The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by bukubahasaindonesiasmpmts, 2022-01-20 02:46:04

Teks Eksplanasi

Teks Eksplanasi

Pelajaran 5

Teks Eksplanasi

Fokus Pembelajaran
Penguasaan kompetensi mengidentifikasi informasi; menelaah struktut dan kebahasaan; dan
meringkas isi teks eksplanasi yang berupa proses terjadinya suatu fenomena dari beragam
sumber yang didengar dan dibaca; serta menyajikan informasi dan data dalam bentuk teks

eksplanasi secara lisan dan tulis.

Kegiatan 1
Membaca Teks Eksplanasi dan Melaporkan Isinya

Teks eksplanasi merupakan teks yang menjelaskan terjadinya fenomena alam, sosial,
ilmiah, dan budaya. Teks eksplanasi banyak dijumpai dalam bahasan ilmiah, misalnya, ilmu
alam, geografi, sejarah, dan budaya.

A. Mengidentifikasi Isi Teks Ekplanasi dalam Rumusan Definisi dan Paparan Proses

Dalam menjelaskan suatu fenomena dalam teks eksplanasi, penulis dapat
menggunakan rumusan definisi dan peparan proses. Definisi biasanya berisi pengertian
pokok, sedangkan paparan proses berisi tahapan atau urutan kejadian.

Bacalah teks eksplanasi tentang gempa bumi tektonik berikut ini. Kerjakan tugas yang
menyertai teks!

Gempa Bumi Tektonik

(1) Gempa bumi tektonik adalah jenis gempa bumi yang disebabkan oleh
pergeseran lempeng plat tektonik. Gempa ini terjadi karena besarnya tenaga yang
dihasilkan akibat adanya tekanan antar lempeng batuan dalam perut bumi.
Gempa bumi ini adalah jenis gempa yang paling sering dirasakan, terutama di
Indonesia.

(2) Gempa tektonik yang kuat sering terjadi di sekitar tapal batas lempengan-
lempengan tektonik. Lempengan-lempengan tektonik ini selalu bergerak dan
saling mendesak satu sama lain. Pergerakan lempengan-lempengan tektonik ini
menyebabkan terjadinya penimbunan energi secara perlahan-lahan.

(3) Gempa tektonik kemudian terjadi karena adanya pelepasan energi yang
telah lama tertimbun tersebut. Gempa tektonik biasanya jauh lebih kuat
getarannya dibandingkan dengan gempa vulkanik, maka getaran gempa yang
merusak bangunan kebanyakan disebabkan oleh gempa tektonik.

(4) Tenaga yang dihasilkan oleh tekanan antara batuan dikenal sebagai
kecacatan tektonik. Teori dari lempeng tektonik (tectonic plate) menjelaskan
bahwa bumi terdiri dari beberapa lapisan batuan, sebagian besar area dari lapisan
kerak itu akan hanyut dan mengapung di lapisan seperti salju. Lapisan tersebut
begerak perlahan sehingga berpecah-pecah dan bertabrakan satu sama lainnya.
Hal inilah yang menyebabkan terjadinya gempa tektonik.

(5) Peta penyebarannya mengikuti pola dan aturan yang khusus dan
menyempit, yakni mengikuti pola-pola pertemuan lempeng-lempeng tektonik
yang menyusun kerak bumi. Dalam ilmu kebumian (geologi), kerangka teoretis
tektonik lempeng merupakan postulat untuk menjelaskan fenomena gempa bumi
tektonik yang melanda hampir seluruh kawasan, yang berdekatan dengan batas

1

pertemuan lempeng tektonik. Contoh gempa tektonik ialah seperti yang terjadi di
Yogyakarta, Indonesia pada Sabtu, 27 Mei 2006 dini hari, pukul 05.54 WIB.

(Dikutip dengan penyesuaian dari https://id.wikipedia.org/wiki/ Gempa_bumi_tektonik)

Berdasarkan penjelasan dan contoh teks tersebut, kerjakanlah tugas berikut ini.
Kerjakakanlah secara berkelompok!
1. Lengkapilah pernyataan berikut sesuai dengan teks di atas!

a. Paragraf 1 berisi definisi gempa bumi tektonik, yakni

b. Paragraf 2 berisi proses gerakan lempeng bumi, yakni
c. Paragraf 3 berisi proses pelepasan energi, yakni
d. Paragraf 4 berisi teori lempeng tekntonik, yakni
e. Paragraf 5 berisi pola penyebaran gempa, yakni
2. Berdasarkan isi per paragraf tesebut, simpulkanlah definisi dan proses tejadinya
gempa tektonik dalam 2 (dua) paragraf!

B. Mengidentifikasi Isi Teks Eksplanasi Berdasarkan Perbandingan
Dalam menjelaskan fenomena dalam teks eksplanasi, penulis dapat menggunakan

perbandingan. Biasanya, perbandingan digunakan sebagai contoh atau ilustrasi atas
definisi yang telah dirumuskan atau proses yang telah dipaparkan sebelumnya.
Perhatikanlah contoh perbandingan dalam bentuk puisi karya ahli geologi terkenal
Indonesia, Andang Bachtiar, berikut ini!

2

GEMPA BUMI DAN TSUNAMI DI INDONESIA INI SEPERTI “KEMATIAN”
(1) Untuk apa juga memprediksi kapan kita mati.

Jauh lebih manfaat mempersiapkan diri, kapanpun mati itu jadi.
Karena mati itu PASTI.
(2) Untuk apa juga memprediksi kapan gempa dan tsunami lagi di sini.
Jauh lebih manfaat mempersiapkan diri, kapanpun peristiwa itu terjadi
Karena gempa dan tsunami di sini itu PASTI.
(3) Perkuatlah imanmu - PERKUAT BANGUNAN TEMPAT TINGGALMU.
Buatlah jalan ke surgamu, BANGUNLAH JALUR EVAKUASIMU
Beramal soleh-lah untuk sekitarmu, PERKUAT SISTIM TANGGAP
BENCANAMU
Rajin2lah memakmurkan tempat ibadahmu, RAJIN2LAH RISET GEOLOGI
KEBENCANAANMU
(4) Gempa bumi dan tsunami di sini seperti mati
Tak banyak manfaat waktunya diprediksi
(5) Kalau besarannya, lokasinya, efek sampingnya, hubungannya dengan sumberdaya,
penyebaran gelombangnya, run-up-nya, inundasinya, daerah paling amannya dan
sejenisnya - itu semua perlu penting dan kifayah untuk diuraikan.
Karena langsung bisa kita manfaatkan untuk “menghadapinya”
Karena tidak sia-sia Allah menciptakan semuanya ....
(6) Kalaupun toh sampai ilmu-mu memprediksi waktunya,
manfaatkanlah baik-baik untuk yang lainnya.
(7) Gempa bumi dan tsunami di sini seperti mati
Tak banyak manfaat waktunya diprediksi
Bersiap diri jauh lebih berguna
Daripada sibuk menduga
- kapan tiba waktunya
(Dikutip dengan perubahan dari http://my-humanitarian-
journey.blogspot.com/2018/08/apakah-kejadian-gempa-lombok-bisa.html)
Berdasarkan penjelasan dan contoh teks tersebut, kerjakanlah tugas berikut ini.
Kerjakakanlah secara berkelompok!
1. Lengkapilah pernyataan berikut sesuai dengan teks di atas!
a. Bait 1 dan 2 berisi perbandingan tentang

b. Bait 3 berisi perbandingan tentang

c. Bait 4 dan 5 berisi perbandingan tentang

d. Bait 6 dan 7 berisi perbandingan tentang

2. Berdasarkan perbandingan tersebut, simpulkanlah isi perbandingan tersebut dalam
satu paragraf!

3

C. Mengidentifikasi Pernyataan Pokok, Definisi, Dukungan, dan Simpulan dalam
Teks Eksplanasi

Dalam menjelaskan suatu fenomena dalam teks eksplanasi, penulis dapat
melakukannya dengan menyajikan pernyataan pokok, pernyataan pendukung atas
pernyataan pokok, dan pernyataan simpulan hasil menghubungkan pernyataan pokok
dengan pernyataan pendukung.

Perhatikanlah contoh cara penyajian teks eksplanasi karya Istamar Samsuri berikut
ini!

PENELITIAN PUASA

(1) Peneliti asal Jepang, Profesor Yoshinori Ohsumi, membuktikan secara
ilmiah bahwa puasa dapat membawa dampak baik bagi kesehatan. Peraih nobel ini
menemukan bahwa puasa berkaitan erat dengan otofagi (autophagy).

(2) Saya jelaskan terlebih dahulu apa itu otofagi. Otofagi artinya sel tubuh yang
memakan diri sendiri. Terdapat sel-sel di dalam tubuh yang memiliki kemampuan
memakan atau menghancurkan bagian tubuh. Sel itu adalah sel-sel darah putih
yang mampu memakan sel-sel bakteri dan juga komponen sel tubuh sendiri.
Sebagsi contoh, apabila tubuh terluka, sel-sel darah putih akan memakan bakteri
yang menginfeksi dan juga sel-sel yang rusak. Jaringan yang terluka akan
dibangun sehingga luka tertutup. Itu merupakan proses alami alias sunnatullah.

(3) Melalui penelitiannya, Ohsumi menemukan bahwa otofagi sangat penting
peranannya dalam tubuh. Mekanisme otofagi berperanan besar dalam mengontrol
fungsi-fugsi fisiologis tubuh. Ada komponen sel-sel tubuh yang perlu dihancurkan
dan didaur ulang.

(4) Dengan otofagi, sel dapat mengisolasi bagian dari tubuh yang rusak, mati,
tidak bisa diperbaiki, terserang penyakit, atau terinfeksi. Setelah mengisolasi
bagian yang bermasalah, sel darah putih kemudian menghancurkan bagian
tersebut menjadi sesuatu yang tidak membahayakan dan melakukan daur ulang
untuk menghasilkan energi dalam sel. Hebat bukan?

(5) Di dalam mekanisme ini, komponen tubuh yang rusak akan dibangun dan
diperbarui kembali. Pada kasus sel yang terkena infeksi, otofagi juga dapat
mengeliminasi bakteri atau virus penginfeksi. Tak hanya itu, otofagi juga
berkontribusi dalam perkembangan embrio sehingga terjadi pencegahan dampak
negatif dari proses penuaan. Juga ditemukan bahwa mekanisme otofagi terbukti
berperanan menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.

(6) Karena otofagi berkaitan dengan kondisi kesehatan seseorang, gangguan
dalam proses otofagi juga dapat menyebabkan masalah kesehatan. Beberapa
masalah kesehatan yang berkaitan dengan terganggunya proses otofagi ialah
adanya penyakit diabetes tipe 2, kelainan saraf, kanker, dan berbagai penyakit
yang berkaitan dengan usia.

(7) Berdasarkan penelitian, Ohsumi juga menemukan satu cara sedernana untuk
'memancing' terjadinya otofagi dalam sel. Seperti dilansir dari laman resmi
Buchinger Wilhelmi, cara sederhana tersebut ialah berpuasa. Ohsumi menemukan

4

bahwa kunci untuk “mengaktivasi” proses otofagi pada sel ialah kondisi
kekurangan nutrisi. Di sisi lain, berpuasa membuat otak menerima sinyal bahwa
tubuh sedang kekurangan makanan dan mencari-cari makanan yang tersisa dalam
tubuh.
(8) Proses ini membuat otofagi teraktivasi dan sel mulai melakukan perusakan
terhadap protein yang rusak ataupun tua di dalam tubuh. Ketika kadar insulin
dalam tubuh menurun karena lapar, maka otofagi mulai bekerja dan
membersihkan sisa-sisa sel yang telah mati atau rusak. Selama proses ini, tubuh
harus terbebas dari makanan atau minuman minimal selama 12 jam. Lama waktu
ini ternyata sesuai dengan durasi berpuasa umat Muslim pada umumnya. Sedikit
saja ada makanan yang masuk ke tubuh sebelum 12 jam dapat membuat proses
otofagi terhenti.
(9) Seperti dilansir Saudi Gazette, manfaat dari ibadah berpuasa ini sebaiknya
tak hanya dirasakan saat Ramadhan saja. Ibadah puasa sunnah yang rutin akan
merangsang terjadinya proses otofagi lebih sering sehingga sel-sel tubuh
diremajakan melalui bongkar pasanga tadi. Akibatnya, tubuh pun akan menjadi
lebih sehat.
(10) Berdasarkan temuan ini, Ohsumi berhasil memenangkan Hadiah Nobel di
bidang Ilmu Fisiologi atau Kedokteran. Menurut New York Times, Ohsumi resmi
menerima penghargaan bergengsi ini pada 3 November 2016. Begitulah uraian
berdasar penelitian Ohsumi. Uraian ini cocok dengan Hadist Nabi, summu tasihhu
'berpuasalah maka kamu akan sehat.'

(Dikutip dengan perubahan dari https://m.facebook.com/story.php?story_ fbid=
2887545851280825&id=100000763168796).

Berdasarkan penjelasan dan contoh teks tersebut, kerjakanlah tugas berikut ini.
Kerjakakanlah secara berkelompok!
1. Lengkapilah pernyataan berikut sesuai dengan teks di atas!

a. Pernyataan pokok terdapat pada paragraf 1, yakni

b. Pernyataan pendukung terdapat pada paragraf 2 sampai dengan paragraf 9.
• Paragraf 2 berisi

• Paragraf 3 berisi

• Paragraf 4 berisi

• Paragraf 5 berisi

• Paragraf 6 berisi

• Paragraf 7 berisi

• Paragraf 8 berisi

5

• Paragraf 9 berisi
c. Pernyataan simpulan terdapat pada paragraf 10, yakni
2. Berdasarkan pola penyajian ekplanasi pada teks tersebut, simpulkanlah isi teks
tersebut dalam tiga paragaraf!

D. Menyimpulan Karakteristik Isi Teks Eksplanasi
Berdasarkan bentuknya, isi teks ekplanasi dapat berupa definisi, proses terjadinya

suatu fenomena, dan perbandingan fenomena yang satu dengan fenomena yang lain.
Berdasarkan cara penyajiannya, isi teks ekplanasi dapat disajikan dengan pola
pernyataan pokok, pernyataan pendukung, dan pernyataan seimpulan
Berdasarkan uraian tersebut, simpulakanlah karaktertistik teks eksplanasi dengan
mengisi bagian yang kosong berikut ini! Kerjakanlah secara kelompok! Setelah selesai
tampilkanlah pekerjaan kalian dengan ketentuan hasil setiap kelompok disampaikan
oleh wakil kelompok!
1. Bentuk isi a. Definisi berisi

b. Proses terjadinya fenomena berisi

c. Perbandingan fenomena berisi

2. Pola sajian isi a. Pernyataan pokok berisi

b. Pernyataan pendukung berisi

6

c. Pernyataan simpulan berisi

Kegiatan 2
Menelaah Ragam Bentuk Teks Eksplanasi

Secara garis besar, pengungkapan eksplanasi atau penjelasan atas suatu fenomena bisa
dalam bentuk definisi, rujukan, dan contoh. Eksplanasi dalam bentuk definisi dapat tuangkan
dalam definisi fungsi, etimologi, dan rincian. Eksplanasi dalam bentuk rujukan dapat
didasarkan pada pendapat ahli atau teori. Eksplanasi dalam bentuk rincian dapat dituangkan
dalam pernyataan umum dan rincian yang ditulis dalam paragraf umum dan paragraf contoh.
Untuk keperlauan eksplanasi proses, penggunaan kata bentukan bermakna proses perlu
digunakan secara cermat.

A. Menjelaskan Fenomena dengan Definisi

Menjelaskan fenomena alam atau sosial bisa dilakukan dengan memberikan
definisi atas suatu fenomena. Definisi merupakan kata, frasa, atau kalimat yang
mengungkapkan makna, keterangan, atau ciri utama suatu fenomena (orang, benda,
proses, atau aktivitas). Kata lain definisi adalah batasan arti atau pengertian.Tiga jenis
definisi dapat digunakan untuk menjelaskan suatu fenomena, yaitu berdasarkan fungsi,
etimologi (asal-usul kata), dan rincian, sebagaimana tampak pada contoh berikut ini.
1. Isolator itu adalah penghambat atau penghalang panas, misalnya, penghambat panas

daya listrik. (Definisi berdasarkan fungsi)
2. Toleransi ialah sikap atau sifat 'toleran'. Nah, arti toleran sendiri ialah 'bersifat atau

bersikap menenggang (menghargai, membiarkan, membolehkan) pendirian
(pendapat, pandangan, kepercayaan, kebiasaan, kelakuan, dan sebagainya) yang
berbeda atau bertentangan dengan pendirian sendiri'. (Definisi dengan sinonim)
3. Kata bhineka itu artinya “berbeda-beda’, sedangkan kata tunggal dan ika artinya
‘satu’. Bhineka tunggal ika artinya ‘berbeda-beda tetapi bersatu’. (Definisi
berdasarkan etimologi).
4. Pengalaman mengesankan itu adalah pengalaman yang selalu diingat karena lucu,
haru, indah, seram, gembira, atau sedih. (Definisi berdasarkan rincian).

Berdasarkan uraian dan contoh tersebut, kerjakanlah tugas berikut ini secara
berkelompok!

1. Tulislah DF jika definisi berikut berdasarkan fungsi; tulislah DS jika berdasarkan
sinonim; tulislah DE jika berdasarkan etimologi; dan tulislah DR jika berdasarkan
rincian!

a. Banjir adalah luapan air hujan yang turun masuk sungai yang melebisi daya
tampung sungai sehinggai airnya meluber ke daratan.

b. Penghijauan lahan adalah proses menanam pohon yang dapat menahan,
menyimpan, dan mengeluarkan air sesuai dengan kebutuhannya.

c. Kata rekreasi berasal dari re- berarti ‘kembali’ dan kreasi berati ‘ciptaan
(suasana, pikiran) baru’. Rekreasi berari ‘penyegaran kembali badan dan
pikiran yang menggembirakan hati dan menyegarkan.’

d. Waduk adalah kolam besar tempat menyimpan air sediaan untuk berbagai
kebutuhan atau mengatur pembagian air yang dipakai di musim kemarau.

7

e. Bendungan adalah bangunan sebagai penahan atau penimbun air untuk
irigasi dan pembangkit listrik

2. Definisikanlah kata-kata yang dicetak miring dalam kalimat berikut ini.
a. Daerah ini menjadi lumbung padi setelah irigasi dibangun oleh pemerintah.

b. Sebelumnya, sawah di sini termasuk sawah tadah hujan.

c. Pabrik itu mengeluarkan air limbah yang dibuang ke sungai

d. Pencemaran lingkungan menyebabkan penurunan kualitas hidup manusia.

e. Pembakaran minyak bunyi menghasilkan polusi udara parah di dunia.

B. Menjelaskan Fenomena dengan Rujukan

Menjelaskan fenomena bisa didasarkan pada teori suatu ilmu. Teori suatu ilmu itu
diperoleh dari membaca buku keilmuan, membaca hasil penelitian, atau mengikuti
seminar ilmiah.

Berdasarkan paparan tersebut, isilah bagian yang rumpang sesuai dengan kata-kata yang
tersedia di kolom kanan! Jika ada kesulitan, kalian bisa mencari bantuan dengan kamus!

PENAMPAKAN HANTU (1) delusi
Dalam disiplin ilmu pengetahuan (antara lain, psikologi dan (2) fisiologis
psikiatri), klaim terhadap penampakan hantu itu sebagian besar (3) kognitif
dapat dijelaskan dengan proses "persepsi" manusia, misalnya, (4) halusinasi
berupa ilusi, halusinasi, dan delusi. (5) optis
1. Ilusi ______ adalah ilusi yang terjadi karena kesalahan
penangkapan mata manusia.
2. Ilusi ______ merupakan kesan gambar sesuatu yang terjadi
setelah melihat cahaya yang sangat terang atau melihat pola
gambar tertentu dalam waktu lama. Ilusi ini diduga merupakan
efek yang terjadi pada mata atau otak setelah mendapat
rangsangan tertentu secara berlebihan.
3. Ilusi ______ diasumsikan terjadi karena anggapan pikiran
terhadap sesuatu di luar dirinya.
4. ______ adalah persepsi atau gambaran terhadap sesuatu dalam
kondisi sadar, padahal tidak ada rangsang nyata terhadap indra.
5. ______ (waham) adalah suatu keyakinan tidak akurat yang
dipegang secara kuat secara terus-menerus, padahal bukti
menunjukkan keyakinan tersebut tidak memiliki dasar dalam
realitas.

C. Menjelaskan Fenomena dengan Contoh

8

Menjelaskan fenomena bisa dilakukan dengan contoh-contoh. Lazimnya, gagasan
yang paling umum dituangkan dalam paragraf pertama. Paragraf-paragraf berikutnya
merupakan paragraf penjelas yang berisi contoh-contoh.

Paragraf dalam teks berikut terdiri dari paragraf umum dan paragraf-paragraf penjelas
berupa contoh. Susunlah kembali urutan paragraf-paragraf tersebut sehingga menjadi
teks eksplanasi yang padu!

JALAN SUNGAI
(1) "Jadwal rutin tahunan" relatif tidak berubah. Perbaikan jalan secara

masal dilakukan pada Agustus s.d Desember. Desember dikebut untuk ngejar
tutup tahun anggaran. Desember tahun berjalan sampai dengan Februari
tahun berikutnya hujan deras dan banjir. Februari--Maret jalan rusak, antara
lain, banyak lubang. Maret ada perbaikan a la kadarnya karena anggaran awal
tahun terbatas. April--Juli lubang jalan biasanya jadi hiasan "kaligrafi", yang
sering dijumpai dilingkari dengan cat putih, kadang diberi peringatan "ada
lubang".
(2) Ada suatu kota yang berada pada ketinggian 460 m di atas permukaan
laut. Dua sungai besar yang melintasi kota tersebut sangat curam, sekitar 5--
10 meter kedalamannya. Dengan kondisi topografi itu, jika ditunjang dengan
drainase yang memadai, pengaliran air saat hujan bisa lebih cepat,
dibandingkan dengan kota-kota di pinggir pantai utara yang berada pada
ketinggian 2--4 meter di atas permukaan laut.
(3) Siapa pun wali kotanya dan sampai kapan pun waktunya, tanpa
perencanaan dan implementasi drainase yang memadai, "jadwal rutin
tahunan" tersebut akan berulang. Mengapa? Jawabannya jelas, jalan di kota
tersebut multifungsi, yakni berfungsi sebagai jalan sekaligus sungai.
(4) Sayangnya, sebagian besar, jalan dan lingkungannya di kota tersebut
tidak mendukung kondisi itu. Rumah di kiri-kanan jalan lebih tinggi dari
jalan dan air hujan dari rumah mengalir ke jalan. Saluran air, kalau ada, juga
lebih tinggi dari jalan, ditutup beton, bahkan sebagian difungsikan sebagai
trotoar. Sangat sedikit lubang untuk pintu masuk air dari jalan.

D. Menjelaskan Kata Bentukan Bermakna Proses

Kata bentukan pembuktian berasal dari kada dasar bukti yang mendapat imbuhan
pem-... -an. Makna imbuhan tersebut adalah ‘proses memberi bukti’ atau ‘proses
membuktikan’, misalnya, dalam kalimat, “Pendapatnya itu perlu pembuktian lebih
lanjut.”

Berdasarkan penjelasan tersebut, tulislah makna kata berimbuhan yang dicetak miring
dalam kalimat-kalimat berikut!
1. Pergerakan lempengan-lempengan tektonik ini menyebabkan

terjadinya penimbunan energi secara perlahan-lahan.

2. Gempa tektonik kemudian terjadi karena adanya pelepasan
energi yang telah lama tertimbun tersebut.

3. Peta penyebaran mengikuti pola dan aturan yang khusus dan
menyempit.

4. Otofagi juga berkontribusi dalam perkembangan embrio
sehingga terjadi pencegahan dampak negatif dari penuaan.

9

5. Proses ini membuat otofagi teraktivasi dan sel mulai
melakukan perusakan terhadap protein yang rusak.

6. Ohsumi resmi menerima penghargaan bergengsi ini pada 3
November 2016.

7. Begitulah uraian berdasar penelitian Ohsumi yang
dihubungkan dengan puasa.

8. Hasil itu perlu penjelasan dengan contoh-contoh yang konkret
sesaui dengan kondisi sebenarnya.

Kegiatan 3
Menulis Teks Eksplanasi dan Memublikasikannya

Menulis tteks ekplanasi dilakukan dengan menyajikan informasi dan proses terjadinya
suatu fenomena. Secara umum, proses terjadinya fenomena berupa rangkaian sebab-akibat.
Dalam teks eksplanasi, rangkaian sebab-akibat dipaparkan secara runtut, logis, dan
sistematis.

A. Menggunakan Kata Hubung Sebab-Akibat

Dalam teks, hubungan sebab-akibat dapat dikenali melalui (1) penggunaan kata
hubung, misalya, karena, sebab, akibatnya, oleh karena itu; sehingga, sampai, maka dan (2)
makna yang terdapat dalam kalimat atau teks. Penggunaan kata hubung sebab-akibat tampak
pada contoh berikut ini.
1. Penularan Covid-19 disebabkan oleh droplet orang yang terjangkiti virus.
2. Tenaga kesehatan rentan tertular Covid 19 karena pasien tidak jujur atas riwayat

perjalanannya
3. Sebagian masyarakat tidak patuh menggunakan masker saat pandemi. Akibatnya,

penyebaran Covid 19 masih berlangsung.

Isilah bagian yang rumpang dalam kalimat berikut ini dengan kata hubung sebab-akibat
yang tepat!
1. Pengaturan lalu lintas di jalan itu satu arah _____ kemacetan yang sulit diurari.
2. Pemadam kebarakaran tidak bisa cepat datang _____ jalan masuk dipadati

masyarakat.
3. Pabrik di tengah pemukian terbakah _____ menimbulkan kepanikan warga sekitar.
4. Pemadaman hutan menguras tenaganya _____ dia kurang istirahat.
5. Tukang sumur bor itu terus menggali sumur itu _____ menemukan mata air jernih.
6. Tiba-tiba tembok ini bergetar _____ ada dentuman yang sangat keras.
7. Hutan di daerah ini gundul _____ tidak ada lagi area peresapan air.
8. Situs web sekolah itu sulit diakses _____ sedang diganggu oleh hacker.
9. Untuk memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19, _____ harus ditemukan vaksin

untuk imunisasi penduduk.
10. Saat dalam kondisi dehidrasi, keadaan tubuh kurang cairan, _____ harus segara diberi

asupan cairan secukupnya.

B. Mengidentifikasi Unsur Sebab-Akibat untuk Menggambarkan Proses Fenomena

Proses terjadinya suatu fenomena dapat digambarkan melalui proses sebab-akibat.
Untuk itu, salah cara menjelaskan suatu fenomena dengan menggambarkan hubungan sebab-
akibat sesuatu yang terjadi dalam fenomena tersebut. Satu sebab atau lebih dapat memiliki
satu atu lebih akibat.

10

Penggambaran proses dan hubungan sebab-akibat dapat dilakukan dengan
menggunakan berbagai bentuk ekplanasi, misalnya, definisi, rujukan, perbandingan, dan
atau contoh.
Berdasarkan uraian tersebut, bacalah teks di bawah ini dengan seksama! Kerjakanlah
tugas berikut secara berkelompok!
1. Identifikasilah unsur-unsur dan hubungan antar unsur dalam proses terjadinya banjir

bandang dalam teks berikut! Setelah itu, uraikan bentuk eksplanasi yang digunakan!
Banjir bandang atau air bah adalah banjir besar yang datang secara tiba-tiba

dengan meluap, menggenangi, dan mengalir deras menghanyutkan benda-benda
besar, misalnya, kayu dan dan peralatan rumah tangga. Banjir ini terjadi secara tiba-
tiba di daerah permukaan rendah akibat hujan yang turun terus-menerus. Banjir
bandang terjadi saat penjenuhan air terhadap tanah di wilayah tersebut berlangsung
dengan sangat cepat hingga tidak dapat diserap lagi. Air yang tergenang lalu
berkumpul di daerah-daerah dengan permukaan rendah dan mengalir dengan cepat ke
daerah yang lebih rendah. Akibatnya, segala macam benda yang dilewatinya
dikelilingi air dengan tiba-tiba. Banjir bandang dapat mengakibatkan kerugian yang
besar.
a. Unsur-unsur dan hubungan antar unsur dalam proses terjadinya banjir bandang

b. Bentuk eksplanasi yang digunakan

2. Identifikasilah unsur-unsur dan hubungan antar unsur dalam proses kebakaran hutan
dalam teks berikut! Setelah itu, uraian bentuk eksplanasi yang digunakan!
Dalam membahas proses terjadinya kebakaran hutan, kita perlu mengetahui
faktor-faktor penyebab kebakaran hutan. Kebakaran hutan tidak akan terjadi tanpa
adanya faktor penyebab yang menjadikan hutan tersebut terbakar. Faktor yang
menjadi penyebab kebakaran hutan, antara lain, adalah aktivitas manusia sengaja
membakar, cuaca panas atau terik matahari, aktivitas gunung berapi, sambaran petir,
kebakaran di bawah tanah, atau aktivitas yang tidak disengaja
Kebakaran hutan diawali dari tersulutnya api dengan intensitas kecil hingga
menjadi besar. Tentu saja hal ini melalui beberapa proses dan melewati jangka waktu
tertentu. Selain faktor waktu, faktor pendukung percepatan proses pembakaran hutan
antara lain adalah sumber api, bahan bakar, dan oksigen atau angin.
a. Unsur-unsur dan hubungan antar unsur dalam proses terjadinya kebakaran hutan

b. Bentuk eksplanasi yang digunakan

C. Merangkai Unsur Proses dalam Teks Eksplanasi
Menulis teks eksplanasi melibatkan aktivitas merangkai urutan waktu, urutan

proses, dan faktor sebab-akaibat proses suatu fenomena. Urutan itu ditatata secara
teratur, kronologis, linear, dan logis.

11

Berdasarkan uraian tersebut, kerjakanlah tugas berikut secara berkelompok!

1. Urutkanlah rangkaian unsur proses dalam teks tejadinya gerhana matahari berikut
dengan menata ulang urutan paragraf acak berikut ini!

(1) Gerhana matahari tidak terjadi di setiap fase bulan baru, karena orbit bulan
memiliki kemiringan 5° terhadap bidang ekliptika (bidang orbit bumi mengelilingi
matahari) sehingga posisi bulan sering kali tidak satu bidang dengan bumi dan
matahari. Gerhana hanya terjadi jika bulan cukup dekat dengan bidang ekliptika pada
saat yang bersamaan dengan bulan baru. Kedua peristiwa ini terjadi dengan jadwal
berbeda: bulan baru terjadi sekali setiap 29,53 hari (bulan iqtirani atau sinodis)
sedangkan bulan melintasi ekliptika dua kali setiap 27,21 hari (bulan drakonis).
Karena itu, gerhana matahari maupun bulan hanya terjadi pada saat kedua peristiwa ini
terjadi berdekatan, yaitu pada "musim gerhana".

(2) Gerhana matahari terjadi ketika posisi bulan terletak di antara bumi dan matahari
sehingga terlihat menutup sebagian atau seluruh cahaya matahari di langit bumi.
Berdasarkan cara tertutupnya matahari, terdapat empat jenis gerhana matahari, yakni
gerhana matahari total, gerhana matahari cincin, gerhana matahari sebagian, dan
gerhana matahari hibrida/campuran.

(3) Secara matematis, setiap tahunnya terjadi minimal dua musim gerhana, dengan
total dua hingga lima gerhana matahari, dan gerhana matahari total terjadi maksimal
dua kali. Gerhana matahari total lebih langka karena posisi bulan harus lebih tepat
berada di tengah-tengah garis antara matahari dan pengamat di bumi, dan posisi bulan
harus cukup dekat sehingga tampak cukup besar dan tidak terjadi gerhana cincin.
Selain itu, peristiwa gerhana matahari total biasanya hanya terlihat di sebuah jalur
kecil di permukaan bumi; di luar jalur tersebut pada saat yang sama hanya terlihat
gerhana sebagian.

(4) Walaupun bulan berukuran sekitar 400 kali lebih kecil daripada matahari, bulan
terletak sekitar 400 kali lebih dekat ke bumi sehingga kedua benda langit ini tampak
hampir sama besar di langit bumi. Karena orbit bulan berbentuk elips, jaraknya dari
bumi sedikit berubah-ubah sehingga kadang tampak lebih besar dan mampu menutupi
matahari (yang menyebabkan gerhana total) atau kadang lebih kecil (yang hanya dapat
menyebabkan gerhana matahari cincin).

2. Urutkanlah rangkaian unsur proses dalam teks tejadinya gerhana bulan berikut
dengan menata ulang urutan paragraf acak berikut ini!

(1) Dengan penjelasan lain, gerhana bulan muncul bila bulan sedang beroposisi
dengan matahari. Akan tetapi, karena kemiringan bidang orbit bulan terhadap bidang
ekliptika sebesar 5°[1], maka tidak setiap oposisi bulan dengan matahari akan
mengakibatkan terjadinya gerhana bulan. Perpotongan bidang orbit bulan dengan
bidang ekliptika akan memunculkan 2 buah titik potong yang disebut node, yaitu titik
posisi bulan memotong bidang ekliptika.

(2) Gerhana bulan ini akan terjadi saat bulan beroposisi pada node tersebut. Bulan
membutuhkan waktu 29,53 hari untuk bergerak dari satu titik oposisi ke titik oposisi
lainnya. Oleh karena itu, jika terjadi gerhana bulan, akan diikuti dengan gerhana
Matahari karena kedua node tersebut terletak pada garis yang menghubungkan antara
Matahari dengan bumi.

(3) Gerhana bulan terjadi saat sebagian atau keseluruhan penampang bulan tertutup
oleh bayangan bumi. Itu terjadi bila bumi berada di antara matahari dan bulan pada
satu garis lurus yang sama, sehingga sinar matahari tidak dapat mencapai bulan
karena terhalangi oleh bumi,

(4) Sebenarnya, pada peristiwa gerhana bulan, sering kali bulan masih dapat
terlihat. Ini dikarenakan masih adanya sinar matahari yang dibelokkan ke arah bulan
oleh atmosfer bumi. Kebanyakan sinar yang dibelokkan ini memiliki spektrum cahaya

12

merah. Itulah sebabnya pada saat gerhana bulan, bulan akan tampak berwarna gelap,
bisa berwarna merah tembaga, jingga, ataupun coklat.
D. Menulis, Menyunting, dan Memublikasikan Teks Ekplanasi
Menulis teksplanasi melibatkan kegiatan merumuskan, merangkai, dan
mengklasifikasi definisi, perbandingan, dan contoh,. Di samping itu, menulis teks
eksplanasi juga melibatkan aktivitas merangkai urutan waktu dan urutan proses yang
runtut dan linear; merangkai faktor penyebab proses dengan menjabarkan syarat sebuah
proses bisa terjadi; merangkai akibat proses dengan merangkai dampak positif dan
negatif yang mungkin terjadi
Berdasarkan paparan tersebut, kerjakanlah tugas berikut!
1. Tulislah teks eksplanasi 5—7 paragraf dengan topik fenomena alam yang kalian
tekuni dan senangi!
2. Setelah selesai, tukarkan karya kalian dengan karya teman sebangku untuk saling
sunting dengan rubrik penilaian meliputi kelengkapan, ketepatan, dan keakuratan
a. rumusan, rangkaian, dan klasifikasi definisi, perbandingan, dan contoh;
b. rangkaian urutan waktu dan urutan proses dengan runtut dan linear;
c. rangkaian faktor penyebab proses sesuai dengan syarat sebuah proses bisa terjadi;
dan
d. rangkaian akibat proses dengan merangkai dampak positif dan negatif yang
mungkin terjadi.
3. Atas seizin Bapak dan Ibu Guru, publikasikan karya kalian dalam web sekolah!
Selamat berkarya!

13


Click to View FlipBook Version