The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Kumalaa, 2022-02-20 10:12:42

Kritik novel Resign

Kritik novel Resign

Ketika Bos Bertitah, “Resign” Terlintas

Pernyataan Pendapat.
Karya sastra adalah ungkapan perasaan manusia yang bersifat pribadi

yang berupa pengalaman, pemikiran, perasaan, ide, semangat, keyakinan
dalam bentuk gambaran kehidupan yang dapat membangkitkan pesona
dengan alat bahasa dan dilukiskan dalam bentuk tulisan.

Karya sastra terbagi atas tiga yaitu puisi, prosa, dan drama. Prosa terbagi
menjadi dua yaitu novel dan cerpen. Kata novel berasal dari bahasa Italia
novella yang berarti “sebuah kisah”. Novel adalah bentuk sastra yang paling
popular di dunia. Pada umumnya, dalam sebuah novel memuat tentang
problem kehidupan masyarakat yang digambarkan oleh pengarang melalui
tokoh dan penokohan serta setting yang sengaja dipilih pengarang untuk
mewakili idenya dalam gambarannya terhadap pandangan dalam kehidupan
yang dialami yang diapresiasikan dalam wujud tulisan. Begitu pula dengan
Almira Bastari, dengan karya yang berjudul Resign.

Resign merupakan novel romansa karya Almira Bastari yang diterbitkan
oleh Gramedia Pustaka Utama pada tahun 2018. Resign diisukan akan
diangkat menjadi film layar lebar setelah penjualannya meledak. Menyajikan
cerita yang sangat lekat dengan dunia perkantoran, dibarengi dengan kisah
percintaan antara seorang bos yang sangat perfeksionis dan seorang
karyawan di suatu perusahaan konsultan.

Tema percintaan dalam dunia perkantoran sebenarnya bukan hal yang
baru di dunia pernovelan, namun ide cerita yang dikemas oleh Almira Bastari
ini mampu menjelaskan setiap kejadian secara real sesuai dengan kenyataan
dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari sang bos memiliki temperamen yang
sangat arogan dan diisukan mempunyai indera keenam, serta para pekerjanya
yang suka bergosip tentang kehidupan bosnya.

Menceritakan kompetisi sengit antara para karyawan yang dikenal sebagai
"Cungpret", alias kacung kampret di sebuah kantor konsultan di Jakarta. Yang

mereka incar bukanlah penghargaan pegawai terbaik, jabatan tertinggi, atau
bonus terbesar, melainkan memenangkan taruhan untuk resign. Selama
mereka membuat taruhan, sering kali terjadi konflik saling menuduh. Hal itu
menjadi obrolan yang seru ketika mereka saling menuduh MT alias Makan
Teman. Tidak hanya menampilkan suasana yang serius, Almira Bastari juga
memasukkan candaan dan gosip-gosip manis yang selalu dibahas oleh geng
para karyawannya, yaitu The Cungpret dengan bahasa yang santai sehingga
kita akan sangat enjoy saat membacanya.

Argumentasi.
Dunia pekerjaan konsultan yang sangat kental dapat dirasakan oleh

pembaca dari setiap kalimat-kalimat yang dituangkan. Kondisi karyawan yang
stres akibat deadline yang tidak masuk akal, sifat sang bos yang arogan dan
menyebalkan bisa ditemukan di setiap lembarnya. Pemilihan gaya bahasa
yang ringan membuat novel ini menjadi tidak membosankan.

Novel ini menampilkan konflik dari kehidupan seorang pekerja yang terikat
dengan pimpinannya di suatu perusahaan. Pemilihan diksi yang sangat baik
membuat cerita dalam novel ini tidak berbelit-belit. Jika dibandingkan dengan
novel "Progres-nya Berapa Persen?" Karya Soraya Nasution, konflik dalam novel
Resign digambarkan dengan lebih apik dan tidak bertele-tele sehingga
pembaca tidak akan bosan dengan setiap konflik yang ditampilkan, karena
selalu diselesaikan dengan tepat waktu. Tidak berlarut-larut, tidak juga terlalu
tergesa-gesa.

Novel ini juga menyajikan bagaimana kondisi psikologis pekerja yang
tidak nyaman dan berusaha untuk resign dari pekerjaannya. Gaya Bahasa yang
digunakan merupakan bahasa sehari-hari sehingga alur yang terdapat di
dalam novel tersebut lebih mudah dimengerti . Alur cerita juga dirangkai
dengan sangat baik. Meskipun menggunakan alur maju, cerita dalam novel
tersebut berjalan tidak monoton. Sangat sulit untuk menebak alur dalam
cerita di novel ini karena banyak peristiwa tidak terduga yang terjadi dalam
cerita ini. Sedangkan untuk alur percintaan sangat mudah untuk ditebak
karena tema yang diambil merupakan tema yang sangat umum digunakan.

Cover dengan ilustrasi mesin printer sesuai dengan cerita dalam novel
yang lekat dengan dunia perkantoran. Aktivitas perkantoran dapat dirasakan
dalam Resign karena sebagian besar menceritakan tentang kehidupan
karyawan di perusahaan konsultan.

Pada novel Resign dibubuhkan beberapa catatan kaki pada kata-kata yang
berhubungan dengan dunia pekerjaan sehingga pembaca tidak bingung,
namun terdapat juga kata yang berhubungan dengan pekerjaan yang tidak
memiliki catatan kaki seperti pada kalimat “Namun Mas Andre tidak puas

dengan SOP kantor yang menurutnya…”(hal 12), “Mereka mau jual IPO, tapi
gua…” (hal 73). Kedua kalimat tersebut merupakan kalimat yang didalamnya
terdapat kata yang berhubungan dengan pekerjaan tetapi tidak memiliki
catatan kaki, seperti pada kata SOP (Standard Operating Procedure) memiliki
pengertian suatu prosedur operasi khusus yang menjelaskan aktivitas yang
diperlukan untuk menyelesaikan tugas, sedangkan kata IPO (Initial Public
Offering) merupakan suatu kondisi ketika perusahaan menjual sahamnya
kepada masyarakat.

Selain itu, terdapat pula kalimat dalam bahasa asing yang tidak memiliki
catatan kaki seperti yang terdapat pada halaman 17, yaitu pada kalimat “Dia
jarang ikut sih, but people talked a lot about his reputation”. Bukan hanya kalimat
itu saja yang tidak memiliki catatan kaki, namun hampir seluruh kata atau
kalimat berbahasa asing pada novel ini tidak memiliki catatan kaki sehingga
membuat pembaca yang tidak mengerti akan merasa kebingungan akan arti
dari dari kata atau kalimat tersebut. Tidak hanya itu, terdapat kata asing yang
tidak bercetak miring seperti pada halaman 141 “Terus dia nge-Whatsapp gue
bilang promonya habis minggu lalu”. Kata "Whatsapp" yang seharusnya dicetak
miring, tetapi pada novel ini tidak bercetak miring.

Terdapat satu hal yang terkesan hiperbola dalam novel ini, yaitu pada
karakter tokoh Tigran yang digambarkan tidak nyata. Tigran memiliki sifat
yang sangat perfeksionis, memiliki visual yang tampan, kaya raya, genius,
namun sangat arogan dan sarkas. Pada karakter tokoh Alranita dalam novel
ini memiliki karakter yang berbeda dari tokoh wanita yang lainnya. Alranita
digambarkan sebagai sosok wanita yang pemberani bahkan dia tidak
segan-segan membantah perkataan bosnya.

Jika dibandingkan dengan novel "Progres-nya Berapa Persen?" Akan
ditemukan kesamaan karakter tokoh Dewangga dan April. Dalam novel
tersebut, karakter tokoh Dewangga juga digambarkan sebagai sosok pemuda
yang sempurna tetapi karakter tokoh Dewangga ini masih manusiawi.
Sedangkan karakter tokoh April memiliki sifat yang sama dengan tokoh
Alranita dalam novel resign ini.

Pada novel ini terdapat berbagai jenis gaya bahasa yang mendukung
dalam pengembangan dan pemberian jalan cerita serta menangkap lebih
dalam suatu keadaan yang sedang terjadi sehingga membuat novel tersebut
tampak lebih berwarna. Seperti pada kalimat “Oh, hai, Pak Tigran, always
Starbucks ya?" (Resign, 57) menggunakan majas metonimia karena tercantum
merek dagang di kalimat tersebut. Selain itu, terdapat juga pada kalimat
lainnya seperti “Dia tersenyum seperti iblis.” (Resign, 9) menggunakan majas
simile, “Saudara-saudara sebangsa dan setanah air, can you see how annoying
my boss is? Bahkan…. beyond annoying” (Resign, 8) menggunakan majas repetisi,

“Carlo tertawa kencang sambil menahan perutnya yang seakan mau
meledak…” (Resign, 11) menggunakan majas pleonasme, “Sial, aku harus
bersikap bagaimana?” (Resign, 9) menggunakan majas retorik, "Gemas dari
Hong Kong!" (Resign, 80) menggunakan majas sindiran. Penggunaan kalimat
tersebut membuat novel tampak lebih menarik dari yang lain.

Ditambahkan pula dengan imaji yang membuat suasana di dalam novel
ini lebih terasa seperti pada kalimat “Tigran menghembus napas seakan-akan
dia sebal dan lelah mendengar jawaban Mbak Karen” (Resign, 73). Bagi
orang-orang yang suka membaca novel dengan konflik berat dan banyak
menggunakan kata-kata puitis seperti pada setiap karya Tere Liye akan
merasa sangat kurang jika membaca novel Resign karena di dalam novel ini
hampir tidak ditemukannya kata-kata puitis dan cenderung menggunakan
bahasa yang ringan.

Untuk pembaca yang ingin membaca Novel Resign ini di pastikan telah
berusia di atas 17 tahun, karena di dalam novel ini terdapat kata vulgar yang
sangat tidak pantas dibaca untuk pembaca yang masih berusia di bawah 17
tahun.

Penegasan Ulang.
Dunia perkantoran konsultan yang dipandang masyarakat memiliki

kehidupan nyaman dan mapan nyatanya tidak seindah yang dibayangkan.
Ditambah dengan lokasi perkantoran di kota Jakarta yang terkenal dengan
hiruk pikuknya dan persaingan yang ketat dalam dunia pekerjaan. Hal
tersebut digambarkan dengan sangat nyata oleh Almira Bastari dalam novel
Resign. Secara tematik, Resign tidak hanya menceritakan tentang kehidupan
pekerja kantoran, namun juga diselipkan kisah percintaan antara bos dan
karyawannya, masalah pribadi tokoh, dan kebersamaan geng cungpret.
Percakapan antartokoh digambarkan dengan jelas dan attractive oleh penulis
melalui bahasa yang ringan.

Kehidupan para karyawannya yang selalu bekerja dari pagi bertemu pagi
kembali untuk memenuhi deadline dari pimpinannya yang kejam dan sadis
membuat pembaca naik darah. Ditambah dengan revisi yang tidak ada
habisnya selalu diberikan oleh sang pimpinan hingga membuat para budak
korporat ini semakin bersemangat untuk segera keluar dari perusahaan yang
menaungi mereka.

Dalam novel Resign ada satu tokoh yang memiliki karakter tidak nyata,
yaitu sang bos, Tigran. Hal ini akan membuat pembaca bertanya-tanya apakah
ada orang yang sangat sempurna seperti Tigran? Bagaimana jadinya jika
mereka memiliki seorang atasan seperti tokoh Tigran? Khayalan tentang
visual seorang Tigran pun akan selalu menghantui pikiran para pembaca.

Pemilihan diksi yang sangat baik membuat cerita dalam novel ini tidak
berbelit-belit. Konflik dalam novel Resign selalu diselesaikan dengan tepat
waktu. Tidak berlarut-larut, tidak juga terlalu tergesa-gesa. Sehingga para
pembaca tidak akan merasa kebosanan dengan alur yang diceritakan.

Dimana ada kelebihan pasti ada kekurangan. Begitu pula dengan novel
karya Almira Bastari ini, hampir tidak ditemukan kata-kata puitis di
dalamnya. Sehingga untuk orang-orang yang suka membaca novel dengan
konflik yang berat dan banyak menggunakan kata-kata puitis akan merasa
tidak cocok jika membaca novel Resign, karena penulis cenderung
menggunakan bahasa yang ringan. Ditambah lagi dengan adanya
penggunaan kata-kata vulgar dan kasar sehingga Resign hanya cocok dibaca
untuk pembaca yang berusia 17 tahun keatas.

Ada satu lagi kekurangan dalam novel ini, yaitu pada catatan kaki.
Seharusnya Penulis menempatkan catatan kaki pada setiap halaman novel
yang memiliki kalimat berbahasa asing atau kata-kata yang tidak umum
karena pembaca awam yang tidak pernah membaca atau mendengar kalimat
tersebut akan merasa bingung.


Click to View FlipBook Version