The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by iisendang1986, 2021-11-09 23:51:10

2. MODUL PROJEK KEARIFAN LOKAL

2. MODUL PROJEK KEARIFAN LOKAL

INFORMASI UMUM

NAMA SEKOLAH : SMK NEGERI 1 BANYUWANGI
TEMA : TEMA 2 KEARIFAN LOKAL
ALOKASI WAKTU : 62 JP
FASE :E
Tahun pelajaran : 2021/2022

MENELUSUR WARISAN MASA LAMPAU

TUJUAN, ALUR DAN TARGET PENCAPAIAN PROJEK

Membangun rasa ingin tahu dan kemampuan inkuiri melalui eksplorasi tentang budaya dan kearifan
lokal masyarakat sekitar atau daerah tersebut, serta perkembangannya.

1. Peserta didik mempelajari bagaimana dan mengapa masyarakat lokal/ daerah berkembang
seperti yang ada, bagaimana perkembangan tersebut dipengaruhi oleh situasi/konteks yang
lebih besar (nasional dan internasional), serta memahami apa yang berubah dari waktu ke
waktu apa yang tetap sama.

2. Peserta didik juga mempelajari konsep dan nilai-nilai dibalik kesenian dan tradisi lokal, serta
merefleksikan nilai-nilai apa yang dapat diambil dan diterapkan dalam kehidupan mereka.

3. Peserta didik juga belajar untuk mempromosikan salah satu hal yang menarik tentang budaya
dan nilai-nilai luhur yang dipelajarinya

Beberapa bentuk kearifan lokal seperti sastra lisan (pantun, cerita rakyat, peribahasa), tradisi,
artefak budaya, produk kesenian dan kerajinan merupakan warisan leluhur yang sangat bernilai.
Kearifan lokal ini sudah ada sejak ribuan tahun dan diciptakan untuk beragam tujuan, di antaranya
untuk menjaga sumber daya alam dan sumber daya lokal. Namun, generasi yang hidup di masa
sekarang umumnya kurang memahami makna kearifan lokal ini sehingga tantangan yang terjadi di masa
sekarang terkait sumber daya alam dan sumber daya lokal seolah datang begitu saja tanpa ancang-
ancang. Padahal beberapa nilai kearifan lokal sendiri memiliki potensi untuk mencegah masalah yang
ada terjadi (preventif).

Projek ini dimulai dengan tahap temukan, peserta didik diajak untuk mengenali bentuk dan fungsi
kearifan lokal yang ada di beberapa daerah di Indonesia. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan
menemukan hubungan antara identitas diri, identitas budayanya, dan belajar untuk memahami bahwa
identitas adalah sebuah konsepsi yang dinamis dan selalu berubah. Berangkat dari pemahaman tentang
identitas ini, peserta didik membongkar asumsinya terhadap identitas budaya yang ada di wilayahnya
maupun budaya orang lain. Dengan demikian, diharapkan peserta didik dapat menumbuhkan apresiasi
terhadap budaya dan kearifan lokal sebuah kelompok masyarakat. Tahap ini ditutup dengan
menemukan masalah atau tantangan yang terjadi di sekitarnya yang memiliki kait dengan sumber daya
alam atau sumber daya lokal.

Setelah itu projek dilanjutkan dengan tahap bayangkan, dimana pada tahap ini peserta didik
diajak untuk melihat langsung bagaimana bentuk kearifan lokal yang ada di wilayahnya. Dari sini
peserta didik diminta untuk mengkritisi hubungan antara bentuk kearifan lokal yang ditemukan dan

fungsinya bagi masyarakat. Tahap ini diakhiri dengan membayangkan kondisi impian yang peserta didik
harapkan terjadi pada lingkungannya dan kearifan lokal yang ada di wilayahnya.

Projek dilanjutkan dengan tahap lakukan yang bertujuan mempersiapkan peserta didik untuk
menggaungkan kearifan lokal yang ditemui dan bermakna bagi peserta didik sesuai dengan kemampuan
dan keterampilan yang ia miliki. Lalu, projek diakhiri dengan tahap bagikan, di mana seluruh peserta
didik membagikan pengetahuannya akan kearifan lokal kepada warga sekolah, guru, dan perwakilan
masyarakat.

Melalui projek ini, peserta didik diharapkan telah mengembangkan tiga dimensi Profil Pelajar
Pancasila, yaitu Bernalar Kritis, Berkebinekaan Global, dan Kreatif yang akan dijabarkan pada halaman
berikutnya

ALUR KEGIATAN PROJEK

TAHAPAN MATERI PENCAPAIAN PROYEK
Peserta didik diajak untuk mengenali bentuk
TEMUKAN 1. Pengantar Materi dan fungsi kearifan lokal yang ada di
beberapa daerah di Indonesia
Mengenali dan Kearifan Lokal

membangun kesadaran 2. Bentuk dan Fungsi

peserta didik terhadap Kearifan Lokal

pengetahuan lokal

3. Pengaruh Identitas 1. Peserta didik belajar untuk memahami
Kelompok pada bahwa identitas adalah sebuah
Identitas Diri konsepsi yang dinamis dan selalu
berubah
4. Identitas Diri dan
Kelompok 2. peserta didik membongkar asumsinya
terhadap identitas budaya yang ada
di wilayahnya maupun budaya orang
lain

3. peserta didik dapat menumbuhkan
apresiasi terhadap budaya dan
kearifan lokal sebuah kelompok
masyarakat

5. Tantangan di Peserta didik menemukan masalah atau
Sekitarku tantangan yang terjadi di sekitarnya yang
memiliki kait dengan sumber daya alam atau
sumber daya lokal.

BAYANGKAN 1. Menelusur 1. Peserta didik diajak untuk melihat
Menggali bentuk- Warisan Masa langsung bagaimana bentuk kearifan
bentuk kearifan lokal Lampau lokal yang ada di wilayahnya.
yang ada di wilayah
masing-masing 2. Benang Merah 2. Peserta didik diminta untuk
Keberlanjutan mengkritisi hubungan antara bentuk
kearifan lokal yang ditemukan dan

fungsinya bagi masyarakat

3. Kondisi Impian Peserta didik harapkan terjadi pada
lingkungannya dan kearifan lokal yang ada di
wilayahnya.

TAHAP LAKUKAN Identifikasi Potensi Diri Peserta didik menggaungkan kearifan lokal
Mewujudkan pelajaran dan Kelompok yang ditemui dan bermakna bagi peserta didik
yang mereka dapat sesuai dengan kemampuan dan keterampilan
melalui bentuk aksi yang ia miliki
pelestarian budaya
lokal yang paling Peserta didik dan kelompok mengidentifikasi
mungkin dilakukan potensi diri dan kelompok untuk
menggaungkan kearifan lokal yang ditemui
LESTARIKAN BUDAYA dan bermakna bagi peserta didik sesuai
LOKALKU dengan kemampuan dan keterampilan yang
ia miliki
Menentukan Bentuk Aksi Peserta didik dan kelompok menentukan
bentuk aksi untuk menggaungkan kearifan
Persiapan Aksi lokal yang ditemui dan bermakna bagi peserta
didik sesuai dengan kemampuan dan
Simulasi Aksi keterampilan yang ia miliki
Peserta didik dan kelompok mempersiapkan
TAHAP BAGIKAN Evaluasi Aksi aksi untuk menggaungkan kearifan lokal yang
Menggenapi/ Refleksi ditemui dan bermakna bagi peserta didik
melengkapi proses sesuai dengan kemampuan dan keterampilan
dengan aksi pelestarian yang ia miliki
budaya lokal serta Peserta didik dan kelompok melakukan aksi
melakukan evaluasi untuk menggaungkan kearifan lokal yang
dan refleksi ditemui dan bermakna bagi peserta didik
sesuai dengan kemampuan dan keterampilan
yang ia miliki
Peserta didik mengevaluasi hasil simulasi yang
sudah dilakukan pada tahap sebelumnya
tentang kearifan lokal daerahnya

Peserta didik dan fasilitator merefleksi hasil
simulasi yang sudah dilakukan pada tahap
sebelumnya tentang kearifan lokal daerahnya

Cerita Perjalanan Aksiku Peserta didik membagikan pengetahuannya
akan kearifan lokal kepada warga sekolah,
guru, dan perwakilan masyarakat

TARGET PENCAPAIAN PROJEK P5BK

Melalui projek ini, peserta didik diharapkan telah mengembangkan tiga dimensi Profil Pelajar Pancasila,
yaitu Bernalar Kritis, Berkebinekaan Global, dan Kreatif yang diimplementasikan dalam kehidupan sehari
hari

RELEVANSI PROJEK BAGI GURU DAN SEKOLAH

Statistik kebudayaan tahun 2017 mencatat bahwa jumlah kesenian yang akan punah mencapai angka
143, terdiri atas seni rupa, seni musik, seni teater, seni tari, sastra dan kesenian lainnya. Di sisi lain,
statistik kebudayaan tahun 2018 juga mencatat ada 34 bahasa daerah yang akan punah. Hal ini penting
untuk jadi perhatian kita bersama karena beberapa ragam seni dan bahasa daerah merupakan hasil
akumulasi pengetahuan lokal masyarakat Indonesia dalam jangka waktu yang panjang. Belum lagi
ditambah beberapa budaya lokal tersebut mengandung makna mendalam untuk menjaga
keberlanjutan sumber daya alam dan sumber daya lokal dengan mencerminkan relasi antar manusia,
relasi manusia dengan Tuhan, dan relasi manusia dengan semesta. Nilai-nilai pengetahuan lokal yang
terwujud dalam berbagai bentuk budaya lokal ini penting untuk terus digaungkan dan diwariskan pada
generasi selanjutnya agar tetap lestari.

Pendidikan merupakan sarana untuk menghasilkan peserta didik yang memiliki karakter positif terkait
dengan Projek Penguat Profil Pelajar Panncasila dan Budaya Kerja pada SMK Pusat Keunggulan. Sehingga
Kearifan lokal yang merupakan produk budaya masa lalu patut secara terus-menerus dijadikan
pegangan hidup. Suku Using di Desa Kemiren, Kabupaten Banyuwangi memiliki sistem nilai yang
diwariskan melalui beberapa sub bagian seperti arsitektur rumah dan kesenian. Tata cara hidup
masyarakat Using terkait dengan pola pemukiman dan pola pertanian. Nilai-nilai yang muncul dalam
kearifan lokal suku Using adalah religius, mencintai lingkungan, gotong royong, kebersamaan,
kesetaraan, kreatif, dan tanggung jawab. Nilai-nilai tersebut cocok dengan tema yang ada pada P%BK

Sejalan dengan hal tersebut, sekolah sebagai salah satu institusi budaya memiliki peran untuk ambil
bagian dari upaya pelestarian budaya lokal khususnya yang ada di daerah Banyuwangi yang kini
keadaannya semakin terancam dari waktu ke waktu. Seperti yang tertuang dalam pepatah Banyuwangi
” Merawat tradisi mewariskan weleri “.

Selain itu, sekolah juga dapat memberikan pengalaman akan keberagaman budaya yang dibutuhkan
oleh peserta didik untuk dapat merawat atau memelihara budaya lokal agar tidak punak, kemudian
diikuti dengan refleksi pada tahapannya akan membentuk masukan dan pengalaman positif dari
keberagaman itu sendiri. Di mana hal ini akan menghasilkan peserta didik yang mampu mengelola
perbedaan secara konstruktif, beradaptasi dengan baik, membangun sinergi atas perbedaan sehingga
sekolah dapat mendorong peserta didik lebih mudah dan siap menjadi bagian dari masyarakat global.

Bagaimanapun, sebagai kompas kehidupan, budaya dapat mengarahkan kita untuk berpikir, merasa,
bertindak, dan berkarya ke arah benar salah, baik buruk, pantas tidak pantas.

KEGIATAN 1 P5BK
PENGANTAR MATERI KEARIFAN LOKAL

MOCOAN LONTAR YUSUF TUMPENG SEWU PECEL PITIK

KEBO KEBOAN SEBLANG GANDRUNG

MODUL PROJEK FASE E TUJUAN
Peserta didik diajak untuk mengenali bentuk dan fungsi kearifan lokal
TEMA: yang ada di beberapa daerah di Indonesia khususnya di daerah
KEARIFAN LOKAL Banyuwangi

TOPIK PERSIAPAN
MENELUSUR WARISAN MASA 1. Guru membekali diri dengan pengetahuan akan definisi dan
LAMPAU berbagai bentuk kearifan lokal yang memiliki hubungan dengan
keberlanjutan sumber daya alam.
MATERI 2. Guru menyiapkan lembar kerja K-W-L chart.
PENGANTAR MATERI K – W – L Chart
KEARIFAN LOKAL K: What do you know about the topic?
W: What do you want to know about the topic?
DURASI: 2 JP L: What did you learn?

BAHAN

Materi Video tentang kearifan K: What do you W: What do you L: What did you
lokal yang ada di Banyuwangi know about the want to know learn?
https://youtu.be/9xOMB6bw topic? about the topic?
HgE Artikel tentang kearifan
local: “Kearifan Lokal adalah ………………………… ………………………… …………………………
Aspek Kebudayaan, Kenali
Ciri-Ciri, Fungsi, dan …………………. …………………. ……………….
Bentuknya”
https://hot.liputan6.com/read 3. Guru menyiapkan artikel tentang ‘Kearifan Lokal yang ada di
/4536990/kearifan-lokal- Banyuwangi’ terkait dengan nilai nilai nasehat dari nenek
adalah-aspek-kebudayaan- moyang atau leluhur
kenali-ciri-ciri-fungsi-dan-
bentuknya PELAKSANAAN
https://pahamify.com/blog/k 1. Guru mengawali projek dengan meminta peserta didik untuk
earifan-lokal-di-indonesia- menuliskan pepatah / peribahasa / nasihat-nasihat orang tua
dan-pemberdayaan- atau orang dewasa yang masih diingat sampai saat ini.
komunitas/ 2. Setelah peserta didik selesai menulis, guru bersama dengan
Proyektor, Laptop peserta didik membahas hasil tulisan peserta didik dan
menanyakan jika ada peserta didik lain yang menuliskan hal
PERAN GURU serupa.
Narasumber, Fasilitator 3. Guru menggali lebih dalam apakah peserta didik tahu arti dari
pepatah / peribahasa / nasihat-nasihat tersebut. Kemudian
DIMENSI PROFIL PELAJAR guru memberi pengantar bahwa pepatah / peribahasa /
PANCASILA nasihat-nasihat merupakan salah satu bentuk kearifan lokal.
Kebhinekaan Global 4. Setelah itu, guru bertanya kepada peserta didik tentang
pengertian dan bentuk kearifan lokal yang diketahui. Beberapa
pertanyaan pemantik yang bisa dipakai:
a. Apa yang terlintas di pikiranmu ketika mendengar kata
kearifan lokal?
b. Menurutmu, apa itu kearifan lokal?
c. Seperti apa bentuknya?
d. Kearifan lokal apa yang kamu ketahui?
e. Berasal dari daerah mana kearifan lokal tersebut?
f. Bagaimana kamu bisa mengetahui bentuk kearifan lokal
tersebut?
g. Apakah kamu tahu atau pernah mencari tahu makna
dibalik kearifan lokal tersebut?
5. Dengan topik “Menelusur Warisan Masa Lampau” dari Kearifan
Lokal Banyuwangi yang dibuat dalam bentuk gambar/ foto

6. Guru bertanya kepada peserta didik apa yang mereka ketahui
tentang Kearifan Lokal tersebut.

7. Peserta didik mengisi K-W-L chart (kolom pertama dan kedua).
8. Peserta didik membaca sebuah artikel tentang yang terjadi di

Indonesia “Kearifan Lokal adalah Aspek Kebudayaan”
9. Peserta didik dibagi menjadi kelompok yang terdiri dari 3-4

orang untuk membahas K-W-L Chart dan membahas
pertanyaan guru:

 Apa isi dari artikel tersebut?
 Apa definisi kearifan lokal menurut kata-katamu

sendiri?
10. Di dalam kelompok, peserta didik secara bergantian

menyampaikan apa yang mereka tulis dalam
K-W-L chart dan menjawab pertanyaan guru. Kemudian, setiap
kelompok akan membagikan hasil diskusinya.
11. Guru menyimpulkan pembelajaran hari ini dari presentasi yang
dilakukan oleh masing-masing kelompok.

TUGAS
Peserta didik diminta untuk mencari tahu salah satu bentuk kearifan
lokal terkait dengan nilai nilai nasehat leluhur yang ada Banyuwangi
dari para ahli, budayawan atau sumber yang lainnya

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

1. Isilah tabel K-W-L berikut berdasarkan informasi yang kalian dapat setelah membaca sebuah
artikel atau wawancara dengan narasumber terkait tentang kearifan lokal yang ada di
Banyuwangi
Topik: Menelusur Warisan Masa Lampau “Kearifan Lokal daerah Banyuwangi”

K: What do you know about the W: What do you want to L: What did you learn?
topic? (apa yang kalian ketahui know about the topic?
dari t
………………………………………………… ……………………………………………… ……………………………………………………
………………………………………………… ……………………………………………… ……………………………………………………
………………………………………………… …………………………………………….. …………………………………………………..

2. Buatlah sebuah poster dengan topik Menelusur Warisan Masa Lampau “Kearifan Lokal daerah
Banyuwangi” dan jelaskan apa makna yang terkandung dalam poster tersebut

KEGIATAN 2 P5BK
BENTUK DAN FUNGSI KEARIFAN LOKAL

MODUL PROJEK FASE E TUJUAN
Peserta didik diajak untuk mengenali bentuk dan fungsi kearifan lokal
TEMA: yang ada di beberapa daerah di Indonesia khususnya di daerah
KEARIFAN LOKAL Banyuwangi

TOPIK PERSIAPAN
MENELUSURI WARISAN MASA 1. Guru membekali diri dengan pengetahuan akan salah satu
LAMPAU bentuk kearifan lokal : “Merawat tradisi mewariskan weleri”
dan bagaimana dampaknya terhadap Pembelajaran Projek
MATERI Penguat Profil Pelajar Pencasila dan Budaya Kerja di SMKN 1
BENTUK DAN FUNGSI KEARIFAN Banyuwangi
LOKAL
PELAKSANAAN
Durasi: 2 JP 1. Guru meminta peserta didik untuk menceritakan hasil temuan
mereka dari tugas aktivitas 1 tentang “Merawat tradisi
Bahan: Materi Video tentang mewariskan weleri”
kearifan lokal yang ada di 2. Guru memutar video “Desa Wisata Kemiren” untuk penguatan
Banyuwangi dan berjaga-jaga jika ada peserta didik yang tidak mengerjakan
https://youtu.be/YwFcCVxp5pQ tugas
https://youtu.be/nHNB85tCbgE 3. Guru menggali lebih dalam pengetahuan peserta didik akan
Artikel tentang kearifan lokal, “Merawat tradisi mewariskan weleri” di Banyuwangi.
Proyektor, Laptop Beberapa pertanyaan pemantik yang dapat dipakai adalah
sebagai berikut:
Peran guru: narasumber, 4. Menurutmu, mengapa “Merawat tradisi mewariskan weleri”
fasilitator dijadikan pusat wisata di Banyuwangi?
5. Di manakah letak Desa Kemiren?
Dimensi Profil Pelajar Pancasila: 6. Guru lalu menceritakan bentuk kearifan lokal yang beragam,
Kebhinekaan Global mulai dari cerita rakyat, legenda, lagu daerah, mocoan lontar,
nasihat, tarian, makanan atau jajanan khas Banyuwangi yang
memiliki fungsi beragam pula.

TUGAS
Dengan menggunakan metode wawancara atau literasi dari berbagai
sumber, peserta didik diminta untuk mencari tahu kearifan lokal dari
Banyuwangi terkait dengan “Merawat tradisi mewariskan weleri” yang
ada di Banyuwangi

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

1. Bentuklah sebuah kelompok yang terdiri dari 4 atau 5 peserta didik
2. Tentukan salah satu bentuk kearifan lokal yang akan di jadikan objek dalam aktivitas projek
3. Buatlah daftar pertanyaan yang akan di gunakan sebagai bahan wawancara dengan nara sumber

terkait bentuk kearifan lokal yang ada di daerah Banyuwangi
4. Lakukan wawancara dengan nara sumber tentang kearifan lokal yang ada di Banyuwangi
5. Catat dan presentasikan hasil wawancara kalian

KEGIATAN 3 P5BK
PENGARUH IDENTITAS KELOMPOK

PADA IDENTITAS DIRI

MODUL PROJEK FASE E TUJUAN
Peserta didik dapat mengenali identitas suatu kelompok lewat apa yang
TEMA: melekat pada kelompok tersebut
KEARIFAN LOKAL
PERSIAPAN
TOPIK Guru mempersiapkan kartu bemain peran dan memahami cara
MENELUSURI WARISAN MASA bermain peran
LAMPAU
PELAKSANAAN
MATERI 1. Guru membagi peserta didik menjadi 4-5 kelompok. Setiap
PENGARUH IDENTITAS kelompok akan diberi satu kartu role play yang tidak boleh
KELOMPOK PADA IDENTITAS diketahui oleh kelompok lainnya. (Penjelasan cara bermain ada
DIRI di halaman selanjutnya)
2. Setelah selesai bermain peran, guru merangkum seluruh
Waktu: 90 menit/ 2 JP tebakan peserta didik pada saat bermain, misalnya pada peran
Bahan: Kartu bermain peran, kelompok “Gandrung” dapat ditebak dari simbol tangan, gaya
lembar kerja “Siapakah bernyanyi, dan lagu yang dibawakan. Ciri khas setiap kelompok
aku?” yang dimainkan oleh setiap anggota dapat membuat orang lain
mengenali kelompok tersebut. Ini merupakan analogi bahwa
Peran Guru: Narasumber dan identitas kelompok atau identitas budaya dapat
Fasilitator mempengaruhi identitas diri tiap orang di dalam kelompok
tersebut, sebaliknya identitas diri juga dapat mencerminkan
Dimensi Profil Pelajar identitas kelompok yang melekat padanya.
Pancasila: Kebhinekaan Contoh Kartu untuk bermain peran
Global

3. Guru kemudian mengantar peserta didik untuk mengenali

identitas kelompok yang melekat pada diri dengan beberapa
pertanyaan berikut:
a. Hal apa yang melekat pada dirimu yang mencerminkan

identitas kelompokmu? (jika terkait kelompok suku maka
bisa jadi logat bicara, aksesoris yang dipakai, dlsb. Jika
terkait kelompok agama bisa jadi yang muncul adalah
simbol keagamaan seperti tasbih, salib, atau gaya
berpakaian, seperti kerudung, dlsb. Jika terkait kelompok
olahraga atau hobi tertentu tercermin pada sepatu yang
digunakan, dlsb.)
b. Ceritakan bagaimana proses identitas kelompok itu dapat
melekat pada dirimu. (Apakah kebiasaan di rumah atau
terinspirasi kelompok tertentu)

CARA BERMAIN
Bagi peserta didik menjadi 4 - 5 kelompok
Setiap kelompok mendapat satu kartu peran kelompok yang akan
dimainkan, kartu ini tidak boleh diketahui oleh kelompok lain
Peserta didik diberi waktu + 15 menit untuk mempersiapkan kelompok
untuk memainkan peran kelompok yang didapat. peserta didik
dibebaskan untuk mengekspresikan peran dengan mengatur gaya
rambut, gaya berpakaian, tarian, atau nyanyian yang menunjukkan ciri
khas dari peran tersebut Setelah waktu persiapan selesai, setiap
kelompok menampilkan peran mereka di depan kelas. Setelah selesai,
kelompok lain menebak peran apa yang baru saja dimainkan disertai
dengan alasannya
Setelah seluruh kelompok tampil, guru bersama peserta didik
mengapresiasi seluruh penampilan dengan tepuk tangan bersama
HAL HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN
Ketika kelompok lain menebak peran kelompok yang tampil beserta
alasannya, guru sebagai fasilitator bertanya kembali apakah betul
alasan yang diberikan sudah pasti menjadi ciri khas / identitas
kelompok tertentu, misal:

a. “Apa benar jika gaya mengangguk-anggukkan kepala mengikuti
instrumen musik sembari menjulurkan lidah sudah pasti
kelompok Gandrung?”

b. Ada tidak orang yang menikmati musik dengan mengangguk-
anggukkan kepala sambil menjulurkan lidah tapi bukan
kelompok gandrung?

c. Apakah semua anggota kelompok gandrung selalu
menganggukkan kepala dan menjulurkan lidah?

d. Bagaimana tanggapan kelompok lain?
e. Guru menutup kegiatan dengan penguatan bahwa prasangka

bisa terbentuk dari ciri khas / citra yang dibawakan. Untuk itu,
demi menghindari diri dari prasangka atau bias, yang perlu
dilakukan adalah menanyakan langsung dari sumbernya bukan
menciptakan asumsi atau prasangka.

TUGAS
Guru meminta peserta didik untuk memetakan identitas dirinya dan
identitas sosial yang melekat padanya dengan melengkapi lembar
kerja pemetaan identitas diri “Siapakah Aku?”

KEGIATAN 4 P5BK
IDENTITAS DIRI DAN KELOMPOK

MODUL PROJEK FASE E TUJUAN
1. Peserta didik belajar untuk memahami bahwa identitas adalah
TEMA:
KEARIFAN LOKAL sebuah konsepsi yang dinamis dan selalu berubah
2. peserta didik membongkar asumsinya terhadap identitas budaya
TOPIK
MENELUSURI WARISAN MASA yang ada di wilayahnya maupun budaya orang lain
LAMPAU 3. peserta didik dapat menumbuhkan apresiasi terhadap budaya dan

MATERI kearifan lokal sebuah kelompok masyarakat
IDENTITAS DIRI DAN
KELOMPOK PERSIAPAN
Guru mempersiapkan dan membekali diri dengan pengetahuan tentang
Waktu: 180 menit/ 4 JP identitas diri dan minat peserta didik

Bahan: Lembar kerja PELAKSANAAN
pemetaan identitas diri, alat 1. Guru melihat dan memberi masukan atas lembar kerja peserta
tulis, alat warna didik, kemudian menceritakan bahwa identitas diri dapat
dipengaruhi oleh orang terdekat, seperti keluarga, teman,
Peran Guru: Narasumber dan tetangga, dlsb.
Fasilitator 2. Setelah selesai, peserta didik diminta untuk menyimpan lembar
kerja dengan baik atau mendokumentasikan lembar kerja
tersebut agar dapat dipakai kembali pada kegiatan berikutnya.
3. Guru mengajak peserta didik untuk memetakan identitas
kelompok di mana ia bergabung, misalnya: tim paskibra, basket,
teman bermain dan mengerjakan tugas bersama, bahkan
teman yang sering kumpul bersama di warung depan sekolah
(peserta didik memilih satu kelompok saja)
4. Di dalam lembar kerja terdapat pertanyaan pemantik, seperti:
a. Siapa saja anggota dalam kelompok tersebut?
b. Apa kekuatan / potensi / kelebihan yang dimiliki teman
c. Bahasa apa yang sering digunakan? Jargon apa yang
sering muncul?
d. Kegiatan apa yang sering dilakukan bersama-sama,
relasi seperti apa yang dibangun?
e. Apakah ada tantangan yang pernah dihadapi bersama-
sama? Misalnya lomba, pertandingan, mengerjakan
tugas bersama dlsb.
5. Setelah selesai, guru kemudian menceritakan bahwa sebuah
kelompok dapat membentuk budaya yang dibutuhkan oleh
kelompok itu sendiri, lalu mengajak peserta didik untuk melihat
identitas kelompok masyarakat adat di Gunung Nausus, Molo,
Timur Tengah Selatan, NTT.
6. Guru bersama dengan peserta didik merefleksikan video yang
telah ditonton

TUGAS
Membuat pemetaan identitas kelompok berdasarkan pada hobi atau
ekstrakurikuler yang di ikuti oleh peserta didik

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

Mengidentifikasi identitas kelompok berdasarkan pada ekstrakurikuler yang diikuti ileh pedserta didik
Berdasarkan gambar/ foto kegiatan ekstrakulikuler yang diikuti oleh peserta didik diskusikan
pertanyaan pertanyaan berikut:

a. Siapa saja anggota dalam kelompok tersebut?
b. Apa kekuatan / potensi / kelebihan yang dimiliki teman
c. Bahasa apa yang sering digunakan? Jargon apa yang sering muncul?
d. Kegiatan apa yang sering dilakukan bersama-sama, relasi seperti apa yang dibangun?

e. Apakah ada tantangan yang pernah dihadapi bersama-sama
KELOMPOK PRAMUKA

KELOMPOK OLAH RAGA

KELOMPOK REMAS

KELOMPOK UKS
KELOMPOK TEATER
KELOMPOK PECINTA ALAM
KELOMPOK TARI

KELOMPOK GERAKAN DISIPLIN SEKOLAH
KELOMPOK FOTO GRAFI DAN VIDEO GRAFI

KEGIATAN 5 P5BK
TANTANGAN DI SEKITARKU

MODUL PROJEK FASE E TUJUAN
Peserta didik merasakan atau mengalami langsung tantangan / masalah
TEMA: yang terjadi di sekitarnya
KEARIFAN LOKAL
PERSIAPAN
SUB-TEMA Guru wajib mempunya pengetahuan tentang bagaimana melakukan
MENELUSURI WARISAN MASA observasi
LAMPAU Guru mempersiapkan lembar observasi pengamatan

TOPIK PELAKSANAAN
TANTANGAN DISEKITARKU 1. Di dalam kelas, guru mengajak peserta didik untuk mengingat
kembali masalah apa yang terjadi di sekitarnya yang paling
Waktu: 90 menit / 2 JP meresahkan baginya.
2. Peserta didik diminta menuliskannya pada lembar kerja.
Bahan: Alat tulis, gawai 3. Setelah itu, guru membentuk kelompok berjumlah 4-5 peserta
didik di tiap kelompok, kemudian mengajak peserta didik untuk
Peran Guru: Pendamping pergi ke area luar sekolah untuk merasakan tantangan atau
dan Fasilitator masalah yang terjadi di lingkungan sekitar sekolah dengan
menggunakan inderanya.
Catatan 4. Peserta didik diminta untuk mendokumentasikan tantangan atau
Ketika melakukan masalah yang dirasakan.
pengamatan di luar sekolah 5. Setelah selesai, seluruh peserta didik kembali ke kelas, melengkapi
ajak peserta didik untuk fokus catatan lembar kerja, lalu perwakilan tiap kelompok diminta untuk
pada inderanya, misalnya: menceritakan masalah yang paling dirasa meresahkan.
saat ingin fokus pada indera 6. Guru mengingatkan peserta didik untuk menyimpan lembar kerja
pendengaran, tutuplah mata tersebut agar dapat dipakai pada kegiatan berikutnya
dan fokus pada apa yang
terdengar. Minta teman Tugas:
kelompok untuk menemani Guru meminta peserta didik untuk melakukan refleksi pada lembar
proses ini agar tidak “Sungai Rasa”
membahayakan diri di jalan
sekitar sekolah

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

1. Ceritakan bagaimana perasaanmu di tiap kelokan sungai.
2. Hal apa yang membantu dan menghambat kamu selama proses mengarungi sungai belajar ini?

Apa yang kamu lakukan ketika menemui hambatan tersebut?
3. Hal baru apa yang kamu dapatkan?
4. Di bagian mana yang paling mudah dan paling menantang untukmu?
5. Apa harapanmu pada perjalanan selanjutnya?

SUNGAI RASA

SEBERAPA PUAS AKU DENGAN USAHAKU

(Beri tanda / lingkari / arsir kotak yang sesuai dengan refleksimu!)

Tidak puas Kurang puas Puas Sangat puas

Hal yang paling membuatku resah dan tidak nyaman

HASIL TEMUAN Hasil Temuan yang Membuatku
Resah dan Tidak Nyaman

LEMBAR PENGAMATAN TEMAN 1 Bentuk bantuan yang aku Kata-kata positif untuk teman
terima atau rasakan
Teman yang membantuku
saat belajar

LEMBAR PENGAMATAN TEMAN 2

Teman yang menghambatku Bentuk hambatan yang aku Harapanku pada teman tersebut
saat belajar alami atau rasakan

LEMBAR REFLEKSI PESERTA DIDIK

Kontrak Belajar atau Komitmen Belajar
1. Menurut Anda, apa manfaat Kontrak Belajar atau Komitmen Belajar?
2. Setelah Anda menandatangani kontrak belajar atau komitmen belajar, apa konsekuensinya bagi
Anda pada saat menjalani proses belajar di sekolah sampai dengan lulus?

LEMBAR REFLEKSI GURU

Kontrak Belajar
1. Menurut Anda, apa manfaat dari kontrak belajar atau komitmen belajar?
2. Setelah peserta didik, orang tua, dan pimpinan sekolah menandatangani kontrak belajar atau
komitmen belajar, apa konsekuensinya bagi guru pada saat melaksanakan proses pembelajaran
di sekolah?

KEGIATAN 6 P5BK
MENELUSUR WARISAN MASA LAMPAU
MERAWAT TRADISI MEWARISKAN WELERI

MODUL PROJEK FASE E TUJUAN
- peserta didik mampu mengidentifikasi bentuk kearifan lokal
TEMA: yang ada di wilayahnya
KEARIFAN LOKAL - peserta didik mengalami langsung bentuk kearifan lokal yang
ada dan bagaimana struktur geografi, demografi, dan psikografis
SUB-TEMA di sekitarnya
MENELUSURI WARISAN MASA - peserta didik menemukan kekuatan atau potensi masyarakat
LAMPAU - peserta didik menemukan fungsi kearifan lokal yang ada bagi
masyarakat tersebut
TOPIK
MERAWAT TRADISI PERSIAPAN
MEWARISKAN WELERI Guru mempersiapkan perjalanan menuju destinasi yang lekat dengan
budaya lokal di wilayah tersebut. Persiapan ini dimulai dari survey lokasi,
Waktu: 25 JP (21 JP alokasi biaya, transportasi, narasumber lokal yang dapat membantu
Kegiatan: kunjungan lapangan peserta didik, surat ijin, dlsb.
langsung + 4 JP melengkapi
lembar kerja PELAKSANAAN
1. Guru membagi peserta didik ke dalam kelompok dan memberi
Bahan: alat tulis, kamera, arahan apa saja yang perlu dipersiapkan peserta didik sebelum
perekam suara, lembar kerja memulai perjalanan.
2. Peserta didik diminta untuk menuliskan asumsi tentang identitas
Peran Guru: Pendamping dan kelompok masyarakat Using daerah Kemiren yang dituju sebelum
Fasilitator berangkat.
3. Guru bersama dengan peserta didik menuju destinasi
4. Peserta didik diminta untuk menelusur dan mengalami langsung
bentuk-bentuk kearifan lokal yang ada di wilayah Kemiren
tersebut terkait dengan kearifan lokal apa saja yang ada pada
daerah tersebut dan melakukan wawancara pada narasumber
terkait
5. Peserta didik diminta untuk mencari tahu tujuan atau manfaat
dari kearifan lokal yang ditemukan, mengonfirmasi asumsi di
awal, dan mendokumentasikannya dengan lengkap.

CATATAN
- Destinasi yang dipilih merupakan destinasi yang memiliki
beragam budaya lokal / pengetahuan lokal yang mengatur
hubungan antar sesama manusia, manusia dengan Tuhan, dan
manusia dengan semesta. Mulai dari pepatah, lagu, tarian, ritual
adat, struktur bangunan adat, hasil karya berupa tenun, atau
seni lukis, dlsb.
- Alternatif lain, peserta didik bisa juga tinggal sementara di
wilayah tersebut selama 2-3 hari) melebur bersama kegiatan

masyarakat
- Perspektif terhadap budaya seringkali bias karena masing-masing

orang memiliki asumsinya sendiri. Untuk itu, perlu ditekankan
bagi peserta didik mengambil data apa adanya langsung dari
narasumber (pelaku budaya lokal) dan didokumentasikan
dengan baik (menggunakan alat perekam, dlsb) agar terhindar
dari informasi yang salah kaprah
Tips:
Saat menggambarkan kondisi ideal, peserta didik diperbolehkan
memilih media yang diinginkan, seperti gambar, kolase, atau bentuk
bangunan 3D

TUGAS
Kunjungan lapangan: Di daerah wisata using Kemiren

KEGIATAN 7 P5BK
MERAWAT TRADISI MEWARISKAN WELERI

BENANG MERAH BERKELANJUTAN

MODUL PROJEK FASE E TUJUAN
- peserta didik mampu mengidentifikasi bentuk kearifan lokal
TEMA: yang ada di wilayahnya beserta fungsinya bagi masyarakat
KEARIFAN LOKAL - peserta didik mampu menganalisis bentuk kearifan lokal yang
ada dan bagaimana hubungannya dengan struktur geografi,
SUB-TEMA demografi, dan psikografis di sekitarnya
MENELUSURI WARISAN MASA - peserta didik mampu mengkritisi kekuatan atau potensi
LAMPAU masyarakat

TOPIK PERSIAPAN
MERAWAT TRADISI Guru mempersiapkan materi terkait dengan kearifan lokal yang ada di
MEWARISKAN WELERI daerah Kemiren

POKOK BAHASAN PELAKSANAAN
BENANG MERAH Guru meminta peserta didik untuk mengidentifikasi bentuk kearifan
BEBERLANJUTAN lokal yang ditemukan dan hubungannya dengan kondisi masyarakat,
kondisi sumber daya alam, dan sumber daya lokal. Beberapa pertanyaan
Waktu: 180 menit / 4 JP yang dapat dipakai:

Bahan: alat tulis, lembar a. Temukan apakah bentuk kearifan lokal tersebut bersifat ritual
kerja, benang merah / dan spritual?
spidol merah
Peran Guru: Fasilitator b. Apakah bentuk kearifan lokal tersebut merupakan cara
berinteraksi antar masyarakat atau menunjukkan klasifikasi di
masyarakat?

c. Apakah bentuk kearifan lokal tersebut bertujuan untuk menjaga
sumber daya alam atau sumber daya lokal yang tersedia?
Bagaimana kearifan lokal ini dapat meningkatkan kesejahteraan
penduduk lokal?

d. Apa nilai-nilai yang ingin dibangun dari kearifan local tersebut
2. Peserta didik diminta melakukan identifikasi selengkap-

lengkapnya berdasarkan hasil wawancara dan temuan langsung
di lapangan
3. Setelah menuliskan seluruh temuan pada lembar kerja, guru
mengajak peserta didik untuk membuka lembar kerja kegiatan 4
“Tantangan di Sekitarku”
4. Peserta didik diminta untuk mengidentifikasi apakah ada
keterkaitan antara kearifan lokal yang ditemui dan masalah yang
dirasakan oleh peserta didik saat ini. Adakah bentuk kearifan
lokal yang mampu menjawab tantangan atau masalah yang ada
saat ini?

TUGAS
Jika tidak selesai di sekolah, peserta didik dapat melanjutkannya di luar
sekolah bersama teman kelompok

KEGIATAN 8 P5BK
MERAWAT TRADISI MEWARISKAN WELERI

KONDISI IMPIAN

MODUL PROJEK FASE E TUJUAN
Peserta didik mampu menuliskan / menggambarkan kondisi ideal /
TEMA: harapan terkait tantangan / masalah yang mereka temui
KEARIFAN LOKAL
PERSIAPAN
SUB-TEMA Mereview pengetahuan yang telah mereka dapat pada topik Merawat
MENELUSURI WARISAN MASA Tradisi Mewarisi Weleri
LAMPAU
PELAKSANAAN
TOPIK 1. Guru mengajak peserta didik untuk mengingat kembali kegiatan
MERAWAT TRADISI sebelumnya dengan beberapa pertanyaan pemantik seperti
MEWARISKAN WELERI berikut:
a. Bagaimana perasaanmu setelah menemukan bentuk
MATERI kearifan lokal yang ada di wilayahmu?
KONDISI IMPIAN b. Pikiran apa yang muncul setelah melihat hubungan
antara kearifan lokal dan fungsinya terhadap
Waktu: 90 Menit / 2 JP masyarakat?
2. Setelah itu, peserta didik diminta untuk membayangkan dan
Bahan: alat tulis, alat warna, menggambarkan kondisi ideal atau harapan terkait tantangan
blok kayu, lego, potongan yang pernah ia rasakan dan bentuk kearifan lokal yang ditemui.
gambar, lembar visi Beberapa pertanyaan pemantik yang dapat dipakai:
Peran Guru: Fasilitator a. Bagaimana kondisi ideal atau impian yang kamu
harapkan terjadi baik untuk dirimu, kelompokmu,
ataupun wilayahmu?
b. Coba bayangkan bagaimana ekspresi wajah masyarakat
dalam mimpimu tersebut? Bagaimana interaksi antar
makhluk hidup yang terjadi?
c. Lalu, bagaimana keadaan sumber daya alam (udara, air,
tanah, tumbuhan, hewan, dsb) dan sumber daya lokal
(budaya, sistem masyarakat, dlsb.) pada kondisi ideal itu?

TUGAS
Membuat deskrisi/ ilustrasi terkait salah satu bentuk kearifan lokal yang
ada di daerah Kemiren (bangunan, seni tari, mocoan dll)
Tips:
Saat menggambarkan kondisi ideal, peserta didik diperbolehkan
memilih media yang diinginkan, seperti gambar, kolase, atau bentuk
bangunan 3D

KEGIATAN 9 P5BK
MERAWAT TRADISI MEWARISKAN WELERI

SESI BERBAGI

MODUL PROJEK FASE E TUJUAN
Peserta didik dan kelompok dapat menggaungkan kearifan lokal yang
TEMA: ditemui dan bermakna bagi peserta didik sesuai dengan kemampuan dan
KEARIFAN LOKAL keterampilan yang mereka miliki

SUB-TEMA PERSIAPAN

MENELUSURI WARISAN MASA Mereview pengetahuan yang telah mereka dapat pada topik Merawat

LAMPAU Tradisi Mewarisi Weleri

TOPIK PELAKSANAAN
MERAWAT TRADISI 1. Guru mengajak peserta didik untuk duduk dalam posisi setengah
MEWARISKAN WELERI lingkaran.
2. Setiap kelompok peserta didik membawa hasil karya visi tiap
POKOK BAHASAN kelompok dan menceritakannya kepada teman lainnya.
SESI BERBAGI 3. Setelah berbagi cerita, guru meminta kelompok lain untuk
memberikan umpan balik dengan memakai kartu kategori berikut
Waktu: 90 Menit ini dan menuliskan alasan mengapa kartu tersebut yang
/ 2 JP diberikan

Bahan: Lembar visi peserta AYO WUJUDKAN BERSAMA!
didik Peran Guru: Moderator

Kartu ini diberikan jika ada mimpi / kondisi yang mirip
atau beririsan dengan kelompok penanggap

KAMI SETUJU!

Kartu ini diberikan ketika ada mimpi
yang beresonansi positif pada
kelompok penanggap namun tidak
tertuang dalam mimpi mereka

TANTANGAN

Kartu ini diberikan ketika kelompok
penanggap ingin memberikan argumen
kritis dan membangun terhadap cerita
mimpi yang disampaikan

Tips untuk Guru:
- Ingatkan peserta didik bahwa kartu tantangan bukan bertujuan
untuk menjegal atau merubah mimpi kelompok, melainkan
untuk membangun kesadaran kritis akan kondisi ideal yang
diharapkan.
- Dokumentasikan hasil karya peserta didik untuk dipakai pada
kegiatan berikutnya

TUGAS
Guru meminta peserta didik untuk melakukan refleksi pada lembar
“Sungai Rasa”

KONSEP SUNGAI RASA

Menelusur warisan masa lampau

Benang Merah Keberlanjutan

Kondisi impian

Sesi berbagi

SEBERAPA PUAS AKU DENGAN USAHAKU

(Beri tanda / lingkari / arsir kotak yang sesuai dengan refleksimu!)

Tidak puas Kurang puas Puas Sangat puas

SUNGAI RASA
1. Ceritakan bagaimana perasaanmu di tiap kelokan sungai.
2. Hal apa yang membantu dan menghambat kamu selama proses mengarungi sungai belajar
ini? Apa yang kamu lakukan ketika menemui hambatan tersebut?
3. Hal baru apa yang kamu dapatkan?
4. Di bagian mana yang paling mudah dan paling menantang untukmu?
5. Apa harapanmu pada perjalanan selanjutnya?

Hal yang paling membuatku resah dan tidak nyaman

HASIL TEMUAN Hasil Temuan yang Membuatku
Resah dan Tidak Nyaman

LEMBAR PENGAMATAN TEMAN 1 Bentuk bantuan yang aku Kata-kata positif untuk teman
terima atau rasakan
Teman yang membantuku
saat belajar

LEMBAR PENGAMATAN TEMAN 2

Teman yang menghambatku Bentuk hambatan yang aku Harapanku pada teman tersebut
saat belajar alami atau rasakan

LEMBAR REFLEKSI PESERTA DIDIK

Kontrak Belajar atau Komitmen Belajar
1. Menurut Anda, apa manfaat Kontrak Belajar atau Komitmen Belajar?
2. Setelah Anda menandatangani kontrak belajar atau komitmen belajar, apa konsekuensinya bagi
Anda pada saat menjalani proses belajar di sekolah sampai dengan lulus?

LEMBAR REFLEKSI GURU

Kontrak Belajar
1. Menurut Anda, apa manfaat dari kontrak belajar atau komitmen belajar?
2. Setelah peserta didik, orang tua, dan pimpinan sekolah menandatangani kontrak belajar atau
komitmen belajar, apa konsekuensinya bagi guru pada saat melaksanakan proses pembelajaran
di sekolah?

LAKUKAN
AKSI PELESTARIAN

KEARIFAN OKAL

KEGIATAN 10 P5BK
LESTARI BUDAYA LOKALKU:
IDENTIFIKASI POTENSI DIRI & KELOMPOK

MODUL PROJEK FASE E TUJUAN
Pada kegiatan Lestari Budaya Lokalku, peserta didik mampu
TEMA: mengidentifikasi potensi diri dan kelompok di sekolah
KEARIFAN LOKAL
PERSIAPAN
SUB-TEMA Mereview kegiatan yang ada pada Lembar Kerja Peserta didik pada
MENELUSURI WARISAN MASA kegiatan 2 ‘Identitas Diri dan Sosial’
LAMPAU
PELAKSANAAN
TOPIK 1. Guru mengajak peserta didik untuk membuka kembali lembar
MERAWAT TRADISI kerja kegiatan 2 “Identitas Diri dan Sosial”
MEWARISKAN WELERI 2. Dari lembar tersebut guru meminta peserta didik di dalam
kelompok untuk menuliskan kembali kemampuan /
POKOK BAHASAN keterampilan/ kebisaan / hobi diri setiap anggota kelompok pada
Lestari Budaya Lokalku: lembar kerja yang baru
Identifikasi Potensi Diri & 3. Peserta didik diminta untuk merajut identitas anggota kelompok
Kelompok menjadi potensi kelompok

Waktu: 90 menit TUGAS
/ 2 JP Peserta didik menidentifikasi potensi teman dalam kelompok mereka
masing masing
Bahan: Alat tulis, lembar
kerja kegiatan 4: “Identitas
Diri dan Sosial”, lembar kerja
Peran Guru: Fasilitator

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK POTENSI
KELOMPOK
MENGENAL POTENSI TEMAN DALAM KELOMPOK
Anjani:

- jago biologi dan kimia
- bermain gitar, membuat kopi dengan teknik manual brew
- Hobi bermain basket, baca komik, mencoba rasa kopi dari berbagai daerah
Fahrani:
- Jago gambar dan melukis
Edo:
- Suka mengulik data dan fakta seru

KEGIATAN 11 P5BK
LESTARIKAN BUDAYA LOKALKU:

MENENTUKAN BENTUK AKSI

MODUL PROJEK FASE E TUJUAN
Peserta didik mampu menyadari/menentukan aksi apa
TEMA: yang paling mungkin ia lakukan saat ini dengan melihat
KEARIFAN LOKAL potensi diri dan kelompok (aksi tersebut mendukung
harapan/kondisi idealnya terwujud
SUB-TEMA
MENELUSURI WARISAN MASA LAMPAU PERSIAPAN
Guru mempersiapkan bentuk-bentuk aksi yang dapat
TOPIK dilakukan oleh peserta didik, misalnya merancang drama
MERAWAT TRADISI MEWARISKAN WELERI pertunjukan, poster, membuat lagu, membuat video,
membuat galeri foto, membuat komik, atau membuat
POKOK BAHASAN produk
Lestari Budaya Lokalku: Menentukan Bentuk
Aksi PELAKSANAAN
1. Guru menceritakan bentuk-bentuk aksi atau
Waktu: 90 Menit / 2 JP
advokasi yang pernah dilakukan pemuda di
Bahan: Alat tulis Indonesia ataupun dunia
2. Guru meminta peserta didik untuk mengumpulkan
Peran Guru: Narasumber dan Fasilitator ide aksi sebanyak-banyaknya dalam upaya
melestarikan kearifan lokal dengan cara yang paling
Referensi: mungkin ia lakukan berdasarkan kemampuan
Daftar 5 Atlet Indonesia Peraih Medali kelompok
Olimpiade Tokyo 2020 3. Peserta didik melakukan voting terhadap ide-ide
yang dihasilkan dan memilih 1-2 ide aksi yang paling
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan mungkin diwujudkan dalam 1 bulan ke depan
judul "Daftar 5 Atlet Indonesia Peraih Medali
Olimpiade Tokyo 2020", Klik untuk baca: TUGAS
https://www.kompas.com/sports/read/2021/0 Peserta didik diskusi untuk menentukan bentuk aksi apa
8/02/20400018/daftar-5-atlet-indonesia- yang akan dipilih guna merawat tradisi mewariskan
peraih-medali-olimpiade-tokyo-2020. weleri, seperti yang sudah dicontohkan oleh fasilitator
Penulis : Mochamad Sadheli
Editor : Mochamad Sadheli

KEGIATAN 12 P5BK
LESTARIKAN BUDAYA LOKALKU:

PERSIAPAN AKSI

MODUL PROJEK FASE E TUJUAN
Peserta didik mampu menyadari/menentukan aksi apa yang
TEMA: paling mungkin ia lakukan saat ini dengan melihat potensi
KEARIFAN LOKAL diri dan kelompok (aksi tersebut mendukung
harapan/kondisi idealnya terwujud
SUB-TEMA
MENELUSURI WARISAN MASA LAMPAU PERSIAPAN
Guru mempersiapkan bentuk-bentuk aksi yang dapat
TOPIK dilakukan oleh peserta didik, misalnya merancang drama
MERAWAT TRADISI MEWARISKAN pertunjukan, poster, membuat lagu, membuat video,
WELERI membuat galeri foto, membuat komik, atau membuat produk
terkait kearifan lokal yang ada di daerah Kemiren Banyuwangi
POKOK BAHASAN
Lestari Budaya Lokalku: Persiapan PELAKSANAAN
Aksi Guru mengajak peserta didik untuk mempersiapkan aksi
Waktu: 90 menit / 2 JP pelestarian budaya lokal dengan mempertimbangkan:

Peran Guru: Fasilitator dan Monitor a. Bahan atau alat yang diperlukan (jika ada)
Kemajuan Aksi b. Rancangan strategi aksi pelestarian kebudayaan lokal
c. Lama waktu yang dibutuhkan
TIPS Peserta didik diajak untuk membuat kesepakatan akan
Guru dapat menghadirkan narasumber rancangan tahapan pengerjaan dan timeline aksi
terkait atau memberikan kontak
narasumber (atas persetujuan TUGAS
narasumber) jika peserta didik Peserta didik mengerjakan persiapan aksi pelestarian budaya
membutuhkan materi lebih terkait lokal secara mandiri dengan teman kelompok, guru bertugas
bentuk kearifan lokal yang ingin mengecek laju aksi peserta didik.
digaungkan.

KEGIATAN 13 P5BK
LESTARIKAN BUDAYA LOKALKU:

SIMULASI AKSI

MODUL PROJEK FASE E TUJUAN
Peserta didik mampu menyadari/menentukan aksi apa yang paling
TEMA: mungkin ia lakukan saat ini dengan melihat potensi diri dan kelompok
KEARIFAN LOKAL (aksi tersebut mendukung harapan/kondisi idealnya terwujud)

SUB-TEMA PERSIAPAN
MENELUSURI WARISAN MASA Guru mempersiapkan bentuk-bentuk aksi yang dapat dilakukan oleh
LAMPAU peserta didik, misalnya merancang drama pertunjukan, poster, membuat
lagu, membuat video, membuat galeri foto, membuat komik, atau
TOPIK membuat produk, memandu dan membimbing peserta didik dalam
MERAWAT TRADISI melakukan simulasi aksi
MEWARISKAN WELERI
PELAKSANAAN
POKOK BAHASAN 1. Tiap kelompok peserta didik bergantian melakukan simulasi aksi
Lestari Budaya Lokalku: mereka dan menjawab pertanyaan yang ditujukan kepada
Simulasi Aksi mereka dalam sesi tanya jawab
2. Guru memberikan umpan balik tertulis atas simulasi kelompok di
Waktu: 90 Menit / 2 JP akhir sesi sebagai bagian dari asesmen formatif (terlampir
contoh umpan balik)
Bahan: Galeri foto, komik 3. Guru sebagai moderator dapat meminta setiap kelompok untuk
budaya, poster, video memberikan umpan balik dari simulasi yang dilakukan
4. Guru menegaskan kembali bentuk dan fungsi kearifan lokal yang
Peran Guru: ingin dilestarikan
Fasilitator dan Moderator
Poin Penilaian Simulasi (Asesmen Formatif) :
1. Kejelasan Ide
- Menceritakan informasi, temuan, dan argumen dengan
bukti pendukung yang kuat.
- Penjelasan mudah dimengerti
- Memilih informasi, mengembangkan ide sesuai dengan
kebutuhan.
2. Melengkapi alternatif solusi atau memberikan pandangan lain
sebagai pelengkap
3. Pengaturan Informasi
- Memenuhi semua informasi yang diminta (termasuk sumber
referensi)
- Memberikan pendahuluan yang menarik, dan kesimpulan yang
tajam
- Bisa mengelola waktu simulasi dengan baik Gestur dan
Penampilan
- Menjaga kontak mata dengan pendengar,

- Menjaga gestur dengan baik
- Percaya diri
- Baju rapi Penyampaian
- Bicara jelas, tidak terlalu cepat/lambat, dengan suara lantang,

intonasi yang menarik pendengar, jarang menggunakan “err”,
“emm”
- Menggunakan bahasa Indonesia yang baik Kelengkapan Simulasi
4. Menggunakan media pelengkap untuk mempermudah atau
memperkuat informasi / pemahaman serta menarik pendengar
Respon Pertanyaan Pendengar
- Bisa menanggapi pertanyaan dengan jelas dan lengkap.
- Mengkonfirmasi pertanyaan dari peserta, mengakui kalau tidak
tahu, atau menjelaskan bagaimana akan mencari jawabannya.
5. Partisipasi dalam presentasi kelompok
- Semua anggota berkontribusi dengan waktu/materi yang
proporsional
6. Semua anggota bisa menjawab pertanyaan secara keseluruhan,
tidak hanya bagian tertentu saja

TUGAS
Guru meminta peserta didik untuk melakukan refleksi pada lembar
“Sungai Rasa

SUNGAI RASA

Identifikasi Potensi Diri dan Kelompok

Menemukan Persiapan aksi
bentuk aksi Simulasi Aksi

LEMBAR PENGAMATAN TEMAN 1 Bentuk bantuan yang aku Kata-kata positif untuk teman
terima atau rasakan
Teman yang membantuku
saat belajar

LEMBAR PENGAMATAN TEMAN 2

Teman yang menghambatku Bentuk hambatan yang aku Harapanku pada teman tersebut
saat belajar alami atau rasakan

BAGIKAN

Pameran Aksi
Pelestarian Kearifan Lokal

KEGIATAN 14 P5BK

MERAWAT TRADISI MEWARISKAN WELERI

ASESMEN SUMATIF

MODUL PROJEK FASE E TUJUAN
Dalam kegiatan asesmen, peserta didik mampu menunjukkan hasil kerja
TEMA: mereka dalam 1 tahun dalam bentuk pameran dalam ruang pameran
KEARIFAN LOKAL
PERSIAPAN
SUB-TEMA Guru bersama dengan peserta didik mempersiapkan
MENELUSURI WARISAN MASA artefak-artefak hasil kerja peserta didik selama satu semester dan
LAMPAU mengatur ruangan untuk pameran

TOPIK PELAKSANAAN
MERAWAT TRADISI 1. Peserta didik siap siaga berdiri di samping hasil kerja selama satu
MEWARISKAN WELERI semester dan aksi pelestarian kearifan lokal. (Jika ada aksi berupa
penampilan drama, lagu, atau dongeng, maka akan ditampilkan
POKOK BAHASAN setelah pengunjung selesai berkeliling atau aksi tersebut dapat
Asesmen Sumatif direkam kemudian ditampilkan pada pada stand/meja kelompok
Lestari Budaya Lokalku! peserta didik
2. Pengunjung yang terdiri dari pimpinan sekolah, guru, orang tua
Waktu: 180 Menit / 4 JP dan/atau komunitas sekitar sekolah berkeliling dari satu tim ke
tim lain untuk mendengarkan presentasi singkat dari tiap tim dan
Bahan: Hasil Projek memberikan pertanyaan atau umpan balik. Setiap umpan balik
ditulis dalam satu post it atau ditulis pada lembar umpan balik
Peran Guru: Pengunjung 3. Setelah proses presentasi dan penilaian selesai dilakukan,
pengunjung mengisi formulir penilaian
4. Jika ingin mengadakan pemenang, maka kategori dan jumlah
pemenang dapat ditentukan oleh sekolah

TUGAS
Peserta didik menyiapkan semua hasil kerja merekan dalam ruang
pameran yang akan mereka gunakan dalam berbagi pengetahuan

Belum Berkembang Mulai Berkembang Berkembang Sesuai Sangat Berkembang
Harapan

Perencanaan Masih berupa Perencanaan Perencanaan yang Perencanaan yang
Pelaksanaan curah pendapat memiliki tujuan
dan ide-ide aksi yang jelas jelas: tujuan dan lini jelas dan matang:
Ketepatan yang belum
Sasaran beraturan masa yang tujuan, tahapan-

realistis tahapan penting

(milestones) serta lini

masa yang realistis

Siswa Siswa Siswa Siswa mengidentifikasi
melaksanakan
aktivitas-aktivitas mengidentifikasi mengidentifikasi jalur yang berbeda
secara sporadis
satu jalur untuk satu jalur untuk untuk menjalankan

menjalankan menjalankan rencana. Mereka

rencana. Mereka rencana. Mereka dapat melaksanakan

dapat dapat melaksanakan rencana dengan roses

melaksanakan rencana dengan yang terkoordinasi,

proses runtut proses yang bervariasi dan bekerja

dan meminta terkoordinasi secara adaptif

bantuan pada

pihak- pihak yang

sesuai

Masih dalam Solusi/aksi yang Solusi/ aksi yang Solusi/aksi yang
tahapan ditawarkan ditawarkan ditawarkan
identifikasi faktor berupa ide yang menyasar faktor- menyasar inti
yang menyebabkan masih di faktor yang terkait permasalahan,
permasalahan dan permukaan dengan realistis dan
akibat yang permasalahan permasalahan dan memberikan
ditimbulkan dan/atau kurang memberikan dampak yang
realistis dampak positif berkesinambungan
sementara

Profil Pelajar Pancasila

Mengidentifikasi, Mengumpulkan, Mengidentifikasi, Secara kritis Secara kritis
mengklarifikasi, mengklarifikasi mengklarifikasi
mengklarifikasi, mengklasifikasikan, dan menganalisis serta menganalisis serta
informasi yang gagasan dan menganalisis
dan mengolah membandingkan, relevan serta informasi yang gagasan dan
memprioritaskan kompleks dan informasi yang
informasi dan dan memilih beberapa gagasan abstrak dari kompleks dan
tertentu. berbagai sumber. abstrak dari
gagasan informasi dari Memprioritaskan berbagai sumber.
suatu gagasan yang Memprioritaskan
berbagai sumber, paling relevan dari suatu gagasan
hasil klarifikasi dan yang paling
serta memperjelas analisis. relevan dari hasil
klarifikasi dan
informasi dengan analisis.
Menghasilkan
bimbingan orang narasi berupa
artikel / jurnal /
dewasa. karya ilmiah dari
gagasan tersebut.

Menganalisis Menjelaskan Membuktikan Menganalisis dan Mengambil
dan alasan yang penalaran mengevaluasi keputusan
mengevaluasi relevan dan akurat dengan penalaran yang berdasarkan hasil
penalaran dalam berbagai digunakannya analisis dan evaluasi
penyelesaian argumen dalam dalam yang telah melalui
Merefleksi dan masalah dan mengambil menemukan dan tahap uji coba,
mengevaluasi pengambilan suatu simpulan mencari solusi mendapat umpan
pemikirannya keputusan atau keputusan. serta mengambil balik dari berbagai
sendiri keputusan. ahli, dan melakukan
Memberikan Menjelaskan pengembangan
alasan dari hal asumsi yang Menjelaskan terus menerus.
yang dipikirkan, digunakan, alasan untuk
serta menyadari menyadari mendukung Menjelaskan alasan
kemungkinan kecenderungan pemikirannya dan disertai data faktual
adanya bias pada dan memikirkan dari berbagai
pemikirannya konsekuensi pandangan yang sumber yang
sendiri bias pada mungkin kredibel untuk
pemikirannya, berlawanan mendukung
serta berusaha dengan pemikirannya
mempertimban pemikirannya dan sekaligus
gkan perspektif mengubah menganalisis dan
pemikirannya jika menerima
pandangan yang
mungkin

yang berbeda. diperlukan. berlawanan dengan
pemikirannya.
Mengubah
pemikirannya jika
diperlukan.

Mendalami Mengidentifikasi Menjelaskan Menganalisis Menginternalisasi
budaya dan dan perubahan pengaruh identitas diri
identitas budaya mendeskripsikan budaya seiring keanggotaan sebagai bagian dari
keragaman budaya waktu dan kelompok lokal, budaya kemudian
di sekitarnya; serta sesuai konteks, regional, nasional, mengeksternalisasi
menjelaskan baik dalam skala dan global kapasitas diri yang
peran budaya dan lokal, regional, terhadap dimiliki sebagai
Bahasa dalam dan nasional. pembentukan upaya melestarikan
membentuk Menjelaskan identitas, budaya bangsa
identitas dirinya. identitas diri termasuk
yang terbentuk identitas dirinya. Menemukan
dari budaya Mulai hubungan sebab
bangsa. menginternalisasi akibat dari hasil
identitas diri analisis dinamika
Mengeksplorasi Mendeskripsikan Memahami sebagai bagian budaya yang
dan dan dinamika dari budaya kompleks dalam
membandingkan membandingkan budaya yang bangsa. rentang waktu yang
pengetahuan pengetahuan, mencakup panjang dan
budaya, kepercayaan, dan pemahaman, Menganalisis konteks yang luas,
kepercayaan, praktik dari kepercayaan, dinamika budaya kemudian
serta praktiknya berbagai kelompok dan praktik yang mencakup menemukan pola
budaya. keseharian pemahaman, berulang yang
dalam konteks kepercayaan, dan terjadi.
personal dan praktik
sosial. keseharian dalam Mampu mengelola
rentang waktu perbedaan secara
Menumbuhkan Mengidentifikasi Memahami yang panjang dan koknstruktif
rasa peluang dan pentingnya konteks yang sehingga dapat
menghormati tantangan yang melestarikan luas. beradaptasi di
terhadap muncul dari dan merayakan tengah perbedaan
keanekaragaman keragaman budaya tradisi budaya Memahami dan melakukan
budaya di Indonesia. untuk pentingnya saling advokasi dalam
mengembangka menghormati
n identitas dalam
mempromosikan
pertukaran
budaya dan
kolaborasi dalam

pribadi, sosial, dunia yang saling rangka
dan bangsa terhubung serta mewujudkan
Indonesia serta menunjukkannya toleransi budaya
mulai berupaya dalam perilaku. multikultural
melestarikan
budaya dalam
kehidupan
sehari-hari.

Aktif Membandingkan Mengidentifikasi Berinisiatif Berinisiatif
membangun beberapa tindakan masalah yang melakukan suatu melakukan
masyarakat dan praktik ada di tindakan berbagai tindakan
yang inklusif, perbaikan sekitarnya berdasarkan strategis dalam
adil, dan lingkungan sekolah sebagai akibat identifikasi jangka waktu
berkelanjutan yang inklusif, adil, dari pilihan yang masalah untuk panjang dan
dan berkelanjutan, dilakukan oleh mempromosikan terukur
dengan manusia, serta keadilan, berdasarkan
mempertimbangkan dampak masalah keamanan identifikasi
dampaknya secara tersebut ekonomi, masalah untuk
jangka panjang terhadap sistem menopang mempromosikan
terhadap manusia, ekonomi, sosial ekologi dan keadilan,
alam, dan dan lingkungan, demokrasi sambil keamanan
masyarakat serta mencari menghindari ekonomi,
solusi yang kerugian jangka menopang ekologi
memperhatikan panjang dan demokrasi
prinsip-prinsip terhadap sambil
keadilan manusia, alam menghindari
terhadap ataupun kerugian jangka
manusia, alam masyarakat. panjang terhadap
dan masyarakat manusia, alam
ataupun
Memiliki Menghasilkan solusi Menghasilkan Bereksperimen masyarakat.
keluwesan alternatif dengan solusi alternatif dengan berbagai
berpikir dalam mengadaptasi dengan pilihan secara Memodifikasi
mencari berbagai gagasan mengadaptasi kreatif untuk gagasan sesuai
alternatif solusi dan umpan balik berbagai gagasan memodifikasi dengan perubahan
permasalahan untuk menghadapi dan umpan balik gagasan sesuai situasi dan umpan
situasi dan untuk dengan balik yang
permasalahan menghadapi perubahan diterima,
situasi dan situasi. kemudian
permasalahan melakukan siklus
pengembangan
eksperimen

secara terus
menerus.

Diisi oleh pengunjung:
Pimpinan sekolah, guru, orang tua dan/atau komunitas

Hal yang sudah berjalan baik Hal yang dapat menjadi pengembangan ke
depan

Pertanyaan yang didapat Ide baru yang muncul

KEGIATAN 15 P5BK

MERAWAT TRADISI MEWARISKAN WELERI

EVALUASI AKSI

MODUL PROJEK FASE E TUJUAN
Peserta didik mampu memberikan tanggapan dan umpan balik terhadap
TEMA: pertanyaan yang diajukan oleh pengunjung terkait pameran mereka
KEARIFAN LOKAL
PERSIAPAN
SUB-TEMA Mempersiapkan pernyataan pernyataan berupa tanggapan atau umpan
MENELUSURI WARISAN MASA balik yang diajukan pengunjung pada ruang pameran
LAMPAU
PELAKSANAAN
TOPIK 1. Peserta didik mengumpulkan umpan balik yang diberikan oleh
MERAWAT TRADISI pengunjung
MEWARISKAN WELERI 2. Peserta didik di dalam kelompok bersama-sama mendiskusikan
umpan balik tersebut dan memberi kategori pada setiap umpan
POKOK BAHASAN balik:
EVALUASI AKSI a. Hal yang sudah berjalan baik
b. Hal yang dapat menjadi pengembangan ke depan
Evaluasi Aksi c. Pertanyaan yang didapat
Waktu: 45 Menit d. Ide baru yang muncul
/ 1 JP
Bahan: Peran Guru: EVALUASI AKSI
Fasilitator Memberikan tanggapan/ umpan balik terhadap hasil dari kerja dalam
ruang pameran

Hal yang sudah berjalan baik Hal yang dapat menjadi pengembangan ke depan

Pertanyaan yang didapat Ide baru yang muncul


Click to View FlipBook Version