UNSUR, SENYAWA, DAN CAMPURAN Gambar 1: (a) Emas; (b) Besi; (c) Air Raksa Siapa nih di antara kalian yang suka buat teh manis? Untuk membuat teh manis, kamu hanya perlu mencampurkan gula, teh, dan air ke dalam gelas lalu mengaduknya hingga gula larut. Tahukah kamu, di dalam ilmu Kimia, teh manis seperti itu disebut sebagai campuran, lho. Sedangkan airnya disebut sebagai senyawa. Air sendiri tersusun atas dua unsur, yaitu hidrogen dan oksigen. Memangnya, apa yang dimaksud unsur, senyawa, dan campuran? Yuk, simak selengkapnya! A. Pengertian Unsur Pada pembukaan di atas, kamu sudah dikenalkan dengan istilah unsur, kan? Memangnya apa sih unsur itu? Unsur adalah zat murni di alam yang tidak dapat dibagi lagi menjadi zat lain yang lebih sederhana dengan reaksi kimia biasa. Seperti kamu ketahui bahwa di alam ini terdapat banyak sekali zat, mulai zat paling kompleks hingga zat paling sederhana. Nah, zat-zat yang sifatnya kompleks itu sudah pasti tersusun atas zat sederhana. Sementara zat sederhana pasti tersusun atas unsur-unsur. Secara umum, unsur dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu kelompok unsur logam (terdiri dari unsur logam utama dan transisi), unsur non logam, dan unsur semilogam (metaloid). Adapun contoh unsur dapat kalian lihat dalam tabel periodik kimia berikut. Gambar 2. Tabel Periodik Unsur Kimia B. Pengertian Senyawa Senyawa adalah zat hasil gabungan antara dua unsur atau lebih melalui reaksi kimia. Zat baru hasil gabungannya memiliki sifat berbeda dengan unsur pembentuknya. Senyawa dibagi menjadi dua, yaitu senyawa organik dan anorganik. Adapun yang termasuk senyawa organik adalah C2H5OH (etanol) dan CH3COOH (asam cuka) sementara contoh senyawa
anorganik adalah NaCl (garam dapur), HCl (asam klorida atau asam lambung), NaOH (natrium hidroksida), dan Mg(OH)2 (magnesium hidroksida). Adapun beberapa contoh senyawa yang dapat kita temui dalam kehidupan sehari hari adalah garam dapur (NaCL), gula (C12H22O11), soda kue (NaHCO3), dan air (H2O). C. Pengertian Campuran Campuran adalah gabungan dari beberapa zat dengan perbandingan tidak tetap tanpa melalui reaksi kimia. Campuran ini bisa kamu buat sendiri di rumah tanpa harus ke laboratorium, contohnya teh manis, kopi, susu cokelat, air kanji, dan masih banyak lainnya. Berdasarkan kelarutannya, campuran dibagi menjadi dua jenis, yaitu campuran heterogen dan campuran homogen (larutan). • Campuran heterogen adalah bentuk pencampuran di mana zat-zat penyusunnya masih bisa dibedakan satu sama lain. Contoh yang termasuk campuran heterogen adalah air dan pasir. Saat kamu mencampurkan air dan pasir, apakah pasir bisa larut sempurna di dalam air? Tentu tidak ya. Pasir akan tetap terlihat sebagai pasir, sedangkan air juga tetap karakteristiknya (tidak terjadi perubahan rasa maupun warna). • Campuran homogen adalah Bentuk percampuran antara dua zat atau lebih yang tidak bisa dibedakan lagi materi penyusunnya masing-masing. Contoh yang termasuk campuran homogen adalah air gula. Jika penasaran, cobalah untuk melarutkan gula di dalam air. Setelah gula larut, apakah butiran gulanya masih terlihat? Tentu tidak ya. Dengan larutnya gula tersebut, air yang semula tawar akan menjadi manis. Hal itu menunjukkan bahwa semua partikel gula telah larut sempurna di dalam air. D. Perbedaan Unsur, Senyawa, dan Campuran Secara ringkas, perbedaan antara unsur, senyawa, dan campuran adalah sebagai berikut. 1. Unsur ▪ Unsur tersusun atas satu jenis atom saja. Misalnya, unsur O hanya terdiri dari atom O saja. ▪ Komposisi penyusunnya tetap atau tidak berubah. ▪ Sifat unsur mencerminkan sifat zat murni itu sendiri. Misalnya unsur Na sangat reaktif, artinya sifat Na sangat reaktif. ▪ Terbentuk secara alami dan tidak bisa dibagi lagi menjadi zat yang lebih sederhana dengan reaksi kimia biasa. 2. Senyawa ▪ Senyawa tersusun atas beberapa unsur. Itu artinya, senyawa juga tersusun atas beberapa atom. Misal, senyawa NaCl tersusun atas atom Na dan atom Cl. ▪ Komposisi penyusun tetap. ▪ Sifat senyawa berbeda dengan unsur pembentuknya. ▪ Terbentuk melalui reaksi kimia. 3. Campuran ▪ Campuran tersusun atas beberapa senyawa. Itu artinya, campuran tersusun atas beberapa jenis atom. ▪ Komposisi penyusunnya bisa berubah. ▪ Sifat komponen penyusun tidak berubah.
▪ Terbentuk melalui reaksi fisika dan bisa dipisahkan tanpa reaksi kimia. Untuk lebih jelasnya, simak tabel berikut. Tabel 1. Perbedaan Unsur, Senyawa, dan Campuran Sifat Unsur Senyawa Campuran Atom penyusun Satu atom Lebih dari satu atom Lebih dari satu atom Komposisi penyusun Tetap Tetap Berubah Sifat Murni Berbeda dengan unsur penyusun Sama dengan komponen penyusun Pembentukan Terbentuk secara alami sebagai zat tunggal Melalui reaksi kimia Melalui pencampuran secara fisika Pemisahan Tidak dapat dipisahkan Bisa dipisahkan dengan reaksi kimia Bisa dipisahkan secara fisika tanpa harus melalui reaksi kimia E. Metode Pemisahan Campuran Metode pemisahan campuran banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari seperti untuk penjernihan air dan pembuatan garam. Beberapa metode pemisahan campuran yang sering digunakan antara lain penyaringan (filtrasi), sentrifugasi, sublimasi, kromatografi, dan distilasi. Dalam bab ini, kalian akan mempelajari tentang cara pemisahan dengan filtrasi, sentrifugasi, distilasi dan juga kromatografi. Pemisahan campuran lainnya akan dipelajari pada tingkat yang lebih tinggi. 1. Filtrasi (Penyaringan) Salah satu metode pemisahan yang paling sederhana adalah metode filtrasi (penyaringan). Penyaringan adalah metode pemisahan campuran yang digunakan untuk memisahkan cairan dan padatan yang tidak larut berdasarkan pada perbedaan ukuran partikel zat-zat yang bercampur. 2. Sentrifugasi Metode jenis ini sering dilakukan sebagai pengganti filtrasi jika partikel padatan yang terdapat dalam campuran memiliki ukuran sangat halus dan jumlah campurannya lebih sedikit. Metode sentrifugasi digunakan secara luas untuk memisahkan sel-sel darah merah dan sel-sel darah putih dari plasma darah. Dalam hal ini, padatan adalah sel-sel darah merah dan sel-sel darah putih yang akan mengumpul di dasar tabung reaksi, sedangkan plasma darah berupa cairan yang berada di bagian atas. 3. Destilasi (Penyulingan) Pemisahan campuran dengan cara destilasi (penyulingan) banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam kegiatan industri. Pemisahan campuran dengan cara penyulingan digunakan untuk memisahkan suatu zat cair dari campurannya. Prinsip kerjanya didasarkan pada perbedaan titik didih dari zat cair yang bercampur, sehingga saat menguap
setiap zat akan terpisah. Untuk memudahkan pemahaman kamu tentang metode destilasi, lakukan kegiatan berikut. 4. Kromatografi Metode pemisahan dengan cara kromatografi digunakan secara luas dalam berbagai kegiatan. Di antaranya untuk memisahkan berbagai zat warna dan tes urine untuk seseorang yang dicurigai menggunakan obat terlarang atau seorang atlet yang dicurigai menggunakan doping. Untuk mengetahui bagaimana pemisahan secara kromatografi, lakukan kegiatan berikut. Pemisahan campuran dengan cara kromatografi pada umumnya digunakan untuk mengidentifikasi suatu zat yang berada dalam suatu campuran. Prinsip kerjanya didasarkan pada perbedaan kecepatan merambat antara partikel-partikel zat yang bercampur dalam suatu medium diam ketika dialiri suatu medium gerak. GLOSARIUM Unsur : Zat tunggal yang tidak dapat diuraikan lagi menjadi zat yang lebih sederhana. Senyawa : Zat yang dibentuk oleh dua unsur atau lebih. Campuran : Zat yang terdiri atas dua atau lebih zat yang bergabung menjadi satu tanpa komposisi tetap dan masih mempunyai sifat zat asalnya. Campuran Homogen : Bentuk percampuran antara dua zat atau lebih yang tidak bisa dibedakan lagi materi penyusunnya masing-masing. Campuran Heterogen : Bentuk pencampuran di mana zat-zat penyusunnya masih bisa dibedakan satu sama lain. Video Pembelajaran Untuk mengetahui lebih jelas tentang materi Unsur, Senyawa, dan Campuran. Silahkan disimak tayangan video berikut. (Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=Y88bnA5dnbM)
DAFTAR PUSTAKA Fajar Tri M, Okky. dkk. (2021). Ilmu Pengetahuan Alam Untuk SMP Kelas VIII. Jakarta: Pusat Perbukuan Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kemendikbudristek. Juniardi, W., & Mukti, C. S. (2022, December 17). Quipper. Diambil kembali dari Apa Itu Unsur, Senyawa dan Campuran serta Perbedaanya?: https://www.quipper.com/id/ blog/mapel/kimia/unsur-senyawa-dan-campuran/ Lestari, Sri Handayani, dkk. (2021). Ilmu Pengetahuan Alam untuk SMP Kelas VIII. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.