The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Living in Harmony with The Great Sumatran Fault

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by alfonsoalbourqueque, 2021-12-14 20:51:57

Draft Dossier

Living in Harmony with The Great Sumatran Fault

Keywords: Geopark

RANAH MINANG
-GEOPARK-

With TheLGivrinegaintHSaurmmonaytran Fault

Aplikasi Dossier
Untuk Unesco Global Geopark

Daftar Isi E.6 Geowisata .................................................. 45
E.7 Pembangunan Berkelanjutan dan
A. Informasi Umum ........................................... 3
Kemitraan ................................................... 46
B. Daftar Periksa Dokumen ............................. 6 E.7.1 Kebijakan Pembangunan

C. Lokasi Area .................................................... 6 Berkelanjutan......................................... 46
E.7.2 Kemitraan ............................................... 46
D. Sorotan Geologi Utama dan Elemen E.7.3 Partisipasi Penuh dan Efektif
Lainnya........................................................... 7
Masyarakat Lokal dan Masyarakat
E. Verifikasi Kriteria Geopark Global Adat........................................................... 48
UNESCO......................................................... 9 E.8 Jaringan...................................................... 48
E.9 Jual Material Geologi............................... 48
E.1 Wilayah ......................................................... 9
E.1.1 Warisan dan Konservasi Geologi ........ 9 F. Minat dan Argumentasi Menjadi
E.1.2 Batas ........................................................ 24 Geopark Global UNESCO........................... 49
E.1.3 Visibilitas ................................................ 25
E.1.4 Sarana dan Prasarana.......................... 28
E.1.5 Informasi, Pendidikan dan

Penelitian ................................................ 31
E.2 Warisan Lainnya ....................................... 33
E.2.1 Warisan Alam ......................................... 34
E.2.2 Warisan Budaya .................................... 36
E.2.3 Warisan Takbenda ................................ 38
E.2.4 Keterlibatan dalam Topik Terkait

Perubahan Iklim dan Bahaya Alam.... 40
E.3 Manajemen ................................................ 41
E.4 Tumpang Tindih........................................ 45
E.5 Kegiatan Edukasi ..................................... 45

2

A. Informasi Umum

Nama

Ranah Minang adalah nama calon wilayah yang Sumber: KITLV
akan menjadi UNESCO Global Geopark. Terletak di
wilayah etnisitas Minangkabau yang berada di
Provinsi Sumatera Barat. Ranah dalam pemahaman
masyarakat Minangkabau berarti tempat atau lokasi
dan Minang adalah sebutan terhadap etnis
Minangkabau. Di Ranah Minang terdapat bukti
adanya kejadian geologi yaitu Patahan Besar
Sumatera (Sesar Semangko).

Patahan Besar Sumatera adalah patahan aktif yang
terus bergerak dan menghasilkan fenomena geologi
berupa gunung api, danau vulkanik, danau tektonik,
air terjun, ngalau (gua), tebing, ngarai dan mata air
panas. Bentang alam semacam ini juga
menghasilkan flora fauna yang unik dan masyarakat
yang hidup diatasnya juga mampu beradaptasi
secara harmonis. Adaptasi ini telah membentuk
karakter masyarakat yang menjadikan alam sebagai
pedoman hidup atau dalam filosofi masyarakat
Minangkabau dikenal dengan ungkapan Alam
Takambang Jadi Guru.

Merujuk pada kondisi di atas, tema geopark yang Rumah Gadang, simbol masyarakat Minangkabau
dijuakan untuk Geopark Ranah Minang adalah
Living in Harmony With The Great Sumatran
Fault.

Lokasi Administrasi Geopark Ranah Minang

Geopark Ranah Minang terletak di Sumatera Koordinat Lokasi:
Barat, stuktur manajemen Geopark Ranah 100 32 38,6 BT : 0 36 20 LS
Minang berbasis di alamat berikut.

Luas Permukaan

Luas permukaan wilayah geopark Ranah Minang
menempati 37 % dari total luas permukaan Provinsi
Sumatera Barat yang berada di 11 kabupaten/kota
yaitu, Kabupaten Pasaman, Kabupaten Pasaman
Barat, Kabupaten Agam, Kota Bukittinggi,
Kabupaten 50 Kota , Kabupaten Tanah Datar,
Kabupaten Solok, Kabupaten Solok Selatan,
Kabupaten Dhamasraya, Kabupaten Sijunjung dan
Kota Sawahlunto.

3

Keadaan Karakter Manusia dan Geografis
Provinsi Sumatera Barat dimana Geopark Ranah Minang berada terletak antara 0,45 LU dan 3,30 LS serta
antara 98,36 dan 101,53 BT. Daerah ini diapit oleh samudera Indonesia serta empat provinsi lain, yaitu
Sumatera Utara, Riau, Jambi, Bengkulu. Dengan luas wilayah 42.297 ribu kilometer persegi atau setara 2,17
persen luas Indonesia, provinsi ini memiliki dataran rendah di pantai barat, serta dataran tinggi vulkanik yang
dibentuk oleh bukit barisan. Garis pantai provinsi ini seluruhnya bersentuhan dengan Samudera Hindia
sepanjang 375 Km.
Provinsi Sumatera Barat ini juga memiliki keunikan wilayah, yaitu dengan dilalui daerah ini oleh garis
khatulistiwa, tepatnya di Bonjol, Kabupaten Pasaman. Bentang alam provinsi Sumatera Barat memiliki objek
alam yang sangat lengkap seperti, adanya gunung api yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota di
Sumatera Barat, dengan Gunung Kerinci di Kabupaten Solok Selatan sebagai gunung tertinggi, yang
mencapai ketinggian 3.085 m. Selain Gunung Kerinci, Sumatera Barat juga memiliki gunung aktif lainnya,
seperti Gunung Marapi, Gunung Tandikat, dan Gunung Talang. Selain gunung, Sumatera Barat juga memiliki
banyak danau. Danau terluas adalah Danau Singkarak di Kabupaten Solok dan Kabupaten Tanah Datar,
disusul danau Maninjau di Kabupaten Agam.

Sumatera Barat memiliki penduduk 5,4 juta jiwa ditetapkan secara resmi sebagai provinsi berdasarkan UU
Nomor 61 Tahun 1958 Tentang Penetapan Undang-Undang Darurat Nomor 19 Tahun 1957 tentang
pembentukan Daerah -Daerah Swatantra Tingkat I Sumatera Barat, Jambi, dan Riau. Provinsi Sumatera
Barat terkenal dengan budaya matrilinealnya yang unik serta kulinernya yang enak, salah satunya adalah
Rendang yang menjadi makanan khas Indonesia yang terkenal di berbagai belahan dunia.

4

Organisasi dan Penanggung Jawab Stuktur
Manajemen

Badan Pengelola Geopark Ranah Minang Badan pengelola didirikan pada tanggal ...
terdiri dari berbagai stakeholder baik dari sesuai dengan SK Gubernur No ... Tahun ...
pemerintahan, perguruan tinggi, NGO, dan
praktisi. Nama : Dr. Ir. Febrin Anas Ismail, MT
Jabatan : (Pelaksana Harian)
Contact Person Alamat : Komplek Pelangi Indah B 2-4 A,

Nama : Medi Iswandi, ST., MM Padang.
Jabatan : Kepala Bapeda Telp : 08126625081
Alamat : Jl. Khatib Sulaiman No. 1, Padang. Email : [email protected]
Telp : 081261026135 (Sekretariat)
Email : Jl. Khatib Sulaiman No.1,
(Sekretariat) Kota Padang, Kode Pos. 25173
Jl. Khatib Sulaiman No.1,
Kota Padang, Kode Pos. 25173

Situs Web
www.geoparkranahminang.org

RANAH MINANG
-GEOPARK-

Media Sosial Youtube: Instagram:
Geopark Ranah Minang @ranahminanggeopark
Facebook:
Geopark Ranah Minang

5

B. Daftar Periksa Dokumen Ÿ Lampiran 4: Peta Skala Besar aUGGp
Ÿ Lampiran 5: Ringkasan geologi dan
Ÿ Pernyataan pengajuan
Ÿ Berkas Lamaran geografis
Ÿ Formulir evaluasi diri Ÿ Lampiran 6: Daftar pustaka dan

Lampiran berkas Lamaran: publikasi
Ÿ Lampiran 1: Dokumen evaluasi diri
Ÿ Lampiran 2: Salinan tambahan
Ÿ Lampiran 3: Dukungan dari otoritas lokal

regional dan nasional

C. Lokasi Daerah

Sumatera Barat adalah salah satu provinsi di Indonesia yang berada di bagian barat Pulau Sumatera dengan
luas 42.297,3 km2. Wilayah geopark yang diajukan ke Unesco berada area sekitar patahan Sumatera yang
memanjang dari utara keselatan dengan luas 15.688 km.

Alamat dan koordinat geografis Administrasi BP Geopark Ranah Minang: Kantor Bappeda Provinsi
Sumatera Barat Titik Tengah : 0055’31’’S 100021’37’E

6

D. Main Geological Highlight and Other Elements
Patahan Sumatera

Secara fisiografi kawasan geopark Ranah Minang termasuk dalam zona Jajaran Bukit Barisan dan zona
Patahan Besar Sumatera (van Bemmelen). Zona Jajaran Bukit Barisan adalah perbukitan dan gunung api aktif
yang memanjang dari selatan ke utara pulau Sumatera, mulai dari Provinsi Lampung hingga Provinsi Aceh.
Selanjutnya zona Patahan Besar Sumatera adalah zona patahan yang terbentuk akibat subduksi lempeng
Indo Australia dengan lempeng Eurasia yang membentang sepanjang 1900 km mulai dari Teluk Semangko
Lampung di bagian selatan hingga ke Aceh di bagian utara dengan mekanisme pergeseran vertikal mendatar.
Sieh dan Natawidjaja (2000) dalam Neotectonics of The Sumatran Fault, Indonesia, menyebutkan bahwa
Patahan Besar Sumatera merupakan salah satu fenomena geologi berkelas dunia berasosiasi dengan
peristiwa kegempaan dan gunungapi yang masih aktif hingga saat ini. Patahan Besar Sumatera memiliki 5
(lima) segmen yaitu segmen Suliti, Sumani, Sianok, Sumpur dan Barumun. Setiap segmen memiliki geosite
dengan keunikan dan keindahan tersendiri.

7

Bentang Alam dan Elemen Lainnya

Kondisi geologis yang dihasilkan oleh patahan semangko menghasilkan flora dan fauna yang unik sesuai
dengan wilayah dimana mereka hidup. Diantaranya ikan bilih yang hidup di cekungan ombilin atau dikenal
dengan nama danau Singkarak. Ikan bilih adalah ikan endemik, yang hanya ditemukan di danau Singkarak
saja. Selain itu patahan semangko juga memiliki hutan hujan tropis tempat dimana hewan langka hidup
diantara adalah Harimau Sumatera. Di Kawasan ini juga hidup tanaman langka seperti bunga satu helai daun
dan rafelesia arnoldi yang tidak ditemukan di tempat lain sebanyak di Kawasan ini. Zona patahan besar
Sumatera menghasilkan bentang alam yang bervariasi yang memungkinkan untuk berbagai kegiatan
olahraga ekstrim diantaranya, arung jeram.

Bentang alam semacam ini juga menghasilkan produk budaya yang bercermin kepada alam atau yang dikenal
sebagai konsepsi alam takambang jadi guru. Alam takambang jadi guru memiliki memiliki makna bahwa alam
adalah sumber dari kehidupan manusia, manusia harus selalu membaca dan memahami berbagai peristiwa
yang terjadi serta belajar tentang ketentuan alam semesta sehingga ia bisa memanfaatkan alam dengan
sebaik baiknya tidak hanya sebagai sumber material kehidupan namun juga sebagai sumber ilmu
pengetahuan. Diatas bentang alam ini pula lah hidup masyarakat dalam sistim budaya matrilineal. Budaya
matrilineal adalah budaya yang menganut sistim kekerabatan berdasarkan garis keturunan ibu serta
meletakan perempuan sebagai pemilik dan pewaris harta pusaka. Sistim budaya semacam ini merupakan
satu-satunya di Indonesia.

Sumber: infopublik.sijunjung.go.id Sumber: Mevi Rosdian Sumber: Mevi Rosdian

Arung Jeram, salah satu olahraga ekstrim Bunga Satu Lembar Daun, Matrilienal,
Sumber: Zairi Waldani Flora Endemik sistem kekerabatan khas Minangkabau

Sumber: Zairi Waldani

Batagak Gala, salah satu prosesi adat masyarakat Minangkabau Rumah Gadang, Produk budaya yang dikonstruksi sesuai kondisi alam
Sumber: KITLV Sumber: Zairi Waldani

Ngarai Sianok Tempo Dulu Ngarai Sianok, Zona Patahan Besar Sumatera

8

E.Verifikasi Kriteria Geopark Global UNESCO
E.1 Wilayah
E.1.1 Warisan Geologi dan Konservasi
Diskripsi Umum Geologi
Lokasi Dalam Peta Geologi

Kondisi geologi kawasan Geopark Ranah Minang berdasarkan referensi Peta Geologi Regional Lembar
Padang dan Solok terbitan Badan Geologi Kementerian ESDM (Kastowo dan Silitonga, 1996)
menggambarkan keunikan yang bernilai tinggi yang terdiri dari umur batuan, stratigrafi, struktur batuan, dan
bentang alam. Umur batuan di kawasan geopark Ranah Minang terbagi atas dua bagian yaitu batuan yang
berumur muda (kuarter) dan batuan yang berumur tua (tersier dan permo karbon). Batuan berumur muda
sebagian besar terletak di sisi barat Pulau Sumatera sedangkan batuan yang berumur tua (tersier dan perm-
karbon) terletak di bagian tengah Pulau Sumatera.

West Sumatra Province

Lokasi Geopark Ranah Minang dalam Peta Geologi Sumatera (Simplified Geological Map of Sumatera Stepheson & Aspend 1982)

Untuk struktur batuan, dihasilkan oleh aktifitas tektonik yang berasal dari tiga zona, yaitu zona subduksi
antara lempeng tektonik India-Australia dengan lempeng Eurasia, zona Mentawai Fault System (MFS) dan
zona Sumatra Fault System (SFS) atau Patahan Besar Sumatera. Aktifitas tektonik memicu aktifitas vulkanik
yang membentuk jajaran gunungapi aktif yaitu Gunung Tandikat, Gunung Marapi, Gunung Kerinci dan
Gunung Talang. Semua gunungapi ini menghasilkan material vulkanik yang berumur muda (kuarter).
Selanjutnya aktifitas tektonik dan vulkanik menghasilkan bentang alam dengan morfologi lembah curam
yang panjang dan berbelok-belok, perbukitan yang berbaris memanjang, daerah dataran dan danau
(Verstappen, 1973).

9

Geological History
Sejarah geologi Pulau Sumatera berhubungan erat dengan tumbukan antara lempeng Indo-Australia dan
lempeng Eurasia, sekitar 45,6 Juta tahun lalu yang mengakibatkan perubahan sistematis dari perubahan arah
dan kecepatan relatif antar masing-masing lempeng. Proses tumbukan ini mengakibatkan terbentuknya
banyak sistem sesar geser di bagian sebelah timur lempeng Indo-Australia untuk mengakomodasikan
perpindahan massa secara tektonik. Selanjutnya sebagai respon tektonik akibat dari bentuk melengkung ke
dalam dari tepi lempeng Asia Tenggara terhadap Lempeng Indo-Australia, besarnya slip-vector ini secara
geometri akan mengalami kenaikan ke arah barat laut sejalan dengan semakin kecilnya sudut konvergensi
antara dua lempeng tersebut. Keadaan Pulau Sumatera menunjukkan bahwa kemiringan penunjaman,
punggungan busur muka dan cekungan busur muka telah terfragmentasi akibat proses yang terjadi.
Kenyataan menunjukkan bahwa adanya transtensi (transtension) Paleosoikum tektonik Sumatera
menjadikan tatanan tektonik Sumatera menunjukkan adanya tiga bagian pola.
Bagian selatan terdiri dari lempeng mikro Sumatera, yang terbentuk sejak 2 juta tahun lalu dengan bentuk,
geometri dan struktur sederhana, bagian tengah cenderung tidak beraturan dan bagian utara yang tidak
selaras dengan pola penunjaman. Kompleksitas tatanan geologi Sumatera, perubahan lingkungan tektonik
dan perkembangannya dalam ruang dan waktu memungkinkan sebagai penyebab keanekaragaman arah
pola vektor hubungannya dengan slip-rate dan segmentasi Patahan Besar Sumatera. Hal tersebut antara lain
karena perbedaan lingkungan tektonik akan menjadikan batuan memberikan tanggapan yang
beranekaragam pada reaktivasi struktur, serta struktur geologi yang lebih tua yang telah terbentuk akan
mempengaruhi kemampuan deformasi batuan yang lebih muda.
Beberapa diantara fenomena geologi ini telah menjadi warisan geologi (geological heritage) yang sudah
ditetap oleh Kementerian ESDM melalui Keputusan Menteri ESDM No. 191.K/HK.02/MEM.G/2021. Salah
satu geosite tersebut adalah Danau Singkarak. Danau Singkarak terbentuk dari proses pergerakan patahan
yang menghasilkan cekungan pisah tarik (pull a part basin) di segmen Sumani. Proses ini telah terjadi sejak
kurang lebih 65 juta tahun yang lalu dan masih berlangsung hingga sekarang dengan luas cekungan yang
terus bertambah. Menurut Sieh dan Natawidjaja (2000) pergeseran patahan yang terjadi di Danau Singkarak
mencapai 20 -22 km hingga saat ini dan ini merupakan salah satu pergeseran terpanjang di Pulau Sumatera.

Sumber: Geoteknologi LIPI

10

Bagaimana Lanskap Alam dan Budaya Kita Terhubung Dengan Geologi

Bentang alam dengan morfologi lembah curam yang panjang dan berbelok-belok, danau, perbukitan yang
berbaris memanjang, serta gunung dan daerah dataran, menghasil dampak positif dan negative bagi
masyarakat yang tinggal di wilayah tersebut. Dampak positif adalah tanah yang subur, air yang cukup,
kekayaan mineral yang tinggi, hutan tropis dengan keaneka ragaman dan kepadatan hayati yang bervariasi
serta lanskap yang unik dan indah. Sementara itu dampak negative yang dihasilkan oleh bentang alam yang
ada, diantaranya adalah bencana alam seperti banjir, longsor, gunung meletus dan gempa bumi serta
ancaman binatang buas.

Bentang alam semacam ini mengharuskan masyarakatnya hidup dengan cara beradaptasi dengan
lingkungan. Pada masyarakat Minangkabau adapatasi ini sudah dilakukan dengan sangat baik yang
bersandar pada filosofi Alam Takambang jadi Guru. Hal tersbebut dapat dilihat dari kajian tinggalan-tinggalan
kebudayaan diantara adalah tinggalan pengetahuan dalam membangun kawasan perkampungan. Di
masyarakat Minangkabau kawasan datar/padat dijadikan perumahan, kawasan basah dijadikan sawah,
tanah miring dijadikan perladangan dan kasawan cekungan dijadikan kolam ikan.

Selanjutnya tinggalan pengetahuan sebagai bentuk adaptasi dengan lingkungan bisa juga dilihat dari struktur
rumah adat masyarakat Minangkabau yang ramah terhadap gempa, banjir dan angin badai serta ancaman
binatang buas yang bisa datang kapan saja. Demikian pula untuk pengetahuan tradisional lainnya seperti
pembuatan perahu yang menyesuaikan dengan karakter riak ombak yang berbeda antara satu danau dengan
danau lainnya. Hal lain adalah pemberian nama tempat yang cenderung berangkat dari kondisi geologi
wilayah tersebut (Toponimi).

Kondisi geologis yang menghasil perbukitan dengan hutan lebat juga memberikan pengetahuan lokal
tersendiri bagi masyarakat Minangkabau. Salah satunya adalah pengelolaan hutan untuk kepentingan dan
kelangsungan hidup masyarakat. Pemakaian sumber daya hutan diatur dalam aturan aturan adat. Adaptasi
semacam ini telah membentuk karakter masyarakat yang menjadikan alam sebagai pedoman hidup. Living
in Harmony With The Great Sumatran Fault adalah sebuah keharusan.

Sumber: Zairi Waldani

Stuktur rumah adat masyarakat Minangkabau Lereng perbukitan yang ditutupi hutan
Sumber: Zairi Waldani

Danau Maninjau, bentang alam di kawasan Geopark Ranah Minang yang meliputi danau, perbukitan, hutan, lereng, dan pemukiman

11

Penelitian Ilmiah Area

Studi keragaman geologi, biologi dan budaya serta wisata di wilayah tersebut telah dilakukan oleh berbagai
lembaga dan universitas nasional dan internasional, dan sejumlah besar publikasi tentang studi patahan
sumatera. Kajian saat ini berfokus pada geologi, kekayaaan endemik lokal danau singkarak serta budaya
masyarakat setempat. Kajian warisan geologi juga sedang berlangsung dibeberapa geosite lain di kawasan
geopark Ranah Minang.

Daftar dan deskripsi Situs Geologi dalam Sumber: Dian Hadiansyah
GGP

Geosites Sebagai Memori dan Etalase Untuk
Sejarah Bumi

Warisan geologi geopark Ranah Minang mencakup Pusat Informasi Geologi Sumatera Barat
geosite yang sering dikaitkan dengan warisan
budaya dan alamnya. Beberapa daerah memiliki Geopark Ranah Minang mengelola semua situs
keragaman geo yang sangat tinggi dan sebenarnya (geosite, serta situs alam dan budaya), secara baik.
merupakan “geo-lanskap”. Total 22 situs telah Untuk melindungi situs yang sensitif dilakukan
dipilih, dan inventarisasi geosite masih merupakan kerjasama dengan universitas ataupun Badan
proses berkelanjutan yang dilakukan bekerja sama Pelestarian Nilai Budaya (BPNB), Balai Pelestarian
dengan Badan Geologi Kementerian ESDM, Ikatan Cagar Budaya (BPCB) serta Badan Penanggulangan
Ahli Geologi Indonesia (IAGI) dan Geopark Bencana Daerah (BPBD). Untuk promosi dilakukan
Development Center (GDC) Lembaga Penelitian secara aktif ke masyarakat umum melalui sosial
dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas media dan website. Basis data ini memfasilitasi
Andalas. pengelolaan situs dan dapat dengan mudah
diperluas untuk memasukkan situs baru. Karena
Dalam situs web www.geoparkranahminang.org, semua tempat menarik diidentifikasi dengan
peta individu menunjukkan lokasi geosites dan koordinatnya, peta dapat dengan mudah dibuat
bagaimana cara untuk sampai ke lokasi situs dengan menggunakan sistem informasi geografis
dengan menggunakan mobil atau bus. Hampir (SIG).
semua papan informasi geosite diletakkan di
sepanjang jalur hiking dan jalur sepeda dengan baik.

12

2. Daftar dan Deskripsi Situs Geologi Geopark Ranah Minang

Terdapat 22 Titik Geosite yang terdapat pada Geopark Ranah Minang yang tersebar di 11 kabupaten /
kota seperti tabel di bawah ini :

GRM 01.Melange Sitobu (Air terjun Sipangijo) –
Melange Zone, Tektonik
Geosite Air terjun sipangijo merupakan lokasi yang
terindikasi zona melange, Melange adalah zona
yang memiliki batuan yang tercampur akibat berada
diantara 2 kerak bumi yang bergerak. Batuan
melange di geosite ini menceritakan tentang dengan
zona penunjaman (zona subduksi).

1 Tingkat perlindungan:

Dapat diakses melalui jalan setapak:

GRM 02. Komplek Karst Gunung Tuleh (Goa Baliak
Alam) – Metagamping, Endokarst
Geosite komplek karst gunung tuleh terdapat
Batugamping / Batu kapur Formasi Kuantan dengan
umur Perm - karbon diperkirakan berusia 295 juta
tahun yang lalu, keunikan lokasi ini adalah batu
kapur yang ada disekitar gunung berasosiasi
dengan batuan ultramafic dan ofiolit sehingga
batuan di kawasan ini telah tercampur.

2 Tingkat perlindungan:

Dapat diakses melalui jalan setapak:

GRM 03. Gunung Talamau - Volcanic Mountain
Salah satu Gunung Api di Sumatera Barat dengan
ketinggian 2982 mdpl, dan dikategorikan tipe B
dimana Gunung Api ini belum meletus sejak tahun
1600 serta memiliki kawah mati (creater) yang di isi
oleh beberapa telaga (marl) pada lokasi ini, Gunung
Talamau sendiri tersusun dari berbagai batuan beku,
sedimen, dan piroklastik yaitu berupa lava andesit,
breksi vulkanik, tufa dan debu vulkanik yang
diakibatkan dari letusan gunung api purba.

3 Tingkat perlindungan:

Dapat diakses melalui jalan setapak:

13

GRM 04. MATAAIR PANAS RIMBO PANTI (Mata air
panas) – Hot Spring
Pada lokasi ini dapat dijumpai objek geologi berupa
mata air panas, mata air panas ini terjadi karena
bukti dari aktifitas patahan besar sumatera (Segmen
Sumpur). Pada lokasi ini juga terdapat cagar alam
yang telah ditetapkan oleh pemerintah sejak 1979.
Sebagai cagar alam tidak hanya kawasan hutan
rawa dan sumber air panas saja yang dilindungi,
Rimbo Panti juga menjadi kawasan hutan lindung
seluas 2.550 hektar termasuk Bukit Barisan di
dalamnya. Kawasan itu meliputi hutan rawa, hutan
hujan tropis, dan hutan sekunder yang merupakan
habitat spesies-spesies tumbuhan dan satwa
Sumatera berada, termasuk yang terancam punah
sekalipun.

4 Tingkat perlindungan:

Dapat diakses melalui jalan setapak:

Sumber: Febrin Anas Ismail GRM 05. Danau Maninjau (Bentang Alam) - Caldera
Lake, and Panoramic Landscape
Pada Geosite ini kita dapat menikmati danau purba
hasil aktifitas vulkanik, Danau ini terbentuk akibat
letusan gunungapi sitinjau purba. Diperkirakan ada
tiga periode letusan antara 70 ribu hingga 80 ribu
tahun yang lalu yang akhirnya membentuk Danau
Maninjau. Hasil letusan ini juga terekam pada
bentuk tebing-tebing danau ini. Jika kita melihat
Danau Maninjau dari atas, akan terlihat sisa-sisa
bentuk kawah gunungapi purba.

5 Tingkat perlindungan:

Dapat diakses melalui jalan setapak:

GRM 06. Batugamping (Tarusan Kamang) - Karst,
Kuantan formation
Geosite daerah kamang kita dapat mengamati
Batugamping / Batu kapur Formasi Kuantan
berumur Perm - karbon diperkirakan berusia 295
juta tahun yang lalu , keunikan lokasi ini adalah batu
kapur yang ada disekitar danau, karena biasanya
batu kapur terdapat di daerah perpantaian. Ini
menunjukkan, bahwa ratusan abad yang lalu danau
tarusan kamang ini dahulunya merupakan bekas
lautan dan fenomena lain adanya sungai bawah
permukaan yang di jadikan hikayat masyarakat
setempat karena air yang bisa hilang dengan waktu
tertentu.

6 Tingkat perlindungan:

Dapat diakses melalui jalan setapak:

14

GRM 07. Ngarai Sianok (Bentang Alam ngarai) -
Outcrop Ignimbrite,Sianok Segmen Zone
Ngarai Sianok adalah lembah selebar 200 m di
antara dua tebing terjal dengan ketinggian seratus
meter. Lembah yang dialiri sungai Batang Sianok ini
mengular sepanjang 15 km membentuk kawasan
yang subur nan hijau. Merupakan singkapan
Ignimbrite terbaik, dengan bukti berupa siklus
letusan Gunung api purba Maninjau (fasies
stratigrafi) dan tektonik (Segmen sesar mendatar
Sianok) pada singkapan dinding vertikal sepanjang
ngarai Sianok, kawasan ngarai sianok ini
membentuk lembah yang diakibatkan dari sesar
mendatar pada segmen sianok.

7 Tingkat perlindungan:

Dapat diakses melalui jalan setapak:

GRM 08. Fasies Stratigrafi (Lembah Harau)
Di lokasi Lembah Harau ini kita bisa melihat tebing-
tebing yang menjulang tinggi. Lembah Harau
terbentuk akibat adanya proses pengangkatan juga
diiringi proses erosi hingga membentuk suatu
bentang alam tebing yang khas. Selain tebing yang
khas, Lembah Harau juga mempunyai tujuh air
terjun (sarasah) yang mempesona. Ketinggian
masing-masing air terjun berbeda-beda antara 50-
90 meter. Lembah Harau menjadi lokasi bukti untuk
melihat dimana lokasi patahan dengan adanya air
terjun. Ini artinya dahulu ada sungai yang kemudian
terpotong akibat adanya patahan turun, sehingga
membentuk air terjun. Secara geologi, batuan yang
ada disitu berumur cukup tua, kira-kira 30-40 juta
tahun. Dari hasil penelitian batuan yang ada di
perbukitan Lembah Harau adalah batuan Breksi dan
Konglomerat, jenis bebatuan ini umumnya terdapat
di sistem sungai dan pembentukannya
membutuhkan energi yang cukup besar.

8 Tingkat perlindungan:
Sumber: Zairi Waldani Dapat diakses melalui jalan setapak:

15

GRM 09. Fosil Coral (Ngalau Teratai)
Ngalau Teratai merupakan kawasan bentang alam
karst yang tersusun dari Batugamping terumbu, dan
keunikan lainnya Ditemukannya fossil Brachipoda
dan Molusca. Di kawasan ini dapat juga dijumpai
sungai bawah tanah yang menjadi pemasok
ketersediaan air tanah yang sangat dibutuhkan oleh
kawasan yang berada di bawahnya. Termasuk di
dalamnya ketersediaan air tawar (dan bersih) bagi
kehidupan manusia, baik untuk keperluan harian
maupun untuk pertanian dan perkebunan.

9 Tingkat perlindungan:

Dapat diakses melalui jalan setapak:

Sumber: Yenny Narny GRM 10. Bukit Tunggua
Bukit tunggua merupakan perbukitan produk batuan
beku intermediate, dengan kandungan mineral
utama pada batuan ini yaitu mineral plagioklas,
mineral mafik dan mineral lithic di disekitar Kawasan
juga terdapat Batuan beku Riolit dan Ignimbrit
produk dari endapan gunungapi.

10 Tingkat perlindungan:

Dapat diakses melalui jalan setapak:

Sumber: Zairi Waldani GRM 11. Danau Singkarak - Pull-Appart Basin Lake
Danau Singkarak adalah danau terluas kedua di
Sumatra setelah Toba. Danau ini terbentuk akibat
proses tektonik yang dipengaruhi oleh Sesar
Sumatra. Proses pembentukan Danau Singkarak
dengan bukti kejadian patahan sumatera yang unik
ini menjadikan Danau Singkarak sebagai salah satu
warisan geologi yang menarik untuk dipelajari.
Karena sejarah Danau Singkarak menyisakan
warisan berupa jejak tektonik seperti cermin sesar,
kelurusan sungai, perubahan batuan, dan bentang
alam yang cantik.

11 Tingkat perlindungan:

Dapat diakses melalui jalan setapak:

16

Sumber: Republika GRM 12. Gunung Talang - Volcanic Mountain
Gunung Talang merupakan bekas kaldera yang
tertutup material letusan. Plateau ini dibagian Barat
dibatasi oleh bukit lava sisa letusan sebelum 2005.
Gunung ini bertipe stratovolcano dengan memiliki
kawah dengan ketinggian 2.597 m, Kawah gunung
Talang yang berada dipuncaknya memanjang
mengarah Barat-Timur membentuk robekan,
dengan aktifitas semburan gas dengan kandungan
H2S yang rendah, sehingga tidak terbentuk
endapan belerang seperti di gunung Bromo.
Gunung Talang ini juga merupakan tangkapan air
untuk daerah sekitarnya, sehingga sangat
diperlukan penjagaan yang ketat dari perladangan
masyarakat dan perubahan fungsi hutan lainnya.

12 Tingkat perlindungan:

Dapat diakses melalui jalan setapak:

Sumber: semangatnews GRM 13. Danau Talang - Caldera Lake
Danau talang Merupakan kawasan danau vulkanik
yang terbentuk akibat aktifitas gunung Talang purba
berupa letusan yang cukup besar dan membentuk
danau pada kaldera tersebut. Disekeliling danau
Talang dijumpai produk bebatuan vulkanik yang
mencirikan adanya bukti -bukti kejadian gunung api.

13 Tingkat perlindungan:

Dapat diakses melalui jalan setapak:

Sumber: hipwee.com .
GRM 14. Danau Dibawah - Caldera and Tectonics
Lake
Danau dibawah adalah geosite yang merupakan
kaldera letusan gunung api. Hal ini dibuktikan oleh
bentuk morfologi perbukitan disekitar danau
Dibawah yang relative terjal dengan dinding yang
terdiri dari batuan vulkanik dengan jenis berbeda
dengan kaldera Talang.

14 Tingkat perlindungan:

Dapat diakses melalui jalan setapak:

17

Sumber: Zairi Waldani GRM 15. Danau Diateh - Caldera and Tectonics
Lake
Danau diateh merupakan geosite hasil proses
vulkanik dan tektonik yang diakibatkan oleh letusan
gunung Talang purba pada jalur segmen Suliti yang
sampai saat ini masih aktif. Pergerakan patahan
mendatar Suliti, menyebabkan perbedaan batuan
antara sisi Barat dan Timur danau.

15 Tingkat perlindungan:

Dapat diakses melalui jalan setapak:

Sumber: Dian Hadiansyah GRM 16. Geiser Sapan Malulang - Geyser, Hot
Spring
Geosite geyser sapan malulang merupakan sumber
mata air panas dikaki Gunung Kerinci, pada lokasi ini
dapat mengamati sebuah fenomena geyser dengan
ketinggian semburan ± 1 m dan suhu berkisar antara
800 - 950 C yang dikontrol oleh struktur geologi
berarah Barat laut – Tenggara yang merupakan
produk patahan besar Sumatera.

16 Tingkat perlindungan:

Dapat diakses melalui jalan setapak:

Sumber: Dian Hadiansyah GRM 17. Goa Batu Kapal - Permian Limestone,
Barisan Formation
Goa Batu Kapal merupakan geosite yang dahulunya
adalah laut dangkal, dengan batuannya berjenis
batugamping yang dihasilkan dari akumulasi
organisme fosil. Batugamping ini merupakan
sebuah singkapan yang dipengaruhi oleh struktur
geologi berarah baratlaut – tenggara, dengan bukti
berupa kekar, retakan, dan rekahan. Goa ini sangat
jarang di jumpai, yaitu berupa goa dangkal yang
memiliki celah dan jendela di langit-langit goa
tempat cahaya masuk, sehingga membuat suasana
di dalam Goa menjadi terang. Keberadaan cahaya
matahari dalam goa ini juga meransang
pertumbuhan lumut bewarna variasi hijau.

17 Tingkat perlindungan:

Dapat diakses melalui jalan setapak:

18

GRM 18.Situs Fosil Vetebrata (Fosil Ikan Air Tawar) -
Eosen Fossil
Pada lokasi geosite ini dapat dijumpai fosil ikan air
tawar tertua yang pernah ditemukan di Indonesia
dan sudah dipublikasin dengan judul Journal: A fossil
gourami (Teleostel, Anabantoidei) from probable
Eocene deposit of the Ombilin Basin, Sumatra,
Idonesia. Fosil ikan dijumpai pada lapisan tipis
serpih bewarna coklat dalam bentuk jejak dari
tulang-2 ikan yang terawetkan, serta cetakan tubuh
keseluruhan bewarna kehitaman. Keberadaan bukti
fosil ini menunjukan proses sedimentasi Formasi
Sangkarewang terjadi pada lingkungan air tawar.
Diatas Situs Sangkarewang ini dijumpai Formasi
Sawahlunto, yang kaya akan jejak tumbuhan serta
organic lainnya.

18 Tingkat perlindungan:

Dapat diakses melalui jalan setapak:

Sumber: Zairi Waldani GRM 19. Sawahluwung Formasi Sawahlunto
Sawahluwung merupakan geosite untuk belajar
edukasi terkait penambangan di Sawahlunto.
Sawahlunto secara administratif merupakan salah
satu kota di Sumatera Barat yang memiliki keunikan
geologi. Kota ini memiliki sejarah pertambangan
yang kaitannya erat dengan fenomena geologi.
Sebagai salah satu kota pertambangan tertua di
Indonesia, Sawahlunto memiliki batubara dengan
salah satu kualitas terbaik yaitu batubara antrasit
atau batubara yang memiliki nilai kalori tinggi.
Lubang pendidikan tambang dalam Kawasan ini
digunakan sebagai tempat pendidikan dan latihan
cara melakukan pemboran, peledakan dan
penyanggaan.

19 Tingkat perlindungan:

Dapat diakses melalui jalan setapak:

19

Sumber: Zairi Waldani GRM 20. Granit Mesozoikum - Trias-Yura Granite
Rocks
Berdasarkan nama geosite dapat diketahui bahwa
komponen geologi unggulan dari geosite ini adalah
batuan granit. Geosite Granit ini merupakan Intrusi
batuan beku berupa granit yang berumur Trias
muncul sebagai batuan pada dasar sungai Batang
Kuantan. Berdasarkan penelitian-penelitian yang
pernah dilakukan di kawasan ini, diketahui bahwa
Granit pada geosite merupakan basement (batuan
dasar) dari sistem cekungan Ombilin yang muncul di
permukaan.

20 Tingkat perlindungan:

Dapat diakses melalui jalan setapak:

Sumber: Ahmad Fadhly GRM 21. Bukit Tanpalo (Ngalau Batauik)
Bukit Tanpalo merupakan Perbukitan yang disusun
oleh batuan konglomerat diselingi batupasir dan
merupakan endapan Syn-Rift, jenis bebatuan ini
umumnya terdapat di sistem sungai dan
pembentukannya membutuhkan energi yang cukup
besar. Lokasi Geosite sangat direkomendasikan
untuk kegiatan Pendidikan, konservasi, dan
Geowisata.

21 Tingkat perlindungan:

Dapat diakses melalui jalan setapak:

GRM 22. Danau Biso Silago (Aliran sungai bawah) -
Hot Spring Lake
Danau Biso Silago merupakan geosite yang
merupakan telaga yang terbentuk akibat proses
geothermal dengan kandungan asam kuat (H2S).
Gas H2S ini melarutkan batugamping kristalin
disekitarnya. Rambatan dari gas ini melalui retakan
batugamping sehingga menimbulkan aliran sungai
bawah permukaan. Sumber aktifitas geothermal
berasal dari jalur patahan yang melewati desa
Silago.

22 Tingkat perlindungan:

Dapat diakses melalui jalan setapak:

20

Situs Pendidikan

Selain geosite Geopark Ranah Minang memiliki beberapa situs pendidikan, diantaranya Pusat Informasi
Geologi, Pusat Informasi Geopark Ranah Minang Silokek, Pusat Informasi Geopark Ngarai Sianok - Maninjau,
Perpustakaan Proklamator Bung Hatta.

Sumber: Dian Hadiansyah Pusat Informasi Geologi

Pusat Informasi geologi adalah tempat untuk
menjelaskan tentang geologi pulau Sumatera dan
kawasan Geopark Ranah Minang. Penjelasan
dilakukan dengan media visual, audio visual, dan
video.

Penjelasan seputar geologi secara visual melalui media dinding Pusat Informasi Geopark Ranah Minang Silokek
Sumber: Ridwan
Pusat informasi geopark Silokek adalah tempat
untuk menjelaskan tentang situs yang ada di
kawasan geosite Silokek, sekaligus display
beberapa batuan yang ada di kawasan. Beberapa
geo produk juga dapat dilihat dalam pusat informasi
ini.

Penjelasan geopark Silokek dengan papan informasi dan contoh batuan

Sumber: Ahmad Fadhly Pusat Informasi Geopark Ngarai Sianok -
Maninjau

Pusat informasi geopark Ngarai Sianok - Maninjau
adalah tempat untuk menjelaskan tentang situs yang
ada di kawasan geosite Ngarai Sianok - Maninjau,
sekaligus display beberapa batuan yang ada di
kawasan. Beberapa geo produk juga dapat dilihat
dalam pusat informasi ini.

Pusat Informasi Geopark Nasional Ngarai Sianok Maninjau

Sumber: Republika Perpustakaan Proklamator Bung Hatta

Perpustakaan Proklamator Bung Hatta adalah pusat
referensi berbagai bidang ilmu, khususnya tentang
proklamator kemerdekaan Indonesia Bung Hatta. Di
dalam perpustakaan ini terdapat koleksi bebatuan,
yang ada di kawasan Geopark Ranah Minang.

Perpustakaan Proklamator Bung Hatta, memuat literatur dan koleksi bebatuan

21

Nilai Geosite

No. ID Theme Lokasi/Koordinat Deskripsi NILAI NILAI NILAI
SAINTIFIK EDUKASI PARIWISATA
GRM- 01 Air Terjun 0°24'55.34"N Melange
GRM- 02 Sipangijo 99°43'32.87"E zone,Tektonik + ++ +
0°14'53.35"N
Goa Baliak Alam 99°45'8.65"E Metagamping, + ++ +
0° 4'43.41"N Endokarst
GRM- 03 Gunung Talamau 99°59'2.04"E ++ + +
Volcanic
Mountain

GRM -04 Mata Air Panas 0°20'24.00"N Hot Spring ++ ++
Rimbo Panti 100° 4'21.00"E +++
++
GRM -05 Kaldera Danau 0°17'23.08"S Caldera Lake +++ +++
Maninjau 100° 9'1.94"E

GRM -06 Tarusan Kamang 0°12'11.09"S Karst, Kuantan +++ ++
100°25'44.25"E formation

GRM -07 Ngarai Sianok 0°18'29.62"S Outcrop +++ +++ +++
100°21'51.18"E Ignimbrite,Sianok +++ +++ +++
GRM -08 Lembah ++
GRM -09 Harau/Breksi Brani 0° 6'26.52"S Segmen Zone + +
100°39'52.70"E Syn-Rift Brani +
Ngalau Teratai + +++ ++
0° 4'31.17"S Formation +++ +++
GRM -10 Bukit Tunggua 100°22'56.16"E
GRM -11 Danau Singkarak Cave With
0° 1'7.83"S Mollusca,
100°29'34.79"E Brachyopoda,
Coral fossil
0°37'14.50"S Gunung Api
100°32'54.30"E Purba, Panoramic
Landscape
Pull-Appart Basin

Lake

GRM -12 Komplek G Talang 0°58'59.00"S Volcanic ++ + +++
100°40'40.50"E Mountain

GRM -13 Danau Talang 1° 0'49.08"S Caldera Lake + + ++

100°42'18.49"E

GRM -14 Danau Dibawah 1° 1'0.90"S Caldera and + ++ ++

100°43'56.26"E Tectonics Lake

GRM -15 Danau Diateh 1° 4'33.86"S Caldera and + + +
100°45'16.99"E Tectonics Lake

22

No. ID Theme Lokasi/Koordinat Deskripsi ++ ++ +
GRM -16 1°34'57.86"S Geyser,Hot Spring
Geiser Sapan 101° 7'33.67"E +++
Maluluang +
+
GRM -17 Goa Batukapal 1°24'26.68"S Permian + + +++
101°25'11.24"E Limestone,Barisan +++ ++ +
GRM -18 Situs Fosil +++ ++
GRM -19 Vetebrata 0°41'46.00"S Formation +++ +++ +
100°46'58.40"E Eosen Fossil
Sawahluwung ++ ++
0°41'45.00"S Formation
GRM -20 Granit 100°46'45.40"E Sawahlunto
GRM -21 Mesozoikum
(Kompleks Silokek) 0°37'4.17"S Trias-Yura Granite
101° 0'56.72"E Rocks
Bukit Tanp`alo
(ngalau batauik) 0°34'11.00"S Syn-Rift Brani
100°53'13.00"E Formation

GRM -22 Danau Biso Silago 1° 0'23.86"S Hot Spring Lake + +
101°13'49.47"E

++ sangat tinggi, + tinggi/sedang, - rendah (interpretasi publik dilengkapi dengan tur terpandu dan literatur
populer, nilai ilmiah: dihitung estetika: kriteria subjektif) terutama dalam publikasi, nilai pendidikan: kunjungan
selama kegiatan pendidikan dan pelatihan guru, nilai wisata: koneksi ke fasilitas pariwisata, estetika: kriteria
subjektif)

23

Status Perlindungan Situs-Situs Geologi Eksisting

Situs-situs geologi di kawasan Geopark Ranah Minang secara otomatis memperoleh perlindungan tingkat
provinsi melalui Peraturan Daerah tentang Rencana Tata Ruang Wilayah yang menetapkan kawasan
tersebut menjadi kawasan Geopark. Serta Perlindungan sebagai Kawasan Cagar Alam dan Suaka
Margasatwa yang dikelola BKSDA. Selain itu Masterplan untuk pengembangan kawasan Ranah Minang
telah disiapkan untuk beberapa objek pengembangan setiap situs geologi. Pengelolaan dan pemeliharaan
situs-situs geologi saat ini dilakukan diantaranya dengan: menerapkan fungsi situs geologi sebagai kawasan
yang dilindungi, menjaga kelestarian situs geologi, biologi, kebudayaan yang terkait yang telah ditetapkan
sebagai warisan geologi dengan menetapkannya menjadi Konservasi Cagar Alam Geologi (KCAG) yang
ditetapkan oleh Badan Geologi, merencanakan peraturan yang berkaitan dengan perusakan dan salah
pemanfaatan di setiap situs geologi serta membuat ketentuan penegakan peraturan yang berkaitan dengan
izin penggalian batu atau pengkoleksian flora dan fauna. Dilakukan juga pendelineasian daerah lindung situs
geologi dan batas-batas kawasan Geopark secara tepat serta memperluas ragam program pendidikan
pemahaman tentang setiap situs geologi dan Melakukan kerjasama dengan instansi terkait dan perguruan
tinggi untuk meningkatkan upaya perlindungan dan pengembangan kawasan secara berkelanjutan.

Sumber: Harian Singgalang

Papan larangan aktifitas tambang tanpa izin di kawasan Sawahlunto Papan larangan pembakaran hutan di kawasan TWA Rimbo Panti

E.1.2 Batas

Berdasarkan lansekap geologi kawasan Geopark
Ranah Minang terbentang disebagian Provinsi
Sumatera Barat yang meliputi wilayah administratif
11 kabupaten dan kota, yaitu Kabupaten Pasaman,
Kabupaten Pasaman Barat, Kabupaten Agam, Kota
Bukittinggi, Kabupaten Lima Puluh Kota, Kabupaten
Tanah Datar, Kabupaten Solok, Kota Sawahlunto,
Kabupaten Sijunjung, Kabupaten Solok Selatan,
Kabupaten Dharmasraya. Batas sisi luar dari
kawasan geopark di 11 kabupaten kota tersebut
diambil berdasarkan batasan wilayah nagari. Detail
delinasi kawasan dapat dilihat pada peta disamping.

24

E.1.3 Visibilitas
Logo geopark Ranah Minang ditampilkan pada
setiap produk yang dikeluarkan Pemerintah daerah
dan Badan Pengelola geopark Ranah Minang,
termasuk seragam staf dan beberapa materi yang
berhubungan dengan promosi. Selain itu, semua
publikasi, rambu, panel, dan materi informasi
geosite harus mengikuti aturan tata letak yang
ditetapkan oleh badan pengelola.

Tanda Permanen

Rambu-rambu pintu masuk berukuran besar dengan logo geopark Ranah Minang menandai batas wilayah di
jalan-jalan utama. Panel informasi, menunjukkan karakteristik wilayah dan dengan peta geosites, telah
ditempatkan di setiap kabupate/kota. Geosites, situs lainnya yang menarik dan tempat di mana kegiatan yang
dilakukan oleh geopark Ranah Minang ditandai dengan panel interpretasi besar atau kecil yang dibuat dalam
dua Bahasa yaitu Bahasa Inggris dan Indonesia. Situs web badan pengelola geopark Ranah Minang
geoparkranahminang.org memiliki tab geo-wisata terpisah dengan informasi tentang geopark Ranah Minang
dan geositesnya, termasuk tentang UNESCO Global Geoparks serta jaringan internasional, dan penawaran
geo-wisata.

Sumber: Ridwan Sumber: Zairi Waldani

Gapura sebagai pintu masuk dan batas wilayah Geopark Silokek Panel Informasi Geopark Silokek

Visibilitas Online

Geopark Ranah Minang mengelola situs webnya sendiri (www.geoparkranahminang.org) dengan informasi
tentang organisasi, warisan geologis, alam, warisan budaya benda dan tak benda di kawasan itu. Dalam
website tersebut juga memberikan layanan bagi masyarakat secara baik dalam kapasitas individu, bisnis
dan wilayah, dan juga kegiatan yang sedang berlangsung seperti pelatihan, lokakarya, dan kegiatan lainnya.
Situs web ini juga menyediakan informasi tentang Jaringan Geopark Indonesia dan Jariangan Geopark
Global. Badan Pengelola juga menyediakan saluran media sosial terkini seperti Facebook, Instagram,
YouTube. Setidaknya 6 kali setahun, buletin elektronik dikirim ke hampir 1000 kontak, memberikan gambaran
terbaru tentang kegiatan badan pengelola di geosite-geosite yang ada.

25

Publikasi Cetak
Beberapa publikasi cetak didistribusikan ke semua stake holder terkait baik itu pemerintahan, swasta
maupun masyarakat. Publikasi ini termasuk buklet kegiatan tahunan (1000 cetakan), suplemen di surat kabar
regional, dan buklet informasi resmi tentang 22 geosite yang diterbitkan pada waktu yang berbeda.
Selanjutnya, badan pengelola geopark Ranah Minang juga melakukan publikasi seperti leaflet, brosur dan
peta, gadget dan souvenir.

Visibilitas Melalui Kemitraan
Dalam rangka meningkatkan visibilitas geopark Ranah Minang dan untuk mempromosikan bisnis atau
asosiasi melalui bentuk perjanjian kemitraan (MoU). Visibilitas Geopark Ranah Minang terlihat melalui
“tanda/stiker/spanduk mitra geopark Ranah Minang” yang ditampilkan di pintu masuk utama atau geosite
sehingga perusahaan komersil ikut mendukung kegiatan ini dalam bentuk bantuan infrastruktur dan promosi.
Salah satu bentuk media promosi dalam bentuk format digital akan segera tersedia (barcode) yang
memungkinkan mitra untuk menambahkan logo mereka di beranda website Geopark Ranah Minang yang
memiliki tautan ke website mitra tersebut.

Sumber: Zairi Waldani

Gerbang masuk kawasan Geopark Silokek yang disertai bendera Bank BCA selaku mitra dalam mendukung pengembangan kawasan Geopark Silokek

26

Festival dan Visibilitas Lebih Lanjut

Geopark Ranah Minang secara berkala mengadakan festival di masing-masing geosite dengan tema yang
menarik. Salah satu festival geopark yang rutin diadakan tiap tahunnya adalah Festival Geopark Aur
Serumpun dan Festival Galundi di Kabupaten Tanah Datar. Selain kegiatan festival tahunan, secara rutin
diadakan kegiatan seminar daring (webinar) bekerja sama dengan Organisasi/Lembaga yang tergabung
dalam jejaring geopark. Selain itu juga diadakan kegiatan pengabdian masyarakat oleh Universitas dan
Sekolah Tinggi yang berkaitan dengan Geopark.

Acara lainnya yang berlangsung setiap tahun adalah Geopark Minang Run yang merupakan inisiatif
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Pemerintah Kabupaten/Kota serta penggiat olahraga lari di
Sumatera Barat untuk menyelenggarakan event sport tourism yang bertujuan untuk mengajak masyarakat,
terutama para pelari untuk bersama-sama berolahraga sambil menikmati keindahan alam serta budaya di
Geopark Ranah Minang. Acara ini diliput oleh media massa nasional dan media sosial (surat kabar serta
stasiun radio dan televisi).

Badan Pengelola Geopark Ranah Minang secara aktif mendukung acara bertema geopark dan konservasi
baik di tingkat lokal, nasional dan internasional yang diselenggarakan oleh mitra atau pemangku kepentingan
lainnya. Pada kesempatan tersebut, berbagai kegiatan yang berkaitan dengan konservasi dan edukasi
masyarakat diselenggarakan pada masing-masing geosite.

Sumber: hantaran.co Sumber: Yayasan Sintas Indonesia

Kampanye konservasi “Stop! Menebang dan Membakar Hutan/ Lahan”

27

E.1.4 Sarana dan Prasarana
Infrastruktur Layanan Geopark Ranah Minang
Kantor Geopark Ranah Minang terletak di bangunan Pusat Informasi Geologi Sumatera Barat yang berada
dalam komplek Museum Aditiawarman. Kantor ini menyatu dengan Pusat Informasi Geologi dalam rangka
memberikan informasi mengenai kegeologian dan mengenai geopark yang ada di Sumatera Barat. Pusat
Informasi Geologi merupakan bantuan dari Badan Geologi Kementerian ESDM kepada Pemerintah Provinsi
Sumatera Barat terkait dengan keberadaan Geopark Ranah Minang di Sumatera Barat. Selain Pusat
Informasi Geologi, Geopark Ranah Minang memiliki Geopark Information Center terletak di 3 Geopark
Nasional yang merupakan bagian dari Geopark Ranah Minang antara lain Geopark Ranah Minang Silokek,
Geopark Sawahlunto dan Geopark Ngarai Sianok-Maninjau. Geopark Information Center ini merupakan
pusat aktivitas edukasi dan informasi sebelum menuju lokasi-lokasi geosite di Kawasan Geopark Ranah
Minang.

Sumber: Dian Hadiansyah

Kantor Pusat Informasi Geologi Sumatera Barat, menjadi basis utama dalam memberikan layanan terkait Geopark Ranah Minang

Perjalanan ke lokasi geosite-geosite Geopark Ranah Minang yang menempuh lebih 1 jam dari Kota Padang,
akan lebih efisien bagi wisatawan untuk menyewa kendaraan atau menggunakan kendaraan pribadi.
Komponen kedua yang menyumbang pada nilai transaksi ekonomi akibat kegiatan wisata yang dilakukan
adalah terkait makan dan minum. Kegiatan makan dan minum merupakan salah satu tujuan wisata bagi
masyakarat di sekitar lokasi geosite. Kuliner yang ditawarkan di Sumatera Barat cukup beragam dan memiliki
rasa khas yang tidak mungkin untuk tidak dinikmati jika berkunjung ke Sumatera Barat.
Nilai transaksi ekonomi kegiatan pariwisata (termasuk kegiatan geowisata) di Provinsi Sumatera Barat
adalah sebanyak Rp 8.995,61 milyar. Komponen pengeluaran yang berkontribusi besar pada komponen
pengeluaran adalah terkait transportasi dengan persentase 33,9% (Dinas Pariwisata Sumatera Barat, 2021).
Pandemi Covid-19 menyebabkan aktivitas Geopark Ranah Minang terdampak karena adanya pembatasan
perjalanan serta kebijakan lainnya yang dilakukan oleh pemerintah untuk mengurangi aktivitas masyarakat

28

(Dinas Pariwisata Sumatera Barat, 2021). Secara prinsip aktivitas perekonomian dalam wisata terbentuk
karena adanya permintaan dan penawaran wisata. Pada kondisi pandemi Covid-19 aspek penawaran wisata
terganggu karena ada kebijakan dari pemerintah untuk menutup sebagian atau seluruh lokasi wisata. Selain
itu ada batasan untuk kapasitas tempat wisata yang boleh dikunjungi sehingga jumlah wisatawan yang
diterima tidak maksimal. Kondisi ini menyebabkan aktivitas ekonomi dalam kegiatan pariwisata terganggu
dimana pendapatan bagi unit usaha dan tenaga kerja yang ada di sektor wisata menjadi berkurang. Namun
demikian permasalahan dari sektor wisata pada masa pandemi tidak hanya terjadi karena keterbatasan
penawaran wisata, sisi permintaan wisata juga dapat mempengaruhi terhadap penciptaan aktivitas ekonomi
wisata selama pandemi. Wisatawan dalam hal ini mempunyai banyak pertimbangan untuk melaksanakan
kegiatan wisata selama pandemi. Kekhawatiran akan adanya penularan Covid-19 serta persyaratan yang
harus dipenuhi menjadi beberapa hal yang dipertimbangkan.
Infrastruktur Pendukung Kepariwisataan

29

Infrastruktur kepariwisataan yang mendukung Geopark Ranah Minang, yaitu infrastruktur transportasi, hotel
dan rumah makan. Ketersediaan infrastruktur transportasi dapat diukur dari kemudahan dan kelancaran
aksesibilitas menuju suatu destinasi wisata tertentu, merupakan salah satu faktor utama penentu
kesuksesan pengembangan suatu objek pariwisata. Secara umum, aksesibilitas untuk ke kawasan geosite
sudah cukup baik.
Provinsi Sumbar memiliki sebuah bandara internasional (Bandara International Minangkabau/BIM) yang
melayani baik penerbangan domestik maupun international secara berkala. Penerbangan domestik dilayani
oleh 6 maskapai dan internasional oleh 1 maskapai. Pada saat ini penerbangan langsung (direct flights) dari
BIM tersedia ke Jakarta, Bandung, Batam, Medan, Mentawai, dan Kuala Lumpur.

Infrastruktur pendukung lain yang utama dalam kepariwisataan adalah ketersediaan akomodasi/kamar hotel
dan rumah makan. Ketersediaan hotel di Sumatera Barat cukup baik. Pada tahun 2019, jumlah hotel
berbintang yang tersedia adalah sebanyak 81 hotel dengan jumlah kamar 3611 dan 5924 tempat tidur. jumlah
hotel berbintang di provinsi Sumatera Barat tahun 2020 sebanyak 79 buah yang tersebar pada 7 wilayah
kabupaten dan kotanya, sedangkan hotel non bintang sebanyak 786 unit. Sebaran Hotel berbintang dengan
fasilitas kamarnya Kota Bukittinggi, Kabupaten Agam, Kabupaten Tanah Datar, Kota Sawahlunto, dan
Kabupaten Sijunjung, semua wilayah ini cukup dekat dengan lokasi geosite-geosite yang ada di Kawasan
Geopark Ranah Minang.

30

E.1.5. Informasi Pendidikan dan Penelitian

Bagaimana orang mendapatkan informasi

Tabel berikut menunjukkan informasi yang diberikan kepada pengunjung:

Informasi terkait Sasaran Informasi Geopark Ranah Minang memberikan informasi

Berisikan informasi wilayah Pengunjung, penduduk lokal, secara reguler dalam bentuk pamflet, panel

geologi, alam, budaya dan pengambil keputusan lokal, dan pemerintah informasi, artikel pers (lokal, regional, nasional),
warisan takbenda dan mereka serta mitra swasta terkait lainnya buletin elektronik, publikasi cetak,dan media sosial.

interkoneksi yang ada Pengunjung, penduduk lokal, Media cetak dan digital digunakan untuk
pengambil keputusan lokal, dan pemerintah mempromosikan produk pariwisata yang
Berisikan Tujuan dan struktur dari serta mitra swasta terkait lainnya dikembangkan dan diterbitkan oleh Badan
Geopark Ranah Minang (GRM), serta Pengelola Geopark Ranah Minang. Informasi juga
Jaringan Geopark Global Pengunjung, penduduk lokal, diberikan melalui situs website yang berisikan
pengambil keputusan lokal, dan pemerintah tentang penjelasan geosite dan penawaran paket
Berisikan informasi dukungan yang serta mitra swasta terkait lainnya
ditawarkan oleh GRM.

Informasi tentang rancangan Masyarakat, bisnis, regional perjalanan. Di Pusat Informasi Geopark Ranah
Minang, pengunjung dapat belajar tentang geologi
pembangunan berkelanjutan produsen makanan, mitra dan

pemerintah local, propinsi dan nasional dan geomorfologi kawasan, sejarahnya, air, flora dan

fauna, ekonomi regional, produk lokal, serta struktur

Badan Pengelola Geopark Ranah Minang beserta Jaringan Geopark Nasional maupun Global. Potret

topografi 3D yang interaktif memberikan informasi yang menarik tentang wilayah kawasan geosite Ranah

Minang. Badan Pengelola Geopark Ranah Minang memberikan informasi kepada masyarakat setempat

tentang warisan geologi, biologi, dan budaya dalam bentuk selebaran, brosur dan papan informasi.

Selanjutnya disediakan informasi dalam bentuk media digital yang didisign dengan baik yang berisikan

perlindungan terhadap lingkungan geosite Geoparak Ranah Minang. Teknologi digital seperti QR code dan

beberapa aplikasi yang ada dalam media seluler juga diberikan, termasuk film pendek, serta aplikasi 3D juga

diberikan. Semua informasi diberikan dalam dua bahasa, yaitu Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia..

Badan Pengelola menyediakan formulir umpan balik bagi para pengunjung untuk mengetahui tingkat

kepuasan pengunjung terhadap pengelolaan kawasan Geopark Ranah Minang.

Sumber: Zairi Waldani

Papan Informasi yang dapat dibaca langsung di lokasi Informasi digital yang dapat diakses melalui smartphone dengan metode QR Code

31

Bagaimana orang dididik

Kegiatan pendidikan reguler di berbagai bidang dilakukan secara berkelanjutan baik itu untuk masyarakat
umum maupun staf pemerintahan, anak sekolah dan pokdarwis yang terlibat dalam kegiatan GRM. Kegiatan
difokus pada pemehaman tetang situs geologi, alam dan lingkungan, budaya masyarakat setempat baik
yang berbentuk benda maupun takbenda. Setiap peserta didik memiliki buku panduan materi yang terstruktur
dan mudah dimengerti oleh peserta. Buku panduan tidak hanya berisikan informasi geosite namun juga
berisikan pengetahuan tentang kerajinan tangan (kayu, batu kering pembuatan keranjang, tenun, dll),
perlindungan iklim dan fotografi. Melalui kegiatan ini, hubungan antara warisan geologi dan warisan alam,
budaya bisa didapatkan secara komprehensif tergambar. Secara khusus Badan Pengelola Geopark Ranah
Minang menyediakan kegiatan kegiatan School Go to Geoprak, yang merupakan kerjasama antara badan
pengelola dengan sekolah dasar dan menengah yang ada diberbagai wilayah baik itu skala local maupun
national. Siswa sekolah diberi kesempatan untuk menemukan,mengeksplorasi, mengalami dan memahami
lingkungan mereka dan ciri khas daerahnya sejak dini Kegiatan ini dilakukan untuk mendorong mendorong
generasi berikutnya menjadi pemimpin yang memiliki gaya hidup yang sadar lingkungan dan lebih
berkelanjutan.

Sumber: Ridwan Sumber: Ridwan

Edukasi seputar Geopark kepada siswa melalui program “School Go To Geopark” Pemberian informasi dilakukan langsung oleh praktisi Geopark
Sumber: Ridwan Sumber: Ridwan

Kegiatan didukung dengan buku panduan seputar informasi geosite dan kerajinannya Siswa sekolah mendapat kesempatan untuk menemuman, mengeksplorasi,
mengalami, dan memahami lingkungan

Selanjutnya badan pengelola melakukan kerjasama penelitian dan pemberdayaan masyarakat dengan
beberapa pusat pengembangan yang ada di berbagai universitas yang ada di Sumatera Barat, diantarannya
dengan Universitas Andalas, melalui Geopark Center Development Universitas Andalas. Beberapa produk
kersama telah dihasilkan diantaranya buku panduan yang berisikan narasi ilmiah ringan beserta foto-foto
geosite yang bagus diproduksi juga dihasilkan melalui kerjasama antara badan pengelola dengan Geopark
Center Development Universitas Andalas. Produk ini menjadi pemandu awal bagi para traveler yang akan
berkunjung ke wilayah Geopark Ranah Minang.

32

E.2 Warisan Lain

Kawasan geopark Ranah Minang tidak hanya menawarkan warisan alam, namun juga warisan budaya baik
dalam bentuk benda maupun takbenda yang luar biasa, sebagian besar terkait dengan warisan geologisnya.
Salah satu tujuan dari geopark Ranah Minang, sebagaimana didefinisikan dalam undang-undang, adalah
untuk memastikan pelestarian dan pemeliharaan warisan alam dan budaya yang bernilai tinggi. Warisan
tersebut adalah falsafah Alam Takambang Jadi Guru dan Sistem Matrilineal yang merupakan konsepsi ideal
masyarakat dalam menjawab tantangan alam serta lingkungannya. Alam takambang jadi guru memiliki
makna bahwa alam adalah sumber kehidupan manusia, manusia harus selalu membaca dan memahami
berbagai peristiwa yang terjadi serta belajar tentang ketentuan alam semesta sehingga ia bisa
memanfaatkan alam dengan sebaik baiknya. Tidak hanya sebagai sumber material kehidupan namun juga
sebagai sumber ilmu pengetahuan. Warisan berikutnya adalah Sistim Matrilineal. Sistem Matrilineal adalah
suatu adat masyarakat yang mengatur alur keturunannya berasal dari pihak ibu.

Sumber: Zairi Waldani

Rumah Gadang adalah wujud warisan budaya Minangkabau

Sumber: Zairi Waldani

Sisitim kekerabatan ini diterjemahan dalam bentuk struktur masyarakat yang bertingkat. Struktur masyarakat
terkecil dalam adat Minangkabau adalah paruik, kaum, suku, dan nagari. Setiap nagari sebagai kesatuan
masyarakat hukum adat di Minangkabau minimal harus terdiri dari ampek suku, setiap suku dipimpin oleh
seorang kapalo suku (Panggulu Suku). Setiap suku terdiri dari beberapa kaum serta beberapa buah paruik
yang dipimpin oleh seorang ketua adat yang disebut Panggulu kaum yang sehari-hari dipanggil dengan
Datuak. Paruik sebagai kesatuan orang yang berketurunan darah menurut garis ibu mendiami beberapa
buah kampuang, selanjutnya setiap kampuang terdiri atas beberapa buah rumah dan setiap rumah dipimpin
oleh seorang pemimpin yang disebut tungganai rumah. Perempuan adalah pemilik atas harta warisan
kaumnya. Secara keseluruhan, kaitan antara warisan geologis dan semua aspek lain dari warisan alam,
budaya, di publikasi media cetak dan online selebaran, QR Code, Geopark Corner dan di panel-panel
informasi disetiap geosite.

33

E.2.1. Warisan Alam

Warisan alam Geopark Ranah Minang berada dalam wilayah termasuk hutan basah tropis yang kaya akan
keanekaragaman hayati. Dari keragaman tersebut tercatat beberapa jenis fauna berdasarkan Permen LHK
RI No. P.106/MenLHK/Setjen/Kum.1/6/2018 Tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi
merupakan endemik seperti Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatranus), Kambing Hutan Sumatera
(Capricornis sumatraensis), Ikan Bilih (Mystacoleucus padangensis) berdasarkan Weber, M and L.F de
Beaufort. 1916. dan Simpai (Presbytis melalophos). Selain fauna juga ditemukan flora endemik seperti
Bunga Bangkai Raksasa (Amorphophallus titanum), Kantong Semar Puti Bungsu (Nepenthes bongso),
Kantong Semar Jamban (Nepenthes jamban), dan Pinang Merah Sumatera (Pinanga purpurea).

Beberapa jenis tersebut memiliki keunikan morfologi seperti Katak Bertanduk (Megophrys nasuta),
Rangkong Gading (Rhinoplax vigil), Cicak Hutan Bergaris (Cyrtodactylus consobrinus), dan Kelelawar
Oranye (Kerivoula pict). Masyarakat adat dan pemerintah Indonesia melakukan usaha pelestarian flora dan
fauna endemik ini dalam bentuk perundang-undangan mulai dari tingkat pemerintahan nagari (Contoh:
Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Barat Nomor 7 Tahun 2018 Tentang Nagari dan Peraturan Gubernur
Sumatera Barat Nomor 11 tahun 2017 Tentang Tata Cara Kemitraan Pemanfaatan Hutan di Wilayah Tertentu
Pada Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung dan Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi di Provinsi
Sumatera Barat) hingga pemerintah pusat (Permen LHK RI No. P.106/MenLHK /Setjen/Kum.1/6/2018
Tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Yang Dilindungi). Dalam pemerintahan nagari undang undang dibuat
berdasar kearifan lokal atau kebiasaan yang hidup dalam masyarakat setempat dalam mengelola kekayaan
alamnya. Semua dilakukan untuk menjaga keseimbangan ekosistim kawasan dimana tempat mereka
berada.

Sumber: Zairi Waldani Sumber: Zairi Waldani Sumber: Zairi Waldani

Bunga Bangkai Raksasa Harimau Sumatera Ikan Bilih

Sumber: Zairi Waldani

Bunga Bangkai Raksasa Bunga Raflesia Arnoldi

34

Ikan Bilih merupakan fauna yang di akui sebagai ikan endemik yang terancam punah, sehingga pemerintah
nagari mengeluarkan aturan yang tertuang dalam Peraturan Nagari No 3 tahun 2004 Tentang Tata Tertib
penangkapan Ikan. Sementara itu harimau karena kelangkaannya dilindungi oleh pemerintah indonesia
melalui Permen LHK RI No. P.106/MenLHK/Setjen/Kum.1/6/2018. Dalam hal pemanfaatan serta menjaga
kelestarian sumberdaya yang ada sudah diatur dalam Peraturan Gubernur Sumatera arat nomor 11 tahun
2017 tentang tata cara kemitraan pemanfaatan hutan di wilayah tertentu pada kesatuan pengelolaan hutan
lindung dan kesatuan pengelolaan hutan produksi di provinsi Sumatera Barat.

Untuk mempromosikan kawasan yang diakui sebagai kawasan lindung pemerintah bekerja sama dengan
praktisi lingkungan hidup dan kelompok akademisi. Promosi dapat berupa berita melalui jalur berbagai
macam media sosial dan bagi kelompok akademisi berupa hasil-hasil penelitian yang dipulikasikan dalam
jurnal lokal, nasioanal dan/atau internasional. Untuk usaha melestarikan keanekaragaman hayati di
Sumatera Barat pemerintah sudah mendirikan 32 (tiga puluh dua) hutan lindung seperti pada peta di bawah.

35

E.2.2 Warisan Budaya
Warisan budaya yang akan diusung pada geopark Ranah Minang merujuk kepada dua aspek besar
kebudayaan Minangkabau yaitu Falsafah Alam Takambang Jadi Guru dan Sistem Matrilineal yang
merupakan dari adaptasi dengan kondisi geologi. Kedua aspek besar ini mengahsilkan produk turunan
budaya tangible dan intangibel. Mayoritas dari produk budaya ini telah terlindungi melalui amanat undang
undang No 11 tahun 2010, untuk budaya tangible dan undang undang No 5 tahun 2017, untuk budaya
itangible. Situs-situs ini mayoritas memiliki kaitan dengan Situs-situs tangible yang dilindungi oleh undang-
undang nasional, diantaranya:
Rumah Gadang
Rumah Gadang jika ditinjau dari kebudayaan benda, merupakan artefak benda budaya yang memiliki nilai
filosofis yang tinggi. Alam menjadi inspirasi pendirian Rumah gadang. Filosofi alam Takambang Jadi Guru
diejawantahkan dengan pertimbangan yang matang dalam pembangunannya, mulai dari perencanaan,
pemilihan lokasi, pemilihan bahan, proses pendirian, pengaturan ruang, hingga pemeliharaan.
Meski saat ini rumah gadang telah ada yang terbuat dari beton, namun pada dasarnya, rumah gadang ini
terbuat dari kayu, dengan bentuk rumah panggung. Rumah Gadang mewakili hadirnya seni arsitektur serta
seni ukiran tradisional syarat akan makna yang diambil inspirasinya dari alam.
Secara Arsitektur, Rumah Gadang dan ukirannya memiliki keterkaitan erat dengan kondisi geologis serta
biologi. Nenek moyang Minangkabau ternyata telah mempelajari dan memperhitungkan semuanya. Rumah
gadang di rancang untuk dapat beradaptasi dengan goncangan (gempa) serta serta beradaptasi dengan
kekuatan angin (badai). Secara seni rupa, ukiran rumah gadang memiliki makna-makna filosofis kehidupan
masyarakat Minangkabau. Dari keberadaan Rumah Gadang yang memiliki arsitektur beradaptasi dengan
gempa, terlihat bahwa nenek moyang masyarakat Minangkabau telah siap dengan kondisi tersebut, hidup di
atas patahan Sumatera.

Sumber: Zairi Waldani

36

Surau Sumber: Mevi Rosdian

Surau setelah kedetangan Islam ke Minangkabau Surau, tempat ibadah dan ranah publik laki-laki Minangkabau
identik sebagai tempat ibadah. Akan, tetapi pada
hahkikatnya, surau tidak hanya menjadi tempat Minangkabau. Dalam hal ini surau juga memainkan
ibadah saja yang syarat akan makna religi.Surau peranan yang cukup banyak dalam kehidupan sosial
menjadi ranah publik bagi kaum laki-laki. Pada kemasyarakatan, bisa diartikan surau merupakan
dahulunya anak laki-laki yang mulai beranjak remaja salah satu pranata sosial masyarakat Minangkabau,
(belum menikah) wajib tinggal di Surau, sebab yang muncul dikarekan pengaruh sistem
rumah hanya diperuntukkan untuk kaum kekerabatan matrilineal.
perempuan. Terlebih perempuan yang telah
bersuami, dimana suami si perempuan (urang
sumando) akan tinggal dirumah tersebut. Sesuatu
hal yang memalukan jika anak laki-laki serumah
dengan Urang sumandonya. Di suraulah mereka
belajar tentang kehidupan termasuk mengkaji
materi agama (keIslaman), Remaja laki-laki akan
belajar tentang petatah-petitih adat Minangkabau,
beladiri, randai, dan berbagai kesenian serta adat
budaya Minangkabau. Surau menjadi tempat
penempaan pribadi berkarakter laki-laki

Tradisi Pernaskahan Sumber: Mevi Rosdian

Tradisi pernaskahan atau manuskrip ini pada Tradisi pernaskahan yang ditulis dengan aksara Arab Melayu
awalnya dipergunakan oleh kaum dan suku untuk Sumber: Mevi Rosdian
membuat ranji silsilah keturunan di Minangkabau.
Seiring perkembangan aktivitas di Surau, Tradisi Naskah umumnya berisi materi pengetahuan-pengetahuan tradisional
pernaskahan masuk ke ranah penulisan materi
pengetahuan-pengetahuan tradisional. Naskah-
naskah ini sebagian besar berisi informasi yang
bersifat religius. Kehadiran aksara Arab-Melayu di
Minangkabau juga melatarbelakangi lahirnya teks-
teks berupa naskah yang berisi pengetahuan sosial,
ilmu alam, mantra, syair, legenda, mitos, metode
penyembuhan, dan lain-lain. Serta naskah-naskah
yang berisi nilai-nilai sosial-budaya masyarakat.

Tidak dapat dipungkiri tradisi pernaskahan
berkembang pesat di surau-surau Minangkabau.
Ada beberapa surau yang banyak menyimpan
manuskrip, seperti surau Parak Pisang Sumani
Kab.Solok, surau Calau dan surau Simauang di
Sijunjung yang menyimpan puluhan ribu lembar
manuskrip.Beberapa koleksi manuskrip di Surau
Simaung terdapat bahasan mengenai gempa yang
tentunya terkait dengan Geologi.

37

Hutan Adat

Hutan adat merupakan kawasan hutan yang dikelola sesuai dengan ketententuan adat. Biasanya, ketentuan
serta aturan adat ini ditentukan hasil musyawarah dari beberapa suku dalam suatu nagari. Aturan-aturan ini
berupa garis batas hutan, isi tanaman yang boleh di tanam, pemanfaatan hutan adat untuk kebutuhan kaum,
dan pembagian hasil hutan adat. Banyak hutan adat di Sumatera Barat, seperti hutan adat yang ada di Nagari
Malalo Kabupaten Tanah Datar. Masyarakat hukum adat Malalo sangat konsisten menjaga hutan adat
mereka. Masyarakat meyakini hutan adat berfungsi sebagai sumber air, menjaga kawasan pemukiman dari
bencana longsor atau galodo. Masyarakat menerapkan hukum adat yang kuat dalam menjaga hutan dimana
ada larangan untuk memasuki hutan cadangan dan hutan larangan. Sanksi adat siap diterapkan terhadap
siapa pun yang berani masuk, termasuk kepada petugas dinas kehutanan untuk melakukan penataan batas
kawasan hutan. Hutan adat Malalo merupakan bagian dari wilayah adat Malalo yang difungsikan oleh
masyarakat sebagai daerah penyangga dan sumber air untuk pertanian ataupun kebutuhan sehari-hari.
Dalam pengelolaan dan pemanfaatan hutan, masyarakat hukum adat Malalo membagi hutan dalam tiga
kelompok pemanfaatan yaitu, hutan larangan, hutan cadangan, dan hutan paramuan. Kondisi yang sama
juga berlaku di Nagari Paru di Kabupaten Sijunjung, dan lain sebagainya. Di Nagari Paru masyarakatnya
mendapatkan penghargaan dari Presiden Republik Indonesia untuk pengelolaan dan pemeliharaan hutan.
Penghargaan itu dikenal dengan nama Kalpataru. Dari keberadaan hutan adat ini terlihat bahwa matrilineal
juga memiliki produk berupa aturan bagi masyarakatnya yang juga mempertimbangkan keselarasan
kehidupan manusia dengan alamnya.

Sumber: LPHN Sumpur Kudus

Hutan Adat Kalpataru, penghargaan untuk lingkungan yang terjaga Hutan Adat
Bakaua Adat
E.2.3 Warisan Takbenda

Adat Istiadat

Hal yang menarik dari adat istiadat di Minangkabau
ialah keselarasan antara sistem matrilineal dengan
syariat Islam yang dijalankan mayoritas masyarakat
Minangkabau. Turunan dari keselarasan tersebut
menghasilkan produk-produk adat istiadat seperti
upacara-upacara adat, undang-undang adat,
struktur sosial masyarakat, hingga hubungan
manusia dengan tuhan. Hukum adat pengelolaan
hutan, adat dan upacara perkawinan, kematian,
kelahiran, kepercayaan, adat bergaul, berbicara,
dan lain-lain yang kesemuanya merupakan ciri khas
autentik dari budaya matrilineal Minangkabau.

38

Tradisi Lisan

Budaya tradisi lisan merupakan turunan dari pengetahuan tradisional masyarakat Minangkabau. Tradisi lisan
atau oral tradition adalah sesuatu yang sangat vital bagi masyarakat Minangkabau. Tradisi lisan ini berupa
mitos, legenda, dongeng, sejarah lisan, pribahasa, teka teki, pantun, peribahasa, dan mantra. Kesemuanya
memiliki keunikan seperti mitos, legenda, dogeng, terkait kesaktian suatu benda alam maupun wilayah.
Begitu juga dengan pribahasa dan pantun. Masyarakat Minangkabau juga menerapkannya pada "panitahan
dan pidato-pidato adat", maupun dalam pergaulan keseharian. Begitu juga pada mantra. Mantra cenderung
digunakan pada metode penyehatan oleh dukun-dukun kampung. Begitu juga dengan penamaan nama
tempat atau benda yang dapat ditelusuri melalui kajian toponimi.

Sumber: Mevi Rosdian Sumber: Mevi Rosdian

Tradisi lisan yang diterapkan dalam panitahan dan pidato-pidato adat Produk tradisi lisan berupa cerita tradisional
yang dikemas dalam seni pertunjukan randai

Seni dan Permainan Tradisional

Berbicara tentang kesenian, maka sangatlah banyak ragam kesenian yang ada di Minangkabau. Contohnya
Randai. Randai terkategori dalam seni pertunjukan yang kompleks, karena dalam seni Randai, dibangun
melalui beberapa aspek kesenian lain seperti seni tari, seni suara, seni musik, seni teater, sastra, bahkan silek
(beladiri asli Minangkabau). Randai seolah menjadi ranah untuk mempertunjukan semua keragaman seni
tersebut dalam bentuk satu seni pertunjukan. Selain berbentuk seni pertunjukan, seni rupa rupa juga menjadi
kesenian yang utama di Minangkabau. Seni rupa yang dimaksud adalah seni ukir,kria logam, hingga sulaman
pada sastra Minangkabau. Karya-karya senirupa tersebut tidak hanya memiliki nilai estetis saja, namun
memiliki nilai filosif tinggi yang tentunya memiliki keterkaitan terhadap matrilineal dan falsafah Alam
takambang jadi guru pada wastra. Aspek kesenian tersebut tentunya memiliki karakter kuat auntentik
Minangkabau. Demikian pula halnya dengan permainan tradisional seperti Pacu Jawi yang dilakukan setelah
panen padi.

Sumber: Yenny Narny

Pacu Jawi, permainan tradisional Minangkabau yang biasanya dilakukan pasca panen padi

39

Pengetahuan Tradisional

Di Sumatera Barat masih banyak terdapat pengetahuan tradisional seperti makanan, minuman, ramuan
tradisional, metode penyehatan, kerajinan, pakaian tradisional, rempah dan bumbu, serta pengetahuan
kebuasaan perilaku mengenai alam semesta. Dalam hal kesehatan, di Sumatera Barat banyak para ahli atau
dinamakan juga dengan dukun kampung yang memiliki kemampuan dalam penyembuhan penyakit. Mereka
sangat populer, sebab mampu menyembuhkan segala penyakit yang kadangkala tidak terjangkau oleh
medis. Dalam hal makanan dan minuman,randang adalah makanan paling enak sedunia, sebab tidak hanya
dari segi rasa saja keunggulannya, namun juga pada khasiat yang ada di dalamnya.Dalam hal pakaian,
Sumatera Barat sejak dahulu sudah terkenal dengan tenun dan sulaman. Seperti tenunan yang berpusat di
Pandai Sikek, Silungkang, dan juga Perkampungan Adat Sijunjung, atau sulaman Koto Gadang, Sungayang,
dan Saniangbaka. Beberapa diantaranya telah menjadi industri rumahan yang telah mendunia, yang mana
pekerjaan ini dilakoni mayoritas perempuan.

E.2.4 Keterlibatan Dalam Topik Yang Terkait Dengan Perubahan Iklim Dan Bahaya Alam

Kawasan rawan bencana alam bertujuan untuk memberikan perlindungan atas kemungkinan bencana
terhadap kelestarian lingkungan hidup yang mencakup sumber daya alam dan sumber daya buatan serta
kegiatan lainnya. Rencana pengelolaan kawasan rawan bencana alam di Geopark Ranah Minang terdiri
atas:
a.Pelestarian dan perlindungan kawasan lindung dari kegiatan budidaya;
b.Pelestarian ekosistem yang merupakan ciri khas kawasan melalui tindakan pencegahan
perusakan dan upaya pengembalian pada rona awal sesuai ekosistem yang pernah ada; dan
c.Pemanfaatan teknologi untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan akibat adanya kerentanan
kawasan.Arahan Tindakan Pencegahan bencana dan perubahan iklim di Kawasan Geopark Ranah Minang.

Secara umum, terdapat 4 strategi Penanggulangan Bencana, yakni:
a. Penguatan Regulasi dan Kapasitas Kelembagaan
b.Penelitian, Pendidikan dan Pelatihan
c.Peningkatan Kapasitas dan Partisipasi Masyarakat di Kawasan Ruang Evakuasi Bencana

Kawasan Rimbo Larangan
Sumber: Febrin Anas Ismail

Pelatihan Konstruksi

40

E.3. Manajemen

Dasar Hukum dan Bentuk

Geopark Ranah Minang adalah gabungan dari beberapa geopark nasional dan aspiring geopark nasional
yang ada di Provinsi Sumatera Barat. Geopark nasional adalah taman bumi yang diakui dalam
pemerintahan Republik Indonesia berdasarkan Perpres No. 95…..

Dalam perpres tersebut setiap geoparak harus memiliki badan pengelola dan objek yang dikelola berupa
warisan geologi, biologi dan budaya. Konsep pengelolaan berpilar pada kegiatan konservasi, pendidikan
dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Geopark Ranah minang berada di 11 Kabupaten Kota yang ada di Provinsi Sumatera Barat yaitu Kabupatan
Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat, Kabupaten Agam, Kota Bukittinggi, Kabupaten 50 Kota, Kabupaten
Tanah Datar, Kabupaten Solok, Kabupaten Solok Selatan, Kota Sawahlunto, Kabupaten Sijinjung,
Kabupaten Dharmasraya. Agar pengelolaan dapat dilakukan secara efektif dan efisien, dibentuk Badan
Pengelola berdasarkan SK Gubernur No……yang struktur manajemennya disesuaikan dengan kondisi
geografis dan sistem peraturan yang ada.

Struktur Manajemen

Struktur manajemen terdiri dari berbagai unsur yaitu Pemerintah, Akademisi, Swasta, NGO, dan
Masyarakat seperti terlihat pada bagan di bawah ini. Dewan Penasehat terdiri dari Gubernur, Wakil
Gubernur, Bupati dan Walikota yang terdapat kawasan geopark. Peran Dewan Penasehat adalah untuk
memberi arahan kepada Ketua Badan Pengelola tentang kebijakan pembangunan di wilayah
administrasinya agar sinkron dengan pembangunan geopark.

Ketua Badan Pengelola adalah Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat. Penunjukan Sekretaris Daerah
provinsi adalah agar koordinasi dengan elemen-elemen lainnya dalam pemerintahan dapat dilakukan
secara efektif mengingat Sekretaris Daerah adalah jabatan tertinggi non politik dan memiliki kekuasaan
untuk mengatur seluruh apparat yang ada dibawahnya. Mengingat Sekertaris Daerah memiliki tugas yang
luas dan berat, untuk mengelola geopark, Sekretaris Daerah akan dibantu oleh Ketua Harian yang bekerja
secara full time.

Ketua Harian adalah orang yang ditunjuk secara penuh untuk membantu Ketua Badan Pengelola dalam
mengelola geoapark. Ketua Badan Pengelola akan dibantu oleh Sekretaris yang bertugas untuk melakukan
administrasi pengelolaan. Lokasi sekretariat pengelolaan berada pada Bappeda.

Dibawah Ketua Badan Pengelola akan ada Komisi Teknis, Tenaga Ahli, Ketua Badan Pengelola Wilayah
dan Divisi terkait bidang tugas pengelolaan Geopark. Komisi Teknis adalah komisi yang dibentuk untuk
mensinkronkan kegiatan di komisi dengan kegiatan yang ada di geopark. Komisi Teknis terdiri dari
Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang bidang tugasnya berhubungan dengan Geopark seperti
Balitbangda, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pendidikan, Dinas Parawisata, Dinas Pemberdayaan
Masyarakat. Sementara Tenaga Teknis adalah Tenaga Ahli yang diperbantukan untuk melakukan edukasi
dan kajian di kawasan geopark.

Ketua Badan Pengelola Wilayah adalah koordinator pengelolaan wilayah yang ada di 11 Kabupaten Kota
dalam wilayah Geopark. Ketua Badan Pengelola Geopark akan dibantu seorang sekretaris yang berkantor
di Bappeda. Dibawah Ketua Badan Pengelola Wilayah terdapat Manajer Geosite yang bertanggung jawab
dalam pengelolaan geosite di wilayah tersebut.

41

Untuk membantu Kepala Badan Pengelola Geopark dibentuk Divisi-Divisi sesuai dengan Bidang Geopark
yaitu Divisi Perencanaan, Divisi Pengembangan Geosite, Divisi Konservasi, Divisi Pemberdayaan dan
Pendidikan Masyarakat, Divisi Pengembangan Geoproduk, dan Divisi Promosi dan Event.

SEKRETARIS
(Bappeda)

Aspek Keuangan

Anggaran geopark Ranah Minang setiap tahun akan diputuskan oleh Pemerintah Daerah Provinsi dan
Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota atas persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat daerah. Disamping itu
sejumlah pendapatan juga diperoleh dari layanan dan minat serta melalui sumbangan dari berbagai pihak
baik nasional maupun internasional.

Beberapa kegiatan pengembangan geopark dilakukan dengan pola kerjasama dengan instansi terkait yang
memiliki alokasi anggaran untuk itu seperti Kementerian Terkait, OPD Provinsi/Kabupaten/Kota, Perguruan
Tinggi, Lembaga Penelitian dan CSR Perusahaan. Anggaran untuk tahun 2022 dan rencana anggaran tahun
2023 dan 2024 dapat di lihat dalam Tabel berikut.

Ringkasan dari Ringkasan dari Ringkasan dari
anggaran tetap 2022 perkiraan anggaran 2023 perkiraan anggaran 2024

(Rp) (Rp) (Rp)

Pendapatan (jum lah total) 1.628.336.000 2.422.109 .000 3.531.020,000
APBD Provinsi 2.455.249.000 2/513.551.000 2.489.425.000
APBD Kabupaten/Kota 1,360.762.000 1.943.661.000 2.266.459.000
B e r k e la n j ut a n
Iy uran Kab./Kota 300,551.000 54.336.000 47.104.000
CSR 1.000.000.000 1.000.000.000 1.000.000.000
3.212.174.000 3.349.745.000 3.166,515.000
Aneka ragam
63.565.000 38.415.000 33.297.000

Pengeluaran (jum lah total) 1.441.396.000 2.409.532.000 3.960.286.000
903.871.000 1.043.133.000 1.043.133.000
Biaya personel 163.007.000
300,551.000 251.288.000 295.255.000
Biaya operasional 5.157.027.000 92,172.000 77.708.000
10.186.941.000
M o b ilita s 7.638.874.000 10.943.738.000
Biaya yang terkait dengan proyek daerah 15.384.066.000 5.488.306.000
(didanai pem erintah daerah)

Biaya terkait dengan proyek Kem enterian

42

Badan Pengelola Geopark Ranah Minang Menuju UGG

Secara total, 9 karyawan bekerja secara permanen di geopark Ranah Minang. Tim ini memiliki pengalaman
dalam bidang manajemen dan memiliki pengetahuan tentang aspek-aspek yang terkait dengan geopark. Tim
ini juga disupport oleh Geopark Development Center Universitas Andalas dalam bentuk kerjasama yang
tertuang dalam MoU. Disamping itu juga Tim mendapat bantuan dari Lembaga Nasional seperti Badan
Geologi, LIPI, dan Perguruan Tinggi seperti ITB, Unpad, UNP, STTIND, Taman Siswa.

Nama Tipe Peran Kualifikasi % Jenis
Kontrak Kelamin

Hansastri, Permanen Ketua Magister
SE., AK., MM, CFRA Harian dalam 50 M
Akutansi

Dr. Ir. Febrin Permanen Ketua Dr dalam 100 M
Anas Ismail, MT Harian bidang

Teknik Sipil

Yenny Narny, PhD dalam
SS., MA., Ph. D bidang
Permanen Sekretaris Kebudayaan 100 F

Dian Hadiyansyah, Divisi Magister 100 M
ST., MT Permanen Pengembangan dalam
bidang
Geosite Geologi

Ahmad Fadhly, Permanen Divisi Magister 100 M
ST., MT Perencanaan dalam
bidang
Geologi

43

Yusra Agustin, ST Permanen Magister 70 M
dalam
bidang
GIS

Divisi Magister
Pemberdayaan dalam
Mevi Rosdian, dan bidang
S. Sos., M.Sn Permanen Pengembangan 70 M
Sosiologi
Masyarakat

Dr. Tesri Meideliza Permanen Divisi Dr dalam 100 M
Konservasi bidang
Bilogi

Fachri Van Renov, Divisi Magister 100 M
ST Permanen Pengembangan dalam
bidang
Produk
Vulcanic

Ir. Zairi Waldani Permanen Divisi Professional 70 M
Promosi Fotografi
dan Event

Prof. Ir. Abdul Permanen Koordinator Dr dalam 50 M
Hakam, MT. Tim Ahli bidang

geoteknik
dan

kebencanaan

44

E.4.Tumpang Tindih

Geopark Ranah Minang memiliki delinasi yang tumpang tindih dengan situs ombilin coal mining heritage.
Delinasi yang tumpang tindih tersebut ada di wilayah Kota Sawahlunto dan Kabupaten Solok. Selain itu
tumpang tindih juga terjadi di situs tropical rain forest heritage dengan wilayah Kabupaten Solok Selatan.

E.5. Kegiatan Pendidikan

Badan Pengelola Geopark Ranah Minang menyediakan program pendidikan bagi siswa mulai dari sekolah
dasar, menengah dan atas. Badan pengelola merencang dua program yang dinamai dengan School Go to
Geopark dan Geopark Go to School. Program School Geopark adalah program yang memberikan akses dan
keleluasaan bagi para siswa sekolah dasar, menengah dan atas untuk datang ke geosite-geosite kawasan
Geopark Ranah. Para siswa ini didampingi oleh guru dan ahli geologi serta pemandu wisata setempat.
Sementara itu Geopark go to School program yang mendatangkan tenaga ahli geopark ke sekolah-sekolah
diseluruh wilayah Sumatera Barat. Implementasi kedua program kegiatan ini adalah membawa pemahaman
kepada siswa terhadap upaya pelestarian lingkungan dan pemuliaan warisan bumi.

Sumber: Ahmad Fadhly Sumber: Ridwan

Geopark to School School to Geopark

E.6 Geotourism

Geopark Ranah Minang, memiliki keunikan yang tidak dimiliki oleh geopark- geopark lain yang telah ada di
dunia. Dimana geoparknya mengungulkan situs warisan geologi terkemuka yang bernilai internasional
berupa tektonik tumbukan Lempeng Benua Eurasia dan Lempeng Samudra Hindia dan pengaruh aktivitas
tektonik berupa patahan sumatera, serta morfologi amfiteater yang spektakuler pada endapan kuarter
dengan materil endapan berasal juga dari endapan piroklastik gunung api purba sitinjau (maninjau) sehingga
menjadi objek penelitian yang sangat penting baik secara nasional maupun internasional. Keunikan ini juga
menjadi daya tarik bagi pengunjung dari kalangan masyarakat awam yang memiliki latar belakang
pendidikan yang berbeda –beda yang membuka peluang bagi pengembangan ekonomi berbasis geowisata.
Pengunjung yang datang ke lokasi geosite akan memperoleh informasi baru tentang sebagian sejarah dan
perkembangan bumi melalui para pemandu wisata. Pengujung juga mendapatkan pengetahuan tentang
kebijakan pembangunan berkelanjutan. Untuk mengembangkan kegiatan geoturism di lokasi geosite
kawasan Geopark Ranah Minang, badan pengelola beberapa kegiatan seperti; peningkatkan promosi nilai
ilmiah kawasan geopark, menyusun program pendidikan lingkungan formal (masuk dalam kurikulum
sekolah) maupuntidak formal kepada masyarakat disekitar geopark maupun pengunjung, membuat bahan
pendidikan tentang geopark dan konservasi dalam bentuk film dokumenter, video, slideshow, komputer
interaktif, khusus untuk anak sekolah dan melakukan pelatihan kepada masyarakat setempat untuk
menjadi pemandu wisata, pelaku usaha perokonomian seperti kuliner dan cinderamata maupun berupa
produk unggulan dari tiap desa di dalam kawasan geopark.

45

E.7 Pembangunan Berkelanjutan dan Kemitraan

E.7.1. Pembangunan Berkelanjutan dan Kemitraan

Prinsip dasar dalam program pemberdayaan masyarakat adalah memberikan akses yang lebih luas kepada
masyarakat untuk bisa mandiri. Program harus dirancang mencakup partisipasi, transparansi dan
akuntabilitas sehingga setiap program akan menjadi sarana pembelajaran bersama untuk program
pembelajaran berikutnya yang lebih baik. Kebijakan yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat
adalah :

· Melakukan pemetaan sosial diseluruh desa dalam kawasan geopark
· Melakukan identifikasi kebutuhan masyarakat setempat serta merancang program kegiatannya

berupa pelatihan, menentukan target yang diharapkan serta sumberdaya yang digunakan atau
dilibatkan
· Melakukan komunikasi rutin antara tim pengembangan masyarakat dari badan pengelola dengan
unsur pemangku kepentingan di setiap wilayah desa dalam kawasan geopark, mencakup
penyusunan program kerjasama yang akan dilakukan serta implementasinya
· Menyiapkan parameter penilaian keberhasilan program melalui indikator keberhasilan dari sisi
internal (masyarakat) dan sisi eksternal (pemerintah daerah/badan pengelola)

Beberapa strategi pengembangan Geopark Ranah Minang secara langsung berkontribusi pada
pembangunan berkelanjutan di kawasan ini:

· Usaha kecil dan menengah (UKM) adalah kategori pemangku kepentingan yang penting untuk
pembangunan berkelanjutan lokal. Untuk mendukung dan mendorong para aktor ini dalam transisi ini,
tawaran dukungan telah dikembangkan oleh Geopark Ranah Minang & Departemen Ekonomi
Daerah. Misalnya, UKM dapat memperoleh dukungan dalam masalah bisnis saat ini, serta untuk
topik/proyek yang terkait dengan keberlanjutan, seperti aplikasi label, efisiensi energi, pengurangan
limbah, digitalisasi, informasi tentang program pendanaan, dll. berkelanjutan dan tersedia untuk
bisnis yang didirikan di wilayah tersebut:

· Proyek “Save energi Geopark” yang didanai universitas berfokus pada mendidik konsumen tentang
konsumsi dan pembelian yang berkelanjutan, dan menginformasikan bisnis tentang bagaimana
mereka dapat mempraktikkan prinsip-prinsip ekonomi sirkular (misalnya mendorong bisnis untuk
menggunakan sumber daya alam secara efisien, untuk mengadopsi praktik produksi yang
berkelanjutan dan untuk mengurangi limbah mereka).

· Proyek Jaringan Efisiensi Energi memiliki tujuan untuk bisnis perusahaan dalam transisi energi, untuk
mengurangi konsumsi energi mereka dan mendorong mereka untuk menggunakan sumber energi
terbarukan, serta untuk memfasilitasi pertukaran pengalaman dan praktik yang baik antar bisnis
dikawasan geosite.

· Program 'Satu pengda satu geowisata” merupakan Kerjasama antara IAGI Sumatera Barat dan
Geopark Ranah Minang dalam memberikan edukasi terkait pengelolaan geosite menjadi kegiatan
pariwisata berbasis edukasi

· Menyusun program mitigasi bencana dengan “Jelajah alam jejak patahan sumatera” dalam
mengkonservasi dan memberikan edukasi terkait mengurangi resiko bencana di kawasan

E.7.2 Kemitraan

Aspek yang paling penting untuk pembangunan berkelanjutan di kawasan ini adalah kerjasama yang
dibangun antara pemangku kepentingan regional yang berbeda dari sektor ekonomi, ekologi, pariwisata dan
sosial, yang bekerja sama sebagai mitra dan berhubungan erat dengan otoritas nasional. Rencana jangka
panjang dijamin oleh struktur Badan Pengelola Geopark Ranah Minang, menyatukan masyarakat lokal dan
perwakilan dari kementerian, dan semua organisasi yang bekerja di bidang yang sama.

46

Tingkat Lokal

Di tingkat lokal, pada tahun 2020, Geopark Ranah Minang mengembangkan perjanjian kemitraan formal
dengan pemangku kepentingan lokal, yang dapat diklasifikasikan dalam empat kategori mitra yang berbeda:
lembaga, mitra bisnis, produsen daerah, dan mitra pendidikan. Tujuan dari perjanjian kemitraan ini adalah:

· Untuk mengkomunikasikan lebih lanjut tugas dan tujuan Geopark Ranah Minang dan misi Geopark
Global UNESCO.

· Untuk melindungi dan meningkatkan warisan geologi, alam, budaya dan takbenda di kawasan ini.
· Untuk memberikan informasi kepada wisatawan dan penduduk lokal pada geologi dan sumber daya

geologi Geopark Ranah Minang.
· Untuk memastikan pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan oleh lembaga mitra

kuliah.
· Memperkuat kerjasama lokal, regional dan nasional dengan lembaga lain yang berkontribusi pada

tujuan Geopark Ranah Minang.

Serangkaian kriteria yang tepat telah ditentukan untuk setiap kategori mitra, seperti:
· Lokasi kantor pusat mitra atau kegiatannya. Nilai-nilai yang dinyatakan oleh mitra kerjasama.
· Komitmen untuk berkontribusi pada perlindungan dan penyadaran peningkatan kewajaran warisan
geologi, alam, budaya dan takbenda.
· Komitmen untuk mengikuti kebijakan lingkungan yang berkelanjutan, serta kewajiban untuk
membuat kemitraan terlihat (melalui tanda/stiker mitra di pintu masuk gedung dan/atau di situs web
mitra dalam format digital) dan mengikuti kursus pelatihan yang diselenggarakan oleh Geopark
Ranah Minang yang terkait dengan kemitraan.

Level Nasional

Kemitraan informal juga ada antara Geopark Ranah Minang dan pelaku ekonomi penting di tingkat nasional.
Misalnya, Departemen Perekonomian Daerah bekerja sama dengan Kementerian Perekonomian – Direktorat
Jenderal Usaha Kecil dan Menengah, KADIN, House of Entrepreneurship (Kamar Dagang), dll. Jaringan ini
memungkinkan untuk menawarkan dukungan yang lebih baik kepada bisnis dan kursus pelatihan serta acara
informasi berkualitas tinggi.

Selain itu, kemitraan formal dan informal ada dengan:
· Sekolah dasar lokal dan pendidikan regional dan nasional lembaga pendidikan yang berafiliasi
dengan Kementerian Pendidikan, Anak dan Pemuda (salah satu kekuatan pendorong di belakang
pembangunan pendidikan di Sumatera Barat, Lembaga Pelatihan Pendidikan Nasional; direktorat
regional pendidikan dasar;
· lembaga non-pendidikan formal, yang berfungsi untuk memastikan implementasi kebijakan
pemuda dan menciptakan pusat sumber daya untuk sektor pemuda
· Banyak mitra menawarkan kegiatan untuk booket kegiatan tahunan. Ini termasuk individu swasta,
komunitas dan perusahaan daerah, yang mendapat manfaat dari promosi pada saat yang sama.

47

E.7.3 Partisipasi Penuh dan Efektif Masyarakat Lokal dan Masyarakat Adat

Pengembangan dan pengelolaan Geopark Ranah Minang telah berlangsung dan masih berlangsung dengan
pendekatan bottom-up, dengan keterlibatan yang luas dari penduduk lokal dan regional. Ini menunjukkan
bagaimana Geopark Ranah Minang sangat terintegrasi dalam komunitas regional. Keterlibatan publik tetap
menjadi salah satu strategi rencana induk Geopark Ranah Minang untuk memperkuat identitas daerah.
Sejumlah besar proposal proyek mengenai warisan kawasan diajukan oleh masyarakat lokal dan pemerintah
daerah selama fase pendirian Geopark Ranah Minang. Semua kegiatan yang ditawarkan Geopark Ranah
Minang, seperti lokakarya dan layanan yang diberikan, menunjukkan komunikasi dan hubungan yang kuat
dan efektif dengan penduduk seperti :.

1. Memberikan informasi tentang partisipasi penuh dan efektif dari masyarakat lokal dan masyarakat
adat dalam perencanaan dan pelaksanaan pengelolaan dan pengembangan aUGGp.

2. Mempresentasikan bagaimana masyarakat lokal dan masyarakat adat terlibat dan tindakan apa yang
dilakukan aUGGp, misalnya:
- Memperkuat peran mereka dalam pengambilan keputusan;
- Memastikan akses dan penggunaan berkelanjutan mereka atas situs dan sumber dayanya,
baik yang berwujud (misalnya makanan, air, bahan bakar, tempat tinggal) dan tidak berwujud
(misalnya tempat makna dan spiritualitas);
- Mengenali dan mempertahankan budaya mereka yang khas, termasuk bahasa, sistem
pengetahuan, praktik, nilai, dan pandangan dunia mereka?

3. Karena bahasa mungkin menjadi penghalang, apakah tim UGGp dan Geopark ranah Minang
menggunakan penerjemah lokal, atau metode lain, untuk memastikan komunikasi yang baik.

E.8 Jejaring Geopark

Geopark Ranah Minang berpartisipasi pada jejaring nasional dan internasional, antara lain:
Mendapatkan sertifikat Geopark Nasional di Pongkor oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya dan perwakilan
Komite Nasonal Geopark Indonesia (KNGI) kepada 3 (tiga) Geopark Nasional di kawasan Geopark Ranah
Minang antara lain: Geopark Silokek, Geopark Sawahlunto, Geopark Ngarai Sianok-Maninjau.
Mengikuti acara The 6th APGN Symposium 2019 di Lombok dengan tema “UNESCO Global Geoparks
Toward Sustaining Local Communities and Reducing Geohazard Risk”. Simposium yang diikuti oleh total
lebih dari 600 peserta yang berasal dari 30 negara ini juga terdiri dari Geo Fair dan UMKM Expo. Geo Fair
ditujukan untuk menunjukkan potensi geopark dari negara peserta simposium, adapun UMKM Expo
merupakan sarana untuk memamerkan produk-produk unggulan produksi komunitas lokal.
Mengikuti Kongres Jaringan Geopark Indonesia (JGI) II dalam rangka meningkatkan kualitas pengelolaan
dan pengembangan serta keberlanjutan Geopark di Indonesia yang berlangsung di Hotel Santika Premier
Yogjakarta 22-24 Maret 2021.

E.9 Penjualan Material Geologi

Geopark Ranah Minang tidak terlibat dalam penjualan material geologis apa pun. Larangan menjual
material geologi dituangkan dalam perjanjian kemitraan yang telah ditetapkan Geopark Ranah Minang
dengan mitra lokal.

48

F. Minat dan Argumentasi Menjadi Geopark Global UNESCO

Patahan Besar Sumatera terbentuk melalui proses tektonik akibat subduksi dua lempeng benua yaitu
lempeng Indo-Australia dan lempeng Eurasia. Perbukitan dan lembah di Patahan Besar Sumatera menjadi
ciri khas Geopark Ranah Minang. Torehan-torehan patahan di sekitar Patahan Besar Sumatera menjadi
jalur-jalur lemah dalam proses erosi dan pembentukan aliran sungai. Proses Pull-apart Basin akibat aktivitas
Patahan Besar Sumatera yang berlangsung dari Periode Miosen Tengah hingga sekarang
bertanggungjawab terhadap percepatan pembentukan lembah dan cekungan di sepanjang patahan
terutama Lembah Danau Diatas, Lembah Danau Dibawah dan Lembah Danau Singkarak.
Perbedaan jenis dan karakteristik batuan di sepanjang Zona Patahan Sumatera memberikan variasi
bentukan bentangan alam dengan batuan yang lebih keras dan topografi yang lebih tinggi dan terjal. Hal ini
memberikan keindahan dan pesona yang khas di Kawasan Geopark Ranah Minang.

Bentangan alam Geopark Ranah Minang mengandung warisan geologi, keanekaragaman hayati, dan
budaya yang bernilai tinggi. Oleh karena itu, sangat penting untuk melindungi, melestarikan, dan
meningkatkan kesadaran akan nilai warisan yang sangat berharga ini.

Geopark Ranah Minang dibangun bersama dengan semangat dan motivasi tinggi untuk mendorong
pembangunan berkelanjutan dengan menawarkan berbagai layanan antara lain, kegiatan konservasi,
kegiatan pendidikan dan kegiatan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan dengan pendekatan holistik
dan multidisiplin. Salah satu contoh tindakan perlindungan alam yang sekaligus membangun ekonomi
berkelanjutan adalah dengan melibatkan masyarakat lokal sehingga meningkatkan lapangan kerja sekaligus
menjaga lingkungannya.

Berpartisipasi dalam Jaringan UNESCO Global Geopark memungkinkan Geopark Ranah Minang menjadi
bagian dari proses dinamis yang memungkinkan untuk bertukar dan belajar dari geopark lainnya yang
sekaligus akan meningkatkan profil dan nilai wilayah Geopark Ranah Minang.

Pengelolaan Geopark Ranah Minang tidak hanya tentang warisan, tetapi juga pada dasarnya membangun
masa depan yang lebih baik untuk semua orang. Oleh karena itu kami percaya bahwa pengakuan UNESCO
dapat membawa Geopark Ranah Minang menjadi lebih baik dan dapat menjangkau lebih banyak orang serta
berdampak pada pembangunan regional. Pengakuan ini akan membantu meningkatkan visibilitas nasional
dan internasional yang tentunya sejalan dengan tujuan yang hendak dicapai dalam pembangunan
berkelanjutan. Hal ini akan berdampak langsung pada pariwisata dengan menarik lebih banyak pengunjung,
diversifikasi pariwisata dan pengembangan geowisata.

Pengakuan ini juga akan membantu meningkatkan warisan geologi di kawasan ini yang berhubungan dengan
warisan alam, budaya dan takbenda, sehingga membuat penduduk lokal lebih bangga dengan warisannya.
Kesadaran warisan yang lebih besar ini akan lebih memotivasi masyarakat lokal untuk percaya pada potensi
wilayahnya. Perlindungan dan kepastian hukum melalui penetapan status dan akreditasi akan menimbulkan
investasi dalam jangka pendek dan menengah yang akan menguntungkan kehidupan masyarakat dan
terlaksananya transfer pengetahuan tentang kawasan, evolusi bumi, keanekaragaman hanyati melalui
penelitian-penelitian ilmiah.

Salah satu ciri khas Geopark Ranah Minang adalah sinergi yang baik antara pemerintah dan masyarakat
untuk semua bidang dalam pengembangan dan pengelolaan geopark. Masyarakat terlibat aktif dalam semua
kegiatan baik yang dikelola oleh pemerintah daerah dan pusat serta pihak swasta baik bersifat nasional
maupun regional. Menjadi UNESCO Global Geopark akan memperluas jaringan kerjasama dalam upaya
mengembangkan kawasan geopark dan akan terus memotivasi masyarakat lokal untuk terlibat dalam
menjaga bumi dan mensejahterakan masyarakat.

Evaluasi yang dilakukan setiap empat tahun sekali membuat kawasan geopark kami menjadi lebih dinamis,
dan mendorong pengaktifan komunitas secara terus menerus berdasarkan masukan dari UNESCO.

49

Geopark: Melestarikan Bumi,
Mensejahterakan Masyarakat


Click to View FlipBook Version