The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Perpus Kota Semarang, 2018-10-07 11:57:57

Sejuta Fenomena

Sejuta Fenomena

Risalah Rabbi ku Flying Book 11,12,13

One Million No : 1

Phenomena

“ good news
for modern men ”

FAHMI BASYA www.rajaebookgratis.com

Pengantar

Tulisan berikut ini memang baru adanya, dia merupakan penafsiran Al-Quran
yang dilihat dengan kacamata ilmu pasti. Maka sudah barang tentu tidak
semua orang merasa tepat padanya sebagai arti dari satu kata atau istilah.

Penafsiran versi orang-orang eksak ini, sudah agak lama juga dirancang, agar
dapat digunakan oleh rekan-rekan serasa dan seperasaan, sebagai insan
sepengalaman dalam ilmu-ilmu yang terbilang eksak.

Karya filsafat ini, kami tujukan kepada orang banyak yang tidak banyak, agar
dapat difahami secara baik dan teliti, dan dimasukkan di dalam hati.

Seperti dikatakan tadi bahwa persoalannya dapat jadi asing di mata orang
banyak karena pengalaman ilmu pasti yang kaku dan aneh itu, maka dapatlah

dimengerti sekarang mengapa bahasa ilmu pasti tersebut agak kaku dan
berlainan dari bahasa sehari-hari.

www.rajaebookgratis.com

Misalnya istilah “percepatan” dalam Mekanika, tidaklah kita jumpai pada
percakapan sehari-hari. Begitupun pernyataan “jika dan hanya jika” pada

Matematika Modern sangat janggal dalam kebiasaan umum.

Bahasa ilmu pasti, memang tidak mau menghiraukan kekakuan dan
kejanggalan; asalkan makna yang sesungguhnya dapat dengan tepat
dijabarkan. Hal ini berlainan dengan bahasa Sastra yang mementingkan bunyi;

sekalipun sesuatu kata tidak dapat dijabarkan.
Misalnya kata “suci”.

Penjabaran dari suatu pernyataan sangatlah penting dalam memahami Al-
Qur’an. Dan karena pada Al-Qur’an ada juga diterangkan hal-hal yang eksak,
maka kiranya tulisan kecil ini memadailah hendaknya sebagai pelengkap tafsir-

tafsir lampau dari ulama-ulama Islam.

Jakarta, 4 Februari 1982

Sekian pengantar dari kami, selamat memikirkan !

NB. Asli tulisan ini ditanda tangani langsung fahmi basya

www.rajaebookgratis.com

Pembuka

Satu filsafat ringan kita ungkap di sini. Berbicara mengenai filsafat, kita tidak
lepas dari bahasa, sebab bahasa filsafat lebih halus dari bahasa sehari-hari.

Dalam ungkapan filsafat, kita perlu memperhatikan apa yang dikatakan “seni
rasa bahasa”

Istilah ini baru di sini dikemukakan, sekalipun sudah sejak lama ada dalam
masyarakat.

Seni rasa bahasa, bisa berbeda dalam satu rumpun bahasa yang sama, hal
mana ia sangat peka dalam ungkapan-ungkapan filsafat.

Filsafat sekecil ini mungkin tidak berlebihan, karena bahasa yang dipakai
padanya adalah bahasa orang-orang eksak.

Filsafat, selamanya bicara “Yang Pertama”, dan pada masa yang silam lebih
difokuskan pada masalah Tuhan Pencipta.

Seperti dikatakan di atas bahwa bahasa cukup berperan dalam ungkapan

filsafat, misalnya : “lobang kecil-kecil” dan “lobang-lobang kecil”, adalah

disamakan dalam bahasa sehari-hari; akan tetapi dalam pembicaraan filsafat

ia dibedakan. www.rajaebookgratis.com

Dibedakannya kedua pernyataan itu, karena “seni rasa berbahasa”.

Mungkin belum cukup filsafat seseorang jika ia tidak bisa merasakan “seni rasa
bahasa”.

Hal yang seperti ini berhubungan erat dengan “kepekaan berbahasa”.

Kepekaan yang demikian sebenarnya didapat dari sebagian kecil sifat Tuhan
yang disebut di dalam Al-Qur’an dengan istilah “LATHIIF” yang berarti “Maha

SENSITIF”. Hal ini dapat dilihat pada data berikut.

(kata Luqman kepada anaknya):”Hai anakku, sesungguhnya jika ada peristiwa
setimbang biji yang kerdil di karang besar atau di langit atau di bumi, niscaya
akan didatangkan Allaahh karakternya, sesungguhnya Dia Maha Sensitif Maha

Mengabarkan.
(Al-Qur’an, surat Luqman, ke 31 ayat 16)

Tidak pemandangan mencapai Dia, dan Dia mencapai pemandangan-
pemandangan itu, dan Dia Maha Sensitif Maha Mengabarkan
(Al-Qur’an, surat Al-An’am, ke 6 ayat 106)

Penganalisaan ini akan kita bahas di bab yang khusus.
Demikian, dan inilah Risalah Rabbi ku,
One Million Phenomena,
“good news for modern men”

www.rajaebookgratis.com

AKAL & FIKIRAN

Di dalam Al-Qur’an, Akal dan Fikiran dibedakan contoh soalnya. Itu
menandakan bahwa Mengakali tidak sama dengan Memikirkan.
Coba simak dua contoh ayat bergandengan berikut :

Dan dia Yang menggandakan bumi dan menjadikan padanya gravitasi dan
sungai-sungai, dan dari tiap benih Dia jadikan padanya sistem dua menurut

malam siang.Sesungguhnya di dalam itu ada ayat-ayat untuk kaum yang
berfikir

(Al-Qur’an, surat Ar-Ra’du, ke 13 ayat 3)

Dan di bumi ada beberapa potong bukit dan kebon-kebon dari anggur dan
tetumbuhan dan korma yang berumpun dan yang tidak berumpun, disiram

oleh air yang satu, dan kami lebihkan sebagiannya atas sebagian dalam
rasa. Sesungguhnya di dalam itu ada ayat-ayat untuk kaum yang berakal

(Al-Qur’an, surat Ar-Ra’du, ke 13 ayat 4)

www.rajaebookgratis.com

Contoh orang berfikir itu disebut pada ayat berikut :

Sesungguhnya dalam peristiwa penciptaan langit dan bumi,
dan pergantian malam dengan siang, ada ayat-ayat bagi ulul albab.

Yang mengingat Allah sambil berdiri dan sambil duduk dan
sambil berbaring, dan memikirkan peristiwa dalam penciptaan langit
dan bumi, (serta mengatakan) :”Majikan kami !, Tidak Engkau ciptakan ini

dengan kepalsuan. Maha Penggerak Engkau, maka hindarilah kami
dari bencana api “

(Surat Ali-‘Imran, ke 3 ayat 190-191)

Dari ayat-ayat di atas terlihat bahwa
menggunakan fikiran tidak semudah menggunakan akal.

Pada data (013,004) itu misalnya, terlihat bahwa persoalannya cukup mudah,
hingga dapat secara spontan difahami oleh setiap tingkat intelektual manusia.
Akan tetapi memikirkan penciptaan langit dan bumi, seperti digambarkan pada

data (003,191) alangkah sulitnya, dan diperlukan waktu panjang guna
menyambung-nyambung akal.

Dengan kata lain, untuk memikirkan penciptaan langit dan bumi, tentu
diperlukan teropong untuk melihat benda-benda angkasa. Dan ini tidak

semudah melihat pepohonan di bumi dengan mata telanjang.

Orang yang bermain catur dengan akal-akalan, pasti dikalahkan oleh orang
yang bermwwawin.rajcaeabtouokrgdraetisn.cgoman fikiran.

Demikian juga anak-anak sekolah dasar yang sering mendapat nilai bagus,
walau tidak belajar di rumah, adalah karena persoalan yang diberikan di sekolah

dasar masih lebih pendek dari akal anak itu.
Tetapi setelah mereka di sekolah lanjutan, jika anak-anak juga tidak belajar di
rumah, maka dapat kita lihat nilai-nilainya menurun. Hal itu tidak lain karena
persoalan akal yang diberikan di sekolah telah lebih panjang dari akal mereka.
Sebab itu mereka harus belajar di rumah untuk menghafal rumus dan melatih
akal agar dapat mengimbangi perpanjangan persoalan akal yang diberikan di
sekolah.
Contoh soal akal yang kita akali ialah:
Kalau saya mempunyai kertas setebal 1 mm, kemudian saya kali 500 kali, maka
tinggi kertas itu jika ditumpuk = ?
Jawabnya : 1 mm x 500 = 500 mm = 50 cm = ½ m. (setengah meter)

Contoh soal Fikiran yang kita akali ialah :

Kalau kita mempunyai selembar kertas tipis, tipis sekali, yaitu 1/1000 mm.
Kemudian kita potong jadi dua bagian, kemudian kita dempetkan dan kita
potong jadi dua bagian sekali gus, kemudian kita dempetkan lagi dan kita
potong jadi dua bagian sekali gus, dan seterusnya mendempetkan dan
memotongnya jadi dua bagian sekali gus. Pertanyaannya :”Berapa kira-kira
tinggi kertas itu jika ditumpuk setelah pemotongan yang ke 50 ?”

www.rajaebookgratis.com

Bagaimanapun juga akal anda dan akal saya mengatakan bahwa tinggi kertas
itu tidak akan lebih 1 meter. Sebab yang 1 mm saja dikali 500 tingginya
hanya ½ m, apalagi ini yang berasal dari 1/1000 mm dan didempet dan
dipotong sampai potongan yang ke 50. Bagaimanapun ia tidak akan lebih
dari 1 meter .

Bagaimana kalau ada orang yang mengatakan bahwa tinggi kertas itu
menaik-naik ke langit dan meliwati bulan ?.

Sekarang coba kita hitung. Dan kita coba dengan cara hitungan anak-anak
sekolah.

1. potongan pertama = 1 + 1 = 2 = 2'(dua pangkat satu).
2. potongan kedua = 2 + 2 = 4 =2² (dua pangkat dua)
3. potongan ketiga = 4 + 4 = 8 =2³ (dua pangkat tiga)

n. potongan ke n = = 2 pangkat n
=2 pangkat 50. =1.125.899.900.000.000.
50. potongan ke 50 = …

www.rajaebookgratis.com

Karena tebal kertas itu 1/1000 mm, maka tinggi tumpukan kertas :

1/1000 mm x 1.125.899.900.000.000.
= 1.125.899.900.000 mm
= 1.125.899.900 m
= 1.125.899,9 km
Lebih tinggi dari sejuta km.

Padahal tinggi bulan dari bumi hanya 380.000 km.

Terlihat betapa besar kesalahan terjadi akibat soal fikir kita akal-akalkan.

Sebab itu janganlah persoalan fikiran kita akal-akalkan.
Dan jangan demikian mudah kita katakan “Saya fikir”,

padahal kita belum berfikir. Dan jangan mudah mengatakan
“tidak masuk akal”, padahal ia memang hal yang tidak
pernah masuk akal.

Demikiwawnw.Arajakebaoolkg&ratiFs.ciokmiran.

380.000 km.

bulan bumi

www.rajaebookgratis.com

2 . “the original language”

Terjemahan lama mengartikan A’jamiyy dengan arti “bahasa asing” atau
“bahasa selain arab”. Hal itu melihatkan bahwa data (016,103) tidak
mungkin terjadi:

“Dan sesungguhnya kami mengetahui bahwa mereka katakan:
”Adalah yang memberitahunya ialah orang yang cerdas”.
Lisan yang mereka tuduhkan padanya adalah bahasa asing
(a’jamiyy), padahal ini lisan bahasa arab yang nyata”
(Surat An-Nahlu, ke 16, ayat 103)

Kemustahilan itu terlihat :”Sebodoh-bodoh orang di masa itu, tidaklah mereka
akan menuduh Nabi Muhammad Saw diajar oleh orang asing seperti Orang
Jawa, Orang Inggris, Orang Prancis Orang Cina dan lain-lain. Tetapi mereka

menuduh bahwa orang pintar di antara Orang Arab juga yang mengajar Nabi. “
Maka dengan demikian, ‘Arabiyyu tidak dapat diartikan “bahasa arab”, tetapi
bahasa asli, dan A’jamiyy adalah bahasa sehari-hari orang Arab.

www.rajaebookgratis.com

Dengan demikian pembetulan terjemahan ayat itu adalah seperti ini :

“Dan sesungguhnya kami mengetahui bahwa mereka katakan:
”Adalah yang memberitahunya ialah orang yang cerdas”.

Lisan yang mereka tuduhkan padanya adalah bahasa sehari-hari
(a’jamiyy), padahal ini lisan bahasa asli yang nyata”
(Surat An-Nahlu, ke 16, ayat103)

Catatan Kecil: Ummar pernah bilang”Aku tidak faham makna AKBAR”,
Ibnu Abbas pernah bilang”Aku tidak faham makna Fathir”

Kesimpulan: Al-Quran itu adalah Mu’jizat-mu’jizat dalam bentuk

kata-kata dalam bahasa asli.

44.Dan jika kami jadikan dia Bacaan bahasa sehari-hari, sungguh mereka katakan:
”Tidak dijelaskan ayat-ayatnya ?”. Apa sih bahasa sehari-hari dan bahasa asli itu ?.

Katakan:”Dia untuk orang yang beriman, petunjuk dan obat,
dan orang yang tidak beriman, dalam kuping-kuping mereka ada sumbatan

dan dia atas mereka satu kegelapan.
Itulah mereka dipanggil dari tempat yang jauh”.

(Surat Fush-Shilat, ke 41 ayat 44)

www.rajaebookgratis.com

7.Dan seperti itu kami wahyukan kepada mu Bacaan Bahasa Asli,
agar kamu peringatkan Ibu Negeri dan orang-orang di sekitarnya,
dan engkau peringatkan tentang hari berkumpul yang tidak ada keraguan padanya,

sebagian di sorga dan sebagian pada neraka.
(Surat Asy-Syura, ke 42 ayat 7)

1.Ha Mim.
2.Demi tulisan yang nyata.
3.Sesungguhnya kami menjadikan dia Bacaan Bahasa Asli, agar kamu mengerti.

4.Dan sesungguhnya dia di dalam tulisan di sisi kami, terinci secara bijaksana
(Surat Az-Zukhruf, ke 43 ayat 1-4)

21.Bahkan ia Bacaan Terpelihara.
22.Dalam tempat catatan terjaga
(Al-Buruuj, ke 85 ayat 21-22)

Dan ini Kitab (tulisan) yang membetulkan Lisan Bahasa Asli

(Al-Quran, surat Bukit Pasir, ke 46 ayat 12)

www.rajaebookgratis.com

Membetulkan

Pengertian shoddaqo bukan semata berarti meng-iya-kan, tetapi padanya ada terkandung “koreksi” dan “penambahan”.
Istilah ini kita sebut “membetulkan”. Jadi “membenarkan” dan “membetulkan” itu berbeda. Misalnya pada ayat ini:

Dan kami telah iringkan atas mereka dengan ‘Isa anak Maryam sesudahnya membetulkan apa
yang di hadapannya dari Taurat dan kami berikan kepadanya Injil, padanya petunjuk dan cahaya
dan membetulkan untuk apa yang di hadapannya dari Taurat dan petunjuk dan nasehat untuk

orang yang bertaqwa.
(Surat Al-Maidah, ke 5 ayat 46)

Pada (Injil) Matius 5:17 terlihat penambahan yang Sebab itu dikatakan “yang di hadapannya”, karena
dimaksud: yang di hadapannya itu adalah taurat yang telah
dikaburkan oleh
17,(Kata Nabi ‘Isa):”Jangan kamu sangka aku
datang hendak merombak Bani Israel. Jadi tidak benar Nabi ‘Isa membenarkan
Taurat yang sudah dikaburkan. Yang benar Nabi ‘Isa
hukum Taurat atau kitab nabi-nabi. Bukannya aku
datang untuk merombak, membetulkan
apa-apa yang di hadapannya dari Taurat.
melainkan hendak menggenapkan”.

Dan ini Kitab (tulisan) yang membetulkan Lisan Bahasa Asli
(Al-Quran, surat Bukit Pasir, ke 46 ayat 12)

www.rajaebookgratis.com

3. Pribumi

A’raabu berarti “Penduduk Asli” atau “Pribumi”, sebab itu ia
dilihatkan tinggal di desa seperti terlihat pada ayat berikut:

Mereka sangka golongan itu belum pergi, dan jika golongan itu datang,
mereka suka kalau mereka di desa di antara penduduk asli

sambil menanyakan tentang kabar kamu. Walau mereka berada bersama kamu,
mereka tidak akan berjuang melainkan sebentar saja.
(Surat Al-Ahzab, ke 33 ayat 20)

Tidak patut penduduk kota dan orang-orang sekeliling mereka dari penduduk asli
ketinggalan dari Rasuulullaahh
(Surat At-Taubah, ke 9 ayat 120)

Penduduk Pribumi, lebih keras kekufurannya dan kenifakan mereka
dan lebih pantas tidak mengetahui batas-batas Allah atas Rasul Nya,

dan Allah Maha Mengetahui Maha Bijaksana.
(Surat At-Taubah, ke 9 ayat 97)

www.rajaebookgratis.com

4. Makhluk Cerdas

(Basyaru)

Dengan ditemukannya arti kata Basyaru = Makhluk Cerdas, maka ia akan
merubah sikap sebagian ummat pembaca Al-Quran tentang teori evolusi.

Sebab pada data (015,028) dikatakan :

www.rajaebookgratis.com

Dan ingatlah ketika berkata Penguasamu kepada malaikat.
Sesungguhnya Aku Pencipta Basyar dari shol-shoolin
dari hamaa-in masnuun.

Data Kamus Basyar = Makhluk Cerdas,
dengan kode 0,1,2,3,4, adalah sbb:

90.Dan mereka berkata:”Kami tidak akan beriman kepadamu hingga engkau pancarkan
bagi kami mata air dari bumi”
91.“Atau engkau mempunyai kebon dari korma dan anggur, lalu engkau alirkan
mata-mata air di antaranya dengan terpancar”
92“Atau engkau gugurkan langit seperti engkau katakan atas kami dengan
berkeping-keping atau engkau bawa karakter Allaahh dan malaikat berhadapan”
93.“Atau engkau punya satu rumah dari emas atau engkau naik ke langit,
dan kami tidak beriman terhadap kenaikanmu sebelum engkau turunkan atas kami
satu Tulisan (Kitab) yang dapat kami baca”. Katakan:”Maha Penggerak Rabbiku,
bukankah aku ini tidak lain melainkan seorang Rasul untuk Makhluk Cerdas (basyar)?”
94.Tidak ada yang mencegah orang untuk beriman ketika datang kepada mereka petunjuk,
melainkan mereka berkata: “Apa Allaahh telah utus seorang rasul untuk makhluk cerdas ?”

(Surat Al-Isra’, ke 17 ayat 90-94)

Terlihat, serangkai ayat ini seolah berbicara kembali, setelah sekian lama diabaikan.
TMeatakpsui dsenkyaar,asnegla,miaajaindiipbeamhabnacpaemtiwdbwaicwka.draraejamaebniokkoiaiktnagr.taetirst.acorimk mendiskusikan rangkaian ayat ini.

Phenomena ini menunjukkan bahwa di dalam Al-Quran terdapat Kamus dari suatu kata
yang sulit. Maksudnya tanpa kamus ini, manusia akan sulit memahami makna yang
sesungguhnya. Kamus inilah yang salah satunya disebut Al-Furqon yang berarti Pembeda.

Memang Basyar itu artinya Orang atau Manusia, tetapi pada
kamus ini lebih dijelaskan bahwa orang itu “yang cerdas”.
Contoh lain misalnya :Kata Malaikat kepada Siti Maryam as :

26.Maka makan dan minumlah dan berdingin matalah.
Maka jika engkau bertemu seorang yang cerdas,
maka katakanlah :”Sesungguhnya aku bernadzar

untuk Pengatur Puasa, maka pada hari ini aku tidak mau bicara
kepada orang-orang”

(Surat Maryam, ke 19 ayat 26)

103.Dan sesungguhnya kami mengetahui bahwa mereka mengatakan:
”Sesungguhnya yang memberi tahu dia, orang yang cerdas”.
Lisan yang mereka tuduhkan kepadanya Bahasa Sehari-hari,
dan ini Lisan Bahasa Asli yang nyata.
(Surat An-Nahl, ke 16 ayat 103)

www.rajaebookgratis.com

Satu kendala pada teori evolusi ialah bahasa. Itu sebab masalah kelainan bahasa
dan warna kulit disebut sebagai mu’jizat (ayat). Ya, seperti manusia akan

memikirkan tongkat Nabi Musa jadi ular, tidak akan pernah bisa. Sebab itu, semua
mu’jizat nabi-nabi yang disebut di dalam Al-Quran disebut sebagai ayat saja.
Artinya, ayat itu adalah mu’jizat.Penciptaan langit dan bumi juga mu’jizat.
Bagaimana yang tadinya tidak ada kemudian ada.

22.Dan sebagian dari ayat-ayat Nya, penciptaan langit
dan bumi, dan berlainan Lisan kamu dan warna kamu.

Sesungguhnya di dalam itu ada ayat-ayat
untuk orang yang tahu.

(Surat Ar-Ruum, ke 30 ayat 22)

Mengapa manusia bisa bicara dan berlainan,
adalah disebabkan pengaruh Ruh dan Wahyu,

seperti Nabi ‘Isa as bicara dalam buaian.
Data kamusnya dilihatkan pada ayat berikut :

Satu lagi “apakah jin juga terwewvwo.rlajuaesbioo?kg.raDtisa.croimjin kera yang mana jin itu ?”

30.Ia berkata:”Sesungguhnya aku ini hamba Allah Dia beri kepadaku Kitab,
dan Dia jadikan aku Nabi”

31.“Dan Dia jadikan aku orang yang dilindungi di mana saja aku berada,
dan Dia wajibkan aku sholat dan zakat selama aku hidup”

32.“Dan berbakti kepada ibuku,
dan tidak Dia jadikan aku orang yang mengagahi celaka”

33.“Dan kesejahteraan atasku pada hari aku dilahirkan dan pada hari aku akan mati,
dan pada hari aku akan dibangitkan dalam keadaan hidup”
34.Itu,‘Isaa anak Maryam, perkataan yang lengkap, yang di dalamnya mereka berselisihan.

(Surat Maryam, ke 19 ayat 30-34)

Jadi teks ucapan Nabi ‘Isa di dalam buaian itu, diletakkan dalam data kamus
pada Al-Quran , yang mempunyai kode 0,1,2,3,4.

Ayat yang melihatkan bahwa Mu’jizat Nabi Musa adalah ayat saja, ialah :

36.Maka ketika datang kepada mereka Musa dengan ayat-ayat kami yang jelas,
mereka berkata:”Ini tidak lain melainkan sihir yang dibikin,

dan kami tidak dengar ini pada bapak-bapak kami yang pertama”
(Surat Al-Qoshosh, ke 28 ayat 36)

www.rajaebookgratis.com

Maka ingatlah Tuhan menciptakan Basyar

Dan ingatlah ketika berkata Penguasamu kepada malaikat.
Sesungguhnya Aku Pencipta Basyar dari shol-shoolin
dari hamaa-in masnuun.
(Al-Hijir, ke 15,ayat 28)

www.rajaebookgratis.com

Dia Yang menciptakan Makhluk Cerdas dari air,
Maka Dia jadikan dia berhubungan keluarga dan berhubungan kawin

Dan adalah Penguasamu Sangat Berkuasa
(Al-Quran, surat Al-Furqon, ke 25 ayat 54)

www.rajaebookgratis.com

Dan sungguh kami telah datangkan kepada mereka
satu tulisan(Kitab), maka kami terangkan dia atas

dasar Ilmu Pengetahuan, sebagai petunjuk dan
pengaturan untuk kaum yang percaya

For We had certainly sent unto them a Book,based on
knowledge,

wich We ekplained in detail,a guide and a mercy to all who
believe

(Surat Al-A’raf, ke 7 ayat 52)

www.rajaebookgratis.com

Millatu Ibrahim Dianut

Ada empat hal yang menjadi dasar metodologi ilmiah

A.Riset dengan menggunakan teknologi modern, atau mengumpulkan
data dan memprosesnya menjadi suatu informasi (1.Eksperimen, 2 Observasi)
B.Berpedoman kepada terjemahan wahyu yang betul,disertai kekuatan
berfikir dan do’a. (3.wahyu (data yang benar) dan do’a, 4.memikirkan)

www.rajaebookgratis.com

Filosof dan ahli fikir ternama yang disebut di dalam Al-
Quran ialah Ibrahim ‘alaihhissalaam.

Ia melakukan eksperimen dengan empat ekor burung,
disebut pada data (002,260) dalam hal ia ingin

mengetahui bagaimana Tuhan menghidupkan barang
yang telah mati,

dan ia melakukan observasi terhadap benda-benda
angkasa, disebut pada data (006,075-079) dalam hal ia

ingin mengetahui siapa Tuhannya.

Dan pada kedua hal itu ia berpedoman kepada wahyu.
Maka akhirnya….. muncullah satu tesis ilmiah
daripadanya yang terkenal dengan sebutan

“Millatu Ibrahim” atau “Ajaran Ibrahim”.

www.rajaebookgratis.com

Katakan !:”Betul Allah,
maka ikutilah millatu Ibrahim sesempurnanya
dan tidak ada dia dari orang yang menyekutukan”

(Surat Ali-‘Imran, ke 3 ayat 95)

www.rajaebookgratis.com

Di seluruh dunia sekarang Millatu Ibrahim itu dianut oleh para
ilmuwan . Dan orang yang mengingkari millatu itu ialah orang

bodoh. Siapa orang bodoh itu ?. Orang yang tidak mau
mendasari pendiriannya kepada 4 hal tadi. Observasi, Eksperimen,

Memikirkan dan Data Yang Benar.(*)

(*) salah satu data yang benar ialah Al-Quran dan Sunnah Nabi Muhammad saw

130.Dan bukankah tidak ada orang yang enggan dari millatu Ibrahim
melainkan orang yang membodohkan dirinya ?, padahal kami telah
pilih dia di dunia, dan sesungguhnya dia di akhirat dari orang-orang

yang berbuat baik.
(Surat Al-Baqarah, ke 2 ayat 130)

www.rajaebookgratis.com

Ada pertanyaan yang perlu dijawab :”Mengapa
setiap menyebut Millatu Ibrahim pada Al-Quran
selalu disebut “dan tidak ia dari orang yang musyrik

?”. Misalnya pada ayat berikut ini :

Kemudian kami wahyukan kepadamu:”Hendaklah
engkau ikuti Millatu Ibrahim itu sesempurnanya,
sebab ia bukan dari orang yang menyekutukan.”

(Surat An-Nahlu, ke 16 ayat 123)

www.rajaebookgratis.com

Sebab itu, di zaman ilmu pengetahuan berkembang
dengan pesat, phenomena orang yang menyekutukan

jadi berkurang, karena orang yang menyekutukan
hukum Tuhan tidak mempunyai dasar suatu metodologi.
Mereka hanya menyangka-nyangka. Padahal sangka-

sangka sangat bertentangan dengan ilmu
pengetahuan.

36.Dan apa-apa yang diikuti oleh kebanyakan mereka tidak lain
sangka-sangka, padahal sangka-sangka sedikitpun tidak bisa
menyingkirkan Yang Lengkap. Sesungguhnya Allah Mengetahui

karakter tanda-tanda yang mereka kerjakan.
(Al-Quran, surat Yunus, ke 10 ayat 36)

www.rajaebookgratis.com

Ibrahim Nabi yang Shiddiq

Di dalam Al-Quran ada dua Nabi yang mendapat gelar Shiddiq.
Pertama Nabi Idris AS, kedua Nabi Ibrahim AS.

56. Dan ingatlah Idris di dalam Kitab, sesungguhnya dia adalah
Nabi Yang Shiddiq

(Al-Quran, surat Maryam, ke 19 ayat 56)

41. Dan ingatlah Ibrahim di dalam Kitab, sesungguhnya dia adalah
Nabi Yang Shiddiq

(Al-Quran, surat Maryam, ke 19 ayat 41)

Bahkan di ayat 50 dikatakan bahwa kepada nabi Ibrahim diberikan
Lisan yang shiddiq yang tinggi.

50.Dan kami berikan kepada mereka sebagian dari rahmat kami,
dan kami jadikan bagi mereka Lisan yang shiddiq yang tinggi

(Al-Quran, wsuwrwa.traMjaeaboryokagmrat,isk.ceom19 ayat 50)

Mu’min

Mu’minin & Mu’minat

Ketika hijrah, turun wahyu yang memerintahkan agar mu’minat diuji
atau diperiksa keimanannya. Hal itu melihatkan bahwa pendirian
mu’minat lemah.

10.Hai orang-orang yang beriman !,
jika datang kepadamu mu’minat berhijrah, maka ujilah mereka

(Surat Mumtahanah, ke 60 ayat 10)

Itu sebab pada data (028,010) dikatakan
Ibu Musa jadi Mu’minin ketika dikuatkan
atas qalbunya. Karena kalau tidak dikuatkan

qalbunya ia akan tetap jadi Mu’minat.

www.rajaebookgratis.com

10.Maka menjadilah fuad Ibu Musa hampa, hampir
ia buka karakternya,jika tidak kami teguhkan atas qalbunya,

agar jadilah ia dari Mu’minin.
(Surat Al-Qoshosh, ke 28 ayat 10)
Perempuan itu tingkatnya memang ½ laki-laki, seperti dijelaskan pada
data (002,282) bahwa saksi seorang laki-laki dapat digantikan oleh 2
orang perempuan.Pada data (004,011) jelas dikatakan bahwa waris
untuk anak perempuan adalah ½ bagian waris anak laki-laki.
Secara jelas pada data (004,034) dikatakan bahwa laki-laki sebagai
pengurus perempuan, karena sebagian dilebihkan atas sebagian.

Laki-laki itu pengurus atas perempuan perempuan karena Allah telah
lebihkan sebagian mereka atas sebagian
(Al-Quran, wswuwra.ratjaAebno-oNkgirsatais.’c,okme 4 ayat 34)

Surat Al-Mu’minun di dalam Al-Quran, diletakkan pada Nomor ke 23.
Surat itu berarti “Orang-Orang Berpendirian Teguh”.
Hal itu dilihatkan pada ayat 1,2,3,4 nya.

SURAT ke 23:
1.Sungguh menang Orang Yang Berpendirian Teguh.
2.Yang khusyu’ dalam sholat mereka
3.Dan yang berpaling dari yang sia-sia
4.Dan yang mengeluarkan zakat

Kalau orang tidak teguh pendiriannya, sulit mengerjakan pernyataan
ayat 2.3.4. ini. Lantas ayat 23 berikut berisi nama Tuhan yang bernama

Al-Mu’min yang berarti Yang Berpendirian Teguh.

www.rajaebookgratis.com

23.Dia Allah yang tidak ada Tuhan melainkan Dia Raja Yang
Agung Yang mensejahterakan, Yang Berpendirian Teguh,

Yang Mengawal, Penakluk Yang Menggagahi Yang
Menyombongkan Diri, Maha Penggerak Allah dari hal apa yang

mereka sekutukan.
(Surat Al-Hasyar, ke 59, ayat 23)

Itulah nama Tuhan yang pertama yang kita koreksi
pemahamannya dalam Risalah ini.

www.rajaebookgratis.com

Al-Quran Sebaik-baik Tafsir

Dan tidak mereka datangkan kepadamu perumpamaan,
melainkan kami datangkan kepadamu karakter yang lengkap

dan sebaik-baik Tafsir

(Al-Quran, Surat Al-Furqon, ke 25 ayat 33)

Jika kita baca Kitab Al-Quran dengan pengertian (maksudnya membaca
Tafsir Al-Quran atau Terjemahan), kita akan menemukan pengulangan yang

banyak tentang Allah. Bahkan di surat Mujadilah (ke 58) setiap ayatnya
berisi kata Allah. (surat ini berisi 22 ayat).

Di dalam Al-Quran sendiri kata Allah itu terulang sebanyak 2698.
Padahal ayat Al-Quran semua ada sebanyak 6348.

Jadi dapat dikatakan tiap-tiap tiga ayat Al-Quran, berisi paling sedikit satu
kata Allah. Ini phenomena yang menarik. Mengapa Allah demikian
banyak disebut di dalam Al-Quran ?

www.rajaebookgratis.com

Jawabnya karena Al-Quran itu adalah Tafsir tentang nama-nama Allah.
Bayangkan kalau kita sudah harus membaca Tafsir, berarti sudah terjadi Tafsir
Kwadrat. Yang parahnya, orang yang menulis Tafsir Al-Quran tidak mengerti
kalau tujuan utama dari Al-Quran itu adalah untuk memahami nama-nama

Tuhan, sehingga banyak nama-nama Tuhan di dalam Tafsir mereka
diterjemahkan secara tergesa-gesa dan bahkan jauh
dari makna yang sesungguhnya.

Kalau bukan karana nama-nama Tuhan, kita tidak perlu
meneliti ulang tafsir yang sudah ditulis oleh pendahulu kita.
Tetapi kebanyakan ahli Tafsir tidak mementingkan nama-
nama Tuhan di dalam Tafsir mereka, kita perlu mengkaji ulang.

Sejauh mana kebenaran terjemahan itu, atau itu hanya
penyalinan

dari serekata lama.

Sejarah mencatat, Al-Quran diterjemahkan kedalam
bahasa Indonesia itu adalah hal yang baru.

Bangsa Eropah sudah lama memperoleh
terjemwwaw.rhajaaebnookAgralt-isQ.comuran.

Daftar berikut barang kali dapat membantu.

No. Al-Quran diterjemahkan Pada Tahun
1. Latin 1543,1669
2. Jerman 1616,1773,1828.1840
3. Prancis1647.1783,1840
4. Inggris 1647,1734,1876,1905,1917.1919
5. Rusia 1776
6. Urdu 1826
7. Melajoe Abad ke 17
8. Indonesia (A.Hasan) 1928,

(M Yunus), 1959,1960
(Departeman Agama RI) 1965

www.rajaebookgratis.com

One Million Phenomena mulai ditulis tahun 1976. Baru di buku inilah kita
temukan keperdulian orang tentang nama-nama, terutama

nama Tuhan. Mengapa kita harus benar dalam nama-nama Tuhan ?.

Dan bagi Allah nama-nama yang baik.
Oleh karena itu serulah Dia dengan nama-nama Nya,
dan tinggalkan orang-orang yang bersalah-salahan dalam
nama-nama-Nya. Mereka akan dibalas menurut apa yang

mereka telah kerjakan

(Al-Quran, surat Al-A’raf, ke 7 ayat 180)

Itu barangkali alasan mengapa tiap tiga ayat Al-Quran,
paling sedikit berisi satu kata Allah. Dan Al-Quran adalah

sebaik-baik Tafsir tentang nama-nama Tuhan.

www.rajaebookgratis.com

Yang sangat perlu diingat ialah bahwa Al-Quran itu membetulkan
bahasa Arab. Artinya Al-Quran lebih Arab dari bahasa Arab. Jangan
menganggap bahasa arab lebih arab dari Al-Quran. Dengan
demikian, karena Al-Quranlah sebenarnya bahasa Arab itu
terpelihara sampai sekarang. Jika tidak ada Al-Quran, bahasa Arab
itu sudah hancur seperti bahasa-bahasa yang lain. Sebab itu arti
suatu kata tidak mesti datang dari bahasa Arab, karena ada istilah
di dalam Al-Quran yang tidak dikenal sama sekali oleh orang Arab,
tetapi dibuka rahasianya lewat ayat Al-Quran dengan ayat Al-
Quran. Seperti Ummar yang mengatakan “Saya tidak faham makna
Akbar”. Atau seperti Ibnu Abbas mengatakan “Saya tidak faham
makna Fathir sebelum saya mendengar A’rabu bertengkar tentang
sumur”.

Untuk setiap kabar ada tempat duduknya,
dan nanti kamu akan mengetahuinya

(Surat Al-An’am, ke 6 ayat 67)

www.rajaebookgratis.com

GUA Hira’
Tempat Wahyu Al-Quran

Pertama turun
Kepada Nabi Muhammad

saw

www.rajaebookgratis.com

LATHIIF

19.Allah berlaku sensitif terhadap karakter hamba-hamba Nya,
Dia beri siapa yang Dia kehendaki, dan Dia Kuat Penakluk.
(Surat Asy-Syura, ke 42 ayat 19)

19.Dan berlaku sensitiflah, dan jangan
menyadarkan karakter kamu seorangpun”

(Surat Al-Kahfi, ke 18 ayat 19)

19.Dia mengetahui pandangan-pandangan yang khianat dan
apa-apa yang disembunyikan oleh dada-dada.
(Al-Quran, surat Al-Mu’min, ke 40 ayat 19)

www.rajaebookgratis.com

Secara lengkap ayat itu berbunyi seperti ini :

Dan seperti itu kami bangunkan mereka agar
mereka saling bertanya antara mereka. Ia berkata

:”Berapa (lama) kamu tinggal ?”. Mereka
berkata:”Kita tinggal satu hari atau setengah hari”.

Berkata mereka:”Penguasa kamu lebih
mengetahui berapa lama kamu tinggal”. “Utuslah
seorang dari kamu dengan daun kamu ini ke Kota,
maka hendaklah ia perhatikan siapa dari mereka

yang baik makanannya, maka hendaklah ia
datangkan kepada kamu rizki daripadanya. Dan

berlaku sensitiflah, dan jangan menyadarkan
karakter kamu seorangpun” (018,019)

www.rajaebookgratis.com

Lathiifun Khabiir
Yang Sensitif Yang Mengabarkan

“Wahai anakku, sesungguhnya jika ada kasus setimbang biji
yang kerdil di dalam karang besar atau di langit atau di bumi,

niscaya akan dilihatkan karakternya oleh Allah.
Sesungguhnya Allah Yang Sensitif Yang Mengabarkan”.

(Al-Quran, surat Luqman, ke 31 ayat 16)

www.rajaebookgratis.com

Wallaahhu ‘aliimum bidzaatish-shuduur
(Dan Allaahh mengetahui karakter isi dada)

Dia mengetahui apa-apa yang di langit dan bumi, dan Dia mengetaui apa-apa
yang kamu rahasiakan dan apa-apa yang kamu nyatakan.
Dan Allah mengetahui karakter isi dada.

(Al-Quran, surat Taghabun, ke 64, ayat 4)

Bukankah mereka palingkan dada-dada mereka agar tersembunyi daripada
Nya ?. Bukankah ketika mereka pakai baju mereka Dia mengetahui apa-apa

yang mereka rahasiakan dan apa-apa yang mereka nyatakan ?.
Sesungguhnya Dia mengetahui karakter isi dada.

(Al-Quranw,wswu.rraajaetbHooukgdra,tisk.ceom11, ayat 5)

QALBU & FUADU

Qalbu dan Fuadu dibedakan phenomenanya di dalam Al-
Quran. Hal itu dapat kita lihat pada kisah Ibu Musa yang
dikuatkan atas Qalbunya, agar ia jadi Mu’minin. Padahal
Fuadu nya telah terhampa ketika melihat anaknya diambil
keluarga Fir’aun.

10.Maka menjadilah fuad Ibu Musa hampa, hampir
ia buka karakternya, jika tidak kami teguhkan atas

qalbunya,agar jadilah ia dari Mu’minin.
(Surat Al-Qoshosh, ke 28 ayat 10)

Dari phenomena ini terlihat bahwa Qalbu lebih berhubungan
dengan masalah keimanan, sedangkan Fuadu berhubungan dengan
masalah kemanusiaan. Contohnya lagi yaitu:

www.rajaebookgratis.com

260.Dan ketika berkata Ibrahim:”Rabbi, lihatkanlah kepadaku
bagaimana Engkau menghidupkan yang telah mati”. Dia

berkata: “Apa engkau tidak percaya “. Ia berkata:”Tidak sekali-
kali, akan tetapi agar tentram qalbuku”. Dia berkata:”Maka
ambillah empat ekor burung, maka jinakkan mereka
kepadamu, kemudian jadikan (ia berada) atas tiap gunung
sebagian dari mereka, kemudian panggil mereka, niscaya
mereka datang kepadamu dengan segera. Dan ketahuilah
sesungguhnya Allah Penakluk Yang Bijaksana.

(Al-Quran, surat Al-Baqarah, ke 2 ayat 260)

Pada kesempatan lain Ibrahim memakai kata Fuad-Fuad (Af-
idah) untuk menyatakan ketertarikan manusia kepada
manusia di sekitar ka’bah.

www.rajaebookgratis.com

(Kata Ibrahim):”Majikan kami sesungguhnya aku tempatkan
sebagian dari anak cucuku di lembah yang tidak ada tumbuh-
tumbuhan di dekat rumah Mu yang ditinggalkan. Majikan kami
agar mereka mendirikan sholat, lantaran itu jadikanlah Fuad-

Fuad dari manusia tertarik kepada mereka,
dan berilah mereka dari buah-buahan agar mereka bersyukur”.

(Al-Quran, surat Ibrahim, ke 14 ayat 37)

Jadi kalau kita tertarik untuk kembali ke Mekkah untuk
mengerjakan haji atau umroh, itu bukan dari Qalbu, tetapi

dari Fuadu.

Sekarang yang jadi masalah yang mana yang kita akan
artikan “Hati” dalam bahasa kita. Qalbu = Hati atau Fuadu=
SaHyaatim?e.ngusulkan Fuadu ini diartikan Sikap, dan Qalbu diartikan Hati.

Kalau tidak, ya biar saja yang satu dengan kata Qalbu dan yang lain
dengan kata Fuadu. Yang jelas Qalbu dan Fuadu tidak sama. Al-Quran
datang justru menjelaskan kepada manusia beda antara keduanya.

www.rajaebookgratis.com

Allah tidak menjadikan bagi seseorang
dua qalbu dalam rongganya

(Al-Quran, surat Al-Ahzab, ke 33 ayat 4)

Tidak akan mengena suatu mushibah melainkan dengan izin
Allah, dan siapa mengimani karakter Allah
niscaya Dia bimbing Qalbunya,
dan Allah Mengetahui karakter tiap sesuatu.

(Al-Quran, surat At-Taghabun, ke 64 ayat 11)

www.rajaebookgratis.com

Al-Masiih

Dan ketika malaikat berkata :”Hai Maryam, sesungguhnya
Allah menggembirakanmu dengan Kalimat daripada Nya,

namanya Al-Masiih,‘Isa anak Maryam yang terkenal di
dunia dan akhirat, dan dari orang yang didekatkan”

(Al-Quran, surat Ali-‘Imran, ke 3 ayat 45)

Jadi nama Kalimat itu Al-Masih, nama orangnya ‘Isa, dan
nama keturunannya Ibnu Maryam.
Perlu diingat, predikat Al-Masih itu tidak satu-satunya Nabi ‘Isa
yang menyandangnya. Orang yang akan datang di akhir
zaman nanti dengan nama Da’jal, juga menyandang predikat
Al-Masih, yaitu dengan sebutan Da’jal Al-Masih

www.rajaebookgratis.com


Click to View FlipBook Version
Previous Book
Kebenaran yang Hilang
Next Book
Metode Pemikiran Al-Banna