The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Student Excursion Study to China.
Keliling 3 negara 5 kota, berbekal Rp. 4,3jt

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Perpus Kota Semarang, 2018-10-08 03:53:53

[Eko_Nursanty]Student Excursion Study to China. Keliling 3 negara 5 kota, berbekal Rp. 4,3jt

Student Excursion Study to China.
Keliling 3 negara 5 kota, berbekal Rp. 4,3jt

COVER DEPAN



Student
Excursion Study

to China.

Keliling 3 negara 5 kota,
berbekal Rp. 4,3jt

Eko Nursanty

Student Excursion Study to China.
Keliling 3 negara 5 kota, berbekal Rp. 4,3jt

Copyright © 2011 Eko Nursanty
All rights reserved.

Penerbit:
SEMARANG BACKPACKER
www.semarangbackpacker.com
Jln. Taman Rambutan II B3/12B
Bukit Semarang Baru (BSB) Mijen SEMARANG
+62 858 761 42 560 ; +62 899 5828 079

ISBN: 1466353333
ISBN-13: 978-1466353336

PERSEMBAHAN

Terima kasih tiada tara kepada Allah yang memberi kesempatan mewujudkan
mimpi-mimpi kami semua.

Kupersembahkan kepada kedua belahan jiwaku Archita & Gunawan, ayahku Sofwan
pendidik tauladan bagiku, ibuku Nurlaila dan adik-adikku serta kepada almamater,
segenap sivitas akademika dan para mahasiswaku di Prodi Arsitektur UNTAG
Semarang. Thanks for the supports…..

Persembahan rasa bangga pada para peserta kegiatan ini :
Afif Salim – Rian Rendika – Mahmudi – Abdul Rois
Felix Yobbe - Fakhry Trisnadinata – Dicky Christanto

KRITIK & SARAN bersifat membangun silahkan dtulis di wall facebook saya :
http://www.facebook.com/ekonursanty



DAFTAR ISI

Kata Pengantar i

1 Setahun Persiapan 1

2 Transportasi dan akomodasi 6

3 Data dan Narasumber 13

4 Perhitungan Anggaran 18

5 Singapore 26

6 Malaka 42

7 Kuala Lumpur 48

8 Guangzhou 58

9 Beijing 84

10 Behind The Journey 113

DAFTAR DIAGRAM

Diagram 1: Diagram mind map pengumpulan data dan narasumber ________________ 13
Diagram 2: Pengelompokan Pengumpulan data ________________________________ 15
Diagram 3: Hirarki sistim tata negara di China __________________________________ 70

DAFTAR PETA

Peta 1: Orchard Road ______________________________________________________ 27
Peta 2: Terminal 3 Changi Airport ____________________________________________ 32
Peta 3: Malaka World Herritage _____________________________________________ 41
Peta 4: Ciber Jaya _________________________________________________________ 48
Peta 5: Siteplan Putrajaya __________________________________________________ 49
Peta 6: Jalur Transportasi dari KLIA menuju Putra Jaya ___________________________ 52
Peta 7: Kuala Lumpur International Airport (KLIA) _______________________________ 53
Peta 8: Kota Guangzhou____________________________________________________ 58
Peta 9: Rute Kereta di China ________________________________________________ 60
Peta 10: Guangzhou dan sekitarnya __________________________________________ 73
Peta 11: Jalur kereta cepat di kota ___________________________________________ 74
Peta 12: Rute kereta transportasi tengah kota __________________________________ 74
Peta 13: Guangzhou Garment Wholesale Markets_______________________________ 76
Peta 14: Underground yang menghubungkan terminal bus, kereta dan whole market __ 77
Peta 15: Baiyun International Airport _________________________________________ 81
Peta 16: Kota Beijing ______________________________________________________ 83
Peta 17: Lokasi 40 World Heritage yang ada di China ____________________________ 84
Peta 18: Keseluruhan Great Wall China________________________________________ 85
Peta 19: Beberapa lokasi spot menarik tembok China ____________________________ 86
Peta 20: Forbidden City ____________________________________________________ 97
Peta 21: Forbidden City foto udara ___________________________________________ 98
Peta 22: Wangfujing Street ________________________________________________ 104
Peta 23: Hutong, Wangfuijing Street, Forbiden City & Tian'anmen _________________ 108

DAFTAR TABEL

Table 1: Prosentase Anggaran _______________________________________________ 23
Table 2: Tarif parkir di Singapore_____________________________________________ 27
Table 3: Wilayah Kecamatan Malaka _________________________________________ 42
Table 4: Pembagian District di China __________________________________________ 59

DAFTAR FOTO

Foto 1: Rapat Persiapan Pertama, merancang mimpi.______________________________1
Foto 2: Dilepas oleh Rektor dan Dekan menjelang keberangkatan ____________________3
Foto 3: Belajar mengatur keuangan dalam 3 mata uang asing_______________________4
Foto 4: Menunggu di ruang tunggu bandara Yogya________________________________5
Foto 5: Check in menggunakan web self check in __________________________________6
Foto 6: Ezlink, kartu transportasi publik di Singapore ______________________________8
Foto 7: Mesin untuk menempelkan Ezlink pada bis kota ____________________________8
Foto 8: Mesin untuk mengisi ulang Ezlink ________________________________________8
Foto 10: Kamar Dorm di Footprints Hostel, Singapore ______________________________9
Foto 9: Belajar mengisi ulang Ezlink ____________________________________________9
Foto 11: Tampak depan Footprints Hostel ______________________________________11
Foto 12: Kartu NPWP _______________________________________________________19
Foto 13: Visa China ________________________________________________________20
Foto 14: Pengamatan fluktuasi kurs Dolar Singapore _____________________________23
Foto 15: Di depan URA galery, Singapore _______________________________________25
Foto 16: Maket Perencanaan Kota Singapore ___________________________________26
Foto 17: Maket Marina Bay__________________________________________________26
Foto 18: Di Depan LTA Gallery ________________________________________________28
Foto 19: Sejarah Transportasi di Singapore _____________________________________30
Foto 20: Penjelasan konstruksi monorail MRT ___________________________________30
Foto 21: Interior Changi International Airport dari atas____________________________31
Foto 22: Setelah melewati imigrasi ____________________________________________34
Foto 23: Nasi Briyani, masakan khas di Little India _______________________________39
Foto 24: Berfoto bersama sahabat dari UGM____________________________________40
Foto 25: Didepan Icon Malaka _______________________________________________44
Foto 26: Malaka River Cruise _________________________________________________45
Foto 27: Pusat Area World___________________________________________________47
Foto 28: Ruang Terbuka Publik di tengah kota Putra Jaya __________________________50
Foto 29: Gedung Kantor Perdana Mentri Malaysia _______________________________50
Foto 30: Mesjid utama tengah kota Putra Jaya __________________________________51
Foto 31: Peta panduan Putra Jaya ____________________________________________52
Foto 32: KLIA dari atas______________________________________________________54
Foto 33: Fasilitas yang ada KLIA ______________________________________________55
Foto 34: Eksterior dan Interior KLIA____________________________________________56
Foto 35: Eksterior dan interior KLIA____________________________________________57
Foto 36: Stasiun Kereta Api yang langsung terhubung_____________________________60
Foto 37: Interior China Train, sleep train________________________________________61
Foto 38: Antrian tiket kereta api di Guangzhou __________________________________61
Foto 39: Contoh tiket kereta api China _________________________________________62
Foto 40: Suasana interior Guangzhou Railway Station_____________________________62
Foto 41: Jadwal kedatangan dan keberangkatan kereta ___________________________63
Foto 42: Ruang Tunggu Guangzhou Railway Station ______________________________64
Foto 43: Rute kereta api di China _____________________________________________65
Foto 44: Interior kereta api ekonomi seat _______________________________________66

Foto 45: Interior China Train ________________________________________________ 67
Foto 46: Petualangan si Kungfu Panda ________________________________________ 68
Foto 47: Suasana pedesaan di China __________________________________________ 69
Foto 48: Guangzhou malam hari dari atas pesawat ______________________________ 71
Foto 49: Ojek di Guangzhou_________________________________________________ 72
Foto 50: Rute bis di terminal bis Guangzhou ____________________________________ 73
Foto 51: Heng Fu Lai Hotel, dekat stasiun kereta api di Guangzhou _________________ 75
Foto 52: Yuexiu Park, Guangzhou ____________________________________________ 75
Foto 53: Interior Heng Fu Lai Hotel, Guangzhou _________________________________ 76
Foto 54: Eksterior dan Interior Guangzhou Garment Wholesale Markets _____________ 77
Foto 55: Bersepeda di tengah kota Guangzhou _________________________________ 78
Foto 56: Penitipan sepeda di Guangzhou ______________________________________ 79
Foto 57: Baiyun Internationa airport, Guangzhou _______________________________ 80
Foto 58: Eksterior Baiyun International Airport _________________________________ 80
Foto 59: Interior Baiyun International Airport___________________________________ 81
Foto 60: Proses imigrasi di Baiyun International Airport __________________________ 82
Foto 61: Eksterior Baiyun International Airport _________________________________ 82
Foto 62: Menara suar di tembok Mutianyu. ____________________________________ 87
Foto 63: Pintu gerbang Shanhaiguan _________________________________________ 88
Foto 64: Bagian tembok raksasa Badaling. _____________________________________ 89
Foto 65: Dinding Great Wall ________________________________________________ 91
Foto 66: Entrance Area Great Wall ___________________________________________ 92
Foto 67: Souvenir shop di Great wall __________________________________________ 92
Foto 68: Tiananmen Square _________________________________________________ 92
Foto 69: Tiananmen Square _________________________________________________ 94
Foto 70: Forbiden City _____________________________________________________ 96
Foto 71: Perspektif Forbidden City ____________________________________________ 99
Foto 72: Ornamen di Forbidden City __________________________________________ 99
Foto 73: New Dragon Hostel _______________________________________________ 102
Foto 74: John B Turner dan website kelompok fotografinya ______________________ 103
Foto 75: John B. Turner, Director of PhotoForum and Senior Lecturer in Photography at the
Elam School of Fine Arts, University of Auckland on a tour of the Brian Brake: Lens on the
World exhibition that will focus on the work done by Brake as a photojournalist______ 104
Foto 76; Department Street di Wang Fujing Street______________________________ 105
Foto 77: Di sekitar Wang Fujing Street _______________________________________ 105
Foto 78: Street Furniture Wang Fujing Street __________________________________ 107
Foto 79: Jalan di sepanjang huting area ______________________________________ 108
Foto 80: Denah rumah tradisional china di Hutong Area_________________________ 110
Foto 81: Cover dan Kontrak Terbit Buku Harian Perjalanan KKL China ______________ 111

KATA PENGANTAR

Kalau ada yang bertanya ke arah manakah segala perjalanan backpackerku ?
Kearah perbaikan bagi seluruh mahasiswaku.

Kalau ada yang bertanya kepada siapa sajakah kau ceritakan tentang
pengalaman perjalananmu ?

Kepada seluruh dunia yang terbentang bagi mahasiswaku.
Kalau ada yang bertanya kepada siapa sajakah kau tunjukkan foto-foto indah

perjalananmu ?
Foto-foto itu kulukiskan di benak mahasiswaku.
Kalau ada yang bertanya mengapa aku demikian selektif ?
Karena aku tidak mau menerima berlian mentah yang tak mampu diasah.
Kalau ada yang bertanya mengapa aku sangat mudah nervous ?
Karena aku sedang merenda arah kehidupan baru bagi kehidupan mahasiswaku
Kalau ada yang bertanya kenapa aku mudah menangis ?
Karena bersama mereka lah jantungku berdegup kencang merencanakan perjalananku.
Kalau ada yang bertanya apa tujuan akhir perjalananku ?
Menempatkan mahasiswaku agar sejajar dengan siapapun.
Kalau ada yang bertanya kapan kau akan mengakhiri perjalanan ini ?
Sampai mereka mampu melambaikan tangan padaku dari puncak menara maha tinggi

yang tak pernah ada di jamanku ini.

i



1 SETAHUN PERSIAPAN

P Persiapan
erjalanan ini diawali kita salah seorang mahasiswaku, Afif
menemuiku di meja kerjaku pada suatu hari. Mahasiswa ini tidak
terlalu aku kenal sebelumnya, karena berasal dari Prodi Teknik Sipil
dan bukan dari Prodi dimana aku mengajar yaitu Arsitektur.
Dia mengutarakan impiannya untuk ikut Kuliah Kerja Lapangan ke luar

negeri seperti yang baru saja aku
lakukan bersama para mahasiswa di
jurusanku Arsitektur, sebelumnya.
Dia menghadap sendiri, dengan
niatnya yang spontan dan
bermodalkan impian besar, khasnya
seorang pemuda, pemuda yang
menjadi impianku akan banyak
bertebaran di sekitarku. Kepadatan
perkuliahan, dan keterbatasan
prasarana yang selama ini akrab
dengan kami, kerap kali menciptakan

Foto 1: Rapat Persiapan Pertama, mahasiswa pesimis di sekelilingku.
merancang mimpi. Secepatnya menyelesaikan kuliah dan
segera pulang, adalah gaya khas yang

hampir digandrungi beberapa tahun yang lalu.

1

EKO NURSANTY

Ngobrol dan bangga, menjadi mahasiswa??? Halah, diluar sana para sarjana
masih banyak nganggur, tak perlu rasanya membanggakan diri sebagai
mahasiswa....... itu jorgan pahit yang tampak dalam senyum mereka saat kami
beberapa dosen menawarkan untuk berdiskusi baik di kelas maupun di forum-
forum online.

Sejatinya, mereka lupa, kebanggaan menjadi mahasiswa adalah perwujudan
semangat mereka pada usia yang saat itu mereka miliki. Semangat itu akan
membias dalam setiap gerak mereka dan mendorong mereka untuk terus
mengembangkan dirinya, dari hari ke hari. Dan pada akhirnya akan
membentuk karakter mereka di masa depan. Apapun yang terjadi dengan
kegagalan orang yang terdahulu, tidak boleh mempengaruhi dunia mereka.
Bagaikan bayi yang belajar berjalan, tidak perlu cemas karena ada seorang
pelari tangguh yang mengalami cedera didalam lomba marathonnya.

Saya tanamkan kepada Afif, perjalanan KKL Internasional ini adalah
perjalanan sangat murah dibanding orang-orang lain, karena perbandingan
sebelumnya, KKL menuju Singapore, Malaysia dan Thailand mengahabiskan
total biaya Rp. 2,3 juta (Jan 2009). Namun demikian saya tidak akan pernah
menganggap ini adalah perjalanan murahan. Persiapan dan perencanaannya
akan merupakan masa penempaan kemampuan bagi pesertanya, masa
promosi bagi lingkungan sekitar dan masa membanggakan bagi para orang tua
yang menyaksikan perubahan gaya belajar pada anak-anaknya.

Kujanjikan kepada Afif, persiapan bagi KKL berikutnya, yang akan
menggabungkan 2 jurusan yang ada di Fakultas Teknik UNTAG Semarang.
KKL pertama yang menggabungkan 2 jurusan dan KKL yang kedua
melangkah meninggalkan tanah air. Setelah setahun sebelumnya jurusan
Arsitektur melakukan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) ke Singapore, Malaysia
dan Thailand.

Awalnya, kami mempertimbangkan negara-negara di Asia Tenggara yang
akan menjadi obyek kunjungan kami. Sempat terlontar, Philipina sebuah
negara yang konon rawan gempa dan akan menjadi bahan pembelajaran yang
layak bagi penggabungan 2 ilmu yaitu teknik Sipil dan Arsitektur. Namun
demikian, KKL internasional kedua ini adalah upaya peningkatan lokasi dari
KKL sebelumnya. Kami ingin sebuah lokasi yang sangat berbeda dengan yang
terdahulu. Berbeda bukan hanya dalam letak namun berbeda kekuatan kultur
dan budaya, berbeda dalam perpaduan teknologi dan juga berbeda dalam
pengumpulan data.

Akhirnya, kami mengindikasikan kemajuan terbesar di Asia dalam bidang
konstruksi pada hal-hal sebagai berikut : Gedung tertinggi yang mengalahkan
Petronas (Malaysia), ada di Shanghai. Bandara terbesar yang mengalahkan
Subvanarbhumi (Thailand) ada di Beijing. Dan akhirnya kami memutuskan
memilih China sebagai obyek Kuliah Kerja Lapangan Internasional yang
kedua ini, dengan peserta yang secara resmi mendaftar adalah : Afif Salim,

2

Student Excursion Study to China
Keliling 3 negara 5 kota, berbekal Rp. 4,3jt

Rian Rendika, Mahmudi, Abdul Roiz, Felix Yobbe, Fakhry Thrisnadiputra,
Dicky Khristanto, Liliana Amaral, Isabel Delfina Gusmao.

Memilih dan menentukan tema.
Memilih tema adalah langkah besar berikutnya setelah kami menentukan
lokasi. Karena tema ini harus memberikan dampak spesial bagi peserta
diantara berjuta hal baru yang akan kami temui dan pelajari di sebuah lokasi
yang baru.
Berjuta data tentang China mulai kami kumpulkan, bagai orang buta yang
meraba ke arah manapun dan mengumpulkannya bersama-sama. Dan proses
penyesuaian mulai berlangsung saat ini. Kecepatan membaca, kecepatan
mencerna, kecepatan melakukan inovasi mulai kami sejajarkan. Segala karya
bukan lagi menjadi milik perorangan namun menjadi milik tim. Kekurangan
sesorang menjadi kelemahan bersama, sehingga harus segera diatasi bersama
entah dengan cara salah seorang mengorbankan dirinya, atau bersama-sama
tim saling merendahkan ke ego annya.
Perbincangan yang paling menarik dan bisa kami terima bersama-sama
adalah topik mengenai model transportasi moderen di kota-kota besar. Teori
dan gambar-gambarnya mampu memukau dan mengembangkan rasa ingin
para siswa yang berasal dari disiplin ilmu yang berbeda. Disamping itu,
mempelajari transportasi moderen akan lebih mempermudah kita untuk
menganalisis lanjutan perjalanan secara lebih mudah. Akhirnya, kami putuskan
memilih topik untuk mengeksplore bandara-bandara internasional pada
negara-negara yang akan kami kunjungi, yaitu : Singapore, Malaysia dan China.
Seperti yang sudah kami perkirakan, akan lebih mudah menemukan peta,
lokasi, denah bahkan video pada semua international airport tersebut.
Maka, perjalanan ini, sudah kami mulai, sejak kami mengarahkan data
dengan lebih fokus dan menikmati sajian video-video pendek yang ada di
youtube saat pengumpulan data guna lebih memahami kondisi yang belum
pernah kami temui.

Foto 2: Dilepas oleh Rektor dan Dekan menjelang keberangkatan
3

EKO NURSANTY

Beberapa hal yang mutlak dikuasai para calon peserta KKL internasional
ini adalah IT dan Bahasa Inggris. Meskipun kami adalah kampus dengan
jurusan Teknik, selama ini kami masih punya banyak pilihan untuk belajar
hanya dari diktat dosen dan buku-buku berbahasa Indonesia saja. IT bagi
sebagian dari kami hanya digunakan untuk tugas-tugas makalah dengan bobot
sks yang tidak sebesar tugas lain yang kami kerjakan dengan manual.

Foto 3: Belajar mengatur keuangan dalam 3 mata uang asing

Setahun yang lalu saat membimbing KKL internasional pertama yang saya
mulai tahun 2008, dan berangkat tahun 2009 ke Singapore, Malaysia dan
Thailand, tak seorangpun mahasiswa yang memiliki laptop. Sehingga kami
berlatih IT di warnet secara rutin bersama-sama. Bahkan saya pun sebagai
dosen hanya memiliki laptop tanpa webcam, sehingga saat saya harus
berdiskusi melalui video online dengan seorang nara sumber, saya harus
membuat janjian ketemuan dan langsung menuju ke warnet untuk
menggunakan skype.

6 bulan setelah kepulangan kami, Mei 2009, kami sudah melakukan
publish hasil KKL secara internasional dengan cara video online dengan
narasumber dari Belanda dan United State di Gedung Graha Kebangsaan,
Kampus UNTAG Semarang. 4 bulan kemudian, seluruh kawasan kampus
telah memiliki hot spot area. Dan secara otomatis, life style mahasiswa
didalam menggunakan waktu di luar kelasnya pun semakin berorientasi
kepada IT.

Untuk KKL internasional yang ke dua ini, kendala IT sudah tidak lagi pada
prasarana seperti sebelumnya. Hampir seluruh peserta sudah melengkapi diri
dengan prasarana yang memadai, dan ditambah niat mereka untuk memilih
KKL internasional yang memerlukan persiapan lebih panjang dan detil, kami
melangkahi tahap-tahap IT dan Bahasa Asing dengan lebih terencana.

4

Student Excursion Study to China
Keliling 3 negara 5 kota, berbekal Rp. 4,3jt

Namun demikian, China masih sangat banyak menggunakan data dan
informasi berbahasa china sehingga kami sering tidak ada pilihan untuk selalu
menterjemahkan melalui google translate site mereka, dan ini sering kali tidak
berhasil. Kesulitan terbesar adalah memahami peta transportasi publik.
Mereka tidak memiliki fasilitas pemesanan secara online pada transportasi
umum. Yang ditawarkan bagi kami adalah site dengan pemesanan online yang
menambahkan biaya makelar sebesar 20% tanpa fasilitas paypal. Buat saya
yang terbiasa menggunakan transaksi online, membayar tanpa perlindungan
paypal benar-benar membuat saya enggan melakukannya. Komunikasi saya
dengan sang pemilik bisnis pun terkadang tidak bisa secara online karena
umumnya mereka tidak fasih menggunakan bahasa Inggris. Dan email partner
bisnis, yang menggunakan alamat email gratisan seperti yahoo, gmail, dsb.
Benar-benar bukan pilihan menarik buat saya.

Foto 4: Menunggu di ruang tunggu bandara Yogya

5

2 TRANSPORTASI DAN AKOMODASI

D Penerbangan, kereta dan bis antar Negara.
i akhir tahun 2009, Air Asia baru saja membuka rute
penerbangannya menuju China, yaitu Kuala Lumpur – Tianjin,
saat pertama kali di launching, tiket Kuala Lumpur – Tianjin PP
sebesar Rp. 800 rb an. Dan kami juga menemukan, bahwa dengan kereta
cepat dari Tianjin kami bias langsung menuju Beijing dalam waktu 30 menit.

Foto 5: Check in menggunakan web self check in
6

Student Excursion Study to China
Keliling 3 negara 5 kota, berbekal Rp. 4,3jt

Bulan Maret 2010, saat kami semua sudah menyelesaikan pembuatan
passport dan berniat memesan tiket pesawat, kami menemukan harga tiket
Kuala Lumpur – Tianjin tidak lagi semurah dulu, dan cukup tinggi bagi
anggaran yang kami persiapkan. Akhirnya, kami memustuskan merubah arah
ke kota lain di China yang saat itu baru dilaunching, yaitu : Kuala Lumpur –
Guangzhou PP.

Tiket yang kami bayar adalah Kuala Lumpur – Guangzhou PP berkisar
harga 712 MYR / orang atau kalau dirupiahkan sekitar Rp. 2,1 jutaan pada
kurs saat itu. Resiko yang harus kami ambil adalah menyambung perjalanan
dengan kereta ekonomi Guangzhou – Beijing yang tiket nya adalah 253 CNY
atau berkisar Rp. 340 rb an. Jadi kalau ditotal tiket pesawat PP dan kereta PP,
kami menghabiskan biaya Rp. 2.780.000 an. Sedangkan tiket pesawat Kuala
Lumpur – Tianjin PP pada saat itu sekitar Rp. 3,5jt an. Belum lagi ditambah
biaya kereta cepat Tianjin – Beijing. Sehingga keputusan memilih jalur
pesawat Kuala Lumpur – Guangzhou PP dan menyambungnya dengan kereta
ekonomi Guangzhou – Beijing PP adalah pilhan paling ekonomis pada saat
itu. Meskipun konsekwensinya, membutuhkan waktu 20 jam PP di kereta
ekonomi China.

Namun demikian, masih banyak waktu untuk kembali menyiapkan tiket
pesawat dari Indonesia menuju Kuala Lumpur, sehingga kami bertekad
mendarat lebih dahulu di Singapore, kemudian menuju Malaysia sebelum
akhirnya terbang dari Kuala Lumpur menuju China.

Pada bulan Mei 2010 (2 bulan setelah tiket China terbeli), kami membayar
tiket pesawat Yogya-Singapore yang seharga Rp. 325.000. Dan tiket pulang
Kuala Lumpur – Solo seharga 99 MYR atau sekitar Rp. 285.000. 5 hari
pertama KKL kami akan kami lalui di Singapore, Malacca dan Kuala Lumpur.
Kemudian 5 hari berikutnya di China. Sedangkan perpindahan Negara dari
Singapore menuju Malaysia kita akan menggunakan bus antar Negara yang
dimiliki oleh Singapore dan Malaysia. Total biaya untuk kebutuhan kami
transportasi antar negara adalah sebagai berikut :

Keterangan SGD MYR CNY Rupiah

Pswt Yogya-Singapore 325.000
17.500
Bis Singapore-Johor Baru 2,5 58.000
36.000
Bis Johor Baru - Malacca 20 2.100.000
12,5
Bis Malacca – Kuala Lumpur 712 650 650.000
3.186.500
Pesawat Kuala Lumpur –
Guangzhou PP

Kereta Guangzhou-Beijing PP

Total Transportasi antar kota dan Negara adalah :

7

EKO NURSANTY

Perencanaan transportasi lokal.

Setiap Negara memiliki karakter
transportasi lokal yang khas, dan disinilah
kita dituntut menyerap dan mempelajarinya
dengan baik. Untuk beberapa negara maju
di Asia Tenggara, umumnya tersedia
transportasi lokal yang memudahkan
wisatawan yang dating berkunjung ke sana

Foto 6: Ezlink, kartu transportasi dengan cara tersedianya tourist pass harian.
publik di Singapore Kali ini, Singapore hanya di Singapore kami
menggunakan kartu pass untuk transportasi
di dalam kota yang bias kami gunakan saat
menaiki MRT maupun bis kotanya.

Kartu Ezlink ini sudah saya miliki jauh hari sebelum ke Singapore kali ini,
dan sudah yang kesekian kalinya digunakan oleh mahasiswa. Masa berlakunya
adalah 5 tahun dan setiap kali habis pulsa didalamnya bias dilakukan pengisian
ulang kembali menggunakan mesin-mesin yang tersedia di sekitar pintu keluar
masuk area MRT.

Berikutnya adalah mesin yang berada di
dekat pintu keluar masuk stasiun MRT.
Fungsinya melayani penjualan tiket baik

untuk sekali pakai maupun pengisian ulang
kartu Ezlink kita. Bagaimana menggunakan
mesin ini untuk pengisian ulang selalu
menjadi proses yang menarik dan penting
buat kita semua, karena bila kita malakukan
perjalanan pada jam-jam dimana counter
Foto 7: Mesin untuk mengisi tiket tidak
ulang Ezlink lagi buka,

maka hanya mesin ini lah satu-satunya yang
paling bias diandalkan selama 24 jam penuh.

Ada beberapa fungsi yang bisa dilakukan
oleh mesin ini, yaitu : mengecek sisa pulsa,
mengisi ulang baik secara langsung
menggunakan uang cash atau menggunakan
ATM serta credit card. Kemudian buat mereka Foto 8: Mesin untuk
yang tidak punya kartu berlangganan Ezlink, menempelkan Ezlink pada
bias membeli tiket untuk sekali perjalanan. bis kota

8

Student Excursion Study to China
Keliling 3 negara 5 kota, berbekal Rp. 4,3jt

Sedangkan untuk perjalanan dengan bis di Singapore yang bermana SBS
(Singapore Bus System) kartu Ezlink tinggal kita tempelkan pada mesin
pembayaran yang berfungsi sebagai deteksi pada pintu masuk dan harus
kembali kita tempelkan pada mesin yang bentuknya sama dan terletak di pintu
keluar sebagai penghitung jarak tempuh yang telah kita lakukan menggunakan
bis tersebut.

MRT adalah kepanjangan dari
Mass Rapid Transportation di
Singapore. Bentuknya mirip kereta
api, sebagai alat transportasi utama
di kota Singapore. Jalurnya tepat
membelah tengah kota sehingga
memiliki jarak tempuh yang sangat
pendek dan cepat jika dibandingkan
menggunakan model transportasi
lain. Diatas adalah peta MRT (Mass

Foto 9: Belajar mengisi ulang Ezlink Rapid Transportation) dan LRT
(Light Rapid Transit) di Singapore.
Pada titik-titik tertentu perhentian
MRT kita melihat notasi LRT berwarna biru. Notasi ini adalah lokasi-lokasi
yang terdapat terminal bis menuju lokasi-lokasi didalam lingkungan urban area
misalnya: Bedok atau Eunos. Bis yang ada di terminal bis ini malayani radius

pelayanan lebih kecil ke arah pemukiman penduduk sekitarnya. Hostel dan
radius pelayanan

Foto 10: Kamar Dorm di Footprints Hostel, Singapore

Pemesanan hostel dilakukan berdasarkan radius pelayanan terdekat pada
obyek kunjungan yang kami prioritaskan. Tahun lalu pada KKL kami yang
salah satu obyeknya Singapore, kami memilih menginap di Chinatown area
karena mengingat saat kunjungan kami mendekati tanggal implek. Sehingga
suasana Chinatown dapat kami nikmati mulai pagi hari sampai malam harinya.
Untuk kali ini, kami memilih menginap di hostel di daerah Little India

9

EKO NURSANTY

disebabkan penekanan kami kali ini adalah sebuah obyek yang bernama LTA
Gallery (Land Transportation Authority Gallery) yang lokasinya di Little India
Singapore.

Hostel adalah tempat menginap yang memiliki ciri-ciri :
 memiliki kamar non private yang berisi bed 4-8 bed didalam setiap
kamarnya, umumnya berupa ranjang susun.
 Kamar mandi berada di luar dan memiliki locker /kotak
penyimpanandi kamar bagi tamunya yang bersifat campuran pria
dan wanita.

Di banyak kota-kota wisata, penginapan jenis hostel ini sangat diminati
oleh para mahasiswa, karena harganya yang sangat murah dengan standart
kebersihan yang internasional. Standart ini bisa dilihat dari jaringan dimana
kami memesan hostel ini di HOSTELWORLD yang menampilkan hasil
review para reviewer sekaligus membernya beserta pengalaman mereka saat
menginap di sini.

Hostel-hostel ini memiliki kelebihan berupa lokasinya yang umumnya
mudah dan dekat dijangkau dari sarana transportasi umum lokal. Tentu saja
kemudahan transportasi lokal umum menjadi prioritas utama, karena para
mahasiswa yang menginap di sini pastilah menghindari penggunaan taxi
sebagai model transportasinya.

Ciri khas lain penginapan model hostel adalah dilengkapi dengan free
internet, computer dan hotspot area. Sebagai tempat bagi para mahasiswa
berkumpul, tentu kebutuhan akan mudahnya pencarian informasi menjadi
cirri khas pengguna seperti yang umum terjadi.

Disini para travelernya dilatih untuk mandiri, karena semua peralatan
modern yang ada umumnya bias digunakan namun dilakukan sendiri.

10

Student Excursion Study to China
Keliling 3 negara 5 kota, berbekal Rp. 4,3jt

Misalnya selesai makan, kita diminta mencuci piring sendiri, ada mesin
microwave, mesin cuci dengan coin dan sebagainya yang kesemuanya ini
melatih kemandirian para traveler muda yang tinggal di sini.

Hostel yang kami pilih adalah Footprints Hostel, yang berlokasi di daerah
Little India.

Foto 11: Tampak depan Footprints Hostel

11

3 DATA DAN NARASUMBER

Data fisik adalah segala data yang umumnya bersifat fisik suatu
obyek bangunan arsitektural. Selama pengumpulan data, semua
data kami kelompokkan mulai dari sejarah, lokasi, site plan,
sirkulasi, eksterior dan interior.
Waktu demi waktu data yang terkumpul membutuhkan analisis dan proses
sortir diadalamnya. Untuk memudahkan semua hal ini, kami membuat
diagram mind map sebagai berikut :

12

Student Excursion Study to China
Keliling 3 negara 5 kota, berbekal Rp. 4,3jt

Diagram 1: Diagram mind map pengumpulan data dan narasumber

Adapun jenis data yang kami kumpulkan dalam beberapa bentuk yaitu :
Data definisi, pengertian, sejarah kami kumpulkan melalui Wikipedia.
Dengan demikian gambaran awal mengenai setiap obyek yang akan kami
kunjungi telah tergambar dengan jelas melalui ensiklopedi ini.
 Data gambar dan foto kami kumpulkan antara lain melalui Flickr.

Menurut kami, Flickr adalah sekumpulan photographer yang
memiliki data foto hamper tiada batas. Bergabung di dalamnya berarti
kita mendapatkan narasumber yang juga tiada batas. Selain itu, sang
photographer umumnya sangat bersedia bila kita meminta penjelasan
lebih detil mengenai foto-foto mereka sehubungan dengan obyek
yang ingin kami ketahui terlebih dahulu.
 Data peta kami kumpulkan melalui Google Map dan Google Earth.
Pada tempat-tempat tertentu, seperti Singapore memiliki tingkat
keakuratan yang cukup detil sehingga kita dapat menggunakan data
ini untuk melakukan analisis site dan topografi pada obyek yang kita
inginkan. Tapi untuk kota lain seperti Guangzhou, google map dan
google earth tidak mampu menjangkau obyek dengan cukup detail di
lapangan.
 Data buku-buku standart dan literature kami kumpulkan melalui
Avaxhome. Beruntung ada beberapa ebook mengenai semua obyek
utama yang kami butuhkan misalnya berbagai ebook mengenai
perencanaan bandara, standart-standart perencanaan yang kami
ketemukan dari Avaxhome.
 Data video yang menggambarkan suasana di lokasi kami kumpulkan
melalui Youtube.

13

EKO NURSANTY

 Data pencapaian menuju lokasi dengan transportasi umum kami
kumpulkan melalui tourism site.
Komunitas online

Selain pengumpulan data secara mandiri, kami juga bergabung di beberapa
komunitas online untuk bertemu dengan komunitas-komunitas yang secara
aktif dapat memberikan jawaban pada hal-hal yang tidak kami temukan
datanya secara online. Komunitas yang kami jadikan acuan adalah group-
group mahasiswa Beijing di Facebook dan komunitas Traveler di Travelers
For Travelers.

Saat kami berada di Guangzhou, salah seorang sahabat dari Komunitas
Travelers For Travelers bernama Sherly Li banyak membantu kami mulai dari
rekomendasi hostel terdekat dengan stasiun kereta api sampai dengan
mengkonfirmasikan keterlambatan kedatangan kami kepada pihak hostel
dikarenakan salah satu rekan perjalanan tertahan di imigrasi bandara
Guangzhou.

Seperti diketahui, tertahan di imigrasi tidak pernah bisa diperkirakan akan
selesai, dan keterlambatan check in di tengah malam bisa berarti pembatalan
pemesanan hostel sekaligus pemotongan biaya penuh 100% di credit card
kita. Sherly, mempermudah semua ini meskipun kami hanya berkomunikasi
lewat email dan sms selama ini.

Bimbingan dosen
Pembimbingan dosen dilakukan dalam beberapa tahap, antara lain :
 Bimbingan awal yaitu bimbingan kemampuan dasar seperti pencarian

data, pengumpulan data, penyimpanan data, pengolahan data dan
presentasi data yang kesemuanya dilakukan secara online didalam
proses online class untuk memudahkan bimbingan tanpa batas jarak
dan waktu.
 Bimbingan materi teknik dilakukan oleh dosen pengajar pada masing-
masing program studi sesuai dengan spesifikasi masing-masing dosen,
misalnya : dosen mata kuliah Bandara, dosen mata kuliah Teknologi
Baja, dosen mata kuliah arsitektur modern, dosen mata kuliah
Teknologi Bangunan dan juga Mata kuliah Interior serta Bahan
Bangunan.

14

Student Excursion Study to China
Keliling 3 negara 5 kota, berbekal Rp. 4,3jt

Pembuatan listing data
Listing Data dikelompokkan berdasarkan kerangka utama mind map
pengumpulan data yang telah dibuat terlebih dahulu, sebagai berikut :

Diagram 2: Pengelompokan Pengumpulan data

Penyimpanan secara online
Salah satu upaya untuk mengamankan sekaligus memudahkan penggunaan
data yang dimiliki, kami juga melakukan upaya-upaya penyimpanan secara
online di berbagai media di dunia maya. Berbagai foto-foto pribadi berupa pas
foto dan hasil scan passport kami simpan di album facebook, karena hamper
semua peserta mampu mengakses facebook melalui handphone masing-
masing.
Sedangkan dokumen tiket dan buku panduan kami simpan dalam google
document, scribd dan 4shared yang linknya juga tersimpan dalam arsip
message di facebook masing-msing peserta.
Perjalanan ke tempat yang jauh, seringkali terjadi accident berupa
tertinggalnya data, hilang tanpa sengaja atau bahkan kemungkinan terburuk
adalah hilang dicuri oknum yang tidak bertanggung jawab. Kemungkinan lain,
adalah terpisahnya kita dari rombongan yang lain, sehingga pada saat darurat
ini, kami semua harus mampu menemukan semua dokumen tanpa bantuan
rombongan yang lain.

15

EKO NURSANTY
Figure 1: Penyimpanan pasport dan kartu peserta secara online

16

4 PERHITUNGAN ANGGARAN

Pembuatan passport

Paspor Republik Indonesia adalah dokumen perjalanan yang
diterbitkan oleh Direktorat Jendral Imigrasi, Departemen
Hukum dan Hak Asasi Manusia, dan perwakilan RI di luar
negeri. Paspor ini hanya diberikan kepada Warga Negara Indonesia
Paspor ini berisi 24 atau 48 halaman dan berlaku selama 5 tahun. Namun
paspor yang diterbitkan oleh perwakilan RI di luar negeri lazimnya
menerbitkan paspor dengan jangka waktu 3 tahun dan dapat diperpanjang 2
tahun setelahnya.

17

EKO NURSANTY

Paspor RI merupakan dokumen milik negara yang dapat dibatalkan atau
dicabut sewaktu-waktu oleh negara tanpa pemberitahuan. Paspor ini
diterbitkan bilingual dalam bahasa Indonesia dan Inggris.

Di halaman pertama paspor RI dapat ditemukan himbauan dari
pemerintah sebagai berikut:

Dalam bahasa Indonesia:
"Pemerintah Republik Indonesia memohon kepada semua pihak yang
berkepentingan untuk mengizinkan kepada pemegang paspor ini berlalu
secara leluasa dan memberikan bantuan dan perlindungan kepadanya."

Dalam bahasa Inggris:
"The Government of the Republic of Indonesia requests to all whom it
may concerned to allow the bearer to pass freely without let or hindrance and
afford him/her such assistance and protection."
Pada umumnya paspor Indonesia berlaku untuk seluruh dunia.
Pembuatan passport di kota Semarang umumnya tidak terlalu rumit dan
berkisar antara 10-14 hari dalam proses pembuatannya. Biaya yang
dikeluarkan secara resmi bila kita mengurus sendiri adalah sebesar Rp.
270.000 (Dua ratus tujuh puluh ribu rupiah) ditambah biaya pembelian
formulir beserta cover plastic passport sebesar Rp. 11.500. Sedangkan
dokumen yang diperlukan sebagai syarat pengajuan pembuatan passport
adalah :
 KTP, Kartu Keluarga, Akte Kelahiran dan Surat Nikah bagi yang telah
menikah.

Halaman kedua dan ketiga dalam paspor Indonesia berisi data pribadi
pemegang paspor. Data-data tersebut adalah:

1. Foto
2. Jenis
3. Kode Negara
4. No. Paspor
5. Nama Lengkap
6. Kelamin
7. Kewarganegaraan
8. Tanggal Lahir
9. Tempat Lahir
10. Tanggal Pengeluaran
11. Tanggal Habis Berlaku
12. Nomor Registrasi
13. Kantor Yang Mengeluarkan (tempat pengeluaran paspor)
14. Tanda Tangan Pemegang

18

Student Excursion Study to China
Keliling 3 negara 5 kota, berbekal Rp. 4,3jt

Pejabat Yang Mengeluarkan (tanda tangan, nama dengan NIP, jabatan,
dan cap pegawai yang mengeluarkan paspor), biasanya Kepala Kantor
Imigrasi.

Proses yang awalnya dirasa rumit bagi sebagian orang, benar-benar
dinikmati oleh para mahasiswa sebagai proses pembelajaran yang
menyenangkan. Beberapa procedural dapat dilakukan tanpa hambatan berarti
kecuali meluangkan waktu dengan sabar untuk mengantri dengan waktu yang
cukup panjang, karena kami melewati jalur umum dengan harga yang sangat
standart.

Pembuatan NPWP

NPWP atau Nomor Pokok Wajib Pajak
adalah syarat bagi warga Negara Indonesia yang
akan bepergian ke luar negeri untuk
mendapatkan bebas fiskal sejak tahun 2009 lalu.
Namun demikian, bagi mahasiswa yang berusia

Foto 12: Kartu NPWP dibawah 21 tahun, dia masih mendapatkan
fasilitas bebas fiskal tanpa menunjukkan apapun
sampai usia 21 tahun. Bagi mereka yang ingin
mulai membuat NPWP sendiri, proses pembuatannya cukup mudah dan
cepat, yaitu : menunjukkan surat keterangan dari tempat dimana dia bekerja,
mengisi formulir dan dalam 30 menit kartu NPWP sudah dapat diterima.
Namun demikian, petugas imigrasi di bandara hanya akan menerima
keabsahan pemilik kartu NPWP dengan minimal waktu pembuatan adalah 3

hari.
Bagi mereka yang usianya sudah lebih 21 tahun namun belum bekerja
sehingga belum memiliki kartu NPWP bias menggunakan cara lain yaitu :
membawa surat asli dengan materai dari orang tua yang sudah memiliki kartu
NPWP. Surat keterangan ini menyatakan dengan jelas bahwa si anak masih
sekolah dan masih menjadi tanggungan sang orang tua yang menjadi
pembayar pajak disertai NPWP sang orang tua.
Mahasiswa saya kali ini sebagian adalah karyawan lepas di beberapa biro

konsultan, dan mereka benar-benar tidak mendapatkan kesulitan apapun
didalam proses pembuatan NPWP ini.

19

Student Excursion Study to China
Keliling 3 negara 5 kota, berbekal Rp. 4,3jt

Pengurusan Visa

Foto 13: Visa China

Sesuai dengan kepemilikan pasport bagi setiap warga negara, maka
kebutuhan akan visa juga cukup beragam.

Visa adalah sebuah dokumen yang dikeluarkan oleh sebuah negara
memberikan seseorang izin untuk masuk ke negara tersebut dalam suatu
periode waktu dan tujuan tertentu. Kebanyakan negara membutuhkan
kepemilikan visa asli untuk dapat masuk bagi warga negara asing, meskipun
ada skema lain (lihat paspor untuk skema lainnya). Visa biasanya distempel
atau ditempel di paspor penerima.

Berdasarkan rincian di atas, maka untuk mendapatkan ijin memasuki
wilayah Negara China, kita harus mendapatkan ijin berupa Visa China dengan
biaya Rp. 540.000 untuk sekali masuk. Pengurusan bisa dilakukan langsung di
Kedutaan Besar China di Jakarta atau bisa juga dilakukan di Surabaya dan Bali
dengan tarif yang sama bila kita datang dan mengurus sendiri. Formulir
permohonan visa kami dapatkan secara online dan kami lengkapi terlebih
dahulu, sebulan sebelum keberangkatan, sang ketua rombongan Rian
berangkat ke Surabaya untuk pengurusannya. Katanya, sesampai di sebuah
kantor kecil di Surabaya tidak lebih dari 30 menit yang dibutuhkan dalam
proses pengajuannya sebanyak 11 visa China. 4 hari kemudian Rian sudah
kembali ke Semarang dengan membawa passport kami yang telah tertempeli
Visa China tersebut.

20

Student Excursion Study to China
Keliling 3 negara 5 kota, berbekal Rp. 4,3jt

Penentuan obyek pengamatan
Ada beberapa kriteria dalam penentuan lokasi kunjungan di setiap peta,
awalnya dimulai dengan konsep kunjungan, prioritas dan yang terakhir adalah
radius dari tempat kegiatan utama maupun tempat kami menginap.

Negara Tema Utama Prioritas Obyek
Pengamatan

Singapore Singapore  Changi Selain 2 obyek
Internasional Airport diatas, kami
Airport melakukan
 LTA Gallery pengamatan pada
Singapore area di Little India,
Modern KLIA tempat kami
Transportation LCCT menginap yang juga
Malacca River adalah lokasi LTA
Malaysia Kuala Lumpur City Gallery. Selain itu
International juga pada landmark
Airport yang ada di
Malacca River Singapore. Obyek-
Cruise obyek tersebut
adalah :

 Changi Airport

 LTA Gallery

 Little India area

 Bugis Junction

 Sentosa Island

 Orchard road
Beberapa obyek lain
yang merupakan
landmark Malaysia
merupakan obyek
kunjungan
tambahan termasuk
didalamnya adalah
ibu kota
pemerintahan
Malaysia yang
terbaru. Obyek-
obyek yang kami
kunjungi di

21

EKO NURSANTY

China Guangzhou  Baiyun Malaysia adalah :
Internasional International
Airport Airport.  Malacca River
China Railway Cruise
Transportation  Guangzhou
Railway  KLIA airport
China World Station
Herritage  LCCT airport
Arsitektur  Beijing
Railway  Petronas
Station
 Putrajaya
 Forbidden
City  Chinatown area
Keterbatasan waktu
 Tiananmen saat mengunjungi
Square China dan dengan
demikian luasnya
 Great wall wilayah di China,
membuat kami
memilih obyek
dengan sangat ketat
melalui kedekatan
lokasi dengan
model transportasi
yang kami pilih.
Adapun obyek
pengamatan kami
adalah sebagai
berikut:

 Stasiun kereta api
Guangzhou

 Stasiun kereta api
Beijing

 Guangzhou
Garment
Wholesale
Markets

 Great Wall

 Forbidden City

 Tiananmen
Square

 Wangfujing Street

22

Student Excursion Study to China
Keliling 3 negara 5 kota, berbekal Rp. 4,3jt

Kurs dan fluktuasinya

Foto 14: Pengamatan fluktuasi kurs Dolar Singapore

Salah satu faktor penting yang berperan didalam perjalanan ini adalah
mempelajari fluktuasi mata uang asing yang sedang berlangsung.

Dari data online kami menemukan bahwa fluktuasi kurs dolar Singapore
pada bulan-bulan sebelumnya berkisar :

Average (30 days): 6769.90867; High: 6850.34000; Low: 6670.50000
Dan pada saat harga berada pada kisaran harga terendah, kami
memutuskan untuk membeli Dollar Singapore pada posisi harga dalam
kisaran rendah, meskipun saat itu di Indonesia menjelang liburan panjang
lebaran, seperti yang tertera dalam table berikut :

Total anggaran
Pada dasarnya total anggaran sangat dipengaruhi oleh hal-hal sebagai
berikut :

Table 1: Prosentase Anggaran

Keterangan Prosentase
Tiket pesawat 50
Transportasi 14
Akomodasi 14
Konsumsi 11
Visa, paport, dsb 11

Tabel diatas adalah berdasarkan beberapa pengalaman membimbing
mahasiswa didalam persiapan dan pelaksanaan KKL mereka. Semakin

23

EKO NURSANTY

panjang persiapan baik dalam hal dokumen perjalanan maupun ketersediaan
dana awal akan sangat membantu secara keseluruhan. Karena 50 dari total
anggaran adalah untuk pembelian tiket. Tiket baru bisa dibeli apabila peserta
telah memiliki passport dan dana yang tersedia cukup mudah dicairkan,
karena harga promo tiket umumnya memiliki waktu pemesanan yang sangat
terbatas.
Menurut hemat saya, persiapan 8-10 bulan sebelumnya cukup ideal dengan
cara mendapatkan prosentase harga tiket dalam posisi 50% dari total anggaran
yang disediakan.
Beberapa strategi yang menjadi ciri khas perjalanan para mahasiswa adalah
menjadikan perjalanan jarak jauh menjadi penghematan anggaran untuk
akomodasi. Jadi, kalau kita harus menempuh perjalanan lebih dari 8 jam,
pilihlah waktu malam hari yang membuat Anda sampai di tujuan pada pagi
harinya. Pada pagi hari srsampainya di penginapan, meskipun Anda belum
bisa check in karena ijin menggunakan ruang Anda tepat jam 12 siang, Anda
tetap memiliki hak untuk menggunakan fasilitas kamar mandi mereka dan
menitipkan barang-barang Anda, kemudian meninggalkannya untuk
menjalankan jadwal kunjungan pada hari tersebut.

24

5 SINGAPORE

Urban Redevelopment Authority (URA) Gallery

Foto 15: Di depan URA galery, Singapore

Urban Redevelopment Authority (Singkatan: URA; China: 市区
重建 局; Melayu: Lembaga Pembangunan Semula Bandar)
adalah kewenangan perencanaan nasional perkotaan Singapura,
dan sebuah badan hukum di bawah Kementerian Pembangunan
Nasional Pemerintah Singapura.

25

EKO NURSANTY

Kewenangan ini didirikan pada tanggal 1 April 1974, dan sangat penting
terutama penting bagi negara-kota, karena Singapura adalah sebuah negara
yang sangat padat di mana penggunaan tanah perlu efisien dan dimaksimalkan
untuk mengurangi pemborosan lahan dalam menghadapi kekurangan lahan .
The URA juga bertanggung jawab untuk membantu untuk memfasilitasi
keharmonisan ras, seperti untuk memiliki perencanaan kota mereka
menghindari segregasi, serta mencari cara untuk meningkatkan estetika dan
untuk mengurangi kemacetan. Hal ini juga bertanggung jawab bagi konservasi
bangunan bersejarah dan budaya dan situs warisan nasional.

Foto 16: Maket Perencanaan Kota Singapore

Ini adalah tanggung jawab URA untuk mengevaluasi dan memberikan
persetujuan perencanaan proyek-proyek pembangunan dari sektor publik dan
swasta. Dalam menyetujui aplikasi pembangunan, URA menyatakan tujuannya
adalah untuk mendorong pengembangan tertib sesuai dengan pedoman
perencanaan sebagaimana tercantum dalam Rencana Induk perundangan serta
faktor kontrol yang ada. URA mencoba untuk memberikan kualitas pelayanan
ketika bekerja dalam kemitraan dengan bangunan profesional industri dan
masyarakat umum untuk mendorong pembangunan.

Foto 17: Maket Marina Bay
26

Student Excursion Study to China
Keliling 3 negara 5 kota, berbekal Rp. 4,3jt

Carpark management URA memainkan

peranan yang sangat penting

didalam pengaturan parker
di Singapore. Mereka
memberikan informasi dan
pelayanan kepada
masyarakat mengenai kupon
parker, periode-periode
parker dan area parker untuk
kendaraan berat.

Tarif parkir pada area
yang sama namun pada titik-
titik dengan kepadatan
Table 2: Tarif parkir di Singapore tertentu akan memiliki tarif

yang berbeda, disesuaikan dengan titik kepadatan, jam serta hari saat
melakukan parkir.
Diatas adalah contoh table tarif parkir di area Orchard berdasarkan
criteria-kriteria detail yang dibuat oleh pemerintah Singapore.

Berdasarkan table diatas dapat kita ketahui bahwa diantara sepanjang jalan
Orchard Road atau area Pusat bisnis yang dimiliki oleh Singapore, titik parkir
Somerset memiliki harga parkir yang paling mahal diantara yang lainnya.

Peta 1: Orchard Road

Sebagai gambaran, peta diatas menggambarkan luasnya wilayah Orchard
Road beserta beragam titik pusat bisnis kelas dunia yang ada di dalamnya.

Secara lebih detil, inilah wilayah Somerset di wilayah Orchard. Berdasarkan
zoning penggunaan lahan, Somerset adalah area dengan zone private berisikan
apartment dan perumahan mewah. Pemerintah menyediakan transportasi
umum berupa MRT bernomor NS23 yaitu Station Somerset. Namun
demikian para penghuni atau pun tamu yang menggunakan kendaraan pribadi

27

EKO NURSANTY

dianggap memiliki kemampuan cukup tinggi untuk mensubsidi harga parkir
dengan lebih mahal, sehingga tarip parkir di area ini, adalah : 2$ SGD 1 jam
pertama dan akan bertambah 0,2 $ SGD setiap 30 menitnya. Hal ini sangat
berbeda dengan bayangan saya, bahwa tarif parkir termahal biasanya
diletakkan pada area-area perdagangan dan bisnis, karena sanagt
memungkinkan ditambahkan pada harga jual produk yang mereka
perdagangkan, sedangkan pemukiman penduduk umumnya justru
mendapatkan subsidi karena waktu penggunaannya yang rutin dan panjang.

Namun Singapore tidak demikian, mereka memang sangat memanjakan
aktivitas bisnis dalam setiap lini pengambilan keputusan. Sebagai contoh, bila
kita menginap di Hotel berbintang, semua fasilitas bisnis sekaligus ada di
dalam harga booking kamar tersebut termasuk diantaranya menelpon lokal
dan internasional, menerima dan mengirim fax, video conference, dsb. Ini
semua adalah kemudahan pemerintah dalam bidang bisnis yang terus menerus
mereka kembangkan.

Land Transportation Authority (LTA) Gallery

Sudah lama saya ingin berkunjung ke Land
Transport Authority (LTA) di Singapore,
namun beberapa kali pula terpaksa gagal.
Sehingga di benak saya telah tertanam LTA
gallery di Little India, Singapore adalah
pengejaran saya berikutnya. Rasanya, lokasi

dan gambar bangunannya sudah lekat banget
di benak saya.
Mungkin saking kencengnya rasa ingin ke
sana, berbagai hal yang umumnya terjadi dan
menjadi halangan seperti beberapa kali
pernah terjadi sebelumnya, cepat sekali
membuat saya tegang dan panik.
30 menit sebelum waktu keberangkatan

kami ke LTA gallery, saya buka kembali
internet hanya untuk memastikan nama
jalan lokasi yang saya tuju. Kalau dulu saya
membuka info dari traveling site, sekarang
Foto 18: Di Depan LTA Gallery dari Singapore Government Site. Nah.....

yang muncul, ada 5 alamat yang menjadi
bagian dari pengembangan Land Transportation Authority nya Singapore.
Saya coba tanyakan pada Desmond (petugas hostel yang kami inapi), diantara

5 ini, mana yang lokasinya di Little India. karena kami sekarang memang
sengaja menginap di Little India demi tujuan yang baru pertama kalinya saya
akan kunjungi ini.

28

Student Excursion Study to China
Keliling 3 negara 5 kota, berbekal Rp. 4,3jt

Desmond bilang, tidak ada satu pun dari 5 alamat itu yang berada di Little
India.....!!!! So, lebih baik saya mengunjungi kantor pusat mereka di sekitar
CHIJMAS.

Setelah menggunakan SBS dan jalan kaki menuju gedung itu, petugas yang
tanpa senyum, mendengarkan perkenalan saya dengan sabar..... saat saya
bertanya, bisakah saya berkunjung ? Dia cuma menjawab dengan
MENGGELENG....!! Saya agak kurang yakin, "Do you mean...... I can't see
the gallery today ? How about tomorrow ?"

Dia bilang.....NO...... kantor yang saya datangi bukan untuk umum.....
Meski tanpa senyum dan berkesan dingin, dia mengambil peta dan
menunjukkan saya alamat lain (yang tadi saya tunjukkan ke 5 alamat pada
Desmond)..... dia arahkan saya......sini, sana....sini..... dan memberi tanda pada
Hampshire Road....... dan membuat saya hampir menjerit..... itu khan cuma 10
menit dari hostel kami, dan memang lokasinya di LITTLE
INDIA......Halah.....!!!!
Sesampai disana, waktu berkunjung sudah habis, karena beberapa obyek
kami prioritaskan untuk dikunjungi sebelum akhirnya kembali ke Little India.
Saat mendaftar, saya diberi waktu berkunjung besok sore jam 3, padahal kami
akan meninggalkan Singapore jam 12 siang. Saya....HAMPIR...... memohon,
ijinkan 1 saja diantara kami untuk ikut masuk rombongan siapa pun, asalkan
pagi sebelum jam 12. Dan, akhirnya... kami semua diijinkan berkunjung jam
11.00 lengkap seluruh peserta KKL.
Esoknya, menjelang jam 10, hujan sangat deras di Singapore. para
mahasiswa yang tidak membawa payung, berniat menggunakan spanduk
sebagai penutup kepala menuju lokasi LTA gallery.
Jadilah kami mengunjungi LTA Gallery dalam keadaan basah
kuyup.......hehehe.....

29

Student Excursion Study to China
Keliling 3 negara 5 kota, berbekal Rp. 4,3jt

Foto 19: Sejarah Transportasi di Singapore

Foto 20: Penjelasan konstruksi monorail MRT

Rasanya SEMUA ketegangan itu SANGAT berharga bagi kunjungan ke
LTA gallery ini. Mereka punya konsep gallery, mulai dari menceritakan sejarah
permasalahan transportasi umum di masa lalu, kondisi yang telah ada
dibandingkan dengan kota-kota lain yang ada di seluruh dunia.

BAYANGIN aja.......
Mereka membandingkan kereta-kereta yang ada di Shanghai, Tokyo,
India....dsb. Saat saya menanyakan "How about Singapore ?" Mereka
menjawab dengan jujur, "Yang kami punya tidak ada yang secepat mereka...."
Sangat rendah hati banget sih, mereka...... bikin minder saya yang takut
kembali ditanya.... hehehe......
Kemudian kami diajak melakukan game yang berada di teater 3 dimensi.
Kami diminta memilih sesuai ide kami, tentang mengatasi permasalahan
transportasi umum yang terjadi pada kota-kota besar.

30

Student Excursion Study to China
Keliling 3 negara 5 kota, berbekal Rp. 4,3jt

Terkadang semua pilihan jawaban adalah benar, dan mereka menunjukkan
kondisi2 yang membutuhkan pemecahan permasalahan berbeda-beda.

Yang bikin kami gemes......bengong....terkesiap......"lebih banyak kagum"
mereka memaparkan mega proyek mereka untuk public transportasi mereka
20 tahun kemudian. Misalnya :

 Saat saya ingin menuju sebuah lokasi, saya tunjukkan arah tujuan,
internet akan menunjukkan no bus yang mesti saya naiki, waktu
kedatangannya....dan jumlah kursi yang masih kosong.....dan tentu
saja kursi itu bisa saya booking langsung.....!!!!

 Bayangin, kebiasaan booking online untuk kursi pesawat, akan
menjadi kebiasaan biasa saat orang mau naik bus kota di
Singapore.

 Asyiknya, info kendaraan umum seperti diatas, akan ditanamkan
seprti GPS yang ada saat ini, namun menjadi semakin simple pada
SEMUA handphone yang bentuknya mungkin semakin simple
mirip jam tangan yang dipakai semua orang....

Dengan semangat tinggi....... kami semua berharap, bisa segera melakukan
sesuatu setelah kembali ke tanah air, sehingga layak untuk melihat mega
proyek Singapore, bersama-sama kembali....20 tahun yang akan
datang......hahahaha........

Mengulang KKL bersama anak dan cucu......*ikut-ikutan merancang
proyek 20 tahun mendatang* kata salah seorang mahasiswa saya.....:)

Changi International Airport

Foto 21: Interior Changi International Airport dari atas
31

Student Excursion Study to China
Keliling 3 negara 5 kota, berbekal Rp. 4,3jt

Menurut Skytrax, Changi international airport, menempati rangking airport
berbintang 5, selain Hongkong International Airport dan Seoul Inchean.
Airport ini memiliki rangking tertinggi, antara lain pada:

 Location of Public Transport facilities, Frequency of Express
link(s) downtown.

 Availability of baggage carts : Airside
 Ease of Locating Check-in counters
 Facilities in meet & greet areas
 Directional signage around airport
Bandara ini mengalami perkembangan yang sangat menonjol. Pada tahun
2005, Bandara Changi Singapura dapat menampung 32,43 juta penumpang,
yang naik sebesar 7% dari tahun sebelumnya. Ini membuatnya menjadi
bandara tersibuk ke-26 di dunia dan ke-6 di Asia diukur dari kepadatan
penumpang. Dana sebesar S$1,75 milyar telah dikeluarkan untuk
pembangunan Terminal 3. Pada tahun ini, Bandara Changi sudah berhasil
membuat dua terminal baru, yaitu Terminal CIP yang diberi nama JetQuay
dan Budget Terminal.

Terminal 3

Peta 2: Terminal 3 Changi Airport

Terminal 3 adalah bangunan terbaru yang banyak mendapat perhatian
pada bidang konstruksi dan arsitekturnya.

Dengan luas 380.00 meter persegi adalah bangunan tujuh lantai,
termasuk tiga di bawah lantai dasar dan empat di atas tingkat dasar; L1

32

Student Excursion Study to China
Keliling 3 negara 5 kota, berbekal Rp. 4,3jt

Kedatangan, Keberangkatan L2, L3 landside Ritel Mezzanine dan L4 Melihat
Platform.

Perencanaan interior mencakup 25.000 meter persegi dari floorspace
untuk 100 toko ritel, 30 makanan dan minuman dan 20 konsesi layanan. Tata
letak jalan perbelanjaan kompak meningkatkan visibilitas dari gerai ritel
ditingkatkan dengan aplikasi super grafis sederhana yang jelas dan disain yang
mudah dikenali.

Empat prinsip desain yang diimplementasikan untuk menampilkan konsep
desain, yaitu: kejelasan, cahaya alami, pandangan eksternal, perawatan. Elemen
ini ditujukan seperti: Untuk kejelasan perjalanan penumpang melalui Terminal
3 adalah sederhana dan alami. Minimal signage diperlukan karena orientasi
mudah melalui tekstur, bahan, dan isyarat arsitektur halus. Desain untuk
arsitektur interior telah memaksimalkan penerapan cahaya alami yang tersedia
melalui struktur atap skylight. Sebuah sistem modulasi cahaya otomatis berisi
skylight kaca dan ribuan louver aluminium. Pada siang hari, kisi-kisi ini dapat
diposisikan untuk membatasi atau meningkatkan jumlah cahaya sehingga tidak
diperlukan pencahayaan buatan. Pada malam hari, cahaya buatan ini tercermin
dari kisi-kisi untuk memberikan pola seragam iluminasi.

Tampilan eksternal yang menonjol di seluruh tempat penumpang memiliki
akses visual yang luas dengan lanskap eksternal, termasuk pendaratan dan
penerbangan pesawat, berkontribusi terhadap pengalaman perjalanan total
terminal. Terminal 3 dirancang untuk kemudahan pemeliharaan, mulai dari
penyelesaian bahan-bahan bagi pemilihan furnitur.

Arsitektur interior Terminal 3 ditandai dengan “home” warga Singapura.
Pengunjung pada terminal Kedatangan dan ruang Keberangkatan akan
disambut dengan spektakuler cascade air terjun kristal dan taman 'dinding
hijau' vertikal 300 meter membentang sepanjang bangunan utama, yang
mencerminkan pemandangan Singapura tropis yang rimbun.

33

Student Excursion Study to China
Keliling 3 negara 5 kota, berbekal Rp. 4,3jt

Lagi-lagi di imigrasi Singapore

Foto 22: Setelah melewati imigrasi

Perjalanan bersama para mahasiswa, bagiku selalu mirip naik roler coaster.
Amat sangat mendebarkan saat mempersiapkannya, cemas dan nervous
menjelang keberangkatannya, pucat saat titik tertentu...... dan akhirnya,
menyungging senyum penuh dengan rangkaian kata di benak untuk persiapan
kelompok berikutnya.

KKL pertama tahun lalu sewaktu mendarat di Singapore setelah
menyeberang dengan ferry dari Batam, Pak Anwar(Ketua Prodi Arsitektur
UNTAG Semarang) sempat tertahan di Imigrasi Singapore sekitar 4-5 jam.
Beliau diintrogasi karena punya nama "ANWAR" dan terus ditanya
pernahkah berkunjung ke lokasi2 tempat peledakan bom dan terorisme yang
terjadi di Philipina, dsb.

Kali ini, kami sudah memperhitungkan kondisi terburuk yang mungkin
terjadi. Semua peserta membawa buku panduan berisi semua hal yang telah
kami persiapkan dan kumpulkan datanya. Semua dokumen penting sudah
kami simpan secara online, untuk kemungkinan dokumen fisik hilang,
tertinggal atau tercuri.

Imigrasi Singapore yang kami lalui kali ini di Bandara Changi. Sudah kali
yang ke 13 kalinya ke Singapore. Hari ini saya agak terkejut dengan
pengamanan yang lebih dari biasanya. Banyak sekali polisi dari area
pendaratan, dan sepanjang sejak saat itu, kami dilarang keras mengambil foto.

34

Student Excursion Study to China
Keliling 3 negara 5 kota, berbekal Rp. 4,3jt

Ini sangat nggak biasa buat saya. Ada yang sempat memotret, dipaksa oleh
petugas untuk menghapusnya.

Sebeleum masuk imigrasi yang sudah lengkap dengan X ray. Ada pra re
secure. Ini aja sdh bikin heran.... mau berapa kali x ray yang mesti kami lewati
hari ini......???

Masuk imigrasi, kali ini yang tertahan dan diperintahkan "resecure" seperti
yang tahun lalu terjadi dengan Pak Anwar, adalah Mahmudi. Padahal kami
sudah mengepung ketat untuk melindungi Felix agar tidak ada masalah
dengan petugas imigrasi. Kami melindungio Felix, karena dia punya
kelemahan intonasi suara yang mirip bergumam, sehingga menyulitkan orang
untuk mendengar suaranya dengan jelas.

Dan Felix lolos lebih cepat, sementara Mahmudi mendapat perintah
"masuk kotak imigrasi".

Alhamdulillah..... sama seperti Pak Anwar, dia juga dikeluarkan.
Ucap Mahmudi ketika bertemu kami kembali, "Mereka mengancam
mengembalikan saya ke Indonesia, terus saya tunjukkan tiket pulang saya, dari
Kuala Lumpu. Dan akhirnya mereka melepas saya...."
Halah.....!!!!

35

Student Excursion Study to China
Keliling 3 negara 5 kota, berbekal Rp. 4,3jt

Singapore Sightseeing.

Singapore memiliki 3 jenis heritage area yang sangat terjaga keindahannya
dan memiliki fungsi wisata yang sangat kuat, yaitu : Little India Area,
Chinatown Area dan Kampoeng Glam (Moslem Area / Arab Street) diantara
beberapa area bisnis besar dan modern yang mereka miliki. Ketiganya
memiliki ciri khas yang sangat unik dan cantik.

Kawasan Keterangan

Herritage

Little
India.

36

Student Excursion Study to China
Keliling 3 negara 5 kota, berbekal Rp. 4,3jt

China
town.

37

EKO NURSANTY

Kampoeng

Glam.

38


Click to View FlipBook Version
Previous Book
Kata Alu-Aluan STEM - Copy
Next Book
[Clifford_Geertz]_Negara_The_Theatre_State_In_Nineteenth_Century_Bali