The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by bukubahasaindonesiasmpmts, 2022-01-20 02:47:46

Teks Persuasi

Teks Persuasi

Pelajaran 7

Teks Persuasi

Fokus Pembelajaran
Penguasaan kompetensi mengidentifikasi jenis persuasi; menelaah struktur dan kebahasaan;

dan menyimpulkan isi saran, ajakan, arahan, pertimbangan tentang berbagai hal positif
permasalahan aktual teks persuasi yang didengar dan dibaca; serta menyajikan teks persuasi

secara tulis dan lisan.

Kegiatan 1
Membaca Teks Pesuasi dan Melaporkan Isinya

Dalam teks persuasi, penulis dapat mengembangan gagasan secara deduktif, induktif,
dan atau campuran (deduktif—induktif). Pola pengembangan gagasan itu dapat disajikan
dengan teknik pemaparan yang sesuai dengan karakteristik gagasannya, salah satunya,
adalah teknik perbandingan.Teknik perbandingan penting sebagai cara untuk meyakinkan
pembaca dengan menunjukkan keunggulan, kelebihan, perbedaan, atau persamaan hal yang
dibahas. Setelah itu, dajukanlah saran, ajakan, arahan, dan pertimbangan.

A. Mengidentifikasi Hubungan Sebab-Akibat Kompleks Berpola Deduktif—Induktif
dalam Teks Persuasi

Dalam teks persuasi, penulis dapat merangkai gagasannya dengan menggunakan
hubungan sebab-akibat. Hubungan antargagasan bisa terjalin secara sederhana, yakni
berupa sebab tunggal dan akibat tunggal. Hubungan antargagasan bisa juga terjalin
secara kompleks, yakni berupa sebab tunggal dengan akibat ganda, sebab ganda dengan
akibat tunggal, atau sebab ganda dengan akibat ganda.

Dalam hubungan sebab-akibat kompleks, sebab menghasilkan akibat (1) yang
selanjutnya menghasilkan akibat (2) dan seterusnya. Salah satu kemungkinan polanya
adalah deduktif—induktif, yakni pernyataan umum di awal (sebab), uraian di tengah
(akibat 1), dan simpulan umum di akhir (akibat2)

Bacalah penggalan pertama teks berjudul “Kartini Di Tengah Korona” karya Khofifah
Indar Parawansa, (Gubernur Jawa Timur) yang dimuat di
https://www.jawapos.com/opini/21/04/2020/kartini-di-tengah-korona/ berikut ini!
Kerjakan tugas yang menyertainya!

(1) Sebulan lebih, pemerintah menerapkan aturan belajar di rumah. Sebulan lebih
pula, pemerintah menganjurkan bekerja dari rumah (work from home). Kebijakan
tersebut menjadikan aktivitas di dalam rumah meningkat. Utamanya bagi mereka
’’Kartini’’ yang sehari-hari menjadi ibu rumah tangga.

(2) Bisa jadi, dulu predikat ibu rumah tangga hanya seorang perempuan yang berada
di rumah. Aktivitas yang dikerjakan mulai menyiapkan sarapan pagi, mengantar anak-
anak ke sekolah, menyiapkan kebutuhan suami beraktivitas di kantor, lalu kembali ke
rumah, dan menunggu semua anggota keluarga pulang dari aktivitasnya. Itu tidak
berlaku sekarang, di tengah pandemi Covid-19.

(3) Ibu rumah tangga memiliki tugas baru, sekalipun tidak benar-benar baru. Kini
mereka tidak hanya menyediakan sarapan. Ada jadwal baru yang menanti. Ibu rumah
tangga mulai mengawasi anak-anak yang belajar di rumah.

(4) Bahkan, mereka tak sekadar mengawasi. Banyak ibu rumah tangga yang berubah
profesi menjadi guru bagi anak-anaknya. Tugas sekolah didistribusikan dari guru
kepada siswa melalui orang tua. Selanjutnya, orang tua mengarahkan dan mengajarkan
materi pelajaran itu kepada anaknya.

1

(5) Dan ibu menjadi subjek yang mengarahkan, bukan bapak. Di sinilah, sosok
perempuan sebagai Kartini benar-benar tampak. Lebih tepatnya, mereka menjadi sosok
Kartini di tengah pandemi korona.

(6) Di awal penerapan kebijakan ini, banyak orang tua yang mengeluh. Mereka harus
berpikir untuk mengajarkan tugas kepada anaknya. Bisa jadi karena tidak terbiasa
dengan aktivitas barunya tersebut. Parahnya, tak sedikit ibu rumah tangga yang
memiliki dua anak dengan usianya berdekatan. Otomatis, dia menjadi guru untuk dua
anak di rumahnya.

(7) Sulit, karena belum terbiasa. Mengeluh, karena ini kebiasaan baru baginya. Tapi,
ada hikmah di balik semua itu. Ibu rumah tangga perlahan-lahan mulai belajar tentang
filosofi hidup seorang Kartini. Ibu rumah tangga sekaligus pencerah bagi anak-
anaknya.

(8) Ibu rumah tangga memiliki amanah baru. Mereka tak sekadar mendidik perilaku
anak. Mereka turut membantu guru melaksanakan kegiatan belajar-mengajar. Aktivitas
yang tak bisa diremehkan.

(9) Keberhasilan anak dalam memahami tugas yang diberikan sekolah bergantung
kemampuan ibu rumah tangga dalam menyampaikan. Ibu rumah tangga dituntut
memahami wawasan baru. Mereka harus tahu tentang mata pelajaran yang dijalani
anaknya. Mereka juga tahu seberapa jauh sang anak paham dan mengerti mata
pelajaran yang diajarkan sekolahnya.

(10) Aktivitas baru yang mewajibkan ibu rumah tangga belajar. Menambah ilmu,
informasi, serta pengetahuan. Hal yang sama dilakukan Kartini sewaktu dia berusaha
mencerdaskan kaum hawa di masanya.

(11) Perempuan memang tak sekadar konco wingking, yang selalu menjadi orang
nomor dua di keluarga. Perempuan tidak hanya mengerjakan urusan dapur. Tapi,
perempuan memiliki andil besar dalam mencetak generasi bangsa. Ibu menjadi guru
sekaligus pengarah anak-anaknya untuk mencapai cita-cita pada masa depan.

(12) Mereka memiliki peran mendidik anak-anak yang sedang belajar di rumah.
Mengawasi, mengajari, dan melaporkan hasil belajar-mengajar itu kepada guru.
Pekerjaan yang berat dan melelahkan. Semua itu adalah pesan moral yang disampaikan
Kartini di masanya.

Berdasarkan uraian tersebut, berikut disediakan sebab dan akibat 2 (akhir) dalam
proses sebab-akibat sesuai dengan isi teks persuasi di atas! Isilah akibat 1 (antara)
sesuai dengan teks di atas! Kerjakanlah secara berkelompok!

Sebab Akibat 1 Akibat 2
(Proses Antara) (Hasil Akhir)
1. Ibu rumah tangga dan mengawasi
anak-anak yang belajar di rumah.

2. Perempuan
berandil besar
Kebijakan belajar di mencetak generasi

rumah dan bekerja di → 3. → bangsa sebagai
rumah.
guru informal dan
4. guru formal di
rumah

5.

B. Mengidentifikasi Pengembangan Persuasi Berpola Induktif
Dalam bagian teks narasi, penulis dapat menggunakan pola induktif, yakni rincian

berupa fakta, data, contoh, atau keadaan khusus diletakkan di bagian awal dan gagasan

2

yang bersifat umum diletakkan di bagian akhir. Dengan pola ini, rincian di bagian awal
digunakan untuk meyakinkan pembaca, gagasan umum di akhir yang merupakan
simpulan digunan untuk mengajak, menyarankan, mengarahkan, atau memberi
pertimbangan, baik secara langsung maupun secara tidak langsung.

Berdasarkan uraian tersebut, bacalah penggalan kedua teks berjudul “Kartini Di
Tengah Korona” karya Khofifah Indar Parawansa, (Gubernur Jawa Timur) yang dimuat
di https://www.jawapos.com/opini/21/04/2020/kartini-di-tengah-korona/ berikut ini!
Kerjakan tugas yang menyertainya!

....
Sejenak mari kita mengingat kilas balik tentang Kartini. Perempuan yang
memiliki nama lengkap Raden Adjeng Kartini itu berasal dari kalangan priyayi. Dia
putri Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat dan Mas Ayu (MA) Ngasirah.
Kartini lahir di masa penjajahan Belanda. Kala itu hak kaum perempuan
terabaikan. Mereka dianggap tidak patut memiliki jenjang pendidikan yang tinggi.
Tradisi pingit sangat kental. Perempuan yang sudah dipingit tak boleh keluar dari
rumah. Sebagian besar, mereka dipingit saat masih belia. Karena itu, pendidikan bagi
kaum perempuan di masa Kartini kecil dianggap tak penting. Fenomena itu yang
membuat Kartini berontak.
Kartini merupakan anak kelima dari sebelas bersaudara kandung dan tiri. Dia
mengenyam pendidikan di Europeesche Lagere School (ELS) hingga usia 12 tahun.
Setelah itu, dia diwajibkan tinggal di rumah karena sudah waktunya dipingit hingga
menjelang pernikahan. Kartini pun berada di rumah. Namun, semangat untuk belajar
tetap menggebu.
Kala itu aktivitas Kartini memang lebih banyak di dalam rumah. Meski
demikian, Kartini remaja kala itu tetap belajar. Dia juga aktif menulis surat kepada
teman-teman korespondensi yang berada di Belanda. Kartini memang menguasai
bahasa Belanda. Dia menyerap banyak informasi dari buku, koran, dan majalah Eropa.
Salah satu surat kabar yang sering dibaca adalah Semaran De Locomotief. Wawasan
Kartini semakin luas. Termasuk wawasan bahwa perempuan berhak memperoleh
kebebasan, otonomi, dan persamaan hukum.
Dia membandingkan status perempuan di Eropa dengan negerinya sendiri.
Kartini beranggapan bahwa perempuan di negerinya juga berhak mendapat perlakuan
yang sama. Satu tahapan yang kelak menjadi modal untuk memperjuangkan persamaan
hak alias emansipasi kaum perempuan.
Di masa remaja, Kartini dijodohkan dengan Bupati Rembang Kanjeng Raden
Mas (KRM) Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat. Setelah menikah, keinginan
Kartini diwujudkan. Dia diberi kebebasan dan dibangunkan sekolah khusus perempuan
di Rembang, Jawa Tengah. Di situ, Kartini mulai mewujudkan cita-cita luhurnya untuk
membangun karakter perempuan Indonesia. Pendek kata, kaum perempuan saat itu
harus banyak mendapat sentuhan pendidikan.
Di mata Kartini, perempuan Indonesia harus bisa mewarnai pembangunan.
Mereka harus memiliki kebebasan untuk mengenyam pendidikan sekaligus persamaan
di depan hukum. Sekat jenis kelamin tidak semestinya menjadi penghalang bagi
perempuan untuk beraktivitas di luar rumah.
Emansipasi diperjuangkan. Tentu, emansipasi pada batas atau kadar tertentu.
Kodrat wanita tetap dijaga. Dengan begitu, perempuan bisa menjadi tiang negara.
Menjadi kekuatan dalam pembangunan karakter bangsa.
Saat ini pandemi korona sedang terjadi di semua negara, tak terkecuali di
Indonesia. Banyak orang yang merasakan dampaknya. Pertumbuhan ekonomi

3

melambat. Aktivitas tak sebebas dulu. Tapi, ada hikmah di balik semua itu. Kartini
memiliki peran besar di tengah pandemi korona.

Peran ibu rumah tangga sebagai perempuan yang membentuk karakter anak
sangat dibutuhkan. Hari Kartini menjadi momen untuk merenungkan semuanya.
Perempuan masa kini harus bisa mewujudkan cita-cita mulia itu. Perempuan masa kini
harus mewarnai semua lini kehidupan. Baik di rumah tangga, organisasi, pemerintahan,
maupun lini kehidupan lainnya. Sukses selalu, Kartini-ku. Sukses selalu, Kartini
Indonesia…

Berdasarkan uraian tersebut, berikut disediakan Fakta 1, Fakta 2, dan simpulan akhir
sesuai dengan isi teks persuasi di atas! Isilah akibat Fakta 1 dan Fakta 2 sesuai dengan
teks di atas! Kerjakanlah secara berkelompok!

Fakta 1 Fakta 2
Sosok Kartini Pandangan Kartini

Keluarga Wanita Ind &
priyayi Eropa sama

HIKMAH DI BALIK CORONA
Perempuan masa kini harus mewarnai semua

lini kehidupan:rumah tangga, organisasi,
pemerintahan

C. Mengidentifikasi Teknik Perbandingan dalam Teks Persuasif
Dalam teks persuasi, penulis dapat menggunakan teknik perbandingan, di

samping teknik pemaparan yang lain. Teknik perbandingan dilakukan dengan tujuan,
antara lain, untuk mempertentangkan, membedakan, menyamakan, dan mengiaskan dua
hal atau lebih.

Umumnya, pemaparan dengan perbandingan itu diletakkan di bagian awal dan
tengah teks persuasi agar pembaca yakin akan pentingnya hal yang dibahas. Setelah itu,
penulis mengakhiri dengan ajaran, saran, atau pertimbangan untuk melakukan sesuatu.

4

Berdasarkan uraian tersebut, tentukan teknik perbandingan dalam teks persuasi di atas
setiap paragrafnya! Setelah itu, uraikan isi perbadingannya! Perhatikan contoh nomor
1!

Paragraf Perbandingan

1. Pembedaan waktu (sebelum dan) setelah ada kebijakan pemerintah, yakni
belajar dan bekerja di rumah yang berakibat akivitas ibu-ibu berubah atau

bertambah.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

11.

12.

D. Memahami Penanda Perbandingan dalam Teks Persuasi

Dalam teks persuasi, penulis sering menggunakan kata atau kelompok kata hubung
antarkalimat dan antarparagraf yang menunjukkan perbandingan atau pertentangan.
Penanda perbandingan atau pertentangan itu memiliki makna yang sesuai dengan
konteks dan tujuan penulis, misalnya, perluasan, peningkatan, penegasan, penekanan,
pementingan, pemberian saran, ajakan, dan pertimbangan.

Berdasarkan uaraian tersebut, tentukan makna penanda perbandingan atau
pertentangan kata atau kelompok kata dicetak miring dalam kutipan pernyataan berikut!
Diskusikan dengan kelompok! Perhatikanlah contoh nomor 1!

5

1. Bisa jadi, dulu predikat ibu rumah tangga Perbandingan waktu dulu dan
hanya seorang perempuan yang berada di
rumah. .... Itu tidak berlaku sekarang, di sekarang yang memiliki makna
tengah pandemi Covid-19.(Paragraf 2). ‘perluasan’ peran ibu

2. Ibu rumah tangga memiliki tugas baru,
sekalipun tidak benar-benar baru. .... Ibu
rumah tangga mulai mengawasi anak-anak
yang belajar di rumah. (Paragraf 3)

3. Bahkan, mereka tak sekadar mengawasi.
Banyak ibu rumah tangga yang berubah
profesi menjadi guru bagi anak-anaknya.
(Paragraf 4)

4. Sulit, karena belum terbiasa. Mengeluh,
karena ini kebiasaan baru baginya. Tapi,
ada hikmah di balik semua itu. Ibu rumah
tangga perlahan-lahan mulai belajar tentang
filosofi hidup seorang Kartini. Ibu rumah
tangga sekaligus pencerah bagi anak-
anaknya. (Paragraf 7)

5. Ibu rumah tangga memiliki amanah baru.
Mereka tak sekadar mendidik perilaku
anak. Mereka turut membantu guru
melaksanakan kegiatan belajar-mengajar.
(Paragraf 8)

6. Ibu rumah tangga dituntut memahami
wawasan baru. Mereka harus tahu tentang
mata pelajaran yang dijalani anaknya.
(Paragraf 9)

7. Aktivitas baru yang mewajibkan ibu rumah
tangga belajar. Menambah ilmu, informasi,
serta pengetahuan. Hal yang sama
dilakukan Kartini sewaktu dia berusaha
mencerdaskan kaum hawa di masanya.
(Paragraf 10)

8. Perempuan memang tak sekadar konco
wingking, yang selalu menjadi orang nomor
dua di keluarga. Perempuan tidak hanya
mengerjakan urusan dapur. Tapi,
perempuan memiliki andil besar dalam
mencetak generasi bangsa. (Paragraf 11)

9. Mereka memiliki peran mendidik anak-anak
yang sedang belajar di rumah. .... Semua itu
adalah pesan moral yang disampaikan
Kartini di masanya. (Paragraf 12)

Kegiatan 2

6

Menelaah Teknik Pemaparan Persuasif

Pemaparan persuasi dapat dilakukan dengan teknik langsung dan teknik tidak
langsung sesuai dengan tujuan tuturan dan mitra tuturnya. Dalam penyampaian isi pesuasi,
penulis teks persuasi juga harus tepat dalam menggunakan fakta dan opini,. Di samping itu,
pemilihan kata bentukan juga harus tepat.

A. Menelaah Teknik Persuasi Langsung dalam Teks Persuasi.

Persuasi dapat berupa saran, anjuran, ajakan, dan arahan. Saran merupakan
pendapat berupa usul, anjuran, atau cita-cita yang dikemukakan untuk dipertimbangkan.
Ajakan merupakan anjuran atau permintaan supaya berbuat. Arahan merupakan petunjuk
untuk melaksanakan sesuatu.

Teknik persuasi langsung dilakukan dengan menyampaikan saran, anjuran, ajakan,
arahan, dan pertimbangan secara eksplisit. Keeksplisitan itu ditanda oleh kata atau
kelompok kata yang secara jelas bermakna saran, anjuran, ajakan, dan arahan, misalnya,
kata perintah atau kata yang menyatakan keharusan.

Berdasarkan urian tersebut, tandailah bagian dari pernyataan berikut yang menyatakan
persuasi secara langsung, tentukan jenis persuasinya (saran, anjuran, ajakan, atau
arahan), dan berikan alasan atas jawaban dan pilihan kalian!

1. Peran ibu rumah tangga sebagai perempuan yang membentuk karakter anak sangat
dibutuhkan. Hari Kartini menjadi momen untuk merenungkan semuanya. Perempuan masa
kini harus bisa mewujudkan cita-cita mulia itu. Perempuan masa kini harus mewarnai
semua lini kehidupan. Baik di rumah tangga, organisasi, pemerintahan, maupun lini
kehidupan lainnya. Sukses selalu, Kartini-ku. Sukses selalu, Kartini Indonesia

2. “Moto saya adalah:latih pikiran, dan kaki Anda akan mengikuti.” Jika pikiran mulai
negatif, fokuslah pada target waktu dan kemudian visualisasikan perasaan yang
menyenangkan bila target tersebut tercapai. Atau, ulangi sebuah kata-kata di pikiran Anda
sebagai mantra—Vachal suka mengucapkan “Saya bisa melakukan ini” ketika keadaan
sulit, sementara seorang temannya mendedikasikan setiap mil dia berlari untuk orang
berbeda di hidupnya.

3. Dia pun menyarankan agar pengguna kendaraan matik untuk melakukan pengecekan
berkala terhadap kedua komponen tersebut. Rajin-rajinlah bagi penggunanya untuk
memeriksa volume oli matik secara berkala dua minggu sekali untuk memastikan volume
tetap berada di atas batas minimum. Namun, untuk menghindari keadaan tak terduga yang
sewaktu-waktu dapat terjadi, Anda sebaiknya melindungi mobil dengan perlindungan
asuransi

4. Saatnya melakukan "detoks" hati dan pikiran. Jika Anda ingin menjadi pribadi yang lebih
bahagia, ada hal-hal yang sebaiknya disingkirkan. Buang segala kecemasan dan mulailah
menaruh perhatian pada saat ini. Berdamai dengan diri sendiri dan kembali pada arah hidup
yang tepat, bisa dimulai dengan menyingkirkan hal-hal berikut ini: membandingkan diri
dengan orang lain; menaruh harapan tidak realistis pada diri sendiri; menjalin hubungan
cinta yang tidak sehat; menyalahkan orang lain untuk kesalahan yang dibuat; takut gagal;
takut jadi diri sendiri; takut pada hal yang tidak direncanakan; dan terobsesi media sosial

7

B. Menelaah Teknik Prsuasi Tidak Langsung

Teknik persuasi tidak langsung dapat dilakukan dengan (1) memberikan rasionalisasi
(proses, cara, atau perbuatan merasionalkan atau menjadikan bersifat rasional); (2)
mengajukan solusi (penyelesaian atau pemecahan masalah); (3) memaparkan data
peningkatan; (4) menyajikan keunggulan atau kelebihan, (5) memberi pertimbangan
(pendapat atau bahan pemikiran tentang baik dan buruk sesuatu); dan (6) memberi penegasan
atas sesuatu.

Berdasarkan uraian tersebut, tandailah bagian dari pernyataan berikut yang menyatakan
persuasi secara tidak langsung, tentukan jenis persuasinya (rasionalisasi, solusi, data,
keunggulan/kelebihan, pertimbangan, atau penegasan), dan berikan alasan atas jawaban
dan pilihan kalian!

1. Kemacetan sekarang ini tak lagi identik dengan DKI Jakarta. Kotakota besar di
Indonesia, yakni Surabaya, Bandung, Makassar, Palembang, Medan, dan
sebagainya, juga mengalami kemacetan. Kondisi itu pun jamak terjadi karena
jumlah kendaraan bermotor di negeri ini makin hari makin meningkat. Data Badan
pusat Statistik (BPS) pada 2016 mengungkap ada 121,4 juta kendaraan di Indonesia
pada 2015. Angka itu naik bila dibandingkan pada 2014 yang berjumlah 114,2 juta
unit, dan pada 2013 yang mencapai 104,1 juta unit. Peningkatan jumlah kendaraan
pun sejalan dengan kenaikan angka penjualan kendaraan bermotor, khususnya
mobil. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia
(Gaikindo), penjualan mobil sepanjang Januari-Juli 2017 sebanyak 618.808 unit.
Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2016, yaitu
sebesar 594.018 unit.Menurut dia, apapun yang terjadi, BPJS Kesehatan akan selalu
membayar klaim kepada rumah sakit maupun puskesmas yang menjad mitra. "Tidak
ada satupun tindakan medis yang ditangguhkan, karena kami bekerja sama dengan
rumah sakit. Pelayanan jalan terus dan masalah keuangan kita hadapi bersama,"
ungkap Kemal.

2. Dengan membayar iuran secara teratur, maka pelayanan kesehatan dalam program
Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)-Kartu Indonesia Sehat (KIS) akan tetap berjalan
dengan baik. "Masyarakat tidak perlu khawatir, pelayanan berjalan terus. Bahkan,
kualitas pelayanan semakin bagus, puskesmas makin modern, kualitas layanan kita
lihat juga semakin baik," terang Kemal.

3. Potongan-potongan kecil buah Raspberry dari sirup Raspberry yang terasa asam
manis menambah segar minuman yang satu ini. Cocok sekali diminum saat siang
hari yang panas. Untuk harganya pun cukup terjangkau Rp 10.000 (tidak termasuk
pajak) untuk Italian Soda dan Rp 11.818 (tidak temasuk pajak). Bagi Anda yang
ingin mencicipi varian hidangan burger dan minuman soda tersedia hingga tanggal
21 Desember 2017

4. Dengan cara itulah anak-anak muda tidak gampang dipengaruhi oleh beritaberita
hoaks yang dapat melunturkan persatuan dan kesatuan bangsa. Staf Ahli Menteri
Kominfo Bidang Teknologi Herry Abdul Azis mengatakan, internet telah membuat
informasi berkembang lebih jauh. Dalam hitungan jam, satu topik bisa berkembang
lebih luas.

5. Di Fremantle juga terdapat sebuah pasar tradisional, yakni Fremantle Markets yang
menjual berbagai barang unik nan langka khas suku Aborigin. Bila punya cukup
waktu, Anda juga bisa menuju Pulau Rottnest di sebelah barat Fremantle, dengan
menaiki sebuah feri.

8

C. Membedakan Fakta dan Opini dalam Teks Persuasi

Dalam menyusun persuasi, penulis bisa menggunakan fakta dan opini. Fakta
merupakan hal, keadaan, atau peristiwa yang merupakan kenyataan. Fakta merupakan
sesuatu yang benar-benar ada atau terjadi. Adapun opini merupakan pendapat, pikiran,
atau pendirian penulis.

Berdasakan uraian terseubut, tulislah F jika pernyataan berikut berupa Fakta dan
tulislah O jika pernyataan berikut berupa Opini!

1. Bisa jadi, dulu predikat ibu rumah tangga hanya seorang perempuan yang berada
di rumah.

2. Dan ibu menjadi subjek yang mengarahkan, bukan bapak. Di sinilah, sosok
perempuan sebagai Kartini benar-benar tampak.

3. Di awal penerapan kebijakan ini, banyak orang tua yang mengeluh. Mereka harus
berpikir untuk mengajarkan tugas kepada anaknya.

4. Ibu rumah tangga memiliki amanah baru. Mereka tak sekadar mendidik perilaku
anak. Mereka turut membantu guru melaksanakan kegiatan belajar-mengajar.

5. Perempuan memang tak sekadar konco wingking, yang selalu menjadi orang
nomor dua di keluarga.

6. Perempuan yang memiliki nama lengkap Raden Adjeng Kartini itu berasal dari
kalangan priyayi. Dia putri R.M.A Ario Sosroningrat dan M.A. Ngasirah.

7. Kala itu hak kaum perempuan terabaikan. Mereka dianggap tidak patut memiliki
jenjang pendidikan yang tinggi.

8. Setelah itu, dia diwajibkan tinggal di rumah karena sudah waktunya dipingit
hingga menjelang pernikahan.

9. Kartini beranggapan bahwa perempuan di negerinya juga berhak mendapat
perlakuan yang sama.

10. Setelah menikah, keinginan Kartini diwujudkan. Dia diberi kebebasan dan
dibangunkan sekolah khusus perempuan di Rembang, Jawa Tengah.

D. Menelaah Penggunaan Kata Berimbuhan me-...-kan

Dalam Pelajaran 3 Teks Eksposisi, kalian sudah mempelajari pembentukan kata
jadian menggunakan imbuhan me- ... -kan. Walaupun sama-sama berawalan me- dan
berakhiran –kan, kata bentukan itu bisa bermakna berbeda bergantung proses
pembentukan dan konteks kalimatnya.

Kata mengambilkan dalam kalimat “Orang tuanya mengambilkan anaknya mainan
dari rak yang tinggi itu” dibentuk dari kata mengambil, lalu mendapat akhiran -kan.,
maknanya adalah ‘mengambil untuk orang lain’. Adapun kata melebarkan dalam kalimat
“Kegiatan membangun infrastruktur dapat berupa melebarkan jalan raya” dibentuk dari
kata lebar yang langsung mendapat imbuhan me-kan, maknanya adalah ‘membuat jadi
(lebih) lebar’.

Di samping kedua makna tersebut, kata bentukan dengan me-...-kan dapat
bermakna ‘melakukan perbuatan ...’, misalnya, kata membandingkan dalam kalimat
“Dia membandingkan status perempuan di Eropa dengan negerinya sendiri.”

Berdasarkan uraian dan contoh tersebut, jelaskan lagi pembentukan kata berawalan me-
...-kan yang dicetak miring dalam kalimat di bawah ini. Setelah itu, jelaskan maknanya!

1. Sebulan lebih, pemerintah menerapkan aturan
belajar di rumah.

9

2. Sebulan lebih pula, pemerintah menganjurkan
bekerja dari rumah.

3. Aktivitas yang dikerjakan mulai menyiapkan
sarapan pagi.

4. Kini mereka tidak hanya menyediakan sarapan,
tetapi juga harus menjadi guru.

5. Orang tua mengajarkan materi pelajaran itu
kepada anaknya.

6. Ibu menjadi subjek yang mengarahkan, bukan
bapak.

7. Keberhasilan anak bergantung kemampuan ibu
menyampaikan materi pelajaran.

8. Aktivitas baru mewajibkan ibu rumah tangga
belajar.

9. Mengawasi, mengajari, dan melaporkan hasil
belajar-mengajar itu kepada guru.

10. Kartini mulai mewujudkan cita-citanya
membangun karakter perempuan Indonesia

Kegiatan 3
Menulis Teks Persuasi dan Memublikasikannya

Penggunaan ungkapan persuasif langsung dan tidak langsung sangat penting dalam
menulis teks persuasi. Keduanya digunakan agar tulisan sesuai dengan situasi dan konteks
tuturan, di samping sebagai variasi paparan. Penentuan pola penulisan, baik deduktif,
induktif, maupun campuran dekttif—induktif juga perlu dilakukan. Kedua pola itu dapat
digunakan sesuai dengan pementingannya, di samping sebagai variasi pola paparan yang
digunakan.
A. Menggunakan Ungkapan Motivasional dalam Persuasi Tidak Langsung

Dalam teks persuasi, penulis dapat menggunakan ungkapan motivasional,
misalnya, semboyan, moto, dan peribahasa. Sekalipun ungkapan motivasional itu
menggunakan kalilmat berita, tetapi maknanya berupa saran, ajakan, dan anjuran.

Berdasarkan uraian tersebut, tulisalah makna ungkapan motivasional ini ke dalam
pernyataan persuasif (saran, ajakan, atau anjuran). Perhatikanlah contoh nomor !
1. Kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda

Terimalah kegagalan ini dengan lapang dada. Ambil pelajaran dari kegagalan
dan berusahalah lagi agar berhasil di kemudian hari!
2. Nikmatnya sesaat, nyeselnya hingga akhirat

3. Sabar bukan tentang lama menunggu, tetapi bagaimana perilaku menunggu

10

4. Ilmu tanpa agama buta, agama tanpa ilmu lumpuh.

5. Tiap hembusan nafas bukan hanya berkah melainkanR juga tanggungjawab

6. Rumah tanpa buku seperti rumah tanpa jendela.

7. Cinta yang mengubah musuh menjadi sahabat

8. Sehat itu murah, sakit itu mahal.

9. Fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan

10. Satu musuh terlalu banyak, seribu sahabat sangat kurang

B. Menggunakan Ungkapan Persuasif Langsung dalam Teks Persuasi
Kegiatan mempersuasi dapat dilakukan secara langsung dengan menggunakan

ungkapan persuasif. Penanda persuasif dapat berupa, misalnya, penggunaan partikel –
lah sebagai penegas pada kata kerja atau penggunaan kata dan kelompok kata sebaiknya,
akan lebih baik jika, lebih baik, ada baiknya, dan hendaknya sebagaimana tampak pada
contoh berikut ini.
1. Berhati-hatilah saat berbelanja di tempat yang ramai dan penuh sesak.
2. Akan lebih baik jika kita membawa tas khusus untuk berbelanja di pasar daripada

menggunakan tas plastik.
Berdasarkan uraian dan contoh terebut, ubahlah pernyataan di bawah ini menjadi
pernyataan pesuasif (saran, ajakan, dan anjuran)!
1. Sekarang musim pancaroba, kamu selalu menjaga kesehatan dengan baik.
2. Makan dengan teratur tubuh selalu tejada kesehatan..
3. Beramal di bulan suci dengan ikhlas bukan karena pamer. Hidupmu penuh

keberkahan.

4. Sebaiknya kita senantiasa jujur dalam hal apa pun supaya kita juga dipercaya oleh
orang lain.

5. Rumah itu dicat dengan warna ungu muda agar terasa lebih romantis.

11

6. Berkendara sesuai dengan jalur agar aman untuk diri sendiri dan orang lain.

7. Setiap pekerjaan yang dikerjakan dengan hati tenang, cermat, dan hati-hati, hasilnya
memuaskan.

8. Kita melakukan perbuatan baik terlebih dahulu sebelum menyuruh orang lain
melakukannya.

9. Rajin menabung supaya selalu mempunyai cadangan saat ada keperluan mendesak.

10. Mencoba berusaha sekalipun gagal daripada tidak pernah berbuat apa-apa.

C. Menyusun Kerangka Karangan Berpola Deduktif—Induktif dalam Teks Persuasif
Dalam teks persuasif, penulis dapat menggunakan pernyataan umum (misalnya,

teori, pendirian, gambaran suatu hal) di awal tulisan. Pernyataan umum itu diuraikan
lebih lanjut dengan contoh, fakta, data statistik, atau bukti pendukung lainnya. Di akhir
tulisan bisa diberi simpulan (pola campuran deduktif—induktif) atau tanpa simpulan
(pola deduktif). Sebaliknya, penulis juga mengawali dengan rincian dan diakhiri dengan
pernyataan umum. Yang terakhir ini disebut berpola induktif.
Berdasarkan uraian tersebut, buatlah kerangka karangan teks persuasi dengan
topik/tema lingkungan hidup, kondisi sosial, dan/atau keragaman budaya. Kalian bisa
menggunakan pola deduktif, induktif, atau campuran deduktif—indkuktif!
D. Menulis, Menyunting, dan Memublikasikan Karya Teks Persuasi
1. Tentukan topik/tema tulisan persuasif yang akan kalian tulis (misalnya tentang

ingkungan hidup, kondisi sosial, dan/atau keragaman budaya)!
2. Bacalah buku atau artikel yang sesuai dengan topik/tema yang kalian pilih!
3. Lakukan pengumpulan fakta/data yang relevan, lakukan interpretasi, dan lakukan

analisis fakta/data yang kalian kumpulkan!
4. Tuangkan dalam tulisan sesuai dengan kerangka karangan yang telah kalian buat!
5. Tukar karya kalian dengan karya teman sebangku atau teman sekelompok dan

lakukan penyuntingan atas karya kalian!
6. Masukan penyuntingan bisa disampaikan secara tertulis atau secara lisan melalui

diskusi kelompok atau diskusi kelas.
7. Setelah kalian perbaiki berdasarkan masukan teman-teman, atas izin Bapak dan Ibu

Guru, publikasikan di web sekolah!
Selamat berkarya!

12


Click to View FlipBook Version