricard Birl, Doglas Fezt dan Devid Worsir yang sekarang ini mereka menduduki
posisi-posisi penting di kabinet Bush.

Untuk mendukung realita ini, teori ini mengisyaratkan kepada penasehat pribadi
(Karl Roof) yang merupakan otak skenario bagi Bush, bahwa dia berhasil meyakinkan
Bush dengan ide tersebut dengan kompensasi jaminan suara orang-orang Yahudi di
Florida dan puluhan juta orang Kristen Inggris yang suka dengan Israel. Karena menurut
keyakinan mereka (orang-orang Kristen Inggris) berkumpulnya orang-orang Yahudi di
tanah suci (Palestina) sebagai persyaratan pendahulu bagi kembalinya Kristen, yang akan
memberikan pilihan bagi mereka antara merubah agamanya atau binasa.

Indikator-indikator pendukung bagi teori ini adalah bahwa mayoritas kelompok,
sekte dan geng besar Yahudi, juga kebanyakan para donator besar Partai Republik
mendukung serangan terhadap Irak. Sementara para ahli strategi pemerintah
berkeyakinan bahwa kemenangan Amerika terhadap Irak memungkinkan terbukanya
jalan bagi pengokohan dasar pemilihan untuk partainya. Bila kebijakan politik Bush
berhasil dalam perang dan perdamaian, kata salah seorang ahli strategi pemerintah, kita
akan menyaksikan perubahan yang esensial dalam hal dukungan politik Israel dari segi
suara dan finansial bagi Partai Republik.

Benar bahwa pemikiran dan ide ini membahayakan politik luar negari Amerika.
Namun tidak salah juga kalau orang-orang Israel berkeyakinan bahwa agresi perang ke
Irak merupakan kemaslahatan bagi Yahudi. Karenanya tidak aneh bila Israel adalah satu-
satunya "negara" di dunia yang secara terang-terangan mengemukakan pendapatnya
mendukung penggulingan pemerintahan Presiden Saddam Husain. Bila agresi tersebut
bisa berlangsung lebih cepat maka hal itu lebih baik bagi kepentingan Israel.

Kebijakan Amerika Serikat tidak mencantumkan Israel dalam daftar pendukung
pemerintahan Bush dalam rangka membentuk koalisi untuk menggempur Irak, tidak lain
adalah untuk menghindari kesan bahwa perang agresi terhadap Irak adalah agresi dan
perang Amerika-Zionis Israel terhadap Arab dan Umat Islam.

Bila masih ada yang memiliki keraguan seputar siapa yang menulis pidato Bush
atau menguasai Amerika, supaya kembali mendengarkan pidato Bush mengenai Timur
Tengah pada tanggal 25 Juni 2002 seputar penyingkiran Arafat, atau menyimak
komentator politik Israel Mahom Pormya yang menulis di harian Yedeot Aharonot yang
menyebar luas di kalagan Israel. Katanya, "Mulut (yang pidato) punya Bush, namun
tangan yang menulis pidato adalah tangan Ariel Sharon."

Dalam sebuah siaran radio Israel berbahasa Ibrani "Col Yazrael" pada tanggal 3
Oktober 2001 Sharon mengatakan kepada media massa, "Setiap kali kita melakukan
sesuatu kalian mengatakan kepadaku kalau Amerika akan bertindak begini atau begitu.
Saya ingin mengatakan kepada kalian sesuatu dengan sejelas-jelasnya: Kalian jangan
risau dengan tekanan Amerika terhadap negara Yahudi. Sesungguhnya kita bangsa
Yahudi yang menguasai dan mengendalikan Amerika, dan orang-orang Amerika
mengetahui hal itu."

Sejarah Palestina pra Islam (bagian kedua)

Kemudian Allah mendekritkan bahwa mereka harus ditinggalkan untuk berkelana
dalam kebingungan di tengah keganasan setelah mereka hampir berada di depan pintu-
pintu tanah suci. Dan kelihatannya Allah telah mengharamkan generasi Bani Israel ini
tidak diperbolehkan untuk melihat tanah sudi ini hingga generasi berikutnya dengan
kekuatan yang tumbuh pada mereka dari kerasnya kehidupan padang pasir. Maka
generasi ini “telah dirusak oleh kehinaan, perbudakan dan persekusi saat hidup di Mesir
yang tidak cocok untuk sebuah kehidupan yang mulia ini.”

Musa A.S meninggal dunia sebelum dapat memasuki tanah yang suci dan di
dalam hadist Rasulullah SAW yang muttafaq „alaihi yang diriwayatkan oleh Abi
Hurairah bahwa Rasulullah bersabda bahwa sesungguhnya nabi Musa ketika hendak
menghembuskan nafas terakhirnya berkata :

"‫"رة أدوىٓ مه الأرض انمقذصخ رمٕخ ثحجز‬
“Ya Allah dekatkanlah aku kepada tanah suci hingga berjarak lemparan batu”.
Dan Rasulullah bersabda :

"‫"َالله نُ أوٓ عىذي لأرٔتكم مكبن قجزي إنّ جىت انطزٔق عىذ كثٕت الأحمز‬
“Demi Allah! Kalau saja saya dekatnya saya akan memperlihatkan kepadamu
tempat makamnya di samping jalan dekat bukit yang berwarna merah”.

Bani Israel memasuki Tanah Palestina :

Setelah generasi baru tumbuh dan bertahun-tahun perkelanaan dalam keganasan
gurun pasir berakhir, bani Israel dipimpin oleh nabi mereka yaitu Joshua bin Noon, A.S.
Yahudi memanggil mereka dengan Yashou‖. Dia menggantikan Musa untuk memimpin
mereka yang menyeberangi sungai Jordan bersama-sama pada tahun 1190 S.M. Lalu
mereka dapat menaklukkan musuh-musuh mereka dan menduduki kota Jericho.
Kemudian ia mengomando mereka untuk menginvasi A‘ai, dekat Ramallah dan berusaha
untuk menaklukkan Jerussalam namun usaha ini gagal karena jumlah Yahudi yang
terlalu sedikit. Sehinggal hal ini tidak memungkinkan mereka untuk menyebar,

menduduki dan mengontrol seluruh wilayah. Sesuatu yang kita ketahui tentang Joshua

datang dari hadits Rasulullah SAW (selawat dan salam kepada beliau) yang mengatakan

bahwa di saat Joshua berhadapan dengan musuhnya di medan pertempuran, peristiwa itu

berlangsung hingga terbenamnya matahari. Ia berdoa kepada Allah agar supaya matahari

tidak terbenam terlebih dahulu hingga peperangan itu usai dengan kemenangannya.

Maka Allah kabulkan doanya dengan menunda matahari terbenam hingga Joshua

memenangkan peperangan.

Kepemimpinan Yahudi setelah Joshua dipegang oleh para pemimpin yang
dikenal dengan ―para hakim‖ (judges). Periode mereka ini dikenal dengan ―zaman para
hakim‖ (the time of the judges) yang berlangsung lebih kurang 150 tahun. Kendati

mereka berusaha keras untuk mereformasi kaum ini namun masa ini terus mengabadikan

chaos, pemberontakan, malapetaka, perselisihan dan dekadensi moral serta agama secara

umum pada generasi Bani Israel yang berlangsung lebih kurang 150 tahun. Ketika itu

mereka berdiam di wilayah datang tinggi di sekitar kota Jerussalem (Al Quds) dan

wilayah datar bagian selatan Palestina.

Di saat Bani Israel menyadari kondisi mereka yang kian memburuk, para

pemimpin di antara mereka meminta kepada salah satu nabi (yang dipanggil Samuel)

untuk menunjuk raja bagi mereka yang mungkin dapat memimpin untuk berperang di

jalan Allah. Namun, nabi mereka, yang telah mengenal watak mereka :
Artinya : “(nabi mereka menjawab) : “Mungkin sekali jika kamu nanti

diwajibkan berperang, kamu tidak akan berperang.” Mereka (menjawab) : “Mengapa

kami tidak mau berperang di jalan Allah, padahal sesungguhnya kami telah diusir dari
kampung halaman kami dan dari anak-anak kami?”. Maka ketika perang itu diwajibkan
atas mereka, mereka pun berpaling, kecuali beberapa orang saja di antara mereka.” (Al

Baqarah : 246)

Nabi mereka mengatakan bahwa Tuhan telah menunjuk bagi mereka Talut
sebagai raja. Tapi mereka menentang karena mereka : “Padahal kami lebih berhak
mengendalikan pemerintahan daripadanya.” (Al Baqarah : 247)

Bahwasanya dia : “Sedang dia pun tidak diberi kekayaan yang banyak?”. (Al

Baqarah : 246)

Nabi mereka berkata bahwa Tuhan telah memilihnya di atas kapasitas mereka

dan diberi pengetahuan yang luas dan punya kekuatan fisik yang prima.

Talut, seorang pemimpin yang beriman kini memegang puncuk kepimpinan bani

Israel yang berlangsung pada tahun 1025 S.M. Narasi-narasi Israel (Israiliyyaaat)
menamakannya dengan ―Shauel‖. Allah menguji pengikut-pengikutnya; mereka

diperintahkan untuk tidak meminum air dari aliran tertentu. Namun mereka gagal

mematuhinya walau hanya dengan ujian yang sederhana itu :
“Kecuali menceduk seceduk tangan, maka ia adalah pengikutku. Kemudian

mereka meminumnya kecuali beberapa orang di antara mereka.” (Al Baqarah : 249)

Jumlah sedikit yang lulus di dalam ujian pertama itu tidak dapat melalui tes

berikutnya dengan baik ketika mereka menyaksikan Jalut dan pasukannya. Lalu mereka

berkata :
“Tak ada kesanggupan kami pada hari ini untuk melawan Jalut dan tentaranya.”

(Al Baqarah : 249)

Hanya sedikit sekali kelompok yang masih beriman dan berperang dengan gigih
sampai akhirnya Allah berikan mereka kemenangan, di manan nabi Daud A.S –yang

masih muda-- dapat membunuh Jalut dalam peperangan ini dengan ketapel batu (senjata

perang kuno).

Sejarah Talut tidak begitu jelas. Namun, narasi Israeliyaat menyebutkan bahwa
sekitar tahun 1004 S.M, pasukan palestina mengalah Talut ― Shauel‖ di peperangan
―Galobou‖. Mereka dapat membunuh tiga bani ini, yang memaksanya untuk melakukan

aksi bunuh diri, memotong kepalanya dan memaku badanya sebagaimana itu juga

dilakukan oleh anak-anaknya pada dinding kota Bashan.

Bab baru dalam sejarah Bani Israel telah terbuka di bawah pemerintahan Daud

A.S. Ia menggantikan Talut pada tahun 1004 S.M. Ajaran tauhid tersebat di seluruh

wilayah tanah suci. Nabi Daud dianggap sebagai pendiri yang ril bagi kerajaan Bani

Israel di palestina. Yahudi pada periode sebelum ini hanya dapat menguasai sebagian

kecil wilayah Palestina dan terbatas sekali. Zaman yang disebut dengan ―zaman para
hakim‖ hanya berlalu dengan semaraknya peperangan sporadik antara kabilah-kabilah
kecil. Setiap kabilah hampir tidak pernah dapat mempertahankan wilayah tanah yang
telah diduduki. Nabi Daud A.S dilahirkan di Bethlehem. Kekuasaannya berlangsung 40
tahun dari kira-kira tahun 1400 S.M sapai 963 S.M. Pada awal mulainya, ibukota
pemerintahannya adalah ―Hebron‖ (Al Khalil), ia berdiam di sana selama 7 tahun. Jadi
sekitar tahun 995 S.M ia menduduki Jerussalam dan memindahkan ibukotanya di sana.
Ia mengerahkan seluruh balatentaranya untuk memerangi orang-orang yang tidak
beriman in tanah suci ini hingga ia mampu untuk menaklukkan mereka pada tahun 990
S.M. Ia mampu untuk memaksa Damascus untuk membayar pajak tanah (land-taxes) dan
menaklukkan Muabis, Edomis dan bangsa Ammonites. Pada periode itu, para pengikut
ajatan tauhid untuk pertama kali dalam sejarah kala itu untuk mendominasi sebagian
besar wilayah Palestina. Tapi, yang paling mungkin, bahwa tapal batas kerajaan Daud
tidak terhubungkan dengan laut kecuali pada tempat dekat Yoya (Jaffa). Tapal batas
kerajaan Israel pada puncak keemasannya berjarak dengan panjangnya 120 mil dan
lebarnya 60 mil. Arealnya tidak lebih dari 1.200 mil persegi (square miles)---20 ribu km2
yang kira-kira 7 ribu km2, kurang dari wilayah Palestina yang ada sekarang.

Bangsa Yahudi mengontrol wilayah dataran tinggi, namun mereka gagal untuk
menguasai wilayah-wilayah datar (plains) khususnya sebagian besar daerah pesisir
Palestina yang merupakan bagian yang belum pernah dikuasai oleh kerajaan mereka
sepanjang riwayatnya sama sekali.

Kalau memang Yahudi kontemporer berbangga dengan Daud A.S dan
mengasumsikan diri mereka sebagai penggerek benderanya dan mewarisi kebesarannya.
Tetapi sesungguhnya umat Islam menganggap diri mereka lebih berhak dengan Daud
A.S dibanding dengan Bani Israel. Karena mereka mengimaninya sebagai nabi dari nabi-
nabi Allah, mencintai dan menghormatinya. Mereka bangga dengannya karena ia telah
berhasil mendirikan negara iman yang berdiri di atas fondasi tauhid di Palestina. Dan
mereka adalah orang-orang yang kini berjalan di atas jalannya dengan membawa bendera
tauhidnya setelah mengundurkan diri, menjadi kafir, menyekutukan Allah SWT dan
mengingkari janji-janji mereka dengan Allah.

Kita ketahui dari Al Qur‘an bahwa Allah SWT telah menganugerahkan kepada
nabi Daud A.S suatu hikmah dan diturunkan kepadanya kitab suci Zabur. Ia juga
diberikan kerajaan yang kuat. Bahwa gunung-gunung dan burung-burung bersama-
samanya memuji dan berzikir kepada Allah ketika ia menyanyikannya dengan khusyu‘
dan suaranya yang menyentuh : (S.XXXVIII :17-20)

Artinya : “…dan ingatlah hamba Kami Daud yang mempunyai kekuatan;
sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhan). Sesungguhnya Kami menundukkan
gunung-gunung untuk bertasbih bersama dia (Daud) di waktu petang dan pagi, dan
(Kami tundukkan pula) burung-burung dalam keadaan terkumpul. Masing-masingnya
amat ta‟at kepada Allah. Dan Kami kuatkan kerajaannya dan Kami berikan kepadanya
hikmah dan kebijaksanaan dalam menyelesaikan perselisihan.” (Saad : 17-20)

Firman Allah SWT : (S.XXXVIII ; 26)
Artinya : “Hai Daud, sesungguhnya Kami menjadikan kamu khalifah (penguasa)
di muka bumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil dan
jangnlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan
Allah.” (Saad : 26)
Allah telah berikan Daud mukjizat yang dapat melembutkan besi bagaikan lilin
atau adonan yang dapat dibentuk sesuka hati tanpa harus dipanaskan di api. Walau ia
diberikan kerajaan namun ia tetap saja kerja keras dan tidak memakan kecuali dari hasil
jerih payahnya sendiri. Ia telah mengembangkan produksi persenjataan baju besi pada
zamannya. Ketika baju besi ini telah jadi yang terbuat dari besi yang kuat, namun itu
terlalu berat digerakkan oleh prajurit dan manuvernya terganggu. Kemudian Allah
membimbing Daud untuk membuatnya dari rantai besi yang diikat satu sama lain. Itu
tidak mengganggu manuver prajurit dan juga tidak memberi ruang panah untuk
menembus.

Sebagaimana firman Allah : “Dan telah Kami ajarkan kepada Daud membuat

baju besi untuk kamu, guna memelihara kamu dalam peperanganmu; Maka hendaklah
kamu bersyukur (kepada Allah).” (Al Anbiyaa : 80)

Allah berfirman :
Artinya : “Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Daud kurnia dari
Kami. (Kami berfirman) : “Hai gunung-gunung dan burung-burung, bertasbihlah
berulang-ualgn bersama Daud”, dan Kami telah melunakkan besi untuknya, (yaitu)

buatlah baju besi yang besar-besar dan ukurlah anyamannya; dan kerjakanlah amalan
yang saleh. Sesungguhynya Aku melihat apa yang kamu kerjakan.” (Saba‘ : 10-11)

Nabi Sulaiman A.s mewarisi bapaknya Daud dalam bidang ilmu, hikmah dan

kenabian. Menurut riwayat-riwayat bahwa nabi Sulaiman tergolong dalam salah satu dari

19 anak Daud. Sulaiman dilahirkan di Jerussalem dan pemerintahannya di tanah yang

berkah ini berlangsung sekitar 40 tahun (963-923 S.M).

Allah telah anugerahkan kepada Sulaiman kerajaan yang tidak pernah ada setelah

itu. Allah telah jadikan bangsa jin tunduk berkhidmat kepadanya sebagaimana angin juga

tunduk dibawah komandonya. Sulaiman terkenal dengan hikmah, keadilan, kekuatan dan

kekuasaannya. Sebagaimana Allah telah ajarkan kepadanya bahasa bangsa burung dan

binatang.

Tentu apa yang menjadi kelebihan nabi Sulaiman merupakan mukjizat

rabbaniyyah yang dianugerahkan kepadanya sebagai bukti atas kenabiannya. Palestina

telah dianugerahi dengan pemerintahan imani yang penuh dengan kemukjizatan yang

didukung oleh balatentara jin, manusia, burung dan angin. Allah muliakan Sulaiman

dengan mukjizat yang bisa mengalirkan tembaga yang dapat mengalir bagaikan mata air

yang memercik dari bumi. Kerajaan ini telah menyaksikan dinamika pembangunan,

kemajuan yang pesat sebagaimana kekuasaannya membentang sampai ke Sabaa di

wilayah Yaman.
Kisah Sulaiman terdapat di dalam Al Qur‘an dalam jumlah yang berkali-kali

sebagai indikasi atas ilmu, kerajaan dan kenabiaannya. Firman Allah tentang nabi ini

sebagai berikut :
Artinya : “Ia berkata : “Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah

kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh juapun sesudahku, sesungguhnya Engkau-
lah Yang Maha Pemberi”. Kemudian Kami tundukkan kepadanya angin yang berhembus

dengan baik menurut ke mana saja yang dikehendakinya, dan (Kami tundukkan pula

kepadanya) syaitan-syaitan semuanya ahli bangunan dan penyelam, dan syaitan yang

lain yang terikat dalam belenggu. Inilah anugerah Kami; maka berikanlah (kepada

orang lain) atau tahanlah (untuk dirimu sendiri) dengan tiada pertangungan jawab. Dan

sesungguhnya dia mempunya kedudukan yang dekat pada sisi Kami dan tempat kembali
yang baik.” (Saad : 35-40)

Allah berfirman :
Artinya : “Dan Sulaiman telah mewarisi Daud dan dia berkata : “Hai manusia,

kami telah diberi pengertian tentang suara burung dan akmi diberi segala sesuatu.
Sesungguhnya (semua) ini benar-benar suatu kurnia yang nyata.” Dan dihimpunkan

untuk Sulaiman tentaranya dari jin, manusia dan burung lalu mereka itu diatur dengan
tertib (dalam barisan).” (Al Naml : 16-17)

Allah SWT berfirman : (S.XXXIV : 12-13)
Artinya : “Dan Kami (tundukkan) angin bagi Sulaiman, yang perjalanannya di

waktu pagi sama dengan perjalanan sebulan dan perjalanannya di waktu sore sama

dengan perjalanan sebulan (pula) dan Kami alirkan cairan tembaga baginya. Dan

sebahagian dari jin ada yang bekerja di hadapannya (di bawah kekuasaannya) dengan

izin Tuhannya. Dan siapa yang menyimpang di antara mereka dari perintah Kami, Kami

rasakan kepadanya azab neraka yang apinya menyala-nyala. Para jin itu berbuat untuk

Sulaiman apa yang dikehendakinya dari gedung-gedung yang tinggi dan patung-patung

dan piring-piring yang (besarnya) seperti kolam dan periuk yang tetap (berada di atas

tungku). Bekerjalah hai keluarga Daud untuk bersyukur (kepada Allah). Dan sedikit
sekali dari hamba-hamba-ku yang berterima kasih.” (Saba‘ : 12-13)

Allah SWT berfirman :

Artinya : “Dan (telah Kami tundukkan) untuk Sulaiman angin yang sangat
kencang tiupannya yang berhembus dengan perintahnya ke negeri yang Kami telah
memberkatinya. Dan adalah Kami Maha Mengetahui segala sesuatu.” (Al Anbiyaa : 81)

Dari hadits-hadits Rasulullah SAW dapat kita simpulkan bahwa nabi Sulaiman
memiliki kekuatan fisik yang prima dan merupakan orang yang sangat menyenangi
perang di jalan Allah serta beristeri banyak. Abu Hurairah meriwayatkan bahwa
Rasulullah SAW bersabda :
،‫ كهٍه تأتٓ ثفبرس ٔجبٌذ فٓ صجٕم الله‬،‫ ثمئخ امزأح‬: ‫ َفٓ رَأخ‬،‫ لأطُفه انهٕهخ عهّ تضعٕه‬: ‫"قبل صهٕمبن‬
‫ َأٔم‬،‫ فهم تحمم مىٍم غلا امزأح َاحذح جبءد ثشق رجم‬،‫ فهم ٔقم َوضٓ فطبف عهٍٕه‬،‫ قم إن شبء الله‬: ‫فقبل نً انمهك‬

"‫ إن شبء الله نجبٌذَا فٓ صجٕم الله فزصبوب أجمعُن‬: ‫انذْ وفش محمذ ثٕذي نُ قبل‬
“Sulaiman berkata : pada waktu malam saya mesti keliling (menggilir) sembilan
puluh isteri. Dan dalam riwayat : dengan seratus isteri. Masing-masing mereka
didatangi oleh penunggang kuda yang berjihad di jalan Allah. Maka berkata kepadanya
salah satu malaikat : Katakanlah insya Allah, namun ia tidak menyebutkannya dan lupa,
ia berkeliling mendatangi isteri-isterinya. Maka tidak ada isterinya yang hamil kecuali
satu saja dan itupun dengan susah payah. Dan demi yang berkuasa atas jiwa
Muhammad kalau saja ia katakan : insya Allah niscaya mereka berjihad di jalan Allah
dengan menunggang kuda semua.”
Kematian nabi Sulaiman merupakan tanda dari tanda-tanda Keagungan Allah
SWT dan pelajaran bagi manusia dan jin bahwa bangsa jin itu tidaklah mengetahui
sesuatu yang ghaib. Karena sesungguhnya nabi Sulaiman berdiri shalat dalam mihrab
dalam posisi bersandar pada tongkatnya. Namun ia meninggal dalam keadaan seperti itu
dalam waktu yang cukup lama sementara jin bekerja keras tanpa mengetahui
kematiannya hingga akhirnya ulat-ulat kecil memakan tongkatnya. Akhirnya ia terjatuh
ke tanah. Allah berfirman :
Artinya : “Maka tatkala Kami telah menetapkan kematian Sulaiman, tidak ada
yang menunjukkan kepada mereka kamatiannya itu kecuali rayap yang memakan
tongkatnya. Maka tatkala ia telah tersungkur, tahulah jin itu bahwa kalau sekiranya
mereka mengetahui yang gaib tentulah mereka tidak akan tetap dalam siksa yang
menghinakan.” (Saba‘ : 14)

Kerajaan Israel dan Judah :

Pemerintahan Daud dan Sulaiman berlangsung lebih kurang 80 tahun yang
merupakan zaman keemasan pemerintahan yang berdiri di bawah payung tauhid dan
iman atas Palestina sebelum kedatangan Islam.

Yahudi setelah Negara Sulaiman A.S :
Setelah kematian Sulaiman, kerajaannya terpecah menjadi dua bagian yang
berdiri dari dua negara yang terpisah yang kerap saling menyerang dari waktu ke waktu.
Masing-masing menderita kerusakan internal, kelemahan militer dan politik serta
pengaruh asing. Ketika Sulaiman meninggal dunia, representatif 12 kabilah Bani Israel
mengadakan pertemuan di Shechem (dekat Nablus) untuk mengangkat Rehbe‘am bin
Sulaiman sebagai raja. Namun, menurut beberapa riwayat, bahwa para utusan dari 10
kabilah bersepakat untuk tidak mengangkatnya karena ia tidak menjanjikan mereka
untuk menurunkan pembayaran pajak. Sebaliknya, mereka memilih ―Yarba‘am‖ yang
berasal dari kabilah Ephraim sebagai raja baru dan menyebut kerajaan mereka dengan
sebutan ―Israel‖. Mereka tetapkan Shechem sebagai ibukota mereka (yang kemudian
disebut dengan Tarzah dan Samaria).
Pengganti raja ini adalah Akhab yang berkuasa dari tahun 874 S.M sampai 852
S.M. Ia mengizinkan isterinya yang bernama ―Isabel‖, anak raja Sidon dan Ture, untuk
mengikuti ibadah penyembahan Tuhan orang Phoenis yaitu ―Ba‘al‖ yang
konsekuensinya memancing sebuah revolusi yang dikepalai oleh seorang aparat yang
bernama ―Yaho‖ yang berhasil menggulingkan ―Akhab‖ dan dapat merestorasi
peribadatan kepada ―Yahweh‖.
Pada periode ―Yab‘am kedua‖ dari tahun 785 S.M hinggal 745 S.M, ia
merupakan generasi ketiga dari keturunan Yaho, kerajaannya meluas ke arah utara yang
harus menggusur orang-orang Aramaian. Tapi situasi ini tidak berlangsung lama karena

munculnya raja Assyria ―Tajilat Blissr ketiga‖ (745 S.M-727 S.M) berhasil untuk
mengakhiri ekspansi kerajaan tersebut. Penggantinya adalah ―Shillmanasar kelima‖ dan
setelah itu adalah ―Sarjon kedua‖ dapat memberikan pelajaran kepada Joshua, yang
merupakan raja terakhir dari Bani Israel. Mereka berhasil menghancurkan kerajaannya
pada tahun 721 S.M. Kemudian bangsa Arssyrian ini berhasil memindah Bani Israel ke
wilayah Haran, Khabour, Kurdistan dan Persia serta menempatkan orang-orang
Aramaian sebagai pengganti Bani Israel yang sudah hengkang. Kelihatannya orang-
orang Israel yang terusir sudah bercampur baur dengan penduduk jiran di pengungsian
secara sempurna sehingga tidak ada jejak kesepuluh kabilah Israel tersebut yang dapat
diselusuri.

Menurut sumber Israeliyyaat, (yang harus dipertimbangkan secara hati-hati dan
teliti karena kita tidak memiliki apa yang mementahkan dan membuktikan kebanyakan
dari apa yang dimuat) pada pemerintahan Yarba‘aam bin Sulaiman (923-916 S.M) telah
tersebar ibadah berhala, kerusakan moralitas bangsa dan semaraknya sodomi. Ketika ia
digantikan oleh anaknya yang bernama Abyam, (915-913 S.M) kondisi moralitas bangsa
masih rusak. Di waktu ―Yhoram bin Yahoshfat berkuasa (849-842 S.M) ia telah
membunuh enam saudaranya bersama dengan kelompok dari para pemimpin suatu kaum.
Adapun Youhaz bin Yatam (735-715 S.M) disebutkan bahwa hatinya sangat terpikat
dengan kecintaan pada berhala-berhala. Bahkan ia mengorbankan anak-anaknya di
pelataran penyembelihan yang dipersembahkan kepada berhala dan membiarkan dirinya
terkekang dan menjadi budaknya hawa nafsu dan kenakalan. Mansi bin Hazqiya, yang
memerintah dari tahun 687-642 S.M, telah menggiring masyarakatnya untuk berpaling
dari menyembah Tuhan dan mendirikan tempat-tempat ibadah berhala buat mereka.

Hal demikian bukanlah sesuatu yang aneh bagi Bani Israel. Maka itu yang
menjadi moralitas mereka ketika bersama Musa A.S. dan ini yang turut bersaksi.
Sebagaimana Al quran mensinyalir bahwa mereka telah merubah, mengganti dan
menyelewengkan firman Allah serta membunuh para nabi. Sebagaimana firman Allah :

Artinya : “Sesungguhnya Kami telah mengambil perjanjian dari Bani Israil, dan
telah Kami utus kepada mereka rasul-rasul. Tetapi setiap datang seorang rasul kepada
mereka dengan membawa apa yang tidak dingini oleh hawa nafsu mereka, (maka)
sebagian dari rasul-rasul itu mereka dustakan dan sebagian yang lain mereka bunuh.”
(Al Maidah : 70)

Sejarah berbicara bahwa mereka telah membunuh nabi Haziqual karena ia
melarang seorang dari hakim dari perbuatan mungkar. Raja Mansi bin Hazqiya
membunuh nabi Ashiya bin Amous. Ia memerintahkan untuk menggantungnya di atas
dahan pohon karena nabi tersebut telah menasehati dan memberikannya wejangan.
Yahudi juga membunuh nabi Armiya dengan cara melemparinya dengan batu karena ia
mengutuk mereka yang telah berbuat kemungkaran.

Kerajaan Judah kelihatannya sudah terserang oleh faktor-faktor kelemahan,
sebagaimana ia juga terjerumus ke dalam pengaruh asing sejak lama. Ini yang
menyebabkannya terus diserang dan mengalami kekalahan berulang kali sehingga
membuat para musuh dengan mudah dapat memasuki Jeerussalam. Sheshaq, salah satu
Firaun Mesir, memasuki Jerussalem dan mengambil kekuasaan atasnya pada masa akhir
abad ke 10 S.M.

Bangsa Palestina dan Arab juga menyerang Jerusalem pada periode pemerintahan
Yahoram (849 S.M-842 S.M). Mereka dapat masuk dan menduduki istana Yahoram
serta menangkap anak-anak dan isteri-isterinya. Adapun raja Hazqiya (715-685 S.M) ia
harus dengan terpaksa mendeklarasikan penyerahan diri kepada raja Assyrian, Sarjon
Kedua, setelah berhasil mengalahkan kerajaan Israel. Mansi bin Hazqiya juga harus
membayaar pajak kepada Assyrhadon dan Assyrbanybal, yang merupakan dua raja
Assyria. Orang-orang Assyaria mengikat raja ini dengan rantai yang terbuat dari tembaga
dan mengirimnya ke Babiloni. Kemudai dia kembali ke Jerusalem dan meninggal di
sana.

Pada masa pemerintahan Yoshyia bin Amon (640 S.M-609 S.M), Nackhaw Mesir
hanya berkuasa tiga bulan. Yoshyia menangkapnya dan mengirimkan kembali ke Mesir
dan meninggal di sana. Ia digantikan oleh Yahoyaqim bin Yashia (609 S.M-548 S.M).
Penguasa ini telah mengeksploitasi raksi dengan berbagai pajak untuk dibayarkan kepada

petingginya di Mesir dan kembali menyembah berhala. Pada masa kekuasaan
Yahoyaqim, Buchadnezzr Babylonia berhasil mengalahkan Nackhaw Mesir, di selatan
Syria pada tahun 605 S.M dan terus merayap hinggal akhirnya dapat memasuki
Jerusalem. Di sana ia dapat menaklukkan Yahoyaqim, mempermalukannya dan
memaksakan negaranya untuk menyerah di bawah kekuasaannya. Dan ketika Yahoyaqim
memberotak melawan Buchadnezzar, pendatang dari Babylonia ini terus memasuki
Jerusalem bersama balatentaranya dan berhasil mengikat Yahoyaqim dengan rantai dari
tembaga hingga akhirnya meninggal dunia.

Ketika Yahoyaqim berkuasa dari tahun 598 S.M-597 S.M, Nebuchadnezzer, atau
Buchadnezzar, mengepung Jerusalem. menangkap raja dan keluarganya, pemimpin
Yahudi dan sekitar 10 ribu dari populasinya, yang lebih dikenal dengan tahanan pertama.
Mereka juga menjarah beberapa harta karun yang berada di candi dan mengirimnya ke
Babilon. Maka dari itu, Nebuchanezzar menunjuk Sodkiya bin Yoshyia (597 S.M-586
S.M) yang diambil sumpah setia kepadanya. Namun Sodkiya, saat menjelang hari-hari
akhir rezimnya, memberontak melawan orang-orang Baylonia yang kembali maju terus
memasuki Jerusalem dan mengepungnya hinggal 18 bulan sampai akhirnya mereeka
menyerahkan diri. Nebuchanezzar membumihanguskan Jerusalem. Ia ratakan tempat-
tempat ibadah yang ada, menjarah kekayaan dan harta karun, menangkap sekitar 40 ribu
Yahudi dan mengirim mereka ke Babylonia yang dikenal dengan sebutan tahanan
Bobylonia kedua. Orang Yahudi yang tersisa akhirnya berimigrasi ke Mesir, termasuk
nabi Arimyah. Kerajaan Judah jatuh pada tahun 586 S.M.

Kitab Talmud mencatat bahwa kejaatuhan dan kehancuran negara Yahudi tidak
mungkin terjadi kecuali dikarenakan oleh dosa-dosa Bani Israel yang telah mencapai
puncaknya. Akhirnya dosa-dosa itu terlalu membebani Tuhan yang maha Agung. Ketika
mereka menolak untuk mendengarkan nasehat Arimyah dan peringatannya, serta setelah
penghancuran canti, nabi Arimyah berceramah di depan Nebuchadnezzar dan Chaldea. Ia
berkata :

“Hendaknya kamu tidak hanya berpikir bahwa hanya dengan kekuatanmu saja
kamu dapat mengalahkan orang-orang pilihan Allah ini; tapi sesungguhnya itu karena
dosa-dosa mereka yang sangat memalukan ini yang menggiring mereka terjerumus
dalam azab”.

Kitab Taurat mensinyalir bahwa dosa-dosa Bani Israel yang menyebabkan
keruntuhan kerajaan mereka dengan lisan salah seorang nabi mereka Shiya sebagai
berikut :

“Woe to the sinful people, the people of heavy sins, the progeny of evil-doers, the
depraved children who abandoned God and despised the holy Israel, who had retreated
and fallen back” .

Artinya :
―Celakalah bagi umat yang bersalah, bangsa yang melakukan dosa besar,
keturunan para pelaku kejahatan, bani perusak yang meninggalkan Tuhan dan
meremehkan kesucian Israel, adalah orang-orang yang telah mundur ke belakang dan
murtad‖. (Kitab Ashiya bab1)
Penguasa Alternatif atas Palestina, Parsi, Yunani dan Romawi :

Paska keruntuhan kerajaan Israel di Palestina, bangsa Yahudi hidup dalam
periode/masa yang disebut dengan ―Hegemoni Babylonia‖ yang berkedudukan di Irak.
Ini merupakan periode di mana mereka sudah memulai penulisan kitab Tauraat, atau
masa yang tidak kurang dari 700 tahun setelah kehadiran Musa A.S. Tulisan ini belum
selesai kecuali para akhir abad ke 2 S.M (setelah lebih kurang 400 tahun)

. Pada saat itu bangsaa Yahudi telah menjauhi komitmen mereka kepada agama
dan mentaklid negara-negara tempat berdomisili mereka masing-masing dengan
menyembah berhala-berhala.

Kesempatan untuk kembali ke Palestina muncul kembali setelah keberhasilan
kaisar Parsi, Qorash Kedua, menaklukkan negara Chaldania Babylonia pada tahun 539
S.M. Pada masa ini bangsa Yahudi turut andil dalam penaklukan negara ini. Kaisar dapat
mengalahkan Media dan telus memperluas pengaruhnya hingga keseluruh wilayah
palestina, yang pada gilirannya masuk dalam dominasi Parsi ((539-332 S.M) Dengan

kemenangan ini Qorash mengizinkan bangsa Yahudi untuk kembali ke tanah Paletina
sebagaimana mereka juga diperbolehkan untuk merekonstruksi sinagog (al haikal) di
kota Jerusalem. Namun kesempatan ini tidak dimanfaatkan oleh kebanyakan Yahudi
untuk kembali. Hal ini karena kebanyakan orang Parsi sangat mengagumi tanah yang
baru mereka taklukan ini, dan hanya sedikit para kaum ekstrimis yang menolak untuk
berasimilasi dengan penduduk lain. Sesuatu yang yang dapat melindungi Yahudi dari
kebinasaan.

Seorang sejarahwan mengatakan bahwa jumlah mereka yang kembali adalah 42
ribu, jumlah yang minoritas bila dibandingkan dengan jumlah mereka yang sebenarnya.
Mereka ini yang kembali membangun tempat ibadah, dan bangunan tersebut rampung
pada tahun 515 S.M. Di wilayah Jerusalem, Yahudi menikmati semacam otonomi di
bawah dominasi Parsi. Namun otonomi ini tidak lebih dari wilayah yang hanya beradius
lebih kurang 20 km dari semua arah. Pada tahun 332 S.M, Penguasa Makedonia
Alexander dapat menduduki Palestina dalam kampanyenya untuk menduduki Syria
Raya, Mesir, Iraq, Iran dan sebagian wilayah India. Alexander tetap melindungi bangsa
Yahudi. Sejak masa itu, palestina memasuki era yang disebut dengan Era Helenistik
Yunani yang berakhir hinggal tahun 63 S.M.

Setelah kematian Alesxander, pecah konflik di antara para pemimpin-pemimpin
yang menyebabkan pembagian kerajaan. Palestina dan sisa Syria yang berdelta, dari
selatan Lattakia, Lebanon dan sebagian Syria seperti Damascus, Mesir dan Borqa
(Libya) dan sebagian dari pulau-pulau di laut Aegean jatuh ke tangan penguasa Ptolemy.
Kekuasaan dan kekuasaan orang setelah dia disebut dengan era Ptolemaik. Kekuasaan ini
berlangsung di Palestina dari tahun 302 S.M hinggal 198 S.M. Ptlolemaik merasa simpati
kepada bangsa Yahudi, di mana seluruh urusan mereka diambil oleh para ―Pendeta
Besar‖. Kemudian datang setelah itu orang-orang Seleucids di mana bagian kekuasaan
mereka setelah kematian Alexander meliputi wilayah Syiria Utara, Asia Minor, Rafidain
(wilayah Tigris dan Eufrat) serta dataran tinggi Iran. Mereka dapat mendominasi
Palestina setelah berhasil menang dalam pertempuran Banion di mana raja Seleucid yaitu
Antiokhis Ketiga dapat meraih kemenangan yang gemilang atas orang-orang Ptolemaik.
Dominasi orang-orang Seleucid atas Palestina ini berakhir hingga tahun 63 S.M.

Orang-orang Seleusid berusaha untuk dapat mempengaruhi kehidupan orang
Yahudi dengan Helenisme Yunani. Maka, Antiokhis Keempat mencoba untuk
menjauhkan Yahudi dari ajaran agama mereka. Pada tahun 167 S.M, ia mengirim salah
seorang pemimpin kepada Yahudi dan menugasinya untuk melenyapkan ajaran ritual dan
menggantikan Tuhan mereka Yahya, dengan Tuhan Olimpik yaitu Zeus. Ia menunjuk
salah seorang pendeta Yunani yang menyembah berhala di Jeusalem. Pendeta ini
mengharamkan pelaksanaan khitan, kepemilikan buku suci dan menghalalkan bagi
mereka untuk mengkonsumsi daging babi. Merespon perintah-perintah ini, orang-orang
Yahudi terpecah dalam dua golongan : sebagian, berpaling dari ajaran mereka karena
puas atau terpaksa, mereka disebut dengan Hellenistik atau Yunanis. Mereka bermukim
di Jerusalem dan di daerah-daerah Yunani. Kelompok kedua, adalah orang-orang yang
menentang hal ini yang harus hengkang dari Jerusalem. Namun jumlah mereka hanya
sedikit. Kelompok ini disebut dengan kelompok orang-orang suci (the party of the
saints).

Secara umum, orang-orang Yunani telah mempengaruhi kehidupan Yahudi.
Bahasa Aramaik menggantikan bahasa Ibrani. Dan bahasa Yunani menjadi bahasa yang
dipergunakan di sekolah-sekolah. Dari orang-orang Yahudi muncul kelompok yang
mendukung Yunani dan berupaya keras untuk dapat mencapai kekuasaan di bawah
kepmimpinan pendeta besar yang bernama Jayson.

Yahudi yang meniggalkan Jerusalam, ―kelompok orang-orang suci‖, telah
mempercayakan kepemimpinan mereka kepada Mattathyas (Mattayeeh), ketua keluarga
Ashmonia, yang meninggal dunia dalam waktu yang tidak terlalu lama. Maka ia
disuksesikan oleh anaknya yang bernama Judah, yang juda dipanggil Maccabee, yang
bermakna palu. Ia memberontak terhadap orang-orang Sleucid dan mengalahkan mereka
lebih dari sekali (166 S.M- 165 S.M).Orang Yahudi banyak bergabung dengannya. Ini
yang membuat Antiokhis Keempat harus memberhentikan opresi yang ia lakukan
terhadap Yahudi. Orang-orang Maccabees kembali ke Jerusalem pada tanggal 25 Januari

164 S.M. Yahudi terus merayakan kemenangan ini hinggal sekarang yang disebut
dengan ―Pesta Cahaya‖ (Hanukah).

Setelah itu otonomi dapat direalisir di Jerusalem, namun hal ini meluas atau
menyempit dan bertambah kemerdekaannya atau melemah sesuai dengan perkembangan
konflik kekuatan besar yang berlangsung di Palestina (antara Romawi-Ptolemaik-
Seleusid). Rezim kekuasaan menjelma menjadi warisan bagi keturunan Judah,
Maccabee. Orang-orang Maccabee berkuasa sebagai ―Pendeta Kepala‖ dan mereka sebut
mereka seperti raja-raja, namun mereka tetap merupakan subordinat dan tetap membayar
pajak tanah kepada orang-orang Seleucid. Pada tahun 143 S.M, Kaisar Dimetirus Kedua
telah membebaskan orang-orang Yahudi dari kewajiban untuk membayar berbagai pajak
dan menjuluki penguasa dengan Simon. Di kalangan Yahudi sepakat untuk
mengkonsiderasinya sebagai seorang raja. Maka dari itu, rezim kerajaan telah berdiri dan
orang-orang Seleucid mengakuinya dan memberikan Simon hak untuk menggunakan
uang koin secara legal.

Pada era raja Yahudi Alexander Janous (103 S.M – 67 S.M), rezimnya terus
meluas hingga mencakup wilayah Trans-Jorda, yang disebut oleh orang Yahudi dengan
sebutan ―Iberia‖ dan pesisir. Perbatasan kerajaannya hampir berhubungan dengan
perbatasan kerajaan Sulaiman. Setelah kematiannya, kekuasaan jatuh ke tangan isterinya,
Salom Alexandra, yang berkuasa hingga tahun 67 S.M. Kemudian, kedua anaknya
berperang satu sama lain untuk memperebutkan kekuasaan, dan bangsa Arab Nabatean
ikut campur dengan memberikan bantuan kepada Hercules Kedua melawan adiknya yang
bernama Aristopolous. Pada tahun 63 S.M, pemimpin Romawi yang berkenal yaitu
Pompeii, dapat menghancurkan negara kecil Yahudi dan menunjuk Heirkanous Kedua
sebagai kepada para pendeta. Ia berhasil membumihanguskan dinding-dinding yang
berada di kota Jerusalem, memindahkan sebagian yang lainnya dari tangan orang-orang
Yahudi dan membiarkan dinasti Maccabee untuk dapat survive di bawah dominasi
orang-orang Romawi.

Pada periode 47 S.M-40 S.M, koloni ini jatuh ke tangan penguasa Edam yang
bernama Ante Peter. Pada tahun 40 S.M, orang-orang Parsi menyerang Palestina dan
menunjuk Ante Johanous yang merupakan saudara dari Hercanous Kedua, sebagai
penguasa dan kepala para pendeta. Rezim Ante Johanous berlangsung hingga tiga tahun.
Ia merupakan orang terakhir dari dinasti Maccabee. Pada tahun 37 S.M, orang-orang
Roman dapat menaklukan Parsi dan merestorasi kekuasaannya yang hilang atas Palestina
dan menunjuk Herod, anak Ante Peter, sebagai penguasa. Herod berubah menjadi
penganut Judah dan mencoba untuk berkonsiliasi dengan orang-orang Yahudi namun ia
akhirnya sangat jengkel dengan mereka. Ia secara umum adalah orang yang tiran yang
punya loyalitas tinggi kepada Romawi. Ia merenovasi candi dan melipatgandakan luas
arealnya, meninggikan bangunan langit-langitnya dan memperindahnya menjadi sebuah
bangunan yang punya arsitektur dan perfeksi yang tinggi sekali.

Rezim Herod berlanggung hingga tahun 4 S.M, yang di mana dua nabi hidup
pada masa ini yaitu nabi Zakariya A.S dan anaknya Yahya A.S. Isterinya binti Imran A.S
juga hidup para periode ini. Pada akhir hayatnya, nabi Isa A.S dilahirkan.

Zakariya adalah seorang tukang kayu. Ia adalah orang yang menanggung
kehidupan Maryam binti Imran, dan diberikan anak –setelah usianya lanjut dan Maryam
adalah seorang yang mandul—yang diberi nama Yahya. Masing-masing Zakaria dan
Yahya punya andil yang besar dalam mendakwahi Bani Israel agar kembali kepada
hidayah dan kebenaran.

Telah datang berita gembira kepada Yahya bahwa ia akan menjadi:
“yang membenarkan kalimat (yang datang) dari Allah, menjadi ikutan, menahan
diri (dari hawa nafsu) dan seorang nabi termasuk keturunan orang-orang saleh.” (Ali
Imran : 39)
Untuk memimpin masyarakatnya dan menggungguli mereka serta mengekak
dirinya dari hawa nafsu sebagai wujud dari menjaga kehormatan (iffatan), bentuk zuhud
dan menjadi seorang nabi. Ketika Yahya dilahirkan dan umur telah baligh untuk
diperintah oleh Allah dengan firman-Nya :
Artinya : “Hai Yahya, ambillah Al Kitab (Taurat) itu dengan sungguh-sungguh.”
(Maryam : 12)

Artinya ambil apa yang ada di dalam kitab Allah dengan sungguh-sungguh dan

semangat. Dan Dia akan berikan kepadanya hikmah dan kekuatan akal dari semenjak
masa kecilnya. Sebagaimana firman Allah : “Dan Kami berikan kepadanya hikmah
selagi ia masih kanak-kanak,” (Maryam : 12)

Yahya menjalankan tugas dakwahnya dan beramar ma‘ruf nahi munkar. Ia
dikenal dalam literatur masehi dengan sebutan ―John Baptis‖. Baptis dinisbatkan kepada

apa yang disebut bahwa ia membaptis manusia (memandikan mereka dengan air) untuk

mensucikan mereka dari kesalahan-kesalahan. Yahya diberitahu akan kedatangan nabi

Isa A.S.

Nabi Yahya harus mengorbankan hidupnya untuk mempertahankan sikap

solidnya melawan kehendak Herod untuk kawin dengan kemenakan Yahya dari anak

adik lakinya (ada yang mengatakan bahwa ia adalah anak dari adik perempuannya). Ia

adalah seorang perempuan cantik yang bernama Herodya. Herodya dan ibunya menjadi

sangat benci kepada Yahya karena menghalangi pernikahan Herodya dengan Herod.

Dan akhirnya ia berzina dengan Herod serta berdansa didepannya sehingga ia dapat

menguasai seluruh perasaan sang raja ini. Maka Herod meminta kepadanya untuk dapat

berangan-angan hingga akhirnya angan-angan itu berbuah pada keinginan akan memiliki

kepala Yahya!! Hal itu dikabulkan Herod dan dibunuhlah Yahya. Kemudian kepalanya
dihadiahkan kepada pelacur ini!! Sebagaimana firman Allah : “Kesejahteraan atas

dirinya pada hari ia dilahirkan, dan pada hari ia meninggal dan pada hari ia
dibangkitkan hidup kembali.” (Maryam : 15)

Ketiranan Herod tidak cukup berhenti sampai di sini, namun ia juga membunuh

Zakaria A.S dengan menggergajinya!! Karena ia membela anaknya Yahya dan juga

menentang perkawinan karena halangan keturunan.
Adapun Maryam—kepala wanita-wanita sedunia—dilahirkan sebelum Yahya

A.S. Ibunya telah menazarkannya di saat ia masih di dalam kandungan di dalam jalan

Allah : (S.III.37)
Artinya : “Maka Tuhannya menerimanya (sebagai nazar) dengan penerimaan

yang baik, dan mendidiknya dengan pendidikan yang baik dan Allah menjadikan
Zakariya pemeliharanya.” (Ali Imran : 37)

Allah tunjuk Maryam : (S.III.42)
Artinya : “Dan (ingatlah) ketika Malaikat (Jibril) berkata : “Hai Maryam,

sesungguhnya Allah telah memilih kamu, mensucikan kamu dan melebihkan kamu atas
segala wanita di dunia (yang semasa dengan kamu).” (Ali Imran : 42)

Allah SWT telah takdirkan agar mukjizat besar ini dapat berlangsung yaitu

dengan melahirkannya Maryam seorang anak yang bernama Isa tanpa bapak. Dan hal ini
terlangsung dengan kalimat dari Allah ―kun! (jadilah)‖

Mari kita berhenti sejenak untuk membaca teks Al Qur‘an ini yang penuh dengan

kemukjizatan sekitar kisah nabi Isa A.S dan misinya : (S.III : 45-49)
Artinya : “(Ingatlah) ketika Malaikat berkata : “Hai Maryam, sesungguhnya

Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan dengan

kalimat yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putera Maryam, seorang

terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada

Allah), dan dia berbicara dengan manusia dalam buaian dan ketika sudah dewasa dan
dia adalah termasuk orang-orang yang saleh.” Maryam berkata : “Ya Tuhanku, betapa

mungkin aku mempunyai anak, padahal aku belum pernah disentuh oleh seorang laki-
lakipun.” Allah berfirman (dengan perantaraan Jibril) : “Demikianlah Allah

menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Apabila Allah berkehendak menetapkan
sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata kepadanya : “Jadilah”, lalu jadilah dia. Dan

Allah akan mengajarkan kepadanya Al Kitab, Hikmah, Taurat dan Injil. Dan (sebagai)
Rasul kepada Bani Israil (yang berkata kepada mereka) : “Sesungguhnya aku telah
datang kepadamu dengan membawa sesuatu tanda (mu‟jizat) dari Tuhanmu, yaitu aku

membuat untuk kamu dari tanah berbentuk burung; kemudian aku meniupnya, maka ia

menjadi seekor burung dengan seizin Allah; dan aku menyembuhkan orang yang buta

sejak dari lahirnya dan orang yang berpenyakit sopak; dan aku menghidupkan orang

mati dengan seizin Allah; dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa

yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu adalah suatu

tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu sungguh-sungguh beriman.” (Ali
Imran : 45-49)

Nabi Isa dilahirkan sekitar tahun 4 S.M di Betlehem. Menurut riwayat bahwa
Maryam minggat bersama Isa dengan Yusuf ―seorang tukang kayu‖ ke Mesir yang takut
akan nasib anaknya dari ketiranan Herod dan ketidakadilannya. Kemudian tidak
berselang lama ia kembali ke kota Nazareth di mana, Isa menghabikan masa kecilnya
dan tumbuh di sana. Setelah itu ia lebih dikenal dengan nama ―Yesus Krist‖ dan para
pengikutnya disebut dengan orang-orang Kristen.

Nabi Isa bin Maryam adalah sutu tanda dari tanda-tanda kekuasaan Allah bagi
manusia. Ia mendeklarasikan dirinya dan berbicara di depan khalayak ramai ketika ia
masih bayi di dalam buayan. Ia meyakinkan manusia bahwa ia adalah seorang utusan
Allah. Dan ia beri mereka kabar gembira bahwa ia diutus sebagai seorang nabi kepada
kaumnya. Dengan firman Allah yang artinya : “Berkata Isa : “Sesungguhnya aku ini
hamba allah, Dai memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi, dan
Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dai
memberintahkan kepadaku (mendirikan) salat dan (menunaikan) zakat selama aku
hidup;” (Maryam : 30-31)

Di Palestina, Isa A.S menjalankan tugas sucinya dakwah kepada Allah dan
memeras energi yang besar untuk menggiring bangsa Yahudi kepada hidayah ilahi, dan
memberi mereka kabar gembira akan kedatangan nabi terakhir bernama Muhammad
SAW :

Artinya : “(yaitu kitab Taurat) yang memberi kabar gembira dengan (datangnya)
seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad).” (As
Saff : 6)

Kendati mukjizat-mukjizat yang dianugerahkan Allah kepadanya dan apa yang
dikandung oleh misi sucinya dari kebenaran dan cahaya namun Bani Israel menolak dan
tetap mengingkari serta memposisikannya sebagai musuh. Hanya sedikit sekali yang
meyakininya.

Menurut narasi historis bahwa nabi Isa pergi ke Jerusalem dan mengunjungi
sinagog (tempat ibadah) kira-kira pada tahun 30 Masehi di saat berlangsungnya perayaan
Easter. Ia menolak keberadaan sistem penukaran uang dan para pedagang di sekitar
tempat ibadah.

Menurut bab Mateus dalam kitab Injil (21 : 112-13), “…dan Isa pergi ke candi
Tuhan, dan mengeluarkan semua orang yang semula berjualan dan berbelanja di dalam
candi. Dan ia membalikkan meja-meja para pedagang uang dan kursi-kursi mereka
yang menjual buang dara. Dan berkata kepada mereka, dan ini tertulis, rumah saya
harus di sebut sebagai rumah sembahyang; namun kalian semua telah menjadikannya
sebagai sarang para maling‟.

Orang Yahudi dan orang-orang terpandang sangat membenci Isa A.S. Menurut
bab dalam kitab Matteus (19 : 47), ―….dan ia mengajar setiap hari di dalam candi ini.
Tapi kepala para pendeta dan penulis serta tokoh masyarakat berusaha untuk
menghancurkannya‖. Dewan Agama Yahudi (Synhadrin) segera mengadakan pertemuan
dan menentukan untuk menangkap Isa A.S. Mereka memutuskan untuk menghukumnya
dengan hukuman maati dengan tuduhan menjelekkan agama (balsphemy) dan dianggap
telah murtad.

Kemudian mereka menggiringnya untuk menghadap gubernur Romawi pada
waktu itu, Pontious Pilate, satu-satunya yang berhak untuk mengeksekusi. Namun Pilate
tidak menemukan kesalahan apapun dari Isa yang mengharuskannya untuk mendapat
hukuman mati. Dan Yahudi tetap saja bersuara bulat meneriakkan : ―salib dia! Salib dia!
darahnya harus untuk kita dan anak cucu kita!‖. Akhirnya dengan tekanan Yahudi yang
terus tak terbendung, Pilate menghukumnya hingga mati. Namun Allah SWT
memberinya pertolongan dan mengangkatnya untuk menghadap-Nya ketika mereka
menduga bahwa mereka telah membunuhnya.

Artinya : “…padahal merena tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya,
tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka.
Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-

benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai
keyakinan teentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka,
mereka tidak (pula yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa, tetap (yang
sebenarnya) Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah yang Maha
Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (An Nisaa : 157-158)

Kendati demikian, lembaran sejarah konflik antara kebenaran dan kepalsuan atas
tanah suci ini telah didistorsi. Bani Israel telah melakukan kebohongan kepada Nabi
terkhir mereka dan menuduhnya dengan sihir dan akhirnya mereka berkonspirasi
atasnya. Orang-orang pengikut nabi Isa yang disebut dengan sebutan ―al hawariyyun‖
telah mengimani Isa A.S dan menyebarkan dakwahnya setelah kematiannya, namun
mereka selalu saja menemukan rintangan dan siksaan yang tidak ringan. Mereka tetap
meneruskan mendakwahi orang Yahudi dan menceramahi mereka di rumah ibadah.
Ketika jumlah orang-orang nasrani kian hari kian berlipat ganda dan setelah sekian tahun
Yahudi menghawatirkan tersebarnya dakwah ini. Mereka menuntur penangkapan Peter
dan yang lainnya untuk dipersidangkan di depan Dewan Syanhadrin. Tapi majlis ini
merasa cukup untuk mencambung mereka dan membebaskan mereka kembali. Para
pengikut yang baru akhirnya harus melarikan diri ke daerah Samaria, Kaisareh dan
Antakiyah. Di sana mereka dapat bertemu dengan kelompok nasrani lainnya. Peter juga
harus hengkang ke Roma di mana dia mendirikan kelompok nasrani di sana. Dia
memfokuskan dakwah untuk mengajak Yahudi kembali ke ajaran yang benar. Adapun
Paul, dia berdakwah kepada orang-orang yang menyembah berhala sebagaimana ia juga
berdakwah kepada Yahudi dan mengartikulasi terminologi-terminologi dan pemahaman-
pemahaman filosofis untuk menginterpretasi ajaran nasrani yang sesuai dengan standar
peradaban Helenistik yang lestari saat itu.

Paul Peter harus mengakhiri hidupnya dengan eksekusi mati para era Kaisar
Romawi yang bernama Nero pada tahun 64 Masehi. Tapi risalah yang diproklamirkan
oleh Isa A.S dalam tempo yang tidak terlalu lama harus mengalami distorsi dan Injil
yang diwahyukan kepadanya telah berubah. Para pengikutnya setelah kepergiaannya
telah dipengaruhi oleh peradaban Helenistik dan rezim Romawi. Dan dakwah mereka
telah bercampur dengan banyak tradisi, ritual dan ajaran-ajaran yang tersebar di negara-
negara di mana dakwah tersebut diajarkan. Itu menjadi mudah bagi masyarakat untuk
memeluknya. Ajaran nasrani tidaklah mengakar dalam masyarakat hingga Kaisar
Constantine, mengimaninya pada tahun 325 Masehi. Setelah itu, ajaran nasrani menjadi
agama resmi di seluruh kekaisaran Romawi. Constantine melindungi Palestina dan
mendirikan gereja suci Sepulchre, yang menjadi salah satu gereja terpenting kristen. Ia
juga mendirikan gereja Ascensian di gunung Zaitun (Mount of Olives) dan gereja
Nativity di Bethlehem. Bangsa Palestina pada masa itu memeluk ajaran kristen hingga
kemenangan orang Islam harus merambah sampai ke Palestina.

Eksistensi Terakhir Yahudi di Palestina :

Sekali lagi untuk melihat kondisi Bani Israel di wilayah Palestina setelah
turunnya nabi Isa A.S. Romawi telah mulai memerintah Jerusalem dan wilayah Palestina
lainnya secara langsung yaitu sejak 6 Masehi. Pada periode mereka memecat Archilles,
yang menggantikan orang tuahnya, Herod karena telah menyalahgunakan kekuasaan
yang diberikan kepadanya. Peristiwa Isa al Masih A.S berlangsung yaitu pada masa
gubernur Pontious Pilate (26-36 S.M)s. Pada bulan November 66 Masehi, pada periode
Kaisar Nero, orang-orang Yahudi memberontak terhadap kekuasaan Romawi, tapi
komandan militer Romawi Tetas dapat menumpas revolusi ini –yang berlangsung empat
tahun—pada bulan September 70 Mesehi. Maka ia dapat memasuki kota Jerusalem
setelah pengepungan yang ketat, pembunuhan, penjarahan dan pembakaran kemudian
menghancurkan sinagog yang dibangun oleh Herod sehingga tidak tersisa satu batupun
dari bangunan rumah ibadah tersebut. Kota Jerusalem menjelma menjadi kota mati, rata
dengan tanah. Banayak dari para tawanan yang diperjualbelikan sebagai budak secara
murah di pasar-pasar Kekaisaran Romawi. Para bangsa Yahudi berharap agar dapat
dibeli oleh orang yang dapat memperlakukannya secara manusiawi dan tidak
mengirimnya ke ring wrestling yang ganas yang merupakan tradisi orang Romawi untuk

menikmati pemandangan orang buas yang memangsa yang lain!!! Pemimpin ini juga
membangun tugu kemenangan di kota Roma sebagai simbol keberhasilannya untuk
menundukkan orang-orang Yahudi yang masih berdiri hingga sekarang. Di atasnya di
ukir catatan untuk mengenang kemenangan tersebut dan terlihat di sana tongkat yang
terbuat dari lilin yang memiliki tujuh kepala yang sangat terkenal sebagai milik orang
Yahudi. Benda ini juga diambil dari sinagog di atas.

Kembali orang-orang Yahudi memberontak terhadap Romawi di bawah
kepemimpinan Bracokhapa yang asli namanya adalah Simon. Revolusi mereka ini
berakhir bertahun-tahun dari tahun 132-135 Masehi. Ia berhasil mengumpulkan Yahudi
dalam jumlah yang cukup besar. Ia berusaha untuk dapat menduduki Jerusalem tapi
Kaisar Romawi Hadrian mengirim balatentara dalam jumlah yang sangat besar di bawah
kepemimpinan Julius Cephrius yang dapat mengalahkan Yahudi dan kembali menduduki
Jerusalem. Yahudi akhirnya hengkang ke daerah Battier, di mana puing-puing benteng
pertahanan tempat berlindungnya orang-orang Yahudi masih tersisa di sana. Orang Arab
menyebutnya dengan ―Kherbit Yahudi‖. Hadrian mengambil keputusan untuk
membunuh para pemberontak secara kejam, membumihanguskan ―Hierosolyma‖ dan
mencangkuli lokasinya, membunuh serta menangkapi bangsa ini dalam jumlah yang
besar. Tidak hanya sampai di situ, Yahudi juga dilarang masuk, hidup bahkan datang
untuk mendekati kota Jerusalem. Ia memperbolehkan orang Kristen untuk hidup di sana
namun mereka harus tidak berketurunan Yahudi. Di atas puing-puing kota Jerusalem,
Hadian membangun kota baru yang dinamakan dengan Elia Capitolina yang kemudian
lebih dikenal sebagai Elia, yang merupakan awalan nama Hadrian Pertama. Dan tepat di
atas rumah ibadah yang sudah diratakan dengan tanah itu dibangun tempat ibadah
berhala sebagai persembahan untuk Jupiter.

Larangan bagi Yahudi untuk memasuki kota Jerusalem terus berlanjut hingga 200
tahun kemudian. Mereka jarang sekali datang dan hidup di wilayah ini kecuali pada abad
ke 19 M.

Mereka tersebar ke belbagai belahan dunia, dan tidak punya koneksi apapun
dengan Palestina kecuali nostalgia yang kebanyakannya hanya berupa potret kekufuran,
kefasikan, ketidakadilan dan pembunuhan para nabi. Maka ganjaran itu semua adalah
murka Allah atas mereka dan laknat-Nya, sehingga mereka diharamkan dari mendiami
tanah suci ini dan menyebabkan diaspora mereka di belbagai belahan bumi.

Konklusi :

1. Sesungguhnya mayoritas penduduk Palestina datang dari Jazirah
Arab dan mereka tepat sebagai penduduk wilayah ini hingga sekarang.
2. Sesungguhnya Allah telah menjanjikan Bani Israil tanah suci ketika
mereeka berjalan di atas perintah-Nya dan di bawah bimbingan para nabi. Maka
ketika mereka merubah sikap, menolak dan tidak mempercayai Allah, lenyaplah
hak tersebut dari tangan mereka.
3. Sesungguhnya umat Islam adalah orang yang lebih berhak untuk
mewarisi peninggalan para nabi Bani Israel. Dakwah Islam yang dilakukan oleh
umat merupakan kelanjutan dakwah yang dilakukan oleh para nabi terdahulu.
Kebenaran yang didedikasikan oleh mereka adalah kebenaran yang sama yang
juga diakui oleh umat Islam untuk dilanjutkan.
4. Sesungguhnya dominasi Bani Israel dahulu—kapanpun itu—tidak
pernah mencakup seluruh wilayah Palestina yang dikenal sebagai batas-batasnya
dewasa ini. Masa dominasi mereka dengan independensi yang utuh sangatlah
singkat dibandingkan dengan sejarah Palestina. Walaupun ketika mereka pernah
memiliki dua kerajaan yang kerap sekali berstatus subordinat kekuatan besar lain.
5. Otonomi Yahudi yang mereka nikmati setelah keberhasilan
menaklukan Babylonia sangat lemah dan terbatas pada wilayah Jerusalem dan
sekitarnya. Setelah itu, pada zaman Maccabee mereka menikmati kemerdekaan
terbatas.
6. Paska diaspora mereka di belbagai belahan bumi disebabkan oleh
pekerjaan mereka yang jahat. Relasi mereka dengan Palestina terputus tanpa

interupsi untuk masa 1.900 tahun. Akhirnya, H.G.Wells berkata dalam bukunya ,
―Brief History of the Children of Israel‘s Experience in Palestine after the
Babylonian Captivity‖ (Sejarah Singkat Pengalaman Bani Israel di Palestina
setelah Penangkapan Babylonia), bahwa ― the life of Hebrews (in Palestine) was
resembling the life of a man who insisted to settle in the middle of a crowded
highway, so buses and trucks were continuously running over him…and from the
start to the end, their (Kingdom) was just an emergency event in the history of
Egypt, Syria, Assyria and Phoenici, the history which was much greater than
their history.” (Kehidupan orang-orang Ibrani (di Palestina) adalah menyerupai
kehidupan seseorang yang tetap bersikeras untuk mendiami jalan raya yang
sangat padat, jadi bus-bus dan truk-truk secara terus-menerus menggilasnya…dan
dari permulaan hingga akhir, (kerajaan) mereka adalah tidak lebih dari hanya
peristiwa yang sifatnya hanya darurat baik itu di dalam sejarah Mesir, Syria,
Assyria dan Phoenisi. Sejarah bangsa-bangsa ini adalah sejarah yang lebih besar
dari sejarah mereka).
Gustav Lobon adalah seorang sejarahwan kenamaan yang berbicara tentang Bani
Israel saat mereka menduduki Palestina yang mengatakan bahwa : “They did not borrow
from the superior nations except for the meanest of those civilizations, i.e., they did not
borrow anything but infamies, harmful customs, debauchery and superstitions. They
offered oblations to all Asian Gods. They offered more oblations to Ashtaourt, B‟al and
Mouloukh than to the God of their own tribe, the frowning and spiteful Yahwa, in whom
they had but every little trust.” (Mereka tidak meminjam (belajar) dari bangsa-bangsa
superior tersebut kecuali untuk yang paling hina dari peradaban mereka, contohnya,
mereka tidak belajar kecuali hal-hal yang jelek dari tradisi-tradisi yang membahayakan,
kebiasaan prostitusi dan superstisi (keyakinan pada hal-hal yang mistik). Mereka
mendekatkan diri kepada seluruh Tuhan-tuhan Asia seperti kepada Ashtaourt, B‘al dan
Mouloukh namun tidak kepada Tuhan kabilah mereka sendiri, Yahwe yang cemberut
dan pendengki. Mereka tidak mempercayainya sama sekali).
Dia juga mengatakan bahwa “The Jews lived almost always in massive anarchy.
Their history was just a story of abominations…The history of the Jews from the aspect
of civilization was null…(They did not deserve to be considered among the civilized
nations in any shape whatsoever”. (Yahudi hidup hampir selalu dalam anarki massif.
Sejarah mereka hanya berupa sebuah kisah kemungkaran-kemungkaran….Sejarah
Yahudi dari aspek peradaban adalah nol…(Mereka tidak berhak untuk dikonsiderasi
sebagai bagian dari bangsa-bangsa yang beradab dalam bentuk apapun juga).
Ia juga mengatakan bahwa, “The Children of Israel remained, even under the
reign of their kings, shedding and always embarked rashly in brutal fighting. “ (Bani
Israel tetap, walau berada di bawah singgasana raja-raja mereka, baduwi (primitif) dan
selalu terlibat dalam pertempuran yang brutal).
Serta ia juga mengatakan : “The psychological temper of the Jews always
remained very close to the most primitive nations. The Jews were stubborn, were dupes
and simpletons, were rude like beasts and acted like babies…You could not find a nation
like the Jews who lacked the sense of artists.” (Temperamen psykologis Yahudi selalu
lebih mendekati temperamen bangsa-bangsa yang paling primitif. Yahudi keras kepala,
emosional, lalai dan beringas serta beraksi seperti anak kecil….Anda tidak akan
mendapatkan satu bangsa seperti Yahudi ini yang minus jiwa seninya).

Bahaya Ghazwul Fikri ! ( Perang Pemikiran )

"....Dan tiada henti-hentinya mereka selalu memerangi
kalian sehingga kalian murtad dari agama kalian, jika
mereka mampu..." (Al Baqarah [2] : 217).

Sungguh sangat menggembirakan dan membesarkan hati kita
bahwa ternyata ummat Islam di Indonesia merupakan ummat
mayoritas (85%). Bahkan pertumbuhannya di dunia internasional

juga cukup pesat. Dari lima milyar lebih, seperlimanya adalah umat Islam. Akan tetapi,
dari jumlah yang besar tersebut sedikit sekali yang kita dapati benar-benar menjalankan
ajaran Islam secara menyeluruh. Banyak yang masih salah dalam mempersepsikan ajaran
Islam yang syamil tersebut. Sering kita dapati pemilah-milahan ajaran Islam, antara
urusan agama dengan urusan ekonomi, budaya, politik, ataupun sisi kehidupan yang lain.

Sebagai akibatnya dari pemahaman yang demikian akan menimbulkan kerancuan dalam
berpikir dan bertindak. Di satu sisi ia sebagai seorang muslim, namun di sisi lain,
aktivitasnya dalam bidang ekonomi, budaya maupun politik jauh dari ajaran Islam.
Sehingga karena keadaan yang demikian itulah banyak orang Islam yang masih mudah
tergiur oleh paham lain.

Empat belas abad yang lalu, di saat Islam mencapai puncaknya, Rasulullah SAW telah
memprediksikan tentang nasib ummat Islam di masa yang akan datang, sebagai tanda
nubuwwah beliau. Nasib ummat Islam pada masa itu digambarkan oleh Rasulullah
seperti seonggok makanan yang diperebutkan oleh sekelompok manusia yang lapar lagi
rakus.

Sebagaimana tersebut dalam sebuah hadits:
"Beberapa kelompok manusia akan memperebutkan kalian seperti halnya orang-
orang rakus yang memperebutkan hidangan."

Seorang sahabat bertanya, "Apakah karena kami waktu itu sedikit, ya Rasulullah?".

Jawab Rasul : "Tidak! Bahkan waktu itu jumlah kalian sangat banyak. Akan tetapi
kalian waktu itu seperti buih lautan. Dan sungguh, rasa takut dan gentar telah
hilang dari dada musuh kalian. Dan bercokollah dalam dada kalian penyakit
wahn".

Kemudian sahabat bertanya, "Apakah yang dimaksud dengan penyakit wahn itu ya
Rasulullah?".

Jawab beliau : "Cinta dunia dan takut mati".

Kita bisa membayangkan bagaimana nasib seonggok makanan yang menjadi sasaran
perebutan dari orang-orang kelaparan yang rakus. Tentu saja dalam sekejap mata
makanan yang tadinya begitu menarik menjadi hancur berantakan tak berbekas, lumat
ditelan para pemangsanya.

Demikian pula dengan kondisi ummat Islam saat ini. Ummat Islam menjadi bahan
perebutan dari sekian banyak kepentingan yang apabila kita kaji lebih jauh ternyata
tujuan akhirnya adalah sama, kehancuran ummat Islam !

Banyak pihak yang memusuhi kaum muslimin. Allah memberikan informasi kepada kita
siapa saja musuh-musuh kaum muslimin. Ada beberapa kelompok besar manusia yang
dalam perjalanan sejarah selalu mengibarkan bendera permusuhan dan perang terhadap
kaum muslimin. Adapun kelompok-kelompok tersebut adalah:

1. Orang-Orang Yahudi dan Nashrani

"Orang-orang Yahudi dan Nashrani tidak akan pernah rela terhadap kalian, sehingga
kalian mengikuti jejak mereka..." (Al Baqarah [2] :120).

2. Orang-orang Musyrik

"Sesungguhnya telah kalian dapati orang-orang yang paling besar permusuhannya
terhadap orang-orang yang beriman adalah orang-orang Yahudi dan orang-orang
musyrik...." (Al Maidah [5] :82).

3. Orang-orang Munafik

"Apabila orang-orang munafiq datang kepadamu, mereka berkata: 'Kami mengakui,
bahwa kamu benar-benar Rasulullah'. Dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya kamu
benar-benar Rasul-Nya', dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya orang-orang
munafiq itu benar-benar orang pendusta" (Al Munafiqun [63] : 1).

"Orang-orang munafiq laki-laki dan perempuan, sebagian dengan sebagian yang lain
adalah sama, mereka menyuruh berbuat yang mungkar dan melarang yang ma'ruf dan
menggenggam tangannya (kikir). Mereka telah melupakan Allah, maka Allah melupakan
mereka. Sesungguhnya orang-orang munafiq itulah orang-orang yang fasik" (At Taubah
[9]: 67).

Meskipun mereka (musuh-musuh Islam) itu nampaknya berbeda, tetapi sesungguhnya di
dalam memerangi kaum muslimin mereka bersatu padu melakukan konspirasi
(persekongkolan) yang berskala Internasional. Mereka berusaha tanpa mengenal lelah
dan berputus asa.

"Dan tiada henti-hentinya mereka selalu memerangi kalian sehingga kalian murtad dari
agama kalian, jika mereka mampu...." (Al Baqarah [2] : 217).

Ada dua jenis peperangan yang selalu mereka lancarkan terhadap ummat Islam, yaitu
perang secara fisik (militer) dan perang secara non fisik (pemikiran), yang lebih dikenal
dengan istilah ghazwul fikri.

Peperangan-peperangan itu

Ketika cahaya Islam mulai menyebar luas meliputi wilayah Persi, Syiria, Palestina,
Mesir dan menyeberang daratan Eropa sampai Spanyol, maka kaum Salibis, Yahudi dan
orang-orang Paganis segera membendung laju kebenaran Islam. Mereka khawatir kalau
cahaya Islam akan menerangi seluruh belahan dunia. Maka kemudian digelarlah
peperangan yang panjang yang kita kenal dengan nama perang Salib.

Selama perang salib yang berlangsung delapan periode itu, tak sekalipun ummat Islam
dapat dikalahkan. Mereka berpikir keras bagaimana cara mengalahkan ummat Islam.
Setelah melalui pemikiran yang panjang akhirnya mereka mengambil kesimpulan
sebagaimana dikemukakan oleh Gladstone, salah seorang perdana menteri Inggris,
"Selama Al Qur'an ini ada di tangan ummat Islam, tidak mungkin Eropa akan menguasai
dunia Timur".

Mereka selanjutnya menyusun langkah-langkah untuk menjauhkan ummat Islam dari
ajarannya. Dengan metode yang sistematis mereka memulai melancarkan serangan
pemikiran yang berujud program-program yang dikemas dengan menarik. Sehingga
tanpa disadari, ummat Islam sudah mengikuti mereka bahkan menjadi pendukung
program-program yang mereka adakan. Di samping tipu daya yang berbentuk perang
pemikiran, perusakan akhlaq, sekulerisasi sistem pendidikan serta penjajahan di negeri-
negeri kaum muslimin yang telah dikuasai, mereka juga mengeruk seluruh kekayaan
kaum muslimin. Hal itu berhasil mereka lakukan setelah melalui perjalanan panjang.

Dibandingkan dengan perang fisik atau militer, maka ghazwul fikri ini memiliki
beberapa keunggulan, antara lain:

1. Dana yang dibutuhkan tidak sebesar dana yang diperlukan untuk perang fisik.
2. Sasaran ghazwul fikri tidak terbatas.
3. Serangannnya dapat mengenai siapa saja, dimana saja dan kapan saja.
4. Tidak ada korban dari pihak penyerang.
5. Sasaran yang diserang tidak merasakan bahwa sesungguhnya dirinya dalam

kondisi diserang.
6. Dampak yang dihasilkan sangat fatal dan berjangka panjang.
7. Efektif dan efisien.

Yang menjadi sasaran ghazwul Fikri adalah pola pikir dan akhlaq. Apabila seseorang
sering menerima pola pikir sekuler, maka iapun akan berpikir ala sekuler. Bila sesorang
sering dicekoki paham komunis , materialis, fasis, marksis, liberalis, kapitalis atau yang
lainnya, maka merekapun akan berpikir dari sudut pandang paham tersebut.

Sementara itu dalam hal akhlaq, boleh jadi pada awalnya seseorang menolak terhadap
suatu tata cara kehidupan tertentu, namun karena tiap kali ia selalu mengkonsumsi tata
cara tersebut, maka lama kelamaan akan timbul perubahan dalam dirinya.

Yang semula menolak, akan berubah menjadi menerima. Dari yang sekedar menerima
itu akan berubah menjadi suka. Selanjutnya akan timbul dalan dirinya tata sikap yang
sama persis dengan mereka. Bahkan pada akhirnya ia akan menjadi pendukung setia tata
hidup jahiliyah tersebut. Seperti contohnya adanya pergaulan bebas antara wanita dan
pria yang bukan muhrim, seperti kita lihat dalam kehidupan sehari-hari.

Demikianlah bahaya ghazwul fikri. Ia akan menyeret seseorang ke dalam jurang
kesesatan dan kekafiran tanpa terasa. Ibaratnya seutas rambut yang dicelupkan ke dalam
adonan roti, kemudian ditarik dari adonan tersebut. Tak akan ada sedikitpun adonan roti
yang menempel pada rambut. Rambut itu keluar dari adonan dengan halus sekali tanpa
terasa. Demikianlah, seseorang hanya tahu bahwa ternyata dirinya sudah berada dalam
kesesatan, tanpa terasa!

Ada beberapa jenis ghazwul fikri, di antaranya :

1. Perusakan Akhlaq

Dengan berbagai media musuh-musuh Islam melancarkan program-program yang
bertujuan merusak akhlaq generasi muslim. Mulai dari anak-anak, remaja, dewasa,
sampai yang tua renta sekalipun. Di antara bentuk perusakan itu adalah lewat majalah-
majalah, televisi, serta musik. Dalam media-media tersebut selalu saja disuguhkan
penampilan tokoh-tokoh terkenal yang pola hidupnya jelas-jelas jauh dari nilai-nilai
Islam. Mulai dari cara berpakaian, gaya hidup dan ucapan-ucapan yang mereka
lontarkan.

Dengan cara itu, mereka telah berhasil membuat idola-idola baru yang gaya hidupnya
jauh dari adab Islam. Hasilnya betul-betul luar biasa, banyak generasi muda kita yang
tergiur dan mengidolakan mereka. Na'udzubillahi min dzalik!

2. Perusakan Pola Pikir

Dengan memanfaatkan media-media tersebut di atas, mereka juga sengaja menyajikan
berita yang tidak jelas kebenarannya, terutama yang berkenaan dengan kaum muslimin.
Seringkali mereka memojokkan posisi kaum muslim tanpa alasan yang jelas. Mereka
selalu memakai kata-kata; teroris, fundamentalis untuk mengatakan para pejuang kaum
muslimin yang gigih mempertahankan kemerdekaan negeri mereka dari penguasaan
penjajah yang zhalim dan melampui batas. Sementara itu di sisi lain mereka mendiamkan
setiap aksi para perusak, penindas, serta penjajah yang sejalan dengan mereka; seperti
Israel, Atheis Rusia, Fundamentalis Hindu India, Serbia, serta yang lain-lainnya. Apa-
apa yang sampai kepada kaum muslimin di negeri-negeri lain adalah sesuatu yang benar-
benar jauh dari realitas. Bahkan, sengaja diputarbalikkan dari kenyataan yang
sesungguhnya.

3. Sekulerisasi Pendidikan

Hampir di seluruh negeri muslim telah berdiri model pendidikan sekolah yang lepas dari
nilai-nilai keagamaan. Mereka sengaja memisahkan antara agama dengan ilmu
pengetahuan di sekolah. Sehingga muncullah generasi-generasi terdidik yang jauh dari
agamanya. Sekolah macam inilah yang mereka dirikan di bumi Islam pada masa
penjajahan (imperialisme), untuk menghancurkan Islam dari dalam tubuhnya sendiri.

4. Pemurtadan

Ini adalah program yang paling jelas kita saksikan. Secara terang-terangan orang-orang
non muslim menawarkan "bantuan" ekonomi; mulai dari bahan makanan, rumah,
jabatan, sekolah, dan lain-lainnya untuk menggoyahkan iman orang-orang Islam.

Sebuah Strategi

Pastor Takly berkata: "Kita harus mendorong pembangunan sekolah-sekolah ala Barat
yang sekuler. Karena ternyata banyak orang Islam yang goyah aqidahnya dengan Islam
dan Al Qur'an setelah mempelajari buku-buku pelajaran Barat dan belajar bahasa asing".

Samuel Zwemer dalam konferensi Al Quds untuk para pastor pada tahun 1935
mengatakan: "Sebenarnya tugas kalian bukan mengeluarkan orang-orang Islam dari
agamanya menjadi pemeluk agama kalian. Akan tetapi menjauhkan mereka dari
agamanya (Al Qur'an dan Sunnah). Sehingga mereka menjadi orang- orang yang putus
hubungan dengan Tuhannya dan sesamanya (saling bermusuhan), menjadi terpecah-
belah dan jauh dari persatuan. Dengan demikian kalian telah menyiapkan generasi-
generasi baru yang akan memenangkan kalian dan menindas kaum mereka sendiri sesuai
dengan tujuan kalian".

TAHAP-TAHAP AL GHAZWUL FIKRI

Tidak dapat diterima dengan mudah jika ada orang mengatakan keujudan imprialis dan
pengaruh barat di dunia Islam sebagai kebetulan. Keujudan ini telah didorong oleh
sebab-sebab tertentu.

Ia bermula dari keujudan ketenteraan, keujudan ala Istishraq ( bercambahnya usaha
mengasaskan bahagian kajian ketimuran ) , lantas keujudan missionary. Kemudian
berulang semula keujudan tentera di negara Islam ( dengan penaklukkan dan usaha-usaha
menghancurkan sistem khilafah Islamiah yang berpusat di Turkey ). Kemudian
penaburan faham yang memisah agama dari negara ( secularisme ). Selepas itu disebar
luaskan pula faham kebangsaan. Diikuti dengan usaha terakhir melebur musnahkan
sistem Khilafah Islamiah.

Penjajah tidak cukup dengan usaha yang demikian sahaja, tetapi malah ditinggalkan pula
golongan-golongan penjajah dari kaym peribumi itu sendiri yang dimandatkan untuk
memainkan peranan merubah seluruh tatacara hidup, nilai akhlak dan sistem
pemerintahan serta sosial umat kearah yang diredhai oleh tuan-tuan mereka; kaum
penjajah.

Peringkat atau priode ini, atau apa yang dinamakan orang sebagai Al Ghazwul terbahagi
kepada tiga.

1.Peringkat sebelum kejatuhan Khilafah Islamiah.

2.Peringkat pengganyangan sistem khilafah.

3.peringkat setelah Runtuhnya Negara Khilafah.

--------------------------------------------------------------------------------

i. Peringkat sebelum kejatuhan Khilafah Islamiah

i. Perang Salib

Ada pihak yang mengatakan bahawa motif asas beerlakunya perang salib ialh kerana
hasrat mencari sumber kekayaan ekonomi. Tetapi dari penelitian sejarah ternyata andaian
itu meleset. Yang mendorong orang-orang kristian melancarkan perang salib adalah
perasaan fanatik terhadap agama mereka dan kebencian mereka yang meluap-luap
terhadap Islam dan pengikutnya.

Mengikut Lorthop Stodard orang yang mula-mula menyeru supaya dilancarkan perang
salib ialah Pope Salvester V tahun 1002 M, Tetapi saruannya tidak mendapat sahutan.
Selepas itu ialah Pope Grigorious tahun 1075 M. Dalam buku sejarah Pope oleh
Ferdenand Haifward menerangkan bagaimana golongan Pope Dan pendeta kristian ini
berusaha mengapi-apikan raja-raja Eropah agar melancarkan perang suci ( menurut
mereka ) terhadap orang Islam . Akhirnya pada tahun 1097 bermulalah peperangan salib.

Satu demi satu serangan dilancarkan. Tiap serangan menghadapi serangan balas yang
sengit dan seru dari pejuang-pejuang Islam. Kalah menang silih berganti dibeberapa
kawasan. Tapi kekalahan Luis Raja Perancis yang memimpin arus serangan salib yang
ke lapan di Manshurah, Mesir membawa banyak perubahan dalam taktik menyarang
negara-negara Islam. Luis telah menebus dirinya dari tawanan dengan bayaran yang
cukup mahal. Sekembalinya dari tawanan beliau berkesimpulan bahawa amat sukar
sekali untuk menang dalam pertarungan menghadapi Islam dan umatnya secara fizikal.
Roh jihad yang dipancarkan oleh ajaran Al-Quran begitu hebat melahirkan keberanian,
kecekalan dan kepahlawanan yang sukar ditandingi. Akidah Islam yang menjadi base
yang pejal terhadap tentera islam itu amat bahaya. Sebab itu mesti dicari jalan lain. Jalan
yang menghancurkan base itu. Jalan itu ialah dengan Al ghazwul Fikri.
ii. Peringkat Istishraq

Orang-orang Eropah haruslah mengkaji segenap aspek tamadun Islam; aspek akidah dan
syariahnya. Kemudian pengetahuan itu digunakan sebaik-baiknya menghancurkan umat
Islam itu sendiri dengan memadamkan roh jihad dan cinta syahid. Berikutan dengan itu
lahirlah penulis-penulis dari Barat yang menghuraikan analisa-analisa mengelirikan
tentang Islam dengan lebel ilmiah. Quran buatan Muhammad. Sahabat-sahabatnya yang
mudah tertipu telah menerimanya sebagi wahyu Tuhan. Baik Quran atau Qias telah
dianggap sama sahaja statusnya dan dicampur baurkan atas dasar ianya ciotaan insan.
Ajakan supaya mengamalkan tasawur Islam dalam bentuk dan cara yang tidak sihat
dilaungkan untuk dapat memalingkan umat dari jihad dalam seluruh menifestasinya.

Kajian-kajian ketimuran ( Istishraq ) bermula di Sepanyol dalam kurun ke lapan hijrah.
Alfons, raja Qishtale meminta jasa baik Maichial Scot untuk memikul tanggungjawab
ini. Michail Scot pun mengumpulkan beberapa orang pendita Nasrani untuk
menterjemahkan beberapa kitab bahasa Arab ke bahasa Perancis.

Kian lama usaha ini semakin luas skopnya sehingga diterjemahkan kitab dalam berbagai
bidang ilmu pengetahuan. Bahkan dalam zaman mula dicipta mesin cetak ada
diperuntukkan mesin cetak Arab untuk mencetak buku-buku Arab yang menjadi teks
book di pusat-pusat Pengajian Tinggi Eropah.

Golongan-golongan musuh Islam telah berjaya sedikit sebanyak mengelirukan akidah
Islam, melumpuhkan semangat jihad dengan memisahkan secara negetif antara akidah
dan perlaksanaan syariah, antara kerohanian Islam dan kebatinan jahiliah. Mereka
bekerja keras untuk menggambarkan bahawa Islam itu suatu agama yang fokusnya sama
seperti kristian iaitu untuk ibadah dalam erti sempit. Akhirnya tersebar luaslah faham
memisahkan agama daru negara atau pemerintahan secularisme.

Bagi mereka Islam yang tulen dan lengkap menjadikan umatnya mempunyai 'sosial
political power' dan menghalang kerja-kerja penjajah . Sebab itu Islam harus ditetas atau
digelapkan sebahagiannya seberapa dapat.

Tulisan para orientalis di zaman itu dan mungkin juga sekarang bukan hanya untuk
menyerang orang-orang islam tetapi juga untuk menjadi benteng tahanan agar orang
barat itu sendiri tidak dapat melihat Islam sebagaimana hakikatnya. Sebab gambaran baik
yang dibawa oleh sebahagian tentera salib yang kembali dari medan perang tenteng
Islam dan umatnya telah menarik beberapa kalangan memeluk Islam.

Pada awal kurun ke tiga belas hijrah kajian ketimuran cuba membayangkan sikap
objektifnya dan mendakwa bahawa kajian-kajianya bersandarkan Scientific Mathod dan
demi ilmu semata-mata. Dikota-kota Eropah mula dibuka department bahasa-bahasa
Timur, Arab, Parsi, Turkey, Urdu, Melayu dan seteruanya.

Tujuan utamanya ialah untuk melahirkan pakar-pakar hal ehwal keislaman untuk
membantu penjajah memainkan peranannya memaju dan memakmurkan negara-negara
itu dengan dengan menghisap kekeyaannya. Kemudian anak-anak jajahan berduyun-
duyun datang mempelajari ilmu-ilmu yang diajar oleh pakar-pakar mereka lalu
meninggalkan kesan pemikiran yang buruk. Dari pusat-pusat kajian ketimuran ini
orientalis barat dapat masuk menyelinap ke pusat-pusat pengajian tinggi Islam yang
penting.

Kajian ketimuran juga bertujuan menyokong serta membantu usaha perluasan daerah
yang dilakukan oleh penjajah. Di samping memisahkan umat Islam dari sumber ajaran
Islam yang murni. Ini akan menimbulkan rasa menyerah kalah dan kerdil berhadapan
dengan cara hidup barat dan nilai barat.
Banyak dari golongan yang terpelajar dan setengah terpelajar dari anak peribumi yang
telah menjadi mangsa Ghazwul Fikri ini. Kalau di Mesir boleh kita sebutkan seperti Taha
Husin, Kasim Amin pelopor women, lib, Husin Fauzi, Ali Abdur Raziq dan seterusnya.

Golongan-golongan ini telah menelan mentah-mentah method orientalis dan meniru
segenap perasaan dan laku guru mereka. Sikap mereka ketara benar bertentangan dengan
Islam dan adab Islamiah. Penentangan pena dengan fikiran mereka terhadap golongan
cendiakawan seagama dan sebangsa lebih ganas dan panas dari orientalis itu sendiri.

Ringkasnya orientalis telah memainkan peranan dan menghasilkan kesan berikut:-

Hampir setiap isu besar yang mengelirukan dan boleh memalingkan umat dari ajaran
Islam yang lurus pasti di belakangnya ada bercokol orang-orang tersebut. Golongan
orientalis itu kadangkala melemparkan isu tertentu lalu disambut oleh anak didik mereka
dan penulis-penulis yang yang telah diibaratkan fikiran dan menjadi pengikut setia
mereka. Seruan mempopularkan penggunaan bahasa Arab pasaran umpamanya telah
ditaja oleh Willmor dan disambut oleh Selamah Musa dan Ahmad Luthfi Sayyid. Seruan
kedaerahan atau kebangsaan sempit yang ditaja oleh Cromer disambut oleh Thaha Husin
dan sebagainya.

Melentur teks-teks authentic mengikut kemahuan fikiran yang dipimpin oleh nafsu
mereka. Mereka sewenang-wenangnya menolak atau menerima teks-teks yang mereka
senangi. kadangkala mereka menyalah ertikan dan menyelewengkan teks-teks nukilan itu
sendiri.

Sumber rujukan, mereka olah dan ambil ikut suka. Untuk mencari kepastian tentang
sejarah Hadis Nabi mereka rujuk kepada buku rujukan kesusasteraan. Untuk mencari
tentang kepastian dalam soal tarikh fiqh mereka merujuk kitab sejarah. Mereka
menerima bulat tulisan Addumairi dalam kitabnya "Al Hayawan" dan menolak riwayat
Imam Malik dalam kitabnya "Al muwaththa".

Beberapa kekaburan mereka jalin dan kaitkan sehingga seolah suatu gambaran lenkap
tentang sesuatu yang dianggap benar seperti yang dibuat oleh seorang orientalis German,
apabila ia mencetak kitab "Ariddah" secara demikian. Kemudian ia mendakwa bahawa
buku itu adalah karya Al Hafiz Ibnu Hajar.

Para orientalis menunjul-nunjulkan dalam tulisan mereka tentang kebaikan, kejujuran
golongan . Sedangkan golongan itu bukan sahaja tidak dapat membuktikan dakwaan itu
semasa mereka memegang kuasa pada kurun ke empat hijrah bahkan sudah jelas dan
ketara tembeleng mereka menjadi alat golongan anti Islam, alat Yahudi, bersama-sama
dengan yahudi tersebut menghancurkan negara Islam.

Mereka berusaha menghidupkan semula pusaka kebatinan majusi dan hindu untuk
mencemarkan kemurnian agama Islam. Ini jelas dapat dikesan bila kita melihat usaha
mereka yang gigih mentahqiq Makhthuthat lama tentang aliran-aliran itu yang
mengandungi unsur ilhad, ibahiah, wehdatu wujud,hulul dan kitab-kitab syair yang liar.

Kesan yang paling bahaya ditinggalkan oleh mereka ialah kecenderongan menganggap
karangan dan kajian orientalis itu sebagai bahan rujukan asa dalam bidang sejarah,
bahasa, sirah, fiqh, akidah dan sebagainya.

Mereka telah menghasilkan karya-karya rujukan yang mengandungi pengeliruan dan
pengkaburan seperti"Dasiratul Ma'aruf Al Islamiah , Al Munjid Fillughah Wal Ulum
Wal Adab, Al Mausu'ah'Arabiah Al 'Muyassarah.

Sebab itu pengkaji muslim yang menggunakan sumber-sumber ini haruslah teliti dan
hati-hati.

Di samping orientalis yang berniat buruk ada juga orientalis yang agak objektif yang
memberikan penghargaan yang tinggi kepada Islam dan ajarannya, seperti Thomas

Carlil, Tolostoy dan lain-lain.

iii. Utusan Mubaligh Atau Missionary Kristian

Gerakan missionary kristian di samping menjalankan pendekatan secara peribadi juga
mengambil langkah berikut:-

Membuka institut dan sekolah-sekolah Convent di seluruh negara Islam termasuk negara
Khilafah Islamiah sendiri. Sekolah-sekolah tersebut mengasuh anak dan jenerasi baru
umat Islam mengikut secara tersendiri. Jika ia gagal memesongkan akidah anak itu maka
cukuplah ia telah dapat menanamkan benih prasangka dan ragu terhadap beberapa aspek
agama mereka.

Biasiswa yang diperuntukan untuk anak-anak jajahan melanjutkan pelajaran mereka di
barat telah digunakan juga untuk membentuk perwatakan anak-anak itu sebagaimana
yang mereka kehendaki. Contoh yang cukup terang ialah seperti yang telah terjadi
kepada Ra'faah Thahthawi dan banyak lagi yang lain-lain.

Usaha-usaha kebajikan yang disadurkan dengan pengaruh dan dakwah kristian seperi
hospital, pertolongan cemas dan lain-lain.

Ceramah-ceramah agama, buku-buku, majalah, akhbar dan siaran berkala juga menjadi
salah satu cara mengembangkan faham dan sudut pandangan kristian.

Beberapa siri konggeris ketua-ketua pengembang agama kristian telah diadakan juga.

Tidak banyak yang diketahui tentang resolusi konggeris-konggeris kristian itu. Sedikit
sekali butir-butir yang sampai ke pengetahuan kita. Tapi dalam satu pertemuan yang
diadakan di dalam rumah salah seorang pemimpin Mesir Ahmad 'Urabi konggeris telah
membincangkan:-

cara-cara mengkristiankan orang-orang Islam.

Menimbulkan kemusykilan luasnya peluang belajar untuk semua orang ( di Mesir )
Azhar mempunyai harta wakaf yang banyak. Ini membolehkan pengajian bebas dari
yuran atau apa bayaran.

Untuk menghadapi gejala ini sekreteriat konggeris telah mengesyorkan agar didirikan
satu institut agama kristian untuk mengkristian anak-anak kaum muslimin tempatan.

Pendita Zuwaimee menyarankan perlunya kristian dikembangkan oleh anak bangsa itu
sendiri atau dari kalangan mereka kerana pohon itu patutlah ditetas oleh salah satu dari
rumpunnya juga.

Pada akhirnya para peserta konggeris optimis akan mendapat kejayaan kerana tanda-
tanda menunjukkan bahawa orang-orang Islam telah begitu kagum dan terpesona
menghirup ilmi-ilmu barat tanpa reservation. Mereka semakin cenderong melepas
bebaskan wanita-wanita mereka untuk bersosial.

Dalam konggeris yang diadakan di Lucknow India tahun 1329 H/1911 M, antara lain
ketetapannya ialah sebagai berikut :-

"Perlu dan mendesak sekali diwujudkan sekolah yang khusus untuk tujuan missionary di
Mesir".

"Perlunya golongan wanita disertakan dalam usaha mengkristiankan wanita-wanita Islam
dan anak-anak mereka".

Usaha-usaha mereka kini tidak lagi terpusat kepada mengajak orang-orang Islam
memeluk agama kristian tetapi malah cuba mencacatkan Islam dan mengurangkan
nilainya di mata ramai.

iv. Usaha-usaha Merobohkan Negara Khilafah

Gerakan missionary telah berjaya sedikit sebanyak menimbulkan kerosakan jiwa dan
kekeliruan fikiran. Tetapi itupun belum cukup. Harus ditokok dengan pukulan
ketenteraan dan politik. Dua negara besar ketika itu berbakat untuk membolot daerah-
daerah di bawah kekuasaan kerajaan khilafah Islamiah Turkey.

Di pertengahan kurun ke sembilan belas ( 1875 M ) bersamaan tahun 1274 Hijrah
Inggeris berjaya menjajah India maka kekuasaan berpindah daripada milik syarikat India
Timur kepada kerajaan Inggeris. Dengan nemikian tamatlah riwayat salah satu kerajaan
terbesar Islam yang lahir di awal kurun ke enam belas. Iaitu kerajaan Moghol atau
Taimuriah.

Dalam tahun yang sama tentera Perancis merempuh masuk ke Sahara Barat Utara Afrika
menawan Al Jeria pada tahun 1630 M/1246 H. Berikutan dengan itu Inggeris berjaya
menduduki Mesir, iaitu pada tahun 1882/1300.

Syria dan Lebanon dapat dikuasai oleh Perancis selepas Perang Dunia Pertama tahun
1920/1338. Di samping armada-armada bersenjata dibawa bersama sebuah kapal yang
sarat berisi pelacur. Apabila kapten kapal tersebut ditanya, beliau menjawab dengan
licik; Armada-armada bersenjata itu mungkin akan hilang kesannya. Adapun armada
jenis ini maka kesannya tidak akan hilang sama sekali.

ii.Peringkat Pengganyangan Sistem Khilafah

Peringkat ini di dahului dengan didirikan negara Yahudi di Palestin. Tetapi sebelum itu
umat Islam harus dibius dengan faham Secularisme. Fahaman yang memisahkan agama
dari urusan dan pentadbiran negara. Membenamkan ayat-ayat yang jelas memerintahkan
kaum muslimin supaya memerintah dengan sistem perundangan Islam, sistem politik
Islam, sistem ekonomi Islam dan seterusnya.

Alam fikiran yang fragmented ala secularisme ini amat asing sekali dalam pemikiran
Islam. Ia lahir di barat hasil pertembungan kuasa gereja yang pernah berperanan jahat
menghasut dan mendorong raja-raja kristian menyerang negara-negara Islam dengan
pihak berkuasa awam. Kejahatan mereka bukan sahaja mengharong tetapi malah
menyekat perkembangan ilmu pengetahuan dengan meluahkan golongan saintis atau
cendiakawan yang berbeza pendapat dengan gereja.

Islam tidak pernah melakukan jenayah seperti ini. Islam tidak mengenal alam fikiran
yang menganggap bahawa sikap dan tindak umatnya baik dalam bidang apapun terlepas
dari penilaian agama.

Konsep secularisme telah diterima oleh Parti Kemajuan Bersatu Turkey. Parti tersebut
menajakan konsep ini. Akhirnya ia berjaya menurunkan Sultan A. hamid dari takhtanya.
Kerajaan Civilian memerintah dan sultan tidak punya apa-apa kekuasaan.

Dari sudut lain diusahakan penunjulan semangat dan fahaman kebangsaan sempit.
Tuekey dengan kebangsaan Thurainiahnya. Arab dengan kebangsaan Arabnya. Di
Turkey parti kemajuan bersatu penajanya. Di sebelah Arab Syarif Husin di Hijaz. Beliau
di bantu oleh spy British Laurance kerana percayakan kepada ketulusan dan
kejujurannya. Babak berikutnya ialah peperangan antara kebangsaan Arab dibantu oleh
tentera British menentang tentera khilafah Islamiah Turkey. Tentera kebangsaan Arab

bersekongkol dengan Inggeris untuk merampas Syiria yang di bawah kekuasaan Islam
Turkey.

Dengan tipu daya dan fitnah dengan percatuan politiik yang licin negara khilafah
Islamiah dapat ditumbangkan oleh penjajah dan kuncu-kuncunya. Di samping itu kalau
kita lihat di sudut yang lain maka kita dapati syarat penjajah untuk menyerahkan
kekuasaan negara Turkey pada golongan Kamal Ata Turk ialah :-

Memutuskan langsung hubungan negara itu dengan Islam.

Menyingkirkan sistem khilafah.

Membuang negeri penyokong-penyokong sistem khilafah dari para ulama dan pemimpin
masyarakat.

Menggubal perlembagaan baru yang secular untuk menggantikan perlembagaan lama.

Alasan yang sering diberikan dalam menjatuhkan sistem khilafah ini ialah kerana ia telah
lemah dan menyeleweng. tetapi yang anehnya way out yang dipilih bukan memulihkan
tetapi ialah menghapuskan kekuasaan kuasa khilafah itu sendiri.

Alasan lain ialah untuk membawa Turkey menjadi negara besar dan terkemuka. Tetapi
telah sekian lama ia malah menjadi negara yang kurang ter kemuka. pada hal dengan
khulafah Islamiah Turkey menduduki tempat yang istimewa. Demikianlah nasib malang
yang menimpa negara khilafah itu.

iii. Peringkat Setelah Kejatuhan Sistem Khilafah

Setelah Al Jeria dijajah oleh Perancis tahun 1830/1246, Turis tahun 1881/1299 Maghribi
(moroco) tahun 1912/1330 Syam ( syiria, Lebanon dan sekitarnya ) sekitar tahun
1920/1338, dan setelah Inggeris menguasai India1857/1274, Mesir 1882/1382/1300 ,
Iraq 1914/1332, Plastian 1918/1337 maka bermulalah satu cara baru. Satu zaman
berubah struktur politik dan sistem perundangan Islam ciptaan Allah s.w.t dan
menggantikannya dengan sistem perundangan ciptaan insan kafir.

Insan muslim diasuh dan dilenyapkan dari hatiinya, rasa tinggi, mulia dan cinta kepada
nilai undang-undang Islam dan sistem hidup Islam. Dengan segenap cara saikologi,
melalui sebaran am ditanam rasa kerdil dalam jiwa mereka berhadapan dengan tuan-tuan
penjajah yang berhidung tinggi. Ditanam rasa hina dan rendah diri serta jiwa khadam dan
tukang tiru buta. Maka hancurlah benteng terhadap nilai agama mereka yanng suci
murni.

Dalam satu waktu yang sama insan-insan yang sudah terasuh seperti penjajah itu dan
menjadi khadam ideologi, politik dan sistem ala penjajah diberikan kurniaan lumayan
dan taraf sosial yang tinggi untuk ia bisa pula berlagak. Tuan kepada yang laiin; mencari
khadam-khadamnya yang kecil-kecilan di antara anak bangsa mereka yang berjiwa
kerdil.

Lebih jauh anak-anak panglima perang salib dapat menanamkan rasa tinggi diri dan
standara dalam jiwa khadam-khadam mereka ini.Golongan ini akhirnya melanjutkan
usaha pengganyangan terhadap arus murni yang berusaha dengan susah payah untuk
mengembalikan kesedaran dan kegemilangan Islam di kalangan rakyat muslim.

Apabila kekuasaan Empire Inggeris - dulunya dan Perancis mula malap dan hilang
tenaga maka Amerika muncul mengambil tempatnya. Amerika memainkan role politik
yang licin mengatur siri rampasan kuasa di negeri-negeri Islam yang baru terlepas dari
cengkaman penjajahan tentera. ini ialah untuk mempastikan bahawa pemerintah yang

ada di negeri-negeri Islam itu tidak sampai merbahaya atau merugikan politik Ameria.

Di mana sahaja yang dapat membantu rijim tentera yang sekular untuk merampas kuasa
dan menindas pejuang dan pendakwah Islam di dalam negara itu. Rijim-rijim tentera
yang sekular dan telah mendapat kuasa ini menghancurkan bangsa seagamanya lebih
kejam dari penjajah semata-mata kerana mereka berjuang untuk mengembalikan umat ke
arah kerelaan Allah dan semata-mata kerana mereka mahu mendapat sedikit habuan dari
negara-negara kafir itu.

Dalam negara Islam lain kelompok civilian yang sekular dibantu oleh penjajah dengan
teknik moden dan seluruh alat sebaran am dengan wang pinjaman luar negeri bagi
menjamin kekekalan pemerintahanmereka. Mereka saling mencari kerelaan masing-
masing. Tentang tuhan dan kerelaannya dengan sendirinya menurut mereka diperolehi.
Itu perkara mudah boleh diselesaikan diakhirat. Tentang bayaran hutang luar negeri yang
bertompok dan berlonggok itu terserah kepada jenerasi belakang, yang terang nikmat
pinjaman itu kita kecapi hari ini. Besok apabila sampai zaman membayar kita boleh
memulangkan paku buah keras kepada jenerasi baru yang kini menggugat status qua kita.
Demikianlah lojika mereka. Manusia-manusia muslim yang mengungkapkan sesuatu
yang benar dalam bidang politik - asal menjejas mereka - adalah tidak ikhlas, bertujuan
jahat anti nasional dan chauvinist serta hipokrit. Pendek kata yang lain dari trend dan
pandangan politik mereka yang sekular itu adalah bertujuan jahat dan musuh.

Politik yang berdasarkan kepada meterial achievement, adalah politik yang paling tinggi
nilai kekudusannya menurut alam fikiran secularist. Ia lebih benar, tepat dan mungkin
direlai Allah. Soal tuntutan sistem agama itu wajib dilaksanakan itu bukan soal kita.

Protokol kesembilan Pendita Zionist menjelaskan "Jika sekiranya orang-orang kita(
Yahudi ) tidak dapat memegang tempoh kekusaan maka kita akan berusaha meletakkan
di tempat itu orang-orang yang mempunyai rekod buruk sehingga wujud saty jurang
pemisahan yang dalam antara mereka dengan rakyat. Atau kita arahkan kekuasaan itu
kepada orang yang sewaktu-waktu boleh diadili dan dihukum penjara sekiranya ia kelak
menghalang peranan kita".

Kita telah dapat menghancurkan jenerasi baru guyim. Kita musnahkan akhlak mereka
dengan menanamkan idea teori yang kita tahu bahawa ianya adalah salah dan sesat. Kita
berjaya menanamkan akar umbi ajaran tersebut dalam fikiran mereka pada hal tidak
banyak perlu merombak bentuk susunan undang-undang yang telah sedia ada. Kita boleh
sampai matlamtat kita tanpa usaha perombakan.

Dalam protokol : 17 : "Kita telah memfokus usaha kita menonjolkan kelemahan ahli
agama guyim, dan menjatuhkan imej mereka di mata rakyat. Kita telah juga berhasil
merosakkan misi mereka yang menghalang peranan kita. Pengaruh mereka semakin
pudar dan hancur. "

. Zionisme <br />Istilah Zionisme, berasal dari kata Zion dalam bahasa Ibrani (Yahudi),
yang berarti batu. Maksudnya, ialah batu bangunan istana yang didirikan oleh Nabi
Sulaiman di kota Al-Quds, Yerusalem, Israel. Kata Zionis ini kemudian dipergunakan
sebagai nama suatu ideologi yang diikuti oleh bangsa Yahudi di seluruh dunia, yaitu
bahwa bangsa Yahudi akan mendirikan kerajaan Israel Raya dengan Al-Quds sebagai ibu
kotanya. <br /><br />Kitab Talmud atau Taurat orang Yahudi (bukan Taurat Nabi
Musa), yang dijadikan pegangan bagi kekuatan setan untuk menguasai dunia, sehingga
bumi ini penuh dengan kejahatan, kedhaliman dan penindasan. <br /><br />Ketika Nabi
Musa diutus menyampaikan Risalah Tuhan, Nabi Musa telah mengetahui ketimpangan di
dalam sistem masyarakat pada waktu itu, dan menjuluki mereka sebagai anak-anak setan
(Lucifer). Bahkan Nabi Musa mengungkapkan di muka umum, bahwa mereka itulah
orang-orang yang menamakan dirinya Yahudi, dan sekaligus merusak syariat Nabi

Musa. Mereka oleh Nabi Musa juga dicap sebagai pendusta yang tidak menganut agama
apa pun, disamping juga 'dikukuhkan' sebagai rentenir Yahudi. <br /><br />Dengan
demikian, Nabi Musa sebagai utusan Allah telah membeberkan hakikat keburukan setan
bertubuh manusia. Adalah bagian dari misinya untuk menyelamatkan manusia dari
kejahatan setan yang dari masa ke masa terus menyesatkan manusia. Tindakan Musa ini
mengilhami generasi bangsa-bangsa berikutnya untuk mengetahui persekongkolan setan
itu, agar selanjutnya bisa menghindar. Semoga salam sejahtera dilimpahkan Allah
kepada Nabi Musa, semoga pula kita bisa mengambil i'tibar dari beliau dalam
memerangi kejahatan setan. <br /><br /><br />B. Konspirasi dalam Perjalanan Sejarah
<br />Karena kehendak Allah semata persekongkolan moderen (Konspirasi moderen)
terpukul dan terungkap oleh halayak umum pada tahun 1784. Akibat pukulan itu, bukti
dan dokumen rahasia banyak yang jatuh ke tangan pemerintah Bavaria. Peristiwa ini
terjadi setelah Adam Weiz Howight, salah seorang pendeta Kristen terkemuka dan
profesor Theologi pada universitas Angold Stadt di Jerman Murtad dari agamanya. Ia
kemudian mengikuti faham Atheisme. <br /><br />Pada tahun 1770 tokoh-tokoh Yahudi
Jerman kemudian menemukan Adam Weiz Howight sebagai seorang cendekiawan yang
paling tepat untuk dimanfaatkan, demi kepentingan Yahudi. Mereka segera
menghubungi Howight untuk selanjutnya memberi tugas penting, agar Howight bersedia
meninjau Kitab Protokol tokoh-tokoh Zion klasik, kemudian menyusunnya kembali
berdasarkan prinsip moderen sebagai langkah untuk menguasai dunia, yaitu dengan
meletakkan faham Atheisme dan menghancurkan seluruh ummat manusia. Lebih
jelasnya, untuk menghancurkan bangsa lain selain Yahudi (Gentiles) (marked :Gentile
=non yahudi = kafir = islam dan kristen termasuk di dalamnya), yaitu dengan
menyalakan api peperangan dan pembunuhan masal, Genocide, (marked : tentunya bisa
juga dengan meminjam tangan negara lain, dan korbannya Bosnia, Palestina,
Afghanistan dll), pemberontakan dan <br />membentuk organisasi teroris berdarah
dingin, disamping menghancurkan pemerintah yang berlandaskan prinsip kemanusiaan.
<br /><br />Tahun 1776 Howight telah menyelesaikan tugasnya dengan cemerlang,
dengan meletakkan dasar-dasar sebagai landasan program berdarah sebagai berikut : <br
/><br />1.Menghancurkan pemerintah yang sah, dan mendongkel ajaran agama dari
pemeluknya. (marked : sekali lagi, sasarannya adalah Gentile, Islam dan Kristen pasti
jadi tender pertama). <br /><br />2.Memecah-belah bangsa non-Yahudi (Gentiles)
menjadi berbagai blok militer yang saling bermusuhan terus-menerus, dengan
menciptakan berbagai masalah antara blok-blok itu, mulai dari masalah ekonomi, sosial,
politik, budaya, ras dan seterusnya. (marked : memecah-belah kristen ? why not, kita bisa
lihat di milis ini ada orang yang kelakuannya begitu. Ehm, telinga doi pasti sedang
kepanasan) <br /><br />3.Mempersenjatai blok-blok agar saling menghancurkan. <br
/><br />4.Menanamkan benih perpecahan dalam suatu negeri, kemudian memecah-belah
lagi menjadi berbagai kelompok, yang saling membenci. Dengan begitu, sendi-sendi
agama dan moralitas serta materi yang mereka miliki akan terkuras habis. (marked :
Bosnia-Serbia, Afganistan Utara-Thaliban, Irlandia ? Masuk akal. Dan baru-baru ini di
satu milis ada yang mauin indonesia supaya bubar, mulai nggak waras ini orang) <br
/><br />5.Mewujudkan seluruh cita-cita yang telah disusun secara bertahap, yaitu
menghancurkan pemerintah yang sah serta norma-norma susila, termasuk ajaran agama
dan moralitas yang menjadi pegangan masyarakat. Ini merupakan langkah pertama untuk
menabur benih pergolakan, kebejatan dan kekejaman. (marked : Afghanistan ? Ini tentu
contoh yang paling dekat.) <br /><br />Peranan Howight bukan hanya meletakkan
prinsip dasar dalam Konspirasi Internasional itu, melainkan juga menyusun kembali
organisasi Freemasonry. Ia diberi kepercayaan untuk mengepalai organisasi rahasia
tersebut, dan melaksanakan rencana yang telah disusun dengan nama samaran
Perkumpulan Cendekiawan Zion, yang oleh para tokoh Yahudi juga disebut sebagai
Perkumpulan Nurani (marked : Illuminati) Yahudi. Sebutan ini lebih tepat jika dinis-
batkan kepada asal kata 'An-Naar' yang berarti 'api', daripada kepada kata 'An-Nur' yang
berarti cahaya. Sebab, cendekiawan yang dimaksud adalah anak-anak setan yang
bertubuh manusia. <br /><br />Sedang setan itu menurut Al Qur'an diciptakan dari api.
Dan lagi Howight dalam gerakan yang dipimpin-nya menggunakan tipu daya licik, agar
hakikat busuk dari rencana kegiatannya tetap merupakan rahasia. (marked : di film Tomb

Rider, illuminati certitanya bertujuan untuk menghancurkan dunia, cocok sekali) <br
/><br />Organisasi bertujuan menciptakan satu peme-rintahan dunia, yang tersendiri dari
tokoh-tokoh yang memiliki tingkat intelegensia tinggi. <br /><br />Dengan perkumpulan
inilah Howight mampu merekrut sejumlah lebih dari 2000 tokoh kaliber dunia, dengan
latar belakang yang berbeda untuk menjadi anggota kelompok nurani, mulai dari
ilmuwan, psikolog, ahli ekonomi, politisi, pengusaha dan guru-guru besar berbagai
universitas terkemuka (marked : termasuk juga mungkin para psikopat). Tidak lama
kemudian, Howight berhasil mendirikan Free Masonry Induk yang disebut The Grand
Eastern Lodge, yang dijadikan sebagai pusat dan panutan bagi lain-lain perkumpulan
Free Masonry yang tersebar di kota-kota besar dunia. (marked : di indon juga ada,
beberapa tahun yang lalu mereka nempelin iklan perekrutan, bagaimana dengan jakarta,
padang, surabaya??? ada yang pikirannya sedikit ngaco nggak di sekitar kita?) <br /><br
/>nb: Freemasonry berasal dari kata free dan masonry (batu/tukang batu), maksudnya
membangun negeri Yahudi di atas negara Palestina. Gerakan ini dibuat oleh 9 orang
Yahudi di Palestina tahun 37 M, yang dimaksudkan untuk melawan agama Masehi
(Kristen). Pada tahapan berikutnya, Freemason menemparkan dirinya sebagai musuh thd
agama Kristen dan Islam. Pada tahun 1717 M gerakan ini melangsungkan seminar di
London di bawah pimpinan Anderson. Ia secara formal menjabat sbg kepala gereja
Protestan, tetapi pada hakekatnya adalah seorang Yahudi. Dalam seminar inilah gerakan
rahasia ini meresmikan pemakaian nama Freemason (sumber buku karangan Sidik
Jatmika) <br /><br />C. Taktik Konspirasi <br />Weiz Howight belum merasa puas
dengan prestasi yang telah diraih. Ia melangkah lebih jauh dan membuka hubungan
dengan berbagai kalangan tinggi kaum Yahudi untuk meletakkan rencana yang lebih
matang, dan sekaligus pelaksanaannya. Disini kita bisa mengukur, sejauh mana rencana
gila yang diletakkan oleh anak-anak setan sebagai perangkap terhadap kaum Gentiles
(kafir, non Yahudi). Ini kita ketahui dari dokumen rahasia yang bocor, sehingga rencana
rahasia yang telah mereka susun rapi bisa terungkap. Adapun rencana umum dalam
Konspirasi yang harus dipegang oleh para tokoh Free Masonry sepanjang sejarah adalah
: <br /><br />1.Menggunakan taktik suap dengan uang, di samping memakai sarana
kebebasan seks, dalam upaya menggaet tokoh yang punya kedudukan tinggi dalam
bidang akademik, ekonomi, sosial dan lain-lain, yang bisa dijadikan sarana Konspirasi.
Apabila umpan yang diincar berhasil dijaring masuk perangkap, maka dengan diam-diam
para tokoh Freemason mulai melilitkan tali-tali perangkap pembiusan lewat arena politik,
ekonomi, sosial, atau menjadikan mangsanya sebagai skandal yang menggemparkan.
Tidak jarang para penderita itu mengalami nasib penculikan, penyanderaan, atau bahkan
pembunuhan, termasuk pula istri dan anak-anak mereka. <br /><br />2.Para tokoh
Freemason yang bekerja sebagai pendidik di berbagai lembaga pendidikan ditugaskan
untuk memperhatikan anak-anak didik yang berbakat, dan membinanya sebagai sosok
manusia yang berpandangan anti nilai-nilai moral dan imnual, sehingga kelak mudah
diman-faatkan oleh gerakan Free Masonry. (marked : hati-hati bagi orang yang merasa
diri pintar dan berbakat mungkin sedang diinduk semangi oleh gerakan Freemason) <br
/><br />3.Menyiapkan program kerja yang menyangkut kader-kader Freemasonry, untuk
memperluas jaringan kerja dengan memusatkan kegiatan pada bidang mass media,
melalui surat kabar, majalah, radio dan TV (marked : termasuk milis? Pasti). Jaringan
kerja ini harus ditempatkan di bawah pengawasan Perkumpulan Yahudi Internasional.
<br /><br />4.Menguasai alat komunikasi dan mass media untuk dimanfaatkan sebagai
senjata dalam membuat berita yang membingungkan, atau memalsukan kenyataan, atau
memutar-balik fakta. Maka, kekacauan dunia bisa disetir oleh mereka. <br /><br
/>Prancis dan Inggris pada masa itu adalah dua negara adikuasa dunia. Maka Howight
menjadikan dua negara itu sebagai target utama untuk dihancurkan dari dalam oleh
persekongkolan Yahudi, untuk kemudian dikuasai. Demikanlah Howight bekerjasama
dengan tokoh-tokoh <br /><br />Yahudi dalam proyek rahasia yang punya dua ujung
tombak sasaran, yaitu satu sisi menjerumuskan Inggris ke dalam kancah peperangan
yang berkepanjangan di berbagai negeri jajahannya, sehingga nyaris mengalami
kelumpuhan yang parah. Sisi lain adalah menyalakan api revolusi besar di Perancis yang
mampu menggoncangkan masyarakat Perancis tahun 1789. (marked : sekarang apakah
mereka juga terlibat untuk menjerumuskan Amerika? Sangat pasti, apalagi Amerika kini

dikuasai lobi Yahudi) <br /><br />Setelah selesai merumuskan program di atas, Kaum
Nurani Yahudi menugaskan seorang tokoh Freemasonry asal Jerman bernama Tasfaac
pada tahun 1784, untuk menyusun program Weiz Howigt dalam bentuk buku yang diberi
nama Program Asli yang Unik. Sejak itu buku tersebut menjadi pegangan dan rujukan
bagi persekongkolan Internasional. Perkumpulan Freemasonry mengirim satu eksemplar
buku penting itu kepada beberapa tokoh Yahudi di ibu kota Perancis, untuk mengatur
jalannya gejolak revolusi. Namun berkat Rahmat Allah semata, utusan tersebut disambar
petir ketika ia sampai di sebuah kota kecil antara Frankfurt dan Paris, dan meninggal
dunia saat itu juga. Ketika pasukan keamanan menyelidiki untuk mengetahui sebab
kematiannya, dokumen penting yang ada dalam saku mantelnya sangat menge-jutkan
mereka. Dokumen tersebut segera disampaikan kepada yang berwajib di kerajaan
Bavaria. <br /><br />Penguasa Bavaria mempelajari dokumen tersebut dengan penuh
perhatian. <br /><br />Setelah itu, pemerintah segera mengeluarkan instruksi kepada
pasukan keamanan untuk menduduki sarang Freemasonry The Grand Eastern Lodge,
yang dipimpin oleh Weiz Howight itu. Demikian pula nama-nama Kaum Nurani Yahudi
yang terdapat dalam dokumen tersebut tidak luput dari penggerebekan pasukan
keamanan. Di kediaman mereka itu pula ditemukan dokumen penting lainnya mengenai
program Yahudi. Pemerintah Bavaria menyadari kejahatan program Perkumpulan Gereja
tertinggi Yahudi yang bersekongkol dengan sejumlah konglomerat internasional dalam
sebuah organisasi rapi dan mengerikan, sampai tingkat yang sukar dijangkau oleh
hayalan manusia. Pemerintah Bavaria menyadari sepenuhnya adanya bahaya program
setan tersebut terhadap dunia keseluruhan. Maka pemerintah memandang perlu
menyebarluaskan dokumen itu kepada raja-raja di Eropa dan para tokoh gereja. <br
/><br />Akan tetapi ternyata para tokoh Yahudi dan para pemilik modal internasional
telah lama menyusup ke dalam jaringan pemerintah negara-negara Eropa. Mereka masih
tetap mampu dengan mudah membungkam mulut para raja dan para tokoh gereja itu. <br
/><br />Peristiwa kebocoran rahasia di atas dijadikan pelajaran berharga oleh
Perkumpulan Konspirasi Yahudi. Para tokohnya bersikap lebih berhati-hati dan lebih
waspada dalam kondisi apa pun. Sejak itu pergerakan mereka nyaris menghilang dari
permukaan, meskipun kegiatan mereka sebenarnya masih berjalan seperti biasa. Hanya
saja, kegiatan mereka selanjutnya banyak dialihkan masuk ke dalam perkumpulan
Freemasonry yang lain, yang disebut The Blue Masonry dengan tujuan mendirikan
sebuah organisasi Masonry di dalam Masonry itu sendiri. Mereka sepakat memperluas
jaringan kerja yang anggotanya terdiri atas beberapa tokoh Yahudi nomer wahid, agar
program rahasia mereka tidak mudah bocor keluar. Pemilihan anggota inti dilakukan
lewat pemantauan dan pertimbangan mendalam, diambil dari anggota perkumpulan
rahasia itu, terutama dari mereka yang menganut faham atheisme, dan tidak berpegang
pada prinsip moral. Faktor yang amat dipentingkan ialah mereka harus berdedikasi tinggi
kepada Freemasonry. <br /><br />Perkumpulan rahasia tidak jarang menggunakan
kegiatan bakti sosial (marked : Rotary Club, Lions Club dll), sebagai kedok untuk
menutupi rencana jahat yang disembunyikan di balik layar, seperti kasus yang menimpa
John Robinson, seorang guru Filsafat pada Universitas Scotlandia. Ia tidak menyadari
telah terperangkap dalam jaringan program Yahudi Internasional itu. Ia mengadakan
perjalanan ke berbagai negara Eropa, untuk mempelajari program kerja yang telah
disusun oleh Weiz Howight, dengan tujuan membentuk pemerintahan diktator yang
ideal, yang menguasai dunia. <br /><br />Pada mulanya John Robinson meragukan
program kerja Yahudi itu. Namun keraguannya segera berubah menjadi yakin, setelah ia
mengetahui peran perkumpulan Yahudi pada Revolusi Perancis pada tahun 1789, dan
pengaruh mereka terhadap tokoh-tokoh gereja dan pemerintah Perancis. Maka ia segera
menyadari bahaya yang mengancam negaranya Inggris, dan segera menulis surat tentang
bahaya persekongkolan Yahudi yang diberi judul Keterangan. Namun peringatan itu
tidak mampu menggugah pemerintah negaranya disebabkan oleh besarnya pengaruh
Yahudi, khususnya setelah berdirinya Bank Inggris atas persekongkolan mereka.
(marked : semakin kita waspada pada gerakan ini, maka ruang ruang gerak mereka akan
menjadi sempit) <br /><br />Adapun di Amerika Serikat, Freemasonry dikatakan relatif
lebih muda. Meskipun relatif muda, perkumpulan tersebut sudah tersebar di seluruh
negeri. Mula-mula para tokoh Yahudi kesulitan, karena adanya peringatan dari Rektor

Universitas Harvard, David Robin kepada segenap mahasiswa dan alumninya tentang
pengaruh Yahudi yang terus meningkat di kalangan gereja dan para tokoh politik. <br
/><br />Mereka itu sudah menjadi sekutu bagi seorang tokoh bernama Mr. Jefferson,
yaitu murid Weis Howight yang kembali ke Amerika untuk terjun ke dalam kancah
politik dengan dukungan Yahudi. <br /><br />Seorang calon Presiden AS yang kuat,
John Kowinsky Adams juga merasakan jeratan persekongkolan ini, terutama karena
melihat peran yang dimainkan oleh Jefferson, ditinjau dari sudut gerakan Freemasonry
dalam upaya mewujudkan cita-cita Yahudi untuk menguasai Amerika. Maka JK Adams
segera mengirimkan karyanya kepada kawannya, Kolonel William Stone dan
menjelaskan tentang hakikat persekongkolan Yahudi. Tulisan tersebut masih tersimpan
di perpustakaan Ritonburg Square Philadelphia. <br /><br />(marked : Sekarang
bagaimana caranya memerdekakan Amerika, maksudnya bagaimana agar mereka
(khususnya Presiden dan pemerintahannya) bebas merdeka dan tidak lagi tergantung
pada Yahudi dan lobinya. Wakil Amerika di PBB pernah mendapat kritik dari istri
Presiden Amerika pada waktu itu, Hillary Clinton, yang merupakan keturunan Yahudi.
Dia pernah bilang begini "Hari ini kami mengatakan pada dunia bahwa kami berdiri
tegak di belakang Israel. Saya sangat kecewa dan mengecam sikap abstain Amerika
Serikat dalam voting di Dewan Keamanan PBB, yang pada akhirnya mengutuk
pengerahan kekuatan militer Israel thd rakyat Palestina. Saya rasa Amerika harus
memveto Resolusi DK PBB tsb ...". Begitu yang Hillary katakan ketika berdemonstrasi
mendukung Israel dan Ariel Sharon, di NY 8-10-2000). Jadi, sepertinya bagi yang
berminat menjadi presiden Amerika harus hati-hati mencari pasangan jika ingin bebas
dari jeratan Yahudi. Jangan seperti Clinton, yang menohok langsung muka suaminya
sendiri. Tentunya butuh kerja keras dari rakyat Amerika, jangan sampai mereka jadi
kepanjangan tangan untuk menggapai keinginan Yahudi. <br /><br />D. Free Masonry
<br />Free Mason terdiri dari dua kata, 'Free' dan 'mason'. Free artinya merdeka dan
mason artinya tukang bangunan. Freemason berarti tukang bangunan yang merdeka. <br
/><br />Freemason adalah organisasi Yahudi Internasional yang tidak ada hubungannya
dengan tukang-tukang bangunan yang terdapat pada abad pertengahan. Freemason di
atas juga tidak ada hubungannya dengan kegiatan pembangunan kapal atau katedral
besar seperti yang banyak diduga oleh sebagian orang. <br /><br />Tetapi organisasi
Freemason ini selalu bekerja untuk menghancurkan kesejahteraan manusia, merusak
kehidupan politik, ekonomi dan sosial negara-negara yang ditempatinya. Juga berusaha
merusak bangsa dan pemerintahan non-Yahudi. <br /><br />Tujuan akhir dari gerakan
Freemason adalah mengembalikan bangunan Haikal Sulaiman2) yang terletak di masjidil
Aqsa, daerah Al-Quds yang diduduki Israel, mengibarkan bendera Israel serta
mendirikan pemerintahan Zionis Internasional, seperti yang diterapkan dalam Protokol
para cendekiawan Zionis. Buku Protokol ini berisikan langkah-langkah yang telah
ditetapkan oleh para hakkom, catatan pembicaraan yang dilakukan di dalam tiap rapat
mereka, serta berisikan dua puluh empat bagian (ayat) yang mencakup rencana politik,
ekonomi, dan keuangan, dengan tujuan menghancurkan setiap bangsa dan pemerintahan
non-Yahudi serta menyiapkan jalan penguasaan bagi orang-orang Yahudi terhadap dunia
Internasional. <br /><br />Seorang hakkom bernama Ishaq Weis di dalam majalah Israel
Amerika mengatakan : Freemason menurut sejarahnya, derajat dan pengejarannya adalah
merupakan sebuah yayasan Yahudi. Kata-kata sandi dan upacara ritual yang ada di
dalam Freemason dari A sampai <br /><br />Z-nya adalah berjiwa Yahudi.' <br /><br
/>Freemason adalah nama baru dari gerakan rahasia yang dibuat oleh sembilan orang
Yahudi di Palestina pada tahun 37 M, yang dimaksudkan sebagai usaha untuk melawan
agama Masehi, pemeluk-pemeluknya dengan cara pembunuhan terhadap orang per
orang. <br /><br />Kemudian datanglah Islam menghadapi gerakan rahasia ini
sebagaimana agama Masehi dahulu menghadapi kekuatan tersebut yang meng-gunakan
senjata yang sama. <br /><br />Freemason menempatkan dirinya sebagai musuh
terhadap agama Masehi maupun agama Islam. Pada tahun 1717 M gerakan rahasia ini
melangsungkan seminar di London di bawah pimpinan Anderson. Ia secara formal
menjabat sebagai kepala gereja Protestan, tetapi pada hakikatnya adalah seorang Yahudi.
Dalam seminar inilah gerakan rahasia tersebut memakai nama Freemason sebagai nama
barunya. <br /><br />E. Awal Penyatuan Gerakan Zionis <br />Pada tahun 1895 orang-

orang Yahudi meng-adakan kongres yang pertama di kota Bale Swistzerland, dihadiri
oleh anggotanya sekitar 300 orang yang <br /><br />mewakili 50 oganisasi Zionis yang
bertebaran di seluruh dunia. Pertemuan periodik semacam itu terus berlangsung dari
masa ke masa, di tempat yang dipandang cocok oleh pimpinan mereka. <br /><br
/>Tujuannya ialah menganalisa strategi mereka yang akan dilancarkan demi mencapai
maksud. <br /><br />Pada kongres mereka yang pertama itu mereka telah meletakkan
satu garis strategi yang amat rahasia, yaitu penghancuran seluruh dunia dan
menjadikannya budak-budak Zionis. Setelah itu mereka akan mendirikan pemerintahan
Zionis Inter-nasional dengan ibukotanya El-Quds (Yerusalem) pada periode pertama,
yang akan berakhir di Roma. <br /><br />Keputusan ini dituang dengan amat rahasia
tetapi Allah berkehendak lain. Seorang wanita Perancis (anggota gerakan Freemasonry)
berhasil mengintip pertemuan rahasia itu dan dibongkarlah fitnah itu. Wanita itu berhasil
mencuri sebagian dari keputusan kongres itu dan membawanya lari ke Rusia. Dokumen
itu diserahkan kepada Alexis Nicolai Niefnitus, tokoh pimpinan Rusia Timur di zaman
Kaisar. <br /><br />Pada tahun 1901 dokumen itu diserahkan kepada seorang pendeta
gereja Orthodox yang bernama Prof. Sergyei Nilus, kemudian dianalisa dengan cermat
dan dicocokkan dengan situasi saat itu. Mereka menjadi sadar akan bahaya yang amat
besar apabila kaum Zionis berhasil melaksanakan rencana jahat mereka. Estimasi para
ahli Rusia itu antara lain: <br /><br />1.Keruntuhan Kekaisaran Rusia dan diganti
dengan pemerintahan komunis. <br /><br />2.Kembalinya orang-orang Yahudi ke
Palestina. <br /><br />3.Pecahnya perang dunia untuk pertama kalinya dalam sejarah,
dimana yang kalah maupun yang menang sama-sama rugi. <br /><br />4.Tersebarnya
kerusakan dan kekafiran di persada bumi dan lain-lain. <br /><br />Pada tahun 1902
dokumen rahasia Zionis itu diterbitkan dalam bentuk buku berbahasa Rusia oleh Prof.
Nilus dengan judul 'PROTOKOLAT ZIONISME'. Dalam kata pengantarnya Prof. Nilus
berseru kepada bangsanya agar berhati-hati akan satu bahaya yang belum terjadi. Dengan
seruan itu terbongkarlah niat jahat Yahudi, dan hura-hura pun tak bisa dikendalikan lagi,
dimana saat itu telah terbantai lebih kurang 10.000 orang Yahudi. Theodor Herzl, tokoh
Zionis Internasional berteriak geram atas terbongkarnya Protokolat mereka yang amat
rahasia itu, karena tercuri dari pusat penyim-panannya yang dirahasiakan, dan penyebar-
luasannya sebelum saatnya akan membawa bencana. Peristiwa pembantaian atas orang-
orang Yahudi itu mereka rahasiakan. Lalu mereka ber-gegas membeli dan memborong
habis semua buku itu dari toko-toko buku. Untuk itu, mereka tidak segan-segan
membuang beaya apa saja yang ada, seperti ; emas, perak, wanita, dan sarana apa saja,
asal naskah-naskah itu bisa disita oleh mereka. <br /><br />Mereka menggunakan semua
pengaruhnya di Inggris, supaya Inggris mau menekan Rusia untuk menghentikan
pembantaian terhadap orang-orang Yahudi di sana. Semua itu bisa terlaksana setelah
usaha yang amat berat. <br /><br />Pada tahun 1905 kembali Prof. Nilus mencetak ulang
buku itu dengan amat cepat dan mengherankan. Pada tahun 1917 kembali dicetak lagi,
akan tetapi para pendukung Bolshvic menyita buku protokolat <br /><br />itu dan
melarangnya sampai saat ini. Namun sebuah naskah lolos dari Rusia dan diselun-dupkan
ke Inggris oleh seorang wartawan surat kabar Inggris 'The Morning Post' yang bernama
Victor E.Mars dan dalam usahanya memuat berita revolusi Rusia. Ia segera mencarinya
di perpustakaan Inggris, maka didapatinya estimasi tentang akan terjadinya revolusi
komunis. Ini sebelum lima belas tahun terjadi, yakni di tahun 1901. Kemudian wartawan
itu menterjemahkan Protokolat Zionis itu ke dalam bahasa Inggris dan dicetak pada
tahun 1912. <br /><br />Hingga kini tidak ada satu pun penerbit di Inggris yang berani
mencetak Protokolat Zionis itu, karena kuatnya pengaruh mereka di sana. Demikian pula
terjadi di Amerika. Kemudian buku itu muncul dicetak di Jerman pada tahun 1919 dan
tersebar luas ke beberapa negara. Akhirnya buku itu diterjemah-kan ke dalam bahasa
Arab, antara lain oleh Muhammad Khalifah At-Tunisi dan dimuat dalam majalah
Mimbarusy-Syarq tahun 1950. Perlu diketahui, bahwa tidak ada orang yang berani
mempublikasikan Protokolat itu, kecuali ia berani menghadapi tantangan dan kritik
pedas pada koran-koran mereka, sebagaimana yang dialami oleh penerjemah ke dalam
bahasa Arab yang dikecam dalam dua koran berbahasa Perancis yang terbit di Mesir. <br
/><br />Di antaranya pengamatan kita tentang Protokolat itu, kita ketahui sarana yang
mereka gunakan dalam usaha mereka yang amat serius untuk menghancurkan dunia.

Banyak di antara yang berminat menganalisa Protokolat itu berhasil di Barat. Dari situ
mereka mengetahui dengan jelas, apa yang sesungguhnya dikerjakan oleh orang-orang
Yahudi Zionis untuk mencapai cita-citanya, khususnya di dunia Arab, yang kondisinya
sekarang ini menghadapi berbagai kesulitan dalam kehidupan. Banyak organisasi yang
berkedok Nasionalis mempengaruhi para pemimpin kita, atau ikut menggariskan
landasan bagi masyarakat kita, yang pada hakikatnya adalah kaki-tangan Zionis yang
bekerja menghancurkan kubu-kubu kita dari dalam. Tujuannya tiada lain ialah agar kita
menyerah kepada Zionis Internasional, sebagaimana negara-negara Barat yang salibis
terlebih dahulu menyerah di bawah pengaruh mereka. <br />Adakalanya organisasi itu
murni produk salibisme pendengki, atau mungkin juga produk oknum-oknum mereka
yang sudah terbius, sehingga mereka tidak sadar telah ikut serta menyukseskan tujuan
Zionis. Aku telah berusaha keras untuk mengungkapkan kedok mereka yang terjaring
oleh organisasi-organisasi itu, untuk mengetahui sumber pengaruh yang dipakainya. Aku
mulai dari titik subversi yang akan menanamkan pengaruh yang kuat di dunia Islam,
sampai ke tingkat seluruh sarana kehidupan, dan juga menyangkut orang yang paling
membenci Yahudi sekali pun, yang tidak mustahil menjadi antek Zionis tanpa harus
menerima upah sesen pun. Aku tidak membanggakan diriku sebagai orang yang paling
mengerti. Banyak pula di kalangan intelektual dan wartawan yang lebih faham tentang
metode Zionisme, tetapi tidak sedikit siaran radio yang mengumandangkan suara mereka
di samping penulisan- penulisan di media pers. <br /><br />Inilah yang amat
mengherankan dan mengandung tanda tanya besar. Anehnya, para penanggung-jawab itu
tidak melancarkan perlawanan tehadap mereka di semua lapangan kehidupan. Dan yang
lebih mengherankan lagi ialah, masih adanya pemimpin yang berkedok pembaharu yang
mau dipaksakan menjalankan konsep-konsep Zionis dalam berkomunikasi dan
berinteraksi dengan rakyatnya sendiri. Inilah bahaya yang amat besar yang apabila kita
tidak waspada bisa menjebak kita masuk ke lingkaran mata rantai Zionisme Inter-
nasional. Lewat siasat inilah mereka mengharapkan kemenangan mutlak.'
Sejarah Palestina (lanjutan)

Kekuatan Pengikut Ayub dan Konflik dengan Salibis :
Setelah wafatnya Shalahuddin, kembali perselisihan dan perpecahan terjadi antara para
suksesor sang pemimpin. Beberapa tahun setelah kematiannya terjadi konflik-konflik
berdarah yang sangat melemahkan kekuatan mereka. Di lain pihak kerajaan Salibis
semakin solid dan terkonsolidasi yang terus berlanjut dan terkadang berekspansi keluar
dengan mengorbankan kekuasaan Islam. Sungguh kecintaan akan dunia, kekuasaan yang
menjadi pemicu pertikaian walaupun harus mengorbarkan prinsip-prinsip dan hal-hal
sakral sekalipun. Ini yang menjadi salah satu fenomena beberapa penguasa dan sultan-
sultan di negara Ayubiyah. Sebagian ada yang beraliansi dengan Salibis untuk melawan
yang lain dengan kompensasi Bait al Maqdis, dan ini bukan hanya sekali sebagai
imbalan keberhasilan Sultan Syria mengalahkan sultan Mesir atau Akas!! Para Salibis
tentu berbahagia untuk memainkan peranan seperti ini, namun mereka tetap dengan
ketamaakan mereka untuk mendapatkan keseluruhan wilayah kendati musim seminya
Salibis belum terlalu lama berlangsung.

Ekspedisi Keempat Salibis yang dikirim oleh Barat pada tahun 601 H-1204 M berakhir
di Kostantinopel—dan belum sampai ke wilayah Syria atau Mesir. Adapun ekspedisi
yang Kelima telah bertolak dari Akka saja dengan kepemimpinan Rajanya Youhana
Bareen, menuju kota Demiat di Mesir antara tahun 615-618 H (1218-1221 M). Ketika
sultan Ayubiyah yang bernama Al Kamel Mohammaed bin Muhammed bin Ayoub
menyadari kondisi yang kritis maka ia tawarkan kepada Eropa untuk berdamai dengan
kompensasi menyerahkan Al Quds dan sebagian besar wilayah yang dibuka oleh
Shalahuddin. Maka mereka menolak dan menuntut untuk diberikan wilayah Tenggara
Jordan (Karak dan Syaubik). Maka raja Isa bin Ahmad bin Ayub, penguasa Damaskus
merusakkan tembok-tembok kota al Quds agar orang Eropa tidak dapat
memanfaatkannya bila itu jatuh ke tangan mereka pada tahun 616 H – 1219 M. Namun
akhirnya orang-orang Ayubiyah mengerahkan kekuatan-kekuatan yang ada dan berhasil

mengalahkan Salibis dan kembali ke Akka setelah kehilangan satu kesempatan emas
yang ditawarkan.

Kemudian perselisihan yang muncul antara al Kamel Muhammad dan al Mu‘adham Isa
membuat Al Kamel Muhammad harus meminta bantuan Fredrik Kedua, Kaisar
kekaisaran Romawi yang mendapat mandat atas kerajaan Salibiyah di Akka, dengan
berjanji akan menyerahkan Al Quds bila saja dibantu melawan saudaranya Al Mu‘adham
Isa. Fredrik Kedua datang dengan memimpin ekspedisi Salibis yang Keenam dan tiba di
Akka pada tahun 625 H – 1228 M. Kendati Al Mua‘dham Isa meninggal dunia yang
akhirnya memungkinkan saudaranya Al Kamel dan Al Asyraf untuk membagi kerajaan
dengan memberikan kepada anaknya An Nasher Daud wilayah Karak, Balqa, Aghwar,
Salath dan Syaubik. Al Kamel sebenarnya tidak lagi membutuhkan bantuan Fredrek
Kedua namun ia lalai dengan Al Quds hanya karena ingin memenuhi janjinya kepada
Fredrik!!! Fredrik pada waktu itu tidak terlalu kuat untuk memaksa umat Islam untuk
menyerahkan Al Quds. Hanum ia benar-benar memohon kepada Al Kamel pada
beberapa tahapan negosiasinya dengan raja Ayubiyah ini yang berkata : ―Saya adalah
bawahanmu dan sebagai hamba yang beriman. Kalau kemuliaanmu memberiku
kehormatan untuk mengambil wilayah, itu akan menjadi sebuah pemberian yang sangat
berarti yang akan membuatkan bangga dengan diriku di antara para raja-raja laut.‖ Al
Kamel merespon dan mengadakan perjanjian Jaffa pada tahun 626 H (18Februari 1229
M). Perjanjian ini akan berakhir dalam 10 tahun yang menyatakan bahwa para Salibis
akan mengambil tanah suci Al Quds, Betlehem, Tabneen, Honeen, Sayda dan tepian Al
Quds yang trus ke Al Lad dan berakhir di Jaffa. Ini ditambah dengan beberap kota
Nassira dan wilayah Barat al Jaleel. Perjanjian ini juga mengatakan bahwa tempat suci
umat Islam, batu Al Shakhra dan masjidnya tetap dibiarkan untuk orang Islam.

Maka dari itu Al Quds akhirnya kembali ke pangkuan orang-orang Salibis yang
memancing amarah orang Islam. “Umat Islam sangat sedih dengan kehilangan kota Al
Quds; mereka menangis dan berteriak merintih di mana-mana. Dan ini merupakan
malapetaka besar yang menimpa mereka. Dan para sesepuh dan ulama berkata : Wahai
para raja umat Islam yang dengan peristiwa ini sangat memalukan sekali, kemurkaan
benar-benar memuncak kepada raja Al Kamel dan rakyat Damaskus menjadi benci
kepadanya dan pembantunya, dan membanjirlah kebenciaan orang kepadanya di setiap
tempat”.

Ibn Katsir berkata : “Peristiwa itu bagi umat Islam merupakan peristiwa yang sangat
memukul sekali, mereka menjadi lemah tak berdaya, dan gonjangan yang dahsyat”.

Konflik antara keturunan Al Ayubi terus berlanjut, namun Nasher Daud, penguasa
Jordan dapat memanfaatkan kesempatan setelah usainya masa validitas perjanjian damai
Yafa dan upaya Eropa untuk membentengi Bait al Maqdis, dengan mengingkari
persyaratan yang ada. Maka pada tanggal 6 Jumadil Ula 637 H – 7 Desember 1239 M, ia
dapat menguasai Al Quds dan berhasil mengusir orang-orang Eropa dari sana. Namun
Shaleh Ismail, penguasa Damaskus menyerahkannya kembali kepada mereka pada tahun
638 H- 1240 M!! Setelah ia meminta bantuan pasukan Salibis ini untuk melawan
penguasa Mesir Shaoleh Najmuddin Ayyub. Di tambah lagi dengan wilayah Asqalan,
Tabariya dan kota-kota pesisir lainnya sebagaimana juga dengan benteng Syaqib, sungai
Al Mojeb, benteng Safad dan gunung Amel. Ulah penguasa ini benar-benar membuat
umat Islam jadi berang ―yang sudah terlalu marah dengan Shaleh Ismail‖. Sekali lagi Al
Quds berada di tangan orang-orang Salibis.

Di saat Al Shaleh Ismail memobilisasi kekuatannya untuk berpartisipasi dengan Salibis
melawan Al Shalah Ayub di Gaza, mayoritas balatentaranya menolak untuk bergabung
dengan Salibis melawan saudara sesama muslim. Sebaliknya mereka berpaling kepada
pihak tentara Mesir dan dapat mengalahkan Salibis dengan kemenangan yang gemilang.
Namun Al Shalah Ayub berdamai dengan mereka pada tahun 638 H – 1240 M, dan

mereka dapat merebut kembali wilayah Al Quds dan mengontrolnya serta wilayah-
wilayah lain.

Sekali lagi, keturunan Ayub kembali berperang sesama mereka untuk memperebutkan
kekuasaan dan Al Quds serta tanah sucih tetap menjadi kartu yang dipermainkan untuk
mengejarkan kehancuran mereka demi kekuasaan dan prestise. Lagi-lagi Al Shaleh
Ismail menawarkan aliansi kepada Eropa di Akka dengan imbalan kekuasaan yang penuh
atas Al Quds dengan batu Shahrah dan Masjid al Aqsa dan Al Nasher Daud juga
bergabung dengan mereka. Pada kesempatan yang sama Al Shaleh Najmuddin Ayub,
penguasa Mesir menawarkan hal yang serupa kepada kekuatan Salibis sebagai imbalan
aliansi mereka.

Namun kekuatan Salibis lebih senang beraliansi dengan Al Shaleh Ismil yang merayap
menginvasi Mesir dengan asistensi sekutu mereka Al Nashe Daud dan Al manshur
Ibrahim, raja Homs. Pada pihak lain, al Shaleh Najmuddin Ayub meminta bantuan dari
Al Khawarziyyah yang datang kepada mereka dengan kekuatan yang terdiri dari 10 ribu
balatentara yang dalam perjalanan dengan menguasai Thibriyah dan nablus. Mereka
menyerang Bait al Maqdis pada tanggal 17 Juli dan berhasil mengembalikan Bait al
Maqdis secara utuh ke dalam pekarangan Islam pada tahun 642 H – 23 Agustus 1244 M.
Dan dengan demikian Bait al Maqdis kembali ke pangkuan umat Islam selamanya. Dan
terus memelihara identitasnya yang Islami sehingga kedatangan kekuatan Inggris pada
tanggal 10 Desember 1917 M.

Sesungguhnya orang-orang Khawarzimiyah datang dengan tujuan untuk memberikan
bantuan kepada Al Shaleh Ayub melawan Al Shaleh Ismail dan sekutu-sekutunya. Dan
terjadilah pertempuran Ghaza Kedua (dekat Ghaza di tempat yang bernama Hirbiya)
antara dua kekuatan tersebut pada tanggal 12 Jumadil Ula 642 H – 17 Oktober 1244 M
yang berkesudahan dengan kekalahan yang pahit bagi Al Shaleh Ismail dan Salibis.
Jumlah korban yang jatuh dari pihak Eropa diperkirakan lebih kurang dari 30 ribu di luar
800 tawanan perang yang digiring ke Mesir. Pertempuran ini merupakan pukulan yang
terkuat buat kekuatan Salibis sesudah perang Hithin. Dan peperangan ini juga
dikonsiderasi sebagai salah satu dari pertempuran yang paling krusial dalam sejarah
Palestina, karena Salibis tidak pernah berhasil untuk membangun kembali kekuatan
mereka kendati tetap mempertahankan kekuatan yang sudah mereka miliki.

Jadi Al Shalah Ayub mengambil kontrol kota Al Quds, Hebron, Ait Jabreen, Al Aqwar
dan Damaskus pada tahun 642 H (1245 M). Ia memberi pelajaran kepada kekuatan
Salibis dan menduduki wilayah benteng Tabariyah dan Asqalan. Oleh karena hal ini,
kerajaan Salibis hanya sebatas pintu gerbang wilayah Jaffa pada tahun 644 H (1247 M).
Mesir kemudian diserang oleh ekspedisi Ketujuh Salibis, yang dipimpin oleh Louise
Kesembilan, raja Perancis pada tahun 646 H (1249 M). Ekspedisi ini gagal, dan rajanya
dapat dipenjarakan kemudian dibebaskan untuk pergi ke Akka. Satu tahun kemudian
dinasti Ayubi mengakhiri kekuasaan mereka di Mesir dan dinasti Mamalik mengambil
alih kekuasaan yang ada pada tahun 647 H (1250 M). Setelah itu fase baru dalam Jihad
melawan orang-orang Mongolia dan Salibis kembali dimulai.

Al Mamalik dan Konfrontasi Mereka dengan Tartar :
Pada abad yang ketujuh Hijriah –ketiga belas Masehi—muncul bahaya bagi umat islam
yang datang dari Mongolia. Mongol sudah menyatukan kabilah-kabilah mereka di bawah
komando Jengis Khan. Dan mereka memulai ekspedisi besar mereka untuk berekspansi.
Maka mereka kuasailah wilayah Mansyuriah, Cina dan Korea. Mereka juga berhasil
menghancurkan balatentara negara Al Khawarzimiyyah yang muslim pada tahun 1221 M
yang merupakan benteng kuat yang dapat menghadang ekspansi mereka untuk menuju
dunia Islam lainnya. Kekuatan Mongol ini juga telah mewujudkan banyak kemenangan
gemilang dan signifikan.

Jengis Khan meninggal dunia pada tahun 624 H – 1227 M, namun Mongol tetap
melanjutkan estafet mereka dengan menyerang wilayah Asia Tengah, Rusia dan
menguasai Moskow sebagaimana mereka juga berhasil menduduki Ukraina dan
menyerang Polandia serta mengalahkan balatentara Jerman. Mongol menghancurkan
Hongaria setelah berhasil menyapu rata kekuatan bersenjata mereka dan terus menembus
daratan Eropa. Sebagaimana mereka juga terus merangsek masuk ke wilayah dunia
Islam, maka lengkaplah kekuasaan mereka di wilayah Turkistan, Afghanistan, India dan
Parsi.

Mongol membumihanguskan setiap kerajaan yang mereka hadapi dengan tanpa
sedikitpun ada rasa iba atau kasih sayang dan dengan perangai jahatnya yang
menakutkan telah membuat dunia menjadi ciut dari kekuatan dan serangan mereka.
Maka bukan saja karena kapabalitas dan kekuatan yang mereka miliki mereka yang
membuat mereka selalu memenangkan pertempuran tapi perang urat saraf dan imej yang
menakutkan tentang mereka juga punya andil besar yang mereka sebarkan ke dalam jiwa
lawan-lawan mereka. Bangsa Mongol ini terus memetik kemenangan perang dari yang
paling ektrim yaitu perang kilat yang bersandarkan pada kecepatan gerak sebagaimana
mereka juga memetik kemenangan perang urat sarat yang menakutkan orang akan
kekuatan mereka di setiap tempat.

Negara-negara muslim menderita perpecahan dan kelemahan yang membuat Mongol
dengan mudah merayap memasuki wilayah mereka dan meratakan kerajaan-kerajaan
mereka dengan sangat mudah. Tingkat ketidak berdayaan pemimpin Islam ini membuat
salah satu dari mereka –yang berkuasa di salah satu kota—mengirimkan gambarnya yang
dibuat di bawah telapak sepatu sebagai hadiah kepada Haluku, komandan Mongol
supaya ia dapat “termuliakan” dengan meletakkan kakinya di atas gambar penguasa
Islam tersebut.

Mongol kembali menyerbu Irak dan mengepung kota Baghdad yang merupakan ibukota
khilafah Abbasiyah yang sudah tak bergigi dan tak berdaya. Dan salah satu dari sebab
ketidakberdayaannya itu adalah konspirasi antara menteri Ibn al ‗Alqami dan Mongol
untuk menjatuhkan khilafah dan ia juga membebastugaskan pasukan khilafah dari
jumlah 100 ribu menjadi 10 ribu. Baghdad jatuh pada tahun 656 H – 10 Februari 1258
M, pada saat itu pasukan Mongol membantai umat Islam secara besar-besaran yang
berlanjut hingga 40 hari. Menurut Ibn Katsir bahwa jumlah korban yang berjatuhan saat
itu lebih kurang 800 ribu dan ada yang menyebutkan sekitar 1 juta orang. Khalifah Al
Musta‘shim Billah juga terbunuh, dan ada yang mengatakan bahwa ia ditempatkan di
dalam kantong lalu meninggal dunia karena tendangan.

Mongol kembali menyerbu negeri Al Jazeerah dan berhasil menguasai wilayah Hurran,
Ar Raha dan Diyaar Bakr. Kemudian menyeberangi Eufrat dan memasuki daerah Aleppo
pada tahun 658 H – Januari 1260 M. Dan para penguasa Bani Ayub yang memerintah
negeri Syam (Syria) memperlihatkan sikap kehinaan yang sangat setelah Nasher Yusuf al
Ayubi, penguasa Aleppo, mendekralasikan ketundukan dan ketaatannya kepada Mongol
yang masuk negeri ini dengan melakukan kekejaman sehingga harus mengalirkan darah
para kaum muslim di daerah Azqah. Dengan kondisi seperti ini, akhirnya penguasa
daerah Hamah, Al Manshur bin Al Muzhaffar berinisiatif untuk kabur ke Mesir bersama
isteri dan anak-anaknya meninggalkan kota Hamah bersama rakyatnya untuk
menghadapi nasib mereka. Kemudian Nasher Yusuf kabur dari Damaskus ke Ghaza
dengan tujuan akan melanjutkan perjalanan ke Mesir dengan membiarkan daerahnya
tanpa pemerintahan dan rakyatnya tanpa pemimpin. Rumah yang dibangun oleh Al
Ayubi di wilayah Syria hancur berkeping-keping dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Akhirnya, bangsa Mongol tiba juga di Damaskus dan menguasainya dengan aman pada
awal bulan Maret 1260 H, kemudian mereka berkhianat kepada penduduknya. Dan pada
saat musin semi mereka menduduki daerah Nablus dan Karak, terus merayap memasuki
wilayah Ghaza dengan tanpa perlawanan yang berarti. Ini karena wibawa pemerintahan

di Palestina sudah terbagi ke dalam Kerajaan Akka Salibis dan pemerintahan Mongol
Tatar. Palestina kembali berada di bawah injakan kaki kuda para kafir.

Salibis dan bangsa Tatar :
Bangsa Eropa sangat senang hati dengan invasi yang dilancarkan oleh bangsa Mongol
terhadap negara-negara Islam dan berusaha untuk berkoordinasi dengan mereka
menggalang satu barisan melawan musuh bersama. Mereka juga berusaya untuk
menyebarkan ajaran Kristen di antara orang-orang Tatar. Pada awal mulanya proyek ini
secara parsial berhasil, karena komandan Tatar yang menyerang negara-negara Islam
(Haluku) punya kecenderungan kepada ajaran Kristen Nasturia dan para pengawalnya
melibatkan banyak dari mereka bahkan isterinya sendiri adalah beragama Kristen.
Isterinya ini punya peranan besar—yang membanggakan pihak gereja—dalam upaya
untuk menghindarkan malapetaka yang akan menimpa daratan Eropa dari serangan orang
Mongol dan mengarahkannya kepada negara-negara Islam. Dan bahkan komandan
perang Ain Jalut, Katbaga adalah seorang Kristen. Pengaruh Kristen sangat besar bagi
orang Mongol bahkan salah satu pendeta Kristen mengilustrasikan ekspedisi Tatar,
bahwa itu adalah : ―Ekspedisi Salibis dengan seluruh maknanya yaitu ekspedisi Kristen
Nartoria‖. Bahkan mengharap bahwa Halako dan pemimpinnya, Katbaga akhirnya akan
berhasil mengeliminasi sepak terjak umat Islam secara keseluruhan. Hatoon Pertama,
raja Armenia, dan Bohemond Keenam, pangeran Tripoli, bersama dengan pangeran
Salibis wilayah Sour, Akka dan Cyprus, membuat aliansi dengan orang Mongol yang
menegaskan upaya untuk mengeliminasi umat Islam di Asia dan mengembalikan Al
Quds kepada orang-orang Salibis.

Pada masa itu, Mesir di bawah dinasti Mamalik diperintah oleh Sultan Al Modhaffar
Qutz pada tahun 657 H (1259 M). Ia adalah seorang pemimpin yang terkenal
keimanannya, kecintaannya kepada Tuhan dan Islam. Ia adalah murid seorang
cendikiawan terbesar pada masa itu, Al Aziz bin Abdul Salaam. Ibn Katsir mengatakan
bahwa Qutz adalah “Seorang pahlawan pemberani yang mencintai perbuatan baik dan
mengikuti Islam; rakyat sangat mencintainya dan tetap mendoakannya”.

Setelah beberapa bulan dari pemerintahannya, ia harus menghadapi problem invasi
Tartar dan menerima surat ancaman dari pemimpin mereka yaitu Halako sebelum ia
meninggalkan Syria dengan memaksa untuk menyerahkan Mesir. Surat itu berkata :
―Lihat apa yang telah kita perbuat kepada yang lain dan belajarlah dari mereka;
menyerahlah, karena kita tidak akan mengasihani orang-orang yang merintih dan
menangis. Kemana kira-kira anda akan berlari menyelamatkan diri dari kami? Dan siapa
yang dapat memproteksi kalian dari pedang-pedang kami? Kami tidak mengenal
benteng-benteng, balatentara yang menyerang kami tidak ada gunanya dan doa kalian
untuk kami tidak didengar‖.

Namun Butz, pemimpin umat Islam yang hanya takut kepada Allah, tahu betul bahwa
kemenangan itu hanya datang dari Allah. Dan kalau ia benar-benar mempersiapkan diri
untuk terjun dalam kancah perang dan menghubungkan segala sesuatunya kepada Allah,
maka kemenangan akan dapat diraih. Akhirnya ia deklarasikan Jihad dan bersiap untuk
menghadapi invasi Salibis. Setelah membaca surat tersebut, ia memerintahkan untuk
menangkap dan membunuh para utusan pembawa surat dengan memotong jasadnya dari
tengah (untuk dibagi dalam dua bagian). Kepala mereka digantung pada salah satu pintu
masuk kota Kairo (pintu Zuwailah). Eksekusi mati ini adalah deklarasi yang tidak ada
kegentaran untuk mundur dan bulat tekad untuk berperang. Ini juga merupakan
tantangan yang memberikan spirit kekuatan dan kebanggaan dalam menghadapi
ekspansi Tatar.

Qutz putuskan untuk berinisiatif menyerang dan maju terus menghadapi kekuatan
tempur Tatar sebagai upaya untuk mengangkat spirit juang umat Islam sekaligus sebagai
penegasan atas spirit jihad yang berupaya untuk mencari mati syahid di jalan Allah. Ini
juga sebagai upaya untuk memelihara negara Islam yang berada di Mesir dan

pembebasan wilayah Islam lainya di Syria, termasuk di dalamnya Palestina dan masjid
Al Aqsa yang diberkahi. Selain itu, serangan ini adalah upaya untuk menakuti orang-
orang Tatar bahwa mereka yang menyerang adalah tipe baru yang belum mereka hadapi
sebelumnya. Dan menyerang adalah cara yang paling sukses untuk bertahan.

Pada bulan Ramadhan 658 H – 26 Juli 1260 M, pasukan Islam di bawah pimpinan Qutz
melewati perbatasan dan membebaskan Ghaza dan berdiam di sana selama satu hari.
Kemudian mereka merangsek terus ke arah utara untuk menghadapi pasukan Tatar, di
sana di ―Ain Jalut‖ bagian Timur Palestina, dua kekuatan Islam dan Tatar ini bertemu.

Pertempuran Ain Jalut :
Pertempuran Ain Jalut menyaksikan salah satu pertempuran yang terbesar dan krusial
dalam sejarah yang terjadi pada hari Jum‘at (25 Ramadhan 658 H) bertepatan dengan (6
Desember 1260 M). Dalam perang ini sebenarnya Tatar lebih unggul dari dua segi ―ilmu
dan logika‖, karena mereka punya kelebihan dibandingkan dengan pasukan Islam dalam
aspek-aspek berikut ini :

- Efisiensi dan pengalaman yang luas yang merupakan buah dari berbagai banyak
pertempuran yang mereka arungi (kepemimpinan dan tentara).

- Spirit dan moral juang yang tinggi sekali karena belum pernah terkalahkan
sebelumnya.

- Efisiensi kavalri yang mengetahui berbagai tehnik pertempuran seperti serangan
kilat yang menjadi kelebihan balatentara Tatar.

- Mereka mampu untuk mengorganisir secara baik karena lebih dekat kepada basis
suplai dan logistik.

- Lokasi strategis tentara mereka lebih baik dari posisi pasukan Islam.

Kendati berbagai kelebihan menyolong yang mereka miliki, namun kemenangan yang
monumental telah berpihak kepada umat Islam.

Pasukan Qutz punya kelebihan bahwa mereka adalah ―pasukan Islam‖ yang bergerak
untuk menolong Islam dan memproteksi negeri-negerinya yang suci. Berbagai lapisan
masyarakat turut berpartisipasi dalam pertempuran ini baik kaum lansia, ulama dan
orang-orang shaleh Mesir. Perintah untuk ber-amar ma‟ruf wannahyu anil munkar
menyebar di kalangan tentara, maka mereka keluar dari Mesir sebagai pasukan yang
dalam kondisi taubat, bersih dan sakral membela agama Allah dan menancapkannya di
bumi. Sebagaimana pasukan Islam ini juga dipimpin oleh komandan yang beriman yang
berhiaskan dengan ―keinginan untuk berperang‖ yang menjadi fenomenanya yang paling
kuat dan menjadi faktor kemenangan yang paling signifikan dalam pertempuran apapun.

Qutz meminta kepada pasukannya untuk menunggu hingga setelah shalat Jum‘at
―Janganlah kalian melancarkan serangan kepada mereka hingga tergelincir matahari,
memberikan bayang-bayang, angin bertiup dan para khatib di masjid serta manusia
lainnya mendoakan kita dalam shalat-shalat‖, dan setelah itu baru dimulai pertempuran.

Di tengah berlangsungnya pertempuran, isteri Qutz ―Jullanar‖ mati terbunuh dalam Jihad
ini. Maka ia bergegas mendekatinya dengan berteriak ―Oh wahai kasihku!‖ pada detik-
detik nafas terakhir kepergian isterinya. Isterinya membalas dengan berkata kepadanya :
“Jangan engkau katakan itu tapi katakanlah Islamah (duhai Islam)”, kemudian
terangkatlah rohnya kepangkuan Rabnya setelah menyampaikan pesan tersebut bahwa
urusan Islam dan Jihad di jalan Allah adalah lebih penting dari cinta dan hubungan
pribadi. Maka Qutz berdiri tegak dan membalas dengan mengucap : “duhai

Islam….duhai Islam…..dan seluruh pasukan mengumandangkan teriakan yang sama
sehingga berakhir dengan kemenangan.

Di saat perang, kuda Qutz terbunuh lalu ia turun dan terus bertempur walau tanpa kuda
sehingga pasukannya memberikannya kuda lain. Namun ia menolak untuk mengambil
kuda pangeran lainnya yang secara sukarela memberikan itu kepadanya dengan
mengatakan bahwa ia tidak mau untuk menghalangi mereka dalam menunaikan tugas
suci ini. Sebaliknya ia harus berusaha sendiri untuk dapat menyelamatkan diri. Ia ditanya
mengapa tidak mau menunggang kuda dan kalau saja para musuh melihat maka akan
membunuhnya dan Islam akan dipecundangi. Ia menjawab : “Kalau saja saya terbunuh,
maka saya telah pergi ke surga. Dan Islam maka ia punya Tuhan yang tidak akan
melenyapkannya”. Dan setelah usai dan kemenangan ada di pihak Islam, Qutz turun dari
kudanya berjalan dan mengusap mukanya dengan debu medan tempur serta sujud di
hadapan Allah bersyukur kepada-Nya yang telah mengaruniakan kemenangan.

Kaum muslim langsung bergerak mengejar orang-orang Mongol, dan Qutz memasuki
kota Damaskus hanya lima hari setelah berakhirnya peperangan Ain Jalut. Pengejaran
berlanjut ke Aleppo dan ketika mereka mengetahui bahwa pasukan Islam sudah
mendekat, mereka putuskan untuk meninggalkan tawanan muslim. Dan ini bagi mereka
adalah malapetaka yang berat. Hanya dalam satu bulan umat Islam dengan
kepemimpinan Al Mamalik berhasil mengembalikan negeri Syria dari Mongol dan Tatar.

Peperangan ini adalah salah satu peperangan yang signifikan dalam sejarah, karena
berhasil menghentikan ekspansi orang-orang Tatar yang tidak dapat diberhentikan oleh
kekuatan apapun sebelumnya. Dan ini merupakan permulaan bagi episode kekalahan-
kekalahan yang berlanjut dan mengembalikan Mongol kepada basis-basis mereka semula
dan mampu untuk memerdekakan negeri-negeri Islam yang mereka kuasai. Kemudian
orang-orang Mongol yang tetap menetap di negeri-negeri Islam berpindah ke agama
Islam, mereka berbondong-bondong memeluk agama Allah ini yang merupakan
kemenangan baru umat Islam.

Al Mamalik dan Pemusnahan Kekuatan Salibis :
Kendati pasang naik kekuatan Mongol Tatar dapat diusir dari bumi Palestina dan umat
meraih kemenangan yang gemilang di pertempuran Ain Jalut, namun kerajaan Salibis di
Akka tetap saja bertahan dengan kekuasaannya yang mencakup wilayah pesisir yang
membentang dari Jaffa ke Akka. Para sultan dari dinasti Mamalik mengambil tugas
pembebasan tanah tempat Isra‘ dan negeri Syria yang tersisa sehingga tiba masa di mana
kekuatan Salibis yang terakhir dapat diusir setelah lebih dari 30 tahun paska perang Ain
Jalut.

Yang mensuksesikan sultan Qutz adalah Al Dhaher Bebar, yang berkuasa hanya satu
tahun. Bebar punya kontribusi signifikan dalam memerangi dan mengeluarkan kekuatan
Salibis dari Syria dengan cara menghujani basis-basis mereka dengan serangan demi
serangan secara terus menerus. Namun terkadang ia harus mengakomodir kesepakatan
daman dengan mereka bila memang diperlukan. Dan biasanya hal seperti ini berlangsung
dalam waktu sepuluh tahun, sepuluh bulan, sepuluh hari dan sepuluh jam. Dan setelah
mampu untuk menanggulangi berbagai problema internal negeri, ia kembali turun dalam
kancah peperangan dengan Salibis. Dan pada tahun 662 H-1263 M, ia memasuki wilayah
Palestina. Setelah pasukannya tiba di daerah Akka, Salibis mendatanginya untuk
meminta pembaharuan kesepakatan genjatan senjata dan menyetujui pembebasan para
tawanan muslim serta memelihara berbagai kesepakatan dan piagam. Namun Bebars
mempertimbangkan tuntutan mereka dan terus melangkah menyerang berbagai basis
kekuatan mereka, khususnya di Akka. Ini dilancarkan untuk mengetahui titik-titik
kekuatan dan kelemahan yang ada pada mereka sehingga datang waktunya untuk
menyelamatkan negeri-negeri dan tempat-tempat yang diduduki. Dan kekuatan Salibis
tidak dapat membendung advansi kekuatan ini.

Pada tahun 664 H-1265 M, Al Dhaher Bebars kembali menginvasi Palestina dan dapat
menguasai Al Qaisariyyah al Muhsanah, menghancurkan dinding-dindingnya. Sebagian
pasukannya menyerang wilayah Akka dan sebagian lainnya menyerbu Haifa. Kemudian
kota Arsouf jatuh ke dalam genggamannya pada tahun yang sama.

Pada tahun berikutnya, ia kembali keluar ke Palestina mengepung Safad, menduduki dan
menghancurkan dinding-dindingnya. Kemudian pada tahun 666 H-1267 M, kembali ke
Palestina dan datang menghadap kepadanya delegasi Salibis untuk meminta genjatan
senjata. Ia biasa mengikuti strategi devide and rule dalam berhubungan dengan kekuatan
Salibis agar supaya kekuatan mereka tidak dapat bersatu untuk melawannya dalam satu
waktu. Politik seperti ini yang membantu dalam menaklukkan kota Antakiya pada tahun
667 H (1268 M). Ini dianggap sebagai kemenangan yang paling gemilang yang diraih
oleh umat dari Salibis setelah keberhasilan Shalahuddin al Ayubi membebaskan kota Al
Quds pada tahun 583 H (1187 M). Setelah keberhasilannya untuk menduduki Antakiya,
Bebar sepakat untuk mengadakan perjanjian damai dengan Akka yang berlaku hingga 10
tahun dengan syarat bahwa ia harus menguasai setengah dari wilayah Akka dan
mengendalikan dataran tinggi di sekitar Sayda.

Setelah wafaatnya al Dhaher Bebars, Sultan al Mansur Sayfuddin Qalawoun meneruskan
langkah predesesornya untuk memerdekakan negeri Syria dari hegemoni Salibis. Pada
masa kekuasaannya ini, terbentuknya aliansi besar melawan umat Islam yang terjalin
antara kekuatan Salibis, Tartar dan Sanqur al Ashqar, wakil penguasa Damaskus yang
berpaling dari orang Islam. Tapi aliansi ini gagal dan Qalawoun mulai memperketat
tekanannya terhadap Salibis dan berhasil menduduki pelabuhan Al Marqab pada tahun
688 H (1285 M). Ia juga menaklukkan Al Ladeqyya pada tahun 686 H (1287 M) dan
Tripoli pada tahun 688 H (1289 M). Qalawoun dapat memanfaatkan instabilitas yang
terjadi pada negara Salibis di Akka secara khusus dan di negeri-negeri Syria pada
umumnya karena perebutan kekuasaan yang sedang terjadi. Ia adalah sosok pemimpin
yang kuat yang dapat mengeliminasi kehadiran Salibis di wilayah Arab bagian timur.
Pada daerah pantai Shami, Salibis hanya menguasai wilayah Akka, Sour, Sayda dan
Etleet.

Sekarang bagi Qalawoun adalah momen yang paling tepat untuk mengeliminasi
Salibis dari bumi Palestina secara total. Ia memanfaatkan peristiwa penyerangan
yang dilancarkan oleh mereka yang membunuh beberapa jemaah haji muslim
sebagai sebuah dalih untuk mendeklarasikan jihad melawan Salibis. Ia
menyeruhkan seluruh pasukan bersenjatanya dari Mesir dan Syria. Ia berdiam di
luar kota Kairo untuk menunggu kedatangan balabantuan, tapi ia terjatuh secara
tiba-tiba lalu meninggal dunia pada tahun 689 H (1287 M). Sebagai suksesornya
adalah anaknya yang bernama Ashraf Salahuddin. Kesempatan ini dimanfaatkan
oleh Salibis untuk menawarkan Ashraf perjanjian lain, tapi itu ditolak dan ia
kerahkan pasukan bersenjatanya untuk mengepung Akka yang berhasil
dimerdekakan pada tahun 1291 M. Raja Akka, Henry Kedua berhasil lolos
melarikan diri ke Cyprus. Setelah menaklukkan Akka, Ashraf menduduki Sayda,
Sour, Haifa dan Etleet. Ia juga memerintahkan kepada pasukannya untuk
membumihanguskan seluruh benteng-benteng yang ada di kota-kota tersebut. Jadi,
basis terakhir kekuatan Salibis telah dihancurkan oleh tangan-tangan dinasti Al
Mamalik, dan akhirnya eksistensi mereka di Palestina dan Syria dapat diselesaikan
secara total setelah dua abad dari tahun 492-690 H. (1099-1291 M). Dengan prestasi
ini, Palestina kembali berada di bawah pemerintahan Islam hingga berakhir pada
mDemonologi Islam: Strategi Barat Untuk Menghancurkan Islam

Oleh: Ir. Nabiel Fuad Almusawa
Demonologi (demonology) secara etimologis adalah the study of demons or evil spirits
atau secara terminologis merujuk kepada suatu perekayasaan sistematis untuk
menempatkan sesuatu agar ia dipandang sebagai ancaman yang menakutkan. dalam ilmu
komunikasi termasuk dalam teori-penjulukan (labelling theory), yang bisa direkayasa

menjadi public opinion sedemikian hebat sehingga korban misinterpretasi menjadi
hancur reputasinya dan tak mampu bertahan. Dalam kaitannya dengan Islam, maka
demonologi adalah sebuah perekayasaan sistematis oleh dunia Barat untuk menempatkan
Islam dan ummatnya (yang tidak disukai Barat - pen) agar dipandang sebagai bahaya,
jahat, kejam sehingga menjadi ancaman yang sangat menakutkan.

Diantara label tersebut seperti 'pemelintiran' istilah Islamic fundamentalism, Islamic
terrorism, Islamic bomb, green menace, dan lain lain sehingga menimbulkan
Islamophobia dari masyarakat Barat

Dan sebagian kaum muslimin terhadap Islam dan menghambat the revival of Islam di
berbagai belahan dunia Islam saat ini.

Noam Chomsky dalam bukunya berjudul "AS Memanfaatkan Terorisme sebagai
Instrumen Kebijakannya", menyatakan bahwa obyek utama demonologi adalah :

1) Organisasi/kelompok2 muslim yang paling besar pengaruhnya dalam menggerakkan
kebangkitan ummat abad ini, seperti antara lain Ikhwanul Muslimin di Mesir, Front
Islamique du Salut (FIS) di Aljazair, Harakah al Muqawwamah al-Islamiyyah (HAMAS)
di Palestina, dan lain lain.

2) Pemerintahan/negara Islam yang berani menentang hegemoni Barat, seperti Hasan al-
Basyir (Sudan), Milisi Thaliban (Afghanistan), Zia ul-Haq (Pakistan), Muammar
Qaddafi (Libya), Khomeini (Iran), Saddam Husein (Iraq), dan lain lain.

3) Para aktifis muslim yang berani menentang kezaliman Barat seperti Syaikh Ahmad
Yasin (Palestina), DR. Hasan at-Turabi (Sudan), Osama ben Laden (Saudi Arabia),
Abdalla 'Apo' Ocalan (Kurdi Turki), Syekh Omar Abdul Rahman (Mesir).

Terhadap hal ini kaum muslimin jauh2 hari telah diperingatkan oleh Allah SWT, dalam
al-Qur'an dengan beberapa firman-Nya, antara lain sebagai berikut ;

Beberapa strategi Barat dalam upayanya untuk melakukan demonisasi terhadap
Islam dan kaum muslimin diantaranya adalah sebagai berikut ;

1) Mitos The Green Menace. Istilah ini muncul setelah runtuhnya The Red Menace
(Komunisme Soviet), atau disebut juga the next enemy. Hal ini disebabkan karena
faktor2 :

a) Dendam historis pasca perang Salib (the crussade).

b) Salah faham Barat akibat studi orientalisme masa lalu.

Akibat kondisi ini maka Barat melakukan :
a) Memerangi, memaksa & menekan sebagian negara muslim yang dianggap sebagai
ancaman.

b) Membiarkan negara2 muslim saat diserang oleh pihak lain (kasus Bosnia, FIS, Rafah,
Palestina, Kashmir, Rohingya, Pattani, Moro, dan lain lain).

c) Menerapkan double standard seperti dalam istilah Islam ekstrem, Islam fundamentalis,
bom Islam, bahaya hijau, terorisme Islam, dan lain lain. Membiarkan ratusan ribu
muslim Bosnia yang 'disembelih' habis-habisan oleh Kristen Ortodox; tapi segera
mengirim pasukan Australia dibalik bendera PBB untuk membantu kaum Katholik yang
'merengek-rengek' di Tim-tim.

d) Menciptakan ketergantungan dunia Islam untuk tunduk pada Barat dengan
memaksakan foreign aid melalui IMF, Word Bank, IGGI, dan sebagainya.

e) Mengadu domba antar negara Islam (kasus Iran-Iraq, Iraq-Kuwait, Mesir-Sudan,
Taliban-Iran, Saudi-Qatar); atau menyulut konflik internal (RI-Aceh, RI-Papua, Sudan-
Sudan Selatan, Turki-Kurdi, Iraq-Kurdi, berbagai konflik dalam negeri di Afrika).

f) Mengeliminasi kekuatan Islam, dengan mencegah pembuatan senjata pemusnah nuklir
di negara Islam dan sebaliknya membantu mempersenjatai musuh Islam seperti Yahudi
(Israel), Hindu (India), Kristen Protestan (AS, Perancis), Katholik (Inggris, Italia),
Komunis (China, Korut). Satu2nya negara yang berhasil mulai membangun senjata
nuklir ialah Pakistan, yang segera diekspose besar2an dengan sebutan Islamic bomb.

g) Membasmi, membubarkan gerakan Islam dan mengeksekusi para tokohnya, seperti
terhadap Ikhwanul Muslimin di Mesir, Hamas di Palestina, Hizbullah di Lebanon, dan
sebagainya. Bahkan mendukung pemerintahan yang otoriter jika demokrasi ternyata
memenangkan gerakan Islam, seperti dukungan AS terhadap Mubarak di Mesir, terhadap
Junta militer di Turki, Tunis & Aljazair, terhadap para Emir di Tim-Teng, dan
sebagainya.

2) Penguasaan Yahudi atas Media Massa (Lihat Protocols of Zions ke-XII).

a) Kantor berita terbesar seperti Reuter (oleh Julius Paul Reuter Yahudi Jerman),
Associated Press (AP) & United Press Int'l (UPI).

b) Media massa terbesar seperti Times & Newsweek (milik milyarder Robert Murdoch,
Yahudi AS).

c) Jaringan TV internasional seperti ABC, CBS, NBS, CNN, dan lain lain.

d) Perusahaan film raksasa seperti 20-th Century Fox, Warner & Bross, Paramount,
Golden Co, dan lain lain.

3) Menerapkan istilah Fundamentalisme Islam (al-Ushuliyyah al-Islamiyyah)

pd kelompok2 yang berusaha kembali memurnikan ajaran Islam, sebaliknya memberi
label Islam moderat pd kelompok yang berusaha menyesuaikan Islam dengan Barat.
Pdhal istilah ini asalnya diterapkan pd kelompok Protestan AS yang menolak semua
temuan sains modern yang tidak sesuai dengan Perjanjian Lama & Baru, disebut juga
puritanisme gereja.

4) Pemutarbalikan istilah Terorisme Islam

.
Ketika seorang mujahid HAMAS yang meledakkan dirinya (untuk membela negerinya
yang dijajah) ditengah kerumunan orang Yahudi dan menewaskan beberapa orang
Yahudi, maka dikatakan sebagai terorisme. Sedangkan pembantaian ratusan orang tak
berdosa di mesjid saat shalat Shubuh, pembunuhan anak2 kecil Intifadhah, pem-
buldoser-an rumah2 orang tak berdosa tidak dikatakan sebagai terorisme Yahudi. Ketika
terjadi peledakan gedung WTC di New York, yang segera dituduh adalah
fundamentalisme Islam, walau akhirnya terbukti yang meledakkan adalah Timothy Mc
Veigh dari Branch Davidian AS, tapi dunia sudah keburu mencap Islam.

5) Label bom Islam.

Ketika AS mati2 an mencegah negara2 muslim di Asia Tengah memiliki bom nuklir,
Pakistan ternyata berhasil mencuri rahasia pembuatannya (oleh DR. Abdul Qadir Khan,
MA lulusan Technical University of Delft dan Catholic University of Leuven), maka
segeralah majalah Times memasang covernya "The Islamic Bomb", dan AS berusaha
memaksa Pakistan melaksanakan NPT, sementara disisi lain malah membantu Israel &
India menyempurnakan sistem nuklirnya (tanpa menyebutnya sebagai The Jewish Bomb
atau The Hindus Bomb).

6) Penghancuran sistematis terhadap gerakan Islam.

Gerakan Islam yang ditakuti oleh Barat, adalah yang benar2 secara total (kaffah) kembali
kepada Islam (tidak parsial), diantara gerakan yang ditakuti Barat tersebut antara lain :

a) Al-Ikhwanul Muslimin di Mesir
Didirikan th 1928 oleh Hasan al-Banna yang kemudian syahid ditembak oleh kaki tangan
raja Faruk, dilanjutkan dengan penggantungan terhadap para pimpinan terasnya seperti :
Sayyid Quthb, dan lain lain. Dan penyiksaan terhadap para aktifisnya, seperti DR. Yusuf
al-Qardhawi, Musthafa Masyhur, Fathi Yakan, Said Hawwa, Abdullah Nashih Ulwan,
Abbas as-Sisi, Zainab al-Ghazali dan lain lain yang kemudian menyebar ke seluruh dunia
membawa faham gerakan tersebut. Tentang gerakan ini, PM Israel Moshe Dayan berkata
: "Tak satupun negara Arab yang ditakuti Israel. Satu2nya pasukan yang paling ditakuti
Israel hanyalah pasukan Ikhwanul Muslimin."

b) Jama'ah Islamiyyah Pakistan.
Didirikan di Pakistan (wkt itu masih bersatu dengan India) th 1941 oleh Abul A'la al-
Maududi, yang dianggap sebagai salah seorang mujaddid (pembaharu) Islam selain
Hasan al-Banna. sebagaimana Al-Ikhwanul Muslimin, Jama'ah Islamiyah juga gigih
membendung sekularisme India & dominasi Barat, serta membantu perjuangan muslimin
Kashmir. Jama'ah Islamiyah terus mendorong Islamisasi Pakistan, dan baru mendapat
dukungan saat Zia ul-Haq berkuasa, sehingga kini dianggap sebagai salah satu partai
paling powerfull di Pakistan.

c) Harakah al-Muqawwamah al-Islamiyyah (HAMAS) Palestina.
Didirikan tahun 1988 di Gaza oleh Syaikh Ahmad Yasin, salah seorang murid Imam
Hasan al-Banna asal Palestina, secara resmi HAMAS menyatakan merupakan bagian
dari Ikhwanul Muslimin. Gerakan inilah yang mempelopori aksi intifadhah para remaja
& anak2 Palestina. HAMAS berseberangan dengan PLO yang terus menerus kalah
dalam perundingan dengan Israel. Untuk merealisir cita2nya HAMAS mendirikan
brigade 'Izzuddin al-Qassam yang merupakan kelompok terlatih yang sangat militan &
paling ditakuti Israel, brigade ini terbukti secara gemilang mampu mengelabui jaringan
intelijen Israel yang dikenal paling canggih di dunia.

d) Islamic Jihad Movement (IJM) di Palestina
Merupakan sempalan dari Ikhwanul Muslimin (memisahkan diri th 1960), mirip dengan
HAMAS tapi lebih radikal, dipimpin oleh Abdul Aziz Audah. Jika HAMAS lebih
memilih model mujahidin Afghanistan, maka Islamic Jihad Movement (IJM) lebih
memilih model revolusi Iran.

e) Hizbullah Lebanon Selatan.
Merupakan pejuang muslim syi'ah pro-Iran didirikan th 1982 oleh beberapa Ulama syi'ah
seperti Subhi Tufaili, Abbas Musawi, Hasan Nashrallah. Milisi Hizbullah sering
bekerjasama dengan HAMAS, terutama setelah pendeportasian ratusan aktifis HAMAS
ke no man's land di Lebanon Selatan.

f) Hizb an-Nahdhah di Tunisia
Dipimpin oleh DR Rasyid al-Ghanusyi, dulu ia seorang nasionalis yang lalu berpaling
pada pemikiran Ikhwanul Muslimin. An-Nahdhah menjadi gerakan oposan bagi
sekularisasi pemerintah Tunisia dibawah pimpinan Habib Borguiba yang mengganti bhs
Arab menjadi bahasa Perancis, menghapus pengadilan agama, menghapus jilbab, bahkan
mempertontonkan keberaniannya makan siang di bulan Ramadhan di depan rakyatnya.
Setelah kematiannya, Borguiba digantikan oleh Ben Ali, yang lalu membubarkan an-
Nahdhah dan memenjarakan 300 tokoh aktifisnya dengan tuduhan ingin menggulingkan
pemerintah dan mendirikan negara Islam, untuk meredam protes dunia internasional,
maka Ben Ali menyatakan bahwa ia sedang memerangi munculnya fundamentalisme
Islam.

g) National Islamic Front (NIF) di Sudan.
Didirikan oleh DR. Hasan Abdullah at-Turabi, salah seorang ulama IM terkemuka yang
pernah menamatkan pendidikannya di Oxford University & University of Sorbonne. At-
Turabi sendiri menolak menjadi pemimpin Sudan tapi lebih memilih menjadi Ketua
Parlemen Sudan setelah terpilih secara demokratis dalam Pemilu Sudan. Islamisasi
Sudan disambut antusias oleh masyarakat yang sdh bosan dengan kapitalisme &
sosialisme yang ternyata tidak pernah menghslkan apa2 dalam pembangunan bangsa
Sudan.

h) Front Islamique du Salut (FIS) di Aljazair.
FIS merupakan korban & bukti plg obyektif ttg kemunafikan Barat terhadap Islam &
kaum muslimin, setelah menang telak dalam Pemilu multipartai 1992, maka Barat
merekayasa melalui militer untuk membubarkan FIS, menangkap & memenjarakan para
aktifisnya, sehingga menimbulkan pemberontakan berdarah rakyat Aljazair. FIS
didirikan oleh DR Abbas Madani (sosiolog lulusan Inggris), ust. Ali Belhadj (ulama) &
Abdulqadir Hachani (Ir. Perminyakan). Saat menang dalam Pemilu lokal, FIS
menerapkan syariat Islam seperti larangan berzina, kewajiban berjilbab & pemberantasan
korupsi.

Langkah FIS menarik masyarakat & terbukti menurunkan aborsi dikalangan remaja &
menyelamatkan sebagian besar uang rakyat, sehingga mendapatkan dukungan. Kudeta
kemudian dilakukan oleh militer & penyiksaan pada para aktifis FIS, yang
mengakibatkan munculnya kelompok2 pecahan dari FIS yang ingin membalas dendam
seperti Armed Islamic Salvation (AIS), Group of Islamic Army (GIA), dan lain lain. Saat
ini sebagian besar wilayah Aljazair dikuasai oleh gerilyawan AIS yang merupakan
penjelmaan baru FIS, sementara GIA dikenal sebagai gerakan sempalan FIS yang sangat
radikal yang anti Barat.

i) Hizbu Rafah (Welfare Party).
Didirikan oleh Prof. Necmettin Erbakan tahun 1981, seorang Ir. Lulusan Achen Jerman.
Erbakan berkali2 mendirikan partai Islami tetapi selalu dibubarkan pemerintah, terakhir
Partai Kemakmuran (Rafah) yang dibentuknya menang Pemilu ternyata juga dihadang
oleh duet militer-partai sekular Turki (Ciller & Yilmaz). Diantara misi Rafah yang
ditakuti Barat adalah mengeluarkan Turki dari keanggotaan NATO, mengurungkan
bergabung dengan uni-Eropa, membantu muslim Chechnya, membentuk pemerintahan
bersama dengan negara2 muslim di dunia, membatalkan kerjasama Turki dalam
membantu Israel, membentuk NATO Islam, pasar bebas Islam dan UNESCO Islam.
Setelah 20 bulan memerintah Turki, Erbakan digulingkan & Rafah dibubarkan,
aktifisnya mendirikan partai baru yaitu Partai Kebajikan.

j) Partai al-Islam se Malaysia (PAS).

k) Milisi Thaliban di Afghanistan.

l) Gerakan Islam di Asia Tengah.

7) Pemelintiran Istilah-Istilah tertentu demi kepentingan Barat.

Seperti konsep:

a) Moderat yang diartikan sebagai kelompok yang sesuai dengan pemahaman & bisa
bekerjasama dengan kepentingan Barat sementara radikal, diartikan sebagai yang tidak
sesuai dengan keinginan Barat.

b) Teroris diartikan sebagai gerakan Islam yang memerangi Barat & Israel, sementara
pembalasan (retaliation), diartikan sebagai usaha untuk menghancurkan gerakan tersebut.

c) Sandera diartikan sebagai mata-mata AS/ Barat yang tertangkap oleh negara lain
sementara mata-mata, hanya berlaku bagi agen dari selain Barat.

d) Perdamaian, diartikan sebagai keharusan Palestina untuk memberikan negerinya
kepada penjajah Israel, sementara istilah teroris dilekatkan kepada para pejuang
kemerdekaan Palestina.

e) Tata Dunia Baru diartikan sebagai tatanan dunia yang diciptakan dan direstui AS dan
Barat untuk mendukung kepentingan mereka.

f) Globalisasi ekonomi sebenarnya berarti usaha Barat untuk memaksa dunia ke-3 untuk
membuka pasar negaranya demi menghancurkan pengusaha pribumi untuk kepentingan
perusahaan2 raksasa dari negara Barat.

g) Istilah pembaruan agama lalu diartikan sebagai penafsiran kembali al-Qur'an dan as-
Sunnah yang sesuai dengan modernisasi Barat.

h) Toleransi diartikan sebagai sikap yang hrs dilakukan kaum muslimin untuk menerima
berbagai sikap yang bertentangan dengan agama & aqidahnya.

i) dan sebagainya.

8) SOLUSI :

1. Kembalilah ke pangkuan Islam, pelajarilah Islam secara kaffah tidak parsial.

2. Berusahalah untuk bergabung dengan kelompok kaum muslimin yang baik & benar,

3. Mulailaih Islamisasi diri, lalu keluarga, lalu masyarakat, dan seterusnya.
Ingatlah bahwa "al-bunyan la taqumu fi yaumin wa lailatin" ("Bangunan itu tidak
mungkin dibangun hanya dalam sehari semalam"…)

Rabbana 'atina min ladunka rahmatan wa hayyi' lana min amrina rasyada …Wallahu
a'lamu bisshawabasa di saat kekuatan Inggris berhasil menjajah wilayah ini.
KONSPIRASI TERHADAP KHILAFAH ISLAM

Kini sistem khilafah Islamiah telah tiada dari muka bumi, ia dihapuskan secara rasmi
pada 3 Mach 1924. Hilangnya sistem khilafah berarti hilangnya sebuah sistem
peradaban Islam yang menyatukan dunia Islam di bawah satu kekuatan, menyatukan
kehidupan kaum Muslimin dalam berbagai aspek kehidupan yang berlandaskan syari'at

Islam di bawah satu kepimpinan. Hilangnya sistem khilafah juka berarti hilangnya
"Daulah Islam" yang menurut Dr. Yusuf Qardhawi merupakan perwujudan ideologi
Islam yang mewarnai kehidupan kaum Muslimin di dalam segala lapangan kehidupan.

Jika ditelusuri, ada dua sebab kehancuran khilafah Islam, yaitu sebab dalaman dan sebab
luaran. Sebab dalaman adalah sebab-sebab yang timbul dari dalam umat Islam sendiri,
beserta khilafahnya. Sedangkan sebab luaran adalah sebab-sebab yang datang dari luar
umat Islam. Salah satu sebab luaran yang sangat penting adalah peranan gerakan Zionis
dalam menghancurkan khilafah Islam.

ZIONIS

Gerakan Zionis Internasional yang bersifat politik muncul setelah Theodor Hertzl
mengajukan gagasan negara Yahudi. Gerakan ini muncul karena rasa persaudaraan yang
erat di dalam ras Yahudi dan adanya perasaan tentang pernyataan Tuhan mengenai
ketinggian ras Yahudi dibandingkan ras lain dan kepada ras Yahudilah semua manusia
mendapat berkah (lihat Al-Kitab: Kejadian, 22:18). Ayat ini mendorong kelompok-
kelompok Yahudi untuk menjadikan diri mereka sebagai "penguasa dunia".

Sedangkan Konferens Organisasi-organisasi Islam sedunia di Makkah Al-Mukarramah
pada tahun 1974 memberikan rumusan mengenai zionisme sebagai suatu gerakan politik
rasial yang percaya bahwa ras Yahudi adalah ras yang paling tinggi darjatnya di muka
bumi. Orang lain dianggap bagai binatang yang memberikan pelayanan kepada orang-
orang Yahudi. Gerakan ini mempunyai ambisi untuk menguasai seluruh dunia dengan
peranantaraan satu pemerintahan dunia yang berpusat di negera yang kini dikenal
dengan Israel (Munawwir, 1986:120).

Roger Garaudy membagi zionisme ke dalam dua kategori: zionisme keagamaan dan
zionisme politik. Zionisme keagamaan jumlahnya sangat sedikit. Zionisme spiritual ini
tidak merancang suatu kegiatan politik apapun untuk membentuk negara melalui
penguasaan Palestin (Garaudy, 1988:19-20).

Sedangkan zionisme politik bermula dari kedatangan orang-orang Yahudi-Arkenazim
pada tengah abad ke-19. Selanjutnyua pada tahun 1881 berdiri gerakan Chovevei Zion
(Pencinta Zion). Gerakan ini melakukan pemindahan orang-orang Yahudi Arkenazim ke
Palestin, terutama pada tahun 1882-1884 dan 1890-1891. Upaya pemindahan Yahudi ke
Palestin juga dibiayai oleh seorang pengusaha besar Baron de Rothschild.

Sementara itu, terdapat seorang yang bernama Theodor Hertzl yang memunculkan isu
Zionisme ke permukaan melalui bukunya "Der Judenstaat" pada tahun 1896. Sejak saat
itu ia berusaha kewujudkan impiannya. Ia pun membentuk die welt, surat khabar Zionis
untuk mendukung usaha-usahanya.

Pada 29-31 Ogos 1897, dilaksanakan Kongres Zionis pertama di Basle, Swiss. Dalam
pertemuan ini hadir sekitar 197 delegasi yang terdiri dari kaum ortodoks, nasionalis,
liberalis, atheis, kulturalis, sosialis, kapitalis. Mereka menghasilkan "Protokol Basle"
yang merupakan tujuan-tujuan gerakan tersebut.

Selanjutnya, gerakan-gerakan Zionis disatukan di bawah bendera Zionist Organization.
Mereka membentuk Jewish Colonial Trust, sebuah bank yang merupakan instrumen
kewangan bagi organisasi zionis. Tahun 1902 dibentuk perusahaan bagian dari Jewish
Colonial Trust, yaitu Anglo-Palestine Company. Institusi lainnya ialah Jewish National
Fund, yang dicetuskan oleh Hermann Schapira pada kongres pertama dan disetujui pada
kongres keempat di London tahun 1900.

SASARAN UTAMA

Atas segala keyakinan dari program-programnya, maka gerakan zionis telah menjadikan
bumi Palestin yang dipandang sebagai "tanah suci" mereka, menjadi sasarannya. Palestin
dijadikan sebagai tempat kembalinya koloni Yahudi, sekaligus mewujudkan segala
tujuan-tujuan Yahudi. Dengan Palestin sebagai tempat berdirinya negara zionis Israel
inilah maka kaum Yahudi akan melaksanakan Messianic Mission (misi juru selamat) di
dunia.

Dengan dijadikannya Palestin sebagai sasarannya tersebut merupakan suatu alasan yang
kuat mengapa kaum Yahudi dalam kongres ke 6 di Basle tahun 1903, menentang usulan
Perdana Menteri Inggris, Chamberlain, untuk menempati Kenya sebagai tempat orang-
orang Yahudi. Hertzl menyangka yang ditawarkan oleh Chamberlain adalah Uganda,
sehingga ide ini dikenal sebagai "Proposal Uganda". Kemudian pada kongres ke 7 di
Basle 1905, proposal Uganda ditolak oleh para delegasi Yahudi yang hadir. Usulan lain
yang ditolak adalah "Egypt Proposal" yang hendak menjadikan Mesir sebagai tempat
orang-orang Yahudi (lihat Halloum, 1988: 141-142). Penolakan ini juga sebagai
pembuka babak baru Zionisme sebagai suatu ideologi yang menggambarkan aktiviti
politik dan praktis di Palestin.

Usaha keras kaum Yahudi di dalam mewujudkan sasaran-sasarannya tersebut diperkuat
dengan dikembangkannya organisasi-organisasi transnasional yang berafiliasi pada
kepentingan Yahudi.
Organisasi-organisasi tersebut melakukan program-program untuk mempengaruhi dunia
sekaligus
sebagai media untuk melaksanakan kebijakan-kebijakan Yahudi. Organisasi-organisasi
transnasional yang berafiliasi pada kepentingan Yahudi tersebut jaringannya tersebar di
seluruh dunia.

INTERAKSI DENGAN KHILAFAH

Wilayah Palestin yang dijadikan sasaran kaum Yahudi, adalah merupakan bumi yg
diperintah oleh Daulah Khilafah Turki Utsmani, yang ketika itu dipimpin oleh Sultan
Abdul Hamid II. Baginda memegang tampuk pemerintahan menggantikan Sultan Abdul
Aziz yang meninggalkan kondisi negara dalam keadaan gawat seperti hutang luar
negeri, parlimen yang tidak berfungsi, campur tangan kuasa asing, berbagai kepentingan
Dewan Negara dan Dewan Menteri serta birokrat-birokrat yang korup. Pemerintahan
Sultan Abdul Hamid II berpusat di Istanbul Turki.

Sultan Abdul Hamid II menjalankan kekuasaan dengan baik, juga sering berbicara
dengan berbagai lapisan masyarakat, baik birokrat, intelektual, rakya jelata maupun dari
kelompok-kelompok yang kurang disukainya (lihat Shaw, 1977:212). Kebijaksanaannya
untuk mengayomi seluruh kaum Muslimin membuat ia populer. Penggalangan kekuatan
kaum Muslimin dan kesetiaan mereka terhadap Sultan Abdul Hamid II ini berhasil
mengurangi tekanan Eropah terhadap Uthmaniah.

Untuk mewujudkan impian para zionis membentuk suatu pemerintahan nasional Yahudi
di Palestin, maka perlu dilakukan upaya-upaya untuk menguasai Palestin. Pertama-tama
kaum Yahudi yang dimotori oleh Hertzl melalui rekannya Neolinsky mengajukan
permohonan kepada Sultan Abdul Hamid II, namun ditolak dengan keras.

Setelah dilangsungkannya kongres Zionis di Basle 1897, kembali diajukan kepada Sultan
Abdul Hamid II mengenai penyerahan sebagaian tanah Palestin bagi para pendatang
Yahudi. Delegasi Yahudi-Zionis yang dipimpin oleh seorang tokok zionis Utsmani
bernama Carruso (Qrasu) meminta izin agar Sultan memperkenankan orang-orang
Yahudi mengunjungi Palestin dan mendirikan perkampungan dekat Jerusalem dengan
menawarkan keuntungan yang tidak sedikit. Mendengar tawaran ini, Sultan malah

marah yang diikuti dengan semakin diperketatnya peraturan "Passport Merah" yang
mempersulit keberadaan pendatang-pendatang Yahudi di Palestin.

Selain strategi langsung menemui khalifah kaum Muslimin, Sultan Abdul Hamid II,
dalam menguasai Palestin, maka kaum Yahudi-Zionis juga melancarkan strategi tidak
langsung yaitu melalui gerakan Freemansory yaitu gerakan Yahudi Zionis transnasional
dan diplomasi Zionis di luar Uthmaniah.

Gerakan Freemansory memiliki hubungan yang sangat kuat dalam perkembangan
organisasi "Ittihat ve Terrakki" (Al-Ittihat wa al-Tarraqqi; Persatuan dan Kemajuan)
yang berkembang sangat pesat di Salonika Turki. Anggota-anggota Komite Persatuan
dan Kemajuan dikenal dengan Turki Muda (Young Turks) yang sangat dekat dengan
militer dan banyak anggota-anggotanya yang merupakan orang Yahudi (Jews) dan Cryto
Jews Salonika. Untuk menjalankan roda organisasi, mereka mendapatkan sokongan
kewangan dari orang-orang Dunama yaitu sekelompok orang-orang Yahudi yang masuk
ke dalam agama Islam namun secara sembunyi-sembunyi tetap mempertahankan ke-
Yahudi-annya (Amini, 1978:125). Pada organisasi Komite Persatuan dan Kemajuan
inilah, pemikiran-pemikiran (fikrah) Yahudi ditanamkan.

Komite Persatuandan Kemajuan sesuai dengan program utamanya yang dipublikasikan,
berusaha secara besar-besaran menekan Sultan Abdul Hamid II guna memberlakukan
kembali perlembagaan 1879 yang dirancang oleh Midhat Pasha seorang Dunama
anggota Freemason. Usaha ini berhasil sehingga Sultan Abdul Hamid II memberlakukan
kembali perlembagaan 1879 dan membentuk kembali parlimen yang sudah dibubarkan.

Pemberlakuan kembali perlembagaan 1879 telah menyulut kerusuhan yang terjadi pada
tanggal 13 April 1909 yang menunjukkan penolakan masyarakat yang mayoritas
Muslim terhadap kekuasaan Komite Persatuan dan Kemajuan sekaligus wujud
kebencian terhadap Freemasonry dan terutama dari kalangan para ulama. Para ulama
menilai bahwa perlembagaan 1879 dapat membawa Khilafah Uthmaniah ke arah
sekularisme dan pemerkosaan terhadat syari'at Islam.

Untuk "memulihkan ketertiban", maka pejabat-pejabat militer Macedonia mengirimkan
pasukan Harekat Ordusu dari Salonika. Akan tetapi pasukan yang dipimpin oleh
Dunama-Freemason bernama Ramzy bey ini malah berbalik menyerang keduduka
Sultan dan menghancurkan barikade-barikade pertahanan para penentang konstitusi.
Akibat peristiwa ini kemudian dipecatnya Sultan Abdul Hamid II dari kedudukannya
sebagai Sultan-Caliph oleh parlemen.

Terhadap peristiwa pemecatan ini, Sultan Abdul Hamid II menuding kelompok Yahudi
sebagai pihak yang bertanggung jawab. Hal ini terungkap dalam surat Sultan Abdul
Hamid II kepada salah seorang gurunya Syekh Mahmud Abu Syamad yang berbunyi:

------------------------------------------------------------------------------
"...Saya meninggalkan kekhalifahan bukan karena suatu sebab tertentu, melainkan karena
tipu daya dengan berbagai ancaman dari tokoh-tokoh Organisasi Persatuan yang dikenal
dengan sebutan Cun Turk (Jeune Turk), sehingga terpaksa saya meninggalkan
kekhalifahan itu. Sebelumnya, organisasi ini telah mendesak saya berulang-ulang agar
menyetujui dibentuknya sebuah negeri nasional bagi bangsa Yahudi di Palestin. Saya
tetap tidak menyetujui permohonan berulang-ulang yang memalukan ini. Akhirnya
mereka menjanjikan uang sebesar 150 juta pounsterling emas. Saya tetap dengan tegas
menolak tawaran itu. Saya menjawab dengan kata-kata,

<< Seandainya kalian membayar dengan seluruh isi bumi ini, aku tidak akan menerima
tawaran itu. Tiga puluh tahun lebih aku hidup mengabdi kepada kaum Muslimin dan
kepada Islam itu sendiri. Aku tidak akan mencoreng lembaran sejarah Islam yang telah

dirintis oleh nenek moyangku, para Sultan dan Khalifah Uthmaniah. Sekali lagi aku
tidak akan menerima tawaran kalian.>>

Setelah mendengar dan mengetahui sikap dari jawaban saya itu, mereka dengan kekuatan
rahsia yang dimiliki memaksa saya menanggalkan kekhalifahan, dan mengancam akan
mengasingkan saya di Salonika. Maka terpaksa saya menerima keputusan itu daripada
menyetujui permintaan mereka. Saya banyak bersyukur kepada Allah, karena saya
menolak untuk mencoreng Daulah Uthmaniah, dan dunia Islam pada umumnya dengan
noda abadi yang diakibatkan oleh berdirinya negeri Yahudi di tanah Palestin. Biarlah
semua berlalu. Saya tidak bosan-bosan mengulang rasa syukur kepada Allah Ta'ala,
yang telah menyelamatkan kita dari aib besar itu. Saya rasa cukup di sini apa yang perlu
saya sampaikan dan sudilah anda dan segenap ikhwan menerima salam hormat saya.
Guruku yang mulia. mungkin sudah terlalu banyak yang saya sampaikan. Harapan saya,
Anda beserta jama'ah yang anda bina bisa memaklumi semua itu.

Wassalamu'alaikum Wr.wb.
22 September 1909
ttd
Pelayan Kaum Muslimin
(Abdul Hamid bin Abdul Majid)
(Carr, 1991:21)
-------------------------------------------------------------------------------

Penurunan Sultan Abdul Hamid II dari kedudukannya sebagai Sultan-Caliph menandai
berkuasanya Komite Persatuan dan Kemajuan secara langsung dalam pemerintahan
Uthmaniah. Untuk melempangkan kekuasaannya, maka kemudian Komite Persatuan
dan Kemajuan mengambil garis tegas untuk menjalankan ide Turanisme (Nasionalisme
Turki) di berbagai bidang.

Strategi diplomasi Yahudi di luar Uthmaniah dilakukan dengan pendekatannya terhadap
pemerintahan Inggris dan Jerman untuk menyokong usaha-usaha kaum Yahudi.
Pendekatan terhadap pemerintahan Inggris menghasilkan "Deklarasi Balfour" yang
berisi persetujuan pemerintahan Inggris untuk mendirikan negara nasional bagi bangsa
Yahudi di Palestin dan mendukung untuk tercapainya usaha tersebut. Deklarasi Balfour
inilah yang merupakan titik kunci permasalahan Palestin hingga kini.

KHILAFAH UTHMANIYAH RUNTUH

Dimulai dari kekalahan Uthmaniah dalam Peperangan Dunia I yang ditandai dengan
masuknya pasukan Inggris ke Istanbul dan menguasai pemerintahan. Mustafa Kamal
adalah anggota Freemason yang menjadi salah seorang pimpinan pasukan Uthmaniah
yang ditugas menghadang gerak laju sekutu di Anatolia, akhirnya mempengaruhi dan
mengumpulkan massa untuk memberontak terhadap kekuasaan Khalifah di Istanbul.

Dengan berbagai taktik dan strategi akhirnya Mustafa Kamal membentuk parlimen baru
yaitu Majlis Raya Nasional pada tanggal 19 March 1920. Selanjutnya Kamal
mempelopori Majlis untuk membentuk negara baru yaitu negara nasional Turki.
Kemenangan pasukan Kamal menghalau pasukan sekutu yang diikuti dengan gencatan
senjata dan perundingan pada tanggal 3-11 Oktober 1922 semakin memperkokoh posisi
Kamal.

Tanggal 1 November 1922, Majlis Raya Nasional mengundangkan peraturan baru yang
memisahkan antara kesultanan dan kekhalifahan. Pengundangan peraturan baru
berakibat dibubarkannya seluruh perangkat negara Uthmaniah dan Isanbul secara
administratif dikuasai oleh Majlis Raya Nasional. Selanjutnya tanggal 4 November 1922
kabinet Taufiq Pasha di Istanbul mengundurkan diri dari jabatannya dan diperintahkan
untuk menghentikan kegiatannya. Sultan Muhammad VI Wahiduddin saat itu merasa

dalam bahaya akhirnya mengasingkan diri ke Malta. Majlis memilih Abdul Majid II bin
Abdul Aziz sebagai penggantinya yang dibai'at oleh kaum Muslimin sedunia.

Sementara itu, pada tanggal 21 November terjadi perjanjian antara Inggris dan Turki
untuk membahas penyelesaian masalah Turki. Dalam kesempatan tersebut Inggris
mengajukan syarat-syarat agar pasukannya dapat ditarik dari wilayah Turki, yang
dikenal dengan "pernyataan Curzon", yaitu:

1. Turki harus menghapuskan Khilafah Islamiyah serta mengusir khalifahnya dan
menyita semua harta kekayaannya.

2. Turki harus berjanji untuk menghalangi setiap gerakan yang membela kekhalifahan.

3. Turki harus memutuskan hubungannya dengan dunia Islam.

4. Turki harus menerapkan hukum sipil sebagai pengganti hukum Daulat Uthmaniah
yang bersumberkan Islam.

Persyaratan tersebut diterima oleh Mustafa Kamal dan perjanjian ditandatangani pada
tanggal 24 Julai
1923.

Akhirnya melalui perdebatan alot dan tekanan pada tanggal 3 March 1924, Majlis Raya
Nasional menghapus jabatan Khalifah dan khalifahnya saat itu Sultan Abdul Majid II
diusir keluar negeri. Penghapusan khilafah ini kemudian diikuti dengan pemberangusan
segala unsur Islam dalam masyarakat. Dari mulai penutupan dan pengalihfungsian
masjid-masjid, pelarangan penggunaan bahasa Arab, tulisan Arab dan pakaian Muslim
sampai penghapusan Mahkamah Syari'at dan perubahan penanggalan Masehi. Tindakan
ini memutuskan Turki dari masa lalunya yang dilandasi Islam dan memutuskannya dari
Dunia Islam. Dengan demikian berakhirlah Khilafah Islam yang telah dipertahankan
selama 13 abad, dan berakhir pula kekuasaan Uthmaniah yang berlangsung sekitar 640
tahun.

Prestasi Mustafa Kamal Attaturk seorang agen Freemason Yahudi dalam menghapuskan
Khilfah ini, sangat dibanggakan oleh Freemason yahudi yang disebutkan dalam
Ensiklopedi Freemasonry:

-----------------------------------------------------------------------------
"Revolusi Turki (yang dimulai) pada tahun 1918 yang diprakarsai oleh saudara yang
mulia Mustafa Kamal Attaturk sangat menguntungkan rakyat, melenyapkan kekuasaan
Sultan, memberantas Khilafah, menghilangkan Mahkamah Syari'at, menyingkirkan
perananan agama Islam dan menghapuskan kementerian wakaf. Bukankah semua ini
merupakan pembaharuan yang dikehendaki Freemasonry dalam setiap bangsa yang
sedang bangkit? Siapa di antara tokoh Freemasonry yang dapat menandingi Attaturk,
baik dulu maupun sekarang?" (Al-Kilany, 1992:19Sejarah Palestina

Sejak periode kedua Abasiyyah yang dimulai setelah pertengahan abad
ketiga hijriah, negara kekhilafaan Islam terus melemah secara progresif
hingga akhirnya harus pecah menjadi tiga khilafah. Khilafah Abasiyah
berdiri di Timur; khilafah Fatimiyyah di Mesir, sebagian wilayah Afrika
Utara dan Syria; dan khilafah Umawiyah di Andalus. Pada saat kondisi
umat yang seperti ini perang salib terjadi.

Peta Politik Regional sebelum Perang Salib :
Empat puluh tahun sebelum terjadinya perang salib, bangsa Saljuk Turki telah berhasil
mendominasi Baghdad dan mengambil kekuasaannya di bawah kekhalifaan nominal


Click to View FlipBook Version
Previous Book
Salahkah Berambisi
Next Book
Beberapa Budaya Arab yang Perlu Anda Tahu