The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Penyusunan Buku Saku ini merupakan aktualisasi dari Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. Adapun tujuan penyusunan buku saku ini sebagai media sosialisasi Masterplan Trans-science Technopark.

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by chandrafirman18, 2022-11-08 08:06:06

Buku Saku Masterplan Trans-science Technopark Kawasan Transmigrasi Mutiara

Penyusunan Buku Saku ini merupakan aktualisasi dari Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. Adapun tujuan penyusunan buku saku ini sebagai media sosialisasi Masterplan Trans-science Technopark.

BUKU SAKU

Masterplan Trans-Science Technopark
Kawasan Transmigrasi Mutiara

KABUPATEN MUNA, PROVINSI SULAWESI TENGGARA

Kata Pengantar

Puji syukur senantiasa kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas karu-
nianya kami dapat menyelesaikan penyusunan Buku Saku Masterplan Trans-Science
Technopark Kawasan Transmigrasi Mutiara. Buku saku ini merupakan resume dari
Laporan Akhir Masterplan Trans-Science Technopark Kawasan Transmigrasi Mutiara
Tahap II. Tujuan penyusunan Buku Saku ini sebagai media sosialisasi Masterplan Trans-
Science Technopark. Dari buku saku ini, diharapkan stakeholder mudah memahami
terkait Masterplan sehingga dapat berpartisipasi dalam pembangunan Trans-science
Technopark Kawasan Transmigrasi Mutiara. Akhir kata, Kami sampaikan terima kasih
kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan Buku Saku Master-
plan Trans-Science Technopark Kawasan Transmigrasi Mutiara.

Jakarta, 9 November 2o22
Direktur Perencanaan Perwujudan

Kawasan Transmigrasi

Dr. R. Bambang Widyatmiko, S.Si, M.T
NIP. 19690103 199803 1 012

Daftar Isi

Bab 1 Pendahuluan ..................................................................... 6
Bab 2
Bab 3 Profil Kawasan Transmigrasi Mutiara 10

Bab 4 Masterplan Trans-Science Technopark

Kawasan Transmigrasi Mutiara 15

Rencana Tindak Lanjut 30

3

Daftar Tabel

Tabel 1 Dokumen Penyusunan Masterplan dan 14
Dokumen Perencanaan 19
Tabel 2 20
Tabel 3 Persentase kemiringan lereng Kec. Batukara 21
Tabel 4 Luas penggunaan lahan Seluruh SKP 22
Tabel 5 Luas penggunaan lahan Kecamatan Batukara
Tabel 6 Luas penggunaan lahan SP Moolo 32
Perumusan Rencana Koordinasi dan Integrasi
Pembangunan TSTP 4

Daftar Gambar 11
12
Gambar 1 Peta Site Lokasi SKP dan KPB Kabupaten Muna 13
Gambar 2 Peta Kawasan Transmigrasi Mutiara 17
Gambar 3 Peta RSKP Mutiara SKP B 19
Gambar 4 Viral Transpolitan Theory (Suratman, 2019) 20
Gambar 5 Peta Kemiringan Lereng Kecamatan Batukara 21
Gambar 6 Peta penggunaan lahan Kecamatan Batukara 22
Gambar 7 Peta RSKP Mutiara SKP B 23
Gambar 8 Peta penggunaan lahan SP Moolo 24
Gambar 9 Peta persebaran zona produksi seluruh SKP 29
Gambar 10 Kesesuaian lahan optimal SP Moolo
Gambar 11 Perspektif Kawasan dan Zona TSTP Muna 5

Bab 1
Pendahuluan

6

Latar Belakang

Konsep baru yang disebut sebagai Transpolitan dimunculkan pada era globalisasi dan teknologi informasi saat
ini. Konsep ini merupakan hasil konsolidasi berbagai stakeholder ketransmigrasian dalam menanggapi perma-
salahan lapangan, kebutuhan para transmigran pendatang, kebutuhan transmigran lokal, kebutuhan pemerin-
tah lokal, serta perkembangan isu pembangunan secara global. Ide transpolitan ini yang diharapkan mampu
menjadi terobosan dan kepastian arah pembangunan baik bagi daerah tujuan transmigrasi maupun bagi daerah
asal transmigran untuk mengirimkan sumber daya manusia sesuai keahlian yang dibutuhkan. Tantangan kemu-
dian terletak pada cara efektif untuk menciptakan batasan kawasan produksi dalam skema transpolitan, serta
untuk memetakan sistem tata rantai produksi agar bisa memunculkan kawasan terpadu. Hal ini yang melatar-
belakangi kebutuhan akan proses identifikasi potensi komoditas atau produk pada satuan kawasan tertentu.

Era Transmigrasi 4.0 selanjutnya akan memunculkan kebutuhan akan generator atau penggerak skema pro-
duksi dan peningkatan nilai tambah hasil produksi. Keterlibatan multistakeholders, yaitu swasta (industri), mas-
yarakat, kalangan akademisi, pemerintah, dan media, diperlukan dalam melaksanakan konsep transpolitan ini.
Konteks hubungan antar pihak-pihak terkait tersebut didasarkan pada inovasi dan kewirausahaan melalui kola-
borasi atau kerja sama saling menguntungkan dalam sinergi pentahelix. Perwujudan skema transpolitan tersebut
membutuhkan pengembangan pusat kegiatan produksi yang dilengkapi fasilitas untuk pengolahan nilai tambah pro-
duk yang memadai serta berbasis perkembangan teknologi dan informasi. Hal ini menjadi dasar munculnya kegiatan
Penyusunan Masterplan Trans-science Technopark. Salah satu pilot project untuk kegiatan ini akan dilaksanakan di
Kawasan Transmigrasi Mu ara Kabupaten Muna Provinsi Sulawesi Tenggara.

7

Dasar Hukum

UU Nomor 29 Tahun 2009 UU Nomor 6 Tahun 2014

Tentang Ketransmigrasian Tentang Desa

UU Nomor 11 Tahun 2020 PP Nomor 3 Tahun 2014

Tentang Cipta Kerja Tentang Ketransmigrasian

PP Nomor 14 Tahun 2016 PP Nomor 21 Tahun 2021

Tentang Penyelenggaraan Perumahan Tentang Penyelenggaraan
dan Kawasan Permukiman Penataan Ruang

PP Nomor 23 Tahun 2021 PP Nomor 45 Tahun 2021

Tentang Penyelenggaraan Kehutanan Tentang Penyelenggaraan
informasi Geospasial
Permendesa No 23 Tahun 2019
Permendesa No 5 Tahun 2021
Tentang Tata Cara Konsolidasi Tanah
Dalam Pelaksanaan Transmigrasi Tentang Tata Cara Perencanaan
Kawasan Transmigrasi
Permenakertrans Nomor :
PER.25/MEN/IX/2009 Permendesa No 25 Tahun 2016

Tentang Tingkat Perkembangan Permukiman Tentang Pembangunan Dan Pengembangan
Transmigrasi Dan Kesejahteraan Transmigran
Prasarana, Sarana, Dan Utilitas Umum Kawasan

Transmigrasi

8

Tujuan Kegiatan

Masterplan Trans-Science Technopark

A. Melakukan proses sintesis temuan Tahap I yaitu inventarisasi data,
informasi, analisis potensi komoditas dan nilai tambah produk, serta
analisis kebutuhan sarana dan prasarana penunjang, menjadi model
rancangan dengan Pra DED

B. Menghasilkan Pra-DED model pengembangan kawasan trans-science
technopark terutama pada fungsi hunian, ruang produksi, dan research
and development

C. Menghasilkan rencana pembangunan Kawasan Transmigrasi Mutiara
sesuai dengan tahapan yang ditentukan

D. Menghasilkan rumusan arah kebijakan, program, sampai indikasi
untuk pelaksanaan kegiatan pengembangan trans-science technopark

9

Bab 2
Profil Kawasan

Transmigrasi Mutiara

10

Gambaran Umum

Gambar 1. Peta Site Lokasi SKP dan KPB Kabupaten Muna 11

Gambaran Umum

Rencana Kawasan Transmigrasi Mutiara

SKP C SKP B Dokumen :
Luas SKP III : 13.830 Ha Luas SKP I : 6.939 Ha RKT Mutiara Tahun 2016
Jumlah Desa : 4 Desa dan 1 Kelurahan
Jumlah Desa : 10 Desa dan 1 Kelurahan Pusat SKP I : Desa Moolo Penetapan :
Cakupan Wilayah : Kec. Batukara SK Menteri No 104 Tahun 2017
Pusat SKP III : Desa Tampunabale
Luas Kawasan :
Cakupan Wilayah : Kec. Pasikolaga dan Kec.Pasir Putih 40,078 Ha

Jumlah Kecamatan :
5 Kecamatan

Jumlah Desa :
30 Desa

Terdiri dari :
3 SKP dan 1 KPB

KPB
Luas KPB : 9.500 Ha
Jumlah Desa : 4 Desa dan 2 Kelurahan
Pusat KPB : Kelurahan Wakorumba
Wilayah : Kec. Wakorumba Selatan

SKP A
Luas SKP II : 9.809 Ha
Jumlah Desa : 6 Desa
Pusat SKP II : Desa Maligano
Cakupan Wilayah : Kec. Maligano

Gambar 2. Peta Kawasan Transmigrasi Mutiara 12

Gambaran Umum

Rencana Satuan Kawasan Pengembangan KT Mutiara SKP B

SKP A Dokumen :
RSKP SKP B Tahun 2019
LUAS = 1.358 Ha
Pusat SKP B :
220 KK SKP B Desa Moolo
LUAS = 986 Ha
Luas SKP :
Gambar 3. Peta RSKP Mutiara SKP B 6.939 Ha

Luas yang potensi :
3.598,81 Ha

Potensi Daya Tampung :
420 kk

Pola Usaha :
Perkebunan & Peternakan

Komoditi Unggulan :
Jagung, Jati, Kelapa, Mete

13

Tabel 1. Dokumen Penyusunan Masterplan dan Dokumen Perencanaan

h ps://bit.ly/TRANS_1

14

Bab 3
Masterplan Trans-Science
Technopark

Kawasan Transmigrasi Mutiara

15

Kawasan Transmigrasi Kawasan Transpolitan
Pengembangan KawasanTransmigrasi dengan
Kawasan budidaya yang memiliki fungsi sebagai pelibatan aktor-aktor pembangunan Pentahelix
permukiman dan tempat usaha masyarakat dalam melalui koordinasi dan integrasi serta fokus pada
satu sistem pengembangan berupa wilayah peningkatan kualitas sumber daya manusia dengan
pengembangan transmigrasi atau lokasi permukiman pemanfaatan teknologi modern dan berkelanjutan.
transmigrasi.
Kawasan dengan efisiensi lahan dan
Kawasan perdesaan yang menjadi prioritas optimalisasi ruang
pembangunan daerahkabupaten/kota
Kawasan tumbuh cepat
Kawasan perdesaan yang berpotensiuntuk Efisiensi anggaran negara
pengembangan pusat pertumbuhan baru
Sumberdaya manusia inovatif
Kawasan perdesaan yang berpotensimenjadi Kolaborasi Pentahelix
daerah belakang (hinterland) dari kota kecil/ Kawasan inovasi Trans Science Techno Park
menengah dan/ataupusat pertumbuhan yang Pengembangan ekonomi digital
sudah ada dan/atau pusat pertumbuhan yang
sudah ada dan/atau pusat pertumbuhan yang 16
sedang berkembang

Konsep Dasar Transpolitan

Ekonomi Digital Pemasaran Produk Unggulan
Kolaborasi Investasi Komitmen Penthahelix
Penelitian dan Pembangunan Inovasi Kebijakan Nasional
Produk Hulu sampai Hilir Pembangunan Kawasan
Digitalisasi Perdesaan Pembangunan Permukiman

Gambar 4. Viral Transpolitan Theory (Suratman, 2019)

Penjelasan pada konsep model kawasan transmigrasi secara terintegrasi dapat dijelaskan pada teori viral yang
mengubah prinsip policy, perencanaan, dan inovasi manajemen. Sumber daya yang dipilih untuk percepatan
pembangunan mengandalkan pada kolaboratif pentahelix , market branding / digital ekonomi , human
resources, inovasi riset dan pengembangan, multi produk alam dan ruang. Dengan teori tersebut maka dapat
dijelaskan lebih lanjut bagaimana lingkaran dinamika tata kelola kawasan transpolitan 4.0 yang diharapkan untuk
dapat menjadi daya saing regional di suatu kabupaten maupun provinsi. Pembangunan ekonomi di masa pandemi
tentu menjadi perha an semua negara untuk pemulihan ekonomi dan kesejahteraan rakyatnya akibat dampak
nega f dari pandemi covid-19 yang menyebabkan banyaknya kegiatan ekonomi yang ditutup yang berdampak
pada pengangguran , kemiskinan, kesehatan, pendidikan dan dampak lainnya.

17

Trans-Science Technopark Tetrapreneur

TSTP Tetrapreneur merupakan implementasi Model Tetrapreneur pada desain Trans-Science
TechnoPark (TSTP) yaitu merupakan inovasi wirausaha berkelanjutan (hulu – hilir) untuk
penciptaan kemandirian dan kewibawaan kelurahan (desa) menuju produk ikonik yang
mendunia melalui pemberdayaan masyarakat.

Chainpreneur (Rantai Wirausaha) Brandpreneur (Merk Wirausaha)
Menciptakan putaran manfaat Mendorong pertumbuhan wirausaha
di dalam desa
melalui kebijakan
1 3

2 4

Marketpreneur (Pasar Wirausaha) Qualitypreneur (Kualitas Wirausaha)
Menciptakan Pasar non–kompetisi Mendorong desa untuk bersaing
sebagai tempat memperkenalkan produk dalam Pasar kompetisi

(Rika Fatimah P.L., S.T., M.Sc., Ph.D - Perumus Inovasi Konsep G2R Tetrapreneur, 2016) 18

Gambar 5. Peta Kemiringan Lereng Visualisasi Data Spasial
Kecamatan Batukara
Penyusunan Peta Relief/Fisiografi Wilayah
No. Kemiringan Lereng Luas (Ha) Persentase (%)
wilayah yang mempunyai lereng datar hingga
1. 0 - 8 % 1666.11 20.14 landai, hamparannya mengelompok pada wilayah
2. 8 - 15 % 1038.27 12.55 pinggir pantai dan bentuknya memanjang mengikuti
3. 15 - 25 % 1935.87 23.40 bentuk garis pantai;
4. 25 - 45 % 2814.96 34.02
5. > 45 % wilayah tengah dan barat Kecamatan Batukara,
TOTAL 819.21 9.90 terhampar wilayah-wilayah yang memunyai kemiringan
lereng yang relatif terjal membentuk wilayah-
8274.42 100.00 wilayah perbukitan.

Berdasarkan kondisi sebaran lereng seperti diuraikan
tersebut, maka zonasi pengembangan wilayah relatif
terbatas pada wilayah-wilayah yang mempunyai
kelerengan datar hingga landai.

Untuk wilayah-wilayah yang mempunyai tingkat
kemiringan sedang hingga tinggi (berbukit kecil hingga
berbukit), perlu pertimbangan khusus bila
dikembangkan sebagai wilayah budidaya.

Tabel 2. Persentase kemiringan lereng Kec. Batukara

19

Visualisasi Data Spasial

Penyusunan Peta Bentuk Penggunaan Lahan

Gambar 6. Peta penggunaan lahan seluruh SKP Tabel 3. Luas penggunaan lahan Seluruh SKP
20

Visualisasi Data Spasial

Penyusunan Peta Bentuk Penggunaan Lahan

5293,15 63,97
66,26 0,08
7,78
643,99
1444,02 17,45
0,46
37,82 8,92
737,90 0,59
0,02
49,02 0,00
1,87
0,38 100,00

8274,42

Tabel 4. Luas penggunaan lahan Kecamatan
Batukara

Kecamatan Batukara penggunaan lahannya
didominasi oleh hutan, yang luasannya hampir
mencapai 64%; dan sisanya, secara berurutan
penggunaan lahannya berupa perkebunan yang
luasannya mencapai 17% lebih, semak belukar
yang hamparan luasannya hamper mencapai 9%,
hutan mangrove yang luasannya hamper
mencapai 8%, serta penggunaan lahan berupa
ladang/tegalan, dan penggunaan lahan berupa
lahan perairan (sungai dan tambak) yang masing-
masing luasannya dak mencapai 1%.

Gambar 7. Peta penggunaan lahan Kecamatan Batukara

21

Visualisasi Data Spasial

Penyusunan Peta Bentuk Penggunaan Lahan

Hutan Mangrove 24,90 4,02
Hutan Rimba 51,70 8,35
Lahan Terbuka 56,38 9,10
Perkebunan Jagung 0,53
Perkebunan Kelapa 3,26 35,56
Perkebunan Mete 220,32 1,34
Perkebunan/Kebun 19,99
Permukiman/Tempat Kegiatan 8,30 3,13
Rumput 123,86 0,14
10 Semak Belukar 17,84
19,40
TOTAL 0,90 100,00

110,53

619,55

Tabel 5. Luas penggunaan lahan SP Moolo

Gambar 8. Peta penggunaan lahan SP Moolo

22

Kesesuaian Lahan

Daya Dukung dan Daya Tampung Lingkungan

Analisis kesesuaian lahan untuk agropolis dapat di
dekati dengan analisis pemanfaatan lahan eksisting
dan produktivitas pertanian yang diusahakan
masyarakat, maka lahan yang sesuai untuk usaha
agropolis adalah lahan usaha untuk pertanian
terpadu dengan inovasi on farm dan off farm.

Komoditas unggulan potensial tidak hanya
ditentukan dari tingginya produksi dan juga
produktivitas dari komoditas tersebut, namun nilai
ekonomi yang tinggi juga perlu dipertimbangkan
dalam penentuan komoditas unggulan potensial
yang akan dikembangkan.

Gambar 9. Peta persebaran zona produksi seluruh SKP

Dari 4 komoditas yang ada di daerah perencanaan dapat di optimalkan untuk agrobisnis dengan melibatkan

kolaborasi pentahelix. Persebaran lahan optimal untuk 4 komoditas tersebut dapat dilihat di peta. Produksi

Kelapa di Kawasan Transmigrasi Mu ara paling nggi dihasilkan di Kec. Maligano. Produksi jagung paling nggi

dihasilkan di Kec. Batukara, disusul Kec.Maligano dan Kec. Wakorumba Selatan. Produksi jambu mete di Kawasan

Transmigrasi Mu ara paling nggi dihasilkan di Kec.Maligano mencapai 200 ton pada tahun 2020, disusul Kec.

Wakorumba Selatan dan Kec. Batukara. Produksi daging sapi di Kawasan Transmigrasi Mu ara paling nggi dihasil

kan di Kec.Maligano, disusul Kec. Wakorumba Selatan dan Kec. Batukara. 23

Kesesuaian Lahan

Daya Dukung dan Daya Tampung Lingkungan

Gambar 10. Kesesuaian lahan optimal SP Moolo

Dari 4 komoditas yang ada di daerah perencanaan dapat di optimalkan untuk
agrobisnis dengan melibatkan kolaborasi pentahelix.

24

Bagaimana Optimalisasi Produksi Lahan
melaksanakan
optimalisasi Optimalisasi Produktivitas lahan dapat di lakukan dengan modal
produksi lahan dasar inovasi pengeloalan berbasis

yang baik? A. Pemberdayaan masyarakat

B. Penyelenggaraan investasi bersama multi scale

C. Penerapan teknologi modern dalam pengeloaan hulu dan hilir

D. Pengembangan teknologi informasi untuk pengembangan
technoscience park

E. Penguatan modal bersama untuk pengembagan pemabangunan
terpadu TSTP

F. Penguatan kelembagaan multi unit kerja dan pengelolaan
terpadu modern

G. Melibatkan peran riset dan pengembangan untuk mendapatkan
keberlanjutan produk kawasan

25

Strategi Pemasaran

Kawasan Trans-Science Technopark Mutiara

Marketpreneur Qualitypreneur Brandpreneur

Melalui inovasi Corporate Social Kegiatan bengkel Kualitas ini lebih Pada tahapan Brandpreneur TSTP
Responsibility (CSR) industri untuk kepada penyampaian praktek Tetrapreneur diutamakan untuk
bermitra dengan produk-produk terbaik untuk manajerial, teknis, pembentukan Komitmen Merek &
lokal desa atau daerah dengan dan operasi bisnis serta hal-hal lain PenentuanKebijakan/Fasilitasi
menerapkan coaching atau yang diperlukan. Selain itu, kegiatan Produk Unggulan dan Gerakan
pendampingan dan pelatihan yang ni merupakan sarana pembangunan ProdukUnggulan G2R Tetrapreneur
pada saat bersamaan jaringan dengan melakukan kegiatan Nasional hingga Global disesuaikan
terjadi transaksi pembelian/fasilitasi pemasaran baik secara langsung dengan pola Tetrapreneur pada
akses pasar oleh CSR. maupun tidak langsung. masing – masing tahapan.

26

Komoditas Unggulan

Kawasan Transmigrasi Mutiara

Jagung Jambu Mete

Nilai LQ > 1 selama periode tahun 2017-2019 Nilai LQ, jambu mete masih di bawah angka 1,
Luas panen jagung secara keseluruhan di dikarenakan produksinya tidak sebanyak
Kabupaten Muna tahun 2020 mencapai tanaman perkebunan lainnya, seperti kakao
11.488 Ha dengan total produksi mencapai dan kelapa, namun nilai ekonomi jambu mete
37.030,4 ton atau naik sebesar 15 persen justru lebih tinggi
dibanding tahun sebelumnya Produk turunan jambu mete paling sederhana
Turunan produk jagung dapat berupa, wisata adalah berupa kacang mete, berupa olahan
café jagung, minuman, makanan ringan, makanan seperti sari buah, pasta, acar dan
pembuatan tepung dan menjadi dasar asinan, saus mete, dll.
pembuatan mie, roti, dan produk lainnya
Sapi Potong
Kelapa
Nilai LQ, hasil produksi ternak sapi memiliki nilai
Nilai LQ, kelapa memiliki nilai LQ > 1 terutama LQ < 1. Namun, jumlah ternak sapi meningkat
di Kec. Batukara dan Kec. Wakorsel, sehingga setiap tahunnya hingga pada tahun 2020
di dua daerah tersebut kelapa merupakan tercatat lebih dari 1.000 ekor sapi potong di
salah satu komoditas unggulan Kec. Batukara dan Kec. Wakorsel, bahkan lebih
Produk turunan kelapa kopra, minya kelapa dari 2.000 ekor di Kec. Maligano
(VCO), bahan dasar kosmetik, obat-obatan, Turunan produk dapat berupa bakso, frozen
sabun atau personal care goods, dan berpotensi food, daging asap, sosis, kerupuk, abon, dll.
dapat dikembangkan agrowisata
27

Konsep Nexus Trans-Science Technopark

Nexus skala regional untuk SKP A, SKP B, dan SKP C (KPB) dilaksanakan melalui produk unggulan yang saling
melengkapi dan saling mendukung. Masing-masing SKP memiliki peran tersendiri sehingga dapat saling
mendukung dalam hubungan interdependensi yang produktif. SKP A telah ada permukiman dan lahan usaha,
namun pemasaran lebih dominan ke utara yaitu Buton dan Kendari sehingga dengan adanya Nexus Mutiara ini
diharapkan SKP A mendapat pasar yang baik, fasilitas meningkat, dan penyediaan infrastruktur. SKP C sudah
dalam perencanaan permukiman dan memiliki lahan usaha produktif, namun juga terbatas untuk infrastruktur.
SKP A dan SKP C memiliki kelebihan dalam ketersediaan transportasi laut atau dermaga sehingga aksesibilitas
dengan Kota Kendari (SKP A) dan Kota Raha (SKP C) sangat baik. SKP B berada pada karakter kontur datar yang
diapit bukit ditimur dan laut di barat. Keunikan ini tentunya dapat memberikan rencana pengembangan yang
variatif dan menarik, walaupun dermaga tidak langsung ke laut namun melewati sungai.

SKP A SKP B KPB SKP C

Permukiman Permukiman Agrobisnis Permukiman
Agroproduksi Agroproduksi Agroindustri Agroproduksi
Lahan Usaha Lahan Usaha Lahan Usaha

TSTP 28
Transpolitan
Tetrapreneur

Pentahelix
Penta-agro

Landscape & Tata Bangunan

Kawasan Trans-Science Technopark Mutiara

Gambar 11. Perspektif Kawasan dan Zona TSTP Muna
Konsep utama TSTP Mutiara sebagai branding adalah Transpolitan, Trans Science Techno Parc dari Kementerian
Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Pentahelix, PentaAgro, dan Tetrapreneur. Transpolitan
menggabungkan fungsi-fungsi esensial di dalam kawasan transmigrasi Mutiara. TSTP menyediakan aktivitas
penelitian, pengembangan, pendidikan, dan pelatihan yang menjadikan teknologi dan pertanian sebagai satu
kesatuan utuh. Pentahelix sebagai jaringan kerja sama yang saling mendukung dari lima aktor TSTP, terwujud
dalam tata ruang sesuai pengguna dan kegiatan, serta terwujud dalam tatanan massa dan bentuk bangunan.
Pentahelix terwujud dalam landmark ruang publik dan tata massa bangunan Kompleks Setral Pentahelix. Kehadiran
simbol Kementerian adalah pada area Sentral Pentahelix yang nampak dari atas kawasan.

29

Bab 4
Rencana Tindak lanjut

30

Rencana Tindak Lanjut

Kawasan Trans-Science Technopark Mutiara

Penyusunan Koordinasi Rencana
Regulasi dan Integrasi Pembangunan

Rencana perumusan Perumusan Rencana Penyusunan dokumen
konsep transpolitan Koordinasi dan Integrasi perencanaan teknis
pembangunan TSTP,
di dalam regulasi Pembangunan TSTP berdasarkan regulasi
sebagai dasar antar dinas terkait, yang telah ditetapkan
kementerian/Lembaga,
pelaksanaan kegiatan Akademisi, Investor, 31
Komunitas dan Media

PERUMUSAN RENCANA KOORDINASI DAN INTEGRASI PEMBANGUNAN TSTP
ANTAR DINAS TERKAIT, KEMENTERIAN/LEMBAGA, AKADEMISI, INVESTOR, KOMUNITAS DAN MEDIA

No. Program Sub-program Nama Kegiatan Lokasi Lembaga Pelaksana Unsur Pentahelix Rencana Hasil yang dicapai
Utama

Unsur Pemerintah Pusat

1. BRIN

2. Kementerian Pertanian Budidaya tanaman jagung yang
mendapatkan hasil panen
1 On Farm Pengembangan Agro-produksi Inovasi budidaya tanaman jagung SKP A Kelompok tani jagung 3. UGM dan UHO Kab. Muna unggul
4. Dinas Pertanian

5. Dinas Ketahanan Pangan Kab. Muna

6. Kelompok Tani

1. BRIN

2. Kementerian Pertanian Budidaya tanaman jambu mete
yang mendapatkan hasil panen
2 On Farm Pengembangan Agro-produksi Inovasi budidaya tanaman jambu mete SKP A Kelompok tani jambu 3. UGM dan UHO unggul

mete 4. Dinas Pertanian Kab. Muna

5. Dinas Ketahanan Pangan Kab. Muna

6. Kelompok Tani

1. BRIN

2. Kementerian Pertanian Budidaya tanaman kelapa yang
mendapatkan hasil panen
3 On Farm Pengembangan Agro-produksi Inovasi budidaya Tanaman Kelapa SKP A kelompok tani kelapa 3. UGM dan UHO unggul
4. Dinas Pertanian Kab. Muna

5. Dinas Ketahanan Pangan Kab. Muna

6. Kelompok Tani

4 Off Farm Pengembangan Agro-industri Pengolahan industri mie dengan bahan dasar SKP B Kelompok UMKM 1. Kementerian Perindustrian Mie jagung
jagung 2. Dinas Pertanian Kab. Muna
3. Dinas Ketahanan Pangan Kab. Muna
4. Dinas Koperasi dan UKM Kab. Muna 5.
Kelompok UMKM
6. Investor

1. Kementerian Perindustrian

Pengolahan limbah jagung yang digunakan dalam 2. Dinas Pertanian Kab. Muna

5 Off Farm Pengembangan Agro-industri industri tepung jagung dan sirup atau disebut (Corn SKP B Kelompok UMKM 3. Dinas Ketahanan Pangan Kab. Muna Corn Gluten Meal

Gluten Meal) 4. Dinas Koperasi dan UKM Kab. Muna

5. Kelompok UMKM, Investor

6 Off Farm Pengembangan Agro-bisnis Penyediaan Bengkel Kualitas Produk Jagung dan SKP B Investor 1. Kementerian Perindustrian Quality Control untuk produk-
Penentuan Distribusi TSTP Tetrapreneur 2. Investor produk jagung
3. Kelompok UMKM
4. Media

32

No. Program Sub-program Nama Kegiatan Lokasi Lembaga Pelaksana Unsur Pentahelix Rencana Hasil yang dicapai
Utama
Standarisasi dan legalitas produk
7 Kelembagaan Pengembangan Tata Kelola Fasilitas standarisasi dan legalitas Produk Jagung SKP B Akademisi 1. Kementerian Desa PDTT jagung
dan Kerjasama Kelembagaan Unggulan TSTP Tetrapreneur 2. Kementerian Pertanian
3. UGM dan UHO Kacang mete dalam kaleng
4. Dinas Pertanian Kab. Muna
5. Kelompok tani jagung Selai kacang mete
6. media
Quality Control untuk produk-
8 Off Farm Pengembangan Agro-industri Pengolahan industri mete yang dikemas dalam SKP B Kelompok UMKM 1. Kementerian Desa PDTT produk jambu dan kacang mete
kaleng 2. Kementerian Perindustrian
3. Dinas Pertanian Kab. Muna Standarisasi dan legalitas produk
4. Dinas Ketahanan Pangan Kab. Muna jambu mete
5. Dinas Koperasi dan UKM Kab. Muna
6. Kelompok UMKM Berita dan iklan produk jambu
7. Investor mete dan olahannya yang
menarik
9 Off Farm Pengembangan Agro-industri Pengolahan industri selai kacang mete SKP B Kelompok UMKM 1. Kementerian Perindustrian
2. Dinas Pertanian Kab. Muna
3. Dinas Ketahanan Pangan Kab. Muna
4. Dinas Koperasi dan UKM Kab. Muna
5. Kelompok UMKM
6. Investor

10 Off Farm Pengembangan Agro-bisnis Penyediaan Bengkel Kualitas Produk Jambu Mete SKP B Kelompok UMKM 1. Kementerian Perindustrian
dan Penentuan Distribusi TSTP Tetrapreneur 2. Dinas Pertanian Kab. Muna
3. Dinas Ketahanan Pangan Kab. Muna
4. Dinas Koperasi dan UKM Kab. Muna
5. Kelompok UMKM
6. Investor

11 Off Farm Pengembangan Agro-bisnis Fasilitas standarisasi dan legalitas Produk Unggulan SKP B Kelompok UMKM 1. Kementerian Desa PDTT
TSTP Tetrapreneur SKP B 2. UGM dan UHO
3. Dinas Pertanian Kab. Muna
Komersialisasi dan scale up hilirisasi Produk 4. Kelompok tani jagung
Unggulan TSTP Tetrapreneur ke Pasar retail baik 5. Media
lokal, nasional dan/atau global
1. Kementerian Desa PDTT

2. Dinas Pertanian Kab. Muna

12 Kelembagaan Pengembangan Tata Kelola Kelompok tani jambu 3. Dinas Perdagangan dan Perindustrian
dan Kerjasama Kelembagaan
mete Kab. Muna

4. Kelompok Tani

5. UGM dan UHO

33

No. Program Sub-program Nama Kegiatan Lokasi Lembaga Pelaksana Unsur Pentahelix Rencana Hasil yang dicapai
Utama

13 Off Farm Pengembangan Agro-wisata Perluasan Objek Wisata kebun jambu mete SKP B Pemerintah 1. Kementerian Desa PDTT Objek wisata jambu mete
2. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi
Kreatif/ Badan Pariwisata dan Ekonomi
Kreatif
3. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi
Kab. Muna

14 Off Farm Pengembangan Agro-industri Pengolahan industri coconut chips SKP B 1. Kementerian Desa PDTT Coconut chips
2. Kementerian Perindustrian
3. Dinas Pertanian Kab. Muna
kelompok tani kelapa 4. Dinas Ketahanan Pangan Kab. Muna
5. Dinas Koperasi dan UKM Kab. Muna
6. Kelompok UMKM
7. Investor

15 Off Farm Pengembangan Agro-industri Pengolahan industri Kopra (Daging kelapa kering) SKP B Investor 1. Kementerian Desa PDTT Daging kelapa kering siap ekspor
2. Kementerian Perindustrian
3. Dinas Pertanian Kab. Muna
4. Dinas Ketahanan Pangan Kab. Muna
5. Dinas Koperasi dan UKM Kab. Muna
6. Kelompok UMKM
7. Investor

16 Off Farm Pengembangan Agro-industri Pengolahan industri minyak kelapa SKP B Investor 1. Kementerian Desa PDTT Minyak kelapa
2. Kementerian Perindustrian
3. Dinas Pertanian Kab. Muna
4. Dinas Ketahanan Pangan Kab. Muna
5. Dinas Koperasi dan UKM Kab. Muna
6. Kelompok UMKM
7. Investor

17 Off Farm Pengembangan Agro-industri Pengolahan industri kecantikan dengan minyak SKP B Investor 1. Kementerian Desa PDTT Minyak kelapa yang
kelapa SKP B Kelompok UMKM 2. Kementerian Perindustrian dimanfaatkan untuk produk
3. Dinas Pertanian Kab. Muna kecantikan
18 Off Farm Pengembangan Agro-industri Pengolahan industri keset dari serabut kelapa 4. Dinas Ketahanan Pangan Kab. Muna
5. Dinas Koperasi dan UKM Kab. Muna produk keset
6. Kelompok UMKM
7. Investor

1. Kementerian Desa PDTT
2. Kementerian Perindustrian
3. Dinas Pertanian Kab. Muna
4. Dinas Ketahanan Pangan Kab. Muna
5. Dinas Koperasi dan UKM Kab. Muna
6. Kelompok UMKM
7. Investor

34

No. Program Sub-program Nama Kegiatan Lokasi Lembaga Pelaksana Unsur Pentahelix Rencana Hasil yang dicapai
Pengolahan industri sapu dari serabut kelapa Utama
produk sapu
19 Off Farm Pengembangan Agro-industri Pengolahan Industri desicated coconut (kelapa SKP B Kelompok UMKM 1. Kementerian Desa PDTT
parut yang dikeringkan) 2. Kementerian Perindustrian Kelapa parut kering
3. Dinas Pertanian Kab. Muna
4. Dinas Ketahanan Pangan Kab. Muna Methyl ester yang dimanfaatkan
5. Dinas Koperasi dan UKM Kab. Muna untuk produk kelapa
6. Kelompok UMKM
7. Investor Objek wisata budidaya tanaman
kelapa
20 Off Farm Pengembangan Agro-industri SKP B Kelompok UMKM 1. Kementerian Desa PDTT Quality control dan distribusi
2. Kementerian Perindustrian untuk produk kelapa
3. Dinas Pertanian Kab. Muna
4. Dinas Ketahanan Pangan Kab. Muna Standarisasi dan legalitas produk
5. Dinas Koperasi dan UKM Kab. Muna kelapa
6. Kelompok UMKM
7. Investor Komersialisasi Produk dengan
iklan yang menarik
21 Off Farm Pengembangan Agro-industri Pengolahan industri kelapa untuk pembuatan SKP B Investor 1. Kementerian Desa PDTT
coconut methyl ester Pemerintah 2. Kementerian Perindustrian 35
3. Dinas Pertanian Kab. Muna
22 Off Farm Pengembangan Agro-wisata Perluasan Objek Wisata yang cocok untuk berfoto SKP B Investor 4. Dinas Ketahanan Pangan Kab. Muna
23 Off Farm Pengembangan Agro-bisnis di kawasan budidaya tanaman kelapa Pemerintah 5. Dinas Koperasi dan UKM Kab. Muna
Akademisi 6. Kelompok UMKM
Penyediaan Bengkel Kualitas Produk Kelapa dan SKP B 7. Investor
Penentuan Distribusi TSTP Tetrapreneur
1. Kementerian Desa PDTT
24 Off Farm Pengembangan Agro-bisnis Fasilitas standarisasi dan legalitas Produk Unggulan SKP B 2. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi
TSTP Tetrapreneur Kreatif/ Badan Pariwisata dan Ekonomi
Kreatif
25 Kelembagaan Pengembangan Tata Kelola Komersialisasi dan scale up hilirisasi Produk SKP B
dan Kerjasama Kelembagaan Unggulan TSTP Tetrapreneur ke Pasar retail baik 1. Kementerian Perindustrian
lokal, nasional dan/atau global 2. Dinas Pertanian Kab. Muna
3. Dinas Koperasi dan UKM Kab. Muna
4. Kelompok UMKM
5. Investor

1. Kementerian Desa PDTT
2. UGM dan UHO
3. Dinas Pertanian Kab. Muna
4. Kelompok tani jagung
5. Media

1. Kementerian Desa PDTT
2. Dinas Pertanian Kab. Muna
3. Dinas Perdagangan dan Perindustrian
Kab. Muna
4. Kelompok Tani
5. UGM dan UHO

No. Program Sub-program Nama Kegiatan Lokasi Lembaga Pelaksana Unsur Pentahelix Rencana Hasil yang dicapai
Utama

26 Off Farm Pengembangan Agro-bisnis Penyediaan Bengkel Kualitas Daging Potong dan SKP B Pemerintah 1. Kementerian Perindustrian Quality control untuk daging
Penentuan Distribusi TSTP Tetrapreneur 2. Dinas Pertanian Kab. Muna sapi
Pemerintah 3. Dinas Ketahanan Pangan Kab. Muna
UGM dan UHO 4. Dinas Koperasi dan UKM Kab. Muna
UGM dan UHO 5. Kelompok UMKM
UGM dan UHO 6. Investor

27 Off Farm Pengembangan Agro-bisnis Fasilitas standarisasi dan legalitas Produk sapi SKP B Media 1. Kementerian Desa PDTT Standarisasi dan legalitas daging
unggulan TSTP Tetrapreneur 2. UGM dan UHO sapi
3. Dinas Pertanian Kab. Muna
28 Iptek Riset dan Pengembangan Riset dan pengembangan sumberdaya manusia SKP B 4. Kelompok Ternak Laporan riset dan
29 Iptek Riset dan Pengembangan untuk mendukung produk unggulan di TSTP 5. Media pengembangan untuk
30 Iptek Riset dan Pengembangan Tetrapreneur mendukung produk unggulan di
1. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, TSTP
Program Kuliah Kerja Nyata untuk mengembangkan SKP B Riset dan Teknologi Laporan Kuliah kerja Nyata
sumberdaya manusia dan produk unggulan di TSTP 2. UGM dan UHO untuk mendukung
Tetrapreneur pengembangan SDM dan Produk
1. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Unggulan TSTP
Pendampingan Perguruan Tinggi untuk mendukung SKP B Riset dan Teknologi
produk unggulan di TSTP Tetrapreneur 2. UGM dan UHO Program pendampingan untuk
peningkatan kapasitas SDM
1. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset dan Teknologi
2. UGM dan UHO

31 Kelembagaan Pengembangan Tata Kelola Komersialisasi dan scale up hilirisasi Produk SKP B 1. Kementerian Perindustrian Komersialisasi Produk daging
dan Kerjasama Kelembagaan Unggulan TSTP Tetrapreneur ke Pasar retail baik 2. Dinas Pertanian Kab. Muna sapi dengan iklan yang menarik
lokal, nasional dan/atau global 3. Dinas Perdagangan dan Perindustrian
Kab. Muna
4. Media

32 Sumberdaya Pengembangan SDM Pelatihan menjalankan teknologi dan aplikasi untuk SKP B Akademisi 1. Kementerian Komunikasi dan Informasi Pelatihan teknologi Cloud dan
Manusia Cloud basis data dan rekomendasi tanaman Akademisi 2. Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik Apps
pertanian dan Persandian Kab. Muna
3. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan
Desa Kab. Muna
4. UGM dan UHO
5. Kelompok Tani

33 Sumberdaya Pengembangan SDM Pelatihan Petani transpolitan untuk mendukung SKP B 1. Kementerian Pertanian Petani unggul yang dapat
Manusia SDM yang layak membuat produk unggulan TSTP 2. Dinas Pertanian Kab. Muna memanfaatkan dan
Tetrapeneur 3.Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan mengembangkan produk di TSTP
Desa Kab. Muna
4. UGM dan UHO
5. Kelompok Tani

36

No. Program Sub-program Nama Kegiatan Lokasi Lembaga Pelaksana Unsur Pentahelix Rencana Hasil yang dicapai
Utama

1. Kementerian Desa PDTT

34 Sumberdaya Pengembangan SDM Penyusunan Modul Peningkatan Kapasitas SDM SKP B Akademisi 2. UGM dan UHO Modul peningkatan kapasitas
Manusia Pemerintah 3. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, SDM TSTP
Akademisi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa

Kab. Muna

35 Sumberdaya Pengembangan SDM Fasilitas produksi sebagai percontohan untuk SKP B 1. Kementerian Perindustrian Fasilitas produksi
Manusia meningkatkan kapasitas SDM 2. Kementerian Desa PDTT, Dinas Tenaga
Kerja dan Transmigrasi
3. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan
Desa Kab. Muna
4. Dinas Perdagangan dan Perindustrian
Kab. Muna

36 Iptek Pengembangan Agro-Teknologi Pemanfaatan teknologi untuk basis data SKP B 1. Kementerian Komunikasi dan Informasi Cloud computing sebagai basis
terintegrasi berupa Cloud Computing 2. UGM dan UHO data terintegrasi hulu-hilir
3. Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik
dan Persandian Kab. Muna
4. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan
Desa Kab. Muna
5. Kelompok UMKM

37 Iptek Pengembangan Agro-Teknologi Pemanfaatan teknologi AI untuk memberikan data SKP B Akademisi 1. Kementerian Komunikasi dan Informasi AI untuk mendapatkan data
dan rekomendasi pertanian 2. UGM dan UHO akurat dan rekomendasi
3. Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik tanaman pertanian
dan Persandian Kab. Muna
4. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan
Desa Kab. Muna
5. Kelompok Tani

38 Iptek Pengembangan Agro-Teknologi Jual Beli alat pertanian, bibit, pupuk berbasis Apps SKP B Akademisi 1. Kementerian Komunikasi dan Informasi Penjualan berbasis Apps AgriApp
(AgriApp, iPangan Petani, atau Desa Apps) 2. UGM dan UHO iPangan Petani atau Desa Apps
3. Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik
dan Persandian Kab. Muna
4. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan
Desa Kab. Muna
5. Kelompok Tani

39 Iptek Pengembangan Agro-Teknologi Jual beli dan pemasaran hasil pertanian berbasis SKP B Akademisi 1. Kementerian Komunikasi dan Informasi Penjualan dan pemasaran
Apps (AgriApp, iPangan Petani, atau Desa Apps) 2. UGM dan UHO berbasis Apps AgriApp iPangan
3. Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik Petani atau Desa Apps
dan Persandian Kab. Muna
4. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan
Desa Kab. Muna
5. Kelompok Tani

37

No. Program Sub-program Nama Kegiatan Lokasi Lembaga Pelaksana Unsur Pentahelix Rencana Hasil yang dicapai
Utama

40 Off Farm Pengembangan Agro-bisnis Penentuan Produk Unggulan Unit TSTP SKP B Akademisi 1. Kementerian Desa PDTT Produk unggulan TSTP
Tetrapreneur 2. UGM dan UHO Tetrapreneur
3. Badan Perencanaan dan Pembangunan
Daerah Kab. Muna

41 Infrastruktur Pembangunan Infrastruktur Pembangunan 3R1-Rumah Produksi (kantor/ruang) SKP B Pemerintah 1. Kementerian Desa PDTT Rumah Produksi
Unit TSTP Tetrapreneur 2. Kementerian PUPR
3. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan
Ruang Kab. Muna

42 Infrastruktur Pembangunan Infrastruktur Prototype Produk Unggulan Unit TSTP Tetrapreneur SKP B Investor 1. Kementerian Desa PDTT Prottype produk unggulan
Investor 2. UGM dan UHO
Pemerintah 3. Investor
Investor 4. Badan Perencanaan dan Pembangunan
Pemerintah Daerah Kab. Muna

43 Off Farm Pengembangan Agro-bisnis Pembentukan Mitra TSTP Tetrapreneur SKP B 1. Kementerian Desa PDTT Mitra TSTP Tetrapreneur
2. UGM dan UHO
3. Investor
4. Badan Perencanaan dan Pembangunan
Daerah Kab. Muna

44 Off Farm Pengembangan Agro-bisnis Penyediaan Bengkel Pasar TSTP Tetrapreneur SKP B 1. Kementerian Desa PDTT Pasar TSTP Tetrapreneur
2. Kementerian PUPR
3. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan
Ruang Kab. Muna

45 Kelembagaan Pengembangan Tata Kelola Kesepakatan kerjasama MOU/PO/Persetujuan SKP B 1. Kementerian Desa PDTT MoU TSTP Tetrapreneur
dan Kerjasama Kelembagaan Pasar TSTP Tetrapreneur SKP B 2. Investor
3. Badan Perencanaan dan Pembangunan
Pembangunan rumah transmigran untuk Daerah Kab. Muna
mendukung TSTP Tetrapreneur
46 Infrastruktur Pembangunan Infrastruktur 1. Kementerian Desa PDTT Rumah Transmigran
2. Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja
Kab. Muna

47 Infrastruktur Pembangunan Infrastruktur Pembangunan Gudang TSTP Tetrapreneur SKP B Pemerintah 1. Kementerian Desa PDTT Gudang TSTP Tetrapreneur
Pemerintah 2. Kementerian PUPR
48 Infrastruktur Pembangunan Infrastruktur Pembangunan 3R2-Rumah Kemasan (kantor/ruang) SKP B Akademisi 3. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Pembangunan Rumah Kemasan
49 Off Farm Pengembangan Agro-bisnis dan mobile vehicle TSTP Tetrapreneur Ruang Kab. Muna

Fasilitas standarisasi TSTP Tetrapreneur per 3R1 & SKP B 1. Kementerian Desa PDTT Fasilitas standarisasi TSTP
3R2 2. Kementerian PUPR
3. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan
Ruang Kab. Muna

1. Kementerian Desa PDTT
2. UGM dan UHO

38

No. Program Sub-program Nama Kegiatan Lokasi Lembaga Pelaksana Unsur Pentahelix Rencana Hasil yang dicapai
Utama

50 Off Farm Pengembangan Agro-bisnis Pembentukan Jaringan TSTP Tetrapreneur SKP B Investor 1. Kementerian Komunikasi dan Informasi Jaringan dan komunitas TSTP
SKP B 2. Kementerian PUPR Tetrapreneur
SKP B 3. Investor

51 Iptek Pengembangan Agro-Teknologi Pembentukan Unit Command Center 1. Kementerian Desa PDTT Command Center
Kelompok UMKM 2. Kelompok UMKM
Pembangunan 3R3-Rumah Bisnis (kantor/ruang) Bisnis kantor ruang dan
52 Iptek Pengembangan Agro-Teknologi dan command centre; 3. UGM dan UHO command centre digital apps &
dashboard TSTP Tetrapreneur
digital apps; & dashboard TSTP Tetrapreneur Pemerintah 1. Kementerian Desa PDTT tor, akademisi
2. Kementerian PUPR
3. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan
Ruang Kab. Muna

53 Off Farm Pengembangan Agro-bisnis Pembentukan Komitmen Merek TSTP Tetrapreneur SKP B Akademisi 1. Kementerian Desa PDTT Merk TSTP Tetrapreneur
2. UGM dan UHO

54 Kelembagaan Pengembangan Tata Kelola Penentuan Kebijakan & Gerakan TSTP Tetrapreneur SKP B Pemerintah 1. Kementerian Desa PDTT Kebijakan dan gerakan TSTP
dan Kerjasama Kelembagaan 2. Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Tetrapreneur
Kab. Muna
3. Badan Perencanaan dan Pembangunan
Kab. Muna

55 Off Farm Pengembangan Agro-bisnis Pengadaan Etalase KBRI TSTP Tetrapreneur SKP B Pemerintah 1. LKPP Etalase KBRI TSTP Tetrapreneur
2. LPSE Kab. Muna

1. Kementerian Pertanian

2. UGM dan UHO

56 Sumberdaya Pengembangan SDM Perluasan Edukasi Peternakan Sapi terintegrasi SKP C Akademisi 3. Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Edukasi peternakan sapi
Manusia hulu – hilir Pemerintah Kab. Muna terintegrasi
4. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan

Desa

5. Kelompok Tani

57 Off Farm Pengembangan Agro-bisnis Pembangunan ikon 3R TSTP Tetrapreneur (Rumah SKP B 1. Kementerian PUPR TSTP Tetrapreneur Rumah
Produksi; Kemasan & Bisnis) 2. Kementerian Desa PDTT Produksi Kemasan & Bisnis
dengan arsitektur kontainer modern sekaligus 3. UGM dan UHO dengan arsitektur kontainer
sebagai point-of-interest ikon wisata perbatasan 4. Investor modern

39

No. Program Sub-program Nama Kegiatan Lokasi Lembaga Pelaksana Unsur Pentahelix Rencana Hasil yang dicapai
Utama

1. Kementerian Pertanian

2. UGM dan UHO

3. Dinas Pertanian Kab. Muna

58 On Farm Pengembangan Agro-produksi Budidaya pembibitan Sapi potong SKP C kelompok tani sapi 4. Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sapi potong
potong Kab. Muna

5. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan

Desa Kab. Muna

6. Kelompok Tani Sapi Potong

Unsur Pemerintah Daerah

59 Off Farm Pengembangan Agro-industri Penyemakan kulit sapi untuk pembuatan kerajinan SKP C Investor 1. Investor Sabuk,dompet, dan jaket
seperti dompet, jaket, dan sabuk 2. Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja
Kab. Muna

1. Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan

Kab. Muna

2. Dinas Ketahanan Pangan Kab. Muna

60 Off Farm Pengembangan Agro-industri Pembuatan bakso berbahan dasar daging sapi SKP C Kelompok UMKM 3. Dinas Koperasi dan UKM Kab. Muna Bakso sapi
potong 4. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan

Desa

5. Kelompok UMKM

6. Investor

1. Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan

Kab. Muna

2. Dinas Ketahanan Pangan Kab. Muna

61 Off Farm Pengembangan Agro-industri Pembuatan daging cincang dari daging sapi potong SKP C Kelompok UMKM 3. Dinas Koperasi dan UKM Kab. Muna Daging cincang
4. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan

Desa

5. Kelompok UMKM

6. Investor

1. Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan

Kab. Muna

2. Dinas Ketahanan Pangan Kab. Muna

62 Off Farm Pengembangan Agro-industri Pembuatan daging burger dari daging sapi potong SKP C Kelompok UMKM 3. Dinas Koperasi dan UKM Kab. Muna Daging burger
4. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan

Desa

5. Kelompok UMKM

6. Investor

40

No. Program Sub-program Nama Kegiatan Lokasi Lembaga Pelaksana Unsur Pentahelix Rencana Hasil yang dicapai
Utama

1. Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan

Kab. Muna

2. Dinas Ketahanan Pangan Kab. Muna

63 Off Farm Pengembangan Agro-industri Pembuatan sosis dari daging sapi potong SKP C Kelompok UMKM 3. Dinas Koperasi dan UKM Kab. Muna Sosis sapi
4. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan

Desa

5. Kelompok UMKM

6. Investor

1. Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan

Kab. Muna

2. Dinas Ketahanan Pangan Kab. Muna

64 Off Farm Pengembangan Agro-industri Pembuatan Kerupuk kulit SKP C Kelompok UMKM 3. Dinas Koperasi dan UKM Kab. Muna Kerupuk kulit
4. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan

Desa

5. Kelompok UMKM

6. Investor

1. Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan

Kab. Muna

2. Dinas Ketahanan Pangan Kab. Muna

65 Off Farm Pengembangan Agro-industri Pembuatan Abon untuk stok lauk tahan lama SKP C Kelompok UMKM 3. Dinas Koperasi dan UKM Kab. Muna Abon sapi
4. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan

Desa

5. Kelompok UMKM

6. Investor

1. Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan

Kab. Muna

2. Dinas Ketahanan Pangan Kab. Muna

66 Off Farm Pengembangan Agro-industri Pembuatan dendeng untuk stok lauk tahan lama SKP C Kelompok UMKM 3. Dinas Koperasi dan UKM Kab. Muna Dendeng sapi
4. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan

Desa

5. Kelompok UMKM

6. Investor

1. Dinas Pertanian Kab. Muna

67 Off Farm Pengembangan Agro-industri Pembuatan minuman olahan dengan bahan jagung SKP B 2. Dinas Ketahanan Pangan Kab. Muna Minuman berupa susu jagung
Kelompok UMKM 3. Dinas Koperasi dan UKM Kab. Muna manis dan jelly jagung

4. Kelompok UMKM

5. Investor

41

No. Program Sub-program Nama Kegiatan Lokasi Lembaga Pelaksana Unsur Pentahelix Rencana Hasil yang dicapai
Utama

68 Off Farm Pengembangan Agro-industri Pembuatan emping jagung SKP B Kelompok UMKM 1. Dinas Pertanian Kab. Muna Emping dengan citarasa jagung
2. Dinas Ketahanan Pangan Kab. Muna
3. Dinas Koperasi dan UKM Kab. Muna
4. Kelompok UMKM
5. Investor

69 Off Farm Pengembangan Agro-industri Pembuatan Kukis jagung renyah dan kering SKP B Kelompok UMKM 1. Dinas Pertanian Kab. Muna Kukis jagung renyah dan kering
2. Dinas Ketahanan Pangan Kab. Muna
3. Dinas Koperasi dan UKM Kab. Muna
4. Kelompok UMKM
5. Investor

1. Dinas Pertanian Kab. Muna
2. Dinas Ketahanan Pangan Kab. Muna
70 Off Farm Pengembangan Agro-industri Pembuatan roti dengan bahan dasar tepung jagung SKP B Kelompok UMKM 3. Dinas Koperasi dan UKM Kab. Muna Roti dengan bahan dasar jagung
4. Kelompok UMKM
5. Investor

71 Off Farm Pengembangan Agro-industri Pengolahan industri beras jagung SKP B Kelompok UMKM 1. Dinas Pertanian Kab. Muna beras jagung sebagai pengganti
2. Dinas Ketahanan Pangan Kab. Muna makanan pokok
3. Dinas Koperasi dan UKM Kab. Muna
4. Kelompok UMKM
5. Investor

72 Off Farm Pengembangan Agro-wisata Pembuatan Cafe dengan makanan dan minuman SKP B Kelompok UMKM 1. Investor Cafe dengan memaksimalkan
olahan dari jagung 2. Kelompok UMKM beberapa menu olahan jagung

73 Off Farm Pengembangan Agro-industri Pembuatan asisan jambu mete SKP B Kelompok UMKM 1. Dinas Pertanian Kab. Muna Asinan jambu mete
2. Dinas Ketahanan Pangan Kab. Muna
3. Dinas Koperasi dan UKM Kab. Muna
4. Kelompok UMKM

74 Off Farm Pengembangan Agro-industri Pembuatan sambal dengan kacang mete SKP B Kelompok UMKM 1. Dinas Pertanian Kab. Muna sambal dengan taburan kecil
2. Dinas Ketahanan Pangan Kab. Muna mete olahan
3. Dinas Koperasi dan UKM Kab. Muna
4. Kelompok UMKM

75 Off Farm Pengembangan Agro-industri Pembuatan abon dengan olahan kacang mete SKP B Kelompok UMKM 1. Dinas Pertanian Kab. Muna Abon kacang mete
2. Dinas Ketahanan Pangan Kab. Muna
3. Dinas Koperasi dan UKM Kab. Muna
4. Kelompok UMKM

76 Off Farm Pengembangan Agro-industri Pembuatan saus kacang mete SKP B Kelompok UMKM 1. Dinas Pertanian Kab. Muna Saus kacang mete
2. Dinas Ketahanan Pangan Kab. Muna
3. Dinas Koperasi dan UKM Kab. Muna
4. Kelompok UMKM

42

No. Program Sub-program Nama Kegiatan Lokasi Lembaga Pelaksana Unsur Pentahelix Rencana Hasil yang dicapai
SKP B Utama Acar kacang mete

77 Off Farm Pengembangan Agro-industri Pembuatan acar mete Kelompok UMKM 1. Dinas Pertanian Kab. Muna Manisan kacang mete
2. Dinas Ketahanan Pangan Kab. Muna
3. Dinas Koperasi dan UKM Kab. Muna Sari buah jambu mete
4. Kelompok UMKM
Tepung kelapa
78 Off Farm Pengembangan Agro-industri Pembuatan manisan mete SKP B Kelompok UMKM 1. Dinas Pertanian Kab. Muna
SKP B Kelompok UMKM 2. Dinas Ketahanan Pangan Kab. Muna Minuman kelapa muda
79 Off Farm Pengembangan Agro-industri Pengolahan sari buah jambu mete 3. Dinas Koperasi dan UKM Kab. Muna Toasting coconut untuk
4. Kelompok UMKM penambahan toping pada
makanan manis
1. Dinas Pertanian Kab. Muna Manisan kelapa
2. Dinas Ketahanan Pangan Kab. Muna
3. Dinas Koperasi dan UKM Kab. Muna Unit global gotong-royong
4. Kelompok UMKM

80 Off Farm Pengembangan Agro-industri Pembuatan Tepung kelapa SKP B Kelompok UMKM 1. Dinas Pertanian Kab. Muna
SKP B 2. Dinas Ketahanan Pangan Kab. Muna
SKP B 3. Dinas Koperasi dan UKM Kab. Muna
4. Kelompok UMKM

81 Off Farm Pengembangan Agro-industri Pembuatan minuman kelapa muda 1. Dinas Pertanian Kab. Muna
2. Dinas Ketahanan Pangan Kab. Muna
kelompok tani kelapa 3. Dinas Koperasi dan UKM Kab. Muna
4. Kelompok UMKM

82 Off Farm Pengembangan Agro-industri Pembuatan toasted coconat 1. Dinas Pertanian Kab. Muna
2. Dinas Ketahanan Pangan Kab. Muna
kelompok tani kelapa 3. Dinas Koperasi dan UKM Kab. Muna
4. Kelompok UMKM

83 Off Farm Pengembangan Agro-industri Pembuatan manisan kelapa SKP B 1. Dinas Pertanian Kab. Muna
2. Dinas Ketahanan Pangan Kab. Muna
kelompok tani kelapa 3. Dinas Koperasi dan UKM Kab. Muna
4. Kelompok UMKM

84 Kelembagaan Pengembangan Tata Kelola Pembentukan Unit Global Gotong Royong Unit SKP B Kelompok UMKM 1. Dinas Pertanian Kab. Muna
dan Kerjasama Kelembagaan TSTP Tetrapreneur 2. Dinas Ketahanan Pangan Kab. Muna
3. Dinas Koperasi dan UKM Kab. Muna
4. Kelompok UMKM

43


Click to View FlipBook Version