The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by lutfi9d14, 2022-06-14 06:37:37

MODUL KD 3.8 SEJARAH INDONESIA KELAS X

MODUL KD 3.8 SEJARAH INDONESIA KELAS X

PERKEMBANGAN KEHIDUPAN MASYARAKAT PADA MASA KERAJAAN
ISLAM DI INDONESIA

SEJARAH INDONESIA
KELAS X

PENYUSUN
LUTFI RAHMAWATI

21040284012
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan yang Maha Esa yang telah memberikan hidayah serta inayah-Nya
sehingga dapat menyelesaikan Penyusunan Modul KD 3.8 Sejarah Indonesia kelas X dengan
tepat.
Modul merupakan salah satu jenis bahan ajar dalam bentuk digital maupun non digital yang
digunakan sebagai alat penunjang kegiatan pembelajaran yang berisikan materi berdasarkan
Kompetensi Dasar.
Dalam penyusunan modul masih terdapat kekurangan-kekurangan sehingga perlunya kritik
dan masukan sebagai penyempurna dari setiap kekurangan yang adaBesar harapan, bahan ajar
berupa modul ini mampu mendorong siswa dalam memahami serta mengetahui secara
mendalam hingga tercapainya tujuan pembelajaran.

Penyusun, 16 Mei 2022
Lutfi Rahmawati

iii

DAFTAR ISI i
ii
HALAMAN JUDUL iii
KATA PENGANTAR iv
DAFTAR ISI 1
PETA KONSEP 1
PENDAHULUAN 1
A. Identitas Modul 1
B. Kompetensi Dasar dan Indikator 2
C. Petunjuk Penggunaan Modul 3
D. Materi Pembelajaran 3
KEGIATAN PEMBELAJARAN 3
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 3
A. Tujuan Pembelajaran 3
B. Uraian Materi 9
9
1. Kerajaan-Kerajaan Islam di Indonesia 9
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2
A. Tujuan Pembelajaran 9
B. Uraian Materi 11

1. Bukti-Bukti Peninggalan Kerajaan Islam yang masih berlaku hingga 13
masa kini
13
2. Nilai-nilai dan Unsur budaya masa Islam yang masih berkelanjutan
hingga masa kini 16

C. RANGKUMAN 18

D. LATIHAN SOAL 19

E. PENILAIAN DIRI

EVALUASI

DAFTAR PUSTAKA

iii

iv

PENDAHULUAN

A. Identitas Modul

Mata Pelajaran : Sejarah Indonesia

Kelas/Semester : X/2

Alokasi Waktu : 2 X 45 Menit

B. Kompetensi Dasar dan Indikator

No Kompetensi Dasar Indikator
3.8.1 Menyebutkan Kerajaan-Kerajaan
3.8 Menganalisis perkembangan
Islam yang pernah ada di
kehidupan masyarakat, Indonesia.
3.8.2 Memahami perkembangan
pemerintahan, dan budaya pada kehidupan masyarakat,
pemerintahan, dan budaya pada
masa kerajaan-kerajaan islam di masa kerajaan-kerajaan Islam di
Indonesia.
Indonesia serta menunjukkan 3.8.3 Menjelaskan perkembangan
kehidupan masyarakat,
contoh bukti-bukti yang masih pemerintahan, dan budaya pada
masa kerajaan-kerajaan Islam di
berlaku pada kehidupan masyarakat Indonesia yang masig berlaku
pada masa kini
Indonesia masa kini. 3.8.4 Menganalisis bukti-bukti
kehidupan masa kerajaan-
kerajaan Islam yang masih
berlaku pada masyarakat
Indonesia masa kini.

4.8 Menyajikan hasil penalaran dalam 4.8.1 Mengkontruksi hasil penalaran

bentuk tulisan tentang nilai-nilai dalam bentuk tulisan tentang

dan unsur budaya yang berkembang nilai-nilai dan unsur budaya yang

pada masa kerajaan Islam dan berkembang pada masa Kerajaan

masih berkelanjutan dalam Islam hingga masih

kehidupan bangsa Indonesia pada berkelanjutan pada masa kini.

masa kini. 4.8.2 Menyajikan hasil penalaran dalam

bentuk tulisan tentang nilai-nilai

dan unsur budaya masa kerajaan

Islam yang berkembang dan

masih berkelanjutan dalam

kehidupan bangsa Indonesia pada

masa kini.

C. Petunjuk Penggunaan Modul

1

D. Materi Pembelajaran
Zaman Kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia :
1. Kerajaan-Kerajaan Islam
2. Bukti-bukti kehidupan masa kerajaan Islam yang masih ada sampai masa kini
3. Nilai-nilai dan unsur-unsur budaya masa kerajaan Islam yang berkelanjutan
pada masa kini

2

KEGIATAN PEMBELAJARAN

KEGIATAN PEMBELAJARAN 1

Perkembangan Masyarakat, Pemerintahan Dan Budaya Pada Masa Kerajaan-
Kerajaan Islam Di Indonesia.

A. Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti proses pembelajaran Kerajaan-Kerajaan Islam di Indonesia, siswa
diharapkan mampu :
1. Menjelaskan perkembangan kehidupan masyarakat, pemerintahan, dan budaya
pada masa kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia dengan menggunakan metode
discovery learning melalui diskusi dan presentasi secara berkelompok didepan
kelas.
2. Menunjukkan bukti-bukti Masa kerajaan Islam yang masih berlaku pada
kehidupan masyarakat Indonesia masa kini kedalam bentuk proyek berupa
pembuatan buku pop up secara berkelompok dan mempresentasikan didepan
kelas
3. Menyajikan karya tulis kedalam bentuk tulisan tentang nilai-nilai dan unsur
budaya yang berkembang pada masa kerajaan Islam yang masih berkelanjutan
dalam kehidupan bangsa Indonesia pada masa kini

B. Uraian Materi
Kerajaan-Kerajaan Islam

Jalur perdagangan merupakan jalur utama yang membawa pengaruh masuknya agama
Islam ke Indonesia. Berbagai pengaruh sangat melekat hingga terjadinya perubahan
terhadap kehidupan masyarakat. Walaupun kedatangannya melalui berbagai macam
aliran-aliran mampu mempengaruhi kerajaan-kerajaan. Kerajaan-kerajaan Islam di
Indonesia tersebar diberbagai wilayah seperti jawa, sumatera, kalimantan, sulawesi,
maluku dan lain sebagainya. Adapun kerajaan-kerajaan bercorak Islam sebagai
berikut :

1. Kerajaan Perlak
a) Sistem Pemerintahan (Politik)
Kerajaan Perlak didirikan pada tahun 840 Masehi oleh Sultan Alaiddin
Syed Maulana Abdul Aziz Syah dengan menganut aliran syiah.
Kemudian pemerintahan dilanjutkan oleh Sultan Alaiddin Syed
Maulana Abbas Shah pada tahun 888 hingga 913 Masehi dengan
menganut aliran Suni. Pada tahun 1230 hingga 1267 Masehi
pemerintahan dibawah kekuasaan Sultan Makhdum Alaiddin Malik
Muhammad Amin Shah II JohanBerdaulat. Dalam hal ini kerajaan
melakukan sistem persahabatan dengan tetangga kerajaan. Dapat
dilihat bahwa terjadinya perkawinan antara Putri Ganggang Sari
dengan Sultan Malik As saleh yang merupakan raja kerajaan Samudera
Pasai. Ketika sepeninggalan Sultan Makhdum Alaiddin Malik Abdul
Aziz JohanBerdaulat kerajaan perlak bersatu dengan kerajaan
samudera pasai dibawah kepemimpinan sultan Muhammad Malik Az-
Zahir yang merupakan putra dari Sultan Malik As-Saleh.
b) Sistem Masyarakat (Sosial)

3

Kedatangan para pedagang asing yang singgah di Perlak menjadikan
dunia perdaganggan adalah pusat perkembangan kerajaan Perlak
dimana terjadinya interaksi antara masyarakat lokal dan pedagang
asing. Dalam menjalankan kehidupan sehari-harinya kerajaan Islam
pada umumnya menerapkan hukum Islam sebagai pedoman
menjalankan syariat agama Islam.
c) Sistem Budaya
Berkembangnya aspek budaya pada kerajaan Perlak ditandai atas
munculnya karya-karya sastra yang bercorak Islam. Adapun contoh
dari karya sastra yang dihasilkan yaitu kitab Idharull Haq Fi
Mamlakatil Peureulak karya Abu Ishak Al-Makarani Sulaiman Al-
Pasy.
2. Kerajaan Samudera Pasai
a) Sistem Pemerintahan (Politik)
Kerajaan Samudera Pasai didirikan oleh Sultan Malik As-saleh pada
tahun 1285-1297 Masehi. Pada masa pemerintahannya kerajaan
samudera pasai berkembang menjadi kerajaan maritim yang paling
kuat di Selat Malak. Dapat dilihat bahwa Sultan Malik As-saleh
menjalin hubungan diplomatik dnegan kerajaan Perlak dimana juga
menikahi puti Ganggang Sari yang merupakan putri dari Raja Perlak.
Setelah sultan malik as-saleh wafat, pemerintah dilanjutkan oleh
Sultann Malik Az-zahir pada tahun 1297-1326 namun selanjutnya
pemerintah diambil alih oleh Sultan Mahmud Malik Az-zahir namun
mendapat serangan sehingga membuatnya melarikan diri ke wilayah
lain. Sehingga kekuasaan digantikan oleh Sultan Zaid Abidin Malik
Az-Zahir hingga pada tahun 1405 Masehi.
b) Sistem Masyarakat (Sosial)
Pada tahun 1290-1520 Masehi samudera pasai menjadi kora dagang
teramai di selat malaka. Hal tersebut dilatarbelakangi oleh banyaknya
pedagang asing yang tinggal hingga menetap di Samudera pasai.
Sebagian masyarakat samudera pasai menganut mazhab Syafi’i.
Berbagai kehidupan sosial masyarakat Samudera Pasai diatur dalam
hukum islam yang bersandar pada alquran dan hadist.
c) Sistem Budaya
Perkembangan budaya masyarakat samudera pasai ditandai atas
adanya nisan-nisan makam raja samudera pasai yang disertai dengan
syair-syair Islam .
3. Kerajaan Aceh Darussalam
a) Sistem Pemerintahan (Politik)
Kerajaan Aceh Darussalam didirikan oleh Sultan Ali Mughayat Syah.
Kemudian pada masa pemerintahan Sultan Alauddin Riayat Syah al-
Kahar tahun 1537-1568 Masehi yang menjalin hubungan internasional
dengan kerajaan Islam bagian Timur Tengah antara lain Turki, Mesir
dan lain sebagainya.Kerajaan Aceh mengalami masa keemasan pada
masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda tahun 1607-1636 Masehi,
dimana dengan adanya angkatan laut yang kuat kerajaan Aceh

4

Darussalam mampu menguasai Perdagangan di Selat Malaka. Setelah
Sultan Iskandar Muda wafat, pemerintahan digantikan oleh Sultan
Iskandar Thani pada tahun 1637-1641 Masehi, dimana pada masa
pemrintahannya kerajaan Aceh Darussalam mengalami kemunduran.
b) Sistem Masyarakat (Sosial)
Dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Aceh ini menitikberatkan
penghasilan dalam mencukupi kebutuhan pada sektor perdagangan
dengan lada sebagai komoditas utama Aceh. Susunan ataupun tatanan
masyarakat aceh darussalam diklasifikasikan kedalam dua golongan
antara lain Teuku yang diberikan kepada golongan bangsawan dan
tengku diberikan kepada golongan ulama. Pada masa pemerintahan
sultan iskandar muda, peraturan hukum masyarakat Aceh dituliskan
dalam Adat Makeuta Alam atau Kanun Makeuta Alam.
c) Sistem Budaya
Perkembangan kebudayaan Aceh ditandai dengan adanya ulama yang
ahli dalam bidang kesastraan. Seperti salah satunya ulama yang ahli
dalam bidang sastra adalah Hamzah Fnasuri yang menulis kitab Al
Muhtadi. Selain itu terdapat bangunan-bungan seperti masjid
Baiturrahman yang menjadi ikon kota Aceh.
4. Kerajaan Demak
a) Sistem pemerintahan (Politik)
Kerajaan Demak didirikan oleh Raden Patah yang kemudian
digantikan oleh Pati Unus yang beringin menjadikan Demak sebagai
kerajaan maritim yang kuat sehingga mendirikan angkatan laut untuk
menyerang Malaka yang dikuasai oleh Portugis. Kerajaan Demak
mengalami masa kejayaan pada masa pemerintahan Sultan Trenggono
tahun 1521-1546 Masehi. Setelah wafatnya Sultan Trenggono kerajaan
mengalami kemunduran yang mengakibatkan terjadinya perang
saudara antara Pangeran Prawoto dan Arya Penangsang, dimana Arya
Penangsang mampu mengalahkan Pangeran Prawoto, namun setelah
itu Arya dibunnuh oleh Hadiwijaya yang kemudian merebut
kedudukan dan memindahkan ibu kota Kerajaan Demak ke Pajang.
b) Sistem Masyarakat (Sosial)
Berkembangnya agama Islam di Demak mampu mempengauhi segala
kehidupan Demak dimana sebagian besar masyarakat Demak memeluk
agama Islam. Dalam hal ini, Agama Islam merupakan alat pemersatu
masyarakat Demak yang berkaitan erat dengan peranan Walisanga
antara lain Sunan Bonang, Sunan Ampel, Sunan Giri, Sunan Gresik,
Sunan Kudus, Sunan Gunung Jati, Sunan Kalijaga, Sunan Drajat, Dan
Sunan Muria.
c) Sistem Budaya
Budaya masyarakat Demak meletakkan pada dasar tradisi sekaten yang
banyak ditemui pada acara perayaan maulid nabi Muhammad SAW
hingga berlangsung sampai sekarang. Tidak hanya itu, terdapat hasil
kebudayaan yaitu masjid Agung Demak yang merupakan bentuk
akulturasi jika dilihat dari arsitekturnya.

5

5. Kerajaan Mataram Islam
a) Sistem pemerintahan (Politik)
Kerajaan Mataram Islam didirikan oleh Ki Ageng Pemanahan pada
1578 Masehi. Setelah wafat, kedudukannya digantikan oleh
Pnembahan Senopati pada tahun 1584-1601 Masehi, dimana dalam
masa pemerintahannya mampu menakklukkan wilayah Demak,
Madiun, Kediri, Ponorogo, Tuban dan Pasuruan. Kemudian
pemerintahan digantikan oleh Pangeran Jolang pada tahun 1601-1613
Masehi yang menyampurnakan pembangunan sebelumnya. Kerajaan
mataram Islam mecapai masa kejayaan pada masa pemerintahan Sultan
Agung dimana membagi wilayah kekuaasaan menjadi empat wilayah
antara lain kutanegara, negara agung, mancanegara dan pasisiran.
b) Sistem Masyarakat (Sosial)
Kerajaan Mataram islam merupakan salah satu kerajaan agraris yang
berada di Jawa tengah dimana terletak diwilayah yang strategis
sehingga mayoritas aktivitas seharinya sebagai petani serta
menerapkan sistem feodal dimana berhubungan dengan patron klien
atau atasan-bawahan.
c) Sistem Budaya
Dalam perkembangan kebudayaan kerajaan mataram islam bermula
pada awal masa pemerintahan sultan agung yang menerapkan tradisi
grebeg. Tradisi grebeg adalah perpaduan antara kebudayaan Hindu dan
Islam. Dalam hal ini, sultan agung berpandangan bahwa untuk
memasukkan nilai-nilai Islam dalam kebudayaan lokal dan hindu
budha tanpa menghilangkan ajaran asli Islam itu sendiri yang disebut
dengan proses akulturasi budaya.

6. Kerajaan Banten
a) Sistem pemerintahan (Politik)
Kerajaan Banten didirikan oleh Maulana Hasanuddin yang merupakan
kerajaan pertama pada masa pemerintahan 1522-1570 Masehi, dimana
Banten menjadi berkembang dalam dunia perdagangan. Setelah
wafatnya, pemerintahan digantikan oleh putranya yang bernama
Maulana yusuf pada tahun 1570-1580 Masehi yang berhasil
menaklukkan kerajaan Pajajaran. Kemudian pemerintahan digantikan
oleh Sultan Agung Tirtayasa tahun 1651-1682 Masehi dengan
kekuasaan yang mencapai masa keemasan. Dalam hal ini Sultan Ageng
Tirtayasa menjalin hubungan perdagangan dengan pihak asing seperti
Inggris, Perancis, Tiongkok, dan lain-lain.
b) Sistem Masyarakat (Sosial)
Para ulama Kerajaan Banten memiliki peranan penting dalam
kehidupan masyarakat. Hal tersebut dikarenakan sebagian besar
masyarakat Banten yang memeluk agama Islam. Aktivitas masyarakat
Banten yaitu sebagai pedagang dipelabuhan dan juga bertani dimana
dapat dilihat adanya pembangunan irigasi untuk sawah dan perkebunan
kelapa pada masa pemerintahan Sultan Agunf Tirtayasa tahun 1663-
1677 M.

6

c) Sistem Budaya
Perkembangan budaya masa kerajaan Banten dapat dilihat adanya
ajaran tasawuf, tarekat dan budayanIslam dalam masyarakat. Wujud—
wujud ajaran tersebut diimplementasikan dalam bentuk tradisi yang
terkenal di Banten yaitu Tradisi Debus.

7. Kerajaan Gowa-Tallo
a) Sistem pemerintahan (Politik)
Kerajaan Gowa-Tallo memasuki proses Islamisasi pada tahun 1605
Masehi yang dimulai oleh Karaeng Katangka dengan mendapat gelar
Sultan Abdullah serta raja Goa yang bernama Manga’rangi Daeng
Manra’bia yang mengikuti jalan Karaeng Katangka memeluk agama
islam dengan gelar Sultan Alauddin. Kerajaan Goa-Tallo mengalami
masa keemasan pada masa pemerintahan Sultan Hasanuddin tahun
1653-1669 Masehi dimana ia mampu membangun kerajaan menjadi
kerajaan maritim yang menguasai wilayah timur dalam sektor
perdagangan. Hal tersebut dilakukan dengan menentang tindakan VOC
yang memonopoli perdagangan rempah-rempah di Indonesia, namun
Sultan Hasanuddin dipaksa menandatangani perjanjian Bogaya pada
18 November 1667 yang menyebabkan keadaan kerajaan Gowa-Tallo
semakin lemah.
b) Sistem Masyarakat (Sosial)
Kehidupan masyarakat kerajaan Gowa-Tallo masih terikat ataupun
masih memberlakukan norma yang dianggap skral dimana aturan
tersebut diatur dalam Pangadakkang. Sistem masyarakatnya terdapat
pembagian kelas antara lain Karaeng, Tumasaraq, dan ala. Kegiatan
masyarakat kerajaan Gowa-Tallo adalah berupa perdagangan dan
pelayaran.
c) Sistem Budaya
Perkembangan budaya kerajaan Gowa-Tallo ini ditandai dengan
adanya bangunan rumah yang bernama Balla Lompoa berbentuk
rumah panggung. Namun selain itu, kerajaan Gowa-Tallo dikenal
sebagai produksi pembuatan kapal .

8. Kerajaan Banjar
a) Sistem pemerintahan (Politik)
Awal mula pengaruh islam dalam kerajaan Banjar dimulai ketika
kerajaan Banjar mengalami perpecahan antara pangeran Tumenggung
dan Pangeran Samudera. Dalam menghadapi pangeran Tumenggung,
pangeran Samudera meminta bantuan kepada kerajaan Demak dengan
syarat Pangeran Tumenggung bersedia masuk agama Islam. Kemudian
Pangeran Samudera diberi gelar Sultan Suryanullah. Pada masa
pemerintahan Sultan Suryanullah, memperluas wilayah kekuasaan
hingga Sambas, Batanglawai Sukadana, Kotawaringin, Sampit,
Madawi, dan Sambangan. Setelah itu, sistem pemerintahan digantikan
oleh Sultan Mustain Billah. Sultan Mustain Billah dianggap sebagai
raja yang paling berpengaruh pada kerajaan Banjar dikarenakan
memiliki kekuatan militer yang cukup banyak dengan 50.000 prajurit.

7

b) Sistem Masyarakat (Sosial)
Susunan masyarakat kerajaan Banjar mengenal sistem stratifikasian
yang berupa Piramida. Dalam hal ini terdapat tiga tingkatan atau
lapisan dalam kehidupannya. Pada lapisan pertama diduduki oleh
golongan minoritas. Kemudian pada lapisan kedua diduduki oleh
golongan pejabat kerajaan, ulama, mufti dan penghulu (pemuka
agama). Dan pada lapisan terakhir atau lapisan paling bawah adalah
golongan mayoritas yang mencakup petani, pedagnag, dan lain
sebagainya.

c) Sistem Budaya
Kebudayaan masyarakat Banjar tidak jauh dari ajaran Islam, dimana
dapat dilihat bahwa adanya kitab Sabilul Muhtadin dan Parukunan
yang dijadikan pedoman hukum. Selain itu, perkembangan kebudayaan
masyarakat Banjar dapat dilihat dari munculnya bangunan masjid.

9. Kerajaan Ternate-Tidore
a) Sistem pemerintahan (Politik)
Raja pertama kerajaan di Maluku yang memeluk agama Islam adalah
Kolano Marhum pada tahun 1465-1486 Masehi) dari Ternate. Setelah
lama kemudian pemerintahan digantikan oleh Sultan Zainal Abidim
pada tahun 1486-1500 Masehi, dimana gelar kolano beralih menjadi
Sultan dan Islam dijadikan sebgaai agama resmi kerajaan Ternate.
Kemudian kerajaan Islam mulai bermunculan, salah satunya adalah
Kerajaan Ternate dan Tidore. Kerajaan Ternate dan Tidore merupakan
dua kerajaan besar yang saling bersaig dalam menguasai perdagangan
siwilayah kepulauan Maluku. Sehingga pada akhirnyaTernate
membentuk Uli Lima yang artinya persekutuan lima dan Tidore
membentuk Uli Siwa yang artinya persekutuan Sembilan. Setelah itu,
masa pemerintahan digantikan oleh Sultan Baabullah yang merupakan
putra dari Sultan Hairu raja sebelumnya. Pada masa pemerintahannya
menyatakan diri sebagai penguasa seluruh kepulauan Maluku.
b) Sistem Masyarakat (Sosial)
Masyarakat Ternate dan Tidore, dalam keidupannya memberlakukan
syariat Islam dengan membentuk sebuah lembaga kerjaan yang
disandarkan pada ketentuan ataupun sumber hukum yang telah
ditetapkan. Dalam kehidupan sehari-seharinya masyarakat Ternate dan
Tidore bermata pencaharian sebagai pedagang
c) Sistem Budaya
Kebudayaan masyarakat Ternate dan Tidore berkembang dengan
ditandainya pembangunan masjid Sultan Ternate yang berada dekat
dengan Keraton Ternate

8

KEGIATAN PEMBELAJARAN 2
Bukti-Bukti Kehidupan Masa Kerajaan-Kerajaan Islam Yang Masih Berlaku Pada
Masyarakat Indonesia Masa Kini
A. Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti proses pembelajaran Kerajaan-Kerajaan Islam di Indonesia, siswa
diharapkan mampu :
4. Menjelaskan perkembangan kehidupan masyarakat, pemerintahan, dan budaya
pada masa kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia dengan menggunakan metode
discovery learning melalui diskusi dan presentasi secara berkelompok didepan
kelas.
5. Menunjukkan bukti-bukti Masa kerajaan Islam yang masih berlaku pada
kehidupan masyarakat Indonesia masa kini kedalam bentuk proyek berupa
pembuatan buku pop up secara berkelompok dan mempresentasikan didepan
kelas
6. Menyajikan karya tulis kedalam bentuk tulisan tentang nilai-nilai dan unsur
budaya yang berkembang pada masa kerajaan Islam yang masih berkelanjutan
dalam kehidupan bangsa Indonesia pada masa kini

B. Uraian Materi
a. Sistem pendidikan

Gambar 1.1 Pondok Pesantren
Awal menuju kemajuan dalam segala hal adalah dengan pendidikan. Tujuan
utama dari pendidikan yaitu meningkatkan kualitas dan kemampuan status
sosial seseorang. Pengaruh islam dalam dunia pendidikan dibuktikan dengan
adanya pesanten. Sejak abad XV pesantren digunakan sebagai sebagai
lembaga pengajaran dan penyiaran agama islam. Beberapa materi islam yang
diajarkan dipesantren antara lain bahasa Arab, tafsir Al-Quran, fikih, hadis,
tauhid, tarikh, tasawuf serta akhlak.
b. Seni musik
Seni musik yang mendapat pengaruh agama islam adalah kesenian rebana.
Hingga saat ini kesenian rebana masih dilestarikan oleh masyarakat Indonesia.

9

Gambar 1.2 Rebana
c. Seni bangunan

Seni bangunan islam di Indonesia sangat unik sebab mengalami akulturasi
dengan budaya sebelumnya. Bukti seni bangunan yang mengalami akulturasi
yaitu masjid dan makam. Beberapa masjid peninggalan kerajaan islam
berkarakteristik dilengkapi menara sebagai pengganti beduk penanda waktu
sholat. Dalam islam seorang yang meninggal harus dimakamkan di dalam
tanah yang menghadap kiblat. Selain itu islam mengajarkan makam harus
dibangun sederhana.

Gambar 1.3 Masjid Agung Demak Gambar 1.4 Makam Sunan Ampel

d. Seni sastra
Karya sastra pada masa kerajaan islam memberikan pengaruh penting sebagai
media penyebaran gagasan keagamaan dan gagasan intelektual serta keilmuan.
Bukti seni sastra yang masih ada sampai saat ini yaitu syair. Sampai kini syair
masih dipertunjukan oleh masyarakat di acara-acara.

Gambar 1.5 Syair Sultan Abdul Muluk

10

e. Tradisi
Para penyebar agama islam memasukan ajaran islam dalam tradisi dan adat
istiadat masyarakat agar mudah diterima. Hal tersebut terwujud dapat dilihat
dalam tradisi Grebeg dan Sekaten. Grebeg merupakan tradisi untuk mengiring
para raja atau pembesar kerajaan. Sedangkan Sekaten merupakan acara
peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad Saw yang diadakan setiap 12
Rabiul Awal.

Gambar 1.6 Tradisi Grebeg

f. Sistem Kalender
Kalender merupakan perhitungan tanggal dimana itu dijadikan acuan dalam
menandai setiap kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat kerajaan Islam.
Setelah berkembangnya islam di Indonesia, Sultan Agung dari kerajaan
Mataram Islam menciptakan kalender Jawa dengan menggunakan perhitungan
peredaran bulan (komariah). Kalender Sultan Agung dimulai dari tanggal 1
Suro 1555 Jawa. Sistem kalender tersebut masih digunakan hingga kini.

Gambar 1.7 Kalender Islam

Nilai dan Unsur budaya masa kerajaan Islam di Indonesia yang masih berkelanjutan
pada masa kini

▪ Akulturasi Budaya dan Agama
Akulturasi merupakan perpaduan antara budaya baru tanpa menghilangkan unsur
aslinya. Dalam hal ini sdapat dilihat pada masa kerjaan Islam terjadi akulturasi
budaya seperti pada kalender pada masa kerajaan Islam dan juga kalender jawa.

11

Selain itu, dapat dilihat pada bangunan sunan kudus yang terdapat akulturasi dari
masa hindhu budha dan masa islam.

Gambar 2.2 Kalender Islam Gambar 2.3 Kalender Jawa

▪ Toleransi antar umat beragama
Toleransi antar umat beragama dalam kehidupan masa islam sampai sekarang masih
terlihat jelas dimana masih diberlakukan ataupun diterapkan. Seperti pada samping
makam sunan kudus terdapat bangunan klenteng bernama Hok Ling Bio dengan jarak
50 meter disebelah masjid menara Kudus

Gambar 2.3 Klenteng Hok Ling Bio

12

C. Rangkuman
a) Islam sangat mempengaruhi kehidupan masyarakat Indonesia hingga
kebudayaan Islam mampu berkembang sampai masa kini.
b) Pengaruh kebudyaan Islan dalam kehidupan masyarakat Indonesia dapat
dilihat dalam keseharian masyaraat Indonesia yang masih memberlakukan
atau menerapkan sebagian tradisi maupun adat seperti 1 Muharram, Isra’Miraj
dan lain sebagainya.
c) Berkembangnya agama islam di Nusantara mampu mempelopori berdirinya
kerajaan Islam di Indonesia antara lain Kerajaan Perlak, Samudera Pasai, Aceh
Darussalam, Demak, ,Mataram Islam, Banten, Gowa-Tallo, Banjar, Ternate
dan Tidore.
d) Dalam kehidupan masyarakat masa kerajaan Islam di Indonesia banyak
meninggalkan bukti-bukti yang masih ada hingga saat ini seperti makam,
masjid, seni sastra, sistem pendidikan, sistem kalender, dan juga upacara atau
tradisi.

D. Latihan Soal

Kerjakan Soal dibawah ini, dengan memilih jawaban yang paling tepat !!!!
1. Dalam perkembangannya, Kerajaan Perlak menjalik politik persahabatan dengan

kerajaan Samudera Pasai. Politik persahabatan antara kedua kerajaan tersebut
ditunjuukan oleh…

a. Keterlibatan kerajaan Samudera Pasai dalam setiap pergantian raja-raja
Perlak

b. Keberadaan utusan Kerajaan Samudera Pasai dalam struktur pemerintahan
Kerajaan Perlak.

c. Penugasan mata uang dirham oleh Kerajaan Perlak seperti yang digunakan
Kerajaan Samudera Pasai

d. Pengenalan ajaran Suni dan Syiah terhadap masyarakat Samudera Pasai
oleh kerajaan Perlak

e. Pernikahan putri Raja Perlak yang bernama Putri Ganggang Sari dengan
Raja Samudera Pasai

2. Salah satu peninggalan Kerajaan Samudera Pasai adalah Nisan makam Sultan
Malik AS-Saleh. Nisan tersebut memiliki kedudukan penting sebagai…
a. Penanda masa-masa akhir Kerajaan Samudera Pasai
b. Bukti masyarakat Samudera Pasai menganut mazhab Syafi’i
c. Batas wilayah kekuasaan antara kerajaan Samudera Pasai dan Perlak
d. Bentuk akulturasi antara budaya timur tengan dan budaya Indonesia.
e. Sumber sejarah perkembangan Islam di Sumatera bagian Utara

3. Ulama memiliki perananan penting pada masa kerajaan Aceh. Salah satu peran
Ulama di kerjaan Aceh adalah….
a. Mengembangakan kesastraan yang berupa kitan-kitab
b. Memberikan saran terkait kebijakan politik kepada Raja Aceh
c. Menengahi perselisihan yang melibatkan golongan teuku dna tengku
d. Mendirikan berbagai bangunan sebagai peninggalan budaya Kerajaan
Aceh

13

e. Menjadi wakil kerajaan Aceh dalam kerjasama dengan kerajaan di Timur
tengah.

4. Pada masa pemerintahan Pati Unus, Kerajaan Demak membangun Angkatan laut
yang kuat dan berusaha untuk menyerang kedudukan Portugis di Malaka. Dari
fakta tersebut dapat diketahui bahwa……
a. Kerajaan Demak berupaya mendirikan perwakilan dagang di Malaka
b. Portugis dianggap ancaman bagi kedudukan kerajaan Islam di Indonesia
c. Pati Unus ingin melanjutkan kebijakan yang dilakukan oleh Raden Patah
d. Pati Unus berupaya menjadikan Demak sebagai kerajaan maritim
e. Kerajaan Demak berusaha membendung pengaruh asing di pulau Jawa

5. Tradisi Sekaten telah dilaksanakan sejak Kerajaan Demak. Tradisi tersebut
bersifat unik dan menarik karena….
a. Menunjukkan akulturasi antara tradisi islam dan tradisi lokal masyarakat
Jawa
b. Menandai puncak acara pembersihan berbagai jenis pusaka
c. Mewarisi tradisi Islam sejak masa Nabi Muhammad
d. Melambangkan sikap toleransi antarpemeluk agama
e. Menunjukkan bentuk toleransi antaranggota Walisanga

6. Perhatikan pernyataan sebagai berikut !
1) Membawa kerajaan Mataram Islam menuju masa kejayaan
2) Menyerang kedudukan VOC di Batavia pada 1628 dan 1629
3) Membagi wilayah Kerajaan Mataram Islam menjadi empat bagian yaitu
Kutanegara, negara agung, mancanegara, dan pesisiran.

Keterangan diatas berkaitan dengan salah satu Raja Mataram Islam yaitu…

a. Ki Ageng Pemanahan
b. Panembahan Senopati
c. Pangeran Jolang
d. Sultan Agung
e. Amangkurat I
7. Salah satu kegiatan perekonomian yang dikembangkan Kkerajaan Banten adalah
perdagangan. Jenis komoditas yang menjadi andalan Kerajaan Banten adalah….
a. Ketumbar
b. Cengkeh
c. Pala
d. Kayu Manis
e. Kemiri
8. Pada masa kejayaan Bnaten, Kota Surosowan merupakan pusat pemerintahan
sekaligus pusat aktivitas masyarakat. Disekitar keraton Surosowan terdapat
bangunan pemujaan berupa kelenteng di Kampung Pecinan yang dihuni oleh etnik
Tionghoa. Keberadaan bangunan tersebut menunjukkan bahwa….
a. Keraton Surosowan dibangun atas sumbangan etnik Tionghoa di Bnaten
b. Mesyarakat Banten menghargai keragaman dan keberadaan etnik lain
c. Aktivitas perdagangan di Kerajaan Banten dikuasai oleh etnik Tionghoa
d. Surosowan didominasi masyarakat yang berasal dari etnik Tionghoa

14

e. Penguasa Bnaten menerapkan pajak bagi warga asing yang menetap di
Surosowan

9. Sultan Hasanuddin dangat menentang kedatangan VOC di Gowa-Tallo. Sikap
Sultan Hasanuddin tersebut disebabkan oleh tindakan VOC yang berupaya….
a. Mencampuri urusan pemerintahan kerajaan Gowa-Tallo
b. Memperluas koloni Belanda dikawasan Timur jauh
c. Membeli remmpah-rempah dari Gowa-Tallo dengan harga yang murah
d. Memonopoli perdagangan rempah-rempah diwilayah Indonesia bagian
Timur
e. Menyebarkan kebiasaan buruk dari eropa yang tidak sesuai dengan adat
Nusantara

10. Dalam menghadapi pangeran Tumenggung, Pangeran Samudera dari Kerajaan
Bnajar meminta bantuan kepada Kerajaan Demak. Kerajaan Demak menyanggupi
permintaan Pangeran Samudera dnegan syarat…..
a. Rakyat Banjar bersedia menerima agama Islam
b. Kerajaan Banjar bersedia tunduk kepada Demak
c. Putri Pangeran Samudera dinikahkan dnegan Raja Demak
d. Rakyat Banjar bersedia menjadi prajurit kerajaan Demak
e. Kerajaan Banjar menyerahkan upeti setiap tahun kepada Demak

ESSAY
1. Kerajaan Samudra Pasai memiliki kehidupan cukup maju .Bagaimana corak
kehidupan ekonomi masyarakat di kerajaan Samudra Pasai?
2. Pada masa pemerintahan Pati unus.Kerajaan Demak menyerang Portugis di
Malaka!Apa penyebab serangan tersebut
3. Kerajaan Banten mampu mencapai masa kerajaan pada masa pemerintahan
Sultan Ageng Tirtayasa .Mengapa demikian?
4. Kerajaan Makassar memiliki peran penting dalam kegiatan perdagangan.
Deskripsikan peran Kerajaan Makassar dalam perdagangan di wilayah
Indonesia Timur!
5. Kerajaan Ternate dan Tidore memiliki perekonomian yang maju .Jelaskan
kehidupan perekonomian kerajaan Ternate dan Tidore!

15

PILIHAN GANDA KUNCI JAWABAN

1. E 6. D
2. E 7. A
3. A 8. B
4. D 9. D
5. A 10. A

ESSAY

1. Kerajaan Pasai menitikberatkan pada kegiatan perdagangan. Dimana dalam
memperlancar aktivitas perdagangan, kerajaan Samudera Pasai mengeluarkan mata
uang emas yang dinamakan Deureuham atau dirham sebagai alat tukar atau
pembayaran yang resmi.

2. Penyebab serangan Pati Unus dari Kerajaan Demak terhadap Portugis di Malaka
adalah berawal dari keinginan Pati Unus untuk menjadikan Kerajaan Demak sebagai
kerajaan maritim dimana ia terinspirasi dari Gajah Mada. Untuk mencapai
keinginannya ia melakukan penyerangan kepada Protugis di Malaka karena hal
tersebut dianggap merugikan perdagangan rakyat.

3. Karena dalam masa pemerintahan Sultan Ageng Tirtayasa berhasil memajukan
perdagangan Banten, mampu membangun armada yang kuat serta menjalin hubungan
diplomatik baik antar negara maupun antar kerajaaan Islam.

4. Peran Kerajaan Makasar dalam perdagangan diwilayah Indonesia Timur adalah
menjadi pelabuhan transit terbesar di Indonesia timur. Hal tersebut karena dilatar
belakangi oleh letak dari wilayah itu yang strategis dan sesuai untuk mendukung
kegiatan perdagangan

5. Kehidupan ekonomi masyarakat kerajaan Ternate dan Tidore bergantung pada
perdagangan rempah-rempah yang mampu melahirkan persekutuan perdagangan dari
kedua kerajaan yaitu Uli Lima dari Ternate yang artinya persekutuan lima dan Uli
Siwa dari Tidore yang artinya persekutuan sembilan. Kemudian, Ternate dan Tidore
berkembang menjadi pelabuhan yang ramai.

E. Penilaian Diri

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan jujur dan bertanggungjawab !

No Pertanyaan Jawaban

Ya Tidak

1. Saya dapat menyebutkan tentang kerajaan Islam yang

pernah berdiri di Indonesia

2. Saya dapat menjelaskan bagaimana kehidupan masyarakat

masa kerajaan Islam

3. Saya dapat menjelaskan bagaimana kehidupan

Pemerintahan masa Kerajaan Islam

4. Saya dapat menjelaskan bagaimana kehidupan budaya

masa kerajaan Islam

5. Saya dapat menyebutkan bukti-bukti peninggalan masa

Islam yang masiih ada hingga masa kini

16

6. Saya dapat menjelaskan nilai-nilai dan unsur budaya masa
kerajaan Islam yang masih berkelanjutan hingga masa kini

Keterangan :
Apabila ada jawaban “Tidak” maka segera lakukan pemahaman materi
pembelajaran, khususnya pada bagian yang masih “Tidak”.
Apabila semua jawaban “Iya”, maka kamu dapat melanjutkan pada pembalajaran
berikutnya.

17

EVALUASI

Penugasan Keterangan
Peserta didik diminta membentuk Peserta didik dibentuk dalam 9 kelompok
kelompok berdasarkan jumlah kerajaan Setiap kelompok membahas satu kerajaan
Islam yang dipelajari. Kemudian setiap Islam di Indonesia
kelompok mendiskusikan, menganalisis, Setiap kelompok melakukan diskusi
menuliskan terkait bukti-bukti kehidupan pembagian materi
masa kerajaan-kerajaan Islam yang masih Setiap kelompok membuat buku Pop Up
berlaku pada masyarakat Indonesia masa dengan kreatif dan menarik
kini dengan membuat laporan tertulis
berupa buku pop up sesuai kreativitas
masing-masing kelompok.

18

DAFTAR PUSTAKA
Amurwani Dwi L., Restu Gunawan, Sardiman AM, Mestika Zed, Wahdini Purba, Wasino,
dan Agus Mulyana, 2013. Buku paket Sejarah Indonesia kelas X semester 2, Jakarta: Pusat
Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang
Ringo Rahata, dan Arin Kusumaningrum, Buku LKS Sejarah Indonesia Kelas X Semester 2,
PT Intan Pariwara
Marwati Djoened, Poesponegoro, Nugroho Notosusanto, Sejarah Nasional Indonesia Jilid III:
Balai Pustaka (Persero)

19

20


Click to View FlipBook Version