The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Diana Uswah, 2023-07-31 03:44:48

Modul Seni 11.1

SR_F_11.1

Memahami Masalah di Lingkungan dan Penyelesaian Masalah dengan Pendekatan Seni SENI RUPA T.A 2023-2024 Fase F


Tableof Contents Informasi Umum Design Thinking, Mengidentifikasi Masalah (Define) Design Thinking, Mengamati Masalah di Lingkungan (Empati) Lembar Kerja Siswa Perancangan Karya Seni Rupa 01 05 03 07 08 02 06 09 04 Kompetensi Inti Lembar Pantauan Lembar Kerja Siswa Lembar Kerja Siswa


INFORMASI UMUM SENI RUPA FASE F Nama Penyusun : Diana uswah, S.Sn Institusi : SMAI PB Soedirman Bekasi Tahun Penyusunan : 2023/2024 Jenjang : SMA/XI RUP.F.11.1 Kelas/Fase : XI/F Alokasi Waktu : 6 JP B. Kompetensi Awal A. Identitas Modul Peserta didik memiliki kemampuan mengamati permasalahan di sekitarnya. Peserta didik memiliki pemahaman tentang seni rupa baik itu jenis karyanya maupun aliran karya seninya beserta contoh karyanya. Peserta didik memiliki kemampuan menggunakan alat dan bahan serta teknik berkarya. Peserta didik memiliki kemampuan berpikir kreatif untuk mengembangkan permasalahan sehingga bisa diselesaikan dengan pendekatan design thinking 1. 2. 3. 4. Kreatif Gotong Royong Bernalar Kritis 1. 2. 3. C. Profile Pelajar Pancasila


INFORMASI UMUM SENI RUPA FASE F Sarana & Prasarana : 1. laptop, internet, proyektor (menyesuaikan) 2. alat yang dibutuhkan, bahan utama, bahan pendukung Peserta didik reguler/tipikal : umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami materi. F. Model Pembelajaran D. Sarana & Prasarana Model pembelajaran yang digunakan dalam modul ini adalah problem based learning dengan mencari penyelesaian atau pengembangan permasalahan lingkungan yang diselesaikan dengan pendekatan seni dan project based learning dengan membuat sebuah karya yang sudah dirumuskan pada penyelesaian masalah di lingkungan. E. Target Peserta Didik G. Rencana Asesmen Asesmen Formatif : Asesmen Sumatif : Alat Ukur :


SENI RUPA FASE F Mengamati berbagai macam karya seni yang berdampak pada kehidupan. Mengenal berbagai macam karya seni yang berdampak pada kehidupan. Merekam berbagai macam karya seni yang berdampak pada kehidupan. Menuangkan berbagai macam karya seni yang berdampak pada kehidupan. 1. 2. 3. 4. Creative thinking adalah kemampuan berpikir dengan cara-cara baru dan menemukan pemecahan masalah secara unik. Konsep seni adalah berbagai hal-hal abstrak konseptual (teori) yang menyelubungi ide, perancangan dan pembentukan seni secara umum. Standford Design Thinking adalah metodologi desain yang memberikan pendekatan berbasis solusi untuk memecahkan masalah. A. TUJUAN PEMBELAJARAN KOMPETENSI INTI 5. Memilih berbagai macam teknik, bahan, alat dan tema yang akan digunakan dalam berkarya. 6. Menggunakan teknik, bahan, alat dan tema yang terpilih dalam berkarya. 7. Menciptakan karya yang memiliki muatan emosional atau peluang dan tantangan dalam kehidupan sehari-hari. B. PEMAHAMAN BERMAKNA


SENI RUPA FASE F 1. Dalam melakukan proses berpikir kritis dengan pendekatan Design Thinking. Apakah kamu bisa mencari solusi dari isu dan kondisi permasalahan lingkungan? 2. Dalam menemukan isu permasalahan lingkungan ada implementasi dengan pendekatan Design Thinking. Apakah kamu bisa memberikan contoh implementasi dan mempersentasikannya? Pertemuan akan dilakukan sebanyak 3 kali pertemuan. Setiap pertemuan diawali dengan kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan penutup. Reframing (menyusun ulang) masalah dengan cara-cara yang berpusat pada manusia, Menciptakan banyak ide dalam brainstorming (bertukar pikiran), Mengadopsi pendekatan langsung dalam pembuatan prototype (sketsa awal), Testing (uji publik). Design Thinking sangat berguna dalam mengatasi masalah dengan melakukan : C. PERTANYAAN PEMANTIK KOMPETENSI INTI D. KEGIATAN PEMBELAJARAN


1 Vol. 01 Design Thinking : Mengamati masalah di lingkungan (empati) Pertemuan 1


SENI RUPA FASE F 08 Art Contemporer plastics MENGAMATI MASALAH DI LINGKUNGAN Masalah adalah keadaan yang tidak sesuai norma, nilai, ketentuan, peraturan yang sudah disepakati, sehingga dapat menimbulkan keadaan yang tidak disukai, tidak nyaman, kekacauan, atau kerusakan tatanan hidup bersama. Installation art


MENGAMATI MASALAH DI LINGKUNGAN SEKOLAH Keadaan yang tidak sesuai dengan peraturan sekolah, atau tidak sesuai dengan kepantasan. Jadi untuk mengetahui ada atau tidaknya masalah di lingkungan sekolah, kita dapat 2 cara : Cara pertama, menggunakan peraturan sekolah atau menggunakan norma sebagai acuan. Jika terdapat ketidak sesuaian antara peraturan dengan kenyataan, maka disitu terdapat masalah. Cara kedua, melihat dampak. Misalnya dengan menggunakan pertanyaan : " Mengapa sampah berceceran di sekitar tempat sampah?" " Mengapa buku di perpustakaan sulit ditemukan?" " Mengapa sering terjadi siswa membolos?" Pertanyaan dapat dikembangkan sendiri sesuai dengan apa yang pernah dialami atau diperhatikan di lingkungan sekolah. SENI RUPA FASE F 09 Contohnya


MENGAMATI MASALAH DI LINGKUNGAN SEKOLAH Keadaan yang tidak sesuai dengan peraturan sekolah, atau tidak sesuai dengan kepantasan. Jadi untuk mengetahui ada atau tidaknya masalah di lingkungan sekolah, kita dapat 2 cara : Cara pertama, menggunakan peraturan sekolah atau menggunakan norma sebagai acuan. Jika terdapat ketidak sesuaian antara peraturan dengan kenyataan, maka disitu terdapat masalah. Cara kedua, melihat dampak. Misalnya dengan menggunakan pertanyaan : " Mengapa sampah berceceran di sekitar tempat sampah?" " Mengapa buku di perpustakaan sulit ditemukan?" " Mengapa sering terjadi siswa membolos?" Pertanyaan dapat dikembangkan sendiri sesuai dengan apa yang pernah dialami atau diperhatikan di lingkungan sekolah. SENI RUPA FASE F 10 Contohnya


Art Contemporary Saatchi Art - 2020- Paper on Cardboard PERMASALAHAN LINGKUNGAN DAN SOSIAL DI SEKOLAH ISSUE? H O T T E S T A N D N E W E S T Amati dan catatlah berbagai permasalahan yang terjadi selama berada di sekolah! Sampah yang bercecer Tanaman hias yang rusak Kebisingan yang menggangu konsentrasi Kepengapan ruangan, dan lain-lain. Setidaknya terdapat dua masalah umum di lingkungan sekolah, yaitu masalah lingkungan hidup dan masalah sosial. Masalah lingkungan hidup misalnya : SENI RUPA FASE F 11 Perundungan (bullying) dalam bentuk perkataan atau perbuatan. Intoleransi antar peserta didik. Membolos sekolah, dan lain lain. Masalah sosial, misalnya : Permasalahan yang ada di lingkungan sekolah tersebut perlu untuk diatasi atau diselesaikan. Dapatkah kita berpartisipasi mengatasi masalah tersebut dengan bentuk kreatif melalui seni rupa? Bagaimana caranya?


Lembar Kerja Siswa Nama Siswa : Kelas : Tema : Langkah-Langkah Kegiatan : Sebelum mengisi lembar kerja di bawah ini, coba kamu catat beberapa isu-isu yang sedang aktual saat ini! Berdasarkan isu-isu yang sudah tercatat, silahkan ajukan solusi dan tahapan yang dapat dilakukan dengan cara melengkapi data berikut ini! 1. 2. No 1. 2. 3. Isu-isu aktual Asumsi solusi yang ditawarkan Tahapan berpikir kritis yang akan dilakukan Sampah Membuat poster


1 Vol. 02 Design Thinking : Mengidentifikasi masalah (Define) Pertemuan 2


SENI RUPA FASE F 15 ArtContemporer plastics MENGIDENTIFIKASI MASALAH DARI HASIL PENGAMATAN Bagaimana cara mengidentifikasi masalah dari hasil pengamatan? Apa saja yang perlu diamati dalam sebuah permasalahan? Installation art


C A R A M E N G U R A I M A S A L A H Untuk melihat ada tidaknya masalah adalah melihat ada tidaknya dampak atau akibat. Misalnya, ketika melihat ada salah seorang teman kita menjadi tidak berani untuk bertanya atau menjawab pertanyaan di kelas. "tidak berani bertanya" adalah dampak atau akibat dari sesuatu. Setelah ditanya, ternyata teman itu ketika bertanya selalu ditertawakan oleh yang lain. 01 SENI RUPA FASE F 16 HOW? P E N Y E L E S A I A N M A S A L A H CARA MENGURAI MASALAH


Masalah lingkungan fisik adalah masalah yang berhubungan dengan benda, alam dan keruangan (space). Sedangkan masalah sosial adalah masalah yang berhubungan dengan kebiasaan, perilaku, dan hubungan antar manusia. Bagaimana cara menguraikan sebuah masalah? a. tentukan masalahnya apakah masalah lingkungan atau masalah sosial b. sebutkan dampak yang teramati c. lanjutkan dengan mengajukan pertanyaan terhadap dampak tersebut, dengan metode 5W-1H (what, where, when, who, why dan how). d. buat alternatif jawaban dari pertanyaan tersebut. Secara umum, permasalahan yang ada di lingkungan sekolah dapat dikelompokkan kedalam dua kelompok besar, yaitu masalah lingkungan fisik dan masalah sosial "Traveling allows you to become so many different versions of yourself." 1 Page 17


Mind mapping adalah sebuah cara dengan mengelompokan beberapa ide dalam bentuk kerangka yang terstruktur untuk membantu mengingat atau menganalisis sebuah masalah. MInd mapping juga disebut sebagai proses memindahkan bentuk pemikiran yang di otak ke dalam bentuk tulisan dan gambar. Sedangkan mind map adalah gambar dari kerangka atau peta pikiran yang telah kamu kelompokkan berdasarkan ide-ide yang ada di pikiranmu. PENGERTIAN MIND MAPPING Dengan menggunakan mind mapping kamu juga bisa mendapatkan beberapa manfaat seperti, membantu memahami konsep-konsep baru, menemukan ide-ide kreatif, membantu dalam melakukan presentasi dan memudahkan dalam merumuskan masalah. gambar contoh network tree


Cara membuat Teknik Peta Konsep Tips Mind Mapping Hal pertama yang perlu dilakukan dalam membuat mind mapping adalah mencari topik utama. Topik tersebut dapat berasal dari masalah yang ingin kamu selesaikan, dan biasanya berbentuk kata kunci yang terdiri dari 1 sampai 3 kata. Bisa dilihat pada contoh. Dapat diawali dengan memilih topik yang memiliki artian luas. Page 19 01 TENTUKAN TOPIK UTAMA Sediakan kertas gambar ukuran minimal A3 (buku gambar besar), pensil berwarna atau spidol berwarna agar menarik. Langkah-langkah pembuatannya sebagai berikut :


Cara membuat Teknik Peta Konsep Tips Mind Mapping Selanjutnya, perlu mencari ide-ide yang paling erat kaitannya dengan topik utama dan menjadikannya sebagai cabang pertama dari topik tersebut. Pada gambar, bisa kamu lihat cabang utama dari komunikasi yaitu nonverbal dan verbal. Nonverbal dan verbal adalah jenis dari komunikasi. Jadi, jika masih kesulitan dalam menentukan cabang utama, coba identifikasi berdasarkan jenis atau bagian lainnya. Page 20 02 TAMBAHKAN CABANG BERDASARKAN TOPIK UTAMA


Cara membuat Teknik Peta Konsep Tips Mind Mapping Setelah mendapatkan ide sebagai cabang utama, kamu dapat menguraikannya menjadi beberapa sub-topik. Bisa mencoba menentukan beberapa ide dengan ruang lingkup yang lebih kecil. Sehingga dapat menjadi ranting dari cabang utama. Page 21 03 URAIKAN CABANG UTAMA MENJADI BEBERAPA SUBTOPIK


setelah menentukan beberapa sub-topik, jangan lupa hubungkan masing-masing ide dengan garis. Dengan menggunakan garis, kamu akan semakin mudah untuk memahamai isi dari map yang kamu buat. Mulai dari topik utama hingga sub-topik yang paling spesifik. Page 22 04 HUBUNGKAN SETIAP IDE DENGAN GARIS Untuk mempermudah mengingat setiap ide pada sub-topik, kamu dapat menambahkan warna pada garis penghhubung atau gambar. Bisa kamu lihat pada contoh gambar di bawah, setiap topik memiliki kode warnanya sendiri, misalnya 'gestur' yang memiliki warna ungu. 05 GUNAKAN KODE WARNA PADA GARIS PENGHUBUNG DI SETIAP SUB-TOPIK


Ketika membuat mind mapping pasti akan menemukan berbagai ide yang kemungkinan memiliki hubungan dengan sub-topik. Namun, untuk membuat mind mapping yang efektif, kamu perlu menentukan ide-ide yang memiliki kaitan paling erat dengan sub-topik. Hal ini berguna untuk mencegah kamu memasukkan ide yang tidak dibutuhkan. Page 23 06 KEMBANGKAN SUB-TOPIK DENGAN IDE-IDE YANG PALING PENTING Tak jarang, nantinya mind mapping yang akan dibuat dapat memiliki jumlah cabang yang banyak. agar kamu tidak lupa makna dari setiap ide, tak ada salahnya membuat catatan kecil. Selain itu, catatan tersebut juga dapat menjadi keterangan dari ide-ide yang dianggap sulit atau kompleks. 07 TAMBAHKAN CATATAN KECIL JIKA DIPERLUKAN


Page 24


T E K N I K M I N D M A P Teknik mind map membantu kita untuk menggambarkan suatu permasalahan. Terdapat empat model mind map, yaitu : 1.Pohon Jaringan (Network Tree) Model pohon jaringan cocok digunakan untuk menggambarkan (memvisualisasikan hubungan sebab - akibat. 02 NOUR MAGAZINE PRODUCT 25 MIND MAPPING T E K N I K P E T A K O N S E P TEKNIK PETA KONSEP


T E K N I K M I N D M A P Teknik mind map membantu kita untuk menggambarkan suatu permasalahan. Terdapat empat model mind map, yaitu : 2. Rantai Kejadian (event chain) Model ini cocok untuk menggambarkan urutan kejadian. 02 NOUR MAGAZINE PRODUCT 26 MIND MAPPING T E K N I K P E T A K O N S E P TEKNIK PETA KONSEP


T E K N I K M I N D M A P Teknik mind map membantu kita untuk menggambarkan suatu permasalahan. Terdapat empat model mind map, yaitu : 3. Model Siklus (cycle concept map) Model ini cocok untuk menggambarkan rangkaian kejadian yang berulang. 02 NOUR MAGAZINE PRODUCT 27 MIND MAPPING T E K N I K P E T A K O N S E P TEKNIK PETA KONSEP


T E K N I K M I N D M A P Teknik mind map membantu kita untuk menggambarkan suatu permasalahan. Terdapat empat model mind map, yaitu : 4. Model Jaringan Laba-Laba (spider concept map) Model ini cocok untuk proses mengembangkan gagasan atau menggambarkan curah pendapat. 02 NOUR MAGAZINE PRODUCT 28 MIND MAPPING T E K N I K P E T A K O N S E P TEKNIK PETA KONSEP


T E K N I K M I N D M A P Pokok masalah yang sudah dirumuskan, disajikan dalam bentuk peta konsep. Sediakan kertas gambar ukuran minimal A3 (buku gambar besar), pensil berwarna atau spidol berwarna agar menarik. Langkahlangkah pembuatannya sebagai berikut : 03 NOUR MAGAZINE PRODUCT 29 MIND MAPPING T E K N I K P E T A K O N S E P TEKNIK MEMBUAT MIND MAP


Nama : Anggota Kelompok Form Pengamatan Kelompok : Kelas : Topik : Masalah Lokasi Pengamatan : Waktu : Narasumber : Potret dan deskripsikan suasana yang kalian lihat di lokasi pengamatan! 1.


Deskripsi (siapa, apa, kapan, dimana, mengapa, bagaimana)........... ........................................................................................................................... ........................................................................................................................... ........................................................................................................................... 2. Tuliskan kejadian apa saja selama pengamatan berlangsung. Jika kejadian berulang dilakukan, catat berapa kali perulangan itu terjadi! a. .................................................................................................................... b. .................................................................................................................... c. .................................................................................................................... d. .................................................................................................................... Adakah yang dikeluhkan ? Mengapa hal itu terjadi ? Bagaimana seharusnya ? Apa sarannya? 3. Lakukan wawancara singkat kepada narasumber sesuai dengan topik masalah yang sedang diamati. a. Nama Narasumber : ............................................. b. Pendapat Narasumber : ................................................................................................................... ................................................................................................................... ................................................................................................................... ................................................................................................................... ................................................................................................................... ................................................................................................................... Catatan : Kegiatan kelompok selama proses pengamatan didokumentasikan dalam bentuk foto atau video. Jika tidak memungkinkan cukup dengan dituliskan.


Lembar Kerja Siswa Kelompok : Kelas : Nama : Anggota Kelompok No 1. 2. 3. Kegiatan Penanggung jawab Waktu Pelaksanaan Catatan Ketua Nama siswa Tugas kerja sebagai Topik :


1 Vol. 03 Perancangan Karya Seni Rupa Pertemuan 3


Eksplorasi Gagasan Karya Perancangan Karya Seni Rupa Intro Page 02 dari mulai munculnya kebutuhan, pengembangan gagasan alternatif karya, pemodelan, uji coba karya/produk, dan terakhir dibuat karya finalnya. Didalam proses kreasi, seorang kreator akan melakukan eksplorasi gagasan, yaitu mengembangkan kemungkinan-kemungkinan atau alternatif gagasan untuk berkarya. Agar menemukan berbagai kemungkinan, kita harus berpikiran terbuka, yaitu membiarkan gagasangagasan itu muncul. Memberikan imajinasi "bermain" dengan leluasa dan gembira. Dalam proses ini hindarkan untuk melakukan kritik atau penilaian terhadap gagasan yang muncul, hindarkan perasaan "takut salah", karena akan menjadi penghambat proses eksplorasi gagasan, Gunakan beberapa lembar kertas untuk membuat sktesa atau coretan tulisan selama proses eksplorasi berlangsung. Sebuah karya merupakan hasil dari sebuah proses kreasi bertahap


01 03 02 04 Gagasan yang manakah menurut anda yang paling menarik atau paling bagus? Alat dan bahan apa saja yang harus disediakan untuk mewujudkannya? Bagaimana gagasan tersebut dapat diwujudkan menjadi karya? Bagaimana cara mengerjakannya? Page 07 Setelah menemukan beberapa alternatif gagasan berkarya. Kita memilih gagasan yang kita nilai paling bagus dan dapat diwujudkan menjadi karya. Beberapa pertanyaan dapat kita gunakan untuk membantu menentukan pilihan agar gagasan tersebut dapat diperkirakan cara mewujudkannya, misalnya :


Merancang Merancang Karya Persuasif Karya Persuasif a. Ajakan untuk melakukan sesuatu sesuai yang kita kehendaki, contohnya : Mari kita mulai untuk datang tepat waktu, buanglah sampah pada tempatnya. b. Satir (sindiran halus), contohnya : orang bijak taat pajak, terima kasih anda tidak merokok disini, jangan sia-siakan masa mudamu bersama narkoba. c. Pesan larangan atau ancaman, contohnya : dilarang menginjak rumput, membuang sampah ke sungai melanggar undang undang dengan ancaman hukuman 1 tahun penjara. d. Menunjukkan dampak negatif dari masalah, contohnya : rokok membunuhmu, narkoba membawamu ke neraka. e. Mengalih fungsikan masalah menjadi hal positif yang berguna, contohnya : mengubah sampah menjadi kerajinan, mewarnai tempat kumuh menjadi lebih cerah. Page 17 Salah satu cara agar karya memiliki dampak kepada lingkungan sekitar adalah merancang karya yang memiliki pesan persuasif. Pesan persuasif adalah pesan yang dapat mempengaruhi atau meyakinkan orang lain, yaitu karya yang dapat menggugah kesadaran, mengingatkan, menyakinkan atau menginspirasi perubahan perilaku warga sekolah. Beberapa cara untuk membuat karya dengan pesan persuasif :


Merancang Karya Persuasif Page 17 Mengolah pesan persuasif dapat berupa pesan tersurat (seperti dalam bentuk kalimat) atau pesan tersirat yang membuat orang lain sadar, melalui karya seni rupa bisa dilakukan dalam bentuk karya dua dimensi atau tiga dimensi. Karya dua dimensi misalnya dalam bentuk poster, lukisan dan lain lain. Karya tiga dimensi misalnya dalam bentuk kerajinan atau benda fungsional dan lain lain. Climate Change and Polar Bears Poster atau illustrasi atau karya persuasif tentang climate change bullying and certain teasing in areas where voters favored Donald Trump over Hillary Clinton in the 2016 election. Poster atau illustrasi atau karya persuasif tentang bullying terhadap hasil pilihan politik Berdasarkan peta konsep yang sudah dibuat, tentukan salah satu konsep yang menurut kalian paling menarik untuk dibuat karya dengan pesan persuasif.


Page 08 Lembar Kerja Siswa! Membuat sketsa atau gambar kerja Membuat sketsa atau gambar kerja Setelah kelompok memutuskan karya yang akan dibuat, apakah dua dimensi atau tiga dimensi, kelompok secara bersama menyepakati rancangan karya dalam bentuk sketsa. 3. Jika diperlukan tambahkan keterangan tertulis pada gambar agar yang membaca gambar dapat mengerti gambar tersebut. 4. Pertimbangkan bahwa karya tersebut dapat dikerjakan dan selesai dalam 3 kali pertemuan. 5. Tuliskanlah keterangan pada label yang sudah disediakan, kemudian ditempelkan disudut kanan bawah dari karya. 1.Sketsa dibuat diatas kertas gambar ukuran A3 (buku gambar besar). Gunakan pensil tulis atau pensil berwarna. Jika menggunakan pensil tulis sebaiknya gunakan pensil dengan kode B yang lebih lembut, supaya warna hitamnya lebih pekat, misalnya 2B atau 4B. 2.Buatlah garis besar gambarnya dahulu untuk menentukan komposisi, baru dibuat lebih detail dalam bentuk garis (outline)


Judul Karya Ukuran Bahan yang digunakan Teknik Pembuatan Kelompok


Click to View FlipBook Version