The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

KESIMPULAN INKUIRI APRESIATIF ZENZEN ZAKIYAH

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by zenzenzakiyah, 2022-09-27 03:55:14

KESIMPULAN INKUIRI APRESIATIF

KESIMPULAN INKUIRI APRESIATIF ZENZEN ZAKIYAH

KESIMPULAN INKIRI APRESIATIF OLEH ZENZEN ZAKIYAH CGP ANGKATAN 6

KESIMPULAN INKUIRI APRESIATIF
 Konsep Inkuiri Apresiatif ini pertama kali dikembangkan oleh David Cooperrider

(Nobel & MC Grath, 2016) Inkuiri Apresiatif dimulai dengan menggali hal-hal positif,
keberhasilan yang telah dicapai dan kekuatan yang dimiliki organisasi, sebelum
organisasi menapak tahap selanjutnya dalam merencanakan perubahan.
 Inkuiri Apresiatif percaya bahwa setiap orang memiliki inti positif yang dapat
memberikan kontribusi pada keberhasilan. Inti ini merupakan potensi dan aset dari
organisasi untuk dikembangkan.
 Inkuiri apresiatif adalah sebuah paradigma sekaligus model manajemen perubahan
yang memegang prinsip psikologi dan pendidikan positif serta pendekatan berbasis
kekuatan. Pendekatan ini berfokus pada kekuatan dan nilai-nilai positif yang dimiliki
oleh suatu organisasi, dalam hal ini sekolah dan warganya untuk dapat terus
melakukan perubahan dan perbaikan kualitas. Inkuiri apresiatif dapat dilakukan
dengan melaksanakan 5 tahapan yaitu B (Buat pertanyaan awal), A (Ambil pelajaran),
G (Gali mimpi), J (Jabarkan rencana), dan A (Atur eksekusi) atau biasa disebut dengan
BAGJA.
 Seperti kita ketahui, zaman selalu mengalami perubahan dalam berbagai sektor yang
dipicu oleh perkembangan pemikiran manusia itu sendiri. Sekolah sebagai tempat
belajar utama bagi siswa seharusnya mampu memberikan lingkungan yang
mendukung dan sesuai. Guru sebagai pendamping pembelajaran harus mampu

KESIMPULAN INKIRI APRESIATIF OLEH ZENZEN ZAKIYAH CGP ANGKATAN 6

menuntun dan mengarahkan siswa agar menemukan alur belajar yang sesuai dengan
kodrat mereka masing-masing.
 Paradigma Inkuiri Apresiatif juga sejalan dengan pernyataan Ki Hajar Dewantara
bahwa anak anak hidup dan tumbuh sesuai dengan kodratnya sendiri baik kodrat
alam maupun kodrat zaman.Pendekatan paradigma Inkuiri Apresiatif sejatinya
adalah menggali potensi setiap anak sesuai dengan kodratnya masing masing. Jadi
paradigma ini bisa menjadi salah satu metode untuk mencapai visi yang sesuai
dengan visi Ki Hajar Dewantara.

1. Apa hal yang mencerahkan saya sebagai pendidik di sepanjang proses
menyusun visi pribadi saya itu?
Hal yang mencerahkan saya sepanjang proses menyusun visi pribadi
saya adalah berusaha menggali nilai-nilai apa saja yang menjadi nilai positif
murid dan sekolah, bisa menerapkan visi yang berbasis pada kekuatan
lingkungan sosial dan budaya positif yang telah ada di sekolah, kemudian
dikembangkan menjadi visi sekolah yang menujuk kepada murid merdeka
dalam model pendekatan dalam konteks inkuiri apresiatif.

2. Bagaimana saya membayangkan penerapan inkuiri apresiatif dalam
konteks saya sehari-hari sebagai pendidik?
Saya membayangkan penerapan inkuiri apresiatif Melalui
pendekatan Inkuiri Apresiatif dengan tahapan BAGJA maka peran penting
guru dalam mewujudkan “murid merdeka” yaitu :
1.Menerapkan pembelajaran yang berpihak pada murid
2.Menggali potensi pada diri murid baik (bakat,minat,cara belajar dan lain-
lain) dan lain lain sesuai dengan kodrat zaman (perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi zaman itu)
3.menciptakan suasana kelas yang menyenangkan dan bermakna
4.menumbuhkan motivasi intrinsik siswa .

KESIMPULAN INKIRI APRESIATIF OLEH ZENZEN ZAKIYAH CGP ANGKATAN 6

Setelah mengetahui peran kita sebagai guru maka kita bisa mengambil
langkah konkret dalam menerapkan pendekatan IA model BAGJA ini antara
lain:

1.Memahami kekuatan kekuatan positif sekolah yang sudah ada
2.Menyusun visi sekolah sesuai dengaan pendekatan Inkuiri Apresiatif
3.Menginventarisir kendala kendala yang muncul dan mencari solusi
secara bersama sama dan mengedepankan musyawarah
4.Bekerja sama dengan antar pemangku kepentingan, dan melakukan
perannya masing-masing dengan baik “Kita sebagai guru dapat
menerapkan pendekatan Inkuiri Apresiatif model BAGJA ini sebagai
salah satu cara dalam meningkatkan organisasi/sekolah atau
pembelajaran dalam kelas, Kolaborasi antar pemangku kepentingan
seperti pemerintah,warga sekolah dan elemen masyarakat menjadi hal
yang wajib dilakukan jika kita ingin mencapai hasil yang maksimal”

TERIMA KASIH SALAM DAN BAHAGIA


Click to View FlipBook Version