The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Filsafat Indonesia dan Profil Filsuf Dunia

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Perpus Kota Semarang, 2018-10-09 12:04:45

Filsafat Indonesia dan Profil Filsuf Dunia

Filsafat Indonesia dan Profil Filsuf Dunia

www.rajaebookgratis.com

FILSAFAT INDONESIA DAN
PROFIL BEBERAPA FILSUF DUNIA

O LE H :

Riyadi Ridwan
NIM. 2007 150 066

Fakultas ILmu SoSial dan Ilmu Politik

Jurusan ADminsTrasi Negara

UNIVERSITAS ISKANDAR MUDA

Banda Aceh

2007-2008

FILSAFAT INDONESIA

rajaebookgratis.wordpress.com

www.rajaebookgratis.com

Filsafat Indonesia adalah sebutan umum untuk tradisi kefilsafatan yang dilakukan oleh penduduk
yang mendiami wilayah yang belakangan disebut Indonesia. Filsafat Indonesia diungkap dalam
pelbagai bahasa yang hidup dan masih dituturkan di Indonesia (sekitar 587 bahasa) dan 'bahasa
persatuan' Bahasa Indonesia, meliputi aneka mazhab pemikiran yang menerima pengaruh Timur dan
Barat, disamping tematema filosofisnya yang asli.

Istilah Filsafat Indonesia berasal dari judul sebuah buku yang ditulis oleh M. Nasroen, seorang Guru
Besar Luar-biasa bidang Filsafat di Universitas Indonesia, yang di dalamnya ia menelusuri unsur-
unsur filosofis dalam kebudayaan Indonesia. Semenjak itu, istilah tersebut kian populer dan
mengilhami banyak penulis sesudahnya seperti Sunoto, R. Parmono, Jakob Sumardjo, dan Ferry
Hidayat. Sunoto, salah seorang Dekan Fakultas Filsafat di Universitas Gajah Mada (UGM)
Yogyakarta,
menggunakan istilah itu pula untuk menyebut suatu jurusan baru di UGM yang bernama Jurusan
Filsafat Indonesia. Sampai saat ini, Universitas Gajah Mada telah meluluskan banyak alumni dari
jurusan itu.

Para pengkaji Filsafat Indonesia mendefinisikan kata 'Filsafat Indonesia' secara berbeda, dan itu
menyebabkan perbedaan dalam lingkup kajian Filsafat Indonesia. M. Nasroen tidak pernah
menjelaskan definisi kata itu. Beliau hanya menyatakan bahwa 'Filsafat Indonesia' adalah bukan Barat
dan bukan Timur, sebagaimana terlihat dalam konsep-konsep dan praktek-praktek asli dari mupakat,
pantun-pantun, Pancasila, hukum adat, gotong-royong, dan kekeluargaan (Nasroen 1967:14, 24, 25,
33, dan 38).

Sunoto mendefinisikan 'Filsafat Indonesia' sebagai ...kekayaan budaya bangsa kita sendiri...yang
terkandung di dalam kebudayaan sendiri (Sunoto 1987:ii), sementara Parmono mendefinisikannya
sebagai ...pemikiran-pemikiran...yang tersimpul di dalam adat istiadat serta kebudayaan daerah
(Parmono 1985:iii). Sumardjo mendefinisikan kata 'Filsafat Indonesia' sebagai ...pemikiran
primordial... atau pola pikir dasar yang menstruktur seluruh bangunan karya budaya... (Jakob
Sumardjo 2003:116). Keempat penulis tersebut memahami filsafat sebagai bagian dari kebudayaan
dan tidak membedakannya dengan kajian-kajian budaya dan antropologi. Secara kebetulan, Bahasa
Indonesia sejak awal memang tidak memiliki kata 'filsafat'

sebagai entitas yang terpisah dari teologi, seni, dan sains. Sebaliknya, orang Indonesia memiliki kata
generik, yakni, budaya atau kebudayaan, yang meliputi seluruh manifestasi kehidupan dari suatu
masyarakat. Filsafat, sains, teologi, agama, seni, dan teknologi semuanya merupakan wujud
kehidupan suatu masyarakat, yang tercakup dalam makna kata budaya tadi. Biasanya orang Indonesia
memanggil filsuf-filsuf mereka dengan sebutan budayawan (Alisjahbana 1977:6-7). Karena itu,
menurut para penulis tersebut, lingkup Filsafat Indonesia terbatas pada pandangan-pandangan asli dari
kekayaan budaya Indonesia saja. Hal ini dipahami oleh pengkaji lain, Ferry Hidayat, seorang lektur
pada Universitas Pembangunan Nasional (UPN) 'Veteran' Jakarta, sebagai 'kemiskinan filsafat'. Jika
Filsafat Indonesia hanya meliputi filsafatfilsafat etnik asli, maka tradisi kefilsafatan itu sangatlah
miskin. Ia memperluas cakupan Filsafat Indonesia sehingga meliputi filsafat yang telah diadaptasi dan
yang telah 'dipribumikan', yang menerima pengaruh dari tradisi filosofis asing. Artikel ini
menggunakan definisi penulis yang terakhir.

Mazhab Pemikiran

rajaebookgratis.wordpress.com

www.rajaebookgratis.com

Ada 7 (tujuh) mazhab pemikiran yang berkembang di Indonesia. Kategorisasi mazhab
didasarkan pada tiga hal: pertama, didasarkan pada segi keaslian yang dikandung suatu
mazhab filsafat tertentu (seperti pada 'mazhab etnik'); kedua, pada segi pengaruh yang
diterima oleh suatu mazhab filsafat tertentu (seperti 'mazhab Tiongkok', 'mazhab India',
'mazhab Islam', 'mazhab Kristiani', dan 'mazhab Barat'), dan ketiga, didasarkan pada
kronologi historis (seperti 'mazhab paska-Soeharto'). Berikut ini adalah sketsa mazhab-
mazhab pemikiran dalam Filsafat Indonesia dan filsuf-filsuf mereka yang utama.

1. Mazhab Etnik

Mazhab ini mengambil filsafat etnis Indonesia sebagai sumber inspirasinya. Asumsi
utamanya ialah mitologi, legenda, cerita rakyat, cara suatu kelompok etnis membangun
rumahnya dan menyelenggarakan upacara-upacaranya, sastra yang mereka hasilkan, epik-
epik yang mereka tulis, semuanya melandasi bangunan filsafat etnis tersebut. ‘Filsafat’ ini
tidak dapat berubah; ia senantiasa sama, dari awal-mula hingga akhir dunia, dan ia senantiasa
merupakan ‘Yang Baik’. ‘Filsafat’ ini mengajarkan setiap anggota kelompok etnis tersebut
tentang asal-mula lahirnya kelompok etnis itu ke dunia (bahasa Jawa, sangkan) dan tentang
tujuan (telos) hidup yang akan dicapai kelompok etnis itu (bahasa Jawa, paran), sehingga
anggotanya tidak akan sesat dalam hidup.

Mazhab ini melestarikan filsafat-filsafat etnis Indonesia yang asli, karena filsafatfilsafat itu
telah dianut erat oleh anggota etnis sebelum mereka berhubungan dengan tradisi-tradisi
filosofis asing yang datang kemudian.

Kebanyakan tokoh mazhab ini berasumsi bahwa orang Indonesia kontemporer berada pada
posisi ‘buta’ terhadap nilai-nilai asli mereka. Jakob Sumardjo, misalnya, berpandangan
bahwa banyak orang Indonesia sekarang yang …lupa melestarikan nilai-nilai asli mereka…
dan …lupa masa-lalu, lupa asal-mula, mereka seperti orang hilang-ingatan… yang …
mengabaikan sejarah nasional mereka sendiri… (Sumardjo 2003:23, 25). Akibatnya, mereka
‘terasingkan’; teralienasi dari ‘budaya-budaya ibu

mereka’ (Sumardjo 2003:53). Gagalnya kebijakan pendidikan Indonesia, bagi Jakob,
disebabkan oleh ‘kebutaan’ terhadap budaya asli Indonesia ini (Sumardjo 2003:58). Karena
itu, misi penting dari mazhab filsafat ini ialah menggali, mengingat, dan menghidupkan-
kembali nilai-nilai etnis yang asli, karena nilai-nilai merupakan ‘ibu’ (lokalitas adalah ibu
manusia), sedangkan manusia ialah ‘bapak’ keberadaan (balita ialah bapak manusia)
(Sumardjo 2003:22).

Berikut ini adalah beberapa pandangan filsosofis yang dianut mazhab ini:
· Adat
· Mitos asal-mula
· Pantun
· Pepatah

rajaebookgratis.wordpress.com

www.rajaebookgratis.com

· Struktur sosial adat

2. Mazhab Tiongkok

Para filsuf etnik masih menganut filsafat-filsafat mereka yang asli hingga kedatangan
migrant-migran Tiongkok antara tahun 1122-222 SM. yang membawa-serta dan
memperkenalkan Taoisme dan Konfusianisme kepada mereka (Larope 1986:4). Dua filsafat
asing itu bersama filsafat-filsafat lokal saling bercampur dan berbaur; begitu tercampurnya,
sehingga filsafat-filsafat itu tak dapat lagi dicerai-beraikan (SarDesai 1989:9-13). Salah satu
dari sisa baurnya filsafat-filsafat tadi, yang hingga kini masih dipraktekkan oleh semua orang
Indonesia, adalah ajaran hsiao dari Konghucu (bahasa
Indonesia, menghormati orangtua). Ajaran itu menegaskan bahwa seseorang harus
menghormati orangtuanya melebihi apapun. Ia harus mengutamakan orangtuanya sebelum ia
mengutamakan orang lain.

Mazhab Tiongkok kelihatan eklusif, karena semata banyak dikembangkan oleh sedikit
anggota etnis Tiongkok di Indonesia. Meskipun demikian, filsafat yang disumbangkan oleh
mazhab ini bagi tradisi kefilsafatan di Indonesia, sangat penting. Sun Yat-senisme, Maoisme,
dan Neo-maoisme merupakan filsafat-filsafat penting yang menyebar-luas seantero Indonesia
pada awal 1900-an, bersamaan dengan pertumbuhan Partai Komunis Indonesia (PKI)
(Suryadinata 1990:15). Filsuf-filsuf

utama dari mazhab ini, di antara yang lainnya, adalah: Tjoe Bou San, Kwee Hing Tjiat, Liem
Koen Hian, Kwee Kek Beng, dan Tan Ling Djie.

3. Mazhab India

Pembauran atau difusi filsafat-filsafat terus berlanjut bersamaan dengan kedatangan kaum
Brahmana Hindu dan penganut Buddhisme dari India antara tahun 322 SM-700

M. Mereka memperkenalkan kultur Hindu dan kultur Buddhis kepada penduduk asli,
sementara penduduk asli meresponinya dengan menyintesa dua filsafat India itu menjadi satu
versi baru, yang terkenal dengan sebutan Tantrayana. Ini jelas tercermin pada bangunan
Candi Borobudur oleh Dinasti Sailendra pada tahun 800-850 M. (SarDesai, 1989:44-47).
Rabindranath Tagore, seorang filsuf India yang mengunjungi Borobudur pertama kalinya,
mengakui candi itu sebagai candi yang tidak-India, karena relik-relik yang dipahatkan
padanya merepresentasikan pekerja-pekerja lokal yang berbusana gaya Jawa asli.

Ia juga mengakui bahwa tarian-tarian asli Jawa yang terilhami dari epik-epik India tidak
menyerupai tarian-tarian India, meskipun tariantarian dua negeri tersebut bersumber dari
sumber yang sama. Hindu dan Buddhisme—dua filsafat yang saling berlawanan di India—
bersama-sama dengan filsafat Jawa asli dapat didamaikan di Indonesia oleh kejeniusan
Sambhara Suryawarana, Mpu Prapanca, dan Mpu Tantular.

4. Mazhab Islam

rajaebookgratis.wordpress.com

www.rajaebookgratis.com

10-abad proses Indianisasi ditantang oleh kedatangan Sufisme Persia, dan Sufisme mulai
mengakar dalam perbincangan kefilsafatan sejak awal tahun 1400-an hingga seterusnya.
Perkembangan Sufisme itu dipicu oleh berdirinya kerajaan-kerajaan dan kesultanan-
kesultanan Islam yang masif di Indonesia (Nasr 1991:262). Raja-raja dan sultan-sultan seperti
Sunan Giri, Sunan Gunungjati, Sunan Kudus, Sultan Trenggono, Pakubuwana II,
Pakubuwana IV, Sultan Ageng Tirtayasa, Sultan ‘Alauddin Ri’ayat Syah, Engku Haji Muda
Raja Abdullah Riau hingga Raja Muhammad Yusuf adalah raja-sufi; mereka mempelajari
Sufisme dari guru-guru Sufi terkemuka (Perpustakaan Nasional 2001:12-39).

Sufisme di Indonesia dapat dibagi ke dalam dua kelompok: Ghazalisme dan Ibn Arabisme.
Ghazalisme utamanya terinspirasi oleh ajaran-ajaran Al-Ghazali, sedangkan Ibn Arabisme
dari doktrin-doktrin Ibn Arabi. Sufi-sufi dari jalur Al-Ghazali adalah seperti Nuruddin Al-
Raniri, Abdurrauf Al-Singkeli, Abd al-Shamad Al-Palimbangi, dan Syekh Yusuf Makassar,
sementara yang dari jalur Ibn Arabi adalah Hamzah Al-Fansuri, Al-Sumatrani, Syekh Siti
Jenar, dan lain-lain (Nasr 1991:282-287).

Wahhabisme-Arab juga pernah diadopsi oleh Raja Pakubuwana IV dan Tuanku Imam
Bonjol, yang misi utamanya ialah menghapus Sufisme dan menggantikannya dengan ajaran-
ajaran Quranik (Hamka 1971:62-64).

Di saat Modernisme Islamik, yang memiliki program yaitu menyintesis ajaran-ajaran Islam
dengan filsafat Pencerahan Barat, dimulai oleh Muhammad Abduh dan Jamaluddin Al-
Afghani di Mesir tahun 1800-an, maka muslim-muslim di Indonesia juga mengadopsi dan
mengadaptasinya. Ini nampak jelas dalam karya-karya yang dihasilkan oleh Syaikh Ahmad
Khatib, Syaikh Thaher Djalaluddin, Haji Abdul Karim Amrullah, Kyai Ahmad Dahlan,
Mohammad Natsir, Oemar Said Tjokroaminoto, Haji Agus Salim, Haji Misbach, dan lain-
lain (Noer 1996:37).

5. Mazhab Barat

Sejak pemerintah kolonial Belanda di Indonesia menerapkan ‘Politik Hati Nurani’ (Politik
Etis) di awal tahun 1900-an, lembaga-lembaga pendidikan bergaya Belanda menjamur
dimana-mana dan terbuka untuk anak-anak pribumi dari kelas-kelas feudal, yang hendak
bekerja di lembaga-lembaga kolonial. Sekolah-sekolah berbahasa Belanda itu mengajarkan
Filsafat Barat sebagai mata-pelajarannya. Misalnya, Filsafat Pencerahan—filsafat yang
diajarkan secara amat terlambat di Indonesia, setelah 5
abad kemunculannya di Eropa (Larope 1986:236-238).

Banyak alumni sekolah tersebut yang melanjutkan studi mereka di universitas-universitas
Eropa. Mereka lantas muncul sebagai kelompok elit baru di Indonesia yang merupakan
generasi pertama intelligentsia bergaya Eropa, yang kelak menganut Filsafat Barat untuk
menggantikan filsafat etnik mereka yang asli.

rajaebookgratis.wordpress.com

www.rajaebookgratis.com

Filsafat Barat mengilhami banyak lembaga sosio-politis Indonesia modern. Pemerintahan
republik Indonesia, konstitusinya serta distribusi kekuasaan (distribution of power), partai
politik dan perencanaan ekonomi nasional jangkapanjang, semuanya dilakukan atas model
Barat. Bahkan ideologinya ``Pancasila’’ (Yang telah diciptakan oleh Soekarno atau yang
kemudian disalahgunakan oleh Soeharto), terinspirasi dari ideal-ideal Barat tentang
humanisme, demokrasi-sosial, dan sosialisme nasional Nazi Jerman, seperti yang Nampak
dalam pidato-pidato anggota Badan Pemeriksa Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia
(BPUPKI) tahun 1945 (Risalah Sidang 1995:10-79). Fakta ini menggiring pada kesimpulan,
bahwa ‘Indonesia Modern’ dibangun di atas cetak-biru Barat.

Sangat menarik untuk diamati, bahwa meskipun elit itu menganut Filsafat Barat sepenuh hati,
mereka masih merasa perlu mengadaptasikan filsafat itu kepada kegunaan dan situasi
Indonesia yang kontemporer dan kongkrit. Misalnya, Soekarno, yang mengadaptasi
demokrasi Barat dengan situasi rakyat Indonesia yang masih berjiwa feudalistik, sehingga ia
menciptakan apa yang kemudian disebut Demokrasi Terpimpin (Soekarno 1963:376). D.N.
Aidit dan Tan Malaka mengadaptasikan Marxisme-Leninisme dengan situasi Indonesia (Aidit
1964:i-iv; Tan Malaka 2000:4556) dan Sutan Syahrir yang mengadaptasikan Demokrasi-
Sosial dengan konteks Indonesia (Rae 1993:46).

6. Mazhab Kristiani

Bersama-sama dengan pencarian kapitalis Barat akan koloni-koloni di Timur, ajaran Kristen
mendatangi pedagang-pedagang Indonesia pada pertengahan abad 15 (Lubis 1990:78).
Pertama-tama yang datang ialah pedagang-pedagang Portugis, lalu kapitalis-kapitalis Belanda
yang berturut-turut menyebarkan ajaran Katolik dan ajaran Calvin. Fransiskus Xaverius,
pewarta Katolik pertama dari Spanyol yang menumpang kapal Portugis, menerjemahkan
Credo, Confession Generalis, Pater Noster, Ave Maria, Salve Regina, dan Sepuluh Perintah
Tuhan ke bahasa Melayu antara tahun
1546-1547, yang melaluinya ajaran Katolik dapat disebar-luaskan kepada penduduk Hindia
Belanda (Lubis 1990:85). Gereja-gereja Katolik pun didirikan dan penganut Katolik
Indonesia berjejalan, namun tak lama kemudian para pastor Katolik diusir dan umatnya
dipaksa untuk pindah ke Kalvinisme oleh penganut-penganut Kalvin

Belanda yang datang ke Indonesia pada sekitar tahun 1596. Gereja Reformasi Belanda
(Nederlandse Hervormde Kerk) didirikan sebagai gantinya. Jan Pieterszoon Coen, salah
seorang Gubernur-Jenderal VOC tahun 1618, adalah contoh dari penganut Kalvinis yang
saleh. Beliau mendudukkan semua pewarta Kalvinis (yang dalam bahasa Belanda disebut
Ziekentroosters) di bawah kendalinya (Lubis 1990:99).

Sekolah-sekolah Katolik bergaya Portugis-Hispanik dan lembaga-lembaga pendidikan
Kalvinis bergaya Belanda terbuka untuk penduduk Hindia Belanda. Tidak hanya diajarkan
teologi di dalamnya, tapi juga Filsafat Kristen (Christian Philosophy). Satu sekolah lalu
menjadi beribu-ribu jumlahnya. Hingga kini masih ada (dan terus ada) universitas-universitas
swasta Katolik dan Protestan yang mengajarkan Filsafat Kristen di dalamnya. Misioner-

rajaebookgratis.wordpress.com

www.rajaebookgratis.com

misioner dan pewarta-pewarta Injil dari Barat yang telah bertitel Master dalam bidang filsafat
dari universitas Eropa, berdatangan untuk memberikan kuliah pada universitas Kristen
Indonesia (Hiorth 1987:4). Dari universitas-universitas tersebut keluarlah banyak lulusan
yang menguasai Filsafat Kristen, seperti Nico Syukur Dister, J.B. Banawiratma, Franz
Magnis-Suseno, Robert J. Hardawiryana, J.B. Mangunwijaya, TH. Sumartana, Martin Sinaga,
dan lain-lain.

7. Mazhab Paska-Soeharto

Mazhab ini terutama mengedepan untuk mengritik kebijakan sosio-politik Soeharto selama
masa kepresidenannya dari tahun 1966 hingga (akhirnya tumbang) pada 1998. Perhatian
utama mereka ialah Filsafat Politik, yang misi utamanya ialah mencari alternatif-alternatif
bagi rezim yang korup itu. Mazhab inilah yang berani menantang Soeharto, setelah ia
berhasil membisukan semua filsuf lewat cara kekerasan.

Sebelum kemunculan mazhab ini, telah ada beberapa orang yang mencoba melawan Soeharto
di era 1970-an, namun mereka dipukul keras dalam insiden-insiden yang disebut sejarah
sebagai Peristiwa ITB Bandung 1973 dan Peristiwa Malari 1974.

Sejak praktek kekerasan itu, filsafat hanya dapat dipraktekkan dalam utopia; praksis dan
inteleksi dipisahkan dari filsafat.

Praksis dilarang, dan hanya penalaran yang mungkin bisa bertahan. Era Soeharto, dalam
kacamata filsafat, dapat disebut sebagai ‘era candu filsafat’, dimana segala jenis dan segala
mazhab filsafat dapat hidup tapi tak dapat dipraktekkan dalam kenyataan. Filsafat hanya
menjadi ‘latihan akademis’ dan
ditundukkan. Pancasila menjadi satu-satunya ideologi dan filsafat di era itu (tentunya,

Pancasila yang ditafsirkan menurut kepentingan Soeharto, bukan Pancasila BPUPKI 1945)
(Hidayat 2004:49-55).

Dalam ‘lingkaran setan’ rezim Soeharto muncullah pemberani-pemberani yang kelak
memutuskan mata-rantai lingkaran itu, dan mereka disebut disini sebagai ‘filsuf paska-
Soeharto’, di antaranya seperti: Sri-Bintang Pamungkas, Budiman Sudjatmiko, Muchtar
Pakpahan, Sri-Edi Swasono, dan Pius Lustrilanang.

PROFIL FILSUF DUNIA

A. FILSUF ISLAM

rajaebookgratis.wordpress.com

www.rajaebookgratis.com

1. Ibnu Rusyd

Ibnu Rusyd (1126 -Marrakesh, Maroko, adalah seorang filsuf dari Spanyol (Andalusia).

· Singkat

Abu Walid Muhammad bin Rusyd lahir di Kordoba (Spanyol) pada tahun 520 Hijriah (1128
Masehi). Ayah dan kakek Ibnu Rusyd adalah hakim-hakim terkenal pada masanya. Ibnu
Rusyd kecil sendiri adalah seorang anak yang mempunyai banyak minat dan talenta. Dia
mendalami banyak ilmu, seperti kedokteran, hukum, matematika, dan filsafat. Ibnu Rusyd
mendalami filsafat dari Abu Ja'far Harun dan Ibnu Baja.

Ibnu Rusyd adalah seorang jenius yang berasal dari Andalusia dengan pengetahuan
ensiklopedik. Masa hidupnya sebagian besar diberikan untuk mengabdi sebagai "Kadi"
(hakim) dan fisikawan. Di dunia barat, Ibnu Rusyd dikenal sebagai Averroes dan komentator
terbesar atas filsafat Aristoteles yang mempengaruhi filsafat Kristen di abad pertengahan,
termasuk pemikir semacam St. Thomas Aquinas. Banyak orang mendatangi Ibnu Rusyd
untuk mengkonsultasikan masalah kedokteran dan masalah hukum.

· Pemikiran Ibnu Rusyd

Karya-karya Ibnu Rusyd meliputi bidang filsafat, kedokteran dan fikih dalam bentuk
karangan, ulasan, essai dan resume. Hampir semua karya-karya Ibnu Rusyd. ………..10
Desember1198) dalam bahasa Arab, Averroes bahasa Latin dan dalam ... . di terjemahkan ke
dalam bahasa Latin dan Ibrani (Yahudi) sehingga kemungkinan besar karya-karya aslinya
sudah tidak ada.

Filsafat Ibnu Rusyd ada dua, yaitu filsafat Ibnu Rusyd seperti yang dipahami oleh orang
Eropa pada abad pertengahan; dan filsafat Ibnu Rusyd tentang akidah dan sikap
keberagamaannya.

• Karya
• Bidayat Al-Mujtahid (kitab ilmu fiqih)
• Kulliyaat fi At-Tib (buku kedokteran)
• Fasl Al-Maqal fi Ma Bain Al-Hikmat Wa Asy-Syari’at (filsafat dalam Islam dan menolak
segala paham yang bertentangan dengan filsafat)

2. Al-Ghazali

Abu Hamid Muhammad bin Muhammad al-Ghazali ath-Thusi asy-Syafi'i (lahir 1058 di Thus,
propinsi Khurasan, Persia (Iran), wafat 1111, Thus) adalah seorang filosof dan teolog muslim
Persia, yang dikenal sebagai Algazel di dunia Barat abad Pertengahan.

rajaebookgratis.wordpress.com

www.rajaebookgratis.com

· Riwayat Hidup

Imam al-Ghazali dilahirkan pada tahun 450 Hijrah bersamaan dengan tahun 1058 Masehi di
bandat Thus, Khurasan (Iran). Beliau berkun`yah Abu Hamid karena salah seorang anaknya
bernama Hamid. Gelar beliau al-Ghazali ath-Thusi berkaitan dengan gelar ayahnya yang
bekerja sebagai pemintal bulu kambing dan tempat kelahirannya yaitu Ghazalah di Bandar
Thus, Khurasan. Sedangkan gelar asy-Syafi'i menunjukkan bahwa beliau bermazhab Syafi'i.
Beliau berasal dari keluarga yang miskin. Ayahnya mempunyai cita-cita yang tinggi yaitu
ingin anaknya menjadi orang alim dan saleh. Imam Al-Ghazali adalah seorang ulama, ahli
fikir, ahli filsafat Islam yang terkemuka yang banyak memberi sumbangan bagi
perkembangan kemajuan manusia. Beliau pernah memegang jawatan sebagai Naib Kanselor
di Madrasah Nizhamiyah, pusat pengajian tinggi di Baghdad. Imam Al-Ghazali meninggal
dunia pada 4 Jumadil Akhir tahun 505 Hijriah bersamaan dengan tahun 1111 Masehi di Thus.
Jenazahnya dikebumikan di tempat kelahirannya.

· Sifat Pribadi

Imam al-Ghazali mempunyai daya ingat yang kuat dan bijak berhujjah. Beliau digelar
Hujjatul Islam karena kemampuannya tersebut. Beliau sangat dihormati di dua dunia Islam
yaitu Saljuk dan Abbasiyah yang merupakan pusat kebesaran Islam. Beliau berjaya mengusai
pelbagai bidang ilmu pengetahuan. Imam al-Ghazali sangat mencintai ilmu pengetahuan.
Beliau juga sanggup meninggalkan segala kemewahan hidup untuk bermusafir dan
mengambara serta meninggalkan kesenangan hidup demi mencari ilmu pengetahuan.
Sebelum beliau memulakan pengambaraan, beliau telah mempelajari karaya ahli sufi ternama
seperti al-Junaid Sabili dan Bayazid Busthami.

Imam al-Ghazali telah mengembara selama sepuluh tahun. Beliau telah mengunjungi tempat-
tempat suci yang bertaburan di daerah Islam yang luas seperti Mekkah, Madinah, Jerusalem,
dan Mesir. Beliau terkenal sebagai ahli filsafat Islam yang telah mengharumkan nama ulama
di Eropa melalui hasil karyanya yang sangat bermutu tinggi. Sejak kecil lagi berliau telah
dididik dengan akhlak yang mulia. Hal ini menyebabkan beliau benci kepada sifat riya,
megah, sombong, takabur, dan sifat-sifat tercela yang lain.

Beliau sangat kuat beribadat, wara, zuhud, dan tidak gemar kepada kemewahan, kepalsuan.
Kemegahan, dan kepuran-puraan dan mencari sesuatu untuk mendapat keredhaan dari Allah
SWT. Beliau mempunyai keahlian dalam pelbagai bidang ilmu terutamanya fiqih, usul fiqih,
dan siyasah syariah. Oleh karena itu, beliau disebut sebagai seorang faqih.

· Pendidikan

Pada tingkat dasar, beliau mendapat pendidikan secara gratis dari beberapa orang guru karena
kemiskinan keluarganya. Pendidikan yang diperoleh pada peringkat ini membolehkan beliau
menguasai Bahasa Arab dan Parsi dengan fasih. Oleh sebab minatnya yang mendalam
terhadap ilmu, beliau mula mempelajari ilmu ushuluddin, ilmu mantiq, usul fiqih, filsafat,

rajaebookgratis.wordpress.com

www.rajaebookgratis.com

dan mempelajari segala pendapat keeempat mazhab hingga mahir dalam bidang yang dibahas
oleh mazhab-mazhab tersebut. Selepas itu, beliau melanjutkan pelajarannya dengan Ahmad
ar-Razkani dalam bidang ilmu fiqih, Abu Nasr al-Ismail di Jarajan, dan Imam Harmaim di
Naisabur. Oleh sebab Imam al-Ghazali memiliki ketinggian ilmu, beliau telah dilantik
menjadi mahaguru di Madrasah Nizhamiah (sebuah universitas yang didirikan oleh perdana
menteri) di Baghdad pada tahun 484 Hijrah. Kemudian beliau dilantik pula sebagai Naib
Kanselor di sana.

Beliau telah mengembara ke beberapa tempat seperti Mekkah, Madinah, Mesir dan Jerusalem
untuk berjumpa dengan ulama-ulama di sana untuk mendalami ilmu pengetahuannya yang
ada. Dalam pengembaraan, beliau menulis kitab Ihya Ulumuddin yang memberi sumbangan
besar kepada masyarakat dan pemikiran manusia dalam semua masalah.

• Karya Al-Ghazali: Teologi
• Al-Munqidh min adh-Dhalal
• Al-Iqtishad fi al-I`tiqad
• Al-Risalah al-Qudsiyyah
• Kitab al-Arba'in fi Ushul ad-Din
• Mizan al-Amal
• Ad-Durrah al-Fakhirah fi Kasyf Ulum al-Akhirah Tasawuf
• Ihya Ulumuddin (Kebangkitan Ilmu-Ilmu Agama), merupakan karyanya yang terkenal
• Kimiya as-Sa'adah (Kimia Kebahagiaan)
• Misykah al-Anwar (The Niche of Lights) Filsafat
• Maqasid al-Falasifah
• Tahafut al-Falasifah, buku ini membahas kelemahan-kelemahan para filosof masa itu, yang
kemudian ditanggapi oleh Ibnu Rushdi dalam buku Tahafut al-Tahafut (The Incoherence of
the Incoherence). Fiqih
• Al-Mushtasfa min `Ilm al-Ushul Logika
• Mi`yar al-Ilm (The Standard Measure of Knowledge)
• al-Qistas al-Mustaqim (The Just Balance)
• Mihakk al-Nazar fi al-Manthiq (The Touchstone of Proof in Logic) ......Ibnu Sina bernama
lengkap Abu‘Alial-Husaynbin ‘Abdullah binSina (Persia ). Ibnu Sina....... ... ... ... ..... .. ... .. ...
atau dalam tulisan arab: AbuAliSina .....

3. Ibnu Sina

Ibnu Sina (980-1037) dikenal juga sebagai Avicenna di Dunia Barat adalah seorang filsuf,
ilmuwan, dan juga dokter kelahiran Persia (sekarang sudah menjadi bagian Uzbekistan).
Beliau juga seorang penulis yang produktif dimana sebagian besar karyanya adalah tentang
filosofi dan pengobatan. Bagi banyak orang, beliau adalah "Bapak Pengobatan Modern" dan

rajaebookgratis.wordpress.com

www.rajaebookgratis.com

masih banyak lagi sebutan baginya yang kebanyakan bersangkutan dengan karya-karyanya di
bidang kedokteran. Karyanya yang sangat terkenal adalah Qanun fi Thib yang merupakan
rujukan di bidang kedokteran selama berabad-abad.

lahir pada 980 di Afsyahnah daerah dekat Bukhara, sekarang wilayah Uzbekistan (kemudian
Persia), dan meninggal pada bulan Juni 1037 di Hamadan, Persia (Iran).

Dia adalah pengarang dari 450 buku pada beberapa pokok bahasan besar. Banyak diantaranya
memusatkan pada filosofi dan kedokteran. Dia dianggap oleh banyak orang sebagai "bapak
kedokteran modern." George Sarton menyebut Ibnu Sina "ilmuwan paling terkenal dari Islam
dan salah satu yang paling terkenal pada semua bidang, tempat, dan waktu." pekerjaannya
yang paling terkenal adalah The Book of Healing dan The Canon of Medicine, dikenal juga
sebagai sebagai Qanun (judul lengkap: Al-Qanun fi At Tibb).

· Awal Kehidupan

Kehidupannyan dikenal lewat sumber -sumber berkuasa. Suatu autobiografi membahas tiga
puluh tahun pertama kehidupannya, dan sisanya didokumentasikan oleh muridnya al-
Juzajani, yang juga sekretarisnya dan temannya.

Ibnu Sina lahir pada tahun 370 (H) / 980 (M) di rumah ibunya Afshana, sebuah kota kecil
sekarang wilayah Uzbekistan (bagian dari Persia). Ayahnya, seorang sarjana terhormat
Ismaili, berasal dari Balkh Khorasan, dan pada saat kelahiran putranya dia adalah gubernur
suatu daerah di salah satu pemukiman Nuh ibn Mansur, sekarang wilayah Afghanistan (dan
juga Persia). Dia menginginkan putranya dididik dengan baik di Bukhara.

Meskipun secara tradisional dipengaruhi oleh cabang Islam Ismaili, pemikiran Ibnu Sina
independen dengan memiliki kepintaran dan ingatan luar biasa, yang mengizinkannya
menyusul para gurunya pada usia 14 tahun.

Ibn Sina dididik dibawah tanggung jawab seorang guru, dan kepandaiannya segera
membuatnya menjadi kekaguman diantara para tetangganya; dia menampilkan suatu
pengecualian sikap intellectual dan seorang anak yang luar biasa kepandaiannya / Child
prodigy yang telah menghafal Al-Quran pada usia 5 tahun dan juga seorang ahli puisi Persia.
Dari seorang pedagan sayur dia mempelajari aritmatika, dan dia memulai untuk belajar yang
lain dari seorang sarjana yang memperoleh suatu mata pencaharian dari merawat orang sakit
dan mengajar anak muda.
Meskipun bermasalah besar pada masalah -masalah metafisika dan pada beberapa tulisan
Aristoteles. Sehingga, untuk satu setengah tahun berikutnya, dia juga mempelajari filosofi,
dimana dia menghadapi banyak rintangan. pada beberapa penyelidikan yang
membingungkan, dia akan meninggalkan buku -bukunya, mengambil air wudhu, lalu pergi ke
masjid, dan terus sholat sampai hidayah menyelesaikan kesulitan -kesulitannya. Pada larut
malam dia akan melanjutkan kegiatan belajarnya, menstimulasi perasaannya dengan

rajaebookgratis.wordpress.com

www.rajaebookgratis.com

kadangkala segelas susu kambing, dan meskipun dalam mimpinya masalah akan
mengikutinya dan memberikan solusinya.

Empat puluh kali, dikatakan, dia membaca Metaphysics dari Aristoteles, sampai kata
-katanya tertulis dalam ingatannya; tetapi artinya tak dikenal, sampai suatu hari mereka
menemukan pencerahan, dari uraian singkat oleh Farabi, yang dibelinya di suatu bookstall
seharga tiga dirham. Yang sangat mengagumkan adalah kesenangannya pada penemuan,
yang dibuat dengan bantuan yang dia harapkan hanya misteri, yang mempercepat untuk
berterima kasih kepada Allah SWT, dan memberikan sedekah atas orang miskin.

Dia mempelajari kedokteran pada usia 16, dan tidak hanya belajar teori kedokteran, tetapi
melalui pelayanan pada orang sakit, melalui perhitungannya sendiri, menemukan metode
-metode baru dari perawatan. Anak muda ini memperoleh predikat sebagai seorang fisikawan
pada usia 18 tahun dan menemukan bahwa

"Kedokteran tidaklah ilmu yang sulit ataupun menjengkelkan, seperti matematika dan
metafisika, sehingga saya cepat memperoleh kemajuan; saya menjadi dokter yang sangat baik
dan mulai merawat para pasien, menggunakan obat -obat yang sesuai." Kemasyuran sang
fisikawan muda menyebar dengan cepat, dan dia merawat banyak pasien tanpa meminta
bayaran.

Pekerjaan pertamanya menjadi fisikawan untuk emir, yang diobatinya dari suatu penyakit
yang berbahaya. Majikan Ibnu Sina memberinya hadiah atas hal tersebut dengan memberinya
akses ke perpustakaan raja Samanids, pendukung pendidikan dan ilmu. Ketika perpustakaan
dihancurkan oleh api tidak lama kemudian, musuh - musuh Ibnu Sina menuduh din oa yang
membakarnya, dengan tujuan untuk menyembunyikan sumber pengetahuannya. Sementara
itu, Ibnu Sina membantu ayahnya dalam pekerjaannya, tetapi tetap meluangkan waktu untuk
menulis beberapa karya paling awalnya.

Ketika Ibnu Sina berusia 22 tahun, ayahnya meninggal.Samanid dynasty menuju
keruntuhannya pada Desember 1004. Ibnu Sina menolak pemberian Mahmud of Ghazni, dan
menuju kearah Barat ke Urgench di Uzbekistan modern, dimana vizier, dianggap sebagai
teman seperguruan, memberinya gaji kecil bulanan.

Tetapi gajinya kecil, sehingga Ibnu Sina mengembara dari satu tempat ke tempat lain melalui
distrik Nishapur dan Merv ke perbatasan Khorasan, mencari suatu opening untuk bakat
bakatnya. Shams al-Ma'äli Qäbtis, sang dermawan pengatur Dailam, seorang penyair dan
sarjana, yang mana Ibn Sina mengharapkan menemukan tempat berlindung, dimana sekitar
tahun (1052) meninggal dibunuh oleh pasukannya yang memberontak. Ibnu Sina sendiri pada
saat itu terkena penyakit yang sangat parah.

Akhirnya, di Gorgan, dekat Laut Kaspi, Ibnu Sina bertamu dengan seorang teman, yang
membeli sebuah ruman didekat rumahnya sendiri idmana Ibnu Sina belajar logika dan

rajaebookgratis.wordpress.com

www.rajaebookgratis.com

astronomi. Beberapa dari buku panduan Ibnu Sina ditulis untuk orang ini ; dan permulaan
dari buku Canon of Medicine juga dikerjakan sewaktu dia tinggal di Hyrcania.

• Kematian Ibnu Sina wafat pada tahun 1037 M di Hamadan, Iran, karena penyakit maag
yang kronis. Beliau wafat ketika sedang mengajar di sebuah sekolah.
• Karya Ibnu Sina
• Qanun fi Thib (Canon of Medicine)(Terjemahan bebas:Aturan Pengobatan)
• Asy Syifa (terdiri dari 18 jilid berisi tentang berbagai macam ilmu pengetahuan)
• An Najat

4. Al-Farabi

... ..(870-950, BahasaPersia: AbuNasirMuhammadbinal-Farakhal-Farabi atauAbuNasir al-
Farabi (dalam beberapasumber iadi kenal sebagai ) ........

Muhammad bin Muhammad bin Tarkhan bin Uzalagh al-Farabi), juga dikenal di dunia barat
sebagai Alpharabius, Al-Farabi, Farabi, dan Abunasir adalah seorang filsuf Islam yang
menjadi salah satu ilmuwan dan filsuf terbaik di zamannya. Ia berasal dari Farab,
Kazakhstan. Sampai umur 50, ia tetap tinggal di Kazakhstan. Tetapi kemudian ia pergi ke
Baghdad untuk menuntut ilmu di sana selama 20 tahun. Lalu ia pergi ke Alepo (Halib),
Suriah untuk mengabdi kepada sang raja di sana.

Al-Farabi adalah seorang komentator filsafat Yunani yang sangat ulung di dunia Islam.
Meskipun kemungkinan besar ia tidak bisa berbahasa Yunani, ia mengenal para filsuf
Yunani; Plato, Aristoteles dan Plotinus dengan baik. Kontribusinya terletak di berbagai
bidang seperti matematika, filosofi, pengobatan, bahkan musik. Al-Farabi telah menulis
berbagai buku tentang sosiologi dan sebuah buku penting dalam bidang musik, Kitab al-
Musiqa. Ia dapat memainkan dan telah menciptakan bebagai alat musik.

Al-Farabi muda belajar ilmu-ilmu islam dan musik di Bukhara. Setelah mendapat pendidikan
awal, Al_farabi belajar logika kepada orang Kristen Nestorian yang berbahasa Suryani, yaitu
Yuhanna ibn Hailan. Pada masa kekhalifahan Al-Muta'did (892-902M), Al-farabi dan
Yhanna ibn Hailan pergi ke Baghdad dan Al-farabi unggul dalam ilmu logika. Al-Farabi
selanjutnya banyak memberi sumbangsihnya dalam penempaan filsafat baru dalam bahasa
Arab. Pada kekahlifahan Al-Muktafi (902908M) dan awal kekhalifahan Al-Muqtadir (908-
932M) Al-farabi dan Ibn Hailan meninggalkan Baghdad menuju Harran. Dari Baghdad Al-
Farabi pergi ke Konstantinopel dan tinggal di sana selama dealapan tahun serta mempelajari
seluruh silabus filsafat.

Al-Farabi dikenal sebagai "guru kedua" setelah Aristoteles. Dia adalah filosof islam pertama
yang berupaya menghadapkan, mempertalikan dan sejauh mungkin menyelaraskan filsafat
politik Yunani klasik dengan islam serta berupaya membuatnya bisa dimengerti di dalam
konteks agama-agama wahyu. Karyanya yang paling terkenal adalah Al-Madinah Al-
Fadhilah (Kota atau Negara Utama) yang membahas tetang pencapaian kebahagian melalui

rajaebookgratis.wordpress.com

www.rajaebookgratis.com

kehidupan politik dan hubungan antara rezim yang paling baik menurut pemahaman Plato
dengan hukum Ilahiah islam. Filsafat politik Al-Farabi, khususnya gagasannya mengenai
penguasa kota utama mencerminkan rasionalisasi ajaran Imamah dalam Syi'ah.

5. Al-Kindi

wafat: 873), bisadikatakan -)(lahir:801 ..... .. .......... ...(Al-Kindi merupakan filsuf pertama
yang lahir dari kalangan Islam. Semasa hidupnya, selain bisa berbahasa Arab, ia mahir
berbahasa Yunani pula. Banyak karya-karya para filsuf Yunani diterjemahkannya dalam
bahasa Arab; antara lain karya Aristoteles dan Plotinus. Sayangnya ada sebuah karya Plotinus
yang diterjemahkannya sebagai karangan Aristoteles dan berjudulkan Teologi menurut
Aristoteles, sehingga di kemudian hari ada sedikit kebingungan.

Al-Kindi berasal dari kalangan bangsawan, dari Irak. Ia berasal dari suku Kindah, hidup di
Basra dan meninggal di Bagdad pada tahun 873. Ia merupakan seorang tokoh besar dari
bangsa Arab yang menjadi pengikut Aristoteles, yang telah mempengaruhi konsep al Kindi
dalam berbagai doktrin pemikiran dalam bidang sains dan psikologi.

Al Kindi menuliskan banyak karya dalam berbagai bidang, geometri, astronomi, astrologi,
aritmatika, musik(yang dibangunnya dari berbagai prinip aritmatis), fisika, medis, psikologi,
meteorologi, dan politik.

Ia membedakan antara intelek aktif dengan intelek pasif yang diaktualkan dari bentuk intelek
itu sendiri. Argumen diskursif dan tindakan demonstratif ia anggap sebagai pengaruh dari
intelek ketiga dan yang keempat. Dalam ontologi dia mencoba mengambil parameter dari
kategori-kategori yang ada, yang ia kenalkan dalam lima bagian: zat(materi), bentuk, gerak,
tempat, waktu, yang ia sebut sebagai substansi primer.

Al Kindi mengumpulkan berbagai karya filsafat secara ensiklopedis, yang kemudian
diselesaikan oleh Ibnu Sina (Avicenna) seabad kemudian. Ia juga tokoh pertama yang
berhadapan dengan berbagai aksi kejam dan penyiksaan yang dilancarakan oleh para
bangsawan religius-orthodox terhadap berbagai pemikiran yang dianggap bid'ah, dan dalam
keadaan yang sedemikian tragis (terhadap para pemikir besar Islam) al Kindi dapat
membebaskan diri dari upaya kejam para bangsawan orthodox itu.

6. Abdulmalik bin Quraib Al-Asma'i

Abdulmalik bin Quraib Al-Asma'i (Basra, 740-828) merupakan seorang ahli sastera Arab
sekaligus ilmuwan bidang zoologi, botani, dan penjagaan hewan.

rajaebookgratis.wordpress.com

www.rajaebookgratis.com

Tulisannya yang terkenal di antaranya Kitab Ibil, Kitab Khalil, Kitab Wuhush, Kitab Sha, dan
Kitab Khalqal Insan. Buku terakhirnya tentang anatomi manusia membuktikan
pengetahuannya yang mendalam dan luas mengenai bidang tersebut.

Minat dalam pemuliaan/peternakan kuda dan unta mendorong kepada hasil kerja ilmiah
sistematik oleh orang Arab seawal abad ke-7. Ketika pemerintahan Khalifah Umayyad,
klasifikasi dan sifat hewan dan tumbuhan dikaji dan dicatat oleh beberapa ilmuwan. Hasil
kajian Al-Asmai amat popular dikalangan ilmuwan pada abad ke-9 dan abad ke-10.

7. Ibnu Haitham

Ibnu Haitham atau nama sebenarnya Abu All Muhammad al-Hassan ibnu al-Haitham, atau
dalam kalangan cerdik pandai di Barat, beliau dikenal dengan nama Alhazen, adalah seorang
ilmuwan Islam yang ahli dalam bidang sains, falak, matematika, geometri, pengobatan, dan
filsafat. Beliau banyak pula melakukan penyelidikan mengenai cahaya, dan telah memberikan
ilham kepada ahli sains barat seperti Boger, Bacon, dan Kepler dalam menciptakan
mikroskop serta teleskop..

· Sejarah
· Masa ilmuwan-ilmuwan Islam

Islam sering kali diberikan gambaran sebagai agama yang mundur dan memundurkan. Islam
juga dikatakan tidak menggalakkan umatnya menuntut dan menguasai pelbagai lapangan
ilmu. Kenyataan dan gambaran yang diberikan itu bukan saja tidak benar tetapi bertentangan
dengan hakikat sejarah yang sebenarnya.

Sejarah telah membuktikan betapa dunia Islam telah melahirkan banyak golongan sarjana dan
ilmuwan yang cukup hebat dalam bidang falsafah, sains, politik, kesusasteraan,
kemasyarakatan, agama, pengobatan, dan sebagainya. Salah satu ciri yang dapat diperhatikan
pada para tokoh ilmuwan Islam ialah mereka tidak sekedar dapat menguasai ilmu tersebut
pada usia yang muda, tetapi dalam masa yang singkat dapat menguasai beberapa bidang ilmu
secara bersamaan.

Walaupun tokoh itu lebih dikenali dalam bidang sains dan pengobatan tetapi dia juga
memiliki kemahiran yang tinggi dalam bidang agama, falsafah, dan sebagainya. Salah
seorang daripada tokoh tersebut ialah Ibnu Haitham atau nama sebenarnya Abu All
Muhammad al-Hassan ibnu al-Haitham.

· Perjalanan hidup

Dalam kalangan cerdik pandai di Barat, beliau dikenali dengan nama Alhazen. Ibnu Haitham
dilahirkan di Basrah pada tahun 354H bersamaan dengan 965 Masehi. Beliau memulai
pendidikan awalnya di Basrah sebelum dilantik menjadi pegawai pemerintah di bandar
kelahirannya. Setelah beberapa lama berkhidmat dengan pihak pemerintah di sana, beliau

rajaebookgratis.wordpress.com

www.rajaebookgratis.com

mengambil keputusan merantau ke Ahwaz dan Baghdad. Di perantauan beliau telah
melanjutkan pengajian dan menumpukan perhatian pada penulisan.

Kecintaannya kepada ilmu telah membawanya berhijrah ke Mesir. Selama di sana beliau
telah mengambil kesempatan melakukan beberapa kerja penyelidikan mengenai aliran dan
saliran Sungai Nil serta menyalin buku-buku mengenai matematika dan falak. Tujuannya
adalah untuk mendapatkan uang cadangan dalam menempuh perjalanan menuju Universitas
Al-Azhar.

Hasil daripada usaha itu, beliau telah menjadi seorang yang amat mahir dalam bidang sains,
falak, matematik, geometri, pengobatan, dan falsafah. Tulisannya mengenai mata, telah
menjadi salah satu rujukan yang penting dalam bidang pengajian sains di Barat. Malahan
kajiannya mengenai pengobatan mata telah menjadi asas kepada pengajian pengobatan
modern mengenai mata.

· Karya dan penelitian
· Sains

Ibnu Haitham merupakan ilmuwan yang gemar melakukan penyelidikan. Penyelidikannya
mengenai cahaya telah memberikan ilham kepada ahli sains barat seperti Boger, Bacon, dan
Kepler mencipta mikroskop serta teleskop. Beliau merupakan orang pertama yang menulis
dan menemui pelbagai data penting mengenai cahaya.

Beberapa buah buku mengenai cahaya yang ditulisnya telah diterjemahkan ke dalam bahasa
Inggeris, antaranya ialah Light dan On Twilight Phenomena. Kajiannya banyak
membahaskan mengenai senja dan lingkaran cahaya di sekitar bulan dan matahari serta
bayang bayang dan gerhana.

Menurut Ibnu Haitham, cahaya fajar bermula apabila matahari berada di garis 19 darjah di
ufuk timur. Warna merah pada senja pula akan hilang apabila matahari berada di garis 19
darjah ufuk barat. Dalam kajiannya, beliau juga telah berjaya menghasilkan kedudukan
cahaya seperti bias cahaya dan pembalikan cahaya.

Ibnu Haitham juga turut melakukan percubaan terhadap kaca yang dibakar dan dari situ
terhasillah teori lensa pembesar. Teori itu telah digunakan oleh para saintis di Itali untuk
menghasilkan kanta pembesar yang pertama di dunia.

Yang lebih menakjubkan ialah Ibnu Haitham telah menemui prinsip isi padu udara sebelum
seorang saintis yang bernama Trricella mengetahui perkara itu 500 tahun kemudian. Ibnu
Haitham juga telah menemui kewujudan tarikan graviti sebelum Issaac Newton
mengetahuinya. Selain itu, teori Ibnu Haitham mengenai jiwa manusia sebagai satu rentetan
perasaan yang bersambung-sambung secara teratur telah memberikan ilham kepada saintis
barat untuk menghasilkan wayang gambar. Teori beliau telah membawa kepada penemuan

rajaebookgratis.wordpress.com

www.rajaebookgratis.com

filem yang kemudiannya disambung-sambung dan dimainkan kepada para penonton
sebagaimana yang dapat kita tontoni pada masa kini.

· Filsafat

Selain sains, Ibnu Haitham juga banyak menulis mengenai falsafah, logik, metafizik, dan
persoalan yang berkaitan dengan keagamaan. Beliau turut menulis ulasan dan ringkasan
terhadap karya-karya sarjana terdahulu.

Penulisan falsafahnya banyak tertumpu kepada aspek kebenaran dalam masalah yang menjadi
pertikaian. Padanya pertikaian dan pertelingkahan mengenai sesuatu perkara berpunca
daripada pendekatan yang digunakan dalam mengenalinya.

Beliau juga berpendapat bahawa kebenaran hanyalah satu. Oleh sebab itu semua dakwaan
kebenaran wajar diragui dalam menilai semua pandangan yang sedia ada. Jadi, pandangannya
mengenai falsafah amat menarik untuk disoroti.

Bagi Ibnu Haitham, falsafah tidak boleh dipisahkan daripada matematik, sains, dan
ketuhanan. Ketiga-tiga bidang dan cabang ilmu ini harus dikuasai dan untuk menguasainya
seseorang itu perlu menggunakan waktu mudanya dengan sepenuhnya. Apabila umur
semakin meningkat, kekuatan fizikal dan mental akan turut mengalami kemerosotan.

• Karya Ibnu Haitham membuktikan pandangannya apabila beliau begitu ghairah mencari dan
mendalami ilmu pengetahuan pada usia mudanya. Sehingga kini beliau berjaya menghasilkan
banyak buku dan makalah. Antara buku karyanya termasuk:

1. Al'Jami' fi Usul al'Hisab yang mengandungi teori-teori ilmu metametik dan metametik
penganalisaannya;
2. Kitab al-Tahlil wa al'Tarkib mengenai ilmu geometri;
3. Kitab Tahlil ai'masa^il al 'Adadiyah tentang algebra;
4. Maqalah fi Istikhraj Simat al'Qiblah yang mengupas tentang arah kiblat bagi segenap
rantau;
5. M.aqalah fima Tad'u llaih mengenai penggunaan geometri dalam urusan hukum syarak dan
6. Risalah fi Sina'at al-Syi'r mengenai teknik penulisan puisi.

Sumbangan Ibnu Haitham kepada ilmu sains dan falsafah amat banyak. Kerana itulah Ibnu
Haitham dikenali sebagai seorang yang miskin dari segi material tetapi kaya dengan ilmu
pengetahuan. Beberapa pandangan dan pendapatnya masih relevan sehingga ke hari ini.

Walau bagaimanapun sebahagian karyanya lagi telah "dicuri" dan "diceduk" oleh ilmuwan
Barat tanpa memberikan penghargaan yang sewajarnya kepada beliau. Sesungguhnya barat
patut berterima kasih kepada Ibnu Haitham dan para sarjana Islam kerana tanpa mereka
kemungkinan dunia Eropa masih diselubungi dengan kegelapan.

rajaebookgratis.wordpress.com

www.rajaebookgratis.com

Kajian Ibnu Haitham telah menyediakan landasan kepada perkembangan ilmu sains dan pada
masa yang sama tulisannya mengenai falsafah telah membuktikan keaslian pemikiran sarjana
Islam dalam bidang ilmu tersebut yang tidak lagi dibelenggu oleh pemikiran falsafah Yunani.

8. Syed Muhammad Naquib al-Attas

Syed Muhammad al Naquib bin Ali bin Abdullah bin Muhsin al Attas (Bogor, 5 September
1931) adalah seorang cendekiawan dan filsuf muslim saat ini dari Malaysia. Beliau
menguasai teologi, filsafat, metafisika, sejarah, dan literatur. Beliau juga menulis berbagai
buku di bidang pemikiran dan peradaban Islam, khususnya tentang sufisme, kosmologi,
filsafat, dan literatur Malaysia.

· Pendidikan dan masa kecil

Syed Muhammad Naquib al-Attas lahir di Bogor, Indonesia. Beliau menempuh pendidikan
dasar pada usia 5 tahun di Johor, Malaysia, namun saat pendudukan Jepang ia pergi belajar
ke Jawa untuk belajar Bahasa Arab di Madrasah Al`Urwatu’l-wuthqa.

Setelah Perang Dunia II pada tahun 1946 ia kembali ke Johor untuk menyelesaikan
pendidikan menengahnya. Ia tertarik dan mempelajari sastra Melayu, sejarah, dan
kebudayaan Barat. Saat kuliah di Universitas Malaya, al-Attas menulis Rangkaian Ruba`iyat,
sebuah karya literatur, dan Some Aspects of Sufism as Understood and Practised among the
Malays. Dari sini ia melanjutkan studi ke the Institute of Islamic Studies di McGill
University, Montreal, Canada. Tahun 1962 Al-Attas menyelesaikan studi pasca sarjana di sini
dengan thesis Raniri and the Wujudiyyah of 17th Century
Acheh. Al-Attas kemudian melanjutkan studi ke School of Oriental and African Studies,
University of London di bawah bimbingan Professor A. J. Arberry dari Cambridge dan Dr.
Martin Lings. Thesis doktornya (1962) adalah studi tentang dunia mistik Hamzah Fansuri.

In 1987, Al-Attas mendirikan sebuah institusi pendidikan tinggi bernama International
Institute of Islamic Thought and Civilization (ISTAC) di Kuala Lumpur. Melalui institusi ini
Al-Attas bersama sejumlah kolega dan mahasiswanya melakukan kajian dan penelitian
mengenai Pemikiran dan Peradaban Islam, serta memberikan respons yang kritis terhadap
Peradaban Barat.

Tulisan Al-Attas

• (1970) The Correct Date of the Terengganu Inscription, Kuala Lumpur Museum
Department.
• (1975) Comments on the Re-Examination of Al-Raniri’s Hujjat au’l Siddiq: A Refutation,
Kuala Lumpur Museum Department.
• (1978) Islam and Secularism ISBN 983-99628-6-8
• (1980) The Concept of Education in Islam

rajaebookgratis.wordpress.com

www.rajaebookgratis.com

• (1988) The Oldest Known Malay Manuscript: A 16th Century Malay Translation of the
`Aqa’id of al-Nasafi
• (1989) Islam and the Philosophy of Science, Kuala Lumpur: ISTAC, 2001)
• (1990) The Nature of Man and the Psychology of the Human Soul
• (1990) On Quiddity and Essence
• (1990) The Intuition of Existence
• (1992) The Concept of Religion and the Foundation of Ethics and Morality
• (1993) The Meaning and Experience of Happiness in Islam, Kuala Lumpur: ISTAC, 1998)
• (1994) The Degrees of Existence (1995) Prolegomena to the Metaphysics of Islam: An
Exposition of the Fundamental Elements of the Worldview of Islam

B. FILSUF BARAT

1. Plato

Plato (bahasa Yunani .......) (lahir sekitar 427 SM)
meninggal sekitar 347 SM) adalah filsuf Yunani yang sangat berpengaruh, murid Socrates
dan guru dari Aristoteles. Karyanya yang paling terkenal ialah Republik (dalam bahasa
Yunani ....te.a atau Politeia, "Negeri") di mana ia menguraikan garis besar pandangannya
pada keadaan "ideal". Dia juga menulis 'Hukum' dan banyak dialog di mana Socrates adalah
peserta utama.

Sumbangsih Plato yang terpenting tentu saja adalah ilmunya mengenai ide. Dunia fana ini
tiada lain hanyalah refleksi atau bayangan daripada dunia ideal. Di dunia ideal semuanya
sangat sempurna. Hal ini tidak hanya merujuk kepada barang-barang kasar yang bisa
dipegang saja, tetapi juga mengenai konsep-konsep pikiran, hasil buah intelektual. Misalkan
saja konsep mengenai "kebajikan" dan "kebenaran".

Salah satu perumpamaan Plato yang termasyhur adalah perumpaan tentang orang di
gua. Ada yang berpendapat bahwa Plato adalah filsuf terbesar dalam sejarah manusia. Semua
karya falsafi yang ditulis setelah Plato, hanya merupakan "catatan kaki" karyakaryanya saja.

2. Socrates

Nama: Socrates (S....t..)
Lahir: k. 469 / 471 SM
Meninggal: 399 SM
Aliran/tradisi: Yunani Klasik
Minat utama: Epistemologi, Etika
Gagasan penting: Metode Socrates, Ironi Socrates
Mempengaruhi: Plato, Aristoteles, Aristippus, Antisthenes, Filosofi Barat

rajaebookgratis.wordpress.com

www.rajaebookgratis.com

Socrates (Bahasa Yunani S......, Socrates) (470 SM -399 SM) adalah filsuf dari Athena,
Yunani dan merupakan salah satu figur tradisi filosofis Barat yang paling penting.
Socrates lahir di Athena, dan merupakan generasi pertama dari tiga ahli filsafat besar dari
Yunani, yaitu Socrates, Plato dan Aristoteles.
Socrates adalah yang mengajar Plato, dan Plato pada gilirannya juga mengajar Aristoteles.

· Pengajaran

Socrates diperkirakan berprofesi sebagai seorang ahli bangunan (stone mason) untuk
mencukupi hidupnya. Penampilan fisiknya pendek dan tidak tampan, akan tetapi karena
pesona, karakter dan kepandaiannya ia dapat membuat para aristokrat muda Athena saat itu
untuk membentuk kelompok yang belajar kepadanya.

Metode pembelajaran Socrates bukanlah dengan cara menjelaskan, melainkan dengan cara
mengajukan pertanyaan, menunjukkan kesalahan logika dari jawaban, serta dengan
menanyakan lebih jauh lagi, sehingga para siswanya terlatih untuk mampu memperjelas ide-
ide mereka sendiri dan dapat mendefinisikan konsep-konsep yang mereka maksud dengan
mendetail.

Socrates sediri tidak pernah diketahui menuliskan buah pikirannya. Kebanyakan yang kita
ketahui mengenai buah pikiran Socrates berasal dari catatan oleh Plato, Xenophone (430-357)
SM, dan siswa-siswa lainnya.

· Filosofi

Salah satu catatan Plato yang terkenal adalah Dialogue, yang isinya berupa percakapan antara
dua orang pria tentang berbagai topik filsafat. Socrates percaya bahwa manusia ada untuk
suatu tujuan, dan bahwa salah dan benar memainkan peranan yang penting dalam
mendefinisikan hubungan seseorang dengan lingkungan dan sesamanya. Sebagai seorang
pengajar, Socrates dikenang karena keahliannya dalam berbicara dan kepandaian
pemikirannya. Socrates percaya bahwa kebaikan berasal dari pengetahuan diri, dan bahwa
manusia pada dasarnya adalah jujur, dan bahwa kejahatan merupakan suatu upaya akibat
salah pengarahan yang membebani kondisi seseorang. Pepatahnya yang terkenal: "Kenalilah
dirimu".

Socrates percaya bahwa pemerintahan yang ideal harus melibatkan orang-orang yang bijak,
yang dipersiapkan dengan baik, dan mengatur kebaikan-kebaikan untuk masyarakat. Ia juga
dikenang karena menjelaskan gagasan sistematis bagi pembelajaran mengenai keseimbangan
alami lingkungan, yang kemudian akan mengarah pada perkembangan metode ilmu
pengetahuan.

· Kematian

rajaebookgratis.wordpress.com

www.rajaebookgratis.com

Socrates percaya akan gagasan mengenai gaya tunggal dan transenden yang ada di balik
pergerakan alam ini. Dengan demikian, Socrates memiliki pandangan yang bertentangan
dengan kepercayaan umum masyarakat Yunani saat itu, yaitu kepercayaan pada kuil (oracle)
dari dewa-dewa.

Pandangan yang ia bawa tersebut akhirnya membuatnya dipenjara dengan tuduhan merusak
ahlak pemuda-pemuda Athena. Pengadilan dan cobaan yang dialaminya digambarkan dalam
catatan Apology oleh Plato, sedangkan serangkaian percakapannya dengan para siswanya
ketika ia dipenjara digambarkan dalam Phaedo, juga oleh Plato. Bagaimanapun, Socrates
dinyatakan bersalah dan ia ditawarkan untuk bunuh diri dengan meminum racun. Penawaran
tersebut diterimanya dengan tenang, meskipun para siswanya telah berulangkali
membujuknya untuk melarikan diri. Menurut Phaedo, Socrates meninggal dengan tenang
dengan dikelilingi oleh kawan kawan dan siswanya.

· Pengaruh

Sumbangsih Socrates yang terpenting bagi pemikiran Barat adalah metode penyelidikannya,
yang dikenal sebagai metode elenchos, yang banyak diterapkan untuk menguji konsep moral
yang pokok. Karena itu, Socrates dikenal sebagai bapak dan sumber etika atau filsafat moral,
dan juga filsafat secara umum.

3. Aristoteles

Aristoteles (Bahasa Yunani: ‘A..st.t.... Aristotéles), (384 SM – 322 SM) adalah seorang filsuf
Yunani,
murid dari Plato dan guru dari Alexander yang Agung. Ia menulis berbagai subyek yang
berbeda, termasuk fisika, metafisika, puisi, logika, retorika, politik, pemerintahan. etnis,
biologi dan zoologi. Bersama dengan Socrates dan Plato, ia dianggap menjadi seorang di
antara tiga orang filsuf yang paling berpengaruh di pemikiran Barat.

· Masa muda

Aristoteles lahir di Stagira, kota di wilayah Chalcidice, Thracia, Yunani (dahulunya termasuk
wilayah Makedonia tengah) tahun 384 SM. Ayahnya adalah tabib pribadi Raja Amyntas dari
Makedonia. Pada usia 17 tahun, Aristoteles bergabung menjadi murid Plato. Belakangan ia
meningkat menjadi guru di Akademi Plato di Athena selama 20 tahun. Aristoteles
meninggalkan akademi tersebut setelah Plato meninggal, dan menjadi guru bagi Alexander
dari Makedonia. Saat Alexander berkuasa di tahun 336 SM, ia kembali ke Athena. Dengan
dukungan dan bantuan dari Alexander, ia kemudian mendirikan akademinya sendiri yang
diberi nama Lyceum, yang dipimpinnya sampai tahun 323 SM

· Kontribusi dan karya

rajaebookgratis.wordpress.com

www.rajaebookgratis.com

Filsafat Aristoteles berkembang pada waktu ia memimpin Lyceum, yang mencakup enam
karya tulisnya yang membahas masalah logika, yang dianggap sebagai karyakaryanya yang
paling penting, selain kontribusinya di bidang metafisika, fisika, etika, politik, kedokteran
dan ilmu alam.

Di bidang ilmu alam, ia merupakan orang pertama yang mengumpulkan dan
mengklasifikasikan spesies-spesies biologi secara sistematis. Karyanya ini menggambarkan
kecenderungannya akan analisa kritis, dan pencarian terhadap hukum alam dan
keseimbangan pada alam. Plato menyatakan teori tentang bentukbentuk ideal benda,
sedangkan Aristoteles menjelaskan bahwa materi tidak mungkin tanpa bentuk karena ia ada
(eksis). Selanjutnya ia menyatakan bahwa bentuk materi yang sempurna, murni atau bentuk
akhir, adalah apa yang dinyatakannya sebagai theos, yaitu yang dalam pengertian Bahasa
Yunani sekarang dianggap berarti Tuhan.

Logika Aristoteles adalah suatu sistem berpikir deduktif (deductive reasoning), yang bahkan
sampai saat ini masih dianggap sebagai dasar dari setiap pelajaran tentang logika formal.
Meskipun demikian, dalam penelitian ilmiahnya ia menyadari pula pentingnya observasi,
eksperimen dan berpikir induktif (inductive thinking). Di bidang politik, Aristoteles percaya
bahwa bentuk politik yang ideal adalah gabungan dari bentuk demokrasi dan monarki.

Karena luasnya lingkup karya-karya dari Aristoteles, maka dapatlah ia dianggap
berkontribusi dengan skala ensiklopedis, dimana kontribusinya melingkupi bidangbidang
yang sangat beragam sekali seperti fisika, astronomi, biologi, psikologi, metafisika (misalnya
studi tentang prisip-prinsip awal mula dan ide-ide dasar tentang alam), logika formal, etika,
politik, dan bahkan teori retorika dan puisi.

· Pengaruh

Meskipun sebagian besar ilmu pengetahuan yang dikembangkannya terasa lebih merupakan
penjelasan dari hal-hal yang masuk akal (common-sense explanation), banyak teori-teorinya
yang bertahan bahkan hampir selama dua ribu tahun lamanya. Hal ini terjadi karena teori-
teori tersebut karena dianggap masuk akal dan sesuai dengan pemikiran masyarakat pada
umumnya, meskipun kemudian ternyata bahwa teori-teori tersebut salah total karena
didasarkan pada asumsi-asumsi yang keliru.Misalnya teori Evolusi yang dianut oleh Charles
Darwin, yang telah terbantahkan berkat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Dapat dikatakan bahwa pemikiran Aristoteles sangat berpengaruh pada pemikiran Barat dan
pemikiran keagamaan lain pada umumnya. Penyelarasan pemikiran Aristoteles dengan
teologi Kristiani dilakukan oleh Santo Thomas Aquinas di abad ke-13, dengan teologi Yahudi
oleh Maimonides (1135 – 1204), dan dengan teologi Islam oleh Ibnu Rusyid (1126 – 1198).
Bagi manusia abad pertengahan, Aristoteles tidak saja dianggap sebagai sumber yang
otoritatif terhadap logika dan metafisika, melainkan juga dianggap sebagai sumber utama dari

rajaebookgratis.wordpress.com

www.rajaebookgratis.com

ilmu pengetahuan, atau "the master of those who know", sebagaimana yang kemudian
dikatakan oleh Dante Alighieri.

4. Thomas Aquinas

Thomas Aquinas (1225, Aquino, Italia – Fossanova, Italia, 7 Maret 1274), kadangkala juga
disebut Thomas dari Aquino (bahasa Italia: Tommaso d’Aquino) adalah seorang filsuf dan
ahli teologi ternama dari Italia.

Ia terutama menjadi terkenal karena dapat membuat sintesis dari filsafat Aristoteles dan
ajaran Gereja Kristen. Sintesisnya ini termuat dalam karya utamanya: Summa Theologiae
(1273). Ia disebut sebagai "Ahli teologi utama orang Kristen." Bahkan ia dianggap sebagai
orang suci oleh Gereja Katholik dan memiliki gelar santo.

· Kehidupan Thomas Aquinas

Aquinas merupakan teolog skolastik yang terbesar. Ia adalah murid Albertus Magnus.
Albertus mengajarkan kepadanya filsafat Aristoteles sehingga ia sangat mahir dalam filsafat
itu. Pandangan-pandangan filsafat Aristoteles diselaraskannya dengan pandangan-pandangan
Alkitab. Ialah yang sangat berhasil menyelaraskan keduanya sehingga filsafat Aristoteles
tidak menjadi unsur yang berbahaya bagi iman Kristen. Pada tahun 1879, ajaran-ajarannya
dijadikan sebagai ajaran yang sah dalam Gereja Katolik Roma oleh Paus Leo XIII.

Thomas dilahirkan di Roccasecca, dekat Aquino, Italia, tahun 1225. Ayahnya ialah Pangeran
Landulf dari Aquino. Orang tuanya adalah orang Kristen Katolik yang saleh. Itulah sebabnya
anaknya, Thomas, pada umur lima tahun diserahkan ke biara Benedictus di Monte Cassino
untuk dibina agar kelak menjadi seorang biarawan. Setelah sepuluh tahun Thomas berada di
Monte Cassino, ia dipindahkan ke Naples untuk menyelesaikan pendidikan bahasanya.
Selama di sana, ia mulai tertarik kepada pekerjaan kerasulan gereja, dan ia berusaha untuk
pindah ke Ordo Dominikan, suatu ordo yang sangat berperanan pada abad itu. Keinginannya
tidak direstui oleh orang tuanya sehingga ia harus tinggal di Roccasecca setahun lebih
lamanya. Namun, tekadnya sudah bulat sehingga orang tuanya menyerah kepada keinginan
anaknya. Pada tahun 1245, Thomas resmi menjadi anggota Ordo Dominikan.

Sebagai anggota Ordo Dominikan, Thomas dikirim belajar pada Universitas Paris, sebuah
universitas yang sangat terkemuka pada masa itu. Ia belajar di sana selama tiga tahun (1245 --
1248). Di sinilah ia berkenalan dengan Albertus Magnus yang memperkenalkan filsafat
Aristoteles kepadanya. Ia menemani Albertus Magnus memberikan kuliah di Studium
Generale di Cologne, Perancis, pada tahun 1248 1252.

Pada tahun 1252, ia kembali ke Paris dan mulai memberi kuliah Biblika (1252-1254) dan
Sentences, karangan Petrus Abelardus (1254-1256) di Konven St. Jacques, Paris.

rajaebookgratis.wordpress.com

www.rajaebookgratis.com

Kecakapan Thomas sangat terkenal sehingga ia ditugaskan untuk memberikan kuliahkuliah
dalam bidang filsafat dan teologia di beberapa kota di Italia, seperti di Anagni, Orvieto,
Roma, dan Viterbo, selama sepuluh tahun lamanya. Pada tahun 1269, Thomas dipanggil
kembali ke Paris. Ia hanya tiga tahun berada di sana karena pada tahun 1272 ia ditugaskan
untuk membuka sebuah sekolah Dominikan di Naples.

Dalam perjalanan menuju ke Konsili Lyons, tiba-tiba Thomas sakit dan meninggal di biara
Fossanuova, 7 Maret 1274. Paus Yohanes XXII mengangkat Thomas sebagai orang kudus
pada tahun 1323.

· Ajaran Thomas Aquinas

Thomas mengajarkan Allah sebagai "ada yang tak terbatas" (ipsum esse subsistens). Allah
adalah "dzat yang tertinggi", yang memunyai keadaan yang paling tinggi. Allah adalah
penggerak yang tidak bergerak. Tampak sekali pengaruh filsafat Aristoteles dalam
pandangannya.

Dunia ini dan hidup manusia terbagi atas dua tingkat, yaitu tingkat adikodrati dan kodrati,
tingkat atas dan bawah. Tingkat bawah (kodrati) hanya dapat dipahami dengan
mempergunakan akal. Hidup kodrati ini kurang sempurna dan ia bisa menjadi sempurna
kalau disempurnakan oleh hidup rahmat (adikodrati). "Tabiat kodrati bukan ditiadakan,
melainkan disempurnakan oleh rahmat," demikian kata Thomas Aquinas.

Mengenai manusia, Thomas mengajarkan bahwa pada mulanya manusia memunyai hidup
kodrati yang sempurna dan diberi rahmat Allah. Ketika manusia jatuh ke dalam dosa, rahmat
Allah (rahmat adikodrati) itu hilang dan tabiat kodrati manusia menjadi kurang sempurna.
Manusia tidak dapat lagi memenuhi hukum kasih tanpa bantuan rahmat adikodrati. Rahmat
adikodrati itu ditawarkan kepada manusia lewat gereja. Dengan bantuan rahmat adikodrati itu
manusia dikuatkan untuk mengerjakan keselamatannya dan memungkinkan manusia
dimenangkan oleh Kristus.

Mengenai sakramen, ia berpendapat bahwa terdapat tujuh sakramen yang diperintahkan oleh
Kristus, dan sakramen yang terpenting adalah Ekaristi (sacramentum sacramentorum).
Rahmat adikodrati itu disalurkan kepada orang percaya lewat sakramen. Dengan menerima
sakramen, orang mulai berjalan menuju kepada suatu kehidupan yang baru dan melakukan
perbuatan-perbuatan baik yang menjadikan ia berkenan kepada Allah. Dengan demikian,
rahmat adikodrati sangat penting karena manusia tidak bisa berbuat apa-apa yang baik tanpa
rahmat yang dikaruniakan oleh Allah.

Gereja dipandangnya sebagai lembaga keselamatan yang tidak dapat berbuat salah dalam
ajarannya. Paus memiliki kuasa yang tertinggi dalam gereja dan Pauslah satusatunya pengajar
yang tertinggi dalam gereja. Karya teologis Thomas yang sangat terkenal adalah "Summa
Contra Gentiles" dan "Summa Theologia".

rajaebookgratis.wordpress.com

www.rajaebookgratis.com

5. John Adam Smith

Lahir : 5 Juni 1723 Kirkcaldy, Skotlandia

Wafat : 17 Juli 1790 Edinburgh, Skotlandia

John Adam Smith (5 Juni 1723 – 17 Juli 1790), adalah seorang filsuf berkebangsaan
Skotlandia yang menjadi pelopor ilmu ekonomi modern. Karyanya yang terkenal adalah buku
An Inquiry into the Nature and Causes of the Wealth of Nations (disingkat The Wealth of
Nations) adalah buku pertama yang menggambarkan sejarah perkembangan industri dan
perdagangan di Eropa serta dasar-dasar perkembangan perdagangan bebas dan kapitalisme.
Adam Smith adalah salah satu pelopor sistem ekonomi Kapitalisme. Sistem ekonomi ini
muncul pada abad 18 di Eropa Barat dan pada abad 19 mulai terkenal disana.

Kemakmuran Negara (Wealth of Nations) dan yang lebih kecil pengaruhnya Teori Moral
Sentimen, telah menjadi titik awal untuk segala pertahanan atau kritik atau bentuk
kapitalisme, yang terpenting dalam tulisan Marx dan ekonomi manusia. Karena kapitalisme
laissez-faire seringkali dihubungkan dengan keegoisan tak terkontrol, ada gerakan baru yang
menekankan filosofi moral Smith, dengan fokus simpati kepada seseorang.

Ada beberapa kontroversi tentang keaslian Kemakmuran Negara Smith; beberapa orang
menyangkal hasil kerjanya hanyalah tambahan biasa kepada kerja pemikir seperti David
Hume dan Baron de Montesquieu. Dan, banyak teori-teori Smith hanya menggambarkan
trend sejarah menjauh dari mercantilisme, menuju perdaganganbebas, yang telah berkembang
selama beberapa dekade, dan telah memiliki pengaruh yang nyata dalam kebijakan
pemerintah. Namun begitu, buku ini mengorganisasi pemikiran-pemikiran mereka secara
luas, dan tetap menjadi suatu buku yang paling berpengaruh dan penting dalam bidangya
sekarang ini.

· Biografi

Adam Smith dikenal luas dengan teori ekonomi '"laissez-faire" yang mengumumkan
perkumpulan di abad 18 Eropa. Smith percaya akan hak untuk mempengaruhi kemajuan
ekonomi diri sendiri dengan bebas, tanpa dikendalikan oleh perkumpulan dan/atau negara.
Teori ini sampai pada proto-industrialisasi di Eropa, dan mengubah mayoritas kawasan Eropa
menjadi daerah perdagangan bebas, membuat kemungkinan akan adanya pengusaha. Dia juga
dikenal sebagai "Bapak Ekonomi".

· Pendidikan

Pada umur 13, Smith memasuki Universitas Glasgow, dimana dia belajar filosofi moral
dibawah"si orang yang tidak boleh dilupakan" (sebagaimana Smith memanggilnya) Francis

rajaebookgratis.wordpress.com

www.rajaebookgratis.com

Hutcheson. Di sini, Smith mengembangkan keinginan kuatnya akan kebebasan, akal sehat,
dan kebebasan berpendapat. Tahun 1740 dia dianugrahi Snell exhibition dan memasuki
Kampus Balliol, Oxford, tetapi seperti William Robert Scott katakan, "Universitas Oxford
dalam masanya memberikan sedikit jika bantuan manapun yang diberikan apa yang harusnya
merupakan kerja seumur hidupnya," dan dia meninggalkan universitas itu tahun 1746. Dalam
Buku ke V dari The Wealth of Nations, Smith berkomentar pada instruksi kualitas rendah dan
aktivitas intelektual yang berjumlah sedikit dibandingkan dengan di Skotlandia.

komentarnya ditujukan pada orang-orang yang dianugerahi kekayaan dari kampuskampus
Oxford dan Cambridge, dimana membuat pemasukan dari para profesor tidak berdasarkan
pada kemampuan mereka untuk menarik murid, dan pada fakta bahwa orang-orang yang
menyaru sebagai men of letters bisa menikmati kehidupan lebih nyaman dari mentri di
Church of England.

· Karir di Edinburgh dan Glasgow

Tahun 1748 Smith memulai menguliahi umum di Edinburgh dibawah bimbingan Lord
Kames. Sebagian dari perkuliahannya menyinggung retorika dan belles-letters, tetapi
nantinya dia akan mengambil subyek dari "kemajuan dari kesejahteraan," dan nantinya, di
pertengahan atau akhir abad duapuluh, dimana dia pertamakalinya mengemukakan filosofi
ekonomi dari "sistem yang jelas dan sederhana dari kebebasan alamiah" dimana dia
menyatakan hal tersebut ke khalayak dalam buku karangannya The Wealth of Nations.

Pada sekitar tahun 1750 dia bertemu filusuf David Hume, yang merupakan seniornya terpaut
sepuluh tahun. Hubungan dan kesamaan opini yang dapat ditemukan dalam detil dari tulisan
mereka mencakup sejarah, politik, filosofi, ekonomi, dan agama menandakan bahwa
mmereka berdua memiliki persekutuan intelektual yang dekat dan persahabatan dibanding
orang lain yang mana akan memerankan peran penting selama Pencerahan di Skotlandia.[1],
dia merutinkan The Poker Club dari Edinburgh.

Tahun 1751 Smith ditunjuk sebagai ketua dewan logika di Universitas Glasgow, dipindahkan
tahun 1752 ke Dewan filosofi moral Glasgow, pernah ditinggali oleh gurunya yang terkenal,
Francis Hutcheson. Kuliahnya mencakup etika, retorika, jurispundens, politik ekonomi, dan
"polisi dan keuntungan". Tahun 1759 dia menerbitkan Teori dari Sentimen Moral,
memasukan sebagian kuliahnya di Glasgow.

Karya ini, yang membangun reputasi Smith masa itu, menjelaskan bagaimana komuikasi
manusia bergantung pada simpati antara agen dan penonton (itu, sang individual dan anggota
masyarakat yang lain). Analisanya pada evolusi bahasa terkadang superfisial, seperti yang
ditunjukkan 14 tahun kemudian oleh penelitian yang lebih dalam pada bahasa primitif oleh
Lord Monboddo[2]. dalam karyanya berjudul Asal Muasal dan Perkembangan Bahasa
kapasitas Smith akan pengaruh, persuasif, atau argumen retorikal, lebih banyak dalam
buktinya. Dia mendasarkan penjelasannya tidak, seperti Lord Shaftesbury ketiga dan

rajaebookgratis.wordpress.com

www.rajaebookgratis.com

Hutcheson lakukan pada "kepentingan moral", juga tidak seperti Hume pada utilitarianisme,
tetapi berdasarkan atas simpati.

Smith sekarang memulai memberi perhatian lebih pada jurisprudensi dan ekonomi di dalam
kuliahnya dan sedikit pada teorinya tentang moral. Kesan yang didapatkan sama ke
pengembangan ide-idenya pada ekonomi politik dari catatan kuliahnya oleh seorang
mahasiswa sekitar tahun 1763 yang nantinya diedit oleh Edwin Cannan[3], dan membentuk
apa yang Scott, penemu dan penerbitnya, mendeskripsikannya sebagai "Bagian dari Draft
Wealth of Nations", yang bertanggal sekitar 1763. Karya Cannan muncul sebagai Kuliah
dalam Keadilan, Polisi, Pajak dan Senjata. Sebuah versi lebih lengkap diterbitkan sebagai
Kuliah dalam Jurispundensi di edisi Glasgow tahun 1976.

· Tur Perancis

Pada 1762 senat akademik dari Universitas Glasgow bertemu dalam titel Doktor Hukum
Smith. Pada akhir 1763, dia mendapatkan tawaran menggiurkan dari Charles Townshend
(yang dikenalkan ke Smith oleh David Hume), untuk mengajar anak tirinya, Duke of
Buccleuch.

Smith akhirnya pensiun dari keprofessorannya dan dari 1764-66 berkelana bersama
muridnya, kebanyakan di Perancis, dimana dia datang untuk menemui pemimpin intelektual
seperti Turgor, Jean D'Alembert, Andre Morrelet, Helvetius dan, khususnya, Frangois
Quesnay, kepala dari Sekolah Psiokrat yang karyanya dihormati oleh Smith sangat tinggi.

Dalam perjalanan pulangnyake Kirkaldy Smith dipilih menjadi anggota Royal Society dari
London dan dia mendedikasikan kebanyakan sepuluh tahun berikutnya pada magnum
opusnya, The Wealth of Nations, yang muncul tahun 1776. Buku tersebut diterima dengan
baik dan membuat sang pengarang terkenal.

· Tahun-Tahun Akhir

Tahun 1778 Smith ditunjuk untuk menduduki pos sebagaikomisioner untuk cukai di
Skotlandia dan hidup bersama ibunya di Edinburgh. Tahun 1783 dia menjadi salah satu
pendiri Royal Society of Edinburgh dan dari tahun 1787 sampai 1789 dia mendaat posisi
kehormatan Lord Rektor Universitas Glasgow. Dia meninggal di edinburgh pada 17 Juli 1790
karena sakit keras dan dikuburkan di Canogatw Kirkyard.

Eksekutor literatur Smith ialah dua orang teman lama dari akademi dunia Skotlandia,
fisikawan dan kimiawan Joseph Black, dan geolog pionir James Huton. Smith meninggalakan
banyak catatan dan material yang tidak dipublikasikan, tetapi memberi instruksi untuk
menghancurkan apapun yang tidak pantas dipublikasikan. Dia menyebut History of
Astronomy cocok, dan muncul pada tahun 1795, bersama material lain, sebagai Essay on
Philoshopical Objects. Pengikut kontemporer Adam Smith termasuk John Millar

rajaebookgratis.wordpress.com

www.rajaebookgratis.com

· Karakter Pribadi dan Pandangan-Pandangan

Sangat sedikit yang diketahui tentang Adam Smith selain dari apa yang bisa dideduksi dari
karya-karyanya yang sudah diterbitkan. Semua paper pribadinya sudah dihancurkan setelah
kematiannya. Dia tidak menikah dan sepertinya mempertahankan hubungan dekat dengan
ibunya, dimana dia tinggal setelah pulang dari Perancis dan mendahului kematian Smith
hanya 6 tahun berselang. Kesaksian kontemporer menjelaskan Smith sebagai eksentrik tetapi
intelektual yang dermawan dan ramah, kepikunan yang komikal, dengan kebiasaan yang
berulang tentang pidato dan memberi senyuman yang "ramah tanpa ekspresi." Kesabarannya
disebut memiliki nilai penting dalam pekerjaannya sebagai administrasi Glasgow. Setelah
kematiannya ditemukan bahwa sebagian besar pendapatannya disumbangkan secara rahasia
olehnya.

Telah terjadi beberapa debat terhadap pandangan relijius dari Adam Smith. Ayahnya
memiliki ketertarikan besar pada Kekristenan dan merupakan sayap moderat dari gereja
Skotlandia (gereja nasional di Skotlandia sejak 1690). Smith mungkin pergi ke Inggris untuk
meniti karir didalam Gereja Inggris: pernyataan ini kontroversial dan bergantung pada status
eksibisi Snell. Di Oxford, Smith menolak Kristen dan dipercaya kalau dia pulang ke
Skotlandia sebagai Deis.

Ekonom Ronald Coase, bagaimanpun, telah menantang pandangan kalau Smith merupakan
seorang Deist, menyatakan bahwa, ketika SMith mungkin dihubungkan sebagai "Arsitek
Besar Alam Semesta", sarjana lain telah "jauh melebih-lebihkan perluasan sampai dimana
Adam Smith telah memasuki sebuah keyakinan dalam sebuah Tuhan Pribadi".

Dia mendasari analisa ini dari sebuah remark dalam The Wealth of Nations dimana Smith
menulis kalau keingintahuan umat manusia tentang "fenomena luarbiasa dari alam" seperti
"generasi, kehidupan, pertumbuhan dan kematian dari tanaman dan binatang" telah membuat
manusia untuk "memasukkannya dalam akal sehat mereka". Coase mencatat observasi Smith
dimana: "Takhayul pertama-tama ditujukkan untuk memenuhi keingintahuan, dengan
menghubungkan semua penampakan menakjubkan pada agensi tentang Tuhan".
Bagaimanapun, kepercayaan ini tidak bertentangan dnegan Deisme, sebuah sistem
kepercayaan yang memegang ide sekptis tentang Tuhan pribadi.

· Karya

Tidak lama sebelum kematiannya Smith menghancurkan nyaris semua manuskrip miliknya.
Pada tahun terakhirnya dia sepertinya telah merencanakan dua keterilmuan besar, satu dalam
teori dan sejarah hukum dan satu dalam ilmu sains dan kesenian. Terbitan setelah
kematiannya Essays on Philoshopical Subjects (1795) mungkin berisi bagian dari apa yang
akan menjadi pembelokan selanjutnya.

The Wealth of Nations menjadi berpengaruh karena telah dengan keras membuat bidang
ekonomi dan perkembangannya kedalam disiplin yang sistematis dan berdiri sendiri. Dalam

rajaebookgratis.wordpress.com

www.rajaebookgratis.com

dunia barat, masih dibincangkan kalau ini merupakan buku paling berpengaruh dalam subyek
tersebut yang pernah diterbitkan. Ketika buku tersebut menjadi manifestasi klasik melawan
merkantilisme (teori dimana cadangan besar dari logam mulia merupakan keharusan bagi
suksesi ekonomis), muncul di tahun 1776, ada kesadaran kuat untuk perdagangan bebas baik
di Inggris maupun Amerika.

Perasaan baru ini telah dilahirkan dari kesusahan keadaan ekonomi dan kemiskinan yang
diakibatkan oleh Perang kemerdekaan Amerika. Bagaimanapun, pada saat publikasinya, tidak
semua orang lantas yakin pada kelebihan perdagangan bebas: publik dan parlemen di Inggris
masih memakai sistem merkantilisme untuk beberapa tahun kedepannya.

The Wealth of Nations juga menolak pernyataan Psiokrat dalam pentingnya lahan, malah,
Smith percaya bahwa buruh merupakan proritas tinggi, dan pembagian buruh akan berakibat
pada kenaikan signifikan pada produksi. Smith memakai contoh dengan pembuatan jepitan.

Satu pekerja bisa membuat duapuluh pin sehari. Tapi jika sepuluh orang dibagi menjadi
delapanbelas langkah yang diperlukan membuat sebuah jepitan, mereka bisa membuat 48.000
jepitan dalam sehari. Nations sangat sukses, dan faktanya, hal ini mengakibatkan
pengosongan sekolah ekonomi yang lebih tua dan ekonom lebih muda, seperti Thomas
Malthus dan David Ricardo, fokus dalam memperbaiki teori Smith kedalam apa yang akan
dikenal sebagai ekonomi klasik. Baik ekonomi moderen dan, secara terpisah, ekonomi
Marxisan bergantung sekali pada ekonomi klasik. Malthus mengembangkan ruminasi Smith
dalam overpopulasi, sedangkan Ricardo percaya pada "hukum besi upah" -dimana ledakan
populasi bisa mencegah upah melewati tingkat yang rasional. Smith memberi solusi pada
kenaikan upah dengan kenaikan produksi, pandangan yang dianggap lebih akurat sekarang
ini.

Satu dari poin utama The Wealth of Nations adalah pasar bebas, ketika penampilannya kacau
dan tidak teratur, sebenarnya dipandu untuk membuat nilai yang benar dan bermacam barang
oleh "tangan-tangan tak terlihat" (sebuah imej yang dipakai Smith dalam Teory of Moral
Sentiments, tetapi pertamakali dipakai dalam esai miliknya, "Sejarah Astronomy"). Jika
sebuah kelangkaan produk terjadi, misalnya, maka harganya naik, membuat marjin
keuntungan yang membuat insentif bagi yang lain untuk masuk ke produksi tersebut, dan
mengatasi kelangkaan.

Jika terlalu banyak produsen yang msauk ke pasar, kompetisi yang meningkat diantara para
manufaktur dan kenaikan penawaran akan menurunkan harga di produk tersebut sampai titik
dimana harga produksinya, harga natural. Bahkan jika keuntungan sampai kosong pada
"harga natural", maka akan ada insentif untuk memproduksi barang dan jasa, dan semua
ongkos produksi, termasuk kompensasi untuk buruh pemilik, juga dimasukkan dalam harga
barang jual. Jika harga jatuh dibawah keuntungan kosong, produsen akan keluar dari pasar,
jika mereka berada diatas keuntungan kosong, produsen akan masuk ke pasar.

rajaebookgratis.wordpress.com

www.rajaebookgratis.com

Smith percaya kalau motif manusia seringkali egois dan tamak, kompetisi dalam pasar bebas
akan bertujuan menguntungkan masyarakat seluruhnya dengan memaksa harga tetap rendah,
dimana tetap membangun dalam insentif untuk bermacam barang dan jasa. Selain itu, dia
cemas akan pebisnis dan melawan formasi monopoli.

Smith dengan keras menyerang pembatasan antik oleh pemerintah dimana dia pikir batasan
tersebut memundurkan ekspansi industri. Faktanya, dia menyerang hampir semua bentuk
intervensi pemerintah dalam proses ekonomi, termasuk tarif, berpendapat bahwa hal tersebut
membuat inefisiensi dan harga tinggi pada jangka panjang. Teori ini kemudian dikenal
dengan "laissez-faire", yang berarti "biarkan mereka lakukan", mempengaruhi legislastif
pemerintah di tahun-tahun berikutnya, khususnya selama abad ke 19. (Bagaimanapun dia
tidak melawan pada pemerintahan. Smith menganjurkan edukasi publik bagi orang dewasa
miskin, sistem institusional yang tidak non laba untuk industri swasta, judisiari, dan pasukan
berdiri.)

Dua dari kutipan yang paling terkenal dan paling sering digunakan dalam The Wealth of
Nations adalah:

Inggris

It is not from the benevolence of the butcher, the brewer, or the baker that we expect our
dinner, but from their regard to their own interest. We address ourselves, not to their
humanity but to their self-love, and never talk to them of our own necessities but of their
advantages. As every individual, therefore, endeavours as much as he can both to employ
his capital in the support of domestic industry, and so to direct that industry that its
produce may be of the greatest value; every individual necessarily labours to render the
annual value of society as great as he can.

He generally, indeed, neither intends to promote the public interest, nor knows how much
he is promoting it. By preferring the support of domestic to that of foreign industry, he
intends only his own security; and by directing that industry in such a manner as its
produce may be of the greatest value, he intends only his own gain, and he is in this, as in
many other cases, led by an invisible hand to promote an end which was no part of his
intention. Nor is it always the worse for the society that it was no part of it. By pursuing
his own interest he frequently promotes that of society more effectually than when he
really intends to promote it.

I have never known much good done by those who affected to trade for the public good.
It is an affectation, indeed, not very common among merchants, and very few words need
be employed in dissuading them from it.

Indonesia

Bukanlah kebaikan dari tukang daging, tukang bir, atau tukang roti yang kita harapkan pada
makan malam kita, tetapi kepedulian mereka pada kepentingan mereka sendiri. Kita

rajaebookgratis.wordpress.com

www.rajaebookgratis.com

mengenalkan diri kita, tidak pada kemanusiaan mereka tetapi pada kecintaan mereka pada
diri sendiri, dan tidak pernah bicara pada mereka atas keperluan kita tetapi untuk keuntungan
mereka.

Sebagaimana setiap individu, maka, mengusahakan sebanyak apa yang ia bisa sehingga ia
bisa menggunakan modal miliknya dalam mendukung insutri dalam negeri, dan juga untuk
mengarahkan industri yang produksinya mungkin merupakan nilai terbesar, setiap individu
buruh yang diperlukan untuk memasang nilai yang tepat dari masyarakat sebaik yang ia bisa.

Dia secara umum tidak mempromosikannya untuk kepentingan publik, tidak juga tau
sebanyak apa dia mempromosikannya. Dengan memprefrensikan dukungan dari dalam negeri
ke industri asing, dia bertujuan hanya untuk keamanan dirinya sendiri, dan dengan
mengarahkan industri tersebut dalam sikap dimana produksinya merupakan nilai terbesarnya,
dia hanya memikirkan keuntungan dirinya sendiri, dan dia dalam hal ini, seperti kasus
lainnya, dipandu oleh tangan-tangan tak terlihat untuk menghasilkan sebuah akhir dimana
akhir tersebut bukan bagian dari tujuannya.

Tidak juga selalu merupakan yang lebih buruk bagi masyarakat yang mana hal tersebut bukan
merupakan bagian darinya. Dengan mengejar keuntungan dirinya sendiri secara berkala dia
secara teratur menghasilkan apa yang berakibat bagi masyarakat lebih dari yang ia perkirakan
akan hasilnya.

Saya tidak pernah bertemu banyak kebaikan yang terjadi dengan siapapun yang berdagang
dalam barang publik. Ini merupakan emosi yang kuat, sebenarnya, tidak begitu umum
diantara para pedagang, dan sangat sedikit kata-kata yang bisa digunakan untuk meyakinkan
tidak melakukan hal tersebut pada mereka.

Kutipan favorit lain, yang biasanya digunakan oleh ekonomi, juga dari The Wealth of
Nations adalah:

Inggris

People of the same trade seldom meet together, even for merriment and
diversion, but the conversation ends in a conspiracy against the public, or in some
contrivance to raise prices. It is impossible indeed to prevent such meetings, by
any law which either could be executed, or would be consistent with liberty and
justice. But though the law cannot hinder people of the same trade from
sometimes assembling together, it ought to do nothing to facilitate such
assemblies; much less to render them necessary.

Indonesia

Orang-orang dari perdagangan yang sama terkadang bertemu bersama, bahkan untuk
bersenang-senang dan perpisahan, tetapi percakapannya akan berakhir dengan konspirasi

rajaebookgratis.wordpress.com

www.rajaebookgratis.com

melawan publik, atau dalam hal tertentu untuk menaikkan harga. Mustahil sebenarnya untuk
mencegah pertemuan seperti ini, dengan hukum manapun yang akan ditimpakan, atau akan
konsisten dengan kebebasan dan keadilan. Tetapi dengan hukum tidak bisa menghindarkan
masyarakat dari perdagangan yang sama untuk terkadang bertemu bersama, itu seharusnya
tidak berakibat apapun untuk memfasilitasi pertemuan seperti itu, lebih kurang untung
membuat mereka dibutuhkan.

Kutipan yang kritis tapi jarang digunakan dalam The Wealth of Nations adalah:

Inggris

The subjects of every state ought to contribute towards the support of the
government, as nearly as possible, in proportion to their respective abilities; that
is, in proportion to the revenue which they respectively enjoy under the protection
of the state. The expense of government to the individuals of a great nation is like
the expense of management to the joint tenants of a great estate, who are all
obliged to contribute in proportion to their respective interests in the estate. In the
observation or neglect of this maxim consists what is called the equality or
inequality of taxation.

Indonesia

Subyek dari tiap negara harus memberi kontribusi melalui dukungan ke pemerintah, sedekat
mungkin, dalam proporsi ke kemampuan mereka, yaitu, proporsi ke pendapatan dimana
mereka menikmati hal tersebut dibawah perlindungan negara tersebut. Pengeluaran dari
pemerintah ke perorangan dari negara besar seperti pengeluaran dari manajemen ke tenant
besar dari sebuah kediaman besar, diamana semuanya diwajibkan untuk menyumbang dalam
proporsi dari kepentingan mereka dalam negara tersebut. Dalam pengamatan atau penolakan
dari pernyataan tersebut mengandung apa yang disebut sebagai kesetaraan dalam perpajakan.

Herbert Stein, dalam artikel yang sering dikutip, "Adam Smith tidak memakai dasi Adam
Smith," menulis kalau masyarakat yang memakai dasi Adam Smith melakukannya "untuk
membuat pernyataan dari kesungguhan mereka ke ide atas pasar bebas dan pemerintahan
yang terbatas. Apa yang keluar di WofN, bagaimanapun, merupakan santo panutan mereka
yang tidak murni atau mendoktrin idenya. Dia memandang intervensi pemerintah dalam pasar
dengan sikap skeptis yang tinggi. Dia peduli dengan eksposisinya dari kebaikan pasar bebas
dimana kontribusi utamanya kepada kebijakan, dan tujuan untuk analisa ekonominya
dikembangkan."

Belum juga dia bersiap-siap atau mengajukan kualifikasi ke kebijakan tersebut dalam kasus
tertentu dimana dia menilai bahwa efek jaring mereka akan menguntungkan dan tidak akan
merusak apa yang pada dasarnya berkarakter bebas dalam sistem," tulis Stein. "Dia tidak
memakai dasi leher Adam Smith." Dalam bacaan Stein, The Wealth of Nations bisa
memberikan penjelasan masuk akal pada Administrasi Pangan dan Obat-obatan, Komisi

rajaebookgratis.wordpress.com

www.rajaebookgratis.com

Keamanan Produk Konsumen, kelebihan dari kewenangan kesehatan pekerja,
enviromentalism, dan "pajak diskriminasi untuk mengurangi kebiasaan tidak penting dan
bermewah-mewah."

· "Masalah Adam Smith"

Dalam The Wealth of Nations Smith mengklaim kalau kepentingan pribadi sendiri (dalam
pengaturan institusional yang berimbang) bisa menuju pada hasil yang menguntungkan dari
segi sosial. Tetapi di dalam Teory of Moral Sentiments-nya Smith berpendapat kalau simpati
dibutuhkan untuk mencapai hasil yang secara sosial menguntungkan. Didalam permukaannya
hal itu berwujud keadaan kontradiksi.

Ekonom August Oncken menghubungkan ke hal ini di Jerman sebagai das 'Adam Smith-
Problem'. Ekonom Austria Joseph Schumpeter juga memberi perhatian tentang ini cenderung
kontradiksi dengan karya Smith dalam komentarnya.

Adam Smith sendiri tidak melihat adanya kontradiksi, sejak ia memproduksi sebuah edisi
yang sudah direvisi dari Moral Sentiments setelah publikasi dari Wealth of Nations.
Keduanya dalam kisaran idenya bisa ditemukan di Lectures of Jurispundence. Di tahun
belakangan kebanyakan murid dari karya Adam Smith bersilang pendapat bahwa tidak ada
kotradiksi yang terjadi. Didalam Theory of Moral Sentiments, Smith mengembangkan sebuah
teori dari psikologi dimana tiap perorangan dalam masyarakat menemukannya didalam
kepentingan pribadi mereka untuk mengembangkan simpati sebagaimana mereka mencari
penghargaan dari apa yang ia sebut "penonton imparsial". Kepentingan pribadi yang ia sebut
bukanlah keegoisan sempit tetapi sesuatu yang melibatkan simpati.

Sebagian pembaca dari The Wealth of Nations mengasumsikan bahwa ketika Smith berbicara
mengenai "kepentingan pribadi" dia memaksudkan hal tersebut sebagai keegoisan. Walaupun
pada konteks tertentu, seperti membeli dan menjual, simpati secara umum tidak harus
dimasukkan, Smith membuat hal tersebut jelas dimana dia melihat keegoisan sebagai suatu
hal yang tak pantas, jika tidak amoral, dan pelaku kepentingan pribadi memiliki simpati ke
orang lain. Dalam Theory of Moral Sentiments Smith berpendapat kalau kepentingan pribadi
dari pelaku manapun termasuk kepentingan dari bagian lain dari masyarakat, karena opini
yang diperbagus secara sosial dari tidakan yang pantas dan tidak pantas pentingnya
mempengaruhi kepentingan dari individu sebagai anggota dari masyarakat. Konteks ini juga
juga berguna karena Adam Smith melawan ide dari korporasi, atau "perusahaan saham
gabungan".

Dalam kasus manapun, Adam Smith sepertinya percaya kalau sentimen moral dan
kepentingan pribadi akan menambah pada hal yang sama. Satu garis yang mungkin dari
alasan tersebut dia mungkin telah sampai pada tahap kesimpulan seperti: tangantangan tak
terlihat tidak bisa beroprasi jika tidak ada masyarakat, untuk mengawali sebuah konstruksi
awal pembagian sosial dari buruh, dan, efisiensi yang datang dengan manifestasinya.
Sekarang untuk masyarakat untuk eksis, keadilan merupakan kondisi yang dibutuhkan (yang

rajaebookgratis.wordpress.com

www.rajaebookgratis.com

mana disebut dalam karya Smith Theory of Moral Sentiments). Untuk keadilan berada
didalam latar sosial manapun, individu harus mematri keinginan dari penghargaan dan
kemarahan yang dikendalikan oleh rasa menghargai dan tidak menghargai juga nyaris secara
eksklusif dihasilkan oleh simpati manusia. Kesimpulannya, tangan-tangan tak terlihat dari
pasar adalah, pada tingkat tertentu, diwakilkan atas kemampuan dari manusia untuk
bersimpati: kepentingan pribadi dari Smith merupakan harmoni dengan opini dari simpati.

· Pengaruh

The Wealth of Nations salah satu usaha terawal untuk mempelajari bangkitnya industri dan
perkembangan ekonomi di Eropa, merupakan pengawal ke disiplin akademis moderen dari
ekonomi. Ini memberi salah satu rasional intelektual paling dikenal untuk perdagangan bebas
dan kapitalisme, mempengaruhi secara luas tulisan ekonom selanjutnya.

Ada beberapa kontroversi atas perluasan dari keaslian Smith dalam Wealth of Nations.
Beberapa berpendapat kalau karya tersebut menambah hanya sedikit dari ide yang sudah ada
sebelumnya dari Anders Chydenius (The National Gain 1765), David Hume dan Baron de
Montesquieu. Sebenarnya, banyak dari teori Smith hanya menjelaskan tren sejarah dari
merkantilisme dan menuju perdagangan bebas dimana telah dikembangkan selama beberapa
dekade dan memiliki pengaruh signifikan dalam kebijakan pemerintah. Bagaimanapun, karya
Smith merangkum ide mereka secara komperhensif, dan juga menjadi salah satu buku paling
berpengaruh dan penting saat ini dalam bidang ekonomi. Smith berada di peringkat 30 di
Daftar orang paling berpengaruh-nya Michael H. Hart.

Dari 13 Maret 2007 kesana potret Smith muncul dalam £ 20 baru. Dia merupakan orang
Skotlandia pertama yang ditampikan dalam mata uang tersebut oleh Bank of England.
Gambar dari nota ini tersedia di bwebsite Bank of England

Pada 25 Juni 2006, dimana Warren Buffet mengumumkan kalau dia akan menyumbangkan
kekayaannya ke The Bill and Melinda Gates Foundation, dia dihadiahi salinan dari Wealth of
Nations Adam Smith oleh Bill Gates.[10] Adam Smith merupakan insipirasi dari grup
konservatif dari Missouri, Adam Smith Foundation.

Karya Besar :The Theory of Moral Sentiments (1759),An Inquiry Into the Nature and ,Causes
of the Wealth of Nations (1776),Essays on Philosophical Subjects (diterbitkan setelah
1795),Lectures on Jurisprudence (diterbitkan setelah 1976)

6. Blaise Pascal

Blaise Pascal (1623-1662) berasal dari Perancis. Minat utamanya ialah filsafat dan agama,
sedangkan hobinya yang lain adalah matematika dan geometri proyektif. Bersama dengan
Pierre de Fermat menemukan teori tentang probabilitas. Pada awalnya minat riset dari Pascal
lebih banyak pada bidang ilmu pengetahuan dan ilmu terapan, di mana dia telah berhasil

rajaebookgratis.wordpress.com

www.rajaebookgratis.com

menciptakan mesin penghitung yang dikenal pertama kali. Mesin itu hanya dapat
menghitung.

7. Rene Descartes

René Descartes (La Haye, Perancis, 31 Maret 1596 – Stockholm, Swedia, 11 Februari 1650),
juga dikenal sebagai Cartesius, merupakan seorang filsuf dan matematikawan Perancis.
Karyanya yang terpenting ialah Discours de la méthode (1637) dan Meditationes de prima
Philosophia (1641).

Descartes, kadang dipanggil "Penemu Filsafat Modern" dan "Bapak Matematika Modern",
adalah salah satu pemikir paling penting dan berpengaruh dalam sejarah barat modern. Dia
menginspirasi generasi filsuf kontemporer dan setelahnya, membawa mereka untuk
membentuk apa yang sekarang kita kenal sebagai rasionalisme kontinental, sebuah posisi
filosofikal pada Eropa abad ke-17 dan 18.

Pemikirannya membuat sebuah revolusi falsafi di Eropa karena pendapatnya yang
revolusioner bahwa semuanya tidak ada yang pasti, kecuali kenyataan bahwa seseorang bisa
berpikir.

Dalam bahasa Latin kalimat ini adalah: cogito ergo sum sedangkan dalam bahasa Perancis
adalah: Je pense donc je suis. Keduanya artinya adalah: "Aku berpikir maka aku ada". (Ing: I
think, therefore I am)

Meski paling dikenal karena karya-karya filosofinya, dia juga telah terkenal sebagai pencipta
sistem koordinat Kartesius, yang mempengaruhi perkembangan kalkulus modern.

8. Immanuel Kant

Immanuel Kant (Königsberg, 22 April 1724 - Königsberg, 12 Februari 1804) adalah seorang
filsuf Jerman. Karya Kant yang terpenting adalah Kritik der Reinen Vernunft, 1781. Dalam
bukunya ini ia “membatasi pengetahuan manusia”. Atau dengan kata lain “apa yang bisa
diketahui manusia.” Ia menyatakan ini dengan memberikan tiga pertanyaan:

• Apakah yang bisa kuketahui?
• Apakah yang harus kulakukan?
• Apakah yang bisa kuharapkan? Pertanyaan ini dijawab sebagai berikut:
· Apa-apa yang bisa diketahui manusia hanyalah yang dipersepsi dengan panca indria. Lain
daripada itu merupakan “ilusi” saja, hanyalah ide.

rajaebookgratis.wordpress.com

www.rajaebookgratis.com

• Semua yang harus dilakukan manusia harus bisa diangkat menjadi sebuah peraturan umum.
Hal ini disebut dengan istilah “imperatif kategoris”. Contoh: orang sebaiknya jangan
mencuri, sebab apabila hal ini diangkat menjadi peraturan umum, maka apabila semua orang
mencuri, masyarakat tidak akan jalan.
• Yang bisa diharapkan manusia ditentukan oleh akal budinya. Inilah yang memutuskan
pengharapan manusia. Ketiga pertanyaan di atas ini bisa digabung dan ditambahkan menjadi
pertanyaan keempat: “Apakah itu manusia?”

• Daftar karya
• 1755: Allgemeine Naturgeschichte und Theorie des Himmels
• 1755: meditationum quaerandam de igne saccincta delinetatio
• 1755: Neue Erhellung der ersten Grundsätze metaphysischer Erkenntnisse
• 1756: Physische Monadologie
• 1756: Neue Anmerkungen zur Erläuterung der Theorie der Winde
• 1762: Die falsche Spitzfindigkeit der vier syllogistischen Figuren
• 1763: Versuch, den Begriff der negativen Größen in der Weltweisheit einzuführen
• 1763: Untersuchung über die Deutlichkeit der Grundsätze der natürlichen Theologie und
Moral
• 1763: Der einzige mögliche Beweisgrund zu einer Demonstration für das Dasein Gottes
• 1764: Beobachtungen über das Gefühl des Schönen und Erhabenen
• 1764: Über die Krankheit des Kopfes
• 1766: Träume eines Geistersehers erläutert durch Träume der Metaphysik.(Über Emanuel
Swedenborg)
• 1770: Über die Form und die Prinzipien der sinnlichen und intelligiblen Welt. (De mundi
sensibilis atque intelligibillis forma et principiis.)
• 1775: Über die verschiedenen Rassen der Menschen
• 1781: 1. Auflage der Kritik der reinen Vernunft
• 1783: Prolegomena zu einer jeden künftigen Metaphysik, die als Wissenschaft wird
auftreten können
• 1784: Idee zu einer allgemeinen Geschichte in weltbürgerlicher Absicht
• 1784: Beantwortung der Frage: Was ist Aufklärung
• 1785: Grundlegung der Metaphysik der Sitten
• 1786: Metaphysische Anfangsgründe der Naturwissenschaft
• 1786: Mutmaßlicher Anfang der Menschengeschichte
• 1787: Kritik der reinen Vernunft 2., stark erweiterte Auflage
• 1788: Kritik der praktischen Vernunft
• 1790: Kritik der Urteilskraft
• 1793: Die Religion innerhalb der Grenzen der bloßen Vernunft
• 1793: Über den Gemeinspruch: Das mag in der Theorie richtig sein, taugt aber nicht für die
Praxis
• 1794: Das Ende aller Dinge
• 1795: Zum ewigen Frieden
• 1797: Die Metaphysik der Sitten
• 1798: Der Streit der Fakultäten

rajaebookgratis.wordpress.com

www.rajaebookgratis.com

• 1798: Anthropologie in pragmatischer Hinsicht abgefasst

9. Niccolò Machiavelli

Lahir : 3 Mei 1469, Florence, Italia.

Meninggal : 21 Juni 1527, Florence, Italia.

Pekerjaan Filsuf, penulis, diplomat, politikus Aliran Renaissance philosophy, Realisme,
Classical Republicanism Subyek Politik, teori militer, sejarah Niccolò Machiavelli (3 Mei
1469 – 21 Juni 1527) adalah diplomat dan politikus Italia yang juga seorang filsuf.

Sebagai ahli teori, Machiavelli adalah figur utama dalam realitas teori politik, ia sangat
disegani di Eropa pada masa Renaisans.

Dua bukunya yang terkenal, Discorsi sopra la prima deca di Tito Livio (Diskursus tentang
Livio) dan Il Principe (Sang Pangeran), awalnya ditulis sebagai harapan untuk memperbaiki
kondisi pemerintahan di Italia Utara, kemudian menjadi buku umum dalam berpolitik di masa
itu.

Il Principe, atau Sang Pangeran menguraikan tindakan yang bisa atau perlu dilakukan
seorang seseorang untuk mendapatkan atau mempertahankan kekuasaan.

Nama Machiavelli, kemudian diasosiasikan dengan hal yang buruk, untuk menghalalkan cara
untuk mencapai tujuan. Orang yang melakukan tindakan seperti ini disebut makiavelis.

10. Søren Kierkegaard

Nama: Søren Aabye Kierkegaard

Lahir: 5 Mei 1813 (Kopenhagen, Denmark)

Meninggal: 11 November 1855 (Kopenhagen, Denmark)

Aliran/tradisi: Filsafat Eropa, Zaman Keemasan Tradisi Sastra dan Seni, pendahulu

dari Eksistensialisme, Pasca-modernisme, strukturalisme, Psikologi

eksistensial, ortodoksi, dan masih banyak lagi Pasca-Neo

Minat utama: Agama, Metafisika, Epistemologi, Estetika, Etika, Psikologi

Gagasan penting: Dianggap sebagai Bapak Eksistensialisme, kecemasan, keputusasaan

eksistensial, Tiga ranah keberadaan manusia, Ksatria iman,

Subyektivitas adalah Kebenaran

Dipengaruhi: Hegel, Abraham, Luther, Kant, Hamann, Lessing, Socrates (melalui Plato,

Xenophon, Aristophanes)

Mempengaruhi: Jaspers, Wittgenstein, Heidegger, Sartre, Marcel, Buber, Tillich,

Barth, Auden, Camus, Kafka, de Beauvoir, May, Updike, dan masih

banyak lagi Søren Aabye Kierkegaard (5 Mei 1813-11 November

1855) adalah seorang filsuf dan teolog abad ke-19 yang berasal dari

rajaebookgratis.wordpress.com

www.rajaebookgratis.com

Filsafatnya : Denmark. Kierkegaard sendiri melihat dirinya sebagai seseorang yang
religius dan seorang anti-filsuf, tetapi sekarang ia dianggap sebagai
bapaknya filsafat eksistensialisme. Kierkegaard menjembatani jurang
yang ada antara filsafat Hegelian dan apa yang kemudian menjadi
Eksistensialisme. Kierkegaard terutama adalah seorang kritikus Hegel
pada masanya dan apa yang dilihatnya sebagai formalitas hampa dari
Gereja Denmark.
merupakan sebuah reaksi terhadap dialektik Hegel.

Banyak dari karya-karya Kierkegaard membahas masalah-masalah agama seperti misalnya
hakikat iman, lembaga Gereja Kristen, etika dan teologi Kristen, dan emosi serta perasaan
individu ketika diperhadapkan dengan pilihan-pilihan eksistensial.

Karena itu, karya Kierkegaard kadang-kadang digambarkan sebagai eksistensialisme Kristen
dan psikologi eksistensial. Karena ia menulis kebanyakan karya awalnya dengan
menggunakan berbagai nama samaran, yang seringkali mengomentari dan mengkritik karya-
karyanya yang lain yang ditulis dengan menggunakan nama samaran lain, sangatlah sulit
untuk membedakan antara apa yang benar-benar diyakini oleh Kierkegaard dengan apa yang
dikemukakannya sebagai argumen dari posisi seorang pseudo-pengarang. Ludwig
Wittgenstein berpendapat bahwa Kierkegaard "sejauh ini, adalah pemikir yang paling
mendalam dari abad ke-19".

· Kehidupan

· Tahun-tahun awal (1813–1841)

Søren Kierkegaard dilahirkan dalam sebuah keluarga kaya di Kopenhagen, ibukota Denmark.
Ayahnya, Michael Pedersen Kierkegaard, adalah seseorang yang sangat saleh. Ia yakin
bahwa ia telah dikutuk Tuhan, dan karena itu ia percaya bahwa tak satupun dari anak-
anaknya akan mencapai umur melebihi usia Yesus Kristus, yaitu 33 tahun. Ia percaya bahwa
dosa-dosa pribadinya, seperti
misalnya mengutuki nama Allah di masa mudanya dan kemungkinan juga menghamili ibu
Kierkegaard di luar nikah, menyebabkan ia layak menerima hukuman ini. Meskipun banyak
dari ketujuh anaknya meninggal dalam usia muda, ramalannya tidak terbukti ketika dua dari
mereka melewati usia ini. Perkenalan dengan pemahaman tentang dosa di masa mudanya,
dan hubungannya dari ayah dan anak meletakkan dasar bagi banyak karya Kierkegaard
(khususnya Takut dan Gentar).

Ibunda Kierkegaard, Anne Sørensdatter Lund Kierkegaard, tidak secara langsung dirujuk
dalam buku-bukunya, meskipun ia pun mempengaruhi tulisan-tulisannya di kemudian hari.
Meskipun sifat ayahnya kadang-kadang melankolis dari segi keagamaan, Kierkegaard
mempunyai hubungan yang erat dengan ayahnya. Ia belajar untuk memanfaatkan ranah
imajinasinya melalui serangkaian latihan dan permainan yang mereka mainkan bersama.

rajaebookgratis.wordpress.com

www.rajaebookgratis.com

Ayah Kierkegaard meninggal dunia pada 9 Agustus 1838 pada usia 82 tahun. Sebelum
meninggal dunia, ia meminta Søren agar menjadi pendeta. Søren sangat terpengaruh oleh
pengalaman keagamaan dan kehiudpan ayahnya dan merasa terbeban untuk memenuhi
kehendaknya. Dua hari kemudian, pada 11 Agustus, Kierkegaard menulis: "Ayah meninggal
dunia hari Rabu. Saya sungguh berharap bahwa ia dapat hidup beberapa tahun lebih lama
lagi, dan saya menganggap kematiannya sebagai penghorbanan terakhir yang dibuatnya
karena cinta kasihnya kepada saya; ... ia meninggal karena saya agar, bila mungkin, saya
masih dapat menjadi sesuatu. Dari semua yang telah saya warisi daripadanya, kenangan akan
dia, potretnya dalam keadaan yang sangat berbeda (transfigured) ... sungguh berharga bagi
saya, dan saya akan berusaha untuk melestarikan (kenangannya) agar aman tersembunyi dari
dunia."

Kierkegaard masuk ke Sekolah Kebajikan Warga, memperoleh nilai yang sangat baik dalam
bahasa Latin dan sejarah. Ia melanjutkan pelajarannya dalam bidang teologi di Universitas
Kopenhagen, namun sementara di sana ia semakin tertarik akan filsafat dan literatur. Di
universitas, Kierkegaard menulis disertasinya, Tentang Konsep Ironi dengan Rujukan Terus-
Menerus kepada Socrates, yang oleh panel universitas dianggap sebagai karya yang penting
dan dipikirkan dengan baik, namun agak terlalu berbunga-bunga dan bersifat sastrawi untuk
menjadi sebuah tesis filsafat. Kierkegaard lulus pada 20 Oktober 1841 dengan gelar Magistri
Artium, yang kini setara dengan Ph.D. Dengan warisan keluarganya, Kierkegaard dapat
membiayai pendidikannya, ongkos hidupnya dan beberapa penerbitan karyanya.

· Regine Olsen (1837–1841)

Sebuah aspek penting dari kehidupan Kierkegaard (biasanya dianggap mempunyai pengaruh
besar dalam karyanya) adalah pertunangannya yang putus dengan Regine Olsen (1822
-1904). Kierkegaard berjumpa dengan Regine pada 8 Mei 1837 dan segera tertarik
kepadanya. Begitu pula dengan Regine. Dalam jurnal-jurnalnya, Kierkegaard menulis tentang
cintanya kepada Regine:

Engkau ratu hatiku yang tersimpan di lubuk hatiku yang terdalam, dalam
kepenuhan pikiranku, di sana ... ilahi yang tak dikenal! Oh, dapatkah aku
sungguh-sungguh mempercayai dongeng-dongeng si penyair, bahwa
ketika seseorang melihat sebuah obyek cintanya, ia membayangkan
bahwa ia sudah pernah melihatnya dahulu kala, bahwa semua cinta
seperti halnya semua pengetahuan adalah kenangan semata, bahwa
cinta pun mempunyai nubuat-nubuatnya di dalam diri pribadi. ...
tampaknya bagiku bahwa aku harus memiliki kecantikan dari semua
gadis agar dapat menandingi kecantikanmu; bahwa aku harus
mengelilingi dunia untuk menemukan tempat yang tidak kumiliki dan
yang merupakan misteri terdalam dari keseluruhan keberadaanku yang
mengarah ke depan, dan pada saat berikutnya engkau begitu dekat

rajaebookgratis.wordpress.com

www.rajaebookgratis.com

kepadaku, mengisi jiwaku dengan begitu dahsyat sehingga aku berubah
(transfigured) bagi diriku sendiri, dan merasakan sungguh nikmat
berada di sini.

—Søren Kierkegaard, Journals (2 Februari 1839)

Pada 8 September 1840, Kierkegaard resmi meminang Regine. Namun, Kierkegaard segera
merasa kecewa dan melankolis tentang pernikahan. Kurang dari setahun setelah pinangannya,
ia memutuskannya pada 11 Agustus 1841. Dalam jurnaljurnalnya, Kierkegaard menyebutkan
keyakinannya bahwa sifat "melankolis"nya membuatnya tidak cocok untuk menikah; tetapi
motif sebenarnya untuk memutuskan pertunangannya itu tetap tidak jelas.

Biasanya diyakini bahwa keduanya memang sangat saling mencintai, barangkali bahkan juga
setelah Regine menikah dengan Johan Frederik Schlegel (1817–1896), seorang pegawai
negeri terkemuka (jangan dikacaukan dengan filsuf Jerman Friedrich von Schlegel, (1772-
1829) ). Pada umumnya hubungan mereka terbatas pada pertemuan-pertemuan kebetulan di
jalanjalan di Kopenhagen. Namun, beberapa tahun kemudian, Kierkegaard bahkan sampai
meminta izin suami Regine untuk berbicara dengan Regine, namun Schlegel menolak.

Tak lama kemudian, pasangan itu berangkat meninggalkan Denmark, karena Schlegel telah
diangkat menjadi Gubernur di Hindia Barat Denmark. Pada saat Regine kembali ke Denmark,
Kierkegaard telah meninggal dunia. Regine Schlegel hidup hingga 1904, dan pada saat
kematiannya, ia dikuburkan dekat Kierkegaard di Pemakaman Assistens di Kopenhagen.

· Pengaruh dan penerimaan

Patung Søren Kierkegaard di Kopenhagen.

Karya-karya Kierkegaard baru tersedia luas beberapa dasawarsa setelah kematiannya. Pada
tahun-tahun segera setelah meninggalnya, Gereja Negara Denmark, sebuah institusi penting
di Denmark pada saat itu, menjauhi karya-karyanya dan menganjurkan orang-orang Denmark
lainnya untuk melakukan hal yang sama. Selain itu, kurang dikenalnya bahasa Denmark,
dibandingkan dengan bahasa Jerman, Perancis, dan Inggris, membuat hampir tidak mungkin
bagi Kierkegaard untuk mendapatkan pembaca-pembaca non-Denmark.

Akademikus pertama yang mengarahkan perhatian kepada Kierkegaard adalah sesama orang
Denmark Georg Brandes, yang menerbitkan dalam bahasa Jerman maupun Denmark.
Brandes menyampaikan kuliah resminya yang pertama tentang Kierkegaard dan menolong
memperkenalkan Kierkegaard ke seluruh Eropa. Pada 1877, Brandes juga menerbitkan buku
pertama tentang filsafat dan kehidupan Kierkegaard. Dramatis Henrik Ibsen menjadi tertarik
terhadap Kierkegaard dan memperkenalkan karyanya ke seluruh Skandinavia. Sementara
terjemahan-terjemahan independen dalam bahasa Jerman dari beberapa karya Kierkegaard
mulai muncul pada 1870-an, terjemahan-terjemahan akademis dalam bahasa Jerman dari
seluruh karya Kierkegaard harus menunggu hingga 1910-an. Terjemahan-terjemahan ini

rajaebookgratis.wordpress.com

www.rajaebookgratis.com

dimungkinkan karena pengaruh Kierkegaard terhadap para pemikir dan penulis Jerman,
Perancis, dan Inggris abad ke-20 mulai terasa.

Pada 1930-an, terjemahan akademis pertama dalam bahasa Inggris, oleh Alexander Dru,
David F. Swenson, Douglas V. Steere, dan Walter Lowrie muncul, di bawah usaha editorial
dari editor Oxford University Press, Charles Williams. Terjemahan akademis yang kedua
dalam bahasa Inggris dan yang terdapat luas diterbitkan oleh Princeton University Press pada
1970-an, 1980-an, 1990-an, di bawah pengawasan Howard V. Hong dan Edna H. Hong.
Terjemahan resmi ketiga, di bawah pengawasan Pusat Penelitian Søren Kierkegaard, akan
mencapai 55 jilid dan diharapkan akan selesai setelah 2009.

Banyak filsuf abad ke-20, baik yang teistik maupun yang ateistik, meminjam banyak konsep
dari Kierkegaard, termasuk pemahaman tentang angst (kecemasan), keputusasaan, serta
pentingnya individu. Sebagai seorang filsuf ia menjadi sangat termasyhur pada tahun 1930-
an, sebagian besar karena naik daunnya gerakan eksistensialis yang menunjuk kepadanya
sebagai seorang pendahulu, meskipun kini ia sendiri dipandang sebagai seorang pemikir yang
sangat penting dan berpengaruh.

Para filsuf dan teolog yang dipengaruhi oleh Kierkegaard termasuk Karl Barth, Simone de
Beauvoir, Martin Buber, Rudolf Bultmann, Albert Camus, Martin Heidegger, Abraham
Joshua Heschel, Karl Jaspers, Gabriel Marcel, Maurice Merleau-Ponty, Franz Rosenzweig,
Jean-Paul Sartre, Joseph Soloveitchik, Paul Tillich, Miguel de Unamuno, Hans Urs von
Balthasar. Anarkisme ilmiah Paul Feyerabend diilhami oleh gagasan Kierkegaard tentang
subyektivitas sebagai kebenaran.

Ludwig Wittgenstein sangat dipengaruhi dan harus mengakui keunggulan Kierkegaard, dan
mengklaim bahwa "Betapapun juga, Kierkegaard jauh terlalu dalam bagi saya. Karl Popper
merujuk kepada Kierkegaard sebagai "pembaharu besar dalam etika Kristen, yang
memaparkan moralitas Kristen yang resmi pada zamannya sebagai kemnafikan yang anti-
Kristen dan anti-kemanusiaan".

Para filsuf kontemporer seperti Emmanuel Lévinas, Hans-Georg Gadamer, Jacques Derrida,
Jürgen Habermas, Alasdair MacIntyre, dan Richard Rorty, meskipun kadang-kadang sangat
kritis, juga telah mengadaptasi beberapa pemikiran Kierkegaard. Jerry Fodor pernah menulis
bahwa Kierkegaard adalah "seorang empu dan jauh berada di luar liga tempat kami semua
[para filsuf] bermain".

Kierkegaard banyak sekali mempengaruhi literatur abad ke-20. Tokoh-tokoh yang sangat
dipengaruhi oleh karya-karyanya termasuk Walker Percy, W.H. Auden, Franz Kafka, David
Lodge, dan John Updike.

Kierkegaard juga sangat berpengaruh terhadap psikologi dan ia daapt dianggap sebagai
pendiri psikologi Kristen dan psikologi dan terapi eksistensial. Para psikolog dan terapis
eksistensialis (seringkalid isebut "humanistik") termasuk Ludwig Binswanger, Victor Frankl,

rajaebookgratis.wordpress.com

www.rajaebookgratis.com

Erich Fromm, Carl Rogers, dan Rollo May. May mendasarkan bukunya The Meaning of
Anxiety (Makna Kecemasan) pada karya Kierkegaard Konsep tentang Kecemasan. Karya
sosiologis Kierkegaard Dua Zaman:

Zaman Revolusi dan Masa Kini memberikan kritik yang menarik terhadap modernitas.
Kierkegaard juga dilihat sebagai pendahulu penting dari pascamodernisme.

Kierkegaard meramalkan bahwa setelah kematiannya ia akan terkenal, dan membayangkan
bahwa karyanya akan dipelajari dan diteliti dengan intensif. Dalam jurnal-jurnalnya, ia
menulis:

Apa yang dibutuhkan zaman ini bukanlah seorang jenius sebab jenius sudah cukup banyak.
Yang dibutuhkan adalah martir, yang rela taat hingga mati untuk mengajarkan manusia agar
taat hingga mati. Apa yang dibutuhkan zaman ini adalah kebangkitan. Dan karena itu suatu
hari kelak, bukan hanya tulisan-tulisan saya tetapi juga seluruh hidup saya, seluruh misteri
yang membangkitkan tanda tanya tentang mesin ini akan dipelajari dan dipelajari terus. Saya
tidak akan pernah melupakan bagaimana Tuhan menolong saya dan karena itu adalah harapan
saya terakhir bahwa segala sesuatunya adalah untuk kemuliaan-Nya.

— Søren Kierkegaard, Journals (20 November 1847)

Daftar karya Søren Kierkegaard

• (1841) Konsep Ironi (Om Begrebet Ironi med stadigt Hensyn til Socrates)
• (1843) Ini/Itu (Enten - Eller)
• (1843) Takut dan Gentar (Frygt og Bæven)
• (1843) Repetisi (Gjentagelsen)
• (1844) Fragmen Filsafat (Philosophiske Smuler)
• (1844) Konsep tentang Kecemasan (Begrebet Angest)
• (1845) Tahap-tahap Jalan Kehidupan (Stadier paa Livets Vei)
• (1846) Menyimpulkan Catatan Penutup yang Tidak Ilmiah bagi Fragmenfragmen Filsafat
(Afsluttende uvidenskabelig Efterskrift)
• (1847) Wacana Membangun dalam Berbagai Roh (Opbyggelige Taler i forskjellig Aand)
• (1847) Karya Cinta Kasih (Kjerlighedens Gjerninger)
• (1848) Wacana Kristen (Christelige Taler)
• (1849) Nestapa Hingga Mati (Sygdommen til Døden)
• (1850) Praktik dalam Kekristenan (Indøvelse i Christendom)

11. Montesquieu

Charles-Louis de Secondat, Baron de La Brède et de Montesquieu (18 Januari 1689 – 10
Februari 1755), atau lebih dikenal dengan Montesquieu, adalah pemikir politik Perancis yang
hidup pada Era Pencerahan (Inggris: Enlightenment). Ia terkenal dengan teorinya mengenai
pemisahan kekuasaan yang banyak disadur pada diskusi-diskusi mengenai pemerintahan dan

rajaebookgratis.wordpress.com

www.rajaebookgratis.com

diterapkan pada banyak konstitusi di seluruh dunia. Ia memegang peranan penting dalam
mempopulerkan istilah "feodalisme" dan "Kekaisaran Bizantium"

12. Michel Foucault

Paul-Michel Foucault (Poitiers, 15 Oktober 1926–Paris, 25 Juni 1984) adalah seorang filsuf
asal Perancis. Ia adalah salah satu pemikir paling berpengaruh pada zaman pasca Perang
Dunia II. Foucault dikenal akan penelaahannya yang kritis terhadap berbagai institusi sosial,
terutama psikiatri, kedokteran, dan sistem penjara, serta akan karya-karyanya tentang riwayat
seksualitas. Karyanya yang terkait kekuasaan dan hubungan antara kekuasaan dengan
pengetahuan telah banyak didiskusikan dan diterapkan, selain pula pemikirannya yang terkait
dengan "diskursus" dalam konteks sejarah filsafat Barat.

13. Jean Baudrillard

Jean Baudrillard (Reims, 20 Juni 1929–Paris, 6 Maret 2007) adalah seorang pakar teori
kebudayaan, filsuf, komentator politik, sosiolog dan fotografer asal Perancis. Karya
Baudrillard seringkali dikaitkan dengan pascamodernisme dan pascastrukturialisme.

Baudrillard lahir dalam keluarga miskin di Reims pada 20 Juni 1929. Ia mempelajari bahasa
Jerman di Universitas Sorbonne di Paris dan mengajar bahasa Jerman di sebuah lycée (1958-
1966). Ia juga pernah menjadi penerjemah dan terus melanjutkan studinya dalam bidang
filsafat dan sosiologi. Pada tahun 1966 ia menyelesaikan tesis Ph.D-nya Le Système des
objets ("Sistem Objek-objek") di bawah arahan Henri Lefebvre. Dari tahun 1966 hingga 1972
ia bekerja sebagai Asisten Profesor dan Profesor. Pada tahun 1972 ia menyelesaikan
habilitasinya L'Autre par lui-même dan mulai mengajar sosiologi di Université de Paris-X
Nanterre sebagai profesor.

Dari tahun 1986 hingga 1990 Baudrillard menjabat sebagai Direktur Ilmiah di IRIS (Institut
de Recherche et d'Information Socio-Économique) di Université de Paris-IX Dauphine. Ia
tetap memberikan dukungannya bagi Institut de Recherche sur l'Innovation Sociale di Centre
National de la Recherche Scientifique dan merupakan seorang Satrap di Collège de
'Pataphysique hingga meninggal dunia.

14. Mazhab Frankfurt

Max Horkheimer (depan kiri), Theodor Adorno (depan kanan), dan Jürgen Habermas di
belakang, kanan, pada 1965 di Heidelberg Mazhab Frankfurt ialah sebuah nama yang
diberikan kepada kelompok filsuf yang memiliki afiliasi dengan Institut Penelitian Sosial di
Frankfurt, Jerman, dan pemikirpemikir lainnya yang dipengaruhi oleh mereka.

Tahun yang dianggap sebagai tahun kemulaian Mazhab Frankfurt ini adalah tahun 1930,
ketika Max Horkheimer diangkat sebagai direktur lembaga riset sosial tersebut. Beberapa

rajaebookgratis.wordpress.com

www.rajaebookgratis.com

filsuf terkenal yang dianggap sebagai anggota Mazhab Frankfurt ini antara lain Theodor
Adorno, Walter Benjamin, dan Jürgen Habermas. Perlu diingat bahwa para pemikir ini tidak
pernah mendefinisikan diri mereka sendiri di dalam sebuah kelompok atau 'mazhab', dan
bahwa penamaan ini diberikan secara retrospektif.

Walaupun kebanyakan dari mereka memiliki sebuah ketertarikan intelektual dengan
pemikiran neo-Marxisme dan kritik terhadap budaya (yang di kemudian hari memengaruhi
munculnya bidang ilmu Studi Budaya), masing-masing pemikir mengaplikasikan kedua hal
ini dengan cara-cara dan terhadap subyek kajian yang berbeda.

Ketertarikan Mazhab Frankfurt terhadap pemikiran Karl Marx disebabkan antara lain oleh
ketidakpuasan mereka terhadap penggunaan teori-teori Marxisme oleh kebanyakan orang
lain, yang mereka anggap merupakan pandangan sempit terhadap pandangan asli Karl Marx.
Menurut mereka, pandangan sempit ini tidak mampu memberikan 'jawaban' terhadap situasi
mereka pada saat itu di Jerman.

Setelah Perang Dunia Pertama dan meningkatnya kekuatan politik Nazi, Jerman yang ada
pada saat itu sangatlah berbeda dengan Jerman yang dialami Karl Marx. Sehingga jelaslah
bagi para pemikir Mazhab Frankfurt bahwa Marxisme harus dimodifikasi untuk bisa
menjawab tantangan jaman.

Patut dicatat bahwa beberapa pemikir utama Mahzab Frankfurt beragama Yahudi, dan
terutama di perioda awal secara langsung menjadi korban Fasisme Nazi. Yang paling tragis
ialah kematian Walter Benjamin, yang dicurigai melakukan bunuh diri setelah isi
perpustakaannya disita oleh tentara Nazi. Beberapa yang lainnya, seperti Theodor Adorno
dan Max Horkheimer terpaksa melarikan diri ke negara lain, terutama Amerika Serikat.

Contoh karya-karya terkenal yang dihasilkan para pemikir Mazhab Frankfurt antara lain
Dialectic of Enlightenment, Minima Moralia, Illuminations

· Sejarah Mazhab Frankfurt

Mazhab Frankfurt mengumpulkan para pembangkang Marxis, para kritikus keras kapitalisme
yang percaya bahwa beberapa orang yang dianggap sebagai pengikut Marx telah membeo,
menirukan beberapa cuplikan sempit dari gagasan-gagasan Marx, biasanya dalam membela
partai-partai komunis atau Sosial-Demokrat ortodoks.

Mereka khususnya dipengaruhi oleh kegagaln revolusi kaum pekerja di Eropa Barat setelah
Perang Dunia I dan oleh bangkitnya Nazisme di negara yang secara ekonomi, teknologi, dan
budaya maju (Jerman). Karena itu mereka merasa harus memilih bagian-bagian mana dari
pemikiran-pemikiran Marx yang dapat menolong untuk memperjelas kondisi-kondisi yang
Marx sendiri tidak pernah lihat.

rajaebookgratis.wordpress.com

www.rajaebookgratis.com

Mereka meminjam dari mazhab-mazhab pemikiran lain yang mengisi apa yang dianggap
kurang dari Marx. Max Weber memberikan pengaruh yang besar, seperti halnya juga
Sigmund Freud (seperti dalam kasus sintesis Freudo-Marxis oleh Herbert Marcuse dalam
karyanya tahun 1954, Eros and Civilization).

Penekanan mereka terhadap komponen "Kritis" dari teori sangat banyak meminjam dari
upaya mereka untuk mengatasi batas-batas dari positivisme, materialisme yang kasar, dan
fenomenologi dengan kembali kepada filsafat kritis Kant dan penerus-penerusnya dalam
idealisme Jerman, khususnya filsafat Hegel, dengan penekanannya pada negasi dan
kontradiksi sebagai bagian yang inheren dari realitas. Sebuah pengaruh penting juga dating
dari penerbitan Manuskrip Ekonomi-Filsafat dan Ideologi Jerman karya Marx tahun 1930an
yang memperlihatkan kesinambungan dengan Hegelianisme yang mendasari pemikiran-
pemikiran Marx: Marcuse adalah salah satu orang yang pertama mengartikulasikan
signifikansi teoretis dari teks-teks ini.

· Fase Pertama

Pengaruh intelektual dan fokus teoretis dari generasi perttama dari para theoretikus Kritis
Mazhab Frankfurt muncul dalam diagram berikut:

Institut ini membuat sumbangan-sumbangan penting dalam dua bidang yang terkait dengan
kemungkinan-kemungkinan subyek manusia yang rasional, yaitu individu-individu yang
dapat bertindak secara rasional untuk bertanggung jawab atas masyarakat dan sejarah mereka
sendiri.

Yang pertama terdiri atas fenomena sosial yang sebelumnya dianggap dalam Marxisme
sebagai bagian dari "superstruktur" atau sebagai ideologi: struktur-struktur kepribadian,
keluarga dan 72 otoritas (penerbitan bukunya yang pertama diberi judul Studi tentang
Otoritas dan Keluarga), dan ranah estetika dan budaya massa.

Studi-studi ini juga melihat kepedulian bersama di sini dalam kemampuan kapitalisme untuk
menghancurkan prakondisi-prakondisi Kritis,kesadaran revolusioner. Ini berarti tiba pada
kesadaran canggih tentang dimensi kedalaman di mana penindasan sosial mempertahankan
dirinya sendiri.

Ini juga merupakan awal dari pengakuan teori Kritis terhadap ideologi sebagai bagian dari
dasar-dasar struktur sosial. Institut ini dan berbagai pihak yang ikut bekerja sama dengannya
mempunyai dampak yang hebat terhadap ilmu sosial (khususnya Amerika) melalui karya
mereka The Authoritarian Personality (“Kepribadian yang Otoriter), which melakukan
penelitian empirik yang luas, dengan menggunakan kategori-kategori sosiologis dan
psikoanalisis, untuk menggambarkan kekuatan-kekuatan yang mendorong individu untuk
berafiliasi dengan atau mendukung gerakan-gerakan atau partaipartai fasis.

Para pemikir dan pakar utama Mazhab Frankfurt

rajaebookgratis.wordpress.com

www.rajaebookgratis.com

· Theodor W. Adorno · Jürgen Habermas
· Max Horkheimer · Oskar Negt
· Walter Benjamin · Karl A. Wittfogel
· Herbert Marcuse · Susan Buck-Morss
· Alfred Sohn-Rethel · Axel Honneth
· Leo Löwenthal · Kritikus terkemuka terhadap Mazhab
· Franz Neumann Frankfurt
· Franz Oppenheimer · Henryk Grossman
· Friedrich Pollock · Georg Lukács
· Erich Fromm · Umberto Eco
· Alfred Schmidt

DAFTAR ISI

1. www.wikipedia.com
2. www.yahoo.com
3. www.google.com
4. Donald Winch, ‘Smith, Adam (bap. 1723, d. 1790)’, Oxford Dictionary of National
Biography, Oxford University Press, Sept 2004
5. Cloyd, E.L.: "James Burnett, Lord Monboddo", pp 64-66. Oxford University Press, 1972
6. "Lectures on Justice, Police, Revenue and Arms", 1896
7. The comment, by Dugald Stewart, is quoted in Ch. 17 of John Rae's biography
8. Ross, Ian Simpson, The Life of Adam Smith page 15
9. "When the time of his residence at Oxford expired, the question arose what line he was
afterwards to pursue. He was destitute of patrimony and had not any turn for business. The
Church seemed an improper profession, because he had early become a disciple of Voltaire in
matters of religion." Times obituary of Adam Smith
10. Adam Smith did not wear an Adam Smith necktie, Herbert Stein, Wall Street Journal,
April 6, 1994
11. August Oncken, "The Consistency of Adam Smith," The Economic Journal 7, no. 27
(1897): 444.
12. "Smith replaces Elgar on £20 note" BBC News website, retrieved 29 October
2006.
13.http://www.nytimes.com/2006/06/26/business/26cndbuffet.html?
ex=1308974400&en=1a8df7bb4f340d38&ei=5088&partner=rssnyt&emc=rss
14. Laoust, H: La politique de Gazali, 1970.
15. Campanini, M.: Al-Ghazzali, in S.H. Nasr and O. Leaman, History of Islamic Philosophy
1996.
16. Watt, W M.: Muslim Intellectual: A Study of al-Ghazali, Edinburgh 1963.
17. "http://id.wikipedia.org/wiki/Ibnu_Sina"
18. http://id.wikipedia.org/wiki/Ibnu_Haitham

rajaebookgratis.wordpress.com

www.rajaebookgratis.com

19. Soekarno, Di Bawah Bendera Revolusi, Jakarta: Panitya Penerbitan, 1963.
20. Nasroen, M., Falsafah Indonesia, Jakarta: Penerbit Bulan Bintang, 1967.
21. Hamka, Perkembangan Kebatinan di Indonesia, Jakarta: Bulan Bintang, 1971.
22. Alisjahbana, S. Takdir., Perkembangan Sejarah Kebudayaan Indonesia Ditinjau dari
Jurusan Nilai-Nilai, Jakarta: Yayasan Idayu, 1977.
23. Parmono, R., Menggali Unsur-Unsur Filsafat Indonesia, Yogyakarta: Andi Offset, 1985.
24. Larope, J., IPS Sejarah, Surabaya: Penerbit Palapa, 1986.
25. Sunoto, Menuju Filsafat Indonesia, Yogyakarta: Hanindita Offset1987
26. Suryadinata, Leo. Mencari Identitas Nasional: Dari Tjoe Bou San sampai Yap Thiam
Hien, Jakarta: LP3ES, 1990.
27. BPUPKI, Risalah Sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan
Indonesia (BPUPKI) & Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI), Jakarta: Sekretaris
Negara Republik Indonesia, 1995.
28. Noor, Deliar., Gerakan Modern Islam di Indonesia 1900-1942, Jakarta: LP3ES, 1996.
29. Malaka, Tan., Aksi Massa (Mass Action), Jakarta: CEDI & Aliansi Press, 2000.
30. Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Pengaruh Islam terhadap Budaya Jawa dan
Sebaliknya: Seri Kliping Perpustakaan Nasional dalam Berita Vol.II No.1, Jakarta: Sub
Bagian Humas Perpustakaan Nasional RI, 2001.
31. Sumardjo, Jakob., Mencari Sukma Indonesia, Yogyakarta: AK Group, 2003.
32. Hidayat, Ferry., Sketsa Sejarah Filsafat Indonesia, paper yang tidak diterbitkan, 2004.
33.http://visitnabire.multiply.com/
REPUBLICATIONS BY : EDOWAY YUNUS

rajaebookgratis.wordpress.com


Click to View FlipBook Version
Previous Book
Cara Cepat Mengetik 10 Jari
Next Book
Gerakan Mahasiswa Antara Idealitas dan Realitas