The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by arumroikhatuljnh, 2021-11-23 04:36:04

MODUL AKIDAH AKHLAK

MODUL AKIDAH AKHLAK

Pendidikan Agama Islam

AKIDAH
AKHLAK

Menghindari Perbuatan Syirik

Kelas OLEH:
ARUM ROIKHATUL JANNAH
X Madrasah Aliyah 126201202113



MENGHINDARI PERBUATAN SYIRIK

Untuk MA Kelas X Semester Ganjil

Nama : Arum Roikhatul Jannah
NIM : 126201202113
Kelas : PAI 3-G

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
UNIVERSITAS SAYYID ALI RAHMATULLAH TULUNGAGUNG

NOVEMBER 2021

KOMPETENSI INTI (KI)
1(.KDM) enghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
2K. OMMPeEnTgEhNaSyIaDtiAdSAanR (mKDe)ngamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung

jawab, peduli, santun, responsif dan pro-aktif, dan menunjukkan
sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta
dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam
pergaulan dunia.
3. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual,
konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang
ilmu pengetahuan, tehnologi, seni, budaya, dan humaniora dengan
wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban
terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan
pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai
dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah
abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di
sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metode sesuai
kaidah keilmuan.
KOMPETENSI DASAR (KD)
1.1. Menunjukkan sikap penolakan terhadap perbuatan syirik dalam
kehidupan sehari-hari.
2.1. Menghindari perbuatan syirik dalam kehidupan sehari-hari.
3.1. Menganalisis perbuatan syirik dan macam-macam dan cara
menghindarinya.
4.1. Menyajikan contoh praktik-praktik perbuatan syirik di masyarakat.

1

TUJUAN PEMBELAJARAN

1. Siswa dapat menjelaskan pengertian syirik.
2. Siswa dapat menyebutkan dalil yang melarang perbuatan syirik.
3. Siswa dapat menjelaskan macam-macam perbuatan syirik.
4. Siswa dapat mengemukakan contoh perbuatan syirik yang sering

muncul di masyarakat.
5. Siswa dapat mengemukakan bahaya-bahaya dari perbuatan syirik.
6. Siswa dapat menjelaskan cara menghindari dari perbuatan syirik.

PETA KONSEP Menganggap ada Tuhan selain
Syirik Akbar Allah.

Menganggap ada sesembahan
selain Allah.

Menganggap Allah punya anak/
mengingkari kekuasaan-Nya.

Macam-Macam
Syirik

Syirik Asghar Riya’ (Melakukan kebaikan
2 bukan karena Allah).

Menganggap orang lain bisa
memberi kesembuhan.

A. MARI MENGAMATI GAMBAR BERIKUT INI DAN
BERIKAN KOMENTAR/PERTANYAAN ANDA

Amati gambar dibawah ini! Setelah Anda mengamati gambar
disamping buat daftar komentar
atau pertanyaan yang relevan

1. …………………………
…………………………

2. …………………………
…………………………

3. …………………………
…………………………
…………………………
……………………

B. AYO MEMAHAMI MATERI INTI

1. Pengertian Syirik
Secara bahasa syirik berasal dari Bahasa Arab as-syirku, yang artinya (1)

ta’addudul aalihati (kemusyrikan), (2) al-musyariku (sekutu, peserta), an-nashibu
(bagian), dan asy-syirkatu wasysyarikatu (persekutuan, perseroan). Secara istilah syirik
adalah perbuatan, anggapan atau itikad menyekutukan Allah SWT dengan yang lain,
seakan-akan ada yang maha kuasa di samping Allah SWT.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia syirik berarti penyekutuan Allah SWT
dengan yang lain. Misalnya pengakuan kemampuan ilmu daripada kemampuan dan
kekuatan Allah SWT, peribadatan selain kepada Allah SWT dengan menyembah
patung, tempat-tempat keramat dan kuburan, dan kepercayaan terhadap keampuhan
peninggalan-peninggalan nenek moyang, yang diyakini menentukan dan
mempengaruhi jalan kehidupan. Orang yang menyekutukan Allah disebut musyrik.
Syirik merupakan dosa besar yang tidak terampuni, seperti difirmankan oleh Allah
SWT:

‫هع ِظ ْي ًما ِاثْ ًما ا ْفته ٰٓرى هف هق ِد بِاّ ٰل ِل ُّي ْش ِر ْك هو هم ْن ۚ ي هش ۤاء ِل هم ْن ٰذ ِل هك د ْو هن هما هو هي ْغ ِفر بِه ُيّ ْش هر هك اه ْن هي ْغ ِفر هل ّل ٰلاه ِان‬

3

Artinya: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia
mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya.
Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, Maka sungguh ia telah berbuat dosa yang
besar.” (QS. an-Nisa’ (4) ayat 48)

Banyak sekali ayat-ayat al-Qur’an yang memberikan penegasan tentang
larangan berbuat syirik atau penjelasan tentang kemustahilan bahwa Allah itu memiliki
sekutu atau sama dengan makhluk. Penjelasan agar tetap teguh dalam mengakui
keesaan Allah Swt. seperti dalam surah Luqman (31) ayat 32:

‫اِل بِ ٰا ٰي ِتنهآٰ هي ْج هحد هو هما ُّم ْقته ِصد هف ِم ْنه ْم ا ْل هب ِر ِا هلى هن ٰجىه ْم فهلهما ەۚ ال ِد ْي هن لهه م ْخ ِل ِص ْي هن ّل ٰل ها ده هعوا هكال ُّظله ِل م ْوج هغ ِشيهه ْم هواِذها‬
‫هكف ْور هختار ك ُّل‬

Artinya: “Dan apabila mereka dilamun ombak yang besar seperti gunung, mereka
menyeru Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya, maka tatkala Allah
menyelamatkan mereka sampai di daratan, lalu sebagian mereka tetap menempuh jalan
yang lurus dan tidak ada yang mengingkari ayat- ayat Kami selain orang-orang yang
tidak setia lagi ingkar.” (QS. Luqman (31): 32)

2. Macam-Macam Syirik
Syirik terbagi menjadi dua macam, yakni syirk akbar (syirik besar) atau disebut

juga dengan syirk jali (syirik nyata) dan syirk asghar (syirik kecil) atau disebut juga
dengan syirk khafi (syirik samar-samar).
a. Syirik Akbar

Syirik akbar adalah menjadikan selain daripada Allah SWT sebagai tujuan
dalam beribadah, misalnya memohon dan bernadzar sesuatu kepada selain Allah,
takut kepada kuburan, jin, atau setan serta percaya bahwa semua itu bisa memberi
bahaya.

Syirik ini menyebabkan seseorang keluar dari agama Islam sehingga jika ia
meninggal dalam keadaan demikian maka akan kekal di dalam neraka. Berikut
beberapa perbuatan yang termasuk macam-macam syirik akbar:
1) Syirik dalam berdoa

Perbuatan orang musyrik yang meminta, memohon, dan memanjatkan hajatnya
dalam doa dengan tujuan kepada selain Allah. Padahal tiada yang kuasa

4

mengabulkan semua doa kecuali Allah. Hal ini disebutkan dalam Al-Quran
surat Faathir ayat 13:

‫ٰذه ِلكم ۚ ُّم هس ًّمى ِِله هجل هي ْج ِرى كل هوٱ ْلقه هم هر ٱلش ْم هس هو هسخ هر ٱل ْي ِل ِفى ٱلن هها هر هويو ِلج ٱلن هها ِر ِفى ٱل ْي هل يو ِلج‬
‫قِ ْط ِمي ِمن يه ْم ِلكو هن هما دو ِن ِهۦ ِمن تهدْعو هن هوٱل ِذي هن ۚ ٱ ْلم ْلك هله هربُّك ْم ٱّلل‬

Artinya: "Dia memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke
dalam malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan
menurut waktu yang ditentukan. Yang (berbuat) demikian itulah Allah
Tuhanmu, kepunyaan-Nya-lah kerajaan. Dan orang-orang yang kamu seru
(sembah) selain Allah tiada mempunyai apa-apa walaupun setipis kulit ari."
(QS. Faathir: 13)

2) Syirik dalam sifat Allah
Syirik dalam sifat Allah dilakukan ketika seseorang percaya bahwa

peramal bisa melihat masa depan dan ia mempercayainya, maka itu adalah
syirik. Dengan ia mendatangi peramal maka bisa dipastikan ia juga meragukan
sifat Allah yang Maha Mengetahui.
3) Syirik dalam kecintaan

Seorang muslim dilarang lebih mencintai apapun selain Allah, baik itu
lebih mencintai orang tua, saudara, suami, istri, sahabat atau siapapun.
Janganlah mencintai secara berlebihan selain kepada Allah. Dalam Alquran
surat Al Baqarah ayat 165, Allah berfirman yang artinya:

‫َو ِم َن ال ّنَا ِس َم ْن يَّتَّ ِخذُ ِم ْن دُ ْو ِن ّٰلهلاِ اَ ْندَادًا ي ِحب ْونَ ُه ْم َك ُح ّبِ ّٰلهلاِ ۗ َوا ّلَ ِذ ْي َن ٰا َمنُ ْٓوا اَ َشد ُح ًبّا لِِّ هّ ِل ۙ َو َل ْو َي َرى‬
‫الَّ ِذ ْي َن َظ َل ُم ْٓوا اِ ْذ يَ َر ْو َن ا ْل َعذَا َۙب اَ َّن ا ْلقُ َّوةَ لِِ هّ ِل َج ِم ْي ًعا ۙ َّواَ َّن ّٰلهلاَ َش ِد ْيدُ ا ْل َعذَا ِب‬

Artinya: "Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-
tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai
Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah.
Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika
mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah
semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka
menyesal)." (QS. Al-Baqarah: 165).

5

4) Syirik dalam ketaatan
Selain dilarang lebih mencintai sesuatu selain Allah, sebagai umat muslim

juga dilarang lebih taat kepada selain Allah karena tindakan tersebut mirip
dengan perbuatan menyembah berhala. Dalam surat At Taubah ayat 31, Allah
berfirman:

‫ِاتَّ َخذُ ْٓوا اَ ْح َبا َر ُه ْم َو ُر ْه َبا َن ُه ْم اَ ْربَا ًبا ِّم ْن دُ ْو ِن ّٰلهلاِ َوا ْل َم ِس ْي َح ا ْب َن َم ْريَ َۚ َم َو َمآْ اُ ِم ُر ْٓوا ِاََّّل ِليَ ْعبُدُ ْٓوا ِاٰل ًها َّوا ِحدًَۚا‬

‫ََّ ْٓل ِاٰلهَ ِاََّّل هُ ۗ َو سُ ْب ٰحنَ ٗه َع َّما يُ ْش ِركُ ْو َن‬

Artinya: "Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka
sebagai tuhan selain Allah dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera
Maryam, padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada
Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang
mereka persekutukan."

5) Syirik dalam ketakutan
Umat muslim dilarang lebih takut dari apapun kecuali dengan Allah.

Ketakutan yang dimaksud tentu adalah takut kepada selain Allah misalnya takut
pada mayat, kuburan, setan, dan menganggap bahwa kesemua itu bisa
menyebabkan bahaya atau mudharat pada dirinya.
Disebut syirik akbar jika:
1) Melakukan perbuatan yang jelas-jelas menganggap ada Tuhan lain selain Allah
SWT dan Tuhan-Tuhan itu dijadikannya sebagai tandingan di samping Allah
SWT.
2) Menganggap ada sesembahan selain Allah SWT.
3) Menganggap Tuhan mempunyai anak atau segala perbuatan yang mengingkari
kemahakuasaan Allah SWT.
Oleh karena itu mereka disebut musyrik sehingga perlu dimurnikan ketauhidannya.
b. Syirik Ashghar

Syirik asghar ialah perbuatan yang secara tersirat mengandung pengakuan ada
yang kuasa di samping Allah SWT. Misalnya, pernyataan seseorang: “Jika
seandainya saya tidak ditolong oleh dokter itu, saya pasti akan mati”. Pernyataan
seperti ini menyiratkan seakan-akan ada pengakuan bahwa ada sesuatu yang
berkuasa selain Allah SWT. Seorang mukmin yang baik dalam peristiwa seperti

6

tersebut di atas akan berkata: “seandainya tidak ada pertolongan Allah melalui
dokter itu, saya pasti akan mati”. Dalam salah satu hadis Nabi yang terdapat pada
Musnad Ahmad bin Hanbal dikatakan bahwa salah satu contoh syirk khafi ialah
seseorang yang dalam mengerjakan suatu perbuatan ada maksud untuk dipuji oleh
orang lain (riya’). Adapun macam-macam syirik asghar yaitu sebagai berikut:
1) Syirik Zhahir

Syirik Zhahir adalah syirik nyata yang dilakukan oleh seseorang dengan
menggunakan benda-benda atau jimat seperti gelang atau kalung yang dipakai
sebagai penangkal bahaya atau penyakit.
2) Syirik Khafi
Syirik Khafi adalah syirik yang tersembunyi. Syirik ini bersumber dalam hati
seseorang, bisa saja berupa niatan semata atau memang kepercayaan namun tak
ditunjukkan oleh perbuatan (hanya di dalam hari), misalnya riya’ yang
tersembunyi dalam hati.

3. Perbedaan Syirik Akbar dengan Ashghar
a. Bahwa sesungguhnya syirik besar (akbar), pelakunya tidak diampuni Allah SWT,
kecuali dengan bertaubat. Sedangkan (pelaku) syirik kecil (ashghar) berada
dibawah kehendak Allah SWT, (kalau Dia kehendaki diampuni-Nya).
b. Syirik besar dapat menggugurkan (menghapus) semua amalan, sedang syirik kecil
tidak membatalkan kecuali amalan yang secara lansung dicampurinya.
c. Sesungguhnya Syirik besar itu mengeluarkan pelakunya dari agama Islam,
sedangkan syirik kecil tidaklah demikian.
d. Pelaku syirik besar kekal abadi di dalam neraka dan diharamkan kepadanya surga,
sedangkan (pelaku) syirik kecil, pelakunya seperti (pelaku) dosa-dosa yang lain
(tergantung kehendak Allah SWT).

4. Bentuk-bentuk Syirik
Selain macam-macam syirik, kamu juga perlu mengetahui bentuknya, yaitu

sebagai berikut:
a. Syirik di dalam Al-Uluhiyyah

Yaitu kalau seseorang menyakini bahwa ada tuhan selain Allah yang berhak
untuk disembah (berhak mendapatkan sifat-sifat ubudiyyah). Firman Allah SWT
dalam QS. Al-Baqarah ayat 21-22:

7

‫ الَّ ِذي َجعَ َل لَ ُك ُم الأَ ْر َض ِف َراشاً َوال َّس َماء‬،‫يَا أَي َها ال َّنا ُس ا ْعبُدُواْ َربَّ ُك ُم ا َّل ِذي َخلَقَ ُك ْم َوالَّ ِذي َن ِمن قَ ْب ِلكُ ْم لَعَ ّلَ ُك ْم تَتَّقُو َن‬
‫بِنَاء َوأَن َز َل ِم َن ال َّس َما ِء َما ًء فَأَ ْخ َر َج بِ ِه ِم َن الثَّ َم َرا ِت ِر ْزقاً لَّكُ ْم فَلاَ تَ ْج َعلُواْ لِِّ ِل أَندَاداً َوأَنتُ ْم تَ ْع َل ُمو َن‬

Artinya: “Wahai manusia sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dan

orang-orang yang sebelummu agar kamu bertakwa. Dialah yang menjadikan bumi

sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan)

dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai

rezeki untukmu, karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah
padahal kamu mengetahuinya.” (QS.Al-Baqarah : 21-22)

b. Syirik di dalam Ar-Rububiyyah

Yaitu jika seseorang meyakini bahwa ada selain Allah yang bisa menciptakan,

memberi rezeki, menghidupkan atau mematikan, dan yang lainnya dari sifat-sifat

ar-rububiyyah. Orang-orang seperti ini keadaannya lebih sesat dan lebih jelek

daripada orang-orang kafir terdahulu.

Orang-orang terdahulu beriman dengan tauhid rububiyyah namun mereka

menyekutukan Allah dalam uluhiyyah. Mereka meyakini kalau Allah satu-satunya

Pencipta alam semesta namun mereka masih tetap berdoa, meminta pada kuburan-

kuburan seperti kuburan Latta. Maka orang-orang yang tidak menyakini sama

sekali kalau Allah-lah Penciptanya atau ada tuhan lain yang menciptakan,

menghidupkan, dan mematikan, tentu yang demikian lebih jelek lagi. Inilah yang

dimaksud syirik dalam rububiyah.
c. Syirik di dalam Al-Asma’ wa Ash-Shifat

Yaitu kalau seseorang mensifatkan sebagian makhluk Allah dengan sebagian

sifat-sifat Allah yang khusus bagi-Nya. Contohnya, meyakini bahwa ada makhluk

Allah yang mengetahui perkara-perkara ghaib. Firman Allah SWT dalam QS. Al-

Jin ayat 26:

‫اه هحدًا هغ ْي ِب ٰٓه هعٰلى ي ْظ ِهر فه هل ا ْلغه ْي ِب ٰع ِلم‬

Artinya: “(Dia adalah Tuhan) yang mengetahui yang ghaib. Maka Dia tidak

memperlihatkan kepada seorang pun tentang yang ghaib itu. (QS. Al-Jin: 26)

8

5. Contoh Perilaku Orang yang Berbuat Syirik
Beberapa perbuatan syirik yang terjadi dalam masyarakat dan kemudian sama-

sama kita jauhilah, sebagai berikut:
a. Membuat Sesajen untuk Menolak Ruh Jahat

Aktivitas yang termasuk syirik ini sering kali dijumpai di banyak hal dalam
masyarakat. Misalnya, saat ada pembangunan jembatan, gedung, atau rumah. Pada
acara peletakn batu pertama, biasanya diadakan pemotongan hewan, kemudian
darahnya disiramkan atau dioleskan, dan kepala hewan ditanam di situ. Tujuannya,
agar bangunan itu kokoh, kuat, lancar dalam pembangunannya, serta tidak meminta
korban, terhindar dari bahaya, dan makhluk halus yang ada di situ tidak
mengganggu. Ada juga yang meletakkan sesajen di atas tiang utama bangunan, agar
terhindar dari gangguan makhluk halus yang berada di daerah tersebut.

Hal yang sama juga dilakukan apabila orang merasa takut melewati pohon
besar, kuburan, hutan atau lembah yang dianggap angker. Kemudian, orang tersebut
membuat berbagai macam bentuk sesajen yang ditaruh di tempat tersebut.
Demikian halnya jika seseorang hendak lewat di sebuat tempat yang angker. Ia
harus meminta izin terlebih dahulu, seperti mengucapkan “Mbah, permisi, saya mau
lewat”. Terkadang, malah disertai tindakan menundukkan badan petanda tunduk,
atau membunyikan klakson kenderaan sambil menjalankannya dengan pelan-pelan,
dan lain sebagainya. Hal-hal semacam itu memang bentuk interaksi dengan adanya
kekuatan selain Allah SWT. Namun, jika dilakukan secara demikian maka sudah
termasuk syirik. Apalagi, disertai kepercayaan bahwa “penunggu” tempat tersebut
dapat memberi pertolongan dengan perlakuan dan cara-cara tersebut.

9

b. Memakai Jimat-jimat

Keberadaan benda-benda sakti (jimat) di masyarakat kita sudah tidak asing
lagi. Jimat merupakan benda atau sesuatu yang dipercayai dapat memberi manfaat,
pertolongan, atau kekuatan lain. Sehingga, membuat si pemakainya terhindar dari
hal-hal yang tidak diinginkan. Salah satu yang popular adalah cincin akik.
Misalnya, ketika batu akik diyakini memiliki daya magis karena telah “diisi” oleh
dukun atau orang pintar, maka seseorang menjadikan akik itu sebagai jimat
pembawa keberuntungan. Hal ini sudah menjadikannya sebagai Tuhan selain Allah
SWT, padahal hanya Dia yang memiliki kuasa untuk melakukan demikian.
Sebagian dalam masyarakat sering dijumpai menggunakan bamboo kuning atau
potongan tulisan Arab yang maknanya tidak jelas, yang diletakkan di atas pintu
rumah. Tujuannya, agar “jin jahat” tidak bisa masuk rumah. Hal ini berarti telah
mempertuhankan jimat itu, dan merupakan bentuk kesyirikan yang sangat nyata
terhadap Allah SWT. Demikian pula apabila al-Qur’an Stambul (al-Qur’an
berukuran sangat kecil, yang tulisannya tidak bisa dibaca kecuali dengan
mikroskop) dijadikan jimat untuk menolak marabahaya, maka pelakunya juga
sudah terjerumus dalam lingkaran kesyirikan.
c. Mencari Berkah di Kuburan Wali, Kyai, dan Semacamnya

Orang muslim berduyun-duyun pergi ke makam orang mukmin tertentu untuk
ziarah sudah menjadi tradisi di masyarakat, bahkan dianggap sebagai bagian dari
ibadah pada hari-hari/bulan-bulan tertentu. Misalnya, bulan Maulid (Rabi’ul Awal),
menjelang Ramadhan, menjelang lebaran (Syawwal), dan lain sebagainya, banyak
orang yang mendatangi kuburan-kuburan kiai, orang-orang yang dianggap wali,
atau kuburan orang shalih. Masyarakat datang dari tempat yang cukup jauh dengan
mencurahkan tenaga, waktu, pikiran, dan harta. Kalau hanya niatnya ingin
mendoakan dan mengingat kematian, itu tidak mengapa. Namun, kalau sudah

10

diniatkan untuk mendapat berkah, atau supaya Ramadhannya berkah dan
semacamnya, maka sudah termasuk syirik.
d. Meminta Bantuan Arwah Nabi, Wali, atau Tokoh Tertentu agar Terhindar dari
Bahaya

Di masyarakat, ritual-ritual seperti ini sudah banyak dijumpai di mana-man.
Berbagai ritual seperti ini dapat disaksikan pada acara-acara malam 1 Syura
(Muharram). Di antara masyarakat, ada yang menyelenggarakan acara ritual di
Pantai Laut Selatan. Masyarakat beramai-ramai melepaskan bermacam-macam
sesajen, seperti hewanyang masih hidup, aneka makanan, bunga-bungaan dan
kemenyan sambil memanggil-manggil arwah Nabi Muhammad SAW, Syekh Abdul
Qadir Jailani, dan tokoh Nyai Roro Kidul. Tujuan masyarakat melakukan ini agar
Nyai Roro Kidul, yang katanya menjadi penguasa di Pantai Laut Selatan itu, tidak
meminta korban pada tahun tersebut. Atau, ritual di tempat-tempat tertentu yang
sering memakan korban jiwa, dengan tujuan agar terhindar dari bahaya. Kalau ritual
tersebut dilakukan denga hanya memohon kepada Allah SWT semata agar diberi
keselamatan dan dijauhkan dari hal-hal yang membahayakan, maka hal itu
bukanlah syirik. Akan tetapi, jika dalam ritual tersebut ada benda, makhluk, atau
kekuatan lain yang diminta perlindungan dan pertolongan sepadan dengan Allah
SWT, maka sudah pasti itu adalah syirik.
e. Meyakini Adanya Sial atau Bencana pada Bulan-bulan atau Hari-hari Tertentu

Seperti meyakini hari Rabu pada bulan Safar mengandung sesuatu musibah
atau kesialan. Ini bertentangan dengan akidah Islam yang menetapkan bahwa
sesuatu nikmat dan bencana adalah merupakan ketentuan dan kehendak Allah SWT
semata-mata. Adakalanya bencana itu diturunkan oleh Allah SWT adalah sebagai
salah satu bentuk balasan ke atas mereka yang sengaja melakukan kemungkaran
dan kerosakan. Firman Allah SWT yang artinya: "Dan apa jua yang menimpa kamu
dari sesuatu kesusahan (atau bala bencana) maka ia adalah disebabkan apa yang
kamu lakukan" (Qs. asy-Syuura: 30).

6. Bahaya Perbuatan Syirik
a. Amalan saleh yang sudah dikerjakan oleh orang-orang yang berbuat syirik akan
lenyap dan sia-sia.
b. Orang-orang musyrik benar-benar melakukan kezaliman yang besar.

11

c. Akan masuk ke dalam neraka jahanam. Allah SWT berfirman dalam al-Qur’an
surah al-Bayyinah ayat 6:

‫ا ْلبه ِري ِة هش ُّر ه ْم او ٰۤل ِٕى هك فِ ْي هها ٰخ ِل ِد ْي هن هج ههن هم هنا ِر فِ ْي هوا ْلم ْش ِر ِك ْي هن ا ْل ِك ٰت ِب اه ْه ِل ِم ْن هك هفر ْوا ال ِذ ْي هن اِن‬

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang ka¿r yakni ahli kitab dan orangorang
yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya.
mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.” (QS. Al-Bayyinah ayat 6)
d. Rasa khawatir dan lepasnya rasa aman di dunia dan akhirat disebabkan
karena syirik. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman,

‫ا َلّ ِذي َن آَ َمنُوا َو َل ْم َي ْل ِبسُوا ِإي َما َن ُه ْم بِظُ ْل ٍم أُو َلئِ َك لَ ُه ُم ا ْلأَ ْم ُن َوهُ ْم ُم ْهتَدُو َن‬

Artinya: “Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka
dengan kezaliman (syirik), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu
adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. Al An’am: 82).
e. Orang yang berbuat syirik akan sesat di dunia dan akhirat. Allah Ta’ala berfirman,

‫َو َم ْن يُ ْش ِر ْك ِبالَِّ ِل َفقَ ْد َض َّل َضلَاًَّل َب ِعيدًا‬

Artinya: “Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka
sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya” (QS. An Nisa’: 116).
f. Orang yang berbuat syirik akbar (besar) tidak akan diampuni oleh Allah jika mati
dan belum bertaubat. Allah Ta’ala berfirman,

‫ِإ َّن ّٰلَّلاَ ََّل َي ْغ ِف ُر أَ ْن يُ ْش َر َك بِ ِه َو َي ْغ ِف ُر َما دُو َن ذَ ِل َك ِل َم ْن يَ َشا ُء َو َم ْن يُ ْش ِر ْك ِبالَِّ ِل فَ َق ِد ا ْفتَ َرى إِثْ ًما َع ِظي ًما‬

Artinya: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia
mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-
Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat
dosa yang besar.” (QS. An Nisa’: 48).
g. Jika seseorang berbuat syirik akbar (besar), seluruh amalannya bisa terhapus.
Allah Ta’ala berfirman,

12

‫َو َل ْو أَ ْش َر ُكوا َل َحبِ َط َع ْن ُه ْم َما َكانُوا يَ ْع َملُو َن‬
Artinya: “Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari
mereka amalan yang telah mereka kerjakan.” (QS. Al An’am: 88).

‫َولَقَدْ أُو ِح َي إِلَ ْي َك َو ِإلَى ا َّل ِذي َن ِم ْن َق ْب ِل َك َلئِ ْن أَ ْش َر ْك َت َليَ ْحبَ َط َّن َع َملُ َك َو َلتَ ُكونَ َّن ِم َن ا ْل َخا ِس ِري َن‬

Artinya: “Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi)
yang sebelummu. “Jika kamu mempersekutukan (Allah), niscaya akan hapuslah
amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.” (QS. Az Zumar:
65).
h. Orang yang berbuat syirik akbar pantas masuk neraka dan diharamkan surga
untuknya. Allah Ta’ala berfirman,

‫إِنَّهُ ُ َم ْن يُ ْش ِر ْك بِالَِّ ِل فَقَدْ َح َّر َم ّٰل َّلاُ َع َل ْي ِه ا ْل َجنَّةَ َو َمأْ َواهُ النَّا ُر َو َما ِلل َّظا ِل ِمي َن ِم ْن أَ ْن َصا ٍر‬

Artinya: “Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah,
maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka,
tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolong pun.” (QS. Al Maidah:
72).
Dari Jabir, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

‫َم ْن َما َت َّلَ يُ ْش ِر ُك ِبالَِّلِ َش ْيئًا دَ َخ َل ا ْل َجنَّ َة َو َم ْن َما َت يُ ْش ِر ُك ِبالَِّلِ َش ْيئًا دَ َخ َل ال َّنا َر‬

Artinya: “Barangsiapa yang mati dalama keadaan tidak berbuat syirik pada Allah
dengan sesuatu apa pun, maka ia akan masuk surga. Barangsiapa yang mati dalam
keadaan berbuat syirik pada Allah, maka ia akan masuk neraka” (HR. Muslim no.
93).
i. Syirik akbar membuat pelakunya kekal dalam neraka. Allah Ta’ala berfirman,

‫إِ َّن ا َّل ِذي َن َك َف ُروا ِم ْن أَ ْه ِل ا ْل ِكتَا ِب َوا ْل ُم ْش ِر ِكي َن ِفي َنا ِر َج َه ّنَ َم َخا ِل ِدي َن ِفي َها أُولَئِ َك هُ ْم َشر ا ْل َب ِر َّي ِة‬

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang
yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya.
Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk” (QS. Al Bayyinah: 6)

13

j. Syirik adalah sejelek-jelek perbuatan zholim dan sejelek-jeleknya dosa
sebagaimana Allah Ta’ala berfirman,

‫َو ِإ ْذ َقا َل لُ ْق َما ُن َِّل ْب ِن ِه َو ُه َو يَ ِع ُظهُ َيا بُنَ َّي ََّل تُ ْش ِر ْك ِبالَِّ ِل إِ َّن ال ِّش ْر َك َلظُ ْل ٌم َع ِظي ٌم‬

Artinya: “Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia
memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan
Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang
besar”.” (QS. Lukman: 13).

‫َو َم ْن يُ ْش ِر ْك ِبالَِّلِ َف َق ِد ا ْفتَ َرى ِإثْ ًما َع ِظي ًما‬

Artinya: “Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah
berbuat dosa yang besar.” (QS. An Nisa’: 48).
k. Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam berlepas diri dari orang yang
berbuat syirik. Allah Ta’ala berfirman,

ُ‫َوأَذَا ٌن ِم َن ّٰلَّلاِ َو َر ُسو ِل ِه إِ َلى ال َّنا ِس َي ْو َم ا ْل َح ِّج ا ْلأَ ْك َب ِر أَ َّن ّٰلَّلاَ بَ ِري ٌء ِم َن ا ْل ُم ْش ِر ِكي َن َو َر ُسولُه‬

Artinya: “Dan (inilah) suatu permakluman daripada Allah dan Rasul-Nya kepada
umat manusia pada hari haji akbar bahwa sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya
berlepas diri dari orang-orang musyrikin” (QS. At Taubah: 3).

7. Cara Menghindari Perbuatan Syirik
Di antara perilaku atau hal-hal yang bisa dilakukan agar seseorang terhindar dari

perbuatan syirik adalah sebagai berikut:
a. Selalu menegakkan shalat, karena dengan melakukan shalat yang benar akan

terhindar dari perbuatan keji dan munkar.
b. Selalu berusaha meningkatkan ketakwaan kepada Allah, karena dengan begitu akan

selalu diberikan jalan keluar terhadap segala masalah yang dihadapi.
c. Selalu berusaha melatih diri untuk senantiasa ingat bahwa syirik itu adalah dosa

yang paling besar di antara dosa-dosa yang ada dan tidak akan diampuni oleh Allah
SWT. Jika kita selalu berada di dalam kesadaran bahwa syirik itu akan menyeret

14

pelakunya ke neraka, maka kita akan berusaha menghindari perbuatan syirik
tersebut.
d. Selalu mengingat Allah di manapun berada

Dengan selalu mengingat Allah hati akan tenang dan selalu berada dalam
suasana kontak batin dengan sang Khaliq. Ibadah merupakan salah satu komponen
paling mendasar dalam membangun kedekatan dengan Tuhan. Semakin banyak
melakukan ibadah semakin terbuka kesempatan untuk bisa dekat dengan Tuhan.
e. Menghayati Ciptaan Allah

Untuk menghindari perbuatan syirik kita bisa menghayati berbagai ciptaan
Allah yang ada di alam semesta ini mulai dari makro kosmos hingga mikro kosmos.
Bahkan, diri kita sendiri pun bisa menjadi penghayan tersendiri untuk menemukan
kemahabesaran Allah, kemaha Agungan Allah, dan Sifat Allah yang Sangat Maha
Kuasa. Dengan melihat, memikirkan, dan menghayati ciptaan Allah kita dapat
memahami bahwa Allah tidak akan ada tandingannya dan tidak dapat disandingkan
oleh makhluk apapun, zat apapun. Hanya Allah lah yang mampu menciptakan
semuanya. Lantas, jika Allah Yang Berkuasa, hal ini mengingatkan kita bahwa
hanya kepada Allah lah kita tunduk dan bersujud.
f. Menghayati Hukum dan Sunnatullah

Hukum dan Sunnatullah yang Allah ciptakan, sejatinya adalah hukum-hukum
keadilan dan keseimbangan agar manusia tidak tersesat dalam hidupnya. Jika
manusia tersesat dan hidupnya tanpa arah, maka tentu saja manusia akan jatuh pada
keterpurukan dan tidak akan ada kesejahteraan dalam kehidupannya di dunia.
Untuk itu, Allah ciptakan hukum dan aturan agar manusia bisa terbebas dari
kesesartan. Jika manusia benar-benar memilkirkan dan memahami sunnatullah
tersebut, maka tentu saja akan mudah ia tunduk kepada Allah dan tidak akan lagi
menyembah, memohon, atau bahkan bersjud kepada selain Allah. Karena hanya
Allah lah yang mampu membuat hukum, aturan, dan sunnatulalh yang membuat
manusia hidup adil juga seimbang.
g. Mengikuti Segala Perintah Allah

Mengindari dossa syirik tentu saja dengan cara mengikuti segala perintah
Allah. Jika perintah Allah kita laksanakan maka kita akan mudah untuk
mendapatkan kenikmatan juga pencerahan diri yang membuat kita semakin
menikmat dalam menjalankan perintah Allah.

15

h. Berdzikir
Bedzikir artinya adallah mengingat Allah. Jika kita selalu ingat Allah

tentunya kita akan memahami bahwa tidak ada Tuhan yang layak disembah dan
diduakan, selain dari Allah. Hanya satu Tuhan dan tempat kita bergantung dalam
hidup yaitu Allah yang layak untuk disembah.

C. AYO BERDISKUSI

Setelah Anda mendalami materi maka selanjutnya lakukanlah diskusi bersama
dengan teman sebangku Anda atau dengan kelompok Anda, kemudian persiapkan diri
untuk mempresentasikan hasil diskusi tersebut di depan kelas. Adapun tema yang
diskusikan antara lain adalah:

a. Macam dan bentuk perbuatan syirik.
b. Bahaya dari perbuatan syirik.
c. Cara menghindari perbuatan syirik.

D. PENDALAMAN KARAKTER

Dengan memahami ajaran Islam mengenai syirik dan bahayanya maka seharusnya
kita memiliki sikap sebagai berikut:

a. Memiliki akidah dan keimanan yang kokoh.
b. Bertauhid, mengesakan Allah SWT.
c. Ikhlas dalam berbuat baik, semata-mata karena Allah SWT.
d. Menghindarkan diri dari hal-hal yang dapat menyekutukan Allah SWT.

16

E. AYO BERLATIH

a. Pilihlah pilihan ganda dibawah ini dengan tepat!

1. Perbuatan menyekutukan Allah disebut?

a. Zuhud b. Syirik

c. Namimah d. Qona’ah

e. Musyrik

2. Berapa macamkah syirik akbar? b. 2
a. 5 d. 8

c. 4 b. Jali
d. Asghar
e. 3
3. Riya’ termasuk kategori syirik?

a. Akbar

c. Kabir

e. Ghadab

17

4. Dibawah ini yang tidak termasuk contoh perbuatan syirik adalah?

a. Memakai jimat-jimat b. Membuat sesajen untuk ruh

jahat

c. Meminta bantuan arwah Nabi, d. Berdzikir
Wali, atau Tokoh tertentu agar
terhindar dari bahaya

e. Meyakini adanya sial pada
bulan-bulan atau hari-hari
tertentu

5. Orang yang menyekutukan Allah disebut?

a. Musyrik b. Syirik

c. Muwaris d. Hamba Sahaya

e. Mualaf

b. Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan tepat!
1. Apa perbedaan antara syirik akbar dan syirik asghar? Jelaskan!
2. Mengapa riya’ bisa dikategorikan sebagai syirik ashghar? Jelaskan!
3. Berikan contoh perbuatan yang bisa dikategorikan sebagai syirik dalam
konteks kehidupan modern seperti sekarang ini!
4. Mengapa orang yang beriman harus menghindari perbuatan syirik?
5. Bagaimana cara menghindari perbuatan syirik?

18

c. Portofolio dan Penilaian Sikap
Carilah beberapa ayat dan hadits yang berhubungan dengan syirik dengan mengisi
kolom di bawah ini:

No. Nama Surah dan No. Ayat atau Isi Pokok
Hadits Riwayat

1.

2.

3.

19

d. Setelah kalian memahami uraian mengenai ajaran Islam tentang syirik coba kamu
amati perilaku berikut ini dan berikan komentar

No. Perilaku yang diamati Tanggapan/Komentar Anda

1. Beberapa siswa masih percaya
pada ramalan bintang

2. Sebagian masyarakat ada yang
masih mengikuti kepercayaan
dinamisme dan animisme

3. Ketika akan membangun sebuah
gedung sebagian orang menanam
kepala kerbau

4. Untuk menjadi orang kaya
sebagian orang melakukan pergi
ke dukun meminta pesugihan

20

DAFTAR RUJUKAN
Abdurrohim; Usman; dan Latifah, Noek Aenul. 2014. Buku Siswa Akidah Akhlak. Jakarta:

Kementerian Agama Republik Indonesia.
Abdurrahman, M. Yusuf. 2012. Tamparan-tamparan Keras Bagi Pelaku Dosa-dosa Besar.

Jogjakarta: Transmedia.
Ma'aly, Dasman Yahya. 1425H. Landasan-Landasan Iman Di bawah Cahaya Al-Qur’an dan

Sunnah. Madinah: Komplek Percetakan al-Qur’an Raja Fahd.
Tim Penyusun Kamus Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. 1990. Kamus Besar Bahasa

Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

21



Sejak Kecil, Nabi Muhammad SAW Benci Perbuatan Syirik

Nabi Muhammad SAW sejak masih berusia anak-anak membenci segala yang berbau menyekutukan
Allah, termasuk perangai menyembah berhala. Tak sekalipun dan tak sedikitpun beliau menaruh
simpati pada tata cara ibadah kaum musyrik, apalagi mengikuti mereka.

Dikisahkan, suatu kali seseorang pernah menyuruh Muhammad SAW kecil untuk ikut ke tempat
pemujaan berhala. Kontan saja, Muhammad kecil menolaknya. Orang-orang Quraisy mengagungkan
suatu patung bernama Bawwanah. Berhala itu amat dipuja-puja mereka. Pemujanya sering
menggunduli satu sisi kepala. Tak hanya itu, orang-orang musyrik itu juga kerap bermalam di dekat
benda tak bernyawa itu bahkan hingga larut malam.

Ritual itu memang biasa terjadi sekali dalam setahun. Di antara peserta ritual tersebut adalah Abu
Thalib. Muhammad SAW kecil pernah diajak pamannya itu untuk menghadiri acara tahunan itu.
Tawaran itu langsung ditolaknya.


Click to View FlipBook Version