The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Perpus Kota Semarang, 2018-10-09 17:55:27

Ilmu Nahwu Dasar

Ilmu Nahwu Dasar

Ilmu Nahwu Dasar: Cara Mudah Memahami Ilmu Nahwu 2013

Erryk Kusbandhono, M.Pd 0

Ilmu Nahwu Dasar: Cara Mudah Memahami Ilmu Nahwu 2013

Ilmu Nahwu Dasar

Cara Mudah Memahami Ilmu Nahwu

Penyusun
Erryk Kusbandhono, M.Pd

Penata Layout dan Aksara
Tim Pustaka Hanan

Kredit Foto Sampul
Ayman Style

Diterbitkan dalam Versi Digital oleh
Pustaka Hanan

www.pustakahanan.com

Publikasi
Pustaka E-Book
www.pustaka-ebook.com

©2013

Lisensi Dokumen

E-book ini dapat disebarkan secara bebas untuk tujuan non-komersial (non-profit)
dan tidak untuk diperjualbelikan, dengan syarat tidak menghapus atau merubah

sedikit pun isi, atribut penulis dan pernyataan lisensi yang disertakan.

Erryk Kusbandhono, M.Pd 1

Ilmu Nahwu Dasar: Cara Mudah Memahami Ilmu Nahwu 2013

ILMU NAHWU DASAR
Cara Mudah Memahami Ilmu Nahwu
Penyusun: Erryk Kusbandhono, M.Pd
© 2012 Erryk Kusbandhono

Hak Cipta Dilindungi Undang-undang
Cetakan VII, 2012

Versi Cetak Diterbitkan oleh:
Pustaka Al-Kayyis
Jl. Raya Candi III No 16 B Kelurahan Karangbesuki
Kecamatan Sukun - Malang
Telp. 0857 557 3 22 44
Email: [email protected]
FB: Erryk Kusbandhono
Blog: www.erryk-kusbandhono.blogspot.com

Erryk Kusbandhono, M.Pd 2

Ilmu Nahwu Dasar: Cara Mudah Memahami Ilmu Nahwu 2013

Pengantar Penyusun

Assalaamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuhu

Segala Puji bagi Allah yang telah menurunkan Al-Qur’an dengan
berbahasa Arab. Bahasa paling fashih, paling sempurna dan paling
mulia di sisi Allah karena Al-Qur’an berbahasa Arab dan Nabi
Muhammad shallallahu ’alaihi wasallam dilahirkan di Mekkah dan
berbahasa Arab.

Shalawat dan salam semoga tetap tercurah-limpahkan kepada
junjungan kita Nabi Muhammad shallallahu ’alaihi wasallam beserta
keluarganya, para sahabatnya, para pengikutnya dan orang-orang
yang mencintai beliau.

Pengajaran dan pendidikan atau dalam bahasa Arabnya disebut
Ta’lim dan Tarbiyah sangat sukar dicapai tanpa sarana dan
prasarana yang memadai.

Bersama ini, kami abdikan pada dunia pendidikan dan pengajaran
di PKPBA (Program Khusus Pengembangan Bahasa Arab) UIN
(Universitas Islam Negeri) Maulana Malik Ibrahim Malang
khususnya, dan umumnya bagi siapa saja baik sebagai pendidik
maupun anak didik yang ingin memperdalam bahasa Arab.

Buku “Ilmu Nahwu Dasar; Cara Mudah Memahami Ilmu Nahwu”
ini adalah hasil dari pengalaman mengajar saya di PKPBA UIN Maliki
Malang selama bertahun-tahun, sehingga terbersit dalam hati untuk

Erryk Kusbandhono, M.Pd 3

Ilmu Nahwu Dasar: Cara Mudah Memahami Ilmu Nahwu 2013

membuat buku nahwu yang mudah dan memudahkan mahasiswa
saya.

Buku ini juga sangat cocok dan dianjurkan bagi para pelajar (MTs,
MA, SMU Islam) atau bahkan para mahasiswa yang ingin sekali
belajar bahasa Arab dengan mudah tapi tidak mempunyai dasar
bahasa Arab sebelumnya. Kenapa demikian? Karena buku ini ditulis
dengan bahasa Indonesia yang tak lain adalah untuk memudahkan
pembaca dalam masa pembelajaran.

Semoga buku ini ada guna dan manfaatnya bagi dunia
pendidikan, para guru, anak didik dan siapa saja yang ingin
memperdalam bahasa Arab. Adapun saran dan kritik yang
membangun demi kesempurnaan buku ini sangat kami harapkan
kepada para pembaca sekalian.

Penulis mohon maaf apabila dalam buku ini ada salah ketik, salah
penjelasan dan lain-lain, hal ini merupakan kekurangan dan
kekhilafan dari kami.

Wassalaamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuhu

Malang, 24 Agustus 2013

Erryk Kosbandhono, M.Pd

Erryk Kusbandhono, M.Pd 4

Ilmu Nahwu Dasar: Cara Mudah Memahami Ilmu Nahwu 2013

Daftar isi

Pengantar Penyusun 3
Daftar Isi 5
Sekilas tentang Ilmi Nahwu 10
‫أؿِ ُُ ْالإِكَبعَح‬ 12
َُ‫َالإِ ِؿز ْفهَب‬ 14
‫إٌَٖ ِؼ ُذ‬ 16
ٔ‫أؿِ ُُ اٌْ َّؼِ ِغفَخٔ وَأؿِ ُُ إٌٖ ٔىغَح‬ 18
‫َاٌْ ُّجِزَضَُأ وَاٌْ َشجَ ُغ‬ 19
ُ‫َاٌْ َجب ٗع وَاٌْ َّجِ ُغ ِوع‬ 20
ْٔ‫ظَغِ ُف اٌَّْىَب‬ 21
ِ‫َسَج ُغ اٌْ ُّمَ ٖض َِ َوُِِجزَضَُأ اٌْ ُّؤَ ٖسغ‬ 22
‫لاََِ َو ػِٕٔ َض‬ 24
Hubungan kata ‫ هٔفَ ْخ‬dengan ‫ُِجِزَضَْأ سَجَ ِغ‬ 25
‫َالإًَِبفَ ُخ‬ 26
‫أؿِ ُُ اٌٌٖ ُِّٔغ‬ 28
‫ٌَُِ َؾ وَ ٌَُِ َـ ِذ‬ 30

Erryk Kusbandhono, M.Pd 5

‫‪Ilmu Nahwu Dasar: Cara Mudah Memahami Ilmu Nahwu 2013‬‬

‫ُِِجزَضَْأ سََج ِغ ‪َ ٌَُِ dengan‬ؾ ‪Hubungan antara‬‬ ‫‪31‬‬
‫جُ ٍَُِّخ الإؿُِّٖخْ َو جُ ٍَُِّخ اٌْ ٔف ِؼٍُٖٔخْ‬ ‫‪32‬‬
‫جُ ٍَُِّخ الإؿُِّٖ ْخ َو جُ ٍَُِّخ اٌْفٔ ِؼٍُٖٔخْ ‪Hubungan antara‬‬ ‫‪33‬‬
‫اٌَْ ٔف ِؼًُ‬ ‫‪34‬‬
‫رَ ِو ِغَِف ٔفٔؼ ًْ َِبًٔ ًِ‬ ‫‪39‬‬
‫رَ ِوغَِِف فٔٔؼ ًْ ٌَُِبعِ ِع‬ ‫‪40‬‬
‫َالإِػِلَاي‬ ‫‪41‬‬
‫ٔف ِؼ ًُ اٌٖٕبٍ٘ٔ‬ ‫‪42‬‬
‫ٔف ِؼ ًُ اٌْجَِّغِ َوفٔ ِؼ ًُ اٌٖزْضَُِٕ ْخ‬ ‫‪43‬‬
‫أؿِ ُُ اٌْجَِّ ِغ وأؿِ ُُ اٌٖزْضَُِٕ ْخ‬ ‫‪45‬‬
‫رَب ْء ‪Macam-macam‬‬ ‫‪47‬‬
‫َظغِ ُف اٌ ٖؼِبَْ‬ ‫‪47‬‬
‫َظغَفِ َِىَبْْ ‪َ dengan‬ظغَ ِف ػَ َِبْْ ‪Hubungan‬‬ ‫‪48‬‬
‫أؿُُِ اٌَِخْ‬ ‫‪48‬‬
‫َفب ٔػ ًٌ َثب ِع ْػ َو َفب ٔػًٌ ُِـِزَزْٔغ‬ ‫‪49‬‬
‫لَاَِ ‪Macam-macam‬‬ ‫‪50‬‬
‫ٌَّٖب و ٌَُِ‬ ‫‪51‬‬
‫أَ ْْ ‪ِٓ ٌَ dan‬‬ ‫‪52‬‬
‫الإِ ِػغاَ ُة‬ ‫‪53‬‬

‫‪Erryk Kusbandhono, M.Pd‬‬ ‫‪6‬‬

‫‪Ilmu Nahwu Dasar: Cara Mudah Memahami Ilmu Nahwu 2013‬‬

‫أؿِ ُُ اٌْ َّوِ َضع‬ ‫‪54‬‬
‫أؿِ ُُ اٌْفبَ ٔػً‬ ‫‪55‬‬
‫‪ dan saudara-saudaranya‬وَب َْ‬ ‫‪57‬‬
‫فٔ ِؼ ًُ اٌُضّلأَص ٍِ اٌْ ُّ َجغٖص‬ ‫‪58‬‬
‫فٔ ِؼ ًُ اٌُضّلأَص ٍِ اٌْ َّ ِؼَِض‬ ‫‪60‬‬
‫فٔ ِؼ ًُ اٌلَّاػَِِ وَ ٔف ِؼ ًُ اٌْ ُّزَؼَ ‪ٚ‬ضٌ‬ ‫‪65‬‬
‫ٔف ِؼ ًُ اٌُّْ َلب َعوَخٔ‬ ‫‪65‬‬
‫أؿِ ُُ اٌْفَب ٔػ ًِ ِٔ ِٓ غَُِ ِغ اٌُضّلاَصٔ ًِ‬ ‫‪66‬‬
‫أؿِ ُُ اٌْ َّ ْفُؼ ِىي‬ ‫‪67‬‬
‫إِ َّْ َو أَ َسىَاُر َهب‬ ‫‪68‬‬
‫أؿِ ُُ اٌٖز ِؤغُِغِ‬ ‫‪69‬‬
‫إِطَا – ٌَ ِى – إِْْ‬ ‫‪69‬‬
‫أؿِ ُُ اٌْؼَضَصٔ‬ ‫‪74‬‬
‫ُو ًٌّ ‪Macam-macam‬‬ ‫‪79‬‬
‫ُٔىِْ جََّغِ ‪Macam-macam‬‬ ‫‪81‬‬
‫َأْفؼَب ُي اٌٖزفًٌُِِْٔ‬ ‫‪82‬‬
‫اٌَْذَب ُي‬ ‫‪82‬‬
‫َبُء إٌ‪ٚ‬ضَاِء‬ ‫‪83‬‬
‫َالإِ ِؿٔزْضَٕبُء‬ ‫‪84‬‬

‫‪Erryk Kusbandhono, M.Pd‬‬ ‫‪7‬‬

‫‪Ilmu Nahwu Dasar: Cara Mudah Memahami Ilmu Nahwu 2013‬‬

‫َبُء إٌ‪ِ ٚ‬ـجَٔخ‬ ‫‪85‬‬
‫َاٌزٖؼَ ٗجتُ‬ ‫‪85‬‬
‫ثِئْ َؾ وَ ِٔؼَُِ‬ ‫‪86‬‬
‫اٌَزُُِِِّٖ ُؼ‬ ‫‪86‬‬
‫أ ٔؿُ غَُِ ُغ إٌُِّْوَغِف‬ ‫‪87‬‬
‫‪َ dan saudara-saudaranya‬ظ ٖٓ‬ ‫‪89‬‬
‫أؿِ ُُ اٌْ َّىِ ُه ِىيِ‬ ‫‪90‬‬
‫َِفُْؼ ِىي‬ ‫‪91‬‬
‫أؿِ ُُ اٌْ َُِّٕم ِىمِ َو أؿِ ُُ اٌَّْ ْم ُو ِىعِ‬ ‫‪92‬‬
‫ُٔ ِى ُْ اٌْ ِىلَبَٔخ‬ ‫‪93‬‬
‫َثبةُ لَا‬ ‫‪93‬‬
‫اٌَٖز ِى ٔوُِ ُض‬ ‫‪94‬‬
‫َاٌَْؼطَ ُف‬ ‫‪95‬‬
‫َاٌْجَ َض ُي‬ ‫‪97‬‬
‫َِوِ َضع‬ ‫‪98‬‬
‫أَْْ َِوِ َض ِعَٖخ‬ ‫‪99‬‬
‫دَٖزً‬ ‫‪99‬‬
‫لَ ِض‬ ‫‪101‬‬
‫ُد ُغوِ ُف اٌْمَـَ ُِ‬ ‫‪101‬‬

‫‪Erryk Kusbandhono, M.Pd‬‬ ‫‪8‬‬

Ilmu Nahwu Dasar: Cara Mudah Memahami Ilmu Nahwu 2013

ٍَُِ‫أؿِ ُُ اٌَْؼ‬ 102
Perbedaan ‫أؿِ ُُ اٌَّْفُْؼ ِىي وَ َِفُْؼ ِىي‬ 102
Biodata Penulis 103

Erryk Kusbandhono, M.Pd 9

Ilmu Nahwu Dasar: Cara Mudah Memahami Ilmu Nahwu 2013

Sekilas Tentang Ilmu Nahwu

Nahwu adalah ilmu yang wajib dikuasai bagi mereka yang ingin
memahami bahasa Arab, dan bahasa Arab adalah syarat mutlak bagi
mereka yang ingin memahami agama Islam. Pada awalnya, bahasa
Arab 'asli' tidak mengenal adanya harakat (fathah, kasroh,
dhommah) maupun titik dan ini tentunya sangat menyulitkan.
Kalangan bangsa Arab sendiri pada saat itu (zaman awal rasulullah)
jarang yang bisa baca tulis, hanya saja ajaibnya, kebakuan susunan
ketatabahasaan dan gramatika mereka tetap terjaga.

Geliat kesusastraan yang melahirkan banyak syair-syair justru
menjadi alat bukti (baca:dalil) atas kevalidan satu pola kebahasaan
yang dibahas para nuhah (pakar Nahwu) di kemudian hari.
Kemudian dalam perkembangannya, bahasa Arab diberi titik
sehingga bisa dibedakan secara visual antara huruf ‫ ب‬/ ba (satu
titik) dan huruf ‫ ت‬ta (dua titik). Namun buat sebagian kalangan
tetap saja itu masih sulit untuk 'membunyikan' huruf-huruf itu
apakah dibaca ba, bi, atau bu. Di sinilah pentingnya ilmu ini, yakni
Ilmu Nahwu. Pencetus Ilmu Nahwu tak lain adalah pemuda Islam
yang sangat cerdas yaitu Ali Bin Abi Tholib ra, yang menganalisa
gramatika dalam Al-Qur’an.

Apa itu Ilmu Nahwu?

Secara literatur, ilmu nahwu didefinisikan sebagai “Ilmu yang
mempelajari prinsip-prinsip untuk mengenali kata-perkata bahasa
Arab dari sisi i'rab (perubahan harakat) dan bina'-nya (susunan
kata),” Kitab Jami’ud Duruus, Syaikh Musthafa. Namun

Erryk Kusbandhono, M.Pd 10

Ilmu Nahwu Dasar: Cara Mudah Memahami Ilmu Nahwu 2013

sederhananya adalah, dengan ilmu nahwu kita bisa mengenal
bagaimana membunyikan bagian akhir dari satu kata dalam satu
struktur kalimat.

Contoh:

‫البيت جميل‬
Albaitu jamiilun

Mengapa huruf ta’ pada kata albaitu dibaca dengan dhommah
(tu), bukannya kasroh (ti), atau fathah (ta)? Karena secara struktur
kata, albaitu berperan sebagai mubtada, yang mengawali satu
kalimat, sehingga ia harus dibaca dhommah.

Mengapa huruf ‘lam’ pada kata jamiil dibaca lun, bukannya la, li
atau lu? Karena kata jamiil di atas berperan sebagai khobar yang
mengharuskan ia berharakat dhommatain (2 dhommah) sehingga
menjadi lun bukan lu, li atau la.

Maka dengan ilmu nahwu, kita bisa memahami bagaimana
membunyikan bagian akhir dari satu kata dalam bahasa Arab.

Erryk Kusbandhono, M.Pd 11

Ilmu Nahwu Dasar: Cara Mudah Memahami Ilmu Nahwu 2013

ٔ‫أؿِ ُُ اْلإِ َكب َعح‬

(Kata Penunjuk)

1. ‫ َ٘ظَا‬dan ٖٔٔ‫ َ٘ظ‬dinamakan kata penunjuk dekat yang artinya: ini.
a. ‫ َ٘ظَا‬dipakai untuk orang laki-laki atau kata yang tidak ada ْ‫رَأ‬
‫ (ح) َِغُِثىِطَ ْخ‬nya. Dalam bahasa Arab disebut ‫ ُِ َظ َوّ ِغ‬.
Contoh: ْ‫ = َ٘ظَا ُِذَّٖض‬Ini Muhammad, ْ‫ = َ٘ظَا ؤزَبة‬Ini buku
b. ٖٔٔ‫ َ٘ظ‬dipakai untuk perempuan, atau kata yang ada ‫(ح) رَأْ َِغُِثىِطَ ْخ‬
nya. Dalam bahasa Arab disebut ‫ ُِ َؤٖٔ ْش‬.
Contoh: ُ‫ = َ٘ظٖٔٔ فَبطَّٔخ‬Ini Fathimah, ٌ‫ = َ٘ظٖٔٔ َِذَِفظَخ‬Ini tas

2. ‫ طٌَٔ َه‬dan ‫ ٔرٍْ َه‬dinamakan kata benda penunjuk jauh yang artinya:
itu.
a. َ‫ َطٌٔه‬dipakai untuk kata benda yang tidak ada ْ‫ (ح) رَأْ َِغُِث ِىطَخ‬nya.
Contoh: ‫ = طٌَٔهَ ُِذَّٖ ْض‬Itu Muhammad, ُْ ٍَ‫ = َطٌٔهَ َل‬Itu bolpoin
b. َ‫ ٔرٍْه‬dipakai untuk orang perempuan atau kata benda yang
ada ‫ (ح) رَأْ َِ ِغُث ِىطَ ْخ‬nya.

3. َ‫ َطان‬dipakai khusus untuk kata benda penunjuk jauh orang laki-
laki.

Contoh: ْ‫ طَانَ ُِذَّٖض‬- ًَ‫ طَا َن ٔػُِـ‬- ْ‫َطا َن ػُ َّغ‬

Erryk Kusbandhono, M.Pd 12

Ilmu Nahwu Dasar: Cara Mudah Memahami Ilmu Nahwu 2013

4. Setiap kata yang berakhiran ْ‫ (ح) رَأْ َِ ِغُثىِطَخ‬itu menunjukkan
perempuan atau disebut juga ‫ ُِؤَٖٔ ْش‬. Akan tetapi, ada juga kata
benda yang tidak ada ْ‫ (ح) رَأْ َِغُِثىِطَخ‬nya tapi tetap dihukumi
perempuan.
Contoh:

ْ‫ = َأ ِعى‬Bumi, ُ‫ = ػَََِٕت‬Zainab, َُُِ‫ = َِغ‬Maryam, ْ‫ = َٔبع‬Api, ‫= ِثْئْغ‬
Sumur

5. Ada juga kata yang berakhiran ْ‫ (ح) رَْأ َِغُِثىِطَخ‬akan tetapi tetap
dihukumi laki-laki.

Contoh: ‫ = َطٍْذَ ْخ‬Tholhah, ْ‫ = َُِِ َـغَح‬Maisaroh (budak laki-laki
Khodijah yang menemani Muhammad ketika berdagang ke
negeri Syam)

6. Salah satu cara agar kita mengenali suatu kata dikatakan ِ‫ُِ َظ َّوغ‬
dan ْ‫ ُِؤَٖٔش‬adalah:

a. Bila benda itu berlubang, bundar atau anggota badan yang
jumlahnya berpasang-pasangan, maka dihukumi ‫ ُِ َؤٖٔ ْش‬.
Contohnya: ‫ ِثئْْغ‬،ٌْ‫ أُ ُط‬،‫ َ ْض‬،ْ‫ َأعِى‬،‫َغب ْع‬

b. Bila anggota badan itu tidak mempunyai pasangan, maka
dihukumi ِ‫ ُِ َظ َوّغ‬.
Contoh: ‫ عَأْ ْؽ‬،ْ‫ َأِٔف‬،ٌْ ‫ٌٔـَب‬

Erryk Kusbandhono, M.Pd 13

Ilmu Nahwu Dasar: Cara Mudah Memahami Ilmu Nahwu 2013

َُ‫َالإِ ِؿزفْهَب‬

(Kata Tanya)

1. َُ‫ أؿِز ْف َهب‬adalah kata tanya.
2. Setiap kata tanya ( َُ‫ ) أ ِؿز ْف َهب‬dalam bahasa Arab biasanya selalu

berada di muka kalimat.

3. Di antara َُ‫ أ ِؿز ْفهَب‬itu ialah:

‫َِب ٘ظَا ؟‬ = Apa ini ?

‫ = َِِٓ َطانَ ؟‬Siapa itu ?

‫ = َِزًَ رَظْ َ٘ ُت ؟‬Kapan engkau pergi ?

‫ = أََِ َٓ أَدَِّضُ ؟‬Di mana Ahmad ?

‫ = وَُِ َف دَبٌُهَ ؟‬Bagaimana keadaanmu ?

‫ = َأ ٌٗ اٌْفَب ٔوهَخُ ؟‬Buah apa itu ?

‫ = َ٘ ًْ َأِٔذٔ فَبطَّٔخُ ؟‬Apakah engkau Fathimah ?

‫ = أََأِٔ ٔذ َفبطَُّٔخ ؟‬Apakah engkau Fathimah ?

‫ = وَ ُِ َؿبػًَخ ؟‬Jam berapa ?

‫ = وَُِ ُفٍُىِ ُؿ َه ؟‬Berapa uangmu ?

‫ = ثَِّب رَظْ َ٘ ُت ؟‬Dengan apa engkau pergi ?

Erryk Kusbandhono, M.Pd 14

Ilmu Nahwu Dasar: Cara Mudah Memahami Ilmu Nahwu 2013

4. Kalau yang ditanyakan oleh kata tanya َُِ‫ و‬terdiri dari satu kata,
maka harus dibaca ‫ َٔ َو ِت‬pada huruf akhirnya.
Contoh: ‫ = وَ ُِ َؿبػَخً ؟‬Jam berapa ?

5. Kalau yang ditanyakan oleh kata tanya َُِ‫ و‬terdiri dari dua kata,
maka harus dibaca ِ‫ َعفَغ‬pada huruf pertamanya.
Contoh: ‫ = وَ ُِ ؿَبػَُخ ْاِْ ؟‬Jam berapa sekarang ?

‫ = وَ ُِ ُفٍُىِ ُؿ َه ؟‬Berapa uangmu ?

Erryk Kusbandhono, M.Pd 15

Ilmu Nahwu Dasar: Cara Mudah Memahami Ilmu Nahwu 2013

ُ‫اٌَٖٕ ِؼذ‬

(Kata Sifat)

1. ِ‫ ََٔؼذ‬ialah kata sifat. ‫ ََٔؼ ِذ‬juga boleh disebut ْ‫ ٔهفَخ‬.
2. ‫ َُِِٕؼ ِىد‬ialah kata yang disifati. ‫ َُِِٕؼىِد‬juga boleh disebut ‫ َِىِ ُهىِف‬.
3. ‫( أػغَا ِة‬perubahan harakat) nya ِ‫ ََٔؼذ‬harus mengikuti ‫ أػغَا ِة‬nya

yang di ‫ َُِِٕؼ ِىد‬nya.

a. Kalau ‫ أػغَا ِة‬nya ‫ َُِِٕؼىِد‬itu ‫ َعفَ ِغ‬maka ِ‫ أػغَاة‬nya ِ‫ ََٔؼذ‬harus ‫َعفَغ‬
juga.
Contoh: ‫ = ٔاِِغَأَحٌ جَ ٌٍَُِّٔخ‬Seorang perempuan yang cantik
ْ‫َِىِ ُهىِف ٔهفَخ‬
ِ‫َعفَ ِغ َعفَغ‬

b. Kalau ِ‫ أػغَاة‬nya ‫ َُِِٕؼىِد‬itu ِ‫ َٔ َوت‬maka ِ‫ أػغَاة‬nya ‫ ََٔؼ ِذ‬harus ‫َٔ َو ِت‬
juga
Contoh: ‫ = أِِغَأَحً جًٍََُِّٔخ‬Seorang perempuan yang cantik
‫َِىِ ُهىِف ٔهفَ ْخ‬
ِ‫َٔ َوتِ َٔ َوت‬

Erryk Kusbandhono, M.Pd 16

Ilmu Nahwu Dasar: Cara Mudah Memahami Ilmu Nahwu 2013

c. Kalau ‫ أػغَا ِة‬nya ‫ َُِِٕؼ ِىد‬itu ِ‫ ِجغ‬maka ‫ أػغَا ِة‬nya ‫ ََٔؼ ِذ‬harus ِ‫جِغ‬
juga.
Contoh: ‫ = ٔا ِِغَأَحٕ جٍََُِّٕٔخ‬Seorang perempuan yang cantik

ْ‫َِىِ ُهىِف هٔفَخ‬

‫ِجغِ ِج ِغ‬

4. Jenis ِ‫ ََٔؼذ‬harus mengikuti jenis ‫ َُِِٕؼ ِىد‬nya
a. Kalau ‫ َُِِٕؼ ِىد‬nya ‫ ُِ َظ َّو ِغ‬maka ِ‫ ََٔؼذ‬nya harus ‫ ُِ َظ َّوغ‬juga.
Contoh: ًٌ َُِّٔ‫ = عَ ُجًٌ ج‬Seorang laki-laki yang tampan.

ْ‫َِىِ ُهىِف ٔهفَخ‬

ِ‫ُِ َظ َوّغِ ُِ َظ َوّغ‬

b. Kalau ‫ َُِِٕؼىِد‬nya ‫ ُِ َظ َّو ِغ‬maka ِ‫ ََٔؼذ‬nya harus ‫ ُِ َظ َوّغ‬juga
Contoh: ‫ = أ ِِغَأَحٌ جٌٍََُِّٔخ‬Seorang perempuan yang cantik

‫َِىِ ُهىِف هٔفَ ْخ‬

‫ُِ َؤٖٔ ْش ُِؤَٖٔ ْش‬

5. Kalau ‫ َُِِٕؼ ِىد‬nya ada ْ‫ َاي‬nya, maka ِ‫ ََٔؼذ‬nya juga harus diberi ‫ َا ْي‬.

Erryk Kusbandhono, M.Pd 17

Ilmu Nahwu Dasar: Cara Mudah Memahami Ilmu Nahwu 2013

ٔ‫أ ِؿ ُُ اٌْ َّؼِغِفَٔخ وَأ ِؿ ُُ إٌٖىٔ َغح‬

(Kata Khusus dan Kata Umum)

1. Setiap kata yang ada ‫ َا ْي‬nya, menunjukkan kata yang sudah
khusus (tertentu). Hal ini dalam bahasa Arab disebut ‫ أؿُِٔ َِ ِؼ ِغفَ ْخ‬.
Contoh:
ًُ‫ = َاٌغٖ ُج‬Orang laki-laki (itu)
‫ = اٌَْ َّغِأَُح‬Orang perempuan (itu)

2. Setiap kata yang tidak ada ‫ َا ْي‬nya, menunjukkan kata umum. Hal
ini dalam bahasa Arab disebut ْ‫ أؿُِٔ َٔ ٔىغَح‬.
Contoh:
ًٌ ‫ = عَ ُج‬Orang laki-laki,
‫ = َِغِأٌَح‬Orang perempuan

3. ‫ أؿٔ ُِ َِ ِؼ ِغفَ ْخ‬harus diberi ‫ َا ْي‬dan tidak boleh dibaca َِِٓ‫ رَِٕى‬.
4. ْ‫ أؿُِٔ َٔ ٔىغَح‬harus dibaca َِٓ‫ رَِٕ ِى‬dan tidak boleh diberi ْ‫ َاي‬.

Erryk Kusbandhono, M.Pd 18

Ilmu Nahwu Dasar: Cara Mudah Memahami Ilmu Nahwu 2013

ُ‫َاٌُّْجَِز َضُأ وَاٌْشَجَغ‬

(Kalimat Berita)

1. ْ‫ ُِِجزَضَأ‬dan ِ‫ َسَجغ‬disebut kalimat berita. ‫ سََج ِغ‬ialah kata yang
‫ ُِِجزَضَْأ‬ialah kata yang diterangkan, dan

menerangkan.

2. ْ‫ ُِجِزَضَأ‬dan ‫ سَجَ ِغ‬sama-sama dibaca ‫ َعفَ ِغ‬pada huruf akhirnya.
3. ‫ ُِِجزَضَْأ‬harus terdiri dari ‫ أؿُِٔ َِؼِ ِغفَ ْخ‬, karena kata yang akan

diberitakan itu harus tertentu, sebab itu harus diberi ْ‫َاي‬.
4. ‫ سََج ِغ‬harus terdiri dari ‫ أؿٔ ُِ َٔ ٔىغَْح‬, karena berita itu adalah kata

umum. Oleh sebab itu harus dibaca tanwin pada huruf akhirnya.
5. ِ‫ سَجَغ‬harus sesuai dengan ‫ ُِِجزَضَْأ‬nya.

a. Kalau ْ‫ ُِِجزَضَأ‬nya ‫ ُِ َظ َوّ ِغ‬, maka ‫ سََج ِغ‬nya harus ‫ ُِ َظ َّوغ‬juga.
b. Kalau ْ‫ ُِِجزَضَأ‬nya ‫ ُِ َؤٖٔ ْش‬, maka ‫ َسَج ِغ‬nya harus ْ‫ ُِؤَٖٔش‬juga.

Contoh:

ًٌ َُِّٔ‫ = َاٌغٖ ُج ًُ ج‬Laki-laki itu tampan. ٌ‫ = اٌََّْغِأَُح جَ ٍَُِّٔخ‬Perempuan itu
cantik.

‫ُِِجزَضَأ سََج ِغ‬ ‫ُِجِزَضَأ َسجَ ِغ‬

ِ‫ُِ َظ َّو ِغ ُِ َظ َوّغ‬ ‫ُِؤَٖٔ ْش ُِؤَٖٔ ْش‬

ْ‫َِؼِغِفَ ْخ َٔ ٔىغَح‬ ْ‫َِؼِغِفَ ْخ َٔىٔغَح‬

Erryk Kusbandhono, M.Pd 19

Ilmu Nahwu Dasar: Cara Mudah Memahami Ilmu Nahwu 2013

‫َاٌْ َجب ٗع وَاٌْ َّجِغُ ِو ُع‬

1. ‫ع‬ٙ ‫ جَب‬ialah huruf ‫ جِ ِغ‬yaitu huruf yang mengejerkan. Dan ‫َِ ِج ُغ ِوع‬

ialah kata yang dijerkan. ٙ‫ َجبع‬harus

2. Setiap kata yang didahului oleh salah satu huruf

dibaca ِ‫ ِجغ‬pada huruf akhirnya.
3. Di antara huruf ٙ‫ جَبع‬itu ialah:

‫ وَـ‬- ‫إِلَي – ِِٔٓ – فٔ ٍِ – َػٍ ًَ – َػ ِٓ – ثِـ‬

Contoh:

ِ‫ = َوبٌْجَ ِضع‬seperti bulan purnama

ٔ‫ = إٌَ ٍَ اٌَْجُِذ‬ke rumah ِ‫ = َػٍ ًَ اٌْ َّ ْىَزت‬di atas bangku

‫ = ِٔ َٓ اٌَّْ ِضعَؿَٔخ‬dari sekolah ًِ ‫ = َػ ِٓ اٌَْف ِو‬dari kelas

‫ = فٔ ٍِ اٌْغُ ِغفَٔخ‬di dalam kamar ‫ = ثِبٌ ٖـَُبعَٔح‬dengan mobil

4. ُ‫ اٌَْجَبعٗ وَاٌَّْ ِج ُغ ِوع‬terkadang bisa menjadi ِ‫ َسَجغ‬.
Contoh: ‫َاٌَْمٍَ ُُ َػًٍَ اٌَّْ ْىَز ِت‬

‫َجب ِع َِ ِج ُغ ِوع‬

ِ‫ُِجِزَضَأ سَجَغ‬

Erryk Kusbandhono, M.Pd 20

Ilmu Nahwu Dasar: Cara Mudah Memahami Ilmu Nahwu 2013

ْٔ‫ظَ ِغ ُف اٌَّْ َىب‬

(Keterangan Tempat)

1. ْْ‫ َظغَ ِف َِىَب‬ialah kata yang menunjukkan keterangan tempat.
2. Di antara yang termasuk ْْ‫ َظغَ ِف َِىَب‬ialah:

َ‫ رَ ِذذ‬- َ‫ ٔػِٕض‬-َ‫ جِىَاع‬- َ‫َفىِ َق – َأ َِبَ – َو َعاَء – جَبِٔتَ – َد ِىي‬

Contoh: ٔ‫ = َجبِٔ َت الِإصَاعَح‬di samping kantor
ِ‫ = فَىِقَ اٌ ٖغأْؽ‬di atas kepala

ٔ‫ = أَ َِبَ اٌَّْـِجِض‬di depan masjid ‫ = رَ ِذ َذ الَأ ِع ِى‬di bawah bumi

ِ‫ = َد ِى َي اٌْ ٍََّْؼت‬di sekitar lapangan ٔ‫ = جِىَا َع اٌْ ٔشؼَأَخ‬di dekat lemari

ِ‫ = وَعاََء اٌْ َّطْجَز‬di belakang dapur ِ‫ = ٔػِٕ َض اٌْىَٔزبة‬di sisi buku

Erryk Kusbandhono, M.Pd 21

Ilmu Nahwu Dasar: Cara Mudah Memahami Ilmu Nahwu 2013

ِ‫سَجَ ُغ اٌْ َُّم ٖضَِ َوُِجَِز َضُأ اٌُّْ َؤسٖغ‬

1. َِٖ‫ سَجَغِ ُِمَض‬artinya kata yang menerangkan didahulukan.
2. ‫ ُِجِزَضَْأ ُِؤَ ٖس ِغ‬artinya kata yang diterangkan diakhirkan.
3. ْْ ‫ ظَغَ ِف َِ َىب‬atau huruf ِ‫ َجبع‬kalau disebut di muka kalimat berita,

‫ َسَجغ‬nya didahulukan atau disebut َِٖ‫ َسَجغِ ُِمَض‬, dan ‫ ُِِجزَضَْأ‬nya harus
diakhirkan atau disebut ‫ ُِجِزَضَأْ ُِؤَ ٖس ِغ‬.
4. Perhatikan perbedaan kalimat berikut!
Contoh:

a. ‫ = َاٌ ٖل َجغَُح أَ َِبَ اٌَْجُِ ٔذ‬Pohon itu di depan rumah.
ِ‫ُِجِزَضَأ سَجَغ‬

ْ‫َِؼِغَِف ْخ َٔ ٔى َغح‬

‫ = َأَِبَ اٌْجَُِذٔ َك َجغٌَح‬Di depan rumah itu ada pohon.

‫سََجغِ ُِمَ ٖض َِ ُِِجزَضَأْ ُِؤَرٖ ِع‬

‫َِؼِغِفَخْ َٔىٔغَْح‬

b. ِ‫ٔف ٍِ اٌ ٗضعِط‬ ٍَُُ‫ = اٌََْم‬Pena itu ada di lemari.
ِ‫سََجغ‬ ‫ُِِجزَضَأ‬

ْ‫َِ ِؼغِفَ ْخ َٔىٔ َغح‬

Erryk Kusbandhono, M.Pd 22

Ilmu Nahwu Dasar: Cara Mudah Memahami Ilmu Nahwu 2013

ٍَُْ‫ = ٔفٍ اٌ ٗض ِعط َل‬Di dalam laci itu ada pena.
ِ‫َسجَ ِغ ُِمَ ٖض َِ ُِجِزَضَْأ ُِؤَسٖغ‬

ْ‫َِ ِؼ ِغفَخ َٔىٔغَح‬
‫جَب ِع َِ ِج ُغ ِوع‬

5. Setiap ‫ ُِجِزَضَْأ ُِؤَ ٖس ِغ‬harus ‫ َٔ ٔىغَْح‬.
6. Perhatikan kalimat tersebut di atas:

ٌ‫ = أََِبَ اٌْجَُِ ٔذ َك َجغَح‬Di depan rumah itu ada pohon.
ُْ ٍَ‫ = ٔفٍ اٌ ٗضعِ ِط َل‬Di dalam laci itu ada pena.
Kata pohon dan pena ( ٍَُْ‫ ) كَ َجغَحٌ َو َل‬di sini adalah bersifat umum,
karena itu ‫ ُِجِزَضَْأ ُِؤَ ٖس ِغ‬harus ‫ َٔىٔغَْح‬.

Erryk Kusbandhono, M.Pd 23

Ilmu Nahwu Dasar: Cara Mudah Memahami Ilmu Nahwu 2013

َ‫لَا َِ وَ ػِٕٔض‬

(Kata Milik)

1. َ‫ ػِٕٔض‬dan َِ‫ لَا‬itu artinya kepunyaan atau mempunyai. Kata ini juga

disebut kata milik.
2. َ‫ ٔػِٕض‬dan َِ‫ لَا‬harus dirangkaikan dengan kata lain. Dan kata yang

disebutkan setelah ‫ ػِٕٔ َض‬dan ََِ‫ لا‬harus dibaca ‫ جَب ِع‬.
3. Kata benda yang dipunyai harus dibaca ‫َعفَ ِغ‬

Contoh: ‫ = ػِٕٔ َض الأَ ِة طَبٔفٌَُخ‬Ayah mempunyai kopyah

ٌ‫ٌٔلأَةِ طَبٔفَُخ‬ = Ayah mempunyai kopyah

‫ = اٌَ َّطبفَُُٔخ ػِٕٔضَ الأَ ِة‬Kopyah itu milik ayah

‫اٌَ َطّبفَُُٔخ ٌلَأ ِة‬ = Kopyah itu milik ayah

4. َ‫ ٔػِٕض‬dan َِ َ‫ لا‬kalau disebut di muka kalimat harus menjadi َِ ٖ‫ َسَج ِغ ُِمَض‬.

5. Perhatikan perbedaan kalimat ini:

a. ‫; ٔػِٕضَ الَأةِ َطبفٌَُٔخ‬ ٌ‫ٌلَأةِ َطبٔفَُخ‬

‫سَجَغِ ُِمَضَِٖ ُِجِزَضَْأ ُِؤَرٖ ِع‬ ‫سََجغِ ُِمَضٖ َِ ُِجِزَضَْأ ُِؤَ ٖر ِع‬

b. ِ‫; اٌَ َّطبٔفَُُخ ػِٕٔضَ الَأة‬ ‫َاٌ َطّبفَُُٔخ ٌلأَ ِة‬

ِ‫ُِجِزَ َضأ سََجغ‬ ‫ُِِجَز َضأ َسَج ِغ‬

Erryk Kusbandhono, M.Pd 24

Ilmu Nahwu Dasar: Cara Mudah Memahami Ilmu Nahwu 2013

Hubungan Kata ْ‫ ٔهفَخ‬dengan ‫ُِجِزَ َضْأ سَجَ ِغ‬

1. Kata ْ‫ هٔفَخ‬boleh menyifati ‫ ُِجِزَضَأ‬dan boleh juga menyifati ِ‫سَجَغ‬
2. Perhatikan kalimat di bawah ini!

Contoh:
‫ = الإِػَا َُع اٌْجَضَِٔ ُض ٌلأَ ِة‬Sarung yang baru itu kepunyaan ayah
ِ‫ُِجِزَضَأ ٔهفَ ْخ َسَجغ‬
ْ‫ = ٌلأةِ إِػَاعْ جَ ٔضَِض‬Ayah mempunyai sarung baru
‫سََجغِ ُِِجزَضَأْ ٔهفَ ْخ‬

ٍِٕ‫ = َاٌ ٖـُٖبعَُح اٌْجَضَِٔضَحُ لَأ ِر اٌَْغ‬Mobil yang baru itu kepunyaan saudara
yang kaya

ْ‫ُِِجزَضَأ هٔفَ ْخ َسَج ِغ هٔفَخ‬
ٌ‫ = لأَرِ اٌْ َغٍِٕ َؿُٖبعَحٌ جَضَِٔضَح‬Saudara yang kaya itu mempunyai mobil baru
ْ‫سَجَ ِغ هٔفَخْ ُِِجزَضَأ هٔفَخ‬

Erryk Kusbandhono, M.Pd 25

Ilmu Nahwu Dasar: Cara Mudah Memahami Ilmu Nahwu 2013

ُ‫َالإِ ًَبَفخ‬

(Kata Pelengkap)

1. ‫ إِ ًَبفَ ْخ‬ialah kata pelengkap.
2. ‫ إِ ًَبفَ ْخ‬terdiri dari:

a. ‫ ٌَُِب ِف‬yaitu kata yang dilengkapi, biasanya tidak boleh dibaca
َِٓ‫ َرِٕ ِى‬atau tidak boleh diberi ‫ َا ْي‬.

b. ٌَُِٗ‫ ٌَُِب ِف ِإ‬yaitu kata yang melengkapi; biasanya dibaca ِ‫ جَبع‬dan
diberi ‫ َا ْي‬.

3. Perhatikan contoh dibawah ini! ْ‫إِ ًَبفَخ‬
ْ‫إًَِبفَخ‬

ٌَُِِٗ‫ ُِ ٌَب ِف إ‬-ِ‫ٌَُِبف‬ Artinya ٌَُِِٗ‫ٌَُِب ِف إ‬-‫ٌَُِب ِف‬ Artinya

ِ‫ٔوَزب ُة اٌزٖب ِعَِز‬ Buku Sejarah ‫آٌَُخ اٌ َّطجِ ِز‬ Alat Memasak

ٔ‫َسبرٔ ُُ اٌْذَ ٔضَِض‬ ‫ٌٔجَب ُؽ اٌْ َذ ِغَِ ِغ‬

Cincin Besi Baju Sutera

4. ‫ إِ ًَبفَ ْخ‬disebut juga kata majemuk yaitu dua kata yang
pengertiannya menjadi satu. Kata yang pertama menjadi ‫ُِ ٌَب ِف‬
dan kata yang kedua menjadi ٌَُِٗ‫ ُِ ٌَب ِف ِإ‬.

Erryk Kusbandhono, M.Pd 26

Ilmu Nahwu Dasar: Cara Mudah Memahami Ilmu Nahwu 2013

5. Adapun pada ٌَُِٗ‫ ٌَُِب ِف ِإ‬boleh tidak diberi ْ‫ َاي‬.
Contoh: ٍ‫ ٔوزَبةُ َرب ِعَِز‬, ٕ‫ سَبرٔ ُُ دَضَِٔض‬, ‫ آٌَُخ طَجِ ٍز‬, ‫ٌٔجَب ُؽ دَغَِِ ٍغ‬

6. Antara ‫ ٌَُِب ِف‬dan ٌَُِٗ‫ ٌَُِب ِف ِإ‬pada ْ‫ إًَِبفَخ‬mengandung arti ِِٓٔ atau
ٌَُِ (dari atau kepunyaan).

7. ‫ إًَِبفَ ْخ‬boleh terdiri dari beberapa ٌَُِِٗ‫ ُِ ٌَب ِف إ‬. dan semua ٌَُِٗ‫ ُِ ٌَب ِف ِإ‬itu
harus dibaca ٙ‫ َجبع‬, adapun ِ‫ ٌَُِبف‬nya harus dibaca menurut
jabatannya.

Contoh: َٓ ُِّٔ ٍٔ‫ُه َى ُع عَٔئُِ ِؾ اٌْجُّ ُهغَِٖخٔ اٌْجِلَا ٔص اٌُّْ ِـ‬

ٌَُِٗ‫ُِ ٌَبفِ ٌَُِبفِ إٌَُِِٗ ُِ ٌَب ِف ِإٌَُِٗ ٌَُِب ِف ِإٌَُِٗ ٌَُِب ِف ِإ‬

8. Antara ‫ ٌَُِب ِف‬dan ٌَُِٗ‫ ُِ ٌَب ِف ِإ‬tidak perlu sama; ‫ ُِفْغَ ِص‬dan ‫ جََّغ‬nya,
‫ ُِ َؤٖٔ ْش‬dan ِ‫ ُِ َظ َّوغ‬nya.

Contoh:
ِ‫ = َكهَبصَُح إٌٖبجِخ‬Tanda lulus, ِ‫ = آلادُ اٌزٖ ِوىَِِغ‬Mesin fotocopy

ٌَُِٗ‫ُِ ٌَب ِف ُِ ٌَب ِف ِإ‬ ٌَُِِٗ‫ٌَُِب ِف ُِ ٌَب ِف إ‬

ِ‫ُِؤَٖٔ ْش ُِ َظ َوّغ‬ ‫ُِ َؤٖٔ ْش ُِ َظ َوّ ِغ‬

ِ‫ُِ ْف َغصِ ُِفْ َغص‬ ‫جََّغِ ُِفْغَ ِص‬

Erryk Kusbandhono, M.Pd 27

Ilmu Nahwu Dasar: Cara Mudah Memahami Ilmu Nahwu 2013

‫أؿِ ُُ أٌٌُِّٖغ‬

(Kata Ganti)

1. ‫ أؿِ ُُ اٌٌٖ ُِّٔغ‬ialah kata ganti.
2. Semua kata ganti kedudukannya selalu menjadi ‫ ُِجِزَضَأ‬.
3. ‫ أؿِ ُُ اٌٌٖ ُِّٔغ‬ada dua macam:

a. ًْ ‫ َُِِٕف ٔو‬yaitu kata ganti yang dapat berdiri sendiri.

Contoh: ٌ‫أََٔب ٔرٍْ ُِّٔظ‬

‫ُِجِزَضَأ سََجغ‬

b. ًْ ‫ ُِٖز ٔو‬yaitu kata ganti yang tidak dapat berdiri sendiri. Kata
ganti ini harus dirangkaikan dengan kata lain.

Misal: ‫ َ٘ب‬- ُٖ - ‫ ٔن‬- َ‫ ن‬- ٌِ

Contoh: ‫ ٔوزَبُثهَب‬- ُُٗ‫ ؤزَبث‬- ‫ ٔوزَبُث ٔه‬- َ‫ ؤزَبُثه‬- ٍِ‫ٔوزَبِث‬

4. ُٖ ‫ ًَُِّٔ ِغ‬apabila jatuh setelah huruf ْ‫ َْأ ؿُ ُى ِى‬atau setelah harakat
‫ وَـِغَْح‬, harus dibaca ‫جِ ِغ‬

Contoh: ُِٗٔٔ‫ ف‬- ٌَُِِٗٔ‫ إ‬- ٔٗٔ‫فِي َِ ِضعَ َؿز‬

Erryk Kusbandhono, M.Pd 28

Ilmu Nahwu Dasar: Cara Mudah Memahami Ilmu Nahwu 2013

5. Setiap kata yang ada ‫ ًَ ُِّٔ ِغ‬nya tidak boleh diberi ْ‫َاي‬

Contoh: ٔٗٔ‫فِي اٌَّْ ِضعَ َؿز‬

6. ‫ أؿٔ ُِ ًَُِّٔ ِغ َرضَُِْٕ ْخ‬yaitu kata ganti untuk dua orang.
a. ًْ ‫ ُِِٕفَ ٔو‬. Contoh: ْٔ‫ أَِٔزُ َّب ُِ ِـٍٔ َّب‬- ْٔ‫ُ٘ َّب ُِ ِـٍَّٔب‬

b. ًْ‫ ُِزٖ ٔو‬. Contoh: ‫ ؤزَبُثهَُّب‬- ‫ؤَزبُثىُ َّب‬

7. ِ‫ أؿٔ ُِ ًَ ُِّٔغ‬yaitu kata ganti untuk orang banyak.

a. ًْ‫ ُِِٕفَ ٔو‬.

Contoh: ْ‫ ُ٘ ٖٓ ُِ ِـٍٔ َّبد‬- َْ‫ ُ٘ ُِ ُِ ِـٍٔ ُّ ِى‬- َِْ‫ أَِٔزُُِ ُِ ِـٍٔ ُّى‬- َْ‫َٔ ِذُٓ ُِ ِـٍٔ ُّ ِى‬

b. ًْ‫ ُِزٖ ٔو‬.

Contoh: ٖٓ ‫ ؤزَبُث ُه‬- ُِ ُ‫ ؤَزبُثه‬- ٖٓ ‫ ٔوزَبُث ُى‬- ُُِ‫ ٔوَزبثُى‬- ‫ؤَزبثَُٕب‬

8. Kalau kata ganti ‫ ُ٘ َّب‬- ٖٓ ُ٘ - ُِ ُ٘ jatuh setelah ْ‫ َْأ ُؿ ُى ِى‬atau
setelah harakat ْ‫ وَـِغَح‬, harus dibaca ‫ ِج ِغ‬.

Contoh: ٖٓ ‫ ِإٌَُِ ِه‬- ‫ إٌَُِِهِ َّب‬- ُِ ِ‫إٌَُِِه‬

Erryk Kusbandhono, M.Pd 29

Ilmu Nahwu Dasar: Cara Mudah Memahami Ilmu Nahwu 2013

‫ٌَُِ َؾ وَ ٌَُِ َـ ِذ‬

1. ‫ ٌَُِ َؾ‬dan ِ‫ ٌَُِ َـذ‬artinya tidak atau bukan.
2. ‫ ٌَُِ َؾ‬dipakai untuk ِ‫ ُِ َظ َوّغ‬dan ِ‫ ٌَُِ َـذ‬untuk ‫ ُِؤَٖٔ ْش‬.
3. ‫ ٌَُِ َؾ‬kalau berhubungan dengan kata benda lain, harus sesuai

dengan ‫ ُِ َظ َوّغ‬dan ْ‫ ُِ َؤٖٔش‬nya.
4. َ‫ ٌَُِؾ‬kalau berhubungan dengan kata miliknya, kata yang dipunyai

harus dibaca ِ‫ َعفَغ‬.

5. Perhatikan contoh di bawah ini!
a. ٌ‫ = ٌٔ ٍِ ِِٕٔظَغَح‬Saya punya kacamata.
ِ‫لَاَِ ٍُِْهٔ عَفَغ‬
ٍ‫ = َاٌْ ِّٕٔظَغَحُ ِِٕٔظَ َغٔر‬Kacamata itu, kacamataku
ِ‫أؿٔ ُِ َِؼِ ِغفَخْ أؿٔ ُِ ًَُِّٔغ‬
ٌ‫ = ٌَُِؾَ ٌٔ ٍِ ِِٕٔظَغَح‬Saya tidak punya kacamata
‫ٌَُِ َؾ لَا َِ ٍُِْهٔ أؿُِٔ َٔىٔغَح‬
ٍٔ‫ = َإٌِّْٔظَغَُح ٌَُِ َـذِ ِِٕٔ َظ َغر‬Kacamata itu, bukan kacamataku
ِ‫أؿٔ ُِ َِ ِؼ ِغفَ ْخ ٌَُِ َـذِ أؿٔ ُِ ًَ ُِّٔغ‬

Erryk Kusbandhono, M.Pd 30

Ilmu Nahwu Dasar: Cara Mudah Memahami Ilmu Nahwu 2013

Hubungan antara َ‫ ٌَُِؾ‬dengan ‫ُِجَِز َضأْ سَجَ ِغ‬

1. ‫ ٌَُِ َؾ‬apabila berhubungan dengan ‫ ُِجِزَضَْأ سََج ِغ‬, harakatnya ‫ُِجِزَضَْأ سََج ِغ‬
harus berubah; yaitu: ‫ ُِجِزَضَْأ‬nya harus ‫ َعفَغ‬dan ‫ َسجَغ‬nya harus ‫ َٔ َو ِت‬.

2. Perhatikan kalimat di bawah ini!

a. ‫اٌَْ ِّٕٔ َظغَحُ ٍَُِىٌَِٖخ‬ = Kacamata itu berwarna

‫ = ٌَُِ َـ ٔذ إٌِّْٔظَغَحُ ٍَُِىًَِٖخ‬Tidaklah kacamata itu berwarna

ً‫ = إٌَِّْٔ َظغَحُ ٌَُِ َـذِ ٍَُِ ٖىَِخ‬Kacamata itu tidak berwarna

b. ٌ‫اٌََْمٍَ ُُ ٍَُِ ٖىَِخ‬ = Ballpoin itu tidak berwarna

ً‫ = ٌَُِ َؾ اٌَْمٍَ ُُ ٍَُِىٖٔب‬Tidaklah ballpoin itu berwarna

ً‫ = اٌََْمٍَ ُُ ٌَُِؾَ ٍَُِىٖٔب‬Ballpoin itu tidak berwarna

Erryk Kusbandhono, M.Pd 31

Ilmu Nahwu Dasar: Cara Mudah Memahami Ilmu Nahwu 2013

ْ‫جُ ٍَُِّخ الإ ِؿُّٖ ْخ وَ ُج ٍَُِّخ أٌْف ِؼٍُٖٔخ‬

1. ‫ َؤٍَّ ْخ‬dalam bahasa Indonesia disebut kata. Sedangkan ْ‫ جُ ٍَِّخ‬dalam
bahasa Indonesia disebut kalimat. َِ ‫ وَلَا‬atau ْ‫ ُِ َذب َصصَخ‬dalam bahasa
Indonesia disebut pembicaraan. Dan ْ‫ َل ِىي‬dalam bahasa
Indonesia disebut perkataan. Adapun ِ‫ ٔدىَاع‬dalam bahasa
Indonesia disebut dialog.

2. ‫ َؤٍَّ ْخ‬dalam bahasa Indonesia ada tiga macam:

a. ُِٔ‫ َؤٍَّ ْخ أؿ‬atau kata benda; yaitu kata yang menunjukkan nama
barang, nama jenis atau sifat, dan nama makhluk hidup.

Contoh: ٍٙ ٔ‫ = وُغِؿ‬Kursi, ُ‫ = اَ ِهفَغ‬Kuning, ُ‫ = أَدَِّض‬Ahmad

3. ًْ‫ َؤٍَّخْ ٔفٔؼ‬atau kata kerja; yaitu kata yang menunjukkan arti
pekerjaan.
Contoh: َ‫ طَ َ٘ت‬- ‫ َظْ َ٘ ُت‬- ‫أطْ َ٘ ِت‬

4. ِ‫ َؤٍَّ ْخ دُ ُغوِف‬atau kata sambung; yaitu kata yang tidak punya
pengertian yang sempurna kecuali dirangkaikan dengan kata
lain.
Contoh: ِِٓٔ - ‫ َو‬- ٍِٔ‫ ف‬- ‫َن‬

Erryk Kusbandhono, M.Pd 32

Ilmu Nahwu Dasar: Cara Mudah Memahami Ilmu Nahwu 2013

5. ‫ جُ ٍَِّ ْخ‬dalam bahasa Arab ada dua:
a. ‫ جُ ٍَِّ ْخ أؿُِّٖٔ ْخ‬atau kalimat berita; yaitu kalimat yang awalannya
ُِٔ‫ أؿ‬dan terdiri dari ِ‫ ُِجِزَ َضأ سَجَغ‬.
Contoh: ًِ‫ = َالأُ ِؿَزب ُط فٔ ٍِ اٌْفَ ِو‬Guru itu di kelas
b. ْ‫ جُ ٍَِّ ْخ ٔف ِؼٍُٖٔخ‬atau kalimat kerja; yaitu kalimat yang walannya ًْ‫ٔفٔؼ‬
dan terdiri dari: ‫ ٔفٔؼ ًْ َفب ٔػًْ َِفُْؼ ِىي‬.
Contoh: ‫زٍْ ُِّٔظُ اٌ ٖضعِ َؽ‬ٌٚ‫ = َ ْمغَُأ ا‬Murid membaca pelajaran
ًْ ‫َفب ٔػًْ َِفُْؼ ِىي ٔفٔؼ‬

Hubungan antara ‫جٍَُُِّخ الإ ِؿُّٖ ْخ َو جُ ٍَُِّخ أٌْف ِؼٍُٖٔ ْخ‬

1. ًْ ‫ ٔفٔؼ‬dalam ‫ جُ ٍَِّ ْخ فٔ ِؼٍُٖٔ ْخ‬harus selalu disebut di permulaan kalimat dan
harus ‫ ُِ ْف َغ ِص‬dan ًْ‫ فَب ٔػ‬nya harus dibaca ِ‫ َعفَغ‬, ada pun ‫ َِفُْؼ ِىي‬harus
dibaca ‫ َٔ َو ِت‬.

2. ًْ ‫ ٔفٔؼ‬dalam ْ‫ جُ ٍَِّخْ فٔ ِؼٍُٖٔخ‬harus sesuai dengan ًْ‫ َفب ٔػ‬nya, antara ‫ُِ َظ َوّ ِغ‬
dan ْ‫ ُِؤَٖٔش‬nya.

3. ًْ‫ ٔفٔؼ‬dalam ْ‫ جُ ٍَِّ ْخ أؿُِّٖٔخ‬harus sesuai dengan ‫ ُِجِزَضَأ‬nya, antara
‫ ُِ َظ َّو ِغ‬dan ‫ ُِؤَٖٔ ْش‬nya dan ‫ ُِفْ َغ ِص‬dan ِ‫ جََّغ‬nya.

Erryk Kusbandhono, M.Pd 33

Ilmu Nahwu Dasar: Cara Mudah Memahami Ilmu Nahwu 2013

ًُِ‫َاٌْ ٔفؼ‬

1. ًْ ‫ فٔٔؼ‬dalam bahasa Arab ada tiga macam:

a. ًًٔ‫ فٔٔؼ ًْ َِب‬yaitu kata kerja yang menunjukkan waktu sudah
dikerjakan (waktu lampau).

b. ‫ ٔفٔؼًْ ُِ ٌَبعِ ِع‬yaitu kata kerja yang menunjukkan waktu sedang
dikerjakan

c. ‫ ٔفٔؼ ًْ َأ َِ ِغ‬yaitu kata perintah.

2. Cara membentuk ًْ‫ٔفٔؼ‬

a. ًًٔ‫ ٔفٔؼ ًْ َِب‬yaitu dengan menambah akhiran pada ًْ ‫ ٔفٔؼ‬yang
disesuaikan dengan ًْ‫ فَب ٔػ‬nya atau pelakunya. Perhatikan tabel

berikut ini:

ًًٔ ‫ فٔٔؼًْ َِب‬Akhiran Pelakunya ًْ‫َفب ٔػ‬

ًَ‫ فََؼ‬- Dia (laki-laki) ‫ُ٘ َى‬

َ‫َفؼَلا‬ ‫ ا‬Mereka berdua (laki-laki) ‫َُّ٘ب‬

‫ وِا فََؼٍُىِا‬Mereka (laki-laki) ُِ ُ٘

ِ‫ دِ َفَؼٍَذ‬Dia (perempuan) ٍَ ٘ٔ

Erryk Kusbandhono, M.Pd 34

Ilmu Nahwu Dasar: Cara Mudah Memahami Ilmu Nahwu 2013

‫ رَب َفَؼٍََزب‬Mereka berdua (perempuan) ‫ُ٘ َّب‬

ٍَْٓ‫ َْ َفَؼ‬Mereka (perempuan) ُٖٓ٘

‫ َد فََؼٍْ َذ‬Engkau (laki-laki) َ‫أَِٔذ‬

‫ رُ َّب َفَؼٍْزُ َّب‬Engkau berdua (laki-laki) ‫أَِٔزَُّب‬

ُِ ُ‫ رُ ُِ َفَؼٍْز‬Engkau semua (laki-laki) ُُِ‫أَِٔز‬

‫ ٔد فََؼٍْ ٔذ‬Engkau (perempuan) ٔ‫َأِٔذ‬

‫َف َؼٍْزَُّب‬ ‫ رُ َّب‬Engkau berdua (perempuan) ‫أَِٔزَُّب‬

ٖٓ‫َف َؼٍُْز‬ ٖٓ‫ ُر‬Engkau semua (perempuan) ٖٓ‫أَُِٔز‬

ُ‫ دُ َفَؼٍْذ‬Aku ‫َأَٔب‬

‫ َٔب فََؼٍَْٕب‬Kita ُٓ‫َٔ ِذ‬

(sudah) mengerjakan

b. Cara membentuk ‫ ٔفٔؼًْ ُِ ٌَبعِع‬yaitu dengan menambah awalan pada
ًْ‫ فٔٔؼ‬yang disesuaikan dengan ًْ‫ َفب ٔػ‬nya. Perhatikan tabel berikut ini:

Erryk Kusbandhono, M.Pd 35

Ilmu Nahwu Dasar: Cara Mudah Memahami Ilmu Nahwu 2013

‫فٔٔؼ ًْ ٌَُِبعِ ِع‬ Awalan Pelakunya ًْ‫َفب ٔػ‬

ًُ‫ٌَ َ ْفَؼ‬ Dia (laki-laki) َ‫ُ٘ى‬

ْٔ‫أْ َفْؼَلَا‬...َ.‫َـ‬ Mereka berdua (laki-laki) ‫ُ٘ َّب‬

َْ ‫ ِوَْ َفَْؼٍُ ِى‬.....‫َـ‬ Mereka (laki-laki) ُُِ٘

ًُ‫َد رَ ْفَؼ‬ Dia (perempuan) ٍَٔ٘
َْٔ‫أْ َفْؼَلا‬...َ.‫َـ‬
ٍَْٓ‫ َْ َ ْفَؼ‬....‫َـ‬ Mereka berdua (perempuan) ‫ُ٘ َّب‬
ًُ ‫َد َر ْفَؼ‬
ْٔ َ‫ا ْٔ رَفْؼَلا‬....‫رَـ‬ Mereka (perempuan) ُٖٓ٘
َْ ‫وِ َْ رَفَْؼٍُ ِى‬....‫َرـ‬
َٓ ٍُِٔ‫َِ َٓ رَ ْفَؼ‬....‫رَـ‬ Engkau (laki-laki) َ‫َأِٔذ‬
ْٔ ‫ا ْٔ َرفْؼَلَا‬....‫رَـ‬
ٍَْٓ‫ َْ َر ْفَؼ‬....‫َرـ‬ Engkau berdua (laki-laki) ‫أَِٔزَُّب‬
ًُ ‫َأ َأْفَؼ‬
ًُ ‫َْ َٔ ْفَؼ‬ Engkau semua (laki-laki) ُِ ُ‫أَِٔز‬

Engkau (perempuan) ٔ‫َأِٔذ‬

Engkau berdua (perempuan) ‫َأِٔزَُّب‬

Engkau semua (perempuan) ٖٓ ‫َأُِٔز‬
Aku ‫َأَٔب‬
Kita ُٓ ‫َٔ ِذ‬

(sedang) mengerjakan

Erryk Kusbandhono, M.Pd 36

Ilmu Nahwu Dasar: Cara Mudah Memahami Ilmu Nahwu 2013

c. Cara membentuk ِ‫ فٔٔؼ ًْ أََِغ‬yaitu:

- Harus terdiri dari ‫ٔفٔؼًْ ُِ ٌَبعِع‬
- Huruf awalannya dihilangkan ( ‫) دَظْ ُف‬
- Huruf akhirnya dimatikan ( ََِ‫) َجؼ‬
- Kalau huruf pertamanya mati, harus diberi awalan ْ‫َ٘ ِّؼَح‬

Cara memberi harakat pada ْ‫ َِّ٘ؼَح‬yaitu:

- Kalau pada ًْ‫ ػَُِ ِٓ ٔفٔؼ‬nya (huruf yang di tengah) itu berharakat
ْ‫ ًَّٖخ‬maka ْ‫ َ٘ ِّْؼَح‬tersebut harus diberi harakat ْ‫ًَّٖخ‬

- Kalau pada ًْ‫ ػَُِ ِٓ ٔفٔؼ‬nya (huruf yang di tengah) itu berharakat
ْ‫ َفزِذَخ‬atau ْ‫ وَ ِـغَح‬maka ‫ َ٘ ِّؼَْح‬tersebut harus diberi harakat ‫وَـِغَْح‬

Perhatikan tabel berikut ini!

tambahan ‫دُ ُغوِ ِف آ ٔسغًا‬ ‫ُد ُغوِ ِف َأ ٖولًا‬ ‫فٔٔؼ ًْ ٌَُِبعِ ِع‬
dihilangkan
‫َأ ٖولًا َِّ٘ؼَْح‬ dimatikan

‫ أُِ ُو ِغ‬tolonglah! ‫ِٔ ُو ِغ‬ ‫ِٔ ُو ُغ‬ ‫َِٕ ُو ُغ‬

ِ‫ ٔافْزَخ‬bukalah! ِ‫ْفزَخ‬ ‫ْفزَ ُخ‬ ‫َ ْفزَ ُخ‬

‫ أ ًِغِ ِة‬pukullah! ‫ًِ ِغ ِة‬ ‫ًِ ِغ ُة‬ ُ‫َ ٌِ ِغة‬

Erryk Kusbandhono, M.Pd 37

Ilmu Nahwu Dasar: Cara Mudah Memahami Ilmu Nahwu 2013

- Huruf awalan ْ‫ َ٘ ِّؼَح‬pada ‫ فٔٔؼ ًْ أََِ ِغ‬dinamakan ًْ‫َِّ٘ؼَْح وَ َه‬. Apabila
ًْ ‫ َِّ٘ؼَْح وَ َه‬itu didahului oleh kata atau huruf lain, ًْ ‫َ٘ ِّؼَْح وَ َه‬

tersebut tidak dibaca.
Contoh: ‫ َفب ًِ ِغ ِة‬- ‫ وَاْفزَ ِخ‬- ‫وَأِ ُوغ‬

- Contoh perubahan-perubahan ‫ فٔٔؼ ًْ َأَِ ِغ‬sesuai dengan
pelakunya

‫ ٔفٔؼ ًْ أََِ ِغ‬Tambahan Pelakunya ًْ ‫َفب ٔػ‬
َ‫َأِٔذ‬
‫ ا أطْ َ٘ ِت‬Engkau (laki-laki) ‫أَِٔزَُّب‬
ُُِ‫َأِٔز‬
‫ٔاطََْ٘جب‬ َ‫ـب‬....‫ا‬ Engkau berdua (laki-laki) ٔ‫أَِٔذ‬
‫أَِٔزُ َّب‬
‫وِا ٔاطْ َُ٘جىِا‬....‫ ا‬Engkau semua (laki-laki) ٖٓ ‫َأُِٔز‬

ٍِ‫ٌِ ٔاطَِْ٘ج‬....‫ ا‬Engkau (perempuan)

‫أطْ َ٘جَب‬ ‫ـَب‬....‫ا‬ Engkau berdua (perempuan)

َٓ ‫ َْ ٔاطْ َِ٘ج‬....‫ ا‬Engkau semua (perempuan)

Erryk Kusbandhono, M.Pd 38

Ilmu Nahwu Dasar: Cara Mudah Memahami Ilmu Nahwu 2013

ًًِٔ‫َروِغَِِف ٔفؼٔ ًْ َِب‬

ًًٔ‫فٔٔؼ ًْ َِب‬ Akhiran Pelakunya ًْ ‫فَب ٔػ‬
َ‫طَ َ٘ت‬ - Dia (laki-laki) َ‫ُ٘ى‬
‫طَ َ٘جَب‬
‫طَ َُ٘جىِا‬ ‫ ا‬Mereka berdua (laki-laki) ‫َُّ٘ب‬
ِ‫طَََ٘جذ‬
‫طََ٘جَزَب‬ ‫ وِا‬Mereka (laki-laki) ُُِ٘
َٓ‫طَ َِ٘ج‬
‫طََِ٘ج َذ‬ ِ‫ د‬Dia (perempuan) ٍَٔ٘
‫طَ َِ٘جزَُّب‬
ُُِ‫طََِ٘جز‬ ‫ رَب‬Mereka berdua (perempuan) ‫ُ٘ َّب‬
‫طََِ٘ج ٔذ‬
‫طََِ٘جزُ َّب‬ َْ Mereka (perempuan) ٖٓ ُ٘
ٖٓ‫طََِ٘جُز‬
‫طََِ٘ج ُذ‬ ‫ َد‬Engkau (laki-laki) ‫َأِٔ َذ‬
‫طَ َِ٘جَٕب‬ ‫ رُ َّب‬Engkau berdua (laki-laki) ‫َأِٔزُ َّب‬

ُُِ‫ ر‬Engkau semua (laki-laki) ُِ ُ‫أَِٔز‬

‫ ٔد‬Engkau (perempuan) ‫َأِٔ ٔذ‬

‫ رَُّب‬Engkau berdua (perempuan) ‫َأِٔزُ َّب‬

ٖٓ‫ ُر‬Engkau semua (perempuan) ٖٓ ‫أَُِٔز‬

ُ‫ د‬Aku ‫َأَٔب‬

‫ َٔب‬Kita ُٓ ‫َٔ ِذ‬

(sudah) pergi

Erryk Kusbandhono, M.Pd 39

Ilmu Nahwu Dasar: Cara Mudah Memahami Ilmu Nahwu 2013

‫َروِغَِِف ٔفؼٔ ًْ ٌَُِبعِ ِع‬

ِ‫فٔٔؼ ًْ ُِ ٌَبعِع‬ Awalan Pelakunya ًْ‫َفب ٔػ‬
‫َظْ َ٘ ُت‬
ْٔ ‫َظْ َ٘جَب‬ ٌَ Dia (laki-laki) ‫ُ٘ َى‬
َْ ‫َظَُْ٘ج ِى‬
ُ‫رَظْ َ٘ت‬ ْٔ‫ا‬...َ.‫ َـ‬Mereka berdua (laki-laki) ‫َُّ٘ب‬
ْٔ ‫َظََْ٘جب‬
َٓ‫َظَِْ٘ج‬ َِْ‫و‬.....‫ َـ‬Mereka (laki-laki) ُُِ٘
ُ‫رَظْ َ٘ت‬
ْٔ‫رَظْ ََ٘جب‬ ‫ َد‬Dia (perempuan) ٍَٔ٘
َْ ‫رَظَُْ٘ج ِى‬
َٓ ُِ‫رَظْ َِ٘ج‬ ْٔ‫ا‬...َ.‫ َـ‬Mereka berdua (perempuan) ‫َُّ٘ب‬
ْٔ ‫رَظْ َ٘جَب‬
َٓ‫رَظْ َِ٘ج‬ َْ ....‫ َـ‬Mereka (perempuan) ُٖٓ٘
‫أَطْ َ٘ ُت‬
‫َٔظْ َ٘ ُت‬ ‫ َد‬Engkau (laki-laki) َ‫َأِٔذ‬

(sedang) pergi ْٔ‫ا‬....‫ رَـ‬Engkau berdua (laki-laki) ‫َأِٔزَُّب‬

َْ‫ ِو‬....‫ رَـ‬Engkau semua (laki-laki) ُِ ُ‫أَِٔز‬

َٓ َِ....‫رَـ‬ Engkau (perempuan) ‫َأِٔ ٔذ‬
ْٔ‫ا‬....‫َرـ‬ Engkau berdua (perempuan) ‫َأِٔزَُّب‬
َْ ....‫رَـ‬ Engkau semua (perempuan) ٖٓ ‫َأُِٔز‬
Aku ‫َأَٔب‬
‫َأ‬ Kita ُٓ ‫َٔ ِذ‬
َْ

Erryk Kusbandhono, M.Pd 40

Ilmu Nahwu Dasar: Cara Mudah Memahami Ilmu Nahwu 2013

‫َالِإػِلاَي‬

1. ‫ إِػِلَا ْي‬ialah uraian tentang kata.
2. ‫ ُد ُغ ِوف ٔػٍَّ ْخ‬yaitu; ‫ وَا ُو‬- ِ‫ أٌَف‬- ْ‫َأ‬
3. ‫ ُد ُغوِ ِف هَذُِٔخ‬yaitu huruf selain ‫ ُد ُغ ِوف ٔػٍَّ ْخ‬.
4. ًًٔ‫ ٔفٔؼ ًْ َِب‬apabila dirangkaikan dengan ًْ‫ ًَ ُِّٔغ ُِٖز ٔو‬yang hidup, huruf

akhirnya harus dibaca ِْ‫ ُؿ ُىى‬. Contoh: ‫ َع ٔوِج ٔذ‬، ‫ َع ٔوِج َذ‬، ‫ َع ٔوِج ُذ‬- َ‫َع ٔوت‬
5. Apabila ‫ دُ ُغوِ ِف َهذُِٔخ‬dan ‫ دُ ُغ ِوف ٔػٍَّ ْخ‬berkumpul dan sama-sama

mati, maka ْ‫ ُد ُغ ِوف ٔػٍَّخ‬nya harus dihilangkan.
Contoh: ًْ ‫ ُل ِى ْي = ُل‬- ‫ ُل ِىٌْذُ = ُلٍْ ُذ‬: ‫( = لَبيَ – َُم ِى ُي‬telah) berkata

ِ‫ٔفٔؼ ًْ أََِغ‬ ًًٔ ‫فٔٔؼًْ َِب‬

ُُِ‫ ُلىَِِ = ل‬- ‫ ُل ِى ِِذُ = لُ ِّ ُذ‬: َُِ‫لَبَ – َُمى‬ = (telah) berdiri

ِ‫فٔٔؼ ًْ َأَِغ‬ ًًٔ ‫ٔفٔؼ ًْ َِب‬

‫ اَجُِِ ِت = اَ ِج ِت‬- ُ‫ اَ َجبِثذُ = اَ َجِجذ‬: ُ‫( = اَ َجب َة – َُجُِِت‬telah) jawab

‫ٔفٔؼ ًْ أََِ ِغ‬ ًًٔ ‫ٔفٔؼ ًْ َِب‬

ْ‫ ِجُِْئ ُذ = جِْئذُ – جُِِئْ = جِئ‬: ُ‫( = جَبَء – َ ِجُِئ‬telah) datang

ِ‫فٔٔؼ ًْ َأَِغ‬ ًًٔ ‫فٔٔؼًْ َِب‬

6. Dua huruf yang sama dan sejajar, harus dirangkaikan menjadi

satu.
Contoh: ًُ‫ أَْأ ُوًُ = آ ُو‬: ًُ ‫ َْأ ُو‬- ًَ‫َا َو‬

ِ‫فَٔؼًْ ُِ ٌَبعِع‬

Erryk Kusbandhono, M.Pd 41

Ilmu Nahwu Dasar: Cara Mudah Memahami Ilmu Nahwu 2013

ٍٔ٘‫ٔفؼًُِ اٌٖٕب‬

1. ٍٔ٘‫ فٔٔؼًْ َٔب‬yaitu kata larangan.
2. Cara membentuk ٍٔ٘‫ ٔفٔؼ ًْ َٔب‬yaitu:

a. Harus terdiri dari ‫فٔٔؼ ًْ ٌَُِبعِ ِع‬
b. Huruf ‫ ُِ ٌَبعَػَ ْخ‬nya ditukar dengan ‫رَْأ‬
c. Huruf akhirnya dibaca ِْ‫ُؿ ُىى‬
d. Kemudian diberi awalan َِ َ‫لا‬

3. Perhatikan kata-kata dibawah ini:

Artinya َِ ‫ٔفٔؼًْ ُِ ٌَبعِعِ َأ ٖولًا رَْأ آ ٔسغًا ُؿ ُى ِىْ َأ َوٖلاً لَا‬

Jangan kau mengajar ُِ ٍِّ‫لاَ ُرَؼ‬ ُِ ٍِّ‫رَُؼ‬ ُُ ٍِّ‫ََُؼٍُُِّ ُرَؼ‬

Jangan kau tolong ِ‫َرِٕ ُو ِغ لَا َرِٕ ُوغ‬ ُ‫َِٕوُ ُغ َرِٕ ُوغ‬

Jangan kau buka ‫رَ ْفزَ ِخ لَا رَفْزَ ِخ‬ ‫َ ْفزَ ُخ َرفْزَ ُخ‬

4. kalau yang diperintah adalah perempuan, maka diberi akhiran
ٌِ. Misalnya; ٍِٔ‫لَا َرفَْزذ‬

5. Cara men َِ ‫ َج َؼ‬kan ‫ ٔفٔؼًْ ٌَُِبعِع‬yang berakhiran huruf ‫ ٔػٍَّ ْخ‬, maka
huruf ‫ ٔػٍَّخ‬nya itu harus dihilangkan.

Erryk Kusbandhono, M.Pd 42

Ilmu Nahwu Dasar: Cara Mudah Memahami Ilmu Nahwu 2013

Misalnya; ًَ‫َشِل‬ ‫ لاَ رَشِ َق‬, ًٍِّ‫َُ َو‬ ًِّ ‫لَا ُر َو‬

6. Cara memberi harakat jika ِ‫ فٔٔؼًْ ُِ ٌَبعِع‬nya ada empat huruf:

Artinya ٍ٘ٔ ‫ٔفٔؼًْ َِبًً ٔفٔؼًْ ُِ ٌَبعِع ٔفٔؼ ًْ أََِغِ ٔفٔؼ ًْ َٔب‬

Jangan (kau) tunggu ‫لَا َرَِٕز ٔظ ِغ‬ ِ‫ََِٕز ٔظ ُغ أَِٔزظٔغ‬ ‫أَِٔزظَ َغ‬

Jangan (kau) belajar ٍَُِّ‫لاَ َرَزَؼ‬ ٍَُِّ‫َزََؼٍَُُّ رََؼ‬ َُ ٍَّ‫َرَؼ‬

Jangan (kau) ikut ‫لَا رَِزجَ ِغ‬ ِ‫َزِجَغُ أِرجَغ‬ َ‫رَجَغ‬

‫ٔفؼِ ًُ اٌْجَ ِّ ِغ ؤَفؼِ ًُ اٌزٖضَُِْٕ ْخ‬

1. ْ‫ فٔٔؼًْ َرضَُِْٕخ‬yaitu kata kerja untuk dua orang.
a. ًًٔ ‫فٔٔؼًْ َِب‬
- Untuk orang ketiga harus berakhiran ِ‫ أٌَف‬, Contoh: ‫َٔ َوغَا – َٔ َوغََرب‬
- Untuk orang kedua harus berakhiran ‫ رُ َّب‬, Contoh: ‫َٔوَ ِغرَُّب‬
b. ‫ فٔٔؼ ًْ ٌَُِبعِع‬baik untuk orang ketiga atau orang kedua, harus
berakhiran ْٔ‫ا‬
Contoh:

ْٔ ‫( َِٕ ُوغَا‬untuk orang ketiga), َْٔ‫( َرِٕ ُوغا‬untuk orang kedua)

Erryk Kusbandhono, M.Pd 43

Ilmu Nahwu Dasar: Cara Mudah Memahami Ilmu Nahwu 2013

2. ِ‫ فٔٔؼ ًْ جََّغ‬yaitu kata kerja untuk orang banyak. ٖٓ‫ ُر‬,

a. ًًٔ‫فٔٔؼ ًْ َِب‬
- Untuk orang ketiga laki-laki harus berakhiran ‫ وِا‬,
Contoh: ‫َٔ َو ُغوِا‬
- Untuk orang ketiga perempuan harus berakhiran َْ ,
Contoh: َْ‫َٔوَ ِغ‬
- Untuk orang kedua laki-laki; harus berakhiran ُِ ُ‫ ر‬,
Contoh: ُِ ُ‫َٔوَغِر‬
- Untuk orang kedua perempuan, harus berakhiran

Contoh: ٖٓ ‫َٔ َوغُِر‬

b. ‫فٔٔؼًْ ٌَُِبعِ ِع‬
- Untuk orang laki-laki harus berakhiran َْ ‫ ِو‬baik orang ketiga
maupun kedua.

Contoh:

َْ ‫( َِٕوُ ُغ ِو‬untuk orang ketiga), dan

َْ ِ‫( رَِٕوُ ُغو‬untuk orang kedua laki-laki).

- Untuk orang perempuan harus berakhiran َْ baik orang
ketiga maupun orang kedua.
Contoh:

َْ ‫( َِٕ ُو ِغ‬untuk orang ketiga perempuan), dan
َْ ِ‫( رَِٕوُغ‬untuk orang kedua perempuan)

Erryk Kusbandhono, M.Pd 44

Ilmu Nahwu Dasar: Cara Mudah Memahami Ilmu Nahwu 2013

‫أ ِؿ ُُ اٌْ َج ِّ ِغ وأ ِؿ ُُ اٌزٖضَُِْٕ ْخ‬

1. ْ‫ أؿُِٔ رَضَُِْٕخ‬ialah kata yang menunjukkan nama dua benda; yaitu:
a. Dibaca ‫ َعفَ ْغ‬dengan menambah akhiran ْٔ ‫ ا‬.
Contoh: َْٔ‫ = َصفَْزغا‬dua buku tulis, ْٔ ‫ = َؿٗج ِىعَرَب‬dua papan tulis.
b. Kalau posisinya sebagai ‫ َٔ َو ِت‬atau ‫ جِ ِغ‬maka akhirannya َِِٓ .
Contoh: ِٓ ََِ‫َصفَْزغ‬

2. ‫ أؿٔ ُِ جََّ ِغ‬ialah kata benda yang menunjukkan arti banyak.
a. ٌُِٔ‫ جََّغِ ُِ َظ َّو ِغ ؿَب‬yaitu kata jamak laki-laki yang beraturan. Yaitu:
1. Dibaca ‫ ; َعفَ ِغ‬dengan menambah akhiran َْ‫ ِو‬.
Contoh: َْ‫ ُِ ِـٍٔ ُّ ِى‬, َْ ‫ُِؤُِِٕٔ ِى‬
2. Dibaca ‫ ِج ِغ‬atau ‫ ; َٔ َو ِت‬dengan menambah َٓ َِ .
Contoh: َُِّٓٔ ٍٔ‫ ُِ ِـ‬, َُِِِٕٓٔ‫ُِ ِؤ‬

b. ُِ ٌٔ‫ جََّ ِغ ُِؤَٖٔ ْش ؿَب‬yaitu kata jamak perempuan beraturan.
1. Dibaca ِ‫ َعفَغ‬dengan menambah ‫ اد‬.
Contoh: ْ‫ ُِ ِـٍّٔبَد‬, ْ‫ُِؤَِِٕٔبد‬
2. Dibaca ‫ َٔ َو ِت‬atau ‫ جِ ِغ‬dengan menambah huruf kasrah.
Contoh: ‫ُِ ِـٍَّٔب ٕد‬

Erryk Kusbandhono, M.Pd 45

Ilmu Nahwu Dasar: Cara Mudah Memahami Ilmu Nahwu 2013

c. ْ‫ أؿٔ ُِ رَْضَُِٕخ‬apabila di ِ‫ ُِ ٌَبف‬kan (disandarkan) kepada kata lain,

maka ْ‫ ُٔ ِىْ َرضَُِْٕخ‬nya itu harus dihilangkan.

1. Dibaca ‫ َعفَ ِغ‬.

Contoh: ْ‫ٔاِثَٕب‬ ٍِ‫ = ٔاثَِٕب اُسِٔز‬Kedua putra saudariku

ٌَُِٗ‫ُِ ٌَبف ُِ ٌَبف ِإ‬

ْٔ‫ = ثَِِٕزب أَ ٔس ٍِ ِثِٕزَب‬Kedua putri saudaraku
ٌَُِِٗ‫ٌَُِبف ُِ ٌَبف إ‬

2. Dibaca ‫ َٔ َو ِت‬atau ‫ ِج ِغ‬.
Contoh: ِٓ َُِٕ‫ = أثٍَِٕ أُسِٔزٍِ ٔاِث‬Kedua putra saudariku

ٌَُِٗ‫ٌَُِبف ٌَُِبف ِإ‬

ِٓ َُِ‫ = ِثَِٕز ٍِ أَسٔ ٍِ ِثِٕز‬Kedua putri saudaraku

ٌَُِٗ‫ُِ ٌَبف ُِ ٌَبف ِإ‬

3. ‫ جََّ ِغ رَىْ ِـُِغ‬yaitu kata jamak yang tidak beraturan.

Contoh: ًٌ ‫عَ ُج‬ ‫ عِجَب ٌي‬, ‫َِغِأٌَح‬ ‫ِٔ َـبٌء‬

Erryk Kusbandhono, M.Pd 46

Ilmu Nahwu Dasar: Cara Mudah Memahami Ilmu Nahwu 2013

Macam-macam ْ‫َربء‬

1. ْ‫ َربء َِغُِث ِىطَخ‬atau dikenal dengan ْ‫ َربء‬bundar yaitu yang menjadi
alamat ‫ ُِؤَٖٔ ْش‬pada ُِٔ‫أؿ‬
Contoh: ‫ ُِ ِـٌٍَّٔخ‬, ‫ُِؤٌَِِٕٔخ‬

2. ‫ َرب ْء اٌزَأُِِْٔش اٌ َـبؤَٕ ْخ‬yaitu ‫ رَبء‬yang menjadi alamat perempuan pada ًْ‫فٔٔؼ‬
ًًٔ‫َِب‬
Contoh: ‫ عَجََؼ ِذ‬،ِ‫طَََ٘جذ‬

3. ‫ َرب ْء َِجِ ُـىِطَ ْخ‬yaitu ْ‫ َربء‬yang dapat masuk kepada ًْ‫ ٔفٔؼ‬dan kepada ُِ ٔ‫أؿ‬

Contoh: ‫ ُِ ِـٍَّٔب ْد‬،َ‫طَ َِ٘جذ‬

َْ‫ظَ ِغفُ اٌ ٖؼِب‬

1. ْْ ‫ َظغَفِ َػَِب‬ialah kata yang menunjukkan keterangan waktu. Kata ini
selalu dibaca ‫َٔ َو ِت‬

2. Di antara kata yang termasuk ْْ ‫ َظغَ ِف َػَِب‬yaitu:
‫ دَضَِٔضًب‬،َ‫ َاٌْجَبعِدَخ‬،‫ آِٔ ًفب‬،َ‫ اٌٍٍَََُِّخ‬،َِْ‫ َا‬،‫ َٔهَبعّا‬،ًَ‫ لَِج‬،ً‫ َِـَبء‬،َ‫ ثَؼِض‬،‫ غَضّا‬،َِ‫ اٌََُْى‬،‫َهَجبدّب‬

3. Kata setelah ْْ ‫ َظغَفِ َػَِب‬harus dibaca ‫ِج ِغ‬
Contoh: ِ‫ لَِج ًَ اٌ ُّظ ِهغ‬،ِ‫ ثَؼِ َض اٌَّْغِغِة‬،ٔ‫َ ِىَ اٌْؼُِٔض‬

Erryk Kusbandhono, M.Pd 47

Ilmu Nahwu Dasar: Cara Mudah Memahami Ilmu Nahwu 2013

Hubungan ْْ ‫ ظَ َغفِ َػ َِب‬dengan ْْ‫ظَ َغفِ َِ َىب‬

1. ْْ‫ ظَغَ ِف ػََِب‬dan ْْ ‫ َظغَفِ َِ َىب‬boleh juga disebut ْْ ‫ أؿُِٔ ػَ َِب‬dan ْْ ‫أؿُِٔ َِىَب‬
2. ْ‫ أؿٔ ُِ َػَِب‬dan ْْ ‫ أؿُِٔ َِ َىب‬yang berasal dari ًْ‫ ٔفٔؼ‬harus mengikuti

wazan ًٌ ‫َِ ْفَؼ‬

Contoh:
ُْ َ‫ = طَؼَ َُ – َطْؼَُُ – َِطْؼ‬waktu makan/tempat makan = kantin, restoran
‫ = طَجَ َز – َ ْطجَزُ – َِ ْطجَ ْز‬waktu memasak/tempat memasak = dapur

‫أ ِؿُُ اٌَِ ْخ‬

1. ْ‫ أؿُِٔ آٌَخ‬yaitu kata yang menunjukkan nama alat. ‫ أؿُِٔ آٌَ ْخ‬yang
berasal dari ًْ‫ ٔفٔؼ‬harus mengikuti wazan: ًٌ ‫ َِفَْؼ‬atau ًٌ‫ ِٔ ْفَؼ‬.
Contoh: ًٌّ ‫ = َظ ًَّ – َ ٔظ ًُّ – ِٔ َظ‬tempat bernaung (payung)

‫ = َغغَ َف – َغِغِ ُف – ِٔ ِغغَ ْف‬alat menciduk air (gayung)

2. ْ‫ أؿٔ ُِ آٌَخ‬itu biasanya sering di ‫ ُِ َؤٖٔ ْش‬kan (diberi akhiran ‫) ح‬

Contoh: ‫ ِٔغِ َغفٌَخ‬،ٌ‫ِٔ َظٍَّخ‬

Erryk Kusbandhono, M.Pd 48

Ilmu Nahwu Dasar: Cara Mudah Memahami Ilmu Nahwu 2013

‫َفبػٔ ًٌ ثَب ِعػْ َو َفبػٔ ًٌ ُِـِزَزْٔغ‬

1. ِ‫ فَب ٔػًْ َثبعِف‬ialah ًْ‫ َفب ٔػ‬nya (pelakunya) tampak kelihatan; baik berupa
‫ أؿٔ ُِ ًَ ُِّٔغ‬maupun ِ‫ أؿُِٔ ظَب٘ٔغ‬.
Contoh:
a. َ‫ = وََز َت ُِذَّٖضُ اٌ ٖضعِؽ‬Muhammad menulis pelajaran
b. ‫ = وََزَجذِ فَبطَُّٔخ اٌ ٖضعِ َؽ‬Fathimah menulis pelajaran
c. ‫ = َأَٔب َأطْ َ٘تُ ِإًٌَ اٌْجَبِٔؼَ ْخ‬Saya berangkat ke kampus

2. ‫ َفب ٔػ ًْ ُِـِزَزٔ ِغ‬ialah ًْ ‫ َفب ٔػ‬nya (pelakunya) disimpan tidak disebut; tapi
diganti dengan awalan atau akhiran pada ًْ ‫ فٔٔؼ‬nya.
Contoh:
a. ٔ‫ = َأطْ َ٘ ُت ِإًٌَ اٌْ َجبِٔؼَخ‬Saya pergi ke kampus
b. ‫ = ُٔ َوٍٍِّ فٔ ٍِ اٌَّْ ِـجِ ٔض‬Kami sholat di masjid
c. ‫ = عَجَ ِؼ ُذ ِٔ َٓ اٌْجَُِ ٔذ‬Saya kembali dari rumah

Erryk Kusbandhono, M.Pd 49


Click to View FlipBook Version
Previous Book
html_tutorial
Next Book
October 2018