Memahami pengertian kas kecil, manfaat kas kecil dan tujuan dibuatnya
kas kecil
Kas kecil dapat diibaratkan sebagai darah perusahaan. Dengan adanya kas kecil,
perusahaan dapat menjalankan kegiatan operasionalnya sehari hari. Oleh karena itu
perlu dilakukan pengelolaan kas kecil yang memadai agar kas kecil dapat digunakan
sesuai dengan fungsinya.
Dalam dunia akuntansi sudah tidak asing lagi dengan yang namanya kas kecil.
Kas kecil adalah dana perusahaan khusus yang sudah di sediakan oleh perusahaan
untuk biaya pengeluaran operasional yang berada di perusahaan dan perusahaan
harus segera membayar pengeluaran tersebut dengan jumlah yang relatif kecil dan
tidak ekonomis. Perusahaan sering membayar dengan menggunakan giro atau cek
agar lebih praktis.
Kas kecil dalam perusahaan juga memiliki fungsi yang akan di gunakan sebagai
cadangan jika suatu saat nanti ada beberapa transaksi yang memiliki nominal sedikit
dan juga ekonomis jika pembayaran nya dengan menggunakan cek atau giro. Oleh
karena itu setiap perusahaan membutuhkan satu orang yang akan mengolah dan
bertanggung jawab dalam pengelolaan kas kecil perusahaan yang akan membiayai
semua kebutuhan operasional pada perusahaan yang sifat nominal nya relatif kecil.
PENGERTIAN KAS KECIL
Banyak para ahli yang mendefinisikan kas kecil yang berbeda – beda tetapi memiliki
tujuan dan maksud yang sama. Anda bisa memilih penjelasan dari para ahli yang menurut
anda paling simple, di bawah ini akan dijelaskan beberapa definisi dari pengertian kas
kecil menurut beberapa ahli.
a. Soemarso
Pengertian kas kecil (petty cash) adalah sejumlah uang tunai tertentu yang disisihkan
dalam perusahaan dan digunakan untuk melayani pengeluaran-pengeluaran tertentu.
Biasanya pengeluaran-pengeluaran yang dilakukan melalui dana kas kecil adalah
pengeluaran-pengeluaran yang jumlahnya tidak besar, pengeluaran-pengeluaran lain
dilakukan dengan bank ( dengan cek ).
b. Zaki Baridwan
Pengertian kas kecil adalah dana kas kecil merupakan uang kas yang fungsinya untuk
membayar pengeluaran-pengeluaran yang nominalnya relatif kecil dan tidak
ekonomis bila dibayar dengan cek.
c. Mardiasmo
Pengertian kas kecil menurut Mardiasmo adalah Dana Kas Kecil merupakan kas di
perusahaan yang disediakan untuk membayar pengeluaran-pengeluaran yang
jumlahnya relatif kecil dan tidak ekonomis jika dibayar dengan cek, misalnya:
pengeluaran untuk membeli perangko dan materai, supplies kantor, untuk
membayar listrik, biaya telepon, langganan surat kabar atau majalah, biaya angkut
penjualan dan sebagainya. Dana kas kecil dipercayakan kepada pemegang dana kas
kecil (kasir kas kecil) yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan dana kas kecil.
Kesimpulan :
“ Kas kecil adalah dana yang dimiliki oleh kantor atau
perusahaan untuk pengeluaran yang sifatnya rutin dan
jumlahnya relatif kecil ”
Dalam pelaksanaan pengelolaan kas kecil dibutuhkan perlengkapan sebagai
berikut:
a. Jurnal pengeluaran kas.
Contoh:
b. Bukti kas keluar.
Contoh :
c. Cek.
Contoh :
d. Jurnal pengeluaran dana kas kecil.
Contoh :
e. Permintaan pengeluaran kas kecil.
Contoh :
f. Bukti pengeluaran kas kecil.
Contoh :
g. Permintaan pengisian kas kembali kas kecil.
Contoh :
h. Alat tulis kantor dan pendukungnya seperti kertas, pensil dan penghapus.
Contoh :
i. Alat hitung baik manual maupun elektrik, seperti kalkulator dan mesin hitung.
Contoh :
Note:
Gambar diatas hanya salah 1 bentuk bukti transaksi, bentuk bukti
transaksi biasanya akan berbeda2 mengikuti kebijakan dari perusahaan
masing masing. Namun isinya hampir sama.
MANFAAT KAS KECIL
1. Mempermudah Akuntan Mencatat Keuangan
Tugas seorang akuntan sangat berat. Salah satunya adalah harus membuat laporan
keuangan untuk periode tertentu. Maka dari itu, seorang akuntan harus memiliki
kemampuan menganalisis keuangan yang mumpuni serta memiliki ketelitian yang
akurat. Dengan adanya pembukuan petty cash tentu kerja akuntan ketika mencatat
keuangan perusahaan menjadi lebih mudah. Karena sistem analisisnya hanya dengan
menyatukan data-data keuangan di setiap bidang di dalam perusahaan.
2. Untuk Meningkatkan Pelayanan Pelanggan
Manfaat pembukuan kas kecil yang kedua adalah untuk meningkatkan pelayanan
pelanggan. Faedah yang membuat pembukuan ini wajib ada di dalam manajemen
finansial usaha. Rapat di kantor adalah hal lumrah. Bahkan ada agenda khusus untuk
kegiatan ini. Termasuk rapat eksternal kantor yang diadakan dalam periode tertentu.
Penyediaan konsumsi untuk agenda ini perlu dilakukan. Tentunya membutuhkan
dana untuk memberikan pelayanan konsumsi yang bagus. Misal, dengan adanya kas
kecil karyawan yang bertugas tidak perlu bingung dan takut suguhan tidak akan
memuaskan, karena semua dana diambilkan dari perusahaan dan nanti akan dicatat
di dalam pembukuan.
3. Untuk Mengeluarkan Dana Darurat Perusahaan
Tidak dimungkiri, kalau di setiap divisi perusahaan terkadang membutuhkan dana
yang haru dipersiapkan dengan cepat. Tentunya divisi ini tidak akan mengajukan
dana yang kecil pada perusahaan teras yang dananya sendiri dialokasikan untuk
transaksi-transaksi yang besar. Lain soal kalau divisi itu memiliki uang tunai sendiri
yang bisa dialokasikan untuk membiayai divisi-nya sendiri. Tak hanya itu, dana yang
tercatat di dalam petty cash ini juga bisa diperbantukan pada divisi lain yang kebetulan
membutuhkan dana darurat.
TUJUAN DIBUATNYA KAS KECIL
1. Menangani Masalah Perlengkapan di dalam Perusahaan
Tujuan yang pertama adalah untuk menangani masalah pembiayaan perlengkapan
atau perbekalan yang terjadi di dalam perusahaan. Karena biasanya biaya yang terkait
perbekalan usaha relatif lebih kecil dibandingkan biaya yang lain. Karena nominal
pembiayaan kecil, tentu pembukuan yang digunakan untuk mencatat transaksi juga
khusus, pembukuan inilah yang disebut petty cash.
2. Mencegah Terjadinya Alokasi Pembayaran
Dengan adanya pencatatan petty cash, tentu kesalahan alokasi pembayaran tidak akan
terjadi. Tidak mungkin perusahaan membayar mahal pada biaya transaksi yang kecil
atau sebaliknya. Karena semuanya terpetakan di dalam pembukuan yang berbeda.
Artinya jika ingin membayar biaya yang kecil, tentu datanya ada di kas kecil.
Sedangkan jika ingin membayar biaya kebutuhan perusahaan yang besar, tentu
datanya harus dilihat di pembukuan yang berbeda.
3. Meringankan Pekerjaan Karyawan
Tujuan yang selanjutnya adalah untuk meringankan karyawan di dalam melayani
pelanggan. Selain itu, kas kecil juga membantu meringankan tugas karyawan dalam
melaporkan kinerjanya kepada relasi bisnis maupun atasan. Karena dengan adanya
kas kecil, tentu pemetaan dana yang dikeluarkan menjadi jelas. Itu artinya, analisis
untuk bahan laporan juga lebih mudah dan tidak rumit.
4. Mempercepat Penentuan Kebijakan Insidental
Terkadang atasan mengeluarkan kebijakan insidental atau kebijakan mendadak
untuk perusahaan, dengan adanya kas kecil dan kas besar, tentu analisis pra
kebijakan menjadi lebih mudah. Dasar keputusan juga kuat, sehingga tidak akan
terjadi permasalahan di belakang hari. Artinya, kebijakan mendadak yang
dikeluarkan memang didasarkan pada data yang ada sekalipun analisisnya dilakukan
dengan cepat dan juga mendadak.