The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

KOMPRES KONSEP DASAR DAN KARAKTERISTIK SEJARAH 1.PENGERTIAN SEJARAH_compressed

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Idasari Siregar, 2024-03-21 00:49:45

KOMPRES KONSEP DASAR DAN KARAKTERISTIK SEJARAH 1.PENGERTIAN SEJARAH_compressed

KOMPRES KONSEP DASAR DAN KARAKTERISTIK SEJARAH 1.PENGERTIAN SEJARAH_compressed

Tujuan utama pendidikan bukanlah pengetahuan, tetapi tindakan. KONSEP DASAR DAN KARAKTERISTIK SEJARAH AMINAH LUBIS Anwar DELISMA SIREGAR OLEH :


Sejarah memiliki pengertian yang luas yang dapat dijelaskan melalui asal usul kata (etimologi) maupun peristilahan dari para ahli sejarah (terminologi). Pengertian sejarah secara umum bias dilihat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Dalam KBBI pengertian sejarah mengandung tiga makna yaitu sebagai berikut; 1) asal, usul (keturunan) dan silsilah, 2) kejadian dan peristiwa yang benar terjadi pada masa lampau; riwayat dan tambo, 3) pengetahuan atau uraian tentang peristiwa dan kejadian yang benare terjadi di masa lampau. 1.PENGERTIAN SEJARAH


Sedangkan secara etimologi kata sejarah berasal dari kata: .Melayu syajarah yang diambil dari bahasa arab ‘ syajarotun ’ . terdapat kata mengandung arti yang sama dengan kata sejarah yaitu kata history (masa lampau umat manusia) dalam bahasa inggris yang diambil dari bahasa yunani istoria 1. . Sedangkan sejarah dalam bahasa jerman disebut ‘ geschichte ’ dan dalam bahasa belanda ’ geschiedenis ’ yang memiliki arti “ sesuatu yang terjadi” . 2. Kesimpulan dari semua defenisi tersebut mempunyai makna yang hampir sama yaitu mengenai peristiwa yang terjadi pada masa lampau umat manusia.


2.RUANG LINGKUP SEJARAH Ruang lingkup sejarah yang pertama adalah sejarah sebagai ilmu. Jika diartikan adalah sejarah akan dipandang sebagai ilmu pengetahuan yang ada kaitannya dengan kejadian atau peristiwa serta cerita yang pernah terjadi di masyarakat di masa lalu. Di sisi lain, sejarah juga bisa diartikan sebagai pengetahuan akan masa lalu yang telah disusun secara sistematis dengan menggunakan metode kajian ilmiah.Dengan begitu, sejarah bisa menjadi begitu penting dan bisa memberikan tambahan wawasan bagi mereka yang menekuninya maupun hanya sekedar membaca. Ruang lingkup sejarah yang dipandang sebagai ilmu juga memiliki beberapa ciri.


1. Pembahasan memiliki sifat empiris 2. Adanya suatu objek yang dibahas 3. Memiliki teori yang cukup jelas serta terpercaya 4. Adanya metode ilmiah 5. Adanya generalisasi atau kesimpulan yang didapatkan berasal dari suatu peristiwa. Sedangkan contoh dari ruang lingkup sejarah sebagai ilmu adalah seperti fosil, archa, artefak dan hasil penemuan lainnya. Ciri-ciri tersebut adalah sebagai berikut.


Berikutnya ruang lingkup sejarah sebagai peristiwa. Hal tersebut berhubungan eratdengan suatu kejadian yang telah terjadi pada masa lalu dan memang benar-benar adadan nyata. Berikut adalah ciri-ciri dari ruang lingkup sejarah sebagai peristiwa. Memiliki sifat abadi ·Peristiwa atau kejadian yang terjadi hanya satu kali Memberikan pengaruh yang terlihat serta diakui oleh banyak orang ·Kejadian memiliki sebuah arti penting Lalu untuk contohnya adalah seperti adanya hariKemerdekaan Indonesia padatanggal 17 Agustus 1945, sejarah berdirinya PBB dan lainnya.


3.Sejarah Sebagai Kisah Berikutnya ada ruang lingkup sejarah sebagai kisah. Dimana dalam ruang lingkup ini akan mengacu terhadap penulisan fakta sejarah dari orang-orang yang telah mendapatkan atau mengumpulkan ide tulisan dengan bahan sejarah yang telah ada. Perlu diketahui juga jika setiap cerita pasti memiliki sudut pandang yang berbeda-beda tergantung siapa yang menulisnya.


4.Sejarah Sebagai Seni Sejarah akan ditulis serta diceritakan kembali dengan memberikan usur esensi seni. Banyak hal yang bisa dieksplorasi dalam sebuah seni mulai dari tata Bahasa dalam penyampaian atau dalam bentuk keberagaman


III. MANUSIA, RUANG, WAKTU DALAM SEJARAH 1.Konsep manusia dalam sejarah Terdapat banyak definisi menurut para ahli ternama tentang manusia namun definisi manusia itu sendiri bisa pahami secara bahasa bahwa: 1. Manusia berasal dari kata “manu” (Sansekerta), “mens” (Latin), yang berarti berpikir, berakal budi atau makhluk yang berakal budi (mampu menguasai makhluk lain). 2. Secara istilah manusia dapat diartikan sebuah konsep atau sebuah fakta, sebuah gagasan atau realitas, sebuah kelompok (genus) atau seorang individu. 3. Manusia juga dapat diartikan berbeda-beda baik menurut sudut pandang biologis, rohani, dan istilah kebudayaan, atau secara campuran


4. Secara biologis, manusia diklasifikasikan sebagai Homo Sapiens (Bahasa Latin untuk manusia), sebuah spesies primata dari golongan mamalia yang dilengkapi otak berkemampuan tinggi. 5. Dalam hal kerohanian, mereka dijelaskan menggunakan konsep jiwa yang bervariasi menurut agama, dan dalam hubungannya dengan kekuatan keTuhanan atau makhluk hidup; dalam mitos, mereka juga seringkali dibandingkan dengan ras lain.


2.Konsep ruang dalam sejarah Ruang adalah konsep yang paling melekat dengan waktu. Ruang merupakan tempat terjadinya berbagai macam peristiwa-peristiwa sejarah dalam perjalanan waktu. Jika waktu menitik beratkan pada aspek kapan peristiwa itu terjadi, maka konsep ruang menitikberatkan pada aspek tempat dimana peristiwa itu terjadi. Konsep Ruang Sejarah mengenal adanya dimensi spasial dan dimensi temporal. Konsep ruang, sebagai tempat terjadinya peristiwa disini terkait dengan aspek geografisnya. Unsur ruang ini akan menjadikan pemahaman kita tentang peristiwa sejarah menjadi riil.


Di dalam KBBI disebutkan pengertian ruang adalah sela-sela antara dua deret tiang atau sela-sela empat deret tiang, atau yang juga diartikan sebagai rongga yang berbatas atau terlingkung oleh bidang, atau juga rongga yang tidak berbatas, tempat segala yang ada.


3.Konsep waktu dalam sejarah Dalam sejarah, unsur waktu merupakan unsur sangat penting. Sebab mempelajari sejarah bukanlah mempelajari sesuatu yang berhenti melainkan mempelajari sesuatu yang terus bergerak seiring dengan perjalanan waktu. Setiap peristiwa sejarah berada pada kurun waktu tertentu yang memiliki latar belakang kurun waktu sebelumnya. Unsur waktu juga memberikan konteks atau setting tertentu bagi berlangsungnya peristiwa sejarah. Konsep waktu dalam sejarah, menurut Kuntowijoyo mencakup empat hal, yaitu : 1.Perkembangan 2. Kesinambungan 3. Pengulangan 4. dan perubahan.


KONSEP BERPIKIR KRONOLOGIS, SINKRONIS, DAN DIAKRONIS DALAM SEJARAH 1.Konsep Berpikir Kronologis Sejarah mengajarkan kepada kita cara berpikir kronologis, artinya berpikirlah secara runtut, teratur, dan berkesinambungan. Dengan konsep kronologis, sejarah akan memberikan kepada kita gambara yang utuh tentang peristiwa atau perjalanan sejarah dari tinjauan aspek tertentu sehingga dengan mudah kita dapat menarik manfaat dan makna dari hubungan antar peristiwa yang terjadi.


Studi diakronis bersifat vertikal, misalnya menyelidiki perkembangan sejarah Indonesia yangdimulai sejak adanya prasasti di Kutai sampai kini. Adapun ciri diakronik yaitu: a.Mengkaji dengan berlalunya masa. b.Menitik beratkan pengkajian peristiwa pada sejarahnya. c.Bersifat historis atau komparatif. d.Bersifat vertical. e.Terdapat konsep perbandingan. f.Cakupan kajian lebih luas.


2. Konsep Berpikir Sinkronis Berpikir sinkronis yaitu menyertakan cara berpikir ilmu-ilmu sosial yaitu melebar dalam ruang, serta mementingkan struktur dalam satu peristiwa a.Pengertian Sinkronik 1.Mempelajari peristiwa atau kejadian yang terjadi saat masa tertentu 2. Di dalam mempelajari peristiwa atau kejadian selalu memfokuskan terhadap adanya pola-pola, gejala-gejala serta juga karakter. 3. Tidak memiliki konsep perbandingan. 4. Mempunyai jangkauan yang lebih sempit. 5.. Mempelajari dengan secara mendalam. 6.. Kajiannya juga yang sistematis. 7. Sifatnya adalah horizontal. 8. Konsep Berfikir Sinkronis Dalam Sejarah . b.Ciri-Ciri Sinkronik


3. Konsep Berpikir Diakronis a. Pengertian Diakronik Diakronik ini merupakan suatu cara untuk berpikir dengan secara runtut / kronologis di dalam menganalisa / meneliti sesuatu hal tertentu. Maksud dari kronologis ini ialah suatu catatan mengenai peristiwa / kejadian itu dengan secara runtut dengan berdasarkan dengan waktu kejadian peristiwa yang di catat tersebut. Dari hal ini bisa atau dapat kita ambil kesimpulan bahwa sejarah tersebut mengajarkan kepada kita untuk melakukan pemikiran yang kronologis dan juga beraturan.


b. Ciri-Ciri Diakronik Diakronik ini mempunyai beberapa ciri-ciri diantaranya sebagai berikut: 1.Memanjang, berdimensi waktu 2.Terus bergerak, hubungan kuasalitas 3.Siifatnya itu naratif, berproses serta bertransformasi 4.Sifatnya itu dinamis 5.Lebih menekankan pada proses durasi 6.Digunakan di dalam ilmu sejarah 7.Konsep Diakronik Dalam Sejarah


Berpikir diakronik adalah cara berpikir kronologis (urutan) di dalam menganalisis sesuatu. Hal ini sejalan dengan konsep kronologis yang juga merupakan sebuah catatan kejadian-kejadian yang diurutkan itu sesuai dengan waktu kejadiannya.


TERIMA KASIH “Jika ingin mengubah dunia, mulailah dengan mengubah diri sendiri.” - Ki Hajar Dewantara.


Click to View FlipBook Version