MODUL PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA DAN NILAINILAI RAISE PPPK PETRA Oleh: 1. Bertha Karyahastana, S.Ars., M.Ed, Seni Rupa, SMP Kristen Petra Acitya 2. Devina Alianto, S.Pd., M.Pd, Seni Drama, SMP Kristen Petra Acitya 3. Agnes Rosari Andini, S.Sn, Seni Tari, SMP Kristen Petra Acitya 4. Amadeous Faszya Sedjati, S.Sn, Seni Musik, SMP Kristen Petra Acitya A. Informasi Umum 1. Sarana dan Prasarana e-module, internet, laptop/gadget 2. Target Peserta Didik Reguler (tidak ada kesulitan dalam memahami materi ajar) 3. Tema Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila “Kearifan Lokal” 4. Topik Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila “All about Sidoarjo” B. Komponen Inti 1. Deskripsi Projek Tema yang diangkat dalam proyek ketiga adalah "Kearifan Lokal". Melestarikan budaya daerah merupakan salah satu kewajiban yang harus kita jaga. Dalam proyek ini peserta didik diajak untuk membangun rasa ingin tahu dan kemampuan inkuiri melalui eksplorasi tentang budaya dan kearifan lokal masyarakat sekitar atau daerah serta perkembangannya, mampu memahami nilai-nilai kesenian dan tradisi lokal serta mampu menerapkan dalam kehidupan mereka, dan mempromosikan salah satu hal yang menarik tentang budaya dan nilai-nilai luhur yang telah dipelajari. Proyek ini mengangkat topik "All about Sidoarjo" dengan mengintegrasikan dua dimensi Pelajar Pancasila yang diharapkan dapat memberi kesempatan kepada pihak sekolah, pendidik, dan khususnya peserta didik untuk menyadari bahwa budaya lokal harus dijaga dan dilestarikan sepanjang hayat. Oleh karena itu, Projek ini dibuat agar dapat membentuk
peserta didik dengan karakter Pancasila dan membangun kesadaran untuk menjunjung tinggi toleransi dengan cara mengenal dan menghargai budaya lokal, menjalin komunikasi dan interaksi antar budaya, semangat menumbuhkan dan menguatkan kebudayaan lokal perlu terus dilakukan melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan topik All about Sidoarjo. 2. Dimensi Profil Pelajar Pancasila dan integrasi nilai-nilai RAISE a. Dimensi Profil Pelajar Pancasila 1. Berkebinekaan Global 2. Gotong Royong b. Integrasi nilai-nilai RAISE Respect, Advance, Internalize, Share, dan Empower c. Sub elemen Profil Pelajar Pancasila dan nilai-nilai RAISE ● Sub Elemen Profil Pelajar Pancasila 1. Mengenal dan menghargai budaya 2. Kolaborasi ● Sub Elemen nilai-nilai RAISE 1. Respect : Relationship, Teamwork 2. Advance : Innovation 3. Internalize : Commitment, Culture 4. Share : Collaboration, Social Responsibility 5. Empower : Engagement Tabel Dimensi dan Sub Elemen Profil Pelajar Pancasila Dimensi Profil Pelajar Pancasila Subelemen Tingkat pencapaian Fase D (SMP) Aktivitas Terkait Gotong Royong Kolaborasi Menyeleraskan tindakan sendiri dengan tindakan orang lain untuk melaksanakan kegiatan dan mencapai tujuan kelompok di lingkungan sekitar, serta memberi semangat kepada orang lain 1,2
untuk bekerja efektif dan mencapai tujuan bersama. Berkebhinekaan Global Mengenal dan menghargai budaya Menumbuhkan rasa menghormati dalam keanekaragaman budaya 10,11,13 3. Tujuan Projek Pada akhir projek ini, peserta didik diharapkan dapat memahami dan mempraktikkan nilai pelestarian budaya lokal dalam kehidupan sehari-hari: (1) menghargai kearifan lokal Sidoarjo; (2) menjabarkan keunggulan dan keunikan Kabupaten Sidoarjo dari sudut pandang budaya, ekonomi, alam, sejarah, beserta isu kontemporer di dalamnya; (3) aktif mempromosikan kearifan lokal Sidoarjo 4. Alur Kegiatan Proyek Adapun alur kegiatan projeknya secara umum adalah sebagai berikut: PENGENALAN Mengeksplorasi dan menganalisis kearifan lokal Sidoarjo. KONTEKSTUALISASI 1. Peserta didik dapat mengenal budaya lokal yang ada di Sidoarjo melalui baju adat, makanan khas daerah 2. Peserta didik dapat memahami tentang pertunjukan seni 3. Peserta didik dapat mengaitkan antara pertunjukan seni dengan budaya lokal serta makanan khas daerah Sidoarjo AKSI Peserta didik mampu menyajikan pertunjukan seni (pentas seni) mengenai cerita rakyat daerah Sidoarjo dan memamerkan kreasi makanan khas daerah Sidoarjo yaitu kerupuk udang. REFLEKSI Secara pribadi peserta didik melakukan refleksi terhadap proses pembelajaran yang dilalui dengan panduan: 1. Apa yang kamu pelajari pada hari ini? 2. Apakah terdapat kendala dalam mengikuti pembelajaran hari ini? 3. Bagaimana perasaan kamu setelah mengikuti pembelajaran hari ini?
TINDAK LANJUT ● Melaksanakan konsep tutor sebaya, di mana peserta didik yang telah mencapai kompetensi yang ditetapkan memberi bantuan kepada rekannya yang belum mampu mencapai kompetensi yang ditetapkan. ● Memberikan penguatan secara mandiri melalui penugasan membuat teks deskripsi untuk menggambarkan objek lain. 5. Pertanyaan Pemantik 1. Dimana kalian tinggal? Kabupaten Sidoarjo atau Surabaya? 2. Apa yang kalian ketahui tentang budaya Sidoarjo? 3. Tempat wisata apa saja yang ada di Sidoarjo? 4. Mengapa oranng lebih banyak tahu tentang Surabaya daripada Sidoarjo?
6. Pelaksanaan Projek A. Pertemuan ke-1 ⮚ Persiapan: 1. Membuka dengan salam dan berdoa. 2. Membina hubungan baik dengan peserta didik dengan menanyakan kabar dan perasaannya sekarang. 3. Menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu peserta didik dapat mengkonsep dan menampilkan pertunjukan seni tentang cerita rakyat dan pameran mengenai budaya daerah Sidoarjo. 4. Menanyakan kesiapan kepada peserta didik. ⮚ Pelaksanaan: 1. Guru memberikan penjelasan tentang detail projek yang akan dilakukan. 2. Guru memastikan setiap anggota memahami tugas masing-masing. 3. Peserta didik berdiskusi bersama kelompok untuk ide pertunjukan. 4. Peserta didik mengkonsep dan menyusun projek yang akan ditampilkan. 5. Setiap kelompok melakukan presentasi tentang ide pertunjukan, kelompok yang lain memberikan apresiasi. ⮚ Penutup: 1. Guru dan peserta didik menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan. 2. Peserta didik melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang telah dilakukan. 3. Guru memberitahukan rencana pembelajaran selanjutnya. B. Pertemuan ke-2 ⮚ Persiapan: 1. Membuka dengan salam dan berdoa. 2. Membina hubungan baik dengan peserta didik dengan menanyakan kabar dan materi sebelumnya. 3. Menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu peserta didik dapat menguasai peran masing-masing dalam kelompok pertunjukan. 4. Menanyakan kesiapan kepada peserta didik sesuai kelompok performance dan kelompok exhibition/pameran. ⮚ Pelaksanaan: 1. Guru mengajak peserta didik untuk berlatih secara berkala sesuai kelompok. 2. Guru memastikan setiap anggota berlatih sesuai peran masing-masing.
3. Peserta didik bersama kelompok berlatih secara maksimal. 4. Setiap kelompok melakukan latihan per babak, dan kelompok yang lain memberikan apresiasi. ⮚ Penutup: 1. Guru dan peserta didik menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan. 2. Peserta didik melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang telah dilakukan. 3. Guru memberitahukan rencana pembelajaran selanjutnya. C. Pertemuan ke-3 ⮚ Persiapan: 1. Membuka dengan salam dan berdoa. 2. Membina hubungan baik dengan peserta didik dengan menanyakan kabar dan mengulas materi sebelumnya. 3. Menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu peserta didik dapat menampilkan pertunjukan seni tentang cerita rakyat pameran mengenai budaya daerah Sidoarjo. 4. Menanyakan kesiapan kepada peserta didik. ⮚ Pelaksanaan: 1. Guru mengecek persiapan masing-masing kelompok untuk gladi bersih. 2. Guru mengkoordinasikan tentang persiapan detail pertunjukan saat hari H. 3. Guru memastikan peserta didik sudah memahami tugas yang telah diberikan. 4. Peserta didik mencoba menampilkan pertunjukan dari babak pertama sampai akhir. 5. Setiap kelompok melakukan latihan secara berkala, dan kelompok yang lain memberikan apresiasi. ⮚ Penutup: 1. Guru dan peserta didik menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan. 2. Peserta didik melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang telah dilakukan. 3. Guru memberitahukan rencana pembelajaran selanjutnya. ⮚ Materi: Seni Drama: Drama Musikal Drama musikal ini adalah pertunjukan teater yang menggabungkan antara seni tari, musik, serta juga seni peran. Drama musikal ini lebih mengedepankan tiga unsur itu apabila dibandingkan dialog para pemainnya. Kualitas dari pemainnya itu tidak hanya
dinilai pada penghayatan karakter dengan melalui untaian kalimat yang diucapkan namun juga dengan melalui keharmonisan lagu serta gerak tari. Disebut sebagai drama musikal disebabkan karna di dalam pertunjukannya yang menjadi latar belakangnya itu merupakan kombinasi antara gerak tari, alunan musik, serta juga tata pentas. Drama musikal yang cukup tersohor yakni kabaret serta opera. Perbedaan dari keduanya ini terletak di jenis musik yang digunakan. Di dalam opera, dialog para tokoh ini dinyanyikan dengan iringan musik orkestra serta juga lagu yang dinyanyikan ialah disebut seriosa. Sedangkan di dalam drama musikal kabaret, jenis musik serta lagu yang dinyanyikan bebas serta biasa saja. Istilah dramatik ini digunakan untuk dapat menyebut pertunjukan teater yang dengan berdasarkan pada dramatika lakon yang dipentaskan. Di dalam teater dramatik, perubahan karakter dengan secara psikologis ini sangat diperhatikan. Situasi cerita serta latar belakang kejadian ini dibuat sedetil mungkin. Rangkaian cerita di dalam teater dramatik ini mengikuti alur plot itu dengan ketat. Fokus pertujukan teater dramatik ialah menarik minat serta rasa penonton terhadap situasi cerita yang disajikan. Di dalam teater dramatik, laku aksi pemain ini sangat ditonjolkan. Satu peristiwa atau kejadian berkaitan dengan peristiwa lain kemudian membentuk keseluruhan cerita. Karakter yang disajikan di atas pentas ini ialah karakter tanpa improvisatoris. Teater dramatik ini mencoba mementaskan cerita seperti halnya realita. Seni Rupa: Pameran • Pameran adalah kegiatan untuk memperkenalkan dan memajangkan karya seni agar diamati dan diapresiasi orang lain. Dipimpin oleh seorang kurator, pameran dapat homogen (satu jenis karya) atau heterogen (berbagai jenis karya). • Ada pameran tunggal (satu peserta) dan kelompok (beberapa peserta). Tempatnya bisa dalam ruangan (indoor) atau luar ruangan (outdoor). • Fungsi pameran di sekolah antara lain sebagai media penampilan siswa, sarana ekspresi, media pengetahuan, komunikasi, serta perangsang kreativitas siswa. • Kepanitiaan terdiri dari panitia pengarah (memberi arahan) dan pelaksana (melaksanakan). Rencana kerja disusun dalam proposal yang disusun secara sistematis dan rinci. • Jadwal kerja mengatur kegiatan sesuai waktu. Perencanaan mencakup materi, kelengkapan, tempat, publikasi, waktu, dekorasi, anggaran, dan kepanitiaan.
• Tahap penyelenggaraan pameran meliputi persiapan, penataan ruang, dan pelaksanaan acara. Evaluasi dilakukan terhadap proses dan hasil pameran. • Evaluasi memberikan umpan balik untuk perbaikan di masa mendatang. Laporan dari setiap seksi penting untuk evaluasi lebih lanjut. Seni Musik: Lagu Daerah dan Musik Ansamble • Gaya bernyanyi adalah ciri khas dalam membawakan lagu sesuai dengan jenisnya. Disiplin dalam teknik vokal dan penguasaan lagu mendukung gaya bernyanyi. • Lagu daerah adalah jenis lagu dari daerah tertentu dengan ide penciptaan berdasarkan atas budaya dan adat istiadat suatu daerah tertentu. • Musik daerah memiliki suatu makna, pesan untuk masyarakat serta suasana/keadaan masyarakat setempat, dan bahasa daerah setempat. • Bernyanyi lagu daerah membutuhkan keluwesan gaya dengan penguasaan teknik vokal dan kebiasaan mendengarkan jenis lagu yang akan dinyanyikan sesuai daerahnya. • Latihan pemanasan vokal penting sebelum menyanyi. Ini termasuk pernapasan dan vokalisis untuk mempersiapkan suara. • Keserasian mimik, ekspresi, dan gerakan tubuh dengan lagu sangat penting dalam penyampaian yang baik. Persiapan yang baik termasuk pemahaman lirik dan irama lagu. • Ansambel Lagu Daerah • Musik ansambel adalah kombinasi alat musik yang menciptakan unsur ritmis, melodis, dan harmonis. • Ada dua jenis musik ansambel: sejenis (sama alat musik) dan campuran (berbagai alat musik). • Kedisiplinan, kemampuan membaca notasi, keahlian memainkan alat musik, dan kerja sama yang baik penting dalam bermain ansambel. • Dalam latihan ansambel sejenis, partitur lagu penting untuk memastikan keselarasan dalam permainan. • Latihan ansambel campuran melibatkan beberapa jenis alat musik melodis, ritmis, dan harmonis.
• Pemilihan lagu populer untuk ansambel harus memperhatikan aransemen dan kebutuhan alat musik. • Pentingnya proses latihan yang rutin dan intensif dalam membentuk ansambel yang solid dan berkualitas. Seni Tari: Pertunjukan Tari Kreasi Daerah • Tari mencakup tari tunggal, berpasangan, dan kelompok, serta drama tari dengan alur cerita yang runtut. • Contoh tari tunggal seperti Tari Topeng Kedok dan Tari Nyai Dasimah (Betawi).i: • Tari berpasangan, seperti Cokek Onde-Onde (Betawi), melibatkan interaksi antara dua penari. • Tari kelompok, terbagi menjadi tari masal dan drama tari, dengan tarian massal melibatkan gerakan yang seragam. • Musik tari, seperti gamelan dan alat musik modern, memainkan peran penting dalam menyertai gerakan tari. • Latihan gerak tari, seperti Tari Quartel, melibatkan berbagai gerakan yang dibuat berpasangan. 7. Lembar Kerja A. Lembar Kerja Peserta Didik 1 Buatlah peta konsep sesuai topik yang kelompok kalian pilih! Masukkan data-data yang kalian peroleh dari referensi yang didapatkan! B. Lembar Kerja Peserta Didik 2 Buatlah draf berdasarkan peta konsep yang sudah kalian buat! Sesuai dengan template yang sudah disediakan. Nama Anggota Kelompok: Kelas: Judul Pertunjukkan Seni: Sinopsis: Pemeran: Musik/Backsound:
Tarian: Referensi 8. Refleksi peserta didik Secara pribadi peserta didik melakukan refleksi terhadap proses pembelajaran yang dilalui dengan panduan: - Apa yang kamu pelajari pada hari ini? - Apakah terdapat kendala dalam mengikuti pembelajaran hari ini? - Bagaimana perasaan kamu setelah mengikuti pembelajaran hari ini? C. Lampiran 1. Daftar Pustaka Kadariyah, Neneng. 2017. Modul 1 Indahnya Negeriku Seni Budaya Paket B Setara SMP/MTs. Jakarta: Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan Ditjen Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat-Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Diakses melalui https://emodul.kemdikbud.go.id/BBId1/mobile/index.html Santoso., Apriyanto Dwi, dkk. 2020. PR Seni Budaya untuk SMP/MTs Kelas VII Semester 1. Yogyakarta: Intan Pariwara. Subarna, Rakhma., Sofie Dewayani., dan Cicilia Erni Setyowati. 2021. Bahasa Indonesia Buku Siswa SMP Kelas VII. Jakarta: Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. Waluyo, Budi. 2018. Seni Budaya 1 untuk Kelas VII SMP dan MTs. Solo: Tiga Serangkai. https://www.ruangguru.com/blog/mengenal-jenis-dan-contoh-teks-prosedur
MODUL PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA DAN NILAINILAI RAISE PPPK PETRA Oleh: 5. Christopher Lie Anugrah Sugianto, S,Pd., STEM, SMP Kristen Petra Acitya 6. Priskala Leoruslina, S.Pd., Urban Farming, SMP Kristen Petra Acitya 7. Monika Lavina Pratomo, S.Pd., Food Tech, SMP Kristen Petra Acitya 8. Bertha Karyahastana, S.Ars., M.Ed., Art & Craft, SMP Kristen Petra Acitya D. Informasi Umum 5. Sarana dan Prasarana e-module, internet, laptop/gadget 6. Target Peserta Didik Reguler (tidak ada kesulitan dalam memahami materi ajar) 7. Tema Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila “Kearifan Lokal” 8. Topik Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila “All about Sidoarjo” E. Komponen Inti 9. Deskripsi Projek Tema yang diangkat dalam proyek ketiga adalah "Kearifan Lokal". Melestarikan budaya daerah merupakan salah satu kewajiban yang harus kita jaga. Dalam proyek ini peserta didik diajak untuk membangun rasa ingin tahu dan kemampuan inkuiri melalui eksplorasi tentang budaya dan kearifan lokal masyarakat sekitar atau daerah serta perkembangannya, mampu memahami nilai-nilai kesenian dan tradisi lokal serta mampu menerapkan dalam kehidupan mereka, dan mempromosikan salah satu hal yang menarik tentang budaya dan nilai-nilai luhur yang telah dipelajari. Proyek ini mengangkat topik "All about Sidoarjo" dengan mengintegrasikan dua dimensi Pelajar Pancasila yang diharapkan dapat memberi kesempatan kepada pihak sekolah, pendidik,
dan khususnya peserta didik untuk menyadari bahwa budaya lokal harus dijaga dan dilestarikan sepanjang hayat. Oleh karena itu, Projek ini dibuat agar dapat membentuk peserta didik dengan karakter Pancasila dan membangun kesadaran untuk menjunjung tinggi toleransi dengan cara mengenal dan menghargai budaya lokal, menjalin komunikasi dan interaksi antar budaya, semangat menumbuhkan dan menguatkan kebudayaan lokal perlu terus dilakukan melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan topik All about Sidoarjo. 10. Dimensi Profil Pelajar Pancasila dan integrasi nilai-nilai RAISE d. Dimensi Profil Pelajar Pancasila 3. Berkebinekaan Global 4. Gotong Royong e. Integrasi nilai-nilai RAISE Respect, Advance, Internalize, Share, dan Empower f. Sub elemen Profil Pelajar Pancasila dan nilai-nilai RAISE ● Sub Elemen Profil Pelajar Pancasila 3. Mengenal dan menghargai budaya 4. Kolaborasi ● Sub Elemen nilai-nilai RAISE 6. Respect : Relationship, Teamwork 7. Advance : Innovation 8. Internalize : Commitment, Culture 9. Share : Collaboration, Social Responsibility 10. Empower : Engagement Tabel Dimensi dan Sub Elemen Profil Pelajar Pancasila Dimensi Profil Pelajar Pancasila Subelemen Tingkat pencapaian Fase D (SMP) Aktivitas Terkait Gotong Royong Kolaborasi Menyeleraskan tindakan sendiri dengan tindakan orang lain untuk melaksanakan kegiatan dan mencapai tujuan 1,2
kelompok di lingkungan sekitar, serta memberi semangat kepada orang lain untuk bekerja efektif dan mencapai tujuan bersama. Berkebhinekaan Global Mengenal dan menghargai budaya Menumbuhkan rasa menghormati dalam keanekaragaman budaya 10,11,13 11. Tujuan Projek Pada akhir projek ini, peserta didik diharapkan dapat memahami dan mempraktikkan nilai pelestarian budaya lokal dalam kehidupan sehari-hari: (1) menghargai kearifan lokal Sidoarjo; (2) menjabarkan keunggulan dan keunikan Kabupaten Sidoarjo dari sudut pandang budaya, ekonomi, alam, sejarah, beserta isu kontemporer di dalamnya; (3) aktif mempromosikan kearifan lokal Sidoarjo 12. Alur Kegiatan Proyek Adapun alur kegiatan projeknya secara umum adalah sebagai berikut: PENGENALAN Mengeksplorasi dan menganalisis kearifan lokal Sidoarjo. KONTEKSTUALISASI 1. Peserta didik dapat mengenal budaya lokal yang ada di Sidoarjo melalui baju adat, makanan khas daerah 2. Peserta didik dapat memahami tentang pertunjukan seni 3. Peserta didik dapat mengaitkan antara pertunjukan seni dengan budaya lokal serta makanan khas daerah Sidoarjo AKSI Peserta didik mampu menyajikan pertunjukan seni (pentas seni) mengenai cerita rakyat daerah Sidoarjo dan memamerkan kreasi makanan khas daerah Sidoarjo yaitu kerupuk udang.
REFLEKSI Secara pribadi peserta didik melakukan refleksi terhadap proses pembelajaran yang dilalui dengan panduan: 1. Apa yang kamu pelajari pada hari ini? 2. Apakah terdapat kendala dalam mengikuti pembelajaran hari ini? 3. Bagaimana perasaan kamu setelah mengikuti pembelajaran hari ini? TINDAK LANJUT ● Melaksanakan konsep tutor sebaya, di mana peserta didik yang telah mencapai kompetensi yang ditetapkan memberi bantuan kepada rekannya yang belum mampu mencapai kompetensi yang ditetapkan. ● Memberikan penguatan secara mandiri melalui penugasan membuat teks deskripsi untuk menggambarkan objek lain. 13. Pertanyaan Pemantik 1. Dimana kalian tinggal? Kabupaten Sidoarjo atau Surabaya? 2. Apa yang kalian ketahui tentang budaya Sidoarjo? 3. Tempat wisata apa saja yang ada di Sidoarjo? 4. Mengapa oranng lebih banyak tahu tentang Surabaya daripada Sidoarjo?
14. Pelaksanaan Projek D. Pertemuan ke-1 ⮚ Persiapan: 1. Membuka dengan salam dan berdoa. 2. Membina hubungan baik dengan peserta didik dengan menanyakan kabar dan perasaannya sekarang. 3. Menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu peserta didik dapat mengkonsep dan menampilkan pameran mengenai budaya daerah Sidoarjo. 4. Menanyakan kesiapan kepada peserta didik. ⮚ Pelaksanaan: 1. Guru memberikan penjelasan tentang detail projek yang akan dilakukan. 2. Guru memastikan setiap anggota memahami tugas masing-masing. 3. Peserta didik berdiskusi bersama kelompok untuk ide pertunjukan. 4. Peserta didik mengkonsep dan menyusun projek yang akan ditampilkan. 5. Setiap kelompok melakukan presentasi tentang ide pertunjukan, kelompok yang lain memberikan apresiasi. ⮚ Penutup: 4. Guru dan peserta didik menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan. 5. Peserta didik melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang telah dilakukan. 6. Guru memberitahukan rencana pembelajaran selanjutnya. E. Pertemuan ke-2 ⮚ Persiapan: 1. Membuka dengan salam dan berdoa. 2. Membina hubungan baik dengan peserta didik dengan menanyakan kabar dan materi sebelumnya. 3. Menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu peserta didik dapat menguasai peran masing-masing dalam kelompok pameran. 4. Menanyakan kesiapan kepada peserta didik sesuai kelompok exhibition/pameran. ⮚ Pelaksanaan: 1. Guru mengajak peserta didik untuk berlatih secara berkala sesuai kelompok. 2. Guru memastikan setiap anggota mempersiapkan tugas masing-masing. 3. Peserta didik bersama kelompok mempersiapkan pameran secara berkala.
4. Setiap kelompok menunjukan progres persiapan, dan kelompok yang lain memberikan apresiasi. ⮚ Penutup: 4. Guru dan peserta didik menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan. 5. Peserta didik melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang telah dilakukan. 6. Guru memberitahukan rencana pembelajaran selanjutnya. F. Pertemuan ke-3 ⮚ Persiapan: 1. Membuka dengan salam dan berdoa. 2. Membina hubungan baik dengan peserta didik dengan menanyakan kabar dan mengulas materi sebelumnya. 3. Menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu peserta didik dapat menampilkan pameran mengenai budaya dan makanan khas daerah Sidoarjo. 4. Menanyakan kesiapan kepada peserta didik. ⮚ Pelaksanaan: 1. Guru mengecek persiapan masing-masing kelompok untuk gladi bersih. 2. Guru mengkoordinasikan tentang persiapan detail pertunjukan saat hari H. 3. Guru memastikan peserta didik sudah memahami tugas yang telah diberikan. 4. Peserta didik mempersiapkan, mendekor stand pameran. 5. Setiap kelompok melakukan pengecekan secara berkala, dan kelompok yang lain memberikan apresiasi. ⮚ Penutup: 4. Guru dan peserta didik menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan. 5. Peserta didik melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang telah dilakukan. 6. Guru memberitahukan rencana pembelajaran selanjutnya. ⮚ Materi: Food Tech, STEM, Urban Farming: Membuat Kerupuk Udang Kerupuk udang bisa dihidangkan dengan berbagai masakan berkuah. Seperti rawon, soto, hingga nasi goreng. Tak perlu beli di pasar, kamu bisa membuat kerupuk udang ala rumahan dari bahan sederhana. Seperti pada cara membuat kerupuk udang yang satu ini, hanya menggunakan enam bahan saja. Pada proses kering adonan kerupuk,
bisa menggunakan oven atau sinar matahari. Simak cara membuat kerupuk udang mengembang: Bahan • 500 gram daging udang, haluskan • 1 kilogram tepung tapioka • 6 butir telur bebek • 1,5 ons garam • 0,25 ons soda • 500 gram gula Cara membuat kerupuk udang • Cuci udang dan buat filet. • Ambil dagingnya sedikit demi sedikit dengan menggunakan sendok. • Haluskan atau giling daging udang sampai halus. • Timbang daging udang sebanyak 500 gram. • Di lain wadah, campurkan daging dengan garam, gula, soda, dan telur. • Aduk dengan cara diremas. • Masukkan tepung tapioka dan aduk hingga adonan rata dan tidak lengket di tangan. Lumatkan adonan dan cetak dengan diameter 3-8 cm. • Bungkus dengan daun pisang atau plastik. • Kukus adonan kerupuk udang selama 1-2 jam hingga matang. • Setelah itu, poyong tipis dan celupkan adonan ke dalam air dingin. • Jemur di bawah sinar matahari atau dalam oven hingga kering. • Kerupuk udang siap disimpan atau digoreng langsung hingga mengembang. Art and Craft: Membuat Kemasan dan Label Desain kemasan produk merupakan sebuah aspek penting dalam dunia bisnis, khususnya di sektor manufaktur dan distribusi. Secara sederhana, desain kemasan adalah proses pembuatan dan pengembangan wadah atau pembungkus suatu produk. Selanjutnya, kamu perlu paham juga bahwa desain kemasan memiliki peran ganda. Yang pertama, melindungi produk di dalamnya dan yang kedua menjadi media
komunikasi pemasaran. Dari sisi perlindungan, kemasan harus mampu menjaga kualitas produk dari berbagai risiko seperti benturan, tekanan, atau perubahan suhu. Sedangkan, dari sisi pemasaran, desain kemasan harus bisa menarik perhatian, memberikan informasi yang jelas tentang produk, dan menciptakan kesan yang baik sehingga mampu mempengaruhi keputusan pembelian konsumen. Jadi, desain kemasan produk adalah suatu proses kreatif yang membutuhkan pemahaman mendalam tentang produk, target pasar, dan strategi branding. Desain kemasan yang baik seharusnya melindungi isi produk dengan efektif dan tetap berperan sebagai “wajah” dari produk tersebut. Prinsip Desain Kemasan Produk Desain kemasan produk merupakan elemen penting dalam menarik perhatian konsumen dan mempengaruhi keputusan pembelian mereka. Berikut adalah beberapa prinsip desain kemasan produk yang perlu kamu perhatikan: • Kejelasan pesan: Kemasan harus dapat dengan jelas menyampaikan apa produk tersebut dan merek apa yang membuatnya. Konsumen biasanya hanya menghabiskan beberapa detik untuk melihat satu produk di rak toko. Jadi, pesan yang disampaikan harus singkat, jelas, dan mudah dipahami. • Daya Tarik Visual: Desain harus menarik dan mampu menonjol di antara produk lain di rak toko. Penggunaan warna, bentuk, dan gambar yang menarik dapat membantu mencapai tujuan ini. • Keaslian: Desain kemasan harus unik dan berbeda dari pesaing. Kamu bisa berkreasi pada bagian bentuk kemasan atau elemen desain grafisnya. • Kesesuaian: Desain kemasan harus sesuai dengan jenis produk di dalamnya. Misalnya, desain untuk produk anak-anak biasanya menggunakan warna cerah dan karakter kartun. Sedangkan produk mewah mungkin menggunakan bahan berkualitas tinggi dan palet warna yang lebih elegan. • Fungsionalitas: Kemasan harus fungsional. Jadi, kamu harus mempertimbangkan cara produk akan dibuka, ditutup, dan disimpan. • Kejujuran: Kemasan tidak boleh menyesatkan konsumen dengan menampilkan produk lebih baik atau lebih besar daripada kenyataannya.
• Keamanan: Kemasan harus mampu melindungi produk di dalamnya dari kerusakan selama transportasi dan penyimpanan. • Informasi: Kemasan harus menyediakan informasi yang cukup tentang produk, termasuk instruksi penggunaan, bahan-bahan, tanggal kadaluarsa, dan informasi kontak produsen. Cara Membuat Desain Kemasan Produk 1. Memahami Produk dan Target Pasar Kenali produkmu dengan baik. Dengan kata lain, pahami ukuran, bentuk, dan karakteristiknya. Ini akan membantumu menentukan jenis kemasan yang tepat. Selanjutnya, pahami siapa yang akan membeli produkmu. Apa yang mereka suka, apa yang mereka cari, dan bagaimana cara mereka berbelanja. Ini akan membantumu membuat desain yang relevan dengan kebutuhan mereka. 2. Menentukan Informasi Penting yang Harus Ada Pastikan untuk memasukkan informasi dasar seperti nama produk, merek, dan bahan. Kemudian, jika produkmu membutuhkan instruksi khusus, pastikan untuk memasukkannya juga. Selanjutnya, sesuaikan dengan regulasi yang berlaku, terutama jika kamu menjual makanan atau produk kesehatan. 3. Memilih Warna, Font, dan Gambar Pilih warna yang mencerminkan merek produkmu dan menarik perhatian target pasar. Kemudian, gunakan font yang mudah dibaca untuk memudahkan calon pembeli. Jangan lupa pilih gambar berkualitas tinggi yang relevan dengan produkmu. 4. Membuat Desain yang Sederhana dan Fungsional Jangan membebani kemasan dengan terlalu banyak elemen desain. Desain yang sederhana seringkali lebih efektif untuk pemasaran. Yang terpenting, pastikan kemasan mudah untuk dibuka, ditutup, dan disimpan. 5. Menguji Desain Buatlah mockup kemasan dan lihat bagaimana desainmu terlihat pada kemasan sebenarnya. Selanjutnya, coba minta pendapat dari orang lain, dan lakukan penyesuaian berdasarkan feedback yang mereka berikan.
Cara Membuat Desain Kemasan Produk di Canva Berikut adalah cara memanfaatkan Canva sebagai aplikasi mendesain kemasan produk agar bisa lebih menarik minat pembeli: 1. Mulai Membuat Desain Canva Langkah pertama untuk memulai membuat desain kemasan di Canva adalah mengakses canva.com. Setelah itu, tekan tombol Buat Desain di sudut kanan atas. Setelah itu, pilih bagian Konten Instagram. Selanjutnya akan keluar tab browser baru. Pada sidebar kiri, ada menu Template yang salah satunya bisa Anda gunakan. Namun Anda juga bisa memilih layar kosong untuk membuat desain sendiri tanpa menggunakan template yang disediakan. 2. Upload Gambar Produk Untuk upload gambar produk, klik Unggahan di sidebar kiri kemudian pilih gambar dan klik Open. Atau bisa juga dengan men-drag gambar ke layar kerja Canva. Setelah itu, atur ukuran serta posisi gambar produk di tampilan kemasannya nanti. 3. Atur Warna Background Anda bisa mengganti background atau warna dasar dari kemasan produk Anda dengan cara berikut: • Klik pada sisi latar belakang, • Pada bar bagian atas, klik ikon persegi untuk mengganti warna latar belakang • Pilih warna yang sesuai dengan pallet warna gambar produk. Jika Anda menggunakan versi Canva Pro, maka akan ada pallet warna yang sesuai dengan warna gambar produk Anda. 7. Menambahkan Label Harga • Selanjutnya, jika Anda ingin membuat desain kemasan produk yang mengandung label harga di Canva, maka berikut adalah langkah yang harus Anda lakukan: • Pada menu sidebar, klik Elemen. • Ketik “Label” pada kolom pencarian atau bisa juga dengan klik Elemen pada sidebar lalu pilih Garis & Bentuk. • Maka Anda dapat memilih bentuk sesuai dengan gaya desain Anda. • Kemudian tambahkan teks dengan mengklik menu Teks yang ada pada sidebar. • Setelah itu, klik Tambahkan judul
• Pada kotak judul yang muncul, ketikkan harga produk Anda. Misalnya 10K. 8. Menambahkan Elemen Latar Belakang Agar kemasan produk Anda terlihat lebih kekinian, Anda bisa menambahkan elemen di background-nya atau beberapa elemen lainnya. Caranya ialah sebagai berikut: • Pilih menu Element yang terdapat pada sidebar kiri. • Kemudian ketikkan kata”Splash” di kolom pencarian • Lalu pilihlah bentuk splash yang menurut Anda sesuai dengan kebutuhan desain kemasan produk Anda. • Setelah itu, atur dan tata ukuran serta posisi elemen tersebut dalam desain kemasan Anda. • Usahakan agar elemen tersebut tidak mengganggu keberadaan gambar produk yang menjadi point of interest dari desain kemasan. 15. Lembar Kerja A. Lembar Kerja Peserta Didik 1 Buatlah peta konsep sesuai ide yang telah didiskusikan bersama kelompok! Masukkan data-data yang kalian peroleh dari referensi yang didapatkan! B. Lembar Kerja Peserta Didik 2 Buatlah draf berdasarkan peta konsep yang sudah kalian buat! Sesuai dengan template yang sudah disediakan. Nama Anggota Kelompok: Kelas: Judul Pertunjukkan Seni: Penjelasan Konsep: Desain Kemasan Produk:
Referensi 16. 17. Refleksi peserta didik Secara pribadi peserta didik melakukan refleksi terhadap proses pembelajaran yang dilalui dengan panduan: - Apa yang kamu pelajari pada hari ini? - Apakah terdapat kendala dalam mengikuti pembelajaran hari ini? - Bagaimana perasaan kamu setelah mengikuti pembelajaran hari ini? F. Lampiran 2. Daftar Pustaka Kadariyah, Neneng. 2017. Modul 1 Indahnya Negeriku Seni Budaya Paket B Setara SMP/MTs. Jakarta: Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan Ditjen Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat-Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Diakses melalui https://emodul.kemdikbud.go.id/BBId1/mobile/index.html Santoso., Apriyanto Dwi, dkk. 2020. PR Seni Budaya untuk SMP/MTs Kelas VII Semester 1. Yogyakarta: Intan Pariwara. Subarna, Rakhma., Sofie Dewayani., dan Cicilia Erni Setyowati. 2021. Bahasa Indonesia Buku Siswa SMP Kelas VII. Jakarta: Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. Waluyo, Budi. 2018. Seni Budaya 1 untuk Kelas VII SMP dan MTs. Solo: Tiga Serangkai. https://www.ruangguru.com/blog/mengenal-jenis-dan-contoh-teks-prosedur https://www.invory.art/2023/03/cara-membuat-desain-kemasan-produk-di.html https://www.kompas.com/food/read/2023/07/30/070900175/resep-kerupuk-udang-alarumahan-hanya-6-bahan-saja