FILTRASI
(Penjernihan Air)
Materi Pokok BAHAN AJAR II
Sub Materi
: Zat dan Perubahan
: Teknik Pemisahan Campuran Filtrasi
(Penjernihan Air)
Capaian Pembelajaran :
1. Peserta didik mampu menjelaskan fenomena-fenomena yang terjadi di lingkungan
sekitarnya dilihat dari aspek zat dan perubahannya (klasifikasi materi dan pemisahan
campuran). Peserta didik juga mengaitkan fenomena-fenomena tersebut dengan
keterampilan teknis pada bidang keahliannya
2. Peserta didik dapat menentukan dan mengikuti prosedur yang tepat untuk melakukan
penyelidikan ilmiah, menjelaskan cara penyelidikan yang tepat bagi suatu pertanyaan
ilmiah, serta diharapkan dapat mengidentifikasi kekurangan atau kesalahan pada desain
percobaan ilmiah pada aspek zat dan perubahannya
Tujuan pembelajaran :
1. Setelah melakukan proyek (eksperimen) peserta didik mampu menjelaskan dan
menentukan cara pemisahan campuran yang bermanfaat secara ekonomis dengan cermat
2. Setelah melakukan proyek (eksperimen) peserta didik mampu menentukan dan
mengikuti prosedur yang tepat untuk melakukan penyelidikan ilmiah tentang pemisahan
campuran (proyek penjernihan air) dengan teliti
3. Setelah melakukan proyek (eksperimen) peserta didik mampu mengidentifikasi
kekurangan atau kesalahan pada desain percobaan ilmiah tentang pemisahan campuran
(proyek penjernihan air) dengan teliti
FILTRASI
(Penjernihan Air)
TEKNIK PEMISAHAN CAMPURAN DENGAN CARA FILTRASI
Filtrasi atau penyarigan adalah metode pemisahan untuk memisahkan zat padat dari cairannya
dengan menggunakan alat berupa penyaring. Dasar pemisahan metode ini : perbedaan ukuran
partikel antara pelarut dan zat terlarutnya
Teknik penyaringan filtrasi dapat digunakan untuk proses penjernihan air yang bernilai
ekonomis.
A. Pengertian dan tujuan penjernihan air
Mengutip Desain Alat Penjernih Air Laut Menjadi Air Bersih Dengan Tenaga
Matahari tulisan Anas (2014: 17), penjernihan air merujuk pada sejumlah proses yang
dijalankan agar air dapat diterima untuk penggunaan akhir tertentu, seperti untuk air
minum, proses industri, medis dan lain-lain. Dalam Modul Prinsip Pengolahan Air Bersih
yang dirilis Balai Pelatihan Kesehatan Cikarang, penjernihan air juga dapat dimaknai
sebagai proses perubahan sifat fisik, kimia dan biologi air baku agar memenuhi syarat
untuk digunakan sebagai air minum.
Secara umum, tujuan dari penjernihan air adalah untuk menghilangkan atau
mengurangi kadar pencemar yang ada di dalamnya agar layak untuk penggunaan akhirnya.
Salah satu penggunaan tersebut adalah mengembalikan ke lingkungan alami air yang
sudah digunakan tanpa mengakibatkan dampak buruk terhadap lingkungan. Secara
spesifik, tujuan dari penjernihan air adalah:
• Menurunkan kekeruhan
• Mengurangi bau, rasa dan warna
• Menurunkan dan mematikan mikroorganisme
• Mengurangi kadar bahan-bahan yang terlarut dalam air
• Menurunkan kesadahan
• Memperbaiki derajat keasaman (pH)
B. Tahapan penjernihan air
Mengutip buku Terampil Berkreasi untuk Kelas VIII karya Nandang Subarnas
(2007: 38-39), prinsip pengolahan air meliputi dua hal:
1. Menghilangkan hal-hal yang secara fisik dapat dilihat, dicium, dan dirasakan
2. Kandungan kimia dan biologinya
FILTRASI
(Penjernihan Air)
Oleh sebab itu, proses penjernihan dapat dilakukan secara fisika yang terdiri dari
penyaringan, pengendapan, absorbsi, dan adsorbsi. Berikut ini adalah penjabarannya
dikutip dari buku Prakarya SMP/MTs Kelas VII terbitan Kemdikbud (2014:48).
C. Penyaringan (filtrasi)
Penyaringan atau filtrasi merupakan proses pemisahan padatan yang terlarut di dalam air.
Pada proses ini, filter berfungsi memisahkan air dari partikel-partikel padatan. Bahan
padatan yang dipisahkan antara lain kayu, daun, pasir, dan lumpur.
D. Pengendapan
Pengendapan bertujuan untuk memisahkan air dari partikel-partikel padat dalam air
dengan memanfaatkan gaya gravitasi. Padatan yang berat jenisnya lebih besar daripada air
akan mengendap di dasar bak.
E. Absorbsi
Absorbsi merupakan penyerapan bahan-bahan tertentu yang terlarut dalam air. Bahan yang
digunakan untuk menyerap disebut absorben. Absorben inilah yang akan digunakan
sebagai filter. Absorben yang banyak digunakan adalah karbon aktif seperti arang batok
kelapa dan batu bara.
F. Adsorbsi
Adsorpsi adalah proses penangkapan ion-ion yang terdapat di dalam air. Zat penangkap
ion disebut adsorben.
G. Bahan-bahan alami untuk penjernihan air
Penjernihan air dapat dibantu oleh bahan-bahan yang mudah dijumpai di sekitar kita,
antara lain seperti:
• Kerikil dan batu koral: berfungsi menyaring padatan besar seperti kayu, daun, akar, dan
lain sebagainya.
• Ijuk: menyaring padatan kecil seperti jentik-jentik nyamuk, cacing, dan lain-lain
• Pasir: digunakan untuk menyaring lumpur
• Arang batok kelapa: berfungsi sebagai karbon aktif untuk menyerap fenol, racun, dan
mikroorganisme.
• Zeolit dan resin: menyerap zat-zat kimia.