The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Perpus Kota Semarang, 2018-10-30 19:17:58

Siera! Hwaiting! (2)

Siera! Hwaiting! (2)

Loryta Chai

SIERA! HWAITING!

l-ory+a Chai

Sieral Hwaiting!
Oleh: Loryta Chai

Hok Cipto © 2012 podo Penulis

Editor : Meidyno Arissondi
Setting : Ery Hermowon Sutonto
Desoin Cover : don_dut
Korektor : Krisworo

Diterbitkon oleh Sheila, sebuoh imprint dori CV. ANDI OFFSET (Penerbit ANDI)
JI. Beo 38-40, Telp. (0274) 56188 l (Hunting), Fox. (0274) 588282 Yogyokarto 5528 l

Percetokon: ANDI OFFSET
JI. Beo 38-40, Telp. (0274) 561881 (Hunting), Fox. (0274) 588282 Yogyokarto 5528 l

Hok Cipto dilindungi undong-undong.
Dilorong memperbonyok otou memindohkon sebogion otou seluruh isi buku ini dalom bentuk
apopun, boik secaro elektronis moupun mekanis, termasuk memfotocopy, merekam otou
dengon sistem penyimponon loinnyo, tonpo izin tertulis dori Penulis

Perpustakaan Nasional: Katalog dalam Terbitan (KDT)

Choi, Loryto
Siero! Hwoiting!/ Loryto Choi;
- Ed. I • - Yogyokarto: Sheila,

x+ 222 him.; 14 x21 Cm.

ISBN: 978 - 979 - 29 - 3342 - 0
1. Fiksi

Cetakan 10 9 8 7 6 5 4 3 2
Tahun 21 20 19 18 17 16 15 14 13 12

Terima kasih khususnya kepada penerbit Andi yang telah
memberikan saya kesempatan yang sangat berharga ini, hingga
novel ini bisa terbit.

Penghargaan kepada para editor dan seluruh kru penerbit
Andi yang telah menerbitkan novel ini.

Special thanks for Gryn dan Aibar, atas dukungannya
selama ini yang terus menyemangatiku. Saya nggak mungkin
semangat nulis kalau nggak didukung oleh kalian berdua :D

Thanks a lot juga buat persahabatan manis, Lusy, Surina,
Desy, Resta, Liting dan Doris.

Untuk sahabatku Nurmi, Laila, Henny, Fergie, Santi, Ling2,
Kasma, Ayu, Sandra, Citra, Mery, Wina, Mela, Adhe, Devi, Fifi,
Cherry, Putri, Aseph, Winnie terima kasih atas dukungannya,
dan semua teman-teman yang tergabung dalam group Drama
Asia Lover yang tak bisa kusebutkan satu persatu :D

Buat Delia, Lily, Eva, Felis, Lia, Catz, Retni, Irena, Teresa,
Feby, Pricil, Glenn, Poe, Gold, Adityo, Dadun, Poppy, serta
semua para penulis hebat dan senior yang berkumpul di group
Writing ... Writer... ini, aku banyak belajar dari mereka XD

Dan tidak ketinggalan untuk my family dan para pembaca
tersayangku, yang sudah membaca dan membeli novel ini,
terima kasih :)

Kunang-kunang kecil memancarkan cahaya
terang benderang berkilau saat malam hari
menciptakan suasana yang mengesankan mata

Bila ribuan kunang-kunang muncul di taman
cahayanya berkelap-kelip
terbang mengelilingiku

Maka tak akan kalah indahnya
dengan ribuan bintang di langit,
kembang api yang dinyalakan di Tahun Baru
dan hujan meteor yang muncul singkat

dan hilang sekejap mata

Prolog

.Jl+l-l+Nl+N sepi, lampu jalan yang red up dan embusan angin

dingin yang sangat menusuk, sama sekali tidak dihiraukan oleh
Siera dan tidak membuatnya takut. Tiap harinya ia pulang kerja
di atas jam dua belas malam. Jalan yang biasa ia lalui menuju
rumah memang jauh dari tempat keramaian hingga kelihatan
sepi dan gelap.

Di tempat lain, ada seorang pemuda yang mengendarai
mobilnya dengan sangat kencang. Pemuda itu kelihatan seperti
dikejar sebuah mobil. Untuk menghindari kejaran mobil itu, ia
berusaha mencari cara untuk melepaskan diri dengan cara me-
motong jalan sempit yang jauh dari jalan besar dan keramaian
sehingga mobil yang mengejarnya kehilangan jejak.

Pemuda itu tampak sangat puas ketika ia menoleh ke be-
lakang sudah tidak ada mobil yang mengejarnya lagi. Tapi, saat
ia memandang ke depan lagi, sudah ada sebuah mini bus yang
menuju ke arahnya hingga ia kaget dan segera membanting
stir hingga menabrak pembatas jalan dan mobilnya terbalik.

Sopir minibus yang merasa ketakutan memilih segera
kabur dari tempat kejadian tanpa berusaha menolong korban
yang terluka parah. Siera yang melewati jalan itu dan melihat
kejadiannya pun sang at terkejut dan segera tu run dari motornya
lalu lari menghampiri mobil pemuda itu.

Siera berjongkok dan mengintip ke dalam mobil yang
terbalik itu. la melihat ada seorang pemuda yang tidak sadarkan
diri dengan kacamata hitam bertengger di ujung hidung,
sehingga Siera tidak bisa melihat jelas wajah pria itu, ditambah
dalam keadaan gelap serta panik, walaupun ia merasa heran
kenapa ada orang yang memakai kacamata hitam saat malam
hari. Sungguh aneh. Tapi, Siera bisa melihatjelas kalau pemuda
itu terluka parah karena kepalanya mengeluarkan darah yang
banyak dan bila tidak segera ditolong, takutnya pemuda itu
akan mati di tempat.

Siera berusaha membuka pintu mobil, tapi pintunya
terkunci. Pemuda itu perlahan-lahan membuka matanya, meski
dalam keadaan setengah sadar. la bisa melihat ada seorang
perempuan yang berusaha menolongnya. Tapi, pandangannya
kabur dan darah yang mengalir dari dahinya menghalangi
penglihatannya.

Siera sempat mengumpat karena gaga! membuka pintu
mobil. Maka ia melepaskan sepatu kanannya untuk memecah-
kan pintu kaca mobil.

Siera berhasil memecahkan kaca mobil hingga tidak ada
kaca yang tersisa. la segera menarik pemuda itu keluar dari
mobilnya dan setelah berhasil, Siera menyeretnya agak jauh
dari mobilnya.

"Kau tidak apa-apa?" tanya Siera dengan panik, lalu segera
membongkar isi tasnya untuk mencari ponselnya. la lalu meng-
hubungi ambulans, namun tiba-tiba pemuda itu pingsan.

Dari kejauhan, Siera mendengar suara sirene ambulans
datang. la segera sembunyi karena takut terlibat dalam
kecelakaan ini. la melihat pemuda itu diangkut masuk ke dalam
ambulans dan polisi datang memeriksa tempat kejadian.

vi

Pemuda itu baru sadar setelah pingsan selama dua hari di
rumah sakit.

"Key, kau sudah sadar?" tanya seseorang yang merasa
sangat khawatir.

"Hyeong 1... ini di mana? Ada apa denganku?" tanyanya
dengan lemah dalam bahasa Korea.

"Byeong won2, kau kecelakaan dan sudah dua hari kau tidak
sadarkan diri. Apa kau tidak ingat?" tanya Peter, manajernya.

''Ya, aku ingat," jawab Key sambil memegang kepalanya
yang masih sakit dan Peter merasa lega mendengarnya.

"Gwaenchanha 3?" tanyc! Peter dengan khawatir, takut
kalau Key terkena gegar otak.

"Mian4 ••• telah membuat Hyeong khawatir," tatap Key pada
manajernya itu.

"Kenapa kau bisa ada di sana dan terjadi kecelakaan?"
tanyanya lagi.

"Aku menghindari kejaran wartawan, karena itu aku
memotong jalan dan tiba-tiba ada mini bus di depanku."

"Untung ada yang menolongmu. Kalau tidak, mungkin
kau sudah mati kehabisan darah, karena jr.1an itu bukan tern pat
yang ramai apalagi waktu malam hari."

"Oh ya, lalu di mana orang yang menolongku itu?" tanya
Key baru ingat.

"Aku tidak tahu," kata Peter mengedikkan bahu.
Key mengerutkan kening. "Apa ia tidak ikut ke sini saat aku
dibawa ke rumah sakit?" tanyanya heran.

1 Hyeong = kakak, panggilan pria kepada pria yang lebih tua
2 Byeong Won= rumah sakit
3 Gwaenchanha = baik-baik saja
4 Mian = Maaf

vii

"Palisi tidak tahu siapa yang menolongmu. Hanya ada
seorang perempuan yang menelepon ambulans, tapi setelah
tiba di tempat kejadian, ia sudah tidak ada."

"Kenapa dia menghilang setelah menolongku? Aneh," Key
menyentuh dahinya yang diperban dengan tatapan bingung ke
arah Peter.

"Apa kau melihat perempuan yang menolongmu itu?
Bagaimana wajahnya, kau ingat?"

"Tidak jelas, pandangan mataku kabur karena darah,
apalagi saat itu aku pakai kacamata hitam, jadi tidak bisa
rnengingatnya lagi."

"Sudahlah, jangan dipikirkan lagi, yang penting sekarang
kau selamat."

***

Seminggu kemudian, Key yang merasa sudah sehat, ia
pergi bersama Peter untuk melihat mobilnya di bengkel.

"Sepertinya rusak berat. Sebaiknya ganti mobil baru saja,
nanti kuantar beli mobil baru, gimana?" tanya Peter.

"Baiklah, mobil ini Hyeong yang urus saja," setuju Key, dan
Peter meninggalkannya sebentar untuk mengurus mobilnya.
Key berputar rnengeiilingi mobilnya, lalu membuka pintu mobil
yang sudah tidak ada kacanya lagi karena telah dipecahkan
oleh Siera dengan sepatu ajaibnya itu.

Key melihat-lihat ke dalam dan memeriksa mobilnya,: ' :a
rnenemukan sepatu Siera yang tert:nqg:::i: d: riaiam mobiu y-:J

viii

"Sepatu perempuan? Kenapa ada di dalam mobilku?" Key
berusaha mengingat-ingat kejadian itu kembali dan akhirnya ia
teringat kalau penolongnya itu sudah menggunakan sepatunya
sendiri untuk menyelamatkannya dengan cara memecahkan
pintu kaca mobil.

Key tersenyum simpul.

ix

X

Satu

.5(££4, seorang gadis ceria dan cantik berusia 21 tahun

yang sangat menyukai uang. Dalam pikirannya cuma ada uang,
uang, dan uang. Apalagi kalau sesuatu yang bisa ia dapatkan
secara gratis.

Hal ini berlangsung sejak kedua orangtuanya mengalami
kecelakaan tiga tahun yang lalu, ayahnya meninggal seketika
dan ibunya terbaring koma di rumah sakit.

Kejadian itu telah mengubah kehidupan Siera 180 derajat.
Siera dengan usianya yang seharusnya menikmati hidup dan
bersenang-senang dengan teman-temannya ataupun mencari
pa car, kini harus menanggung be ban yang begitu berat, padahal
dirinya masih harus membiayai sekolah kedua adiknya.

Maka, Siera bekerja apa saja yang bisa menghasilkan uang
sehingga dalam sehari ia bisa melakukan empat pekerjaan
sampingan. Mulai dari jam delapan pagi sampai jam dua siang,
Siera bekerja di minimarket, jam tiga sampai jam enam bekerja

sebagai cleaning service di hotel, kemudian jam tujuh sampai

jam delapan menjadi penyiar di stasiun radio. Lalu, setelah itu
bekerja sebagai pelayan restoran.

Kehidupan Siera yang begitu berat membuat dirinya men-
jadi gadis yang gigih dan mandiri tanpa mengeluh dan merasa
lelah. Siera tetap ceria dan penuh semangat menjalani hidup-
nya sehari-hari.

Menurutnya, ini memang sudah merupakan kewajibannya
sebagai anak tertua untuk merawat dan menjaga adik-adiknya
sebagai pengganti kedua orangtuanya.

Pagi ini, seperti biasanya, Siera harus bangun pukul
lima pagi untuk membereskan pekerjaan rumah sebelum
berangkat kerja, seperti mencuci, mengepel dan memasak,
serta menyiapkan sarapan untuk kedua adik laki-lakinya. Adik
paling kecil bernama Jody berumur lima tahun dan yang kedua
namanya Josh berumur empat belas tahun.

"Ayo, ini sudah waktunya berangkat sekolah!" seru Siera
bersemangat setelah mereka selesai menyantap sarapannya.
Dan Siera masih harus mengantar Jody ke sekolah dengan
motornya, sedangkan Josh naik sepeda.

Siera mengantar Jody sampai di gerbang sekolah. "Jody,
harus ingat ya, setelah pulang sekolah jangan ke mana-mana,
jangan bicara dengan orang asing dan tunggu sampai Kak Josh
menjemputmu. Ok!" pesan Siera setiap hari. la selalu ingat
memberi pesan pada Jody setelah menurunkan adiknya itu di
gerbang sekolah.

"Baik Kak," sahut Jody.
''Ya sudah, Kak Siera pergi kerja dulu ya, sampai jumpa,"
Siera mengusap-usap kepala adiknya dengan sayang sebelum
pergi.
"Bye-bye," Jody melambaikan tangannya lalu berlari
masuk.
Tapi, sebelum berangkat kerja, Siera mampir ke supermar-
ket untuk membeli sekotak daging karena hari ini ada diskon
50%. Maka, ia harus cepat-cepat ke sana sebelum kehabisan,
karena itu ia tidak boleh terlambat. Siera melihat jam tangan-
nya. la tersenyum karena tinggal sepuluh menit lagi supermar-

2

ket dibuka, berarti ia masih sempat dan belum terlambat sam-
pai ke sana.

Saat Siera tiba di depan supermarket, antrean sudah
panjang terutama para ibu, hingga ia harus segera maju ke
garis depan menunggu pintu terbuka. Dan, saat pintu terbuka,
semua orang langsung berlari masuktermasuk Siera yang larinya
paling cepat di antara mereka. Walaupun sempat terjadi saling
dorong-mendorong, tapi Siera bisa lolos dari mereka semua
hingga berhasil mendapat sekotak daging yang ia inginkan.

Dalam perjalanan menuju tempat kerjanya, Siera tak
sengaja menemukan uang Rp 500 di jalan. Uang koin itu begitu
menyilaukan matanya (kalau soal uang, mata Siera begitu teliti
dan tajam) orang lain pun tak mungkin bisa seperti dia. Siera
langsung menghentikan motornya, kemudian memungutnya.

"Aku dapat uang lima ratus!" Siera berteriak kegirangan,
tapi tiba-tiba saja ada yang menabraknya dari belakang.
Seorang pemuda tampan yang memakai topi putih. Uang yang
di pegang Siera jatuh ke selokan air.

"Uangku!" jerit Siera dan pemuda yang menabraknya itu
menghentikan larinya dan segera menoleh ke arah Siera.

Siera menatap kesal ke pemuda itu, "Kau menghilangkan
uangku!"

"Maaf, aku tak sengaja," kata pria itu segera.
"Maaf, maaf...," gerutu Siera ketika mendengar jawaban-
nya dan segera mencari uangnya di lubang selokan. "Padahal
baru saja kudapatkan!" kata Siera dengan kesal.
"Berapa uangmu yang hilang?" tanya pria itu sambil
manghampirinya.
"Lima ratus!" jawab Siera dengan ketus.
"Lima ratus ribu?" tanya pemuda itu.

3

"Bukan, tapi lima ratus rupiah!"
"Lima ratus rupiah?" ulang pria itu dan sepertinya agak tak
percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.
"lya, lima ratus rupiah! Aku tidak bohong kok!" sahutnya.
"Baiklah, kuganti seratus kali lipat saja karena aku tak
punya uang kecil," kata pria itu sembari mengeluarkan dompet
dari saku celananya.
Siera langsung menatapnya dengan mata berbinar.
"Benarkah?" seru Siera. Betapa senangnya ia ketika mendengar
pria itu mau mengganti uangnya menjadi seratus kali lipat dari
uang yang ia temukan tadi.
"lni, ambillah," pria itu menyodorkan uangnya pada Siera.
"Terima kasih," ucap Siera. Lalu, pria itu pergi. Tapi, setelah
menerima uangnya, Siera masih saja terus mencari uangnya
yang jatuh ke selokan dan mencoba membuka penutup lubang
selokan itu. Kemudian, setelah berhasil dibuka, Siera meraba-
raba dengan tangannya. Lalu, pria itu kembali menghampiri
Siera setelah melihatnya masih sibuk mengorek-orek selokan.
Pria itu mengangkat sebelah alisnya dengan mengerut
kening. "Kau ngapain?" tanyanya heran.
"Ya mencari uangkulah, emangnya mau ngapain lagi? Kau
kan tahu kalau uangku jatuh ke dalam sini," tunjuk Siera.
"Bukankah uangmu sudah kuganti lebih banyak dari
uang lima ratusmu itu? Jadi, untuk apa lagi kau mencarinya?"
tanyanya tak mengerti kenapa cewek ini masih bersusah-payah
mencari uang lima ratus rupiah yang menurutnya sama sekali
tidak berarti.
"Uang tetaplah uang! Uang lima ratus kan juga uang!"
katanya dengan sewot.

4

"Dasar cewek aneh," gumamnya mengerutkan dahi kemu-
dian berlalu. Tapi, tiba-tiba ia mendengar Siera berteriak kegi-
rangan dari balik punggungnya.

"Ketemu!" teriak Siera senang dengan melompat-lompat
dan pria itu cuma menggeleng-gelengkan kepala.

Sampai di minimarket, Si era memarkir motornya di luar dan
tidak melihat ada yang menjual majalah di samping minimarket
itu, padahal di sampul majalah terpampang foto pria yang telah
menabraknya tadi dan di sampul majalah itu tertulis "KEY Artis
ldola Pendatang Baru."

Siera sama sekali tidak tahu bahwa pria yang ia temui tadi
adalah Key, seorang penyanyi idola saat ini yang berasal dari
Korea. Key yang bernama asli Park Shin Woo memulai debutnya
sebagai penyanyi idola di Korea Selatan selama dua tahun,
tapi entah apa sebabnya ketika karirnya berada di puncak
popularitas dan banyak penggemar yang mengelu-elukan
namanya, ia tiba-tiba saja vakum selama setengah tahun dan
menghentikan aktivitasnya sebagai penyanyi, lalu memutuskan
ikut wajib militer selama kurang lebih dua tahun. Kemudian
setelah wamilnya selesai, Key tiba-tiba saja memutuskan pulang
ke Indonesia, kampung halaman ibunya, lalu memulai kembali
debut menyanyinya. Dan, hanya dalam waktu lima bulan,
albumnya terjual lebih dari satu juta keping. Dalam sekejap Key
menjadi penyanyi idola Indonesia terpopuler.

***

"Siera, kenapa tanganmu kotor sekali?" tanya teman
kerjanya dengan wajah heran.

5

"Tadi uangku jatuh ke selokan, ya jadi kotor begini deh!
Akan segera kubersihkan," kata Siera segera masuk ke toilet
untuk mencuci tangannya sekalian uang lima ratusnya. Setelah
bersih dan dilap kering, Siera mencium uang lima ratusnya itu
kemudian mengeluarkan uang lima puluh ribu yang diberikan
Key padanya.

"Ketemu uang lima ratus malah dapat lima puluh ribu, aku
sungguh beruntung hari ini. Berarti uang lima ratus ini adalah
uang keberuntunganku dong! Lebih baik kujadikan jimat saja,
ya," kata Siera antusias dengan senyum lebar.

Setelah selesai kerja di minimarket, ia berangkat ke hotel,
yang kerjanya setiap hari hanya membersihkan toilet dan
membuang sampah. Setelah jam enam, Siera segera bersiap-
siap menuju tempat kerja yang berikutnya, namun sialnya, kali
ini ada sebuah mobil yang menyenggol motornya hingga ia
terjatuh.

Siera mengaduh kesakitan dan orang yang ada di dalam
mobil itu turun menghampiri Siera. Ternyata seorang pemuda
tampan.

"Maaf," pria itu meminta maaf.
"lni untuk kedua kalinya ada yang meminta maaf padaku,"
kesal Siera. "Kalau minta maaf berguna untuk apa ada polisi?
Eits ... ini kata siapa ya?" gumam Siera, ia tampak berpikir
sebentar.
"Maafkan aku, kau tidak apa-apa?" tanya pria itu cemas, ia
melihat kaki dan tangan Siera terluka. "Ayo kuantar ke rumah
sakit," Pria itu hendak memapahnya berdiri.
"Tidak perlu!" kata Siera segera. "Sebaiknya kau beri aku
uang pengobatan saja," saran Siera karena ia lebih mengharap-
kan uang daripada pengobatan di rumah sakit.

6

"Tapi, sepertinya kau harus segera kubawa ke rumah sakit
agar lukanya tidak semakin pa rah, takutnya tangan dan kakimu
ada yang terkilir," Pria itu bersikeras.

"Tidak perlu, aku takutmerepotkanmu. Nanti biaraku sendiri
saja yang pergi ke sana," Siera berusaha meyakinkannya.

"Tapi. .....,"
"Sudah kubilang tidak perlu ya tidak perlu!" bentak Siera
dengan suara keras karena tidak bisa menahan emosinya
lagi hingga kata-kata itu keluar begitu saja tanpa bisa ia
kontrol. ltu karena pria ini sama sekali tidak mau mendengar
omongannya dan ngotot sekali ingin membawanya ke rumah
sakit. Soalnya, kalau ia diantar ke rumah sakit berarti Siera tidak
bisa mendapatkan uang ganti rugi. Hal itu yang membuatnya
kesal dan dongkol.
Pria itu agak tersentak mendengar bentakan Siera tadi,
namun Siera langsung menyadari kesalahannya dan segera
tersenyum pada pria itu dengan malu. "Maaf... aku sedang
terburu-buru pergi kerja, jadi sebaiknya kau beri aku uang
pengobatannya saja biar nanti sehabis kerja aku langsung ke
sana," Siera segera merendahkan dan melembutkan suaranya
sambil tersenyum. Ayo cepat berikan uangnya! Ka/au kau masih
ngotot juga membawaku ke rumah sakit, /alu bagaimana aku
bisa mendapatkan uangmu? gumam Siera dalam hatinya dan
berharap keinginannya terkabul.
"Baiklah, terserah kamu saja," akhirnya pria itu menyerah
dan memberi uang lima ratus ribu serta memberikan kartu
nama. "Namaku Mike dan ini kartu namaku. Jika uangnya
kurang atau ada apa-apa, kau bisa menghubungiku."
"Terima kasih," ucap Siera gembira dan segera menyimpan
kartu namanya, lalu mengangkat motornya dibantu Mike.

7

"Apa perlu kuantar?" tanya pria itu yang sebenarnya
bernama Mike Alert, seorang desainer pakaian terkenal.

"Tidak perlu. Lagipula kalau aku naik mobilmu, lalu mo-
torku mau dikemanakan?" tolak Siera.

Mike tersenyum, "Baiklah kalau begitu," Mike segera masuk
ke mobilnya dan berlalu.

"Dalam sehari aku sudah dapat uang banyak. Kalau begini
terus tiap hari aku bisa cepat kaya. Ternyata kesialanku menja-
di keberuntungan!" tawa Siera dan bergegas menuju tempat
kerjanya.

"Untung tidak terlambat," kata Siera dengan kakinya yang
sedikit pincang. la memperhatikan pintu lift yang ada di depan-
nya. 'Tempat siaranku kan ada di lantai tiga, Sial!" umpat Siera
melihat kakinya yang sakit, dan ketika pintu lift sudah terbuka,
ia ragu-ragu untuk masuk dan akhirnya mengurungkan niat-
nya, lalu memilih naik tangga untuk sampai di lantai tiga.

Siera berhasil juga sampai di ruang siarannya. Napasnya
ngos-ngosan. la mengambil kertas-kertas catatannya lalu duduk
untuk bersiap-siap.

"Kita ketemu lagi bersama saya, Siera yang akan menemani
kalian selama satu jam ke de pan di Radio Green 99 FM. Baiklah,
sebelum Siera memutarkan sebuah lagu untuk para pendengar
semuanya, Siera ingin mengatakan bahwa kesialan tidak
selamanya membawa petaka tetapi bisa juga dari kesialan akan
membawa keberuntungan bagi kital Oke, sekarang Siera akan
memutarkan single baru yang dibawakan oleh pendatang baru
kita di dunia musik. lnilah KEY dengan lagu andalannya, MY
DREAM!"Walaupun Siera menyebut nama Key, tapi ia tidak tahu
siapa itu Key karena belum pernah melihat wajahnya, hanya
pernah mendengar berita tentang Key dari rekan kerjanya
saja.

8

Siera yang bekerja sebagai pelayan restoran, biasanya
sebelum pulang ia dapat mengambil sisa-sisa makanan un-
tuk dibawa pulang. la memberikannya pada kedua anjing
peliharaannya. Begitu sampai di rumah, Siera langsung mem-
berikan makanan itu pada anjingnya yang diberi nama Money
dan Cash.

"Kakak sudah pulang?" kata Josh menghampiri kakaknya.
"Josh, kamu belum tidur?" Siera terkejut.
"Aku hanya bangun untuk ke toilet. Kak Siera pulang telat
lagi ma lam ini, Kakak pergi cari kunang-kunang lagi, ya?" tanya
Josh duduk di samping kakaknya.
"Malam ini aku tidak menemukannya," keluh Siera yang
memang biasanya sekali-kali pergi mencari kunang-kunang.
"Kau lihat, Money dan Cash sangat lahap sekali memakannya,"
Josh tersenyum di samping Siera yang sedang mengelus kepala
Money sambil memerhatikan mereka makan.
"Kak Siera tidak capek setiap hari harus melakukan empat
pekerjaan sekaligus dan pulang larut malam terus seperti ini?"
Josh menghela napas dan merasa kasihan pada kakaknya.
"Kakak kan harus cari uang dan kalau pekerjaan itu
dilakukan dengan senang hati maka perasaan lelah pun tak
terpikirkan lagi. Josh tidak perlu khawatir. Kakak akan baik-baik
saja karena Kakak kan kuat!" ucap Siera dengan tertawa sambil
mengangkat tangannya.
''Tangan Kakak kenapa?" Josh melihat tangan Siera memar
juga memerhatikan kakinya, "kaki Kakakjuga terluka?"tanyanya
kaget.
"Oh ini, tadi Kakak kesenggol mobil, tapi Kakak baik-baik
saja kok, hanya terluka kecil dan Kakakjuga sudah mendapatkan
uang pengobatan sebagai ganti rugi. Dan kau tahu tidak, orang

9

itu memberikan lima ratus ribu pada Kakak, jadi hari ini Kakak
dapat uang banyak."

"Kak, apakah pihak rumah sakit sudah menyuruh Kakak
untuk membayar tagihan Mama?" tan ya Josh tiba-tiba membuat
Siera terdiam sejenak sebelum menjawabnya.

'Tenang saja, Kakak akan segera mendapatkan uangnya.
Apalagi uang bulan ini sudah terkumpul banyak. Dan sekarang
sebaiknya kita pergi tidur saja, ini sudah malam," ajak Siera
sambil mengacak-acak rambut Josh.

Esoknya Siera minta izin tidak masuk kerja dari mini market
karena jam sembilan ia harus ke rumah sakit untuk menjenguk
Mamanya. Masih ada waktu sebelum jam sembilan, jadi Siera
mengajak kedua anjingnya pergi jalan-jalan ke ta man.

"Kakak mau ajak Money dan Cash jalan-jalan ke taman,
Jody mau ikut nggak?" tanya Siera.

"Mau!" teriak Jody senang.
"Aku juga mau ikut," sahut Josh.
Ketika mereka bermain di taman selama setengah jam,
tiba-tiba saja Money yang sedang bermain bersama Jody lari ke
arah jalan saat sebuah mobil melaju dan kontan si pengemudi
mengerem mobilnya secara mendadak.
"Money!" teriak Jody terkejut karena melihat Money
terkapar di jalan ketika mobil itu berhenti. Jody segera berlari
menghampiri Money, sedangkan si pengemudi turun untuk
melihat keadaan. Ternyata pengemudi itu adalah Key.
Siera yang mendengar teriakan Jody juga ikut terkejut dan
langsung menyerahkan Cash kepada Josh lalu pergi melihat
apa yang tejadi.
"Money!" panggil Siera ketika melihat Money terkapar dan
matanya terpejam.

10

"Kak, apa Money sudah mati, kenapa dia tidak bergerak,"
Jody mulai menangis.

"Apa! Mati?" Key kaget dan Siera menoleh saat mendengar
suara itu.

"Kamu?" Siera mengenalinya begitu juga sebaliknya
dengan Key. Mereka sama-sama kaget.

"Kamu cewek aneh itu kan?" ingat Key.
"Dasar cumi-cumi! Waktu itu kau menabrakku hingga
uangku terjatuh dan sekarang lihat! Kau telah menabrak
anjingku sampai mati!" amarah Siera meledak.
Key melebarkan matanya. "Hei, waktu itu kan aku nggak
sengaja dan kejadian ini juga tidak disengaja," kata Key membela
diri.
"Sengaja nggak disengaja pokoknya aku tidak bisa terima,
karena kau sudah menabrak anjingku sampai mati," kata Siera
dengan geram.
"Benarkah anjingmu mati?" tanya Key agak ragu. 'Tapi
kenapa tidak berdarah? Mungkin kita harus membawanya ke
dokter hewan untuk diperiksa keadaannya," Key bermaksud
mengangkatnya dan membawanya ke dokter hewan.
"Jangan sentuh anjingku!" sergah Siera segera mengha-
langinya. "Apa kau tidak bisa lihat kalau dia sudah tidak ber-
gerak lagi dan tidak membuka matanya berarti anjingku sudah
mati, mungkin di dalam otaknya terjadi pendarahan jadi Money
terluka di dalam bukan di luar!" tangis Siera meledak.
"Maaf... tapi aku benar-benar tidak sengaja menabraknya.
Anjingmu yang tiba-tiba lari ke arah mobilku."
"Bagaimana pun juga kau harus bertanggung jawab!"
tuntut Siera.
"Lalu kau mau apa?" tanyanya.

11

''Ya kau harus ganti rugi dong! Kalau tidak, aku akan
menuntutmu karena telah menabrak mati Money lalu tidak
mau bertanggung jawab," ancam Siera.

Key menghela napas panjang. "Baiklah, berapa yang kau
minta?" tanya Key dengan mengeluarkan dompetnya.

"Lima juta!" kata Siera langsung.
"Lima juta? Tidak salah?" Key membelalakkan matanya.
Siera mendengus kesal. "Heil Lima juta itu sudah terlalu
ringan untukmu! Kau tidak tahu ya, waktu anjing ini kubeli
harganya satu juta, dan dari bayi kubesarkan sampai sekarang
sudah kupelihara selama lima tahun dan dalam satu tahun itu
ada 365 hari, dan tiap harinya itu aku kasih dia makan tiga kali
sehari, minimal aku harus mengeluarkan uang sepuluh ribu
untuknya, dan itu pun belum termasuk susunya. Harga susu
kan sangat mahal!" kata Siera panjang lebar, sedangkan Key
bingung mendengarnya.
"Omo5 ! Kkumkkae 6 !" seru Key tanpa sadar menggunakan
bahasa Korea hingga membuat Siera mendelik ke arahnya
sambil menatap bingung. "Tidak apa-apa, teruskan saja," kata
Key sambil tersenyum.
"Menurutmu sudah berapa banyak biaya yang haru:.
kukeluarkan," lanjut Siera, "terus setelah kuhitung-hitung
semuanya ...," Siera berpikir sebentar, "...selama lima tahun ini,
terus ditambah biaya pemakamannya kira-kira sudah sepuluh
juta lebih!" kata Siera setelah menotalkan keseluruhannya.
"Apa? Sepuluh juta?" Key terbelalak mendengarnya. Apa
sebanyak itu? Key tampak berpikir dan tidak tahu kenapa ia bisa
sesial ini.

5 Omo= Ya ampun! OMG!
6 Kkumkkae = Yang bener aja !

12

"Tapi, karena aku berbaik hati padamu, maka kupotong
50%, jadi aku hanya meminta lima juta darimu."

"Kau ini perhitungan sekali, sampai menghitung tiap tahun
mengeluarkan uang berapa dan ditambah biaya pemakaman
lagi, seperti manusia saja. Dasar eewek aneh l" Key menggeleng-
gelengkan kepalanya.

"Kau jangan salah, walaupun dia bukan manusia dan
hanya seekor anjing, tapi kami sudah menganggapnya seperti
keluarga sendiril" Siera tidak terima kalau Money diremehkan
seperti itu.

"Money teman bermainku," ueap Jody memeluk anjing
kesayangannya dengan menangis.

"Benarl Biasanya Money yang menjaga rumah kalau kami
tidak ada, dan sekarang setelah dia mati, lalu siapa lagi yang
akan menjaga rumah dan menemani Jody bermain?" tangisan
Siera semakin keras.

"Money kau kasihan sekali. Kenapa kau harus seeepat
ini mati dan kau juga belum kawin dan punya anak dan ...,"
sebelum Siera meneruskan ueapannya sampai punya eueu,
perkataannya segera dihentikan oleh Key karena sudah tidak
tahan dengan rengekan dan tangisannya itu.

"Okel Okel Aku akan memberimu lima juta, tapi aku tidak
membawa uang sebanyak itu jadi akan kuberikan eek untukmu,
bagaimana?" tawarnya.

'Tidak masalahl" setuju Siera yang langsung berhenti
menangis dan Key segera mengambil eek yang disimpan di
dalam mobilnya.

"Padahal Money itu kan dipungut kakakku di jalan dan
makanannya juga hanya dari sisa makanan yang dibawanya
pulang dari restoran," gumam Josh dari kejauhan.

13

Key menyerahkan eek lalu bergegas pergi, tapi kemudian
1a menghentikan langkahnya, lalu berbalik dan bertanya.
"Apakah aku perlu menghadiri pemakaman anjingmu sebagai
rasa bersalahku?" tanyanya tu rut berduka eita.

"Tidak perlu," kata Siera dengan eepat, "Maksudku, Money
pasti tidak mau melihatmu karena ia akan membeneimu karena
menabraknya sampai mati," ueap Siera sambil meneteskan
airmatanya lagi.

Setelah melihat Key pergi Siera langsung berteriak
kegirangan, "Money!" panggil Siera dan anjing itu bangun dan
menggonggong keras. Siera memeluknya dan Jody kaget dan
bengong melihatnya.

"Money, kamu tidak mati, ya?" kata Jody senang.
"Tentu saja, Money kan hanya pura-pura mati," sahut Josh
sambil mendekat. la sudah tahu kalau Siera dan Money euma
bersandiwara.
"Aaa ... pura-pura mati?" ueap Jody bingung.
"Money kan anjing pintar. Sesuai dengan namanya,
MONEY.... anjing yang bisa menghasilkan uang," kata Siera.
"Wah ... Money hebat ya Kak!" seru Jody.
"Hebat menipu orang," deeak Josh.
"Sekarang, ayo kita pergi tukar eek ini dengan uang lalu
kita pergi ke rumah sakit!" seru Siera bersemangat.

***

"Yo 7 ! Park Shin Woo!" teriak Peter dengan keras.
"Wae8?" Key tersentak.

7 Ya= Hey, Woy
8 Wae = Kenapa?

14

"Kenapa kau datang terlambat? Kau tahu ini sudah jam
berapa!" tegur Peter.

"Maaf, tadi ada sedikit masalah di jalan," kata Key memberi
alasan.

"Ada masalah apa? Musun iri isseosseo9?" tanyanya.
"Ada sedikit kecelakaan, aku menabrak..., korbannya
mati."
Peter langsung terkejut mendengarnya. "Apa! Kau
menabrak orang hingga mati!"
"Bukan orang tapi anjing," Key meralat ucapan Peter.
"Ya ampun, kau membuatku kaget saja. Untung hanya
anjing bukan orang, kalau tidak besoknya beritamu pasti sudah
dimuat di mana-mana," lega peter mendengarnya sambil
mengeius dada dan menghela napas panjang.
Setelah menukar ceknya dengan uang, Siera langsung
membayar biaya perawatan mamanya di rumah sakit. Setelah
itu, baru mereka menjenguknya di kamar pasien.
"Ma, hari ini kami datang menjenguk Mama. Mama pasti
senang, kan? Lihat, Jody sudah tambah besar sekarang ... jadi
Mama harus cepat bangun untuk melihat pertumbuhan Jody,"
ucap Siera menahan tangisnya.
"Ayo Jody, kemari, sini panggil Mama,"Siera menggendong
Jody untuk duduk di tepi tempat tidur mamanya supaya ia bisa
melihatnya.
"Mama harus cepat sembuh ya," ucap Jody memeluk
marnanya.
"Ma, rnaaf ya kaiau akhir-akhir ini Siera jarang menjenguk
i'1:1ama karena Siera harus kerja. Tapi, Sierajanji kalau ada waktu,

9 M0sun lrl isseosseo = Apa ada yang terjadr?

15

Siera akan sering-sering datang melihat," Siera berpaling ke
arah Josh. Josh dari tadi hanya diam menatap ke luar jendela.

"Josh," panggil Siera. "Ayo sapa mama, kenapa kamu diam
saja?" tanya Siera, akhirnya Josh menghampiri mamanya.

"Ma ... sudah berapa lama Mama tidur seperti ini? Sudah
tiga tahun, kan? Kenapa Mama masih belum bangun juga.
Mama tidak tahu kan selama tiga tahun ini apa saja yang telah
terjadi pada kami? Jody sudah masuk sekolah Mama juga
tidak tahu, kan? Dan selama tiga tahun ini Kak Siera terus saja
bekerja keras mencari uang untuk biaya pengobatan Mama dan
sekolah kami ... tapi kenapa Mama hanya diam saja di sini tanpa
bergerak sedikitpun? Apa Mama tidak bisa mengasihaninya
sedikitpun ...," nangis Josh.

Siera tahu kalau selama ini Josh juga sangat tertekan.
"Josh," Siera segera memeluknya. la sendiri menangis.
"Sudah .... semuanya akan baik-baik saja," hibur Siera sambil
memeluk kedua adiknya.

16

Dua

l-/4, teman sekelas Josh heran melihat Josh yang biasanya

aktif latihan basket di sekolahnya, sekarang sudah tidak
pernah datang untuk latihan. Padahal bulan depan akan ada
pertandingan basket antar sekolah.

Tapi tiap kali ditanya, Josh selalu bilang tidak ada waktu
dan harus cepat pulang. Sedangkan Lia mendapat kabar
dari pelatihnya, kalau Josh sudah mengundurkan diri dari
pertandingan itu.

Alasan Josh untuk pulang cepat karena harus menjemput
adiknya Jody di sekolah dan setelah itu, ia juga harus menjaga
adiknya di rumah. Jadi, tidak ada waktu untuk pergi latihan
basket sepulang sekolah.

Siera yang hendak pulang kerja, tanpa sengaja berpapasan
dengan Mike yang kebetulan mau membeli sesuatu di
minimarket.

"Kamu yang waktu itu kutabrak kan?" ingat Mike.
"Oh ... si lima ratus ribu itu!" seru Siera.
"Namaku Mike," meralat kata Siera dengan tertawa.
"Maaf, aku Siera."
"Bagaimana keadaanmu, sudah baik kan?"
"Sudah tidak apa-apa," nyengir Siera.
"Mau kutraktir makan siang?" ajaknya dan tidakjadi masuk
ke minimarket.

"Boleh," Siera dengan senang hati menerima ajakannya.
Mike mengajaknya makan tidak jauh dari tempatnya tadi.
"Mau pesan apa?" tanya Mike dengan memberikannya
buku menu.
"Aku boleh pesan apa saja, kan?" tanyanya ragu.
"Silakan," senyum Mike.
Siera langsung memesan."Kalau begitu aku mau ini, ini
dan ini, masing-masing dua porsi. Oh ya ditambah ini sekalian,"
tunjuk Siera dan Mike terkejut melihatnya.
"Kau sangat kelaparan, ya?" tawa Mike.
"Maaf, terlalu banyak, ya?" Siera bermaksud membatalkan-
nya lagi.
'Tidak apa, kau boleh pesan apa saja. Kalau masih mau
tambah silakan saja," kata Mike yang sama sekali tidak merasa
keberatan.
"Benarkah?" Siera menatap Mike seolah seperti dewa
penyelamat yang memberikannya air di tengah gurun pasir.
"lya, tidak perlu sungkan."
"Benar, selagi makanan gratis. Kalau begitu aku mau
tambah pizza satu pan lagi," Siera menambahkan pesanannya
lagi dan Mike tertawa lalu memesan semua makanan yang
dipesan Siera tadi ke pelayan.
"Oh ya, tadi kau sedang apa di sana?" tanya Mike.
"Aku pulang kerja," jawab Siera.
"Pulang kerja? Bukankah waktu aku bertemu denganmu,
kamu bilang ingin pergi kerja?"
"Oh, aku juga kerja di tempat lain," kata Siera dan tak
berapa lama kemudian, pelayan membawa pesanan mereka
dan tentu saja, Siera langsung melahapnya dengan cepat dan
tanpa sungkan atau malu lagi. Mike hanya bisa diam melongo

18

melihatnya.
"Pelan-pelan saja makannya."
"Ee.... apa aku boleh bawa makanan ini pulang?" tanya

Siera setelah hampir menghabiskan sepiring makanannya dan
bermaksud untuk membawa sisa makanan lainnya yang belum
disentuhnya sedikit pun.

"Boleh," Mike memanggil pelayan datang. "To long bungkus
makanan ini."

"Siera, apa kau masih mau nambah?" tanya Mike.
"Tidak, aku sudah kenyang dan nanti kau pikir aku rakus
pula, aku kan jadi nggak enak," lalu pelayan datang membawa
bungkusan makanan Siera dan ia segera pamit.
"Terima kasih ya sudah mau traktir aku makan, sekarang
aku harus segera pulang," kata Siera sambil melihat jam
tangannya.
"Kenapa terburu-buru?"
"Sudah telat dari waktuku, sekali lagi terima kasih."
"Hati-hati di jalan."
"Sampai jumpa, kapan-kapan traktir aku lagi ya," kata Siera
bercanda.
Siera pulang ke rumah dengan gembira.
"Lihat, Kakak bawa makanan enak untuk kalian!" serunya.
"Kak Siera dapat dari mana makanan sebanyak ini? Kak
Siera tak mungkin membelinya, kan?" tanya Josh.
"Ada teman yang mentraktir Kakak, jadi kubawa pulang
dan sekarang Kakak harus pergi kerja lagi. Josh jaga adikmu
baik-baik ya," pesan Siera.

***

19

Waktu Siera pulang kerja dari restoran sekitar jam satu
pagi, ia bertemu dengan Key di jalan karena mobilnya mogok.

"Sedang apa kau?" tanya Siera pura-pura.
"Mobilku mogok. Apakah di sini ada wartel terdekat soalnya

ponselku lowbatt."

''Tidak ada, tapi aku bisa menawarkan ponselku padamu
kalau kau mau," kata Siera.

"Benar boleh kupinjam?" Key menaikkan sebelah alisnya
ragu.

"Boleh saja, tapi kau harus membayarku," jawab Siera.
"Dasar cewek matre!" Key mendengus sebal.
"Kalau nggak mau ya sudah," kata Siera hendak pergi.
"Baiklah, tolong pinjamkan ponselmu," Key menyerah dan
meminta ponselnya. Tapi, tangan Siera terulur untuk meminta
bayaran terlebih dahulu hingga mau tak mau Key pun merogoh
kantongnya untuk mengeluarkan dompetnya.
'Teri ma kasih," senyum Siera melebar.
Setelah Key selesai menelepon, ia mengembalikan ponsel
Siera.
"Kenapa jam segini cewek sepertimu masih berkeliaran
di jalan," sindir Key sambil melihat jam tangannya yang sudah
pukul setengah satu lewat.
"Aku mau di jalan jam dua belas, jam satu atau jam tiga
kek, itu kan bukan urusanmu!" Siera menjulurkan lidahnya
pada Key.
"Kuharap kita tidak pernah bertemu lagi, karena kau selalu
membawa sial padaku!"
''Tapi kesialanmu adalah keberuntunganku," sahut Siera.
"Benar, setiap kali bertemu denganmu, aku selalu saja
mengeluarkan uang untukmu, seperti bank berjalan saja,"

20

decak Key.
"Cumi-cumi bodoh," kata Siera lalu kabur sebelum Key

sempat membalasnya.
Sesampainya rumah, Siera seperti biasa memberi makan

Cash dan Money dengan makanan yang dibawanya pulang.
Lalu, setelah itu ia pergi melihat kedua adiknya yang sedang
tertidurdi kamar. Si era pergi ke kamarnya sendiri dan mengambil
tabungannya dari lemari, lalu memasukkan uang yang baru
didapatkannya ke tabungan tersebut sambil menghela napas
panjang.

***

Selagi Jody menunggu Josh menjemputnya pulang,
kebetulan saat itu Key lewat dan melihat Jody sedang sendirian
berdiri di gerbang sekolah. la menghentikan mobil lalu
menghampirinya.

"Adik kecil, kau sedang apa?" tanya Key.
"Menunggu Kak Josh," jawabnya.
"Mau ikut Kakak sebentar. Kakak akan membelikanmu es
krim, mau?"
"Mau," jawab Jody senang.
"Ayo," Key menggandeng tangannya dan membeli es
krim tidak jauh dari sekolah Jody. la sendiri membeli kaleng
minuman dari kotak mesin dan sewaktu Key memasukkan
beberapa uang koin ke dalam kotak mesin, satu uang koinnya
jatuh dan langsung dipungut oleh Jody.
"Kakak bolehkah uang ini untukku?'' minta Jody.
"Kakak dan adik sama saja," gumam Key pelan, lalu
menggendong Jody.

21

"Boleh Kakak tahu siapa namamu?" tanya Key.
"Jody."
"Jody, kaiau Kakak memberikan uang ini untuk Jody, lalu
Jody mau buat apa dengan uang ini? Apakah untuk ditabung
atau untuk jajan?" tanya Key.
"Jody akan memberikan uang ini pada Kak Siera," kata Jody
dan membuat Key terdiam sebentar.
"Kenapa harus diberikan pada kakakmu?" tanyanya lagi
ingin tahu.
"Karena kalau Kakak lihat uang ini pasti akan senang
sekali," kata Jody yang sudah sering melihat kakaknya kalau lagi
melihat uang pasti akan tampak gembira sekali.
"Kakakmu sangat menyukai uang, ya?" tawa Key.
"Suka sekaii!"
"Kalau begitu ... ini semua untukJody saja," kata Key sambil
merogoh kantongnya dan mengeluarkan semua uang recehan
koin yang masih tersisa lalu rnemberikannya pada Jody.
"Wah, terima kasih Kak!" Jody tampak senang sekaii
meneri ma nya.
Sesampainya Josh di sekolah Jody, ia rnalah tidak
menemukan adiknya itu di mana-mana, sehingga ia panik dan
segera meneiepon Siera. Siera yang mendapat telepon dari Josh
kontan saja terkejut dan langsung bolos kerja, pergi begitu saja
tanpa seizin bosnya.
"Josh, kenapa Jody bisa hilang?" tanya Siera panik saat tiba
di sekolah Jody.
"Aku ju9c ucak tahu, saat aku datang fody sudah tidak
ada," Josh tan,pak ketakutan
"Apa kau sudah tanya ke qur:mya?"

22

"Sudah dan Guru bilang Jody seperti biasa menunggu di
depan gerbang sekolah. Saat itu gurunya masuk sebentar dan
begitu ia ke1uar, Jody sudah tidak ada dan mengira Jody sudah
pulang."

"Apakah mungkin Jody sudah pulang ke rumah?" pikir
Siera.

"Tidak, aku sudah mencarinya ke rumah dan ternyata Jody
belum pulang. Sekalian aku bawa Money untuk membantu
mencarinya."

"Aduh, ke mana dia? Sebaiknya kita berpencar mencarinya,"
kata Siera, tapi ternyata ia sudah melihatJody kembali bersama
seseorang.

"Jody!" panggil Siera segera menghampiri Jody.
"Kak Siera!" seru Jody. Lalu, Key menurunkan Jody dari
gendongannya dan Jody langsung berlari memeluk Siera.
"Jody, kau baik-baik saja?" tanya Josh.
"Jody, kau ke mana saja? Apa kau tidak tahu kalau Kak
Siera dan Kak Josh sang at khawatir padamu?" Siera sangat leg a
sekarang melihat adik kesayangannya tidak apa-apa.
"Aku bersama Kakak ini pergi makan es krim," sahut Jody
sambil menunjuk ke arah Key dan Siera menatap Jody.
"Kamu? Kenapa ada di sini?" Siera sungguh tidak percaya
dengan orang yang ada di depannya saat ini.
"Maaf, aku ...,"
"Cumi-cumi! Kau ingin menculik adikku, ya?" tuduh Siera
langsung.
"Tidak, aku hanya mengajaknya membeli es krim," Key
segera membantah tuduhan Siera.
"Jody, apa kau lupa dengan pesan Kakak, sepulang
sekolah harus tunggu Kak Josh menjemputmu dan tidak

23

boleh pergi maupun bicara dengan orang asing. Apalagi kalau
dia menawarimu sesuatu seperti es krim atau permen, kamu
jangan mau pergi dengannya, mengerti?" kata Siera membuat
Key tidak senang mendengarnya.

"lya, Jody minta maaf."
"Heil Aku ini bukan orang jahat atau penculik, kenapa kau
bicara seperti itu padanya? Aku hanya kasihan melihat anak
kecil sendirian berdiri di depan gerbang sekolah, sedangkan
teman-temannya yang lain sudah pulang ke rumah. Apa kau
tidak kasihan pada adikmu?" Tapi, Siera tidak memedulikan
omongannya. la langsung mengajak mereka pulang.
"Josh, ayo kita pulangl" Siera menggendong Jody naik ke
motornya sedangkan Josh mengikat tali Money ke sepedanya.
Key mengenali anjing itu.
"Bukankah ini anjing lima juta yang waktu itu kutabrak?
Kenapa dia masih hidup?" tanya Key tidak percaya. Josh dan
Siera kaget dan langsung melihat ke arah Money. Money
sepertinya tahu apa yang dibicarakan Key padanya hingga ia
langsung berbaring seperti yang dilakukan sebelumnya ketika
pura-pura mati kemarin.
Key mengerjapkan mata melihat tingkah laku anjing itu.
"Oh, jadi anjing ini pura-pura mati ya? Sungguh anjing yang
pintarsekali berakting,"Keytertawa mengejeksambil mendekati
Money, lalu menggoyangkan badannya dengan kakinya untuk
membuatnya bangun.
Siera terkejut karena ia lupa dengan kehadiran Money
di tengah-tengah mereka. Key telah melihat anjingnya yang
tempo hari sekarat sekarang dalam keadaan baik-baik saja.
"Ayo bangun, jangan pura-pura mati lagi, sekarang
kau tidak bisa membohongiku lagi," kata Key dan anjing itu

24

bangun.
"Jangan sentuh Money!" teriak Siera sambil menghalangi

Key agar tak menyakiti Money.
"Ternyata kalian bersekongkol membohongiku ya? Dasar

cewek penipul" decaknya.
"Aku tidak menipumu, memang waktu itu kukira Money

telah mati, tapi setelah kubawa ke klinik hewan dan setelah
dokter mengoperasinya, ternyata ia bisa tertolong dan sekarang
kesehatannya masih belum pulih benar. Jadi kau jangan
menendangnya seperti itu! Nanti Money terluka lagi gimana7'
Siera berusaha memberi alasan panjang lebar.

"Wah... pintar sekali kau berbohong, aku tidak akan
memercayaimu lagil"

"Terserah mau percaya atau tidak! Josh, bawa Money
pulang!"

"Money!" panggil Josh dan Money mengikuti sepeda Josh
yang berjalan pelan karena tali ikat leher Money dililitkan di
sepedanya. Siera menyusul mereka.

"Kakak sampai jumpa," ucap Jody pada Key dan Key
melambaikan tangannya.

"Jody, lain kali jangan ikut dia lagi," pesan Siera.
"Tapi Kak, dia kan bukan orang jahat. Dia orang baik," ujar
Jody.
"Dari mana kamu tahu dia orang baik? Apa karena dia telah
memberimu es krim?"
"Bukan hanya es krim saja, tapi Kakak itu juga memberiku
uang yang banyak," Siera langsung menghentikan motornya.
"Uang yang banyak? Apa maksudnya?"
Jody membuka tasnya, lalu mengeluarkan bungkusan
plastik kecil yang berisikan uang koin semuanya.

25

"Lihat, dia memberiku ini," Jody menunjukkannya pada
Siera.

"Kenapa dia bisa memberikannya padamu?'' Siera curiga.
"Waktu itu kuminta satu keping uang koinnya yang jatuh,
ia malah memberiku lagi."
"Untuk apa Jody meminta uang padanya?"
"Aku ingin memberikannya pada Kak Siera supaya Kakak
bisa cepat dapat banyak uang dan tidak perlu bekerja lagi," Jody
meletakkan uangnya ke tangan Siera. Siera mengusap kepala
Jody terharu.
Di rumah, di dalam kamar, Siera memasukkan semua uang
yang diberikan Jody padanya tadi ke dalam celengan, yaitu
tabungan Siera yang disimpannya selama ini.
Esoknya, saat Siera hendak membangunkan Jody, ternyata
badan anak itu panas. la panik.
"Jody, badanmu panas sekali, kamu sakit ya?"
"Kak Siera ...," panggil Jody lemah.
'Tunggu, biar Kakak cari obat dulu," Siera berlari ke tern pat
penyimpanan obat dan mencari-cari ke dalam rak dan semua
laci. Tapi, ia tidak menemukan obatnya.
'Tidak ada!" Siera panik.
"Kak Siera sedang apa?" tanya Josh.
"Mencari obat penurun panas. Jody lagi sakit, tapi obatnya
tidak ada."
"Jody sakit?" seru Josh cemas dan Siera segera lari keluar
untuk mencari tetangganya.
"Bibi. .. Bibil," panggil Siera.
"Siera, ada apa?" tanya bibi, tetangganya yang segera
keluar dari rumahnya tergesa-gesa.

26

"Bi, boleh aku minta tolong, adikku lagi sakit dan badannya
panas sekali. Apakah Bibi punya obat penurun panas? Di rumah
obatnya sudah habis," kata Siera hampir menangis.

"Baiklah, tunggu sebentar," bibi itu segera mengambil
obatnya. Bibi itu keluar dan ikut Siera pergi melihat keadaan
Jody.

Bibi memberikan obat untuk dimakan Jody. "Bi, adikku
sakit apa?" tanya Siera.

"Jangan khawatir, adikmu hanya demam biasa, bukan hal
yang perlu kau cemaskan. Setelah istirahat nanti juga akan
sembuh."

"Benarkah? Syukurlah ... tadi aku takut sekali," Siera lega
mendengar Jody baik-baik saja.

"Kau pasti sangat lelah menjaga adik-adikmu. Kalau ada
apa-apa, kau boleh mencari Bibi."

''Terima kasih Bi. Sekarang aku harus pergi beli obat untuk
Jody, bisakah Bibi menjaganya sebentar untukku·?" ucap Siera.

"Tentu saja, pergilah."
"Terima kasih," Siera bersyukur ada bibi sebelah yang baik
mau membantunya. "Josh, kau pergilah ke sekolah, aku mau
keluar sebentar."
"Jody gimana, Kakak tidak pergi kerja?"
"Jody biar Kakak yang menjaganya setelah pulang mem-
beli obat. Untuk sementara, biar Bibi yang menjaganya seben-
tar. Kamu jangan khawatir, pergilah ke sekolah sekarang, aku
pergi beli obat dulu," pamit Siera.
Lima belas menit kemudian, Siera sudah kembali. "Bi, maaf
telah merepotkan Bibi."
"Tidak apa, kalau ada sesuatu jangan sungkan-sungkan
mencari Bibi."

27

"tya, terima kasih," ucap Siera. Bibi itu pun pamit pulang.
Siera memeriksa badan Jody, kemudian mengompres kepala
adiknya itu dengan handuk yang diberi es.

***

Di studio, Key sedang latihan menyanyi sambil memainkan
gitarnya. Tapi, tampaknya ia kurang konsentrasi, karena ia
masih teringat Siera yang sudah berani menipunya. la kesal bila
teringat semua itu.

Sementara itu, Siera memeriksa tas sekolah Jody. la
membuka buku-buku pelajaran dan buku gambar Jody. Setelah
membuka beberapa ha la man, Siera melihat di ha la man terakhir.
Jody menggambar sebuah rumah dan satu keluarga yang terdiri
dari lbu, Ayah, Siera, Josh, dan Jody, sehingga membuat Siera
menangis karena sedih.

"Mama ... Papa ...," panggil Jody dalam tidurnya sehingga
Siera tersadar dari lamunannya dan segera menghampiri Jody.

"Jody, kamu kenapa?"
"Mama," panggil Jody lagi.
"Jody... kamu merindukan Mama, ya?" Siera memelukJody
dengan erat. "Jody, maaf, Kakak tidak bisa menjagamu dengan
baik," Siera sedih, ia tidak tahu harus berbuat apa karena pasti
Jody sangat butuh kasih sayang dari Mama. Adiknya itu tidak
pernah mendapatkannya selama tiga tahun ini.
"Jody, walau Mama dan Papa tidak ada di sini, tapi masih
ada Kak Siera dan Kak Josh yang akan tetap menemanimu.
Kak Siera janji, pasti nanti tak lama lagi, Mama akan pulang ke
rumah ini dan kita bisa berkumpul lagi. Walaupun Papa sudah
tidak bisa bersama kita ... kau harus bisa bertahan ....," kata Siera
sambil menangis.

28

"Kak," panggil Josh yang sudah pulang dari sekolah dan
berdiri di luar pintu. Siera segera menutup buku gambar Jody
dan menghapus air matanya agar tidak dilihat Josh.

"Josh, kau sudah pulang," Siera bangkit.
"Kakak menangisr' tanya Josh.
"Tidak... Kakak tidak menangis. Kakak akan siapkan
makananmu dulu." Siera segera pergi ke dapur dan Josh melihat
gambar yang dilihat Siera tadi, ada di samping Jody. Josh pun
bisa mengerti kenapa Siera menangis dan kakaknya itu ingin
menutupi kesedihannya.
"Kakak tidak mau pergi kerja?" tanya Josh masuk ke dapur
menemui Siera, "kalau soal Jody, aku bisa menjaganya selama
Kakak pergi."
'Tidak apa, biar seharian ini Kakak yang akan menjaga
Jody. Lagipula Kakak sudah minta izin untuk satu hari ini," Siera
tersenyum.

29

30

Tiga

MjOD't. gimana keadaanmu pagi ini? Apakah sudah lebih

baik?" tanya Siera.
"lya," jawab Jody.
"Siera," panggil Bibi sebelah.
"Bibi."
"Gimana keadaan Jody?" tanyanya.
"Sepertinya sudah lebih baik, hari ini badannya sudah

tidak panas lagi, terima kasih ya, Bi."
"Syukurlah kalau begitu. Siera, kalau kau mau pergi kerja,

pergi saja, biar Bibi yang menjaga Jody."
"Aku takut merepotkan Bibi."
"Kita kan tetangga, jadi tidak perlu sungkan, karena Bibi

bisa mengerti keadaanmu."
"Terima kasih, Bibi baik sekali, aku tidak tahu harus

bagaimana jika Bibi tidak membantuku," ucap Siera.

***

"Key, besok akan ada launching album, apa kamu
sudah mempersiapkan dirimu?" tanya Peter saat mendatangi
apartemen Key.

"Hyeong tenang saja, semua pasti akan beres," kata Key,
lalu mengambil sebotol minuman dari lemari es, lalu ia lempar
ke arah Peter yang dengan cekatan menangkapnya.

"Ngomong-ngomong ...kenapa tempatmu berantakan
seperti ini? Memangnya di mana pembantumu?" tanya Peter
mondar-mandir melihat sekeliling ruangan yang terlihat
berantakan.

"lsi kulkasku sudah kosong, mau temani aku belanja
sebentar?" tanya Key.

"Kenapa jadi kamu yang pergi belanja?" Peter semakin
mengerutkan dahinya.

"Ayolah, nanti akan kuceritakan," kata Key sambil menarik
Peter pergi dari apartemennya. Mereka belanja di minimarket
tempat Siera bekerja.

"Apa? Kau pecat lagi?" teriak Peter.
"lya, sudah kupecat. Kenapa harus teriak seperti itu sih?
Apa tidak bisa dipelankan sedikit suaranya," bisik Key sambil
membetulkan topinya. Selain itu, ia juga memakai kacamata
hitam supaya tidak dikenali orang, dan agar tidak terlalu
menarik perhatian.
"Aku sudah susah payah mencarikan pembantu untukmu,
malah kau pecat begitu saja. Apa kau tidak berpikir, sudah
berapa banyak pembantu yang kau pecat?" keluh Peter
menggelengkan kepalanya.
"Bukan salahku kalau harus memecat mereka," Key
membela diri.
"Jadi, sekarang apa lagi yang kaukeluhkan?" sepertinya
Peter sudah tahu permasalahannya.
"Mau bagaimana lagi, setiap kali selalu saja ada barangku
yang hilang dan asal Hyeong tahu, kadang aku jug a memergoki
mereka tidur di ranjangku juga membongkar barang-barangku,"
keluh Key.

32

"Lalu kali ini kau pecat karena alasan apa lagir' tanya Peter
dengan menatapnya sedikit serius.

"Mencuri celana dalamku," bisik Key di telinga Peter
sehingga membuat pria itu tertawa saat mendengarnya.

"Ssstttt... sudah kubilang pelankan suaramu," Key segera
menutup mulut Peter dengan tangannya.

"Maaf," Peter menahan tawanya.
"Aku memikirkan itu semua saja sudah membuatku
pusing," Key mendengus kesal.
"ltu karena mereka adalah fans-mu, jadi mereka penasaran
dan menyimpan barang-barang milik idolanya," sahut Peter.
"Maka dari itu, lain kali kalau mencarikan pembantu
untukku, sebaiknya Hyeong selidiki dulu apakah ia salah satu
fans-ku atau bukan... atau lebih baik Hyeong cari saja seorang
pria agar tempatku tidak tambah kacau," kata Key sambil
mengambil beberapa botol minuman ke dalam keranjang
belanjaannya, sementara Peter memasukkan beberapa
makanan kaleng serta snack.
Di tern pat kasir, Siera melihat seorang pria yang menjatuh-
kan uang koin saat hendak membayar belanjaannya. Tapi, pria
itu tidak peduli dengan uangnya yang jatuh mengggelinding
ke lantai. Tentu saja Siera tidak akan melewatkan kesempatan
ini begitu saja. la mengikuti ke mana uang itu menggelinding,
sampai-sampai ia mendorong seseorang yang ada di depan-
nya secara spontan hanya untuk mendapatkan uang tersebut
dengan cara menginjakkan kakinya agar berhenti menggelin-
ding.
"Dapat!" seru Siera girang. la membuat seseorang terjatuh
sampai topi dan kacamata hitamnya terlepas. Barang-barang
belanjaan pria itu berceceran di lantai.

33

"Key! Kau tidak apa-apa?'' tanya Peter sambil membantunya
berdiri.

"Siapa tadi yang mendorongku?" emosi Key meledak. la
tidak tahu apa penyebabnya sehingga nasibnya bisa selalu sial.
Mungkin ia perlu mencari orang pintar untuk mengusir nasib
sialnya ini.

Peter menghampiri Siera yang agak terkejut melihat
situasinya jadi seperti ini. "Hei, Nona, kenapa kau sembarangan
mendorong orang? Apa kau tidak bisa melihat kalau di depanmu
ada orang?" tegur Peter.

"Maaf, aku tidak sengaja, aku hanya mau mengambil uang
ini," Siera mengambil uang dibawah kakinya, "karena kalau
tidak segera kuambil, nanti uang ini akan diambil orang lain,"
celotehnya.

"Memangnya siapa yang mau mengambil uang lima ratus
itu? Bahkan tidak ada yang akan mau berebutan denganmu,"
kata Peter menertawakan kebodohannya.

Saat Key membereskan barang belanjaannya yang
berceceran di lantai, ia mendengar suara yang sudah tidak asing
di telinganya, kemudian segera menoleh ke arah pemilik suara
itu. "Kau lagi," desah Key melihat Siera berdiri di hadapannya.
Kali ini ia benar-benar harus cari orang pintar setelah keluar
dari tempat ini.

Siera menatapnya sedikit terkejut. "Kamu? Kebetulan
sekali," kata Siera sinis.

"Apa kau tidak tahu siapa orang yang telah kau dorong ini?"
tanya Peter yang agak kesal karena melihat reaksi Siera yang
tanpa bersalah dan bersikap biasa saja setelah mendorong artis
idola seperti Key.

34

'Tahu," jawab Siera.
"Baguslah kalau kau tahu."
"Cumi-cumi bodoh yang kemarin kutolong, kan?" Siera
tertawa terkekeh.
"Apa kau tidak bisa bicara sedikit sopan?" gerutu Key.
"Apa kau bilang? Kau menyebutnya cumi-cumi bodoh? Apa
kau tidak tahu kalau dia adalah Key, artis idola yang sedang
naik daun saat ini dan satu-satunya anak pewaris tunggal ..."
"Hyeong!" Key berusaha mencegah Peter untuk tidak terla-
lu banyak bicara karena sudah banyak orang yang berkerumun.
Key kembali memakai topi dan kacamata hitamnya.
"Kalau terjadi apa-apa dengannya, kau bisa kutuntut seka-
rang juga," ancam Peter.
"Hyeong, keumanhaseyo 10," pinta Key. "Banyak orang di
sini, sebaiknya kita pergi saja," Key mengajak Peter pergi karena
semua orang yang ada di sana sudah mengenalinya. Bahkan
ada beberapa cewek yang meneriakkan namanya sampai-
sampai bos Siera datang melihat dan menegurnya.
"Maafkan bawahan kami. Saya akan segera mengurusnya,"
katanya pada Key dan Peter, kemudian Key segera menarik Pe-
ter pergi dan lari dari kerumunan fans yang semakin banyak.
"Siera, aku sudah cukup sabar menghadapimu selama ini,"
bosnya berkacak pinggang sambil marah.
"Maafkan saya," Siera menundukkan kepalanya.
"Akhir-akhir ini kau selalu buat masalah saja! Kalau tidak
datang terlambat, pasti bolos kerja atau minta cuti, dan sekarang
kau buat onar lagi hingga pelanggan merasa tidak nyaman!"
"Maafkan saya. Saya janji tidak akan mengulanginya lagi."

10 Keumanhaseyo = Tolong hentikan

35

"Kau benar-benar tidak bisa dimaafkan lagi. Jadi, mulai
sekarang kau tidak perlu datang lagi!"

"Kenapa?" Siera membelalakkan matanya.
"KAU DIPECAT!" teriak bosnya dengan suara melengking
yang bisa memekakkan telinga semua orang yang ada di
minimarket.
"Tapi Bos, apakah tidak bisa diberi kesempatan lagi?" Siera
memohon.
"Kesempatan yang kuberikan padamu sudah tidak bisa
dihitung dengan jari lagi, tahu!" ucapnya lalu pergi hingga
membuat Siera lemas.
"Sial! Gara-gara dia, aku jadi dipecat!" Siera kesal setengah
mati.
Setelah berdiri di luar, di depan pintu minimarket, Siera
berteriak dengan keras penuh emosi "AMAMAMAMt latu
mengembuskan napas yang panjang setelah puas meluapkan
semua kemarahannya.
"Key? Key..., sepertinya aku pernah dengar nama itur Siera
berusaha mengingat-ingat nama itu. "Seorang artis idola yang
sedang naik daun... ehmm ... oh iya, aku ingat sekarang!" Siera
menepuk dahinya. "Aku kan pernah memutarkan lagunya di
acaraku. Uh! Enak saja, mentang-mentang artis terkenal ingin
menuntutku segala," cibirnya geram.

***

"Masa cewek seperti dia tidak tahu siapa itu Key?" omel
Peter ketika mereka sudah berada di dalam mobil. "Cewek
kampungan," decaknya.

36

"Hyeong, aku ingin tanya sesuatu padamu/ Key yang
sedang menyetir melirik ke arah Peter sebentar, kemudian
kembali menatap ke depan.

HKenapa kau jadi serius sekali," Peter melihat mimik wajah
Key yang tampak berubah.

"Apakah Hyeong percaya dengan adanya suatu kebetulanr'
tanya Key dengan muka serius.

"Percaya tidak percaya, kenapar' Peter mengerutkan
kening sambil menatap aneh pada Key.

"Karena, akhir-akhir ini aku selalu bertemu dengan cewek
tadi. Apakah ini bisa disebut sebagai suatu kebetulan belakar'

"Jadi kau sering ketemu dia, ya? Latu, yang dimaksud
dengan menolong itu ..."

"Waktu mobilku mogok, pas dia lewat, jadi aku sedikit
meminta bantuannya. Tapi, yang membuatku kesal adalah
setiap kali bertemu dengannya aku pasti sial," Key mende-
ngus.

"Mungkin selain disebut kebetulan bisa juga disebut
sebagai takdir," kata Peter.

"Hyeong jangnan iji 11? Takdir? Bagaimana mungkin tak-
dirku sesial ini? Hyeong tidak lihat cewek aneh tadi? la lebih
mementingkan uang lima ratusnya dibandingkan kesela-
matanku. Dan, kalau lain kali kami bertemu lagi, lalu pas di
depanku ada jurang, bisa-bisa ia akan mendorongku jatuh
ke jurang dan nyawaku hanya ditukar dengan uang lima ra-
tusnya itu!" seru Key sengit hingga membuat Peter tertawa
terbahak-bahak.

11 Hyeong jangnan iji = Hyeong bercanda, kan?

37

"Naega michyeo 12, kalau Hyeong bilang ini "takdir" cepat
atau lambat aku pasti akan mati olehnya," kata Key lagi dan
Peter terus saja tertawa.

"Kena pa Hyeong tertawa?'' tanyanya heran.
"Baru kali ini aku meIihat ada cewek aneh seperti dia," Peter
berusaha menahan tawanya.
"Mungkin ia imigrasi dari planet alien," sahut Key yang
sangat dongkol ditambah dengan suara tawa Peter.
"Yah ... mungkin saja, karena itu ia tidak mengenalmu."
"Oh ya, apakah Hyeong punya kenalan orang pintar?''
tanya Key.
"Orang pintar? Untuk apa?'' tanya Peter bingung.
"Untuk mengusir nasib sial yang mengikutiku selama
seminggu ini."
"Kau serius?"

***

Sampai di rumah, Siera langsung ditanya sama Josh yang
merasa heran melihat kakaknya cepat pulang hari ini, tidak
seperti biasanya.

"Kakak kenapa cepat sekali pulangnya?"
"Aku dipecat," jawabnya tidak bersemangat.
"Apa karena aku? Kemarin Kakak tidak masuk kerja lalu
dipecat," tanya Jody sedih.
"Kau sudah bangun?'' Siera menghampirinya, kemudian
menghiburnya. "Bukan karena Jody, Kak Siera dipecat karena
bertengkar dengan pelanggan."
"Benarkah?''

12 Naega michyeo = aku bisa gila

38

"Kenapa bisa begitu?" sahut Josh.
"Tapi kalian tidak perlu khawatir, karena mulai besok Kakak
akan mencari pekerjaan lain lagi," ucap Siera bersemangat.
"Apa Kakak tidak sebaiknya beristirahat saja? Kakak kan
hanya kehilangan satu pekerjaan. Masih ada pekerjaan di
tempat lain, kan?" kata Josh.
"Tenang saja, Kakak kan kuat," senyum Siera. "Jody sudah
makan obatnya?" tanya Siera.
"Sudah," jawab Jody. Josh hanya bisa menghela napas
melihat sikap Siera yang selalu tidak patah semangat.

***

"Senang sekali, saya, Siera bisa hadir kembali menemani
para pendengar semuanya di Green 99 FM di mana pun
Anda berada. Walaupun mood aku hari ini kurang begitu
baik, tapi setelah sampai di studio ini dan duduk di sini bisa
menemani kalian sampai satu jam ke depan, aku pun kembali
jadi bersemangat. Baiklah, untuk menambah semangat lagi
aku akan memutarkan sebuah lagu untuk kalian, selamat
mendengarkan," ucap Siera dengan riang. Di rumah Josh
sedang mendengarkan siaran radio yang dibawakan Siera.

Sampai di restoran tempatnya bekerja, mood Siera kembali
buruk dan tidak bersemangat.

"Kenapa mukamu hari ini cemberut terus? Apa adikmu
masih belum sembuh sakitnya?" tanya Jed, rekan kerjanya.

"Sudah sehat," gumam Siera.
"Lalu karena apa?"
"Aku dipecat dari minimarket tempatku bekerja ... sungguh
menyebalkan sekali," Apalagi kalau teringat kedua orang itu

39


Click to View FlipBook Version
Previous Book
Yuk, Menulis! Diary, Puisi, Dan Cerita Fiksi
Next Book
andrea PDF