The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by bukubahasaindonesiasmpmts, 2022-01-19 19:30:39

TEKS PROSEDUR

TEKS PROSEDUR

Pelajaran 3

Teks Prosedur

Fokus Pembelajaran
Penguasaan kompetensi mengidentifikasi; menelaah struktur dan aspek kebahasaan; dan
menyimpulkan isi teks prosedur tentang cara melakukan, cara membuat, dan memainkan
sesuatu dari yang dibaca dan didengar; serta menyajikan data rangkaian kegiatan ke dalam

bentuk teks prosedur secara lisan dan tulis.

Kegiatan 1
Membaca Teks Prosedur dari Berbagai Sumber dan Melaporkannya

Teks prosedur merupakan teks yang berisi paparan tahapan kegiatan untuk
menyelesaikan suatu aktivitas atau metode langkah demi langkah secara pasti dalam
memecahkan suatu masalah. Umumnya, teks prosedur berisi petunjuk melakukan kegiatan,
petunjuk memainkan alat, petunjuk membuat sesuatu, dan petunjuk menggunakan sesuatu.

Teks prosedur dapat berisi paparan tahapan/langkah sederhana dan tahapan/langkah
kompleks. Paparan tahap/langkah sederhana berupa beberapa tahap/langkah yang sejajar dan
urut. Adapan prosedur kompleks berupa beberapa tahap/langkah yang tiap tahap/langkah
terdiri atas sejumlah tahap/langkah.

A. Mengenali Teks Berisi Petunjuk Melakukan Kegiatan

Teks yang berisi petunjuk melakukan kegiatan biasanya berisi tahap langkah
kegiatan yang harus dilakukan secara urut. Umumnya, langkah yang satu menjadi
prasyarat langkat yang lainnya.

Bacalah teks cara melakukan push-up berikut ini. Setelah itu, kejakan pelatihan yang
mengikutinya!

Cara Push-Up yang Benar dan Manfaatnya

Push-up adalah olahraga yang ringan dan tergolong olahraga yang tidak
memerlukan biaya sama sekali. Push-up juga merupakan olahraga fisik yang sudah
tak asing lagi di telinga kita. Sedari kecil, kita juga sudah di perkenalkan dengan
jenis olahraga yang menggunakan tubuh sebagai bebannya. Push-up memiliki fungsi
yang baik bagi kesehatan dan kebugaran tubuh kita.

Push-up dilakukan dengan cara menumpukan seluruh tubuh pada kekuatan
lengan sehingga efek pengencangan pada otot lengan Anda akan telihat lebih bugar
jika rutin melakukannya dengan disiplin dan benar. Selain bisa mengencangkan otot
lengan, olahraga push-up juga dapat membantu mengecilkan otot pada bagian perut.
Tapi kebanyakan orang belum tahu cara push-up yang benar.

Untuk mendapatkan manfaat yang maksimal kita perlu mengetahui cara push-
up yang benar karena kita tak akan mau melakukan hal yang sia-sia. Sudah
melakukan push-up secara rutin bukan mendapatkan tubuh yang ideal justru malah
yang dirasakan hanya capek saja atau malah cedera.

Untuk menghindari kejadian yang tidak perlu, di sini kita akan membahas
tentang cara push-up yang benar. Melakukan push-up bukanlah hal yang sulit, tapi
tetap saja kita harus memerhatikan keselamatan kita dalam melakukan olahraga
ringan ini.

(1) Cara Melakukan Push-up yang Benar

28

Berikut ini adalah beberapa cara melakukan push-up yang benar, yang bisa
Anda lakukan di mana saja.
a. Pemula: push-up di dinding

Berdirilah di depan diding yang datar, lalu letakkan kedua telapak tangan Anda
di depan dinding. Lalu bengkokkan lengan Anda dengan memajukan badan ke
depan dinding. Lakukanlah dengan sebanyak-banyak mungkin, dan jika sudah
terbiasa, cobalah lakukan gerakan puluhan kali. Sekarang, coba Anda lakukan
dengan tekanan pada setiap gerakan, dan cobalah setiap gerakan lakukan push-up
dengan tangan satu.
b. Intermediate: push-up berlutut

Posisikan tubuh Anda layaknya push-up yang benar, tapi pada cara ini lutut
Anda sebagai tempat tumpuannya. Letakkanlah tangan Anda di lantai dengan lurus
dengan wajah ke depan dan kaki Anda disilangkan. Turunkanlah dada Anda dengan
perlahan ke dekat lantai lalu kembali ke posisi semula.
c. Advanced: push-up sempurna

Sebaiknya, saat melakukan push-up tidak perlu menggunakan alas, karena lebih
baik lakukan langsung di lantai. Letakkan tangan di lantai dengan posisi terbuka
selebar bahu Anda. Kaki bertumpu pada ujung jari kaki Anda, hingga tubuh
berposisi lurus sempurna. Jangan ada posisi atau bokong Anda menonjol ke atas.
Turunkan bahu Anda sampai membentuk siku 90 derajat. Kemudian dorong bahu
dan lengan hingga lurus ke depan dengan sambil mengambil napas.
Sebaiknya, push-up dilakukan pada pagi dan sore hari, dan untuk para pemula
sebaiknya melakukan push-up dengan bertahap.

(2) Manfaat Push-Up
Berikut manfaat melakukan push-up setiap hari pada pagi dan sore hari:

a. Mengencangkan otot
Melakukan push-up yang baik dan benar akan mengencangkan otot-otot Anda,

terutama pada bagian lengan, dada, dan perut.
b. Meningkatkan percaya diri

Dengan melakukan push-up yang rutin, akan meningkatkan rasa percaya diri
Anda karena vitalitas yang meningkat akan membuatmu percaya diri dalam setiap
penampilan. Selain itu, dengan melakukan push-up sebanyak 50 sampai 100 kali
akan membuat Anda percaya kalau Anda memang kuat. Dengan begitu, Anda akan
percaya diri.
c. Membakar kalori

Dengan melakukan push-up, tubuh Anda akan memerlukan energi yang banyak.
Energi tersebut mungkin saja diambil dari cadangan lemak Anda. Jadi, push up
dapat menjadi pilihan yang baik untuk membakar kalori di tubuh.

Push up adalah olahraga yang mudah dilakukan, tetapi mempunyai manfaat
yang baik. Untuk itu dari sekarang cobalah biasakan push-up. Itu dia cara push-up
yang benar dan manfaatnya dari DokterSehat. Selamat mencoba ya, Teman Sehat!

(Dikutip dengan perubahan https://doktersehat.com/cara-push-up-yang-benar-dan-
manfaatnya/).

Berdasarkan penjelasan dan contoh teks prosedur melakukan kegiatan tersebut,
kerjakanlah tugas berikut ini secara berkelompok!

1. Kerjakan tugas dan jawablah pertanyaan berikut sesuai dengan isi bacaan!
a. Tuliskan secara ringkas tahap-tahap melakukan push-up! menurut teks di
atas!

29

b. Kemukakan alasan tahap-tahap melakukan push-up tersebut harus
dilakukan secara berurutan!

c. Apa yang terjadi jika tahap-tahap push-up tersebut tidak dilakukan secara
berjenjang?

d. Apa manfaat kegiatan push-up menurut bacaan di atas!

e. Meskipun bermanfaat, murah, dan mudah, “Mengapa banyak orang yang
enggan melakukan kegiatan push-up?”

2. Berdasarkan hasil diskusi kalian tersebut, rumuskanlah cara push-up dan manfaatnya
dalam dua paragraf dengan bahasa kalian!

B. Mengenali Teks Berisi Petunjuk Memainkan Alat
Mirip dengan teks melakukan sesuatu, teks petunjuk memainkan alat biasanya

berisi tahap-tahap kegiatan. Umumnya, kegiatan itu ada yang berprasyarat (kegiatan
yang satu menjadi prasyarat kegiatan yang lainnya) dan ada yang paralel (kegiatan
dilaksanakan secara bersama-sama).
Bacalah teks cara memaninkan gendang berikut secara seksama. Setelah itu, kerjakan
tugas yang menyertainya!

Cara Memainkan Alat Musik Gendang
Cara memainkan alat musik Gendang sangat mudah. Berikut caranya.
Pertama, tangan kanan diletakkan di bagian kecil gendang dan tangan kiri di bagian
besar gendang. Pastikan posisi kalian nyaman dan tidak tegang, semakin nyaman dan
santai akan semakin enak dalam memainkan gendang.
Kedua, tangan kanan memukul menggunakan jari telunjuk dan jari manis pada bagian
badan gendang tersebut. Lalu ketuklah sesuai dengan irama lagu yang dimainkan.
Agar bisa mengikuti ketukan dari irama tersebut, kalian harus mendengarkan dengan
seksama dulu, lalu ingat baik-baik ketukannya, setelah itu cobalah atau terapkan
ketukan tersebut.
Ketiga, tangan kiri memukul menggunakan ujung jari telunjuk, ujung jari manis dan
telapak tangan bagian bawah untuk memainkannya.
Seluruh tatacara di atas merupakan cara memainkan alat musik Gendang yang
bisa kalian coba dan lakukan sendiri. Selamat mencoba!
(Dikutip dengan perubahan dari tulisan Namira (April 13, 2020) “36 Cara Memainkan Alat
Musik (Terlengkap)” https://longgroveonline.com/cara-memainkan-alat-musik/)

30

Berdasarkan penjelasan dan contoh teks prosedur memainkan alat musik tersebut,
kerjakanlah tugas berikut ini secara berkelompok!
1. Tuliskan secara ringkas langkah-langkah memainkan gendang sesuai dengan teks di

atas!
2. Carilah video tutorial cara bermain gendang. Bandingkan dengan menulis persamaan

dan perbedaan cara bermain gendang menurut teks di atas dengan tutorial di video
yang kalian lihat!
3. Carilah video tutorial cara bermain alat musik lain (misalnya, gitar, piano, seruling)
dan paparkan tahapan langkah memainkannya!

C. Mengenali Teks Berisi Petunjuk Membuat Sesuatu

Umumnya, teks prosedur membuat sesuatu berisi dua hal pokok, yakni bahan-bahan
serta alat-alat yang harus disiapkan dan langkah-langkah membuat sesuatu. Bahan dan
alat harus disiapkan dulu, baru bisa membuat sesuatu. Langkah pembuatannya juga
berurutan.

Bacalah teks cara membuat mobil mainan berikut ini dengan seksama. Kerjakan
pelatihan yang menyertainya!

Cara Membuat Mobil-Mobilan dari Kardus, Unik dan Kreatif

Cara membuat mobil-mobilan dari kardus tentunya tidak begitu sulit, juga tidak
terlalu mudah. Cara membuat mobil-mobilan dari kardus juga akan menambah
keterampilan dan tumbuh kembang otak anak.

Memanfaatkan barang bekas merupakan hal yang hanya dapat dilakukan oleh
sebagian orang saja. Padahal barang bekas bisa dijadikan ragam karya menarik.
Selain itu, memanfaatkan barang bekas juga dapat meminimalkan sampah yang dapat
membahayakan bumi untuk ke depannya. Kardus dapat digunakan kembali untuk
membuat mobil-mobilan. Mainan mobil-mobilan ini biasanya sangat disukai anak-
anak untuk menambah koleksi mainan mereka.

Selain bisa dijadikan koleksi pribadi, mobil-mobilan dari kardus ini bisa
dijadikan sebagai ladang usaha. Membuat mobil-mobilan dari kardus dapat mengasah
kreativitas kamu dan menjadi ruang untuk kamu menyalurkan hobi untuk
menghasilkan sesuatu yang unik dan mempunyai nilai kreativitas tinggi.
Berikut liputan6.com merangkum dari berbagai sumber, Kamis (26/3/2020) tentang
cara membuat mobil-mobilan dari kardus, unik, dan kreatif.
(1) Mempersiapkan Alat dan Bahan

Untuk membuat mobil-mobilan dari kardus, yang pertama dilakukan adalah
mempersiapkan alat dan bahan. Alat dan bahan yang disiakan adalah sebagai berikut.
• Kardus, pilihlah kardus yang tebal dan kaku agar hasil mobil-mobilan lebih

maksimal.
• Pensil atau spidol, untuk menggambar pola.
• Gunting, cutter, dan lem, bisa menggunakan lem tembak atau lem kayu.
• Solatip.
• Penggaris.
• Pewarna, bisa menggunakan spidol, crayon, cat jenis tempera paint atau finger

paint. Penggunaan cat bia disesuaikan dengan keinginan dan aman untuk anak.
(2) Membuat Pola

Langkah selanjutnya adalah membuat pola. Langkah ini bisa disesuaikan
dengan keinginan mobil yang akan kamu buat. Pola pertama yang bisa kamu buat
adalah pola pintu mobil dengan membuat pintu pada bagian samping kiri dan

31

samping kanan pada kardus. Selanjutnya, kamu bisa membuat pola untuk kaca bagian
depan. Untuk bagian-bagian kecil mobil seperti kaca spion, roda, dan lain sebagainya
kamu bisa membuat polanya menggunakan kardus lainnya. Untuk menggambar pola-
pola tersebut, kamu bisa menggunakan pensil atau spidol.
(3) Memotong Pola

Setelah selesai menggambar pola, kamu bisa mulai memotong pola-pola yang
sudah kamu bentuk sebelumnya. Dalam memotong garisnya, usahakan dimulai dari
bagian atas kardus terlebih dahulu. Bagian memotong pola ini membutuhkan
ketelitian dan konsentrasi tinggi agar hasilnya menjadi rapi. Alat pemotong pola yang
bisa digunakan adalah gunting atau cutter. Kamu bisa memilih alat pemotong pola
yang nyaman kamu gunakan.
Jangan lupa menggunakan penggaris untuk hasil yang lebih maksimal. Bagian-bagian
kecil mobil, yakni kaca spion dan roda harus lebih teliti ketika memotongnya.
(4) Merakit Pola

Langkah selanjutnya membuat mobil-mobilan dari kardus adalah merakit pola.
Pada bagian ini, alat dan bahan yang dibutuhkan adalah selotip atau lem. Kamu bisa
menggunakan selotip atau lem untuk merakit kaca spion, roda, dan bagian-bagian
kecil mobil lainnya untuk direkatkan di mobil yang sudah kamu bentuk sebelumnya.
(5) Mewarnai Mobil-Mobilan

Langkah selanjutnya membuat mobil-mobilan dari kardus adalah mewarnai
mobil-mobilan. Langkah ini adalah langkah yang paling disukai. Pada langkah ini
kamu bisa bermain warna dan menyesuaikan warna yang kamu sukai.
(6) Menyempurnakan

Pada tahap akhir ini kamu bisa menambahkan bagian-bagian kecil mobil, yakni
lampu bagian depan dan lampu bagian belakang mobil. Untuk lampu mobil, kamu
bisa menggunakan sisa kardus yang telah dibentuk bulat atau sesuai dengan keinginan
kamu. Selain menggunakan kardus, kamu juga bisa menggunakan tutup botol bekas
untuk lampu mobil bagian depan, belakang, dan lampu seinnya.

Untuk membuat interior mobil, gunakan karton atau kain sebagai dashboard
dan piring kertas sebagai setir. Berilah mobil kardus ini logo. Mobil kardus siap
digunakan untuk mainan.

Itulah cara membuat mobil-mobilan dari kardus yang bisa kamu contoh untuk
menghasilkan sebuah karya mobil-mobilan yang unik.

(Dikutip dengan perubahan dari https://hot.liputan6.com/read/4211532/cara-membuat-mobil-
mobilan-dari-kardus-unik-dan-kreatif)

Berdasarkan penjelasan dan contoh teks prosedur membuat sesuatu tersebut,
kerjakanlah tugas berikut ini secara berkelompok!
1. Tuliskan secara ringkas langkah-langkah membuat mobil-mobilan sesuai dengan teks

di atas!
2. Carilah video tutorial cara membuat mobil-mobilan. Bandingkan dengan menulis

persamaan dan perbedaan cara membuat mobil-mobilan menurut teks di atas dengan
tutorial di video yang kalian lihat!
3. Carilah video tutorial cara membuat mainan yang lain (layang-layang, vas bunga,
hiasan dinging, misalnya) dan paparkan tahapan langkah membuatnya!

D. Mengenali Teks Berisi Petunjuk Menggunakan Sesuatu

Teks petunjuk menggunakan sesuatu berisi langkah-langkah mengoperasikan
alat. Pada umumnya, langkah mengoperasikan alat ini sudah sudah tersedia dalam buku

32

manual alat tersebut saat baru dibeli. Setiap jenis alat memiliki buku manual yang
berbeda.

Bacalah teks cara menggunakan komputer berikut ini secara seksama. Setelah itu,
kerjakan tugas-tugas yang menyertainya!

Cara Menggunakan Komputer sesuai dengan Prosedur yang Benar

Sejak awal kemunculan komputer, perangkat keras ini merupakan teknologi
yang dapat membuat beberapa pekerjaan menjadi lebih efektif. Sejak kemunculan
generasi pertama hingga kini, komputer terus dikembangkan dengan melahirkan
komputer atau laptop dengan kinerja terbaik.

Terdapat banyak sekali komponen dalam satu komputer yang dirakit.
Komponen satu dan komponen lainnya harus disusun dengan benar atau sesuai
dengan fungsi, tempat, dan dapat terhubung agar dapat berjalan sesuai dengan
sistem. Untuk itu, sangatlah penting pengguna komputer menggunakan komputer
sesuai dengan prosedur yang baik dan benar.

(1) Cara Menyalakan Komputer dengan Benar
a. Pastikan Peralatan Komputer Terpasang dengan Baik

Karena komputer merupakan serangkaian komponen, pastikan telah terpasang
dengan baik mesin elektronik dan kabel. Semua telah terpasang dengan benar,
colokannya sudah sesuai dan terpasang dengan benar sesuai dengan posisi dan
kegunaan.
b. Perhatikan Aliran Listrik

Komputer tidak bisa menyala tanpa tenaga listrik. Untuk itu, langkah
selanjutnya adalah menyambungkan kabel colokan komputer ke sumber listrik (stop
kontak). Pastikan juga sebelumnya bahwa daya listriknya memadai untuk
menghindari listrik anjlok atau komputer yang tak mau menyala.
c. Gunakan Alat Bantuan Tegangan Listrik

Alat bantu tegangan listrik yang bisa digunakan bisa berupa UPS atau
stabilizer. Fungsi perangkat ini untuk menjaga kondisi aliran listrik tetap dalam
keadaan stabil dan terjaga. Alat ini berfungsi sebagai pencegah atau antisipasi agar
komputer terhindar dari kerusakan yang disebabkan oleh masalah daya aliran yang
naik-turun.
d. Menekan Tombol Power

Setelah itu Anda bisa mulai mengaktifkan komputer dengan menekan tombol
power yang ada di CPU.
e. Menunggu Proses Opening Windows

Tunggu prosesnya sampai indikator menyala saat proses booting yang tampak
di layar komputer dan dapat dilihat di dekstop windows. Jangan menggerakkan
apapun terlebih dulu sampai proses booting selesai dan komputer siap digunakan.
f. Siap Digunakan

Akhirnya komputer siap digunakan. Pastikan juga bahwa Anda sudah
memasang mouse untuk dapat menggerakkan kursor yang dapat membawa Anda ke
program yang Anda inginkan.

(2) Cara Mematikan Komputer dengan Benar
Selain proses menghidupkan komputer, yang tak kalah penting dan tidak boleh

asal-asalan adalah proses mematikan komputer. Mematikan komputer harus melalui
prosedur yang runtut dan benar.

33

Sebelum mematikan komputer, pastikan Anda sudah menyimpan file dan data
yang masih diperlukan dan menutup semua program yang sedang berjalan. Langkah
ini perlu dilakukan agar Anda bisa menggunakan atau membukanya kembali file,
data, dan program pada waktu yang akan datang.

Setiap komputer memiliki sebuah sistem Windows yang berbeda, tapi prosedur
mematikan hampir seluruhnya sama, yakni tekan Start yang tertera di layar dengan
klik menggunakan Mouse. Setelah itu, klik Turn off Computer atau Shut Down.

Jika prosedur tersebut tidak dilakukan dengan benar, misalnya, Anda langsung
mematikan komputer begitu saja, lama kelamaan program akan rusak, data atau file
Anda bisa hilang atau corrupt. Tentu hal itu tidak Anda inginkan bukan?

(Dikutip dengan perubahan dari tulisan Dini di https://dosenit.com/ilmu-
komputer/komputer-dasar/cara-menggunakan-komputer-sesuai-dengan-prosedur-yang-
benar)

Berdasarkan penjelasan dan contoh teks prosedur menggunakan sesuatu tersebut,
kerjakanlah tugas berikut ini secara berkelompok!
1. Tuliskan secara ringkas langkah-langkah mengoperasikan komputer sesuai dengan

teks di atas!
2. Pilihlah satu peralatan elektronik (misalnya, laptop, televisi, kulkas, mesin cuci),

selanjutnya tulislah tahapan langkah mengoperasikannya!

Kegiatan 2
Menelaah Urutaan Prosedural dalam Teks Prosedur

Urutan prosedural dalam teks prosedur tampak dari bahasa yang digunakan.
Penggunaan bahasa yang menyatakan urutan prosedural itu bisa berupa, misalnya, pilihan
kata berimbuhan yang bermakna urutan, penggunaan kata perintah berpenegas,
penggunaan konjungsi urutan dan konjungsi waktu, baik intrakalimat maupun
antarkalimat.

A. Memahami Makna Kata Berimbuhan ke-

Teks prosedur ditandai oleh penggunaan kata yang menyatakan urutan tahap,
langkah, atau proses. Untuk menyatakan tahap, langkah, atau proses dapat dilakukan
dengan membentuk kata berimbuhan ke- + kata bilangan, misalnya, kesatu, kedua,
ketiga. Kata-kata berimbuhan tersebut bermakna ‘urutan’ atau ‘tingkatan’. Di samping
itu, kata berimbuhan ke- + kata bilangan dapat bermakna ‘kumpulan’.
Perhatikanlah contoh berikut ini.
1. Kedua, tangan kanan memukul dengan menggunakan jari telunjuk dan jari manis

pada bagian badan Gendang (‘urutan’).
2. Kedua jarinya harus bergantian mengetuk gendang secara hormoni sesuai dengan

tempo lagu (‘kumpulan’).

Tulislah arti imbuhan ke- pada kata yang dicetak miring dalam kalimat berikut!
1. Ekspor sawit pernah menghasilkan devisa tertinggi kedua setelah minyak.

(__________)
2. Keempat saudaranya menjadi pengusaha nasional dan global. (__________)
3. Wali Kota itu merupakan alumni kelima yang menjadi pejabat publik dari sekolah ini.

(__________)
4. Keduanya berkomptesi untuk menjadi yang terbaik, kalau bisa yang kesatu,

sekurang-kurangnya runner up.

34

5. Produk jasa start up anak bangsa, kesemuanya harus menjadi tuan di negeri sendiri.
(__________)

6. Letakkan kedua tangan dan kaki di lantai saat mulai push up. (__________)
7. Gelas kesepuluh sudah kosong, berarti semua anak haus. (__________)
8. Hanya keledai yang terantuk pada lubang yang sama kedua kalinya. (__________)

B. Membedakan Penggunaan Kata Berimbuhan ke- dan Kata Depan ke

Pada bagian A telah dijelaskan bahwa kata berimbuhan ke- + kata bilangan, bisa
bermakna urutan, misalnya, pada kata kesatu, kedua, ketiga; dan bisa bermakna
‘kumpulan’, misalnya, pada kedua orang itu. Imbuhkan ke- pada contoh tersebut ditulis
serangkai dengan kata yang dilekatinya.

Di samping imbuhan ke- terdapat kata depan ke. Kata depan ke ditulis terpisah
dari kata benda yang menyertainya. Umumnya, kata benda itu menyatakan tempat atau
tujuan.
Perhatikanlah contoh berikut ini.
1. Echa adalah anak kedua dari dua bersaudara. (ke- sebagai imbuhan)
2. Echa datang ke rumah saudaranya kemarin. (ke sebagai kata depan)

Lengkapilah kalimat berikut dengan kata dalam kurung. Bubuhilah kata tersebut dengan
imbuhan ke- atau kata depan ke dengan benar!
1. Aqil berjalan menuju __________ (tingkat) lima gedung pertemuan itu.
2. Avero secara bertahap meniti karir di perusahaan itu sehingga menjadi orang

__________ (satu).
3. Azki mengekspor produk pabriknya sudah yang __________ (sebelas) kali dalam

sebulan ini.
4. Echa menunjukkan prestasi akademik dan nonakademiknya sejak ulang tahun

__________ (delapan).
5. Semua siswa harus menyiapkan bekal ilmu untuk belajar __________ (jenjang) lebih

tinggi.
6. Alaisha berhasil menjadi __________ (tua) Kamar Dagang dan Industri di kota ini.
7. Anak itu merenung terus setelah meninggalkan __________ (kasihnya).
8. Sudah __________ (sekian) kalinya anak itu menemani ibunya berjualan di pasar.

C. Menggunakan Partikel Penegas

Pemberian petunjuk untuk melakukan kegiatan dapat digunakan penanda penegas,
misalnya, -lah, -kah, dan -pun– sebagaimana tampak pada contoh berikut ini.

1. Tuangkanlah larutan itu dalam cetakan!

2. Sudahkah dituangkan larutan itu ke dalam cetakan?

3. Larutan itu harus dicetak, walaupun masih panas!

Bubuhilah partikel -lah, -kah, atau -pun kata-kata yang tersedia di kotak dan isikan

dalam bagian kalimat yang rumpang sesuai dengan konteksnya!

1. Penguasa inovatif pasti bangkit, ______ usahanya jatuh. ambil

2. Atas dasar itu, ______ performasni terbaikmu! apa

3. ______ PT Dirgantara Indonesia membuat pesawat jet, rakyat akan atau

menyambutnya dengan suka cita. jangan

4. Kau harus tetap maju terus, ______ berkali-kali dicemooh. kamu

5. Hidup ada pilihan, sebagai pemimpin ______ yang dipimpin. kapan

6. ______ isi budaya Barat, ______ hanya ambil bungkusnya! milenial

7. Bukan kami yang tampil, ______ sebagai pemuda yang harus di depan! sekali

8. Di tangan generasi ______ kemajuan bangsa ini dipertaruhkan. sia-sia

9. ______ arti satu dua juta rupiah, tanpa diiringi keikhlasan. tampilkan

35

10. Kalau tidak gigih bertahan, ______ jerih payahmu selama ini. walau

D. Menelaah Konjungsi Intrakalimat dan Antarkalimat Penanda Urutan Waktu

Penanda urutan waktu dalam teks prosedural dapat berupa kata atau kelompok kata
yang menghubungkan dua kejadian atau lebih dalam suatu kalimat (intrakalimat) dan
menghubungkan dua kejadian atau lebih antara kalimat yang satu dengan kalimat yang
lain (antarkalimat). Penggunaan penanda urutan waktu intrakalimat dan antarkalimat
tersebut tampak pada contoh berikut ini.
1. Setelah dipotong dengan ukuran 5 x 10 cm, kain itu dijahit oleh Echa. (Kata dicetak

miring merupakan penanda urutan waktu intrakalimat)
2. Echa memotong kain katun dengan ukuran 5 x 10 cm. Setelah itu, dia menjahitnya

dengan rapi. (Kelompok kata dicetak miring merupakan penanda waktu
antarkalimat).

Isilah bagian yang rumpang dalam kalimat berikut dengan kata atau kelompok kata

penanda urutan waktu intrakalimat atau antarkalimat yang tersedia di kotak sebelah

kanan!

1. Aku percaya kau juga memusatkan pikiran pada letak

lengan kirimu sepertiku, _______ melangkah ke kiri,

melangkah menyamping seperti kepiting

2. _______ Driani berpegang teguh pada pendiriannya: (1) akhirnya
“Anak seumur Triman kan cepat besar. _______ kalau (2) awalnya .... nanti

sudah kelas tiga, topinya, bajunya, celananya, sepatunya, (3) kemudian

tasnya, kan sudah pas. Kalian harus melihat masa depan, (4) lalu
dong.”
(5) pada saat itu
3. Darmono digelandang ke mobil, _______ mobil dilarikan (6) sebelum
dengan kencang ke rumah Darojat dan Driani.
(7) setelah itu
4. Gadis bukan perempuan ideal untuk menjadi istri putra

tunggal mereka. _______ suami-istri itu menyerah

dengan kekeraskepalaan sang anak, setengah hati

menyetujui sebuah pernikahan.

5. Ketika semakin banyak mayat mengambang di

Malioboro, Genderuwo Toya juga semakin rajin muncul

ke permukaan pada malam atau dini hari. _______, danau

itu sepi pengunjung.

6. _______ meninggalkan Triman, suster lama selalu

berpesan kepada suster pengganti untuk benar-benar

merawat Triman dengan baik.

7. Tanganku terjulur memberikan sekuntum mawar yang

mekar sempurna dan batangnya telah kubersihkan dari

duri agar Ibu tidak terluka. _______, kubawa langkahku

kembali ke dapur.

E. Menggunakan Konjungsi Intrakalimat dan Antarkalimat Penanda Urutan Waktu
dalam Kalimat

Isilah bagian yang rumpang dalam kalimat berkut dengan kata atau kelompok kata
penanda urutan waktu intrakalimat atau antarkalimat yang sesuai dengan konteks
kalimatnya!
1. Berdirilah di depan diding yang datar, ________ letakkan kedua telapak tangan Anda

di depan dinding.

36

2. ________ mematikan komputer, pastikan Anda sudah menyimpan file dan data yang
masih diperlukan dan menutup semua program yang sedang berjalan.

3. Komputer tidak bisa menyala tanpa tenaga listrik. Untuk itu, langkah ________
adalah menyambungkan kabel colokan komputer ke sumber listrik.

4. Berilah mobil kardus ini logo. ________, mobil kardus siap digunakan untuk mainan.
5. ________ ini kamu bisa menambahkan bagian-bagian kecil mobil, yakni lampu

bagian depan dan lampu bagian belakang mobil.

Kegiatan 3
Menulis Teks Prosedur dan Memublikasikannya

Menulis teks prosedur dan memupblikasikannya dapat dilakukan secara bertahap.
Kegiatan itu meliputi (1) menyusun teks prosedur secara terbimbing berdasarkan data yang
tersedia, (2) melengkapi diagram prosedural, (3) menyusun teks prosedur berdasarkan hasil
pengamatan, dan (4) menyunting dan memublikasikan karya.

A. Menyusun Teks Prosedur Berdasarkan Data yang Tersedia

Untuk menunjukkan urutan tahap/langkah, dapat digunakan kata bilangan urutan
atau tingkatan, misalnya, kesatu atau pertama, kedua, ketiga. Kata bilangan urutan
tersebut, dapat ditulis dengan angka Romawi I, II, III. Penggunaan angka Romawi
tersebut tidak boleh diberi imbuahan ke-, misalnya, ke-I, ke-II, ke-III. Penulisan urutan
atau peringkat dengan angka Romawi yang diberi imbuhan ke- merupakan penulisan
tidak baku.

Berikut disajikan topik membuat barang, melakukan kegiatan, menjalankan alat, dan
memainkan instrumen. Tulislah teks prosedur dengan menggunakan kata-kata yang
tersedia! Perhatikanlah contoh nomor 1!

1. Membuat masker mencuci dan melipat menjadi tiga
kain katun mengeringkan lipatan
kaos katun mengukur panjang kain menyisipkan karet
sarung bantal katun membentangkan kain melipat ujung kain
karet elastis menambahkan tissue menyatukan ujung kain
menarik kedua ujung kain

Membuat masker kain tanpa jahit melalui tiga tahap, yakni penyiapan bahan,
pengukuran, dan pelipatan. Ketiga tahap tersebut dipaparkan berikut ini.

Pertama, menyiapakan bahan berupa kain katun, kaos katun, atau sarung bantal
katun yang sudah tidak terpakai dan karet elastis (bisa menggunakan ikat rambut karet
yang dilapisi kain). Bahan-bahan tersebut dicuci dan dikeringkan terlebih dahulu agar
steril saat digunakan.

Kedua, mengukur panjang kain sesuai ukuran wajah. Ukuran masker harus bisa
untuk menutup hidung dan mulut hingga ke bawah dagu. Membentangkan kain yang
telah sesuai dengan ukuran dan menambahkan filter kopi atau tissue di dalamnya.

Ketiga, melipat kain menjadi tiga lipatan, lalu menyisipkan karet atau ikat rambut
pada kedua sisi kain. Melipat bagian ujung kain tepat di tempat karet disematkan,
satukan bagian ujung satu dengan ujung satunya agar kain rapat. Tarik kedua ujung
bagian atas dan bawah dari masker.

2. Menyeterika baju

sebuah setrika menyetrika kerah kemeja menyetrika ggung kemeja.

37

papan setrika menyetrika manset tangan kemeja menyetrika bahu kemeja
pelicin pakaian
menyeterika lengan kemeja. menyetrika depan kemeja

3. Menjalankan mesin cuci menyalakan tombol start
melakukan instalasi memilih siklus pencucian
memasukkan pakaian menjemur pakaian
menuangkan deterjen khusus
menutup pintu mesin cuci

4. Memainkan gitar memainkan kunci-kunci dasar secara berulang
menyetel senar gitar memilih satu lagu dengan kunci dasar
menentukan kunci-kunci dasar dalam gitar
memetik gitar

B. Melengkapi Diagram Prosedural dalam Teks Prosedur

Tahap/langkah dalam teks prosedur dapat digambarkan dengan diagram prosedural.
Tahap/langkah pokok dituliskan secara berurutan. Tahap/langkah pokok tersebut dirinci
sesuai dengan kegiatan yang dilakukan. Rincian kegiatan dimasukkan dalam kolom
sesuai dengan tahap/langkah pokok tersebut.

Perhatikanlah contoh diagram prosedural berikut ini!

Pembuatan Masker Tanpa Jahit

Penyiapan Bahan Pengukuran Pelipatan

• Mengumpulkan → →
bahan

• Mencuci bahan

• Mengeringkan bahan

Berdasarkan contoh tersebut, sempurnakanlah diagram prosedural tersebut!
Selanjutnya, buatlah diagram prosedural kegiatan-kegiatan yang telah kalian lakukan!

C. Menyusun Teks Prosedur Berdasarkan Hasil Pengamatan

Menulis teks prosedur dapat dilakukan dengan mengamati kegiatan yang bersifat
prosedural di lingkungan tempat tinggal (misalnya, pembuatan dan penyajian minuman,
pembuatan baju, pembuatan layang-layang, pembuatan meja-kursi, pengoperasian
mesin, pengiriman barang, dan penggunaan instrumen musik).

1. Pilihlah salah satu kegiatan yang kalian sukai dan kuasai dan paparkanlah dalam teks
prosedur 4—5 paragraf!

2. Sebagai panduan, kalian dapat menggunakan pertanyaan berikut ini.
a. Apa nama kegiatan itu?
b. Apa sajakah alat dan bahan yang diperlukannya?
c. Bagaimanakah prosedur (tahap dan lang) kegiatannya?
d. Berupa apakah hasil akhir kegiatan tersebut?
e. Jika berupa barang, ke manakah produk tersebut dipasarkan?

D. Menyunting dan Memublikasikan Karya Teks Prosedur

1. Tukarkan hasil karya kalian dalam Kegiatan 3 C dengan karya salah satu temanmu.
Lakukan penyuntingan dengan teman sejawat!

2. Kriteria penyuntingan isi teks prosedur meliputi
a. ketepatan komposisi (antara lain, bahan-bahan, alat-alat, ukuran, takaran, jumlah,
dan kegunaan); dan
b. kelogisan dan kesistematisan urutan peristiwa.

38

3. Kriteria penyuntingan bahasa teks prosedur meliputi ketepatan penggunaan kata,
kalimat, dan ungkapan yang menunjukkan urutan tahap dan langkah.

4. Atas seizin Bapak dan Ibu guru, untuk memilih 3 hasil karya yang telah disunting
untuk dipublikasikan di web sekolah.

39


Click to View FlipBook Version