Kisah Nabi Muhammad Membelah Bulan
Nur Nisya Insyirah binti Mohamad Suwardi
6 Inovatif / 2021
Nabi Muhammad merupakan tokoh penting dalam
sejarah agama Islam. Baginda sebagai utusan Allah yang
menjadi tauladan kepada seluruh umat muslim di dunia. Baik
dari zaman kenabian hingga zaman modern saat ini. Nabi
Muhammad SAW sendiri merupakan nabi paling akhir yang
diutus Allah untuk menuntun umat di dunia. Di mana Allah
menjadikan Nabi Muhammad sebagai nabi yang terakhir dan
tidak ada lagi nabi yang menjadi utusan Allah.
Terus-menerus dakwah yang dilakukan Rasullullah SAW
bersama para sahabat membuat ramai orang memeluk Islam
dan kian bertambah. Melihat hal ini, orang-orang kafir Quraisy
merasa sangat marah. Mereka berusaha membuat orang-
orang di sekitar Nabi menjadi lemah keimanannya dengan
berbagai-bagai cara. Mereka terus menentang Nabi
Muhammad dengan pelbagai cara yang tidak masuk akal.
Suatu ketika, kafir Quraisy merancang untuk merendahkan
Nabi. Mereka merancang untuk meminta Nabi Muhammad
melakukan perkara yang mustahil di hadapan ramai orang
sebagai satu bentuk penghinaan terhadap dakwahnya.
Mereka meminta Nabi Muhammad untuk menunjukkan
kepadanya keajaiban yang dia miliki. Kafir Quraisy meminta
agar Nabi Muhammad membahagikan bulan sebagai satu
bentuk kesedaran tentang kebenaran ajaran yang dibawa
olehnya.
"Jika anda seorang nabi, menunjukkan kepada kami
keajaiban. Bahagikan bulan penuh yang kini satu menjadi
dua bahagian. Ia berada di atas gunung ini, dan ia adalah di
sebelahnya. "
Mendengar cabaran itu, Nabi Muhammad kemudian
bertanya, "Jika saya boleh menyahut cabaran anda, adakah
anda percaya jika saya benar-benar diutuskan oleh Allah
untuk menunjukkan jalan kebenaran?"
Bulan Terbelah Menjadi Dua
Pada saat itu, tidak ada yang membuat suaranya.
Mereka semua meluahkan rasa kagum dan memberi perhatian
kepada apa yang berlaku. Subhanallah, ini luar biasa. Allah
Maha Kuasa, Allah Yang Maha Besar, telah memisahkan bulan
untuk Nabi Muhammad pada malam itu.
Lihat, kata Nabi Muhammad kepada orang-orang kafir
Quraisy yang mencabarnya dengan kuat. Orang kafir hanya
boleh kagum dengan mata yang luas. Mereka tidak percaya
apa yang mereka lihat. "Ini sihir!!!, Ya itu sihir !!!" kata
beberapa daripada mereka.
Kisah Nabi Muhammad Membelah Bulan
[Subhanallah!!!]
Tidak ada akhir bagi kafir Quraisy menyalahgunakan
Nabi Muhammad. Segala yang mereka lakukan untuk
menjatuhkan mentaliti Rosululloh dalam berdakwah dan
berdakwah Islam, dari fitnah, melempar batu,
memberitahunya untuk melakukan sesuatu yang mustahil,
seperti memisahkan bulan.
Kisah Nabi Muhammad Membelah Bulan
Ketekunan dakwah yang dijalankan oleh Rasullullah SAW
bersama rakan-rakan menjadikan penganut Agama Islam
semakin meningkat. Melihat ini, orang-orang kafir Quraisy
merasa sangat marah. Mereka cuba membuat orang-orang di
sekeliling Nabi lemah dalam pelbagai cara. Mereka terus
mencabar Nabi Muhammad dengan keinginan yang tidak
masuk akal.
Suatu ketika, para kafir Quraisy itu menyusun sebuah rencana
untuk menyudutkan Nabi. Mereka berencana untuk meminta
Nabi Muhammad untuk melakukan hal yang mustahil di
hadapan banyak orang sebagai bentuk olok-olok atas dakwah
yang Beliau sampaikan. Mereka meminta Nabi Muhammad
untuk menunjukan mukjizat yang dimilikinya. Para kafir
Quraisy itu meminta agar Nabi Muhammad membelah
bulan sebagai bentuk perwujudan kebenaran ajaran yang
dibawa oleh beliau.
"Kalau memang engkau adalah seorang nabi, tunjukkanlah
satu mukjizat kepada kami. Belahlah bulan purnama yang
kini tengah temaram menjadi dua bahagian. Letakan yang
sebelah di atas gunung ini, dan letakan yang sebelahnya lagi
di atas gunung itu."
Mendengar tantangan itu, Nabi Muhammad kemudian
bertanya, “Jika aku sanggup menjawab tantangan kalian,
apakah kalian akan percaya jika aku memang diutus oleh
Alloh untuk menunjukan jalan kebenaran pada kalian?”.
Bulan Terbelah Menjadi Dua
Seperti pada kisah-kisah Nabi terdahulu, Allah Yang
Maha Kuasa kemudian memberikan mukjizat kepada Nabi
Muhammad untuk membelah bulan yang kala itu bersinar
sangat besar. Seraya berdzikir dan meminta pertolongan pada
Alloh, Nabi Muhammad kemudian berhasil membelah bulan
menjadi 2 bagian dengan telunjuknya. Setengah bagian beliau
letakan di atas gunung, sedang yang satu lagi diletakannya di
atas gunung lain.
Saat itu, tidak seorang pun mengeluarkan suaranya.
Mereka semua tergamam takjub dan memperhatikan sesame
sendiri apa yang terjadi. Subhanallah, sungguh luar biasa.
Allah yang Maha Besar, Allah yang Maha Tinggi telah
membelahkan bulan untuk Nabi Muhammad di malam itu.
"Saksikanlah!!, Saksikanlah!!!." kata Nabi Muhammad kepada
orang-orang kafir Quraisy yang menentang baginda dengan
lantang. Orang kafir itupun hanya bisa takjub dengan mata
terbelalak. Mereka sama sekali tidak percaya dengan kejadian
yang dilihatnya. "Ini Sihir!!!, Ya ini Sihir !!!" ujar beberapa orang
di antara mereka.
Kesaksian Seorang Musafir
Setelah kejadian itu, pagi hari Makkah menjadi gempar.
Semua orang membicarakan fenomena ajaib yang terjadi tadi
malam. Di saat muslimin membicarakan keindahan dari
fenomena itu, orang-orang kafir Quraisy justru masih tetap
tak percaya. Mereka menganggap jika peristiwa yang tadi
malam terjadi adalah sihir dan tipuan mata belaka.
Beberapa orang di antara kafir Quraisy itu kemudian
berkata, “Yang terjadi tadi malam hanyalah sihir. Sedangkan
sihir pasti tidak akan sampai jauh pengaruhnya. Kita harus
tanyakan pada para musafir yang datang hari ini. Apakah
peristiwa bulan terbelah semalam juga mereka lihat atau
tidak”. Mereka pun kemudian menunggu datangnya musafir
yang singgah di hari itu.
Tidak lama kemudian, para musafir kemudian datang.
Orang-orang kafir Quraisy yang semenjak tadi menunggu
kemudian langsung mendekati mereka untuk bertanya
perihal peristiwa buan terbelah yang terjadi tadi malam.
Apakah mereka juga menyaksikannya tadi malam.
Ternyata para musafir itu pun mengaku jika mereka juga
melihat bulan yang terbelah menjadi dua bagian semalam.
Dengan penuh semangat, musafir-musafir itu lalu
menceritakan secara terperinci tentang apa yang mereka
saksikan tadi malam. Namun, meski kafir Quraisy itu sudah
mendengarkan kesaksian para musafir, mereka tetap saja
tidak percaya. Mereka malah mengatakan jika sihir Nabi
Muhamad telah mencapai langit. Kerana bagi mereka, tidak
mungkin Nabi Muhammad membelah bulan dengan
mudahnya menggunakan telunjuk.
Orang-orang kafir Quraisy itu telah terkunci mata
hatinya, sehingga meski sudah melihat sesuatu yang benar-
benar nyata mereka saksikan sendiri, mereka tetap saja
berpaling dan memungkiri.
Itulah kisah Nabi Muhammad membelah bulan yang saya
tulis ulang dari kisah teladan Islami. Semoga kisah ini bisa
menjadi pelajaran bagi kita semua sehingga keimanan dan
keislaman kita kian bertambah seiring dengan berkurangnya
umur kita hidup di dunia ini.