Zenzen Zakiyah_Jurnal Tindakan Aksi Nyata Modul 1.1
JURNAL TINDAKAN AKSI NYATA
MODUL 1.1
PENERAPAN PEMIKIRAN KHD
DI KELAS DAN DI SEKOLAH
OLEH :
ZENZEN ZAKIYAH
CALON GURU PENGGERAK ANGKATAN 6
KAB.TASIKMALAYA
Zenzen Zakiyah_Jurnal Tindakan Aksi Nyata Modul 1.1
A. Latar Belakang
Pendidikan memiliki tujuan untuk mencetak generasi yang cerdas dan memiliki
karakter yang berbudi. Tidak hanya itu, pendidikan juga mendorong perubahan menuju hal
yang lebih baik dari generasi ke generasi. Melalui pendidikan, diharapkan dapat
melahirkan hal-hal yang inovatif, kreatif serta mencetak generasi yang mampu membawa
perubahan. Pendidikan di Indonesia juga mendapat perhatian khusus karena dalam
Pembukaan Undang-undang Dasar 1945 secara eksplisit tercantum bahwa mencerdaskan
kehidupan bangsa merupakan bagian tanggung jawab negara. PIndonesia juga memiliki
sumber daya manusia yang sangat banyak, namun kurang meratanya pendidikan di
Indonesia menyebabkan terjadinya kesenjangan pendidikan yang nantinya akan berimbas
pada kesenjangan sosial. Melalui pendidikan, diharapkan siswa dapat memberikan dampak
bagi dirinya dan orang-orang di sekitarnya.
Salah satu yang menjadi tokoh sentral dalam pendidikan, yakni guru yang
merupakan orang utama dalam menyampaikan materi kepada siswa, sehingga guru juga
dituntut menguasai materi pelajaran. Belum lama ini, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
Nadiem Makarim meluncurkan gerakan “Merdeka Belajar”, yaitu kemerdekaan dalam
berpikir. Tujuan merdeka belajar ialah agar para guru siswa serta orang tua bisa
mendapatkan suasana yang menyenangkan (Media Indonesia, 2019). Diharapkan dari
merdeka belajar, guru dan siswa dapat merdeka dalam berpikir sehingga hal ini dapat
diimplementasikan dalam inovasi guru dalam menyampaikan materi kepada siswa, tidak
hanya itu siswa juga dimudahkan dalam merdeka belajar karena siswa dimudahkan dalam
berinovasi dan kreativitas dalam belajar. Sejalan dengan konsep merdeka belajar yang
digagaskan oleh Mendikbud, bangsa Indonesia juga memiliki tokoh pelopor pendidikan,
yakni Ki Hadjar Dewantara yang sering kita kenal sebagai bapak pendidikan melalui
gagasan dan pemikiran beliau pendidikan di Indonesia menjadi lebih terarah dan memiliki
pondasi yang lebih jelas.
Salah satu tujuan dari pendidikan di Indonesia, yaitu terbentuknya generasi yang
cerdas dan berkarakter. Namun, hal tersebut belum diimbangi dengan sistem pendidikan
yang tepat, sehingga saat ini masih banyak terjadi permasalahan seperti terjadinya
perundungan dan kekerasan dalam dunia pendidikan, bahkan kecurangan juga terjadi
Zenzen Zakiyah_Jurnal Tindakan Aksi Nyata Modul 1.1
dalam dunia pendidikan. Permasalahan tersebut menjadi tanggung jawab bersama,
sehingga dibutuhkan semangat kesadaran tentang pentingnya pendidikan.
Ki Hadjar Dewantara memiliki konsep tentang pendidikan yang didasarkan pada
asas kemerdekaan yang memiliki arti bahwa manusia diberi kebebasan dari Tuhan yang
Maha Esa untuk mengatur kehidupannya dengan tetap sejalan dengan aturan yang ada di
masyarakat. Siswa harus memiliki jiwa merdeka dalam artian merdeka secara lahir dan
batin serta tenaganya. Jiwa yang merdeka sangat diperlukan sepanjang zaman agar bangsa
Indonesia tidak didikte oleh negara lain. Ki Hadjar Dewantara memiliki istilah sistem
among, yakni melarang adanya hukuman dan paksaan kepada anak didik karena akan
mematikan jiwa merdeka serta mematikan kreativitasnya (Dwiarso, 2010).
Usaha yang bisa kita lakukan sebagai guru adalah mampu mendesain sebuah
pembelajaran menarik dan menyenangkan yang mampu menciptakan kondisi belajar yang
lebih aktif dalam bernalar dan berpikir kritis. Dalam hal ini guru harus memperhatikan
salah satu dasar pendidikan dari Ki Hadjar Dewantara yaitu azas trikon yang meliputi:
a. Kontinyu berarti pendidikan haruslah berkembang secara terus-menerus dan
berkesinambungan.
b. Konvergen berarti pendidikan juga harus mampu beradaptasi dengan
perkembangan zaman tetapi tidak meninggalkan akar budaya asalnya.
c. Konsentris berarti perkembangan pendidikan haruslah menghargai keunikan,
keragaman dan memerdekakan peserta didik yang berdasarkan kepribadian kita
sendiri
Oleh karena itu, hal-hal yang melatarbelakangi pelaksanaan aksi nyata ini sebagai
penerapan pemikiran filosofis pendidikan Ki Hadjar Dewantara di kelas dan di sekolah,
yaitu pembelajaran berpihak pada murid melalui model project based learning (PJBL).
B. Tujuan
Berdasarkan latar belakang di atas, maka tujuan pelaksanaan aksi nyata ini sebagai
penerapan pemikiran filosofis pendidikan Ki Hadjar Dewantara dalam hal penggunaan
model pembelajaran Project Based Learning (PJBL) yaitu:
1. Proses pembelajaran yang berpusat pada peserta didik
2. Terciptanya pembelajaran yang merdeka.
Zenzen Zakiyah_Jurnal Tindakan Aksi Nyata Modul 1.1
Dengan diterapkannya suatu model pembelajaran tentu mengandung tujuan yang hendak
dicapai. Adapun tujuan project based learning adalah sebagai berikut.
a. Melatih sikap proaktif peserta didik dalam memecahkan suatu masalah Peningkatan
kemampuan berpikir kritis peserta didik.
b. Mengasah kemampuan peserta didik dalam menguraikan suatu permasalahan di kelas.
c. Meningkatkan keaktifan peserta didik di kelas dalam menyelesaikan permasalahan
yang kompleks sampai diperoleh hasil nyata.
d. Mengasah keterampilan peserta didik dalam memanfaatkan alat dan bahan di kelas
guna menunjang aktivitas belajarnya.
e. Melatih sifat kolaboratif peserta didik.
C. Deskripsi Aksi Nyata
1. Perencanaan
Pada tahap perencanaan, hal-hal yang dilakukan, yaitu:
a. Menyusun rencana pembelajaran
b. Membuat instrumen
c. Mendiskusikan rencana dengan guru serumpun
e. Koordinasi rencana aksi dengan pimpinan (Kepala Sekolah)
2. Pelaksanaan
Tahap pelaksanaan disesuikan dengan langkah-langkah model pembelajaran problem
based learning (PBL)
a. Orientasi peserta didik pada masalah
1.Sebelum memulai pembelajaran, guru menampilkan gambar pada powerpoint, kemudian
siswa menganalisisnya. Terdapat gambar rumah dengan lampu ada yang menyala dan ada
yang tidak menyala (Saintifik-Mengamati, C4- Critical Thinking, TPACK)
2.Guru mengajak siswa untuk mngamati gambar, tersebut mengapa lampu bisa menyala?
dan mengapa lampu bisa ada yang menyala ada yang tidak menyala? (Collaboration)
3.Guru menyampaikan kepada siswa bahwa hari ini mereka akan belajar tentang penemu
listrik, rangkain seri dan rangkaian paralel.
Zenzen Zakiyah_Jurnal Tindakan Aksi Nyata Modul 1.1
b. Mengorganisasikan peserta didik untuk belajar
1. Guru menginformasikan bahwa siswa akan memperoleh informasi penting tentang
komponen-komponen listrik dan rangkaian listrik untuk menjawab pertanyaan di orientasi
masalah. (Comminication)
2.Guru membagikan LKPD
3.Guru memutarkan video tentang rangkaian listrik. (TPACK)
c. Membimbing penyelidikan individu/kelompok
1. Siswa kemudian diajak untuk mengamati video tentang komponen listrik dan jenis-jenis
rangkaian listrik.
2. Guru memberikan penjelasan mengenai video yang telah diamati.
3. Guru dan siswa berdiskusi untuk menjawab pertanyaan tentang komponen-komponen
listrik yang terdapat dalam video.
4. Guru membimbing siswa dalam melakukan observasi. Peserta didik dapat bertanya
kepada guru apabila mengalami kesulitan. (Communication)
d.Mengembangkan dan menyajikan hasil karya
1. Siswa melakukan diskusi untuk memecahkan masalah berdasarkan data yang telah
dikumpulkan. (Collaboration, Mengkomunikasikan, Menalar/mengasosiasikan)
2. Siswa secara individu dan kelompok membuat laporan sesuai dengan petunjuk di LKPD
(Creativity/Inovation)
3. Hasil laporan akan dipresentasikan (Mengkomunikasikan)
E. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah.
1. Setiap kelompok kemudian diminta untuk membacakan hasil diskusi mereka di depan
siswa yang lain. Siswa lain diminta untuk memberikan masukan. Setiap siswa diminta
mencatat masukan dan komentar sebagai bahan untuk perbaikan dari hasil diskusi mereka.
2. Setelah semua siswa selesai mengomunikasikan hasil diskusi, guru memberikan
penguatan tentang komponen-komponen listrik dan jenis-jenis rangkaian listrik yang ada
di video
Zenzen Zakiyah_Jurnal Tindakan Aksi Nyata Modul 1.1
3. Evaluasi
Hal-hal yang dilakukan pada tahap evaluasi, yaitu:
a. Pengolahan data hasil pengamatan.
b. Melakukan pembahasan hasil pengolahan data
c. Pengambilan kesimpulan
d. Penyusunan rencana tindak lanjut
e. Membuat video aksi nyata
D. Hasil Aksi Nyata
1. Perasaan selama melakukan perubahan di kelas
Pada awalnya saya merasa kaku terhadap perubahan yang akan saya jalankan di
kelas, hal tersebut disebabkan karena kebiasaan yang biasa dilakukan masih
menggunakan pembelajaran konvensional, sehingga peserta didikpun terlihat kaget
setelah saya menjelaskan rencana pembelajaran yang akan dilaksanakan di kelas
akan mengalami perubahan.
Setelah saya mempelajari modul 1.1, saya merasa wawasan saya bertambah dan
power saya untuk bergerak melakukan perubahan khususnya di kelas lebih yakin
dan optimis akan berhasil karena banyak sekali dukungan yang saya peroleh
khususnya dari pemimpin sekolah dan teman sejawat. Adapun kendala-kendala
dalam melakukan perubahan tentu saja ada, dan saya jadikan hasil refleksi tersebut
sebagai pengalaman dan kekurangan-kekurangannya ditindaklanjuti dalam upaya
perbaikan.
2. Ide atau gagasan yang timbul sepanjang proses perubahan
a) Mengidentifikasi karakteristik anak, mulai dari kebiasaannya, gaya
belajarnya, kemampuan menyerap materi pelajaran, bakat atau minatnya,
juga meminta pendapat mereka tentang hal-hal yang menyebabkan ketidak
nyamanan mereka untuk dapat belajar dengan baik.
b) Merancang pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan
melaksanakan pembelajaran yang bemakna, menyenangkan dan merdeka,
Zenzen Zakiyah_Jurnal Tindakan Aksi Nyata Modul 1.1
seperti implementasi metode dan model pembelajaran yang relevan dengan
pemikiran KHD.
c) Mengubah cara pandang saya terhadap peserta didik yang semula
berorientasi terhadap capaian KK, menjadi capaian proses.
d) Mengubah cara panndang saya terhadap peserta didik yang semula sevagai
kertas kosong, menjadi kertas yang sudah berisi coretan atau garis samar,
tugas guru menuntun mdan menebalkannya.
e) Berkolaborasi dengan rekan guru sejawat untuk mencapai tujuan
pembelajaran yang memerdekakan
3. Pembelajaran dan pengalaman dalam bentuk catatan praktik baik
Terdapat beberapa hal yang menjadi tujuan dalam pelaksanaan aksi nyata yang
telah dijabarkan di atas. Oleh karena itu, berdasarkan aksi nyata yang telah
dilaksanakan, diperoleh suatu hasil sebagai berikut:
a) Saya mencoba menggali potensi dan minat bakat anak, menyadari bahwa
setiap anak itu adalah unik dengan segala kelebihan dan kekurangan yang
mereka miliki. Mulai belajar menuntun, mengarahkan dan membimbing
mereka sesuai kodrat mereka.
b) Memberikan kebebasan bagi peserta didik seperti memberi kesempatan pada
peserta didik untuk bebicara dan mengungkapkan perasaan serta ide-ide
peserta didik. (Terciptanya pembelajaran yang merdeka)
c) Berusaha menjadi Guru, Orangtua, Teman, Sahabat dan fasilitator yang baik
bagi mereka sehingga muncul keterikatan emosional yang kuat dan ini lebih
memudahkan menuntun mereka sesuai kodrat mereka.
d) Teacher Centered menjadi Student Centered (pembelajaran yang berpusat
pada peserta didik)
e) Meningkatnya motivasi dan minat terhadap belajar
f) Mendorong keterampilan abad 21
g) Mendorong terbentuknya good habbit sehingga terwujudnya penguatan
pendidikan karakter dan profil pelajar Pancasila
Zenzen Zakiyah_Jurnal Tindakan Aksi Nyata Modul 1.1
E. Refleksi Aksi Nyata
Berdasarkan hasi aksi nyata sebagai penerapan pemikiran filosofis pendidikan Ki Hadjar
Dewantara dalam hal penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL)
dengan sistem pembelajaran Blended Learning, diperoleh berbagai pembelajaran penting
sebagai refleksi pelaksanaan aksi nyata.
1. Pembelajaran yang baik harus terencana dengan baik
2. Pendidikan harus menghargai keberagaman dan memerdekakan peserta didik
3. Dukungan dari berbagai pihak sangat dibutukan.
F. Rencana Perbaikan di Masa Mendatang
Dalam pelaksanaan aksi nyata, tentunya masih ditemukan hal-hal yang perlu
ditingkatkan sehingga perlu perbaikan di masa mendatang. Rencana perbaikan yang akan
dilakukan, yaitu:
1. Menyusun instrumen umpan balik yang akan diberikan pada peserta didik dan rekan
guru terkait aksi nyata yang dilakukan.
2. Melakukan diskusi dengan peserta didik dan rekan guru terkait ide atau saran yang
diperlukan demi peningkatan aksi nyata yang dilakukan.
G. Testimoni
Assalamualaikum warohmatullohi Wabarokatuh
Saya Irwan Nirwana, sebagai guru kelas 6 A SDN 1 Cilangkap mengapresiasi
aksi nyata yang telah dilaksanakan oleh Ibu Zenzen Zakiyah sebagai Calon Guru
Penggerak Angkatan 6 dalam praktik mengajar, yang telah menerapkan pemikiran ki
Hadjar Dewantara yaitu pendidikan yang berpihak pada murid dengan memperhatikan
kodrat alam dan kodrat zaman sehingga murid murid antusias dan termotivasi untuk
belajar dengan semangat, mendorong keterampilan abad 21 dan penanaman budi
pekerti sebagai penguatan profil pelajar Pancasila.
Zenzen Zakiyah_Jurnal Tindakan Aksi Nyata Modul 1.1
Assalamualaikum warohmatullohi Wabarokatuh
Saya Nazla, setelah mengikuti kegiatan belajar hari ini bersama ibu Zenzen,
saya senang sekali mengikuti pembelajaran hari ini, karena bisa belajar mencari
informasi dari berbagai sumber, belajar bekerja sama dengan orang lain, belajar
menghargai pendapat orang lain, belajar menyampaikan pendapat, pem belajaran hari
ini sangat menyenangkan, terima kasih Ibu…
Assalamualaikum warohmatullohi Wabarokatuh
Saya Dzikri, setelah mengikuti kegiatan belajar hari ini bersama ibu Zenzen,
saya senang sekali mengikuti pembelajaran hari ini, karena bisa belajar menyelesaikan
masalah dengan gotong royong dalam kegiatan diskusi kelompok, belajar disiplin dan
tanggungjawab dalam menyelesaikan tugas, pembelajaran hari ini sangat
menyenangkan, terima kasih Ibu…
G. Link Youtube Aksi Nyata
https://youtube.com/watch?v=mryLSuBXvHk&feature=share
KOORDIN
PHOTO BERCERIT
AKSI NYATA MODU
NASI
TA
UL 1.1
5S
5K