The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Hafiza Husna, 2023-05-30 01:31:33

PERANAN GURU DALAM PEMBELAJARAN

PERANAN GURU DALAM PEMBELAJARAN

i PERANAN GURU DALAM PEMBELAJARAN Disusun Oleh Kelompok: 8 Nama : Saputri Sri Maulina Aniska Semester / Unit : V / IV Prodi : PAI Mata kuliah : Etika dan Profesi Keguruan Dosen : Saparuddin Rambe, M.Pd.I FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI LANGSA (IAIN) TAHUN AKADEMIK 2022 / 2023


ii KATA PENGANTAR Segala puji bagi Allah Swt, Tuhan Semesta Alam, shalawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Nabi Muhammad Saw. Keluarga, sahabat, serta para pengikutnya hingga akhir zaman. Kami telah menyelesaikan makalah kami yang berjudul “Peranan Guru dalam Pembelajaran”. Kami mengucapkan terima kasih kepada bapak/ibu dosen yang telah memberikan masukan tentang cara pembuatan makalah yang baik dan benar, adalah menjadi tujuan kamu untuk menjadikan makalah ini bermanfaat bagi semua pembaca nantinya. Tentu saja, sebagai manusia kami tidak terlepas dari kesalahan dan kekhilafan. Oleh karna itu, masukan dan kreritikan dan para pembaca sangat kami harapkan agar menjadikan makalah ini lebih baik lagi. Semoga seluru amal kita diterima dan diberikan ganjaran yang setimpal oleh Allah Swt. Amin. Langsa, 31 Oktober 2022 Penulis


iii DAFTAR ISI KATA PENGANTAR.................................................................................... i DAFTAR ISI................................................................................................... ii BAB I : PENDAHULUAN ......................................................................... 1 A. Latar Belakang. ............................................................................. 1 B. Rumusan Masalah. ........................................................................ 1 C. Tujuan Penulisan .......................................................................... 1 BAB II : PEMBAHASAN.............................................................................. 2 A. Status Profesi Guru ........................................................................ 2 B. Kompetensi Profesi Keguruan ....................................................... 4 C. Sifat-sifat Guru............................................................................... 6 D. Sasaran Sikap Profesional Keguruan ............................................. 8 E. Peran Guru dalam Proses Pembelajaran ........................................ 11 BAB III : PENUTUP...................................................................................... 14 A. Kesimpulan .................................................................................... 14 B. Saran............................................................................................... 15 DAFTAR PUSTAKA..................................................................................... 16


1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Guru saat ini berkembang sesuai dengan fungsinya, membina untuk mencapai tujuan pendidikan. Bagaimanapun baiknya kurikulum, administrasi, dan fasilitas perlengkapan, kalau tidak diimbangi dengan peningkatan kualitas dari seorang pendidik tidak akan membawa hasil yang diharapkan. Guru memiliki peranan yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan pendidikan. Guru yang profesional diharapkan menghasilkan lulusan yang berkualitas. Dalam keseluruhan proses pendidikan, guru harus bertanggung jawab atas hasil kegiatan belajar anak melalui interaksi belajar mengajar. Gurur merupakan faktor yang mempengaruhi berhasil tidaknya proses belajar dan karenanya guru harus menguasai prinsip-prinsip belajar disamping menguasai materi yang disampaikan. Dengan kata lain, guru harus menciptakan suatu kondisi belajar yang sebaik-baiknya bagi peserta didik, inilah yang tergolong kategori peran guru sebagai pengajar. B. Rumusan Masalah 1. Bagaimana Pengertian Status Profesi Guru? 2. Bagaimana Pengertian Kompetensi Profesi Keguruan? 3. Bagaimana Pengertian Sifat-sifat Guru? 4. Bagaimana Sasaran Sikap Profesional Keguruan? 5. Bagaimana Pengertian Peran Guru dalam Proses Pembelajaran? C. Tujuan Penulisan 1. Untuk mengetahui bagaimana Pengertian Status Profesi Guru. 2. Untuk mengetahui bagaimana Pengertian Kompetensi Profesi Keguruan. 3. Untuk mengetahui bagaimana Pengertian Sifat-sifat Guru. 4. Untuk mengetahui bagaimana Sasaran Sikap Profesional Keguruan. 5. Untuk mengetahui bagaimana Pengertian Peran Guru dalam Proses Pembelajaran.


2 BAB II PEMBAHASAN A. Status Profesi Guru 1. Pengertian Profesi Guru, dokter, polisi, tentara merupakan beberapa contoh sebutan untuk sebuah profesi. Guru harus menjalani proses pendidikan lebih lanjut untuk meningkatkan kualitas profesionalannya. Antara profesi, profesional, proesionalisme, profesionalitas dan profesionalisme mempunyai pengertian yang saling berkaitan satu sama lain. Djam’an Satori menyatakan bahwa “Profesi adalah suatu jabatan atau pekerjaan yang menuntut keahlian (expertise) dari para anggotanya”. Artinya, suatu profesi tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang.1 Orang yang menjalankan suatu profesi harus mempunyai keahlian khusus dan memiliki kemampuan yang didapat dari pendidikan khusus bagi profesi tersebut. Menurut Djam’an Satori, “Profesional menunjuk pada dua hal. Pertama, orang yang menyandang suatu profesi, misalnya, “Dia seorang profesional”. Kedua, penampilan seseorang dalam melakukan pekerjaannya yang sesuai dengan profesinya. Menurut Djam’an Satori, menyebutkan “Profesionalisme menunjuk pada komitmen para anggota suatu profesi untuk meningkatkan kemampuan profesionalannya dan terusmenerus mengembangkan strategi-strategi yang digunakan dalam melakukan pekerjaan yang sesuai dengan profesinya”. Djam’an Satori, menyebutkan tentang profesionalitas sebagai berikut: Profesionalitas, di pihak lain, mengacu kepada sikap para anggota profesi terhadap profesinya serta derajat pengetahuan dan keahlian yang mereka miliki dalam rangka melakukan pekerjannya”. Jadi seorang profesonal tidak akan mau mengerjakan sesuatu yang memang bukan bidangnya. Menurut Djam’an Satori, menyatakan bahwa profesionalisasi adalah: Profesionalisasi, menunjuk pada proses peningkatan kualifikasi maupun kemampuan para anggota profesi dalam mencapai kriteria yang standar dalam penampilannya sebagai suatu profesi. 1 Soetjipto dan Raflis Kosasi, Profesi Keguruan, (Jakarta Departemen Pendidikan dan Kebudayaan dan PT Rineka Cipta, 1999), hlm.12.


3 Profesionalisasi pada dasarnya merupakan serangkaian proses pengembangan profesional (profesional development), baik dilakukan melalui pendidikan atau latihan. Menurut Djam’an Satori, profesi mempunyai beberapa ciri-ciri yaitu sebagai berikut: a. Standar unjuk kerja b. Lembaga pendidikan khusus untuk menghasilkan pelaku profesi tersebut dengan standar kualitas akademik yang bertanggung jawab c. Organisasi profesi d. Etika dan kode etik profesi e. Sistem imbalan f. Pengakuan dari masyarakat 2. Pengertian Profesi Guru Guru adalah sosok pendidik yang sebenarnya. Dalam UU RI Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen Pasal 1 disebutkan bahwa guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar dan pendidikan menengah.2 3. Kriteria Profesional Keguruan Guru adalah jabatan profesional yang memerlukan berbagai keahlian khusus. Sebagai suatu profesi, maka harus memenuhi kriteria profesional, (hasil lokakarya pembinaan Kurikulum Pendidikan Guru UPI Bandung) dalam Oemar Hamalik sebagai berikut: a. Fisik 1) Sehat jasmani dan rohani. 2) Tidak mempunyai cacat tubuh yang bisa menimbulkan cemoohan atau rasa kasihan dari anak didik. b. Mental/kepribadian 2 Budiman, Etika Profesi Guru, (Yogyakarta: Mentari,2012), hlm. 11.


4 1) Berkepribadian/berjiwa Pancasila. 2) Mampu menghayati GBHN. 3) Mencintai bangsa dan sesama manusia dan rasa kasih sayang kepada anak didik. 4) Berbudi pekerti yang luhur. 5) Berjiwa kreatif, dapat memanfaatkan rasa pendidikan yang ada secara maksimal. 6) Mampu menyuburkan sikap demokrasi dan penuh tenggang rasa. c. Keilmiahan/pengetahuan 1) Memahami ilmu yang dapat melandasi pembentukan pribadi. 2) Memahami ilmu pendidikan dan keguruan dan mampu menerapkannya dalam tugasnya sebagai pendidik. 3) Memahami, menguasai serta mencintai ilmu pengetahuan yang akan diajarkan. 4) Memiliki pengetahuan yang cukup tentang bidangbidang yang lain. 5) Senang membaca buku-buku ilmiah. d. Keterampilan 1) Mampu berperan sebagai organisator proses belajar mengajar. 2) Mampu menyusun bahan pelajaran atas dasar pendekatan struktural, interdisipliner, fungsional, behavior, dan teknologi. 3) Mampu menyusun garis besar program pengajaran (GBPP). 4) Mampu memecahkan dan melaksanakan teknik-teknik mengajar yang baik dalam mencapai tujuan pendidikan. 5) Mampu merencanakan dan melaksanakan evaluasi pendidikan. B. Kompetensi Profesi Keguruan 1. Pengertian Kompetensi Menurut UU No. 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen Pasal 1, Ayat 10 yang dikutip dari Mulyasa, disebutkan “Kompetensi adalah seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dan dikuasai oleh guru atau dosen dalam melaksanakan tugas keprofesionalan”.


5 Menurut Johnson dalam Syaiful Sagala, dijelaskan bahwa “Kompetensi merupakan perilaku rasional guna mencapai tujuan yang dipersyaratkan sesuai dengan kondisi yang diharapkan. Pengertian tersebut menandung arti bahwa kompetensi adalah suatu keharusan yang wajib dimiliki oleh sebuah profesi”.3 Rumusan kompetensi menurut Syaiful Sagala tersebut mengandung tiga aspek yaitu: a. Kemampuan, pengetahuan, kecakapan, sikap, sifat, pemahaman, apresiasi dan harapan yang menjadi ciri dan karakteristik seseorang dalam menjalankan tugasnya. b. Ciri dan karakteristik kompetensi yang digambarkan dalam aspek pertama itu tampil nyata dalam tindakan, tingkah laku dan unjuk kerjanya. c. Hasil unjuk kerjanya itu memenuhi suatu kriteria standar kualitas tertentu. aspek ini merujuk pada kompetensi sebagai hasil (output dan atau outcome) dari unjuk kerja. 2. Jenis Kompetensi Keguruan Berdasarkan UU No. 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen Pasal 8 menyatakan bahwa guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Selanjutnya Pasal 10 ayat (1) menyatakan Kompetensi guru sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 8 meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi. Sedangkan menurut, PP No. 19 Tahun 2005 Pasal 28, Ayat 3 dan UU No. 14 Tahun 2005 Pasal 10, Ayat 1, menyatakan “Kompetensi pendidik sebagai agen pembelajaran pada jenjang pendidikan dasar dan menengah serta pendidikan anak usia dini meliputi: a. Kompetensi pedagogik 3 Udin S Winantaputra, Strategi Belajar Mengaja, (Jakarta: Pusat Penerbitan Universitas Terbuka, 2003), hlm. 13.


6 Dalam Standar Nasional Pendidikan, penjelasan Pasal 28 ayat (3) butir a dikemukakan bahwa kompetensi pedagogik adalah kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik yang meliputi pemahaman terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. b. Kompetensi kepribadian Dalam Standar Nasional Pendidikan, penjelasan Pasal 28 ayat (3) butir b dikemukakan bahwa kompetensi kepribadian adalah kemampuan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik, dan berakhlak mulia. c. Kompetensi profesional Dalam Standar Nasional Pendidikan, penjelasan Pasal 28 ayat (3) butir c dikemukakan bahwa kompetensi profesional adalah kemampuan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang memungkinkan membimbing peserta didik memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan dalam Standar Nasional Pendidikan. d. Kompetensi sosial Dalam Standar Nasional Pendidikan, penjelasan Pasal 28 ayat (3) butir d dikemukakan bahwa kompetensi sosial adalah kemampuan guru sebagai bagian dari masyarakat untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua/ wali peserta didik, dan masyarakat sekitar. C. Sifat-sifat Guru 1. Pengertian Sikap Guru Profesional Menurut Thurthoen dalam walgito menjelaskan bahwa sikap adalah gambaran kepribadian seseorang yang terlahir melalui gerakan fisik dan tanggapan pikiran terhadap suatu keadaan atau suatu objek. Menurut UU nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen. Profesional adalah pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang


7 memerlukan keahlian, kemahiran atau kecakapan yang memiliki standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi.4 Guru merupakan kunci keberhasilan sebuah lembaga pendidikan. Guru adalah sales agent dari lembaga pendidikan. Baik atau buruknya perilaku atau cara mengajar guru akan sangat mempengaruhi citra lembaga pendidikan, oleh sebab itu sumber daya guru ini harus dikembangkan baik melalui pendidikan dan pelatihan dan kegiatan lain agar kemampuan profesionalnya lebih meningkat.5 Guru profesional adalah guru yang mengedepankan mutu dan kualitas layanan dan produknya, layanan guru harus memenuhi standarisasi kebutuhan masyarakat, bangsa dan pengguna serta memaksimalkan kemampuan peserta didik berdasar potensi dan kecakapan yang dimiliki masing-masing individu.6 Berdasarkan beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa sikap guru professional adalah suatu kepribadian atau respon yang menggambarkan kecendrungan untuk bereaksi sebagai seorang guru yang memiliki kompetensi yang dipersyaratkan untuk melakukan tugas pendidikan dan pengajaran yang ahli dalam menyampaikannya. 2. Karakteristik Guru Profesional Guru profesional akan tercermin dalam penampilan pelaksanaan tugastugas yang ditandai dengan keahlian baik materi maupun metode. Dengan keahliannya itu, seorang guru mampu menunjukkan otonominya, baik pribadi maupun sebagai pemangku profesinya. Di samping dengan keahliannya, sosok profesional guru ditunjukkan melalui tanggung jawabnya dalam melaksanakan seluruh pengabdiannya profesional hendaknya mampu memikul dan melaksanakan tanggung jawab sebagai guru kepada peserta didik, orang tua, masyarakat, bangsa negara dan agamanya. Guru profesional mempunyai tanggung jawab sosial, intelektual, moral dan spiritual.7 4Tukiran Taniredja, ALFABETA, (Bandung: 2010), hlm. 4. 5Buchari Alma, dkk, Guru Profesional menguasai metode dan terampil mengajar, ALFABETA, (Bandung: 2009), hlm. 123. 6Martinis Yamin dan Maisah, Standarisai Kinerja Guru, (Jakarta: Gp pres, 2010), hlm. 28. 7Ali Mudlofir, Pendidik Profesional: Konsep, Strategi dan Aplikasinya dalam


8 M. Ngalim Purwanto dalam bukunya “Ilmu Pendidikan Teoritis dan Praktis” menyebutkan beberapa sikap dan sifat guru yang baik, yaitu : a. Adil b. Percaya dan suka kepada murid-muridnya c. Sabar dan rela berkorban d. Memiliki kewibawaan terhadap anak-anak e. Penggembira f. Bersikap baik terhadap guru-guru lainnya g. Bersikap baik terhadap masyarakat h. Benar-benar menguasai mata pelajarannya i. Suka kepada mata pelajaran yang diberikannya j. Berpengetahuan luas.8 D. Sasaran Sikap Profesional Keguruan 1. Sikap Terhadap Peraturan Perundang-Undangan Pada butir Sembilan kode etik guru Indonesia disebutkan bahwa “guru melaksanakan segala kebijaksanaan pemerintah dalam bidang pendidikan”. Kebijakan pendidikan di Negara kita dipegang oleh pemerintah, dalam hal ini oleh departemen pendidikan kebudayaan. Dalam rangka pembangunan di bidang pendidikan di Indonesia, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan mengeluarkan ketentuan-ketentuan dan peraturan-peraturan yang merupakan kebijaksanaan yang akan dilaksanakan oleh aparatnya, yang meliputi antara lain pembangunan gedung-gedung pendidikan, pemerataan kesempatan belajar antara lain dengan melalui kewajiban belajar, peningkatan mutu pendidikan, pembinaan generasi muda dengan menggiatkan kegiatan taruna dan lain-lain. Guru merupakan unsur aparatur negara dan abdi negara. Oleh karena itu, guru mutlak perlu mengetahui kebijaksanaan-kebijaksanaan pemerintah dalam bidang pendidikan sehingga dapat melaksanakan ketentuan-ketentuan yang merupakan kebijaksanaan tersebut. Peningkatan Mutu Pendidik di Indonesia, (Jakarta: Rajawali Press, 2013), hlm.110. 8M. Ngalim Purwanto, Ilmu Pendidikan Teoritis dan Praktis, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2011), hlm.143-148.


9 2. Sikap Terhadap Organisasi Profesi Guru secara bersama-sama memelihara dan meningkatkan mutu organisasi PGRI sebagai sarana perjuangan dan pengabdian. Dasar ini menunjukkan kepada kita betapa pentingnya peranan organisasi sebagai wadah dan sarana pengabdian. PGRI sebagai organisasi profesi memerlukan pembinaan, agar lebih berdaya guna sebagai wadah usaha untuk membawakan misi dan memantapkan profesi guru. Keberhasilan usaha tersebut sangat bergantung kepada kesadaran para anggotanya, rasa tanggung jawab dan keawajiban para anggotanya. Setiap anggota harus memberikan sebagian waktunya untuk kepentingan pembinaan profesinya, dan semua waktu dan tenaga yang diberikan oleh para anggota ini dikoordinasikan oleh para pejabat organisasi tersebut, sehingga pemanfaatannya menjadi efektif dan efisien.9 3. Sikap Terhadap Teman Sejawat Dalam ayat 7 kode etik guru disebutkan bahwa “guru memelihara hubungan seprofesi, semangat kekeluargaan dan kesetiakawanan sosial”. Ini berarti bahwa: a. Guru hendaknya menciptakan dan memelihara hubungan sesama guru dalam lingkungan kerjanya. b. Guru hendaknya menciptakan dan memelihara semangat kekeluargaan dan kesetiakawanan sosial didalam dan diluar lingkungan kerjanya. Dalam hal ini, Kode Etik Guru Indonesia menunjukkan kepada kita betapa pentingnya hubungan yang harmonis perlu diciptakan dengan mewujudkan perasaan bersaudara yang mendalam antara sesama anggota profesi. 4. Sikap Terhadap Anak Didik Dalam kode etik guru Indonesia dengan jelas dituliskan bahwa “guru berbakti membimbing peserta didik untuk membentuk manusia Indonesia seutuhnya yang berjiwa pancasila”. Dasar ini mengandung beberapa prinsip yang harus dipahami oleh seorang guru dalam menjalankan tugasnya sehari-hari yakni 9Hamzah B. Uno, Profesi Kependidikan, (Jakarta: Bumi Aksara, 2008), hlm. 42.


10 tujuan pendidikan nasional, prinsip membimbing dan prinsip pembentukan manusia Indonesia seutuhnya. 5. Sikap Terhadap Tempat Kerja Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa suasana yang baik ditempat kerja akan meningkatan produktivitas. Hal ini disadari dengan sebaik-baiknya oleh setiap guru, dan guru berkewajiban menciptaka suasana yang demikian dalam lingkungannya. Untuk menciptakan suasana kerja yang baik ini ada dua hal yang harus diperhatikan, yaitu: guru sendiri,hubungan guru dengan orang tua dan masyarakat sekeliling. 6. Sikap Terhadap Pemimpin Sudah jelas bahwa pemimpin suatu unit atau organisasi akan mempunyai kebijaksanaan dan arahan dalam memimpin organisasinya, dimana tiap anggota organisasi itu dituntut berusaha untuk bekerja sama dalam melaksanakan tujuan organisasi tersebut. Maka, sikap seorang guru terhadap pemimpin harus positif, dalam pengertian harus bekerja sama dalam menyukseskan program yang sudah disepakati, baik disekolah maupun diluar sekolah. 7. Sikap Terhadap Pekerjaan Butir keenam dalam kode etik guru Indonesia berbunyi “guru secara pribadi dan bersama-sama mengembangkan dan meningkatkan mutu dan martabat profesinya”. Dalam butir keenam ini dituntut kepada guru baik secara pribadi maupun secara kelompok, untuk selalu meningkatkan mutu dan martabat profesinya. Guru sebagaimana juga dengan profesi lainnya tidak mungkin dapat meningkatkan mutu dan martabat profesinya bila guru itu tidak meningkatkan atau menambah pengetahuan dan ketrampilannya, karena ilmu dan pengetahuan yang menunjang profesi itu selalu berkembang sesuai dengan kemajuan zaman.


11 E. Peran Guru dalam Proses Pembelajaran Dalam kegiatan belajar mengajar, guru memiliki peran yang cukup penting untuk membuat ilmu-ilmu yang diajarkan dapat diterima oleh siswa-siswa yang ada. Tidak hanya berperan untuk mengajarkan ilmu-ilmu saja, banyak sekali peran guru dalam proses pembelajaran. Kali ini akan dibahas lebih lanjut mengenai peran guru di dalam proses kegaiatan belajar mengajar. 1. Guru Sebagai Pendidik Guru merupakan pendidik, tokoh, panutan serta identifikasi bagi para murid yang di didiknya serta lingkungannya. Oleh sebab itu, tentunya menjadi seorang guru harus memiliki standar serta kualitas tertentu yang harus dipenuhi. Sebagai seorang guru, wajib untuk memiliki rasa tanggung jawab, mandiri, wibawa, serta kedisiplinan yang dapat dijadikan contoh bagi peserta didik. 2. Guru Sebagai Pengajar Kegiatan belajar mengajar akan dipengaruhi oleh beragam faktor di dalamnya, mulai dari kematangan, motivasi, hubungan antara murid dan guru, tingkat kebebasan, kemampuan verbal, ketrampilan guru di dalam berkomunikasi, serta rasa aman. Jika faktor faktor tersebut dapat terpenuhi, maka kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung dengan baik. Guru harus dapat membuat sesuatu hal menjadi jelas bagi murid, bahkan terampil untuk memecahkan beragam masalah. 3. Guru Sebagai Sumber Belajar Peran guru sebagai sebuah sumber belajar akan sangat berkaitan dengan kemampuan guru untuk menguasai materi pelajaran yang ada. Sehingga saat siswa bertanya sesuatu hal, guru dapat dengan sigap dan tanggap menjawab pertanyaan murid dengan menggunakan bahasa yang lebih mudah dimengerti. 4. Guru Sebagai Fasilitator Peran seorang guru sebagai fasilitator adalah dalam memberikan pelayanan agar murid dapat dengan mudah menerima dan memahami materi-


12 materi pelajaran. Sehingga nantinya proses pembelajaran akan menjadi lebih efektif dan efisien. 5. Guru Sebagai Pembimbing Guru dapat dikatakan sebagai pembimbing perjalanan, yang mana berdasar pengetahuan serta pengalamannya dan memiliki rasa tanggung jawab dalam kelancaran perjalanan tersebut. Perjalanan ini tidak hanya sola fisik namun juga perjalanan mental, kreatifitas, moral, emosional dan spritual yang lebih kompleks dan dalam. 6. Guru Sebagai Demonstrator Guru memiliki peran sebagai demonstator adalah memiliki peran yang mana dapat menunjukkan sikap-sikap yang bisa menginspirasi murid untuk melakukan hal-hal yang sama bahkan dapat lebih baik. 7. Guru Sebagai Pengelola Dalam proses kegiatan belajar mengajar, guru memiliki peran dalam memegang kendali atas iklim yang ada di dalam suasana proses pembelajaran. Dapat diibaratkan jika guru menjadi nahkoda yang memegang kemudi dan membawa kapal dalam perjalanan yang nyaman dan aman. Seorang guru haruslah dapat menciptakan suasana kelas menjadi kondusif dan nyaman. 8. Guru Sebagai Penasehat Guru berperan menjadi penasehat bagi murid-muridnya juga bagi para orang tua, meskipun guru tidak memiliki pelatihan khusus untuk menjadi penasehat. Murid-murid akan senantiasa akan berhadapan dengan kebutuhan dalam membuat sebuah keputusan dan dalam prosesnya tersebut membutuhkan bantuan guru. Agar guru dapat memahami dengan baik perannya sebagai penasehat serta orang kepercayaan yang lebih dalam maka sudah seharunya guru mendalami mengenai psikologi kepribadian.


13 9. Guru Sebagai Inovator Guru menerjemahkan pengalaman yang didapatkannya di masa lalu ke dalam kehidupan yang lebih bermakna untuk murid-murid didikannya. Karena usia guru dan murid yang mungkin terlampau jauh, maka tentu saja guru lebih memiliki banyak pengalaman dibandingkan murid. Tugas guru adalah untuk menerjemahkan pengalaman serta kebijakan yang berharga ke dalam bahasa yang lebih modern yang mana dapat diterima oleh murid-murid. 10. Guru Sebagai Motivator Proses kegiatan belajar mengajar akan berhasil jika murid-murid di dalam nya memiliki motivasi yang tinggi. Guru memiliki peran yang penting untuk menumbuhkan motivias serta semangat di dalam diri siswa dalam belajar. 11. Guru Sebagai Pelatih Proses pendidikan serta pembelajaran tentunya membutuhkan latihan ketrampilan, entah itu dalam intelektual ataupun motorik. Dalam hal ini guru akan bertindak sebagai pelatih untuk mengembangkan ketrampilan tersebut. Hal ini lebih ditekankan dalam kurikulum 2004 yang mana memiliki basis kompetensi. Tanpa adanya latihan maka tentunya seorang guru tidak akan mampu dalam menunjukkan penguasaan kompetensi dasar serta tidak mahir dalam ketrampilan ketrampilan yang sesuai dengan materi standar. 12. Guru Sebagai Elevator Setelah proses pembelajaran berlangsung, tentunya seorang guru harus melakukan evaluasi pada hasil yang telah dilakukan selama kegiatan pembelajaran tersebut. Evaluasi ini tidak hanya untuk mengevaluasi keberhasilan siswa untuk mencapai tujuan dalam kegiatan belajar mengajar. Namun juga menjadi evaluasi bagi keberhasilan guru di dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar.10 10 Salim Haidir, Strategi Pembelajaran, (Medan: Perdana Publishing, 2012), hlm. 22.


14 BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan pembahasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa: Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar dan pendidikan menengah. Dalam Standar Nasional Pendidikan, penjelasan Pasal 28 ayat (3) butir c dikemukakan bahwa kompetensi profesional adalah kemampuan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang memungkinkan membimbing peserta didik memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan dalam Standar Nasional Pendidikan. Sikap guru professional adalah suatu kepribadian atau respon yang menggambarkan kecendrungan untuk bereaksi sebagai seorang guru yang memiliki kompetensi yang dipersyaratkan untuk melakukan tugas pendidikan dan pengajaran yang ahli dalam menyampaikannya. Beberapa sikap dan sifat guru yang baik, yaitu : a. Adil b. Percaya dan suka kepada murid-muridnya c. Sabar dan rela berkorban d. Memiliki kewibawaan terhadap anak-anak e. Penggembira f. Bersikap baik terhadap guru-guru lainnya g. Bersikap baik terhadap masyarakat h. Benar-benar menguasai mata pelajarannya i. Suka kepada mata pelajaran yang diberikannya Berpengetahuan luas.


15 Peran Guru dalam Proses Pembelajar yaitu : 1. Guru Sebagai Pendidik 2. Guru Sebagai Pengajar 3. Guru Sebagai Sumber Belajar 4. Guru Sebagai Fasilitator 5. Guru Sebagai Pembimbing 6. Guru Sebagai Demonstrator 7. Guru Sebagai Pengelola 8. Guru Sebagai Penasehat 9. Guru Sebagai Inovator 10. Guru Sebagai Motivator 11. Guru Sebagai Pelatih 12. Guru Sebagai Elevator B. Saran Demikian makalah ini dibuat, kami menyadari dalam penulisan makalah ini banyak kesalahan dan kekurangan, untuk itu kritik dan saran yang konstruktif demi kesempurnaan makalah ini dan berikutnya. Besar harapan kami, semoga makalah ini dapat memberikan sedikit manfaat bagi para pembaca pada umumnya dan khususnya bagi pemakalah.


16 DAFTAR PUSTAKA Alma, Buchari dkk. Guru Profesional menguasai metode dan terampil mengajar, ALFABETA.Bandung: 2009. Budiman. Etika Profesi Guru. Yogyakarta : Mentari, 2012. Haidir, Salim. Strategi Pembelajaran. Medan : Perdana Publishing, 2012. Mudlofir, Ali. Pendidik Profesional: Konsep, Strategi dan Aplikasinya dalam Peningkatan Mutu Pendidik di Indonesia. Jakarta: Rajawali Press, 2013. Purwanto, M. Ngalim. Ilmu Pendidikan Teoritis dan Praktis. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2011. Sanjaya, Wina. Strategi Pembelajaran. Jakarta: Kencana, 2011. Soetjipto dan Kosasi, Raflis. Profesi Keguruan. Jakarta Departemen Pendidikan dan Kebudayaan dan PT Rineka Cipta, 1999. Taniredja, Tukiran. ALFABETA. Bandung: 2010. Uno, Hamzah B. Profesi Kependidikan. Jakarta: Bumi Aksara, 2008. Winantaputra, Udin S. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Pusat Penerbitan Universitas Terbuka, 2003. Yamin, Martinis dan Maisah Standarisai Kinerja Guru. Jakarta: Gp pres, 2010.


Click to View FlipBook Version