The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Majalah Alam, Bumi, dan Manusia

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by alfonsoalbourqueque, 2021-12-11 23:02:54

Geopark Magazine

Majalah Alam, Bumi, dan Manusia

Keywords: Geopark

geopark magazine

Majalah Bumi, Alam, dan Manusia

EDISI I DESEMBER 2021

PATAHAN BESAR

SUMATERA

Living in Harmony. Kehidupan masyarakat
Minangkabau di tengah kondisi geologi yang

eksotis dan rawan bencana.

Salam Redaksi

Sobat Bumi, hari ini sejarah tengah dibuat. Majalah Geopark ini hadir sebagai
penyambut akan kegairahan yang meluap atas tuturan, pengisahan, dan penikaman
jejak di perantauan waktu tentang taman bumi kita yang sering diabaikan.

Sumatera Barat sendiri, saat ini telah memiliki tiga geopark atau taman bumi yang
potensial untuk dikembangkan para insan pencinta geologi, keanekaragaman hayati,
dan keberagaman sosio-kultural yang mengeliling lanskap Taman Bumi itu. Kita mesti
bangga telah memiliki Geopark Ngarai Sianok-Maninjau, Geopark Sawahlunto, dan
Geopark Silokek yang sudah diakui secara nasional dan internasional. Ketiga Taman
Bumi di ranah Bundo Kanduang itu, mesti menjadi orientasi insan dosen, peneliti, dan
pengabdi di mana saja, guna mendukung kesejahteraan masyarakat di dalamnya.

uar institusi ini, dalam mengkaji dan mempreservasi situs-situs warisan geologis
negeri ini, baik pada bentang alamnya yang indah, keragaman geologinya,
keanekaragaman hayati dan budayanya, adalah sebuah kerja-kerja profesional serta
mulia. Semua itu dapat dikelola untuk kepentingan dan kebutuhan yang lebih luas,
salah satunya melalui penerbitan majalah kita ini.

Kita dapat berharap, dan yakin, bahwa melalui Majalah Geopark terbitan GDC
Universitas Andalas ini, usaha-usaha konservasi dan edukasi, Geopark atau Taman
Bumi yang kita miliki di Sumatera Barat, dapat menjadi salah satu pilar bagi pem
Jadi Sobat Bumi, mari berpartisipasi. Menulis membuat Taman Bumi Kita
makin asri.

Redaksi

Pimpinan Redaksi geopark magazine
Yudhi Andoni
Majalah Bumi, Alam, dan Manusia
Editor
Febriani Rahayu Putri

Redaktur Sekretariat
Yenny Narny, Dian Hadiansyah Geopark Development Center
Ahmad Fadhly, Febrin Anas Ismail
Ridwan, Hakim. Redaksi
Desain Grafis Muthia Delima Putri, Welly, Ilma
Riski Syukri Zalukhu

Fotografer
Zairi Waldani
Mevi Rosdian
Ari Bonanza

geopark magazine

Majalah Bumi, Alam, dan Manusia

Daftar Isi

i Salam Redaksi
2 Scientific
5 Klik (Picturing)
11 Speak Mind
17 Catatan Perjalanan
26 Sudut

Credit Photo: Aribonanza

SESAR AKTIF

SUMATRA
Aktivitas Tektonik Pulau Sumatra

Indonesia masuk dalam jajaran negara yang rawan terkena gempa bumi. Terletak di antara
dua benua dan dua samudra, menyebabkan Indonesia dilewati oleh 3 lempeng besar, yaitu lempeng
Pasifik, lempeng Indo-Australia, dan lempeng Eurasia. Indonesia memiliki kondisi tektonik aktif
yang terbagi dalam dua kelompok yang berbeda. Di bagian barat Indonesia terjadi tumbukan antara
lempeng Indo-Australia dan lempeng Eurasia. Sedangkan dibagian timur Indonesa terjadi tumbukan
antar lempeng Indo-Australia, lempeng pasifik dan lempeng Eurasia. Zona-zona tumbukan antar
lempeng merupakan zona dengan kegempaan yang tinggi. Di Indonesia, daerah yang berada di zona
kegempaan tinggi yaitu Pulau Sumatra, Jawa, Maluku, dan Papua. Sedangkan Pulau Kalimantan
berada jauh dari pusat-pusat tumbukan, sehingga daerah ini sangat jarang terkena gempa.

Pulau Sumatra termasuk dalam zona tektonik aktif dan sering terjadi gempa bumi. Hal ini
karena, Pulau Sumatra berada tepat di atas pertemuan dua lempeng besar Indo-Australia dan
lempeng Eurasia. Di pesisir barat pulau, Lempeng Indo Australia dengan pergerakannya, menarik
dan menekan lempeng Eurasia untuk menghujam ke bawah 6-7 cm setiap tahunnya. Lokasi
penghujaman ini disebut dengan zona penghujaman atau subduksi. Sewaktu-waktu, lempeng
Eurasia tidak kuat menahan tekanan lempeng Indo-Australia hingga membuat lempeng tersebut
patah. Patahan lempeng inilah yang menyebabkan gempa besar serta terangkatnya air laut sehingga
menimbulkan tsunami.

Berbeda dengan di laut, pertemuan antar Sumatra Barat menjadi salah satu provinsi
lempeng di darat tidak bergerak secara di Pulau Sumatra dengan zona kegempaan yang
subduksi atau menghujam, namun saling tinggi. Sudah beberapa kali gempa besar
bergesekan dengan berlawanan arah antar dua melanda Sumatra Barat baik itu berpusat di zona
lempeng tektonik tersebut. Hasil dari subduksi ataupun zona pergesekan di Patahan
pergesekan antara lempeng Indo-Australia Sumatra. Salah satu gempa besar yang
dengan Eurasia inilah yang membentuk mengguncang Sumatra Barat yaitu gempa 30
patahan besar Sumatra, pegunungan Bukit September 2009 dengan kekuatan 7.9 M.
Barisan, serta memicu aktivitas vulkanik Gempa yang berpusat di 50 km barat laut Kota
dengan terdapatnya gunung berapi aktif yang Padang ini meluluhlantakan hampir seluruh
tersebar di Pulau Sumatra Bentuk asli dari wilayah Sumatra Barat. Tidak hanya kerusakan
patahan ini bisa dilihat di geosite Ngarai fisik, gempa ini juga memakan ribuan korban
Sianok, Sumatra Barat. Di sini sangat terlihat jiwa yang sebagian besar meninggal akibat
jelas bentuk lembah dan pegunungan yang tertimpa bangunan-bangunan yang rubuh.
'patah-patah' akibat pergerakan lempeng atau
sesar mendatar antara lempeng Eurasia dan
lempeng Indo-Australia.

Patahan Besar Sumatra
(The Great Sumatra's Fault)

Patahan Besar Sumatra atau Sesar subduksi. Namun, jika berada dikedalaman
aktif Sumatra merupakan bentukan geologi yang dangkal, meskipun memiliki magnitude
yang membentang dari ujung utara Pulau yang tidak terlalu besar, tetap akan berisiko
Sumatra hingga selatan pulau. Patahan lebih merusak dibandingkan gempa di zona
Sumatra menjadi patahan ter”megah” di pulau subduksi. Hal ini karena, gempa yang terjadi
Sumatra. Menurut Sieh dan Natawidjaja berada di dekat pemukiman, sehingga
(2000) dalam Neotectonics of The Sumatran kerusakan fisik yang ditimbulkan cukup besar,
Fault, Patahan Besar Sumatra merupakan tapi tidak diikuti oleh tsunami. Salah satu kasus
salah satu fenomena geologi berkelas dunia gempa yang berpusat di patahan Sumatra yaitu
yang berasosiasi dengan peristiwa kegempaan Gempa Padang Panjang tahun 1926 yang
dan gunung api yang masih aktif hingga kini. berpusat di patahan Sianok dan gempa Sumatra
Aktivitas tektonik ini juga memicu aktivitas Barat tahun 2006 yang bepusat di patahan
vulkanik yang membentuk rentenan gunung Singkarak.
api aktif disepanjang Pulau Sumatra.
Hingga kini ancaman terjadinya gempa
Sesar yang membentang dariAceh hingga besar di Sumatra Barat terus membayangi. Kita
Teluk Semangko di Lampung bagian Selatan harus menyadari bahwa gempa terjadi setiap
ini memiliki panjang total sekitar 1900 km. hari, tapi kita hanya merasakan yang besarnya
Patahan Sumatra terbagi menjadi 7 segmen saja. Hal ini karena, bumi kita selalu bergerak
besar, 5 di antaranya berada di Sumatra Barat dan jarak antar patahan juga sangat rapat. Arus
yaitu segmen Suliti, Sumani, Sumpur, panas dalam muka bumi menimbulkan gerakan
Barumun, dan Sianok yang diangkat menjadi konvensi yang menyebabkan lempeng atau
warisan geologi yang memiliki geosite dengan kerak bumi terus bergerak sehingga mereka ada
keindahan dan keunikannya sendiri. yang saling bersinggungan dan menimbulkan
getaran yang terasa ke permukaan bumi. Gempa
Sesar aktif Sumatra menjadi salah satu besar terjadi akibat energi dari tumbukan antar
sumber gempa tektonik yang paling banyak lempeng tersimpan lama, tidak lepas, sehingga
menimbulkan gempa di Sumatra. Ukuran terjadi akumulasi energi. Sehingga sekalinya
magnitude gempa yang berpusat di sesar yang lepas, akan menimbulkan gempa yang
dikenal dengan Sesar Semangko ini relative berkekuatan besar.
lebih kecil dibandingkan gempa di zona

Bagi masyarakat Sumatra Barat, ancaman Singkarak menjadi salah satu destinasi wisata
gempa besar (megatrust) begitu berasa. Di yang banyak dikunjungi wisatawan ketika
antara daerah-daerah di pulau Sumatra, berjunjung ke Sumatra Barat.
lempeng yang belum lepas energinya berada di
pantai Barat Sumatra. Hal ini menimbulkan Lembah Harau, Kabupaten Lima Puluh
adanya seismic gap (kawasan aktif secara Kota, Sumatra Barat, juga tidak dapat
tektonik namun jarang terjadi gempa dalam dipisahkan dari fenomena Sesar Aktif Sumatra.
waktu yang lama) yang berpotensi terjadinya Lembah yang diapit dua tebing terjal ini
gempa besar cukup kuat di massa yang akan terbentuk akibat formasi Brani berumur
datang. Menurut para ahli, besaran gempanya Paleosen yang mengalami pengangkatan akibat
sekitar M 8.8. Jika, terjadi kota Padang Patahan Besar Sumatra sehingga tersikap seperti
sekitarnya memiliki dampak yang besar. sekarang ini. Menjadi destinasi wisata geologi,
Sehingga, mulai dari sekarang masyarakat dan Lembah Harau memikat wisatawan dengan
pemerintah kota Padang diharuskan keindahan alamnya yang memiliki topografi
mempersiapkan diri dari sekarang untuk daratan bergelombang dan berbukit.
menghadapi hal tersebut Pemandangan tebing-tebing granit yang
menjulang tinggi serta hamparan sawah yang
Terlepas dari ancaman gempa bumi, menghijau sangat memanjakan mata setiap
segmen Patahan Sumatra juga membentuk wisatawan yang berkunjung.
geopark-geopark yang indah. Danau
Singkarak salah satunya. Danau yang berada
di Sumatra Barat merupakan salah satu contoh
geosite yang terbentuk akibat proses
pembentukan cekungan pisah tarik di segmen
Sumani. Proses pembentukan ini masih terus
berlanjut sampai sekarang. Bahkan menurut
Sieh dan Natawidjaja (2000), offset patahan
yang berada di Singkarak merupakan patahan
terpanjang di Sumatera dengan panjang 20-22
km.Airnya yang jernih, dikelilingi pepohonan,
dan udara yang sejuk membuat Danau

Geopark lain yang terbentuk
akibat adanya Sesar Sumatra yaitu
Ngarai Sianok. Ngarai ini terbentuk
akibat pergesekan antar lempeng
yang berkelok-kelok dari selatan
Ngarai Koto Gadang hingga Nagari
Sianok dan berakhir di Palupuh.
Patahan ini membentuk dinding
curam, tegak lurus dengan lembah
dan aliran sungai yang memiliki
kedalaman 100 m, panjang sekitar 15
km dan lebar 200 m. Ngarai Sianok
juga merupakan visualisasi paling
nyata dari patahan Sumatra itu
sendiri. Keindahan alam yang unik
serta kuliner tradisionalnya menjadi
salah satu destiasi wisata yang tidak
boleh dilewatkan di Sumatera Barat.


Click to View FlipBook Version