Alur Kerja Proses edOWash Laundry
1. Penerimaan Pakaian Kotor
2. Pemilahan baju kotor / Linen (Sorting)
3. Pemeriksaan (Inspecting)
4. Penimbangan (Weighting)/ Per Seed / Per Price
5. Pencatatan (Recording)
6. Labelling
7. Pemuatan (Loading)
8. Pencucian
9. Pengeringan
10. Proses Setrika (Ironing)
11. Pengemasan (Packing)
12. Pengiriman (Delivery)
Laundry merupakan layanan yang umum dan banyak dipakai di semua kalangan. Terkadang
tidak semua orang mengetahui tahapan dari proses laundry itu sendiri. Jika alur ini
dilaksanakan dengan baik dapat mengurangi resiko kehilangan, kerusakan, serta tertukar
baju milik pelanggan lain. Disini akan dijelaskan tentang langkah-langkah dari proses
laundry itu sendiri, berikut penjelasannya.
1. Penerimaan Pakaian Kotor
Hal pertama yang kita lakukan saat bertemu dengan pelanggan adalah proses penerimaan
pakaian kotor.
2. Pemilahan baju kotor (Sorting)
Pemilahan Baju
Sorting dilakukan dengan tujuan mengurangi resiko kehilangan, baju luntur, dan baju
tertukar. Ditahap ini petugas akan memilah pakaian laundry yang menggunakan layanan
kiloan atau satuan. Contohnya dalam satu kantong laundry pelanggan ada jas dan bed
cover, nah jas dan bed cover tersebut dihitung seraca satuan dan tidak tergabung di kiloan.
3. Pemeriksaan (Inspecting)
Pada tahap ini petugas laundry akan memeriksa dan bertanya kepada pelanggan, apakah
ada pakaian yang luntur, atau terdapat pakaian yang berpotensi luntur. Jika ada maka
pakaian tersebut harus dipisahkan dari yang lain dan dicuci secara manual.
4. Penimbangan (Weighting)
Penimbangan Baju
Penimbangan dilakukan untuk mengetahui berat laundry yang akan dicuci, penimbangan
laundry kiloan berbeda dengan laundry satuan begitu pula dengan tarifnya.
5. Pencatatan (Recording)
Buku Catatan
Pencatatan disini berupa penulisan nota, penulisan tentang jumlah order harus lengkap
serta nama dan nomor telepon pelanggan.
-Nota merah diberikan kepada pelanggan
-Nota putih dibiarkan di buku nota
-Nota kuning akan berada di paket pakaian kotor sebagai acuan bagi petugas
6. Labelling
Bertujuan agar pakaian milik satu pelanggan tidak tertukar dengan pelanggan yang lainnya.
7. Pemuatan (Loading)
Proses Pemisahan pakaian berdasarkan warna
Di proses ini petugas akan melakukan pemisahan warna, antara pakaian berwarna gelap,
berwarna putih, dan cerah. Pakaian tidak boleh tercampur untuk mengurangi resiko terkena
luntur. Jika terdapat baju luntur kami punya tips untuk menghilangkan noda luntur di baju.
8. Pencucian
Proses Pencucian
Proses pencucian harus dilakukan secara teliti dan mengikuti aturan dan langkah yang
benar.
Pelanggan biasanya akan segera memberitahu bila ada noda tertentu yang perlu di
perhatikan. Hal seperti noda kecap, darah, minyak, tinta, memerlukan pembersih khusus
agar noda hilang namun kualitas pakaian tetap terjaga.
Cermati juga bagian tersembunyi yang sering menimbulkan noda membandel seperti bagian
kerah, lipatan bawah lengan (ketiak) atau bagian bawah celana panjang. Cuci bagian yang
biasa terdapat bagian kotor dengan lebih saksama.
1. Sebelum Pencucian
Proses pencucian di laundry dimulai dengan tahapan pra-pencucian, pencucian dan pasca-
pencucian. Lakukan perendaman sebelum mulai mencuci. Hal ini penting untuk memberikan
waktu untuk persiapan sebelum pencucian utama, dengan alasan:
memberikan waktu untuk pakaian ditambahkan dengan pemutih pakaian
Merendam pakaian yang kena noda agar lebih mudah dibersihkan
Proses membunuh kuman dengan bantuan larutan tertentu
2. Pencucian Utama
Saat Anda melakukan pencucian, gunakan sabun cuci baju sesuai dengan pemilahan pakaian
yang sudah dilakukan sebelumnya. Ada pakaian yang masuk mesin cuci dan ada pula
pakaian yang dicuci secara manual. Anda dapat menambahkan cairan kimia seperti emulsi,
alkali atau oxybooster untuk membersihkan noda tertentu berdasarkan tingkat kekotoran
cucian.
3. Pembilasan
Cucian akan dibersihkan dengan mesin dan dibilas sesuai dengan jumlah busa yang
digunakan. Oleh karena itu, hindari penggunaan sabun cuci pakaian secara berlebihan agar
hemat air dan proses pembilasan tidak dilakukan berulang kali.
Pada mesin cuci, lakukan langkah cuci, bilas dan pengeringan sesuai dengan jenis mesin cuci
yang dimiliki. Mempercepat proses pembilasan dengan menggunakan menu cuci cepat,
tidak disarankan, kecuali bila pelanggan memintanya. Hal ini untuk memastikan pakaian
tercuci bersih, terutama yang memiliki noda berat.
4. Pelembut Pakaian
Agar pakaian bersih juga nyaman dikenakan. Anda dapat menambah pelembut ketika
mencuci pakaian. Hal ini dapat menetralkan keasaman pada serat kain dan menghindari
kain menjadi kasar atau menimbulkan iritasi.
9. Pengeringan
Langkah selanjutnya adalah menggunakan pengering pada mesin cuci sebelum dijemur
untuk mendapatkan panas alami. Pengeringan jadi lebih sempurna dan lebih cepat. Hindari
menggunakan cara ini, bila pakaian memiliki banyak hiasan seperti manik-manik dan cukup
diangin-anginkan saja.
10. Proses Setrika (Ironing)
Proses Penyetrikaan
Ketika menyetrika, Anda juga perlu memperhatikan jenis kain dari pakaian. Letakkan ujung
setrikaan pada bagian tersembunyi dari pakaian, bila khawatir pakaian tidak bisa disetrika.
Gunakan tingkatan panas terkecil terlebih dahulu untuk awal penyetrikaan agar tidak
merusak pakaian. Agar lebih segar, gunakan pewangi setrika untuk memberikan sentuhan
wewangian pada pakaian.
11. Pengemasan (Packing)
Laundry baju rapi dan bersih
Di tahap ini petugas memeriksa apakah barang sudah lengkap atau belum dengan
membawa nota, jika sudah lengkap proses packing dapat mengurangi resiko barang
pelanggan hilang atau tertukar.
11. Pengeringan (Delivery)
Pengiriman di lakukan sesuai dengan permintaan oleh pelanggan dan terdiri dari 3 jenis
layanan antara lain regular service, one day service, express service.
Thank you…….
By : ENDANG ISTORINA,SST.PAR
SMK NEGERI 1 BANYUWANGI
PENGELOLAAN PENCUCIAN LINEN
LAUNDRY
Persyaratan
Suhu air panas untuk pencucian 70oC dalam waktu 25 menit atau 95oC
dalam waktu 10 menit.
Tata Laksana
1. Di tempat laundry tersedia keran air bersih dengan kualitas dan tekanan
aliran yang memadai, air panas untuk disinfeksi dan tersedia disinfektan.
2. Peralatan cuci dipasang permanen dan diletakkan dekat dengan saluran
pembuangan air limbah serta tersedia mesin cuci yang dapat mencuci
jenis-jenis linen yang berbeda.
3. Tersedia ruangan dan mesin cuci yang terpisah untuk linen infeksius dan
non infeksius.
4. Laundry harus dilengkapi saluran air limbah tertutup yang dilengkapi
dengan pengolahan awal (pre-treatment) sebelum dialirkan ke instalasi
pengolahan air limbah.
5. Laundry harus disediakan ruang-ruang terpisah sesuai kegunaannya
yaitu ruang linen kotor, ruang linen bersih, ruang untuk perlengkapan
kebersihan, ruang perlengkapan cuci, ruang kereta linen, kamar mandi
dan ruang peniris atau pengering untuk alat-alat termasuk linen.
6. Perlakuan terhadap linen yang tepat
7. Pengumpulan, dilakukan :
Pemilahan antara linen (spotting ) dan non-(spotting ) dimulai dari sumber
dan memasukkan linen ke dalam kantong plastik sesuai jenisnya serta
diberi label.
Menghitung dan mencatat linen di ruangan pengambilan dan ruang penerimaan
saat tiba(tidak di proses sebelum di hitung ulang)
Penerimaan
Mencatat linen yang diterima dan telah terpilah antara spotting dan non
spotting.
Linen dipilah berdasarkan tingkat kekotorannya.
Pencucian
Menimbang berat linen untuk menyesuaikan dengan kapasitas mesin
cuci dan kebutuhan deterjen dan disinfektan.
Membersihkan linen kotor dari tinja, urin, darah, dan muntahan kemudian
merendamnya dengan menggunakan disinfektan.
Mencuci dikelompokkan berdasarkan tingkat kekotorannya.
Pengeringan, Penyetrikaan dan Penyimpanan
Linen harus dipisahkan sesuai jenisnya.
Linen baru yang diterima ditempatkan di lemari bagian bawah.
Pintu lemari selalu tertutup.
Distribusi
Distribusi dilakukan berdasarkan kartu tanda terima dari petugas penerima,
kemudian petugas menyerahkan linen bersih kepada petugas ruangan sesuai
kartu tanda terima.
Pengangkutan
Kantong untuk membungkus linen bersih harus dibedakan dengan
kantong yang digunakan untuk membungkus linen kotor.
Menggunakan kereta dorong yang berbeda antara linen bersih dan linen
kotor. Kereta dorong harus dicuci dengan disinfektan setelah digunakan
mengangkut linen kotor.
Waktu pengangkutan linen bersih dan kotor tidak boleh dilakukan
bersamaan.
Linen bersih diangkut dengan kereta dorong yang berbeda sesuai
tanda/warna.
Komunikasikan dengan driver untuk pengambilan dan pengantaran min
30 menit sebelum di minta sudah di lokasi / hotel.
Petugas yang bekerja dalam pengelolaan laundry linen harus menggunakan
pakaian kerja khusus, alat pelindung diri dan dilakukan pemeriksaan
kesehatan secara berkala, serta dianjurkan memperoleh imunisasi hepatitis B.
Banyuwangi, 24 November 2022
Guru Pembimbing
ENDANG ISTORINA,SST.PAR