The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by bukubahasaindonesiasmpmts, 2022-01-19 19:29:09

TEKS NARASI

TEKS NARASI

Pelajaran 2

Teks Narasi

Fokus Pembelajaran
Penguasaan kompetensi mengidentifikasi unsur-unsur; menelaah struktur dan kebahasaan; dan
menceritakan kembali isi teks narasi (cerita imajinasi) yang didengar dan dibaca; serta menyajikan

gagasan kreatif dalam bentuk cerita imajinasi secara lisan, tulis, dan visual.

Kegiatan 1
Menyimak dan Membaca Teks Narasi Imajinatif Berdasarkan Realitas

Narasi merupakan kisahan atau cerita suatu kejadian atau peristiwa. Unsur pokok dalam
narasi adalah pelaku, kejadian, waktu, dan tempat. Dalam narasi terkandung imajinasi.
Imajinasi merupakan daya pikir untuk membayangkan (dalam angan-angan) untuk
menciptakan gambaran kejadian secara utuh tentang benda-benda, peristiwa, suasana, jalan
pikiran, respon, dan juga perasaan seseorang. Dengan demikian, narasi imajinatif merupakan
kisahan atau cerita hasil gambaran kejadian berdasarkan kenyataan atau pengalaman
seseorang dan ditambah dengan kesan serta angan-angan seseorang.

A. Mengenali Rangkaian Peristiwa dalam Lirik Puitis Lagu Naratif Imajinatif

Lirik puitis lagu ada yang berisi cerita atau deskripsi suatu kejadian atau peristiwa.
Cerita atau deskripsi dalam lagu diolah secara fiktif-imajinatif. Lirik puitis tersebut padat
makna dan padat kata. Oleh karena itu, kejadian atau peristiwa dirangkai secara padat
yang seringkali kata hubung penanda rangkaian peristiwa tidak tampak.

Denganlah lirik lagu puitis “Berita Kepada Kawan” karya Ebiet G. Ade berikut. Lagu
tersebut bisa diputar di kelas. Setelah itu, setiap bait, tulislah peristiswa atau kejadian
yang menjadi dasar penulisan teks narasi imajinatif tersebut! Perhatikan isian nomor 1!

1. Perjalanan ini terasa sangat menyedihkan Dalam perjalanan ini, aku merasa sedih.

Sayang engkau tak duduk di sampingku kawan Kawan, sayang sekali engkau tidak

Banyak cerita yang mestinya kau saksikan bersamaku. Banyak peristiwa yang

Di tanah kering bebatuan seharusnya bisa engkau saksikan di

kawasan yang tandus, kering, dan

berbatu ini.

2. Tubuhku terguncang dihempas batu jalanan
Hati tergetar menampak kering rerumputan
Perjalanan ini pun seperti jadi saksi
Gembala kecil menangis sedih

3. Kawan coba dengar apa jawabnya
Ketika ia kutanya mengapa
Bapak ibunya tlah lama mati
Ditelan bencana tanah ini

4. Sesampainya di laut kukabarkan semuanya
Kepada karang kepada ombak kepada matahari
Tetapi semua diam tetapi semua bisu
Tinggal aku sendiri terpaku menatap langit

5. Barangkali di sana ada jawabnya
Mengapa di tanahku terjadi bencana

Mungkin Tuhan mulai bosan melihat tingkah
kita

16

Yang selalu salah dan bangga dengan dosa-
dosa
Atau alam mulai enggan bersahabat dengan
kita
Coba kita bertanya pada rumput yang
bergoyang
B. Membacakan Narasi Imajinatif dengan Satuan Makna dan Nada yang Benar
Membaca efektif dilakukan dengan membaca per kelompok kata, bukan membaca
kata per kata. Membaca per kelompok kata berarti membaca berdasarkan satuan makna
kelompok kata yang merupakan bagian dari keutuhan makna kalimat. Adapun membaca
kata per kata berarti membaca berdasarkan makna kata yang belum tentu sesuai dengan
makna kelompok kata atau makna keseluruhan kalimatnya.
Di samping itu, intonasi juga perlu diperhatikan. Ketika membaca suku akhir kata
terakhir pada kelompok kata atau bagian kalimat yang diakhiri dengan koma (,), nada
bacanya naik. Ketika membaca suku akhir kata terakhir kalimat yang ditandai dengan
tanda baca tikik (.), nada bacanya turun.
Perhatikanlah contoh berikut ini!
Contoh membaca kata per kata.

Biasanya, di hari ulang tahun Putri, ibu pasti sibuk di dapur,

memasak, dan menghidangkan makanan kesukaannya.

Contoh membaca per kelompok kata.

Biasanya, di hari ulang tahun Putri, ibu pasti sibuk di dapur,

memasak, dan menghidangkan makanan kesukaannya.

Berdasarkan penjelasan di atas, tandailah dengan garis melengkung per kelompok
kata bacaan “Semangkuk Bakso“ berikut ini. Tandailah juga dengan tanda naik atau
turun di suku akhir kata terakhir dalam kelompok kata tersebut. Kerjakan tugas
tersebut secara berkelompok, Setelah selesai, setiap perwakilan kelompok
membacakan di depan kelas. Setiap perwakilan kelompok membacakan satu
paragraf!

Semangkuk Bakso
(1) Biasanya, di hari ulang tahun Putri, ibu pasti sibuk di dapur memasak dan

menghidangkan makanan kesukaannya. Tepat saat yang ditunggu, betapa kecewa
hati si Putri, meja makan kosong, tidak tampak sedikit pun bayangan makanan
kesukaannya tersedia di sana. Putri kesal, marah, dan jengkel.

17

(2) "Huh, ibu sudah tidak sayang lagi padaku. Sudah tidak ingat hari ulang tahun
anaknya sendiri, sungguh keterlaluan," gerutunya dalam hati. "Ini semua pasti
gara-gara adinda sakit semalam sehingga ibu lupa pada ulang tahun dan makanan
kesukaanku. Dasar anak manja!"

(3) Ditunggu sampai siang, tampaknya orang serumah tidak peduli lagi
kepadanya. Tidak ada yang memberi selamat, ciuman, atau mungkin memberi
kado untuknya.

(4) Dengan perasaan marah dan sedih, Putri pergi meninggalkan rumah begitu
saja. Perut kosong dan pikiran yang dipenuhi kejengkelan membuatnya berjalan
sembarangan. Saat melewati sebuah gerobak penjual bakso dan mencium aroma
nikmat, tiba-tiba Putri sadar, betapa lapar perutnya! Dia menatap nanar kepulan
asap di atas semangkuk bakso.

(5) "Mau beli bakso, Neng? Duduk saja di dalam," sapa si tukang bakso.
"Mau, Bang. Tapi, saya tidak punya uang," jawabnya tersipu malu.

(6) "Bagaimana kalau hari ini Abang traktir kamu? Duduklah, Abang siapin mi
bakso yang super enak."
Putri pun segera duduk di dalam.
Tiba-tiba, dia tidak kuasa menahan air matanya, "Lho, kenapa menangis,
Neng?" tanya Si Abang.

(7) "Saya jadi ingat Ibu saya, Bang. Sebenarnya... hari ini ulang tahun saya.
Malah Abang, yang tidak saya kenal, yang memberi saya makan. Ibuku sendiri
tidak ingat hari ulang tahunku apalagi memberi makanan kesukaanku. Saya sedih
dan kecewa, Bang."

(8) "Neng cantik, Abang yang baru sekali aja memberi makanan bisa bikin Neng
terharu sampai nangis. Lha, padahal Ibu dan Bapak Neng, yang ngasih makan tiap
hari, dari Neng bayi sampai segede ini, apa Neng pernah terharu begini? Jangan
ngeremehin orangtua sendiri Neng, ntar nyesel lho."

(9) Putri seketika tersadar, "Kenapa aku tidak pernah berpikir seperti itu?"
Setelah menghabiskan makanan dan berucap banyak terima kasih, Putri

bergegas pergi. Setiba di rumah, ibunya menyambut dengan pelukan hangat, wajah
cemas sekaligus lega,
(10) "Putri, dari mana kamu seharian ini, Ibu tidak tahu harus mencari kamu ke
mana. Putri, selamat ulang tahun ya. Ibu telah membuat semua makanan kesukaan
Putri. Putri pasti lapar kan? Ayo nikmati semua itu."
(11) "Ibu, maafkan Putri, Bu," Putri pun menangis dan menyesal di pelukan
ibunya. Dan yang membuat Putri semakin menyesal, ternyata di dalam rumah
hadir pula sahabat-sahabat baik dan paman serta bibinya. Ternyata ibu Putri
membuatkan pesta kejutan untuk putri kesayangannya.
(Dikutip dengan perubahan dari http://cerita-motivasi-inspirasi.blogspot.com/
2013/09/semangkuk-bakso.html).

C. Menggambarkan Rangkaian Tindakan Tokoh dan Kronologi Kejadian dalam
Narasi Imajinatif

18

Teks narasi ditandai oleh adanya rangkaian tindakan tokoh. Rangkaian tindakan
tokoh itu menggambarkan kronologi kejadian. Rangkaian tindakan tokoh dan
krolonologinya tesebut membentuk jalinan peristiwa dalam teks narasi.

Gambarkan rangkaian tindakan tokoh dan kronologi kejadian dalam lirik lagu puitis
“Berita kepada Kawan” dan teks “Semangkuk Bakso” tersebut. Tuangkan gambaran

tersebut dalam kolom yang disediakan!

Gambaran Rangkaian Tindakan Tokoh Gambaran Rangkaian Tindakan Tokoh

dan Kronologi Kejadian dalam Lirik dan Kronologi Kejadian dalam Teks
“Berita Kepada Kawan” “Semangkuk Bakso”

D. Menggambarkan Rangkaian Konflik yang Dialami Tokoh

Dalam menghadapi masalah itu, para tokoh mengalami konflik atau pertentangan.
Konflik yang dialami tokoh dapat berupa konflik dalam diri tokoh, konflik dengan tokoh
lain, atau konflik tokoh dengan lingkungan sekitar

Gambarkan konflik yang dialami tokoh dalam teks narasi imajinatif “Berita Kepada
Kawan” dan “Semangkuk Bakso”! Paparkan gambaran tersebut dalam kolom di bawah

ini!

Gambaran Rangkaian Konflik dalam Gambaran Rangkaian Konflik dalam Teks
Lirik “Berita Kepada Kawan” “Semangkuk Bakso”

Kegiatan 2
Menelaah Fantasi dalam Teks Narasi Imajinatif

19

Teks narasi imajinatif dapat dikembangkan berdasarkan fantasi penulis. Fantasi
merupakan gambar atau bayangan dalam angan-angan (imaji) yang melebihi peristiwa yang
bersifat alamiah (natural) dalam kehidupan sehari-hari. Gambar atau bayangan dalam angan-
angan tersebut disebut juga dengan khayalan; bukan kejadian yang sebenarnya. Dalam
berfantasi, sesorang dapat memunculkan gambaran atau khayalan yang melihat suatu
kemungkinan yang belum ada atau bisa juga sesuatu yang baru.

A. Menelaah Perwujudan Fantasi dalam Teks Narasi Imajinatif

Beragam perwujudan fantasi dalam teks narasi imajinatif. Perwujudannya bisa
berupa barang masa depan, benda ajaib, peristiwa misteri, tokoh unik dan sakti, dan latar
yang melintasi ruang dan waktu.

Isilah kotak di sebelah kanan kutipan teks naratif novel Bumi karya Tere Liye berikut

dengan perwujudan fantasi yang paling sesuai dengan kutipan! Diskusikan dengan teman

kalian! Perhatikan isian nomor 1!

1. Apa yang barusan kulihat? Sosok itu? Aku beregegas Kesaktian tokoh, yakni di

berdiri, refleks menoleh ke belakang, tidak ada ada ruang tidak ada, tetapi bisa

siapa-siapa berdiri di dalam kamarku. Kembali aku tampil di cermin.

menoleh ke cermin, sosok tinggi kurus itu masih ada di

sana, tersenyum. Matanya menatap memesona.

2. Belasan jalur kereta, puluhan kapsul berlalu lalang,
seperti mengambang di rel, datang dan pergi. Jalur-jalur
itu tidak hanya horizontal, tapi juga vertikal ke segala
arah.

3. Belum selesai tangannya mengusap, buku PR-ku sudah
mengeluarkan sinar yang terang sekali.

4. Dengan suara meong yang amat kukenal, si Hitam
lompat dari tangannya, menembus cermin, mendarat di
meja belajarku

5. Di kota ini, lubang berpindah hanya digunakan untuk
transportasi di atas. Tidak di bawah. Di dalam tanah,
kami menggunakan cara lama yang lebih
mengasyikkan. Dengan kapsul kereta.

6. Dia mencoba memakai salah satu pakaian berbentuk
jaket yang kebesaran. Saat dikenakan, pakaian lengket
itu seolah bisa berpikir sendiri, mengecil dengan cepat,
lantas menempel sempurna ke seluruh tubuh.

7. Miss Selena dengan cepat menghindar ke samping.
Tidak terlihat apa yang melintas di udara menyerbu
Miss Selena, hanya suara menderu kencang, dan saat
mengenai tembok aula, menimbulkan dentum keras.

8. Salah satu dari mereka mengacungkan tombak yang
dari ujungnya keluar jaring. Aku menunduk, berusaha
menghindar. Percuma, jaring itu seperti bisa bergerak
sendiri, berubah arah, siap menjerat.

9. Sebelum kami mengetahui apa yang terjadi, dari dalam
kobaran api keluar seseorang yang amat ku kena,

20

dengan pakaian abu-abu, rambut memutih. Dia susah
payah keluar dari perapian, seperti membawa sesuatu
yang berat.

10. Sementara si Hitam yang mengunci tubuhnya dari atas,
entah dia sebenarnya makhluk apa, tubuhnya membesar
sedemikian rupa hingga empat kali lipat dalam hitungan
detik. Ekornya bergerak garang. Kupingnya
memanjang. Bulu tebalnya berdiri seperti ribuan jarum
tipis. Mata bundar yang dulu aku suka berubah menjadi
kuning pekat. Taringnya memanjang. Suara
geramannya membuat kamarku seperti mati rasa. Si
Hitam berubah sebesar serigala

B. Mengungkapkan Kembali Perwujudan Fantasi dalam Teks Narasi Imajinatif

Isilah bagian yang rupang kutipan teks naratif novel Bumi karya Tere Liye berikut

dengan sediaan frasa di kotak sebelah kanan. Kalian cukup menuliskan hurufnya saja.

Diskusikan dengan teman kalian!

1. Ali berubah menjadi beruang dengan tinggi badan

___.

2. Juga Seli, dia pewaris Klan Matahari pertama yang

___.

3. Kamu harus tau, tidak semua penduduk Klan Bulan a. berjalan di atas Bumi

memiliki kekuatan seperti Tamus, berusia ribuan b. berpindah sialan itu

tahun, bisa menghilang, bisa bertempur, tubuhnya membawa kalian

___. kemari

4. Nah, apa kubilang tadi, setidaknya kabar baiknya, c. bisa berubah menjadi

lorong ___. senjata

5. Padahal, kalau aku sedang bosan, tidak mau dilihat d. bisa tahan terhadap

siapa pun, atau sedang iseng, aku menutupi wajahku pukulan

dengan telapak tangan, ___. e. datang dari lubang di

6. Segera melangkah masuk dua orang Pasukan dinding aula

Bayangan, membawa panji pendek. Aku tahu, panji f. lenyap seketika

itu ___. g. mendarat mulus di

7. Seli mengacungkan tangannya, ember plastic yang tangan Seli
berada di dekat kanopi itu terbang sejauh tiga meter, h. menghilang
___. i. menyentuh langit-

8. Tadi saat menandatangani buku penggemarnya, Ilo langit ruangan
hanya mengguratnya dengan ujung jari. Tulisannya j. muncul sendiri di atas
___.
kertas

9. Tanganku gemetar. Aku tidak tahu apa yang

menuntunku, lima jemariku kalap teracung ke atas,

dan aku menjerit kencang. Hilanglah. Seluruh tiang

itu___.

10. Tidak ada lagi yang dapat kulakukan, tiga anak kelas

sepuluh melawan delapan orang dewasa yang tiba-

tiba ___, ditambah sosok tinggi kurus itu.

C. Menelaah Fantasi pada Penggunaan Gaya Bahasa Hiporbola

Fantasi dapat diciptakan dengan menggunakan gaya bahasa hiperbola, yakni gaya
bahasa yang melebih-lebihkan benda, keadaan, dan tindakan. Sebagai contoh, seseorang

21

akan “memetik bintang, menggendong rembulan”. Kenyataanya, seseorang itu berada
di bumi, sedangkan bintang dan rembulan ada di angkasa raya. Kenyataannya, tubuh
dan tangan orang itu kecil, sedangkan bintang dan rembulan berdiameter ribuan
kilomerer. Kesenjangan yang berupa perbedaan yang sangat jauh dan sangat besar itu
digambarkan seolah-olah bisa dilakukan. Untuk itu, dalam gaya bahasa hiporbola sering
digunakan pengandaian dan perumpamaan.

Berdasarkan penjelasan di atas, kemukakan kesenjangan benda, keadaan, atau tindakan
yang tergambar dalam gaya bahasa hiperbola lirik lagu “Cinta Kita” karya M.Nasir ini.

Tuliskan di kolom sebelah kanan tiap bait lirik tersebut!Perhatikan isian nomor 1!

1. Demi cintaku padamu • Realitasnya, hanya waktu tertentu
ke mana pun kau 'kan kubawa orang mampu mengikuti orang lain.
walaupun harus kutelan lautan bara Hiperbolanya, dia akan terus-menerus
ikut.

• Realitasnya, kapasitas mulut,
kerongkongan, dan perut terbatas.
Hoperbolanya, dia akan menelan bara
seluas lautan.

2. Demi cintaku padamu
ke gurun kuikut denganmu
biarpun harus berkorban jiwa dan raga

3. Bulan madu di awan biru
tiada yang mengganggu

4. Bulan madu di atas pelangi
hanya kita berdua
nyanyikan lagu cinta
walau seribu duka
Kita takkan terpisah

5. Andai dipisah laut dan pantai
tak akan goyah gelora cinta
Andai dipisah api dan bara
tak akan pudar sinaran cinta

D. Menginterpretasi Fantasi dengan Memaknai Gaya Bahasa Perumpaan

Penciptaan fantasi dapat dilakukan dengan menggunakan gaya perumpamaan,
yakni menautkan, mengasosiasikan, atau membandingkan suatu benda, keadaan, dan
perilaku dengan benda, keadaan, atau perilaku lainnya sesuai dengan kesamaan atau
kesetaraan sifat-sifatnya. Kata hubung yang dapat digunakan, antara lain, bagaikan,
seperti, laksana, bak, dan layaknya.

Jelaskanlah makna perumpmaan berikut seperti contoh nomor 1!

1. Tindakan orang itu bagaikan api dalam Perbuatan jahat yang tidak tampak

sekam. yang sewaktu-waktu bisa

membahayakan.

2. Terlalu banyak bicara dan lantang seperti
tong kosong.

3. Orang itu tidak tahu diri terhadap orang
yang menolongnya, bak pagar makan
tanaman.

22

4. Tiada manusia yang sempurna, layaknya
tiada gading yang tak retak.

5. Karena terbiasa menggembala di padang
savana, larinya laksana busur lepas dari
panah.

6. Memberi hadiah kepadanya bagaikan
menabur garam di lautan.

7. Mereka itu kakak-adik, tapi keduanya bak
pinang dibelah dua.

8. Teruslah berusaha, nasib manusia selalu
berganti seperti roda yang berputar.

9. Dia sulit untuk teguh pendirian, seperti air di
daun talas.

10. Kerumitan mencari jalan keluar dari
masalah itu seperti benang kusut.

Kegiatan 3
Menulis Teks Naratif Imajinatif dan Mendiskusikan Hasilnya

Dalam wacana naratif, secara eksplisit, penulis sering menggunakan penanda urutan
waktu. Penggunaan penanda urutan waktu berfungsi untuk merangkai peristiwa berdasarkan
urutan kronologis.

Penulis merangkai cerita dengan memunculkan peristiwa baru, antara lain, melalui
penghadiran tokoh lain, perubahan latar tempat dan waktu, dan pergantian permasalahan.
Dalam rangkaian peristiwa itu diciptakan konflik dalam menghadapi masalah, antara lain,
berupa masalah dalam diri tokoh, antartokoh, dan antara tokoh dengan lingkungannya.

Penulis mengakhiri cerita dengan mengungkapkan penyelesaian masalah. Penyelesaian
masalah bisa dilakukan dengan penyebab yang unik, penyelesaian tak terduga, bahkan ada
yang penyelesaiannya diserahkan kepada pembaca atau pendengarnya.

A. Mengenali Konjungsi Keterangan Waktu

Dalam teks narasi, penulis sering menggunakan kata hubung (konjungsi) keterangan
waktu. Konjungsi keterangan waktu dapat berupa penanda sewaktu dan penanda
antarwaktu. Konjungsi penanda sewaktu terdiri atas (1) penanda waktu lampau (misalnya,
dulu, tahun lalu, kemarin dulu, kemarin), (2) penanda waktu kini (misalnya, sekarang,
saat ini, hari ini), dan (3) penanda waktu yang akan datang (misalnya, besok, lusa, tahun
depan). Adapun konjungsi penanda antar waktu, misalnya, sebelumnya, sesudah itu, dan
kemudian

Tulislah kata konjungsi keterangan waktu dalam kalimat berikut. Tuliskan pula jenis
konjungsinya! Isikan hasil kerja kalian pada kotak jawaban yang disediakan! Perhatikan
contoh nomor 1!

1. Aku berjumpa Avero saat hendak pulang Setelah itu (konjungsi penanda
sekolah. Setelah itu, kami pun pulang bersama- antarwaktu)
sama.

2. Avero berpesan bahwa Aqil harus sudah tiba di
rumah Echa sebelum gelap.

23

3. Azki tetap tinggal di rumah Eyang sebelum Ayah
datang dari tempat kerja.

4. Echa menyapu lantai ruang
tamu sambil mendendangkan lagu favoritnya.

5. Iin telah mengetahui bahwa Erlin akan pergi ke
Jakarta lusa.

6. Kami tertawa tiada henti ketika menonton acara
komedi situasi di televisi.

7. Kemarin dulu, kami telah menyelesaikan tugas
menulis teks narasi.

8. Malam Minggu ini kami menginap di arena
perkemahan Sabtu-Minggu.

9. Minyak dipanaskan dulu, kemudian nasi, bumbu,
dan telor yang telah disiapkan sebelumnya ke atas
wajan dengan minyak mendidih.

10. Setelah peristiwa tabrakan kemarin, saya trauma
melintasi jalan itu.

11. Usai salat subuh, Echa mengaji satu juz. Setelah
itu, dia menyiapkan pelajaran hari ini.

B. Menjelaskan Penanda Urutan Waktu, Pemunculan Peristiwa, Permasalahan
Peristiwa, dan Penyelesaian Peristiwa dalam Teks Naratif

Kisah naratif dapat dihasilkan dengan menulis potongan peristiwa yang dialami
oleh diri sendiri atau orang lain. Potongan peristiwa itu dirangkai menggunakan
penanda urutan waktu. Di dalam satu peristiwa atau dalam rangkaian peristiwa itu
dapat diungkapkan permasalahan yang dihadapi dan cara menyelesaikannya.
Bacalah teks naratif berjudul “Sahabat Alam & Renang” karya Dawud yang diunggah di
facebook-nya! Kerjakanlah tugas terkait dengan teks berikut! Kerjakanlah secara
berkelompok

(1) Di desa tempat kami tinggal dulu selalu banjir hampir sepanjang waktu
di musim penghujan. Banjir itu karena luapan air Kali Ngrowo dan guyuran
hujan yang mengalir dari kali yang berhulu di Gunung Wilis. Saat itu, kami
(para nak-anak) belajar renang di sungai saat air "setengah" ketinggian
sungai. Saat sungai meluap atau saat dangkal, kami tidak berenang.

(2) Kami diajari sesepuh untuk membaca tanda-tanda alam. Walaupun
matahari masih terik, koq semut keluar dari sarangnya dan merambati tiang
rumah naik ke atap, itu pertanda segera turun hujan deras. Saat ular sawah
(hitam, pendek, ekor tumpul) naik ke usuk rumah, itu pertanda akan terjadi
banjir. Walaupun di tempat kami relatif terang atau mendung tipis dan tidak
hujan, tetapi kalau di puncak Gunung Wilis dan sekitarnya mendung hitam,
gelap, dan pekat, itu pertanda di sungai akan banjir bandang. Biasanya,
diawali oleh aliran air sungai jernih berbuih, lalu dususul air kecoklatan.
Saat ada air tenang di dekat rumpun bambu ori (barongan) yang tampak
tenang, tapi di hulu dan atau hilirnya aliran deras, itu pertanda ada

24

"kedung", yakni air di lubang lebar dan dalam, saat tertentu di dalamnya
ada pusaran.
(3) Kami diajari untuk bersahabat dengan alam. Kami diajari untuk tidak
melawan alam. Kami diajari untuk mengikuti alam. Kami diajari untuk
"menaklukkan" alam.
(4) Untuk itu, kami tidak turun ke sungai sekalipun dangkal saat di puncak
gunung gelap. Kami tidak akan melompat ke kedung, sekalipun kelihatan
air permukaannya tenang karena hampir dipastikan air tenang itu
menghanyutkan.
(5) Saat sungai separuh tingginya, kami diajari berenang dari hulu ke hilir.
Tidak boleh berenang dari hilir ke hulu. Melawan "hukum" alam itu
namanya. Kami diajari berenang menyeberang sungai dengan menyerong,
tidak boleh memotong. Dari hulu sungai di selatan, di tanggul barat, kami
berenang di pinggir barat dulu, berenang ke utara, pelan-pelan ke tengah,
terus ke pinggir di tanggul timur. Sampai di tanggul timur, kami jalan kaki
ke selatan lagi. Setelah itu, kami turun ke sungai, berenang di pinggir dulu
menuju utara, pelan-pelan ke tengah, terus ke tepi barat, naik lagi ke
tanggul barat.
(6) Saat anak saya di play group, saya leskan renang di Kolam Renang
Gajayana Malang (tahun 1993-an). Saat itu, kolamnya bersih, standar
internasional. Guru renangnya bagus ngajarinya: ambil nafas dulu, nafas
ditahan, setelah itu kepala masuk ke air, nafas dihembuskan pelan-pelan,
saat udara habis, kepala mendongak sambil ambil nafas, kepala masuk lagi
ke air, nafas dihembuskan pelan-pelan ... (sambil diikuti gerakan "mancal
ke belakang" dan "tangan mengayuh/n" untuk "menjalankan" badan).
(7) Saat dilatih di kolam besar (panjang 400-an m dan kedalaman 2 m
lebih), saya pun ikut berenang sejajar, agak jauh dari jalur yang dilalui
anak. Guru renangnya mengomando dari atas. Saat awal, sebagai orang tua,
anak di kolam yang begitu dalam, saya tidak sampai "hati" hanya melihat.
Saya ikut berenang sejajar saja. Saya tidak mengomando. Saya tidak ikut
campur tata cara guru renang mengajarinya. Justru saya belajar dari guru
renangnya, bagaimana mengubah gaya renang saya model di sungai ke
gaya renang di kolam. Renang di sungai boleh "ciblon" dengan
menggerakkan kaki dan tangan sekuatnya hingga "menyemprotksn air"
yang mengganggu temannya nggak apa-apa. Di kolam renang, cara itu
"haram" hukumnya. (Dikutip dari https://m.facebook.com/story.php? story_fbid

=2429505460713213&id =100009613482047)

Isilah bagian rumpang dalam pernyataan berikut sesuai dengan teks di atas!

1. Penggunakan urutan waktu dalam dalam teks di atas meliputi penanda urutaan
waktu

a. sezaman (ada/tidak ada), yakni

b. lintas zaman (ada/tidak ada), yakni

2. Pemunculan peristiwa dalam teks tersebut dengan

a. penghadiran tokoh lain (ada/tidak ada), pada paragraf____ tentang

b. perubahan latar tempat dan waktu (ada/tidak ada), pada paragraf____ tentang

25

c. pergantian permasalahan) (ada/tidak ada), pada paragraf____ tentang
3. Penciptaan konflik dalam menghadapi masalah dalam narasi di atas berupa

a. masalah dalam diri tokoh (ada/tidak ada), pada paragraf____ tentang

b. masalah antartokoh (ada/tidak ada), pada paragraf____ tentang

c. masalah antara tokoh dengan lingkungannya (ada/tidak ada), pada
paragraf____tentang

4. Penyelesaian masalah dalam narasi di atas dilakukan dengan menghadirkan
a. penyebab yang unik (ada/tidak ada), pada paragraf____ tentang

b. penyelesaian tak terduga (ada/tidak ada), pada paragraf____ tentang

c. penyelesaiannya diserahkan kepada pembaca atau pendengarnya (ada/tidak
ada), pada paragraf____ tentang

C. Menganalisis dan Mendiskusikan Penanda Urutan Waktu, Pemunculan Peristiwa,
Permasalahan Peristiwa, dan Penyelesaian Peristiwa dalam Teks Naratif

Bentuklah kelompok dengan anggota 3—5 orang. Setiap kelompok mencari teks narasi
imajinatif. Analisislah teks narasi imajinatif tersebut sesuai dengan rubrik analisis
berikut. Diskusikan dengan teman satu kelompok. Setelah sepakat, presentasikan di depan
kelas secara bergantian!

No Unit Analisis Uraian
1. Urutan waktu Sezaman

Lintas zaman

2. Pemunculan Kehadiran tokoh
peristiwa Perubahan latar

Pergantian masalah

3. Penciptaan Masalah diri tokoh
konflik Masalah antartokoh

Masalah lingkungan

4. Penyelesaian Penyebab unik
masalah
Penyelesaian tak
terduga

26

Penyelesaiannya
terbuka

D. Menulis dan Menilai Wacana Naratif Imajinatif

Tulislah teks narasi imajinatif berdasarkan pengalaman yang sangat mengesankan!
Tuliskan dalam 5—7 paragraf! Tukarkan hasil kerja kalian dengan pasangan kerja

kalian! Lakukanlah penilaian dengan rubrik berikut ini!

No Aspek yang Uraian Penilaian Sk0r
Dinilai (5—20)

1. Urutan waktu

(1 paragraf)

2. Pemunculan (5—20)
peristiwa (15—40)
(1 paragraf) (5—20)
Jumlah
3. Penciptaan
konflik
(2 paragraf)

4. Penyelesaian
masalah
(1 paragraf)

27


Click to View FlipBook Version