Mini Modul Sejarah Indonesia Kelas XI Semster Ganjil SMAN 3 BANTUL
MASUK DAN BERKEMBANGNYA
KOLONIALISME DAN
IMPERIALISME DI INDONESIA
Oleh: Nur Rochma
Daftar isi
Glosarium
A. Pendahuluan ........................................................................… 4
B. Capaian Pembelajaran Mata Kegiatan ..................................… 5
C. Pokok-pokok Materi .............................................................… 5
D. Uraian Materi .......................................................................… 5
1) Proses Masuknya Bangsa Barat .......................................… 5
2) Masa Kekuasaan VOC ......................................................… 8
3) Masa Pemerintahan Republik Bataaf ...............................… 10
4) Masa Belanda sebelum 1830 ...........................................… 11
5) Masa Tanam Paksa .........................................................… 12
6) Masa Liberalisme ............................................................… 13
7) Jalur Rempah Nusantara .................................................… 14
E. Rangkuman ..........................................................................… 15
F. Diskusi ..................................................................................… 15
G. Tes Formatif .........................................................................… 16
H. Daftar Pustaka......................................................................… 17
Sejarah Indonesia/Kelas XI 2
Glosarium
Contingenten : Pajak wajib berupa hasil bumi yang dibayarkan langsung
kepada VOC
Cultuur Stelsel
: Sistem tanam paksa yang diterapkan pemerintah kolonial di
Ekstirpasi Indonesia
Hak Oktrooi : Menebang kelebihan jumlah tanaman agar produksinya
Pelayaran Hongi tidak berlebihan sehingga harga tetap dapat dipertahankan
Kolonialisme : Hak istimewa yang dimiliki VOC
Reconqeuets : Pelayaran yang diadakan oleh VOC dengan menggunakan
Verplichte senjata lengkap untuk mengawasi jalannya monopoli
Leverantie perdagangan
: Paham penguasaan terhadap daerah lain
: Semangat pembalasan kepada orang-orang Islam
:Penyerahan wajib hasil bumi dengan harga yang telah
ditentukan VOC
Sejarah Indonesia/Kelas XI 3
A. Pendahuluan : Sejarah Indonesia
: XI IPA/IPS
1) Identitas Modul
: 5 pertemuan
Mata Pelajaran : Masuk dan Berkembangnya Kolonialisme dan Imperialisme
Kelas
Waktu Eropa di Indonesia
Judul Modul
2) Kompetensi Dasar
3.1 Menganalisis proses masuk dan perkembangan penjajahan
bangsa Eropa (Portugis, Spanyol, Belanda, Inggris) ke
Indonesia
4.1 Mengolah informasi tentang proses masuk dan
perkembangan penjajahan bangsa Eropa (Portugis,
Spanyol, Belanda, Inggris) ke Indonesia dan menyajikannya
dalam bentuk cerita sejarah
3) Uraian Singkat Materi
Hai hai hai… Kalian pasti tidak asing dengan rempah-rempah, sesuatu yang sering kita
pergunakan dalam kehidupan sehari-hari. Bangsa kita terkenal sebagai penghasil rempah-
rempah lho. Bahkan bangsa asing sangat ingin menguasai Nusantara salah satunya adalah
karena rempah-rempah. Kenapa bisa demikian? Dikuasainya perdagangan di Laut Tengah
oleh Turki Usmani menyebabkan putusnya hubungan dagang antara bangsa Eropa dengan
para pedagang dari Asia. Kebutuhan akan rempah-rempah mendorong Bangsa Eropa
melakukan pelayaran untuk menemukan pusat rempah-rempah, terutama Nusantara.
Setelah menemukan daerah penghasil rempah-rempah tersebut, maka hubungan
perdagangan pun mulai dijalin, namun melihat kekayaan alam Nusantara mulai menarik
minat Bangsa Eropa untuk ingin menguasainya sehingga dimulailah kolonialisme dan
imperialisme Bangsa Eropa di Nusantara.
4) Petunjuk Belajar
Materi ini diperuntukkan bagi kalian yang sedang duduk di Kelas XI SMA. Modul ini
dipakai untuk membantu kalian dalam proses pembelajaran mata pelajaran Sejarah
Indonesia. Penguasaan materi dalam modul ini sangat tergantung pada kesungguhan dan
ketelatenan kamu dalam mempelajari dan mengikuti petunjuk dalam modul.
1. Cara Belajar
a) Bangun keyakinan diri bahwa kamu telah siap untuk belajar.
b) Berdoalah terlebih dahulu sesuai agama dan keyakinan kamu.
c) Baca dan pahami deskripsi isi dan tujuan pembelajaran, agar kamu dapat
mengetahui apa yang harus dipelajari, tindakan apa yang akan dilakukan dalam
modul serta tujuan apa yang akan dicapai dalam pembelajaran modul.
d) Bacalah uraian materi secara seksama.
e) Tandai dan catat materi yang belum/kurang dipahami.
f) Diskusikan materi-materi yang belum dipahami dengan teman, pendidik,
dan/atau orang yang dianggap ahli dalam bidang ini melalui chat, e-mail, forum
diskusi atau bertanya secara langsung
g) Kamu juga dapat mempelajari materi yang relevan melalui sumber atau media
lainnya yang tersedia seperti video, buku, ppt, dangambar. Media yang lebih
beragam akan lebihmemudahkan mempelajari materi/isi yang diuraikan.
h) Kerjakan soal yang ada di tugas, latihan dan evaluasi secara mandiri dalam
modul untuk mengukur tingkatpenguasaan materi sebagai hasil pembelajaran.
Jika hasilnya belum memuaskan jangan putus asa, cobalah lebih giat lagi belajar.
Sejarah Indonesia/Kelas XI 4
B. Capaian Pembelajaran Mata Kegiatan
Melalui Diskusi dan penugasan peserta didik diharapkan mampu:
1. Menguraikan latar belakang kedatangan bangsa Eropa ke Indonesia
2. Mengidentifikasi kekuasaan VOC di Indonesia
3. Menganalisis kebijakan Pemerintahan Belanda di Indonesia
4. Menganalisi kebijakan Pemerintahan Inggris di Indonesia
5. Membuat rute jalur pelayaran kedatangan bangsa
C. Pokok-pokok Materi
D. Uraian Materi
Taukah kalian, Indonesia dikenal sebagai daerah penghasil rempah-rempah ? Bahkan sangat diminati
oleh bangsa asing. Rempah-rempah sangat laku di Eropa karena dimanfaatkan sebagai penghangat
badan ketika musim dingin tiba dan dijadikan sebagai pengawet makanan. Hal inilah yang membuat
rempah-rempah menjadi sangat mahal. Didaerah Eropa sulit mendapatkan benda ini. Oleh karena
itu, banyak bangsa Eropa yang berusaha mencari daerah
penghasil rempah-rempah. Hal inilah yang membuat
bangsa-bangsa Eropa datang ke Indonesia. Indonesia
menjadi daerah penghasil rempah-rempah terbesar.
Sebenarnya Bangsa Barat (Eropa) awalnya datang hanya
untuk menjalin hubungan dagang, tetapi melihat bumi
Indonesia begitu kaya kemudian akhirnya mereka
berkeinginan menguasai Nusantara. Lantas bagaimana
bisa selanjutnya kolonialisme dan imperialisme Barat
berkembang di Indonesia? Yuk, perdalam
pengetahuanmu dengan mempelajari materi dibawah Sumber : Hellosehat.com
ini
1. PROSES MASUKNYA PENJAJAHAN BANGSA EROPA KE INDONESIA
Bangsa Indonesia sudah dikenal dengan sumber kekayaan alamnya. Bukan minyak bumi atau batu
bara yang diperebutkan oleh bangsa-bangsa Eropa masa itu, melainkan rempah-rempah.
Kecanggihan teknologi dan kemajuan ilmu pengetahuan membawa bangsa-bangsa Eropa mencari
daerah penghasil rempah-rempah yang diyakini berada di Dunia Timur.
Sejarah Indonesia/Kelas XI 5
Motivasi
Pada Abad XV, rempah-rempah merupakan bahan yang sangat berharga bagi penduduk Eropa,
Awalnya, bangsa Eropa mengetahui bahwa rempah-rempah yang dibawa oleh bangsa Arab bukan
berasal dari daerah Timur Tengah, melainkan berasal dari wilayah Timur.
Pada mulanya bangsa Eropa mendapatkan rempah-rempah dari pedagang Arab yang berdagang di
Kota Konstantinopel. Pada tahun 1453, Kota Konstantinopel berhasil ditaklukkan oleh Kekhalifahan
Turki Utsmani (Ottoman). Adanya pengaruh Perang Salib, membuat bangsa Eropa tidak mau
melakukan kegiatan perdagangan di Kota Konstantinopel. Guna mendapatkan rempah-rempah,
maka bangsa Eropa memutuskan untuk mencari sendiri daerah penghasil rempah-rempah.
Dengan bekal ilmu pengetahuan dan kemajuan industri, Gambar Alfonso de Albuquerqe
bangsa Portugis memulai penjelajahan untuk mencari Sumber : Wikipedia.org
"Kepulauan Rempah-Rempah. Pada tahun 1511, Alfonso de
Albuquerque berhasil tiba di Malaka. pelabuhan p Setibanya di
Malaka, bangsa penting bagi perdangan bangsa Portugis
menyadari bahwa Pelabuhan Malaka merupakan perdagangan
di Asia. Oleh sebab itu, Portugis mempunyai pandangan untuk
dapat memonopoli perdagangan Asia dengan cara
menaklukkan Malaka. Pada tahun yang sama Portugis berhasil
menaklukkan Malaka, tetapi tidak bisa memonopoli
perdagangan Asia karena mendapatkan pertentangan dari
pedagang Islam.
Bangsa Portugis melihat jelas bahwa Malaka bukanlah "Kepulauan Rempah-Rempah" yang selama
ini mereka cari. Oleh sebab itu, pada tahun 1512 Francisco Serrao dikirim ke Maluku untuk
memastikan bahwa daerah tersebut merupakan daerah penghasil rempah-rempah. Francisco tidak
sampai ke Maluku, hanya tiba di Hitu, Ambon. Melihat kekayaan alam di Maluku membuat bangsa
Portugis berusaha untuk menguasai Maluku. Dari sinilah awal kolonialisme dan imperialisme
bangsa Barat di Indonesia dimulai.
Faktor-faktor yang mendorong bangsa Barat datang ke Dunia Timur sebagai berikut :
a) Bangsa Eropa berkeinginan untuk mendapatkan rempah-rempah dari daerah asal. Dengan
demikian, diharapkan akan diperoleh harga lebih murah dan keuntungan besar
b) Kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, misalnya dengan penemuan kompas
dapat memperlancar kegiatan penjelajahan samudra.
c) Keinginan untuk melanjutkan Perang Salib dan menyebarkan agama Kristen ke daerah-
daerah yang dikunjungi.
d) Adanya jiwa petualangan sehingga menggugah semangat untuk melakukan penjelajahan
samudra.
e) Adanya keinginan untuk membuktikan pendapat bahwa bentuk bumi itu bulat, seperti yang
dikemukakan oleh Copernicus (1473-1543). seorang ahli matematika dan juga astronom
dari Polandia. Pendapat Copernicus itu diperkuat oleh Galileo Galilei (1564-1630), astronom
dari Italia.
Kedatangan orang-orang Eropa ke Dunia Timur juga didasari oleh adanya semangat 3G (gold, glory,
gospel) yakni semangat mencari kekayaan ekomoni (emas), kejayaan politik, dan menyebarkan
agama Kristen. Reconguesta adalah semangat penaklukan terhadap orang-orang yang berbeda
keyakinan. Melalui Reconguesta semangat gospel dan semangat penaklukan terhadap orang-orang
tumbuh makin kuat.
Dalam hal ekonomi, bangsa-bangsa Barat membutuhkan barang-barang yang tidak terdapat di
negeri asalnya, dan itu adalah rempah-rempah. Setelah mengetahui bahwa Dunia Timur, terutama
Asia Tenggara, merupakan gudang rempah-rempah, segeralah orang-orang Eropa berlomba-lomba
mendatanginya. Mereka akan memonopoli perdagangan di daerah tersebut, lalu mendirikan
kantor-kantor dagang yang dilengkapi oleh benteng militer dan pasukan bersenjata. Bangsa
Indonesia masuk ke Indonesia sekitar abad XVI- XVII. Bangsa Eropa yang mempelopori penjelajahan
samudra adalah bangsa Portugis, kemudia disusul oleh bangsa Eropa lain seperti Spanyol, Belanda
dan Inggris.
Sejarah Indonesia/Kelas XI 6
a. Bangsa Portugis
Sebelum melakukan pelayaran hingga pulau Nusantara, bangsa Portugis sudah terlebih dahulu
menjelajah pulau-pulau di Asia Tenggara. Setelah berhasil menduduki Goa (India), dibawah
pimpinan Alfonso de Albuquerque, bangsa Portugis berhasil menguasai wilayah Malaka (1511)
yang saat itu pusat perdagangan rempa-rempah. Di Asia Tenggara. Untuk memperluas
kekuasaanya bangsa Portugis melakukan pelayaran lebih jauh hingga ke “Kepualuan rempah-
rempah” pada tahun 1512. Portugis menjadlis kerjasama dengan Kesultanan Ternate. Pada
saat yang sama Portugis menjalin kerjasama dengan Kerjaan Pajajaran. Selain kedua kerajaan
tersebut, beberapa daerha turut menjadi pelabuhan penting bagi Portugis pada rentang waktu
1511-1526, antara lain Sumatra, Jawa, Maluku dan Banda. Pelabuhan tersebut berperan
sebagai rute perdagangan rempah-rempah bagi Portugis.
b. Bangsa Spanyol
Pada tahun 1521, Sebastian del Cano menyusul Portugis dengan
kedatanganya di Maluku. Seperti halnya kedatangan bangsa Portugis
yang disambut baik oleh Kesultanan Ternate, Bangsa Spanyol
disambut baik oleh Kesultanan Tidore yang sedang terlibat
perseteruan dengan Kesultanan Ternate. Keberpihakan Spanyol
terhadap Tidore mampu mengimbangi Ternate yang didampingi oleh
Portugis. Kedatnagan Spanyol di Maluku kemudian memicu
persaingan antara Portugis dan Spanyol yang kemudian diselesaikan Gambar Sebastian del Cano
Sumber :thepirateking.com
oleh Paus dengan Perjanjian Saragosa.
c. Bangsa Belanda
Ketika bangsa-bangsa Eropa sedang melakukan penjelajahan samudra, Belanda sedang berada
di bawah kekuasaan Prancis. Hal tersebut menyebabkan Belanda terlambat melakukan
penjelajahan ke Timur Jauh. Pada tahun 1594, bangsa Belanda baru menemukan rute pelayaran
ke Timur Jauh yang telah lama disembunyikan bangsa Portugis. Seorang Belanda bernama Jan
Huygen van Linschoten berhasil menemukan tempat-tempat di Nusantara yang banyak
menghasilkan rempah-rempah untuk
diperdagangkan. Peta yang dibuat oleh
Linschoten diberi nama Itinerario yang
artinya keadaan atau situasi di Timur
(Nusantara). Pada tahun 1595, di bawah
pimpinan Cornelis de Houtman, bangsa
Belanda memulai pelayarannya ke
Nusantara. Pelayaran tersebut
menempuh rute Belanda-Pantal Barat
Afrika-Tanjung Harapan-Samudra Hindia- Ilustrasi kedatangan Cornelis de Houtman di Banten
Selat Sunda-Banten. Pada Juni 1596, Sumber : jernih.co
pelayaran yang dipimpin oleh de
Houtman berhasil berlabuh di Banten.
d. Inggris
Sir Francis Drake merupakan tokoh yang memelopori penjelajahan samudra bangsa Inggris dan
melakukan pelayaran pada tahun 1577 dari Inggris menuju ke arah barat. Sir Francis Drake
beserta rombongannya berhasil mendapatkan rempah rempah yang melimpah dari Ternate. Sir
James Lancester dan George Raymond melakukan pelayaran samudra pada tahun 1591 dan
berhasil melakukan pelayaran sampai ke Aceh dan Penang. Setelah sampai di Aceh dan Penang,
Sir James Lancester dan George Raymond kembali ke Inggris dan berhasil sampai di Inggris pada
tahun 1594.
Sejarah Indonesia/Kelas XI 7
Pada tahun 1604, maskapai perdagangan Inggris (East India Company/EIC) melakukan pelayaran
kedua yang dipimpin oleh Sir Henry Middleton. Dalam pelayarannya Sir Henry Middleton
berhasil sampai di Kepulauan Ternate, Tidore, Ambon, dan Banda. Tetapi EIC (East India
Company) yang dipimpin oleh Sir Henry Middleton mendapatkan persaingan dari VOC
(Vereenigde Oostindische Compagnie). Pada tahun 1611-1617, EIC yang dipimpin oleh Sir Henry
Middleton
dapat
mendirikan
kantor
dagang di
Sukadana,
Kalimantan
Barat Daya,
Makassar,
Jayakarta,
Jepara,
Aceh, Jalur Pelayaran bangsa
Pariaman, Sumber : jernih.co
dan Jambi.
2. MASA KEKUASAAN VOC
Sebagai sebuah kongsi dagang, VOC memiliki beragam hak istimewa dan kewenangan yang sangat
luas. Walau hanya sebuah kongsi dagang, VOC didukung penuh oleh negara (Belanda) dan difasilitasi
secara istimewa. Misalnya, VOC boleh memiliki pasukan perang dan mengadakan perjanjian dengan
negara lain. Ini juga alasan mengapa VOC sering disebut sebagai negara di dalam negara.
a. Lahirnya VOC
Awal mula berdirinya VOC yaitu adanya usulan dari pihak pemerintah
Belanda dan parlemen Belanda pada 1598 agar kongsi dagang
antarpedagang Belanda dapat bersatu dan membentuk sebuah
perusahaan dagang yang lebih besar. Namun, usulan ini baru
terealisasi pada 20 Maret 1602, sehingga tanggal tersebut
merupakan tanggal berdirinya VOC. Sebelum adanya VOC,
persaingan perdagangan antarperusahaan Belanda sangatlah keras.
Mereka berambisi memenangkan kelompoknya masing-masing Gambar Lambang VOC
untuk mendapatkan keuntungan yang besar. Permasalahan ini Sumber : arahfajar.com
perhatian khusus dari pihak pemerintah Belanda atau Kerajaan
Belanda, sebab adanya perselisihan kongsi dagang antarpedagang Belanda dapat merugikan
Kerajaan Belanda sendin.
Alasan lain berdirinya VOC karena adanya perselisihan antarpedagang di negara-negara Eropa,
yaitu Spanyol, Portugis, dan Inggris. Dengan demikian, Kerajaan Belanda memanfaatkan situasi
itu dengan berusaha menyatukan pedagang Belanda yang di lautan untuk membentuk suatu
kongsi dagang bersama. Selain itu, VOC dibentuk untuk menghadapi persaingan kongsi dagang
dengan negara lainnya, seperti kongsi dagang Inggris yaitu East India Company (EIC) yang berdiri
sebelum tahun 1600. Kongsi dagang ini berpusat di Kalkuta, India dan merupakan kongsi dagang
yang terbilang cukup kuat pada masa itu. Terbukti pada tahun 1811 kedudukan kongsi dagang
milik Inggris ini mulai meluas bahkan hampir berhasil menempatkan kekuasaannya di Nusantara.
b. Hak Istimewa VOC Yuk scan barcode ini untuk
VOC memiliki beberapa kewenangan dan hak-hak istimewa (hak mengetahui informasi
oktroi) dalam menjalankan tugasnya. Hak-hak istimewa VOC mengenai VOC lebih lengkap !
sebagai berikut.
1) Membentuk sebuah angkatan perang sendiri yang
terbilang sangat kuat.
2) Melakukan monopoli perdagangan antarwilayah, seperti
antara Tanjung Harapan sampai Selat Magelhaens.
3) Mencetak dan mengeluarkan mata uang sendiri untuk
melakukan perdagangan.
4) Mengadakan perjanjian-perjanjian dengan raja-raja
setempat untuk memperluas kekuasaannya.
5) Memerintah di negeri yang sedang dijajah.
6) Melakukan peperangan kapan pun.
7) Mengangkat dan memberhentikan pegawai secara sepihak.
Sejarah Indonesia/Kelas XI 8
c. Kebijakan Monopoli VOC
Beberapa kebijakan monopoli VOC yang pernah dilakukan di Nusantara adalah sebagai berikut :
1) Pelayaran Hongi adalah pelayaran menggunakan perahu jenis kora-kora yang
dipersenjatai untuk mengatasi perdagangan gelap atau penyelundupan rempah-rempah
di Maluku
2) Hak Ekstirpasi merupakan hak untuk memusnahkan tanaman repah-rempah yang
jumlah produksinya dianggap berlebihan. Tujuannya adalah mengatur harga pernjualan
tetap stabil.
3) Kontingenten merupakan pajak yang dibayarkan berupa hasil bumi yang langsung
diserahkan kepada VOC.
4) Preangerstelsel merupakan kewajiban bagi rakyat Priangan untuk menanam kopi
karena tingginya harga jual kopi di Eropa.
5) Verplichte Leverantie adalah kewajiban menjual hasil bumi kepada VOC dengan harga
yang telah ditetapkan
d. Tokoh VOC Gambar Jan Pieterszoon Coen
Untuk memerintah wilayah-wilayah di Indonesia, VOC Sumber : wikipedia.com
mengangkat seorang gubemur jenderal yang dibantu oleh empat
orang anggota yang disebut raad van Indie (Dewan India). Di
bawah gubemur jenderal ada gubemur yang memimpin suatu
daerah, serta di bawah gubernur ada residen yang dibantu oleh
asisten residen. Beberapa gubernur jenderal VOC yang dianggap
berhasil mengembangkan usaha dagang dan kolonialisme di
Indonesia sebagai berikut :
1) Jaan Pieterszoon Coen (1619-1629)
2) Antonio van Diemen (1636-1645).
3) Joan Maetsycker (1653-1678)
4) Comelis Speelman (1681-1684).
e. Kemunduran VOC
Pada perjalanannya VOC dibubarkan pada tahun 1799 karena beberapa permasalaan yang
melanda VOC pada abad XVII. VOC mengalami kemunduran akibat kerugian yang sangat besar
dan utang yang dimilikinya berjumlah sangat besar. Hal ini juga diakibatkan oleh :
1) Persaingan dagang dari bangsa Perancis dan Inggris,
2) Penduduk Indonesia, terutama Jawa telah menjadi miskin, sehingga tidak
mampu membeli barang-barang yang dijual oleh VOC
3) Perdagangan gelap merajalela dan menerobos monopoli perdagangan VOC,
4) Pegawai-pegawai VOC banyak melakukan korupsi dan kecurangan-
kecurangan akibat dari gaji yang diterimanya terlalu kecil,
5) VOC mengeluarkan anggaran belanja yang cukup besar untuk memelihara
tentara dan pegawai-pegawai yang jumlahnya cukup besar untu memenuhi
pegawai daerah-daerah yang baru dikuasai, terutama di Jawa dan Madura.
Sementara itu, perang antara Belanda dan Inggris juga terjadi di Asia. Kapal EIC berturut-turut
merebut kedudukan VOC di Persia, Hindustan, Sri Lanka, sampai Malaka Armada Menyadari
ancaman itu, Republik Bataaf mulai bertindak keras kepada VOC. Selain VOC tidak dapat
diandalkan lagi dalam menghadang serangan Inggris, persoalan internal yang t berarut-larut
dalam tubuh VOC dan anggaran VOC yang menyedot uang negara membuat pemerintah
Republik Bataaf mencabut hak oktroi izin usaha VOC. Pada 31 Desember 1799 VOC pun
dibubarkan.
Sejak itu, Indonesia berada di bawah kekuasaan Republik Bataaf. Tidak lama kemudian, pada
1804, Napoleon Bonaparte berkuasa sebagai Kaisar Prancis. la mengubah Republik Bataaf
kembali menjadi Kerajaan Belanda dan menunjuk adiknya, Louis Napoleon menjadi Raja Belanda.
Dengan perubahan itu, Indonesia berada di bawah kekuasaan Kerajaan Belanda, tetapi di bawah
kekuasaan Prancis. Untuk menangani Indonesia, Louis Napoleon menunjuk Daendels untuk
menjadi Gubernur Jenderal di Indonesia.
Sejarah Indonesia/Kelas XI 9
3. MASA PEMERINTAHAN REPUBLIK BATAAF
Dengan dibubarkannya VOC, maka mulai terjadi perubahan politik
pemerintahan di Indonesia. Kepulauan Indonesia yang dikuasal VOC,
berganti diperintah dan dijajah oleh pemerintah Belanda (Republik
Bataaf). Pegawai-pegawai VOC menjadi pegawai pemerintah Belanda.
Utang VOC juga menjadi tanggungan negeri Belanda. Dengan
demikian, sejak tanggal 1 Januari 1800 Indonesia dijajah langsung oleh
negeri Belanda. Sejak saat itu Indonesia disebut Hindia Belanda dan
berlangsunglah masa kolonialisme. Untuk menjalankan pemerintahan Yuk scan barcode ini untuk
kolonial di Indonesia diangkatlah seorang gubernur jenderal. mengetahui informasi
mengenai Republik Bataaf
Pasukan Prancis menyerbu Belanda sehingga mulai tahun 1755, lebih lengkap !
Belanda mulai dikuasai Prancis. Pada saat itu nama Belanda diubah
menjadi Republik Bataaf (1795-1806). Louis Napoleon saudara dari Napoleon Bonaparte diangkat
sebagai pemimpin Republik Bataaf. Sementara itu dalam pengasingan, Raja Willem V oleh
pemerintah Inggris ditempatkan di Kota Kew.
a. Pemerintahan Herman William Daendels (1808-1811)
Herman Williem Daendels bersama ajudannya mendarat di
Banten pada tanggal 1 Januari 1808. Sementara itu penyerahan
kekuasaan Gubernur Jenderal Wiese dilaksanakan pada tanggal 15
Januari 1808. Kedatangan Daendels ke Indonesia sebagai
gubernur jenderal mempunyai dua tugas. Pertama,
mempertahankan Pulau Jawa agar tidak jatuh ke tangan Inggris.
Kedua, memperbaiki keadaan tanah jajahan di Indonesia. Untuk
mempertahankan Pulau Jawa dari serangan Inggris, Daendels
mengambil langkah-langkah kebijaksanaan sebagai berikut :
1) Kebijakan untuk membuat jalan raya dari Anyer sampai
dengan Panarukan. Gambar Williem Daendels
2) Membuat benteng-benteng pertahanan agar tidak tertembus Sumber : wikipedia.com
serangan musuh.
3) Mendirikan pangkalan angkatan laut yang ada di Merak dan Ujung Kulon.
4) Membangun pabrik senjata di wilayah Semarang dan Surabaya.
Selain usaha-usaha dalam bidang pertahanan kemiliteran, di bidang pemerintahan Daendels
mengambil tindakan sebagai berikut :
1) Membagi Pulau Jawa menjadi sembilan prefektur. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk
mempermudah administrasi pemerintahan.
2) Para bupati dijadikan pegawai pemerintah Belanda.
3) Perbaikan gaji pegawai dan memberantas korupsi.
4) Pendirian badan-badan pengadilan
b. Pemerintahan Janssens (1811)
Janssens ternyata berbeda dengan Daendels, ia lemah dan kurang cakap. Pemerintahan Janssens
mewarisi situasi keamanan dan ekonomi yang sangat buruk dan dibayang-bayangi ancaman
Inggris. Bahkan, pada bulan Agustus 1811 Inggris mendarat di Batavia dipimpin Lord Minto,
Belanda melakukan perlawanan terhadap Inggris, tetapi tidak berhasil. Akibat serangan Inggris
tersebut, Belanda menyerah dengan menandatangani Kapitulasi Tuntang pada tanggal 11
September 1811.
Isi Kapitulasi Tuntang sebagai berikut :
1) Seluruh kekuatan militer Belanda yang ada di kawasan kepada Inggris.
2) Utang pemerintah Belanda tidak diakui oleh Inggris. Asia Tenggara harus diserahkan kepada
Inggris.
3) Pulau Jawa, Madura, dan semua pangkalan Belanda di luar Jawa menjadi wilayah kekuasaan
Inggris.
4. MASA KOLONIAL INGGRIS DI INDONESIA
Setelah Indonesia (khususnya Pulau Jawa) jatuh ke tangan Inggris, oleh pemerintah Inggris dijadikan
bagian dan jajahannya di India. Gubernur Jenderal East India Company (EIC), Lord Minto, mengangkat
Thomas Stamford Raffles sebagai letnan gubernur (wakil gubernur) untuk Indonesia (Jawa). Raffles
didampingi oleh suatu badan penasihat yang disebut Advisory Council. Tugas utamanya adalah
mengatur pemerintahan dan meningkatkan perdagangan serta keuangan. Sebagai seorang yang
Sejarah Indonesia/Kelas XI 10
beraliran liberal, Raffles menginginkan adanya perubahan-perubahan dalam pemerintahan di
Indonesia (Jawa).
Langkah-langkah yang diambil dalam bidang pemerintahan sebagai berikut :
1) Pulau Jawa dibagai menjadi delapan belas karesidenan.
2) Para bupati dijadikan pegawai pemerintah sehingga mereka mendapat gaji dan bukan lagi
memiliki tanah dengan segala hasilnya.
Dalam bidang perdagangan-keuangan, diambil langkah-langkah
sebagai berikut :
1) Penghapusan segala bentuk penyerahan wajib dan kerja
paksa/rodi.
2) Pemberian kebebasan dalam usaha perdagangan dengan
memberi kesempatan rakyat untuk ikut serta dalam
perdagangan. Rakyat diberi kebebasan untuk menanam
tanaman yang laku di pasaran internasional.
3) Pelaksanaan monopoli garam.
4) Penjualan tanah kepada pihak swasta dan melanjutkan
usaha penanaman kopi. Gambar Thomas S Raffles
5) Penciptaan sistem sewa tanah (landrente). Alasan yang Sumber : wikipedia.com
digunakan ialah Inggris berkuasa atas semua tanah sehingga
semua penduduk yang menempati tanah wajib membayar pajak.
Landrente yang diciptakan untuk memperbaiki sistem pajak, ternyata tidak dapat dilaksanakan
sebagaimana mestinya. Hal ini dikarenakan rakyat tidak mampu membayar pajak dengan uang. Di
samping itu, pemungutan yang semula direncanakan secara perorangan sulit dilaksanakan dan
diganti secara kelompok. Selain itu, pemungutan dilakukan oleh para pejabat yang bertindak
sewenang-wenang dan korupsi. Akibatnya, usaha Raffles untuk menjalankan sistem sewa tanah
mengalami kegagalan. Kegiatan Raffles lain yang menonjol ialah dalam bidang ilmu pengetahuan.
Raffles berhasil menyusun buku sejarah yang berjudul History of Java yang terdiri atas dua jilid dan
diterbitkan pertama kali tahun 1817.
Raffies mengakhiri pemerintahannya di Hindia pada tahun 1816. Pemerintah Inggris sebenarnya
telah menunjuk John Fendall untuk menggantikan Raffles, tetapi pada tahun 1814 sudah diadakan
Konvensi London. Salah satu isi Konvensi London adalah Inggris harus mengembalikan tanah jajahan
di Hindia kepada Belanda. Dengan demikian, pada tahun 1816 Kepulauan Nusantara kembali dikuasai
oleh Belanda. Sejak itu dimulailah pemerintahan kolonial Belanda.
5. MASA PEMERINTAHAN BELANDA SEBELUM TAHUN 1830
Ketiga Komisaris Jenderal tiba di Nusantara pada tanggal 27 April 1816. Awalnya ketiga Jenderal
tersebut ingin melanjutkan semua kebijakan yang telah diterapkan oleh Raffles. Akan tetapi, setelah
melihat kondisi di Nusantara, keinginan tersebut harus diurungkan. Guna menetapkan berbagai
macam kebijakan di Nusantara, ketiga Komisaris Jenderal tersebut menggunakan "jalan tengah". Hal
tersebut disebabkan, karena di Parlemen Belanda dikuasai oleh dua golongan yang saling
bertentangan, sebagai berikut :
a) Golongan konservatif dengan tokohnya Nenenberg menginginkan untuk mempertahankan
sistem politik dan ekonomi seperti yang dilakukan oleh VOC.
b) Golongan liberal dengan tokohnya Dirk van Hogendorp yang menghendaki agar pemerintah
Hindia Belanda menjalankan sistem pemerintahan langsung dan menggunakan sistem pajak.
Sistem penyerahan pajak yang dilakukan oleh VOC agar digantikan dengan sistem penyerahan
pajak.
Supaya tidak terjadi dualisme kepemimpinan, maka Alexander Gerard Philip Baron van der Capellen
ditunjuk untuk menjadi Gubemur Jenderal di Hindia Belanda. Dirinya merupakan orang yang masuk
golongan liberal.
Sejarah Indonesia/Kelas XI 11
1) Pemerintahan Van der Capellen (1816-1826)
Pada masa kepemimpinannya ada beberapa kebijakan Raffles
yang harus dihilangkan. Adapun kebijakan yang dihilangkan olah
van der Capellen, antara lain menghapus sistem sewa tanah
kepada pihak swasta, sehingga para pejabat atau bupati harus
mengganti rugi kepada pihak swasta; mengadakan kembali
sistem penyerahan wajib kepada rakyat Indonesia tanah yang beli
atau disewa oleh swasta dijadikan sebagai tanah pemerintah;
serta rakyat Indonesia yang tidak mempunyai tanah wajib bekerja
di tanah pemerintah dan akan digaji. Walaupun, dalam
pelaksanaannya rakyat tidak pernah digaji.
Gambar Van der Capellen
Sumber : wikipedia.org
2) Pemerintahan Leonard Pierre Joseph du Bus (1826-1830)
Pada tahun 1825, terjadi Perang Jawa yang membuat Belanda mengalami banyak kerugian.
Semua tindakan van der Capellen tidak mampu meredam pertempuran yang dipimpin oleh
Pangeran Diponegoro tersebut. Parlemen Belanda yang melihat situasi tersebut memanggil van
der Capellen kembali ke Belanda. la kemudian digantikan oleh Leonard Pierre Joshep du Bus.
Tugas dari du Buis di Jawa adalah untuk dapat meredakan perlawanan yang dilakukan oleh
Pangeran Diponegoro. Dengan demikian, du Bus lebih berkonsentrasi dan fokus menghadapi
Perang Jawa dari pada memperbaiki pemerintahan atau menjalankan kebijakan yang lainnya.
Perang Jawa dan Perang Saudara dengan Belgia membuat kas negara kosong. Sehingga,
pemerintah Belanda berusaha mencari cara agar dapat mengembalikan kas yang kosong.
Kemudian, muncullah gagasan Cultuurstelsel (tanam paksa).
6. MASA TANAM PAKSA
Perang Jawa dan Perang Saudara menyebabkan kas negara Belanda mengalami defisit. Pemerintah
Belanda berusaha keras untuk dapat mengembalikkan kondisi kas seperti sedia kala. Pada tahun 1829,
muncul seorang tokoh yang bernama Johannes van den Bosch yang mengusulkan tentang cara
memberlakukan politik di daerah jajahan. Van den Bosch
berpendapat untuk memperbaiki ekonomi, di tanah jajahan harus
dilakukan penanaman tanaman yang laku dijual di pasar dunia. Sesual
dengan keadaan di negeri jajahan, maka penanaman dilakukan
dengan paksa. Bosch menganggap bahwa Jawa adalah "gabus tempat
Nederland mengapung yang berarti bahwa Jawa seperti sapi perahan
yang dapat diperah sampai kapanpun.
Konsep yang disampaikan oleh Bosch tersebut lalu dikenal sebagai
sistem cultuurstelsel atau Tanam Paksa. Raja Willem VI setuju apa
yang telah disampaikan oleh Bosch. Agar sistem Tanam Paksa dapat Gambar Van den Bosch
dilaksanakan secara maksimal, maka van den Bosch diangkat menjadi Sumber : wikipedia.org
Gubernur Jenderal, pada tahun 1830. Supaya pelaksanaan sistem
Tanam Paksa ini dapat dijalankan dengan baik, maka Pemerintah
Kolonial Hindia Belanda membuat peraturan-peraturan Tanam Paksa sebagai berikut :
a) Penduduk menyediakan sebagian dari tanahnya untuk pelaksanaan tanam paksa.
b) Penduduk desa yang mempunyai tanah diminta menyediakan seperlima dari tanahnya untuk
ditanami tanaman yang laku di pasaran dunia.
c) Tanah yang disediakan oleh penduduk setempat bebas dari pajak.
d) Hasil tanaman itu harus diserahkan kepada pemerintah Belanda. Apabila harganya melebihi
pembayaran pajak, maka kelebihannya akan dikembalikan kepada petani.
e) Waktu untuk menanam tidak boleh melebihi waktu untuk menanam padi. Kegagalan panen
yang bukan kesalahan dari para petani bukan tanggung jawab para.
f) Kegagalan panen menja petani, melainkan menjadi tanggung jawab pemerintah.
g) Wajib tanam dapat diganti dengan penyerahan tenaga untuk dipekerjakan di pengangkutan,
perkebunan, atau di pabrik-pabrik selama 66 hari. Hal itu juga diwajibkan bagi penduduk yang
tidak mempunyai sawah atau ladang.
h) Penggarapan tanaman di bawah pengawasan langsung oleh kepala-kepala pribumi,
sedangkan pihak Belanda sebagai pegawai umum.
Dalam hal ini para pejabat bumiputra, kaum priyayi dan kepala desa memiliki peran penting. Mereka
ini sangat diharapkan dapat menggerakkan kaum tani wajib menanam tanaman yang laku di pasaran
dunia. Kekuasaan mereka harus diperkokoh dengan cara diberi hak pemilikan atas tanah dan hakhak
Sejarah Indonesia/Kelas XI 12
istimewa yang lain. Para penguasa pribumi dan juga kepala desa ini dalam menjalankan tugasnya juga
mendapatkan bonus atau cultuur procenten dari pemerintah kolonial.
Sistem cultuur procenten inilah kemudian mendorong terjadinya berbagai penyelewengan dalam
pelaksanaan tanam paksa. Beberapa penyelewengan itu antara dapat dicontohkan sebagai berikut :
a) Menurut ketentuan tanah pertanian yang disediakan penduduk untuk kepentingan tanam paksa
tidak melebihi sepertima dari tanah pertanian yang dimiliki petani, tetapi kenyataannya lebih dan
dan seperlima, sepertiga, bahkan ada yang setengah dan daerah-daerah tertentu ada yang lebih
dari setengah tanah yang dimiliki petani. Hal ini dimaksudkan agar setoran hasil tanamannya juga
bertambah besar, dan bonusnya juga semakin banyak.
b) Menurut ketentuan waktu yang diperlukan untuk menanam tanaman untuk tanam paksa tidak
boleh melebihi waktu untuk menanam padi, ternyata dalam pelaksanaannya waktu yang
digunakan untuk menanam tanaman bagi tanam paksa melebihi waktu penanaman padi. Semua
ini jelas terkait agar hasil tanaman untuk tanam paksa itu lebih banyak.
7. MASA LIBERALISME ( Opendeur Politiek )
Salah satu tokoh kaum liberal yang menginginkan adanya suatu perubahan di Hindia Belanda, yakni
Douwes Dekker. la melakukan protes-protes kepada Pemerintah Belanda agar ada segera
mengadakan perbaikan di tanah Hindia. Dengan menggunakan nama samaran Multatuli yang berarti
"Aku Telah Banyak Menderita", ia menulis buku Max Havelaar atau Lelang Kopi Persekutuan Dagang
Belanda (1859). Buku tersebut berisi gambaran penderitaan rakyat akibat Tanam Paksa.
Tulisan dan Douwes Dekker tersebut membuat rakyat Belanda
mendesak pemerintah Belanda supaya mengadakan perbaikan
kondisi di tanah Hindia. Akibat adanya reaksi tersebut, pemerintah
Belanda secara berangsur-angsur menghapuskan sistem Tanam
Paksa. Nila, teh, dan kayu manis dihapuskan pada tahun 1865,
tembakau tahun 1866, kemudian menyusul tebu tahu Tanaman
terakhir yang dihapus adalah kopi pada tahun 1917 karena paling
banyak memberikan keuntungan. Peta kekuatan politik di negara
Belanda mengalami perubahan setelah kaum liberal memenangkan
pemilu di Parlemen Belanda. Perubahan di parlemen tersebut
membuat semua kebijakan negeri Belanda akan bersifat liberal.
Pemerintah yang liberal menuntun pihak swasta 1884 untuk ikut
aktif dalam mengembangkan perekonomian di daerah tanah
jajahan. Semua kegiatan perekonomian di negeri jajahan hanya Gambar Max Havelaar
dapat dilakukan oleh pihak swasta dan keamanannya akan Sumber : goodread.com
ditanggung oleh pemerintah Kolonial Belanda. Agar pihak swasta
tidak terlalu jauh bertindak dan sewenang-wenang dengan penduduk pibumi maka pemerintah
Kolonial Belanda mengeluarkan undang-undang dan ketentuan sebagai berikut :
1) Undang-Undang Perbendaharaan Negara (Comptabiliet Wet), tahun 1864. Berdasarkan UU
tersebut, maka setiap anggaran belanja Hindia Belanda harus diketahui dan disahkan oleh
parlemen.
2) Undang-Undang Gula (Suiker Wen). Undang-Undang ini mengatur tentang monopoli tanaman
tebu oleh pemerintah yang kemudian secara bertahap akan diserahkan kepada pihak swasta.
3) Undang-Undang Agraria (Agrarische Wet), tahun 1870. Isi dari Undang-Undang Agraria antara
lain sebagai berikut :
a) Tanah di negeri jajahan di Hindia Belanda dibagi menjadi dua bagian. Pertama, tanah milik
penduduk pribumi berupa persawahan, kebun, ladang dan sebagainya. Kedua, tanah hutan,
pegunungan dan lainnya yang tidak termasuk tanah penduduk pribumi dinyatakan sebagai
tanah pemerintah.
b) Pemerintah mengeluarkan surat bukti kepemilikan tanah.
c) Pihak swasta dapat menyewa tanah, baik tanah pemerintah maupun tanah penduduk.
Tanah-tanah pemerintah dapat disewa pengusaha swasta sampai 75 tahun. Tanah
penduduk dapat disewa selama lima tahun, ada juga yang disewa sampai 30 tahun. Sewa-
menyewa tanah ini harus didaftarkan kepada pemerintah.
Sejarah Indonesia/Kelas XI 13
Sejak dikeluarkan UU Agraria itu, pihak swasta semakin banyak Yuk scan barcode ini untuk
memasuki tanah jajahan di Hindia Belanda. Mereka memainkan peranan mengetahui mengakses YT
penting dalam mengeksploitasi tanah jajahan. Oleh karena itu, mulailah tentang Politik Pintu
era imperialisme modern. Berkembanglah kapitalisme di Hindia Belanda. Terbuka
Tanah jajahan berfungsi sebagai berikut :
(1) Tempat untuk mendapatkan bahan mentah untuk kepentingan
industri di Eropa dan tempat penanaman modal asing.
(2) Tempat pemasaran barang-barang hasil industri dari Eropa.
(3) Penyedia tenaga kerja yang murah.
8. Jalur Rempah Nusantara
Taukah kalian tentang Jalur Rempah? Jalur Rempah merupakan julukan khusus yang digagas dan
digunakan para ahli untuk menggambarkan dan melacak kembali rute atau perjalanan lintas
benua. Rute ini terbentuk dan hidup berkat perdagangan sebagai penggerak aktivitas utamanya.
Kisah di sepanjang rute rempah kini dipandang memiliki nilai penting dalam komunikasi dan
pertautan antarbangsa selama berabad-abad di berbagai belahan dunia. Dalam perjalanan
sejarah, rempah pernah menjadi komoditas yang istimewa bahkan setara emas. Namun, barang
berharga bukan satu-satunya hal yang dipertukarkan para pedagang baik dalam negeri maupun
dari luar Nusantara.
Kota-kota yang termasuk dalam jalur rempah yaitu Aceh, Belawan, Padang, Tanjung Uban, Banten,
Jakarta, Semarang, Surabaya, Bali, Banjarmasin, Makassar, Ternate, dan Banda.
Gambar Peta Jalur Rempah (Sumber: https://pameran-jalurrempah.kemdikbud.go.id/id )
Kunjungi
Pameran Digital
Jalur Rempah
yuk !
Sejarah Indonesia/Kelas XI 14
E. Rangkuman
1. Penjelajahan Samudra yang dilakukan oleh bangsa Eropa adalah upaya bangsa Eropa
berupaya untuk menemukan jalan ke Asia yang pada awalnya bertujuan untuk mendapatkan
barang-barang dagangan yang mereka butuhkan dari Asia
2. Jatuhnya Konstatinopel ketangan Turki Usmani menimbulkan kesulitan bagi bangsa Eropa
khususnya dalam bidang perdagangan. Para Pedagang dari Eropa tidak mendapatkan akses
untuk berdagang di Kota Pelabuhan Istambul (dulunya Konstantinopel).
3. Portugis sampai di Asia tenggara tepatnya di Malaka pada tahun 1511 M. Selang satu tahun
yakni pada tahun 1512 M mereka sampai di Maluku.
4. Pada tahun 1521 M Spanyol di bawah pimpinan Sebastian del Cano sampai di Maluku.
Karena di Maluku sudah ada Portugis maka terjadilah perselisihan antara dua bangsa
tersebut. Perselisihan diakhiri dengan perjanjian Saragosa.
5. Pada tahun 1596 M di bawah pimpinan Cornelis de Houtman Belanda sampai di Banten.
Karena sikapnya yang tidak ramah akhirnya mereka diusir dari Banten
6. Perkembangan Penjajahan Belanda di Indonesia diawali dari pendirian VOC. VOC dibentuk
pada Maret 1602 karena adanya persaingan dagang antara sesamakongsi dagang Belanda.
Tujuan dibentuk VOC untuk mengatasi persaingan antarapara pedagang Belanda. Setelah
VOC bubar dan diambil alih oleh Belanda, maka Raja Louis Napoleon Bonaparte menunjuk
Herman Willem Daendels sebagai Gubernur Jenderal di Indonesia.Herman Willem Daendels
berkuasa dari tahun 1808 sampai 1811. Belanda menguasai kembali Indonesia setelah
berhasil mengalahkan Inggris dengan adanya Konvensi London tahun 1814.
7. Kekuasaan Inggris di Indonesia diwakili oleh Maskapai Hindia Timur (The East India
Company) disingkat EIC yang berpusat di Calcutta, India. EIC mendapat hakOktrooi dari Ratu
Elizabeth I. Saat Gubernur Jenderal Lord Minto menjadi pemimpin EIC, dia mengangkat
Thomas Stamford Raffles sebagai Gubernur Jenderal di Hindia Belanda.
F. Diskusi
Belajar Mandiri
Bagaimana kedatangan bangsa Barat ke Nusantara? Apa yang menjadi latar
belakang mereka datang ke Nusantara? Bagaimana proses kedatangan mereka?
Tuliskan hasil analisamu dalam bentuk paragraf !
Kegiatan Kelompok
Carilah Informasi dari buku atau internet tentang sistem Pemerintahan Belanda di
Indonesia. Kemudian lakukan komparasi dengan pemerintahan yang dilakukan
oleh Inggris ! analisislah kebijakan kedua pemerintahan mereka.
Sejarah Indonesia/Kelas XI 15
G. Tes Formatif
1. Motivasi kedatangan bangsa Eropa ke dunia Timur dapat diungkapkan melalui
slogan ….
A. Devide et Impera, Pax Nederlandica
B. Liberty, Egality, Fraternity
C. Vini, Vidi, Vici Kunjungi link
D. Gold, Glory, Gospel berikut untuk
E. Kolonialisme, Imperialisme, Monopolisme mengerjakan di
google form!
2. VOC merupakan kongsi dagang Belanda yang memonopoli perdagangan rempah-
rempah di Nusantara. Pada tahun 1602 Belanda mendirikan VOC dengan tujuan ….
A. Merebut perdagangan Portugis di Indonesia.
B. Menyaingi pedagang Inggris di India.
C. Mengatur perdagangan bangsa Eropa di Indonesia.
D. Mencegah persaingan antara antara pedagang Spanyol dan Portugis di Indonesia.
E. Mencegah persaingan di antara para pedagang Belanda sendiri dan pedagang lainnya.
3. VOC yang didirikan memiliki beberapa hak yang diberikan oleh Ratu Belanda. Berikut yang
dimaksud dengan hak istimewa VOC adalah ….
A. hak ekstrateritorial.
B. peonale sanctie.
C. hak ekstirpasi.
D. hak oktroi.
E. hak monopoli.
4. Kesimpulan yang dapat diambil dari pelaksanaan sistem tanam paksa dan politik ekonomi liberal
bagi rakyat Indonesia adalah ….
A. munculnya kelompok baru yang bersifat lebih intelek dalam masyarakat.
B. merosotnya tingkat kesejahteraan rakyat dan menguatnya struktur masyarakat yang
feodalistis.
C. eksploitasi ekonomi secara besar-besaran telah melemahkan sendi ekonomi, sosial, dan
budaya masyarakat.
D. timbulnya golongan baru dalam masyarakat berdasarkan spesialisasi dan diferensiasi dalam
bidang ekonomi.
E. rakyat pribumi mengenal ekonomi uang dan berperan serta dalam proses ekonomi dan
industrialisasi.
5. Hak yang dimiliki VOC untuk menebang tanaman rempah-rempah di Maluku agar harganya tetap
stabil disebut ….
A. Verplichte Leverantie.
B. Contingenten.
C. Pelayaran Hongi.
D. Ekstirpasi.
E. Peonale Sanctie.
6. Hal-hal berikut yang berkaitan dengan pembentukan VOC, kecuali ….
A. Markas besar VOC ditempatkan di Rotterdam.
B. VOC memiliki wewenang memiliki mata uang sendiri.
C. VOC berhak memiliki tentara sendiri.
D. Jumlah direktur adalah 17 orang yang disebut dengan Heeren XVII.
E. VOC memperoleh hak oktroi dari parlemen.
7. Sistem tanam paksa yang diusulkan van den Bosch akhirnya diakhiri pada tahun 1870. Di bawah
ini adalah sebab-sebab diakhirinya sistem tanam paksa, kecuali ....
A. Revisi konstitusi di Belanda pada tahun 1848
B. Praktik sistem tanam paksa telah diselewengkan
C. Kritik dari kalangan parlemen Belanda khususnya dari kaum liberal
D. Kritik-kritik Multatuli dalam karangannya yang berjudul Max Havelaar
E. Pajak hasil bumi sudah tidak menguntungkan lagi
Sejarah Indonesia/Kelas XI 16
8. Tujuan dikeluarkannya UU Agraria tahun 1870 yang berkedok melindungi hak tanah bangsa
Indonesia, justru ….
A. mereorganisasi sistem pertanahan
B. menjalankan sistem komunal ditanah jajahan
C. mencegah orang Indonesia menjual tanah kepada orang asing
D. memberi kesempatan penduduk untuk mengelola tanah
E. memubuka kesempatan kepada pihak swasta menanamkan modalnya di Indonesia
Kunci Jawaban
1D Kedatangan bangsa Eropa ke Nusantara dengan semangat Gold, Glory,
Gospel
2E
Tujuan utama Belanda mendirikan voC selain memperkuat kedudukannya
3D nusantara adalah untuk mencegah persaingan di antara para pedagang Bel
4C sendiri dan pedagang lainnya
Hak Oktroi
5D
Eksploitasi ekonomi secara besar-besaran telah melemahkan sendi
6A ekonomi, sosial, dan budaya masyarakat
7A
8B Ektirpasi yaitu hak yang dimiliki VOC untuk menebang atau
memusnahkan tanaman rempah-rempah
markas besar VOC ditempatkan di Rotterdam
Revisi konstitusi revisi konstitusi di Belanda pada tahun 1848
Tujuan dikeluarkannya UU Agraria tahun 1870 yang berkedok melindungi
hak tanah bangsa justru untuk menjalankan sistem komunal
H. Daftar Pustaka
Hapsari, Ratna. 2014. Sejarah Indonesia Kelas XI. Jakarta : Erlangga.
Idris, Tarmizy. 2012. VOC dan Dampaknya Terhadap Ekonomi Indonesia. Al-Turas Vol. XVIII No.2
Agustus 2012.
Indsejarah.net. 2016. Sejarah Penjajahan Belanda di Indonesia.
www.idsejarah.net/2016/10/ sejarah-penjajahan-belanda-di-indonesia.html
Poesponegoro, Djoned Marwati, dan Notosusanto, Nugroho. 1993. SejarahNasionalIndonesia IV.
Jakarta : Balai Pustaka.
Kemdikbud. 2014. Sejarah Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XI Semester 1. Jakarta:
Kemdikbud.
Sejarah Indonesia/Kelas XI 17