SD ISLAM AL AZHAR BSD
PEDOMAN
PENCEGAHAN
DAN
PENANGANAN
PERUNDUNGAN
YAYASAN MUSLIM BUMI SERPONG DAMAI
Jl. Puspita Loka Sektor 3.2 BSD
Tangerang Selatan, Banten
Telp. 021-5375647
http://sd.al-azhar-bsd.sch.id
KATA PENGANTAR
Alhamdulillahirobbil ‘aalamiin, segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam.
Tiada daya dan kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah SWT. Shalawat
dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad SAW yang
telah membimbing umatnya dengan tauladannya.
Syukur alhamdulillah, akhirnya kami dapat mewujudkan Pedoman
Pencegahan dan Penanganan Perundungan yang berisi tentang prosedur
pencegahan maupun penanganan tindakan perundungan yang terjadi di
sekolah.
Sekolah menjadi lingkungan peserta didik dalam proses untuk berinteraksi
sosial secara langsung dengan teman sebaya atau guru. Akan tetapi, sekarang
ini banyak terjadi permasalahan yang dilakukan oleh peserta didik di
lingkungan sekolahnya. Masalah yang sering muncul salah satunya adalah
tentang bullying.
Komitmen pengakuan dan perlindungan terhadap hak atas anak telah
dijamin dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945
Pasal 28B ayat (2) menyatakan bahwa setiap anak berhak atas kelangsungan
hidup, tumbuh dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari
kekerasan dan diskriminasi.
Oleh karena itu, kami berusaha untuk merancang dan membuat desain
program pencegahan yang berisikan pesan kepada murid bahwa perilaku bully
tidak diterima di sekolah dan membuat kebijakan “anti bullying”.
Kepada segenap Tim Satgas Pencegahan Perundungan dan guru-guru SD
Islam Al-Azhar BSD, serta kepada semua pihak yang terkait dalam penyusunan
program ini, kami ucapkan terima kasih. Semoga Allah meridhoi segala
aktivitas yang kita lakukan.
Wabillahittaufik Wal Hidayah
Wassalamu’alaikum Wr.Wb
Tangerang Selatan, September 2022
Dra. Asuroh
Kepala Sekolah
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
B. TUJUAN
C. SASARAN
D. MANFAAT
A. LATAR BELAKANG
Apa yang kamu tahu tentang PERUNDUNGAN/
BULYYING? Perundungan atau bullying itu sangat
berbeda dengan perkelahian, konflik atau bahkan ledek-
ledekan. Bullying (dalam bahasa Indonesia dikenal
sebagai “penindasan”) merupakan segala bentuk
penindasan atau kekerasan yang dilakukan dengan
sengaja oleh satu orang atau sekelompok orang yang
lebih kuat atau berkuasa terhadap orang lain, dengan
tujuan untuk menyakiti dan dilakukan secara terus
menerus.
Berdasarkan pengalaman dalam proses pembelajaran
banyak sekali siswa atau bahkan orang tua siswa salah
mengartikan antara perundungan dengan konflik. Padahal
sejatinya konflik bisa menjadi sarana pembelajaran sendiri agar
siswa belajar memecahkan masalah, belajar mengenai karakter
teman yang berbeda-beda dan lainnya. Namun karena konflik
atau bercandaan pada anak-anak sering disebut dengan
bullying terkadang membuat suasana pembelajaran jadi lebih
menyeramkan.
Berdasarkan hal tersebut, perlu adanya upaya program
bersama yang dilakukan oleh pihak sekolah agar anak-anak dan
orangtua memiliki pemahaman yang sama tentang bullying
khususnya di lingkungan sekolah. Selain itu program ini juga
sebagai upaya pencegahan agar tidak terjadi bullying di sekolah.
SD Islam Al-Azhar BSD adalah salah satu sekolah di
Tangerang Selatan yang terus melakukan evaluasi dan inovasi
dalam menghadapi tantangan perkembangan zaman. Salah
satu kegiatan penting di SD Islam Al-Azhar BSD adalah
pembiasaan diri dan program pembinaan karakter. Salah satu
pembahasan dalam pembinaan karakter adalah pemahaman
bersama dan pencegahan perundungan atau bullying.
B. TUJUAN
Adapun tujuan yang hendak dicapai dengan kegiatan ini adalah:
Memberikan pemahaman kepada orangtua dan siswa
tentang apa itu perundungan/ bullying
Memberi pemahaman siswa tentang bahaya bullying yang
berdampak negatif bagi semua pihak
Memberikan pemahaman kepada siswa tentang pentingnya
saling tolong menolong, dan saling peduli antar sesama
Membiasakan siswa untuk saling hormat-menghormati dan
harga-menghargai antar sesama
C. SASARAN
Adapun sasaran dilaksanakan kegiatan ini adalah orangtua,
siswa, dan siswi SD Islam Al-Azhar BSD.
D. MANFAAT
Adapun manfaat program ini di SD Islam Al-Azhar BSD adalah
siswa dapat berperilaku dan berakhlak mulia sesuai visi dan misi
sekolah.
BAB II
LANDASAN TEORI
B. JENIS-JENIS A. PENGERTIAN
PERUNDUNGAN PERUNDUNGAN
C. DAMPAK
PERUNDUNGAN
A. PENGERTIAN PERUNDUNGAN
Perundungan atau Bullying adalah
tindakan penggunaan kekuasaan untuk
menyakiti seseorang atau sekelompok
orang baik secara verbal, fisik, maupun
psikologis sehingga korban merasa
tertekan, trauma, dan tak berdaya.
Kata bullying berasal dari Bahasa Inggris, yaitu dari
kata bull yang berarti banteng yang senang merunduk
kesana kemari. Dalam Bahasa Indonesia, secara
etimologi kata bully berarti penggertak, orang yang
mengganggu orang lemah. Pelaku bullying yang biasa
disebut bully bisa seseorang, bisa juga sekelompok
orang, dan ia atau mereka mempersepsikan dirinya
memiliki power (kekuasaan) untuk melakukan apa saja
terhadap korbannya. Korban juga mempersepsikan
dirinya sebagai pihak yang lemah, tidak berdaya dan
selalu merasa terancam oleh bully.
Bullying (dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai
“perundungan”) merupakan segala bentuk penindasan
atau kekerasan yang dilakukan dengan sengaja oleh
satu orang atau sekelompok orang yang lebih kuat
atau berkuasa terhadap orang lain, dengan tujuan
untuk menyakiti dan dilakukan secara terus menerus.
B. JENIS-JENIS PERUNDUNGAN
FISIK VERBAL
Tindakan memukul, Tindakan mengancam,
mendorong, menggigit, mempermalukan, merendahkan,
menjambak, menendang, mengganggu, memberi panggilan
mengunci seseorang dalam
ruangan, mencubit, mencakar, nama yang tidak bagus,
juga termasuk memeras dan merendahkan,
merusak barang yang dimiliki
mencela/mengejek,
orang lain. mengintimidasi, memaki,
PERILAKU NON-VERBAL menyebarkan gosip.
LANGSUNG
PERILAKU NON-VERBAL
TIDAK LANGSUNG
Tindakan melihat dengan sinis, Tindakan mendiamkan
menjulurkan lidah, menampilkan seseorang, memanipulasi
persahabatan sehingga menjadi
ekspresi muka yang retak, sengaja mengucilkan atau
merendahkan, mengejek, atau
mengancam; biasanya disertai mengabaikan.
oleh bullying fisik atau verbal.
CYBER BULLYING
Tindakan menyakiti orang lain
dengan sarana media elektronik
Contoh: rekaman video
intimidasi, pencemaran nama
baik lewat media sosial
C. DAMPAK PERUNDUNGAN
Dampak bullying dapat mengancam setiap pihak yang terlibat,
baik anak- anak yang di-bully, anak-anak yang mem-bully,
anak-anak yang menyaksikan bullying, bahkan sekolah.
Bullying dapat membawa pengaruh buruk terhadap kesehatan
fisik maupun mental anak. Pada kasus yang berat, bullying
dapat menjadi pemicu tindakan yang fatal, seperti bunuh diri
dan sebagainya.
Dampak bagi korban
Depresi dan marah
Rendahnya tingkat kehadiran dan
rendahnya prestasi akademik
siswa,
Menurunnya skor tes kecerdasan
(IQ) dan kemampuan analisis siswa.
Dampak bagi pelaku
Pelaku cenderung bersifat agresif, memiliki
karakter berwatak keras, mudah marah, hilang
sifat empati pada orang lain. Memiliki
keinginan untuk mendominasi orang lain. Jika
dibiarkan terus menerus, perilaku bullying ini
dapat menyebabkan terbentuknya perilaku
kriminal lainnya.
Dampak bagi siswa lain yang
menyaksikan bullying
Siswa lain akan mencontoh perilaku bullying
dan beberapa lainnya mungkin hanya akan
diam saja tanpa melakukan apapun dan yang
paling parah mereka merasa tidak perlu
menghentikannya.
BAB III
PELAKSANAAN KEGIATAN
A. AGENDA / BENTUK
KEGIATAN
B. PANDUAN
KEGIATAN
C. SOP PENCEGAHAN TINDAK
KEKERASAN DI SEKOLAH
D. SOP PENANGGULANGAN
TINDAK KEKERASAN DI
SEKOLAH
A. AGENDA / BENTUK KEGIATAN
B. Panduan
Kegiatan
Mekanisme Pelaksanaan Satgas Pencegahan
Kegiatan Pencegahan Tindak Kekerasan (Anti-
Perundungan Bullying)
1.Sosialisasi dan seminar Program Anti SD Islam Al Azhar BSD
Bullying dilakukan setahun sekali yang
diikuti oleh seluruh orangtua siswa SD 1.Kepala sekolah : Dra. Asuroh
Islam Al-Azhar BSD. 2.Wakil kepala sekolah :
2.Program Pembinaan Karakter (bagi - Melia Suyanti, S.Pd
muslim) dilaksanakan secara rutin - Malikul Islam, S.S.I, M.M
setiap pekan. - Dra. Hj. Sri Hayati
3.Guru Bimbingan & Konseling :
3.Evaluasi Program Pembinaan Karakter - Deby A. Suganda, S.Psi
siswa dan melakukan pendekatan - Anissa Fitria, S.Psi
khusus bagi siswa yang bermasalah 4.Perwakilan guru :
dalam karakternya. - Kelas 1 : Esti Wulandari, S.Si
- Kelas 2 : Hj. Tri Widjiastuti, S.Pd
4.Guru pengajar/wali kelas melaporkan - Kelas 3 : Mas Kurniasih, S.Pd
kepada satgas perundungan jika - Kelas 4 : Deli Rita, S.Pd
menerima laopran perundungan dari - Kelas 5 : Rismawati AB, S.Pd
siswa. - Kelas 6 : Cahya Sumirat, S.Pd
5.Perwakilan orang tua (BKOMS SD
5.Satgas perundungan berkordinasi dan Islam Al Azhar BSD) :
bekerjasama dalam memberikan - MPK 1
informasi dan penanganan terkait - MPK 2
tindak kekerasan (bullying) di sekolah. - MPK 3
- MPK 4
6.Guru BK/Satgas Perundungan - MPK 5
memberikan pembinaan secara - MPK 6
intensif kepada pelaku perundungan,
jika berkelanjutan maka wakil kepala
sekolah bidang kesiswaan dan kepala
sekolah akan menindak lanjuti pelaku
perundungan tersebut.
C. SOP PENCEGAHAN TINDAK
KEKERASAN DI SEKOLAH
C. SOP PENANGGULANGAN TINDAK
KEKERASAN DI SEKOLAH
1. Identifikasi Fakta Tindak Kekerasan
2. Menindaklanjuti Kasus secara Proporsional
3. Rujukan kepada Pihak / Lembaga Terkait